Must married !? andwae ! (OS)

Must merried !? andwae ! (OS)

Annyeong readers tercinta haha, aku kembali bawa OS gaje, yaudah gak banyak cingcong langsung baca aja !

 

Author: Resi R ( shin ni rin )

Main cast : Kim Sang Beom dan Kim So Eun

Other cast : Jung Il Woo, Lee Min Ho, Jang Geun Seok, Iam Yoon Ah, Kim So Il (ayah so eun), Cha Eun Hae (ibu so eun), Kim Sang Gun (ayah kim bum), Park Ah Ra (ibu kim bum)

Genre: comedy and rimance

Rating: 30 PG

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

 

“ya….! Andwae …….! Sekarang giliranku yang tidur di atas ! kau tidur di sova saja !” suruh seorang wanita bertubuh kecil kepada sosok pria tampan yang ada di hadapannya. Pria itu nampak terkejut dan mengangkat tangannya serta merta menunjuk wajah wanita yang ada di hadapannya dengan jari telunjuknya.

“ya….kau….seharusnya sekarang giliranku yang tidur di atas…sana…!” tolak pria itu mentah-mentah seraya sedikit menggibas-gibaskan tangannya pertanda jika wanita itu harus menyingkir dari kasurnya.

“mwoya??? Kemarin giliranmu, dan sekarang giliranmu juga?” sewot wanita itu tak terima.

“heh? Benarkah?” pria itu mengerutkan keningnya lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“aish……kau itu menyebalkan sekali ! sudah sana kau yang menyingkir..tidur di sova saja !” wanita itu melempar bantal ke arah si pria, dengan sigap si pria pun menangkapnya.

“iiisssh kepada suami galak sekali ! lebih baik aku tidur di bawah saja bersama dengan televisi dari pada disini” pria itu pun melangkah pergi keluar kamar.

“memangnya siapa yang ingin memiliki suami sepertimu….ishhh sial….” Gerutu wanita itu.

Flash back

Seorang wanita cantik dengan dress selutut baru saja tiba di rumahnya, ia datang dengan perasaan kesal dan campur aduk karena di kampus ada kejadian yang benar-benar membuatnya malu dan marah. Ketika menuju jalan pulang sebuah mobil melaju cukup kencang dan mencipratkan air kotor ke arahnya sehingga bajunya basah dan kotor. Saat masuk, ia dikejutkan dengan ibu dan ayahnya yang sudah siap berdiri di depan pintu.

“kyaaa….kalian ! mengagetkan saja !” ujar wanita itu dengan kesalnya.

“ya so eun-si……ada kabar gembira dari eomma dan appa…..” ujar sang ibu dengan ekspresi bahagia. Sang ayah ikut-ikutan tersenyum penuh arti.

“ada apa?” Tanya wanita yang bernama kim so eun itu seraya berjalan lalu duduk di kursi ruang tamu.

“kenapa dengan bajumu?” Tanya ibunya yang baru sadar jika baju so eun kotor dan basah.

“tidak apa-apa, sudah lanjutkan saja” pinta so eun.

“kau tahu tidak teman ayah?” Tanya eommanya sambil ikut duduk di sebelah so eun.

“kim sang gun ahjeossi? Teman ayah?” Tanya so eun acuk tak acuh.

“betul sekali sso-ah, teman ayah yang sudah menjadi orang sukses !” jawab ayahnya bangga.

“memangnya ada apa?” Tanya so eun.

“begini……..dulu ketika ayah dan sang gun masih SMA, kami berjanji akan menjodohkan anak kami jika sudah menikah nantinya….karena persahabatan kami begitu kuat jadi kami masih berhubungan sampai sekarang…dan janji itu haruslah ditepati…bukan begitu sayang?” Tanya kim so il ayah so eun kepada sang istri dengan senyum penuh arti.

Cha eun hae ibu so eun pun ikut tersenyum dan menyikut lengan so eun, anak satu-satunya.

“jangan bilang jika kalian ingin menjodohkanku?” Tanya so eun dengan pandangan yang bolak balik menatap ibu dan ayahnya.

“anakku memang pintar……” balas ayahnya.

“mwooooo?” teriak so eun. “jadi kalian akan menjodohkanku dengan anak kim sang gun ahjeossi ? andawe andwae..!” teriak so eun tak terima sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ya kau ini bodoh sekali so eun…..teman ayahmu ini sangat baik dan dia orang kaya ! beruntung dia ingin menjodohkan anaknya denganmu? Bukankah kita akan ikut terkenal” ujar ibunya sambil membayangkan jika nantinya mereka akan ikut terkenal seraya memegang kedua pipinya.

“aish…kalian ini ! anak kalian sendiri di permainkan dan menjadi korban !” kesal so eun.

“ini juga demi kebaikanmu so eun….beruntung sekali jika nantinya kau menikah dengan anaknya sang gun…….dari dulu ia benar-benar ingin menjodohkan anaknya dengan anak ayah yang cantik ini…dan ini sudah menjadi janji kami….tidak boleh dilanggar…”jelas sang ayah.

So eun menatap ayahnya seraya mengkerutkan keningnya.

“andwae……………!” teriak so eun tepat di depan wajah ayahnya. So eun mengerucutkan bibirnya.

“walaupun kau mengatakan tidak, tapi pernikahan kalian akan tetap di laksanakan karena teman ayahmu sudah menyiapkan semuanya” ujar sang ibu.

“kalian ini…….kenapa setuju sebelum bertanya padaku terlebih dahulu…kalian menyebalkan !” teriak so eun dengan kesal. Cukup untuk hari ini. di kampus maupun di rumah orang-orang sudah membuatnya sangat kesal.

So eun bangkit berdiri dan langsung berlalu menuju kamarnya.

Sementara ayah dan ibunya hanya tertawa cekikikan melihat ekspresi anaknya ini.

###

Tiga orang pria tampan sedang berada di sebuah restoran klasik. Salah satu di antara mereka hanya mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada meja.

“ya kim beom ! kau kenapa? Wajahmu sangat menyeramkan sekali !” ujar il woo seraya menatap pria tampan bernama lengakap kim sang beom itu dengan heran.

“aku benar-benar kesal hari ini…dan ini karena si bodoh !” jawab kim bum.

“kim so eun maksudmu?” Tanya min ho menyernyitkan kening.

“ya….siapa lagi kalau bukan dia…” jawab kim bum yang kini meminum jusnya, lalu meletakannya kembali.

“memangnya apa yang terjadi dengan kalian berdua?” Tanya il woo.

“memalukan ! benar-benar memalukan ! cih…..” jawab kim bum.

Il woo dan min ho terlihat penasaran dengan lanjutan jawaban kim bum.

“saat di perpustakaan dia menjatuhkan banyak buku yang sudah tersimpan rapi di lemari…dan sialnya buku-buku itu menimpuk kepalaku dan semua orang menatapku tajam. Penjaga perpus memarahiku habis-habisan dan menyuruhku untuk membereskan semua buku itu seperti semula…….dan si bodoh malah kabur…!” jelas kim bum seraya membayangkan kejadian tadi siang di kampus.

“lalu apa yang kau lakukan dengan kim so eun itu?” Tanya min ho.

Kim bum sedikit tersenyum sinis.

“sudahlah tidak perlu dibahas, memikirkannya saja sudah mebuat selera makanku hilang” ujar kim bum.

“oh ya beom-ah….katanya besok yoona akan pulang dari paris…kau akan menjemputnya?” Tanya il woo.

“tentu saja…” jawab kim bum.

“kau masih mengincar yoona ya? Atau yoona yang mengincarmu?” Tanya min ho.

“kauu…..!” balas kim bum.

“benar-benar hebat…!” ujar il woo seraya mengacungi jempolnya.

