He is a prince ??? (part 7)

He is a prince ??? (part 7)


Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye, Jung So Min, Ji Yeon, Min Ji

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

 

Review last episode

So eun sudah sampai di tempat kerjanya, kafe geun young. Masih pagi memang, jadi ia adalah orang pertama yang datang. Ketika so eun akan masuk, tak sengaja kakinya mengenai sesuatu, so eun melihat ada bingkisan di sana. Karena tak ada seseorang pun, akhirnya so eun mengambilnya. Tak lama dari itu tiba-tiba hye sun datang dan membuatnya kaget.

Lalu menarik tangan so eun masuk ke dalam kafe. Kafe masih sepi. So eun masih heran dengan bingkisan itu.

“so eun-ssi……apa itu?” Tanya hye sun.

“aniyo…….aku juga tidak tahu” jawab so eun.

“ coba buka….!” Pinta hye sun. so eun pun membukanya namun terlebih dahulu ia menemukan secarik kertas. So eun mengambilnya lalu mebacanya.

“kim sang bum?” batin so eun.

“tunggu………!” hye sun merebut kertas itu dan membacanya

“So eun-ssi……..Aku mendengar hari ulang tahunmu…Chukkae………dari Kim Sang Beom?” baca hye sun.

“ternyata ini untukmu so eun-ssi !” ujar hye sun.

“kim sang beom?” heran so eun.

“siapa dia……..?”Tanya hye sun.

“aniyo….aku tidak tahu….”jawab so eun.

“apa isisnya?” penasaran hye sun.

So eun pun membuka dus itu lalu melihat ada sepasang sepatu cantik berwarna hijau.

“woooahhh………..” kagum hye sun.

“ini……………neomu yeppeoyo……..” ujar so eun senang sambil tersenyum.

###

PART 7

 

Kim bum membanting tubuhnya ke kasur, memeluk guling lalu membayangkan sesuatu. Ia tersenyum sendiri seraya mempererat pelukannya pada guling.

 

“kim bum? Apa dia seseorang yang kau kenal?” tanya kim bum pura-pura tidak tahu.

“aniyo, aku tak mengenalnya” jawab so eun sambil mencoba memakai sepatunya. So eun tersenyum.

Kim bum senyum sendiri karena sebenarnya sepatu itu pemberian darinya.

“wow, neomu yeppeoyo” ucap so eun sambil memperlihatkan sepatu yang ia coba pada min jae.

Kim bum menggaruk kepalanya dan tersenyum tidak jelas.

“apa kau menyukainya?”tanya min jae.

“ye. . . .”jawab so eun senang.

Mendengar itu kim bum jadi tersenyum gaje.

 

Di kamar, setelah membayangkan itu entah kenapa kim bum merasa senang dan ia tersenyum sendiri. Kim bum semakin erat memeluk gulingnya dengan geregetan (?).

###

So eun sedang sendiri di ruang tengah. Ia merasa penasaran sebenarnya siapa namja yang bernama Kim Sang Beom itu.

“sebenarnya siapa dia?” tanyanya seraya melihat sepatu itu. So eun diam dan sedikit berfikir kemudian melihat ke arah pintu kamar min jae.

###

Siang hari di kafe, so eun sedang mendapat telpon, dan yang menelpon adalah min jae.

 

*ya…kenapa?* tanya so eun dalam telpon.

 

Tiba-tiba Geun young datang.

“so eun” ujar geun young.

 

*berhenti menelponku !* so eun mengakhiri pembicaran.

 

“ah boss, bukannya kau tak akan datang? Kenapa kemari?” tanya so eun.

“acaranya tidak jadi, oh ya mana hye sun?” tanya geun young.

“tadi dia menelponku dan meminta izin karena orang tuanya sakit” jawab so eun.

Ponsel so eun lagi-lagi berdering, ia melihatnya dan yang menelpon adalah orang yang sama. So eun membiarkannya dan langsung mematikannya.

