BABY FACED BODYGUARD PART 15

BABY FACED BODYGUARD PART 15

 

AUTHOR: RESI R

MAIN CAST: KIM SANG BEOM DAN KIM SO EUN.

OTHER CAST: KIM YOONA, LEE SEUNG GI, JUNG IL WOO, JUNG SO MIN, KIM SOO HYUN, BAEK SUZY.

GENRE: IDK (?)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

PART 15

 

kim soo hyun menghentikan langkahnya begitu mendengar suara seorang wanita yang tengah menangis. Ia celingak celinguk ke sekelilingnya dan mendapati seorang wanita tengah duduk di bangku pinggir jalan.

Soo hyun menyipitkan matanya lalu mengahampirinya setelah ia mengenal orang itu.

“aku kira aku mendengar suara hantu. Ternyata kau sedang menangis” Ujar soo hyun duduk di samping suzy.

“huaaaaaaa diam kau !” bentak suzy, soo hyun sedikit memundurkan tubuhnya ke belakang. Tangis suzy semakin keras.

“ah….aku tidak menyangka. Wanita popular di kampus jika menangis seperti ini.” ledek soo hyun.

“ya….apa kau tak bisa diam?” bentak suzy.

“heh…..” soo hyun hanya menghela nafas dan diam disana menunggu suzy hingga berhenti menangis. Ketika tangis suzy mulai mereda, soo hyun pun mengeluarkan suaranya.

“kenapa kau menangis?” tanyanya.

“hiks….kim bum…” jawab suzy.

“kim bum?”

“ne ! dia mempermainkanku !” jawab suzy.

“maksudmu?” tanya soo hyun.

“ternyata dia hanya pura-pura mengajakku kencan, bukan kencan sungguhan. Dia sudah mempermainkanku ! aku sakit sekali…….! Dia jahat padaku…!” cerita suzy.

“mengajakmu kencan?” ulang soo hyun tak percaya.

Suzy mengangguk.

###

 

Keesokan harinya

Kim bum, il woo, seung gi, dan soo hyun sedang berada di markas mereka. Tapi mereka begitu diam. Terlebih kim bum dan il woo.

“beom-ah apakah lagumu itu sudah selesai?” tanya seung gi.

“belum.” Jawab kim bum tanpa minat. Seung gi hanya mengangguk.

“beom-ah…” panggil soo hyun. Kim bum menoleh ke arahnya.

“benar kau mengajak suzy berkencan?” tanya soo hyun yang membuat kim bum melotot.

“darimana kau tahu?” tanya kim bum.

“suzy yang cerita padaku karena dia menangis.” Ujar soo hyun.

Kim bum hanya diam, itu adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan. Mengajak wanita yang benar-benar tak disukainya untuk berkencan.

“apa yang kau lakukan hingga suzy menangis sampai wajahnya menyeramkan begitu?” tanya soo hyun.

“aku hanya main-main saja. Aku tak mengajaknya kencan sungguhan.” Jawab kim bum santai.

“lalu?” tanya soo hyun.

Kim bum tak menjawab, ia malah menatap il woo dingin seakan jawabannya itu tersirat dari tatapannya pada il woo dan berharap il woo mengerti. Menyadari tatapan kim bum seperti itu il woo teringat kejadian ketika di parkiran.

“setelah apa yang kalian lakukan kemarin? Kau pikir aku tidak apa-apa?”

Il woo tambah bingung, apa mungkin ini ada hubungannya dengan so eun? Kim bum mengajak suzy kencan hanya pura-pura dan apakah itu karena so eun? Apa mungkin kim bum….melihatnya saat dirinya memeluk so eun? Beberapa pertanyaan muncul di kepala il woo.

“ah tidak penting juga aku tahu.” Ujar soo hyun. Kim bum mengalihkan tatapannya dari il woo.

Soo hyun menyadari dari tadi seung gi tak ikut bicara, setelah dilihat ternyata seung gi sedang melamun.

“seung gi-ya….apa yang sedang kau pikirkan?” tanya soo hyun.

Sontak pikiran seung gi berkumpul, dan ia tersadar dari lamunannnya.

“oh….” Ujar seung gi.

“apa yang sedang kau lamunkan?” tanya soo hyun.

Seung gi terlihat menghela nafas.

“apakah aku tidak salah?” tanyanya.

“mwo?” tanya soo hyun.

“menyukai seseorang yang lebih tua dariku?” tanyanya.

“apa? Apakah benar?” kaget soo hyun.

Kim bum menatap seung gi. Dirinya pikir hanya ia saja yang menyukai wanita berumur lebih tua darinya.

Il woo menatap seung gi lalu beralih menatap kim bum.

“aku rasa begitu…tapi aku masih bingung. Aku mendadak tidak suka berkencan dengan banyak wanita lagi setelah bertemmu dengannya. Dan perasaanku berbeda saat bertemu dengannya” Jelas seung gi.

“woooahh…seorang playboy bisa jatuh cinta sungguhan ternyata” balas soo hyun sambil geleng-geleng.

Merasa yang seung gi rasakan saat ini sama dengannya, dan tak mau ketahuan kim bum pun beranjak dari duduknya dan pergi keluar.

Melihat hal itu il woo segera menyusulnya. Ada sesuatu yang harus ia bicarakan dengan kim bum.

“mau kemana mereka?” tanya seung gi.

Soo hyun hanya mengangkat bahu.

————–

 

“beom-ah kita harus bicara” ujar il woo.

“apa yang ingin kau bicarakan?” tanya kim bum dingin.

“penyebab kenapa kau jadi seperti ini.” ujar il woo. Kim bum menatapnya.

 

Kafe

“aku sudah mengerti kenapa kau bilang seperti itu padaku.” ujar il woo.

“katakan saja! aku tidak ingin bertele-tele.” Pinta kim bum.

