He is a prince ??? (part 5)

He is a prince ??? (part 5)


Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye, Jung So Min, Ji Yeon, Min Ji

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

 

Review last episode

Malam hari, so eun sedang menghitung jumlah utangnya lagi di ruang tengah, kim bum juga ada di sana hanya memperhatikannya.

“10 hari lagi” ujarnya.

“so eun-ssi………..” ucap min jae. So eun sontak menatap ke arah min jae.

“huh?”tanyanya.

“aku ingin menanyakan tentang sesuatu hal…..”ujar min jae akhirnya namun tanpa melihat so eun, ia mengarahkan pandangannya ke bawah.

“apa?”Tanya so eun.

“kemarin malam…….apa kau……………..?”perkataan min jae terputus karena tiba-tiba suara bel berbunyi.

So eun langsung menuju depan dan melihat pada layar siapa orang yang datang.

Kim bum ikut-ikutan melihat. “so eun-ssi, siapa?”Tanya kim bum.

So eun terlihat resah, ia menatap kim bum seperti tatapan yang meminta bantuan (?).

“Jin Ki-ssi……”kaget so eun.

PART 5

 

“aku tidak mau seperti ini, aku tidak menginginkannya” tolak so eun pada jinki ketika mereka tengah berada di ruang tamu, min jae bersembunyi di dalam kamarnya sambil mendengarkan pembicaraan mereka.

“ya………..” bentak jinki.

“apa kau mempermainkanku?”Tanya so eun sambil menjatuhkan lembar-lembar uang pemberian dari jinki.

“siapa di dunia ini yang tak mempunyai masalah? Kau punya masalah yang berat dan aku ingin membantumu” jawab jinki.

“apakah uang akan menyelesaikan semuanya ? untukmu uang tidak ada apa-apanya jinki-ssi” ujar so eun, matanya mulai berkaca-kaca.

“tapi aku…………..aku takut akan hal itu………mereka selalu menggodaku……..aku iri melihat teman-temanku selalu bersenang-senang…. membeli pakaian, tas, dan sepatu yang mahal……..aku marah !!! kenapa aku tidak seperti itu, aku ingin seperti mereka…..”lanjut so eun, ia tak bisa membendung emosinya…..air matanya menetes juga.

“dan sekarang aku sangat membutuhkan uang, tapi tidak dengan cara seperti ini !” teriak so eun.

Min jae berusaha mengintip dari jendela kamaranya, ia mendengar pertengkaran hebat antara so eun dan jinki.

“ya…….aku mengerti…….dan aku hanya ingin membantumu………..melakukan sesuatu yang berguna unukmu karena aku juga kasihan padamu” bentak jinki.

“jincha??? Kau sungguh lelaki yang egois…….untuk apa kau merasa kasihan setelah kau menyakitiku??? Pergilah…………!!! Pergi………pergi dari sini……!”teriak so eun sambil menangis.

Jinki menatap so eun geram.

“ya…….baiklah….aku akan pergi……” jawab jinki yang langsung pergi dari apartemen so eun.

So eun langsung menangis dan terduduk di lantai.

“ayah ibu, kenapa kalian membuat hidupku menderita?”batin so eun. So eun pun menangis sejadi-jadinya.

Min jae yang melihat mereka bertengkar seperti itu bengong dan tak tega melihat so eun, ia langsung menghampiri so eun menuju ruang tengah namun so eun langsung berlari menuju kamarnya.

“so eun~ssi” gumam kim bum.

So eun menutup pintunya.

Sudah pukul 10 malam, kim bum masih belum bisa tidur, ia pun keluar kamar dan berhenti tepat di depan pintu kamar so eun.

“so eun-ssi…….”ucap kim bum pelan.

“so eun-ssi…….so eun-ssi…….”ucap kim bum lagi sambil menerka-nerka telinganya ke arah pintu.

