THIS IS MY LIFE ! NOT YOUR LIFE ! (PART 1)

THIS IS MY LIFE ! NOT YOUR LIFE !

 Image

Annyeong eonni, saeng, chingu…..saya kembali mengeluarkan ff baru…..semoga kalian suka… ( ini udah di post dif b aku sebelumnya )

 Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Jung So Min, Jung Il woo, Lee Min Ho, Park Min Young, Yoo Ah In, Park Shin Hye.

Genre : sequel, friendship

PART 1

Seorang gadis cantik terlihat sedang duduk sendirian di tempat tidurnya. Ia hanya melamun tanpa ekspresi sedikit pun dari wajahnya yang begitu menyedihkan, kejadian yang sudah hampir 3 tahun berlalu itu membuat sosok dan kepribadiannya yang ceria menjadi berubah drastis seperti ini, kejadian yang begitu membekas di hatinya dan selalu ada di bayanganya membuat ia tak pernah tersenyum, begitu menyakitkan untuknya saat itu dan sampai sekarang. Kadang pula ketika mengingat kejadian itu tiba-tiba ia menangis dengan tatapan yang kosong. Kejadian di mana tepat pada hari ulang tahunnya, kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan ketika menuju ke pesta ulang tahunnya yang sebenarnya ke dua orang tua gadis bernama kim so eun itu ingin membuat kejutan untuk anaknya, namun sungguh tragis mereka mengalami kecelakan dan langsung meninggal di tempat. So eun menangis sejadi-jadinya dan akibat kejadian itu ia jadi membenci hari ulang tahunnya sendiri. Sangat benci !

So eun masih melamun di dalam kamarnya, jam dinding sudah menunjukan pukul 10 malam. Akhirnya ia berbaring dan memilih untuk tidur, di tariknya selimut sampai batas pada lehernya. So eun memejamkan matanya, berharap di dalam mimpi dan ketika bangun hidupnya bisa berubah. Berubah lebih baik dari 3 tahun lalu, berubah lebih baik dari kemarin dan dari waktu yang sudah berakhir.

###

keesokan harinya.

Seorang namja tampan dan bertubuh tinggi sedang mendapat telpon dari kakak iparnya. Namja ini baru saja pulang setelah 10 tahun menetap di Jepang dan kembali ke Korea tempat asli kelahirannya. Memilih jalan hidup untuk menjadi seorang photografer dan berkuliah di negeri ginseng ini. Meninggalkan ke dua orang tuanya yang memiliki perusahaan besar di Jepang. Tinggal di Korea bersama kakak iparnya yang beberapa bulan ini sudah resmi menjadi suami dari kakak perempuannya Park Min Young.

“ne hyung, aku sudah ada di bandara incheon, tunggu saja” ujar namja yang bernama Kim Sang Beom itu dalam telpon.

“tak perlu, aku naik taxi saja. Lagi pula tidak terlalu jauh bukan” ujarnya lagi.

“ahaha ne ne baiklah, hanya memotret saja hyung. Tidak akan lama”

sambungan telpon pun di tutup.

Kim bum tersenyun dan menatap sekelilingnya. Negaraku Korea.

“sudah lama aku tak menjamah negeriku, sudah terlalu lama” ujarnya seraya mengangkat ujung bibirnya. Tersenyum. Kim bum pun mengambil kamera SLR nya dan mulai memotret apapun itu yang di anggap menarik olehnya, melihat hasilnya ia tersenyum. Kim bum pun berjalan seraya menggusur koper di tangan kirinya, kameranya ia gantung di leher.

Taxi berhenti, kim bum naik dan duduk dengan nyaman. Kacanya ia buka, hembusan angin menerbangkan sedikit rambut keren miliknya. Kim bum tersenyum dan mulai beraksi dengan kameranya.

