THIS IS MY LIFE ! NOT YOUR LIFE ! (PART 5)

THIS IS MY LIFE ! NOT YOUR LIFE ! 5

Author : Resi R (shin ni rin)
Cast : Kim Sang Beom, Kim So Eun
Other cast : Jung So Min, Jung Il woo, Lee Min Ho, Park Min Young, Yoo Ah In, Park Shin Hye.
Genre : sequel, friendship
Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

PART 5

So eun sedang berada di dalam mobil bersama dengan yoo ah in, yoo ah in mengantarnya hari ini. selama di perjalanan so eun hanya diam, ah in yang menyadari hal itu mengerti karena sebelumnya kakek dan ayahnya sudah menceritakan tentang so eun. Jadi bagaimana pun juga dia harus bisa melaksanakan amanat dari tuan kim (kakek so eun) dengan baik untuk mengembalikan so eun menjadi seperti dulu. Ceria dan terlihat bahagia.
Ah ini melirik kea rah so eun yang hanya menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.
“so eun-ssi…kau bisa bermain piano ya? Aku mendengar cerita dari kakekmu.” Ujar ah in mencoba mengakrabkan diri.
So eun menghela nafasnya lalu sedikit menatap ah in yang sedang mengemudi.
“itu dulu, sekarang aku sudah lupa memainkan piano.” Jawab so eun seraya memandang lurus ke arah jalan.
“wah sayang sekali, padahal aku ingin melihat permainanmu. Ngomong-ngomong aku juga suka dengan music, aku juga bisa bermain piano.” Terang ah in.
“sudahlah jangan bicarakan piano lagi.” Balas so eun.
“ah mianhae….aku hanya ingin melihat kau bermain piano. Itu saja. Jadi apa salahnya jika kau kembali mencoba memainkannya? Atau mau aku ajari?” tawar ah in.
“ya kau itu sok akrab sekali” ujar so eun.
Ah in Nampak terkejut mendengar ucapan so eun padanya.
###

Kim bum baru saja memarkirkan motornya, cuaca hari ini masih sama dengan kemarin-kemarin. Jalanan penuh dengan salju. Kim bum pun menggosok-gosok tangannya agar terasa lebih hangat. Saat ia berjalan keluar parkiran, ia melihat sebuah mobil hitam berhenti, lalu keluarlah seorang wanita yang selama ini membuatnya penasaran. Kim so eun keluar dengan baju tebal yang ia pakai. Kim bum tampak tersenyum melihatnya, namun tiba-tiba seorang pria ikut keluar dari mobil tersebut dan mengahampiri so eun. Kim bum yang melihatnya merasa heran. Siapa pria itu? Pikirnya.
Yang kim bum lihat, so eun tampak tak peduli dengan pria itu karena saat pria itu bicara so eun hanya diam lalu berlalu begitu saja. Pria itu hanya diam di tempat. Kim bum pun semakin tambah penasaran dengan kim so eun. Pria tadi pun masuk ke dalam mobilnya lalu mobil pun melaju. Kim bum yang sadar jika so eun sudah mendahuluinya segera menyamai langkahnya dengan so eun.
“annyeong…” sapa kim bum berjalan di samping so eun seraya tersenyum.
So eun menoleh ke arah kim bum.
“kau…” ujar so eun.
“saljunya semakin lebat saja ya…” ujar kim bum basa-basi.
So eun tak menanggapi, ia terus berjalan. Kim bum yang baru sadar hanya bisa mengerti namun ia tak mau menyerah,
“ah ya besok itu festival kampus ya? Apa yang ingin kau pertunjukan malam besok?” tanya kim beom.
“bisakah kau tak banyak tanya?” balas so eun menghentikan langkahnya.
Kim bum diam, ia sudah berbuat salah sepertinya.
“mianhae…aku hanya…aku hanya tak enak saja karena terus di acuhkan olehmu.” Jawab kim bum terus terang.
So eun menghela nafasnya.
“maaf…seharusnya kau mengerti jika sikapku memang seperti ini.” ujar so eun.
“aku….aku hanya berusaha ingin melihatmu………” ucapan kim bum menganntung karena so eun menyambarnya.
“aku sudah telat, aku duluan.” Ujar so eun.
Kim bum menghela nafasnya.
“melihatmu tersenyum.” Kim bum melanjutkan kata-katanya dengan lirih.
###

