He is a prince ??? (part 13 final 2/2)

He is a prince ??? (part 13 final 2/2)

Annyeong eonni, saeng, chingu…..ada yang nunggu lanjutan He is a prince??? Ini part final nya semoga pada suka J

Enjoy this !!!

 

Author : Resi R.

Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun

Other cast : Lee Jin Ki, Kim Hyun Joong, Goo Hye Sun, Moon Geun Young, Yoon Eun Hye, Jung So Min, Ji Yeon, Min Ji, Kim Tae Yeon

Genre : comedy, sequel dan nanti readers sendiri yang akan tahu (?)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

Review last episode

“m..mmmwo? kkkk..kecelakaan?” Tanya so eun setelah ia sadar sepenuhnya.

“ne……..” jawab hye sun.

“aniyo……kau jangan berbohong…..” elak so eun, berusaha tak percaya dengan perkataan hye sun.

“ya….! Kapan aku berbohong padamu !” omel hye sun.

So eun langsung mematikan ponselnya. Perlahan butiran air mulai jatuh dari matanya.

“kim bum……..dasar ! kenapa kau begitu bodoh?” so eun menangis.

FINAL

 

“so eun-ah kau mau kemana?” Tanya bibinya yang melihat so eun begitu terburu-buru dan membawa kantong yang cukup besar.

“bibi, aku harus kembali ke seoul” jawabnya dengan cepat.

Bibi kim menyernyitkan keningnya, menatap so eun bingung.

“kenapa? Kau kemari secara tiba-tiba lalu kembali ke seoul pun secara tiba-tiba” ujar bibinya.

So eun menatap bibinya dengan wajah sedih.

“bibi……..”ujar so eun, ia tak bisa menyembunyikannya lagi jika sekarang ia ingin menangis. Buliran bening pun jatuh perlahan dari matanya.

“bibi…..hiks hiks hiks…….” So eun menangis.

“so eun…….sebenarnya ada apa? ayo ceritakan pada bibi…….” Pinta bibinya seraya memeluk so eun.

So eun melepaskan pelukannya, ia menatap bibinya dengan ragu.

“ceritakanlah……..” pinta bibinya lagi.

Akhirnya so eun pun mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Mulai saat ia dililit banyak utang kedua orang tuanya, jin ki yang memutuskan hubungan mereka dengan kejam, awal pertemuan so eun dengan seorang pangeran, dan sampai kejadian yang begitu sulit untuk so eun pun ia ceritakan pada bibinya.

Bibi kim merasa iba, ia tak tahu jika masalah so eun begitu sulit. Bibi kim pun tersenyum.

“sudahlah……..bibi yakin semuanya akan baik-baik saja nanti….percayalah….”ujar bibinya meyakinkan.

So eun mengangguk.

“sudah….sebaiknya cepat kau ke seoul….temui pangeran…….pasti dia sangat membutuhkanmu……….bibi harap jika kau menemuinya pangeran akan segera sadar…karena bibi yakin ia akan menunggu orang yang sangat ia cintai” jelas bibinya, berusaha member semangat kepada so eun.

So eun tersenyum. “bibi………..terimakasih” ucap so eun kembali memeluk bibinya.

“sudahlah……cepat kau ke seoul….bibi akan mendoakanmu dan mendoakan pangeran…” uajr bibinya.

“ne….bibi….aku pasti akan kemari lagi……..” balas so eun.

###

Kim bum masih terkujur kaku di ruangannya, ia terbaring di kasur dengan beberapa alat bantu pasien. Selang oksigen membungkus hidung dan mulutnya, membantu untuk ia bernafas. Jarum impus pun melekat di tangan kirinya. Sampai saat ini ia belum sadarkan diri, belum ada kemajuan dari kondisinya.

Hyun joong duduk di samping kim bum, menatapnya sungguh khawatir dan malang.

“kau…………aku sangat khawatir padamu” ujar hyun joong bicara pada kim bum. Hyun joong menghela nafas.

“cepatlah sadar……….sebentar lagi kim so eun akan kemari…kau akan bertemu dengannya…….” Lanjut hyun joong.

Kim bum diam, ia belum menunjukan keadaan fisik jika ia mulai sadar.

Hyun joong kembali menarik nafas panjang.

“yeoboseyo……” jawab so eun saat ia sedang diam di kamar, melamun. Matanya sembab karena sehabis menangis setelah ia mendengar kabar tentang kim bum dari hye sun, anmun ia tidak bisa melakukan apa-apa.

“kim so eun…ini aku kim hyun joong…….” Ujar orang di sebrang sana yang ternyata hyun joong.

kini so eun tak bisa berkata apa-apa lagi, hyun joong menelponnya pasti untuk member tahu tentang kim bum.

“so eun….kau masih disana?” Tanya hyun joong.

“ah…n..ne” jawab so eun dengan nada yang sedikit bergetar.

