BABY FACED BODYGUARD PART 1

BABY FACED BODYGUARD PART 1

 

AUTHOR: RR

MAIN CAST: KIM SANG BEOM DAN KIM SO EUN.

OTHER CAST: KIM YOONA, LEE SEUNG GI, JUNG IL WOO, JUNG SO MIN, KIM SOO HYUN, BAEK SUZY.

GENRE: IDK (?)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

Annyeong ini dia part 1 BFB yang gaje haha yaudah dari pada banyak cingcong selamat membaca aja deh

 

Seorang pria sedang memainkan gitarnya dengan lembut. Sedangkan dua orang yang lain sedang ribut bermain game karena yang satu kalah poin dan mendapatkan hukuman. Sementara itu, hanya tersisa seorang pria tampan yang sedang tiduran di sova empuk seraya mendengarkan musik melalui iphone nya yang berwarna hitam.

Sekarang mereka sedang berada di markas tempat biasa ketika mereka latihan band sepulang dari kampus.

“heh seharusnya aku yang menang ! Kau telah berbuat curang !” protes Lee Seung Gi seorang drummer kepada Kim So Hyun yang telah membuatnya kalah.

“kau ini tidak bisa menerima kenyataan, jika kalah ya sudah terima saja hukumannya” ujar so hyun.

“aish . . . . Yasudah apa hukuman untukku?” kesal seung gi.

So hyun menyeringai.

“bagaimana kalau,,,, kau berikan satu pacarmu untukku?” pintanya dengan senyum menantang.

Seung gi malah tertawa mendengarnya.

“hahaha jadi itu yang kau sebut hukuman? Dengan senang hati akan aku berikan, kau ingin yang seperti apa?” tawar seung gi menyombongkan diri.

So hyun nampak berpikir. Tiba-tiba Jung Il Woo menghentikan aktivitasnya bermain gitar lalu menghampiri mereka berdua.

“seung gi kau benar-benar playboy !” ujarnya seraya menepuk pundak seung gi.

“kau ingin mengikuti jejaknya so hyun? Menjadi seorang playboy?” tanya il woo beralih menatap so hyun.

“tidak ada salahnya aku mencoba. Aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya menjadi seorang playboy. Seperti dia !” tunjuk so hyun pada seung gi.

Il woo hanya tersenyum.

“sudah berapa banyak perasaan wanita yang kau sakiti? Apa kau tidak ingin berubah sama sekali seung gi? Atau malah ingin mempengaruhi sahabat-sahabatmu?”tanya il woo.

“ya . . .kenapa kau jadi berceramah padaku? Dia sendiri yang memintanya” seung gi menunjuk so hyun.

“oh ya so hyun kan memang tidak laku, jadinya dia meminta satu pacarku untuknya” ledek seung gi seraya tertawa.

“ya apa kau bilang? Kurang ajar sekali kau” balas so hyun yang hendak menjitak kepala seung gi dengan stick game yang ia pegang.

“sudahlah kalian ini selalu bertengkar” lerai il woo.

“arghh . . . . .kenapa berisik sekali?” kesal pria tampan yang sedari tadi hanya tiduran seraya mendengarkan musik. Ia mengacak rambutnya lalu beranjak berdiri.

“suara kalian menggangguku” ujarnya sambil berjalan dan hendak pergi.

“ya kim bum kau mau kemana?” tanya seung gi.

“pulang” jawabnya singkat lalu kembali berjalan menuju pintu keluar.

Il woo hanya menatapnya saja.

“ya . . .ada apa dengannya?” tanya seung gi.

“entahlah” jawab so hyun mengangkat kedua bahunya.

Kim bum pria tampan itu sudah berada di luar sekarang, saat ini hari sudah malam. Ia mengeluarkan kunci mobilnya untuk membuka pintu mobilnya yang terkunci dan hendak masuk ke dalam. Namun, tiba-tiba tubuhnya di tarik oleh seseorang dan membuat kunci mobilnya terjatuh. Kim bum melihat ada lima orang pria yang sekarang sudah berdiri di hadapannya. Kim bum hanya tersenyum sinis melihatnya.

