He is a prince ??? (part 1)

He is a prince ??? (part 1)

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye. (masih ada cast tambahan yang masih dirahasiakan #so misterius lo !!!)

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

  Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik TUHAN, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.  FF ini sebelumnya juga udah di post di fb author.

yaudah mates selamat membaca….

Latar sebuah kerajaan, istana yang mewah, halaman yang nampak luas lengkap dengan pengawal-pengawal berjajar di sepanjang jalan mulai gerbang sampai depan pintu istana mencerminkan jika kerajaan ini merupakan kerajaan besar dan terkenal di korea selatan. Disebuah ruangan besar, terlihat seorang raja dan ratu, beserta nyonya ratu (ibu dari raja dan ratu) sedang memperbincangkan sesuatu, tak ketinggalan salah seorang dari mereka yaitu pak jung, orang kepercayaan dari kerajaan Kim terlibat dalam pembicaraan ini.

“besok pangeran akan kembali.” ujar pak jung.

“pasti sekarang dia sudah menjadi pria yang lebih dewasa” ujar raja, ayah dari sang pangeran.

“4 tahun menempuh pendidikan di London bukanlah waktu yang sebentar, aku yakin dia sudah cukup dengan hal ini” ucap ratu.

“cucuku, dia akan kembali….segeralah jodohkan dia dengan seorang puteri” ucap nyonya ratu.

“kami sedang memikirkannya, suatu hal sulit bagi kami untuk mencari sesosok putri yang pantas untuknya. Tapi kami sedang mempertimbangkan untuk menjodohkannya  dengan puteri” jawab raja Kim.

“aku tau, aku tau…kita tunggu saja kepulangannya” ucap nyonya ratu.

“nde eomma, akan lebih jelas jika anakku sudah kembali, kita bicarakan nanti dengannya”jawab ratu.

#sebelumnya maaf ya, rada ngaco penamaan raja sama ratunya, kaga tau soalnya haha.

###

Cuaca di pagi ini sungguh sejuk, membuat seorang gadis yang terlihat masih muda dengan semangat bekerja di sebuah kafe bersama temannya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan sampingan baginya selain bekerja di kantor sebagai asisten sang manager. Tak lama, ponselnya berdering pertanda ada  telpon yang masuk.

“JinKi-ssi?” gumam gadis itu yang tak lain bernama lengkap kim so eun.

###

@cafe malam hari

“apa kau tak sibuk? sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan? Apakah ini hal serius? Tak seperti biasanya kau mengajakku ke tempat seperti ini hanya untuk membicarakan sesuatu” ucap so eun dengan wajah yang heran, namun tetap diselingi senyum dari bibirnya.

“so eun…….”jawab jinki tergesa-gesa. Perasaan bingung dan gundah tergurat di wajahnya.

“heum?” tanya so eun.

Jinki pun dengan segera meraih tangan so eun lalu menggenggamnya.

“so eun-ah, aku…..argh~ aku ingin ke toilet dulu sebentar” ucap jinki. Ia pun beranjak dari duduknya dan pergi menuju toilet. Sementara so eun hanya heran dengan sikap jinki sekarang.

“sebenarnya ada apa dengannya? Ah aneh sekali” gumam so eun.

Di toilet jinki terus bercermin, melihat wajah gundah dirinya pada cermin.

“aish~ apa yang harus aku katakan? Sulit sekali hanya untuk berbicara padanya”ucap jinki.

“ah baiklah. So eun, sebaiknya kita putus saja” JinKi berusaha mempraktekannya di depan cermin.

“ah tidak-tidak, kalau begini aku tak tega dengan perasaannya, tapi bagaimana?” jinki sangat bingung.

“so eun-ah, sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita. Mungkin ini lebih baik dari pada aku yang selalu sibuk dan jarang bertemu denganmu, jarang sekali aku memenuhi keinginanmu. Ini . . . . .ini pemberian terakhir dariku untukmu, aku harap kau bisa menerimanya, mianhae”ucap jinki pada bayangannya sendiri di cermin.

“ah jahat sekali dirimu jinki”ucapnya seraya mengacak-acak rambutnya.

“so eun-ah, mungkin aku bukanlah pria yang baik untukmu. Jadi, sebaiknya kau cari saja pria yang lebih baik dari pada aku, hubungan kita……….” ucap jinki menggantung.

“hah berisik sekali, mendengar perkataanmu membuatku pusing” ucap seseorang tiba-tiba yang tak sengaja mendengar ucapan jinki dari tadi.

“mmmwo? Aku?” jinki terlihat kacau.

“apa sesulit itu untuk mengungkapkannya?” ucap orang itu seraya menepuk bahu jinki.

“apa maksudmu?” tanya jinki.

“lihatlah wajahmu ! Wajahmu begitu menyedihkan, hanya sekedar untuk mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya” ucap pria itu.

“dia adalah wanita yang baik, aku tak tega untuk mengatakannya. Kau tahu, dia sangat mencintaiku” jawab jinki.

“dasar bodoh, kau adalah pria bodoh yang baru aku temui….hahahaha” orang itu tertawa seketika.

“mwo? Bodoh?” tanya jinki.

“lebih baik kekasihmu itu mengetahuinya sendiri” ucap pria itu yang kembali menepuk bahu jinki lalu berlalu meninggalkannya.

“ah apa yang dia katakan, aish, bisa gila aku”ucap jinki seraya mengacak-ngacak rambutnya sendiri.

So eun masih menunggu di mejanya. Tapi ada sesuatu yang membuatnya penasaran, ponsel jinki terus saja berdering dari tadi, tak tau siapa penelpon itu. So eun mencoba untuk meraih ponsel jinki dan mengangkatnya, siapa tahu itu adalah orang yang penting, namun jinki keburu datang dan duduk di hadapan so eun.

” maaf aku lama, ah kemarikan ponselku !”ucap jinki seraya merebutnya.

” jinki-ssi, siapa yang menelpon mu?”heran so eun.

‘deg’ jantung jinki berdetak hebat, ia bingung untuk menjawab apa.

“ini bukan siapa-siapa” dusta jinki.

“aku kira orang penting, jadi tadi aku berniat untuk mengangkatnya” jawab so eun.

“tapi kau tak mengangkatnya kan?” tanya jinki.

“aniyo” jawab so eun di selingi rasa heran.

Jinki pun menghela nafas lega. “aku tak mungkin mengatakannya sekarang” ucap jinki dalam hati.

Keheningan sempat terjadi beberapa detik diantara mereka, tapi kemudian jinki memulai pembicaraan.

“so eun-ah….aku…sebenarnya maksudku mengajakmu bertemu adalah……. Ah ini…..aku punya sesuatu untukmu” ujar jinki akhirnya.

“sesuatu?”tanya so eun.

“ne….ini untukmu” ucap jinki seraya menyerahkan sebuah bingkisan pada so eun.

