He is a prince ??? (part 11)

He is a prince ??? (part 11)


Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye, Jung So Min, Ji Yeon, Min Ji, Kim Tae Yeon

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

 

Review last episode

“aku……….menyukai wanita ini !!! aku mencintai wanita bernama kim so eun ini !’ ujar kim bum tegas.

Paduka raja, paduka ratu, nyonya ratu dan semuanya berdecak kaget.

Tiba-tiba kim bum menarik so eun lalu langsung menciumnya. Mencium so eun di depan orang-orang yang tengah dilanda kebingungan. So eun sendiri kaget, tak menyangka kim bum akan menciumnya dengan tiba-tiba. So eun membulatkan matanya saking tak percaya, tapi akhirnya so eun menutup matanya karena tidak mau tahu. Jinki yang melihatnya sangat terkejut begitu juga tae yeon. Semua orang kaget. Paduka raja melototkan matanya, anaknya benar-benar keterlaluan.

PART 11

“kenapa jadi seperti ini?” ujar orang-orang yang datang pada saat itu. Mereka memilih untuk pergi dan pulang dari pada terus berada di sini ketika melihat kekacauan yang terjadi, semua tamu merasa kecewa apalagi kedua orang tua kim bum dan juga tae yeon. Hyun joong sendiri tidak menyangka kim bum akan senekad itu. Semua tamu terhormat pergi. Para pengawal berusaha mengatasi tapi tetap saja mereka pergi.

Kim bum pun melepaskan ciumannya. So eun benar-benar tak bisa berbuat apa-apa.

“kim bum……..”ucap ibunya.

“kim bum, kau benar-benar keterlaluan !” kesal ayahnya.

“sekarang kau ikuti aku, kim tae yeon kau juga……….!” Perintah ayah kim bum.

Kim bum hanya menatap ayahnya.

Mereka pergi mengikuti paduka raja, sementara yang lain masih berada di tempat. Setelah melihat kejadian itu nyonya ratu pingsan karena saking terkejutnya. Semua pengawal panic dan langsung membawanya untuk beristirahat.

###

Sekarang kim bum dan tae yeon berada dalam ruangan khusus di kerajaan, orang tua mereka masing-masing ada di sana. Kim bum dan tae yeon duduk bersampingan menghadap orang tua mereka.

“sebenarnya apa yang kau lakukan itu kim bum? Kau telah merusak nama baik kerajaan!!!” Tanya paduka raja, emosinya mulai memuncak.

Kim bum masih diam, dia tak ingin menjawab.

“tae yeon anakku….kenapa kau membuat kami semua kecewa?” Tanya ayah tae yeon.

Tae yeon menunduk, ia belum bisa menemukan kata-kata yang pas untuk ia keluarkan.

“apa ayah harus mengirimmu lagi ke luar negeri? Ayah kira pemikiranmu itu sudah dewasa !” bentak sang raja. Kim bum masih saja diam.

“maaf…………”tae yeon akhirnya berbicara.

“sebenarnya ini adalah…….rencanaku” ujar tae yeon.

Semua pasang mata menatap ke arah tae yeon. Kecuali kim bum.

“sebelumnya aku yang berencana seperti ini, dan kim bum menyetujuinya…..maafkan aku……..”lanjutnya.

“apa? Kalian ini benar-benar membuat pusing……tae yeon, ayah kira kau……” ujar ayahnya dengan emosi yang tertahan.

“maafkan aku ayah……….kau tahu? Anakmu ini tidak suka di jodohkan seperti ini……..aku, dan kim bum masing-masing memiliki perasaan……kami berdua tidak saling menyukai” ujar tae yeon seberani mungkin. Ayahnya melotot begitu pula paduka raja.

“lalu siapa pria yang bersamamu itu? Apa kau menyukainya huh?” Tanya ayahnya.

Tae yeon diam ia tidak tahu harus menjawab apa.

“kau menyukainya?” ulang ayahnya dengan sedikit keras.

Namun tiba-tiba tae yeon berdiri dan menundukan badan.

“mianhae……” ujarnya lalu segera pergi. Kedua orang tua tae yeon yang melihat tae yeon seperti itu heran. Ibunya langsung mengejar tae yeon.

Ayahnya terlihat membuang nafas, mencoba mengatur emosinya.