###

So eun meregangkan tubuhnya saat sinar matahari cukup menyilaukan matanya. Pagi yang cukup cerah sudah tiba dan membuat so eun terbangun dari tidurnya. Dengan langkah tergopoh-gopoh karena matanya masih merem melek so eun pun segera bergegas ke kamar mandi.

Tak lama ia sudah berpakaian dengan lengakap dan terlihat cantik dengan dress warna biru yang ia gunakan.

Ia pun menuju ruang makan untuk menemui ayah dan ibunya yang sudah siap dengan makanan.

“cantiknya anak ayah……” puji ayahnya tak seperti biasa.

So eun melihat dengan tatapan aneh kepada ayahnya.

“tentu saja, anak kita yang akan menikah dengan anak sang gun sangat cantik…pasti anaknya akan langsung menyukai anak kita…” ujar ibunya tak kalah ngeksis.

“ayah ibu, bisa tidak pagi-pagi begini tak usah membicarakan itu? Menyebalkan” ujar so eun seraya mengunyah makanannya.

Ayah dan ibunya hanya saling pandang seraya tersenyum lalu ikut makan juga.

—————-

So eun melangkahkan kakinya dengan wajah sebal jika mengingat perkataan kedua orang tuanya yang terlalu menggodanya.

“apa-apaan sih mereka itu? Kenapa aku yang harus menjadi korban? Menikah dengan anak kim sang gun ahjeossi….aku saja belum tahu anaknya yang mana, dan aku ini masih muda…apa aku harus menikah muda…tidak mungkin tidak tidak tidak..aku tidak mau……” so eun terus berbicara tak jelas sendirian sampai sebuah motor sport berwarna putih berhenti di depannya.

So eun sedikit memiringkan kepalanya.

“butuh tumpangan?” Tanya seorang pria tampan sambil membuka helm yang menutupi kepalanya.

“geun seok oppa?” keget so eun.

Geun seok tersenyum melihat gadis yang ada dihadapannya itu.

“ayo cepat….naiklah !” suruh geun seok. So eun hanya menurut dan ia pun naik ke motor geun seok. Di dalam hati so eun bersorak senang karena jang geun seok seniornya di kampus mengajaknya untuk berangkat bersama.

###

Kim bum baru saja keluar dari mobilnya dan melihat so eun yang biasa ia panggil dengan si bodoh datang bersama geun seok. Kim bum menatapnya sebentar lalu tak peduli dan kembali berjalan menuju kelasnya.

“ternyata si bodoh bisa bersama seorang pria keren juga” batin kim bum.

————–

saat waktu istirahat tiba, di kelas masih tersisa dua orang mahasiswa.

“kau tidak ingin meminta maaf kepadaku? Setelah kabur begitu saja?” Tanya kim bum pada so eun yang hendak keluar kelas.

So eun menoleh dan menatap kim bum tajam.

“aku merasa tak punya salah apa-apa” jawab so eun polos.

“kau ini pura-pura bodoh atau memang bodoh? Saat di perpustakaan kemarin kau lari dan aku yang jadi kena hukumnya ! kau tahu itu? Kau harus meminta maaf !” ujar kim bum seraya mendekati so eun.

“mwo? Lalu kalau begitu juga aku ingin kau meminta maaf kepadaku setelah kau membuat semua bajuku kotor dan basah akibat mobilmu itu” balas so eun.

“itu pantas aku lakukan untukmu sebagai balasan dariku…dan sekarang kau harus meminta maaf….cepat !sebelum aku melakukan sesuatu di luar dugaanmu !”paksa kim bum.

“tidak…..tidak akan….aku tidak akan meminta maaf……menyebalakn.” jawab so eun lalu secepat mungkin pergi meninggalkan kim  bum yang sendirian di dalam kelas.

Kim bum tersenyum sinis. “bodoh…sampai kapan pun kau memang tetap bodoh” gumam kim bum

Sepulang kuliah, kim bum langsung melesat menuju bandara incheon. Sebentar lagi pesawat yang ditumpangi yoona akan segera take off. Kim bum sudah menanti saat-saat ini terlebih ia sangat menanti kepulangan yoona dari paris. Tak lama pintu kedatangan dari luar negeri pun di buka, kim bum mencari-cari sosok yoona dari sekumpulan orang-orang yang baru tiba. Tiba-tiba seorang wanita cantik melambai-lambaikan tangannya ke arah kim bum seraya tersenyum dan menenteng sebuah koper. Kim bum juga ikut tersenyum lalu menghampirinya.

“selamat datang di korea “ ujar kim bum sambil tersenyum.

Yoona langsung memeluk kim bum lalu melepasnya kembali.

“aku merindukanmu” balas yoona.

“yasudah kalau begitu aku antar kau pulang” pinta kim bum yang beralih menggusur koper milik yoona. Yoona tersenyum dan berjalan di sampingnya.

“apa menunggu lama?” Tanya yoona.

“tidak…tidak sebanding saat menunggumu yang masih berada di paris” jawab kim bum seraya membukakan pintu mobil untuk yoona. Yoona pun maauk dan kim bum memasukan kopernya ke bagian mobil paling belakang. Lalu ia sendiri masuk dan mulai menyalakan mesin mobilnya.

“bisakah kita jalan-jalan sebentar beom-ah? Aku masih ingin melepas rindu denganmu !” pinta yoona.

“apa kau tidak merasa lelah?” Tanya kim beom.

“aniyo…hanya sebentar…” jawab yoona.

“baiklah kalua begitu….” Kim bum pun menancap gas.

###

“oppa terimakasih sudah mengantarku…” ucap so eun pada geun seok saat ia sudah sampai di depan rumahnya karena diantar oleh sang senior yang sudah lama ia sukai.

“tidak apa-apa…..besok aku jemput bagaimana?” Tanya geun seok.

“ah…mmm…apa tidak merepotkan?” Tanya so eun.

“aniyo…malahan aku senang” ujar geun seok sambil tersenyum.

So eun mengangguk. “yasudah…besok aku tunggu…….” Jawab so eun.

“kalau begitu aku pulang dulu….” Geun seok kembali memakai helmnya dan mulai menancap gas untuk pergi. Sementara so eun hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. “hati-hati…….” So eun tersenyum bahagia, ternyata selama ini yang ia pikirkan tentang geun seok oppa tidaklah yang seburuk ia kira. Geun seok oppa perhatian juga padanya, ini seperti mimpi. Tanpa so eun sadari, cha eun hae sang ibu mengintipnya dari balik jendela. Setelah itu, so eun pun melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.

Ia kaget karena ‘lagi-lagi’ mendapati ibunya sudah berada tepat di depan pintu.

“ya…eomma ! apa yang sedang kau lakukan?” kaget so eun.

Eommanya malah menatap so eun dengan tatapan bertanya-tanya.

“ah aku lelah ingin tidur” ucap so eun berusaha menghindar.

“ya so eun-ssi tunggu” cegah ibunya.

“lelaki yang tadi itu siapa?” Tanya sang ibu menyelidik.

“ya ibu…dia hanya seniorku di kampus….dan hanya mengantarku pulang saja” jawab so eun.

“tapi kelihatannya kalian begitu akrab ya?” Tanya sang ibu.

“sudah kubilang, geun seok oppa hanya seniorku” jawabnya lalu langsung menuju kamar, so eun tidak ingin diintrogasi lebih lanjut oleh ibunya yang aneh itu.

Tak lama kim so il datang menghampiri sang istri.

“ada apa?” tanyanya.

“sepertinya kita harus mempercepat rencana pernikahan so eun” jawab sang istri.

“itu akan lebih baik, anak kita akan menikah………”ujar ayahnya senang.

“ne…karena tadi aku melihat so eun di antar oleh seorang pria…”lapor sang istri.

