Seonbae ! Your Eyes Was Hurt Me ! (OS)

Image

Author: Resi R ( shin ni rin )

Main cast : Kim Sang Beom dan Kim So Eun

Other cast : Jung Il Woo, Yura, Kim Ki Beom

Genre: romance

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Seorang lelaki tengah memperhatikan seorang gadis polos bertumbuh pendek yang tengah bercanda ria dengan teman-temannya di taman sekolah. Gadis itu tak henti-hentinya tertawa mendengar lelucon yang di berikan oleh temannya yura. Lelaki itu masih memperhatikan dengan tatapan dingin yang ia miliki sampai seseorang menepuk pelan bahunya.

“ya kim beom-ah…ternyata kau disini ! dari tadi aku mencarimu.” Ujar il woo seraya menatap kim beom. Laki-laki yang bernama kim beom pun menoleh menatap il woo sejenak meninggalkan pandangannya pada gadis yang sedang ia perhatikan dari tadi. Kim beom sama sekali tak menyahut ucapan il woo, ia malah kembali menatap gadis itu. Tatapan mereka bertemu, seketika gadis itu pun berhenti tertawa. Kim beom langsung memalingkan wajahnya saat mata mereka benar-benar bertemu, tatapan tajam kim bum benar-benar membuat gadis tersebut merasa tidak nyaman. Il woo merasa heran dengan keanehan ini.

“ayo kita pergi !” ajak kim beom lalu berjalan lebih dulu. Sejenak il woo menatap ke arah dua gadis di sebrang sana dengan tanda tanya lalu berjalan mengikuti kim beom.

“so eun-ah gwaenchana?” Tanya yura pada temannya kim so eun dengan khawatir.

So eun menundukkan kepalanya lalu menggeleng. “geureom.” Jawab so eun.

“sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kim beom seonbae menatapmu seperti itu tadi?” Tanya yura penasaran.

So eun kembali menggeleng. “aniyo.” Jawabnya lemas.

Yura menatap so eun menyelidik.

“benar tidak terjadi apa-apa?” Tanya yura.

So eun mengangguk dengan lemah.

“yasudah kalau begitu lebih baik kita masuk ke kelas saja, lihat awan sudah mendung.” Ajak yura. So eun hanya menurut, namun di dalam pikirannya ia sama sekali tidak bisa menghilangkan tatapan tajam dan dingin yang kim beom tujukan padanya tadi. Tatapannya benar-benar membuatnya takut.

###

Awan terlihat semakin gelap. Di dalam kelas so eun tidak bisa fokus belajar, pikirannya melayang-layang apakah sebenarnya arti dari tatapan dari kim beom seonbae kepadanya tadi. Ini baru pertama kali kim beom seonbae menatapnya seperti itu. Perlahan-lahan rasa takut dan tidak nyaman itu kembali muncul di dalam benak so eun. Takut ia mempunyai salah atau semacamnya kepada kim beom seonbae tapi so eun berusaha menepisnya jauh-jauh.

Perlahan tetesan hujan mulai turun dari langit yang kian gelap, so eun melihat keluar jendela dengan tatapan sayu. Perasaanya tambah tidak enak sekarang seiring dengan tetesan hujan yang semakin lebat.

“kim beom sunbae, sebenanya apa artinya?” batin so eun yang masih menatap hujan dari belik jendela.

###

“beom-ah….apa kau baik-baik saja?” Tanya il woo.

“aku tidak apa-apa, waeyo?” Tanya kim beom masik sibuk membaca.

“aniyo, hanya saja aku merasa aneh padamu. Tadi kau memperhatikan juniormu kan?” Tanya il woo.

Kim beom menghentikan aktivitas membacanya lalu menatap il woo.

“maksudku so eun-ssi.” Ujar il woo.

“ne apakah aku salah memperhatikannya?” Tanya balik kim beom seolah tak peduli.

“ah bukan begitu beom-ah, hanya saja tatapanmu itu berbeda…sepertinya dia kelihatan takut.” Jawab il woo.

Kim beom hanya diam mendengarnya.

Flash Back

“kim beom seonbae…….” Sahut so eun yang membuat langkah kim beom terhenti. Kim beom membalikkan badannya menghadap so eun yang tengah menatapnya.

“maaf aku mengganggumu.” Ujar so eun.

Kim beom hanya menatap so eun seakan memintanya agar cepat-cepat bicara.