“ada perlu apa?” tanyanya seraya membuang nafas, malas.

“aku harus memberikan pelajaran untukmu ! Gara-gara kau pacarku memutuskanku !” ucap salah satu pria itu dengan nada tinggi.

“bukan salahku jika pacarmu memutuskanmu”jawab kim bum enteng.

“apa kau bilang?” gertak pemuda itu emosi.

“huh. . . .aku sedang tidak ingin berkelahi sekarang ! Lebih baik kalian pergi saja” perintah kim bum dan berbalik menuju mobilnya dan hendak mengambil kunci yang terjatuh tadi.

“sombong sekali kau!” pria itu menarik jaket kim bum dan menghajar wajahnya. Bibir kim bum sedikit berdarah. Kim bum menatap pria-pria itu dengan tajam.

“sudah ku bilang aku sedang tidak ingin berkelahi !” ujar kim bum masih dingin namun nadanya sedikit meninggi.

Tapi,  lima pria itu malah kembali menghajar kim bum bersama-sama. Kali ini ia tidak bisa diam saja setelah di hajar dengan tidak sopan. Emosi kim bum memuncak, ia mengelap darah dari sudut bibirnya lalu menghajar balik pria-pria yang sudah menghajarnya barusan.

“argh . . . . . .” kim bum menghajar, menendang, dan meninju 5 pria itu sendirian. Kim bum berhasil melumpuhkan semuanya dan mereka semua terjuntai di jalan. Sekarang kim bum sudah benar-benar lelah dan wajahnya babak belur. Ia hendak mencari kunci mobilnya yang terjatuh, tapi tiba-tiba 3 pria itu masih bisa berdiri dan hendak ingin menghajarnya lagi.

“argh . . . .sial” kim bum tak juga menemukan kunci mobilnya.

Karena tak mau ambil resiko kim bum pun memilih untuk melarikan diri dari 3 orang itu meninggalkan mobilnya di sana. Secepat mungkin kim bum berlari untuk menghindar.

“hey jangan lari kau !” teriak mereka seraya mengejar kim bum.

###

 

Seorang wanita sedang berjalan sendirian di malam hari seperti ini seraya membawa kantong kresek berisi makanan di ke dua tangannya.

“lumayan berat juga” ujarnya.

“tapi aku harus cepat-cepat, eonni dari tadi sudah menunggu untuk makan malam” ujarnya pada diri sendiri sambil mempercepat langkahnya. Ya, wanita itu bernama Kim So Eun. Jalanan cukup gelap dan sepi, hanya di terangi beberapa lampu lampion di sekitar jalanan. Ketika ia sedang terburu-buru, ia melihat seorang pria tengah berlari dengan cepat dari arah yang berlawanan dengannya. So eun berhenti sejenak lalu memiringkan kepalanya dan memicingkan matanya untuk melihat dengan jelas ada apa dengan orang itu. Dan sekarang benar-benar jelas, orang itu berlari semakin dekat ke arahnya. So eun mengedarkan pandangannya ke semua arah.

“huh? Ada apa?” tanyanya bingung pada diri sendiri dan tidak peduli, ia kembali melanjutkan langkahnya.

Namun tak disangka, tiba-tiba orang yang seperti berlari di kejar sesuatu itu malah menariknya dan mendorongnya hingga menyentuh tembok.

“aw. . .” lirih so eun, ia hendak menendang orang itu karena takut akan melakukan yang macam-macam. Tapi orang itu malah memeluk so eun dengan posisi seperti mereka sedang melakukan sebuah ciuman. Sontak saja so eun semakin kaget, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, dua kantung keresek yang ia pegang jatuh ke bawah begitu saja. Suara deru nafas yang tidak teratur dan detak jantung orang itu sampai terasa dan terdengar oleh so eun. So eun hanya bisa diam dan jantungnya juga berdetak lebih cepat.

“untuk sebentar saja, bantu aku” pinta orang itu dengan suara pelan. So eun hanya diam dan mengangguk.