“aku tak menyangka akan terjadi seperti ini…..raja kim maafkan anakku……sepertinya aku harus segera berbicara dengannya” ayah tae yeon pun ikut pergi.

Sekarang yang tinggal di ruangan itu hanya kim bum, ayahnya dan ibunya.

“istriku, bisa kau tinggalkan kami berdua?” pinta paduka pada istrinya.

“baiklah” ujar ratu. Ia pun pergi.

“kim bum, angkat wajahmu dan tatap ayahmu ini !!!” bentak sang ayah.

Dengan malas kim bum menatap ayahnya.

“siapa? Siapa wanita itu?” Tanya ayahnya.

Kim bum semakin menatap ayahnya dengan tatapan yang agak tajam. Kim bum menghela nafasnya lalu tersenyum dengan sinis.

“apa ayah harus tahu?” Tanya balik kim bum.

“apa wanita itu yang sudah membuatmu menjadi seperti ini?” bentak ayahnya, sudah berapa kali paduka raja membentak-bentak kim bum saking ia marahnya.

“ini bukan sama sekali karena kim so eun, jangan sekali-kali ayah menyalahkannya !” nada bicara kim bum naik.

“ asal kau tahu, ayah tidak akan pernah menikahkanmu dengan wanita bernama kim so eun itu……..jika kau terus saja membantah, ayah tidak akan ragu akan melakukan sesuatu kepada wanita bernama kim so eun itu” ancam ayahnya.

“baiklah terserah ayah saja……..karena aku tidak akan melepaskannya……” kim bum pun pergi meninggalkan ayahnya di ruangan itu sendiri.

###

So eun, jin ki, hyun joong, dan eun hye sedang berada di suatu ruangan. Dari tadi mereka hanya saling diam. So eun masih benar-benar shock dengan apa yang terjadi saat ini.

Tiba-tiba hyun joong memecah keheningan.

“sudah ku duga akan seperti ini” ujarnya.

So eun masih menundukan wajahnya, sama halnya dengan jin ki. Jinki tak menyangka akan bertemu dengan so eun, yoon eun hye, dan juga hyun joong ‘lagi’. Yoon eun hye sendiri kaget atas kedatngan jinki.

“jadi kau jinki-ssi……..kau adalah kekasihnya kim tae yeon?” Tanya hyun joong seraya menatap kea rah jinki. Jinki mengangkat wajah untuk menatap hyun joong.

“a…a…sebenarnya…….” Jawab jinki ragu. Tiba-tiba ia teringat dengan janjinya dan perkataan tae yeon waktu itu.

 “kau……..apa kau mau pura-pura menjadi kekasihku?” Tanya tae yeon dengan hati-hati

“baiklah……..sebisaku aku akan menjadi kekasih pura-puramu dengan baik…….”ujar jinki seraya tersenyum.

Dengan berat jinki membuang nafas.

“ya benar…….Kim Tae Yeon adalah kekasihku…….” Jawab jinki.

Yoon eun hye yang mendengarnya kget begitu pula so eun, namun tidak dengan hyun joong yang memang tidak tahu menahu soal masalah antara so eun, jinki dan yoon eun hye waktu itu.

Jin ki sedikit melihat ke arah eun hye lalu ke arah so eun.

“maaf, semuanya jadi seperti ini. Maaf” so eun akhirnya mengeluarkan suara.

“aku tidak tahu kenapa kim bum bisa berbuat senekad itu” lanjutnya. “maafkan aku…..”

Hyun joong malah tersenyum. “tidak……..jangan meminta maaf, karena semua ini memang yang kim bum inginkan” ujar hyun joong. “ya walaupun sedikit di luar dugaan ketika…….tadi….kim bum sampai menciummu”ujar hyun joong.

So eun menundukan wajahnya lagi. Ia tidak dapat merasakan apa-apa ketika kejadian tadi, yang ia rasakan hanyalah jantung yang berdegup lebih cepat dan tubuhnya seperti ringan dan hendak terbang (lebay >,<).

“Saat kim bum tidak di perbolehkan selama satu bulan tidak pergi keluar, ia merasa frustasi…..ia seperti orang yang kehilangan arah karena begitu merindukanmu kim so eun” cerita hyun joong.

“huh?” so eun mengangkat wajahnya untuk menatap hyun joong.

“apa kau menyukai kim bum?” Tanya hyun joong.

