He is a prince ??? (part 3)

He is a prince ??? (part 3)


Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye. (masih ada cast tambahan yang masih dirahasiakan #so misterius lo !!!)

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

 

Review last episode

“ya……..tak seharusnya kau menghabiskan semuanya !!!” bentak so eun tepat di atas min jae. Min jae langsung menatap wajah so eun dari bawah (?).

“hehehe mianhae aku sangat lapar so eun ssi….aku kelaparan…lagi pula kenapa kau tak mengangkat telpon dariku?” Tanya min jae.

“aku sibuk”jawab so eun singkat.

“tapi tenang saja aku tak menghabiskan semua makanan yang ada di dapur” ucap min jae.

“ne……tapi itu satu-satunya yang tersisa……aish yasudah aku lelah ingin tidur!!!” oceh so eun seraya menatap min jae tajam lalu berjalan menuju kamarnya. Sementara min jae entah kenapa tak merasa bersalah sedikit pun pada so eun. Min jae alias si pangeran kim bum yang kabur hanya memainkan bibirnya dengan tangannya sambil menatap so eun yang berlalu meninggalkan dirinya menuju kamarnya.

“menyebalkan…..kemarin-kemarin dia sangat memprihatinkan, tapi kenapa baru saja tinggal satu hari disini sudah membuatku kesal……jika aku tak merasa kasihan kepadamu min jae-ssi mungkin sudah ku tendang lagi kau….aissshhh”

 

Keesokan harinya…………

Seperti biasa min jae selalu menyapa so eun ketika so eun sudah bangun dan keluar dari kamarnya. Dan seperti biasa tanpa izin dari so eun min jae selalu memakan makanan yang ada di dapur.

Dan itu sudah selama 10 hari berturut-turut min jae melakukan hal yang sama.

“annyeong so eun ssi…………” sapa min jae di hari ke-11.

So eun semakin kesal dan malas untuk meladeni min jae yang semakin kesini semakin menyebalkan.

“aisssssssssshhhhhhhhh…………..” so eun hanya mendelik kea rah min jae, sementara min jae hanya tersenyum tak jelas saja.

###

So eun sudah sampai di tempat kerjanya yaitu di kafe milik geun young.

“hey so eun ssi…………..”sapa hye sun seraya menghampiri so eun.

So eun tak membalas sapaan hye sun, ia langsung duduk di salah satu bangku pengunjung.

“ya kau kenapa? Sepertinya tidak bersemangat?” Tanya hye sun heran.

So eun langsung menggebrak meja dan itu membuat hye sun kaget.

“aku sedang kesal dengan seseorang…….namja menyebalkan” ucap so eun. Hye sun menyernyitkan keningnya.

###

Hari jumat. Hyun joong tengah berada di suatu ruangan dimana di tempat khusus itu ia akan bertemu dengan seseorang yang telah membuat perjanjian dengannya, ia akan bertemu dengan seorang arsitek handal untuk pembangunan hotel baru. Ketika ia menunggu bersama pak lee dan yang lainnya, tak lama datanglah seorang yeoja dengan nafas yang tak beraturan, di belakangnya di ikuti oleh seorang namja. Memang mereka sudah cukup telat 15 menit.

“mianhamnida…….mianhamnida” ujar wanita itu sambil membungkukan badannya diikuti namja muda di belakangnya.

Hyun joong merasa aneh dan merasa tak asing dengan wanita yang sedang ia lihat sekarang namun ia bersikap biasa biasa.

“mari kita mulai saja” ujar hyun joong mempersilakan wanita yang ternyata yoon eun hye dan si namja yang ternyata jinki.

“khamsahammnida” ujar eun hye.

“khamsahamnida” ujar jinki.

“ne…….apa kau arsitek itu?”Tanya hyun joong. Sontak eun hye mengangguk.

“ne….dan ini lee jin ki, saya pikir dia juga berbakat dalam bidang arsitektur dan sudah menghasilkan beberapa karya yang bagus, saya membawanya kemari barang siapa dia bisa membantu” jelas eun hye.

Hyun joong hanya angguk-angguk saja dan jinki menebarkan senyuman.

“annyeong haseyo. Lee jin ki imnida” ucap jinki.

“saya sendiri sampai lupa memperkenalkan diri, annyeong haseyo yoon eun hye imnida, mannaso bangapseumnida” seru eun hye.

Hyun joong sedikit terdiam, seakan ia memikirkan sesuatu atau berusaha mencerna nama seorang wanita yang membuatnya tak asing mendengarnya.

“yoon eun hye ssi?” gumam hyun joong.

Eun hye bingung dan menatap hyun joong.

“kau…….kau yoon eun hye?”Tanya hyun joong spontan. Semuanya menatap kea rah hyun joong.

“ne….apa anda mengenal saya?”Tanya eun hye bingung.

“kau tak mengenalku?” tanya hyun joong. Eun hye semakin menyernyitkan dahinya.

“hah kau…………hyun….kim hyun joong….si bakpau?” eun hye menatap tak percaya, ini adalah hyun joong teman semasa SMAnya. Hyun joong sangat berbeda sekali dengan sekarang, dulu hyun joong itu gemuk bahkan dibilang pipinya seperti bakpau. Maka dari itu teman-temanya memanggil hyun joong si bakpau termasuk eun hye.

