He is a prince ??? (part 2)

He is a prince ??? (part 2)

 

Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye. (masih ada cast tambahan yang masih dirahasiakan #so misterius lo !!!)

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

 

Review last episode

Tapi ketika pak jung sudah sampai di depan pintu kamar sang pangeran, entah kenapa pintu itu tak juga di buka setelah pak jung beberapa kali mengtuk pintu dan memanggil sang pangeran. Akhirnya pak jung pun membuka pintu tersebut yang ternyata tidak di kunci. Alangkah kagetnya pak jung karena pangeran kim bum tak berada di kamarnya. Dengan segera ia pun menghampiri paduka raja dan ratu kemudian memberitahukan jika pangeran kim bum tidak ada.

“bagaimana bisa? KIM BUM, anak itu…………” paduka raja terlihat geram dengan kelakuan anaknya.

###

Part 2

“kami sungguh sangat kecewa dengan semua ini?” ujar rekan ayah kim bum ketika sudah mengetahui jika pangeran kim bum tidak ada.

“maafkan kami, ini sungguh di luar rencana, kami sendiri tidak tahu kenapa anak kami bisa pergi begitu saja….mianhamnida……..”ujar ibu sang pangeran.

“kami serasa di permainkan, kami pamit pulang…….”mereka tampak kecewa.

“maafkan kami, kami kurang bisa mendidik anak kami sendiri”ujar ayah kim bum.

Kini mereka pun pergi dari kerajaan kim dengan perasaan benar kecewa. Setelah mereka pergi, puncak amarah paduka raja pun  mulai memuncak.

“kenapa anak itu hanya bisa membuat malu saja” geram paduka raja.

“pak jung, cepat cari dimana dia sekarang……..!!!!”perintahnya.

“baiklah…”pak jung mengangguk mengerti.

“tapi ini sudah malam, apakah sebaiknya besok saja?” tawar sang ratu.

Paduka raja tampak berpikir

“tidaaaakk, anak itu sudah sangat keterlaluan….cari dia dan temukan dia….aku yakin tak jauh dari sini” paduka raja masih pada keputusannya, pak jung pun pergi dan mencari ‘pangeran’ kim bum bersama para bodyguard yang lain.

###

“woooaarrghhh, punggungku rasanya remuk !!!”gerutu kim bum ketika sudah sampai di apartemen so eun, dengan segera ia pun menidurkan so eun di sova.

“aiiishh bajuku……..menjijikan sekali…..” kim bum terus-terusan menggerutu tak jelas.

“heh wanita ini……sungguh……..apa dia tinggal di apartemen ini sendirian?” kim bum bertanya-tanya seraya celingak-celinguk memperhatikan seisi apartemen so eun yang cukup kecil. Kim bum melihat jam dinding yang terpasang pada tembok di ruang televisi ini.

“argh sudah terlalu malam, pukul 11.30……apa sebaiknya aku ikut menginap saja disini ya? Lagi pula dia harus mengucapkan terimakasih kepadaku karena aku sudah menolongnya…….baiklah hanya satu malam….”ucap kim bum.

Kim bum pun menatap so eun.

“pasti gadis ini sedang mempunyai masalah dengan orang yang bernama jinki itu, sampai mabuk berat seperti ini…….hah gadis pemabuk….” ucap kim bum, karena merasa tak tega juga, akhirnya  kim bum pun berbaik hati mencari sebuah selimut untuk menyelimuti tubuh so eun, setelah berhasil kim bum pun menyelimuti tubuh so eun. Ketika kim bum hendak berbalik tiba-tiba saja so eun bergumam dan membuat kim bumheran.

“jinki-ssi…………”gumam so eun dengan suara yang lemah. Kim bum terlihat terdiam dan bingung. Ia menatap so eun.

Keeseokan harinya

So eun terlihat masih tertidur, sementara kim bum sedang mandi di kamar mandi. Ketika so eun mulai sadar dari tidurnya karena sinar matahari yang menyilaukan matanya, ia pun terbangun. Namun ia mendengar suara kucuran air di dalam kamar mandi.

“suara apa itu?” so eun kaget dan langsung terbangun dari sova yang lumayan empuk itu, ia mengendap perlahan mendekati sumber suara.

Sementara kim bum masih asik menggosok dan membasahi tubuhnya. “ah segar sekali….sepertinya bau soju yang menempel di badanku akan hilang” ucapnya.

So eun sudah semakin dekat dengan pintu kamar mandi, ketika hendak membukanya tiba-tiba saja pintu tersebut terbuka dan ada seseorang di dalamnya dengan telanjang dada, sontak so eun kaget begitu pula dengan kim bum.

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………..” so eun berteriak seraya menutup matanya.

“aishhh mampus dia sudah bangun”ucap kim bum, cepat-cepat kim bum pun kembali menutup pintunya dan segera memakai bajunya. Sementara so eun benar-benar terkejut melihat ada orang lain di apartemennya apalagi seorang pria yang tengah mandi dan so eun melihatnya dengan keadaan telanjang dada. So eun terus-terusan menutup matanya. Karena so eun benar-benar merasa panik dan takut terlebih orang itu bukanlah orang yang ia kenal, ia pun segera meraih boneka ayam yang menganggur di sova kemudian berdiri di depan pintu kamar mandi menunggu kim bum keluar dari kamar mandi, dengan keadaan siaga untuk memukul kim bum dengan boneka.

Di dalam kamar mandi, kim bum terlihat bingung bagaimana caranya keluar dan menjelaskan kepada wanita yang bertemu dengannya kemarin itu. Apalagi so eun telah melihat kim bum dengan keadaan yang tidak enak di pandang, perut sixpacknya (?) telah dilihat oleh wanita lain.

Kim bum sudah selesai memakai baju, lebih tepatnya kaos dengan celana pondok selutut.

“aiisshhh bagaimana ini? Pasti dia sangat terkejut……..ah dasar bodoh kau” umpat kim bum pada dirinya sendiri. Dengan memberanikan diri kim bum pun mulai membuka pintu tersebut perlahan dan keluar dari kamar mandi secara mengendap-ngendap.