“aku hanya memohon padamu…sedang ada dimana dan bersama siapapun dirimu aku mohon segera kembalilah ke seoul….kim bum sangat membutuhkanmu” pinta hyun joong.

So eun kemabli terdiam, air matanya jatuh lagi.

“kemarin kim bum mengalami kecelakaan dan sampai saat ini ia belum sadar, belum ada perkembangan dari kondisinya…….kemarin  malam ia begitu banyak mengeluarkan darah dan jika sampai satu minggu keadaanya belum membaik kim bum bisa…….” Jelas hyun joong.

So eun menghela nafas dengan berat.

“a..a..ku tahu…” potong so eun akhirnya. Sebenranya ia tidak ingin mendengarkan kelanjutan cerita dari hyun joong.

“kau tahu?” Tanya hyun joong memastikan.

“ya aku sudah tahu” jawab so eun.

“dia benar-benar membutuhkanmu saat ini…sangat mwmbutuhkanmu” ujar hyun joong.

So eun kembali diam, ia bingung apa yang harus ia katakana, padahal untuk so eun sendiri jika jarak antara seoul dan daegu dekat ia ingin langsung berlari untuk menemui kim bum, walalupun panas, hujan, dan salju mengganggu.

“kau mencintainya kan?” Tanya hyun joong.

So eun kembali menarik nafas.

“jika kau mencintainya pasti kau akan datang untuk menemuinya….saat ini kim bum masih di rumah sakit seoul…aku akan menunggumu…dan pasti kim bum akan lebih menunggu kehadiranmu…..aku mohon……….kim so eun……..kondisinya benar-benar parah, aku tidak ingin kim bum ma…………….”

“tidak….jangan katakan itu……….aku mencintainya…bahkan sangat mencintainya…………katakan padanya jika aku akan segera kesana………katakaa pada kim bum agar ia bisa menungguku” ujar so eun dengan cepat lalu segera mematikan telponnya.

Hyun joong menatap kim bum. “so eun sebentar lagi akan menemuimu…jadi cepatlah kau sadar….tunggu dia……” hyun joong pun keluar dari ruang rawat kim bum, meninggalkan kim bum yang masih terbaring lemah.

Ponsel hyun joong berbunyi, ada telpon masuk dari ibunya kim bum, paduka ratu.

“hyun joong-ah….kau ada dimana sekarang? Dari dua hari yang lalu kim bum tak juga pulang ke istana…….apa kau sedang bersamanya?”

Hyun joong berat untuk mengatakannya.

“bibi……sebenarnya…kim bum…………”

###

So eun sudah sampai di seoul…..dengan langkah cepat ia langsung menaiki taksi menuju rumah sakit. Dalam perjalanan sekitar satu jam akhirnya ia pun sampai di rumah sakit tempat kim bum berada. Setelah ia bertanya-tanya pada para suster akhirnya ia pun mendapati nomer kamar kim bum. Secepat kilat (?) so eun menuju sana. Setelah menemukan ruangan nomer 7 so eun berhenti sejenak, lalu ia melihat ada hyun joong sedang duduk merenung di temani yoon eun hye. Merasakan ada kehadiran seseorang hyun joong pun mendonggakan kepalanya.

“kim so eun” ujarnya.

So eun tersenyum, namun gurat sedih masih nampak pada wajahnya.

“kim bum….dia…bagaimana?” Tanya so eun dengan nada bergetar.

Hyun  joong menggeleng. “belum ada kemajuan…sebaiknya……kau cepat temui dia…sudah lama ia menunggumu” jawab hyun joong.

So eun meatap pintu ruangan itu dengan sedih.

“so eun-ssi…..biar aku antar ke dalam?” tawar eun hye.

So eun mengalihkan tatapannya pada eun hye.

“aniyo….tidak usah….aku ingin menemuinya sendiri…”tolak so eun lalu dengan langkah berat ia mulai memasuki ruangan itu. So eun membuka knop pintu dengan pelan, ia belum siap melihat keadaan kim bum sekarang, namun dengan keberanian ia pun membukanya dengan lebar. Dilihatnya seorang pria yang begitu tampan dan ia cintai tidak bisa berbuat apa-apa disana. Ia hanya berbaring dengan lemah. Mata so eun kembali berair, sulit sekali ia tahan agar air matanya tak terjatuh. Tapi apa boleh buat air matanya kembali menetes. So eun menangis untuk ke sekian kali.

“kim bum…..”lirihnya seraya menutup mulut tak percaya.

So eun perlahan mendekati kursi lalu duduk di sebelah kim bum. So eun menatapnya lekat.

“kim bum….kau ini pria bodoh…” ujar so eun sambil menangis.

“bagaimana bisa kau menyakiti tubuhmu sendiri…..bodoh…..” ujar so eu lagi.

“kau tahu…setelah kau kecelakaan aku menjadi merasa bersalah…….aku takut matamu tak akan terbuka lagi hanya karena gara-gara aku…..bodoh sekali kau ini tidak bisa menjaga tubuhmu…sayangilah nyawamu……..” so eun terisak. Tangisnya semakin menjadi. Ia menelungkupkan (?) wajahnya di sebelah kim bum. Tepat di bahunya so eun  menangis.

