He is a prince ??? (part 6)

He is a prince ??? (part 6)


Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye, Jung So Min, Ji Yeon, Min Ji

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

 

Review last episode

Kim bum masih terbayang-bayang (?) dengan perkataan so eun, kim bum terbayang dengan ekspresi so eun ketika marah, sedih, bahkan ceria. Kim bum seolah-olah merasa aneh dengan perasaanya sendiri. “min ja-ah………min jae-ah……min jae-ah…………min jae-ah”

 

“aku selalu memikirkan tentangnya ketika aku sendirian. Lagi-lagi kim bum teringat dengan kata so eun.

“selalu memikirkan tentangnya ketika sedang sendirian?” gumamnya.

“kenapa aku selalu memikirkan so eun-ssi ketika sedang sendirian?” ujarnya.

Entah kenapa saat ini kim bum jadi terus terbayang oleh so eun dan memikirkannya, ketika so eun memanggilnya dengan kesal, marah, sedih atau pun senang (?).

“min jae-ssi……….min jae-ssi”

“ya…………ha min jae…….!”

Kim bum tersenyum sendiri mengingat hal itu.

“SARANG………..????” gumamnya.

###

 

PART 6

 

Matahari mulai menampakan dirinya, pagi yang cerah.

Paduka ratu sedang berada di ruangannya sendiri, ia terlihat khawatir karena sampai saat ini belum ada kabar mengenai anaknya pangeran muda kim bum.

Tiba-tiba salah satu dayang kerajaan datang dan menghampirinya.

” paduka ratu-ku” ujarnya.

” ada apa?” tanya paduka ratu.

” ratu… ini mengenai pangeran muda” jawab dayang itu.

“apa kau sudah menemukan informasi mengenai Kim Bum?”tanya paduka ratu lagi.

“ne, pangeran hyun joong memberitahuku mengenai pangeran kim beom. Aku kemari untuk memberi tahunya kepada ratu” jawab dayang sopan.

Ratu terlihat menunggu lanjutan apa yang akan dikatakan dayangnya.

“pangeran muda… terlihat pernah bekerja di suatu tempat hiburan” jawabnya.

Paduka ratu hanya bisa diam memikirkan anaknya, ia terlihat sangat gelisah.

###

Setelah bangun so eun segera menuju kamar mandi, ketika ia membuka pintunya ia kaget melihat baju kotor berserakan di dalam.

“mwo? Apa ini? Min jae-ssi? Ya min jae-ssi” teriak so eun.

So eun langsung menuju kamar min jae.

“ya min jae-ssi” teriak so eun ketika masuk ke dalam kamarnya.

So eun juga kaget setelah melihat keadaan kamar min jae yang berantakan berantakan.

“woaaa, jorok sekali ! Kenapa jadi berantakan seperti ini”gerutu so eun ketika melihat baju kotor min jae berserakan di bawah tempat tidurnya.

So eun semakin dekat menuju kasur min jae lalu mengambil baju kotor itu, ketika so eun mengambilnya ia melihat ada banyak baju kotor dan bungkus makanan di kolong kasur min jae. So eun tambah terkejut.

“mwo? Apa-apaan ini?” gerutu so eun.

“ya min jae-ssi,,, jadi selama ini kau menyimpannya disini? Jorok sekali ! Aish . . . .”teriak so eun.

Min jae yang sedang nyenyak tidur pun merasa terganggu. Dengan kesal min jae bangun dan menyingkirkan selimut yang menutupi wajahnya. Ia menatap so eun.

“wae???”teriak min jae.

“sifatmu itu sungguh sulit di prediksi, seharusnya kau mencucinya, kenapa di biarkan seperti ini?” kesal so eun.

“aish . . . .aku tidak tahu” min jae langsung menutup wajahnya dengan selimut dan kembali tidur.

“kau. . . . . . . .sungguh. . .menyebalkan sekali ! Dasar laki-laki semuanya menyebalkan” kesal so eun lalu langsung keluar kamar min jae.

Kim bum membuka selimutnya lagi dan mengangkat kepalanya.

“cinta???” tanyanya.

“tch . . . . .tidak mungkin” kim bum seakan menarik perkataan dan apa yang ia pikrikan kemarin malam.