Il woo menghela nafas. “apa kau sudah tahu?” tanya il woo.

“mwo?” tanya kim bum.

“tentang so eun.” Jawab il woo. Tatapan kim bum semakin dingin setelah il woo menyebut nama so eun.

“apa kau melihatku saat aku memeluk so eun waktu itu?” tanya il woo.

Kim bum mengatupkan mulutnya menahan marah.

“kau sudah tidak pura-pura lupa lagi rupanya.” Ujar kim bum sinis.

“kejadian sebenarnya bukan seperti itu.” Ujar il woo.

“benarkah? Setelah aku melihatnya sendiri?” balas kim bum.

“dengarkan aku…kau harus tahu.” Ujar il woo.

“ya aku sudah tahu kalau kau memeluknya dan kau menyukainya.” Jawab kim bum tanpa diminta.

“aniyo…bukan itu maksudku.” Balas il woo.

Kim bum hanya mendesah.

“aku memeluknya karena aku ingin menenangkannya saat sedang sedih.” Ujar il woo.

“sedih?” batin kim bum.

“dia sedang menangis waktu itu, dan aku pikir aku harus  menenangkannya. Jadi jangan salah paham lebih dulu” Lanjut il woo.

“kenapa dia menangis?” tanya kim bum sambil menatap il woo.

“rupanya dia hanya cerita padaku.” ujar il woo pelan.

“cepat katakan ! kenapa dia menangis !” desak kim bum tak sabaran.

“baiklah….hari itu adalah hari peringatan kematian ibunya yang ke-4.” Ujar il woo.

‘deg’ kenapa aku sampai tidak tahu? Batin kim bum.

“saat kematian ibunya yang ke-4. So eun dan kakak perempuannya harus membaca surat yang di tulis oleh almarhum ibunya sesuai keinginannya. Dan isi surat itu sangat di luar dugaan mereka. So eun bukanlah anak kandung ibunya, dan dia bukan adik kandung kakanya. Mereka hanya saudara tiri. So eun hanyalah anak ayahnya yang menikah dengan ibu kakaknya.” Jelas il woo.

Kim bum terdiam mendengar kata-kata il woo.

“benarkah?” tanyanya.

Il woo mengangguk. “ibu kandung so eun meninggal sesaat sesudah melahirkannya, dan ayahnya menikah dengan ibu kakak tirinya saat ia berusia satu tahun dan kakak tirinya berusia 5 tahun. Tapi ternyata ayah so eun meninggal saat perang antara korea selatan dan korea utara memperebutkan sengketa tanah kekuasaan. Ayah so eun adalah seorang tentara. Sementara ibu tirinya meninggal karena penyakit yang ia derita.” Lanjut il woo.

Kim bum benar-benar tidak bisa berbicara, ternyata ia sudah salam paham. Sangat.

“mengetahui itu dari surat yang ibunya tulis, so eun sangat sedih dan merasa terpukul. Jadinya ia menangis sendirian di taman sampai aku tak sengaja melihatnya dan memeluknya. Mungkin kau melihat dalam waktu yang tidak tepat, saat aku memeluknya. Percayalah padaku. so eun saja bahkan tak membalas pelukanku.” Ujar il woo.

“jadi….itu sebabnya kenapa so eun menangis dan kau memeluknya?”

Il woo mengangguk.

“aku sudah salah paham ternyata.” Kim bum menundukkan wajahnya. “mianhae il woo-ssi aku sudah bersikap begini padamu. Aku baru tahu sekarang.” Sesalnya.

“gwaenchana.” Balas il woo sambil tersenyum.

“dan hal yang konyol adalah…..kenapa kau sampai pura-pura mengajak suzy berkencan karena hanya untuk membuat so eun melirikmu.” Il woo tertawa seketika.

“ah sudah, aku menyesal melakukannya.” Ujar kim bum.

“sebaiknya kau bicara baik-baik padanya.” Nasehat il woo.

“akan aku lakukan.” Balas kim bum. “tapi….apa kau tidak menyukai so eun?” tanya kim bum.

Il woo tersenyum. “aku menyukainya.” Jawab il woo.

Mata kim bum langsung melotot mendengar pengakuan il woo.

“tapi…aku tidak pantas untuknya karena aku tahu so eun sama sekali tak melirikku…mungkin dia lebih  melirikmu.” Ujar il woo.

“mmmm kau benar.” Kim bum angguk-angguk kepala.

“lagipula, aku tidak pantas untuknya, karena aku tahu kau yang akan mendapatkannya.” Lanjut il woo.

Kim bum tersenyum, ia sudah tak menyimpan marah lagi pada il woo.

“tapi….ini sungguh aneh…..aku menyukai wanita yang jelas-jelas lebih tua dariku….” Kim bum tertawa kecil.

Il woo terdiam mendengarnya. Masih ada sesuatu yang belum kim bum ketahui.

###

 

Kim bum langsung masuk ke kamar so eun. Tapi so eun tidak ada, tak lama pintu kamar terbuka dan masuklah so eun setelah kim bum.

“kim bum-ssi…apa yang kau lakukan di……” so eun membulatkan matanya saat kim bum langsung memeluknya.

“maafkan aku.” Ujar kim bum mempererat pelukannya di tubuh mungil so eun.

“maaf, aku sudah salah paham.” Lanjut kim bum.

So eun masih diam, terlalu kaget mendapati kim bum yang tiba-tiba memeluknya dan sikapnya berubah lagi.

“ada apa denganmu?” tanya so eun. Kim bum melepaskan pelukannya dan memegang pundak so eun dengan kedua tangannya.

“kenapa kau tidak menceritakannya padaku?” tanya kim bum.

So eun menyernyit bingung. “menceritakan apa?” tanya balik so eun.

“ah sudahlah, aku tidak ingin membuatmu sedih lagi. Lagi pula aku sudah tahu sekarang.” Ujar kim bum.

