He is a prince ??? (part 12)

He is a prince ??? (part 12)


Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye, Jung So Min, Ji Yeon, Min Ji, Kim Tae Yeon

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

 

Review last episode

So eun merasa heran dengan gerak-gerik kim bum. Tiba-tiba kim bum meletakan (?) kepalanya di paha so eun. Kim bum tidur di paha so eun yang seperti di jadikan bantal olehnya. So eun yang awalanya ingin menolak sekarang hanya diam.

“diamlah ! sampai aku tertidur…….” Pinta kim bum seraya memejamkan matanya, ia tersenyum dengan mata yang terpejam. So eun melihat wajah kim bum yang tampan itu, menatapnya cukup lama, lalu ia pun tersenyum. Dan dengan pelan-pelan so eun menyentuh rambut kim bum yang hitam itu masih sambil tersenyum.

“sarangahe….” Ucap kim bum dengan matanya yang masih terpejam.

Senyum so eun semakin mengembang. “nado……” jawabnya dalam hati.

 

PART 12

 

 

“kim bum kau dari mana?” tanya sang ayah dengan suara tegasnya ketika melihat kim bum baru saja datang.

Kim bum menatap ayahnya.

“apa aku harus memberitahunya?” tanya balik kim bum dengan dingin.

“baiklah ayah juga tahu, jangan berharap kau akan bisa bersama dengan wanita itu” kecam paduka raja pada anaknya sendiri yang selalu membantah perintahnya.

Kim bum merasakan akan ada sesuatu yang buruk terjadi pada so eun.

“ayah bisa menyakitiku, tapi jangan sakiti dia !” ujar kim bum dengan nada yang begitu tidak mengenakan.

“ayah tahu, tapi mana mungkin ayah menyakiti anak sendiri? Walaupun anaknya sudah berani tidak hormat dan tidak patuh kepada orang tuanya” ujar paduka dengan nada menyindir.

“aku tidak akan begini jika sebelumnya ayah tidak menjodohkanku” balas kim bum tak kalah sinis.

“jadi sebenarnya apa yang kau inginkan?” tanya paduka.

“jangan mengatur aku harus menyukai siapa dan tidak boleh menyukai siapa, itu urusanku” jawab kim bum lalu begitu saja pergi meninggalkan ayahnya.

Paduka raja tersenyum dengan sinis menatap punggung kim bum.

“kau sudah berani membantah kepada ayahmu sendiri” gumamnya.

###

 

Hyun joong sedang duduk di taman seraya menghadap pemandangan dari sana. Tiba-tiba paduka ratu datang menghampirinya.

“hyun joong-ssi ada yang ingin aku bicarakan denganmu” ujarnya.

Hyun joong menoleh ke asal suara.

“oh . . . .tentang kim bum?” tanya hyun joong.

Paduka ratu pun duduk di sebelah hyun joong.

“apa kau sudah tahu sebelumnya siapa gadis itu?” tanya paduka ratu dengan nada serius.

Hyun joong tersenyum.

“ya aku tahu. Kim bum benar-benar mencintai gadis bernama kim so eun itu” jawab hyun joong.

“waktu itu ketika kim bum kabur ia bertemu dengan kim so eun, kim so eun membantunya menumpang di apartemennya karena ia merasa kasihan kepada kim bum. Mungkin sejak saat itu kim bum menyukainya.” lanjut hyun joong.

“jadi begitu rupanya. Anakku sudah jatuh cinta” balas paduka ratu.

Hyun joong mengangguk. “sepertinya begitu”

“ketika hari pertunangan itu, apa sebenarnya kau sudah tahu apa yang di rencanakan kim bum membawa gadis itu?” tanyanya lagi.

“aku yang membantunya, aku benar-benar tidak tega melihat sepupuku akan menikah dengan seseorang yang tidak ia cintai, apalagi bibi sebagai ibunya bukan? Bisa merasakan bagaimana perasaan kim bum” gurau hyun joong.