“kemana dia?”tanya kim bum pada dirinya sendiri ketika sudah berhasil keluar dari kamar mandi, belum sempat ia mentup pintunya kembali tiba-tiba pukulan keras mendarat di kepalanya.

“do…………..siapa kau?”teriak so eun seraya menghajar kim bum menggunakan boneka yang sudah ia persiapkan dari tadi.

“ya…ya….hentikan !!!”mohon kim bum.

“siapa kau? Kenapa kau bisa berada di apartemenku?” teriak so eun yang masih menghajar kim bum dengan membabi buta, kim bum hanya meringis kesakitan seraya berusaha menahan pukulan so eun. Kim bum mencoba berlari sampai akhirnya ia tersungkur di sova. So eun masih menghajar kim bum dengan nafsu (?).

“tolong hentikan, aku akan menjelaskannya padamu!!!” mohon kim bum.

“aish……….”tiba-tiba saja so eun terdiam dan tampak berfikir.

“aw sakit sekali” gerutu kim bum seraya memegangi kepalanya.

“aaaaaa………apa kau? Apa jangan-jangan kau?……….ah andwae……….maltu andwae….”tiba-tiba saja so eun berteriak histeris danmenjatuhkan bonekanya yang ia pakai untuk menghajar kimbum, ia menyilangkan kedua tangannya di dadanya seraya brigidik tak jelas. Kim bum masih meringis kesakitan dan menatap so eun ngeri.

“bukan seperti itu……jangan berfikiran yang aneh-aneh padaku…aku akan menjelaskannya” ucap kim bum seraya berusaha bengkit dan mendekati so eun. So eun menjauh dan malah menendang kaki kim bum dengan keras.

“aaaaw….apa yang kau lakukan….aku tidak melakukan apa-apa padamu……….” ucap kim bum seraya memegangi kakinya.

“ah…andwae…a…a….aku tidak mau tahu, aku tak menganalmu….. sebaiknya kau keluar saja….!!!”ucap so eun seraya mendorong kim bum keluar apartemennya. Namun kim bum menahannya.

“ya…..seharusnya kau berterimakasih kepadaku….karena aku yang telah menolongmu dan mengantarmu pulang kemarin dalam keadaan mabuk………..” ucap kim bum dengan nada yang sedikit dinaikan.

“mana mungkin aku langsung percaya…….aku tak tahu siapa kau”ucap so eun. sebaiknya kau keluar saja……sana…….” so eun tetap menyeret (?) kim bum sampai keluar apartemennya. Kim bum terlihat kesal dan menahan rasa sakitnya efek dari hantaman (?) so eun yang meraja lela. Dengan keras so eun pun menutup pintunya.

“aw…..ya !!!…..jika aku benar maka hidupmu tidak akan tenang karena kau punya hutang budi padaku….cobalah kau ingat-ingat kejadian kemarin ketika kau mabuk berat…, aku menggendongmu sampai-sampai pinggangku rasaya mau patah!”kim bum kini berteriak di balik pintu dengan kesalnya.

“ah tidak…………..”balas so eun tak kalah berteriak.

“dasar gadis kasar….mengerikan sekali, wanita tidak tahu berterimakasih….”gerutu kim bum dari balik pintu. Namun tiba-tiba pintunya kembali terbuka.

“aish ada tas asing di dalam apartemenku, pasti ini milikmu…..ambil…………” ucap so eun seraya melemparkan tas kim bum kearah kim bum. So eun pun menatap kim bum dari bawah ke atas kemudian brigidik tak jelas.

“kau………aishhhhhhhh”ucap so eun yang kembali masuk ke apartemennya. Sementara kim bum menatap so eun dengan heran.

“argh sial sekali hidupku……..”gerutu kim bum. Ia pun berjalan entah kemana pergi jauh dari apartemen itu.

###

So eun membantingkan tubuhnya ke sova.

“ah aigoo siapa dia? Kenapa bisa ada di apartemenku? Ah tidak mungkin…..ini tidak mungkin…..” so eun menutup kedua matanya.

“pasti aku sedang bermimpi………agrh tapi aku sedang tidak bermimpi…..ini nyata !!!” ucap so eun. Ia pun sejenak terdiam mencoba untuk mengambil nafas. Ia menoleh ke sampingnya, dilihatnya tergeletak boneka ayam pemberian jinki waktu itu.

“kenapa nasibku menyedihkan sekali……..jinki-ssi kau jahat……aishhhh………..” so eun memukuli boneka itu dengan kesal sambil menahan tangisnya.

###

“maaf paduka raja…….saya belum juga menemukan pangeran kim bum” lapor pak jung dengan nada yang terlihat khawatir.

“ah sudahlah, pasti semalaman kau belum beristirahat…….aku akan menyuruh yang lain untuk mencari anak itu”ujar paduka.

“baiklah, maafkan saya paduka tidak bisa menjalankan tugas dengan baik” mohon pak jung.

“tidak apa-apa…aku mengerti”jawab paduka.

Pak jung pun pergi dari hadapan paduka raja dan setelah itu datanglah sang istri dan bertanya kepadanya.

“bagaimana? Apakah kim bum sudah pulang” tanya ibu kim bum dengan wajah yang cemas.

“tidak….mana mungkin anak itu bisa di temukan dengan mudah” jawab paduka raja.

“aku harap dia bisa di temukan secepatnya dan bisa kembali ke kerajaan”

“jika anak itu sudah kembali tidak akan aku maafkan………”

###

“ah aku lapar sekali………..” ucap kim bum seraya berjalan tak tentu arah.

“bagaimana juga aku harus bisa menghemat uangku……makan makanan yang murah saja dan sekiranya bisa mengenyangkan…….”ucapnya.

Ia pun berjalan menuju toko bubur yang ada di sekitarnya.

Kim bum masuk ke dalam toko itu dan duduk di kursi yang kosong.

“satu mangkuk bubur original” pinta kim bum pada pelayan.