“apa ini?” so eun menatap jinki.

###

keesokan harinya di bandara incheon.

Seorang pemuda tampan, namun pakaiannya yang sedikit acak-acakan membuatnya terlihat seperti berandalan. Kemeja biru dengan kaos dalaman berwarna putih, serta celana jin yang ia kenakan. Rambutnya yg hitam tertutupi kupluk yg ia pakai, kacamata hitam menutupi mata tajamnya. Ia berjalan dengan santai sambil menenteng tas di punggungnya, terlihat ia tersenyum melihat ke sekeliling bandara.

“tidak ada yang berubah” ujarnya.

Ketika ia memperhatikan orang-orang disekitarnya ia melihat sesosok orang yg ia kenal.

“bukannya dia? Ya~ hyun joong hyung !” teriaknya. Orang yg ia panggil pun menoleh.

“kim bum-ssi” jawab hyun joong ragu, ia memperhatikan penampilan kim bum.

“ya, kau kemari untuk menjemputku?” tanya kim beom seraya menghampirinya.

“kim bum, ini kau? Ada apa dengan penampilanmu?” tanya hyun joong.

Kim bum hanya tersenyum melihat wajah sepupunya itu.

“ah~ apakah aku tampak berbeda? Hahaha sudahlah perjalanan dari london menuju korea sangat melelahkan, aku ingin beristirahat”ujar kim bum.

” tapi, apa yang akan orang tuamu katakan jika melihat penampilanmu seperti ini? Sebaiknya kita ke salon saja sebentar untuk merapikan penampilanmu yg aneh itu” ajak hyun joong.

“ah aku tidak mau, aku lelah, dengan  penampilanku yang seperti ini, tidak ada yang mengenaliku” elak kim bum dengan wajah yang mengeluh. Kemudian ia pun berjalan mendahului hyun joong.

“ya tuhan, sebenarnya seperti apa pergaulannya disana? Sehingga membuatnya seperti ini? Ah dasar anak itu~”gumam hyun joong.

###

“ya so eun-ssi, tampaknya hari ini kau sedang bahagia ! Ceritakan padaku! Pinta hye sun sahabatnya. So eun tak henti hentinya tersenyum seraya membersihkan meja pengunjung.

“kau ingin mengetahuinya?”tanya so eun sambil menggebrak meja dan menatap hye sun penuh arti. Hye sun dengan cepat mengangguk dan duduk di kursi diikuti so eun.

“kau tahu? Jinki-ssi memberikanku sebuah boneka ayam yang besar”cerita so eun dengan ekspresi yang benar benar senang.

“woah? Benarkah? Ah aku iri sekali padamu sso-ah mempunyai kekasih yang baik seperti jinki”ucap hye sun.

“benar, aku sangat beruntung. Tapi…..belakangan ini ia sangat sibuk dengan pekerjaannya, jarang sekali menghubungiku”murung so eun.

“mungkin, boneka ayam yang dia berikan padamu sebagai perantara untuk mengobati rasa rindumu padanya, kau tahu kan jinki itu jelmaan ayam? hahaha “goda hye sun.

“ah kau ini bisa saja, walaupun jinki cinta ayam tapi aku yakin cintanya untukku melebihi kecintaanya terhadap ayam”ucap so eun seraya tersenyum dan memukul pelan bahu hye sun.

“haha dasar kau sama-sama gila”ujar hye sun.  Mereka pun tertawa.

Tak lama bos mereka datang menghampiri.

“hey kalian…..ini masih waktunya bekerja….jika ingin bergosip, nanti saja ketika istirahat, dan jangan lupa ajak bos kalian ini….!!!”ucap bos mereka yang berhasil membuat so eun dan hye sun jantungan.

“ah bos, kau ini mengagetkan kami saja”ujar hye sun. so eun hanya mengangguk.

“hahaha….memangnya kalian sedang membicarakan tentang apa hah? Sepertinya kalian sedang senang?”Tanya si boss yang memang sudah akrab dengan mereka.

“yang sedang senang itu so eun bos”jawab hye sun seraya menatap so eun dengan senyuman menggoda.

“aishhh kau hye sun dan bos sama saja……..”so eun mengelak, dan terlihat dari wajahnya ekspresi malu-malu.

“ayo katakana saja padaku? Apa ini ada hubungannya dengan kekasihmu? Jinki?”goda bos.

“siapa lagi kalau bukan jinki si chickhen honey itu”ledek hye sun.

“aishh hye sun….sudahlah aku ingin melanjutkan pekerjaanku” so eun berpaling dari mereka dan kembali bekerja. Hye sun dan sang bos yang  bernama moon geun young itu hanya tertawa melihat prilaku so eun.

‘aishhh hye sun awas saja kau……’umpat so eun.

###

kim bum keluar dari mobil hitam begitu juga dengan hyun joong. Semua pengawal dan pembantu termasuk pak jung menunggu kehadirannya, berjajar rapi menyambut kedatangan pangeran tampan, ya kim bum lah pangeran itu. Tak ada satu media pun yg mengetahui mengenai kepulangan kim bum ke korea dan ini merupakan suatu hal yang tak biasa namun menguntungkan bagi pihak kerajaan.

” selamat datang pangeran, selamat datang, selamat datang pangeran kim bum” hormat semua para pengawal ketika kim bum berjalan melewati mereka diikuti hyun joong, bow 90° menyambut kedatangan mereka. Kim bum hanya tersenyum ramah kepada semua. Para pengawal, ajudan dan pembantu kerajaan yang berjajar merasa heran dengan penampilan kim bum saat ini, tapi demi kesopanan dan kehormatan mereka hanya bisa diam dan menyapa pangeran kim bum ramah tanpa bertanya-tanya mengenai perubahan drastis yang dialaminya.

Pak jung yang berada di depan pintu pun menghampiri kim bum yang tengah berjalan menuju istana, dengan segera ia membungkukan punggungnya lalu menyapa pangeran kim bum.

“pangeran, selamat datang kembali ke istana, kedatangan anda begitu tiba-tiba dan di luar rencana, anda datang lebih awal” ujar pak jung ramah seraya berjalan mengikuti kim bum. Lagi-lagi kim bum hanya tersenyum. Pak jung mengerutkan dahinya setelah melihat penampilan kim bum. Ia menatap ke arah hyun joong dan dibalas senyuman mengerti dari hyun joong.

” pangeran. Paduka ratu, paduka raja beserta nyonya ratu menunggu anda di ruang keluarga”ucap pak jung.

“baiklah”jawab kim bum. ‘aish, beginilah jika sudah kembali, aku tak suka dengan semua ini’ gerutu kim bum dalam hati.

Sesampainya di ruang keluarga kim bum langsung duduk di hadapan ke dua orang tuanya dan di hadapan sang nenek tanpa memberi hormat terlebih dahulu, berbeda dengan hyun joong. Sikap kim bum yang seperti itu membuat kedua orang tuanya serta sang nenek merasa heran, apalagi dengan penampilannya.