So eun berbaring di kasurnya dan diam walaupun min jae memanggilnya.

“so eun-ssi……apa kau sudah tidur….?”Tanya min jae. So eun masih tak menyahutnya sama sekali. Kim bum pun memilih untuk kembali menuju kamarnya. Kim bum langsung membaringkan tubuhnya pada kasur, namun ia tetap tak bisa tidur. Ia memikirkan so eun. Tak lama, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, kim bum kaget dan melihat so eun masuk dan menghampirinya. Kim bum langsung memposisikan tubuhnya duduk di tepi kasur.

Dengan wajah sedihnya so eun menghampiri min jae.

“tolong………bantu aku !!!”ujar so eun.

“wae……?”Tanya min jae.

“maaf……..”jawab so eun lesu dan duduk di samping min jae.

“kenapa kau melakukan ini?”Tanya min jae.

So eun mulai menangis lagi. “hiks hiks………hiks T____T”

“wae………….?”Tanya kim bum.

Tangisan so eun semakin keras dan min jae semakin khawatir.

“hiks hiks……..kenapa hidupku seperti ini……….” Tangis so eun.

“jangan seperti ini so eun-ssi………”min jae berusaha untuk menenangkan so eun.

“tidak seharusnya kau menangis……..”lanjutnya.

“apa yang harus aku lakukan??? Sudahlah jangan kahwatir……..”tenang min jae lagi.

So eun pun mulai menghapus air matanya.

Hampir satu jam so eun menangis dan menceritakan tentang jinki, kim bum hanya bisa menenangkannya, akhirnya so eun tertidur di pundak kim bum. Kim bum merasa khawatir dan ia pun menidurkan so eun di kasurnya lalu menyelimutinya. Kim bum tersenyum, setelah itu ia pun keluar dan tidur di sova ruang tengah, tempat menonton televisi.

###

Kim bum bangun pukul 5 pagi, tadi malam ia tak bekerja karena takut so eun kenapa-kenapa. Kim bum pun segera menemui so eun yang masih tertidur di ranjangnya. Dilihatnya wajah so eun pucat dan bibirnya pucat pasi (?), kim bum kaget dan langsung meraba kening so eun, tubuhnya panas. Kim bum panik lalu memikirkan sesuatu, sebelumnya so eun juga pernah melakukan ini kepadanya. Kim bum membawa kompresan dengan air hangat lalu menempelkannya di kening so eun. Menunggunya hingga bangun, namun wajah so eun tambah pucat dan keringat dingin keluar dari tubuhnya (?). Kim bum hanya bisa menatap so eun dengan khawatir lalu mengganti kompresannya.

“so eun-ssi jangan khawatir” gumam kim bum menatap so eun khawatir.

Pukul 10 siang so eun masih belum bangun juga, kim bum pun kembali menuju kamarnya. Ketika kim bum membuka pintu so eun sedikit terusik lalu mengerutkan keningnya. Perlahan so eun membuka matanya dan melihat min jae tengah tersenyum padanya. Min jae tersenyum melihat so eun yang sudah bangun.

“kau sudah bangun? Aku akan membuatkan makanan yang lezat untukmu” ujar min jae dengan senyuman manisnya. So eun hanya bisa diam dan menatap min jae yang keluar dari kamarnya.

Kim bum berada di dapur, ia sedang menyiapkan makanan untuk so eun. Kim bum menggoreng telur ayam setengah matang, ia memasaknya sambil tersenyum walaupun hasilnya sedikit berantakan, setelah cukup kim bum pun mengangkatnya dan di taruh di piring bersamaan dengan roti yang sudah di panggang sebelumnya. Kim bum tersenyum bangga melihat hasil masakannya lalu membawanya menuju kamarnya yang disana masih ada so eun. Kim bum membuka pintunya pelan, dilihatnya so eun tertidur lagi. Kim bum pun menaruh makanannya pada meja di dekat kasur lalu menulis catatan pada secarik kertas dan di simpannya di dekat piring makanan. Kim bum tersenyum, setelah itu ia pun pergi karena ada suatu urusan yang ia lupa.