“hyun joong ssi?” kaget eun hye seklai lagi. Jinki juga merasa ikutan kaget. Ia bingung apakah noona yang ia sukai dan membuatnya tergila-gila sampai memutuskan so eun ini mengenali hyun joong, pemimpin muda perusahaan kim.

“mwo?”gumam jinki pelan. Jinki sedikit resah karena mereka saling mengenal.

###

Kim bum sedang asik tiduran di kamarnya. Menutup mata lalu membukanya kembali. Terasa suara kerubukan dalam perutnya terdengar olehnya sendiri.

“agh…….lapaaar” gumamnya.

“tapi……….agh sebaiknya aku menunggu so eun-ssi terlebih dahulu. Aku takut jika dia terus-terusan marah kepadaku nanti ia akan mengusirku, nanti aku akan tinggal dimana?” gumamnya. Kim bum pun membalikkan posisi tidurnya lalu memeluk guling yang terlantar dengan erat.

“lebih baik aku tidur saja sambil menunggunya pulang” kim bum pun mencoba-coba untuk memejamkan matanya.

###

Hari mulai sore, pertemuan hyun joong, eun hye dan jin ki pun selesai. Eun hye dan jin ki pamit pulang.

Jin ki mengemudikan mobil merah milik eun hye.

“noona….hyun joong itu teman lamamu?”Tanya jinki masih dalam keadaan focus menyetir.

“ne dia temanku semasa SMA, waeyo?”Tanya eun hye.

“hah ani……eumm apa hanya sekedar teman?” jinki bertanya dengan pertanyaan yang begitu konyolnya sontak eun hye tertawa.

“ya noona, apa yang kau tertawakan?” Tanya jinki bingung.

“kelakukanmu !” jawab eun hye masih dengan tawanya.

“huh?”Tanya jinki

“apa kau takut jika aku ini adalah kekasihnya semasa SMA?”goda eun hye.

“i….iituuuuuu, ani” jinki jadi kikuk.

“hahahaha, tapi sekarang dia berbeda sekali. TAMPAN” gumam eun hye.

“mmmmwo? Tampan? Aku lebih tampan darinya”ucap jinki

“haha ne……kau tampan tapi menurutku itu terlalu imut, karena umurmu lebih muda dariku.”sanggah eun hye seraya tertawa. Jinki melihat eun hye.

“apa noona sama sekali tak memberikanku harapan untukku?”tiba-tiba jinki mengeluarkan pertanyaan yang serius. Eun hye sedikit kaget dan langsung menatap jinki.

“umurmu begitu muda bagiku, kau lebih pantas menjadi adikku” ujar eun hye.

“sepertinya itu bukan alasan yang baik, aku akan menunggu sampai noona memberikanku harapan” ucap jinki yang kemudian focus kembali menyetir.

Eun hye terdiam.

###

Malam sudah tiba, so eun baru pulang dari kerjanya. Dengan langkah yang berat so eun memasuki apartemennya. Dilihatnya ketika masuk tak ada kim bum disana yang biasanya sedang bersantai di kursi empuk sambil menonton televisi.

So eun sedikit heran. “huh apa dia sudah tidur? Biasanya setiap aku pulang dia ada disini”gumam so eun. Ia pun berjalan menuju dapur untuk mengambil minum..

So eun membuka lemari es dan di dalamnya masih penuh dengan makanan yang baru ia beli kemarin.

“apa dia tidak makan?”Tanya so eun pada dirinya sendiri.

Ia pun mengambil botol air mineral lalu meneguknya. “ahhhh……….”

Setelah itu so eun pun berjalan menuju kamarnya, ketika ia melewati pintu kamar min jae tiba-tiba pintunya terbuka, so eun sedikit kaget. Min jae keluar dengan rambut kusutnya, dan mata yang berat karena ia baru saja bangun.

“so eun-ssi kau sudah pulang?”Tanya min jae seraya mengucek matanya dan sedikit menguap.

“kau baru bangun tidur?”Tanya balik so eun.

“ne aku tertidur karena menunggumu, ayo so eun ssi kita makan ! aku lapar”ajak min jae seraya menatap ke arah so eun.

“kenapa harus menungguku? Jika kau ingin makan tinggal kau ambil saja makanan di lemari es, biasanya juga begitu kan?”Tanya so eun.

“ani aku takut kau marah, saat kau marah begitu menyeramkan”polos kim bum. So eun menyernyitkan matanya.

“ayo kita makan !!! aku sudah menunggumu dari tadi” ajak kim bum menarik tangan so eun menuju dapur.

‘ya………..kau makan sendiri saja, aku sudah makan” tolak so eun.

“kalau begitu temani aku makan” pinta kim bum.

“min jae-ah……..aku mengantuk dan ingin tidur, bisakah kau makan sendiri? Seperti anak kecil saja tingkahmu itu” ujar so eun lalu berlalu menuju kamarnya.

Kim bum hanya memanyunkan bibirnya sambil menatap punggung so eun.

###

10 jam berlalu kini sudah berganti menjadi pagi, pagi yang cukup cerah membuat min jae si pangeran kim bum itu sudah bangun dan mandi pagi. Rambutnya yang basah ia keringkan dengan handuk.