“kim beom seonbae mianhae……kemarin malam aku tidak bermaksud seperti itu ….” Ujar so eun dengan tergesa-gesa.

Kim beom hanya menatapnya, teringat kembali kejadian kemarin malam di saat kim beom menerima pesan dari so eun yang tak sengaja so eun kirim kepadanya.

“mianhae aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu…..aku pulang duluan. Annyeong.” So eun pun segera berlari meninggalkan kim beom, sementara kim beom hanya diam seraya menatap punggung so eun yang semakin menjauh.

“aneh” gumam kim beom pada dirinya sendiri.

So eun berjalan sendirian dengan langkah lesu. Ia terus menundukkan kepalanya  mengingat dirinya yang terlalu berani berbicara langsung untuk meminta maaf kepada kim beom hingga tak sengaja ia menabrak tiang listrik di sekitar troroar.

“aw…..” rintih so eun seraya memegangi jidatnya.

“aish…menyebalkan ! kenapa harus ada tiang listrik segala disini.” Kesal so eun seraya menghentak-hentakkan kakinya ke aspal jalan lalu ia pun kembali berjalan.

Dari sebrang sana kim bum hanya memperhatikan so eun dari balik helm yang ia pakai. Motor sport berwarna hitam gelap yang sedang ia pakai perlahan melaju dengan pelan mengikuti langkah so eun. Kim beom ternyata mengikuti so eun secara diam-diam. Yang kim beom lihat, saat berjalan so eun terus-terusan menundukkan kepalanya, kim beom di buat penasaran olehnya. Sebenarnya apa salahanya? Apa hanya gara-gara pesan kemarin? Pikir kim beom. Kim beom terus mengikuti so eun dari jauh sampai sebuah motor berhenti di depan so eun. So eun terlihat terkejut saat melihat siapa si pemilik itu setelah membuka helmnya.

“ki bum seonbae…” ucap so eun.

“annyeong so eun-ssi…” sapa pria yang bernama  lengkap kim ki bum itu seraya tersenyum.

“seonbae disini sedang apa?” tanya so eun dengan polos.

“seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kau berjalan sendirian disini?” tanya ki bum memperhatikam sekeliling jalan yang cukup sepi. Kim beom yang melihat pun sedikit menyembunyikan dirinya di balik tembok pagar rumah.

So eun menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“aku mau pulang seonbae.” jawab so eun.

“kebetulan sekali aku lewat kemari, kalau begitu naiklah ! akan aku antar pulang.” Pinta ki bum seraya melirik ke arah belakang jok motornya. So eun menyernyitkan keningnya.

“benarkah? Tidak apa-apa?” tanya so eun memastikan.

“sudah cepat naik !’ suruh ki bum. So eun pun hanya bisa menurut.

Kim beom yang melihatnya merasa kesal, hatinya terasa panas melihat so eun yang begitu mudah menerima ajakan dari ki bum. Kim beom menatap mereka dengan tatapan tajam. Motor ki bum mulai melaju dan kim beom pun ikut menancap gasnya mengikuti mereka. Sebenarnya kim beom sendiri sudah rutin setiap hari mengikuti so eun pulang dan pergi.

Ki bum sudah sampai mengantarkan so eun di depan rumahnya, kim beom pun berhenti tak jauh dari sana. So eun membuka helmnya dan memberikannya kepada ki bum.

“seonbae gomawo….” Ujar so eun.

Ki  bum tersenyum. “so eun-ssi…” sahut ki bum.

“ne?” tanya so eun. Tiba-tiba ki bum menahan pundak so eun lalu mengecup keninngnya. So eun sangat kaget di buatnya, apalagi kim beom yang menyaksikan peristiwa itu.

“aku menyukaimu.” Ujar ki bum. So eun tambah membelalakan matanya, begitu pula dengan kim beom. Sepertinya ia harus bersaing dengan ki bum. Kim beom menyukai so eun?

End flash back

 

Seusai kuliah hujan masih mengguyur bahkan semakin lebat. So eun menatap keluar jendela dengan lesu.

“kalau begini aku tidak bisa pulang.” Gumamnya pelan.

“so eun-ssi” sahut yura. So eun menoleh.

“lebih baik kau pulang denganku saja so eun-ah, sepertinya hujan tak akan reda juga.” Ujar yura. So eun menghela nafasnya.

