He is a prince ??? (part 8)

He is a prince ??? (part 8)


Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye, Jung So Min, Ji Yeon, Min Ji

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

 

Review last episode

Kim bum masih mencari so eun, sampai akhirnya ia melihat so eun sedang duduk dengan orang lain di halte bus. Kim bum hendak menghampirinya dan ingin mengjaknya pulang, namun langkahnya terhenti ketika orang yang sedang bersama so eun itu adalah jin ki. Kim bum hanya bisa diam di tempat.

 

Jinki menarik nafas panjang, dan menatap so eun. Ia mulai membuka pembicaraan.

“maukah kau menjadi kekasihku lagi?” Tanya jinki akhirnya to the point.

So eun kaget namun ia hanya bisa diam, tak menjawab pertanyaan jinki. So eun memandang lurus ke depan.

 

Kim bum yang melihat mereka masih terdiam, ia mendengar apa yang di ucapkan jinki, dan apa yang di katakan jinki kepada so eun itu entah kenapa membuatnya merasa tidak suka. Ia merasa sakit, hatinya terasa sakit. Apakah ini rasa cemburu?

kim bum terus memperhatikan so eun dan jinki.

 

“ini………hanya untuk yang ke dua kali….”lanjut jinki.

So eun masih diam dan mulai melihat jinki.

Jinki menarik nafasnya.

“mianhae……….” Jawab so eun dengan suara yang pelan.

“w….w….wae?” Tanya jinki.

 

Kim bum masih mematung disana.

“ya……….kim bum !!!” ujar seseorang.

Kim bum kaget karena ada yang memanggil namanya dengan nama kim bum. Kim bum menoleh ke sumber suara.

“HYUNG………….?” Kaget kim bum. Hyun joong telah menemukan kim bum.

 

“w….w….wae?” Tanya jinki.

“mianhae…………”jawab so eun dengan jawaban yang sama.

“apa kau menyukai orang lain?” Tanya jinki, sebenranya ia mulai gelisah.

“mianhae…….jinki-ssi……..mianhae” jawab so eun sambil menahan air mata yang sebenarnya ingin keluar dari matanya.

So eun berdiri dari duduknya.

“ini sudah malam, aku harus pulang………….selamat malam” ujar so eun, so eun langsung pergi meninggalkan jinki yang terdiam. Kini air mata so eun tumpah juga.

 

PART 8

 

Kim bum sedang bersama hyun joong di dalam mobil.

“apa kau merasa senang?” Tanya hyun joong.

Kim bum diam.

“apa kau merasa nyaman?” Tanya hyun joong lagi.

“apa kau senang dan nyaman tinggal bersama wanita bernama Kim So Eun itu?” pertanyaan hyun joong membuat kim bum kaget.

“dari mana kau tahu? Dari mana kau tahu aku tinggal dengannya?” Tanya kim bum akhirnya membuka suara.

“kau kira selama ini aku dan semua para pengawal di kerajaan tak mencari keberadaanmu, kami menyelidikinya !!!” jelas hyun joong.

“untuk apa?” Tanya kim bum dengan nada tinggi.

“aku dengar kim so eun itu tinggal sendirian, bekerja di sebuah kafe dan mempunyai banyak hutang” uajar hyun joong.

“kau bahkan tahu?” Tanya kim bum tak percaya.

“wae? apa kau menyukai wanita bernama kim so eun itu?” Tanya hyun joong.

Kim bum masih diam, ia merasa kesal dengan hyun joong.

“wae?” Tanya hyun joong lagi.

“apa karena wanita itu kau tak ingin pulang? Apa karena wanita itu kau tak kembali?” Tanya hyun joong.

Kim bum diam berusaha menahan amrahnya.

“wae? Kau menyukainya?”

“YA………..AKU MEMANG MENYUKAINYA…..WAE???” bentak kim bum emosi.

###

So eun duduk sendirian di bangku taman, ia menangis. Sekarang ia butuh orang untuk menghiburnya agar tak merasa sedih. So eun pun mencoba menghubungi min jae.

 

Ponsel kim bum tiba-tiba berdering. Ia melihat yang menghubunginya adalah so eun. Hyun joong melihat kim bum.