So eun bangun dari tidurnya, ia sedikit merasa pusing lalu memilih untuk duduk. Ketika so eun duduk ia melihat ada makanan yang tersimpan rapi di meja dan ada secarik kertas di sana. So eun pun mengambilnya lalu membacanya.

So eun-ssi

Tah-dah !!!

aku harus pergi karena ada urusan penting, aku akan pulang dengan cepat…

makanlah yang banyak !!

 

So eun tersenyum membaca pesan yang di tulis oleh min jae.

###

Kim bum sedang mengambil uang hasil dari kerjanya itu, memang bukan hal yang biasa untuk kali pertamanya kim bum mendapatkan uang dari hasil kerjanya sendiri, ia merasa puas dan bangga. Ketika kim bum memegang uang dan menghitung berapa banyak yang ia dapat, ia jadi teringat dengan kejadian kemarin malam ketika ia mengintip so eun dan jinki bertengkar.

“apakah uang akan menyelesaikan semuanya ? untukmu uang tidak ada apa-apanya jinki-ssi” ujar so eun, matanya mulai berkaca-kaca.

“tapi aku…………..aku takut akan hal itu………mereka selalu menggodaku……..aku iri melihat teman-temanku selalu bersenang-senang…. membeli pakaian, tas, dan sepatu yang mahal……..aku marah !!! kenapa aku tidak seperti itu, aku ingin seperti mereka…..”lanjut so eun, ia tak bisa membendung emosinya…..air matanya menetes juga.

“dan sekarang aku sangat membutuhkan uang, tapi tidak dengan cara seperti ini !” teriak so eun.

Kim bum berjalan sendirian melewati toko-toko besar, seperti pakaian, tas dan sebagainya. Namun langkahnya terhenti ketika ia melewati sebuah toko sepatu dan melihat ada salah satu sepasang sepatu yang sepertinya cocok untuk so eun.

Kim bum lagi-lagi teringat dengan perkataan so eun kemarin malam.

 “tapi aku…………..aku takut akan hal itu………mereka selalu menggodaku……..aku iri melihat teman-temanku selalu bersenang-senang…. membeli pakaian, tas, dan sepatu yang mahal……..aku marah !!! kenapa aku tidak seperti itu, aku ingin seperti mereka…..”

Kim bum tersenyum lebar melihat sepatu itu.

Kim bum jadi berkhayal (?) dan membayangkan sesuatu.

So eun memegang sepasang sepatu hak berwarna perak pemberian darinya. Ia tersenyum lebar.

“woaaah min jae-ah, jeongmal gamsahamnida” ucap so eun seraya tersenyum riang.

Dirinya hanya tersenyum lalu tertawa senang melihat so eun suka atas sepatu pemberiannya.

“ne jangan seperti itu lagi so eun-ah……sekarang ada aku” ujar dirinya.

“ne…………..” jawab so eunseraya tertawa..

Min jae hanya tersenyum dan tersipu malu seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Membayangkan hal itu kim bum jadi tersenyum sendiri, ia pun berniat untuk membelikan so eun sepasang sepatu.

Kim bum masuk ke dalam toko itu dan langsung tertuju pada sepasang sepatu berwarna hijau yang membuatnya jatuh cinta ketika pertama kali melihatnya.

“kelihatannya ini akan sangat cocok, aku harap kau suka” gumam kim bum. Kim bum pun memilih sepatu itu dan membelinya untuk diberikan kepada so eun.

Malam hari di dalam kamar kim bum, terlihat dus sepatu tersimpan di atas kasurnya, ia sendiri sedang menulis sesuatu pada selembar kertas, sejenak ia berfikir apa yang sebaiknya ia tulis disana. Kim bum tersenyum lalu mulai menulis kata-kata pada kertas berwarna pink itu.