Pelayan itu pun segera membuatkan pesanan untuk kim bum. Sepertinya mereka yang berada di dalam toko bubur itu memang tidak mengenali wajah kim bum karena mungkin penampilannya yang berbeda. Tapi ketika kim bum sedang menunggu pesanan datang ia mendengar pembicaraan orang lain yang cukup membuatnya terkejut.

“ya….apa kau sudah baca koran di pagi ini?” ujar seorang wanita kepada temannya.

“ya, aku sudah membacanya, jika ‘pangeran’ Kim Beom yang sudah 4 tahun berada di london sudah kembali ke korea” jawab temannya.

“ah benar sekali…….tapi kedatangannya itu sangat misterius….katanya tak ada seorang wartawan atau netizen pun yang mengetahui kepulangnnya waktu itu dan baru diketahui sekarang….sungguh hebat….ah aku jadi ingin bertemu dengannya”ucap wanita itu.

“aku juga sangat penasaran dengannya, tapi aku tidak tahu apakah ini hanya gossip atau benra?”jawab temannya itu.

Mendengar pembicaraan kedua wanita itu kim bum langsung terkaget-kaget dan langsung menutupi wajahnya dengan tangannya.

“aish gawat…….” batinnya.

“ini tuan buburnya, silakan dinikmati…….”ujar pelayan itu seraya menyerahkan bubur pesanan kim bum.

Kim bum hanya menunduk dan tak melihat pelayan itu, takutnya akan ada orang yang mengetahuinya walaupun saat ini ia sangat berbeda.

“gomawo” ujar kim bum yang masih menunduk dan menutupi wajahnya.

Pelayan itu pun pergi.

“argh makanku jadi tak berselera……..”batinnya.

###

‘bruuukkkkkkk’ dokumen dari so eun tersebut di lempar oleh sang manager. Dan managernya itu pun segera menutup pintu dengan keras.

So eun cukup lama terdiam. Kemudian ia pun mengambil dokumen yang tergeletak di lantai, lagi-lagi ia terdiam dan tiba-tiba saja air matanya jatuh. Cepat-cepat so eun menghapusnya.

“aku tidak pantas untuk menangis” ucapnya sambil berdiri.

“aku sudah di pecat…….dan sekarang hidupku semakin menyedihkan…….so eun, coba hitunglah sudah berapa kali kau telat masuk kerja dengan alasan yang sama………tapi,  ini semua gara-gara pria yang tak beridentitas itu, ah so eun-ah bagaimana dengan nasibmu?”ujar so eun. Ia pun berjalan gontai keluar kantor.

Ketika ia sedang berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.

“ya…..so eun-ssi……..”teriak seseorang.

So eun pun menoleh ke sumber suara. Dilihatnya hye sun tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya. Namun karena so eun sedang sial dan perasaannya sedang kacau hari ini, ia pun melanjutkan jalannya tanpa membalas sapaan hye sun dari jarak yang cukup jauh. So eun kembali berjalan gontai dengan tatapan yang kosong.

“aish dia kenapa?”tanya hye sun pada dirinya sendiri.

“ya……so eun…………!!! apa kau pura-pura tuli? Tidak sopan sekali kau mengacuhkanku begitu saja” teriak hye sun seraya berlari mengejar so eun yang masih menghiraukannya.

“so eun………”ucap hye sun yang tampak jengkel karena so eun sangat acuh padanya, hye sun pun memegang bahu so eun lalu mensejajari langkahnya.

“hey ada apa denganmu?” tanya hye sun.

Kali ini so eun terdiam dan menghentikan langkahnya. Tiba-tiba saja so eun memeluk hye sun dan menangis dengan sejadi-jadinya.

“hye sun………..hua……… hiks hiks hiks hiks T______T” so eun menangis di pelukan hye sun. Hye sun pun membalas pelukannya.

“so eun-ah kau kenapa?”hye sun yang tadinya sedikit kesal menjadi khawatir akan so eun yang menangis tiba-tiba.

“T______T  hiks hiks hiks hiks hiks………………………..hye sun…….” tangisan so eun semakin mengeras.

“kau kenapa? Sebaiknya ceritakan padaku apa yang terjadi padamu!” pinta hye sun seraya menenangkan so eun.

###

 “mwo benarkah? Jangan berbohong padaku so eun-ssi” hye sun terlihat tak percaya dengan apa yang di ceritakan so eun.

“untuk apa aku menangis seperti ini jika aku berbohong” jawab soe un seraya mengahpus air matanya yang terus bercucuran dengan tisu.

“aishhhh tidak akan aku maafkan, ternyata jinki-ssi pria yang buas (?)……awas saja dia sudah menyakiti temanku seperti ini” emosi hye sun membara. So eun hanya angguk-angguk saja.

“ aku sendiri tidak akan memaafkannya…….tapi aku rasa, aku sendiri tidak bisa marah padanya” gumam so eun.

“ya so eun-ssi, wanita macam apa kau ini? Jangan terlalu baik padanya…….aku yakin seiring berjalannya waktu kau akan bisa melupakannya dan awas ya jangan menaruh hati lagi padanya” ucap hye sun seraya mengepalkan kedua tangannya.

“Ya !!…….yang sedang sedih itu aku apa kau? Kau ini memang sangat peduli pada temanmu…….gomawo hye sun-ah aku beruntung mempunyai teman sepertimu” ucap so eun senang, sepertinya rasa sedihnya sudah mulai menghilang (?).

“itulah kelebihanku di banding yang lain….haha” bangga hye sun.

“disaat seperti ini kau masih bisa membanggakan dirimu sendiri”ucap so eun yang sudah mulai bisa sedikit tersenyum.

“oh ya so eun-ah aku lupa…………..kau habis dari mana tadi? kenapa tak bekerja di kantormu?” tanya hye sun heran.

So eun menghela nafas.

“aku sudah di pecat………..hye sun-ah………nasibku menyedihkan sekali bukan?” jawab so eun.

“mwo di pecat? Apa lagi-lagi aku tak salah dengar? Kenapa bisa kau di pecat?” hye sun begitu kaget.