So eun menelan ludah. Ia bingung apa yang harus ia jawab.

“ah…….aku…sebenarnya………..aku…………” so eun belum sempat menyelesaikan ucapannya karena tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah kim bum. Kim bum langsung menghampiri so eun dan menariknya.

“ikut aku !” ajak kim bum.

“huh? K..k..kemana?” Tanya so eun.

###

“aish……….kenapa so eun belum juga datang?” khawatir hye sun karena so eun belum juga datang untuk bekerja.

Ia pun merogoh ponselnya untuk menghubungi so eun, namun belum sempat sambungan terhubung tiba-tiba ponselnya mati….

“aish…ada apa ini? ponselku tidak pernah lowbat begini sebelumnya…”kesal hye sun.

Tiba-tiba ada pelanggan yang masuk, dengan cepat hye sun pun menghampirinya.

“silakan mau pesan apa?” Tanya hye sun. Namun ia merasa taka sing dengan wajah pelanggan yang sedang duduk membaca isi menunya.

“aku pesan ini saja” ujar pelanggan itu seraya mendonggak menatap hye sun.

“kau…noona yang waktu itu?” kaget pria itu.

“huh?” hye sun masih mencoba untuk mencerna wajah lelaki yang berada di hadapannya sekarang.

“aku Lee Min Ho….waktu itu kita pernah bertemu. ponselmu ! kau ingat?” tanyanya.

Hye sun mengerutkan kening.

“oh kau….tak di sangka kita bertemu lagi” ujar hye sun.

“bagaimana dengan ponselmu? Apakah tidak ada yang rusak?” Tanya minho.

“sepertinya tidak. Sebaiknya aku segera membuat pesananmu” hye sun pun pergi menuju dapur.

###

Kim bum membawa so eun ke dalam mobilnya. So eun masih tak bisa melakukan penolakan maupun perlawanan sedikit pun. Akhirnya kim bum menjalankan mobilnya. Belum ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka.

Kemudian so eun berdehem.

“k..kk..kita mau kemana?” tanyanya gugup tanpa menoleh kea rah kim bum yang sedang menyetir.

“mengantarmu pulang !” jawab kim bum. Entah kenapa ia jadi tiba-tiba dingin seperti ini. memang ! sedang banyak masalah dinpikirannya saat ini apalagi setelah perbincangan dengan ayahnya.

“t..t..tidak usah….aku bisa pulang sendiri. Lagi pula aku harus kerja !” tolak so eun.

Kim bum menoleh ke arah so eun, so eun cepat-cepat membuang muka jika ia menatap kim bum ia akan teringat dengan kejadian tadi.

“apa aku harus melakukannya lagi dengan tiba-tiba?” Tanya kim bum.

“mwo?” so eun benar-benar tak mengerti, dengan terpaksa dan berat hati so eun menatap kim bum. So eun berusaha mengatur detak jantungnya.

“apa aku harus melakukannya lagi dengan tiba-tiba” ulang kim bum dengan sedikit penekanan pada setiap kata-kata nya.

“ah…ani…aniyo…jangan” tolak so eun cepat.

“kalau begitu biarkan saja aku mengantarmu pulang jika kejadian itu tidak ingin terulang” ujar kim bum tanpa so eun sadari kim bum tersenyum geli melihat ekspresi so eun yang kikuk seperti itu.

“ah…ne…”jawab so eun seraya mengangguk gugup.

“yasudah……” balas kim bum.

Tak lama kim bum memberhentikan mobilnya di sekitar dekat apartemen so eun. So eun masih diam di tempat.

“kenapa kau diam saja? Sudah sampai !” sahut kim bum.

So eun baru sadar, jika dari tadi ia sedang melamun.

“ah sudah sampai ya….hehehe” jawab so eun seraya tersenyum kikuk tak jelas.

Kim bum mengangguk. “yasudah turun” perintah kim bum.

So eun melirik kim bum dan sedikit mendesah kesal, so eun mengerucutkan bibirnya lalu keluar dari mobil kim bum itu.

“aish kenapa dia jadi seperti ini? apa ini dia yang sebenarnya?” pikir so eun seraya berjalan menuju apartemennya.

“ya…..kau tidak ingin mengucapkan terimakasih?” sahut kim bum yang ternyata mengikuti so eun dari belakang.

Sontak so eun membalikan badannya menghadap sumber suara.