“ayah, ibu, nenek, apa kabar? Lama tak bertemu dengan kalian”sapa kim bum dengan polosnya.

“kim bum? Ada apa denganmu? Kenapa sikap dan penampilanmu seperti ini? Kau itu pangeran, keluarga kerajaan~ apa yang membuatmu seperti ini?”tanya ibunya bertele-tele.

” ah~ apakah ekspresi kalian akan sama seperti ini ketika melihatku kembali?”tanya kim bum.

” ya tuhan, jaga sopan santunmu ketika berbicara dengan yang lebih tua pangeran kim bum”ujar sang nenek.

Kim bum hanya menghela nafasnya.

” ah iya maaf, aku lupa bagaimana etika dan tata cara sopan santun disini~” jawab kim bum.

Sang ayah hanya menggelengkan kepalanya.

“ayah tak mengerti denganmu, pakaianmu sungguh tak enak dipandang, darimana kau belajar berpakaian seperti ini? Apa kau berniat ingin mempermalukan kerajaan?”ujar sang ayah.

“ayah, bukan seperti itu” jawab kim bum.

“mungkin kalian salah paham dengan kim bum, aku bisa mengerti kenapa ketika kembali ke korea penampilannya menjadi seperti ini, mungkin ini pengaruh selama pergaulannya di london dan lingkungannya yang seperti itu” hyun joong membela kim bum.

“ah~ ya sudah kalau begitu, tapi selama disini jagalah penampilanmu dan sikapmu kim bum, kami tak mau masyarakat korea memandang buruk kerajaan karena pemampilanmu yang memalukan itu” nasehat ibu.

” baiklah paduka ratu, paduka raja dan nyonya ratu, aku mengerti. Aku ingin beristirahat dulu” ujar kim bum yang kemudian pergi menuju kamarnya.

###

Malam hari

” jinki-ssi, bukannya bekerja, kau malau melihat foto wanita”ucap teman satu kerjanya yg berhasil mengagetkan jinki.

“aish kau~ aku kira bos”jawab jinki.

“siapa wanita itu? Aku rasa bukan so eun ssi”ucap temannya lagi. Jinki langsung mengclose semua foto yang sedang ia lihat di komputer itu.

“kau tidak perlu tahu, ini bukan siapa siapa, aku sedang mengerjakan design rumah” elak jinki.

“ya~ apa jangan jangan kau……….”goda temannya.

“aish~ sudah tutup mulutmu, sana sebaiknya kau lanjutkan pekerjaanmu, pekerjaanmu belum selesai sudah mengganggu pekerjaan orang lain”gerutu jinki.

“aish~”temannya pun kembali ke tempat duduknya.

‘woah, dasar……selalu ingin tahu saja privasi orang’gumam jinki dalam hati. Jinki pun kembali melanjutkan rancangan rumah yg ia buat. Tiba-tiba ponselnya bergetar, tertera nama so eun disana. Jinki melihat ponselnya yg terus bergetar namun ia tak mengangkatnya. Ia pun menggaruk kepalanya dengan kesal karena si penelpon itu adalah so eun. Jinki memilih untuk mendiamkannya dan tak menghiraukannya sampai ponsel miliknya itu berhenti bergetar. Ia pun melanjutkan pekerjaanya walaupun tak berkonsentrasi.

###

“tak diangkat, ah mungkin dia sedang sibuk” so eun tampak kecewa dari wajahnya. Ia pun mengambil lalu memandang boneka ayam pemberian dari jinki itu.

“hey~ kau tau? Aku itu rindu padamu ! Kenapa sikapmu terhadapku menjadi seperti itu? Apa hanya karena kau sangat sibuk jadi kau tak mau mengangkat telepon dariku? Kau jadi mengacuhkanku?” so eun berbicara pada boneka itu.

“aish bodoh…..dasar jinki bodoh…. bodoh….dasar kau ayam yang bodoh” ucap so eun seraya memukul kepala boneka itu. Terlihat sekali jika perasaannya sedang sakit dan kecewa. Matanya saja berkaca-kaca.

“aku merindukan sikapmu yang hangat seperti dulu?”ucap so eun seraya memeluk boneka ayam dari jinki itu, perlahan air matanya menetes tapi tak deras (?).

###

Terlihat kim bum sedang berleha-leha di kasur empuknya, matanya ia pejamkan. namun tiba-tiba hyun joong datang dan mengganggu kesantaiannya (?). “bum-ah bangunlah dan rapikan penampilanmu, orang tuamu ingin berbicara denganmu?” ujar hyun joong. “arghhhhh…..apa yang ingin mereka bicarakan?”tanya kim bum tanpa bergeming dari kasur empuk miliknya itu. “aku juga tidak tahu, tapi sepertinya ini hal yang penting”jawab hyun joong. “aish….baiklah kalau begitu” kim bum beranjak dari kasurnya.

@ruang keluarga

“mwo…….dijodohkan? aish aku tak mau ayah…ibu….” Tolak kim bum dengan kesal.

“dengarkan kami dulu…..umurmu ini sudah cukup untuk menikah….dan kau sudah pantas dengan pendidikan yang matang” jelas sang ibu.

“tapi menurutku umurku ini belum cukup, aku  masih terlalu muda untuk menikah”tolak kim bum lagi.

“patuhi keinginan orang tuamu pangeran kim bum”sang nenek ikut andil dalam hal ini.

“nenek……apa ini yang disebut dengan pemaksaan? Aku belum ingin dijodohkan apalagi untuk menikah…..”ujar kim bum.

“bum-ah ibu yakin kau pasti akan suka dengan puteri yang akan dijodohkan denganmu…..”bujuk sang ibu namun tak masuk akal.

“nenek ingin segera melihat cucuku menikah dan mempunyai jodoh yang cantik”tambah sang nenek.

“kalau begitu kenapa tak jodohkan saja hyun joong hyung dengan puteri itu, aku rasa umurnya lebih matang dariku…….bagaimana pun juga aku tak mau dijodohkan ! dengan siapapun !!!” kim bum beranjak meninggalkan mereka yang tengah berkumpul menuju kamarnya dengan perasaan kesal.

Hyun joong yang sedari tadi ikut dalam pembicaraan ini tersentak mendengar perkataan kim bum.

“ya……..PANGERAN KIM BUM…!!!” teriak ayahnhya.

“Sulit sekali mengatur cucuku yang tak sopan seperti dia”ujar sang nenek.

###

“aish apa apaan maksud mereka?” gerutu kim bum seraya mengunci pintu kamarnya.

“salah besar aku kembali kemari…………”kesalnya seraya membanting tubuhnya ke kasur.