 

“ya ! Kenapa di matikan?” kesal kim bum.

Saat ini adalah saat yang menggawatkan baginya, karena dua orang yeoja yang tak ia kenal tengah berada di dalam apartemen so eun. Kim bum bingung harus melakukan apa, karena sekarang sudah terlanjur ke dua yeoja itu mengetahui jika di apartemen so eun ada dirinya. Ini sebenarnya salah kim bum sendiri, tadi ketika bel berbunyi kim bum langsung membuka pintu dan tak melihat pada layar terlebih dahulu, nampak ke dua orang yeoja super kaget melihat dirinya berada di apartemen so eun. Dan sekarang ke dua yeoja remaja ini malah mengganggunya. Mereka diam dan tak mau pergi. Kim bum jadi bingung.

 

Mereka pun duduk di salah satu bangku pengunjung.

“so eun-ah, hye sun sudah menceritakannya padaku, kau menyembunyikan masalahmu dariku kan?”tanya geun young.

So eun kaget.

“kau bekerja keras untuk mendapatkan uang yang banyak, itu semua untuk membayar utangmu kan?” ujar geun young.

“itu . . . . . . . . .”so eun bingung.

“kenapa kau tak membicarakannya padaku?”

###

Malam hari di ruang tengah so eun sedang menghitung hari, hanya tersisa waktu yang sedikit untuk melunasi utangnya.

“aku hampir gila” kesalnya.

Di samping itu, ponsel milik so eun yang menganggur di meja terus saja berdering, yang menelpon adalah Ji Yeon. So eun tambah kesal di buatnya.

“siapa itu???” tanya min jae tiba-tiba yang baru saja ingin masuk ke kamar mandi.

“aish . . . .ini semua kesalahanmu” kesal so eun.

“mwo? Apa yang kau katakan? Jangan selalu menyalahkanku” kim bum gelagapan.

So eun menatap tajam ke arah min jae, min jae pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk menghindar.

Ponsel so eun terus saja berdering, dari tadi Ji Yeon terus saja menelponnya. So eun hanya membiarkan ponselnya dan menghela nafas dengan kesal.

 

Flashback

 

So eun baru pulang dari kerja, ketika ia hampir sampai di apartemennya ia kaget melihat Ji Yeon dan Min Ji yang baru saja keluar dari apartemennya, di belakang mereka terlihat min jae yang juga kaget melihat so eun sudah pulang.

“So Eun eonni . . . .” kaget ji yeon dan min ji.

So eun menatap min jae.

“kenapa kau membawa mereka kemari?” kaget so eun.

“aku . . . .aku tidak tahu” jawab min jae, ia takut kena marah so eun.

So eun semakin kesal.

“aish aku tidak percaya ini” ujar so eun.

Tiba-tiba ji yeon dan min ji menarik kim bum keluar.

“eonni, katanya min jae itu anjing peliharaanmu. Tapi kau berbohong” ujar ji yeon.

“itu . . . . .”ucap so eun menggantung.

“kalo begitu ijinkan kami mengajak min jae oppa keluar!” ujar min ji.

“huh?” so eun kaget.

Ji yeon dan min ji menarik tangan min jae pergi.

“so eun-ssi” ucap min jae seakan meminta bantuan.

Akhirnya min jae juga menarik tangan so eun.

 

Di kafe

Mereka duduk berempat.

Min ji dan ji yeon terus saja memperhatikan kim bum, sementara kim bum hanya meneguk minumannya. So eun yang berada di samping kim bum merasa risih dan kim bum tak peduli terus diperhatikan kedua yeoja muda ini.

“sebenarnya apa hubungan antara kalian berdua?” selidik min ji.

Dengan malas kim bum menjawab.

“hanya mantan kekasihnya” celetuk kim bum.

So eun kaget.

“mantan namja chingu?” tanya ji yeon.

Kim bum hanya mengangguk malas.

“ya min jae-ssi” kesal so eun.