“benarkah?” kaget kim so il.

###

Selesai jalan-jalan dan mengantar yoona pulang, kim bum pun kembali ke rumahnya. Tak seperti biasa, sekarang ayah dan ibunya ada di rumah. Mereka menyambut kim bum dengan senyuman.

“ayah…ibu..” ujar kim bum.

“beom-ah…kau dari mana ? kenapa baru pulang?” Tanya sang ibu.

“aku baru bertemu dengan temanku” jawab kim bum sedikit berdusta.

“oh….ada yang ingin kami bicarakan’ ujar ayahnya.

————

“mwoya………..? dijodohkan? Dengan anak kim so il ahjeossi?” kaget kim bum setelah mendengar penjelasan ayah dan ibunya.

“benar, kami akan menjodohkanmu dengan putri teman ayah” tambah ayahnya.

“andwae appa, aku tidak mau ! kenapa harus ada janji seperti itu segala…” tolak kim bum mentah-mentah.

“kim beom….jangan buat ayah dan ibu malu dengan kim so il ahjeossi..dia teman baik ayah dari kecil…..kau harus menuruti permintaan kami” paksa ayahnya.

Kim bum terdiam dan tak bisa berkata apa-apa lagi.

“besok bersiap-siaplah….kau akan bertemu dengan mereka….” Ujar ayahnya.

“tapi appa aku sudah menyukai wanita lain…….” kim bum masih berusaha menolak.

Kedua orang tuanya saling pandang.

“menyukai wanita lain?” ulang sang ibu.

Kim bum mengangguk.

“beom-ah…….kau menyayangi ayah dan ibu kan? Dari dulu kau tidak pernah menolak perintah dari kami…” ujar ayahnya kecewa.

Kim bum diam, karena ia memang sangat patuh dengan kedua orang tuanya.

###

Ponsel kim bum berdering, ada telpon yang masuk dari seorang yeoja.

“ne…yeoboseyo”

“….”

“yoona mianhae….sepertinya hari ini aku tidak bisa”

“…..”

“aku ada urusan, bagaimana kalau lain kali saja?”

“…..”

“aku akan menghubungimu lagi nanti”

“…”

“baiklah kalau begitu”

“….”

Klik, sambungan telpon ditutup

“aish apa yang harus aku katakan pada yoona jika aku di jodohkan?” Tanya kim bum bingung.

“beom-ah………kau sudah siap?” teriak ibunya.

“cih…”kim bum berdecak pelan.

“ne eomma…….”balasnya.

###

Kim so eun bersama ayah dan ibunya datang mengunjungi sebuah restoran terkenal. Teman ayahnya so eun yang memintanya untuk datang. Ibu so eun tak henti-hentinya berdecak kagum melihat arsitektur restoran yang mewah ini.

“eomma……..apakah harus secepat ini?” Tanya so eun tak terima.

“tentu saja……” jawab ibunya.

“ah menyebalkan !” gerutu so eun.

“sayang….itu dia kim sang gun” ujar kim so il pada istri dan anaknya.

“ah benar, ayo so eun bersikaplah yang sopan” pinta sang ibu seraya membetulkan bajunya. So eun hanya mengerucutkan bibirnya.

Dilihatnya dari jauh tampak kim sang gun ahjeossi bersama istrinya, lalu seorang pria dengan rambut hitam dan jas hitam yang ia kenakan menghadap ke arah yang bersebrangan dengan so eun.

“bagaimana ini? aku harap anaknya tidak seburuk yang aku pikirkan” batin so eun.

————

“ah itu dia kim so il sudah datang” ujar kim sang gun pada istrinya. Kim bum ikut menoleh ke belakang, ia melihat seorang wanita bertubuh kecil yang sedang menundukkan badannya mengenakan gaun pink selutut dan rambut yang terurai.

“sepertinya anak kim so il ahjeossi tidak seburuk yang aku pikirkan” batin kim bum sama seperti yang so eun pikirkan. Kim bum memalingkan mukanya lagi.

“kim beom ayo berdiri…” perintah ayahnya, kim bum hanya menurut.

Kim so il, cha eun hae istrinya dan anaknya kini sudah berdiri di samping mereka. So eun mengangkat  wajahnya dan betapa kagetnya ia melihat pria yang ada dihadapannya sekarang. So eun membulatkan matanya dan menepuk-nepuk pipinya. Kim bum juga nampak kaget di butanya. “si bodoh?” Tanya kim bum dalam hati, karena sekarang ‘si bodoh’ terlihat berbeda dengan dandanannnya yang seperti ini.

“sepertinya aku sedang berhalusinasi” ujar so eun. Cha eun hae sang ibu hanya tersenyum malu lalu menyikut lengan anaknya dan membuat so eun kembali ke alam nyata.

“mwoo? Kau………….” Keget so eun seraya menatap kim bum tak percaya.

“kau si bodoh?” kim bum ikutan kaget.

Kedua orang tua mereka saling pandang.

“kalian sudah saling mengenal? Bahkan kami belum sempat memperkenalkan kalian satu sama lain” ujar kim sang gun.

So eun merutuki dirinya sendiri begitu pula kim bum yang mennganggap bahwa setiap pertemuannya dengan so eun ini adalah kesialan.

“kalau begitu kita duduk dulu…” tawar kim sang gun. Semua pun duduk termasuk kim bum dan so eun.

Kim bum terlihat menghela nafasnya. “kenapa harus sial sekali” gumamnya.

“sepertinya tak perlu lama-lama memberitahukannya kepada kalian tentang masalah ini…benarkan so il?” Tanya sang gun seraya tersenyum.

“hahaha benar sekali, terlebih anak kita sudah saling mengenal sebelumnya” balasnya sambil tertawa.

“kami memang sekelas di kampus” tambah kim bum dengan nada mencibir menatap so eun.

“yasudah tak perlu dibahas kalian sudah saling mengenal satu sama lain dimana dan sejauh mana…yang penting yang harus kalian ketahui kalau dalam 1 minggu ini kalian akan segera menikah” pengumuman dari kim sang gun ayahnya kim bum itu membuat kedua makhluk ini tercekat, seakan mereka ingin terjun ke jurang saat ini juga.

“m…m…minggu ini? menikah?” kaget mereka berdua bersamaan.

“benar,,,,,dan lusa adalah hari pertunangan kalian” lanjut ayah kim bum.

So eun menelan ludahnya. “aku harus menikah dengan lelaki ini? andwae…”teriaknya dalam hati.

“harus menikah?” Tanya kim bum.

“ya…..kalian setuju kan?’ Tanya sang gun.

“aku…………” hampir saja so eun akan menjawab menolak namun tiba-tiba kim bum memotong pembicaraanya.

“tentu saja, aku setuju-setuju saja…..” jawab kim bum. So eun melototkan matanya. Apa yang dia katakan pikir so eun. Kim bum melihat ke arah so eun seakan tatapannya itu menyiratkan sesuatu yang meremehkan.

————-

“ya kau……….apa yang kau katakan tadi itu?” Tanya so eun.

“jangan salah faham, aku terpaksa melakukannya !” jawab kim bum.

“tapi kenapa kau harus bilang setuju…ah kau ini…” kesal so eun.

“lalu apa yang harus kita lakukan? Jika kita menolak juga kita akan tetap menikah. Lagi pula aku ini anak yang sangat hormat dan penurut dengan orang tuaku” balas kim bum.

“ishh tapi setidaknya ada usaha sedikit……..” ujar so eun seraya memajukan bibirnya.

“tatap saja kau itu bodoh dan bodoh……kau akan tetap menikah denganku tapi aku tidak akan pernah tertarik padamu…….!” Ujar kim bum menatap ke arah  so eun.