“hiks…hiks…hiks….kau harus bertanggung jawab……! Karena telah membuat banyak orang khawatir…sudah beberapa kali aku menangis……kau tak ingin bangun juga?” Tanya so eun.

“aku mohon bangunlah…..buka matamu…aku ingin melihat matamu dengan lama. Aku ingin melihat kau tersenyum dengan manis. Bangunlah jika kau benar-benar mencintaiku !” ujar so eun. Namun tetap saja, kim bum masih belum menandakaan apa-apa jika ia sadar. Mata kim bum masih tertutup, tapi jelas ia bisa mendengar suara so eun, buktinya keluar sesuatu dari mata kim bum yang terpejam itu, kim bum menangis. Namun so eun tak menyadarinya. So eun malah memeluk lengan kim bum dengan erat dan ia belum bisa berhenti menangis. Namun perlahan tangisnya mereda, so eun merasa lelah dan akhirnya pun ia tertidur sambil memeluk lengan kim bum. Ia tertidur disana.

“so eun….so eun….kau bisa mendengarku? Aku juga ingin melihat matamu, dan senyummu…tapi sangat sulit….bahkan aku sangat ingin memelukmu dengan lama……tapi ini benar-benar sulit…..ini sangat gelap sekali. Aku tidak bisa melihat apapun. Tolong peluk aku……..”

###

Para suster dan semua orang yang berada di rumah sakit terus memandangi dan memperhatikan orang terhormat di korea selatan. Paduka raja dan paduka ratu beserta nyonya ratu, tak lupa pak jung pun diikuti para pengawal kerajaan memasuki area rumah sakit (ramai amat ! hha). Mereka semua bisik-bisik dan bertanya-tanya.

“ya bukankah itu paduka raja dan paduka ratu….mereka kemari ada apa ya?” Tanya salah satu suster.

“entahlah aku tidak tahu…..apa mungkin paduka raja atapun nyonya ratu sedang sakit?” Tanya suster satunya lagi.

“sepertinya tidak……” jawab suster yang bertubuh pendek dan berkulit putih.

“tunggu…..” ujar salah satu suster yang baru saja menghampiri mereka.

“aku baru menyadari sesuatu…….” Lanjutnya.

Susuter-suster yang sedang berkumpul itu menatapnya bersamaan.

“menyadari apa?” Tanya suster yang satu.

“apakah kalian ingat pasien yang bernama Kim Sang Beom? Bukannya kim sang beom itu pangeran korea kan? Yang waktu itu heboh akan di jodohkan dan perjodohannya batal? Lalu muncul lagi berita baru ketika ia mencium seorang wanita di depan para wartawan?” jelas suster itu.

“ne…? jadi…….pasien bernama kim sang beom itu pangeran? Pangeran kim sang beom?” Tanya para suster berdecak kaget.

Suster yang bercerita pun mengangguk.

“kenapa aku tak menyadarinya ya? Aaah padahal itu pangeran” histeris suster berbadan tinggi dan kurus.

“tapi pangeran kau sudah mempunyai kekasih……wanita bernama kim so eun itu”

###

Dengan langkah cepat dan gelisah diliputi rasa khawatir paduka raja dan ratu menuju ruangan kim bum berada. Mereka menemukan hyun joong tengah duduk bersama yoon eun hye.

“hyun joong ! bagaiamana dengan keadaanya?” Tanya paduka khawatir.

Hyun joong menatapnya. “dia belum sadar, tapi setidaknya ia akan merasa lebih baik sekarang” jawab hyun joong mengingat jika so eun sedang berada di dalam.

“cucuku…” lirih sang nenek.

“aku ingin melihatnya…” ujar paduka ratu lalu segera membuka pintu. Namun hyun joong malah mencegahnya.

“bibi tunggu……..” cegah hyun joong. Namun ibu kim bum sudah terlanjur membuka pintu.

Paduka ratu melihat ada seorang perempuan tertidur yang tertidur di samping kim bum, paduka raja, nyonya ratu dan hyun joong pun melihatnya. Ya, kim so eun. Paduka ratu yang melihatnya merasa kasihan dengan anak dan juga wanita yang di cintai anaknya itu.

“ini semua salahku?” gumam paduka raja.

“sebaiknya biarkan saja dulu……kita tunggu sampai kim so eun bangun” pinta hyun joong. Paduka ratu pun mengerti dan segera berbalik, duduk di ruang tunggu bersama yoon eun hye dan nyonya ratu.

“hyun joong, aku ingin bicara denganmu” pinta paduka raja.

“baiklah” jawab hyun joong.

###

Goo hye sun sedang jalan sendirian, ia terus menatap ponsel milik lee min ho. Ia berharap so eun menghubunginya karena dari tadi so eun tak juga mengangkat telponnya seperti biasa. Hye sun kembali khawatir.