So eun masih menatap bingung. Kim  bum tersenyum. “aku akan membuatmu senang hari ini.” ujar kim bum.

So eun semakin tak mengerti. Lalu kim bum sedikit mendekatkan wajahnya ke arah so eun dan menatap matanya sungguh-sungguh.

“kita KENCAN sekarang !” ucap kim bum sambil tersenyum.

So eun melototkan matanya. Kim bum menjauhkan wajahnya dan melepaskan tangannya dari pundak so eun.

“tidak usah kaget begitu. Cepatlah ganti dengan baju yang cocok untukmu. Dan jangan lupa untuk menggerai rambutmu !” pinta kim bum.

So eun masih bingung, ia diam di tempat.

“aku akan menunggumu.” Ujar kim bum lalu keluar dari kamar so eun sambil tersenyum gaje.

###

So eun sudah keluar dari kamarnya dan segera menghampiri kim bum dengan kikuk. Kim bum tampak tersenyum.

“cantik. Aku suka.” Bisik kim bum di telinga so eun dan membuat so eun merinding.

“yasudah, kajja !” kim bum menggenggam tangan so eun menuju mobilnya. So eun hanya tersenyum simpul.

“kita mau kemana?” tanya so eun setelah kim bum menjalankan mobilnya.

“menurutmu?” tanya balik kim bum.

“mana aku tahu. Mungkin ke lotte world.” Jawab so eun karena kemarin saat kim bum berkencan dengan suzy mereka pergi ke tempat itu.

“ya…! Aku benar-benar ingin berkencan denganmu. Yang kemarin hanya kencan pura-pura.” Sewot kim bum.

“mwo? Kencan pura-pura?” kaget so eun.

Kim bum mengangguk. “dan ini adalah kencan sungguhan….kau mengerti?”tanya kim bum.

“yasudahlah, terserah kau saja.” Pasrah so eun. Kim bum hanya tersenyum.

Perjalanan sudah memakan waktu lebi dari 2 jam, tapi so eun sama sekali belum tahu kemana tujuan mereka sebenarnya.

“beoam-ah….sebenarnya kita ingin kemana?” tanya so eun.

“ke pantai.” Jawab kim bum santai.

“mwo? Aku tidak membawa perlengkapan apa-apa.” Kaget so eun.

“tenang saja, disana ada vila milik ayahku.” Ujar kim bum. So eun hanya angguk-angguk.

Kurang lebih memakan waktu 3 jam, akhirnya mereka pun sampai di pantai yang kim bum maksud. So eun tampak terpesona melihat pantai yang indah ini. so eun membuka kaca mobilnya dan melihat pemandangan ini dari balik mobil.

Kim bum yang merasa so eun terpesona tersenyum simpul lalu keluar dari mobilnya. Kim bum memutar arah dan berdiri di samping pintu mobil dekat so eun. So eun masih tampak takjub melihatnya. Kim bum membungkukkan badannya dan memasukkan setengah badannya ke dalam mobil melalui kaca pintu mobil yang terbuka lebar itu. So eun kaget Karena wajah kim bum berhenti tepat di depan wajahnya.

Kim bum tersenyum lalu mendaratkan ciuman di bibir so eun. Smile kiss !. so eun melototkan matanya saat bibir kim bum menyentuh bibirnya. Kim bum melakukannya lagi secara tiba-tiba. Tapi so eun ikut tersenyum.

“apa mau terus di dalam mobil? Ayo keluar !” ajak kim bum setelah melepaskan ciumannya. So eun masih tampak kaget. Kim bum pun mengeluarkan setengah tubuhnya dari dalam mobil dan membukakakn pintunya untuk so eun. So eun manatap kim bum.

“kajja…..!” kim bum menarik tangan so eun untuk keluar.

“bagaimana? Kau suka?” tanya kim bum.

“suka sekali. Sudah lama aku tidak ke pantai.” Jawab so eun.

“baguslah kalau begitu.” Balas kim bum. Kim bum menarik tangan so eun lalu menautkan jarinya di jari mungil so eun. So eun agak kaget, tapi kim bum malah tersenyum padanya. So eun pun hanya bisa membalas senyumnya. Mereka berjalan di sekitar pantai dengan ombak yang berdesir itu sambil berpegangan tangan.

“oh ya…dimana jam tangan itu?” tanya so eun.

“sudah rusak karena aku banting.” Jawab kim bum santai.

“MWOOO?!! Ya apa yang kau lakukan? Itu milik orang lain” pekik so eun.

“waeyo? Lagi pula jam tangan itu sudah sampai pada pemiliknya.” Ujar kim bum santai.

“ne?” tanya so eun.

“ahhh…” kim bum mendesah.

“apa otakmu begitu lamban ya?” tanya kim bum sedikit meremehkan.

“maksudmu?” tanya so eun.

“begini……” kim bum langsung memeluk so eun seperti yang ia lakukan ketika pertama kali memeluk so eun waktu itu. Di saat ia di kejar-kejar oleh para manusia gila.

So eun terdiam, pelukan ini memutar otaknya kembali pada kejadian waktu itu.

“bagaimana? kau sudah ingat?” tanya kim bum melepas pelukannya.

So eun tak berkedip, otaknya begitu sulit untuk mencernanya dengan cepat. Melihat so eun yang belum bereaksi apa-apa kim bum jadi kesal.

“masih tidak ingat?” tanya kim bum. “aishhh…apa aku harus mengulang ke kejadian waktu itu? Disaat aku di kejar-kejar orang tak waras yang ingin menghajarku lalu aku melihatmu berjalan sendirian lalu tanpa pikir panjang aku…….” Jelas kim bum.

“jadi….” Potong so eun. “jadi…..kau orangnya?” tanya so eun tak percaya.

Kim bum langsung tersenyum. “ne.” jawabnya pasti.