So eun baru saja keluar dari kamarnya, ia melihat kim bum sedang mengeringkan rambutnya.

“ya……..kau sudah makan?”Tanya so eun.

“ani……waeyo kau ingin memasak?”Tanya balik min jae.”

“ne……..”jawab so eun singkat dan berlalu menuju dapur, sementara kim bum hanya tersenyum sendiri.

###

“masitta…….baru kali ini aku mencoba makanan buatanmu so eun ssi” puji min jae setelah mencoba bubur beras buatan so eun.

“ya sudah kau habiskan saja, aku harus segera berangkat”ucap so eun.

“apa kau bekerja setiap hari?”Tanya min jae.

“ne…….lalu kenapa …….kau?……..tak bekerja?”Tanya so eun yang kemudian beranjak dari duduknya. Min jae terdiam dan tak menjawab pertanyaan so eun. Sepertinya min jae sedang sedikit berfikir. so eun mengambil tasnya lalu berjalan ke arah pintu.

“bekerja?”gumam kim bum.

“apa aku harus bekerja? sementara aku, hidup, tinggal dan makan gratis disini?”ucapnya.

###

“paduka, ada berita yang menyangkut dengan pangeran kim bum”ujar pak jung dengan wajah khawatirnya.

“berita seperti apa?”Tanya paduka penasaran karena ini ada hubungannya dengan kim bum sang anak yang lari dari rumah.

“ini………sekarang berita di Koran ini sudah menyebar…….”serah pak jung pada paduka.

“berita apa ini?”Tanya paduka seraya menerima Koran dari pak jung tersebut.

“disini di beritakan mengenai kepulangan pangeran ke korea dan banyak menyita perhatian masyarakat karena penampilan pangeran yang seperti anak brandalan” jelas pak jung(aduh emang ada ya berita kaya gini? ==”)

Paduka membulatkan matanya dan segera membaca isi dari berita tersebut, dan itu membuat paduka merasa panic.

“apakah sudah banyak masyarakat yang tahu akan hal ini?”Tanya paduka.

“saya rasa iya paduka, tapi berita ini belum terlalu tersebar luas di perkotaan dan belum sampai ke media televisi. Untuk sementara berita ini tersebar di internet dan Koran”jelas pak jung.

“kalau begitu, bersihkan semua kios penjual Koran, lalu sita semua Koran yang ada di seoul atau dimana pun, kemudian block semua situs di internet yang menyangkut mengenai kim bum”perintah paduka dengan amarah yang tertahan.

“ne….baiklah saya mengerti paduka”jawab pak jung

“aku tidak ingin rakyat korea tahu lebih lanjut”lanjut paduka.

“ne………” pak jung pun segera bertugas bersama pengawal dan bodyguard yang lain.

Paduka raja menghempaskan tubuhnya pada kursi besar seraya memegang Koran itu.

“bagaimana ini?”ujarnya.

###

So eun sedang berjalan menuju tempat kerjanya di kafe geun young. Di tengah-tengah perjalanan tak sengaja ia melihat penjual Koran di jalan.

“huh……..ada koran ……”ucapnya.

Ia pun berjalan mendekati salah satu penjual Koran. Tak sengaja ia membaca tulisan pada cover Koran itu.

“pangeran korea” ujarnya seraya menyernyitkan mata dan mengamati Koran itu.

“huh…………? Pangeran korea?” heran so eun. Ia penasaran dengan berita itu karena covernya tak di beri gambar sehingga so eun semakin mendekati penjual Koran itu. Ketika ia hendak mengambil dan membacanya tiba-tiba ada seseorang yang berteriak memanggil namanya.

“ya……….so eun ssi…….”teriak seseorang. Sontak so eun pun mengurungkan niatnya dan menoleh ke asal suara.

“hye sun………”ucap so eun.

“so eun ssi, kebetulan sekali aku menemukanmu”ujar hye sun seraya menepuk bahu so eun.

“ya…..kau kira aku ini orang hilang”balas so eun.

“aish sudah ayo……pasti bos sudah menunggu kita”ajak hye sun seraya menarik tangan so eun.

“kau……….”ucap so eun, seakan lupa tujuannya so eun pun berjalan bersama hye sun menuju tempat kerja mereka.

###

Kim bum merasa bosan terus-terusan berada di apartemen so eun sendirian, sedikit muncul pikiran jail pada otaknya. Ia pun memasuki kamar so eun tanpa sepengetahuan pemiliknya. Kim bum mulai membuka pintu kamar so eun dan terlihatlah kamar sederhana namun rapi di dalamnya. Kim bum pun menengok ke kiri dan ke kanan kemudian masuk ke dalam kamar so eun. Kim bum menjelajah pemandangan matanya ke semua penjuru ruangan dan tak sengaja menemukan sebuah pas foto tersimpan rapi di atas meja so eun. Kim bum pun mendekati foto itu lalu mengambilnya. Dilihatnya foto so eun sedang bersama anjing peliharaan kesayangannya, disana so eun tersenyum manis dengan anjing yang ia peluk.

“oh jadi ini anjingnya…….miris sekali namamu sama dengan nama palsuku”ucap kim bum.