Mendengar itu min ji dan ji yeon tampak senang.

“oppa, jadi kau menyukai gadis seperti apa?” tanya ji yeon.

“huh? Aku tidak suka dengan gadis yang masih sekolah seperti kalian” jawab min jae.

Mereka memanyunkan bibir.

“kalau begitu, bolehkah aku meminta nomor ponselmu? Nomor ponselmu !” pinta ji yeon.

So eun merasa risih namun hanya bisa diam.

Min jae tak menjawab dan malah melihat ke arah so eun, min jae malas meladeni mereka.

 

End flash back

 

Ponsel so eun masih saja berdering atas nama Ji Yeon.

“aish aku sungguh tidak tahu apa sebenarnya yang ada di pikiran ji yeon” gerutu so eun.

So eun merasa pusing akibat bunyi dari ponselnya.

###

Di tempat hiburan malam, ada jong ki dan temannya yang lain disana, tak lama datanglah jin ki.

“ya jin ki kemari !” teriak jong ki.

Jin ki menghampiri mereka dan langsung merebut minuman di tangan jong ki.

“ada apa denganmu?” tanya jong ki.

Jin ki tidak menjawab dan malah meminum minumannya. Ia teringat dengan kejadian tadi.

 

Flasback

 

“aku mohon noona jujurlah dan ceritakan kepadaku” pinta jinki.

“apa noona menyukai tuan hyun joong? Ceritakan padaku” ujar jinki lagi.

Eun hye diam.

“maaf, benar aku menyukai hyun joong” jawab eun hye yang membuat jin ki sakit.

 

End Flashback

 

Mengingat itu jinki kesal dan menambah minumannya lagi.

“ya ! Sebenarnya ada apa denganmu?” heran jong ki.

Jin ki meneguk minumannya lagi dan langsung menjatuhkan cincin yang ia pegang yang waktu itu di berikan kepada eun hye ketika hari ulang tahunnya. Jin ki terlihat marah dan langsung berlari keluar, jong ki bingung dan berteriak memanggilnya.

“ya jin ki ssi ! Jin ki ssi” teriaknya.

Jin ki terus berlari, ia berusaha menghubungi so eun namun tak juga so eun angkat, sepertinya jin ki sadar akan sesuatu pada so eun.

###

kim bum sedang mandi, ia kaget mendengar suara bel.

So eun langsung membuka pintu tanpa melihat siapa orang yang datang pada layar terlebih dahulu.

“nuguseyo?” tanya so eun seraya berusaha membuka kunci.

Ketika pintu sudah di buka, so eun kaget karena yang datang adalah jin ki. So eun membulatkan matanya.

“kenapa kau tak menjawab telponku?” tanya jin ki langsung.

So eun masih kaget.

“itu . . . . .ponselku . . . . .” gantung so eun.

 

kim bum membuka pintu kamar mandi, ia keluar lalu menutup kembali pintunya dengan keras sehingga menimbulkan suara yang membuat so eun dan jin ki kaget.

Jin ki heran dan merasa penasaran, sementara so eun hanya pura-pura tidak tahu.

“ayo masuk !” ajak jinki yang mulai di liputi rasa curiga.

Jin ki mencoba dan memaksa untuk masuk namun so eun mencegahnya dan langsung menutup pintu lalu menguncinya.

“ya . . . . . .kenapa kau jadi seperti ini? So eun-ssi” teriak jin ki dari luar seraya menggedor gedor pintu.

So eun tak menghiraukan dan malah menyalakan televisi, volumenya ia perbesar, radio juga tak lupa ia nyalakan dengan suara yang keras. Tak lupa dirinya juga memakai head phone dan mendengarkan lagu seraya menutup matanya. Semua so eun lakukan karena ia tidak ingin mendengar jin ki yang terus saja berteriak dan menggedor pintunya.

“ya so eun-ssi, so eun ssi !” teriak jinki.

So eun tak mendengarnya. Keluarlah min jae dari kamar menghampiri so eun.

