He is a prince ??? (part 4)

He is a prince ??? (part 4)


Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye. (masih ada cast tambahan yang masih dirahasiakan #so misterius lo !!!)

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

 

Review last episode

Pagi sudah tiba, so eun bangun dan langsung keluar kamarnya. Ia tak melihat min jae ada di ruang televisi atau pun di dapur seperti biasanya.

“min jae-ssi” teriak so eun.

So eun pun menuju kamar min jae untuk sekedar memastikan. So eun merasa aneh karena min jae tidak ada di sana.

“min jae ah……”ucap so eun.

“dia tidak ada di rumah?”kaget so eun.

Part 4

“ya…..min jae-ssi !!!” teriak so eun lagi.

Tiba-tiba ada yang menekan tombol apartemennya. So eun pun segera membukakan pintu.

“ji yeon-ah, min ji-ah !!!”kaget so eun.

Min ji dan ji yeon hanya berusaha untuk melihat-lihat apartemen so eun.

“ya eonni kemarilah !”ajak ji yeon.

“mwo?”Tanya so eun.

“ayo keluar !”ajak min ji.

So eun pun menurut untuk keluar dan segera menutup pintunya kembali.

“kalian mau apa kemari?”Tanya so eun heran karena tiba-tiba ji yeon dan min ji pagi-pagi begini sudah datang ke apartemennya.

“eonni ceritakan pada kami !!!”pinta ji yeon.

So eun tak mengerti.

“ya….kenapa kalian belum berangkat sekolah?”Tanya balik so eun.

“eonni………..kami tahu, kami mendengarnya kemarin malam !!!” ujar min ji dan diikuti anggukan dari ji yeon.

“aduh……kalian ini membuatku pusing, apa yang sebenarnya ingin kalian tanyakan?” so eun mulai kesal.

“ min jae !!!…………..siapa dia?”Tanya min ji dan ji yeon berbarengan seraya menatap soeun penuh selidik.

“mm…mm…wo?”kaget so eun.

(min ji dan ji yeon adalah tetangga so eun, apartemen ji yeon dan min ji cukup dekat dengan apartemen so eun, makanya mereka kenal)

###

“bagaimana apakah aku bisa bekerja disini?”Tanya kim bum pada seorang namja.

“jangan takut, dari wajahmu saja kau terlihat tampan” puji namja yang sedang berhadapan dengan kim bum tersebut.

kim bum tersenyum.

“dari wajahmu pasti akan banyak pengunjung yang suka dan pasti boss juga akan menyukaimu” jelas si namja itu.

“haha baiklah” jawab kim bum antusias.

“ya……noona kemarilah” teriak si namja kepada bossnya yang sedang asik merias wajah.

“ada apa? Woooaahhh kau tampan sekali anak muda” puji yeoja itu seraya memegang pipi kim bum. Kim bum kaget dan sedikit menghindar.

“dia ingin bekerja disini, bagaimana?”Tanya si namja pada bossnya.

“dia anak yang tampan, baiklah aku terima” jawab sang boss yang masih kagum dengan ketampanan kim bum.

Kim bum tersenyum, namun masih agak sedikit risih dengan yang menjadi bossnya itu.

“baiklah……..ayo…..”ajak sang namja seraya menarik tangan kim bum untuk masuk ke dalam bar besar itu.

“sudah ku bilang, boss pasti menyukaimu”ujar si namja seraya tertawa. Kim bum hanya tersenyum senang.

“pekerjaan ini akan mendapatkan banyak uang untukmu” lanjut si  namja.

“bagus kalau begitu”jawab kim bum.

Mereka pun tertawa.

###

“benarkah itu anjingmu eonni?” Tanya ji yeon yang masih tak percaya.

“ne………” jawab so eun seraya mengangguk.

“tapi sebelumnya aku tak pernah tahu eonni mempunyai peliharaan” ujar min ji.

“ya…….aku tidak pernah membawanya keluar” dusta so eun.

“oh……….kalau begitu boleh aku melihatnya?”pinta ji yeon.

“hah? i…ni……..sebaiknya kalian cepatlah berangkat sekolah !” so eun mengalihkan pembicaraan.

“aishh…yasudah kalau begitu, kapan-kapan kami akan berkunjung kemari……..annyeong eonni” ujar minji dan ji yeon.