“siapa bilang aku juga tertarik padamu huh?” Tanya balik so eun.

“kita tetap menikah tapi kau bebas memiliki kekasih dan aku juga, ini hanya sebagai status saja, lagi pula aku juga tahu kau menyukai senior itu kan? Tenang saja aku juga sudah memiliki seorang wanita yang lebih apapun darimu” ujar kim bum.

“ya……….”bentak so eun.

“sepertinya kalian semakin akrab” ujar ibu kim bum yang datang tiba-tiba dengan ibunya so eun. So eun dan kim bum cukup kaget lalu tersenyum.

“tentu saja eomma…….” Dusta kim bum seraya tersenyum palsu.

“heeeehehehe” so eun hanya nyengir.

###

“il woo-ah…apa kau merasa ada yang berbeda dengan kim beom? Aku rasa dia jadi berubah” ujar min ho pada il woo ketika mereka sedang duduk berdua di kantin.

“ternyata kau juga berfikiran sama denganku, aku pikir hanya aku saja yang merasa jika kim bum berubah….setiap kali kita ajak bertemu atau main ia selalu menolak…ada apa yaaa?” heran il woo.

“entahlah….dan sepertinya dia juga agak lebih tertutup” tebak minho.

Il woo hanya angguk-angguk saja. “hmmmm”

————

Jang geun seok memperhatikan so eun yang baru saja keluar dari kelasnya. Geun seok pun menghampirinya.

“so eun-ah….”ujarnya seraya tersenyum.

“oppa?” kaget so eun.

“aku menunggumu, ayo aku akan mengantarmu pulang” ajak geun seok.

Sebenarnya so eun sangat ingin jika geun seok mengantarnya pulang, tapi ia ingat dengan ancaman ibunya yang selalu menunggunya di depan pintu rumah ketika ia pulang. Dengan berat hati so eun pun menolaknya.

“oppa, mianhae….hari ini aku ada perlu….mungkin lain kali saja…” tolak so eun sehalus mungkin.

Tak lama, seorang pria tampan dan keren keluar dari kelas yang sama dengan so eun. Ya, pria itu kim sang beom. Ia melewati so eun dan geun seok. Sekilas kim bum menatap tajam mata so eun dan membuatnya brigidik ngeri.

“oh ada perlu ya?” Tanya geun seok.

“ne…” so eun cepat-cepat mengangguk. “kalau begitu aku duluan oppa, annyeong !”

Geun seok hanya memperhatikan punggung so eun yang berlari-lari kecil menjauhinya.

“aneh sekali, setiap aku mengajaknya berangkat dan pulang bersama ia selalu menolak…tidak seperti biasanya” gumam geun seok.

———

So eun langsung masuk ke dalam mobil lotus berwarna hitam yang sudah menunggunya. Si pemilik mobil menatapnya.

“ya…lama sekali ! urusanmu dengan senior itu sudah selesai?” Tanya pria yang ternyata kim bum itu dengan nada memojokkan.

“ne….terpaksa aku menolak ajakannya’ jawab so eun sedih.

“aish……….aku tidak bisa membayangkan jika nantinya kau menjadi istriku” ujar kim bum sedikit mengejek.

“ya…!” bentak so eun.

“orang tua kita sudah menunggu di butik ! kita harus segera kesana memilih baju untuk hari pertunangan dan hari pernikahan kita” ujar kim bum.

So eun hanya mengerucutkan bibirnya.

Belum sempat menancap gas tiba-tiba ponsel milik kim bum bordering. Kim bum pun merogohnya yang tersimpan di saku celana lalu mengangkat telpon masuk yang ternyata dari yoona. Yoona memintanya untuk bertemu hari ini namun kim bum menolaknya dengan sangat berat hati.

So eun   menatap kim bum yang baru saja mematikan ponselnya.

“dari kekasihmu?” Tanya so eun.

Kim bum mengangguk.

###

Hari pertunangan pun tiba, tak ada yang tahu mengenai hal ini termasuk teman-teman kim bum il woo dan min ho, yoona dan geun seok pun tak tahu menahu soal pertunangan antara so eun dan kim bum. Mereka terlihat seperti tak ada sesuatu di antara mereka. Sekarang kedua cincin perak itu sudah terpasang manis di jari tengah masing-masing. Namun selama kuliah so eun maupun kim bum sama sekali tak memakainya.

 

1 minggu kemudian

Hari pernikahan antara so eun dan kim bum pun akan segera di mulai, so eun tampak sedang dirias. So eun melihat bayanganya sendiri di cermin.

“andwae…hari ini aku akan menikah…dengan lelaki menyebalkan itu…….ah menyebalkan..kalian menyebalkan……….” Batin so eun.

“nah nona sudah selesai…lihatlah ! anda terlihat sangat cantik…” puji sang penata rias pada so eun. So eun tersenyum miris melihatnya.

Kim bum menunggu pengantin wanita di depan altar gereja, semua yang hadir hanya sebatas dari keluarga mereka saja, tanpa teman dan sebagainya karena ini keinginan so eun dan kim bum agara pernikahan mereka dilaksanakan secara privat saja, tanpa pesta yang berlebihan.

Tak lama so eun datang diiringi dengan kim so il sang ayah yang menuntun so eun menuju kim bum yang sudah siap menunggu di depan altar.

“benarkah? Aku akan menikah dengan si bodoh?” batin kim bum lalu membalikkan badannya melihat pengantin wanita.

Entah apa yang datang di pikirannya, kim bum cukup terpana melihat penampilan so eun yang berbeda dari biasnya. So eun sangat cantik hari ini.

“benarkah itu dia?” tanyanya pada diri sendiri.

“ternyata dia memang tak seburuk yang aku pikirkan” batinnya, namun kim bum berusaha menepisnya jauh-jauh. “apa yang aku pikirkan?”

Kini kim bum dan so eun sudah berdiri menghadap pendeta yang akan membimbing mereka mengikrarkan janji suci. So eun dan kim bum kelihatan sama-sama gugup, apalagi mereka sama sekali tak saling menyukai  bahkan mencintai. Janji suci ini mereka permainkan….dan mereka hianati. Mereka berharap waktu berhenti sekarang juga.

Setelah mereka saling menyebut janji suci, semua yang hadir pun menyambut dengan bahagia.

Dengan ragu kim bum memasukan cincin perak itu ke jari telunjuk so eun, begitu pun sebaliknya.

Semua yang hadir memita mereka untuk melakukan adegan yang ditunggu-tunggu. Semua berteriak.

“cium….cium…cium…..!” pinta mereka. So eun hanya senyum mesem-mesem saja, tak mungkin dirinya dengan kim bum berciuman.

Tapi anehnya kenapa kim bum ingin melakukannya. Kim bum mendekati wajah so eun perlahan dan cukup membuat so eun terkejut dan matanya melotot. Kim bum memegang kedua pundak so eun dengan tangannya. Jantung so eun saat ini benar-benar tidak karuan. Saat wajah kim bum semakin dekat, so eun pun memejamkan kedua matanya, tidak mau tahu dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tinggal beberapa cm lagi bibir mereka akan bersentuhan tiba-tiba kim bum mengalihkan bibirnya dan pada akhirnya bibir kim bum hanya menyentuh pipi so eun. So eun cukup lega merasakan jika pipinya yang terasa di sentuh sesuatu bukan bibirnya. Kim bum hanya mencium pipi so eun.

Semua  yang hadir pun bertepuk tangan menyaksikannya termasuk kedua orang tua mereka.

###

Malam sudah tiba, so eun dan kim bum langsung di antar ke sebuah rumah pemberian kedua orang tua mereka oleh orang suruhan ayahnya kim bum. Sesampainya di rumah sederhana  mereka, aura yang tak mengenakan kembali muncul.