“kenapa….kenapa kebetulan seperti ini.” ujar so eun yang masih tak percaya.

“bukan kebetukan, tapi takdir.” Sanggah kim bum.

“sudahlah jangan dipikirkan lagi, yang penting kau sudah tahu. Kajja kita lanjutkan kencan kita.” Kim bum kembali menggenggam tangan so eun.

So eun memandangi wajah kim bum yang berseri-seri seperti itu lalu ia pun tersenyum simpul.

###

 

Il woo baru saja keluar dari toko music. Tapi tiba-tiba dari arah lain ada seseorang yang menabraknya.

“ah jwiesonghamnida…” ujar wanita itu seraya berjongkok mengambil 2 buah kantong plastic yang terjatuh.

Il woo memerhatikan gerak gerik wanita itu.

“jwiesongham…..” orang itu berhenti bicara setelah mengangkat wajahnya.

“so min-ssi?” ujar il woo.

“o..oo…il woo-ssi.” Kaget so min.

————–

 

Café

Keheningan terjadi di antara mereka. Tapi il woo rasa, terus diam tidak baik. Jadinya ia yang memulai pembicaraan.

“apa kau sudah mempunyai….kekasih?” tanya il woo.

So min buru-buru memiunum jus jeruknya lalu menggeleng. “aniyo.” Jawabnya pelan.

Il woo menatapnya. “jadi apa kau sudah menyukai orang lain?” tanya il woo lagi.

“aniyo….”jawabnya gugup.

Il woo mengambil nafas sejenak.

“kau sudah tidak menyukaiku?” tanya il woo ‘lagi’

“aniyo…” jawab so min, lalu tiba-tiba merutuki dirinya sendiri karena sudah salah jawab.

“jadi, kau masih menyukaiku?” tanya il woo.

“i…itu….” Jawab so min gugup. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

“so min-ssi….” Panggil il woo.

So min memberanikan diri menatap il woo.

“biarkan aku mencoba untuk menyukaimu.” Ujar il woo yang membuat detak jantung so min berantakan.

“ne?” kaget so min.

###

 

Kim bum dan so eun menaiki sebuah kapal kecil. Hanya ada mereka berdua disana. Duduk bersampingan sambil melihat indahnya pemandangan bawah laut dari atas.

“apakah ini cukup romantis?” tanya kim bum.

“ne?” tanya balik so eun.

“romantis tidak?” tanya kim bum.

“tidak.” Jawab so eun, berusaha membuat kim bum kesal.

“aishhh……kau ini…” ujar kim bum.

“aniyo…aku menyukainya….” Ujar so eun cepat.

“bagus kalau begitu, aku jadi tidak sia-sia.” Ujar kim bum.

“tidak sia-sia bagaimana?” tanya so eun.

“tidak sia-sia mengajakmu berkencan.” Jawab kim bum.

So eun hanya tersenyum.

“ada yang ingin aku tanyakan.” Ujar kim bum.

“tanyakan saja.” Balas so eun.

“apa kau menyukaiku?” tanya kim bum.

So eun mengerutkan keningnya dan memiringkan kepalanya menatap kim bum. “nan molla.’ Jawabnya.

“ya ! hanya jawab ya atau tidak saja ! jangan membuatku bingung.” Desak kim bum.

So eun menmanyunkan bibirnya dan mencibir.

“kau ingin tahu?” tanya so eun.

“tentu saja.” Balas kim bum.

“kau cari tahu saja sendiri.” Jawab so eun sambil tersenyum jahil.

“kau…aiishh meniru kata-kataku rupanya !” kesal kim bum lalu menyentil dahi so eun, tapi so eun terus berusaha menghindar.

“ya…beom-ssi….hentikan ! perahunya bergoyang ! aku tidak ingin tercebur ke laut.” Mohon so eun.

“shireo…! Sebelum kau memberikannya disini” tolak kim bum seraya menunjuk bibirnya sambil tersenyum.

“mwo? Aniya aniya…kau berciuman saja dengan ikan !” suruh so eun.

“baiklah….tidak perlu repot-repot karena ikannya ada di depanku.” Kim bum tersenyum jahil.ia langsung menahan tangan so eun yang dari tadi memukul-mukul bahunya.

“jika kau melakukannya akan aku hajar kau sampai tercebur ke laut !” ancam so eun.

Kim bum langsung melepaskan tangannya. “mengerikan sekali !” kim bum brigidik tapi so eun hanya mendelik. Seolah tak ingin kalah kim bum pun malah menarik kepala so eun agar di sandarkan di bahunya.

“lihat saja nanti, siapa yang akan menang.” Ujar kim bum.

“iishhh.” So eun malah berdesis.

###

 

“hey tidak menangis lagi?” teriak soo hyun yang melihat suzy sedang berjalan sendirian.

Suzy menoleh ke sumber suara, dilihatnya soo hyun menghampiri.

“kau mengikutiku?” dakwa suzy.

Soo hyun tidak mengindahkan pertanyaan suzy.

“kau tidak menangis lagi?” tanya soo hyun.

“kenapa kau bertanya aku menangis atau tidak? Apa kau senang melihatku menangis?” tanya suzy.

“aniyo….” Jawab soo hyun.

“sudahlah jangan mengikutiku….aku ingin ke salon untuk menenangkan diri.” Ujar suzy mempercepat langkahnya, tapi soo hyun malah masih mengikutinya.

“seharusnya kau mencari pria lain saja ! belum tentu jika ka uterus mengejar-ngejar kim bum, ia akan jatuh hati padamu.” Ujar soo hyun.

Suzy menghentikan langkahnya.

“aku sudah terlanjur sakit hati….asal kau tahu aku sudah tidak berharap banyak lagi dari kim bum setelah dia mempermainkanku.’ Jawab suzy ketus.

“benarkah?” tanya soo hyun.

“ne…lagi pula masih banyak pria yang lebih popular dari kim bum.” Ujar suzy.