“tidak usah, kau pulang saja duluan.” Tolak so eun.

“benarkah? Tidak apa-apa?” Tanya yura.

So eun mengangguk.

“yasudah kalau begitu aku duluan, hubungi aku jika kau sudah pulang. Annyeong !” pamit yura lalu meninggalkan so eun. Kini tinggallah so eun sendirian di dalam kelas. Ia masih menatap keluar jendela dengan tatapan sayu, teringat lagi tatapan dari kim beom seonbae tadi padanya. So eun merasa bingung di buatnya.

“ah kenapa perasaanku jadi begini?” Tanya so eun bingung.

Perlahan so eun pun melangkahkan kakinya keluar kelas, dilihatnya sekolah sudah sepi. So eun hanya berjalan dengan lemas menyusuri koridor. Entahlah so eun sedang bingung sekarang bagaimana ia harus pulang sementara ada sesuatu yang seakan memintanya agar tak dulu pulang. So eun menghela nafasnya kemudian menatap langit.

Kim beom juga baru keluar dari kelasnya, saat berjalan ia melihat sosok tubuh gadis mungil yang sedang berdiri menatap hujan yang tak kunjung berhenti. Kim beom tahu siapa gadis itu. Ia adalah kim so eun. Kim bum hanya menatapnya dari jauh, tak berani untuk menghampirinya.

“bodoh, kenapa dia belum pulang?” Tanya kim bum pada dirinya sendiri. Kim bum pun ikut diam menunggu hujan, lebih tepatnya lagi menunggu kim so eun sambil mengawasinya dari jauh. Kim bum menyenderkan tubuhnya pada tembok.

So eun mengulurkan tangannya untuk menyentuh hujan yang turun itu, sekilas ia tersenyum lalu membalikkan badan. So eun terkejut melihat seorang lelaki yang tengah bersender di tembok sendirian tak jauh darinya, ya itu adalah kim beom seonbae.

“kim beom seonbae…….” Ujar so eun.

Kim beom yang mendengarnya pun menoleh.

“kenapa kau belum pulang?” Tanya so eun seraya berjalan menghampiri kim beom. Kim beom membetulkan posisinya untuk berdiri dengan tegak (?) seraya melihat so eun.

“apa aku harus pulang dalam keadaan hujan deras seperti ini?” Tanya balik kim beom.

“seharusnya aku yang tanya, kenapa kau belum pulang? Dan sedang apa kau sendirian tak jelas seperti barusan.” Lanjut kim beom.

“jawabanku sama sepertimu. Apakah aku harus pulang dalam keadaan hujan?” jawab so eun meniru jawaban kim beom.

Kim bum tersenyum simpul.

“jadi jawabanku bukan seperti itu sebenarnya……..” ujar kim bum menatap so eun, namun kembali tatapan tajamnya itu menusuk mata so eun. So eun sedikit menundukan kepalanya karena takut.

“kim so eun……apa kau belum sadar juga? Atau kau yang kurang peka?” Tanya kim beom. Perlahan so eun mendonggakkan kepalanya berusaha menatap mata kim beom yang masih tajam.

“s..s..seonbae…….” ujar so eun gugup.

“dengarkan aku ! jangan dekat-dekat lagi dengan kim ki bum…….” Perintah kim beom.

So eun heran, benar-benar merasa heran.

“w..w..waeyo?” Tanya so eun.

“aku tidak suka melihatnya.” Jawab kim bum seraya memalingkan wajahnya.

“ta..ta..tapi seonbae……..kenapa?” Tanya so eun, otaknya belum bisa mencerna dengan baik.

“ya…..kau mengerti atau tidak?” Tanya kim beom sedikit menaikan nada bicaranya.

So eun terkejut, ia menggeleng perlahan sebagai jawaban.

Kim beom menarik nafas lalu menatap so eun. Kim beom menarik lengan so eun cukup kuat untuk mendekat, lalu tanpa hitungan detik kim beom langsung mencium bibir so eun. So eun terkejut, ia membulatkan matanya benar-benar terkejut karena ia mendapat ciuman yang tak disangka dari kim beom. Ciuman pertamanya. Tak lama kim bum kembali melepaskannya.

“kau sudah mengerti?” Tanya kim beom. So eun masih kelihatan shock.