“ada apa sih dengannya? Apa ia sama sekali tak merasa khawatir ataupun sedih mengetahui kabar pangeran….? Jika aku bertemu dengamu aku bersumpah akan mengatakan jika kau benar-benar wanita bodoh kim so eun…” kesal hye sun menggertak-gertakan kakinya.

“aku rasa tidak ada orang lain disini selain kau noona, apa kau bicara sendiri?” Tanya seseorang tiba-tiba seraya menghampirinya. Hye sun pun menoleh ke asal suara dan kaget begitu melihat ada lee min ho di sana.

“eh kau…” ujar hye sun.

“bagaimana? Apa temanmu sudah bisa dihubungi?” Tanya min ho.

“kemarin…bisa…tapi sekarang saat aku menghubunginya lagi dia kembali tak mengangkatnya. Aku heran dengan jalan pikirannya” jawab hye sun.

“kau sudah memberitahunya mengenai keadaan pangeran?” Tanya min ho lagi.

Hye sun mengangguk.

“ne…tapi dia tak percaya….ah dasar wanita itu bodoh sekali….masa ia hanya diam disaat lelaki yang ia cintai terbaring lemah di rumah sakit….” Kesal hye sun.

“mungkin dia shock…..” balas min ho.

“ah aku khawatir…..” ujar hye sun.

“oh ya sebenranya tadi aku berniat ingin pergi ke café tempat noona bekerja..tapi ternyata aku malah bertemu denganmu disini” ujar min ho.

“kau ingin bertemu denganku? ada apa?” Tanya hye sun.

“ne…noona sendiri sedang apa disini? Tidak bekerja…?” Tanya min ho.

“aishh jangan panggil noona ! aku berasa tua di panggil begitu….” Tolak hye sun.

“ah maaf…” balas min ho.

“kebetulan hari ini aku libur bekerja…oh ya ada perlu apa memangnya?” Tanya hye sun.

Min ho pun mengeluarkan bungkus kecil dari tas yang ia jinjing.

“ini…”serah min ho.

Hye sun menyernyitkan keningnya.

“bukannya aku harus bertanggung jawab? Aku sudah menepatinya…..ini ponsel untukmu sebagai ganti rugi” jelas min ho.

Hye sun pun mengambilnya, lalu mebuka dus tersebut, mengeluarkan ponselnya dari dalam.

“ini sama percis dengan ponsel milikku dulu…” ujar hye sun.

Min ho hanya tersenyum.

“aku sengaja memilihkan yang sama…..sekali lagi maaf telah membuat ponselmu rusak” ujar min ho.

“ani….aku mengucapkan terimakasih padamu….jadi ini….” hye sun menyerahkan ponsel milik min ho ke pemiliknya. Min ho mengambilnya.

“oh ya bagaimana keadaan pangeran kim bum sekarang? Apa kau sudah tahu?” Tanya hye sun.

“aku belum menjenguknya lagi…aku akan ke sana sekarang. Kau mau ikut?” Tawar min ho.

“baikah….” Jawab hye sun.

###

Paduka ratu begitu sedih, ia menangis tersedu-sedu mengetahui anaknya kecelakaan dan sampai sekarang belum sadarkan diri. Apalagi setelah ia melihat so eun yang tengah tertidur lelap sambil memeluk lengan kim bum.

“kasihan sekali anakku…kim bum…” sedihnya.

Sementara nyonya ratu di bawa pulang ke rumah karena itua terlalu lelah dan sempat shock setelah eun hye bercerita kalo keadaan kim bum benar-benra parah, apalagi belum sadarkan diri.

“sudahlah ratu, tidak usah bersedih. Jika kim bum melihatmu menangis pasti ia tidak senang….” Tenang eun hye.

“eun hye……dia adalah anakku satu-satunya….bagaimana jika ia tak sadar juga?” Tanya paduka ratu.

“ratu jangan begitu….kim bum pasti sadar……” eun hye kembali meyakinkan.

“hiks….hiks…hiks….ini semua salah kami….jika saja dari awal kami tak menjodohkannya tidak akan terjadi hal seperti ini….” ujar paduka ratu.

“aku mengerti. Tapi, ratu lihtakan? Ada wanita yang begitu mencintainya dan akan membuat kim bum semangat agar ia bisa membuka matanya…percayalah…” ujar eun hye seraya memeluk paduka ratu.

“anakku tidak salah telah mencintai wanita itu…” balas paduka ratu.

###

Paduka raja terlihat termenung setelah mendengar penjelasan dari hyun joong mengenai hubungan kim bum dengan kim so eun.

“ini…..salahku..’ ujar paduka.

Hyun joong menatapnya.

“sebenarnya….aku yang telah menyuruh kim so eun menjauh dari kim bum dan pergi dari seoul. Aku mengambil alih apartemen miliknya” jelas paduka.

Hyun joong menatapnya kaget.