Disisi lain, tiga orang pria berlari kebingungan mencari seseorang, mereka bertiga menghentikan langkahnya tepat di dekat so eun dan orang itu yang tengah berpelukan.

“argh kemana dia lari?” kesal pria tinggi berbadan kurus seraya mengedarkan pandangannya.

“dia sudah melarikan diri ! Licik sekali” kesal pria yang satunya lagi.

“argh aku tidak akan memaafkannya !” pria yang di putuskan oleh pacarnya itu menendang sesuatu dengan kesal.

Matanya berhenti saat melihat dua orang pria dan wanita yang sedang berpelukan.

“cih . . . . Tidak adakah tempat lain untuk melakukan hal seperti itu?”cibirnya.

“hey ayo lebih baik kita cari lagi dia !” perintahnya, dan mereka bertiga pun kembali pergi.

So eun dan orang itu masih berpelukan sampai ketiga orang itu benar-benar pergi. Setelah yakin mereka sudah pergi akhirnya orang itu melepaskan pelukannya dari so eun. So eun masih shock dengan kejadian ini.

Orang itu cukup merintih kesakitan dan menyentuh sudut bibirnya yang terluka, namun so eun tak bisa melihat dengan jelas rupa wajah orang itu karena hari begitu gelap dan cahaya lampu lampion cukup redup.

“mereka sudah pergi. Terimakasih” ujarnya lalu segera pergi meninggalkan so eun yang masih mematung. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan membuat ingatannya menjadi pulih sepenuhnya. So eun sadar dari tadi ia hanya terdiam. Ia mengangkat ponselnya dan kembali memungut dua kantong keresek yang terjatuh tadi, namun ia melihat sesuatu di sana. Sebuah jam tangan, yang mungkin milik pria tadi. So eun pun memungutnya.

###

 

“so eun, kenapa lama sekali?” tanya eonninya Kim Yoona ketika so eun baru saja pulang.

“ah aniya eonni, hanya saja tadi ada sedikit masalah” jawab so eun pura-pura.

“oh yasudah kalau begitu, kemarikan makanannya ! Akan aku pasak dulu” ujar yoona. So eun pun menyerahkan dua kantong kresek itu kepada kakaknya.

“oh ya kau mau makan apa? Biar eon buatkan” tanya yoona.

“terserah eon saja, aku mau ke kamar dulu” so eun pun segera menuju kamarnya. Sementara yoona menuju dapur untuk mulai memasak.

Sesampainya di kamar, so eun langsung duduk di tepi kasurnya. Ia memegangi dadanya sendiri.

“aish eotteohke? Kenapa jantungku berdetak seperti ini?” tanya so eun pada dirinya sendiri.

So eun masih belum bisa melupakan pelukan tiba-tiba yang hangat dari pria yang tak ia kenal sama sekali tadi. So eun mengeluarkan jam tangan milik pria tadi yang ia simpan di saku bajunya.

“bagaimana aku harus mengembalikannya? Wajahnya saja pun aku tak tahu” ujar so eun bingung.

Ia merasakan kembali jantungnya yang berdetak dengan hebat.

“argh mana mungkin aku menyukainya?” kesal so eun seraya menghela nafas.

Ia pun memilih berbaring di kasur seraya memperhatikan arloji hitam yang ia pegang. Tiba-tiba kakaknya berteriak.

“so eun-ah, makanan sudah siap !” teriaknya.

“ne…”so eun balas berteriak lalu beranjak dari kasur, ia menyimpan arloji itu di laci mejanya. Lalu segera menghampiri kakaknya yang sudah menyiapkan makanan.

###

 

Kim bum duduk menghadap ayah dan ibunya. Wajah kim bum lebam-lebam dan terlihat begitu menyakitkan. Sang ibu sungguh khawatir melihat kondisi wajah anaknya yang tampan itu.

“selalu saja begini ! Setiap pulang kuliah wajahmu selalu penuh dengan luka ! Apakah wajahmu sudah kebal dengan pukulan dan tinjuan orang?” tanya ayahnya.

Kim bum masih diam, bibirnya terasa sakit saat ingin ia gerakan. Kim bum tidak bisa bicara apa-apa.