“aku merasa bersalah. Kim bum jadi tersiksa karena perjodohan yang di rencanakan oleh kami” ujar paduka ratu.

“sebenarnya, aku sudah membuat suatu rencana” ujar hyun joong tiba-tiba.

“aku sudah membuat rencana sebelumnya, membuat berita perjodohan antara kim bum dengan seorang wanita bernama kim so eun. Ini berjalan cukup lancar dan sudah membatalkan pertunangan antara kim bum dengan tae yeon. Namun, sepertinya ini belum berhasil” jelas hyun joong.

“benarkah? Kau yang membuat rencana itu. Tapi aku aku tidak tahu sama sekali” ujar paduka ratu.

Hyun joong tersenyum.

“bibi, ini rahasia” jawabnya.

“jadi apa yang harus aku lakukan? Hyun joong kau tau kan kalau pamanmu itu akan selalu bulat dengan setiap keputusannya, termasuk akan tetap menjodohkannya walaupun kim bum dan tae yeon sama-sama tidak mau” jelas paduka ratu, sekarang ia sendiri sudah mulai sadar dengan apa yang di rasakan oleh anaknya.

Hyun joong mengangguk “sama seperti almarhum ayahku, pendirian dan keputusannya sangat keras” jawab hyun joong seraya tersenyum miris.

Menyadari hal itu, ibu kim bum langsung mengelus pundak hyun joong.

“kau sudah aku anggap sebagai anakku sendiri” tenang ibu kim bum.

Hyun joong tersenyum. ” sebenarnya, aku masih punya satu rencana lagi. Memang ini bisa membantu kim bum, tapi . . . . .” ujar hyun joong menggantung.

Paduka ratu masih diam menunggu kelanjutan cerita hyun joong.

“alangkah baiknya jika aku saja yang di jodohkan. Umurku juga lebih tua dari kim bum. Aku mengerti akan hal itu.” lanjut hyun joong akhirnya.

“hyun joong . . . .” ucap paduka ratu.

“aku saja yang menikah, aku tidak keberatan” timpal hyun joong.

“tapi kenapa harus sampai berbuat seperti ini? Apakah ini hanya karena kim bum?” tanya paduka ratu tak percaya.

“ne, dan ini juga kemauanku sendiri. Aku yakin bahwa aku sudah punya pilihan yang tepat” ujarnya.

###

 

“oh jadi ini tempat kerjamu?” tanya tae yeon seraya melihat lihat ruangan kerja jin ki.

“ne” jawabnya seraya tersenyum.

Tae yeon duduk di salah satu kursi di sana dan melihat-lihat sebuah tumpukan kertas sementara jinki masih fokus menghadap komputer. Aktivitas tae yeon terhenti saat ia menemukan sebuah foto di antara selipan kertas itu.

Tae yeon melihatnya lalu mengambilnya.

Di sebuah foto itu terdapat jinki dan seorang perempuan yang sedang tersenyum. Ekspresi mereka benar-benar terlihat gembira.

“sepertinya jinki-ssi masih menyukainya”batin tae yeon.

“sepertinya kim so eun itu wanita baik. Sampai kim bum dan jin ki begitu mencintainya” batinnya lagi membayangkan dirinya yang sedih. Sebenarnya ia sendiri mulai menyukai jin ki.

“ah ini sudah saatnya jam makan siang. Tae yeon-ah kau mau ikut?” tanya jin ki.

Cepat-cepat tae yeon menyembunyikan foto yang sedari tadi ia pegang dan perhatikan.

Tae yeon tersenyum kikuk.

“ah ne, boleh saja” jawab tae yeon.

“baiklah kalau begitu ayo” ajak jin ki seraya menarik tangan tae yeon.

Tae yeon sedikit terhenyak karena sekarang jinki memegang tangannya dan tidak melepaskannya.

“jinki-ssi, bisakah kau tidak memegangku seperti ini?” pinta tae yeon agak risih karena orang-orang memperhatikan mereka, terlebih tae yeon baru pertama kali berada di tempat kerja jinki.