“hyung aku mohon…….hanya untuk satu hari….aku berjanji” mohon kim bum.

“jika kau benar menyukainya, apa kau tak merasa kasihan hidupnya jadi sulit karena kehadiranmu?” Tanya hyun joong.

‘hyung……” kim bum menatap hyun joong.

“lakukanlah apa yang seharusnya kau lakukan !” ucap hyun joong.

Kim bum diam dan nampak berfikir.

“baiklah…….aku mohon, aku mohon kurangi beban hidupnya, lunasi semua hutangnya maka aku akan kembali ke istana, hanya itu yang bisa aku lakukan untuknya” pinta kim bum.

“benarkah?” Tanya hyun joong memastikan.

“tapi aku mohon, hanya satu hari hyung ! hanya untuk satu hari ! aku berjanji akan kembali ke istana…..tapi izinkan aku untuk terakhir kali bersama dengannya…..” mohon kim bum.

Hyun joong nampak berfikir.

“baiklah…..pergilah dan temui dia…..besok aku akan kembali kemari…dan ingat….kau tidak akan bisa kemana-mana lagi karena disini sudah ada banyak bodyguard yang mengawasimu” jelas hyun joong.

“ne hyung…..…..aku berjanji” jawab kim bum yang langsung segera keluar dari mobil hyun joong dan berlari untuk menemui so eun.

 

So eun masih duduk sendirian, ia masih menangis. Tiba-tiba kim bum duduk di sebelahnya dari arah belakang.

“hmmmmm………..tak usah menangis !” ujar min jae. So eun menatapnya dan tiba-tiba tangisan so eun malah semakin keras.

“sudahlah…….jangan menangis !!! bukannya aku sudah bilang? Sekarang sudah ada aku” tenang kim bum.

So eun menghapus air matanya.

“jika kau menangis, wajahmu akan terlihat semakin jelek !!’ ledek kim bum sambil melihat wajah so eun.

So eun langsung mencubit pipi kim bum dengan keras.

“aa…aa…..a……..” sakit kim bum “aw………..”

So eun malah tertawa sambil terus mencubit pipi kim bum.

‘ya…..so eun-ssi………sakit” keluh kim bum.

So eun masih tertawa dan melepaskan cubitannya.

Kim bum meraba pipinya yang memerah sambil menatap so eun yang masih tertawa, tapi entah kenapa kim bum tak marah, ia malah senang melihat so eun tertawa setelah mencubitnya walaupun yang kim bum rasakan sakit.

“sakit sekali……..”keluh kim bum seraya mengusap-usap pipinya.

So eun berhenti tertawa dan melihat pipi kim bum yang memerah.

“benarkah? Sesakit itu?” Tanya so eun.

Kim bum mengangguk.

“mianhae….” Ujar so eun yang akhirnya mencium pipi kim bum kilat.

Kim bum kaget  atas apa yang di lakukan so eun.

“bagaimana? apakah sudah merasa baikan?” Tanya so eun yang lagi-lagi tertawa.

Kim bum masih bengong lalu mengangguk.

“mianhae telah membuatmu sering mengkhawatirkanku” ujar so eun.

Kim bum diam.

###

Dengan perasaan kecewa jin ki pulang, perasaanya sungguh campur aduk hari ini. Ia sangat kesal, ia menendang kaleng dengan emosi.

“arrrgghhhh……wae? Wae?” teriaknya.

###

So eun dan Kim bum sudah pulang, kim bum langsung menuju kamarnya. Sungguh ia ingin berteriak senang karena tadi untuk pertama kalinya so eun bersikap seperti itu padanya, bahkan so eun mencium pipinya. Kim bum tersenyum senang sambil masih memegangi pipinya dan menghempaskan tubuhnya pada kasur. (pangeran alay hahaha baru di cium pipi aja sampe segitu).

“aish……benarkah? Apa tadi itu bukan mimpi?” gumam kim bum.

Tiba-tiba so eun masuk ke dalam kamar kim bum sambil membawa sebuah dus.

“min jae-ssi…..”ujar so eun.

Kim bum langsung berdiri.

“ne……?” Tanya kim bum.

“aku ingin menanyakan sesuatu padamu” jawab so eun.