Wanita  yang memukau

So eun-ssi, hi?

kim bum sedikit bingung untuk melanjutkan kata-katanya, ia pun menggaruk kepalanya dan menggigit bibir bawahnya.

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka

“boleh aku masuk?”Tanya so eun, lalu masuk ke dalam kamar min jae.

Kim bum kaget dan langsung menutupi sepatunya dengan selimut dan menyembunyikan kertasnya ke belakang punggungnya. Kim bum jadi salah tingkah, ia menggaruk-garuk kepalanya seakan tadi ia tak melakukan apa-apa.

So eun menghampirinya dengan heran. Mereka pun duduk berdua.

“min jae-ssi” ucap so eun.

Min jae menatap so eun.

“mianhae, apa kemarin malam kau mendengarkan aku bertengkar dengan kekasihku? ” tanya so eun, wajahnya masih pucat.

“kami sudah berakhir” lanjutnya.

Min jae menatap so eun bingung.

“itu……….seseorang………apa kau menyukainya?” tanya min jae.

So eun tersenyum lalu menggeleng.

“aniyo” jawabnya.

“sungguh?” min jae memastikan.

So eun tersenyum “yea……..” jawabnya.

Seakan dikelilingi kembang api pikiran kim bum entah kenapa ia merasa senang dan bahagia mendengar kenyataan bahwa so eun tak menyukai mantan kekasihnya lagi, lee jin ki.

“yeah……ini bagus untuk kita berdua” ujar min jae seraya tersenyum tak jelas. (cengengesan aja lo bum haha)

So eun juga hanya tersenyum walaupun wajahnya masih pucat dan keadaannya belum membaik.

“kau menjadi aneh…….”ujar so eun.

“hey so eun-ssi……apa itu sungguh menyakitkan?” Tanya min jae.

“apa kau marah? Min jae-ah…..” ujar so eun.

“ah…..ah ok…….” Jawab min jae.

###

Hyun joong tengah tiduran di kamarnya, tiba-tiba ponselnya berderang. Dengan segera ia pun mengangkatnya.

*ya yeoboseyo, ada apa pak jung?*

*pangeran hyun joong, kami sudah menemukan informasi mengenai pangeran kim bum*

*mwo benarkah? Apa pak jung sudah tahu berada dimana dia sekarang?* (yang tadinya tiduran langsung bangkit karena kaget)

*ne . . .ani pangeran, kami hanya menemukan informasi mengenai pangeran muda kim bum dari seorang pria bernama Lee Min Ho, pria itu mengaku pernah melihat pangeran muda bahkan pernah bekerja bersama dengannya*

*bekerja?*

*ne, pangeran pernah bekerja di tempat hiburan malam sebagai pelayan*

*mwo???*

*benar pangeran hyun joong*

*kalau begitu kita bicarakan besok dan bawa pria bernama Lee Min Ho itu kemari*

*ne baik pangeran*

sambungan telpon pun di tutup.

“bekerja sebagai pelayan di tempat hiburan malam? Apa dia sudah gila?” heran hyun joong.

###

keesokan harinya, kim bum juga sudah bangun pagi dan memasakan sarapan untuk so eun. Kim bum sudah menyiapkan makanan di ruang tengah lalu berlalu untuk membangunkan so eun.

” so eun-ssi” ujarnya pelan seraya jongkok tepat di depan so eun.

Perlahan so eun membuka kedua matanya. Kim bum sudah menyambut dengan senyuman.

“so eun ssi apa kau sudah merasa baikan?” tanya min jae ramah.

So eun melihat min jae dan mengangguk.

“aku juga sudah menyiapkan sarapan untukmu, masih hangat” ujar min jae sambil tersenyum. So eun lagi-lagi hanya mengangguk.