“aku bersalah…aku bersumpah perbuatanku ini memang jahat……” paduka menyesali apa yang telah ia perbuat berakibat seperti ini kepada anakanya.

“paman, kau….memang jahat….tapi apa boleh buat? Ini sudah terjadi dan tak bisa diulang lagi….”

“ne aku mengakui itu…..aku akan menyutujui hubungan anakku dengan kim so eun…” ujar paduka.

###

So eun terbangun dari tidurnya. Ia mengucek kedua matanya dan melihat kim bum masih terbaring lemah di sampingnya.

“aku ketiduran ya?” tanyanya pada dii sendiri.

So eun mengangkat kepalanya lalu mencium kening kim bum.

“tidurmu itu nyenyak sekali……..kim beom….” Ujar so eun seraya tersenyum.

Tiba-tiba pintu terbuka, masuklah dokter dan suster ke dalam. So eun membungkukkan badannya dan tersenyum.

“dari tadi kau menemani pasien ini?” Tanya sang dokter.

So eun hanya tersenyum.

“aku akan memeriksa keadaanya, bisakah anda keluar dulu sebentar?” pinta sang dokter.

“baiklah” so eun pun keluar dan memilih duduk di ruang tunggu.

So eun terlihat sedikit pucat karena ia belum makan dari tadi.

Hye sun dan min ho sedang berjalan menuju ruangan dimana pangeran kim bum di rawat.

“ya…..itu…bukannya itu….so eun?” Tanya hye sun. sementara min ho hanya mengikuti arah pandangan hye sun kepada seorang wanita yang sedang duduk lemas sendirian.

“so eun…so eun-ssi…….” Teriak hye sun setelah ia yakin kalau wanita itu benra-benar so eun. Hye sun terlihat girang.

“so eun…”teriaknya sambil lalu kea rah so eun. So eun mendonggakan kepalanya dan ia kaget begitu melihat hye sun.

“hye sun-ah” ucap so eun.

“ya kau….aku kira kau sama sekali tak mendengar ucapanku….ternyata kau kemabli juga….” Ujar hye sun.

“mianhae hye sun-ah” jawab so eun sambil menunduk.

“gawaenchana….yang penting sekarang kau sudah datang…oh ya kau sudah melihat keadaan pangeran?” Tanya hye sun mulai mengecilkan suaranya.

“ne…” jawab so eun lemah.

Tiba-tiba so eun memeluk hye sun.

“hye sun-ah……ini salahku….” Lagi lagi so eun menangis.

Hye sun membalas pelukan so eun. “gwaencahana…ini bukan salah siapa-siapa……” tenang hye sun.

Min ho hanya diam menyaksikan mereka.

“apa yang harus aku lakukan? Sampai saat ini kondisinya belum mengalami perkembangan” ujar so eun mulai melepaskan pelukannya.

Hye sun tersenyum. “berilah semangat untuknya, pasti ia mendengarmu dan merasakan kehadiranmu so eun-ah….percayalah” ujar hye sun.

So eun mengangguk.

Paduka raja dan eun hye datang menghampiri mereka. So eun kaget melihat ada paduka ratu disana.

“kim so eun….kenapa wajahmu pucat sekali? Kau belum makan?” khawatir paduka ratu.

“ah annyeong haseyo paduka ratu…” sapa so eun seraya membungkukan badannya.

Paduka ratu tersenyum.

“gomawo kim so eun…kau sudah menjaga anakku…sana sebaiknya kau beristirahat…eun hye ajak dia makan….” Perintah paduka ratu.

“baiklah…”jawab eun hye.

“oh ya…kalian temannya kim bum?” Tanya paduka ratu pada min ho dan hye sun.

Min ho mengangguk, walaupun sebenarnya ia bukan teman kim bum.

“saya temannya kim so eun…annyeong haseyo paduka ratu” ujar hye sun.

“oh yasudah…kalau begitu eun hye ajak mereka makan…”

###

Paduka raja sedang berada di ruangan kim bum di rawat, ia melihat wajah anaknya dengan sedih. Kim bum masih terbaring lemah dengan alat bantu rumah sakit.

“kim beom…..maafkan ayah….” Sedihnya.

“ayah juga sangat menyayangimu…..ini memang salah….ayah sudah berbuat salah…ayah harap kau bisa memaafkan ayah…” ujar ayahnya.

Tiba-tiba pintu kamar kim bum terbuka. Masuklah so eun. So eun cukup terkejut melihat ada paduka raja disanaa. Paduka raja pun sama halnya dengan so eun.

“ah..mi…mianhae….aku mengganggu” ujar so eun hendak keluar lagi.

“kim so eun…..” panggil paduka.

Mau tak mau so eun pun berbalik.

“ada yang ingin aku bicarakan denganmu !” pintanya.

###

“kau benar-benar mencintai anakku?” Tanya paduka pada so eun.

So eun terdiam sejenak.

“ne….” jawabnya kemudian.