“aku tidak bisa tidur !!! Berisik” kesal min jae seraya menatap so eun yang tengah mendengarkan musik sambil menutup matanya. So eun malah memperbesar lagi volume televisi.

” ya apa yang kau lakukan?” tanya min jae.

So eun tak menjawab, ia menutup matanya lagi.

“so eun-ssi aku mohon, aku hanya ingin membicarakan sesuatu padamu” teriak jinki dari luar yang terdengar oleh min jae, namun so eun tak menghiraukan. Min jae melihat ke arah pintu lalu melihat so eun, ia pun mendengus dengan kesal dan kembali ke dalam kamarnya.

###

Keesokan harinya di kafe, so eun sedang mengelap meja. Hye sun menghampirinya.

“ya so eun-ah, ada yang ingin bertemu denganmu!” ujar hye sun.

“huh?” ucap so eun.

Hye sun pun mengarahkan kepalanya pada seseorang yang ingin bertemu dengan so eun itu.

“itu” ujar hye sun.

So eun pun menghampiri orang tersebut dan ikut duduk berhadapan dengannya. So eun cukup kaget melihat siapa orang yang berada di hadapannya sekarang.

“annyeong so eun-ssi, kau masih ingat denganku?” ujar orang itu yang ternyata adalah eunhye, eunhye  tersenyum.

So eun mengangguk ragu.

“mianhae so eun-ssi, aku ingin bercerita mengenai jinki”ujar eun hye.

So eun masih diam.

“maaf karena aku hubungan kalian jadi tidak baik. Aku pun tidak tahu jika jinki-ssi menyukaiku, tapi asal kau tahu aku tak pernah menyukainya” jelas eun hye.

“aku dapat melihat dan merasakan bagaimana perasaan jinki terhadapmu sebenarnya, dia masih menyukaimu” lanjutnya.

“bagaimana kau bisa berbicara seperti itu?” tanya so eun.

“temuilah dia ! Dan Kembalilah dengannya !” pinta eun hye.

So eun terdiam.

###

Bel apartemen so eun terus berbunyi, dengan malas kim bum pun membuka pintu dan terkejut melihat Ji Yeon yang datang. Ji Yeon tampak tersenyum.

“oppa…….” Ujarnya.

“kau……..? mau apa kemari?” Tanya kim bum.

“ada yang ingin aku bicarakan denganmu ! ayo ikuti aku !” ajak ji yeon seraya menarik tangan kim bum.

“ya……ya……kau……….”

###

So eun datang ke tempat kerja jinki. Jinki sedang bekerja di depan komputer seperti biasa, namun ia tidak focus karena foto dirinya bersama so eun terus terlihat olehnya di layar komputer. So eun melihat jin ki.

“aku merindukanmu” ujar jin ki.

“gwaenchana?” tanya so eun.

Jinki kaget dan langsung melihat ke sumber suara.

“so eun-ssi”kagetnya.

“aku sudah tahu semuanya” ujar so eun.

###

Kim bum tak bisa tidur karena ponsel so eun terus berdering, ia menundukan kepalanya pada meja namun tetap saja suara ponsel itu sungguh membuatnya tidak bisa mencoba tidur dengan nyenyak. Dan tertera nama jiyeon pada layar ponsel so eun tersebut.

“kenapa berisik sekali ! Aish” kesal kim bum seraya mengacak rambutnya.

Ponsel terus berdering sementara so eun sedang berada di dalam kamar mandi.

 

kim bum teringat akan pertemuannya dengan ji yeon di taman tadi siang.

“aku bertemu dengan banyak gadis, tapi aku tak pernah menyukai satu diantara mereka” ujar kim bum.

“jadi sebenarnya apa tujuanmu mengajakku kemari? Ada hal lain yang ingin kau tanyakan?” lanjutnya.

“ya oppa . . . .lalu so eun eonni? Kau bilang kau adalah mantan kekasihnya, berarti kau pernah tertarik padanya?” tanya ji yeon.