“bukannya ini hal biasa yang dilakukan oleh  sepasang kekasih?” tanya jin ki.

“tapi kita kan hanya pura-pura” jawab tae yeon.

“sudahlah. Aku hanya sedang ingin saja seperti ini” balas jin ki sambil tersenyum.

“oh tuhan jika dia begini, rasa sukaku akan tumbuh menjadi cinta. Bagaimana ini?” tanya tae yeon pada dirinya sendiri yang merasakan detak jantungnya yang begitu hebat.

###

 

“so eun-ah, apa itu benar?” tanya hye sun menghampiri so eun yang sedang berada di dapur.

“apa?” tanya so eun masih fokus dengan pekerjaannya.

” hubunganmu dengan pangeran kim sang beom?” tanya hye sun.

Sontak so eun melihatnya.

“apa yang kau bicarakan, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan pangeran kim sang bum. Lagi pula dia tidak mengenaliku bukan? Bagaimana mungkin jika aku ada hubungan dengannya” jawab so eun dengan ekspresi yang menandakan jika ia sedang berbohong, dan hye sun bisa mengetahuinya.

“sudahlah ceritakan padaku. Aku sudah tahu semuanya ! Tidak ada yang bisa kau sembunyikan lagi dariku. Aku melihatnya waktu itu. Dia ada di apartemenmu, dan kalian terlihat seperti punya masalah sesuatu. Sepatu itu juga pemberian darinya bukan?” desak hye sun.

“hye sun-ah, aku mohon jangan katakan ini kepada siapapun” pinta so eun dengan suara kecil.

“so eun-ah, ini sudah di muat dalam koran, dan mungkin dalam berita di televisi. Lihatlah ini !” hye sun menyerahkan sebuah koran harian pada so eun. So eun melihat hye sun lalu beralih menatap koran. So eun pun mengambilnya dengan ragu.

So eun pun membuka koran halaman demi halaman. Lalu terhenti pada sebuah wacana yang begitu membuatnya terkejut.

“mwoya?” kaget so eun.

“ini . . . . .”ujar so eun.

“jadi itu benar? Kau berpacaran dengan pangeran? Kau yang sudah membuat pertunangan pangeran dengan pewaris kim’s group batal?” selidik hye sun.

“ani, bukan seperti itu hye sun” ujar so eun.

“kenapa? Kenapa ini sampai ada di koran. Apa yang harus aku lakukan?” tanya so eun.

Hye sun menatap temannya itu, lalu menghela nafas.

“apa kau menyukainya?”tanya hye sun.

So eun menatap hye sun dengan mata membulat. So eun saat ini hanya bisa diam.

“so eun-ssi kau menyukainya?” ulang hye sun.

So eun menarik nafas.

“sebaiknya aku tidak harus bertemu dan mengenalnya saja hye sun. Kalau begini hidupku akan semakin rumit, aku tidak boleh mencintai seorang pangeran yang berbeda jauh denganku” lirih so eun.

” ini berarti takdir, kau bertemu dengannya lalu menyukainya. Ini semua sudah direncanakan” jelas hye sun, mencoba meyakinkan temannya.

“jadi apa yang harus aku lakukan?” tanya so eun.

“hanya menunggu !” ujar hye sun.

So eun menyernyitkan keningnya.

###

 

“jin ki-ssi” ujar tae yeon.

Jin ki menoleh ke arahnya.

“aku…aku tidak ingin kita hanya berpura-pura pacaran saja” ujar tae yeon dengan gugup.

Jin ki mengerutkan kening seraya menatap tae yeon lekat-lekat.

“kau membutuhkan bantuan lagi?” tanya jinki polos.

“aku ingin menjadi kekasihmu dengan nyata. Tidak pura-pura !” jawab tae yeon. Tenggorokannya merasa tercekat setelah mengucapkan kalimat itu.

Jin ki benar-benar kaget mendengarnya, ia belum bisa mencerna dengan baik.