“ada seseorang yang memberikanku sepasang sepatu, tapi aku tidak tahu siapa orang itu. Siapa orang bernama kim sang bum itu? Apa kau tahu?” Tanya so eun.

Kim bum jadi salah tingkah.

“Kim sang bum? Sepatu? Ani…….aku tidak tahu so eun-ssi” dusta kim bum.

“benarkah?”

Kim bum mengangguk.

“aneh sekali, lalu siapa dia? Dari mana dia tahu dan mengenaliku bahkan tahu hari ulang tahunku?” penasaran so eun.

Kim bum terbatuk.

“itu….mungkin teman lamamu” ujar kim bum.

“ani…….aku tak punya teman bernama kim sang bum” jawab so eun.

“aahhh…..mungkin seseorang yang mengenalmu saja” ujar kim bum.

“mungkin…….tapi aku merasa curiga……..” tambah so eun.

Kim bum hanya bisa diam.

“ah ya, sebenarnya tadi kau darimana?” Tanya so eun pada kim bum.

“aku….aku hanya ingin menghirup udara malam saja……” jawab kim bum.

“kau sendiri kenapa? Kau belum menjawab pertanyaanku ! kenapa kau menangis dan untuk apa kau sendirian di taman?” Tanya kim bum pura-pura tidak tahu.

“itu bukan apa-apa” jawab so eun.

“lupakan saja dia ! aku yakin akan ada pria yang lebih baik darinya” ujar kim bum.

So eun menatap kim bum dan tersenyum. Kim bum mendadak gugup.

“w…w…wae?” Tanya kim bum.

‘kau benar” balas so eun.

“ah ya so eun-ssi….aku ingin bertanya padamu. Bagaimana sekiranya jika ada seorang pangeran yang melarikan diri dan bertemu denganmu? Pangeran itu tinggal denganmu, tapi kau sendiri tak tahu siapa dia?” Tanya kim bum.

So eun terlihat berfikir. “ berarti itu takdirku, tapi yang menjadi pertanyaanku untuknya kenapa ia harus melarikan diri?” jawab so eun.

Kim bum mencerna jawaban so eun.

“tapi…..tapi selama ini pangeran itu membohongi dirimu, dia tak mengakui siapa dirinya sebenarnya…..dan selama itu juga pangeran itu mulai menyukaimu” ujar kim bum.

“jelas saja aku tidak akan memaafkannya” jawab so eun.

Kim bum tersentak mendengar jawaban so eun yang ini.

“min jae-ssi kenapa kau jadi bertanya tentang ini, tidak akan mungkin aku bertemu dengan seorang pangeran yang melarikan diri bahkan tinggal denganku…haha lucu sekali…” ucap so eun seraya tertawa dan menepuk bahu min jae.

‘tidak mungkin bagaimana so eun-ssi?’ batin kim bum ‘aku pangeran itu ! aku pangeran yang melarikan diri itu ! aku pangeran yang tinggal bersamamu ! aku pangeran yang telah membohongimu ! bahkan aku pangeran yang mulai menyukaimu !’ batin kim bum.

“hey……..kau kenapa?” heran so eun.

“hah….? Ani…..aku tidak apa-apa……” dusta min jae.

“hmmmm min jae-ssi…..aku harap kau tidak seperti pangeran itu…..” ujar so eun yang membuat kim bum tersentak.

“maksudmu?” Tanya kim bum.

“aku yakin kau adalah pria yang baik……dan bukan pria seperti itu….” Jelas so eun.

Kim bum diam dan hanya menatap so eun.

“ah ya…….kau………….apa kau tak mau menceritakan wanita yang kau sukai itu padaku?” Tanya so eun.

“itu……”

“ayo ceritakan saja padaku…..!” pinta so eun.

“ne…..aku…. menyukai seorang wanita….tapi aku tak yakin apakah wanita itu menyukaiku atau tidak…….sungguh wanita itu yang baru pertama kali membuatku menjadi seperti ini….aku tak tahu kenapa? Tapi aku takut, jika aku jujur padanya mengenai perasaanku dan siapa aku sebenranya, aku takut dia akan marah dan tidak akan memaafkanku” jelas kim bum.

So eun tertegun.