“mwo? Apa yang kau katakan?” kim bum jadi mendadak gelagapan.

“apa yang aku lihat, kau itu terlihat bersikap lebih baik pada so eun eonni, kenapa padaku dan pada min ji oppa sangat dingin?” kesal ji yeon.

“aish sungguh, ada apa denganmu? Sekarang kami hanya berteman ! Dan kau . . . . .aku baru mengenalmu”

kim bum pun langsung pergi meninggalkan ji yeon yang terdiam.

 

Akhirnya ponsel milik so eun berhenti bergetar.

“huh sekarang aku bisa tidur”ucap kim bum.

Ketika ia menutup mata dan menenangkan pikiran untuk tidur, lagi-lagi ponsel so eun berdering. Kim bum semakin kesal dan hendak mematikan ponselnya namun terhenti ketika ia melihat yang menelpon bukanlah ji yeon tapi seseorang yang bertuliskan Chickheun honey. Kim bum hanya diam. So eun pun datang dan segera mengangkat telponnya. So eun mengobrol dengan jinki dan jinki mengajaknya untuk bertemu besok. Kim bum yang mendengarnya merasa tidak suka dan bisa di bilang ia mulai merasa cemburu.

“aku ke kamar duluan” ujar kim bum.

So eun sama sekali tak menghiraukannya.

Kim bum langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur.

“perasaanku tidak enak” ujarnya.

Terngiang perkataan so eun waktu itu.

“aku tidak menyukainya” ucap so eun.

“aishhhhh…..”kesalnya.

“apa aku merasa cemburu?”tanya kim bum pada dirinya sendiri.

“terlihat dari wajah dan tingkahmu sungguh berbeda” jawab min jae

“tidak mungkin !!! aku hanya menyukai orang yang baik-baik” jelas kim bum.

“apa kau yakin?” tanya min jae.

Kim bum menutup telinganya.

“sudahlah cukup”

Ia seolah-olah terbayang percakapan antara kim bum dengan min jae.

“jika seperti ini, apakah aku menyukai so eun-ssi?” tanyanya pada diri sendiri.

###

kim bum tidur dan ia mimpi buruk.

Latar sebuah taman yang dipenuhi rumput hijau.

“min jae, dari luar kau terlihat baik, tapi dari dalam? Kau berbeda” ucap so eun.

“sikapku selalu sama” jawab min jae tajam dan berlalu pergi meninggalkan so eun.

“kim sang bum, kau menyukaiku !”ucap so eun yang berhasil menghentikan langkah kim bum. Kim bum membalikan badannya.

“mwo? Kim bum? Apa yang kau bilang?” kaget kim bum.

“kim bum, kau menyukaiku !” ucap so eun lagi.

Kim bum diam dan membulatkan matanya.

 

Kim bum tidur dengan gelisah, wajahnya berkeringat dan langsung terbangun. Cukup lama ia terdiam dan sadar bahwa itu hanyalah mimpi.

“tidak mungkin” batinnya.

###

Pagi hari, so eun siap-siap berangkat menemui jinki setelah kemarin malam jin ki mengajaknya untuk bertemu. Kim bum keluar dari kamarnya dan melihat so eun baru saja berangkat dengan terburu-buru.  kim bum merasa entah kenapa ia tidak suka. Kim bum pun melihat ada tumpukan buku di meja, ia mendekatinya dan menemukan kertas foto yang terselip di antara buku-buku itu. Kim bum mengambilnya dan foto itu adalah so eun yang sedang tersenyum dengan manis.

“kau………….manis……….dan…………kau………….cantik” ujar kim bum.

###

Paduka raja sedang membicarakan sesuatu bersama pak jung, dan hyun joong. Mereka sedang membicarakan kim bum.

“apa kau yakin?” Tanya paduka pada pak jung.

“ne paduka…….saya akan menyelidiki keberadaan pangeran kim bum lagi”jawabnya.