“kau kekasihku mulai sekarang ! aku sudah meninggalkan tanda disana ! tidak sebanding dengan kim ki bum.” Ujar kim bum seraya menunjuk bibir so eun. So eun menatap kim bum tak percaya. Ia masih bingung apa yang terjadi dengan kim beom seonbae sebenarnya. Kim beom pun berjalan meninggalkan so eun sendirian yang masih mematung. Dari balik itu kim beom masih memasang wajah datar dengan tatapan pembunuhnya seraya menyentuh sedikit bibirnya.

###

Keesokan harinya saat so eun sedang berjalan menuju sekolah. Ia dikejutkan dengan suara klakson motor yang memanggilnya (?). Motor itu pun berhenti di depan so eun.

“so eun-ssi…..” seru orang itu yang ternyata ki bum.

“seonbae…..” ujar so eun.

Ki bum tersenyum. “kau berangkat sendiri?” Tanya ki bum.

So eun mengangguk.

“kalau begitu ayo naik……kita berangkat bersama !” ajak ki bum.

“ah aniyo, tidak usah seonbae.” Jawab so eun karena ia ingat perkataan kim beom kemarin padanya.

“waeyo? Ini tidak merepotkan kok.” Ujar ki bum.

So eun sedikit takut, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh jalan, berharap kim bum tidak ada di sekitar sini. Setelah so eun yakin tak ada siapa-siapa akhirnya ia pun setuju juga dengan ajakan ki bum.

Sesampainya di sekolah, so eun cepat-cepat turun dan membuka helmnya lalu ia berikan kepada ki bum.

“seonbae gomawo” ujar so eun seraya tersenyum.

Ki bum membalas senyumnya.

“ne…….bagaimana jika pulang sekolah aku antar pulang? Besok aku akan menjemputmu saja bagaimana?” tawar ki bum.

“ah..a..a..aniyo seonbae tidak usah, ini ter……..” ucapan so eun terpotong karena ia mendengar suara derungan (?) gas motor yang seseorang sengaja di keraskan saat melewati mereka. Orang yang memakai motor itu sengaja menekan klakson berkali-kali seraya melihat so eun tajam dari balik helmnya. So eun yang sadar jika orang itu adalah kim beom seonbae gelagapan, takut jika ia akan marah padanya atau sebagainya.

“ah seonbae mianhae, sebaiknya kau jangan menjemputku atau mengantarkanku pulang. Gomawo……..” tolak so eun buru-buru lalu segera berlari menuju kelasnya.

————-

“hey beom-ah…….! Ada apa denganmu? Pagi-pagi begini sudah memasang wajah seram.” Ujar il woo yang mendapati kim beom baru masuk ke dalam kelas. Kim bum tak menjawab ia hanya duduk di bangkunya. Il woo pun menghampirinya.

“tak seperti biasanya.” Komentar il woo.

“apa kau tahu?” Tanya kim beom menghiraukan ucapan il woo.

“tentang apa?” Tanya il woo.

“kim ki bum.” Jawab kim bum.

“ya dia cukup popular disini, memangnya kenapa?” Tanya il woo.

“aku tidak suka dengannya……” jawab kim beom.

“apakah kau punya masalah dengannya?” Tanya il woo.

“ya…dia sudah membuat masalah denganku.” Jawab kim beom mengingat kejadian waktu itu dan tadi saat ia melihat so eun bersama ki bum.

Il woo hanya heran dengan sikap kim beom yang tak seperti biasanya.

###

“so eun gwaenchana?” tanya yura khawatir karena melihat ekspresi wajah so eun.

“ne?” tanya so eun karena ia tak mendengar ucapan yura.

“so eun kau tak mendengarku? Kau baik-baik saja?” tanya yura.

“oh…geurom.” Jawab so eun.

“semakin hari kau semakin aneh saja.” Heran yura.

“benarkah? Mungkin hanya perasaanmu saja.” Jawab so eun. So eun merasa tak enak badan sekarang, kepalanya agak pusing dan sekujur tubuhnya panas dingin, hidungnya memerah. So eun flu ! so eun merasa ada cairan yang keluar dari hidungnya dengan cepat ia pun menyedot (?) ingusnya (maaf kalo bhsnya agak aneh).

“so eun kau sakit?” tanya yura seraya memperhatikan so eun.

“ah aniyo…hanya flu…mungkin gara-gara cuaca yang tidak baik.” Jawab so eun.

Yura memicingkan matanya.