“ne…..annyeong…..hati-hati….hehe semoga kalian tidak pernah kemari lagi” jawab so eun dengan suara yang pelan.

Ji yeon dan min ji sudah pergi dan jauh dari so eun.

“aiiisssssssshhhhhhh…….apa yang harus aku lakukan?” bingung so eun.

“min jae-ssi…….sebenarnya kau kemana?”Tanya so eun pada dirinya sendiri seraya di liputi rasa kesal.

###

“aku harus pulang dulu………nanti malam aku akan kemari…..”pamit kim bum.

“ne…jangan telat, nanti malam adalah hari pertamamu bekerja…..” balas si namja itu yang bernama min ho.

“ne……….” kim bum pun pergi dan  berlarian karena ia tak mau so eun mencurigainya.

###

So eun masih belum berangkat kerja, ia menunggu min jae di ruang tamu.

“aish……kemana dia?” Tanya so eun.

Tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah min jae ke dalam.

“min jae-ah……….” Cegat so eun ketika min jae melewati dirinya.

Min jae berhenti melangkah.

“ne…..?”Tanya min jae.

“apa yang kau lakukan? kau darimana?” Tanya so eun.

“aku……hanya jalan-jalan keluar….”dusta min jae.

So eun hanya menatap min jae.

“aku sudah cukup telat bekerja karena menunggumu !”ujar so eun.

“huh?”

“baiklah aku berangkat………”pamit so eun.

Min jae hanya diam.

###

“jin ki-ssi, ayo kita berangkat……….!”ajak eun hye karena mereka sekarang ada janji dengan hyun joong.

“ne noona……tunggu sebentar”jawab jin ki seraya membereskan kertas-kertas yang berserakan pada meja komputernya.

“aku tunggu kau di mobil…..”ujar eun hye.

“ne…….” jinki masih sibuk membereskan kertas-kertas itu karena ada satu kertas yang ia butuhkan. Pada kertas itu ia sudah merancang gambar bangunan hotel yang di pinta oleh hyun joong. Karena ia buru-buru, tak sengaja ada sebuah foto yang terselip pada salah satu kertas terjatuh (?) ke bawah.

“aishhhh……….” Jinki menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu mengambil foto itu yang dalam keadaan terbalik pada lantai.

Ketika melihatnya jinki sedikit terdiam. Foto dirinya bersama so eun waktu itu.

“aiiishhh……”kesalnya lalu menaruh kembali foto itu pada meja.

Jin ki pun segera menuju eun hye yang sudah menunggunya di luar.

###

“bagaimana? Apakah kau suka dengan rancangannya?”Tanya eun hye.

Hyun joong lama berfikir.

“ini………….ya aku suka……..”jawab hyun joong seraya angguk-angguk kepala.

“kalau begitu kapan kau memulai proyeknya?”Tanya eun hye.

“entahlah aku masih bingung, ajeossi memintaku untuk melaksanakan proyek ini setelah nenek sembuh, tapi aku rasa nenek (nyonya ratu) akan sembuh setelah kim bum di temukan, tapi aku tak tahu kapan anak itu akan kembali”jelas hyun joong.

“nyonya ratu sakit?”Tanya eun hye.

“ne…sudah 3 hari ini ia sakit….”jawab hyun joong.

“lalu kim bum? Sepupumu? pangeran kim bum itu?”Tanya eun hye.

Hyun joong mengangguk, dan jinki terlihat bingung.

“apakah anda keturunan kerajaan?”Tanya jinki yang memang tidak tahu.

“ne……”jawab hyun joong.

“memangnya ada apa dengan pangeran kim bum sampai nyonya ratu sakit seperti itu?”Tanya eun hye.

“dia kabur dari istana karena tidak ingin di jodohkan” seolah-olah hyun joong keceplosan menceritakannya pada eun hye dan jinki.

“mwo? Benarkah?”kaget eun hye. Jinki masih terlihat bingung.

“aish……aku lupa, sebenarnya tak perlu aku menceritakannya kepada siapapun” sesal hyun joong.

“wae?” Tanya eun hye.

“aku harap kalian bisa memegang pembicaraanku”ujar hyun joong. Eun hye mengangguk tanda mengerti. Sementara jin ki hanya diam.

