He is a prince ??? (part 10)

He is a prince ??? (part 10)


Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye, Jung So Min, Ji Yeon, Min Ji

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

 

Review last episode

“maka dari itu kita buat rencana….karena aku juga sepertinya sudah ada seseorang yang aku sukai” balas tae yeon.

“ya aku mencintai orang lain” tambah kim bum.

“rencana seperti apa?” tanyanya.

“orang tua kita terlalu berangan-angan untuk menjodohkan kita. Jadi…ketika hari perjodohan……maksudku ketika hari pertunangan kita tiba….kita bawa pasangan masing-masing….bagaimana?” tawar tae yeon.

Kim bum berfikir, ia setuju saja dengan ide tae yeon namun apakah so eun mau? Atau apakah so eun akan memaafkannya atau bahkan semakin membencinya?

###

So eun melihat berita di televisi.

‘pangeran Kim Sang Beom telah di jodohkan’

So eun terhenyak melihat berita itu. Dadanya sesak, sangat sesak dan sakit. So eun segera mematikan televisinya.

###

“apa-apaan ini?” Tanya kim bum setelah ia melihat tayangan di televisi mengenai dirinya. Kim bum segera mematikannya dan melempar remote control itu ke sembarang tempat. Kim bum mendengus dengan sangat kesal.

“apakah ini yang di rencanakan hyung? Bagaimana kalo so eun melihatnya juga? Aishh hyung kau……….” Kim bum langsung keluar kamarnya dan pergi menemui hyun joong yang sedang berada di taman kerajaan. Duduk santai sambil menyesap tehnya.

“ya hyung kau gila, sebenarnya apa yang kau lakukan itu?” Tanya kim bum dengan suara keras. Hyun joong menoleh ke arahnya lalu tersenyum.

“kau sudah melihatnya?”Tanya hyun joong santai.

Kim bum mengerutkan keningnya. “jadi ini rencanamu?”Tanya kim bum.

“ah baiklah akan aku ceritakan. Duduklah !“ suruh hyun joong, ia menopang dagu dengan ke dua tangannya.

Kim bum duduk berhadapan dengannya.

“bisa kau jelaskan apa maksudmu itu hyung?” Tanya kim bum lagi, ia sudah tak sabar ingin segera mendengar penjelasan mengenai apa yang di rencanakan oleh hyun joong itu.

“aku membuat berita seperti ini agar media terfokus pada rencana perjodohnamu, apa kau sudah lihat siapa wanita yang di jodohkan denganmu dalam berita itu?” Tanya hyun joong sambil tersenyum ke arah kim bum.

Namun kim bum semakin tak mengerti. “wanita siapa maksudmu? Kim tae yeon?” Tanya kim bum.

“jadi kau belum melihatnya?” Tanya hyun joong menatap kim bum.

“melihat apa? Sudahlah hyung jangan berbelit-belit ! katakan saja langsung” desak kim bum, ia semakin tak mengerti arah pembicaraan dengan hyun joong.

“ah berarti sebentar lagi kau akan tahu” ujar hyun joong. “ kau tunggu saja !” lanjutnya seraya menepuk bahu kim bum, lalu pergi meninggalkannya yang masih diam mencerna pembicaraan antara mereka.

“argh……. semakin sulit saja” kesal kim bum seraya mengacak rambutnya.

###

Hari ini so eun tidak semangat bekerja, pikirannya terus saja berputar-putar tentang berita perjodohan kim bum. So eun duduk di salah satu meja pengunjung sambil melamun.

“so eun-ah ada apa denganmu?” Tanya hye sun seraya menepuk bahu so eun. So eun sadar dan langsung menghela nafas.

“tidak ada apa-apa” dusta so eun.

“jangan berbohong, kau kelihatan berbeda. Sebaiknya kau ceritakan padaku ! apa yang terjadi?” pinta hye sun, ia heran melihat so eun yang menjadi aneh seperti ini.

“aku sudah bilang tidak ada apa-apa ! sebaiknya kita kembali bekerja” so eun mengalohkan topic pembicaraan.

Hye sun merasa semakin heran dengan sikap so eun. “apa ada hubungannya dengan jinki lagi?” Tanya hye sun.

So eun melihat ke arahnya. “jangan bicarakan lagi tentang pria itu. Aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya…..” jawab so eun dengan ekspresi yang sedikit dingin ketika hye sun mengungkit masalah jinki lagi. So eun pun pergi ke dapur sementara hye sun masih memandangnya dengan heran.

“aihhh ada apa dengannya? aneh sekali…akhir-akhir ini sifatnya jadi berubah ! aku harus mencari tahu” ujar hye sun.

###

Tae yeon mengajak jinki untuk bertemu. Mereka bertemu di cafeteria green fresh (?) siang ini.

“maaf aku sedikit telat” ujar jinki ketika ia baru sampai.

“tidak apa-apa…duduklah !” suruh tae yeon. Jin ki pun duduk berhadapan dengannya.

“apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya jinki langsung.

“sebaiknya kita pesan makanan dulu….apa kau belum makan?”Tanya balik taeyeon, tak ingin terburu-buru.

“ah baiklah, aku juga belum sempat makan” jawab jin ki. Mereka pun memesan makanan lalu saling diam. Tak lama pesanan datang.

Tae yeon dan jinkki terlihat memakan pesanan mereka.

“jinki-ssi…….” Ujar tae yeon. Jinki menoleh ke arahnya dan agak membiarakan makanannya.