“lihatlah ! Sudah berapa sering wajahmu itu terluka. Apa kau ingin wajahmu menjadi rusak hanya karena berkelahi terus? Sudah berkali-kali kau pergi ke dokter tapi kau terus mengulangnya lagi. Apakah itu tidak sakit? Berkelahi sampai begini?” ujar sang ayah.

Kim bum masih diam seraya menahan sakit, bukan keinginannya sendiri untuk berkelahi seperti tadi.

“beom-ah ibu mohon jangan berkelahi lagi, ibu sangat khawatir melihat kondisimu yang terus saja begini” ujar sang ibu prihatin.

“sepertinya benar, kau harus ikut dengan kami ke Hongkong” ujar ayahnya yang membuat kim bum kaget.

“abbeoji~” kata kim bum.

“hanya ini yang dapat membuat agar kau tak lagi berkelahi, bukan begitu?” tanya sang ayah pada kim bum.

“tapi abbeoji . . . . .”tolak kim bum.

“oh atau kau memilih agar ayah mencarikan seorang bodyguard saja? Begitu?” tanya ayahnya lagi.

Kim bum menatap ayahnya, mau tak mau ia harus mengambil keputusan agar ia tak pergi bersama mereka ke Hongkong. Tapi tidak dengan cara mencarikannya seorang bodyguard.

“bukannya disini ada pak Lee? Dia bisa mengawasiku dan menjagaku” ujar kim bum.

“apakah itu dapat di percaya? Sementara pak Lee akan sangat sibuk mengurus perusahaan ayah di Seoul. Ayah akan memberikannya banyak tugas dan dia tidak bisa mengawasimu. Jadi jika kau tidak ingin pergi ke Hongkong, ayah akan mencari seorang bodyguard untukmu” jelas ayahnya.

Kim bum menatap ayahnya lalu menghela nafas.

“yasudah terserah ayah saja” jawabnya lalu pergi ke kamar.

###

 

“ayo ayo….yang semangat !” teriak so eun pada anak-anak yang ia latih.

“gerakanmu yoo bin….benarkan gerakan tendanganmu ! lihat aku seperti ini…” teriak so eun seraya mencontohkan bagaimana gerakan tendangan yang baik pada yoo bin. Yoo bin dengan sigap melihatnya.

“waaaaahhhh eonni ! kau hebat !” yoo bin bertepuk tangan.

“ayo coba lakukan? Bukannya kau ingin mengikuti lomba taekwondo nanti?” Tanya so eun.

“hmmm…”yoo bin mengangguk dan mulai mempraktikan apa yang so eun contohkan padanya.

So eun pun bergegas untuk mengambil minum, cukup melelahkan memang melatih anak-anak dalam bela diri taekwondo. Butuh kesabaran untuknya. Ketika ia sedang duduk tiba-tiba ji bin seorang anak laki-laki berumur 8 tahun menghampirinya.

“eonni…….” Panggilnya.

“ne ada apa ji bin?” Tanya so eun ramah.

“eonni…kenapa kau malah melatih taekwondo? Eonni ini kan seorang perempuan yang cantik….” Ujar ji bin polos.

So eun tersenyum dan mengacak rambut ji bin.

“ji bin…kalau begitu kenapa kau memilih untuk masuk kemari dan berlatih taekwondo bersama eonni, bukannya kau masih kecil?” Tanya balik so eun.

“aku ingin menjadi jagoan eonni…..” jawab ji bin semangat. So eun tersenyum mendengarnya.

“kalau begitu…eonni juga ingin menjadi jagoan…..” ujar so eun.

“ya eonni….tunggu aku 20 tahun lagi ya ! aku akan menjaga eonni dari orang yang akan mengganggumu….” Ujar ji bin lalu mencium pipi so eun sebelah kiri. Ji bin langsung lari begitu saja menghampiri anak-anak lain yang sedang berlatih.

“dasar anak kecil” ujar so eun sambil tersenyum.