“wanita itu pasti wanita bodoh……mana mungkin wanita itu tak bisa merasakan perasaan apapun yang kau rasakan terhadapnya……” tanggap so eun.

“ne…..dan kau wanita bodoh itu so eun-ssi’ batin kim bum.

“jika aku menjadi wanita itu, pasti aku juga akan menyukaimu” lanjut so eun.

“huh?” kim bum menaap so eun.

“hooooaammmm……sebaiknya kau segera tidur min jae-ah…….ini sudah malam….aku juga ingin tidur” perintah so eun.

So eun pun melangkahkan kakinya keluar, namun kim bum memanggil namaanya dan membuatnya berhenti melangkah.

“so eun-ssi” ujar kim bum.

So eun membalikan badannya.

“boleh aku meminta sesuatu darimu?” Tanya kim bum.

“apa itu?” Tanya balik so eun.

“bolehkah aku memelukmu?” pinta kim bum.

“mwo?”

“ne….hanya satu kali…..aku ingin memelukmu…..lebih lama ! bolehkah?” pinta kim bum.

So eun mengangguk lalu menghampiri min jae. Min jae pun memeluk so eun. So eun membalas pelukannya. Min jae, si pangeran kim bum itu memeluk tubuh so eun dengan hangat dan lama.

‘mianhae so eun-ssi, mianhae……aku sudah menipumu’batin kim bum.

“so eun-ssi….geomawo !!!” ujar kim bum.

So eun tersenyum.

“ne……” ujar so eun.

Kim bum mengangguk dan mempererat pelukannya.

‘min jae-ah…..aku tidak tahu kenapa merasa nyaman denganmu saat ini, aku…..tidak tahu kenapa sepertinya aku…..perasaanku…..karena kau aku jadi bisa melupakan jin ki-ssi……aku….. sepertinya mulai menyukaimu’ batin so eun.

###

So eun dan hye sun sedang melayani para pelanggan. Ketika waktu istirahat tiba, hye sun menghampiri so eun yang tengah mengelap meja.

“ya so eun-ssi !” ujar hye sun.

“ada apa?” Tanya so eun.

“apa kau masih belum tahu siapa pengirim sepatu itu? Kim sang bum?” Tanya hye sun.

So eun menggelengkan kepalanya.

“ani….aku masih belum tahu siapa dia itu….”jawab so eun.

Hye sun menghela nafas.

“dan apa kau tahu? Aku menemukan salah satu berita di Koran ini !” ujar hye sun.

“berita mengenai apa?” Tanya so eun.

“pangeran korea….! Ternyata pangeran kita sudah kembali dari minggu-minggu yang lalu….tapi dia menghilang dan melarikan diri” jelas hye sun.

So eun merasa pernah mendengar perkataan seperti ini dari seseorang.

“dan  kau tahu so eun-ssi? pangeran itu bernama Kim Sang Beom !!! coba kau lihat ini !” tunjuk hye sun pada sebuah Koran.

“mwo???” kaget so eun.

“berarti yang memberimu hadiah berupa sepatu adalah seorang pangeran ! betapa senangnya menjadi dirimu, tapi sayang tak ada gambarnya di sini” ucap hye sun.

“aniya….mana mungkin…yang bernama kim sang bum itu tidak hanya satu hye sun-ah” elak so eun.

“aish…..so eun-ssi……..lalu kalau begitu siapa? Apa hantu yang mengirimu sepatu?” ucap hye sun.

So eun menatap hye sun. “aku tidak tahu…….”jawab so eun.

###

Kim bum sedang merenung di dalam kamarnya. Apa yang seharusnya ia katakan pada so eun mengenai dirinya yang selama ini telah menipunya.

“aishh…apa yang harus aku katakan…….?” Kesal kim bum.

Tiba-tiba ponselnya bordering, ada telpon dari hyun joong.

*ne hyung…..ada apa?*

*aku sudah melunasi semua utang kim so eun itu atas namamu……….!*

*benarkah? Semuanya sudah lunas?*

*ne…..nanti malam kau harus bersiap-siap…..aku akan menjemputmu….semua akan mengawasimu*

Kim bum agak terdiam.

*hhmmmmm*

Kim bum mematikan sambungan telponnya.