“aku…aku sudah mulai menyukaimu”aku tae yeon seraya menundukan kepalanya.

Jin ki menarik nafas seolah ia tak paham dengan apa yang di bicarakan tae yeon, otaknya sangat sulit bekerja.

“tapi . . . . .” ujar jin ki menggantung.

“ah kim so eun. Aku tahu kau masih menyukainya” sambar tae yeon sedih.

“ani, bukan begitu. Hanya saja di pikiranku sangat sulit untuk menghilangkannya” jujur jin ki.

“kim so eun gadis yang beruntung. Ada dua pria yang begitu mencintainya. Kau dan kim sang bum” ujar tae yeon sedih.

“tae yeon-ssi . . . . .”ujar jin ki.

Tae yeon menghela nafas.

“ah apa yang harus aku lakukan agar kau bisa menyukaiku?” tanya tae yeon sambil tersenyum.

###

 

“kau sudah menyelidikinya?” tanya paduka raja pada pak jung di ruangannya.

“gadis itu bekerja di sebuah cafe di daerah gangnam. Ia tinggal sendiri di apartemennya” jelas pak jung ketika ia sudah tahu informasi tentang seseorang. Ya, kim so eun.

“lalu, bagaimana dengan orang tuanya?” tanya paduka raja.

“orang tua kim so eun pergi meninggalkannya ketika ia masih kecil. Tapi sampai sekarang keberadaannya masih belum di ketahui, dikabarkan mereka punya banyak utang” jelas pak jung.

Paduka raja mengangguk mengerti.

“selidiki lebih lanjut tentang gadis itu !” perintahnya.

“baik paduka” jawab pak jung seraya membungkukan badannya.

Pak jung pun keluar dari ruangan paduka. Sementara paduka masih diam disana memikirkan cara bagaimana agar gadis itu bisa jauh dengan kim bum anaknya. Setelah itu paduka pun keluar dan melihat kim bum hendak berjalan ke luar istana.

“kim bum, kau mau kemana?” cegah paduka raja.

Kim bum menoleh ke arah ayahnya.

“tidak penting aku memberitahunya” jawabnya ketus, ia masih kesal dengan ayahnya.

Kim bum pun langsung berjalan ke luar istana dan masuk ke dalam mobilnya. Ia segera menancap gas.

Paduka raja yang melihat hal itu langsung merogoh ponselnya dan menghubungi pak jung.

“pak jung, kau ikuti kemana kim bum pergi” perintahnya.

###

 

So eun dan Hye sun sedang berjalan pulang berdua. So eun terlihat lesu karena saat ini ia sedang banyak pikiran.

“so eun-ah gwaenchana?” tanya hye sun.

“geurom” jawab so eun.

Ketika mereka sedang berjalan, tiba-tiba ribuan wartawan menyerbu mereka. So eun dan hye sun merasa kebingungan.

“apakah Anda Kim So eun?” tanya salah satu wartawan itu.

“benarkah jika Anda yang telah membuat pertunangan pangeran dengan pewaris kim’s group batal?”

“apa Anda akan bertanggung jawab dengan masalah ini?”

“bisakah Anda menjelaskannya?”

“bagaimana bisa Anda bertemu dan mengenal pangeran Kim Sang Beom?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat so eun pusing, so eun memegangi kepalanya. Hye sun juga ikut bingung dengan situasi ini.

Tiba-tiba tangan so eun di tarik oleh seseorang dari kerumunan wartawan. So eun kaget setelah melihat orang itu.

“kim bum-ssi” ujarnya kaget.

Hye sun yang melihatnya juga kaget.

Para wartawan dengan segera mengerumuni kim bum dan so eun, mengabadikan kejadian ini dengan kamera mereka.

‘lagi-lagi’ kim bum menarik so eun dan tanpa aba-aba ia mencium bibir so eun di depan kerumunan wartawan. Semuanya berdecak kaget termasuk hye sun yang sangat-sangat kaget. Ada juga para wartawan yang terlihat bahagia karena mendapatkan berita besar.