###

Siangnya so eun memilih untuk menonton televisi. Min jae juga ada di sana. So eun sendiri heran kenapa hari ini bossnya tiba-tiba memberikan hari libur. So eun sedang asik menonton drama romance di sana.

Sementara min jae hanya mengerucutkan bibirnya ketika menonton drama itu, ia tidak suka dan merasa bosan.

“sejak pertama kali aku melihatmu, aku menyukaimu !” ujar seorang wanita dalam drama tersebut.

Si pria diam dan menunggu kelanjutan perkataan dari si yeoja.

” aku ingin berubah hingga aku seperti ini, aku tahu kau tidak suka denganku yang jelek seperti dulu”jelas si yeoja.

“apa kau harus sampai melakukan hal seperti ini?” tanya si namja.

Yeoja itu menunduk malu.

“tak perlu memberitahukannya ! Aku juga menyukaimu” ujar si namja.

Si yeoja kaget dan dengan malu-malu menatap si namja yang sedang menatapnya, tatapan mereka bertemu. Sekarang malah si namja yang menunduk malu dan si yeoja tersenyum.

 

“ah indah sekali?” so eun ikut berkomentar menyaksikan drama itu.

Min jae hanya menghela nafasnya lalu memindahkan chanelnya pada acara musik. So eun mendengus kesal seraya mengerucutkan bibirnya. Min jae mengganti chanelnya lagi pada sebuah achara reality show  ‘strong heart’ yang menampilkan super junior. Cukup lama  min jae dan so eun menyaksikan acara itu namun min jae masih tetap merasa bosan, tak ada acara yang seru menurutnya. Min jae pun mengganti chanelnya lagi pada sebuah drama yang menceritakan tentang musik. So eun jadi kesal di buatnya.

“kenapa terus di pindah-pindah?” dengusnya.

Namun min jae tak menghiraukan ocehan so eun karena sekarang ia sedang focus menonton dramanya, satu hal yang membuatnya menarik adalah karena drama itu menceritakan tentang seorang pria yang bercita-cita menjadi seorang musisi di selingi kisah-kisah romantis. Min jae yang tadinya merasa bosan langsung membulatkan matanya ketika mendengar ucapan pemeran wanita dalam drama itu.

 

“apa musik itu segalanya untukmu?” tanya pemeran wanita itu pada pemeran laki-laki yang selalu membawa gitarnya kemana-mana.

“musik adalah bagian dari hidupku” ujar si namja.

“kerja kerasmu membuat aku iri, kau lebih mementingkan musik dan mengenyampingkan kisah asmaramu” ujar si yeoja.

“apa alasanmu berkata seperti itu? Musik itu seperti mengalir dalam diriku, kau tahu mimpiku dari dulu adalah menjadi seorang musisi yang selalu bersatu dengan musik” jelas si namja.

Si yeoja tertegun mendengar apa yang di katakan si namja.

“ya aku mengerti, impianmu begitu tinggi” balas si yeoja seraya tersenyum.

“musik bersatu dengan perasaan seseorang, musik bisa mewakilkan perasaan seseorang, termasuk ketita sedang jatuh cinta” jelas si namja lagi.

 

kim bum ikutan tertegun menonton drama itu, ia jadi teringat masa lalunya ketika ia masih sekolah di tingkat atas.

 

Flash back

Ia sedang bersama hyun joong di kamarnya, gitar kesayangannya terlihat menganggur.

“ambillah !” dukung hyun joong.

“tidak ada yang bisa mencegah mimpi seseorang bukan?” ujar hyun joong.

Kim bum tersenyum ke arah hyun joong lalu mengambil gitarnya. Kim bum memainkan gitar itu.

End flash back

 

Ketika kim bum sedang mengingat masa lalunya, tiba-tiba so eun mengganti chanelnya ke drama romantis yang pertama ia tonton. Kim bum jadi tersadar dari lamunannya.

“ya. . .apa yang kau lakukan?” tanya min jae. So eun hanya tersenyum menang melihat min jae.

“wae? Giliranku !”ujar so eun.

Min jae hanya mendengus kesal dan memanyunkan bibirnya.

So eun kembali menyaksikan drama itu.

“sudah lama aku tak menonton drama seperti ini” ujarnya.

Min jae masih memanyunkan bibirnya karena ia merasa bosan.