“kenapa perasaanku……….jadi sakit seperti ini? Rasanya aku tidak mau meninggalkan so eun-ssi, bahkan aku tidak mau pergi dari sini….jujur aku nyaman tinggal disini bersamanya…..” gumam kim bum.

###

“jin ki-ssi kau kenapa?” Tanya joong ki yang melihat jin ki hanya melamun dari tadi.

“ne….?” tanya jin ki.

“kau kenapa? Ada apa denganmu?” Tanya joong ki lagi.

“aku sedang tidak baik…..sangat tidak baik…….!” Jawab jin ki.

“karena so eun-ssi?” tebak joong ki.

Jin ki diam.

“nanti malam aku ingin minum ! temani aku…..!” pinta jin ki.

Joong ki mengangguk mengerti.

“wanita itu memang sulit” ujar joong ki.

Jin ki masih diam.

“tidak….ini salahku” ujar jin ki.

###

So eu dan hye sun sedang jalan pulang berdua.

“ah jeongmal……..2 hari lagi hye sun-ah…..! aku sampai lupa dengan utangku” ujar so eun.

“aish kau ini bagaimana?” Tanya hye sun.

“apa yang harus aku lakukan?” tanyanya.

So eun dan hye sun sama-sama berfikir.

“sepatu !!!” ucap hye sun.

“sepatu? Maksudmu apa sepatu?” Tanya so eun.

Hye sun menjitak kepala so eun.

‘jelas saja….jual saja sepatu itu dengan harga yang tinggi, kelihatannya sepatu pemberian itu harganya mahal so eun-ssi” ide hye sun.

So eun menggeleng.

“tidak bisa, aku tidak boleh menjualnya begitu saja. Ini pemberian orang lain, apalagi orang yang memberinya belum aku ketahui….” Tolak so eun.

“lalu bagaimana caranya kau bisa melunasi utangmu?” Tanya hye sun.

‘mungkin aku menunggu apa yang akan terjadi terhadapku saja hye sun-ah….”pasrah so eun.

“kau ini……….”

Ketika mereka sedang mengobrol, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka. So eun dan hye sun pun berhenti berjalan. Keluarlah seorang yeoja menghampiri mereka.

“itu………itu jung so min !” kaget so eun.

“apakah dia ingin menagih utangmu so eun-ssi?”Tanya hye sun.

“aku tidak tahu, tapi mungkin saja” jawab so eun.

“so eun-ssi……..apa kabar?” Tanya so min.

“so min-ssi? Aku…aku baik…..kau?”Tanya balik so eun.

“jauh lebih baik setelah kau melunasi semua utangmu….ternyata kau cukup tepat waktu so eun-ssi….” Ujar so min.

“tepat waktu? Maksudmu?” so eun tak mengerti.

“utangmu sudah kau lunasi dengan tepat waktu……” ujar so min.

“mwo? Tapi aku…………” perkataan so eun terpotong.

“aku tidak akan mengancammu lagi….ini……….” ujar so min seraya menyerahkan secarik kertas pada so eun. So eun dan hye sun masih bengong. So min pun pergi dari hadapan mereka.

“apa ini?” Tanya so eun.

“mwo??? Kim Sang Beom? Yang melunasi utangku Kim Sang Beom?” kaget so eun.

“kenapa? Sebenarnya siapa dia? “ so eun terus bertanya-tanya.

“pangeran ! ya benar…..kim sang beom itu adalah seorang pangeran” ujar hye sun.

‘tapi bagaimana bisa dia tahu mengenai masalah hidupku, bahkan meluansi utangku…..siapa dia?” Tanya so eun.

“dia….pangeran kim sang beom ! ya aku yakin…..” hye sun merasa yakin.

‘ani…..dia tak mengenlaku, aku juga tak mengenalnya….!” Ucap so eun.

“tapi ini sangat misterius so eun-ssi” ujar hye sun.

###

So eun baru sampai di apartemennya. Ia melihat di dalam begitu rapi.

‘ada apa ini?’batin so eun.

“min jae-ah……” panggil so eun.

Tak lama min jae datang dari dapur.

“so eun-ssi….kau sudah pulang? Ah…..aku membuatkan ini untukmu !” ujar min jae.