” ya beom-ah kau mau menunjukan apa di festival besok?” tanya il woo.
Kim bum tampak berfikir.
“aku tidak tahu, aku masih bingung.” jawab kim bum.
“sepulang kuliah aku akan mengunjungi tempat-tempat indah untuk aku foto. Apa kau ingin ikut?” tawar il woo.
Kim bum sedikit terdiam.
“baiklah aku juga butuh inspirasi.” kim bum menerima tawaran il woo.
###

Ah in baru saja memarkirkan mobilnya di garasi rumah. Selama di perjalanan tadi ia terus berfikir tentang sikap so eun yang harus ia rubah. Ia harus membuat suatu cara untuk mengembalikan so eun karena hanya berbicara dengannya ini sangat sulit pikirnya. Ah in pun masuk ke dalam ruangan ayahnya.
“appa” ujar ah in.
Dokter lee mengangkat kepalanya.
“kau sudah mengantar cucu tuan kim?” tanyanya.
“sudah” jawabnya lalu duduk.
“appa, mungkin ini akan sulit untuk membuat cucu tuan kim seperti dulu” ujar ah in.
“apa yang sudah kau laksanakan tadi?” tanya dokter lee.
“aku berusaha mengajaknya bicara tapi ini sangat sulit. Kim so eun sepertinya tak punya semangat sama sekali.” jawab ah in.
“kasihan sekali tuan kim.” iba dokter lee.
“ne tapi aku akan berusaha semampuku. Perlahan tapi pasti untuk melaksanakan tugas dengan baik.” balas ah in.
“appa juga yakin, kau akan bisa mengatasinya.”
###

Tuan kim sedang merenung di ruangannya, ia memikirkan cucunya yang besok akan berulang tahun. Tanggal 6 september adalah hari yang so eun benci seiring dengan peringatan kematian kedua orang tuanya.
“cucuku apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu bahagia?” tanya sang kakek pada dirinya sendiri dengan wajah sedih.
“aku bukanlah kakek yang baik. Ini salahku.” ujar sang kakek menyesal.
###

Min ho dan Min young sedang berjalan berdua. Sebagai sepasang suami istri mereka terlihat begitu mesra di depan umum, ini dikarenakan adanya bakal calon bayi yang sudah di kandung min young 1 bulan. Mereka datang ke sebuah cafe yang menjual makanan dengan berbagai macam menu dari ayam. Saat ini min young sedang ngidam ingin makan ayam jadilah mereka ke tempat ini.
Saat menunggu pesanan datang, tiba-tiba min young merasa mual.
“chagiya~ aku ke belakang dulu.” ujar min young.
“oh ne. . . .” balas min ho.
Di dalam toilet rasa mual min young semakin menjadi, berkali kali ia muntah namun tak ada yang keluar (?). Ia membasuh mulutnya dengan air lalu melihat dirinya di depan cermin.
“aish ternyata merepotkan.” gumamnya.
Tak lama, datanglah seorang wanita berambut sebahu yang ikut membasuh tangannya di samping min young. Saat wanita itu berkaca, ia terlihat terkejut melihat wajah seseorang di sebelahnya. Begitu pula dengan min young.
“park . . .park shin hye !” kaget min young.
“min young eonni?” shin hye tak kalah kaget.
###

“so eun ayolah aku mohon ! Hanya untuk sekali saja. Aku tidak akan memaksamu lagi.” mohon jung so min seraya merapatkan tangannya.
So eun menatap so min.
“aku tidak bisa, kenapa tidak kau saja yang bermain piano.” jawab so eun tak peduli.
“so eun-ah, permainanku tidak sebagus permainanmu. Aku tidak terlalu mahir bermain piano” jawab so min.
“kalau begitu suruh yang lain saja !” balas so eun.
“ya so eun-ah hanya untuk besok saja ! Aku mohon. Ya? Jebal !” mohon so min.
“kau ini memaksa sekali.” ujar so eun dengan wajah datarnya.
So min hanya menghela nafasnya.
“yasudah jika kau tidak mau. Aku hanya ingin memberikan ini saja ! Yang penting niatku baik” ujar so min seraya menyerahkan buku not lagu pada so eun.
So eun terdiam melihatnya.
###