“kemarin kau pulang sendirian saat hujan?” tanya yura seperti mengintrogasi.

“ah sudahlah tidak apa-apa.” So eun berusaha mengelak.

“ya kau ini, aku sudah mengajakmu tapi kau tidak mau. Jadinya seperti ini.” ujar yura kesal.

“yura…kau sangat baik mengkhawatirkanku, tapi ini hanya flu dan tenang saja.” Ujar so eun.

Yura menghela nafasnya.

“yasudah…” balasnya.

So eun pun terdiam sesaat karena teringat dengan kejadian tadi pagi. Apakah kim beom seonbae akan marah padanya? Atau apa yang akan terjadi? Sepertinya memang benar jika kim beom seonbae terlihat marah saat melihat dirinya sedang bersama ki beom tadi. Apalagi kim beom sempat membunyikan klakson berkali-kali untuk mengusik mereka. So eun mulai khawatir.

Tiba-tiba so eun berdiri. “yura-ah….aku ke toilet dulu.” Ujar so eun lalu pergi. Sementara yura hanya melihatnya dengan heran.

So eun memperhatikan wajahnya didepan cermin toilet. Wajahnya tampak pucat dan hidungnya merah. Bisa di bilang so eun sedang tak enak badan sekarang.

“seonbae aku takut, kenapa kau selalu menatapku seperti itu?” batin so eun.

Tak lama so eun pun keluar dari toilet, namun tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang begitu saja menuju tempat yang sepi.

“y..y..ya s..s..seonbae….jangan keras-keras….sakit.” ringis so eun karena kim beom menarik tangaanya dengan keras.

Kim beom pun melepaskan tangannya, kini mereka sedang berada di tempat sepi. Lebih tepatnya di dalam gedung olah raga. Disana tidak ada siapa-siapa kecuali mereka berdua.

“a..a..ada perlu apa seonbae?” tanya so eun memberanikan dirinya menatap kim beom.

Kim beom menatap so eun sama, masih dengan tatapan dinginnya. Hal itu tentu saja membuat so eun kembali menundukkan kepalanya.

“kau sudah melanggar.” Ujar kim beom.

“m..m..mianhae.” balas so eun gugup.

“bukankah sudah ku bilang, kau jangan dekat-dekat dengan kim ki beom !” perintah kim beom.

“s..s…seonbae mianhae…..aku hanya di ajak olehnya untuk berangkat bersama.” Jawab so eun dengan suara pelan.

“apa kau tahu? Aku sangat tidak suka dengannya. Dan mulai sekarang kau harus menjauhinya. Bukankah kau sudah tahu jika kau itu kekasihku?” ujar kim beom masih menatap so eun yang menundukkan kepalanya.

So eun hanya berusaha menahan nafas, entah kenapa hatinya terasa perih sekarang. Kim beom seonbae yang menyatakan jika dirinya adalah kekasihnya, tapi kenapa sikapnya seolah-olah seperti yang membencinya. Apakah itu pantas di sebut sebagai kekasih? Tak pernah memberikan perhatian namun  malah tatapan menakutkan yang so eun terima.

“kim so eun, apa kau bisa menatapku?” tanya kim beom.

So eun perlahan mendonggakan kepalanya berusaha untuk menatap wajah kim beom dengan matanya yang mulai berair menahan tangis.

“s..seonbae aku tidak mengerti.” Ujar so eun menatap kim bum. Kim bum sedikit tak tega melihat so eun yang sepertinya akan menangis itu.

“tatapanmu itu sungguh membuatku takut, aku takut melihatmu.” Lanjutnya, kim beom hanya diam.

“kau yang menyuruhku agar tak dekat dengan ki beom seonbae. kau yang memintaku untuk menjadi kekasihmu. Tapi kenapa? Kau masih menatapku seperti itu. Aku tak mengerti !” jelas so eun, kini cairan bening yang ia tahan pun jatuh. So eun menangis. Kim beom yang melihatnya terkejut.

“seonbae tak pernah memberi perhatian seperti yang ki beom seonbae berikan padaku, bahkan kau seperti orang asing saat kau bilang aku adalah kekasihmu. Jadi pertanyaanku apa kau itu suka padaku? Atau kau itu benci padaku?” tanya so eun. Tangisnya semakin meledak.

Kim beom masih diam, jadi sikapnya ini membuat so eun takut?