Pak jung dari jauh sana melihat kerumunan orang-orang, namun ia tidak tahu apa yang terjadi. Ia hanya di perintah untuk membuntuti pangeran.

Kim bum melepaskan ciumannya setelah agak lama. Ia menatap so eun dan tatapannya seakan mengartikan ‘tenang saja, semua akan baik-baik saja’

so eun masih shock dengan apa yang terjadi, terlebih kim bum sudah melakukannya dua kali secara tiba-tiba dan di depan orang banyak.

“sekarang kalian sudah tahu jawabannya ! Jadi jangan ganggu dia lagi !” ujar kim bum dan kembali menarik so eun untuk masuk ke dalam mobilnya.

Para wartawan malah mengejar kim bum dan so eun, mereka mengerumuni mobil kim bum.

Hye sun masih diam di tempat, melihatnya ini seperti mimpi.

Kim bum tak mau ambil pusing, ia menancap gasnya dengan kencang.

Para wartawan pun beralih ke arah hye sun. Sontak hye sun lari untuk menghindar.

“ya noona ! Anda temannya kim so eun? Bisakah Anda menjelaskannya?” teriak wartawan-wartawan itu seraya mengejar hye sun.

Pak jung yang melihat itu kembali mengikutinya.

###

 

Sekarang kim bum dan so eun sedang berada di dalam mobil. Kim bum focus menyetir sedangkan so eun sedang mengatur kata apa yang akan ia ucapkan pada kim bum.

“ya…….apa yang kau lakukan?” Tanya so eun akhirnya.

“wae?” Tanya balik kim bum seraya menatap ke arah so eun.

“ini akan jadi masalah besar” ujar so eun.

“sudahlah………aku tidak peduli” balas kim bum.

“tapi….kau……..tadi…….kenapa selalu melakukannya tiba-tiba?” Tanya so eun yang sudah mulai kesal.

“memangnya kenapa? Apa aku harus memberitahumu terlebih dahulu jika aku ingin menciummu? Kita kan memang benar-benar ada hubungan, kau ini kekasihku” ujar kim bum terang-terangan.

“mwo?” so eun membuka mulutnya. “sejak kapan aku menjadi kekasihmu? Kau tidak boleh melakukannya seperti itu” kesal so eun.

“aish kau ini……sudah diam saja…kita akan ke suatu tempat sekarang” ujar kim bum.

“kau mau membawaku kemana?” Tanya so eun.

“aku ingin berkencan denganmu !” jawab kim bum dengan senyum jahilnya.

###

 

Pak jung meraih ponselnya untuk menghubungi paduka raja.

“yeoboseyo paduka….saya melihat banyak wartawan tadi…..disana ada pangeran kim bum dan gadis bernama kim so eun itu. Dan mereka akan pergi ke suatu tempat”

“…………..”

“baiklah saya sedang mengikuti mereka sekarang”

“……….”

“ne paduka saya mengerti”

Setelah menutup sambungan telponnya, pak jung pun kembali mengikuti kemana mobil kim bum pergi.

###

 

Kim bum melihat kaca spion mobilnya, berkali-kali ia melihat ke arah belakang selalu saja ada mobil hitam yang sama di sana. Kim bum mulai merasa tidak tenang. Sementara so eun terlihat damai-damai saja seraya melihat pemandangan di sekitar jalan.

“aku rasa ada yang mengikuti kita” ujar kim bum.

“huh?” so eun menoleh ke arah kim bum yang sedang menatapnya.

“mengikuti? Siapa?” Tanya so eun yang mulai khawatir.

“tidak tahu……tapi sepertinya itu suruhan ayahku” jawab kim bum.

“jadi…..bagaimana ini? Seharusnya kau tak usah membawaku tadi” ujar so eun.

“hey…….aku tidak akan membiarkanmu…….jadi berterimakasihlah karena jika aku tidak datang, kau sudah habis dengan pertanyaan-pertanyaan wartawan itu….aku sudah menyelamatkanmu. Dan aku……..tidak ingin ada yang mengganggumu, siapa pun itu ! termasuk ayahku” jelas kim bum.