“benarkah? Lalu untuk apa kau membereskan semua ini?” Tanya so eun heran.

“aku hanya sedang ingin saja membereskannya, ini………..makanlah ayo !”pinta min jae.

“min jae-ah…..lagi-lagi….kau terlihat berbeda….” Ujar so eun sambil tersenyum.

“ani…..aku tak berbeda…….” Jawab min jae. “yasudah coba ini !” pinta kim bum sambil berusaha menyuapkan sesendok sayur ikan pada so eun. So eun awalnya menatap min jae heran, namun ia pun memakannya.

“bagaimana?” Tanya min jae.

“masitta….” Jawab so eun sambil mengangguk.

“kau juga harus memakannya…..ini….!” ujar so eun balas menyuapi min jae.

Dengan segera min jae memakannya dan tersenyum.

“so eun-ssi……kau…..kau sudah merebutnya” ujar min jae yang tak di mengerti oleh so eun. ‘merebut hatiku’ batin kim bum.

“maksudmu?” Tanya so eun.

“merebut sesuatu dariku……tapi aku senang karena kau yang telah merebutnya” jawab kim bum.

“aish….kau ini…..aku tak mengerti….” Ujar so eun.

Min jae tersenyum. “nanti juga kau akan tahu….” Balas min jae.

So eun mengerutkan keningnya.

###

Jin ki dan joong ki sedang berada di tempat hiburan malam saat ini. Sudah 1 botol minuman yang jin ki habiskan.

“ah…….aku memang bodoh…..” mabuk jin ki.

“tak seharusnya aku memutuskan so eun-ssi dan menyakitinya” lanjutnya.

Joong ki hanya menatapnya prihatin dan ikut meminum minumannya.

Jin ki menambah 1 botol minuman lagi. Ia mengekspresikan perasaanya dengan meminum soju.

“ah…….aku bodoh………..sangat bodoh…….” Sesal jin ki.

###

Kim bum sedang gelisah saat ini, karena mala mini ia akan kembali ke kerajaan.

Tiba-tiab ada telpon yang masuk dari hyun joong. Kim bum pun dengan segera mengangkatnya.

*ye yeobosaeyo….* ucap kim bum dalam telpon.

*bum-ah….bersiap-sipalah….sekarang kau akan pulang dan kembali ke istana*

*ne…hyung…..* jawab kim bum lemah.

*baguslah…..*

Sambungan telpon pun di tutup.

Kim bum termenung.

“mianhae so eun-ssi……..aku sudah menipumu….mianhae…..aku tidak akan melupakannya……”batin kim bum.

Kim bum menatap kamarnya sedih….kamar yang sebenarnya bukan asli kamar miliknya.

Kim bum pun meraih secarik kertas lalu menulis sesuatu di sana untuk so eun-ssi.

 

So eun sedang berada di dalam kamarnya. Ia memikirkan tentang Kim Sang Beom ! orang yang telah memberinya hadiah berupa sepatu dan orang yang telah melunasi semua utangnya. Ia juga bingung karena ada berita mengenai pangeran korea yang bernama Kim Sang Beom.

“apakah benar…..dia itu pangeran?” guman so eun.

“kim sang beom….? Pangeran korea?” tanyanya lagi.

“tapi…..bagaimana bisa? Bagaimana bisa dia tahu diriku? Darimana ia tahu diriku?” beberapa pertanyaan muncul di dalam pikiran so eun.

“aish…..” kesalnya.

 

“ada seseorang yang memberikanku sepasang sepatu, tapi aku tidak tahu siapa orang itu. Siapa orang bernama kim sang bum itu? Apa kau tahu?” Tanya so eun.

“Kim sang bum? Sepatu? Ani…….aku tidak tahu so eun-ssi” dusta kim bum.

“benarkah?”

Kim bum mengangguk.

“aneh sekali, lalu siapa dia? Dari mana dia tahu dan mengenaliku bahkan tahu hari ulang tahunku?” penasaran so eun.

Kim bum terbatuk.

“itu….mungkin teman lamamu” ujar kim bum.

“ani…….aku tak punya teman bernama kim sang bum” jawab so eun.

“aahhh…..mungkin seseorang yang mengenalmu saja” ujar kim bum.