 

Terlihat pada layar televisi itu

 pemeran utama wanita dan pemeran utama pria sedang duduk berdua seraya menonton film di bioskop.

“apa kau tidak berniat untuk berhenti menyukaiku?” tanya si namja, si yeoja tertunduk malu.

“ani” jawabnya.

 

“aish . . .bukan seperti itu” komen so eun.

 

“aku, tidak tahu kenapa? Aku . . .mengajakmu kemari karena aku punya tujuan tertentu” ujar si namja seraya menatap si yeoja.

“ne?” tanya si yeoja.

“jika kau sudah lama menyukaiku, apa kau tak ingin menjadi kekasihku?”tanya si namja.

“huh?” si yeoja sudah mulai deg degan.

 

So eun masih serius menontonnya.

 

“ani. . . .! Aku mau . . . .” si yeoja tiba-tiba berteriak.

Si namja pun tertawa lalu perlahan mendekatkan wajahnya pada si yeoja. Si yeoja menutup ke dua matanya begitu pula si namja. Mereka pun berciuman.

 

Melihat itu so eun jadi gugup tanpa sebab, min jae juga jadi salah tingkah melihat adegan ciuman di drama itu karena hanya dirinya dan so eun yang melihat dan berduaan disini. Min jae menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu melirik ke arah so eun, so eun sadar kalau min jae melihatnya.

“wae?” tanya so eun.

Min jae langsung mengalihkan pandangannya.

“ani. . . .jadi, seperti ini drama yang kau sukai?” tanya min jae menghilangkan rasa salah tingkahnya.

“ne. . .wae?” tanya so eun lagi.

“itu. . . .apa. . . .setiap orang yang…….. akan melakukan…….. ciuman harus menutup matanya terlebih dahulu?” entah kenapa min jae mengeluarkan pertanyaan seperti itu.

So eun menyernyitkan matanya.

“mana ku tahu” jawab so eun.

“aish . . . . .aku jadi penasaran, bagaimana kalau kita mencobanya so eun-ssi? Kita buktikan ! Apa kau mau melakukannya denganku?” tawar kim bum seraya menatap so eun dan tersenyum jahil padanya.

“aish . . . .dasar kau ! Pikiran kotor !” kesal so eun lalu segera berdiri dan beranjak menuju kamarnya. Min jae memperhatikan so eun sampai so eun masuk ke dalam kamarnya.

Kim bum pun hanya cengengesan dan tertawa geli melihat reaksi so eun. Kim bum mengambil kesempatan untuk menonton drama yang menceritakan musik tadi.

###

Hyun joong menuju kamar kim bum, dibukanya pintu lalu masuk ke dalam. Ia melihat-lihat kamar sepupunya yang dari dulu memang sudah akrab sekali dengannya. Kamar bergaya tradisional kerajaan (ya iyalah tinggalnya juga di kerajaan) yang cukup luas itu tersimpan sebuah gitar yang merupakan milik kim bum. Hyun joong jadi ingat masa lalunya.

 

Flash back

“hyung, aku ingin menjadi seorang musisi” ujar kim bum.

Hyun Joong tersenyum.

“aku tahu itu, tapi tak mungkin kau bisa melakukannya, kau adalah seorang pangeran” jelas hyun joong.

“aku tak peduli, aku ini seorang pangeran atau bukan, tapi bisakah aku hanya meminta ini saja hyung?”tanya kim bum.

“mainkan musik untukku !” pinta hyun joong.

Kim bum tersenyum mengerti, itu pertanda jika hyun joong memang mendukungnya.

“baiklah hyung, aku mempunyai band di sekolah, akan aku buktikan” kim bum mengambil gitarnya dan siap-siap untuk bernyanyi.

Kim bum mulai memetik gitar dan menyanyikan sebuah lagu. Tiba-tiba paduka ratu datang, membuat hyun joong dan kim bum kaget. Kim bum menghentikan aktivitasnya bermain musik.

“kim bum-ssi, ikuti eomma!”perintah nyonya ratu pada anaknya itu.

Kim bum menatap hyun joong seoalah ia bertanya apa yang akan terjadi. Hyun joong hanya diam lalu kim bum pun mengikuti ibunya keluar.