“aisssshhhh perjodohan macam apa ini? Memangnya ini jaman dulu? Aku sendiri juga ingin menentukan pilihan wanita yang aku sukai sendiri, tidak di jodohkan dengan seorang puteri ataupun wanita yang tak aku kenal…..aku tak suka semua ini…….!!!” Kim bum melempar gulingnya ke arah pintu.

###

Keesokan harinya, tepat hari senin

Gadis cantik itu masih tertidur lelap sambil memeluk boneka pemberian dari sang kekasih, ya….so eun masih tertidur di sopanya. Jam dinding sudah menunjukan pukul  8 pagi waktu korea selatan, gadis itu belum juga terbangun sampai detakan jarum pendek jam dinding terdengar semakin keras di telinganya. Ia menggaruk rambutnya lalu mengucek matanya pelan. Terlintas di pikirannya ini masih pagi karena cuaca begitu dingin. Ia pun melihat jam dinding yang terpasang tepat di atas kepalanya.

“hoooaammm jam 8……hah mwo? Jam 8? Ah andwae aku telat…..”so eun langsung bangkit dan beranjak dari kasurnya….cepat cepat ia menuju kamar mandi untuk mencuci muka, tak mandi karena ini tidak mungkin dan akan membuatnya semakin telat dan dimarahi oleh managernya. Ya……setiap hari senin sampai kamis so eun bekerja sebagai asisten manager di perusahaan yang lumayan besar, tapi posisinya sebagai asisten adalah yang paling rendah dan ia di terima karena faktor dari rasa kasihan. Dan setiap hari jumat sampai minggu so eun bekerja bersama hye sun di caffee milik bos mereka yang bernama geun young.

“aiiissshhh………sudah telat 30 menit….”gerutu so eun ketika turun dari bus seraya melihat jam tangannya. Dengan jalan yang cepat ia pun masuk ke dalam perusahaan (?).

Ia hampir sampai diruangan bosnya, tepat di depan pintu ia menghentikan langkahnya.

“apa yang harus aku katakan? Pasti pak manager akan marah besar padaku…..aisshhh so eun kau ini bodoh sekali….”ucap so eun seraya menggigit bibir bawahnya. Dengan ragu-ragu ia pun mencoba untuk membuka pintu.

“ya tuhan, selamatkanlah aku………….”doanya.

‘kreeeek’ pintu terbuka perlahan.

Namun tiba-tiba…………

“kenapa kau selalu telat? Apa kau tak punya jam dinding atau jam tangan dirumahmu?”Tanya seseorang dengan suara mengancamnya (?) dari belakang so eun. Sontak so eun tak jadi membuka pintu dan langsung menutupnya. Ia membalikan badannya ke belakang sambil menunduk. Dilihatnya sepatu orang yang berdiri di hadapannya sekarang. Perlahan so eun menaikan mukanya.

‘aisshhh mampus…..pasti pak manager’gumam so eun dalam hati.

‘tap…’mata so eun menatap wajah orang yang dikenal garang olehnya sendiri, siapa lagi kalau bukan mangernya sendiri.

“mmmm….pak….mianhamnida….aku tidak akan mengulanginya lagi, saya ber………….”mohon so eun seraya menundukan badannya.

“keluar…….jangan membuat mood orang lain buruk karena kau yang kurang disiplin, kau lupa? Hari ini ada meeting penting……sudah sebaiknya kau tak usah masuk saja…..”bentak sang manager.

Terlihat so eun menundukan kepalanya.

“mianhamnida………..maafkan aku……”ucap so eun hati-hati.

“aku tak ingin tau, sebaiknya kau keluar saja dan hari ini tak usah bekerja”bentak sang manager lagi seraya berjalan melewati so eun dan masuk ke ruangnnnya.

“tapi pak……”cegah so eun.

Namun managernya sudah terlanjur menutup pintu denga keras. So eun pun agak sedikit mengerutkan dahinya.

“aisshh bagaimana ini?”ucapnya. ia pun berjalan lesu ke luar.

###

Kim bum masih tertidur. Sinar matahari tak cukup untuk membangunkannya. Posisi tidurnya memang tak cocok dengan gelar (?) pangeran yang dimiliknya. Kim bum merubah posisi tidur lalu mengerumuni kepalanya dengan selimut, ya cuaca hari ini terasa begitu dingin. Pantas saja membuat orang-orang malas untuk beraktivitas.

Sementara itu semua pelayan, pembantu dan semua orang yang bekerja di kerajaan termasuk dayang sedang sibuk menata rumah seperti biasanya…….. di suatu ruangan terlihat pembicaraan serius antara kedua orang tua kim bum. Mereka sedang membicarakan hal serius mengenai perjodohan anak semata wayangnya.

“lebih baik kita pertemukan terlebih dahulu anak kita dengan puteri yang akan di jodohkan dengannya” ujar sang ayah.

“aku tak ingin kim bum menolak untuk yang ke dua kalinya…..undang saja besan kita nanti malam” tambah sang ibu.

“baiklah akan ku urusi nanti, aku akan memerintah pak jung untuk mengatur semuanya….”ujar sang ayah.

###

“aiiisssh dingin sekali……”ucap kim bum yang baru saja bangun dari tidurnya. Ia pun keluar kamar dan hendak pergi ke dapur untuk mengambil air teh hangat untuk menghangatkan tubuhnya. Ketika menuruni anak tangga, dilihatnya semua pekerja di kerajaan sedang sibuk mempersiapkan sesuatu.

“hoam……….ada apa ini? sibuk sekali?”gumam kim bum. Ia pun kembali menuruni anak tangga seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ketika ia hampir sampai di depan dapur, tak sengaja ia melihat ayahnya bersama pak jung sedang duduk berdua membicarakan sesuatu di ruangan sang ayah. Karena pintu sedikit terbuka dan kim bum merasa penasaran akhirnya ia pun sedikit menguping pembicaraan antara ayahnya dengan pak jung.

“mwo? Apa aku tak salah dengar? Di pertemukan malam ini? ” kaget kim bum.

“selamat pagi pangeran kim bum”sapa dayang yang melewati dirinya yang masih terbengong di depan pintu. Kim bum sedikit kaget namun ia berusaha seakan tak ada sesuatu yang terjadi padanya. Ia pun tersenyum kepada dayang itu.

“ah iya………bawakan aku teh hangat……..”perintah kim bum.

“baiklah pangeran”jawab sang dayang ramah.

“ah tidak, kopi hangat saja”pinta kim bum lagi.

“baiklah pangeran”jawabnya ramah sambil membungkukan badan.

“kau bawa saja ke atas……ke kamarku….!”perintah kim bum. Sang dayang hanya mengangguk mengerti dan segera menuju dapur, sementara kim bum kembali ke atas menuju kamarnya. Entah kenapa pagi-pagi seperti ini pikirannya kurang baik, mungkin sesudah ia mendengar pembicaraan ayahnya dengan pak jung yang amat ia tak sukai.