“ah kenapa aku menangis?” tanya so eun seraya berusaha menghapus air matanya.

Kim beom tak bisa berkata apa-apa, ia hanya diam mencoba memikirkan perkataan yang bingung mau ia ucapakan pada so eun.

“tatapanmu itu……terasa menusuk hatiku, dan itu membuatku yakin jika sebenarnya kau membenciku.” Ucap so eun.

Kim beom tersentak mendengarnya. Ia menatap so eun.

“seonbae…mianhae…” so eun pun berjalan melalui kim bum yang masih mematung. Tapi tiba-tiba tangannya di tahan oleh kim bum. So eun diam di tempat begitu pula dengan kim beom. Karena tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kim beom, so eun pun melepas tangan kim beom yang menahannya lalu segera pergi. Sekarang, perasaan menyesalah yang kim bum dapat, ia baru sadar akan suatu hal pada so eun. Dengan capat kim bum pun berlari menyusulnya keluar gedung olah raga. Tepat di luar ketika sekumpulan orang  hendak ingin masuk ke ruangan itu kim beom keluar dengan terburu-buru. Ki beom yang berada di antara mereka heran karena setelah ia melihat so eun keluar dari sana, kim beom pun keluar. Dan seperti sada sesuatu yang terjadi di antara mereka.

———–

So eun mempercepat langkahnya, namun kim beom berhasil mengejarnya dan menahan lengannya. So eun tak menoleh sedikit pun kea rah kim bum. Kim bum pun membalikkan tubuh so eun agar menghadap ke arahnya. Kim bum pun langsung menarik so eun ke dalam pelukannya, tak memperdulikan dengan semua murid yang ada disana.

“mianhae.” Ujar kim bum. So eun tampak terkejut.

“mianhae.” Ujar kim bum lagi. So eun masih diam.

“mianhae.” Maaf kim bum untuk yang ketiga kalinya.

“s..s..seonbae.” akhirnya so eun membuka suara.

“sejak pertama, aku melihatnya masuk ke sekolah ini. Aku selalu memperhatikannya dari jauh. Diam-diam aku menyukai juniorku. Tapi juniorku itu kurang peka terhadap sekitarnya dan ia tak juga sadar jika selama ini selalu ada yang memperhatikan dan mengawasinya saat ia pergi sekolah ataupun pulang sekolah. Saat aku mengikutinya pulang, aku melihat ada seorang pria datang menghampirinya lalu mengajaknya pulang bersama. Aku heran dengan diriku sendiri kenapa aku tidak bisa melakukan seperti yang orang itu lakukan. Aku hanya memilih untuk mengikuti mereka. Dan yang benar-benar membuatku marah adalah saat orang itu berani mencium kening junior yang selalu aku perhatikan itu. Aku sangat kesal semenjak itu, aku harap jika aku menatapnya dengan dingin dan tajam ia bisa peka dan sadar jika ada seorang senior yang menyukainya.” Jelas kim beom masih memeluk so eun.

So eun terdiam mendengar cerita kim beom itu.

“lalu saat pulang sekolah aku melihatnya sedang berdiri menatap hujan, aku pun hanya bisa menunggunya sampai ia sadar jika ada seseorang di dekatanya. Dia menghampiriku lalu bertanya dengan polosnya.  Aku menjawab dengan seadanya. Sepertinya dia belum sadar juga, dia begitu kurang peka, mungkin dia bodoh. Aku pun memintanya agar tak dekat-dekat dengan pria yang tak kusukai. Aku menciumnya dengan tiba-tiba, dan aku bilang jika sejak saat itu dia adalah kekasihku. Dia tampak terkejut dengan apa yang aku lakukan padanya. Setelah itu aku pun memilih pergi meninggalkannya karena aku baru sadar dengan apa yang telah aku lakukan. Keesokan harinya aku melihat dia berangkat sekolah bersama dengan orang yang tidak aku sukai. Aku marah besar karena dia telah melanggar perintahku. Lalu karena aku tahu dia sedang sendiri di toilet, saat ia keluar aku langsung menarik tangannya menuju gedung olah raga yang sepi. Disana dia malah menangis, dan membuatku tak tega. Aku baru sadar jika selama ini sikapku salah. Dan satu hal yang ingin aku ucapkan….” Kim bum menarik nafas panjang.

“aku mencintainya…….” Lanjut kim beom.