“berfikirlah dengan baik, coba fikirkanlah dengan baik anakku” ujar eommanya yang tak setuju jika kim bum bermain musik.

Kim bum diam tak menjawab apapun.

“kau harus belajar dengan benar ! Karena kaulah yang akan meneruskan tahta kerajaan Kim Sang Beom !”ujar eommanya lagi.

Kim bum masih diam tak membuka suaranya juga, tatapannya merupakan tatapan tidak suka. ‘mengapa aku di takdirkan menjadi anak dari seorang raja’batinnya.

“lusa, kau akan melanjutkan sekolahmu di London, kau akan kuliah disana”lanjut paduka ratu eommanya.

Kim bum membulatkan matanya namun hanya bisa terdiam mendengar keputusan eommanya. Hyun joong yang mendengarnya juga ikut diam, ia tahu kim bum tidak menginginkannya.

End flash back

 

Hyun joong tersenyum mengingat hal itu.

“aku tahu kau merasa sulit untuk melakukan apa yang kau inginkan, jika aku berada dalam posisimu pasti aku juga akan melakukan hal yang sama. Maka dari itu aku mengerti kenapa sikapmu jadi seperti ini. Aku akan cepat menemukanmu kim bum”gumam hyun joong. Ia pun kembali keluar dari kamar kim bum.

###

Jinki sedang merancang gambar rumah di depan komputernya, entah kenapa ia jadi teringat dengan so eun. Jinki pun melihat fotonya bersama so eun waktu itu pada komputernya. Melihatnya jinki jadi terdiam lalu melihat kalender yang terpajang pada meja kerjana. Tanggal 6 September. Disana masih tertera sebuah tulisan bahwa hari ini adalah hari ulang tahun so eun. Mengingat hal itu entah kenapa jinki jadi tersenyum.

###

Malam hari, Hye sun dan Geun young datang ke apartemen so eun. So eun kaget, Min jae yang sedang asik makan pun merasa heran.

“min jae-ah” ucap so eun.

“ada apa?” tanya min jae.

“bersembunyi !” perintah so eun.

Min jae pun hanya bisa menurut dan menuju kamarnya.

So eun membuka pintu apartemennya dan tersenyum setelah melihat hye sun dan geun young.

“kenapa lama sekali?” kesal hye sun yang langsung masuk ke dalam, geun young juga masuk seraya membawa beberapa bingkisan. So eun heran.

“sebenarnya ada apa ini?” heran so eun yang langsung duduk mengikuti hye sun dan geun young yang sudah duduk duluan.

“so eun-ssi kau itu pura-pura lupa atau bagaimana?”tanya hye sun.

So eun mengerutkan keningnya.

“so eun-ssi saengil chukkaeyo !” selamat geun young.

“kyaaaa so eun-ssi saengil chukkaeyo” girang hye sun sambil memeluk so eun.

So eun tak menyangka jika mereka akan mengingatnya dan membuatnya terkejut, so eun sendiri tidak ingat dengat hari ulang tahunnya.

Geun young sibuk menyiapkan kue dan menyalakan lilinnya.

“so eun-ssi kami sudah menyiapkannya untukmu, ayo di tiup lilinnya” pinta hye sun.

Lilin berbentuk 25 tahun itu menyala, so eun pun memejamkan matanya untuk make a wish kemudian tersenyum dan meniup lilinnya.

“saengil chukkaeyo” ucap hye sun dan geun yong berbarengan.

“woaaaa, hye sun-ah, boss geun young, jeongmal gomawo !!!” so eun terharu.

“ne …..kami menyiapkan semua ini untukmu so eun-ssi” ujar hye sun.

“ah aku tertipu oleh kalian” balas so eun.

Mereka pun tertawa.

Tak disangka ternyata kim bum mengintip dan mendengarkan pembicaraan mereka. (doyan ngintip nih si bum).

“jadi hari ini adalah hari ulang tahunnya?” gumam kim bum.

So eun, hye sun, dan geun young sedang asik makan di ruang tamu, sesekali mereka tertawa karena obrolan mereka.

“so eun-ssi sudah terlalu malam, sepertinya kami harus segera pulang” ujar hye sun.

“ne so eun-ssi……”tambah geun young.

So eun mengangguk dan mengantar mereka sampai pintu apartemen.