“mungkin…….tapi aku merasa curiga……..” tambah so eun.

Kim bum hanya bisa diam.

Kim bum jadi salah tingkah.

 

“pangeran korea….! Ternyata pangeran kita sudah kembali dari minggu-minggu yang lalu….tapi dia menghilang dan melarikan diri” jelas hye sun.

So eun merasa pernah mendengar perkataan seperti ini dari seseorang.

“dan  kau tahu so eun-ssi? pangeran itu bernama Kim Sang Beom !!! coba kau lihat ini !” tunjuk hye sun pada sebuah Koran.

“berarti yang memberimu hadiah berupa sepatu adalah seorang pangeran ! betapa senangnya menjadi dirimu, tapi sayang tak ada gambarnya di sini” ucap so eun.

 

“apa ini?” Tanya so eun.

“mwo??? Kim Sang Beom? Yang melunasi utangku Kim Sang Beom?” kaget so eun.

“kenapa? Sebenarnya siapa dia? “ so eun terus bertanya-tanya.

“pangeran ! ya benar…..kim sang beom itu adalah seorang pangeran” ujar hye sun.

‘tapi bagaimana bisa dia tahu mengenai masalah hidupku, bahkan meluansi utangku…..siapa dia?” Tanya so eun.

“dia….pangeran kim sang beom ! ya aku yakin…..” hye sun merasa yakin.

‘ani…..dia tak mengenlaku, aku juga tak mengenalnya….!” Ucap so eun.

“tapi ini sangat misterius so eun-ssi” ujar hye sun.

 

Cukup lama so eun merenung, tiba-tiba ia teringat perkataan min jae.

“ah ya so eun-ssi….aku ingin bertanya padamu. Bagaimana sekiranya jika ada seorang pangeran yang melarikan diri dan bertemu denganmu? Pangeran itu tinggal denganmu, tapi kau sendiri tak tahu siapa dia?” Tanya kim bum.

So eun diam dan berusaha mencerna apa yang di katakan min jae padanya kemarin malam.

“pangeran?” so eun merasa ada yang aneh dengan min jae kemarin malam.

“untuk…..untuk apa ia bertanya mengenai hal itu?” pikir so eun setelah sadar dengan perkataan min jae yang terbilang aneh.

“tapi…..tapi selama ini pangeran itu membohongi dirimu, dia tak mengakui siapa dirinya sebenarnya…..dan selama itu juga pangeran itu mulai menyukaimu” ujar kim bum.

“tunggu……….! Sepatu? Utang? Pangeran? Apa semua itu………dia? Kim Sang Beom adalah Ha Min Jae?” Tanya so eun pada dirinya sendiri seraya membulatkan matanya.

“jadi…..dia itu pangeran? Kim sang beom?” kaget so eun yang sudah mulai bisa menebak keanehan pada min jae.

Dengan segera so eun pun menuju kamar min jae. Terlihat min jae sedang membereskan tempat tidur dan mengemasi baju-bajunya.

“min jae-ah……”ujar so eunlangsung ketika masuk ke dalam kamarnya.

Kim bum kaget, ia menoleh dan langsung menghadap so eun.

“min jae-ah…..kau…..apa kau bisa menjelaskannya padaku?” Tanya so eun.

Kim bum diam, karena ia tak mengerti apa yang di katakan so eun.

“apa kau bisa menceritakannya padaku?” pinta so eun.

Kim bum menatap so eun heran, perasaan kim bum juga jadi gelisah karena takut so eun sudah mengetahuinya.

“kau…….sbenarnya kau kan yang memberiku sepatu?” Tanya so eun.

Kim bum terkejut.

“dan kau yang telah melunasi utangku?” Tanya so eun lagi seraya menahan air mata yang sebenarnya ingin keluar dari matanya (?).

Kim masih terdiam juga.

“kau……bukan Ha Min Jae ! tapi Kim Sang Beom itu !” ucap so eun. Air mata so eun perlahan mulai menetes.

Kim bum kaget dan membulatkan matanya saking terkejut mendengarnya. Kim bum tak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa diam.

“kau……..kau pangeran itu ! kau adalah seorang pangeran ! kau bukan Ha Min Jae !” ucap so eun. So eun merasa sekarang ia lemas.