“huh? Kenapa kau turun juga?” heran so eun seraya mengerutkan keningnya.

“tidak ingin mengucapkan terimakasih?” Tanya kim bum lagi yang kini jaraknya tinggal beberapa langkah dengan so eun. Kim bum memamerkan senyum jahilnya.

“aku kan tidak memintamu untuk mengantarku….kau sendiri yang mau” balas so eun, lalu tak pedulu dan ia pun meninggalkan kim bum.

Kim bum tersenyum sendiri melihatnya, lalu kembali berjalan mengikuti so eun.

“aish aneh sekali” gerutu so eun seraya membuka pintu apartemennya. Ketika so eun ingin menutup pintu, tangan seseorang menahannya sehingga so eun membalikan badan. Terkejut.

“kau? Kenapa ada disini? Kenapa tidak pulang?” kaget so eun yang mendapati kim bum tepat di belakangnya.

“aku tidak bilang aku akan pergi” jawab kim bum seraya masuk mendahului so eun.

“tapi….aku juga tidak menyuruhmu untuk mengiktiku dan masuk ke dalam apartemenku” ujar so eun.

Kim bum mendengar tapi ia pura-pura tak mendengar apa yang di katakana so eun. Kim bum malah merebahkan dirinya pada kursi empuk disana.

“ah…….sudah lama aku tidak kesini” ujarnya.

So eun hanya melongo melihatnya seperti itu.

“mwo? Kau? Siapa yang menyuruhmu untuk duduk?” Tanya so eun.

“hey so eun-ssi….bagaimana pun juga aku pernah tinggal disini” ucap kim bum dengan senyumnya yang tanpa dosa. “jadi kapanpun yang aku mau aku boleh kemari” lanjutnya.

“aish…ani…ani…tidak ada yang memperbolehkanmu masuk ke dalam apartemenku tanpa izin” tolak so eun, entah kenapa ia jadi merasa sebal lagi dengan pangeran ini. mana ada pangeran yang seperti ini.

“bukankah kau senang aku kemari? Iya akan?” goda kim bum.

So eun memicingkan matanya. “terserah kau saja……sekarang….sebenarnya aku harus berangkat bekerja” ujar so eun seraya berlalu menuju kamarnya. Kim bum hanya tersenyum.

“kenapa aku bisa jatuh cinta denganmu ya? Padahal kau ini cerewet sekali” ujar kim bum dengan suara kecil.

So eun yang barusan masuk ke dalam kamarnya, namun tiba-tiba ia keluar lagi.

“aish……diamana aku meletakan ponselku?” Tanya so eun pada dirinya sendiri.

Kim bum melihat ponsel so eun tergeletak di meja di pinggir kursi yang ia duduki. Awalnya ia tidak peduli sebelum so eun berhasil menemukannya.

“ak harus menghubungi hye sun kalau hari ini aku akan sangat telat mask kerja” ujar so eun, masih biacara pada diri sendiri. Kim bum masih tak peduli.

“ah itu dia !” so eun sudah melihat ponselnya dan menghampiri meja di dekat kim bum.

Kim bum mengubah posisinya, ia beranjak lalu dengan cepat mengambil ponsel milik so eun.

“ya apa yang kau lakukan?” Tanya so eun.

Kim bum memasukan ponsel so eun ke dalam saku celananya.

“aku tidak akan membiarkanmu bekerja hari ini” jawab kim bum santai, seakan tidak ada sesuatu yang terjadi.

“kau ini? memangnya kau siapa menyuruhku seenaknya?” kesal so eun.

“aku? Aku pangeran Kim Sang Beom yang nantinya akan menikah denganmu” jawab kim bum dengan gaya santainya lagi.

So eun tak habis pikir dengan jalan pikiran kim bum.

“ya kembalikan !” pinta so eun.

“ani…ani…ani…..” tolak kim bum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya seperti anak kecil.

“aish kembalikan” kali ini so eun mulai berani menghampiri kim bum untuk mengambil dan merebut ponselnya yang kim bum sembunyikan di saku celananya (readers jangan yadong wkwk).

“tidak akan, aku tidak akan memberikannya….” Kim bum masih menahannya.

“kau ini…kembalikan……!” perintah so eun dengan nada yang cukup tinggi. Masih berusaha merebut ponselnya.