“huft seharusnya kau tak perlu sakit juga, sudah cukup kemarin aku yang sakit, kalo begini kan jadi merepotkanku” ujar min jae yang masih jongkok di depan so eun.

So eun mengerutkan keningnya dan menatap min jae, namun akhirnya ia tersenyum karena min jae tertawa melihat ekspresi dirinya karena  memanyunkan bibir.

“ayo sarapanlah !” ajak min jae dan berlalu duluan dari kamarnya. So eun masih diam.

“bagaimana?” tanya min jae.

So eun tersenyum. “enak” jawabnya.

“aku merasa………. kita ini seperti pasangan suami istri” celetuk kim bum.

So eun menghentikan aktivitas makannya dan langsung menatap min jae, ditatap seperti itu min jae jadi salah tingkah di buatnya.

“ah….ne….itu….aku….hanya perasaanku saja” min jae gelagapan lalu pura-pura lagi melahap makanannya. So eun masih memperhatikan min jae.

“aku juga merasa seperti itu” ujar so eun.

“huh???” kaget kim bum.

“baru kali ini aku tinggal berdua bersama laki-laki yang tidak aku kenal dengan baik, selalu membuat makanan untuk makan bersama, ini lucu” ujar so eun. Kim bum masih bengong namun so eun tak menghiraukan dan kembali makan.

###

Siang sudah tiba, tampak hyun joong, pak jung dan seorang pria sedang duduk bersama di suatu ruangan di kerajaan.

“jadi kau yang bernama Lee Min Hoo?” tanya hyun joong.

Min ho mengangguk.

“kau mengenal kim bum?”tanya hyun joong.

“maksud anda Ha Min Jae?”tanya balik min ho.

“jadi dia mengaku kepadamu kalau namanya adalah Ha Min Jae?” hyun joong nampak tak percaya dengan kelakuan bodoh kim bum.

“ne…sebelumnya aku sangat kaget ketika tuan ini (pak jung) bertanya kepada saya apakah saya pernah melihat pria ini, saya terkejut setelah melihat beberapa photo yang di perlihatkan tuan jung  sangat mirip dengan min jae, saya sendiri tidak tahu jika dia adalah seorang pangeran”jelas min ho.

“kalau begitu ceritakan kepadaku bagaimana bisa kau mengenalnya bahkan sampai kim bum bekerja di tempat seperti itu” pinta hyun joong.

“baiklah, ketika itu malam hari aku sedang istirahat bekerja, aku sedan di luar sendirian. Tiba-tiba ada seorang pria yang menghampiriku dan meminta agar ia bisa bekerja disana. Karena aku tak tahu aku pun memanggil bossku dan memintanya untuk menerima min jae untuk bekerja bersamaku, wajahnya yang tampan membuat bos suka dan akhirnya menerimanya bekerja. Kami pun bekerja disana setiap malam, tapi dari dua hari yang lalu aku tak melihat ia bekerja ataupun datang ke sana, aku juga tidak tahu kenapa” jelas min ho.

“jadi sekarang kim bum tidak lagi bekerja bersamamu?”tanya hyun joong.

“entahlah, sudah dua hari ini ia tidak masuk kerja” jawab min ho.

“kau tahu dia sekarang tinggal dimana?” tanya hyun joong lagi.

“aku tidak tahu karena dia tidak pernah memberitahukannya padaku, dan aku merasa aneh karena setiap selesai bekerja ia selalu buru-buru untuk pulang” jawab min ho.

Min ho mengangguk tanda mengerti.

###

Seperti biasa jinki sedang duduk di meja kerjanya menghadap layar komputer. Ia masih kesal atas kejadian kemarin, pertengkarannya dengan so eun sungguh membuat harinya ini menjadi buruk.

“kenapa juga aku harus mencampuri urusannya?” kesal jinki.

“dan kenapa juga aku peduli, sudah tak ada hubungan lagi dengannya. Aish aku tak tahu kenpa perasaanku jadi seperti ini?” kesalnya lagi.