So eun pun kembali menghampiri anak-anak latihnya. Sampai saat ini so eun melatih sekitar 30 anak membantu pak Park melatih taewondo. So eun senang sekali banyak peminat untuk bela diri ini.

“baiklah kita mulai lagi….ketika aku memberi aba-aba satu dan seterusnya…..gerakan kaki kalian lalu tendang ya….! Ayo….1……2….lebih power lagi ya….3….4….5…..lebih keras lagi…….” Teriak so eun.

Anak-anak yang ia latih pun menuruti perintah so eun.

###

 

Jung il woo menghentikan motornya di jauh toko buku. Sebelum ia berngakat menuju kampus, il woo menyempatkan diri ke took buku karena ada sesuatu yang lupa ia beli, apalagi ini menyangkut tugas yang di berikan oleh Choi sosengnim. Il woo berjalan di sekitar trotoar lalu masuk ke dalam toko buku itu. Setelah mendapat buku yang ia cari, il woo pun keluar sambil melihat-lihat jalanan di sekitarnya. Di sebrang toko buku yang baru saja ia masuki itu, il woo melihat sebuah ruangan yang cukup besar dengan kaca besar transfaran dan membuat aktivitas orang-orang disana terlihat. Il woo melihat anak-anak yang sedang berlatih taekwondo dengan semangat dan melihat pula seorang wanita dan lelaki cukup tua sedang melatih anak-anak itu. Sejenak il woo memperhatikannya terutama pada wanita di sebrang itu. Tak sadar il woo tersenyum melihatnya, apalagi melihat wanita itu begitu bersemangat melatih anak-anak disana.  Tiba-tiba ponselnya berdering, ada telpon masuk lee seung gi agar ia cepat-cepat menuju kampus. Il woo pun segera menuju motornya dan melajukannya.

###

 

Kim bum berjalan di sekitar koridor kampus menuju kelasnya. Semua mahasiswa disana memperhatikannya karena wajahnya yang lebam dan biru-biru seperti itu, tapi kim bum cuek melihatnya, ia tak peduli, apalagi setelah para yeoja begitu histeris melihat keadaanya sekarang.

“kim beom-ah~~~” teriak seseorang seraya menghampirinya. Orang itu langsung merangkul lengan kim bum.

“ya….apa yang kau lakukan?” kesal kim bum seraya melepaskan tangan baek suzy yang bergelayutan di lengannya.

“beom-ssi…..ada apa dengan wajahmu? Kau berkelahi lagi?” Tanya suzy kaget setelah melihat wajah kim bum yang lebam.

“cih….bukan urusanmu !” jawabnya dingin lalu pergi meninggalkan suzy.

“ya…..beom-ah……..” teriak suzy.

“iiih kenapa dia cuek sekali padaku….apa yang kurang dariku?” kesal suzy.

Kim bum masuk ke dalam kelasnya, semua teman-temannya kaget melihat kondisi kim bum yang tidak baik. Kim bum langsung duduk di kursinya.

“beom-ah……kau berkelahi lagi?”Tanya seung gi.

Kim bum diam dan hanya menatap wajah seung gi dengan datar.

“ya…”jawabnya.

“kenapa kau tak meminta bantuan padaku? Siapa yang menghajarmu? akan aku patahkan tulangnya” ujar soo hyun.

“huh….sayangnya aku tak kenal siapa mereka” jawab kim bum enteng.

“kenapa mereka menghajarmu?” Tanya seung gi.

“seperti biasa, hanya masalah sepele” jawab kim bum.

“bukannya kemarin kau baik-baik saja?” Tanya il woo yang baru saja datang. Ia duduk di kursi di dekat kim bum, seung gi, dan soo hyun.

“5 orang menghadangku dan menghajarku tiba-tiba” jawab kim bum malas.

Il woo hanya mengangguk mengerti.

“sialan……dan gara-gara itu, ayahku akan berbuat sesuatu” kesal kim bum.

Mereka bertiga menatap kim bum secara bersamaan.

###

 

Yoona menutup butiknya karena hari sudah gelap.

“eonni….aku duluan…..selamat malam” ujar jung so min lalu pulang.

“ne….hati-hati di jalan ya” pesan yoona.