###

            So eun berjalan gontai, tak tau kemana tujuannya sekarang. Ia pun memilih duduk di bangku taman di pinggir jalan. Dengan lesu ia mulai membuka tasnya dan mengambil beberapa kertas yang seharusnya ia berikan kepada managernya tadi.

“aish so eun, kau ini memang yeoja yang bodoh……bisa-bisanya kau telat hampir setengah jam”ucapnya sendiri seraya membuka lembar demi lembar. Ia pun menghela nafas panjang.

“baiklah so eun-ah…..kau tak boleh telat lagi, jangan sampai manager memarahimu lagi !…… sebaiknya sekarang kau fokus saja dulu pada pekerjaanmu jangan mementingkan kekasihmu yang buktinya juga sedang fokus pada pekerjaanya dan jarang memperhatikanmu lagi……aiiissshhh kenapa jinki selalu terlintas di pikiranku?” so eun seperti orang gila yang berbicara pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba saja ponselnya berdering, dengan segera ia pun merogoh ponselnya yang tersimpan di tas. Perasaan kaget bercampur senang yang ia rasakan sekarang setelah melihat nama jinki yang tertera pada ponselnya.

“jinki-ssi”ucap so eun. Dengan segera so eun pun mengangkat telepon dari jinki itu.

“yeoboseyo……….”

“yeoboseyo…..so eun-ah…..”

“ne….ada apa kau menelponku? Apa sekarang kau tak sibuk?”

“sebenarnya aku sedang sibuk, tapi aku menyempati (?) untuk menelponmu”

“oh……jadi apa yang ingin kau katakan?”

“so eun-ah aku hanya ingin memberitahumu. Datanglah ke acara ulang tahun bosku nanti malam, aku mengharapkan kedatanganmu……berdandanlah yang cantik……emmm sebenarnya aku juga merindukanmu…..” (entah kenapa spertinya jinki sedikit tak tulus mengucapkannya, ada yang mengganjal pada perasaannya)

So eun sedikit kaget dengan ucapan jinki, namun ia sangat senang mendengarnya.

“baiklah aku akan datang…..kau juga perlihatkanlah penampilanmu yang tampan padaku nanti malam….bahkan aku sangat merindukanmu”

“ah nde…….so eun-ssi sebaiknya aku tutup teleponnya sekarang. Sa.rang.hae” (sepertinya jinki agak sedikit ragu mengucapkannya, namun ia melakukan ini agar so eun merasa senang)

“nde nado saranghae my lovely chikhen hehehe”

‘klik’ sambungan telepon di tutup.

“hoooooooooooooaaaaaaaa………ayamku menelpon….ternyata dia tak mengacuhkanku, dia tak menghiraukanku………aaaaa jinki-ssi……….”so eun berteriak senang. Semua orang yang berada di sekitar sana menatap so eun heran, sontak so eun pun menutup mulutnya dan berujar ‘mianhamnida’.

###

Dari tadi kim bum masih berada di dalam kamarnya, ia masih sibuk berpikir bagaimana caranya untuk menghindari perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

“aish apa yang harus aku lakukan?” ujarnya bingung.

“aku tak mau di jodohkan…..sial sekali hidupku, belum sampai 3 hari aku di korea ayah dan ibu sudah merencanakan sesuatu yang macam-macam…..argh apa apaan ini? Kenapa tak hyun joong hyung saja yang di jodohkan…..aku ini masih muda…..”kim bum terus saja menggerutu sampai ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.

“pangeran muda……..paduka raja ingin bertemu dengan anda”ucap salah satu dayang di kerajaan.

‘aish ini pasti ada hubungannya dengan perjodohan?’batinnya.

“ne…..baiklah aku mengerti……katakan saja aku akan segera menemui ayah”perintah kim bum.

“baik pangeran” dayang itu pun sepertinya sudah pergi dari balik pintu kamar kim bum.

Dengan malas kim bum pun keluar dari kamarnya dan menemui sang ayah yang sudah menunggu.

Kim bum sudah duduk berhadapan dengan ayahnya.

“ada apa ayah?”tanya kim bum langsung pada permasalahan, walaupun sebenarnya ia sudah menebak apa yang akan dibicarakan ayahnya padanya.

“perihal perjodohanmu, ayah harap kau bisa menerimanya………”jawab sang ayah.

Kim bum menghela nafas. “apa itu rencana terbaik ayah? Apa tak terlalu cepat untukku?”tanya kim bum, sebenarnya ia sudah mulai kesal.

“itu sudah menjadi kesepakatan kerajaan, nanti malam kau akan bertemu dengan puteri yang akan dijodohkan denganmu. Jadi bersiap-siaplah !!!”perintah sang ayah.

Kim bum hanya diam, tampak dari raut wajahnya yang tidak senang.

“aku belum menyetujui rencana ini, jadi ayah jangan salahkan aku jika aku menolaknya” kim bum berlalu pergi meninggalkan sang ayah menuju kamarnya.

“anak itu, sulit sekali untuk di atur” gerutu ayahnya.

Kim bum menutup kamarnya dengan kencang.

“ah bagaimana ini? Aku tak ingin di jodohkan….dengan siapapun itu kecuali dengan wanita yang aku sukai…..argh………..mereka membuatku pusing saja.”kim bum menghempaskan tubuhnya ke kasur.

“apa aku……meminta bantuan saja kepada hyun joong hyung?”tanyanya sendiri. “tapi sepertinya dia tidak akan mau…..jadi apa yang harus aku lakukan?”kim bum tampak bingung.

###

Malam hari

So eun sudah siap-siap dan berdandan secantik mungkin untuk pergi ke acara ulang tahun bosnya jinki. Ia memakai baju putih seperti gaun yang sederhana. Ia pun pergi menggunakan taksi.

###

Hyun joong baru saja pulang dari kantornya, ya ia pemilik perusahaan tunggal yang di wariskan oleh orang tuanya yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Hyun joong juga  masih merupakan keturunan dari kerajaan Kim  namun tak sekental seperti kim bum. Ia pun pulang menggunakan mobil hitam miliknya. Ketika di perjalanan, dan karena jalanan sedikit gelap hampir saja ia menabrak seorang wanita yang tengah menyebrang jalan, namun untung saja ia keburu menghentikan mobilnya. Wanita itu tampak kaget dan masih berdiri di hadapan mobil hyun joong. Dengan segera hyun joong pun keluar dari mobilnya dan menghampiri wanita itu.

“ah mianhamnida….jalanan gelap jadi aku tak tahu ada orang yang menyebrang”ucap hyun joong.

“ah sudahlah aku tak apa-apa….aku juga meminta maaf karena tak hati-hati menyebrang jalan”balas wanita itu.

“sekali lagi maafkan aku…..”ucap hyun joong.

“ne…………”ucap wanita itu.

“nona…….apa kau baik-baik saja?”teriak seseorang seraya berlari menghampiri wanita itu.