” so eun-ssi?” tanya teman kerjanya seraya menghampiri jinki.

Jinki kaget.

“ya…kau mengagetkanku !” kesal jinki.

“mianhae, aku tahu kau sedang memikirkan so eun-ssi” ujar temannya yang bernama song jong ki itu.

Jin ki mengangguk.

“wae?”tanya jong ki.

“tidak tahu, aku juga tidak tahu kenapa begini, aku tidak tahu kenapa perasaanku jadi begini” jawab jinki.

“apa kau masih menyukai so eun-ssi?” tanya jong ki lagi.

” aniyo, tapi untuk sekarang aku tidak tahu dengan perasaanku sendiri, aish aku seperti orang gila” lagi-lagi jinki mendengus kesal.

Jong ki mengerti akan yang dirasakan oleh temannya itu.

“oh ya, tadi aku melihat boss kita sedang bersama seorang lelaki, apa mungkin kekasihnya ya?” celetuk jong ki yang tidak tahu kalau jinki menyukai boss mereka yoon eun hye.

“mwo? Dengan laki-laki?” kaget jinki.

“ne. . . .di luar aku melihat seorang laki-laki yang sedang menunggu boss lalu boss menghampirinya, mereka tampak akrab dan setelah itu mereka pergi menggunakan mobil milik pria itu, orang itu tampan dan sepertinya orang kaya, apa orang itu kekasihnya boss?” cerocos jong ki.

“argh aku tidak tahu” jawab jinki lalu berlalu pergi.

“ya. . . .kau mau kemana?”tanya jong ki.

Jin ki tidak menjawab karena ia sedang sibuk berpikir.

“apa yang di maksud jong ki itu adalah tuan hyun joong? Aish . . . .”kesalnya.

###

“aku butuh bantuanmu” ujar hyun joong pada eun hye, mereka sedang berada di kafe sekarang.

“ne?” tanya eun hye.

“apa kau mau membantuku?” tanya hyun joong.

“ada apa?” tanya balik eun hye.

” sampai saat ini nenek masih belum sembuh, aku tahu dulu kau sangat dekat dengan nenek ku” jelas hyun joong.

” jadi kau memintaku untuk menemani nyonya ratu? Membuat dia sehat lagi?” tanya eun hye.

Hyun joong mengangguk.

“bersikap biasa saja padaku, jangan bersikap formal” saran hyun joong.

“baiklah aku akan berusaha” ujar eun hye.

###

keesokan harinya so eun bangun pagi, ia harus kembali bekerja hari ini. So eun keluar kamar dan melihat pintu kamar min jae sedikit terbuka, so eun pun masuk. Ia melihat min jae masih tidur dengan nyenyak dan tidurnya berantakan sekali. So eun menahan tawa melihatnya.

“min jae~ssi….gomawo….sudah mengkhawatirkanku”ucap so eun yang masih memperhatikan min jae.

###

“hye sun~ah kemarilah !” so eun menarik tangan hye sun yang sedang mengelap piring dan gelas.

“apa???”tanya hye sun.

“bagaimana ini? 6 hari lagi” ujar so eun.

Hye sun menghela nafas.

“sudah berapa banyak uang yang terkumpul?”tanya hye sun.

“hanya 50 juta won (cepet bgt ==”)”keluh so eun.

“kau…….kalau begini bagaimana bisa kau melunasinya tepat waktu” ujar hye sun.

So eun menghela nafasnya yang berat.

“aku juga tidak tahu” jawab so eun.

“jinki~ssi benar-benar lelaki kurang ajar” lanjutnya.

“ada apa lagi dengannya?” tanya hye sun.

“sungguh . . .apa yang telah ia lakukan? Dia memberiku banyak uang karena ia merasa kasihan padaku” jelas so eun.