“aku juga popular.” Balas soo hyun.

Suzy hanya mendelik dan kembali melangkah, sementara soo hyun hanya diam di tempat.

“ya….apa kau ingin memberiku kesempatan agar kau tertarik padaku?” teriak soo hyun yang membuat langkah suzy kembali terhenti. Ia membalikan badannya menghadap soo hyun.

“apa yang kau katakana?” kaget suzy.

###

 

Hari sudah menjelang sore. Perahu yang mereka naiki sudah mendarat di bibir pantai. Kim bum segera turun lebih dulu. Lalu berdiri membelakangi so eun.

“ayo…naiklah !” suruh kim bum seraya menepuk-nepuk punggunggnya.

So eun hanya diam, bingung apa yang ingin kim bum lakukan. Kim bum memutar kepala lalu menatap so eun. “cepat naik ke punggungku !” suruh kim bum.

“apa kau yakin? Tubuhku tidak ringan” tanya so eun.

“kau ini….kau sudah lupa dengan apa yang aku katakan? Lakukan saja apa yang aku mau. Jadi ayo naik !” paksa kim bum tak sabaran. Dengan ragu so eun pun mulai merangkulkan lengannya di leher kim bum dan naik ke punggung kim bum. Pada akhirnya kim bum pun menggeondong so eun di punggungnya. Ia mulai berjalalan, air laut yang menyibak pasir terasa geli di kaki kim bum.

“tidak berat?” tanya so eun.

“aniyo.” Jawab kim bum. So eun hanya tersenyum walau kim bum tak mengetahuinya. So eun pun semakin mengeratkan pelukan lengannya di leher kim bum. Merasa hal itu, kim bum tersenyum senang.

“kita mau kemana sekarang?” tanya so eun.

“ke vila.” Jawab kim bum.

“mmm padahal aku belum ingin kesana.” Ujar so eun.

“kau tidak merasa lelah?” tanya kim bum.

So eun menggeleng. “aku ingin bersenang-senang lebih lama lagi denganmu.” Ujar so eun.

Kim bum tersenyum, lalu ia mengambil aba-aba untuk berlari.

1 2 3

Kim bum pun berlari di sekitar pantai masih menggendong so eun. Mereka terlihat tertawa bersama.

 

THE END

Eh gak deng saya bercanda hahaha, yuk lanjut #plakkk (ganggu aja haha)

 

“ya bum-ssi hentikan !” teriak so eun.

“shireo !” tolak kim bum.

“bagaimana kalau terjatuh hah?” teriak so eun panic karena kim bum semakin memerkencang larinya menuju arah air laut yang menyibak bibir pantai.

“shireo, jika aku terus menambah kecepatan lariku, jadi kau akan semakin memelukku dengan erat.” Balas kim bum malah memainkan air laut itu dengan kakinya.

“aiishh kau….” Sontak saja so eun melepaskan pelukannya dan memukul bahu kim bum dengan satu tangannya. Karena posisi so eun yang tidak benar, kim bum jadi tak bisa menjaga keseimbangan. Pada akhirnya mereka pun terjatuh. Baju mereka sama-sama basah. Tapi setelah itu tertawa bersama.

————-

 

Kim bum dan so eun sedang duduk berdua di sova panjang. Mereka sudah berada di dalam vila dengan pakaian yang sudah di ganti.

So eun menatap kim bum. “ada yang ingin aku tanyakan.” Ujar so eun.

“apa?” tanya kim bum.

“kenapa kemarin-kemarin sikapmu berubah menjadi dingin?” tanya so eun.

Mendengar pertanyaan so eun kim bum malas tersenyum. “tapi sekarang aku sudah tidak dingin lagi kan?” tanya kim bum.

“kenapa?” tanya so eun.

“aku sudah salah paham padamu dan il woo.” Jawab kim bum.

“waktu itu malam hari, aku khawatir karena kau tak juga pulang. Jadinya aku mencarimu. Tapi disaat aku sudah menemukanmu, aku malah melihat il woo tengah memelukmu. Aku kesal dan marah saat itu. Jadinya sikapku seperti itu.” Jelas kim bum.

“kenapa kau tidak menceritakannya padaku? Kenapa kau memendam rasa sedih sendirian?” tanya kim bum berubah serius.

So eun menunduk. “mianhae.” Ujar so eun. “waktu itu aku tidak tahu ada kau disana. Waktu itu aku benar-benar sedih.” Lanjutnya.

Kim bum langsung menarik so eun ke pelukannya, so eun kembali menangis.

“aku masih tidak percaya jika aku bukanlah adik kandung kakakku.” Tangis so eun.

Kim bum mengelus lembut punggung so eun. “gwaenchana…sudahlah jangan menangis lagi. Aku harus susah payah lagi membuatmu senang.” Ujar kim bum. So eun melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. Lalu ia tersenyum simpul.

“tidak sedih lagi?” tanya kim bum.

“sedikit.” Jawab so eun.

“yasudah kajja, ada yang ingin aku tunjukan padamu.” Kim bum menarik tangan so eun menuju ruangan music yang ada di vila itu.

————-

 

“kau benar-benar cinta music ya?” ujar so eun takjub.

Kim bum mengangguk dan mengambil headphone disana. Ia memasang headphone itu di telinganya dan mulai memutar lagu dari ipod yang terhubung dengan headphone itu. Setelah sedikit mendengar lagu yang mengalun masuk ke telinganya kim bum tersenyum kea rah so eun yang tengah menatapnya.

“kau pasti akan suka lagu ini.” ujar kim bum lalu melepas headphonenya dan ia pasangkan di telinga so eun.

Kim bum tersenyum, sementara so eun mendengarkan dengan seksama sambil menggerak-gerakan kepalanya, menikmati music yang mengalun lembut itu.

“lagunya lembut sekali.” Ujar so eun.