Kim bum pun meletkan foto itu kembali, namun ada yang membuatnya penasaran. Di samping foto itu kim bum melihat ada satu pas foto yang terbalik dan tak di pajang seperti yang lain. Karena penasaran kim bum pun mengambilnya lalu membalikan foto itu. Kim sedikit terdiam setelah melihatnya.

“apa laki-laki ini namjanya?”Tanya kim bum pada dirinya sendiri setelah melihat foto yang ada disana adalah so eun dengan seorang laki-laki.

###

Pak jung bersama para pengawal dan bodyguard sedang membersihkan (?) Koran Koran yang di jual di jalanan, dan tentunya diganti dengan uang. Pak jung memberi pesan kepada para penjual tersebut untuk tidak mebocorkan mengenai hal ini.

 

Kim bum sedang jalan-jalan mencoba untuk menghirup udara segar, baru kali ini ia keluar setelah beberapa hari hanya berada di apartemen so eun.

“hoah……….bebas sekali…..aku ingin seperti ini”ujarnya sambil berjalan dengan santai. Tepat ketika belokan, kim bum melihat banyak pria yang memakai jas hitam lengkap dengan kacamata hitam di sebrang sana, dan ia merasa tak asing dengan salah satu pria diantaranya.

“itu……….itu pak jung?” kaget kim bum. Ia bersembunyi di balik tembok toko yang membuatnya tak kelihatan.

“sedang apa mereka?”tanyanya seraya mengintip dari balik tembok.

“aishhhhhhhhhhh…………gawat……..”ujar kim bum. Dengan cepat ia pun berlari menjauh dari sana setelah ada salah satu bodyguard yang menatap tajam ke arahnya.

“mereka tidak boleh tahu keberadaanku”batin kim bum.

 

“aku rasa ada yang memperhatikan kita”ujar salah satu bodyguard yang tadi melihat ada seorang yang mengintip apa yang sedang mereka lakukan.

“siapa?”Tanya pak jung.

“aku melihatnya disana”jawabnya seraya berlari menuju tempat seseorang yang mengintip mereka tadi. Pak jung dan yang lainnya pun mengikuti. Namun mereka tak menemukan ada seseorang yang berada disana. Pak jung berfikir dan merasa heran. Ia mencoba melihat sekelilingnya.

“pangeran?”gumam pak jung.

###

“ah jeongmal………..”ucap kim bum ketika sudah sampai di apartemen so eun. Cepat-cepat ia masuk lalu menutup kembali pintunya. Kim bum langsung menuju dapur untuk mengambil minum, nafasnya sedikit tidak beraturan.

“payah sekali…….apa mereka melihatku?”tanyanya pada dirinya sendiri.

“aishhhhh seharusnya aku tak usah keluar” kim bum merasa menyesal atas perbuatannya sendiri.

Ia pun memilih untuk menuju kamarnya, membaringkan tubuhnya pada kasur yang lumayan empuk.

“hoah………….”ucapnya dengan perasaan yang masih khawatir.

Kim bum pun meraih ponselnya lalu mencoba menghubungi so eun.

###

So eun tengah sibuk bekerja melayani para pelanggan bersama hye sun. tiba-tiba ponselnya berdering, ada telepon yang masuk. So eun melihat ponselnya, dan min jae lah yang menghubunginya.

“mau apa dia?”gumam so eun.

Hye sun melihat so eun yang tengah melihat ponselnya.

“hye sun bisa kau bantu aku? aku mengangkat telpon dulu”ujar so eun menyerahkan nampan pada hye sun dan berlalu menuju dapur tempat yang lumayan sepi.

Hye sun hanya mengangguk lalu kembali focus pada pelayan.

*yeoboseyo…..ya ada apa kau menelponku?*Tanya so eun setelah mengangkat telponnya.

*so eun-ssi?*

*ne ada apa? Aku sedang sibuk!*

*kapan kau pulang?*

*aku pulang seperti biasa, ya…….apakah ada pertanyaan lain yang ingin kau tanyakan? Aku sedang sibuk*

*cepat pulanglah! Ada yang tidak beres disini !*

*memangnya ada apa?*

*ah ani…….lanjutkan saja pekerjaanmu !* (kim bum langsung menutup telponnya)

*ya…ya….aish…..*

“mengganggu saja !!!” gerutu so eun.

So eun langsung memasukan kembali ponselnya kedalam saku.

“siapa?”Tanya geun young seraya menghampiri so eun.

“ha? Ani bos……”jawab so eun lemas.

“yasudah lanjutkan pekerjaanmu !”petintah geun young.

“ne……..”jawab so eun seraya berjalan lemas, di hampirinya hye sun yang sedang mengelap meja.

So eun duduk di kursi.

“kurang kerjaan sekali !” kesal so eun.

Hye sun menatap so eun dan menghentikan aktivitasnya.

“nugu?”tanyanya.

“heum? Bukan siapa-siapa……..”dusta so eun.

“jin ki-ssi?”Tanya hye sun.

So eun langsung menatap kea rah hye sun dengan tatapan kesal.

“bukan….apalagi dia !!!”jawab so eun.

Hye sun menyipitkan matanya dan sedikit menjauhkan wajahnya.

“tak usah membentakku…….”ucaphye sun.