So eun hanya diam sekarang, kim bum yang ia kenal begitu berbeda sekarang dengan sosok ha min jae yang begitu menyebalkan. Walaupun sifat menyebalkan itu masih ada pada kim bum tapi kini ia benar-benar berbeda. Kim bum perhatian padanya.

“mianhae………..”hanya kata itulah yang dapat di ucapkan so eun.

“so eun-ah……..siap-siap ! jika kau takut pegang saja tanganku, atau peluk saja aku…….” Perintah kim bum. So eun masih menatapnya dengan bingung.

“apa yang akan kau lakukan?” Tanya so eun.

“sudah…..pegang tanganku !” perintah kim bum. Mau tak mau so eun pun memegang tangan kim bum. Dengan hitungan detik, kim bum pun menancap pedal gas dengan kencang, sangat kencang……sampai-sampai so eun menjerit ketakutan dan semakin mempererat pegangannya. Sesekali ia mendekatkan diri dan memeluk kim bum dari samping. Kim bum malah tertawa melihat so eun seperti itu.

“kalau begitu aku akan menambah kecepatannya…………” ujar kim bum.

“kyaaaaaaaa. Ani ani beom-ah………ini sudah cukup” teriak so eun.

Pak jung yang melihat mobil pangeran kim bum mulai melesat dengan jauh, dia juga ikut mempercepat laju mobilnya. Namun karena jalan yang cukup padat dan banyaknya mobil yang berseliweran (?) di sana akhirnya pak jung pun kehilangan jejak mereka.

“ah bagaimana ini? Pangeran kim bum benar-benar pintar” ujarnya dan kembali menghubungi paduka raja.

###

 

“aish kau benar-benar membuatku jantungan” ucap so eun ketika turun dari mobil.

Kim bum tersenyum. “aku suka melihatmu ketakutan seperti itu” ujarnya seraya tertawa.

“bagaimana kau ini !” kesal so eun seraya memukul lengan kim bum, namun kim bum menahannya.

“sudahlah jangan terus marah-marah padaku………sekarang ini kita kan sedang berkencan” ujar kim bum yang membuat pipi so eun memerah, tapi karena hari sudah gelap pipi merah so eun tidak akan terlihat.

Kim bum pun beralih menggenggam tangan so eun. “ayo kita berkencan” ucapnya seraya mengacungkan tangan mereka, memperlihatkannya. Kim bum tersenyum. So eun menatap kim bum lalu ia juga tersenyum.

Kim bum dan so eun berjalan-jalan di sekitar taman di dekat namsan tower. Mereka kelihatannya sangat senang, karena saat ini tidak ada yang mengganggu mereka sama sekali.

“beom-ah………kenapa tempatnya sepi sekali. Aku baru sadar…….” Tanya so eun heran.

“kenapa? Kau tidak suka……?” Tanya balik kim bum.

“aniya….hanya saja ini terlalu sepi. Hanya ada kita saja disini” balas so eun seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling.

Kim bum hanya tersenyum menanggapinya.

“wae? Ini ulahmu?” selidik so eun.

“rahasia……..ini rahasia………”jawab kim bum sengaja membuat so eun penasaran.

“ishhh” kesal so eun.

“tapi kau senang kan?” Tanya kim bum seraya menatap so eun.

So eun tersenyum. “sangat senang……” jawabnya.

“tidak hanya ini….ayo…! ada sesuatu yang ingin aku tunjukan” ajak kim bum.

###

 

So eun baru saja pulang setelah tadi ia berkencan dengan kim bum, ia sangat senang saat ini. Tapi sebenarnya hubungan dirinya dengan kim bum apa? Tidak ada pernyataan sama sekali, walaupun kim bum mengaku dia itu kekasihnya. Tapi yang pasti, so eun sangat senang hari ini. Semua beban dan rasa lelahnya hilang. Ketika ia hampir saja sampai di apartemennya, terlihat dua orang pria berbadan besar sedang berdiri di depan pintu apartemennya, juga ada satu orang pria yang terlihat rapi dengan pakaiannya. So eun merasa heran. Mau tak mau ia pun menghampiri mereka.