“tapi aku belum pernah mendengarmu bernyanyi.” Ujar so eun menatap kim bum lalu melepas headphone nya.

“kau ingin dengar?” tanya kim bum.

“ne.” jawab so eun.

“shireo, suaraku ini sangat mahal.” Tolak kim bum.

“mwo? Kau ini pelit sekali.” Kesal so eun.

“nanti jika sudah saatnya, aku akan menyanyi untukmu.” Ujar kim bum.

 

Drrrrt drrrtt drtttt

So eun mendapati ponselnya bergetar, ternyata ada telpon masuk dari yoona. So eun pun menjauh dari kim bum dan keluar dari ruang music itu untuk mengangkat telponnya.

“so sun-ssi….”

“ne…eonni…”

“besok….besok adalah hari ulang tahun ayah.” Ujar yoona.

“ayahku.”

“ne, aku ingin kita bicara besok sambil merayakan ulang tahun ayah.”

“……….”

“so eun-ssi?”

“ne?”

“kau baik-baik saja?”

“ne.”

“walaupun ayah sudah meninggal, tapi kita harus tetap merayakan ulang tahunnya, itu adalah sebuah penghormatan.”

“arasseo. Apa eonni baik-baik saja?”

“sedikit. Yasudah kalau begitu besok aku tungggu di café biasa.”

“ne.”

Sambungan telpon pun terputus.

So eun menatap ponselnya lalu memasukannya lagi ke saku celana. Kenapa waktu begitu cepat, baru saja berselang 2 hari mengenang kematian ibunya, besok sudah hari ulang tahun ayahnya. So eun mendesah, ia berjalan ke arah teras vila dengan pintu besar yang terbuat dari kaca yang sudah terbuka. So eun ingin menghirup udara malam dan melihat indahnya pantai dari sana. Siapa tahu suasana hatinya bisa berubah. So eun berdiri sendiri memandang lautan dengan rambut yang berterbangan tertiup angin.

Kim bum yang melihat so eun sedang sendiri, ia jadi merasa khawatir setelah so eun mengangkat telponnnya yang entah ia tidak tahu dari siapa. Kim bum menghampirinya dan berdiri tepat di belakang so eun. Ia tahu berdiri disini cukup lama sangat dingin karena tiupan angin yang begitu kencang.

Kim bum mengangkat tangannya lalu ia merangkulkan lengannya di leher so eun, memberikan kehangatan. So eun terkejut mendapati kim bum yang sudah ada di belakangnya dan memeluk lehernya dengan tangan yang hangat.

“gwaenchana?” tanya kim bum.

So eun diam.

“disini dingin, ayo masuk !” ujar kim bum tapi ia sendiri tidak melepas rangkulan tangannya di leher so eun.

So eun mengangkat tangannya lalu memegang tangan kim bum. Ia sedikit memutar kepalanya untuk menatap kim bum. Tatapan mereka bertemu. Kim bum mendekatkan wajahnya masih dengan lengan yang memeluk leher so eun. So eun hanya bisa memejamkan matanya. Kim bum mencium bibir so eun dengan lembut. So eun mengeratkan pegangan tangannya di lengan kim bum saat kim bum menciumnya semakin dalam dan saat kim bum semakin memeluknya erat. So eun sedikit membuka matanya, dan melihat kim bum memejamkan matanya saat menciumnya. Terlihat begitu tulus. So eun pun kembali memejamkan matanya dan mulai membalas ciuman kim bum. Memberikan kehangatan masing-masing (asik bgt ya kalo bayangin bumsso kisseu#plaaak yadong kumat…ckckck)

###

 

Kim bum tampak ragu untuk mengetuk pintu kamar so eun. Mendadak ia jadi deg-degan begini. Saat ia hendak mengetuk. Sudah ada yang membuka pintu duluan.

“kim beom-ssi.” Kaget so eun.

“so eun-ssi kau mau kemana?” tanya kim bum begitu melihat penampilan so eun yang rapi.

“aku ada urusan sebentar, tidak apa-apa kan?” pinta so eun.

“ooh…aku hanya ingin memberikan ini…” kim bum memberikan sebuah benda yang dibungkus pada so eun sambil menggaruk tengkuknya.

“apa ini? untukku?” tanya so eun.

Kim bum mengangguk. “untuk siapa lagi.” Balas kim bum.

So eun tersenyum dan menerimanya. “gomawo.” Ujarnya.

“ne.” kim bum balas tersenyum.

“aku akan membukanya nanti. Kalau begitu aku simpan dulu.” So eun kembali masuk ke dalam kamarnya untuk menyimpan benda yang entah apa dari kim bum. Kim bum tampak tersenyum senang.

###

 

So eun dan yoona duduk berhadapan di café.

“aku harap kita tidak memikirkan masalah surat itu.” Ujar yoona memulai pembicaraan.

“bagaimana pun juga itu sudah berlalu, walaupun kenyataanya kita bukan saudara kandung tapi aku harap kita seperti dulu lagi so eun-ah.” Lanjut yoona.

“eonni….” Ujar so eun.

“aku memang sedih dan terpukul, tapi apa gunanya terus seperti itu? Lagipula aku sudah sangat menyayangimu.” Ujar yoona.

“eonni….siapa bilang aku tidak menyayangimu?” tanya so eun.

Yoona tersenyum. “aku tahu, aku hanya ingin kita tidak canggung seperti ini setelah tahu semuanya.”

So eun mengangguk. “arasso…bagaimana pun juga aku tetap adikmu.’ Ujar so eun.

“ne…aku juga tetap kakakmu, kita tetap keluarga.” Balas yoona.

Seung gi yang juga kebetulan ada di café itu tak sengaja mendengar percakapan antara yoona dan so eun. Dia duduk sendiri di kursi yang membelakangi yoona tanpa yoona dan so eun sadari.