“mianh………….”jawab so eun murung.

“sebaiknya kau ceritakan saja padaku ! ada apa?”Tanya hye sun ikut duduk di hadapan so eun.

“tidak ada apa-apa, aku hanya merasa sedikit kesal saja kepada seseorang, dia terus saja menggangguku dan menyusahkanku !”jawab so eun.

“oh……..”hye sun mengangguk.

###

Pukul 7 malam, so eun dan hye sun pulang bersama. Sesekali mereka mengobrol.

Di halte mereka menunggu bus yang datang. Tak lama bus pun tiba dan mereka langsung menaikinya.

Penumpang di dalam bus hanya sedikit sekitar 10 orang, dan itu membuat suasana cukup sepi. 10 menit berlalu Hye sun pun menekan bel dan bus berhenti.

“so eun ah aku duluan, hati hati” pamit hye sun.

“ne hati hati”jawab so eun. Hye sun pun trun dari bus. Kini so eun sendiri dan tak ada teman untuk mengobrol. 5 menit selang kmudian so eun sudah sampai, ia pun berjalan menuju apartemennya.

“lelah sekali”keluhnya.

Di bukanya pintu namun tidak bisa. So eun pun mengeluarkan kartunya namun tetap saja tidak bisa di buka. So eun menekan tombol dan terlihat wajahnya pada layar.

“ya…buka pintunya !, min jae ssi”perintah so eun dengan kesal. Kim bum melihat so eun sudah berada di depan pintu dari layar tersebut.

Kim bum pun membukanya.

“ya kau apakan pintunya?”tanya so eun dengan wajah kesalnya.

“aku…mengganti passwordnya”jawab kim bum seraya menatap so eun.

“kau….segala sesuatu yang kau lakukan selalu saja tanpa meminta izin dariku, sebenarnya dimana kesopananmu itu?”bentak so eun. Kim bum terdiam dan menunduk.

“so eun ssi, bukan begitu. Aku takut akan ada sesuatu yang terjadi, dan ini aku lakukan agar semuanya menjadi aman”jelas min jae yg memang sudah kelewat tegang karena pak jung dan para pengawalnya tak jauh berada di sekitar sini, kim bum takut pak jung menemukannya.

“itu alasanmu? Tidak masuk akal sekali, sudahlah aku ingin tidur”jawab so eun seraya berlalu menuju kamarnya meninggalkan kim bum.

“so eun ssi” ucap kim bum.

So eun tak menghiraukan dan terus saja berjalan.

Kim bum menatap punggung so eun.

“dia marah lagi”gumam kim bum sambil menghela nafas.

###

Keesokan harinya

So eun dan hye sun sedang beres-beres di kafe, kebetulan hari ini sang bos tidak ada karena suatu urusan. So eun dan hye sun pun sibuk mengangkut barang dan bahan-bahan dari mobil box besar sebelum kafenya di buka.

“hye sun-ah apa yg harus aku lakukan?” keluh so eun sambil meletakan dus besar dengan kasar.

“wae?”kaget hye sun.

“aku ingin bertanya sesuatu padamu?”ucap so eun seraya menatap sahabatnya.

“apa?”tanya hye sun.

“apakah aku ini terlalu baik sampai-sampai ada seseorang yangg membuatku terlihat bodoh?”tanya so eun.

“ya, apa maksudmu? aku tidak mengerti?” ucap hye sun seraya menyernyitkan matanya.

“aish sudahlah tidak penting”elak so eun yg kemudian melanjutkan mengangkut barang-barangnya. Hye sun hanya memanyunkan bibir dan menatap so eun heran.

###

Kim bum sedang menonton televisi. Sungguh hari hari yg membosankan baginya karena tak ada aktivitas sama sekali, apalagi selama ia menumpang bersama so eun ia jarang pergi keluar. Bagaimana tidak? Para bodyguard dan pak jung mungkin sedang berkeliaran mencarinya.

“aish, tidak ada acara yang menarik”gerutunya seraya terus memindah-mindahkan chanel pada televisi.

Kim bum menghela nafas. sepertinya ia sedang berfikir?.

“apa yang harus aku lakukan agar so eun ssi tidak marah lagi padaku?”pikirnya.

Kim bum melihat keadaan di sekitarnya.

“aish berantakan sekali !”gerutunya sambil mengacak rambut.

###

Hari ini so eun pulang agak siang, tidak seperti biasanya yang selalu pulang pukul 7 malam. Ia berjalan cukup santai menuju apartemennya. Sambil berjalan ia sedikit memikirkan bagaimana dengan kondisi keuangannya sekarang? Apalagi semakin kacau setelah min jae datang dan selalu membuatnya kesal. Sekarang so eun, oh tidak !!! Semenjak ia mengenal min jae dan min jae tinggal bersamanya pengeluaran pun menjadi lumayan besar tidak seperti biasanya yang hanya untuk dirinya sendiri.

“bagaimana ini?” pikirnya.

So eun masih berjalan, namun ia melihat ada sebuah mobil putih melaju dan berhenti tak jauh darinya. Ketika so eun melewati mobil itu tiba-tiba bunyi klakson terdengar seakan memanggilnya dan menyuruhnya untuk berhenti. So eun bingung, ia pun berhenti. Kaca pintu mobil mewah berwarna putih itu pun terbuka. So eun kaget.