‘sepertinya noona sudah sangat tahu sekali dengan lelaki ini, sampai keluarganya pun begitu kenal”batin jin ki.

###

Malam hari, so eun baru saja pulang dari kerjanya. Ia langsung menuju kamarnya karenal lelah. Tak ada min jae di sana, mungkin min jae sudah tidur di kamarnya.

‘clek’ (suara pintu ceritanya)

So eun membuka pintu kamarnya lalu masuk.

“apa so eun ssi sudah pulang?”Tanya min jae pada dirinya sendiri yang sedang tiduran di kasurnya. Ia pun bangun dan berjalan menuju arah pintu sekedar untuk memperdekat pendengarannya atas kepulangan so eun (?).

“setengah jam lagi”ujarnya seraya memperhatikan jam dinding yang terpasang tepat di atas kasurnya.

“aku harap dia akan segera tidur…….”lanjutnya.

Min jae pun kembali menuju kasurnya lalu duduk disana, ia cukup terdiam memikirkan sesuatu.

Jam dinding sudah menunjukan pukul 12 malam, min jae pun bergegas keluar kamarnya. Di bukanya pintu pelan-pelan berharap so eun tak mendengar suara pintu terbuka. Dengan hati-hati min jae pun menutup pintunya kembali.

“huh……….”

Min jae pun melihat sekelilingnya, kamar so eun sudah gelap, dan sepertinya ia sudah tertidur. Min jae pun jalan mengendap-ngendap bertujuan agar so eun tak mengetahuinya.

###

Suasana yang cukup gaduh dan ramai, lampu warna-warni dan suara music yang cukup memekakan telinga, kim bum tengah berada di sana. Membawa minuman kesana-kemari kepada para pelayan. Ya, si pangeran kim bum ini nekad bekerja di diskotik yang lumayan besar. Tujuannya ini hanyalah ingin membantu so eun dan mendapatkan uang dari kerjanya yang penuh dengan resiko ini (?) (resiko? Wkwkwk ya deh kan kim bum pangeran jadi resiko kalo ia ketahuan bekerja di tempat kaya gini).

Kim bum membawa nampan berisikan gelas dan botol minuman, ia memakai baju pekerja disana. Cukup risih memang dengan apa yang sedang ia lakukan, ini adalah pengalaman pertama baginya, namun kim bum berusaha untuk tetap tersenyum kepada pengunjung yang berdatangan kesana.

Ketika ia sedang menyiapkan minuman untuk di berikannya kepada pelanggan yang memesan. Tiba-tiba seorang yeoja seksi memanggilnya, mau tak ma kim bum pun harus menurut lalu menghampiri yeoja itu yang tengah duduk bersama teman-temannya yang lain.

“ya noona, pesan minuman?”tawar kim bum.

“ah kau kemarilah…….!” Perintahnya.

“huh?”kim bum tak mengerti.

“kemarilah, duduk dan temani kami disini !”perintahnya lagi.

“ani….maaf……aku harus bekerja”tolak kim bum.

“bukannya ini bagian dari pekerjaanmu juga, ayolah kau ini sangat tampan” bujuk yeoja itu seraya menarik kim bum duduk di sampingnya. Teman-teman yeoja itu hanya tertawa melihat kim bum yang berusaha menolak.

“ya……ani….maaf noona…..”tolak kim bum.

“diamlah…….temani kami minum…..”

‘aish…..apa kalian ini tak tahu aku siapa? Menjijikan sekali’batin kim bum

“noona…..maaf, aku akan dimarahi oleh bosku noona” tolak kim bum. Namun yeoja itu tetap menahan tangan kim bum sampai min ho menolong dan berteriak memanggil nama kim bum, namun tetap masih dengan nama samarannya yaitu min jae.

“ya min jae-ah……”teriak min ho.

Sontak kim bum pun merasa tertolong dan bahagia karena minho memanggil namanya.

“maaf noona……..”kim bum langsung saja meninggalkan kumpulan yeoja itu dan segera menghampiri min ho. Yeoja-yeoja itu terlihat kesal dan kecewa.

“aish menggelikan sekali” gerutu kim bum.

“sudah ku bilang, kau harus berhati-hati……”ujar min ho.

“ne……kau telah menolongku” balas kim bum.