###

So eun berjalan sendirian di koridor kampus menuju tempat sesepi mungkin. Menyendiri. Itulah yang menjadi kegiatannya selama 3 tahun. Melamun dan diam. Tatapan kosong dari mata bulatnya menggambarkan seperti ia memiliki dunianya sendiri, jauh dari dunia luar.

Ketika ia berjalan, Jung So Min teman yang selama ini tak pernah bosan menemani so eun bahkan selalu sabar menghadapi so eun yang hanya selalu begitu memanggil namanya cukup keras.

“so eun-ssi !!!!” teriak So Min kencang.

So eun yang sebenarnya mendengar, menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke belakang asal suara itu terdengar. Tanpa peduli so eun pun kembali melangkahkan kaki dengan kepala yang menunduk.

So min sudah mengira jika so eun pasti akan begini. So min pun memilih berlari mengejarnya.

“so eun-ssi” ujar so min.

So eun tak peduli bahkan tak menoleh sedikit pun ke arah so min yang sekarang sudah berada di sampingnya berjalan bersama.

“so eun-ssi, kau pasti belum makan. Aku membuat bekal untukmu. Ayo kita makan !” ajak so min seceria mungkin.

So eun masih tak bergeming tak mengeluarkan suara sedikit pun. So min menarik tangan so eun, namun so eun menahannya lalu menatap mata so min seakan pancaran dari matanya menandakan jawaban ia tidak mau. Sungguh tidak.

“tubuhmu semakin kurus, kau harus banyak makan so eun-ssi . . .ayo !” paksa so min sambil menarik so eun pergi. Namun so eun malah melepaskan tangannya dan berjalan menjauhi so min. Berlawanan arah dengan tujuannya tadi. So min yang melihat so eun terus seperti ini jadi kesal sendiri di buatnya. Punggung so eun semakin jauh, tiba-tiba so min berteriak kesal.

“kau hidup tapi seperti orang mati !” teriak so min, so min menangis.

So eun berhenti melangkah. Kaget. Kaget mendengar perkataan itu.

“terus-terusan hidup seperti ini sangat menyedihkan so eun-ssi ! Untukmu ! Hidupmu ! Apa kau mendengarku? Kau harus hidup seperti dulu” teriak so min sambil menangis. “jangan seperti orang mati yang tak bisa apa-apa. Tak bisa tersenyum, tertawa, bahkan perasaanmu begitu beku. Kau anggap apa duniamu dan hidupmu? Aku sangat khawatir padamu, aku tak ingin kau seperti ini”

Mendengarnya membuat so eun semakin diam, perlahan air matanya menetes. So eun pun kembali berjalan meninggalkan so min. Menangis tanpa ekspresi.

###

kim bum sampai di rumah kakaknya. Min young nona.

Ia menyimpan koper di dekat kursi ruang tamu. Duduk sambil melihat hasil jepretannya selama di perjalanan. Min ho datang membawa minum.

“min young noona mana?” tanya kim bum.

“dia sedang berbelanja makanan untukmu” min ho merapatkan duduknya dan melihat kamera milik kim bum. Hasil potretnya membuat min ho kagum.

“padahal aku sudah sangat rindu pada noonaku” manja kim bum.

“kau masih berminat dalam dunia photografer?” Tanya min ho, mengambil alih kamera yang di pegang kim bum.

Kim bum mengangguk. “bagaimana photo yang ku ambil?”

“kau hebat !” puji min ho.

Kim bum tersenyum senang.

Tak lama min young datang membawa beberapa belanjaan.

“ah nae noona, bagaimana kabarmu?” tanya kim bum seraya memeluk noona kesayangannya itu.

“selalu baik, ah noona merindukan adik kecil noona” min young melepaskan pelukannya. Melihat paras kim bum milik adiknya yang semakin tampan.

“kau bertambah dewasa, adik noona tambah tampan” pujinya sambil mengacak rambut kim bum.

“aih noona jangan memperlakukanku seperti anak kecil” kim bum merapikan rambutnya.

Min ho berdehem. “ehm ehm” min ho merasa di acuhkan oleh kakak beradik itu.