So min mengangguk dan tersenyum, lalu ia pun pergi mendahului yoona.

Sesudahnya yoona menutup butik, ia pun berjalan untuk segera pulang. Saat ia sedang berjalan tiba-tiba ada yang berteriak memanggilnya.

“eonni….ya eonni tunggu aku !” teriak seseorang seraya berlari menghampirinya.

Yoona menoleh ke asal suara dan mendapat so eun tengah berlari menghampirinya.

“so eun…kenapa kau ada disini?’ Tanya yoona heran.

“aku kira eonni belum pulang, makanya aku kemari. Ternyata butik sudah tutup” jawab so eun. Mereka kini sedang berjalan pulang bersama.

“tumben jam segini kau baru pulang melatih?” Tanya yoona.

“ne..tadi tuan lee memintaku untuk membantunya terlebih dahulu. Makanya aku pulang agak telat” jawab so eun.

“oh….kau belum makan?” Tanya yoona.

“belum” jawab so eun.

“yasudah kalau begitu kita lebih baik makan dulu” yoona mengajak so eun menuju warung sup ikan di pinggir jalan.

Ketika mereka sedang makan, tak sengaja so eun mendenggar pembicaraan dua orang lelaki di dekat tempat duduknya dan kakaknya.

“pekerjaan? Seorang bodyguard?” gumam so eun pelan seraya menatap kakaknya.

Ketika kedua pria itu sudah pergi, baru so eun menghampiri meja tempat kedua pria tadi. So eun mengambil selembar selebaran disana yang menunjukan dibutuhkan seorang boduguard untuk menjaga seorang anak pemilik perusahaan Hyundai. So eun tersenyum membacanya.

“eonni lihat ini? bukannya ini kesempatan bagus untukku?” Tanya so eun.

“tapi so eun-ah…..ini akan menjadi pekerjaan berat dan beresiko…….” Ujar kakaknya.

“eonni………lihatlah…! Bayarannya sangat besar….bukankah ini kabar bagus? Aku bisa kuliah kalau begitu” so eun berusaha membujuk kakaknya.

Yoona mengambil selebaran yang di pegang so eun itu, lalu membacanya.

“tapi umurmu itu masih 20 tahun….dan kau lihat….disini ditulis kalau yang dibutuhkan adalah seorang pria kekar dan memiliki usia antara 25-30 tahun” ujar kakaknya.

So eun merebut kertasnya lagi.

“tidak eonni, disini tertulis seorang wanita atau pria Jadi apa salahnya jika aku mencoba menjadi seorang bodyguard?” ucap so eun.

“ne……tapi umurmu kan masih 20 tahun…tidak…tidak boleh” tolak kakaknya.

“kalau begitu bagaimana kalau aku memalsukan identitasku? Bukannya umurmu itu 26 tahun eonni? Aku bisa menggunakan identitsamu agar aku bisa di terima” ujar so eun seraya tersenyum, berusaha membujuk kakaknya.

“so eun-ah………” yoona jadi kesal.

“eonni…..bayarannya sangat besar !!” goda so eun.

“tapi itu akan masuk dalam kategori penipuan” balas yoona.

“tenang saja,,,,serahkan semuanya padaku” ujar so eun.

“yasudah….terserah kau saja…….” Akhirnya yoona pasrah.

“ah eonni……..aku menyayangimu !” so eun memeluk kakaknya.

“ya aku tahu itu” balas yoona.

###

 

Ayah kim bum sedang berada di ruangannya sekarang. Tiba-tiba pak  mengetuk pintu.

“tuan ada yang ingin bertemu denganmu” ujar pak lee.

“siapa?” Tanya ayah kim bum.

“calon bodyguard tuan muda tuan” jawan pak lee.

“yasudah…suruh dia masuk”

Pak lee pun menyuruh orang tersebut masuk. Setelah itu pak lee pun keluar dari ruangan tuan kim.

Kini orang itu duduk di hadapan ayah kim bum.

“siapa namamu?” Tanya ayah kim bum.

“joneun Kim So Eun imnida…….” Jawab so eun seraya tersenyum.