“ini benar hye sun-ssi…… Argh ini semua gara-gara pria tak jelas asal-usulnya itu” ucap so eun.

“pria tak jelas asal-usulnya? Maksudmu?” hye sun tampak tak mengerti.

“kau tidak usah tahu….”jawab so eun.

###

“aish kalau sudah ada berita yang seperti ini pasti aku tidak akan bisa hidup bebas, apalagi aku sendiri tidak tahu ingin tidur dimana? Uangku yang tersisa sangat terbatas” gumam kim bum ketika sudah keluar dari toko bubur itu.

Kim bum pun berjalan tak tentu arah, apalagi pipinya sedikit membiru bekas pukulan so eun yang cukup dengan tenaga yg kuat.

“rasanya pinggangku seperti yang akan patah, tenaga wanita itu sungguh kuat” gerutunya.

Ia pun menuju ke bangku taman yang kosong yang tak jauh darinya berdiri. Ia duduk beristirahat disana, namun tiba-tiba ponselnya berdering, ada telpon yg masuk dari hyun joong.

“mwo hyun joong hyung?”kim bum sedikit terkejut.

” Ah aku tidak boleh mengangkatnya” ucapnya.

Kim bum pun mendiamkan panggilan hyun joong sampai berhenti bergetar. Namun malah 1 pesan yang masuk, mau tidak mau kim bum pun membaca isi pesan itu yang ternyata dari hyun joong juga.

“anak bodoh, kenapa kau tak mengangkat telpon dariku? Apa kau berusaha menghindar? Sebaiknya cepat kau kembali ke kerajaan sebelum kedua orangtuamu tidak akan memaafkanmu, para bodyguard sudah berkeliaran di kota seoul untuk mencarimu, apalagi berita mengenai kepulanganmu ke seoul sudah menyebar di koran ! Apa kau tidat takut orang-orang akan mengenalimu?”

from: hyun joong.

 

“aish apa-apaan maksudnya? Mencoba membujukku untuk kembali? Atau mengancamku?  Jangan berharap aku akan kembali sampai sejarah perjodohan di kerajaan dihapuskan” gerutu kim bum dengan kesal.

“lebih baik aku hidup menderita seperti ini dari pada menuruti keinginan konyol ayah dan ibu, aish” pada akhirnya kim bum berbaring di kursi panjang itu dengan tas yang ia jadikan bantal. Ia memejamkan matanya dan mencoba menghirup udara yang cukup sejuk.

###

*kami belum juga menemukan pangeran*ujar salah satu bodyguard dari telpon kepada pak jung

*apakah keberadaanya sangat sulit untuk ditemukan? Saya harap kalian semua mencarinya sampai ke tempat yang mungkin jarang di kunjungi oleh pangeran*perintah pak jung.

*baiklah kami semua mengerti, kami akan mencobanya*

*aku harap kalian bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan paduka raja dan paduka ratu, aku sendiri juga akan berusaha mencarinya*

*baiklah…..kami mengerti*

sambungan telpon ditutup.

“kita coba untuk berpencar, cari pangeran kim bum sampai ke tempat yang tak mungkin ia berada disana” ujar salah satu bodyguard suruhan pak jung.

“pangeran sangat menyusahkan” gerutu mereka.

Mereka pun berpencar untuk mencari pangeran kim bum yang kabur dari istana.

###

hyun joong masih berada di kantornya, ia subuk menandatangani dokumen-dokumen yang bersebaran (?) di mejanya. Tapi ia juga bingung karena masalah kaburnya kim bum ikut imbas kepadanya.

Hyun joong menghela nafas untuk beristirahat sejenak. Kemudian ia pun kembali mengambil ponselnya dan menghubungi kim bum.

‘tut tut tut tut’ ponsel kim bum terus tulalit

Sudah beberapa kali hyun joong menekan tombol call untuk menghubungi kim bum namun tetap saja sepertinya kim bum mengacuhkannya. Karena kesal hyun joong pun hanya bisa meminum secangkir kopi yg tersedia di mejanya.

“aish anak itu maunya apa? Menyusahkan semuanya saja….tidak seharusnya dia kembali ke korea jika kerjaanya hanya membuat orang susah. Dasar bocah hanya tidak mau di jodohkan saja main kabur begitu saja, awas jika aku berhasil menemukanmu aku tidak akan melepaskanmu” gerutu hyun joong yang kemudian kembali meneguk kopinya. Tiba-tiba ketukan pintu terdengar, dengan segera ia pun menyuruh orang itu masuk.

“ada apa pak lee?”tanya hyun joong setelah orang itu masuk dan duduk di hadapannya.

“tuan, ada yang ingin saya sampaikan mengenai meeting yg akan dilaksanakan minggu depan”ujar pak lee asisten hyun joong di kantor dan merupakan asisten ayahnya dahulu.

“oh mengenai itu”ujar hyun joong

“begini tuan, ada yg ingin bekerja sama dengan projek kita kali ini, bukannya kita membutuhkan seorang arsitek yg prifesional dalam pembangunan hotel baru yg akan kita bangun?”ujar pak lee menunggu jawaban dari hyun joong

“baiklah kalau begitu, nanti aku akan mengadakan pertemuan dengannya, dan tolong pak lee beritahu kepada orang itu bahwa jumat aku ingin bertemu dengannya untuk lebih memastikan kerja sama dalam projek ini”perintah hyun joong

“baiklah tuan, kalau begitu saya permisi” pak lee pun keluar dari ruangan hyun joong.

Sementara hyun joong terlihat terdiam.

###

So eun sudah kembali berada di apartemennya. Ia pun menghempaskan tubuhnya ke kasur karena tak tahu kenapa ia merasa tubuhnya sangat lemas. Kemudian ia berfikir sejenak.

“beruntung aku masih mempunyai teman dan boss yg sangat pengertian terhadapku”gumam so eun

 

Flash back

“so eun ssi, kenapa kau kemari, bukannya hari ini kau bekerja di kantor? Hye sun apa kau mengajak so eun untuk bolos kerja di kantornya?”tanya sang boss heran karena hye sun datang bersam hye sun ke cafe.