“sepertinya kau senang dicium olehku” ujar kim bum seraya melepas kancing kerah bajunya.

“mwo? Aku bahkan berharap kau tidak melakukannya !”balas so eun seraya mendelik kesal ke arah kim bum.

“tapi sayangnya aku sedang ingin melakukannya tadi….”jawab kim bum.

“mwo? Ya…………” teriak so eun.

“sudah aku lelah ingin tidur !” ujar kim bum lalu berjalan mencari kamar di rumah baru mereka. So eun hanya memanyunkan bibirnya pertanda kesal.

“kenapa harus langsung tinggal berdua seperti ini…ah mereka benar-benar sengaja ingin menjebakku dengan pria tak tahu diri itu” gerutu so eun.

So eun melihat-lihat rumah sederhana mereka, rumah ini kecil pikir so eun. Kakinya terasa pegal dan so eun lelah, ia juga ingin segera tidur. So eun mencari sebuah kamar di rumah ini. dan sial hanya terdapat satu kamar.

“apa? Mereka benar-benar ingin menjebakku dengan kim bum” ujar so eun.

So eun pun masuk ke dalam kamar itu, dan ia melihat kim bum sedang membuka kemeja yang ia kenakan.

“aaaaaaaaaa……” teriak so eun seraya menutup pintunya lagi. Kim bum terkejut dan cepat-cepat memakai baju tidurnya lalu ia pun membuka pintu untuk menceramahi so eun yang masuk begitu saja.

“hey kau……..! kenapa tidak ketuk dulu pintunya?” Tanya kim bum marah.

“m.m..mianhae…aku tidak tahu” jawab so eun memberanikan melihat kim bum.

“lalu, ada apa kau kemari?” Tanya kim bum.

“beom-ah…….di sini hanya ada satu kamar….”ujar so eun.

Kim bum menyernyitkan keningnya.

“lalu? Apa urusannya denganku?” Tanya balik kim bum.

“ya jadi aku harus tidur dimana?” Tanya so eun dengan nada sedikit dianaikan.

“itu urusanmu…..yang penting sekarang aku yang tidur di kamar, terserah kau ingin tidur dimana..” jawab kim bum cuek.

“ya….kau tega sekali !” kesal so eun.

“lalu apa yang harus aku lakukan hah?” Tanya kim bum.

“aku…aku yang tidur di kamar…kau yang tidur di luar…” ujar so eun.

“mwo? Tidak bisa…..sana kau tidur ruang televisi saja !” perintah kim bum.

“tidak mau….disana gelap…aku takut “ rengek so eun.

“aish merepotkan sekali…….yasudah sana kau tidur di kursi saja……!” perintah kim bum seraya menunjuk kursi empuk di dalam kamar itu, kursi empuk di dekat jendela.

“mwoya….? Kau…..tidak….seharusnya kau yang tidur di kursi…tega sekali dengan wanita !” tolak so eun.

“tidak…sudah sana!” kim bum langsung membaringkan tubuhnya di kasur dan menarik selimut.

“aku janji besok giliranmu yang tidur di kasur” ujar kim bum.

“aishhh…..” So eun pun hanya bisa pasrah. so eun pun membaringkan tubunya di kursi empuk di dekat kasur yang hanya ada satu itu.

End flash back

###

sudah sekitar dua minggu mereka tinggal bersama di rumah pemberian kedua orang tua mereka, dan kemarin adalah giliran so eun yang tidur di kasur.

So eun terbangun dari tidurnya, ia sedikit mengucek matanya dan segera bangkit untuk duduk. Perlahan ia mulai melangkah dan mendengar suara televisi yang masih menyala. Dilihatnya kim bum masih tertidur lelap dengan tubuh yang meringkuk kedinginan. So eun melihatnya lalu menghampirinya.

“aish bodoh…jadi dari kemarin televisinya tak dimatikan” gerutu so eun lalu meraih remote dan menekan tombol off, televisipun mati.

So eun kembali menatap kim bum, pria yang menyebalkan baginya. So eun pun kembali menuju kamarnya dan mengambil selimut untuk ia pakaikan (?) pada kim bum. So eun pun menyelimuti tubuh kim bum dengan selimut itu. Kim bum sedikit mengerang, namun so eun tak peduli dan ia malah bergegas ke kamar mandi, hari ini karena kuliah libur ia ada janji dengan geun seok oppa.

###

So eun melangkahkan kakinya menuju café yang sudah di beritahu oleh geun seok. Ia tersenyum bahagia dan jantungnya berdetak tak karuan. Ketika sudah sampai, dilihatnya geun seok oppa melambaikan tangannya ke arah so eun. Senyum so eun semakin mengambang, ia pun menghampiri geun seok yang sudah menunggu dan duduk.

“mianhae…apa aku terlambat?” Tanya so eun.

“aniyo…hanya 5 menit” jawab geun seok. So eun hanya tersenyum.

“oh ya tumben sekali, apa ada yang ingin oppa bicarakan denganku?” Tanya so eun, jantungnya benar-benar tak bisa di ajak kerja sama sekarang.

“so eun-ssi…….ada yang ingin aku bicarakan dan ini adalah hal yang serius…” ujar geun seok setelah ia mengghela nafas.

“ne?” Tanya so eun.

“sudah lama aku menyukaimu” ujar geun seok to the point.

So eun membulatkan matanya tak percaya. Ternyata geun seok oppa juga menyukainya, sama seperti dirinya yang dari dulu menganguminya.

“bagiku ini sudah terlalu lama untuk menunggu, jadi bagaimana? kau menerimaku atau tidak?” Tanya geun seok.

So eun sedikit terdiam, ia bingung, apa yang harus ia katakan, terlebih ia sendiri juga sudah menikah sebenarnya, apakah so eun harus menerima geun seok sekarang, atau menceritakan terlebih dahulu kepada suaminya kim bum yang sebenarnya juga memiliki seorang kekasih.

So eun tersenyum kikuk. “oppa, beri aku waktu…” ujar so eun.

###

So eun pulang dengan perasaan yang benar-benar bahagia. Ia melihat kim bum yang sedang asik menonton televisi. So eun langsung duduk di sebelahnya seraya senyum-senyum tak jelas.

“ya…ada apa denganmu?” Tanya kim bum aneh.

“beom-ah…….hari ini aku benar-benar senang……..” ujar so eun girang.

“issh aneh sekali…” balas kim bum.

“aku ingin curhat padamu ya?” tawar so eun.

“memangnya ada apa?” Tanya kim bum malas.

So eun pun menceritakan tentang geun seok yang menembaknya tadi siang itu dengan wajah berbinar-binar sementara kim bum hanya menanggapinya dengan malas.

“jadi hanya itu?” Tanya kim bum.

So eun mengangguk.

“jadi bagaimana menurutmu? Apakah aku harus menerimanya saja?” Tanya so eun.

“ya…kenapa harus bertanya padaku? Itukan urusanmu !”ujar kim bum dingin lalu berlalu ke kamarnya.

“aish dia itu….” Kesal so eun.

————–

Sore hari, kim bum ada janji dengan yoona, yoona mengajaknya bertemu hari ini. kim bum pun menjemput yoona ke rumahnya. Tak lama yoona datang dan langsung masuk ke dalam mobil kim bum. Kim bum tersenyum.

“kita mau kemana sekarang?” Tanya kim bum.

“kebetulan aku ingin ke tempat bermain, bagaimana?” tawar yoona.

“baiklah” kim bum pun menancap gas menuju lotte world.

Disana mereka bermain dengan puas, tertawa dan sebagainya. Ketika kim bum pergi ke toilet, tak sengaja ia mendengar percakapan seseorang lewat telpon yang menyebut-nyebut nama kim so eun. Kim bum penasaran mendengarnya.