“aih aku lupa, yeobeomu ada disini haha” sindir kim bum.

“aku juga lupa, jika aku sudah menikah” tambah min young sama-sama membuat min ho kesal.

“namdongsaeng dan noona setelah sekian lama akhirnya bertemu dan begitu tak mengacuhkanku” ujar min ho.

“ah aniya aniya, kau ini seperti tak tau kedekatan kami dulu seperti apa” balas min young.

“ah yasudah kalau begitu aku ingin mandi, noona buatkan aku makanan ! Makanan kesukaanku !” pinta kim bum.

###

So eun pulang kuliah bersama supirnya yang senantiasa menjemputnya. Di rumah mewah ia hanya tinggal bersama kakeknya dan para pelayan rumah. Kakek yang selama ini sangat menyayangi dan melindunginya.

So eun langsung menuju kamarnya tanpa basa-basi, ketika ingin menaiki tangga ia berpapasan dengan sang kakek.

“makanlah !” pinta sang kakek khawatir. Dalam sehari so eun hanya makan 1 kali, bayangkan saja tubuhnya sekarang.

So eun mengangguk dan bergegas menuju kamarnya untuk mengganti baju.

Sang kakek sudah menunggu kehadiran cucunya di meja makan. Tak lama datanglah so eun. Duduk di hadapan sang kakek, so eun langsung makan dengan ekspresi bahkan tatapan yang sama datarnya(bayangin yi kyung pas lagi makan #49days)

Sang kakek juga ikut makan melihat so eun makan. Perasaan senanglah yang di rasakan sang kakek. Mengingat tinggal 1 minggu lagi adalah hari ulang tahun cucunya dan hari kematian orang tuanya, Kim Gi Beong kembali sedih meratapi nasib cucunya.

“cucuku, kakek rindu padamu !” ujar sang kakek di selang makannya.

So eun berhenti makan dan melihat sang kakek dengan ekspresi yang sama. Tanpa ekspresi.

“kakek rindu cucu kakek yang dulu. Kakek menyayangimu seperti kakek menyayangi kedua orang tuamu”

So eun masih diam.

“aku sudah kenyang” tanggap so eun akhirnya.

“kekek tidak mau melihat cucu kakek seperti ini. Dua minggu lagi adalah hari ulang tahunmu dan hari peringatan kedua orang tuamu” ujar sang kakek.

So eun sontak menutup ke dua telinganya dengan tangannya sambil menggeleng. Seakan ia tak ingin mendengar dan mengingat hari ulang tahunnya bersamaan hari kematian ke dua orang tuanya.

“sudahlah, aku tak ingin mengingatnya” ujar so eun yang tak di duga ia menangis. Menangis khalayaknya ekspresi orang yang menangis. So eun pun berlari menuju kamarnya. Sang kakek merasa bersalah.

###

“kapan kalian punya anak?” celetuk kim bum di sela-sela makannya.

Min ho langsung berdehem.

“kau tahu apa tentang itu?” tanya balik min young. “sudah makan saja !”

“salahkah aku bertanya seperti itu?” tanya kim bum. “berikan aku keponakan dari kalian !”

“aku juga maunya seperti itu, tiap aku meminta noonamu selalu menolak” ratap min ho. Min young menatapnya tajam.

“begitukah hyung?”

min ho mengangguk.

“jadi selama ini apa yang kalian lakukan?” tanya kim bum.

“kau sendiri? Apa kau sudah punya yeojachingu adik kecilku?” goda min young mengalihkan pembicaraan.

“aish noona jangan panggil aku adik kecil, aku ini sudah dewasa…” protes kim bum. Berubah. Sekarang tak suka di panggil seperti itu.

“sudah punya yeojachingu atau belum?” goda min young lagi.

Kim bum menggeleng.

“mana mungkin, anak ini pasti sudah punya yeojachingu. Wajahnya tampan dan dewasa sepertiku” min ho ngeksis.