“aku mengajakmu kemari karena ingin membahas mengenai bantuanmu itu” ujar tae yeon.

“oh…..memangnya apa yang ingin kau rencanakan?” Tanya jin ki, meminum air putih lalu meletakkan kembali gelasnya.

“aku sudah bertemu dengan pria yang di jodohkan denganku, dan ternyata dia juga tidak setuju dengan perjodohan ini. Seminggu lagi kami akan segera bertunangan” jelas tae yeon.

“benarkah? Bagus kalau begitu……kau tak usah susah payah untuk membatalkan perjodohanmu” tanggap jinki.

“tapi…..ini bukan hal yang mudah untuk kami membatalkannya begitu saja…..karena kedua orang tuaku dan kedua orang tuanya sama-sama keras kepala, apalagi ayahku” cerita tae yeon seraya menarik nafas, lalu membuangnya.

“oh begitu……baiklah karena aku masih berhutang budi padamu aku akan membantumu….apa rencanamu?” Tanya jinki. Tae yeon menatapnya ragu.

“kau……..apa kau mau pura-pura menjadi kekasihku?” Tanya tae yeon dengan hati-hati. Saat mengatakannya entah kenapa jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.

“menjadi kekasihmu?” ulang jinki. Tae yeon mengangguk.

“baiklah……..sebisaku aku akan menjadi kekasih pura-puramu dengan baik…….”ujar jinki seraya tersenyum.

“benarkah? Kau setuju?” Tanya tae yeon, hanya untuk memastikan.

Jinki mengangguk, dan kembali melahap makanannya. Tae yeon tersenyum.

###

Hyun joong menemui yoon eun hye hari ini. Karena berkat yoon eun hye juga rencananya sudah terlaksana. Walaupun mungkin entah itu berhasil atau tidak.

“terimakasih, kau sudah mau membantuku” ujar hyun joong.

“tidak apa-apa, aku senang bisa membantumu dan adik sepupumu itu. Pangeran kim bum”balas eun hye memamerkan senyumnya.

“tapi….apakah ini akan berhasil?”Tanya eun hye.

“semoga saja…..tadi kim bum malah marah-marah padaku. Sepertinya dia belum terlalu paham dengan apa yang aku rencanakan” ujar hyun joong seraya tertawa kecil.

“benarkah? Sebentar lagi juga dia akan tahu yang sebenarnya….kim bum akan berterimakasih kepadamu”balas eun hye.

“tapi………bagaimana dengan kim so eun itu? Apa dia sudah mengetahuinya?” Tanya hyun joong.

“entahlah….bagaimana pun juga aku telah merasa bersalah kepadanya waktu itu. Aku sekarang ingin membuatnya senang….tunggu saja”jawab eun hye seraya mengaduk jus lemon nya.

“baiklah, kita tunggu sama-sama bagaimana reaksi mereka” ujar hyun joong. Hyun joong menyesap kopinya. Eun hye melihatnya ragu, ada yang ingin ia tanyakan pada hyun joong.

“hyun joong-ah……”panggil eun hye. Hyun joong sontak menoleh.

“apa kau sendiri akan senasib dengan kim bum. Ah maksudku……..”

“di jodohkan?” potong hyun joong.

“ah ya….apa kau juga akan di jodohkan?” Tanya eun hye. Hyun joong malah tersenyum.

“entahlah…tapi aku harap tidak…..aku kan hanya kerabat kerajaan saja, berbeda seperti kim bum walaupun aku juga seorang pangeran. Tapi kau tahu kan siapa yang akan menjodohkanku kalau orang tuaku saja sudah tidak ada” jelas hyun joong seraya menatap eun hye.

“maaf, aku tidak bermaksud……….”

“tidak apa-apa” potong hyung joong ‘lagi’ seraya tersenyum ke arah eun hye.

###

Hari sudah gelap, sudah saatnya so eun dan hye sun pulang kerja. Mereka pulang naik bus. Tak seperti biasanya kini so eun hanya diam tak mengajak hye sun untuk bicara ketika mereka sedang dalam perjalanan. Sampai tiba saatnya hye sun untuk turun.

“so eun-ah……aku duluan…hati-hati…..”pamit hye sun pada so eun.

So eun mengangguk dan membalas senyuman hye sun.

“hati-hatilah” ujar so eun.

Hye sun pun turun dengan perasaan aneh karena masih heran dengan sikap so eun.

“lebih baik aku hubungi bos saja” gumam hye sun. Ia pun memilih untuk merogoh ponselnya dan menghubungi geun young.

Hye sun berusaha menghubungi geun young sambil berjalan di tengah malam seperti ini. Ketika ia sedang berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya, orang dari arah yang berlawanan dengannya. mengakibatkan ponsel milik hye sun terjatuh.

“ya…ponselku…..” teriak hye sun.

Orang yang menabraknya pun segera menghampiri hye sun dan langsung memungut ponsel miliknya, lalu menyerahkannya dengan terburu-buru.

“maaf noona aku tidak sengaja, maafkan aku….aku buru-buru …” ujar laki-laki itu.

Hye sun hanya menatapnya dengan heran seraya mengambil ponselnya dari tangan pria itu.

“maaf noona, jika ada apa-apa dengan ponselmu hubungi aku saja…aku Lee Min Ho….ini nomorku ponselku…kau bisa menghubungiku…maaf aku sudah hamper telat bekerja” ujar laki-laki yang ternyata lee min ho itu. Lee min ho segera pergi dan berlari meninggalkan hye sun.