“mwo? Jadi jinki-ssi juga tahu?” heran hye sun.

“aku juga tidak tahu, kenapa ia tiba-tiba begitu. Mempermainkan perasaanku hingga sakit lagi seperti ini” murung so eun.

“jahat sekali, tapi kenapa kau tak menerima uangnya saja? Lumayan menambah uang untuk melunasi utangmu” ujar hye sun.

So eun menjitak kepala hye sun. Hye sun meringis kesakitan.

“ya kau kira aku ini wanita seperti apa?” kesal so eun.

“ya so eun-ssi……….” Ucap hye sun.

“apa?” Tanya so eun.

“ siapa tahu kan? akan ada lelaki yang lebih baik dari Lee Jin Ki” ucap hye sun.

“heummm” so eun mengangguk.

“apa kau sudah menemukannya?” tanya hye sun.

“ani, tapi aku merasa ada yang baik saat ini padaku” jawab so eun.

Hye sun memicingkan matanya lalu menyenggol lengan so eun.

“ya . . . . .”kesal so eun.

Hye sun hanya memanyunkan bibirnya.

“hye sun-ah, bagaimana kalau kita double date saja?”tawar so eun.

“hah?”hye sun kaget.

“aku ingin balas dendam pada jin ki-ssi” lanjutnya.

“mwo? Benarkah? Sunnguh? Apa kau yakin?” hye sun masih tak percaya.

“ne, nanti malam kita double date, aku ingin mencoba menemukan laki-laki yang lebih baik dari jinki-ssi” jelas so eun. (jauh jauh, di rumah juga ada kim bum)

Hye sun tersenyum.

“baiklah…………aku tahu tempat yang cocok dimana” ujar hye sun

###

Malam hari, so eun menemui min jae yang sedang tiduran di kamarnya.

“huh……..? kencan……?” kaget min jae.

So eun diam dan hanya menatap min jae heran.

“so eun-ssi……..” melas min jae.

So eun masih diam dan tak menghiraukan.

“apa kau sungguh akan melakukannya?” Tanya min jae. Min jae sedikit tidak suka dengan apa yang akan di lakukan so eun.

“heum…………..”

###

So eun dan hye sun sedang melakukan double date. Mereka berada di kafe malam ini bersama dua pria aneh yang baru mereka kenal. Mereka berempat duduk bersama. Entah kenapa kedua pria aneh itu tertawa seketika setelah mendengar ucapan hye sun. So eun dan hye sun pun hanya bisa menelan ludah mereka, mereka berusaha meminum jus jeruk yang ada di hadapan mereka.

“ membatalkannya? Oh tidak…..” ujar salah satu lelaki yang memakai kacamata seraya tertawa lalu melihat temannya yang memiliki perawakan gendut.

So eun dan hye sun mendadak batuk-batuk karena mereka tersedak jus yang mereka minum.

“ tidak ada kata untuk kita bisa lari ataupun membatalkannya…….” Ujar lelaki itu lagi. Mereka masih tertawa.

“kemarilah……….ayo….wow yo yo……..” ujar kedua laki-laki itu.

“sungguh, maaf sebaiknya kita membatalkannya saja, acara double date nya di batalkan saja” ujar so eun dengan senyum yang dipaksakan. Karena ia sudah tak merasa enak bersama kedua pria aneh ini.

###

Kim bum sedang tiduran di kamarnaya (perasaan kim bum tiduran mulu).

Ia memikirkan sesuatu.

“kim bum………….ada apa dengan perasaanmu?” batinnya.

Kim bum jadi teringat dengan so eun yang ketika bercerita mengenai mantan kekasihnya jin ki sampai so eun tertidur di pundaknya. Kim bum tersenyum mengingatnya.

“aku selalu memikirkan tentangnya ketika aku sendirian” ujar so eun seraya sesegukan.

Kim bum mengingat perkataan so eun lagi.