“ini masalah pribadiku, kalian tidak usah tahu. Bimil hehehe” jawab kim bum dan kembali makan.

“lihat namdongsaeng kesayanganmu ! sudah bermain rahasia denganmu” tukas min ho.

“akan aku cari rahasiamu adik kecilku” ujar min young.

“lakukan saja, aku yakin noona tidak akan bisa mengetahui rahasiaku”

“aish sekarang adik kecilku menjadi menyebalkan, sama sepertimu !” min young menunjuk min ho.

“mwo?” bantah min ho.

“ah aniya naeyeobbo aku hanya bercanda” min young menarik ucapannya. Min ho pun tersenyum.

“membuat iri” ucap kim bum.

“kalau begitu carilah yeojachingu di Universitas ArtSeoul !” saran min ho.

“bukan urusanmu min ho hyung !” tanggap kim bum dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“besok adalah hari pertama kuliahmu disana, bersemangatlah !” semangat min young.

“ne noona, entah kenapa aku ingin pindah kemari. Meninggalkan eomma appa di Jepang. Keluar dari Tokyo University dan kuliah di  Universitas ArtSeoul” ucapnya.

###

Pagi-pagi pukul 8 tepat, seharusnya so eun segera berangkat menuju tempatnya kuliah. Tapi semenjak ia bangun ia hanya diam dan entah kenapa teringat hari ulang tahun yang sangat di bencinya. Dengan wajah tanpa ekspresi so eun pun mengambil tas selendang kecilnya lalu berjalan keluar dengan lemah.

Di ruang tengah sang kakek sedang duduk menunggu.

“supir sudah menunggumu cucuku” ujar kakek.

“ani…aku ingin naik bus” So eun langsung berlalu pergi meninggalkan kakek yang terdiam.

So eun menunggu seorang diri di halte bus dengan wajah yang sama. Tanpa ekspresi. Ketika bus sudah datang, so eun pun segera naik dan duduk di kursi paling belakang. Datar. Sungguh membosankan jika orang-orang melihatnya seperti itu, padahal ia gadis yang cantik dan terlihat baik.

Selama beberapa menit akhirnya so eun sampai di kampusnya. Jurusan musik yang ia pilih. Dulu memang cita-citanya untuk masuk dalam jurusan musik, namun sekarang ia terlihat tak bersemangat menjalankannya. Bahkan ketika pelajaran di mulai ia hanya duduk diam melamun, tatapan kosong. Suram. Teringat akan keinginan ibunya agar so eun bisa menjadi seorang pianis terkenal. Piano kusam dan sedikit rusak masih tersimpan rapi tak di jamah olehnya di rumah. Piano pemberian ibunya saat hari ulang tahunnya. Sedih.

So eun berjalan dengan lemah menuju kelasnya. Tak menyapa teman-temannya. Teman-teman yang sebenarnya lebih khawatir akan keadaan so eun seperti ini. So eun duduk di bangku paling ujung. So min menghampirinya sambil memberikan senyum termanis berharap melihat so eun tersenyum. Sedikit saja sudah cukup. Asal bibir so eun tersungging saja so min pasti akan senang. Namun begitulah, so eun hanya menatap so min tepat pada matanya.

“mana makanan untukku?”tanya so eun.

Tak di duga ia akan bertanya seperti itu walaupun dengan ekspresi datar.

Senyum so min mengembang.

“tenang saja, aku tak lupa membawa bekal untukmu. Istirahat, kita makan bersama” so min terlihat senang.

So eun mengangguk.

###

Kim bum berangkat menuju University ArtSeoul menggunakan motor sport hitam miliknya. Perjalanan tak begitu mulus dan lancar untuknya. Di tengah-tengah perjalan ia menyempatkan diri untuk berhenti dan mengeluarkan kamera lalu memotret pemandangan kota Seoul yang indah ini. Sudah bertahun-tahun ia rindu suasana dan pemandangan negaranya. Korea Selatan. Senyum mengembang di bibirnya saat melihat hasil potretnya.