“maaf…maafkan aku……aku sangat jahat dibilang sebagai ayah…” ujar paduka.

So eun menggelang. “aniyo…..anda membuktikan bahwa anda benar-benar menyayangi anak anda….aku mengerti…” balas so eun.

“tapi ini yang terjadi….kim bum jadi seperti ini…aku juga sudah membuat hidupmu menderita…aku meminta maaf…….” Paduka merasa bersalah.

So eun tersenyum. “aku mencintai anakmu….dan aku juga ingin melihatnya bahagia…” ujar so eun. Paduka melihatnya.

“ternyata benar, kim bum tidak salah memilihmu…kau benar-benar memiliki hati yang baik…aku harap kau bersedia untuk aku jodohkan dengan anakku…” ujar paduka sambil senyum.

“ne…?” Tanya so eun.

###

1 minggu kemudian

Paduka ratu sedang mengobrol dengan dokter yang menangani kim bum.

“jadi sebenranya bagaimana dengan keadaannya sekarang dokter?” Tanya paduka ratu.

Dokter tersenyum. “sepertinya semenjak kekasihnya selalu datang dan membacakan cerita untuknya, ada kemajuan dari kondisinya..’ jawab sang dokter.

Paduka ratu tersenyum bahagia mendengarnya.

###

So eun masuk ke kamar kim bum, ia mulai membacakan cerita lagi untuknya.

“kim bum kau tahu? Aku bosan terus-terusan melihatmu tidur” ucap so eun. Ia menyentuh pipi kim bum lalu menatapnya lama. Air mata jatuh lagi membuat baju pasien kim bum sedikit basah. So eu menunduk sambil menangis.

“kim bum mianhae…..aku belum pernah mengatakan ini secara langsung padamu….aku…..aku belum yakin pada saat itu….kim beom-ah…. saranghae….” Ucap so eun dengan nada bergetar.

Tangan kim bum yang di impus itu perlahan bergerak. So eun belum menyadarinya karena ia masih menangis. Dengan sangat susah payah kim bum mencoba untuk membuka kedua matanya. Yang dulunya begitu gelap, sekarang perlahan berkas cahaya mulai masuk dan cukup terang. Mata kim bum pun terbuka walaupun pandangannya sedikit kabur.

“s…ss..sa….rang…hae?” ucap kim bum dengan susah payah dengan mata yang mencoba melirik kea rah so eun.

So eun dengan cepat mendonggakan kepalanya.

“ss..sso eun-ssi….j..jjeong..mal…ssa..rang..hae…” ujar kim bum.

“kim beom-ah…….kau sudah sadar?” so eun langsung memeluk kim bum dengan senang.

“ya bodoh..jangan dulu banyak biacara…aku akan memanggil dokter dan keluargamu” ujar so eun.

###

1 bulan kemudian

Pangeran kim sang beom dan so eun kini sudah resmi menjadi sepasang suami istri setelah mereka menyelesaikan acara pernikahan mereka tadi pagi. Sekarang pun so eun sudah mendapat gelar putri kim. Sekarang kim beom dan so eun sedang berada di dalam kamar.

“aku  merasa aku  masih bermimpi” ujar so eun.

“ini bukan mimpi” balas kim bum seraya melepas kancing kerah kamejanya.

“iya iya ini nyata……” ujar so eun.

“so eun-ah……….” Ujar kim bum seraya menghampiri so eun yang sedang bercermin.

“ne…?” Tanya so eun.

Kim bum melepaskan ikat rambut so eun sehingga rambutnya tergerai.

“ya…apa yang kau lakukan?” Tanya so eun.

“lebih cantik jika tambutmu di gerai seperti ini…..” jawab kim bum dengan senyum evilnya. Ia memeluk so eun dari belakang dan mencium rambut so eun.

“aish kau ini” desis so eun.

Kim bum malah mencium pipi so eun dari belakang.

“kau sudah mandi?” Tanya kim bum.

“belum…yasudah kalau begitu kau dulu yg mandi sana !” perintah so eun.

“kenapa tidak amndi bersama saja?” jail kim bum. So eun mencubit lengannya dengan gemas.

“ya kau ini……..”

“aahh..ah…lepaskan….sakit sekali…” keluh kim bum.

“yasudah lebih baik aku dulu saja yang mandi……” ucap so eun akhirnya dan ia segera menuju ke kamar mandi. Kim bum hanya mengerucutkan bibirnya, tapi akhirnya ia pun tersenyum.

Selama menunggu gilirannya untuk mandi, kim bum pun memilih untuk tiduran di kasurnya. Sebentar ia membuka matanya dan sebentar ia menutup matanya. Tak lama pintu kamar mandi terbuka. So eun keluar dengan handuk kimono yang ia pakai. Rambutnya tampak basah karena habis dicuci.

“lama sekali…dasar wanita…….” Ucap kim bum lalu duduk di tepi kasur.

“a..a.da apa? Melihatku seperti itu?” Tanya so eun.

Kim bum tersenyum evil.