“aku tidak apa-apa jinki-ssi……..”jawab wanita itu.

“kalau begitu ayo sekarang kita pergi….pasti semua sudah menunggu”ajak jinki. Mereka pun pergi sementara hyun joong masih terdiam di tempat.

(ada yang penasaran siapa wanita yang mengenal jinki? Wkwkwk” )

“sepertinya wajah wanita itu tidak asing”gumam hyun joong.

###

Kim bum masih sibuk berpikir bagaimana caranya agar ia dapat menghindari pertemuan antara dirinya dengan puteri yang akan di jodohkan dengannya.

“ayolah berpikir kim sang bum !!!!”ucapnya sendiri.

Setelah beberapa menit berpikir akhirnya ia pun mendapatkan ide yang  bisa di bilang agak nekat.

“baiklah…..lebih baik aku melakukan ini dari pada aku harus di jodohkan dengan wanita yang sama sekali tidak aku kenal….”ucap kim bum mantap.

Perlahan-lahan kim bum membuka jendela kamarnya. Ia melihat area halaman apakah diluar sepi ataukah masih ramai? Ketika ia yakin diluar sana cukup sepi ia pun dengan sembunyi-sembunyi keluar melalui jendela kamarnya. Ya, yang ia pikirkan sekarang adalah kabur dan pergi dari rumah, dengan membawa tas yang seadanya kim bum kabur dengan selamat dan tak ada satu pun orang dalam istana yang mengetahuinya keluar rumah. Ketika ia sudah berhasil melewati semua area halaman istana dan sudah berada di luar gerbang ia pun menghirup nafas lega.

“ah rencanaku berhasil……kemungkinan besar rencanaku ini akan membuat perjodohan di batalkan”ucap kim bum. Ia pun berjalan semakin jauh dari istana dan pergi menuju hotel untuk menginap.

@party

so eun sudah sampai di acara ulang tahun bosnya jinki yang sebenarnya juga belum ia ketahui siapa bosnya itu. Ketika ia masuk ke dalam gedung, so eun terlihat celingak celinguk mencari seseorang, siapa lagi kalau bukan jinki. Karena jinki tak juga ia temukan (?) so eun pun duduk di salah satu meja di sana, ia mencoba untuk menghubungi jinki.

“yeoboseyo jinki-ssi, aku sudah datang, kau dimana?”

“ne yeoboseyo…..baiklah aku sudah sampai….kau dimana? Aku akan menemuimu”

“aku ada di dalam gedung, aku memakai gaun putih, aku yakin kau pasti mengenaliku”

“baiklah kalau begitu”

‘kilk’ sambungan telepon ditutup.

“nona…..maafkan aku….aku ada perlu dengan seseorang….mianhamnida aku akan segera kembali” ucap jinki pada wanita yang bersamanya sejak tadi.

“tidak apa-apa, kau temui saja orang itu……”jawabnya.

“baiklah” jinki pun pergi dan mencoba mencari so eun.

Tak lama jinki pun berhasil (?) menemukan so eun yang sedang duduk manis di salah satu meja tamu. Jinki pun duduk di depan so eun.

“annyeong so eun-ssi….apa aku lama?”Tanya jinki seraya menatap so eun.

“aniyo….”jawan so eun dengan senyuman yang manis. “em….kau bilang ini acara ulang tahun bosmu, yang mana bosmu itu?”Tanya so eun.

“bosku………nanti juga kau akan tahu…”jawab jinki yang sepertinya agak gugup. “so eun-ssi, kau tampak lebih cantik, tapi………aku lebih suka dengan dandananmu yang alami saja, tidak usah banyak memakai make up seperti ini”ujar jinki yang membuat so eun sedikit kecewa.

“ah mianhae…..tadinya aku ingin membuat penampilanku sebagus mungkin, tapi ternyata tidak sesuai dengan yang kau harapkan….”ucap so eun seraya menunduk malu.

“ah tidak apa-apa….setidaknya kau sudah berusaha untuk membuat penampilanmu di hadapanku sebaik mungkin”ucap jinki. So eun pun menatapnya.

“ne gomawo…..jinki-ssi kau tampak berbeda……”ucap so eun.

“haha mungkin ini hanya pendapatmu”jawab jinki. “em……so eun-ssi maaf sepertinya aku tak bisa lama-lama, ada yang harus aku urusi dengan temanku….pasti aku akan segera menemuimu lagi…mianhae….” Jinki pun beranjak meninggalkan so eun sendirian lagi duduk di kursi. Sebenarnya so eun agak sedikit kecewa dengan  sikap jinki yang berbeda dengan biasanya, tapi ia mencoba untuk berpikiran baik terhadap jinki.

###

 

Kim bum masih keluyuran di tengah jalan. Karena merasa haus ia pun hendak membeli minuman kaleng pada mesin kaleng yang ada di hadapannya sekarang. Ia pun merogoh saku celananya untuk mengmbil uang. Namun………….

“mwo? Mwo? Mana dompetku?”kim bum agak panic karena di dalam saku celananya tak ada dompet. Ia pun membuka tasnya lalu mengobrak-abrik isinya siapa tahu dompetnya tersimpan di dalam tas, namun naas sepertinya nasib seorang pangeran kim bum kurang beruntung. Sama sekali tak ada dompet di dalam tasnya. Rasa panik mulai mengerubuni (?) pikirannya.

“ah mampus…..dompetku tertinggal di kamar….aissshhhh kau sangat bodoh kim sang bum”geramnya sendiri.

“uang yang aku temukan di  dalam saku celana hanya 50000 won….bagaimana aku mau menginap di hotel? Uang sebanyak ini mana cukup untuk membayar penginapan hanya untuk satu malam saja…..sepertinya untuk makan satu hari pun tak cukup”ucap kim bum lemas.

“oh ya…..kartu kredit…..aish baboya…!!! Semuanya ada di dompetku…..bagaimana ini?”ujar kim bum.

###

Acara ulang tahun pun di mulai, tampak seorang wanita kira-kira 5 tahun lebih tua dari so eun naik ke atas panggung, semua tamu pun bertepuk tangan.

“oh jadi itu bosnya jinki”ujar so eun.

Wanita yang sedang berulang tahun itu pun mengucapkan banyak teriamaksih kepada semua tamu yang sudah hadir. Ketika acara peniupan lilin dan pemotongan kue hampur selesai, so eun sedikit resah karena jinki tak juga kembali menemuinya, ketika di hubungi ponselnya tidak aktif, ya sudah so eun pasrah saja. Kurang lebih 2 jam acara sambutan dan pemotongan kue hampur selesai, So eun merasa bosan terus-terusan duduk di kursi sendirian, sudah 2 jam lebih yang lalu jinki tak juga kembali menemuinya. Akhirnya so eun pun ke luar ruangan untuk menghirup udara sejuk. Ia mengambil segelas jus lalu meminumnya. Ia menatap kolam renang  yang tampak biru karena pantulan dari dasar lantainya.