“indah untuk di abadikan” ujarnya.

Kim bum pun kembali melajukan motornya.

###

Istirahat tiba, so eun dan so min duduk berdua. So min mengeluarkan bekal makanan yang sebenarnya sengaja ia buat setiap hari untuk so eun. Namun baru kali ini so eun mau menerima dan memakannya.

“aku senang sekali akhirnya kau mau memakan bekal yang ku buat so eun-ssi” senang so min. “ayo makanlah !” so min membuka bekalnya.

So eun mulai mengambil sumpit dan melahap nasi serta telur gulung yang di buat so min. So eun mengunyahnya. So min juga ikut melahapnya.

“so eun-ssi ini enak kan?” tanya so min. “habiskan !”

So eun kembali mengambil satu telur gulung dan melahapnya. Mengunyahnya. Entah kenapa tiba-tiba so eun menangis. Tangis yang terlihat tertahan, masih sambil mengunyah. So min jadi panik melihat tangisan so eun semakin deras.

“so eun-ssi waeyo? Uljima~~”tenang so min.

Masih menangis, so eun lagi-lagi melahap satu telur gulung itu. Mengunyahnya sambil menangis. Melihat so eun menangis, membuat so min juga ingin menangis.

“so eun-ssi uljima~ ” tenang so min padahal ia sendiri menangis.

So min memeluk so eun, namun so eun tak memberikan refleks padanya.

“aku tak ingin melihat sahabatku begini, uljima so eun-ssi. Uljima~”

###

Kim bum mendapatkan teman baru. Namanya Jung Il Woo. Teman satu kelas yang juga menyukai photografer. Waktu istirahat mereka gunakan untuk mengambil jepretan apapun itu, yang membuat mereka mereka puas dan senang dengan hasil yang mereka dapat.

“sejak kapan kau menyukai photografi?” tanya il woo.

“sejak aku dilahirkan” jawab kim bum, masih focus dengan SLR kepunyaanya.

“haha kau lucu sekali” sanggah il woo.

“itu benar ! Karena aku di takdirkan menyukai photografi sejak aku di lahirkan. Ini takdirku” jelas kim bum. “kau sendiri?”

“tertarik sejak aku menyukainya” jawab il woo lantang. “menyukai seseorang yang memiliki dua sisi di saat ia ada dalam nyata dan di saat ia ada dalam sebuah photo”

kim bum terlihat bingung.

“pasti orang orang yang mendengar ceritaku tidak akan mengerti. Termasuk kau?” tanya il woo.

“bukan tidak mengerti, tetapi sulit di mengerti” ujar kim bum.

Il woo hanya tertawa.

“memang aku ini terlihat aneh. Ingin menjadi seorang photografer karena wanita itu. Walaupun aku tahu ia tak akan kembali. Lucu.”ucap il woo.

“maksudmu, kau menyukai photografer saat kau menyukai wanita itu, saat tak sengaja melihat dua sisi berbeda padanya. Saat kau melihatnya secara langsung dan saat kau tak sengaja mengambil foto nya. Dua sisi wanita itulah yang membuatmu tertarik pada dunia photografer?” tanya kim bum.

Il woo mengangguk.

“hmm, kau sering mengambil photo disini. Dimana tempat yang menurumu paling bagus untuk di jadikan objek?” tanya kim bum.

###

Sepulang kuliah, sore hari tepat matahari nampak akan terbenam. Kim bum menuju tempat yang il maksud. Sampai lalu turun. Melihat sekitar terlihat unik dan indah. Kim bum mulai beraksi dengan kamera yang menggantung di lehernya. Potret sana potret sini. Ia menaiki tangga satu persatu sambil tetap memotret objek dan menyeluruhkan lensa kameranya di tempat ini. Kim bum menurunkan kamera dari matanya dan melihat hasilnya.