“bisa aku melihat kartu identitsamu?’ pinta ayah kim bum. So eun pun menyerahkannya.

“bukannya namamu kim so eun? Tapi kenapa disini tertera kim yoona?” Tanya ayah kim bum heran.

Detak jantung so eun mulai tak karuan, ia takut akan ketahuan.

“aku sudah mengganti namaku menjadi kim so eun” jawab so eun setenang mungkin.

“dan umurku 26 tahun” lanjutnya.

Ayah kim bum melihat wajah so eun, dan ia terlihat percaya.

“kau yakin ingin menjadi bodyguard anakku? Kau seorang perempuan” ujar ayah kim bum pada perempuan di hadapannya yang ternyata adalah so eun.

“aku bisa di percaya. Aku  sudah beberapa kali memenangkan pertandingan taekwondo, dan tahun kemarin aku meraih juara nasional taekwondo, sejak kecil aku suka berlatih bela diri. Aku bisa menjadi bodyguard anakmu tuan” jawab so eun.

“kau yakin bisa mengawasi anakku?” tanyanya lagi.

So eun mengangguk.

“yasudah kalau begitu, besok kau datang lagi kemari….aku akan memberitahu besok mengenai ini pada anakku….mulai besok kau sudah resmi menjadi bodyguard anakku” jelas ayah kim bum. Senyum mengembang di bibir so eun.

“kamsahamnida…..jeongmal kamsahamnida” ujar so eun.

Setelah itu, so eun pun keluar dari ruangan tuan kim dengan perasaan senang.

Kim bum baru saja pulang, ia melihat ada seorang wanita yang ak ia kenla baru saja keluar dari ruangan ayahnya.

“siapa dia?” Tanya kim bum pada diri sendiri.

Tapi ia tak dapat melihat wajahnya karena wanita itu membelakangi dan tak menyadari keberadaanya. Wanita itu pun pergi.

 

~TBC~

please leave comment…..don’t copy without permission

37 thoughts on “BABY FACED BODYGUARD PART 1

  1. wah,, wahh
    kereenn first partnyaa,, mungkn gk kim bum sering dikeroyok gra2 pacarnya org lain malah ngelirik kim bum,,, haha
    gk sbar lihat part 2nya,,
    next part sya akan komen lgi author ^^

  2. Ooooww…pertemuan yg sgt berkesan bwt Sso…jgn2 Sso lgsg jth cinta sm org asing…
    Omooo…Bum tiba2 dihajar tanpa tau salah nya apa…apa Bum uda ngerebut yeojachingunya org itu?
    penasaran sungguh…

  3. Anyeong..
    saya tertarik dengan naskahnya..
    btw, ini ide pribadi,ya??
    #soalnya saya cariin dimana2 ndak ada..hehehe..
    padahal penasaran banget klo emang ada filmnya.. pengen nonton..😉

  4. Anyeong..
    saya tertarik dengan naskahnya..
    btw, ini ide pribadi,ya??
    #soalnya saya cariin dimana2 ndak ada..hehehe..
    padahal penasaran banget klo emang ada filmnya.. pengen nonton..😉
    Balas

  5. Wah wah wah so eun hebat juga hhheeee. so eun keceplosan nybut nama tuh hahha😀 gimana nanti so eun jdi bodyguard kimbum ya –‘ so eun wanita tangguh hoho

  6. pertemuan pertama tak disangka lewat pelukan hihihi sso langsung berdebar gitu, jatuh cinta pada pelukan pertama ya sso hihi

    itu kartu identitasnya tanpa foto ya, jd bisa dipake ama sso dan sso lulus dengan mudahnya … yeay petualangan dimulai

  7. Cakeep~ bodyguard kan biasanya namja ya? Kali ini makhluk seimut Sso yg jd bodyguardnya!! Gmna ekspresi Bum pas tau Sso yg jd bodyguardnya yaa? Jgn2 malah diledekkin mati2an nih. Atau mgkn dia tersepona eh, terpesona sama bodyguard imutnya? Haha. Next yaa Res~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s