“inilah resiko bekerja di tempat seperti ini……ayo lanjutkan pekerjaan kita” ucap min ho. Kim bum pun mengangguk.

‘kalau seperti ini aku tidak bisa bertahan’ batin kim bum.

Ia pun kembali bekerja.

###

Matahari mulai muncul, namun tetap tak membangunkan yeoja yang tengah tertidur dengan pulas ini.

Selesai bekerja, kim bum mulai berlarian dengan cepat untuk pulang. Ia tak mau so eun curiga seperti kemarin.

Apartemen so eun masih sepi. Kim bum sampai di depan pintu dengan nafas yang tak beraturan. Dengan segera ia pun masuk dengan harapan so eun masih tidur. Setelah masuk, ia pun sedikit berjalan menuju ruang tengah, belum sempat ia duduk tiba-tiba so eun keluar dari kamarnya.

Kim bum agak kaget.

“annyeong so eun-ssi” sapa kim bum dengan senyumnya.

“aish…….aku telat………”gerutu so eun tanpa memperdulikan min jae yang menyapanya.

So eun melewati min jae dan buru-buru pergi untuk berangkat bekerja, sementara min jae hanya memperhatikan so eun sampai so eun pergi dari apartemen miliknya.

###

Di sela-sela bekerja, so eun terus saja memanggut-manggutkan kepalanya seraya duduk pada salah satu kursi pengunjung. Hye sun pun menghampirinya.

“ya so eun-ssi, kau kenapa? Apa kau kurang tidur?”Tanya hye sun seraya duduk di sampingnya.

So eun tersadar dan membuka matanya lalu melihat hye sun. So eun mengangguk.

“aish…….apakah harus sampai seperti itu?” kesal hye sun yang melihat temannya bekerja terlalu keras.

“ne……..”jawab so eun sambil mengangguk.

“so eun ssi………sebaiknya berhenti saja. Ini akan membuatmu sakit” sara hye sun.

“ya……..kalau tidak seperti ini, bagaimana bisa aku mendapatkan uang yang banyak?” balas so eun.

“yasudah terserah kau saja, aku juga tak bisa membantumu” ucap hye sun.

“ne……..waktuku tinggal 12 hari lagi…….ah eotteoke?”keluh so eun.

“apa kau tak berniat untuk menceritakannya kepada boss so eun-ah? Siapa tahu boss akan membantumu” ujar hye sun member ide kepada so eun.

“ah ani…….ini masalahku hye sun-ah……jadi aku yang harus menanggungnya sendiri” jelas hye sun.

“tapi ini kan demi kebaikanmu juga so eun-ssi……150 juta won tidak akan mungkin terkumpul dalam waktu 2 minggu” jelas hye sun.

So eun menatap sahabatnya itu.

“ne aku tahu, maka dari itu ak harus bekerja lebih keras”jawab so eun.

“aku hanya ingin membantumu” balas hye sun.

“kau sudah banyak membantuku. Sudahlah sebaiknya kita kembali bekerja, lihatlah pengunjung sudah banyak yang berdatangan” hindar so eun lalu segera melayani para pelanggan.

“so eun-ssi…..kau itu rumit sekali”kesal hye sun karena so eun berusaha menutupi kesulitannya sendiri.

###

“proyek ini harus segera di laksanakan, tapi anak itu belum juga bisa di temukan……nenek masih sakit dan terus memikirkan anak itu, aish bagaimana ini? Memusingkan sekali” gerutu hyun joong di ruang kerjanya.

“aku akan menghubungi pak jung” ujarnya lalu meraih ponsel untuk menghubungi pak jung.

Tak lama sambungan telpon terhubung dengan pak jung.

*yeoboseyo pak jung…….*

*yeoboseyo pangeran hyun joong, ada apa ?*

*pak jung, apa kau masih belum mendapatkan kabar mengenai kim bum?*

*maaf, sejauh itu kami masih belum menemukannya*

*kalau begitu, aku ingin pak jung dan semua para pengawal maupun bodyguard kerajaan harus segera mencari dan menemukannya lagi…….! Selidiki orang-orang yang mengetahuinya…….*

*baiklah saya mengerti*

Sambungan telpon di tutup. Hyun joong menatap ke luar jendela.