“dan aku akan berusaha membantu” tambah hyun joong.

“kalau begitu aku serahkan pada kalian semua…., ibuku belum sembuh juga….” Ujar paduka.

###

kim bum keluar, ia sedang duduk di tangga taman dekat apartemen seperti biasanya. Ia memakan es krim batang rasa coklat.

“kenapa mereka harus berbaikan lagi?” kesal kim bum.

Kim bum pun mengemut lagi es krimnya. Tiba-tiba ji yeon dan min ji ada di sana, melihat ada kim bum mereka pun menghampirinya dan langsung menutup mata kim bum.

“oppa tebaklah ! Siapa?” ujar ji yeon.

Kim bum diam mencoba untuk mencerna siapa yang mengganggunya.

“ya…pergilah !” perintah kim bum.

“kami akan pergi setelah oppa menebak siapa kami!” ujar ji yeon lagi.

Kim bum langsung menyingkirkan tangan ji yeon dan marah, ia berdiri, sementara ji yeon dan min ji kaget.

“oppa, kau keterlaluan” ujar ji yeon di ikuti anggukan min ji.

“keterlaluan? Kalian lebih keterlaluan dan menyebalkan” bentak kim bum.

“oppa . . . .” ucap ji yeon dan min ji berbarengan.

“apa kalian tidak tahu? Pikiranku sedang tidak baik sekarang !” kesal kim bum.

“pikiranmu sedang buruk oppa?” tanya ji yeon.

“sangat buruk !” bentak kim bum.

“lebih kalian pergi dan berangkat sekolah !”perintah kim bum.

“wae oppa?” tanya min ji.

“akan lebih baik jika kalian tidak tahu” jawab kim bum.

“oppa pikir kami tidak tahu? Aku sudah bisa menebaknya . . . .ini semua karena so eun eonni ??!!” kesal ji yeon.

Kim bum diam.

“oppa senang karena so eun eonni, oppa bahagia karena so eun eonni, oppa marah karena so eun eonni, oppa kesal karena so eun eonni, oppa sedih karena so eun eonni. Tidak !!! Kenapa eonni?”jelas ji yeon dengan kesal.

“seharusnya dia adalah sainganku” lanjut ji yeon.

“ya benar, KIM SO EUN. . . .apa yang bagus darinya? Apa dia lebih baik dari pada kita?” tambah ji yeon.

Kim bum terdiam mencerna perkataan mereka.

###

Jinki dan so eun sedang jalan berdua, entah kenapa mereka terlihat akrab seperti biasa lagi.

“so eun-ssi….apa kau mau itu ?” Tanya jinki menunjuk baso ikan yang di jual di pinggir jalan.

“hmmmm…” angguk so eun.

Mereka pun membeli makanan itu dan melahapnya sambil mengobrol dan berjalan.

###

Ji yeon dan min ji sedang berjalan gontai di pinggir jalan. Mereka tampak masih merasa kesal atas perlaukan min jae oppa pada mereka tadi. Tiba-tiba ada tiga orang laki-laki bertubuh besar menhampiri mereka. Semuanya memakai jas serba hitam dan kacamata, salah satu di antaranya adalah pak jung.

“maaf noona…..ada yang ingin kami tanyakan….” Ujar pak jung.

Ji yeon dan min ji merasa ketakutan karena melihat pria-pria yang tak mereka kenal begitu terlihat menyeramkan.

“a..aa…ada apa?” Tanya min ji.

“apakah noona pernah melihat pria ini sebelumnya?” Tanya pak jung seraya memperlihatkan poto kim bum kepada mereka. Ji yeon dan min ji tampak kaget.

“ini….ini…..ini kan min jae oppa !!!” teriak keduanya.

“apa noona pernah melihatnya atau bahkan mengenalnya?” Tanya pak jung.

“ne….baru-baru ini kami mengenal min jae oppa, memangnya min jae oppa kenapa?” Tanya ji yeon.