“noona, apakah Anda noona Kim So Eun?” Tanya salah satu orang itu yang ternyata adalah pak jung, pak jung mendapat perintah dari paduka raja.

“ah ne…..ada apa?” Tanya so eun yang sudah mulai takut.

“ini uang untukmu !” ucap pak jung seraya menyerahkan amplop berisi uang kepada so eun.

“mwo? Sebenarnya kalian siapa?” Tanya so eun kaget, untuk apa orang-orang itu menyerahkan sejumlah uang kepadanya.

“pangeran kim sang bum ! noona jangan lagi mendekati pangeran, kau tahu kan pangeran sudah di jodohkan. Jangan coba-coba untuk mempengaruhinya, karena kami tahu orang tuamu punya banyak utang dan memanfaatkan pangeran untuk itu.” Jelas pak jung.

So eun kaget mendengarnya, utangnya sudah lunas. Dan kim bum….oh tidak……..

“maaf apa yang kalian bicarakan?” Tanya so eun.

“jika noona masih tidak ingin menuruti perintah kami ! lebih baik terima uang ini dan pergi dari sini ! jangan bertemu lagi dengan pangeran kim bum”pinta pak jung walapun ia sendiri tidak tega mengucapkannya, tapi ini demi perintah paduka raja.

“kalian tidak berhak menyuruhku ! sebenarnya kalian siapa?” Tanya so eun.

“aku adalah orang kepercayaan paduka raja, ayah pangeran kim bum !” jawabnya.

So eun membulatkan matanya. Ia tidak bisa berkata apa-apa sekarang.

“jadi lebih baik terima saja uang ini dan pergi dari sini. Dari pada paduka raja akan bertindak lebih jauh terhadapmu noona. Kau ingin melihat pangeran kim bum bahagia?” Tanya pak jung.

Hati so eun benar-benar sakit sekarang, mulutnya masih terkunci.

“terima uang ini dan pergilah !” pinta pak jung.

“b…..b…baiklah………aku………..akan pergi, tapi aku tidak butuh uang ini…..!” tolak so eun.

“besok adalah hari terakhirmu…..maka segera bersiap-siap saja. Apartemenmu ini akan menjadi milik paduka raja” ujar pak jung lalu pergi meninggalkan so eun.

Sekarang air mata so eun benar-benar tidak bisa di kontrol. So eun menangis. Kenapa? Kenapa baru saja ia bahagia, masalah datang lagi.

###

 

Ini sudah pagi, so eun sudah siap-siap untk pergi. Tapi ia sendiri masih bingung harus pergi kemana. So eun tak memberi tahu ini kepada hye sun maupun geun young, apalagi kim bum. Ia memang akan berniat meninggalkan seoul, mungkin. So eun sudah pergi meninggalkan apartemennya. Ia meunggu bus yang datang di halte. Ketika bus datang, so eun pun naik. Sekarang tujuannya adalah daegu, so eun akan pergi ke rumah pamannya yang ada di daegu.

So eun duduk di kursi paling belakang, ia menghela nafas. Rasanya berat sekali. Tiba-tiba ponselnya bordering. Ada pesan masuk dari kim bum. So eun pun membacanya.

So eun-ah….. aku tunggu kau di unic café…..datanglah dengan penampilan cantik.

Jam 4 sore……awas jika kau telat…….!!!

So eun menarik nafas dengan berat, ia ingin menangis sekarang setelah membaca isi pesan itu.

“mianhae………” ucapnya.

###

 

Hye sun menatap ponselnya, ia lupa ia belum menghubungi lee min ho untuk bertanggung jawab membenarkan ponselnya yang sedang bermasalah. Ia jadi tak bisa menghubungi so eun. Ia khawatir karena so eun tak juga datang bekerja, terlebih ia melihat sendiri kejadian kemarin.