“telat bekerja katanya? Ini sudah malam kenapa telat bekerja? Apa orang itu sedang mengigau? Aneh………” ujar hye sun seraya menatap kartu pengenal orang itu, ia pun memasukannya ke dalam tas. Lalu kembali berjalan seraya menghubungi geun young.

###

Geun young sedang duduk di kursi menghadap televise. Tiba-tiba ponselnya bordering. Ternyata itu dari hye sun.

“ada apa hye sun?” Tanya geun young setelah mengangkat telponnya.

“………..”

“so eun? Memangnya ada apa dengannya?

“………”

“aku juga penasaran sebenarnya apa yang terjadi padanya akhir-akhir ini”

 “………”

 “oh baiklah,  kita bicarakan besok…….”

###

Kim bum tidak bisa tidur karena ia terus saja terpikir dengan apa rencana hyun joong sebenarnya. Ia menatap ponselnya. Tak ada satu pun telpon atau pesan yang masuk dari seseorang yang ia harapkan. Siapa lagi kalau bukan kim so eun. Tiba-tiba ponselnya bergetar, dengan cekatan kim bum mengambilnya. Ia kira itu dari so eun, tapi ternyata dari kim tae yeon. Wanita yang akan di jodohkan dengannya. dengan mala skim bum pun mengangkatnya.

“yeoboseyo ada apa?” Tanya kim bum.

“bagaimana apakah kekasihmu itu sudah setuju?” tany tae yeon.

“kekasih?……dia bukan……..”

“bagaimana? Apa dia setuju atau tidak?” desak tae yeon.

“aku belum bicara dengannya, aku pun belum bertemu dengannya” jawab kim bum.

“kau sendiri bagaimana?” Tanya kim bum.

“dia setuju……kalau begitu cepat beritahu dia…..” perintah tae yeon.

“baiklah besok aku akan berusaha menemuinya” jawab kim bum.

“baguslah kalau begitu” ujar tae yeon.

“tapi………agar ayah dan ibuku tak curiga apa yang akan aku lakukan….kau bilang pada mereka kalau aku akan pergi kencan denganmu” pinta kim bum.

“aku takut mereka tidak akan percaya dengan apa yang aku katakana” lanjut kim bum.

“baiklah-baiklah…….kau tenang saja” balas tae yeon.

“yasudah……..”

Sambungan telpon pun di tutup.

Kim bum menghela nafasnya.

“so eun….kau tunggu aku” ujarnya.

###

Keesokan harinya.

So eun bersiap-siap untuk berangkat bekerja hari ini, ia tak bersemangat untuk sarapan. Sepatu yang ia pakai hari ini adalah sepatu pemberian kim bum, namun belum sempat ia pergi so eun malah menyimpannya dan menggantinya dengan sepatu lain. So eun pun pergi tanpa menggunakan sepatu itu.

Ketika ia berjalan, so eun berpapasan dengan minji dan ji yeon yang hendak pergi sekolah.

“hei eonni………” teriak ji yeon. So eun menoleh ke arah mereka.

Min ji dan ji yeon pun segera menghampiri so eun.

“apa kau naik bus eonni?” Tanya min ji.

So eun mengangguk.

“kau kenapa? Ada apa denganmu eonni?” Tanya ji yeon heran.

“ah aku tidak apa-apa….ayo sebaiknya kita segera berangkat” jawab so eun seraya berjalan mensahului mereka.

Min ji dan ji yeon saling pandang.

“kenapa dengannya?” heran min ji.

“aku tidak tahu……..” jawab ji yeon seraya mengangkat bahunya.

“ya so eun eonni….tunggu kami…….”teriak ji yeon dan minji seraya berlari menghampiri so eun.

###

“benarkan bos…lihat kelakuan so eun ! dia jadi pendiam begitu !” bisik hye sun pada geun young ketika mereka sedang memperhatikan so eun yang sedang mengelap meja dengan lemas.

“aku juga penasaran……apakah memang benar ini tidak ada hubungannya dengan cinta?” tany geun young.

Hye sun Nampak berpikir lalu menggeleng.

“tidak, kemarin dia bilang bukan karena si jinki itu” jawab hye sun.

“mungkin dengan pria lain?” Tanya geun young lagi. Hye sun segera menatap geun young.

Tiba-tiba hye sun teringat kejadian waktu itu.

“ya so eun-ssi, aku masih menyukaimu” ujar jinki.

“mianhae…tapi tidak denganku…..aku sudah menyukai orang lain” teriak so eun.

Kening hye sun tampak berkerut.

“ah bos……..aku tahu…….waktu itu jinki-ssi pernah datang kemari…mengajak so eun bicara. Tapi so eun menolaknya dan bilang jika ia sudah menyukai orang lain. Ya aku ingat…”ujar hye sun.

“benarkan? Ini masalah cinta !!!” ujar geun young seraya tersenyum.

“tapi siapa pria yang so eun sukai itu?” Tanya hye sun penasaran.

“kalian sedang bergosip?” Tanya so eun tiba-tiba seraya menghampiri mereka.

Hye sun dan geun young mendadak kaget.

“ah tidak, aku dan hye sun sedang membicarakan mengenai menu baru disini” dusta geun young. Hye sun mengangguk setuju.

“yasudah, hye sun kau bekerja…so eun kau juga….”ujar geun young lalu pergi meninggalkan mereka menuju ruangannya. So eun malah menatap hye sun dan geun young curiga.

###

Minji dan ji yeon sudah berada di kelas mereka.