“ya…….tadi aku sudah mengajaknya bertemu”

“….”

“tenang saja, aku yakin gadis bodoh itu sudah menyukaiku sejak lama…dan dia terlihat begitu percaya ketika mendengar kata-kataku…”

“…..”

“tapi dia belum menerimaku juga”

“….”

“yah sampai kapanpun aku tak akan memaafkan kedua orang tuanya yang telah menyebabkan orang tuaku meninggal karena kecelakaan. Aku akan membalaskan dendamku pada kim so eun”

“…”

“tenang…aku tahu kim so eun itu wanita bodoh ! apakah actingku ini terlalu bagus ya sehingga ia dengan mudah percaya dengan kata-kataku tadi hahahaha………”

“…”

“baikah baiklah….aku tahu….mana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatanku untuk balas dendam”

Mendengar itu kim bum terkejut, apalagi setelah ia tahu pemilik suara itu adalah geun seok. Kim bum benar-benar tak terima, ia marah….hatinya panas setelah mendengar bahwa geun seok hanya mempermainkan so eun. Tak lama geun seok pun keluar dari toilet itu dan berpapasan dengan kim bum. Kim bum menatapnya tajam dan tanpa aba-aba langsung menghajar wajah geun seok sekuat tenaga. Geun seok tercekat mendapat pukulan dari kim bum, sudut bibirnya sedikit berdarah. Geun seok menatap kim bum heran.

“kauuuuuuu……….jangan sekali-kali mengganggu so eun !” bentak kim bum.

Geun seok sedikit tersentak “apa yang kau lakukan?” Tanya geun seok dengan bentakan juga.

“aku tidak akan membiarkanmu menyakiti so eun ! ingat itu !!!!” kim bum pun pergi meninggalkan geun seok sambil mengepalkan tangannya. Sementara geun seok tersenyum sinis seraya meraba ujung bibirnya yang berdarah.

———–

Kim bum berjalan begitu cepat, ia tak lagi mengingat yoona yang sedang duduk menunggunya. Kim bum melewatinya begitu saja. Yoona merasa heran.

“beom-ah” panggil yoona seraya mengejar langkahnya. Kim bum menoleh.

“yoona aku lelah, kau bisa kan pulang naik taksi?” Tanya kim bum lalu masuk ke dalam mobilnya.

Yoona terdiam “ada apa dengannya?” pikirnya.

Mobil kim bum pun segera melaju.

“ya beom-ah !!!” teriak yoona.

###

Setalah sampai ke rumah, kim bum mendapati so eun sedang menerima telpon. Kim bum menghampirinya dan langsung merebut ponsel yang menempel (?) di telinnga so eun lalu mematikannya.

“ya apa yang kau lakukan?” bentak so eun langsung berdiri mengahadap kim bum.

Kim bum menatap so eun.

“kau tahu tadi aku sedang berbicara dengan siapa?” Tanya so eun dengan tatapan tajam.

“ya…so eun-ah…jangan menerimanya…jangan terima dia !” perintah kim bum.

“mwo…….?” Kaget so eun.

“sudah ku bilang kau jangan menerima pria bejad itu !” bentak kim bum, suarannya semakin meninggi.

“apa yang kau katakana? Jangan seenaknya menghina geun seok oppa” balas so eun tak kalah sengit.

“ya…..! kau ini terlalu bodoh untuk ia bohongi…kau tidak tahu bagaimana ia sebenarnya !” jelas kim bum. “pokoknya kau jangan terima dia !kau tidak boleh menerimanya !” paksa kim bum.

“ya sejak kapan kau ikut campur?” bentak so eun. “yang lebih tahu banyak tentang dia itu aku bukan kau !” balas so eun.

“tapi kau tidak tahu apa motif laki-laki itu sebenarnya, dia bukan pria baik, dia pria bejad, dia berusaha menipumu !” balas kim bum berusaha meyakinkan.

“jangan seenaknya biacara !geun seok oppa itu lebih baik, dia sangat perhatian padaku, berbeda sekali denganmu….jangan menuduhnya sembarangan !” bentak so eun.

“apa yang harus aku lakukan agar kau percaya hah?” Tanya kim bum.

“aku tidak perlu per………………….” Tiba-tiba mulut so eun terkunci karena bibir kim bum menyambarnya dengan cepat. So eun benar-benar terkejut dan membulatkan matanya. Kim bum mencium bibirnya. So eun mendorong bahu kim bum segera.

So eun menatap kim bum tak percaya.

“apakah ini sudah cukup membuatmu percaya?” Tanya kim bum masih emosi.

So eun terdiam.

###

Sejak saat kejadian itu, entah kenapa persaan kim bum kepada yoona pun semakin menghilang. Apalagi setelah sadar jika ia ternyata peduli kepada so eun, istrinya sendiri. Setelah kejadian waktu itu membuat mereka berdua tak berbicara satu sama lain, tak ada pertengakaran seperti biasanya untuk memperebutkan kasur atau sebagainya. Kim bum sendiri bingung dengan perasaanya sendiri yang selalu khawatir dengan so eun, takut geun seok akan melakukan sesuatu pada so eun.

Di kampus, so eun berniat ingin menemui geun seok. Ia akan menjawab pernyataan geun seok waktu itu. Saat so eun hendak menuju kelas geun seok, tak sengaja ia mendengar pembicaraan seseorang yang ia kenal. So eun pun sedikit menguping. Dan betapa terkejutnya ia setelah tahu jika obrolan itu adalah antara geun seok dengan temannya. Membicarakan tentang dirinya. So eun benar-benar terkejut. Benar apa yang di katakan kim bum bahwa geun seok itu pria bejad dan hanya menipunya, geun seok hanya ingin membalas dendam padanya. So eun benar-benar tak bisa menahan tangis. Ia menangis dan berlari dari sana. Saat berlari tak sengaja so eun menabrak tubuh seorang pria, belum sempat so eun mendonggakan kepalanya pria itu langsung memeluknya.

“sudah aku katakana dia itu memang pria bejad !” ujar lelaki itu yang ternyata kim bum. So eun menangis di dada kim bum. Kim bum masih memeluknya.

“mianhae…mianhae aku tak percaya kata-katamu !’ ujar so eun.

###

 

Malam hari

Malam ini seharusnya giliran kim bum yang tidur di kasur. Namun kim bum malah meminta so eun agar ia yang tidur di kasur dan lebih baik ia tidur di kursi.

“sudah….seharusnya kau cepat tidur !” perintah kim bum pada so eun.

So eun menatap kim bum. “ya…bukannya sekarang giliranmu yang tidur di kasur. Lebih baik aku saja yang tidur di kursi…..”tolak so eun seraya mendorong kim bum untuk duduk di kasur.

“tidak……seharusnya kau saja yang tidur di kasur, aku bisa tidur di kursi sambil menonton televisi…” tolak kim bum.

“aneh sekali, dulu kita memperebutkan untuk tidur nyaman di kasur, tapi sekarang malah ribut menperebutkan siapa yang tidur di kursi….” Ujar so eun seraya tertawa kecil

Kim bum menatapnya. “kau sudah merasa baikan?” Tanya kim bum.

So eun mengangguk.”untuk apa aku bersedih hanya karena memikirkannya, masih banyak lelaki yang lebih baik di dunia ini” jawab so eun. Kim bum tersenyum.

“sudah so eun-ah….cepat kau tidur disini !” perintah kim bum seraya mengambil bantal dan hendak keluar.

“baiklah, tapi tunggu !” tahan so eun. Kim bum menoleh.

“perjanjian harus tetap ditepati, bagaimana pun juga sekarang adalah giliranmu. Jadi lebih baik kau dan aku tidur sama-sama disini saja” ujar so eun.