Tak disadari ia sudah hampir 15 menit berada di luar sendirian, ketika ia hendak pergi ke dalam lagi ia membalikan badannya dan menangkap suatu pemandangan yang tidak enak untuk dilihat. Ketika melihatnya, hati so eun terasa sakit dan seperti di cabik-cabik.

“maltu andwae………”ujarnya membelalakan mata.

Yang ia lihat adalah jinki yang sedang bersama dengan wanita, wanita yang ia lihat di atas panggung tadi yang sedang berulang tahun, mereka duduk berdua di sana. Terlihat jinki memberikan sesuatu kepada wanita itu, kelihatan seperti kotak perhiasan berwarna merah. Jinki pun memberikannya dan wanita itu menerimanya.

“nona….ini hadiah untukmu….aku harap kau menyukainya…..” ucap jinki memberanikan diri.

“ah tapi menurutku hadiah ini terlalu berlebihan, kau bukan siapa-siapa untukku, bahkan kau bukan kekasihku, sebaiknya kau berikan saja ini kepada kekasihmu”ujar wanita itu.

“nona yoon eun hye…..aku mohon terima saja hadiah dariku….lagi pula aku tak mempunyai kekasih” dusta jinki.

‘deg’ serasa di pukul palu hati so eun, sakit rasanya mendengar jinki berkata seperti itu, ia tak menyangka jinki bisa-bisanya berbohong dan tak menganggapnya sebagai kekasihnya lagi?

“kalau kau tak mempunyai kekasih, berikan saja hadiah ini kepada wanita yang kau sukai, bukan untukku. Cukup kau hadir dan membantuku saja dalam acara ulang tahunku ini sudah menjadi hadiah yang berharga” tolak wanita itu yang ternyata bernama lengkap Yoon Eun Hye.

“nona bilang, sebaiknya aku memberikan ini kepada wanita yang aku sukai…..tapi wanita yang aku sukai adalah nona………..”ucap jinki.

“mwo…..? jangan bercanda denganku jinki-ssi” kaget eun hye.

So eun yang mendengar perkataan jinki yang seperti itu samakin terluka, tak tahu kenapa tiba-tiba saja ia ingin mengeluarkan air matanya.

“jinki-ssi……….”ucap so eun.

Jinki mendengar suara wanita yang memanggil namanya, dan itu adalah kekasihnya sendiri yang sedari tadi melihat dirinya bersama eun hye nona.

‘akhirnya dia sudah mengetahuinya juga, maafkan aku so eun-ssi’ gumam jinki dalam hati.

Eun hye menatap so eun dan jinki bergantian……..

So eun cepat-cepat pergi dan berlari dari sana, air matanya tumpah seketika setelah melihat kejadian itu.

“nona maaf, aku pergi dulu sebentar…….”ucap jinki lalu berlari mengejar so eun.

So eun menghapus air matanya sendiri, ia masih menangis dan tak percaya dengan apa yang ia lihat, ternyata selama ini jinki sudah tak mencintainya lagi, ia sudah menyukai wanita lain. Namun tiba-tiba ada seseorang yang menahan pundaknya.

“so eun-ssi”ucap jinki. So eun menoleh lalu menatap jinki.

“sekarang kau sudah tahu sendiri kan?”Tanya jinki yang sepertinya tidak memiliki perasaan bersalah sedikit pun.

“hah sungguh……..ya aku tahu….ini rencanamu kenapa kau mengundangku kemari….aku tahu sekarang……”jawab so eun dengan air mata yang di tahan. So eun pun memandang tangannnya sendiri lalu menatap cincin yang terpasang di jari manisnya.

“dulu ketika kau menyatakan perasaanmu padaku kau memberikanku ini kan? Sama seperti yang kau lakukan barusan, apa kepada setiap wanita kau selalu memberikan hal-hal yang seperti ini?”Tanya so eun seraya berusaha melepaskan cincin yang merupakan pemberian jinki tahun lalu. Jinki menatap so eun.

“kau sudah tahu itu, jadi hubungan kita sekarang berakhir”ucap jinki.

“ya aku tahu, dan sepertinya aku juga tak membutuhkan ini lagi” so eun membuang cincin itu lalu pergi meninggalkan jinki yang masih mematung. Jinki menatap cincin yang di buang so eun lalu mengambilnya.

“aku harap juga begitu…..”ucap jinki.

###

Kim bum sedang duduk di bangku taman sendirian, ia sangat pusing harus tidur dimana sekarang. Apalagi cuacanya lumayan dingin.

“aish mau tidur diamana aku sekarang? Apa aku tidur disini saja? Ash andwae……”ujar kim bum seraya mengacak-acak rambutnya.

“lebih baik aku mencari tempat yang ramai saja……”ucapnya.

###

So eun sedang berada di tempat minum di pinggir jalan sekarang. Tak seperti biasanya jika ada masalah ia minum minuman soju seperti ini, mungkin karena saat ini hatinya sangat terluka karena hubungannya dengan jinki sudah berakhir. Sudah hampir 1 botol minuman yang ia habiskan. Pipinya merah dan ia berbicara tak karuan, nama jinki yang ia sebut-sebut. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang ke tempat minum itu, ia duduk satu meja di depan so eun.

“disini cukup ramai……baiklah minum sedikit mungkin akan lebih menghangatkan tubuhku”ujar pria itu. Ia pun memesan satu botol soju.

“hum…..ada saja wanita yang minum sebanyak itu….’ucap kim bum seraya menatap wanita itu yang ternyata adalah so eun. So eun juga kebetulan menatap pria itu dan terlintas bayangan jinki pada wajah pria itu.

“aishhhh jinki-ssi, kau ada disini juga?”ucap so eun ngawur seraya menghampiri pria yang sedang duduk itu. Pria itu terlihat heran.

“jinki?siapa yang dia maksud? Kenapa melihatku dan mengampiriku? Ah pasti wanita ini sudah mabuk berat”tebak si pria.

“jinki-ssi, aku membencimu !!! hahaha kau ini laki-laki yang aku benci, tapi kenapa aku bisa menyukai laki-laki sepertimu”so eun berbicara ngawur pada pria yang sama sekali tak ia kenal di hadapannya.

“aissh ada apa dengan wanita ini?” si pria itu agak risih.

“ini anak muda minumanmu……sudahlah sebaiknya kau bawa pulang saja kekasihmu !! dia sudah mabuk berat, dia sudah menghabiskan 1 botol lebih soju disini”ucap bibi bibi yang menjual minuman.

“mwo? Maksudmu siapa? Wanita ini? Aku tak mengenalnya sama sekali”sanggah pria itu.

“aku tahu hubungan kalian sedang bermasalah, jadi lebih baik kau antarkan dia pulang !!! ini sudah malam…..lihat saja disini sudah tidak ada siapa-siapa…..”ucap bibi bibi itu.