So eun terkejut mendengarnya, ia tak menyangka jika ternyata kim beom seonbae benar-benar selalu memperhatikannya. Kim beom seonbae mencintainya.

Mata so eun kembali berair, ia menangis. Kim beom pun melepas pelukannya. Di tatapnya so eun yang sedang menunduk.

“kim so eun. Aku. Mencintaimu.” Ujar kim bum.

So eun mengangkat kepalanya, dilihatnya kim beom sedang tersenyum kepadanya. Tatapan dingin dan tajam dari kim beom menghilang saat ia tersenyum kepadanya.

“seonbae……mianhae….” So eun kembali memeluk kim beom. Kim beom tersenyum dan membalas pelukan so eun.

“mianhae….aku baru sadar akan hal itu…..” ujar so eun.

“gwaenchana….hanya ada satu hal yang ingin aku tahu. Apa kau menyukaiku?” tanya kim bum.

“tidak…..” jawab so eun.

“jawabanku sama sepertimu, aku mencintaimu….jangan tatap aku seperti itu lagi seonbae….aku takut…” jawab so eun dalam dekapan kim bum.

Kim bum tersenyum mendangarnya.

Yura, il woo, dan ki bum yang ada di sekitar koridor menyaksikan mereka berdua. Yura sadar jadi yang membuat so eun seperti ini adalah kim beom seonbae. Dan il woo mengerti kenapa sikap kim beom akhir-akhir ini menjadi aneh. Ki bum yang melihat kejdian ini hanya bisa pergi meninggalkan semua dengan perasaan kecewa.

END

mian kalo os nya gajelas awal sama akhirnya, ini hanya bayangan dan khayalan aku aja hohoho

68 thoughts on “Seonbae ! Your Eyes Was Hurt Me ! (OS)

  1. huhu kim bum tega bgt sh natap so eun dengan tatapan dingin gt, kasian kn so eun, yg ada jg malah so eun tkt ditatap ky gt, tp kl aku sh ditatap gt jg mau kok *plaak abaikan haha keren os nya ayo lanjut yaaa resi, fighting🙂

  2. Dasar si mbeom kalo ketemu aku cium loh *eh
    kalo suka jgn malu masa malah natap wanita yang di cintainya dgn tatapan Tajam ? Uhh:/ tp soeun jg harus sadar akan hadirnya Kim beom yang beri perhatian..
    Ok deh gpp akhirnya dua.dua.nya sadar akan kehadiran cinta mereka hehe^^
    keren eon OS.ny awal.ny mengharukan dan akhirnya membahagiakan ^^/

  3. nah gtu donk, ungkpin smua perasaan cinta mu*mbum* pada sso, jngn asal nyosor n diem aja. Hehe

    good job saeng, os na kereeen

  4. Eoonie…Resi ma2f ea bru kmen…
    K mren udh bca..tpi kmen n bloeemm….heeee…..hEE….:)
    eonie Mian ea…
    Nie skigg snegg n Bca ff bru Bumsso mka n gni…..
    Oy crta n daebakkk bnar2 daebakkk…..
    Bum n tc knpa bkin eoonie so eun n tkutt…..kcian loe…tpi akhr n bggusss……
    Eoonie…buat FF bru lgi ea…… D tggu…

  5. aku kira tdinya Kim Bum tuh benci ama so eun, abis ngeliatinnya kaya gitu, tpi pas baca kalo dia selalu ngikutin so eun kalo berangkat n pulang sekolah jdi tau kalo kim bum tuh suka ama so eun, tpi dia ga berani nyatain langsung… di bagian akhirnya mengharukan banget, ampe pengen nangis…

  6. jiaahhh.. bumppa salah ni mengexpresikan rsa cinta nya..
    hahahaha,tp gk msalah, yg pntg mrk ttp brsatu at the end of story
    keke

    daebak, d tnggu karya2 selanjutnyaa ^^

  7. wow ceritanya keren
    kim bum tatapanmu yg tajam membuat so eun salah sangka akan kebenaran bahwa kau bnar” mencintainya
    daebakk author

  8. Suka critanya 🙂 , ku kira waktu prtma baca kim bum natap tajam tuh,benci,ternyata cemburu
    suka deh nglihatBumsso bersatu😀 ,tapi kasihan juga Ki Bum nya hehe,patah hati tuh..