###

Pagi hari kim bum pulang sehabis semalaman ia bekerja di bar besar.

Dengan sedikit mengendap-endap kim bum melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

“huh….sepertinya dia belum bangun” gumam kim bum ketika sudah berada di dalam kamarnya.

Karena lelah kim bum pun langsung menuju kasurnya dan berbaring disana. Ia memiringkan posisi tidurnya (?). Ia diam tak bersuara, mata pun tak kim bum pejamkan, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.

Jam dinding yang terus berdetak (?) kini sudah menunjukan pukul 7 pagi.

Kim bum merasa heran karena belum ada tanda-tanda so eun sudah bangun. Kim bum hanya diam. Tak lama suara ribut ia dengar dari kamar sebelahnya, kamar so eun.

“aish.,…..aku telat………” ribut so eun karena ia telat bangun.

Kim bum hanya diam berbaring pada kasurnya mendengar so eun yang ribut (?) seperti itu.

###

Pulang bekerja dari kafe, so eun langsung bekerja paruh waktu di suatu tempat hingga larut malam.

Kim bum masih menunggu kedatangan so eun di dalam kamarnya.

Tak lama so eun pulang, ia merebahkan tubuhnya pada sova dan tertidur disana karena kelelahan.

kim bum keluar kamarnya karena ia mendengar suara langkah kaki dan itu pasti so eun. Ia pun keluar dan melihat so eun sudah tertidur di sova. Kim bum mencoba mengambil selimut untuk menyelimuti tubuh so eun. Kim bum tersenyum melihat so eun seperti itu, setelah itu kim bum pun pergi keluar untuk mulai bekerja lagi.

“ya min jae-ssi, kenapa kau memilih bekerja disini?”tanya min ho sedikit berteriak karena suara musik yang begitu kencang.

“aku ingin mendapatkan uang”teriak min jae.

“ya ya aku mengerti, aku saja sudah hampir 1 tahun bekerja disini, dan hasilnya lumayan”jelas min ho.

“ah ya, aku baru merasakan hidup seperti ini. Pertama kali dalam hidupku” ujar min jae.

“huh?” min ho tak mendengarnya.

“bukan apa-apa”teriak min jae. Mereka pun kembali dengan pekerjaan mereka.

###

Kim bum sudah pulang, ia masih melihat so eun tertidur di sova. Kim bum pun langsung menuju kamarnya dan berbaring di kasur. Ia berusaha memejamkan matanya namun sulit.

So eun terbangun, ia sedikit mengerutkan keningnya. So eun langsung melihat jam tangan yang terpasang di tangannya.

“mwo? Aish aku telat lagi” kesalnya.

Cepat-cepat so eun pun bangun dan menuju kamar mandi.

Kim bum yang masih berada di dalam kamar diam mendengar keluhan so eun karena sudah 3 hari berturut-turut ini so eun terus saja telat bangun. Kim bum kembali memejamkan matanya namun tidak bisa karena ia kepikiran so eun.

‘apakah so eun-ssi bekerja terlalu keras?’batinnya.

kurang lebih selama 3 jam kim bum tertidur, ia pun bangun dan menuju dapur untuk minum dan sarapan. Makannya tak begitu lahap, ia terpikir dengan so eun dan ia memikirkan tentang apa yang harus ia lakukan di siang hari. Kim bum pun langsung keluar untuk mencari pekerjaan lain yang bisa ia kerjaan. Setelah mencari, akhirnya kim bum bisa menemukan pekerjaan yang lumayan. Walaupun tanpa kemampuan khusus, apalagi ia itu adalah seorang pangeran namun kim bum tetap meminta agar ia bisa bekerja sebagai tukang bangunan dan sebagai pengaduk semen (?) walaupun ia harus bekerja dengan ekstra.

 

Sudah 4 hari kim bum bekerja sebagai pelayan (pengantar minuman) di bar dan sebagai pengaduk semen. Itu membuat tenaganya cukup terkuras dan kesehatannya menurun, ditambah lagi ia tak terbiasa bekerja apalagi melakukan pekerjaan yang berat seperti itu. Kim bum rela keluar malam dan tak tidur hanya untuk bekerja sebagai pelayan di bar. Pagi dan siang ia bekerja sebagai tukang bangunan. Selama 4 hari ini ia sukses melakukannya tanpa sepengetahuan so eun.