“kau terlihat seksi seperti itu…benar-benar menggodaku…” jail kim bum.

“aish….kau ini…! sudah sana..sebaiknya cepat kau mandi…” suruh so eun seraya menghampiri kim bum dan hendak memberikan handuk biru milik kim bum kepadanya. Namun ketika so eun hendak memberikannya tiba-tiba ia terpeleset sesuatu dan akhirnya menubruk kim bum dan jatuh di atas tubuhnya. So eun Nampak kaget begitu pula dengan kim bum. Tangan so eun menahan tubuhnya di dada kim bum dan kim bum menahan tangan so eun. Rambut so eun yang basah tergerai mengenai wajah kim bum.

“ya yeobo-ya……kau begitu cantik.dan……seksi…….” jail kim bum.

So eun masih melototkan matanya. Kim bum menarik tangan so eun yang tadi ia tahan untuk semakin memperdekat wajahnya dengan senyum evil yang ia miliki. Namun tiba-tiba so eun malah mendorong kepala kim bum dengan tanggnnya dan langsung bangkit berdiri.

“ya…kau ini……..lakukannya nanti saja, setelah kau mandi !!!” perintah so eun lalu pura-pura beralih menuju cermin.

Kim bum tersenyum lucu melihat ekspresi so eun.

“kenapa harus gerogi? Aku kan suamimu….’ Ujar kim bum.

“sudah sanaaa…mandiiiii” so eun melemparkan handuknya pada kim bum, dengan sigap kim bum menangkapnya.

“ne baiklah tuan putri” kim bum pun bergegas ke kamar mandi.

So eun sudah memaki piama sutra yang di berika oleh paduka ratu, ia berbaring di kasur menunggu kim bum yang baru saja selesai mandi.

“ah yeobo-ah..kau sudah menungguku ya dari tadi?tanya kim bum.

“ishhh…aniyo……..aku hanya susah tidur……” jawab so eun.

Kim bum pun ikutan berbaring di sebelah so eun.

“so eun-ah……….aku benar-benar mencintaimu……” ujar kim bum menghadap so eun.

“ne aku tahu…….kau begitu tergila-gila padaku……” balas so eun.

Kim bum  tersenyum. Ia langsung memeluk so eun dan memejamkan matanya.

“disini !” tunjuknya pada bibirnya.

“ya…apa?” Tanya so eun pura-pura tak mengerti.

“cium disini !” manja kim bum masih menutup matanya.

“isshhh……..” so eun pun mencium kim bum, namun so eun malah mencium pipi sebelah kirinya. Kim bum membuka matanya.

“ya kenapa di pipi? aku memintanya di bibir” rengek kim bum.

“kau ini…..yasudah pejamkan lagi matamu !” suruh so eun.

Kim bum kembali memejamkan matanya, namun so eun mengulanginya lagi, ia malah mencium pipi kanan kim bum.

“sudah jangan protes…….tetap pejamkan matamu!” Perintah so eun ketika kim bum hendak membuka matanya. Kim bum hanya bisa menurut. Perlahan-lahan so eun medekati wajah kim bum, dari wajahnya kim bum terlihat senang sekali karena dari tadi bibirnya terus tersenyum. Tinggal 3 cm lagi bibir so eun bertemu dengan bibir kim bum. Kim bum malah membuka matanya dan mengangkat kepalanya sejenak. Lalu malah ia sendiri yang mencium bibir so eun. So eun Nampak kaget Karena yang menciumnya duluan itu adalah kim bum bukan dirinya, so eun juga membuka matanya, kim bum menciumnya sambil tersenyum, namun so eun menikmatinya juga. Sejenak kim bum melepaskan ciuman mereka untuk mengambil nafas. Tanpa waktu 1 menit kini so eun yang menyambarnya lebih dulu, so eun mencium bibir kim bum lebih dalam, membuat sensasi yang berbeda (ya ampun gue yadong ! hha) mereka begitu menikmatinya dan melepaskannya setelah cukup lama.

“aku mencintaimu…sangat mencintaimu…”bisik so eun dengan malu-malu di telinga kim bum.

“sangat mencintaiku? Kalau begitu……………………..” ujar kim bum menggantung. Kim bum langsung menarik selimut menutupi mereka berdua dari ujung kaki sampai kepala.

“ya beom-ah………hahaha”teriak so eun.

“rasakan ini………………hahaha…!!!” balas kim bum.

Mereka malan main-main di balik selimut (ayo mates kita ngintip yukkkkk😛 haha)

END

Hore, akhirnya selesai juga ni ff…ngetik sehrain tangan pegel sampe kriting haha (?) semoga kalian suka ma endingnya ya….jangan lupa komen kalo udah baca. gomawo

60 thoughts on “He is a prince ??? (part 13 final 2/2)

  1. Iiii eoonie Resi ff mu creennnnnn…
    Wlupun ad sdkit unsr Yadoong n tpi seru…….
    Iii eoonie so eun wuaaaaaa…Bum aaa…
    G’ bsa blag ap2 lgi yuly n 2 jmpol ech buat ff k’…….
    Wuaaaaa..yuly tggu ff trbru+jngan lpa tag ea….