“ada apa ini? Kenapa ribut sekali?” Tanya ji yeon pada min ji.

“tidak tahu, mungkin ada gossip baru….” Jawab min ji.

“ah beruntung sekali wanita itu……..bisa dijodohkan dengan pangeran kim sang bum” ucap teman wanita ji yeon dan minji.

“benar-benar…. aku iri padanya, padahal aku sudah bermimpi akan meinkah dengan pangeran”sedih teman wanita yang lain. Ji yeon dan min ji segera menghampiri kumpulan teman mereka yang sedang bergosip.

“ada apa ini?” Tanya ji yeon.

“apa kau belum tahu berita mengenai perjodohan pangeran kim sang bum?” Tanya temannya itu.

Ji yeon dan min ji saling pandang.

“pangeran kim sang bum sudah di jodohkan…lihat ini !” tunjuk temannya pada layar ipad miliknya. Disana ada berita mengenai perjodohan pangeran dan seseorang. Ji yeon dan min ji yang melihat poto pangeran dan poto seorang wanita itu terkejut.

“mwo………? Ini………..” teriak mereka.

###

“kim bum….kau mau kemana malam-malam begini?” Tanya ayahnya.

“aku akan pergi berkencan dengan taeyeon, jadi biarkan aku keluar” jawab kim bum pada ayahnya itu.

“sepertinya kalian cepat akrab ya….baiklah kalau begitu……..pergilah…..!” sang ayah akhirnya member izin juga walaupun tidak tahu maksud kim bum sebenarnya. Kim bum hanya tersenyum simpul.

“baiklah aku pergi”

Kim bum pun keluar tanpa diikuti oleh pengawal-pengawal kerajaan. Ia mengendarai mobil warna hitam miliknya. Sendiri. Menuju apartemen so eun untuk menemuinya.

“ada apa?” Tanya istrinya yang heran melihat sang suami tersenyum seperti itu.

“apa yang aku bilang, kim bum akan suka dengan anak tuan Kim….”ujar ayahnya tersenyum bangga.

“kim tae yeon?” Tanya sang isrti.

“ya benar, aku tak salah memilihnya…..beberapa hari lagi adalah hari pertunanga mereka” ujar paduka raja bangga.

###

Tanpa so eun ketahui, hye sun dan geun young mengikutinya saat pulang. Hye sun menaiki mobil pribadi geun young. Ketika so eun sudah turun dari bus geun young pun ikut memarkirkan mobilnya di tempat yang aman. Lalu turun bersama hye sun mengikuti so eun menuju apartemennya.

“ya mobil siapa ini?” Tanya geun young melihat ada mobil hitam terparkir tak jauh dari mobilnya.

“aku tidak tahu” jawab hye sun.

So eun tak menyadari ada dua orang yang mengikutinya, karena dari kemarin-kemarin perasaanya sangat kacau, jadi ia tak begitu peduli. Beberapa langkah lagi so eun hamper sampai di apartemennya. Ketika ia hendak membuka pintu tiba-tiba ada dua orang yang menghalanginya.

“so eun eonni………..” panggil ji yeon. So eun menoleh ke arah ji yeon dan min ji yang menahan tangannya. So eun pun tak jadi membuka pintu.

“ada apa? Kenapa kalian belum tidur?” Tanya so eun, heran melihat keberadaan mereka.

Hye sun dan geun young memilih menghentikan langkah mereka dan bersembunyi di balik tembok. Mendengarkan pembicaraan mereka.

“aku lelah ingin tidur, sebaiknya kalian juga segera tidur…….”perintah so eun.

“tunggu eonni ! benarkah itu?” Tanya ji yeon.

So eun mengerutkan keningnya.

“apa?” Tanya so eun tak mengerti.

“benarkah?” ulang min ji.

“benar apa?” Tanya so eun semakin tak mengerti.

“ kau di jodohkan dengan pangeran kim bum?” Tanya ji yeon.

So eun membulatkan matanya.

“mwo? Kenapa kalian bertanya seperti itu?” kaget so eun.

“jadi kau belum tahu eonni, tentang berita yang beredar di internet?” Tanya min ji.

“berita tentang apa?” Tanya so eun lagi, so eun semakin tak bisa mengendalikan diri.

“perjodohanmu dengan pangeran kim bum……..!” ucap ji yeon dengan suara lebih keras.

“tidak….mungkin kalian salah lihat….pangeran kim bum tidak di jodohkan denganku ! aku sudah lihat beritanya di televisi….dan itu bukan aku……”tegas so eun, walaupun ia sendiri sebenarnya belum percaya. Sebenarnya apa yang terjadi?.

Hye sun dan geun young yang mendengarnya ikut terkejut.

“mwo? So eun di jodohkan dengan pangeran?” kaget hye sun tak percaya.

“pangeran kim sang bum?” Tanya geun young.

“sudahlah aku lelah dan ingin tidur……..” ujar so eun hendak membuka pintu apartemennya lagi.

“lihat ini eonni ! lihat jika kau masih tak percaya pada kami!” ji yeon menunjukkan ipadnya kepada so eun. So eun terkejut setelah melihatnya.

“mwo? Kenapa…………kenapa bisa seperti ini?” Tanya so eun tak percaya.

Tiba-tiba ada yang membuka pintu apartemen so eun dari dalam. So eun terkejut melihat kim bum ada di dalam.Begitu pula ji yeon dan min ji. Hye sun dan geun young pun sama kagetnya setelah melihat seorang lelaki keluar dari apartemen so eun ketika mereka bersembunyi.