“ani….bukan seperti itu”bantah hye sun. So eun hanya mengangguk.

“ada yg ingin aku bicarakan denganmu boss, dan ini mengenai so eun”ujar hye sun. Geun young tampak bingung dengan sikap mereka, sementara so eun hanya duduk lemas di kursi.

“apa yang terjadi padamu so eun?”tanya geun young.

“aku di pecat boss, bagus sekali kan nasibku?”so eun mencoba untuk tersenyum.

“jinjayo? Ya so eun ssi itu bukan bagus tapi buruk….”ujar sang boss.

Hye sun hanya diam, namun tak lama ia membuka suaranya.

“kalo begitu suruh so eun bekerja disini setiap hari penuh boss, waktu itu kan dia hanya bekerja di jari jumat, sabtu dan minggu, kalau begitu kan aku jadi ada temannya”ujar hye sun.

“apa kau mau so eun bekerja disini tiap hari walopun upah yg didapat sedikit?” tanya geun young memastikan.

So eun mengangkat kepalanya  menatap hye sun dan geun young bergantian.

“padahal aku tak memintanya kepada kalian, tapi….dengan senang hati pasti akan aku terima….bukannya dulu juga pertama aku bekerja adalah di cafe milikmu boss?”ucap so eun.

“haha benar juga ya….yasudah kalo begitu sekarang kau pulang saja dan beristirahatlah, dari raut wajahmu terlihat begitu menyedihkan”ujar geun young.

“ah jeongmal gomawo boss, hye sun ah, baiklah kalau begitu aku pulang”pamit so eun.

“ne…..jangan lupa besok kau mulai bekerja lagi disini” teriak hye sun.

“ye….”jawab so eun lemas.

_end flashback

 

So eun pun tersenyum mengingat kejadian tadi dan ia pun memilih untuk tidur, namun rasanya matanya sulit untuk di pejamkan, tiba-tiba ia teringat dengan laki-laki yg berada di apartemennya tanpa ia ketahui alasannya.

“aish laki-laki itu, sampai sekarang aku masih heran. Bagaimana bisa dia masuk ke apartemenku dan bilang jika malam hari dia menolongku karena aku mabuk berat”pikir so eun.

“tunggu? Mabuk? Aku mabuk berat?”ucap so eun seraya bangkit dari kasurnya dan sekarang menjadi duduk (?), so eun teringat sesuatu. Cukup lama ia terdiam memikirkan kejadian malam kemarin.

“aish baboya….ketika pulang dari pesta perasaanku sangat campur aduk, kesal, sedih, marah, kecewa karena JINKI, dan aku memutuskan untuk menenangkan pikiranku dengan meminum soju secukupnya, tapi malam itu aku malah menghabiskan lebih dari satu botol soju dan bertemu dengan pria itu, ah ya ya aku ingat, lalu dia…….aish aku lupa”ucap so eun seraya menepuk jidatnya sendiri. Ia kembali berpikir.

“heum jadi…..pria itu tidak bersalah sama sekali kepadaku? Berarti apa yang dia katakana itu benar? seharusnya aku berterimakasih kepadanya….aish so eun baboya….”ujarnya.

“lalu apa yg harus aku lakukan sekarang? Ah dari pada pusing memikirkannya lebih baik aku tidur….”ujarnya.

“tapi aku tak bisa tidur, baiklah makan saja”ujarnya yang kemudian beranjak menuju dapur untuk mengambil makanan, namun ketika ia sudah sampai di depan kulkas lalu membukanya, tak ada makanan yg tersisa sama sekali.

“aish apa ini puncak kesialanku?”ucap so eun dengan kesal.

“kalau begitu mau tak mau aku harus membeli makanan untuk makan malamku dan untuk hari kedepannya”ucap so eun. Ia pun keluar apartemen dan menuju supermarket terdekat untuk membeli bahan makanan.

###

“maaf apa anda pernah melihat pria ini di sini?” Tanya pak jung yang ternyata sedang mencari pangeran kim bum sambil menunjukan foto yang bergambarkan kim bum kepada orang yang ia tanya satu-persatu.

“maaf aku tak pernah melihatnya” jawab orang itu lalu berlalu pergi.

Pak jung semakin pusing mencarinya, apalagi sudah dari tadi tak ada satu orang pun yang pernah melihat pangeran kim bum. Apa semua orang tak kenal dengannya? Pangeran tampan dari kerajaan terkenal di korea? Apa mungkin ini ada hubungannya perihal pangeran yang sudah 4 tahun belum pulang ke korea ataupun orang-orang yang ketinggalan berita? Sungguh di luar dugaan mereka tak mengenali pangeran kim bum, memang dari pihak kerajaan pun tak terlalu mempublikasikan mengenai pangeran kim bum yang merupakan anak dari raja kim dan tak mempublikasikan kedatangan pangeran ke korea, kalau saja tak ada salah satu media yang berhasil mengetahui dan mencari berita mengenai pulangnya pangeran ke korea.

“pangeran….ada dimana anda? Sungguh aku menjadi khawatir”ujar pak jung.

Ia pun kembali mencari pangeran.

###

Kim bum masih tertidur di kursi panjang di taman itu, karena silau dengan sinar matahari siang tadi ia pun menutup wajahnya dengan jaketnya dan sampai sekarang pun masih begitu, karena ia merasa perutnya keroncongan ia pun membuka kedua matanya dan bangun, namun ketika ia bangun ia merasakan sesuatu yg mencurigakan didekatnya, seseorang yg baru saja pergi dari dekatnya, ia pun segera duduk dan mengacak rambutnya kemudian mencoba memeriksa siapa tahu ada sesuatu yang hilang dari tasnya maupun dari saku jaketnya yg ia gunakan untuk menutupi wajahnya, benar saja uang kim bum yang ia simpan di saku jaketnya tidak ada.