“aku menemukan diriku sendiri ketika aku mengkhawatirkannya, ketika ia terlihat lemah” ujar so eun.

Kim bum mengingat-ingat lagi.

“aku merasa cemburu ketika aku melihatnya bersama wanita lain” jelas so eun.

Kim bum berfikir, ia merasa apa yang di katakan so eun itu sedang ia rasakan saat ini. Termasuk tadi.

“huh……..? kencan……?” kaget min jae.

“so eun-ssi……..” melas min jae.

“apa kau sungguh akan melakukannya?” Tanya min jae. Min jae sedikit tidak suka dengan apa yang akan di lakukan so eun.

Kim bum bingung kenapa perasaanya sekarang menjadi seperti itu.

“sebenarnya ada apa denganku?” batin kim bum.

Lagi-lagi kim bum teringat akan perkataan so eun.

“dan perasaan seperti itu adalah cinta” ucap so eun.

Kim bum tersenyum sendiri mengingatnya.

“SARANG (CINTA) ???” gumamnya sambil tersenyum.

###

Malam seperti ini So eun tengah menunggu bis sendirian di halte, double date yang so eun dan hye sun rencanakan tadi di batalkan karena mereka merasa tidak nyaman dengan kedua lelaki aneh itu.

###

Kim bum masih terbayang-bayang (?) dengan perkataan so eun, kim bum terbayang dengan ekspresi so eun ketika marah, sedih, bahkan ceria. Kim bum seolah-olah merasa aneh dengan perasaanya sendiri. “min ja-ah………min jae-ah……min jae-ah…………min jae-ah”

“aku selalu memikirkan tentangnya ketika aku sendirian. Lagi-lagi kim bum teringat dengan kata so eun.

“selalu memikirkan tentangnya ketika sedang sendirian?” gumamnya.

“kenapa aku selalu memikirkan so eun-ssi ketika sedang sendirian?” ujarnya.

Entah kenapa saat ini kim bum jadi terus terbayang oleh so eun dan memikirkannya, ketika so eun memanggilnya dengan kesal, marah, sedih atau pun senang (?).

“min jae-ssi……….min jae-ssi”

“ya…………ha min jae…….!”

Kim bum tersenyum sendiri mengingat hal itu.

“SARANG………..????” gumamnya.

~continued~

14 thoughts on “He is a prince ??? (part 5)

  1. cie cie..
    udah mulai ada rasa tu ..
    go !!!

    #hahaha, ni ak aneh banget.. ak bca dlu semua bru coment.. hbiss pensran..

  2. Jinki jahat dan egois, sudah memutuskan hubungan, dia juga membuat soeun seperti orang bodoh.
    Apa kimbum dan soeun akan pacaran?
    Terus apa hyun joong akan menemukan kimbum?

  3. Yeeeeessss….Bum uda mulai suka sama Sso…Sso jg tanpa sadar uda mulai suka juga tuu sm Bum….

    Aiiish…kirain Sso ngajakin double date itu mau ngajak kencan Bum…huuft ternyata mlh double blind date…dibatalin pula…ekekekek…

  4. kyaaaaa udh ada virus cinta dihati bum hahay

    ayo bum tunjukkan rasamu hihihi…

    itu sso kenapa pake ngedate segala, blind date kayaknya ya?
    beuh padahal dirumah ada cowo cakep dan baik hati xixixi

    bum beliin sso sepatu, kocak bgt pas dia ngebayangin sso bakal suka bgt ma sepatu yg dia beliin… saya jd ikutan senyum2 gaje :v

    trus trnyata jinki emang mau kasih sso uang ya, hehe ditolak mentah2 .. kelakuan jinki emang seenaknya sih..
    tp skrg dia lg galau akan perasaannya sendiri heu

    keberadaan bum sbg pelayan udh diketahui, wah apakah sebentar lagi bum akan diketemukan oleh keluarganya?

    lets go next part😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s