“kau…….?” Kaget so eun melihat kim bum.

“apa? So eun di jodohkan? Dengan siapa?” Tanya kim bum yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka yang cukup berisik itu. Kim bum segera merebut ipad milik ji yeon lalu membaca berita itu. “perjodohan pangeran kim bum” disana terdapat poto kim bum dan poto so eun. Kim bum juga tak kalah terkejut melihatnya.

Kim bum menatap so eun, menyerahkan kembali ipad kepada ji yeon lalu menarik so eun ke dalam apartemen so eun. Kim bum segera menutup pintunya. Ji yeon, min ji, tak lupa hye sun dan geun young yang melihat itu kaget.

“kau……..mau apa kemari?” Tanya so eun.

“so eun-ssi…………” ujar kim bum.

“lebih baik kau pergi !” perintah so eun ketus.

“hey…….aku merindukanmu !” ucap kim bum seraya memeluk so eun. Namun so eun hanya diam, lalu melepaskan pelukan kim bum.

“apa maksudmu dengan semua ini?” Tanya so eun.

“apa?” Tanya kim bum.

“mengenai berita itu ! apa yang sebenarnya kau lakukan?” Tanya so eun lagi.

“aku tidak tahu…aku sendiri tidak tahu kenapa wanita yang di jodohkan denganku dalam berita itu adalah kau…….”jawab kim bum.

“memangnya siapa wanita yang di jodohkan denganmu itu sebenarnya?” Tanya so eun.

Lebih baik kau pulang saja ! aku sudah benar-benar lelah” pinta so eun.

“apa kau tidak merindukanku?” Tanya kim bum.

So eun diam, tak mengeluarkan sepatah katapun.

“kau tahu, aku hampir mati karena merindukanmu….”jawab so eun tiba-tiba.

Kim bum terkejut mendengarnya.

“benarkah?” Tanya kim bum tak percaya.

“ya….jadi apa tujuanmu kemari?” bentak so eun.

Kim bum tersenyum senang.

“sudah ku kira kau juga merindukanku juga hahaha” tawa kim bum.

“heh…jika tidak ada perlu….lebih baik kau pergi saja….aku benar-benar ingin tidur” ucap so eun seraya berusaha mendorong kim bum keluar.

“ya……..so eun-ssi, kenapa tiba-tiba kau jadi galak lagi?” Tanya kim bum.

“kenapa juga kau tiba-tiba menyebalkan lagi huh?” Tanya balik so eun.

“heh kim so eun…….ini adalah rencana hyun joong hyung ! kau tahu kan beberapa hari lagi aku akan melakukan pertunangan dengan wanita yang sama sekali tidak aku sukai !” ujar kim bum.

So eun diam dan menatap kim bum.

“aku tahu……..tapi, lebih baik kau pulang saja !” perintah so eun.

“heh kau ini bodoh atau bagaimana? Kau juga menyukai ku kan? Sudah bilang saja ! aku akan membatalkan perjodohannya dan akan bertunangan denganmu” ujar kim bum.

So eun malah mendorong kim bum untuk keluar.

“tidak…..sebaiknya kau pulang saja” usir so eun sampai kim bum keluar dari apartemennya.

“ya….ya….kim so eun…..yasudah……….kau tinggal terima saja apa yang akan aku lakukan” teriak kim bum.

So eun malah masuk ke dalam kamarnya. Entah kenapa ia begini, seharusnya ia senang kim bum datang menemuinya. Tapi kenapa ia malah bersikap seperti ini? So eun hanya bisa menanggis sendiri. Kim bum menggarus rambutnya dengan kecewa. Kenapa so eun malah memberikan tanggapan seperti ini. Kim bum pun memilih pulang dengan perasaan kecewanya.

Geun young dan hye sun masih bersembunyi, mereka tak tahu kalau so eun pernah memiliki hubungan dengan pangeran itu.

“kalian siapa? Sedang apa disini?” Tanya ji yeon dan minji.

Hye sun dan geun young terkejut melihat kedatangan mereka.

“ah…..kalian temannya so eun eonni?” Tanya min ji.

Hye sun dan geun young cepat-cepat mengangguk.

“bisa kalian ceritakan sebenarnya apa  yang terjadi dengan so eun?” pinta geun young.

###

“jadi, pangeran kim bum pernah tinggal di apartemen so eun selama beberapa hari?” kaget hye sun setelah mendengar penjelasan ji yeon dan min ji.

“ya, mungkin selama satu atau dua minggu” tambah ji yeon.

“tapi kenapa so eun tak pernah cerita?” tanya hye sun.

“pangeran kim sang bum itu penipu !” ujar min ji.

Semua serentak menoleh ke arah min ji meminta penjelasan.

“awalnya kami tidak tahu jika min jae oppa adalah pangeran, mungkin so eun eonni juga tidak tahu. Pangeran kim bum mengaku dirinya adalah Ha min jae ! Orang miskin yang tak punya apa-apa, maka dari itu so eun eonni menolongnya dan mengajaknya tinggal di apartemennya”jelas min ji.

“oh jadi ini yang membuat so eun seperti ini?” tanya geun young terlebih kepada dirinya sendiri.

Sementara hye sun masih asik dengan pemikirannya sendiri mengenai masalah ini.

“dan . . . . . . .sepertinya pangeran kim bum menyukai so eun eonni” ujar ji yeon, membuat hye sun dan geun young meninggalkan pemikiran mereka itu.