“tidak mau” jarak mereka semakin dekat dan tatapan mereka pun bertemu. Lagi-lagi jantung so eun berdegup dengan hebat. So eun menelan ludah ketika tatapan kim bum yang ia dapat tidak seperti biasanya, tatapannya terlihat dalam. Ia pun memilih untuk memperjauh jarak dan berdiri. Namun kim bum malah menariknya dan memeluknya.

“ya….biarkan saja…satu hari ini….!” ujar kim bum sambil memeluk so eun.

So eun semakin gugup, tak pernah ia merasakan hal seperti ini sebelumnya bila bersama kim bum ataupun han min jae.

“jangan pergi kemana pun, temani aku untuk hari ini….” ujar kim bum lagi.

Entah apa yang mendorong tangan so eun untuk membalas pelukan kim bum. So eun balas memeluknya namun tak lama ia melepaskannya lagi. So eun melepaskan dirinya dari pelukan kim bum. Lalu menatapnya.

“hmmm baiklah…..kau sudah makan?” Tanya so eun.

Kim bum tersenyum lalu menggeleng.

“kalau begitu aku akan memasak sesuatu” ujar kim bum.

“ne……yeobbo….” Balas kim bum.

“heh? Sejak kapan kau boleh memanggilku seperti itu?” Tanya so eun tak terima.

“sejak sekarang” jawab kim bum.

“aish……….”so eun tak bisa menolak, akhirnya ia pun tersenyum simpul.

###

Tae yeon sedang sendirian di taman kota. Ia menangis saat ini. sakit saat orang tuanya begitu tak peduli dengan perasaan anaknya. Ia juga menangis karena ia tidak tahu apakah ia benar-benar menyukai lee jin ki apa tidak. Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya.

“tidak bagus jika menangis sendirian seperti ini” ujar orang itu seraya duduk di sebelah tae yeon. Orang itu memamerkan senyumnya. Tae yeon menoleh dan kaget melihat jin ki telah duduk di sampingnya. Dengan cepat tae yeon pun menghapus air matanya.

“maaf…aku tidak bisa bertugas dengan baik menjadi kekasih pura-puramu” ujar jin ki.

Tae yeon menatapnya lalu tersenyum.

“hm tidak, tidak perlu meminta maaf. Ini memang salahku” ujar tae yeon.

“hah…….hidup itu sungguh sulit……..” lanjutnya seraya membuang nafas.

‘jadi, kenapa kau menangis?” Tanya jinki.

Tae yeon menggeleng. “ tidak apa-apa….” Tae yeon berdusta.

Lalu hening sesaat di antara mereka. Jinki terlihat agak pendiam. Dan tiba-tiba tae yeon teringat dengan kejadian tadi. Jinki dan so eun yang sepertinya sudah saling mengenal. Setelah mengumpulkan kata-kata akhirnya tae yeon pun membuka suara.

“kim so eun….kekasihnya kim bum itu apa kau mengenalnya?” Tanya tae yeon dengan hati-hati.

Jin ki menatapnya dengan sedikit mata yang membulat. Lalu kembali berpaling melihat angin yang sebenarnya tak terlihat.

“ya……” jawab jin ki walaupun ia enggan menjawabnya dan mengingatnya sekarang.

Melihat ekspresi jinki yang seperti itu semakin membuat tae yeon menyadari satu hal.

“saat kau menatapnya………apakah dia itu mantan kekasihmu?” Tanya tae yeon lagi.

Kini jin ki benar-benar kaget, kenapa tae yeon harus bertanya seperti itu. Dan kenapa ia dengan cepat bisa menebak. Jin ki memilih hanya menatapnya.

###

Hye sun semakin khawatir karena so eun tak juga datang, memberi kabar pun tidak. Akhirnta ia pun memilih untuk menghubunginya ‘lagi’

Hye sun merogoh ponselnya untuk menghubungi so eun. Namun belum sempat ia menekan call tiba-tiba ponselnya loading (?) dan mati dengan tiba-tiba.

“mwo? Kenapa ini? kenapa dengan ponselku” kesalnya. Hye sun teringat dengan kejadian malam waktu itu. Ketika seseorang menuburuknya, seorang pria bernama lee min ho.

“ah apa ponselku rusak? Apa jangan-jangan karena waktu itu? Aish….” Kesalnya.