  9. wahhhh….seruu jg critanya….ada2 aj kim bum suka malah nakutin#mau dong ditatap kim bum gitu kalo ujung2nya di kiss#gubrag hahaha….
    Telat bgt y koment’nya maklum warga baru author…@yg pnting aq udh tinggalin jejak kan?…hehee

  10. Cewe mana juga yang G’ takut kalo d tatap seperti itu tapi kalo yang liatin nya sunbae kim boem mah dengan senag hati hehehehe

  11. keren..
    pas baca ak sekaligus bayangin tatapan kim bum…
    dan entah kenpa dimataku itu terluhat sngat keren (?)
    hehehehe…

  12. Bumppa tatapanmu yg tajam + dngin mbuat so eun ktakutan…
    jdi nya so eun slah pham khan dkra nya bnci eee…trnyata mlah cinta…

  13. author,,, daebak ceritanya seru,,, maaf aku baru koment ini cerita dan pernah baca di hp,, tapi saat mau koment,, nggak bisa… padahal kalau aku baca cerita dari blog eon atty dan eon galond bisa,, tapi di blog author nggak bisa,,, jadi aku harus OnLine lewat wifi dulu dhe,,,

    tapi kalau bisa di hp,, aku akan comment,,,
    fighting author,,,

  14. Aigoo !! Poor Ki Bum😦 ehh , ituh Ki Bum suju kann ??🙂
    Wallaaahh ,, bgtuh tohh crta’x .. Mka’x , Bum-ppa ,, kllo demen tuhh ttap pke prasaan cinta . Jgn pke ttapan dingin ky’ pmbunuh haus darah (?) kan Sso-eon’x jd takut ..
    Bt , so sweet bnget pas Bum-ppa akhir’x mengakui prasaan’x . Apalagy di hdpn umum *berbinarbinar
    Baiklaah ,, sllu smngat ne saeng ^^

  15. Kirain Bum benci sm Sso..tp ternyata sebaliknya..dasar Bum gabisa mengekspresikan perasaan…niatnya ngasih sinyal sm Sso malah terkesan benci jdnya…tp untunglah dia segera sadar sblm Sso berpaling sm kibum..yeaaaah

  16. Hmmm,,,bummie ada” ajaa dehhh sukaa tp ko malah bersikap dingin,,bikinn sso takutt kan…salah pahamm dehhh
    Tp gpp akhir’a sso jg tau perasaan bummie yg sbnr’a…:)
    Lanjuttt kebutt baca os yg lain nya…maklumm reader baru ktinggalan banyakkk nihh..:DĦεεĦεε:DĦεεĦεε:D
    Fighting thor bikin karya” slanjut’a…:)

  17. Ckckckckck
    si kim bum tatapan nya buat sso sawan…
    Ahahahah
    akhirnya bumsso bs bersama mskpun kim bum mempunyai tatapan yg beeerrr
    akakakak
    cup cup cup
    jgn sedih….
    Cri yg lain aje…
    Waks
    bgsss eon OS mu…

  18. Ya ampun, kim bum aneh ihh haha ya pasti takut lah so eun kalo di tatap kayak gitu mah. Akhirnya Happy ending juga hehe. Gomawo author

  19. Waaaah daebak.
    ternyata kim bum diam” cinta ma sso bgtu pun sebalik nya.
    Akhir nya bumsso bahagia karna saling jujur terhadap perasaan nya.

  20. omo bagaimana bisa suka sama org tp malah kasih tatapan menusuk, ya jelas lah sso takut hihihi…

    tp sso seharusnya kamu jgn takut, aku mah rela ditatap kayak gitu soalnya bum nya cakep😛

    selama ini bum kasih tatapan tajam dan jd stalker, pas nembak maen cium aja… dan blg mulai sekarang kau kekasihku..

    haha cewe mana yg ga shock… untunglah bum cerita semua dan pd akhirnya bilang aku mencintaimu.. huhu terharu *teary eyes*

    dan sso juga punya perasaan yg sama ya, efek ditatap terus kali hihihi

    ceritanya unik, bagus (y)

  21. Aduuuh.. bingung mau nulis apa ?
    Tp osnya bagus aku suka.

    Ceritanya menarik,, sedikit tegang jg ada lucunya sm karakter bumppa. Lucu masa iya dy berskp begitu ke org yg dia suka. Jelas ajh sso takut.
    Dan akhirnya happy ending. Senang nyaa ehee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s