“mwo?” kaget hye sun dan geun young.

Min ji dan ji yeon mengangguk.

“tapi. . . . .aku belum mengerti tentang masalah perjodohan itu” ujar ji yeon.

“aku juga” tambah min ji.

“ini di luar dugaan. Baiklah terimakasih karena kalian sudah menceritakan yang sebenarnya. Kami akan mencari tahu sendiri tentang berita perjodohan itu”ujar geun young.

Hye sun kembali merenung sampai akhirnya hye sun bicara.

“aku ingat sesuatu” ujarnya.

“sepatu itu ! Dan berita yang waktu itu ! Jadi benar, sepatu itu pemberian pangeran kim sang bum. Ah kenapa aku sampai tak memikirkan sampai kesana” ucap hye sun.

Semuanya menatap bingung.

###

Sepulang menemui so eun, kim bum langsung masuk ke kamar hyun joong dan merebahkan dirinya pada kasur. Kim bum terlihat diam dan sesekali menarik nafasnya dengan berat.

“kenapa dia jadi seperti itu?” tanyanya pada diri sendiri. Kim bum berdecak kesal dan kecewa.

“ah kenapa jadi seperti ini?”

hyun joong yang baru keluar dari kamar mandi kaget melihat kim bum sudah berada di dalam kamarnya.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya hyun joong.

Kim bum menarik nafas lalu merubah posisinya. Ia duduk di tepi kasur seraya menatap hyun joong.

“jadi itu rencanamu?” tanya kim bum lirih.

Hyun joong ikut duduk di samping kim bum.

“kau sudah tahu? Bagaimana?”tanya hyun joong.

“rencana gilamu tidak berhasil ! Apa kau akan bertanggung jawab?” tanya kim bum.

“maksudmu?” hyun joong belum paham apa yang terjadi dengan kim bum.

“dia tetap tidak ingin menyetujuinya. Ah bagaimana ini? Benar-benar membuatku frustasi” kesal kim bum.

“kim so eun?”

“ya, siapa lagi kalau bukan dia? Bagaimana jika ayah dan ibu tahu tentang berita itu? Mereka akan marah besar !, wanita itu bukan tae yeon tapi so eun” desak kim bum.

Hyun joong masih berpikir.

“ah aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini”ujar hyun joong akhirnya.

“kau harus melakukan sesuatu ! Aku tidak ingin ada sesuatu yang terjadi dengan so eun” pinta kim bum seraya keluar dari kamar hyun joong. Hyun joong segera meraih ponselnya untuk menghubungi eun hye.

“yeoboseyo. Sepertinya rencana kita tidak berjalan dengan baik” ujar hyun joong.

“ya sepertinya begitu. Banyak para wartawan di luar sini ! Sepertinya mereka sedang mengincar so eun untuk di mintai penjelasan” jawab eun hye.

“benarkah? Aku harus segera memberi tahu kim bum. Kau pastikan tidak akan ada apa-apa yang terjadi disana”

“baiklah”

sambungan telp di tutup.

###

kim bum sedang mendumel sendiri di kamarnya.

“apa yang harus aku lakukan?” tanyanya.

Kim bum meraih ponselnya, ia ingin menghubungi so eun. Namun so eun tak juga mengangkatnya. Kim bum pun pasrah dan hanya diam sampai hyun joong masuk ke dalam kamarnya.

“kim bum, kau harus menghubungi so eun” ujar hyun joong tiba-tiba.

“ada apa? Sudah beberapa kali aku menghubunginya tapi tetap tak ia angkat” lirih kim bum.

“ada sesuatu yang terjadi” ujar hyun joong.

“ada apa?” tanya kim bum tak sabar melihat hyun joong dengan gelisah seperti itu.

“banyak wartawan media yang berada di luar sana untuk mencari penjelasan dari so eun, jika orang tua mu tahu tentang ini mereka akan marah dan akan semakin mempercepat pertunanganmu” jelas hyun joong.

“arrgh ini semua gara-gara rencana gila mu, jadi apa yang harus aku lakukan?” tanya kim bum dengan kesal.

“hanya dengan cara ini . . . . . . . . . .” ucap hyun joong membisikannya pada kim bum.

“mwo apa-apaan kau ini? Rencana ini semakin gila . . . .aku tidak mau !!!” tolak kim bum.

“bukannya kau tidak mau ada apa-apa yang terjadi dengan so eun?” tanya hyun joong. Kim bum hanya diam, mencoba untuk mengambil keputusan.

###

So eun baru saja berangkat untuk bekerja, tapi ketika ia baru keluar dari apartemen dan hendak menaiki bus, segerombolan waratawan menyerbunya dan langsung melempari dengan beberapa pertanyaan yang membuatnya pusing.

“apakah kau kim so eun itu….?”

“apakah Anda yang akan di jodohkan dengan pangeran kim sang bum itu?”

“benarkah? Dengan apa yang di beritakan mengenai perjodohan pangeran kim sang bum dengan Anda?”

“wah …..bertapa beruntungnya Anda bisa berjodoh dengan pangeran, bagaimana perasaan Anda?”

So eun merasa pusing mendengar beberapa pertanyaan itu, cahaya kilauan jepretan kamera membuatnya pusing. Sekarang so eun tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya mematung sampai merasakan ada tangan seseorang yang menariknya dari kerumunan wartawan itu.

“hey Anda nona kim so eun !!!” teriak para wartawan seraya mengejarnya.