“jadi? Yoona noona dan bodyguard kim bum itu…..?” pekik seung gi dalam hati.

“jadi yang di ceritakan noona tentang adiknya itu adalah so eun bodyguard kim bum?” pekiknya tak percaya.

“tapi bukannya umur mereka sama?  Apa jangan-jangan…..”

“yasudah lebih baik kita harus segera bersiap-siap merayakan ulang tahun ayah.” Ajak yoona.

“ne….” mereka pun pergi dari café itu. Seung gi masih kelihatan bingung, ia tidak mengerti.

###

Kim bum tersenyum puas karena ia sudah menyelesaikan lagu yang tertunda itu. Akhirnya liriknya sudah selesai, tinggal nada dan ritmenya yang belum. Sebelumnya juga ia sudah berbicara pada il woo untuk membantunya membuat nada untuk lagunya. Tentu saja idenya langsung mencair, karena kemarin merupakan hal yang paling menyenangkan bersama so eun. Kencan mereka. Walapun hubungan antara mereka belum jelas, bahkan belum ada satu pun di antara mereka yang menyatakan cinta. Kim bum bilang pada so eun pun jika ia menyukainya belum. Entahlah, kim bum ingin menunjukkannya lewat lagu yang baru saja ia buat. Dan kini saatnya ia pergi menemui il woo.

—————

 

“mwo?” kaget soo hyun setelah mendengar apa yang di ceritakan seung gi. Sementara il woo hanya diam karena ia yakin cepat attau lambat pasti akan ketahuan juga.

“yang tidak aku mengerti adalah bukannya umur mereka sama? 25 tahun.” Ujar seung gi.

“benar juga.” Pikir soo hyun.

“sebenarnya yang benar itu yang mana?” tanyanya bingung pada diri sendiri.

Il woo yang sedari tadi hanya diam akhirnya buka suara. Tidak pantas juga ia hanya mengetahuinya sendiri. Seharusnya ia memberi tahu dari awal. Tapi mungkin sekarang waktunya baru mengizinkan.

“sebenarnya……….” Ujar il woo.

Seung gi dan soo hyun menatap il woo.

“aku sudah tahu ini dari awal. Aku tak sengaja menemukan kartu identitas milik bodyguard kim bum yang terjatuh waktu itu. Umur bodyguard kim bum yang sebenarnya bukanlah 25 tahun….tapi 20 tahun….” Ujar il woo.

“MWO!?” pekik seung gi dan soo hyun bersamaan.

“jadi so eun bodyguradnya kim bum seumuran dengan kita?” kaget soo hyun.

Il woo mengangguk.

Tanpa mereka sadari, kim bum mendengar semua pembiacaraan mereka. Ia berdiri sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“mwo? Apa yang kau katakana itu benar?” tanya kim bum.

Il woo terkejut di buatnya begitu pula yang lain melihat kedatangan kim bum. “kim bum?” kaget il woo.

 

TBC

Yaaaaaah maaf ya semakin bertele-tele. Emang dari awal ceritanya udah di konsep mau kaya gini hohoho

Yaudah komen deh.

Buat ff yang falling love with my fans hiatus dulu. Niatnya mau beresin bfb dulu trus baru lanjut ke falling love.

 

About these ads

39 pemikiran pada “BABY FACED BODYGUARD PART 15

  1. Dikira the end beneran..author iseng aja nih, skg kim bum udh tau umur so eun yg sebenernya pgn tat reaksi kim bum,kynya marah tp senang jg kali ya..lanjut author…

  2. huaa resi baik yaa, cepet bnget ngeposntya..ngak males lagi kekkekeke XD
    heh tapi eon kesel tu kenapa hrus TBC pas kim bum tau umur so eun..aahh pokoknya raesi tbggung jawab ya, post next partnya secepetnya kekkeke..ntar eon bakalan teroooor di twitter lagi kyak kemaren kkekekkeke…
    ayoo..ayoo semangaaaaattt buat lanjutannya kekkekeke

  3. Yaaaaaa resi chingu bener2 yah bikin lemes gra lgsng blng END ….. :-(
    Wahhhh mkin seru mkin seru,,, akhir.y bum udh tau umr sebnar.y sso,, pa bum akn mrah n ngambek ma sso?????????
    chingu next part next part ditunggu :-)

  4. huaaa res kirain td bneran mau tamat ck bsa aja nh author usil hahaha, kb udh tau umur so eun yeey kebenaran sudah terungkap, hrs cpt di post yg 16 ya res kudu wajib hahaha

  5. Eon tadi pas ada ‘The End’ aku mau lgsg sms eon xD *labrak eon haha xD
    ehh ternyata cuma bercanda hehe xD
    Saatnya kita sahur *eh ? Salah maksudnya Saatnya Kita bilang Wow buat author hehe , kereeen eon apalagi scane Bumsso disini Wow banget yg scane Villa itu loh haha *lol
    #susahbayanginyalgPuasa haha , nah gimana nih Bum udah tau Soeun 20 thn ? Apa yg terjadi ? Aiih TBC mengganggu xD lanjut eon tia penasaran :D

  6. Eon pas ada ‘The end’ tia mau lgsg sms eon loh *labrak eon hahaha :D eh ternyata cuma becanda xD
    Saatnya kita sahur *eh ? Salah maksudnya Saatnya Kita bilang Wow buat author :D ,, kereeenn eon itu loh scane bumssonya banyak bener Romantis gitu haha :D apalgi yg itu loh yg scane Villa haha yaddong kambuh :D *susahbayanginnyalgPuasa >.<..
    Nah Bum udah tau ttg umur Sso ? Jadi gmn nih ? Aiih TBC mengganggu kekeke~
    Lanjut eon secepatnya :D

  7. aaargh skarang udah pd tau umur eunni y . . . Smkin lama smakin seru aja . . .