“ah lelaki itu sendiri sudah pergi, jadi bagaimana ini dengan ponselku. Membeli yang baru aku tak punya cukup uang” keluh hye sun. saat itu juga terlintas di pikirannya kartu identitas pria yang bernama lee min ho itu.

“ah ya….aku bisa memintanya bertanggung jawab” ujarnya.

###

Paduka raja meminta pak jung untuk mendatanginya.

“ne…ada apa paduka raja?” Tanya pak jung setelah ia membungkukan badan sebagai tanda hormat.

“aku ingin kau menyelidiki wanita bernama kim so eun itu….aku tidak ingin kim bum dekat-dekat dengannya sebelum aku mengetahui asal-usulnya….” Perintah paduka.

“baiklah paduka, akan saya lakukan….” Jawab pak jung.

“tapi…..jangan sampai kim bum tahu apa yang aku perintahkan ini” lanjutnya.

“baiklah saya mengerti…..” pak jung membungkukan badan.

“jika mendapat informasi segera kau menghubungiku”

###

Kim bum melahap makanan yang di buat so eun dengan lahap.

So eun yang melihatnya tersenyum.

“makanmu seperti orang yang kekurangan gizi” ujar so eun.

Kim bum sontak melihat ke arahnya. “ini saking menderitanya aku karena sebulan lebih tak bisa bertemu denganmu, makanya aku tak berselera makan waktu itu” balas kim bum.

“benarkah? Kau ini pandai bicara” ujar so eun masih tersenyum.

“ya kau tahu? Kau ini sudah cocok menjadi calon pendampingku, masakanmu selalu enak” puji kim bum, entah ia ingin membuat so eun senang dan tak marah lagi padanya atau apa. Yang penting sekarang kim bum senang bisa kembali bersama dengan so eun.

“ya aku tahu masakanku memang selalu enak, sebaiknya segera kau habiskan……!” perintah so eun lalu beranjak berdiri.

“so eun-ah….kau mau kemana?” Tanya kim bum melihat so eun tak menghabiskan makanannya.

“apa aku harus memberitahumu jika aku mau mandi?” Tanya so eun.

“ah ani ani….yasudah kalau begitu mandi saja !” ujar kim bum.

###

Malam hari sudah tiba, namun kim bum belum juga pulang dari apartemen so eun. Kim bum malah asik rebahan di kursi seraya menonton televisi.

“hei kenapa kau belum pulang ! ini sudah malam….pulanglah !”perintah so eun.

“aku belum mau pulang” jawab kim bum ddengan manja.

“kau ini…..bagaimana jika pengawal-pengawalmu di istana mencarimu…” kesal so eun.

“tenang saja mereka tidak akan tahu aku berada di mana sekarang” jawab kim bum santai.

“tapi…………” ujar so eun menggantung.

“sudalah…lebih baik kau kemari….!” Pinta kim bum seraya menarik so eun untuk duduk di sampingnya.

“diamlah……..” pinta kim bum.

So eun merasa heran dengan gerak-gerik kim bum. Tiba-tiba kim bum meletakan (?) kepalanya di paha so eun. Kim bum tidur di paha so eun yang seperti di jadikan bantal olehnya. So eun yang awalanya ingin menolak sekarang hanya diam.

“diamlah ! sampai aku tertidur…….” Pinta kim bum seraya memejamkan matanya, ia tersenyum dengan mata yang terpejam. So eun melihat wajah kim bum yang tampan itu, menatapnya cukup lama, lalu ia pun tersenyum. Dan dengan pelan-pelan so eun menyentuh rambut kim bum yang hitam itu masih sambil tersenyum.

“sarangahe….” Ucap kim bum dengan matanya yang masih terpejam.

Senyum so eun semakin mengembang. “nado……” jawabnya dalam hati.

 

~continued~

 

 

9 thoughts on “He is a prince ??? (part 11)

  1. Ayolah sso ungkqpkan dgn lantang,pa gk kasihan tuh ma bum dia sudah mengorbankan segalanya!!!kira2 ya rencana yg dibuat oleh paduka rajaa???

  2. haha dasar pangeran suka berbuat seenaknya… .

    mencium, mengantar pulang, masuk apartemen sso bahkan sampe malem ga mau pulang.. malah tidur diatas paha sso..

    dan….. aku suka itu haha..

    ah kenapa balasan saranghae nya cuma dijawab sso dlm hati xixixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s