So eun berlari bersama orang itu dan segera masuk ke dalam mobil merah yang tak ia kenal.

So eun masih shock, ia kini masih bengong atas apa yang terjadi dengannya barusan.

“kau tidak apa-apa?” Tanya orang itu seraya menjalankan mobilnya.

So eun menoleh. Dan kaget ketika melihat orang yang ada bersamanya sekarang adalah yoon eun hye.

“kau….” Kaget so eun.

“sebaiknya sekarang kau harus lebih  berhati-hati…masih banyak lagi yang ingin mencari dan meliputmu” ujar eun hye.

“sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya so eun.

###

Kesokan harinya, kim bum meminta untuk bertemu dengan tae yeon.

“ada apa?” Tanya tae yeon seraya menatap kim bum yang kelihatan gelisah dari tadi.

“ah…..” kim bum menghela nafas, mengeluarkan sesuatu yang berat dari dalam dirirnya itu.

“besok kita bicara pada media, jika kita akan segera bertunangan ! pangeran kim sang bum akan di jodohkan dengan wanita bernama Kim Tae yeon !” ujar kim bum dengan pasrah.

“mwo? Kenapa kau bicara begitu? Bukannya kau dan aku sama-sama tidak ingin menerima perjodohan ini…..” kaget tae yeon.

“selain itu, ini yang harus kita lakukan ! kau tahu kim so eun ? wanita yang aku sukai sedang dalam masalah sekarang ! ini semua gara-gara hyun joong hyung….jadi besok kita bertemu dan mengklarifikasikannya kepada media….” Jelas kim bum dengan tegas.

Tae yeon kini diam. “tapi kenapa?” tanyanya heran.

“kau tenang saja…..sampai kapanpun kita tidak akan bertunangan….kita tidak akan berjodoh…..ini hanya semacam taktik saja….baru setelah itu kita bicarakan kepada kedua orang tua kita jika kita tidak setuju dengan perjodohan dan pertunangan gila ini…kita sudah mempuanyai seseorang yang special masing-masing bukan?” ujar kim bum.

Akhirnya tae yeon mengangguk, karena ia bingung harus berbuat seperti apa?

###

Hari itu pun tiba, kim bum dan tae yeon sedang di kerumuni pleh beberapa wartawan dari berbagai media televise, majalah, maupun Koran di korea. Semua berkumpul menanti penjelasan dari mereka. Kim bum menjelaskan bahwa ia akan segera bertunangan dengan wanita bernama kim tae yeon, bukan dengan seseorang yang di beritakan seperti dulu. Dari sana, berita-berita itu sudah tersebar. Tapi so eun belum tahu tentang hal ini. Sepulangnya dari sana, kim bum dan tae yeon langsung pergi menuju kerajaan keluarga kim bum.

“wah….kalian benar-benar sudah menunggu pertunangan antara kalian?” Tanya paduka raja, sudah mengetahui tentang apa yang mereka umumkan.

Kim bum menatap ayahnya dengan malas.

“bukannya ini yang kalian harapkan? Tanya kim bum. “aku ingin ke kamar !” lanjut kim bum, lalu pergi menuju kamarnya.

Sementara tae yeon hanya tersenyum paksa, seakan semua ini bukan rekayasa.

Dan setelah itu, so eun tak lagi dalam masalah, semua jadi terfokus pada masalah perjodohan kim bum dengan tae yeon, so eun tak lagi terlibat.

###

Hari pertunangan kim bum dan tae yeon pun tiba. Kim bum sudah menghubungi so eun namun so eun tak juga mengangkatnya. Kim bum pun memilih untuk menghubungi tae yeon agar ia datang bersama dengan pria yang tae yeon sukai. Kim bum meminta bantuan kepada hyun joong untuk membantu rencana yang ingin ia lakukan sebelum acara pertunangan ini di mulai. Hyun joong yang mengerti pun  menyuruh para pengawal yang berpihak kepada hyun joong dan kim bum untuk membantunya.

Kim bum keluar dari kerajaan menggunakan mobil hitamnya, diikuti oleh hyun joong dan beberapa pengawal di belakang dengan mobil yang di kendarai oleh hyun joong. Hyun joong meminta bantuan kepada eun hye untuk menunjukan dimana so eun berada sekarang. Kim bum memacu mobilnya dengan kencang. Hyun joong sudah tahu ! dan ia pun menelpon kim bum untuk berhenti di suatu tempat, kim bum pun menurutinya. Ia memarkirkan mobilnya di tempat yang cukup sepi. Tiba-tiba terlihat dari kaca spionnya seorang wanita bertubuh kecil sedang berjalan sendirian dengan lemah, sepertinya ia sedang menangis. Setelah mencoba untuk memperhatikan, akhirnya kim bum tahu itu so eun, kim bum hendak keluar dari mobilnya namun terhenti ketika ia melihat beberapa pengawalnya datang menghampiri so eun dan membawa paksa so eun menuju ke dalam mobilnya. Kim bum hanya diam disana, menunggu sebenarnya apa yang di rencanakan.

“ya….lepaskan aku ! kalian siapa?” teriak so eun seraya meronta-ronta, namun tenaga pengawal itu kuat. Ia terus membawa so eun menuju mobil kim bum.

“maaf nona…..ini perintah ! kau harus menurut” ujar salah satu pengawal itu.

“ya lepasakan !” so eun masih meronta.

Salah satu pengawal itu pun membuka pintu mobil kim bum dan segera memasukan (?) kesana.