“so min-ssi?”kaget so eun.

“hi so eun ssi, bagaimana kabarmu?”tanya so min teman lamanya.

“aku…..baik”jawab so eun.

“aku harap kau tidak lupa dengan ini”ujar so min seraya menyerahkan secarik kertas pada so eun.

“apa ini?”tanya so eun seraya menerimanya.

“daftar utang yang harus kau bayar padaku !”jawab so eun.

“mwo? Sebanyak ini? Tapi aku….aku belum punya uang yang cukup untuk membayarnya”jelas so eun.

“aku beri waktu 2 minggu, jika kau tak juga melunasinya maka kau terima saja apa yang akan aku lakukan padamu” jelas so min dengan ekspresi yg dingin, entah kenapa ekspresinya berubah.

So eun menatap kertas itu lekat.

‘bagaimana mungkin aku melunasi semua utang ini hanya dengan waktu 2 minggu, uangku belum bnyak yang terkumpul’batinnya miris.

“kau sudah mengerti? Kalau begitu aku pergi, ada urusan yang lain”ujar so min.

“so min-ssi tapi . . . . . . “ucap so eun.

Namun nihil, ucapannya tak di dengar oleh so min. So min keburu pergi dengan mobil putihnya.

” aish jinjayo? Jeongmal !!!” gerutunya.

So eun pun berjalan dengan lemas menuju apartemennya yg kira-kira hanya berjarak 20 m lagi.

###

“huah selesai !!!”ucap kim bum bangga. Keringat sedikit bercucuran di wajahnya.

“huh begini lebih bagus !”lanjutnya.

Ketika kim bum sedang meneguk minumannya tiba-tiba tombol pintu berbunyi. (aduh mian ngaco, soalnya saya ga tau menahu gimana di apartemen (?). Tertera pada layar so eun sudah di depan pintu menunggu pintu di buka. Dengan segera kim bum pun membukanya.

“annyeong so eun ssi😀 woah kau pulang lebih awal”sapa kim bum. So eun pun masuk dan langsung membanting tubuhnya pada sova.

“ne…”jawab so eun singkat tanpa melihat kim bum. Kim bum tersenyum dan langsung menuju dapur.

So eun baru sadar akan sesuatu hal, perasaannya mengatakan ada yang tidak beres pada apartemennya. So eun membulatkan matanya dan langsung duduk tegak.

“mwo? Min jae-ssi apa kau membereskan apartemenku?”teriak so eun.

“ne . . . . . .”teriak min jae dari dapur.

“kau membereskan semuanya?”teriak so eun lagi.

“ne so eun ssi, semuanya aku yang membereskan ! Wae?”tanya min jae, tanpa so eun sadari min jae tersenyum sendiri di dapur.

“ah ani”jawab so eun tak percaya.

###

“tuan”ucap pak jung.

“ne”jawab hyun jung.

“apakah anda sudah mendapatkan kabar mengenai pangeran?”tanya pak jung.

“tidak, apa pak jung sudah menemukan anak itu?”tanya balik hyun joong.

“maaf tuan, sampai saat ini saya belum tahu keberadaan pangeran”jawab pak jung.

“aku mengerti, aku akan mencoba untuk menghubunginya lagi, aku tidak ingin melihat nenek terus-terusan sedih karena anak itu kabur”jelas hyun jung.

“ne, saya akan terus mencoba untuk mencari pangeran walaupun paduka raja sudah menyuruh saya untuk berhenti mencarinya”jelas pak jung. Jelas saja karena sedari pangeran kim bum kecil, pak jung sangat dekat dengannya sehingga ia sangat khawatir dengan keadaan pangeran sekarang.

“ne baguslah kalau begitu, sudah 2 hari yang lalu nenek sakit karena terus memikirkan anak itu”ucap hyun jung.

“saya juga khawatir, tuan…apa sebaiknya kita mencari pangeran melalui berita di televisi saja, mungkin setelah ini akan banyak orang yang mengenali pangeran”usul pak jung.

“jangan, aku yakin paman (ayah kim bum) tidak akan setuju dengan hal ini”tolak hyun jung.

“baiklah saya mengerti”jawab pak jung.

Pak jung pun pergi dari ruangan hyun jung.

Hyun jung menghela nafas.

“kemana lagi harus mencari anak itu? Menghubunginya tak juga ia angkat, mengirim pesan tak pernah ia balas. Apa dia benar-benar ingin menghilang?”gerutu hyun jung.

“awas saja jika aku menemukanmu !!”kesal hyun jung.

###

Malam hari, kim bum tengah asik bersantai di kamarnya. Ia memeluk gulingnya lalu memikirkan sesuatu. Tak lama ia tersenyum sendiri setelah mengingat ingatnya.

“aku nyaman tinggal disini”gumamnya sambil tersenyum.

###

“eomma, makanlah dulu” bujuk ibu kim bum pada mertuanya yang sudah 2 hari ini sakit.

“kemana cucuku? Kemana dia pergi? Kenapa cucuku menolak perjodohannya?”ujar nyonya ratu sambil berbaring di kasur empuk.