“uangku? Uangku hilang? Mwo siapa yang mencuri uangku?”kim bum terlihat panik.

seorang pemuda yg terlihat mencurigakan dan gerak geriknya yg berjalan menjauhi kim bum pun terlihat mempercepat langkahnya. Kim bum melihat punggung pemuda itu dengan penuh curiga.

“ya 350000 won ku !!! Ya….pencuri jangan lari kau !!!!” kim bum berteriak dan cepat-cepat berlari mengejar pria itu yg sudah berlari menjauhinya.

“ya kau !!! Berhenti kau ! Kembalikan uangku”teriak kim bum seraya mengejar orang yang telah mencuri uangnya itu. Orang-orang yang ada disekitar sontak memperhatikan.

“aish” kim bum mempercepat larinya sebisa mungkin untuk mendapatkan uangnya kembali, jika tidak bagaimana dengan nasibnya nanti?. Semakin jauh pandangan kim bum melihat punggung orang itu dan pada akhirnya kim bum pun kehilangan jejak pria itu dan kini semakin sialah nasibnya. Ia mencoba untuk mengatur nafasnya.

“argh aish…dia menghilang. kalau begini aku akan mati”ucap kim bum dengan perasaan yang sedikit kesal. Di tengah-tengah ia sedang kelelahan dan kehausan juga perutnya memberontak ingin diberi makan tiba tiba rintik hujan mulai turun dan ini semakin menambah kesialan seorang pangeran yang kabur dari istana hanya demi tak ingin dijodohkan dengan seorang putri.

“aish hujan?” ujar kim bum seraya mengadahkan kepalanya ke atas, kini rintik hujan itu semakin besar dan kim bum pun mencoba untuk meneduh ke tempat yang sekiranya bisa melindungi dirinya dari hujan, ia pun berlindung disana dibawah sebuah bangunan yg cukup tak terurus.

“apakah ini saatnya aku menjadi seorang gembel? Payah”ucapnya sendiri.

###

so eun baru saja selesai membeli makanan di supermarket, ketika ia ingin melangkahkan kakinya keluar, tiba-tiba hujan turun.

“woah hujan”ucapnya.

Terpaksa ia pun kembali ke dalam supermarket dan membeli sebuah payung. Hujan semakin besar dan so eun pun pulang menembus hujan dengan payung yang ia beli, apalagi hari sudah mulai sore dan gelap. Ditengah-tengah perjalanan ia melihat seseorang yang terlihat mengkhawatirkan. So eun pun mencoba mengamati orang itu dan kembali mengingat-ingat.

“dia !” ucap so eun cukup kaget.

###

kim bum mencoba menahan rasa laparnya, ia memegangi perutnya dan mencoba menutup kedua matanya, apalagi kim bum merasa kedinginan karena hujan yang tak juga reda. “perutku? Aku lapar sekali !” ucap kim bum seraya berbaring memegangi perutnya namun matanya tetap ia tutup. Ia menggigil kedinginan dan hujan bertambah semakin deras, walaupun ia sedang berteduh namun tetap saja tubuhnya dan bajunya basah terciprat oleh air hujan dari atas genting bangunan tak terurus itu. Tiba-tiba saja ada seseorang yang memayunginya dari atas sehingga ia tak lagi tertetesi (?) air hujan yg mengalir dari genting, sontak kim bum membuka kedua matanya dan mengangkat kepalanya untuk melihat siapa orang yg berada di hadapannya sekarang sambil memayunginya.

“kau ?” kim bum kaget melihat ada orang di hadapannya.

###

“apa kau benar-benar belum makan?” so eun sedikit tidak enak melihat kim bum makan dengan lahapnya.

“heum” ucap kim bum seraya mengangguk tanpa memandang so eun, ia masih fokus menyantap makanan yg dibuatkan so eun, so eun saja hanya memakannya sedikit.

“kenapa kau bisa berada disana? Apa kau tak punya rumah?” tanya so eun. Kim bum menghentikan aktivitas makannya lalu menatap so eun yang sedari tdi menatapnya dengan heran.

“rumah? Aku……….aku tidak punya” dusta kim bum gugup sambil menggelengkan kepalanya, ia terpaksa berbohong, kim bum pun melanjutkan makannya.

“mwo? Benarkah? Lalu bagaimana dengan orang tuamu?”

“em……itu…..sebenarnya orang tuaku…em mereka sudah tidak ada” dusta kim bum ‘lagi’, kali ini actingnya cukup bagus sehingga so eun percaya dan merasa iba padanya. Kim bum membuat tampangnya menjadi semenyedihkan mungkin. So eun kini menatap kim bum dengan rasa kasihan.

“seharusnya aku tak menanyakan itu padamu….”so eun merasa bersalah.

“tidak, mereka memang sudah tidak ada, rumah orang tuaku disita, karena dulunya ayahku terlilit banyak hutang dan tak bisa melunasinya, dan sekarang aku tinggal dijalanan seperti tadi” terang kim bum lemas dengan semua keterangan palsunya itu.

“nasibmu sama sepertiku, namun aku masih beruntung dibanding kau, orang tuaku hanya bercerai dan mereka menelantarkanku, ah sudahlah tak perlu dibahas”

kim bum sdikit merasa bersalah karena membuat cerita bohong, tapi apa boleh buat?

“soal tadi….aku minta maaf. Tak seharusnya aku memukulmu seperti itu” ucap so eun.

Kim bum menatap so eun.

“aku sudah ingat……….”lanjut so eun.

kim bum hanya angguk-angguk saja dengan lemas dan menampangkan wajah yang menyedihkan.

“heum….baiklah….jika kau benar-benar tidak punya tempat tinggal, kau boleh tinggal disini bersamaku”tawar so eun, niatnya so eun ingin berbalas budi kepada kim bum yang telah menolongnya kemarin malam.

kim bum cukup terkejut, namun masih dengan wajah yang seperti itu, tiba-tiba kim bum pun mengangguk sambil tersenyum. Berubah drastis dari tampang yang mengkhawatirkan menjadi ceria kembali. So eun hanya memandang kim bum lalu tersenyum.