“jadi dari kapan kau sudah kembali ke korea?” tanya min young pada shin hye yang ikut duduk makan bersama mereka.
“dari dua hari yang lalu.” jawab shin hye.
“oh tapi bukannya kuliahmu belum selesai di kanada?” tanya min young.
” ne tapi aku memutuskan untuk kuliah di negeri sendiri saja mengambil jurusan musik. Disana aku jauh dengan orang tua.” jawab shin hye.
“apa jangan-jangan kau ingin mengejar kim bum ya?” canda min ho.
“ya ucapanmu itu…” balas min young seraya menyubit lengan min ho
Shin hye hanya bisa tertawa kecil.
“oh ya ngomong-ngomong bagaima dengan keadaan kim bum di jepang?” tanya shin hye.
“kim bum sudah kembali ke korea, tentu saja di baik.” jawab min young.
“benarkah?” tanya shin hye bercampur senang.
###

Kim bum melihat so eun sedang melangkah menuju sebuah ruangan, ia pun mengikutinya dari belakang. Ternyata so eun memasuki sebuah ruangan musik.
So eun masuk secara perlahan ke dalam lalu sejenak terdiam memandangi ruangan yang kosong dan sepi ini. Hanya beberapa alat music yang tersimpan rapi disana, so eun hanya terfocus pada piano yang terletak di ujung ruangan dan dengan buku not lagu yang ia pegang. Perlahan ia berjalan mendekat.
So eun hanya memandangi piano itu, di dalam pikirannya terus terbayang perkataan jung so min teman baiknya yang memintanya agar bermain piano lagi. Sedikit demi sedikit hati so eun sudah mulai luluh, karena sebenarnya ia tidak ingin terus-terusan seperti ini.
So eun menarik nafas berkali-kali lalu duduk di kursi menghadap piano itu, meletakan not lagu di atasnya. Perlahan tapi pasti so eun mengangkat satu tangannya untuk menyentuh piano itu dan mencoba menekan tuts satu persatu. Dengan tangan yang cukup bergetar akhirnya dentuman tust pun terdengar. Kim bum yang hanya mengintip di balik pintu yang sedikit terbuka pun terkejut melihat so eun yang sudah mulai bergerak hatinya untuk kembali memainkan piano walaupun sebelumnya ia tak pernah melihatnya.
“kim so eun” gumamnya tak percaya.
Tak lama so eun menghentikan jari-jarinya yang menekan tuts lalu berdiri, ia tak sanggup untuk meneruskannya. So eun mengambil not lagu itu lalu berjalan keluar. Kim bum yang melihat hal itu segera bersembunyi di balik tembok, ia tak ingim so eun tahu jika sedari tadi ia mengikuti dan memperhatikannya.
So eun membuka pintu, disana ia cukup terdiam sejenak lalu pergi. Kim bum pun keluar dari persembunyiannya dan melihat punggung so eun yang semakin menjauh.
“kim so eun, mau sampai kapan aku harus penasaran karenamu.” Ujar kim bum.
###

“so eun-ah tunggu !” cegah so min seraya berlari kecil mengejar so eun. So eun menoleh dan menatap so min dengan tanda tanya.
“ada apa?” tanya so eun.
“itu….aku hanya ingin bilang jika kami ingin melihat permainanmu besok malam.” Ujar so min dengan susah payah.
“jung so min, mainhae sepertinya aku tidak bisa.” Jawab so eun.
“yak…….kau ini kenapa?” so min kehabisan kesabaran.
So eun tercekat mendengarnya.
“dulu adalah impianmu menjadi seorang pianis tapi sekarang? Apa hanya ini saja reaksimu? Tak ingin kembali mencoba dan hanya menyerahkan semuanya kepada takdir. Sebagai sahabatmu, aku dan yang lainnya begitu khawatir akan keadaanmu yang terus seperti ini.” bentak so min, saking kesalnya so min hampir menangis, ia berusaha membujuk so eun dengan segala cara tapi reaksi so eun sama saja.
So eun diam.
“apakah aku perlu menyerah? sepertinya aku tidak pantas menjadi sahabatmu so eun-ah.” Pasrah so min.
“so min-ah” ucap so eun pelan.
“ini terserahmu saja, seharusnya aku tak harus memaksa jika ini bukan keinginanmu. Mianahe.” So min pun pergi lebih dulu meninggalkan so eun.
So eun memejamkan matanya.
###