“sampai saat ini dia masih belum pulang. Aku juga khawatir eomma dengannya. Tapi aku percaya dia baik-baik saja”jelas ibu kim bum mencoba menenangkan.

“aku ingin cucuku segera kembali”

“ne eomma”

###

So eun keluar dari kamarnya, ia menuju ruang televisi. Dilihatnya di meja banyak dengan makanan.

“mwo?”kaget so eun. Tiba-tiba min jae datang dari dapur dan menghampiri so eun, lalu duduk di bawah dekat meja menghadap makanan.

“so eun ssi” sapa min jae sambil tersenyum, entah kenapa senyuman min jae seperti senyuman jahil setiap tersenyum kepada so eun.

So eun menyernyitkan matanya.

“dari mana kau mendapatkan makanan sebanyak itu?”tanya so eun.

“aku tidak melihat makanan di lemari es, jadi aku memesan makanan ini”jawab min jae.

“bagaimana kau membayarnya?”tanya so eun.

“hah? Aku berhutang pada penjualnya”polos min jae.

“aish kau. . . . .”kesal so eun seraya membanting tubuhnya pada kursi.

Min jae memulai aksi makannya, dan sedikit heran melihat so eun terus melihat kertas yang ia pegang.

“wae so eun ssi?”tanya min jae.

So eun menatap min jae dan tak menjawab pertanyaannya. So eun mengambil sebuah kalkulator lalu menghitung seberapa banyak utang yang harus ia bayar pada so min. So eun terus menghitungnya dengan menggunakan kalkulator sementara min jae terus menikmati makan malamnya sambil sesekali menatap so eun yang tengah kepusingan (?) menghitung utangnya yang sebenarnya min jae tidak tahu so eun sedang menghitung apa. So eun menggaruk kepalanya dengan kesal karena dari tadi hitunganya terus saja salah, ada saja tombol digit angka yang salah ia tekan. Otomatis so eun harus mengulangnya dari awal.

“aish…….”kesalnya seraya menggaruk kepala dan memperhatikan kertas tersebut.

Min jae malah tertawa melihat so eun yang kebingungan.

“so eun-ssi, apa kau tidak ingin makan?”tanya min jae.

So eun menatap min jae dengan wajah yang kesal.

“hanya makanan yang ada di pikiranmu !”ucap so eun.

Min jae menghentikan aktivitas makannya.

“memangnya apa yang sedang kau kerjakan so eun-ssi? Aku membeli ini untukmu juga”ujar min jae.

“membeli? Bukannya kau berhutang? Dan pasti aku yang harus membayarnya. Lebih baik aku tidak makan”jawab so eun seraya menatap min jae dengan tatapan yang tajam dan mulut yang ia kerucutkan, lalu so eun kembali pada aktivitas hitung menghitungnya. Min jae sedikit terdiam dan masih menatap so eun yang mulai menghiraukannya. Kemudian memasukan kembali makanan ke dalam mulutnya, namun min jae sedikit tidak bersemangat mengunyahnya, entah ia sedang memikirkan perkataan so eun atau merasa bersalah.

So eun menghela nafas panjang.

“aish . . . . .memusingkan sekali, bagaimana aku mendapatkan uang sebanyak ini”ujarnya sambil beranjak dan berjalan menuju kamarnya. Kim bum merasa penasaran dan melihat punggung so eun sambil mengunyah pelan makanannya lalu kemudian memanyunkan bibirnya.

 

so eun mencari ponselnya lalu menghubungi hye sun.

*ye yeoboseyo hye sun ah*

*yeoboseyo, so eun ssi ada apa?*

*aku sedang pusing hye sun ah, apa yg harus aku lakukan?*

*kau sakit?*

*ani, tapi uangku yang sakit. Hye sun ah???*

*apa ada sesuatu yg terjadi?*

*ne…apa kau bisa membantuku hye sun ah? Aku butuh uang untuk membayar utangku*

*baiklah, kita bicarakan lagi besok*

*ne gomawo hye sun ah*

*ne cheonma*

‘klik’ sambungan telpon di tutup.

Tanpa so eun sadari min jae mendengarkan pembicaraan so eun lewat ponsel dengan hye sun dari balik pintu kamar so eun. Kim bum terdiam memikirkan sesuatu.

“kenapa tak memberitahukannya padaku?”gumamnya.

Kim bum pun masuk ke dalam kamarnya. Ketika ia hendak menarik selimut dan memajamkan mata. Tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara tangisan di dalam kamar so eun, dan pasti so eun lah yang menangis. Kim bum nampak berfikir dan merasa kasihan.

###

keesokan harinya siang hari, so eun dan hye sun sedang mengobrol di halaman kafe. Kebetulan mereka sedang beristirahat. Mereka duduk di meja luar dekat dengan jalan.

Sebenarnya kim bum mengikuti so eun dari pagi hanya sekedar ingin tahu dimana tempat kerjanya. Kim bum sengaja mengintip ke arah kafe memastikan apakah so eun ada, dan kim bum pun melihat so eun sedang duduk berdua bersama temannya. Kim bum mengintip di balik papan selamat datang (?) sambil mendengarkan pembicaraan mereka.

“150 juta won” ucap so eun.

“mwo? Sebanyak itukah?” kaget hye sun.