Kini kim bum sedang berbaring di kasurnya, ia sedikit tak merasa enak badan. Kim bum pun menarik selimut hingga menutupi semua tubuhnya.

So eun sudah pulang bekerja, masih sore dan langit belum gelap. Ya, hari ini so eun, hye sun dan pekerja yang lain pulang agak siang sekitar pukul 3 sore (bingung, katanya siang tapi sore, walah haha)

So eun menggunakan waktunya untuk pergi ke ATM (?) mengambil gaji hasil dari kerja paruh waktunya yang dikirim melalui rekening (apaan sih gua kaga ngarti) dan uang gajinya selama bekerja di kafe milik geun young.

“lumayan, uang yang terkumpul sudah lumayan”ujarnya.

So eun pulang menuju apartemennya dengan cukup lemas, entah kenapa tiba-tiba ia teringat min jae-sang anjing kesayanganya yang telah mati setelah ia melihat anjing mungil bersama pemiliknya jalan-jalan bersama ketika so eun sedang menuju apartemennya.

“min jae sang aku rindu padamu”gumam so eun.

Setelah sampai pun so eun langsung menuju kamarnya dan melihat fotonya bersama min jae sang anjingnya.

“kenapa kau membuatku merasa kesepian? Woah aku merindukanmu”sedih so eun.

Mengingat-ngingat min jae, ia pun jadi ingat dengan ha min jae (kim bum).

“apa yang sedang ia lakukan?”gumam so eun. So eun pun keluar dan berhenti di depan pintu kamar min jae.

“min jae-ah . . . . . . .”ucap so eun.

“ya min jae-ah. . . . . .Ha Min Jae !!! Min jae-ssi !!!”ucap so eun. Namun tak ada sahutan dari dalam. So eun pun hanya mendengus dengan kesal.

“aish orang ini, pasti sedang tidur !” kesal so eun.

Karena ia sudah mendapatkan uang, so eun pun membeli makanan ke supermarket. Di supermarket sehemat mungkin ia membeli bahan masakan. So eun melihat ada ikan segar disana, ia jadi teringat akan min jae yang waktu itu menghabiskan ikan miliknya sampai tak bersisa dan hanya sisa tulang belulang. So eun pun tersenyum mengingatnya.

Di dapur, so eun tengah memasak ikan yang ia beli di supermarket tadi. Ikan yang cukup besar itu ia rebus ke dalam sebuah panci yang sudah berisi air dan di beri bumbu. (dimana mana juga kalo di rebus di kasih air, author linglung ==”)

So eun memasaknya sambil tersenyum dan kadang-kadang mengarahkan pandangannya menuju pintu siapa tahu min jae sudah bangun mungkin.

Tak lama, sekitar 10 menit ikan pun sudah matang. So eun mematikan apinya, lalu mulai meniriskan ikan itu ke dalam piring, so eun sedikit mencicipi masakannya.

“woa masitta” ujarnya seraya tersenyum.

So eun membawa masakannya itu menuju ruang tengah, setelah itu so eun mencoba mengetuk pintu kamar min jae. Namun min jae tak juga membuka apalagi menyahutnya. Karena penasaran dan sudah merasa kesal akhirnya so eun pun masuk ke dalam kamar min jae seraya berteriak.

“ya min jae-ssi”teriaknya.

So eun sedikit kaget melihat min jae tidur dengan selimut yang menutupi semua tubuhnya.

“ya min jae-ssi”ucap so eun seraya menghampiri min jae lalu mencoba membukakan selimutnya.

“mwo? Apa kau sakit?”panik so eun.

Min jae perlahan memuka matanya dan sedikit mengerang (?) dengan gaya yang manja (bahasa author ngaco ya haha)

“euuummm”erangnya.

“min jae-ssi kau sakit?”tanya so eun lagi.

Min jae tetap tak menjawab dan hanya mengerang. Dengan wajah yang sedikit panik so eun pun keluar dari kamar min jae lalu tak lama datang seraya mengambil segelas air putih, semangkuk nasi dan ikan yang baru saja ia masak.

“apa kau belum makan? Kenapa bisa sakit?”tanya so eun.

Tanpa kim bum menjawab, so eun sudah melanjutkan perkataannya.