Sepulang kuliah kim bum dan jung il woo segera bergegas mengunjungi tempat-tempat menarik untuk di jadikan objek foto.
“il woo-ah. Memangnya apa yang ingin kau pamerkan besok malam?” tanya kim bum.
“tentu saja foto-foto hasil jepretanku nanti…..” jawab il woo masih asik memotret.
“jadi apa tema yang kau pilih?” tanya kim bum.
“mmmmm….alam mungkin, aku suka dengan alam.” Jawabnya.
“lalu bagaimana denganmu? Apakah kau sudah memikirkannya?” tanya il woo.
Kim bum mengangguk.
“ne, aku memilih tema tentang rahasia, dan judul yang ingin aku ambil adalah senyuman yang tak pernah terlihat dibalik teka-teki (aduh alay bgt hahaha :P).” jawabnya sambil mengingat so eun.
“oh sepertinya menarik, boleh ku tahu dari mana inspirasimu?” tanya il woo menghentikan aktifitas memotretnya.
“seseorang yang sudah membuatku penasaran sampai saat ini, dan ini masih menjadi teka-teki.” Jawab kim bum.
“ah ini mengingatkanku ke masa dulu.” Ujar il woo sedih.
“maaf aku tak bermaksud untuk mengungkit.” Balas kim bum.
“tidak, ini hanya perasaanku saja. Sudahlah lagi pula masalalu sudah berlalu, yang kita lihat adalah masa depan.” Jawab il woo sambil tersenyum.
“ne kau benar…..” balas kim bum yang kembali teringat dengan so eun. Bagaimana pun juga ia harus bisa membuat so eun seperti yang ia dan yang lainnya harapkan.
###

So eun melangkahkan kakinya masuk, saat masuk ke dalam rumah, yang pertama ia dengar adalah suara alunan piano yang terdengar cukup merdu. So eun tidak tahu siapa yang memainkan music tersenut setahunya tak ada yang bisa bermain piano selain dirinya dulu. So eun memejamkan matanya menahan tangis mendengar alunan dari piano tersebut karena ini mengingatkannya pada kedua orang tuanya. Tapi ia tetap berjalan mendekat ke sumber suara sampai ia sampai di ruangan khusus piano di rumah sang kakek, pintunya sedikit terbuka, so eun pun masuk begitu melihat seorang lelaki tengah bermain sambil menghayati. So eun hanya memperhatikannya dari depan pintu. Menyadari sesuatu, ah in pun menghentikan aktifitasnya lalu menatap so eun yang hanya diam berdiri.
“oh so eun-ssi….” Ujar ah in lalu berdiri.
“kau sudah lama disana?” tanya ah in.
So eun tak menjawab.
“ah baiklah ini lagu kesukaanku dulu.” Ujar ah in sambil tersenyum.
So eun melihatnya. “permainanmu…bagus….” Balas so eun datar.
“benarkah?” tanya ah ini.
So eun mengangguk. “tapi..penghayatanmu kurang.” Kritik so eun seakan ia merasa ingin kembali bermain piano, teringat lagi perkataan so min tadi sepulang kuliah kepadanya. Dari tadi terus memikirkannya. So eun pun berjalan menghampiri ah in ;ebih tepatnya menghampiri piano itu lalu duduk disana. Ah in tersenyum, ia sudah melihat sedikit kemajuan dari so eun. Ternyata tak sia-sia ia mencoba lebih akrab.
So eun menatap pianonya lalu mengusap permukaanya.
“sudah lama aku tak memainkan piano ini, menyentuhnya pun tidak.” Ujar so eun mulai menakan tutsnya seperti yang ia lakukan di kampus tadi.
“jika kau bisa, aku ingin mendengar permainanmu.” Pinta ah in.
“untuk sekarang aku tidak bisa.” Jawab so eun.
###