“maaf,  min jae oppa yang noona maksud itu sudah kabur berhari-hari, jadi kami selama ini mencarinya” jelas pak jung, sengaja tak membocorkan jika min jae adalah pangeran

“mwo…..???  jadi min jae oppa kabur? Min jae oppa orang kaya?” kaget mereka.

“apa kalian tahu dimana ia tinggal sekarang?” Tanya pak jung.

Ji yeon dan minji mengangguk takut.

“dimana?”

“so eun eonni…..dia tinggal bersama so eun eonni !!!” ujar ji yeon.

“apartemen daeguk (?)” tambah min ji.

###

Malam hari, kim bum dan so eun sedang menonton televisi, namun kim bum terlihat melamun.

“kau kenapa?” tanya so eun seraya melihat min jae.

Min jae langsung tersadar dan melihat so eun.

“apa kau menyukai seseorang?” tanya so eun.

“kau tidak boleh menyembunyikannya, seharusnya kau ceritakan padaku dan bawa kemari” lanjutnya.

Min jae mengangguk.”baiklah” jawabnya.

“siapa dia?” Tanya so eun.

“itu…………aku pergi dulu…….dan aku akan segera kembali” kim bum mengalihkan pembicaraan dan langsung pergi keluar. So eun heran dan mengerutkan keningnya.

“ternyata benar….sekarang kau berbeda…….”gumam so eun.

###

Kim bum berjalan sendirian di dekat taman, ia berjalan gusar dan tak tahu kemana tujuannya. Sebenarnya ia sedang merasa kesal atas pertanyaan so eun tadi.

“kenapa dia bertanya seperti itu?” kesal kim bum.

“kenapa menanyakan tentang hal itu…..?” lanjutnya.

Kim bum menendang kaleng yang ada di hadapannya. Lagi-lagi ia teringat akan perkataan so eun waktu itu.

 “aku selalu memikirkan tentangnya ketika aku sendirian

“dan perasaan seperti itu adalah cinta” ucap so eun.

Kemudian Kim Beom teringat dengan perkataan ji yeon tadi siang.

“oppa senang karena so eun eonni, oppa bahagia karena so eun eonni, oppa marah karena so eun eonni, oppa kesal karena so eun eonni, oppa sedih karena so eun eonni. Tidak !!! Kenapa eonni?”

Mengingat hal itu kim bum menjadi tambah kesal, batu-batu kecil yang ada di jalanan dekat taman ia tendang sekuat tenaga. Tak peduli apa yang akan terjadi, yang penting sekarang ia bisa mengekspresikan kekesalannya. Setelah itu kim bum terdiam, mencoba memikirkan sesuatu untuk membicarakannya pada so eun. Ketika ia sedang berfikir, tiba-tiba ia melihat seorang yeoja bertubuh kecil sedang menuruni anak tangga taman. Kim bum memperhatikannya dan merasa kenal dengan yeoja itu.

“so eun-ssi?” gumam kin bum.

Kim bum memperhatikannya dan malah mengikuti so eun tanpa sepengetahuannya.

Bayangan (?) so eun sudah mulai jauh darinya, kim bum bingung karena so eun tak terlihat lagi olehnya, sekarang ia malah kehilangan jejak so eun. Kondisi seperti ini membuatnya menjadi khawatir karena hari sudah larut malam dan hawa yang dingin. Kim bum terus mencari so eun, ia arahkan seluruh pandangannya untuk menemkan so eun, kim bum berlari-lari kecil berharap bisa melihat ataupun menemukan sosok so eun, kim bum jadi tambah khawatir. Kim bum berhasil keluar dari daerah taman dan sekarang berada di dekat jalan raya. Ia terus mencari so eun.

 

Ternyata so eun menemui jinki yang sudah menunggunya dari tadi, mereka berdua duduk di dekat halte. Suasana masih hening dan mereka saling diam.