“ayo makanlah ini !”perintah so eun seraya berusaha menyuapi min jae sesendok nasi.

Lagi-lagi kim bum mengerang dan membuat so eun mengerutkan dahinya.

“ani . . . . aku tak berselera makan, lebih baik tinggalkan saja aku sendiri disini” ujar min jae akhirnya.

“aish . . . . Aku sudah baik-baik padamu” kesal so eun seraya mengerucutkan bibirnya. So eun pun keluar dari kamar min jae. Min jae hanya mengeluh tak enak badan.

Sudah gelap, malam yang dingin !, pukul 8 malam ini cukup dinging. So eun kembali ke kamar min jae seraya membawa kompresan. So eun duduk di kursi di sebelah kasur min jae lalu memasangkan handuk basah yang hangat tepat di dahi min jae dan membenarkan selimut min jae. Memang min jae sedikit panas. Min jae tak memberikan respon apapun dan masih memejamkan matanya membuat so eun masih menunggu dan duduk disana. Tak lama min jae pun membuka ke dua matanya dan merasakan ada sesuatu yang menempel di dahinya, min jae pun meraba lalu mengambilnya, di lihatnya so eun ada di sampingnya lalu so eun pun melirik ke arah min jae.

“kenapa kau belum tidur? Sudahlah aku tidak apa-apa”elak min jae walaupun sebenarnya ia sedang sakit, tubuhnya sedikit panas dan kepalanya terasa pusing.

“aish, aku hanya tidak ingin kau sakit lebih lanjut. Karena itu akan merepotkan”kesal so eun yang pada akhirnya keluar lagi dari kamar min jae. Min jae tersenyum dan hanya berusaha memejamkan matanya kembali.

Sekitar pukul 9 malam, min jae mendengar apa yang dikatakan so eun sendirian dari kamarnya.

“aku menyukaimu ! Tapi aku membencimu ! . . . . .” ujar so eun di dalam kamarnya yang terdengar oleh min jae. Min jae kaget dan langsung membuka matanya, ia menunggu apa yang akan dikatakan so eun selanjutnya.

“aku tak tahu kenapa perasaanku seperti ini….?”ucap so eun selanjutnya.

Kim bum semakin melebarkan matanya.

“apa  maksudnya itu padaku? Apa so eun-ssi berbicara tentang aku? Dia menyukaiku?” kim bum merasa bahwa yang ia dengar dari mulut so eun itu adalah dirinya.

 

So eun masih belum tidur, ia melihat foto dirinya bersama jinki pada ponselnya.

“aishh namja menyebalkan !!!” kesal so eun.

‘kenapa aku tak bisa melupakanmu jinki-ssi !!! Walaupun caramu itu sudah sangat membuatku sakit. Bagaimana kabarmu?’batin so eun.

 

Pagi hari, hari ini memang so eun libur bekerja. Tak hanya dirinya, hye sun dan yang lainnya juga libur karena kemarin mereka baru saja mendapatkan gaji dan geun young sang boss memberikan hari libur.

 

So eun sudah bangun dan langsung menuju kamar min jae. Ketika ia hendak membuka pintu tiba-tiba min jae keluar.

“kau sudah bangun?”tanya so eun.

Min jae hanya mengangguk dengan cukup ragu, entah kenapa kim bum merasa malu menatap so eun gara-gara yang ia dengar kemarin malam dari mulut so eun yang menyangka jika so eun menyukainya.

“sepertinya kau sudah sembuh hanya dengan satu hari”ujar so eun ketika melihat kondisi min jae yang sepertinya sudah membaik.

“……….n….ne….” jawab min jae gugup.

“aku sangat khawatir…….!”ujar so eun lagi.

Kali ini min jae melihat so eun dan tepat pada matanya.

“mi…..mianhae………” ucap min jae, ekspresinya seolah-olah ia itu gugup ketika so eun berbicara dan menatapnya. Min jae menundukan kepalanya lagi.

“ah baiklah aku akan memasak makanan untukmu” ujar so eun yang kemudian bangkit menuju dapur.

Min jae hanya angguk-angguk lalu diam lagi seraya menatap so eun yang berlalu menuju dapur.