  2. Keren. . Keren akhIr’a mereka hidup bAhagIa. . Aq suka happy end. . .
    PengorbAnan kimbum akhIr’a ga sia”. . . .
    Aq tUngGu ff yg lain’a chIngu. . .

  3. Wkwkwkwk nanggung amat ending nya,ahahahaha
    #aliran sesat
    Keren lah dah, unyu unyu amat ff mu..
    Nex yg beby face part 2 y0w..

  4. kerennnnnnnnnnnnnnnnnnn mau lagiiiiiiiiiiii
    wahhhhhhh pas ML nya malah di sensor, padahal udah penasaran nihhhh (dasar reader yadooong)
    buat ff bumsso lagi ea
    oh ea tp coba dec ditambahin gambar2nya pasti lebih menarik ff.nya

    gomawo

  5. Yah adegannya dipotong–” #otak yadong# yeyeye.. BeomSso bersatu!! Tuhkan bnr apa aku blg kim bum kecelakaan paduka raja setuju ama BeomSso :p haha…
    Gomawo ya eon uda tag. Ditunggu ff yg lainnya tp jgn lama-.-

  6. Yeyeyeye !! Bumsso Nikah , Mates !! Huhu sedang apakah gerangan di balik Selimut ?? #reader maknae mulai Yaddong (?) wkkk .. Hihihi uri eonnie emang pinterr deh ahh bkin bahagia para Mates ‘-‘.. Eon Author bkin Squel.ny dong hehe ^^

  7. Yeaayy happy ending, akhirnya paduka rajanya ngerestuin… Kayanya kalo dijadiin drama bagus nih author… Keren abis deh pokonya… Ya elah itu ko di balik selimut malah becanda gitu sih… Author ditunggu lanjutan ff yg laennya ya… Oh iya author bikin after story nya dong…

  8. haaa?? Udah tamat..ya telat (–_-)” bacanya😦
    Heheheheh tapi ngak papa deeh😀
    yg penting baca😀
    Omooo endingnya itu looo hahaha..lucu2 gila kekkekeke

    ayoo buat ff yg lain ya..di tunggu..ditunggu..ditunggu semua FFnya😀

  9. saaaaeeng!!! Eon ati dtng..
    Mian ru bs kmen, ri kmren2 tulalit2 hehe

    huhu awlna sdih.
    Eh pas endingna ni yg pling eon tnggu2 MP na, ko’ ampe sgtu doank sih*haha eon kumat yadongna*

    pi inti na seruuuuuu

  10. Bkin sequelny dong ttg hub. Hyun joong am eun hye *ak ska am couple itu*
    Trs jga hub.taeyeon am jinki, kan rada kcptan t wktu jinki blg ska am taeyeon, pdhl jlas2 jinki msh ska am sso..

  11. annyeong.. new reader here.. salam kenal
    aku rekup semua komenku dr part pertama sampai selesai ya

    aihh.. seru banget. gak nyangka pangeran kerajaan setelah pulang bakal kayak gitu dan sampe kabur pula
    terus gak nyangka aja gitu bisa tahan hidup diem diem tanpa sepengetahuan orang lain
    sso eonnie beruntung banget deh…
    dan untungnya ayah beom oppa kasih restu di akhir cerita… seneng

    great one author🙂

  12. waaah..eonni,keren bgt ff bumsso..
    ak senyum2 gaje sndr wkt bc ni,daebak,t.o.p.b.g.t bwt author.
    bwt ff tntg bumsso lbh bnyk lg ya,
    author,fighting.. ^^

  13. Daebak !!
    happy ending emank yg pling diminati…
    akhirnya, cape banget baca n ngetik ni coment..
    tpi, setimpal dengan rasa puas stelah bca..
    GOOD author ! keep fighting !

  14. Suuukkaaaaa….baaangeeeett endingnyaaa….tp syg, abis nikahnya di cut…kekekek #omeees deh…ketularan author niih….plaaaak..abaikan

    Daebaaaak thooor…seru ceritanya…gaya penulisannya jg suka…

    Terua berkarya chingu…

  15. Wau kren bnget..
    Prsaan jdi cmpur aduk pas bca nya (sedih_pnasaran_senang)

    post lgi ya yg lbih mnegangkan..
    Aq tunggu

  16. haaa apa yg terjadi dibalik selimut kekeke~~~

    hebatnya seorang sso, paduka raja dan ratu rela menahan utk bertemu bum sampe sso bangun hahaha…

    ayah bum akhirnya menyadari kekeliruannya dan sgt gentle meminta maaf pd sso.. dan yg terpenting memberi restu pada bumsso

    daebak ceritanya ringan, menghibur, kocak dan sedihnya dapet bgt…
    gomawo author ♥♥♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s