 

Kim bum masih mencari so eun, sampai akhirnya ia melihat so eun sedang duduk dengan orang lain di halte bus. Kim bum hendak menghampirinya dan ingin mengjaknya pulang, namun langkahnya terhenti ketika orang yang sedang bersama so eun itu adalah jin ki. Kim bum hanya bisa diam di tempat.

 

Jinki menarik nafas panjang, dan menatap so eun. Ia mulai membuka pembicaraan.

“maukah kau menjadi kekasihku lagi?” Tanya jinki akhirnya to the point.

So eun kaget namun ia hanya bisa diam, tak menjawab pertanyaan jinki. So eun memandang lurus ke depan.

 

Kim bum yang melihat mereka masih terdiam, ia mendengar apa yang di ucapkan jinki, dan apa yang di katakana jinki kepada so eun itu entah kenapa membuatnya merasa tidak suka. Ia merasa sakit, hatinya terasa sakit. Apakah ini rasa cemburu?

kim bum terus memperhatikan so eun dan jinki.

 

“ini………hanya untuk yang ke dua kali….”lanjut jinki.

So eun masih diam dan mulai melihat jinki.

Jinki menarik nafasnya.

“mianhae……….” Jawab so eun dengan suara yang pelan.

“w….w….wae?” Tanya jinki.

 

Kim bum masih mematung disana.

“ya……….kim bum !!!” ujar seseorang.

Kim bum kaget karena ada yang memanggil namanya dengan nama kim bum. Kim bum menoleh ke sumber suara.

“HYUNG………….?” Kaget kim bum. Hyun joong telah menemukan kim bum.

 

“w….w….wae?” Tanya jinki.

“mianhae…………”jawab so eun dengan jawaban yang sama.

“apa kau menyukai orang lain?” Tanya jinki, sebenranya ia mulai gelisah.

“mianhae…….jinki-ssi……..mianhae” jawab so eun sambil menahan air mata yang sebenarnya ingin keluar dari matanya.

So eun berdiri dari duduknya.

“ini sudah malam, aku harus pulang………….selamat malam” ujar so eun, so eun langsung pergi meninggalkan jinki yang terdiam. Kini air mata so eun tumpah juga.

 

~continued~

 

 

 

11 thoughts on “He is a prince ??? (part 7)

  1. Memang benar penyesalan ada di belakang,.
    Kenapa soeun tidak ingin menerima jinki? Lalu apakah soeun mulai menyukai kimbum?
    Wah kimbum ditemukan oleh hyunjung,, apakah kimbum akan ikut dengan hyunjung? Bagaimana dengan soeun?

  2. Wah keren bangat.harap mereka bisa kencan sebenar di alam nyata.love Kim bum oppa Dan Kim so run unnie.benci Sama moon geung yoon sama junho kerna Sudan merampas mereka.

  3. Yeyeyeyeye….akhirnya Bum sadar juga klo suka sama Sso, mlh disadarin sm anak sma lg…bingungnya keterlaluan tuh Bum…

    Ooops…Bum ngintip Sso lg..tp kira2 Bum dgr gak yaa waktu Sso nolak jin ki..secara dia uda dipanggil sm hyun joong, ketauan deh kabur kmana tu Buk…ga bisa ngelak lg judulnya…

  4. tambah seru, bnyk kejadian tak terduga di part ini😀

    jinki egoiiiissss.. setelah ditolak eun hye baru deh nyadar perasaannya ma sso trus minta sso balik ma dia heu..

    maap ya… sso cuma buat bum kekeke~~ tp sepertinya bakal banyak rintangan utk bumsso nih

    akhirnya bum ditemuin juga.. huft yah cepat atau lambat pasti ketemu lah hihihi..

    rese deh liat ji yeon ma min ji tp disisi lain mereka sbnrnya berjasa, bisa bantu bum menyadari perasaannya thd sso..
    yah walopun gegara mereka juga akhirnya keberadaan bum diketahui ma sodaranya hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s