“benar saja. Apa yang di katakan il woo benar. Disini sangat menarik” kim bum tesenyum.

Ia kembali dengan kamera, menaiki tangga lebih jauh. Mengedarkan kameranya ke semua sudut. Namun ia malah menangkap sesuatu melalui lensa kameranya. Kim bum memotretnya dengan cepat lalu melihat hasilnya. Kim bum mengalihkan pandangan pada objek yang baru ia potret. Seorang wanita dengan rambut legam hitam tergerai, sedikit terhembus angin. Dress yang terlihat anggun hanya selutut. Tubuh mungil berdiri sendirian disana. Diam tak melakukan apa-apa di anak tangga yang paling atas. Kim bum kembali memusatkan kameranya pada wanita itu. Hasil yang ia dapat ketika mengambil gambar wanita yang tak ia kenal terlihat sangat bagus dan unik. Daebak. Kim bum men-zoom kameranya focus pada wajah wanita itu. Kembali memfotonya. Mengarahkan kamera SLR nya seakan mengikuti gerak wanita itu yang kini mulai berjalan menuruni anak tangga. Lemah kelihatannya.

Kim bum kembali mengambil gambarnya tanpa sepengetahuan si objek. Melihat hasilnya kim bum tersenyum. Kim bum mulai melihat dengan matanya sendiri ke arah wanita itu yang sedari tadi menunduk. Wajahnya tak lagi terlihat.

“kenapa? Kenapa wanita itu? Hanya diam lalu berjalan. Ekspresinya kenapa begitu?” beberapa pertanyaan muncul di benak kim bum.

So Eun duduk di salah satu anak tangga itu. (readers tau tangga yg waktu adegan soeul di bbf ato di anycall?). Ia diam, cukup lama diam. Melamun. Tatapan yang kosong. Tiba-tiba satu tetesan jatuh dari matanya. Ia menangis.

“aku tidak ingin begini…….tapi kenapa harus seperti ini?” ucapnya di sela tahukah? Nada yang datar yang terdengar ketika ia menangis. Kenapa seperti itu?

“aku tak mau seperti ini, tapi sungguh sulit….”ucapnya lagi.

Menangis karena ia tak bisa melupakan orang tuanya yang begitu berharga untuknya. Ia merindukan sosok ayah dan ibu yang selalu ada di dekatnya. So eun semakin menangis, air matanya tak bisa berhenti mengalir. Seakan ia merasa hidupnya tak berguna, untuk apa ia hidup? Menyusahkan kakek dan teman-temannya. Bahkan menyusahkan diri sendiri. Menyakitkan. Sungguh menyedihkan. Hidupnya.

Kim bum masih ada di sana, memperhatikan wanita itu yang ternyata adalah so eun. Hari kian mendung dan mulai berawan, kim bum hendak ingin menghampirinya namun ponsel yang bordering menghentikan tujuannya untuk menghampiri wanita yang terlihat menyedihkan itu. Sesegera mungkin kim bum mengangkat telpon yang berasal dari kakak perempuannya. Min young noona.

“ne baiklah…..aku akan segera pulang “ jawab kim bum dalam telpon. Aigoo aku ini sudah besar dan aku sudah dewasa, bukan anak kecil lagi noona. Masih saja memperlakukan aku seperti bocah kecil. Dengan kesal kim bum mematikan ponselnya. Kim bum pun segera pulang dan mengurungkan niatnya menghampiri wanita itu. Untuk apa? Kim bum tak mengenalnya ! jika menghampirinya pasti dia di anggap seperti orang yang sok kenal, dia tidak mau di bilang seperti itu. Yasudahlah noona sudah menunggunya.

Kim bum pov

Awan semakin mendung, perlahan rintikan hujan mulai turun. Tapi kenapa? Wanita itu tetap diam? Apa dia baik-baik saja? Ah sudahlah dia hanya orang lain ! aku tak mengenalnya sama sekali ! aku tak perlu memikirkan orang lain. Lebih baik aku pergi sekarang !