“tapi aku…….aku tak mengenalnya sama seklai….”ucap pria itu ngotot.

“aiisshhh jinki-ssi kau tidak usah berteriak seperti itu”ucap so eun yang masih dalam keadaan mabuk sambil menutup telinganya.

“hey siapa kau? Aku ini bukan jinki, tapi KIM BUM !!!” ucap si pria yang ternyata adalah ‘pangeran’ kim bum.

“sudahlah anak muda….pulang saja dan bawa kekasihmu, aku mau menutup tokonya….”ucap si bibi sambil membereskan gelas dan botol yang berantakan. Terpaksa kim bum pun memapah so eun.

“hey kau….kau bisa pulang sendiri kan? Lagi pula aku tidak tahu dimana rumahmu”ucap kim bum seraya melepaskan tangan so eun yang ia sandarkan pada pundaknya (aduh gimana yah susah dijelasinnya wkwkwk pokonya kim bum tuh mapah so eun lah hahaha).

“ya jinki-ssi, kau lupa apartememku? Aish dasar kau ini pelupa….apartemenku di gangnam-gu seoul, apa kau ingat? Sudahlah antarkan aku pulang, aku sangat capek jinki-ssi…”jawab so eun yang masih dalam keadaan mabuk.

“hey sudah ku bilang aku ini kim bum bukan jinki”kim bum sepertinya tidak mengerti dengan keadaan so eun yang sedang mabuk.

“jinki-ssi sejak kapan kau mengubah namamu menjadi kim bum? Itu terdengar lucu hahaha” so eun tertawa seraya berjalan sempoyongan.

“yasudah kalau begitu aku akan mengantarmu pulang, tadi apartemen di daerah gangnam-gu kan?tanya kim bum. So eun mengangguk.

“kemarikan tasmu….!!”ucap kim bum seraya mengambil tas milik so eun dari tangannya. Kim bum pun membuka isi tas itu lalu mencari kartu pengenal di dalamnya. Kim bum mengambil kartu pengenal yang sudah ia temukan lalu memperhatikannya, kim bum pun menoleh ke arah so eun yang berdiri dengan sempoyongan.

“jadi namamu Kim So Eun? Ah yasudah aku akan mengantarmu”ucap kim bum pasrah.

“tapi kau gendong aku, aku tak kuat untuk berjalan…ayolah….eeemmm”pinta so eun.

“aiish menyusahkan saja kau, yasudah naiklah”ucap kim bum. Kim bum pun menggendong so eun. Di perjalanan tak henti-hentinya so eun bernyanyi dan berteriak tak karuan dan itu semakin membuat kim bum jengkel.

“aish kau berisik sekali”gerutu kim bum.

“ah jinki-ssi kepalaku pusing sekali, perutku mual….”ucap so eun.

“hey….awas saja kalau kau muntah….!”cegah kim bum.

Namun tetap saja, tiba-tiba so eun muntah tepat di baju kim bum. “uuoooo uoooo……….” So eun memuntahi baju kim bum.

Kim bum kaget “ya kau………….aishhhhhhhhh andwae menjijikan………….”

###

Ayah  dan ibu kim bum beserta neneknya terlihat sedang berkumpul di ruang tamu yang sangat khusus, malam ini adalah malam pertemuan kim bum dengan seorang wanita yang akan di jodohkan dengannya, yang merupakan dari kalangan kerajaan pula. Terlihat mereka sedang berbincang.

“senang sekali kami bisa mengundang kalian kemari” ujar ayah kim bum.

“ne……kami sungguh berterimakasih” ujar rekan ayah kim bum yang puterinya akan di jodohkan dengannya.

“puterimu cantik sekali, aku yakin pasti cucuku akan langsung menerima perjodohan ini”puji nenek kim bum.

“aku harap juga seperti itu”jawab ibu dari puteri yang akan dijodohkan dengan kim bum.

“pak jung coba panggil kim bum kemari!” perintah ibu kim bum.

“baiklah paduka ratu” pak jung pun bergegas menuju kamar kim bum yang berada di atas.

Tapi ketika pak jung sudah sampai di depan pintu kamar sang pangeran, entah kenapa pintu itu tak juga di buka setelah pak jung beberapa kali mengtuk pintu dan memanggil sang pangeran. Akhirnya pak jung pun membuka pintu tersebut yang ternyata tidak di kunci. Alangkah kagetnya pak jung karena pangeran kim bum tak berada di kamarnya. Dengan segera ia pun menghampiri paduka raja dan ratu kemudian memberitahukan jika pangeran kim bum tidak ada.

“bagaimana bisa? KIM BUM, anak itu…………” paduka raja terlihat geram dengan kelakuan anaknya.

~continued~

please leave a comment ! dont be silent readers. hargai author yang buat ya…..kalo kurang dari 10 komen ga bakalan di lanjut….

 

 

26 thoughts on “He is a prince ??? (part 1)

  1. Mmm… Pas awal baca jdi inget salah satu fanmadex bumsso… Ceritanya hampir mirip, cuma gak tau deh lanjutannya… Baca lanjutannya dulu deh, ^^v

  2. 안녕 aku readers bru^^
    Bisa dibilang aku seorang MATES ahahaa😀
    Huuumm.. Crita FFnya ttng kerajaan2.. Aku sukaaa..
    Yaudah aku mau lanjut baca lg🙂

  3. wooooo.. kim bum seorang pangeran..
    like it !!
    hehehehe..
    aduh, so eun pkek muntah lgi.. ck ck
    jinki jhaaat … gk, bgus jinki ! dgan begitu so eun bsa sma kim bum…

  4. Jinki jahat sekali pada soeun, kasihan soeun sudah di marahi oleh bosnya, kemudian diputuskan.
    Apa kimbum dan soeun akan bertemu? Jadi penasaran nih

  5. AQ readers Baru…..seru bangat tapi oppa bum Sama unni so run sama sama bal as dendam si kerna oppa kencan Sama moon geung Yoon Dan unni kencan Salam junho oppa 2PM.kayak balas dendam nie. AQ harap mereka jadian ya.

  6. Unnie so eun mabuk berat ternyata, kasian kan bumpa di muntahin sm unnie so eun.
    Adu siapa sih sebenernya putri yg mau di jodohin dgn bumppa.

  7. haha kocak, sang pangeran kabur demi menghindari perjodohan.. dan dompetnya ga kebawa wkwk .

    iish itu cowonya sso, si jelmaan ayam tega banget sih.
    cara dia mutusin itu pengecut bgt, masih bagusan kalo dia bilang putus diawal… heeee ini malah merencanakan sesuatu yg menyakitkan heu..

    tp ga apa2 lah yg penting putus lol

    dan dimulailah petualangan seru bumsso..
    asli pertemuan pertama yg konyol hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s