    Ok d tnggu ff falling love y,pdhal ff ni paling lucu mnrt sy…
    Smgat thor lanjutin y. . :D

  8. huft kirain q tdi beneran end eh ternyata author iseng
    waw kisseu’y uhuy #plak yadong kumat
    aduh kira” gmna yh reaksi kim bum denger bhwa so eun seumuran ma dia?
    smga gak apa”
    ok lanjjuutt author

  9. mian ya thor aku br comment di part ini

    huuaaaa.. akhirnya bumppa udh gk slh paham lg, suka sma part mrk yg lg main2.. romantis bgt

    waduh, bumppa udh tau..
    ckckcck, kira2 mrah gk yya??

    daebak thor..
    lanjut ^^

  10. Aigoo eoonie….mkin pnsran addjja nie…wuaa Bumsso mkin co cwettttt g mna gtu..hdugg byangin n jdi snyum2 sndrii..hduhh eon Resi bnar2 DAEBAK pkok n…heeee…suka…suka..bggettttt….
    Akkhhh ap yg akn d lkkan Bum ea..dia kn udh tw….hduhh…
    Truss pas d pntai pas lari2 truss ad bca End bkin…kselllll…pdhal lgi asyiek n tc…haaaaa…..the Best eoonie….lnjuttttt…..

  11. Haduhhh eoonie..suka bggettt pkok..daebak..oy kog kmen 1 yuly g’ mncull2 ea..hduhhh g mna don’k…….pdhal nie..lgi seru2 n..hduhhhhh…smga ni bsa amiennn..DAEBAK eoonie..pkok n bnar2 daebak…suka..suka..bggettttt….Bum so swettt bggetttt….

  12. Romantisss banget :D. Aku suka banget sama part ini.
    Waduh…kim bum udah tau kalo so eun seumuran sama dia. Gimana ya ekspresi kim bum saat melihat so eun.
    Jadi penasaran banget sama kelanjutan nya :D.

  13. Wah udah ada lanjutannya ternyata hehe..
    Aduuh kim bum sm so eun udah mulai deket nih cieeee, udah ada adegan kisseunya lg wkwk..
    Akhirnya ketauan juga identitas asli so eun. Smoga kim bum ga marah ya, harusnya seneng krn ternyata mereka seumuran hehe..
    Huaaa makin seru thor.. penasaran bgt sm lanjutannya. Ditunggu ya next part nya. Hwaiting!

  14. Keren part 15nya, mian telat komennya,
    Haaa kencan bumsso so sweet banget…
    Ehh ko ada tulisan THE END, author bikin kaget aja, kirain beneran tamat…
    OMG akhirnya kim bum tau kalo soeun itu seumuran ama dia, gmna ya reaksi kim bum selanjutnya…
    Ditunggu part selanjutnya ya…

  15. HuaAa. . AkhIr’a kimbum tau. . . .
    Gmana ini? ?
    Gmana ini? ?
    Apakah kimbum akan marah’ ? ?
    Padahal hubungan mereka lgI dEket”a. . .
    D tUngGu part selanjUt’a. . .

  16. Waaaaa maaf banget author baru sempet komen susah soalnya komen lewat hp ehehe.
    Makin seru dan bikin penasaran. Gimana dong itu si kimbum tau aaaaaa pengen tau reaksi kimbum kalo ternyata mereka seumuran. Ayoooo dilanjut ya author part 16 nya. Hwaiting!

  17. W0aahh nie mah part paling sempurnaaa..
    Panjang wlw tetep msh kurang,haha..tp crita+alurnya berasa bgt bumbu nya..wkwkwk
    Mancap..apdet ny jgn lame2,kan byk cemilan di ruang tamu hahaha

  18. sumpah part ini complicated bangetttt-_-
    aku sampe bingung, banyak banget permasalahannya dari hubungan yoona sm soeun yg jd canggung sama bumppa yg udah tau ttg umur sso eunnie yg sebenernya ><" penasaran selanjutnya gimana….semangat ya thoooor!

  19. Ya….
    Kacau ni, jadi marah lagi de kim bum nya.
    Hm…..
    Y uda la, kan bagus kl so eun nya baru 20 tahun…
    Hehehe
    makin penasaran ni ama kelanjutannya.
    Btw il woo jadinya ama so min
    si, kirain bakal saingan ama kim bum

  20. Hadeuhh..ni author bikin jantungan aja td udh emosi padhal wkt d cut the end hahah. Ternyata masih lanjut veritanya…wahh skrg makin tame nih kim bum udh tau rahasia so eun…

  21. Aaaaaa eonni!! Bikin shock aja tiba2 ada tulisan THE END,
    Aaaa kim bum nyium so eun tulus :) kalo ngebayanginnya….. Awww wkwkwkwk
    Daebaak! Keren bgttt, aku suka bgt ceritanyaaa

  22. Aq seneng banget pas author komentar soal kiss…. Ngena banget….reader ngerasa kayak anak kecil yg ketangkep basah ngelakuin kesalahan…. Qiqiqiqi…

  23. ah chingu nie q kira bneran td tu tbc ternyata enggak ^_^ ih kim bum dah tw identitas asli.a so eun gimana dong? Smoga kim bum ga mrh ma so eun#amin

  24. ah chingu nie q kira bneran td tu tbc ternyata enggak ^_^ ottokhe?! kim bum dah tw identitas asli.a so eun gimana dong? Smoga kim bum ga mrh ma so eun#amin

  25. Huuufftt…baca part ini bikin deg2an…
    Bum roomaaaantiiiiiiiss bgt sm Sso..awww…jd ikut ngebayangin brg2 sm authornya…#plaaaak..reader omes..tp sumpeeeeeeh…bayangin mereka adegn romantis itu suatu kepuasan tersendiri thor..hahaa…

    Waduuuh…kebongkar deh identitas Sso yg sbnrnya..semoga Bum bs nerima Sso n ga marah sm Sso..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s