Aku segera menuruni anak tangga. Berlari menuju tempat motorku terparkir. Semakin lama, hujan semakin deras. Dengan cepat ku gas motorku menembus hujan. sial ! bajuku basah semua. Ah bagaimana dengan kameraku? Tidak ! kameraku harus aman ! aku harus mempercepat laju motornya. Kamera kesayanganku….baik-baiklah kau………!

Latar…..kim bum memajukan motornya dengan kencang. So eun masih diam disana, tak bergeming sedikitpun walau kini tengah hujan deras.

~continued~

 

Sekian dulu, This Is My Life ! Not Your Life !

Keep RCL….gomawo.

33 thoughts on “THIS IS MY LIFE ! NOT YOUR LIFE ! (PART 1)

  1. Baru part 1 udah d’suguhn yg kyk gne,bner2 pngen nangis…
    Ouh So Eun Eonni udah kyk mayat hidup…
    Eonni ayo bangkit…
    Jgn kyak gne kshn kakek n teman2 mu yg slalu mengkhawatirkan mu…

  2. Anyeong slm knl,,ana reader bru,,izin bc n komen ya,,sk sm temany,,part awl tp sso udh sdih aja nieeyy,,yg dmkd illwo sso bkn ya??jgn2 dia ma kimbum saingan lg nnti its okeeyy biar seru lnjuutt bc🙂

  3. Seneng’a nemu ff bumsso…
    Mian q bca tnpa d undang… Aq suka ff bumsso…

    Ff’a keren…
    Penulisan’a jg rapi jd enak bca’a…
    Aq lanjut bca ne..

  4. Wahh ,, gak bisa dehh ngebayangin Sso-eon yg ceria dpt peran jd gadis tnpa ekspresi ky’ gtuh -_-
    SoMin-eon emng shbt the best dehh🙂 pd akhir’x Sso-eon rada luluh jg , yaa ,, meskipun blum smpe jd ceria d.dpn’x .. Bt , dy udh mau mkan bekal yg sllu d.bwa SoMin-eon ..
    Ehh ,, jgn” yg dmksud Il-ppa ttg gadis yg bkin dy suka dunia photography ituh adlh Sso-eon ?
    Ahh ,, mau lgsg capcus ke part lnjut’x ne saeng ..

  5. Hiks..hiks…part 1 uda nangis2an gini thor bacanya apalagi part berikutnya, nangis bombay x yaa akuuuh…

    Ceritanya bnr2 mengharukan, d part ini aja feel nya uda dpt bgt..daebaak thor…

  6. Ya tuhan….
    Sso bnr2 menyedihkan di sini…
    Hidup layaknya mayat sungguh menyakitkan…
    Hiks hiks…
    Ceritanya membuat ku sedih bgt eon..
    Baru part pertana ajj begini apalagi next part..
    Hiks hiks

  7. wow ceritanya berat secara emosi…

    bener2 tragis hidup sso, kehilangan org tua pas hari ultahnya, ga heran dia begitu benci sama ultahnya sendiri..
    terlalu memilukan….😥

    kakeknya jg sepertinya udh sgt kebingungan gimana mengembalikan keceriaan sso.

    untungnya so min sbg sahabat ga pernah letih kasih support. hiks terharu..

    dan bum, semoga dikau bisa mencairkan kebekuan hati sso ya…

    btw aku suka disini bum jd fotografer hehe

  8. Sediih bgtt dan sangat menyedihkan,,
    Knp sso tdk merelakan kedua orangtuanya ?? Mereka jg pst sediih deh melihat sso yg begini.
    Apa bumppa blkln tertarik dgn sosok sso ini ??

  9. Mw ninggalin jejak, walaupun crtnya udah lm n gak tw apa author nya msh mbk blognya apa nggak
    Daebak…..
    Baru part awal tp udah nyentuh bgt
    Ttp brkrya thor….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s