“ya…ya…ya….buka…!” teriak so eun seraya berusaha membuka pintu mobil itu.

“kau harus ikut aku sekarang !” ujar kim bum dan segera melajukan mobilnya dengan kencang.

“kau….? Apa yang kau lakukan?” kaget so eun yang melihat kim bum ada di dalam mobil itu. Kim bum malah tersenyum.

“hari ini hari pertunanganku ! apa kau akan mebiarkan aku untuk bertunangan dengan wanita lain ? aku tidak akan pernah mau” ujar kim bum.

“kau ini sudah gila” bentak so eun.

“kau yang harus berjodoh dengan ku so eun-ssi…..” ujar kim bum.

Hyun joong yang melihat rencananya berhasil ia tersenyum.

###

Kim bum sudah berhasil membawa so eun menuju kerajaan, kim bum menarik tangan so eun walaupun so eun terus menolak.

“ya…lepaskan aku…! Jangan bertindak bodoh…!” teriak so eun, para pengawal yang berjajar di sana memperlihatkan kedatangan kim bum dan so eun, tapi pada akhirnya mereka hanya membungkuk hormat.

“sudahlah diam saja….kau akan segera bertemu dengan ke dua orang tuaku…aku akan memberitahukan semua ini kepada mereka” ujar kim bum yang masih menarik so eun.

“ya kim sang bum lepas……” perkataan so eun terhenti ketika ia sudah masuk ke dalam sebuah ruangan yang di dalamnya sudah di penuhi oleh orang-orang yang sepertinya terhormat. Semua mata melihat kea rah so eun dan kim bum. Kim bum semakin menarik so eun ke tengah perkumpulan para tamu. Paduka raja dan paduka ratu beserta semua tamu merasa heran dengan kedatangan so eun.

“ada apa ini?” Tanya nyonya ratu nenek kim bum.

“apa yang terjadi?” Tanya paduka raja. Ia mencoba untuk melihat-lihat dan kaget mendapati kim bum membawa seorang wanita yang tak di kenal, bukan kim tae yeon.

“kim bum….!!!” Geram paduka.

Kedua orang tua tae yeon pun kaget melihatnya, sementara itu anak mereka baru saja tiba dengan seorang pria yang tak mereka kenal. Perhatian mereka teralih kepada kim tae yeon dan seorang lelaki di sana.

“kim tae yeon…..” ujar ayah tae yeon, tak percaya dengan apa yang terjadi sekarang.

“apa-apaan ini?” lanjutnya.

“apa yang sebenarnya terjadi?” geram paduka raja seraya menghampiri kim bum dan so eun.

Tae yeon bersama soerang pria juga menghampiri kim bum dan so eun. So eun benar-benar tak menduga dengan kejadian seperti ini, so eun kaget, dan sekarang ia benar-benar kaget setelah melihat pria yang datang bersama tae yeon.

“jinki-ssi?” gumam so eun seraya menatap jinki tak percaya.

“so eun-ssi !” jinki juga kaget.

Tae yeon dan kim bum memandang mereka heran. Tapi kim bum tak peduli dan tak ingin tahu.

“kalian bisa jelaskan sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya paduka raja dengan nada yang tegas. Begitu pula orang tua tae yeon. Mereka tak habis pikir dengan jalan pikiran anak mereka.

Pertama-tama ia menarik nafas lalu memberanikan diri untuk bicara.

“baiklah…..sebelumnya aku dan tae yeon meminta maaf….sebenarnya kami sama sekali tak setuju dengan perjodohan ini…!!! karena kami masing-masing sudah memiliki seseorang yang kami sukai” jelas kim bum dengan suara lantang. Lalu ia menatap so eun dalam, so eun juga menatap kim bum. Namun ia masih tak begitu paham dengan yang terjadi sekarang ini.

Tae yeon menatap jinki dengan ragu, jinki menatap so eun karena saking tak percaya. Tae yeon merasa ada yang aneh dengan semua ini, terutama dengan jinki dan so eun yang sepertinya sudah saling mengenal dilihat dari jinki yang hanya menatap so eun.

“aku……….menyukai wanita ini !!! aku mencintai wanita bernama kim so eun ini !’ ujar kim bum tegas.

Paduka raja, paduka ratu, nyonya ratu dan semuanya berdecak kaget.

Tiba-tiba kim bum menarik so eun lalu langsung menciumnya. Mencium so eun di depan orang-orang yang tengah dilanda kebingungan. So eun sendiri kaget, tak menyangka kim bum akan menciumnya dengan tiba-tiba. So eun membulatkan matanya saking tak percaya, tapi akhirnya so eun menutup matanya karena tidak mau tahu. Jinki yang melihatnya sangat terkejut begitu juga tae yeon. Semua orang kaget. Paduka raja melototkan matanya, anaknya benar-benar keterlaluan.

 

~continued~

 

 

 

10 thoughts on “He is a prince ??? (part 10)

  1. wooooow kissuuuuuu….

    ide tae yeon cukup gila, rencana hyun joong juga gila
    tp apa yg dilakukan bum lebih gila lagi haha
    ga cuma membawa sso, dan bilang kalo sso lah yg disukai bum..tp juga pake acara kissu didepan keluarga kerajaan

    hiiiy keren bum, hal ini pasti sukses bikin keluargamu geram haha…
    dan dunia emang sempit ya, lagi2 sso hrs ketemu jin ki…
    kekasih pura2 tae yeon *smg jd kekasih beneran deh biar adil* kekeke~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s