Kim bum lebih mendekatkan telinganya pada pintu ruang tamu ketika hye sun dan geun young akan pulang.

“ terimakasih atas semuanya………” ucap so eun.

“ne……..jangan lupa kunci pintu apartemenmu so eun…….” Ingat hye sun.

“ne………” jawab so eun.

“kalau begitu kami pulang, selamat malam….”pamit geun young.

“selamat malam so eun-ssi………”ujar hye sun.

“ne….semoga hari ini adalah malam yang menggembirakan” ucap so eun.

Hye sun dan geun young pun pergi.

“min jae-ah……..min jae-ah………” panggil so eun.

“so eun-ssi……..”sahut kim bum lalu menghampiri so eun.

“aku mendengarnya…………”ujar kim bum.

“ini…..bukan sesuatu hal yang besar…….” Jawab so eun.

“aku tahu………..hari ini hari ulang tahunmu”balas min jae.

“ne……..jincha?” goda so eun.

“yea….”jawab min jae memperkeras suaranya.

So eun tertawa mendengarnya.

“ada apa denganmu?” kesal min jae.

“aniyo…..sepertinya kau jadi terlihat berbeda…..” jawab so eun masih dengan tawanya.

“apa maksudmu….?” Tanya min jae.

“membersihkan semuanya” ledek so eun mengingat banyak baju kotor dan sampah di kolong kasur min jae.

“ah yayaya, araseo………araseo……..” jawab min jae.

So eun masih tertawa.

“ya……..apa yang kau tertawakan?” kesal min jae.

“aniyo…..aniyo…..”jawab so eun.

“lalu, bagaimana dengan ini?…..”ujar min jae.

“apa?” Tanya so eun.

“ayo ikuti aku……….”ajak min jae seraya menarik tangan so eun.

“ya…….eodiroyo?” Tanya so eun.

###

Kim bum mengajak so eun ke sebuah taman di dekat apartemen so eun. Kim bum menunjukan suasana langit (?) di malam hari.

Mereka berdua duduk di salah satu bangku taman, melihat langit yang tampak cerah (?) karena di hiasa bintang-bintang.

“wooooah………neomu yeppeoyo…….” Kagum so eun.

“apa kau menyukainya?” Tanya kim bum seraya melihat so eun.

“ye………….” Jawab so eun lalu tersenyum ke arah min jae.

Senyuman min jae semakin melebar, lalu kembali menatap langit.

“gomawo…………….”ujar so eun.

Min jae hanya tersenyum dan memperhatikan so eun. Entah kenapa min jae kali ini menatap so eun dengan berbeda. (ecieeee ecieee)

“ketika orang tuaku pergi, meninggalkanku sendirian aku merasa sepi, aku pikir tidak akan ada seseorang yang bisa menggantikan posisi ibuku di dalam hatiku” sedih so eun.

Min jae si pangeran kim bum masih memperhatikan so eun. (tatapannya itu lho !! haha)

“aku sendirian dan aku merasa takut” lanjut so eun.

“aku hidup sendiri sejak umurku 10 tahun, aku iri melihat orang-orang bahagia bersama keluarga mereka” sedih so eun namun ia berusaha untuk tersenyum menceritakannya. Setelah itu so eun pun terdiam.

Min jae mengalihkan pandangannya pada langit lagi. “gwaenchana………..sudah ada aku disini” hibur min jae yang kembali melihat so eun. So eun menatapnya.

“pertemuanku denganmu seluruhnya adalah takdir, ini adalah takdir yang mengikat sampai kita mati” hibur min jae dengan tatapannya yang tak lepas dari so eun.

So eun tersenyum mendengar perkataan min jae. Min jae kembali mengadahkan pandangannya pada langit, sementara so eun masih memperhatikan min jae dan mencerna apa yang di ucapkan olehnya.

“so eun-ssi……..apa kau tahu?” sahut min jae.

“ketika aku masih sekolah di tingkat menengah aku mulai belajar bagaimana caranya memainkan gitar” lanjut kim bum.

“oh….jincha……..?” Tanya so eun.

“ye……..” min jae menjawabnya dengan tawa.

“bermain bersama dan mempunyai sebuah band adalah impianku” lanjutnya.

So eun menatap min jae.

“aku iri padamu, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa mewujudkan apa yang aku mimpikan” ujar so eun.