“ne?” Tanya kim bum.

“tapi tenang…kita buat pembatas…….guling ini sebagai pembatas…” ujar so eun.

Akhirnya mereka pun tidur di ranjang yang sama, guling menjadi pembatas antara mereka walaupun mereka sebenarnya sudah resmi menjadi sepasang suami istri.

Jam dinding sudah menunjukan pukul 11 malam, namun kim bum masih belum bisa tidur juga. Berbeda dengan so eun yang sudah tertidur dengan nyenyak, sepertinya. Kim bbum yang tadinya tidur membelakangi so eun mengubah posisinya untuk mengahadap so eun. Wajahnya terlihat begitu polos ketika sedang tertidur, tanpa sadar kim bum tersenyum. Perlahan kim bum mengangkat guling yang menjadi pembatas antara mereka. Kim bum meletakannya di samping so eun, tepatnya di belakang tubuh so eun. So eun sedikit mengerang kedinginan. Kim bum pun berbagi selimut dengan so eun. Kini tak ada satu pengahalang pun di antara mereka. Kim bum menyentuh rambut so eun yang agak (?) mengahalngi wajah polosnya lalu ia singkirkan ke telinga belakag so eun. Kim bum mengangkat sedikit wajahnya dan mengecup kening so eun lembut. Setelah itu kim bum menatap so eun yang masih asik tidur.

“sepertinya aku sudah mulai jatuh cinta padamu” gumam kim bum pelan, takutnya suaranya itu akan membangunkan so eun.

Kim bum pun semakin mendekatkan tubuhnya (?) dan mengangkat tangannya untuk memeluk tubuh so eun. Perlahan kim bum pun memejamkan matanya.

————

Pagi sudah tiba, so eun  merasakan kehangatan di dekatnya. Perlahan ia mulai membuka kedua matanya dan samar-samar terlihat wajah kim bum di dekatanya. So eun sedikit sadar setelah ia tahu jika kim bum tidur seraya memeluknya.

“ya beom-ah….”So eun kaget dan ia pun segera menjauhkan tubuhnya dari kim bum.

Namun kim bum tak melepaskan pelukannya, malah ia semakin erat memeluk tubuh so eun.

“hmmmmmmmm……..” kim bum mendekap so eun lebih erat.

“ya..ya…kim beom-ah lepaskan….cepatalah banggun !” suruh so eun.

“hmmm…memangnya kenapa? Bukannya kita ini suami istri?” ujar kim bum masih menutup kedua matanya.

“beoam ah…kau pasti sedang mengigau…….” Ujar so eun.

“tidak…aku tidak mengigau ataupun bermimpi……’ jawab kim bum, perlahan ia pun membuka kedua matanya dengan susah payah. Dilihatnay wajah so eun yang ada dihadapannya.

“so eun-ah……..aku sudah sadar akan sesuatu” ujar kim bum.

“apa?” Tanya so eun.

“aku mencintaimu !” jawab kim bum.

“ne?” Tanya so eun, ia takut kupingnya sedang bermasalah.

“ne..aku mencintaimu……” ulang kim bum.

So eun terkejut dan hanya bisa diam.

###

Sekarang, berangkat kuliah pun mereka bersama. Tak malu lagi untuk terang-terangan walapun semua mahasiswa melihat merekka dengan aneh termasuk il woo dan minho.

“beom-ah kau serius?” Tanya il woo tak percaya.

Kim bum mengangguk.

“jadi…..sebenranya kalian sudah menikah?” kaget min ho.

So eun tersenyum.

“bagaimana bisa?” Tanya il woo.

“aku juga tidak tahu……karena kita dijodohkan” jawab kim bum.

“ya….jadi….kalian? ah bagaimana dengan malam pertamanya?” jail min ho.

“ya……..”ujar so eun.

“malam pertama?” ulang kim bum.“tidak ada malam pertama”

“tapi secepatnya…….” lanjutnya.

“aish beom-ah” so eun hanya mencubit lengan kim bum.

Sementara mereka tertawa cekikikan.

###

So eun dan kim bum sudah memakai baju tidurnya, so eun mengenakan piayama pink sedangkan kim bum memakai piayama berwarna biru. So eun duduk di ranjang, lalu kim bum pun menghampirinya. Mereka duduk berhadapan dengan posisi bersila. Mereka berdua saling pandang lalu tersenyum.

“so eun-ah…….aku kepikiran ucapan min ho tadi” ujarnya sedikit mengungkit.

“apa?” Tanya so eun.

“ehemmmm…m..ma..malam pertama.”jawab kim bum gugup.

“aishhhhhh…..” so eun hanya mendelik menatap kim bum.

“so eun-ah….”ujar kim bum lagi.

“ada apa?” Tanya so eun.

“tutup matamu !” pinta kim bum.

“apa yang mau kau lakukan?” Tanya so eun.

“tidak……tutup saja…….”perintah kim bum. Mau tak mau so eun pun menutup matanya dan kim bum tersenyum meihat hal itu.

Perlahan kim bum mendekatkan wajahnya ke wajah so eun tanpa sepengetahuan so eun. Kim bum menopang tubuhnya dengan kedua tangannya pada ranjang. Hampir beberapa cm lagi bibir kim bum menyentuh bibir mungil so eun, so eun membuka kedua matanya. Ia cukup terkejut melihatnya, dengan cepat so eun mengangkat tangannya dan menahan bibir kim bum dengan telapak tangannya. Kim bum pun membuka matanya perlahan. Terlihat so eun sedang tersenyum jahil padanya.

“aishh kau ini nakal sekali……!” ujar so eun.

Perlahan kim bum menngangkat tangannya dan melepas tangan so eun yang masih membakap mulutnya.

“katakan jika kau mencintaiku……..!” suruh kim bum.

So eun menatapnya lalu tersenyum.

“saranghae?” ujar so eun mirip sebuah pertanyaan.

“saranghae !” ujar so eun akhirnya.

Kim bum meraih pinggang so eun dan langsung mencium bibirnya, sementara so eun mengkaitkan (?) tangannya di leher kim bum. Mereka berciuman dengan mesra, satu kali, dua kali, tiga kali……kim bum masih menempelkan bibirnya di bibir so eun yang merah itu. Sejenak kim bum melepaskannya untuk mengambil nafas. Lalu ia pun kembali menikmati (?) bibir so eun yang lembut itu, so eun juga menikmati ciuman yang kim bum berikan.

“malam pertama?” goda kim bum saat melepaskan ciumannya.

So eun tersenyum malu.

“kita belum melakukan malam pertama” ujar kim bum.

So eun menggeleng.

“kalau begitu ayo……..” jail kim bum.

So eun hanya menganggguk malu sambil tersenyum. Dengan senang hati kim bum pun kembali mencium bibir so eun lebih mesra, kali ini bisa di bilang cukup  hot (?)

——–skip———warning——–skip——  :-P

#udah insap ya readers jgn menyadong (?) plaaak

END

Akhirnya beres juga ni os terpanjang yg pernah saya buat….yaudah tingalkan jejak kalian sebagai readers yg baik….ok !!!

86 thoughts on “Must married !? andwae ! (OS)

  1. eon yg prtama nich hehe

    ais napa tiap mp sll di skip huuu *reader kcw hehe V, biasa klo yadong gi kumat begni dech*

    all smua seru, good story*?*
    sering2 aj dech bkin OS.