“kenapa orang tuaku sampai bisa mempunyai utang sebanyak itu?”sedih so eun.

“apa saja yang harus aku lakukan hye sun-ah?”lanjut so eun.

“aku juga bingung so eun ssi”ujar hye sun.

“hoah aku sudah menggunakan kartu kreditku dan bekerja paruh waktu” ujar so eun sambil merenung.

“heum kerja paruh waktu, ah…..ya……kerja paruh waktu” ucap hye sun seakan mendapatkan ide.

“mwo? Apa kau punya pekerjaan paruh waktu yang menghasilkan uangyang banyak?” Tanya so eun antusias.

“ye…..ini !!!” jawab hye sun seraya mengeluarkan kartu kecil pada so eun.

So eun langsung merebutnya dan tersenyum.

 

Setelah mendengar pembicaraan so eun dan hye sun, kim bum seakan sadar bahwa selama ini so eun hidup susah apalagi setelah dirinya tinggal menumpang di apartemen kecil so eun. Kim bum merasa dirinya ini bodoh dan hanya menyusahkan so eun, pantas saja so eun selalu marah-marah setiap kali kim bum menghabiskan makanan yang tersedia di lemari es. Kim bum merasa kasihan dan iba kepada so eun. Tiba-tiba ponselnya berdering. Kim bum pun merogohnya dari saku celananya. Tertera di sana nama hyun joong hyung.

“aishhhh……….hyun joong hyung !”kesal kim bum.

Kim bum pun langsung menonaktifkan ponselnya dan pergi dari tempat itu.

###

“apa-apaan? Dia tak mengangkatnya lagi?” kesal hyun joong.

“ya kim bum, apa kau tak merasa khawatir dengan keadaan disini yang kepusingan mencari keberadaanmu. Kekanak-kanakan sekali tingkahmu” kesal hyun joong.

###

Malam hari, kim bum tengah berbaring di kasurnya. Ia memikirkan pembicaraan so eun dengan temannya tadi siang. Kim bum merasa kasihan kepada so eun yang harus bekerja keras bahkan bekerja paruh waktu untuk mendapatkan uang banyak. Kim bum menggaruk kepalanya. Bingung apa yang harus ia lakukan untuk membantu so eun. Jam dinding sudah menunjukan pukul 1 malam. Kim bum masih saja tidak bisa memejamkan matanya walaupun ia sudah mencobanya. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal lagi.

“aish……..apa yang harus aku lakukan?” tanyanya.

Kim bum pun menarik selimutnya mencoba untuk memejamkan mata sambil berfikir bagaimana caranya ia bisa membantu so eun melunasi utangnya. Susah untuk ia pejamkan, kim bum teringat dengan kejadian kemari malam, teringat so eun yang menangis sesegukan di dalam kamarnya yang memang tak jauh dengan kamarnya.

So eun baru pulang setelah semalaman ia bekerja paruih waktu untuk menambah penghasilannya. Ia memanggil-manggil nama min jae.

“min jae…….min jae-ah………” ucapnya agak keras.

“apa yang dia lakukan? Apa dia sudah tidur?”Tanya so eun pada dirinya sendiri.

So eun pun masuk ke dalam kamar min jae yang memang tidak di kunci. So eun tersenyum dan menahan tawanya setelah melihat posisi tidur min jae yang berantakan. Baju min jaesedikit terbuka (wow hahaha) dan selimutnya berserakan dimana-mana.

So eun mendekati min jae yang masih tertidur kemudian menyelimutinya. Min jae sedikit terusik dan so eun tersenyum lagi. So eun pun keluar dari kamar min jae.

###

Pagi sudah tiba, so eun bangun dan langsung keluar kamarnya. Ia tak melihat min jae ada di ruang televisi atau pun di dapur seperti biasanya.

“min jae-ssi” teriak so eun.

So eun pun menuju kamar min jae untuk sekedar memastikan. So eun merasa aneh karena min jae tidak ada di sana.

“min jae ah……”ucap so eun.

“dia tidak ada di rumah?”kaget so eun.

~continued~


 

 

 

 

 

 

 

 

14 thoughts on “He is a prince ??? (part 3)

  1. Kimbum tidak memikirkan keuangan soeun seenaknya memesan makanan, ckckckck.
    Bagaimana soeun membayar utangnya yang sebanyak 150 juta won?
    Penasaran

  2. Mmm…Sso baik bgt siih..wlopun kesel sm min jae a.k.a kim bum tp msh aja perhatian…
    Akhirnya Bum tau jg klo Sso kesusahan…ayooo Bum, bantu Sso laaah…

  3. hihi bum keterusan tinggal di tempat sso, dan dia beneran berbuat seenaknya haha… sso juga terlalu baik kali ya jd walo kesel paling ngedumel, kagak tega juga ngusir bum xixixi

    tp kesini2 bum nya udh mulai mikir tuh, dia ga sembarangan lagi makan makanan di kulkas, rela nahan lapar sampe sso pulang haha kesian bgt ama scene yg ini..

    bum juga mau beres2 apartemen sso ..

    aduh itu sso kesian amat, udh idup pas2an ditambah utang gede banget hikshiks sso fighting!!!

    ceritanya asik, kocak2 miris gitu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s