“jangan merasa jika hidupmu terasa sulit !” balas min jae. So eun hanya terdiam.

“so eun-ssi……..kau masih muda…….dan kau…….cantik….” puji min jae dan tersenyum melihat min jae. So eun merasa kaget. Min jae pun mengalihkan pandanganya ke langit.

###

Pukul 5 pagi. Kim bum baru saja selesai mandi dan masuk ke dalam kamarnya ia menutup pintunya. Ia melihat ada dus sepatu yang masih tersimpan rapi di dalam sebuah tas jinjing (?). kim bum tersenyum melihatnya, lalu mengingat ketika ia membelinya.

Kim bum masuk ke dalam toko itu dan langsung tertuju pada sepasang sepatu berwarna hijau yang membuatnya jatuh cinta ketika pertama kali melihatnya.

“kelihatannya ini akan sangat cocok, aku harap kau suka” gumam kim bum. Kim bum pun memilih sepatu itu dan membelinya untuk diberikan kepada so eun.

Kim bum pun duduk di bawah menghadap meja, kemudian menulis sesuatu pada selembar kertas. Kim bum mulai menulis kata-kata pada kertas itu.

 

So eun-ssi……..

Aku mendengar hari ulang tahunmu…

Chukkae………

 

Selesai menulis itu kim bum pun segera berpakaian lalu keluar sambil membawa sepatu itu. Kim bum mengendap-ngendap membuka pintu apartemen so eun. Setelah berhasil di buka kim bum pun segera menuju tempat kerja so eun dan menyimpan dus sepatu itu di depan pintu. (kenapa ga dikasih langsung aja? –“).

Kim Sang Beom

Kim bum menulis nama pada kertas itu atas nama dirinya sendiri. Setelah itu pun kim bum pergi.

###

So eun sudah sampai di tempat kerjanya, kafe geun young. Masih pagi memang, jadi ia adalah orang pertama yang datang. Ketika so eun akan masuk, tak sengaja kakinya mengenai sesuatu, so eun melihat ada bingkisan di sana. Karena tak ada seseorang pun, akhirnya so eun mengambilnya. Tak lama dari itu tiba-tiba hye sun datang dan membuatnya kaget.

Lalu menarik tangan so eun masuk ke dalam kafe. Kafe masih sepi. So eun masih heran dengan bingkisan itu.

“so eun-ssi……apa itu?” Tanya hye sun.

“aniyo…….aku juga tidak tahu” jawab so eun.

“ coba buka….!” Pinta hye sun. so eun pun membukanya namun terlebih dahulu ia menemukan secarik kertas. So eun mengambilnya lalu mebacanya.

“kim sang bum?” batin so eun.

“tunggu………!” hye sun merebut kertas itu dan membacanya

“So eun-ssi……..Aku mendengar hari ulang tahunmu…Chukkae………dari Kim Sang Beom?” baca hye sun.

“ternyata ini untukmu so eun-ssi !” ujar hye sun.

“kim sang beom?” heran so eun.

“siapa dia……..?”Tanya hye sun.

“aniyo….aku tidak tahu….”jawab so eun.

“apa isisnya?” penasaran hye sun.

So eun pun membuka dus itu lalu melihat ada sepasang sepatu cantik berwarna hijau.

“woooahhh………..” kagum hye sun.

“ini……………neomu yeppeoyo……..” ujar so eun senang sambil tersenyum.

~continued~

 

 

 

11 thoughts on “He is a prince ??? (part 6)

  1. Wah soeun sangat bahagia mendapat kejutan dari teman-teman di hari ulang tahunnya.
    Sementara kimbum memberikan soeun hadiah dan nama aslinya. Jadi makin penasaran nich,.
    Kapan yah kimbum ketahuan kalau dia pangeran,?
    Kapan juga kimbum ditemukan keluarganya

  2. whooaaa sepatunya dikasih jg.. tertulis dr bum, bukan min jae..

    mau jd ala2 secret admirer gt ya xixixi

    bum kyknya beneran udh suka ma sso, aku suka scene yg ditaman.. bagaimana bum menghibur sso yg lg sedih..

    kata2 bum soal takdir yg akan mengikat mereka sampai mati… wiih merinding bacanya kekeke~~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s