“apakah ada sesuatu yang terjadi dengannya?” Tanya hye sun pada diri sendiri.

Tiba-tiba moon geun young menghampirinya.

“hye sun ah ada apa? Oh ya so eun belum datang?” tanyanya.

Hye sun menggeleng “ponselku rusak, aku jadi tidak bisa menghubunginya”jawabnya.

“mungkin dia ada urusan lain” tebak geun young.

###

 

Pukul 4 sore, kim bum sudah menunggu so eun di unic café. Ia terlihat bahagia disana. Namun sudah 30 menit berlalu so eun tak juga datang, kim bum mulai merasa gelisah.

“aish dia itu……..” kesalnya lalu meraih ponsel untuk menghubungi so eun. Tapi sudah berkali-kali kim bum menghubunginya, so eun tak juga mengangkatnya. Lengkaplah sudah kegelisahan kim bum. Namun kim bum percaya, so eun pasti akan datang. Namun waktu sudah menunjukan pukul 6 sore, sudah dua jam kim bum menunggu tanpa sadar. Dengan cepat kim bum pun pergi dan menancap gas menuju apartemen so eun, sesudahnya ia sampai, berkali-kali menekan bel namun so eun tak juga menyahutnya. Kim bum kembali menghubungi so eun. Namun so eun tak juga mengangkatnya. Tiba-tiba kim bum teringat sesuatu. Ia segera bergegas menuju café tempat so eun bekerja. Sesampainya di sana ia langsung bertanya kepada hye sun dan geun young.

“apakah so eun ada disini? Dia sedang bekerja?” Tanya kim bum.

Hye sun dan geun young kaget dengan kehadiran pangeran kim bum.

“so eun dia tidak masuk kerja hari ini, aku kira dia sedang bersamamu panheran” jawab hye sun.

“tidak……dia sedang tidak bersamaku…….” Ujar kim bum panic.

“kalau begitu mungkin ia ada di apartemennya” ujar geun young.

“dia tidak ada disana…aku sudah mencarinya” ujar kim bum.

“ah terimakasih, jika tidak ada…..aku harus segera pergi untuk mencarinya……” ucap kim bum lalu berlari keluar menuju mobilnya.

“so eun..jadi dia ada dimana sekarang…..? bos coba hubungi dia ! pantas saja perasaanku tidak enak” ujar hyesun. Namun sudah berkali-kali geun young menelpon. So eun tak juga mengangkatnya.

###

 

Kim bum menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi, pikirannya sedang tidak focus sekarang. Karena ia sedang memikirkan dimana so eun berada sekarang? Perasaan kim bum benar-benar kacau. Ia tidak bisa berkonsentrasi menyetir, ia harus menemukan so eun, ia takut ini ada kaitannya dengan ayahnya. Ketika kim bum hendak membelokan mobilnya, terlihat sebuah mobil dari arah yang berlawanan melaju dengan kencang. Sinar lampu membuatnya benar-benar silau…..dan ‘tidiiit tiiiiditttt tidiiitttt”

 

~continued~


13 thoughts on “He is a prince ??? (part 12)

  1. Paduka raja jahat sekali, padahal soeun tidak tahu apa-apa. Apakah salah mereka saling mencintai??
    Terus kimbum kecelakaan, lalu apa yang terjadi pada kimbum?
    Jadi penasaran nich

  2. Iiiiisssh….appa nya Bum jahat bgt ssiiiih…pake acara ngusir Sso segala…kasian BumSso, baru aja bahagia uda dipisahin lg…

  3. huwaa itu bum kenapa? ketabrak kah ….?

    suka deh bum mengkissu seenaknya apalagi di depan banyak orang wkwkwk

    cuma ga suka cara bum menghadapi ortunya, trlalu berani…

    sso akhirnya pergi huhuhu..

    satu part lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s