“jika kau masih lapar habiskan saja !” so eun beranjak menuju kamarnya.

“ne, gomawo so eun-ssi” ucap kim bum dengan suara yang keras seraya tersenyum.

So eun menghentikan langkahnya.

“dari mana kau tau namaku?”tanya soeun

“dari kartu identitasmu” jawab kim bum polos.

“dari mana kau bisa menemukan kartu identitasku?” so eun kembali duduk berhadapan dengan kim bum dan menatap kim bum penuh selidik.

“ketika aku menolongmu dan mengantarmu pulang, aku melihat isi tasmu dan mengambil kartu identitasmu dan mencari tahu alamat tempat tinggalmu” jawab kim bum sambil tersenyum tak jelas seperti itu ketika menatap so eun.

so eun menyernyitkan matanya.

“oh ne aku mengerti, lalu kau sendiri? aku tak tau siapa namamu?” ucap so eun.

“aku…namaku…namaku kim…ah namaku Ha…Min…ya Ha Min Jae“jawab kim bum yang kini semakin menyempurnakan kepalsuan identitasnya, ia membohongi so eun dengan nama Ha Min Jae bukan Kim Sang Bum.

“oh, min jae? seperti nama anjingku ” ucap so eun seraya terkekeh.

“mwo? Anjingmu?” kim bum nampak kaget, yang benar saja….. nama palsunya sama seperti nama anjing peliharaanya so eun? Sungguh so eun terlihat menahan tawanya.

“hahaha ne……..tapi sudahlah tak usah di pikirkan……anjingku juga sudah mati……”jawab so eun.

Kim bum hanya tersenyum namun dengan senyuman yang terlihat di paksakan.

“baiklah min jae-ah………….aku ingin tidur, jika kau sudah mengantuk kau tidur saja di kamar sebelah…….itu kamar kosong……..kau bisa tidur di sana”ucap so eun.

“ah ne………gomawo so eun-ssi……..hehehe……….” kim bum cengengesan.

So eun pun beranjak menuju kamarnya sementara kim bum masih duduk bersila dan memegang mangkuk berisi sayur kentang yang ia makan dari tadi.

“HA…….MIN……JAE……itu adalah nama untuk seekor anjing? Ah jinja…….sekarang namaku seperti nama seekor anjing” rutuk kim bum pada dirinya sendiri.

###

Keesokan harinya so eun bangun lebih awal, ketika ia keluar kamar sudah ada min jae (kim bum) di sana sedang asik memakan mie instan buatannya sendiri, dan pasti mie itu puya so eun.

“annyeong so eun ssi” sapa min jae menganggurkan terlebih dahulu makanannya dan tersenyum ke arah so eun. So eun menyernyitkan dahinya.

“kau sudah bangun? Aku kira belum” Tanya so eun.

“ne……..” jawabnya dan kembali makan.

So eun hanya menatapnya lalu menuju ke kamar mandi. Selesai mandi so eun kembali menuju kamarnya, di lihatnya min jae sudah tidak ada di sana. Sekarang so eun sudah siap untuk berangkat bekerja. Di ruang televisi ia melihat min jae sedang asik menonton sambil memakan makanan ringan dan tentu milik so eun. Ketika so eun melewatinya so eun sedikit kesal karena min jae tanpa izin memakan snack miliknya.

“annyeong so eun ssi ! kau mau kemana?” Tanya min jae seraya melihat so eun.

“aku mau bekerja” jawab so eun singkat.

“oh….ya sudah kalau begitu selamat bekerja” jawab minjae tanpa dosa.

“ne..gomawo ha min jae” ucap so eun lalu berjalan keluar apartemennya.

“tunggu so eun ssi, apa kau akan pulang sampai larut malam? Jika ada tamu bagaimana?”Tanya min jae dan menghentikan langkah so eun.

“ya….terserah kau saja…..”jawab so eun lalu kembali berjalan. Namun tiba-tiba so eun membalikkan badannya, ia berfikir jika jinki yang datang atau teman-temannya yang datang apa yang akan mereka fikirkan ada seorang namja asing di apartemen kecilnya ini.

“yasudah mana ponselmu? Catat nomor ponselku ! jika ada apa-apa hubungi aku saja” ucap so eun.

Min jae pun mencatat nomor ponsel so eun pada ponselnya.

“ne…….hati-hati di jalan so eun ssi” ucap kim bum ketika so eun sudah berangkat.

‘aigo…….kenapa dia jadi menyebalkan’ gerutu so eun.

###

“bagaimana? Apa kalian tidak menemukannya juga?” Tanya paduka raja kepada para bodyguardnya.

“maaf paduka raja, kami tak juga menemukan pangeran, jika paduka berniat memecat kami silahkan ! kami sudah menyerah untuk mencari pangeran” pasrah salah satu bodyguard yang tengah menghadap paduka raja. Yang lainnya hanya mengangguk

“ani……..aku tidak akan memecat kalian. Yasudah jika anak itu sulit di cari tak usah mencarinya lagi,aku juga sudah tak peduli dengan anak itu” ucap raja.

###

 “jinki ssi, apa kau tak menyesal mengakhiri hubunganmu dengan so eun sii?”Tanya teman kerjanya.

Jinki yang sedang sibuk merancang desain rumah pun menghentikan aktifitasnya.

“jadi………apa hubungannya denganmu jika aku menjawabnya tidak menyesal?”Tanya jinki seraya menatap tajam ke arah temannya.

“hey……tak usah menatapku seperti itu….aku hanya bercanda hehehe ayo lanjutkan pekerjaanmu jinki ssi, aku juga ingin melanjutkan pekerjaanku” ucap temannya yang sedikit ngeri melihat tatapan jinki yang tak seperti biasanya. Setelah itu jinki hanya diam lalu membayangkan kejadian waktu itu.

“so eun-ssi”ucap jinki. So eun menoleh lalu menatap jinki.

“sekarang kau sudah tahu sendiri kan?”Tanya jinki yang sepertinya tidak memiliki perasaan bersalah sedikit pun.