###

Jinki sedang bersantai di kamarnya, tiba-tiba ada telpon masuk dan menyuruhnya untuk bertemu. Jinki pun segera bergegas menuju kafe coklat untuk menemui orang yang sebenarnya tidak ia kenal.

“apakah kau yang menungguku?”Tanya jinki pada seorang wanita yang sedang duduk di sana.

Yeoja itu menoleh dan tersenyum, jinki pun ikut duduk.

“jinki-ssi, apa kau masih mengenalku?”tanyanya.

Jinki mengerutkan keningnya.

“aku Jung So Min ! teman sekolahnya so eun semasa SMA” terangnya.

Jinki mengangguk tanda ia sudah ingat.

“lalu apa tujuanmu mengajakku bertemu?” Tanya jinki.

“apa kau tahu? Pacarmu itu mempunyai banyak utang padaku !” jawab so min.

Jinki diam menunggu kata-kata yang akan di lanjutkan so min.

“aku yakin dia tidak bisa melunasinya tepat waktu, uang yang ia pinjam padaku terlalu banyak” lanjut so min.

“ne….tapi aku dan so eun sekarang………”kata-kata jinki terpotong.

“oleh karena itu aku memberitahumu karena so eun-ssi adalah kekasihmu……..jika kau tidak ingin ada sesuatu yang terjadi kepada so eun pasti kau akan melakukan sesuatu untuk membantunya” kata-kata so min seperti nada yang mengancaman. Jinki terdiam.

“baiklah kalau begitu, hanya itu yang ingin aku sampaikan…….aku pergi !” so min pun segera pergi meninggalkan jinki yang masih merenung.

“so eun punya banyak utang? Aku tak tahu sebelumnya……..” gumam jinki.

“lalu apa yang ia maksud? Sesuatu yang akan terjadi pada so eun?” lanjutnya.

“tapi sekarang untuk apa aku ikut campur urusannya, sekarang aku tak ada hubungan apa-apa lagi dengan so eun” gumam jinki lagi.

###

Malam hari, so eun sedang menghitung jumlah utangnya lagi di ruang tengah, kim bum juga ada di sana hanya memperhatikannya.

“10 hari lagi” ujarnya.

“so eun-ssi………..” ucap min jae. So eun sontak menatap ke arah min jae.

“huh?”tanyanya.

“aku ingin menanyakan tentang sesuatu hal…..”ujar min jae akhirnya namun tanpa melihat so eun, ia mengarahkan pandangannya ke bawah.

“apa?”Tanya so eun.

“kemarin malam…….apa kau……………..?”perkataan min jae terputus karena tiba-tiba suara bel berbunyi.

So eun langsung menuju depan dan melihat pada layar siapa orang yang datang.

Kim bum ikut-ikutan melihat. “so eun-ssi, siapa?”Tanya kim bum.

So eun terlihat resah, ia menatap kim bum seperti tatapan yang meminta bantuan (?).

“Jin Ki-ssi……”kaget so eun.

~continued~

 

 

 

 

12 thoughts on “He is a prince ??? (part 4)

  1. So sweet kimbum keren padahal dia seorang pangeran tapi mau mengerjakan pekerjaan seperti itu untuk membantu soeun.
    Aku salut pada soeun yang bekerja keras untuk melunasi hutangnya.
    Jinki datang ke humz soeun? Wah apa yang di carinya?

  2. Yeaaaay…akhirnya Bum kerja jg buat bantuin Sso..mpe di forsir gitu..sakit deh jadinya…

    Qiqiqiqiq…Bum salah faham, dikira nya Sso suka sm dia, pdhl kan belum…

    Iiiish..karakter so min disini menyebalkan…hhh mdh2an Sso ga di apa2in sm dia…

  3. jiah bum salah paham kekeke~

    tp bum udh baik skrg mau kerja, walopun jd pelayan di klub sama pengaduk semen.. petualangan sang pangeran kian seru xixixi cuma knp ga terus terang ya kalo dia kerja…
    krn kecapean jdnya sakit, kalo kyk gini kan yg repot sso juga hahaha

    jinki gitu amat ma sso, dia bakal dpt balesan kyknya.. noona yang dia puja cuma anggap dia sbg adek hehehe rasain lho
    tp dia tiba2 dtg mau apa ya, kasih bantuan uang ke sso??

    cuss next part😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s