  2. Wuiiihiii !!
    Tia yang ke2 dah ‘-‘
    jiahh itu si kang mbum awalnya dingin ehh lama2 luluh jg kkkk~ sama dah sama neng Soeun awal.ny ga mau jd mau (?) hahaha karakter Bum di OS ini kaya.ny Nafsuan wkkk ^^
    OK eon lbh banyakin OS + Squel , menunggu kelanjutan “Baby face bodyguard” sama “This is My life not Your life”
    Fighting eonnie😀

  3. Wahhhh ska bgggettt ma ff n….
    Wuaaa Bum jail,tpi sru…..
    Iiii akhr n Bumsso baikan…
    Horeee..hReeeee…
    Rsa n sneg lw bca ff yg mrka d jodhkn lcu-lcu g mna gtu……..
    Prtgkran ntar baikn……
    Eooonie ff n daebak bgggettttt….
    Snegggg bggettt bca n….
    Wuaaa buat FF s bguss nie lgi don’k…….

  4. Wahhhh ska bgggettt ma ff n….
    Wuaaa Bum jail,tpi sru…..
    Iiii akhr n Bumsso baikan…
    Horeee..hReeeee…
    Rsa n sneg lw bca ff yg mrka d jodhkn lcu-lcu g mna gtu……..
    Prtgkran ntar baikn……
    Eooonie ff n daebak bgggettttt….
    Snegggg bggettt bca n….
    Wuaaa buat FF s bguss nie lgi don’k…….
    Wuaaa nie FF ad yadong n uga…EooNie Resi yadong……
    Wuaaa………

  5. yah knpa d skip tuh :O *plaakk….dsr reader otak yadong*
    akhir’a bumsso g brtngkr lgi..^^
    fnfic krennnn thoorrr…🙂
    ayo bkin os yg kren lgi kyak gnie….😀
    smgt y thorrr..😉

  6. Waaaah aQ gak apdet lg kan?ck.ck.ck..
    Wakwakwakwak…keren nie 0s nya, gaje yg mnyenangkan pmbaca hahaha..
    Nex nex nex ma yg laen,
    M0ga gw apdet..

  7. hahahahaha, ceritanya fresh thor
    tp mnurut aku klo konflik critanya rada berat gni, mending d buat sequel aj.. soalnya d os ini, ad bbrapa mslh dr tokoh sampingan yg gk tau nasibnya gimana, jd kesannya rada gantung

    tp ceritanya ttp keren kok, aku ttp suka ^^

  8. annyeong:) airini imnida!!! aku new reader di wp ini.
    hmmm baru baca OS ini dan SERU banget ceritanyaaaa waaaaa ga kebayang bumppa sama so eun eon pas berantem2 gitu dan akhirnya bersatu ciiyeeeee:3
    bagus thor perbanyak ya OS tentang bumssonya….hwaiting!

  9. anyeong author,,,aq new reader,jd baru baca os ini,untung aj nemu blok ini coz aq jg fans bumsso
    Asikkk,,,seruuu bgt crtnya, syg krg puas coz msh kpngen lanjut baca lg,,lg,,lg,,n lg hehe….sayang di skip jd nyadong sendiri xixixixi….kalo di bkn ff’nya pst seru tuh!!!
    gumawo author!! dah bkin aq ketawa2 sndiri baca crt’nya
    ditunggu yg seru lainnya y eon!!!
    Fightiiiinng…..!!!!!

  10. Keren (y) aku suka ^^ malam pertama hey?? ko di skip *otak yadong* ah teganya lagi seru, os nya panjang, tapi karna os nya bagus jg da merasa panjang… hehe😀 bikin yg banyak lg ya os nya, trusnti kash tau ke aku lwt twitter @NikenWish_Kpop *skalian promo. haha😀 daebak thorr…

  11. Ahk daebak..tp kekny trakhr ny alurny rada kecepatan deh, ms tb2 so eun lgsg nerima bum..wkwkw
    Apa krn skit hati am geun seuk mk dy jd nerima bum gtu?wkwk

  12. hahaha,,,
    keren thor ! lucu banget….
    ak skaaa..
    awalnya gak suka.. tpi lma2..
    kim bum hero.. tpi, hey ! masak soeun tidur di luar sih ??
    yah, tak apa.. yg penting akhirnya..🙂

    oh ! Annyoeng…
    ak reader baru (?)
    #baru kenalin diri mksdnya

  13. mungkin karya – karya anda termasuk favoritku, ide2 cemerlang dan pengambilan setting yang pas, potongan cerita dengan ending yang baik dan lain dari pada yang lain. happy ending boleh sama tapi cara menyelesaikan ending yang berbeda, dan anda termasuk ahlinya. thanks… ditunggu ynag baru fighting!

  14. Widiiihh ,, gak nyangka ! trnyata si Geun Seok ituh cma mau blz dndam ajah sma Sso-eon ?! Poor Sso-eon😦
    Ehh , bt lmyn mksiih jg sma dy ! Krna dy , Bum-ppa jd sadar sma prasaan’x trhdp Sso-eon🙂
    Ahhahhaahaah ,, akhir’x mreka mlm prtama-an juga !!😀

  15. Akhirnyaaa…setelah sekian lama mereka sadar juga klo slg jatuh cinta…
    Bum akhirnya luluh stlh dgr Sso ditipu sm geun suk…
    Kereeeenn…tp di skip yaaak…#dhueeeeng….hahaha

  16. Ko malahhh d skip sihh thor,,,:DĦεεĦεε:DĦεεĦεε:D
    benci jadi cinta nihh bumsso…”̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ ๑ˆ⌣ˆ๑ “̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ kerennnnn pokok nya ni os nya thor…likelikelike pokok nya..:)

  17. Wkwkwkw, panggilan gadis bodoh skrng psti brubah jdi chagi..:D
    omo,, bum baru nyadar dia peduli sma sso??😀 Mreka sih kya kucing sma anjing bertengkar mulu.. benci jdi cinta deh..:D
    Ouhhh,, eon knpa di skip? Mw ngintip dehh,😄 *hushh, inget umur msh dibawah😄

  18. Hai author…. q reader baru. Sukaaaaa bgt sm cerita. Cuma ada beberapa yg kurang teliti aja dlm penulisannya. Cincinnya dipasang di jari manis mungkin maksudnya. Disini dipasangya di jari telunjuk. Heheheheheee…
    Bukan masalah besar sih…. ga mengganggu jalan cerita jg. N q tetep sukaaaa….. ringan n menyegarkan (ky aer es aje) hehehehehee
    Keep on writing, author….🙂

  19. Aq suka cerita nya,,, lebih padat,,, tpi anding nya terlalu mendadak,,,
    tor bikin ff yg lebih menyentuh and hot jga y,,, di tunggu lo,,,tank’s

  20. Seru,menarik,kocak,suka bgt sma cerita nya chingu,berawal dari bnci jd cinta,,pngalaman pribadi ak bgt,haha(abaikan).

  21. Huuaaa… lucu sekalii. Akhirnya bumppa sadar jg klo mencintai so eun kkk^^

    Akhir yg indah🙂 ehehe..
    Di tunggu OS2 yg terbaru lainnya thor 🙂

  22. AKu sebenernya udah pernah baca ff ini
    Tapi gk sempet ninggalin jejak.alias komen
    Jadi sekarang aku mau ninggalin jejak .
    Hmm… ffnya seru bgt. Apalagi pas bumsso saling ngrebutin tempat tidur

  23. Huaaa… dari yg tidak akur sampai bumppa yg sadar krn perduli dgn sso.sweetnya bumppa,, sempet sediiih wktu bumppa dgn yoona😦
    Senaaaangnya bumppa menghajar geun suk yg ternyata punya motif mendekati sso.
    Akhirnya mereka saling mencintai kkk^^
    Aaaah… bumppa lucu nih menggoda sso,, yaaah syg selesai pdhl proses mp nya belom author ceritain,, mksdnya lancar apa tidak, begitu ehehe…
    Suka suka,, ceritanya menyenangkan ehehe.. feelnya dpt,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s