“hah sungguh……..ya aku tahu….ini rencanamu kenapa kau mengundangku kemari….aku tahu sekarang……”jawab so eun dengan air mata yang di tahan. So eun pun memandang tangannnya sendiri lalu menatap cincin yang terpasang di jari manisnya.

“dulu ketika kau menyatakan perasaanmu padaku kau memberikanku ini kan? Sama seperti yang kau lakukan barusan, apa kepada setiap wanita kau selalu memberikan hal-hal yang seperti ini?”Tanya so eun seraya berusaha melepaskan cincin yang merupakan pemberian jinki tahun lalu. Jinki menatap so eun.

“kau sudah tahu itu, jadi hubungan kita sekarang berakhir”ucap jinki.

“ya aku tahu, dan sepertinya aku juga tak membutuhkan ini lagi” so eun membuang cincin itu lalu pergi meninggalkan jinki yang masih mematung. Jinki menatap cincin yang di buang so eun lalu mengambilnya.

“aku harap juga begitu…..”ucap jinki.

Setelah membayangkan kejadian itu jinki sedikit merenung, betapa kejamnya ia kepada so eun. Ia teringat masa lalu ketika ia bersama so eun ia merasa hari-harinya terisi dan penuh kebahagiaan. Ia ingat ketika mereka sedang berkencan mereka berfoto bersama. Jinki pun melihat foto mereka berdua di layar komputernya. Jinki diam melihat foto itu.

“ huh……so eun ssi betapa bodohnya kau sudah mencintaiku…..”

###

Malam hari sudah tiba, so eun sudah pulang. Ketika ia pulang dan menginjakan kakinya ke apartemenya sungguh terkejut ia melihat pemandangan yang tak enak untuk di lihat, apartemenya sungguh berantakan. Ia pun mencari sosok min jae yang tengah tiduran di sofa panjang seraya memegangi perutnya. Sesekali min jae bersendawa karena kenyang. So eun yang melihatnya semakin merasa kesal.

“min jae-ah” ucap so eun dengan suara yang agak keras.

“so eun ssi……annyongi jumuseyo……kau sudah pulang?”Tanya min jae.

“NE…………mau apa kau terus menghubungiku dari tadi? Aku sedang bekerja” ucap so eun.

“aku hanya memintamu untuk membelikanku makan malam, karena kau tak mengangkat telponnya  yasudah aku makan yang ada di dapur” jawab min jae dengan polos.

“mwo?” so eun langsung menuju dapur dan melihat ikan di meja makan sudah tak tersisa dan hanya tulang belulang.

“mwoya? Aiiishhh apa-apaan ini?” so eun kaget melihat ikan yang ia siapkan untuk besok sudah habis, dan siapa lagi kalau bukan min jae yang menyantapnya. So eun pun melirik ke arah min jae yang sedang santai tanpa wajah yang tak berdosanya sambil asik tiduran di sofa.

‘dia sungguh menyebalkan, sikapnya berubah drastis……apa kemarin dia hanya memakai topeng?” gerutu so eun dengan kesalnya, dengan cepat ia pun kembali menghampiri min jae alias si pangeran kim bum.

“ya……..tak seharusnya kau menghabiskan semuanya !!!” bentak so eun tepat di atas min jae. Min jae langsung menatap wajah so eun dari bawah (?).

“hehehe mianhae aku sangat lapar so eun ssi….aku kelaparan…lagi pula kenapa kau tak mengangkat telpon dariku?” Tanya min jae.

“aku sibuk”jawab so eun singkat.

“tapi tenang saja aku tak menghabiskan semua makanan yang ada di dapur” ucap min jae.

“ne……tapi itu satu-satunya yang tersisa……aish yasudah aku lelah ingin tidur!!!” oceh so eun seraya menatap min jae tajam lalu berjalan menuju kamarnya. Sementara min jae entah kenapa tak merasa bersalah sedikit pun pada so eun. Min jae alias si pangeran kim bum yang kabur hanya memainkan bibirnya dengan tangannya sambil menatap so eun yang berlalu meninggalkan dirinya menuju kamarnya.

“menyebalkan…..kemarin-kemarin dia sangat memprihatinkan, tapi kenapa baru saja tinggal satu hari disini sudah membuatku kesal……jika aku tak merasa kasihan kepadamu min jae-ssi mungkin sudah ku tendang lagi kau….aissshhh”

~continued~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16 thoughts on “He is a prince ??? (part 2)

  1. hahahaha, kim bum ngerasa jdi gembel??!! Hahahaha😀 udah numpang d rmh.a so eun eh seenak.a aj mkn mknan yg ad d rmh.a so eun, ga tw” lgi muka.a ckckckck

  2. Kimbum mengganti namanya mirip dengan anjing, kekeke lucu,.
    Jadi sedih soeun harus bekerja menghidupi dirinya dan kimbum.
    Apa nanti kimbum akan ketahuan bahwa dia seorang pangeran?

  3. Knp kim bum gk punya sopan satun main sikat makanan orang,yg punya udah belain puasa eh ini anak malah yg habisin ckckck..pingin tak tendang ja!!!!sabar sso….

  4. Huuuft…kasian amat Sso…uda diputusin, eeeh dipecat pula…uda gitu ditebengin sm org yg ga dikenal pula, sang pangeran yg bikin kesel hati…

    Sabar yaa Sso…siapa tau lama2 tamu tak di undang itu jatuh cinta sm km..ayayayay…

  5. haha rame… part ini judulnya apes to the max.. lol

    sang pangerang menggelandang…

    dan sso, udh dikhianatin trus dipecat pula hiks..

    tp yg penting bumsso jd tinggal bareng haha.. sayang bum nyebelin abis, maklum lah secara pangeran gitu.. jd bertindak seenaknya.. kesian sso..

    menampung bum adalah keapesan dia berikutnya.. *tp semoga apes membawa nikmat wkwkk*

    aduh itu jinki ga punya hati atau gimana sih, bukan cuma ga merasa bersalah, dia jg bilang sso bodoh udah mencintai dia huhuhu kejam -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s