“so eun-ssi……..” ucap kim bum akhirnya.

“seharusnya kau tak usah ikut campur….wae…..?” Tanya so eun sambil menangis, hatinya terasa sesak mengetahui kenyataan bahwa min jae itu adalah kim sang beom, seorang pangeran yang melarikan diri.

“so eun-ssi…….mi….mianhae…..mianhae…jeongmal mianhae……..” kim bum merasa bersalah.

“jadi itu benar?” Tanya so eun.

“kau boleh membenciku so eun-ssi……ini salahku…..aku sudah menipumu….aku sudah membohongimu…..mianhae……” ujar kim bum lagi. Mata kim bum juga mulai memerah, ia tak tahu kenapa hatinya jadi sakit dan sesak seperti ini melihat so eun menangis karenanya.

“Kau sudah membohongiku !!! wae??? Hiks….hiks….hiks…. T____T ” teriak so eun……so eun mulai menangis sejadi-jadinya.

“karena aku….aku menyukaimu !!! ya benar, aku MENYUKAIMU” jawab kim bum. So eun tersenak mendengar bahwa kim bum menyukainya.

“tapi tak seharusnya kau melakukan itu….” Lirih so eun.

Kim bum terdiam. “aku menyukaimu…..so eun-ssi !” ucap kim bum lagi’’ tapi dengan suara yang lebih pelan.

“mianhae….”lanjutnya.

“ani……aku tak akan memaafkanmu…….pergilah….pergilah dari sini !!!” perintah so eun dengan suara pelannya, so eun masih menangis.

“so eun-ssi………”lirih kim bum.

“jangan kembali lagi kemari…..aku membencimu….!” Teriak so eun.

Kim bum hanya bisa diam.

“pergilah…..pergi dari sini……..aku mohon pergilah pangeran kim sang bum…..”lirih so eun.

“baiklah….aku akan pergi….jaga dirimu baik-baik so eun-ssi ” Ujar kim bum.

Kim bum pun membawa tasnya. Kim bum langsung keluar dari kamarnya. Kim bum cukup mematung di depan pintu kamarnya.

“jaljayo so eun-ssi….nae choahaeyo….”batin kim bum.

So eun terduduk di lantai setelah kim bum pergi dan menangis seraya memegangi dadanya yang terasa sesak. So eun menagis sejadi-jadinya.

“hiks……hiks……hiks……dasar…….bodoh……kenapa kau melakukan itu? Di saat aku juga mulai menyukaimu !” tangis so eun.

“pria penipu………..! pembohong sekali !!! hiks…..hiks….hiks….hikss……” so eun masih menangis sejadi-jadinya di sana.

 

Kim bum hanya bisa mematung setelah ia berada di luar apartemen so eun, sudah ia kira akan seperti ini jadinya. Dan semua ini adalah kesalahannya.Tak tahu kenapa saat ia meninggalkan so eun dan apartemen milik so eun rasanya ia ingin menangis, hatinya semakin sesak. Kim bum menutup pintu apartemen so eun.

Ia memegangi dadanya. Mata kim bum berkaca-kaca. Dadanya semakin terasa sesak saja.

“kau ini jahat kim sang beom….bodoh……” ucap kim bum pada dirinya sendiri.

 

~continued~

 

 

 

 

 

10 thoughts on “He is a prince ??? (part 8)

  1. Aaaah…baru seneng2 dua2nya uda sadar…eeeeh uda berantem lg aja, benci2an..huuft…chinguu..kau berhasil memainkan esmosi kuuuh…hiks hiks

  2. huwaaaa super duper sedih baca part ini hikshiks…

    sso akhirnya bisa menyimpulkan kalo minjae adalah sang pangeran dan sso sangat marah hiks…

    bum nyatain perasaannya, dan sso juga udh mulai suka ma bum tp mereka hrs pisah..
    yah pasti sso kaget bgt lah dgn kenyataan yg ada ditambah lagi bum melunasi utang dia, sso ngerasa bum trlalu ikut campur..
    sso bukan tipikal cewe matre, udh dipastikan dia ga akan suka dgn apa yg dilakukan bum ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s