Kim bum memasukan motornya ke halaman rumah, saat ia masuk ia dikejutkan dengan kehadiran shin hye yang sedang asik mengobrol bersama noona dan hyungnya.
“shin hye-ah?” ujar kim bum kaget.
“kim beom-ah…apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu.” Ujar shin hye sambil senyum.
“kapan kau kembali ke korea? Bagaimana dengan kuliahmu di kanada?” tanya kim bum yang sudah duduk dengan mereka.
“dua hari yang lalu, aku berniat pindah ke korea dan melanjutkan kuliah disini.” Jawab shin hye.
“oh…”
“dan shin hye akan kuliah di tempat yang sama denganmu beom-ah mengambil jurusan music.” Lanjut min young noona.
“music?” tanya kim bum, mendengar kata music, ia teringat lagi pada so eun.
“ne.” jawab shin hye.
“ya beom-ah, mendengar kata music seperti mendengar kabar buruk saja.” Ungkit min ho.
“ah aniyo aku hanya masih tak menyangka shin hye kembali ke korea. Dia kan teman masa kecilku.” Jawab kim bum.
Shin hye hanya tersenyum.
“oh ya…sepertinya aku tidak bisa banyak mengobrol, ada sesuatu yang harus aku kerjakan untuk besok.” Ujar kim bum lalu berjalan menuju kamarnya.
Min young hanya merasa aneh dengan sikap so eun begitu pula shin hye yang merasa tak begitu di perhatikan oleh kim bum.
“dasar…kim bum memang sedang jatuh cinta….waktu itu dia cerita padaku..” ujar min ho keceplosan.
Min young sontak menataonya.
“kim bum jatuh cinta? Ya dia tak pernah cerita kepadaku…!” komentar min young.
Min ho langsung menutup mulutnya.
“aniyo aku hanya asal bicara.” Elaknya.
“kim bum jatuh cinta pada siapa?” batin shin hye.
###

Kim bum menyalakan laptopnya dan melihat-lihat hasil jepretannya pada SLR miliknya, ia sedang melihat-lihat foto so eun yang dulu tak sengaja ia dapat. Setelah dilihat ini memang bagus. Apalagi ketika so eun sedang duduk menunduk di tangga waktu itu(pd inget ga?). kim bum tersenyum melihatnya lalu mulai memindahkannya pada laptopnya lalu mulai mencoba mengedit agar terlihat lebih bagus.
“kim so eun, aku benar-benar ingin melihat senyummu !” gumam kim bum.
“apakah aku akan melihatnya? Atau tidak akan ya?” tanyanya konyol.
“ah entah kenapa aku bisa menyukaimu.” Ujar kim bum frustasi.
###

Pukul 12 malam. Tepat pada waktu ini adalah hari ulang tahun so eun. Namun so eun sama sekali tak mengingatnya dan memang ia tak mau ingat. Sang kakek belum bisa tertidur samapi malam ini, ia terus memikirkan apa yang sebaiknya ia lakukan? Apakah ia harus mengucapkannya dan memberikan hadiah atau pura-pura tidak tahu jika hari ini hari ulang tahun cucunya. Terlebih memang so eun tidak akan suka.
###

Gedung kampus yang luas itu tampak sedang di dekor untuk acara festival nanti malam. Semua mahasiswa akan menampilkan karya terbaik mereka nanti malam termasuk kim bum. Ia benar-benar tak sabar menunggu nanti dan ingin menunjukkannya pada siapa saja yang melihat. Termasuk so eun walaupun ia sudah tahu kalau so eun tak akan peduli.
So min sedang membersihkan biolanya, ia memang mahir bermain biola, tiba-tib ada seseorang yang menyenggol tubuhnya hingga biolanya terjatuh cukup keras.
“andwae….biolaku…” ucap so min.
“ah jeoseonghamnida. Jeongmal jeoseonghamnida…” ucap sesorang yang telah menabraknya. Orang itu mengambil biola so min lalu menyerahkannya.
“ah biolaku…..kau tahu ini begitu berharga….” Sewot so min.
“aku sudah minta maaf padamu nona.” Jawab orang itu.
“tapi tetap saja kan, kau tak hati-hati.” Balas so min.
“tapi aku pikir biolamu tak sebanding dengan SLR milikku.” Ujar orang itu sinis.
“hei kenapa malah kau yang sewot?” tanya so min.
“ya…..jung il woo……” teriak kim bum menghampiri il woo dan seorang wanita yang sedang berseteru. Sontak il woo menoleh bersama wanita itu.
“aku mencarimu.” Ujar kim bum.
“oh jung so min?” tanya kim bum.
“kalian saling kenal?” tanya so min.
“ne….jung il woo adalah temanku. Kalian saling kenal juga?” tanya kim bum.
“tidak…” jawab il woo dengan cepat.
“lain kali katakan pada temanmu jika sedang jalan itu hati-hati agar tak menabrak orang sembarangan.” Pinta so min lalu pergi.
“aishh…” il woo hanya berdecak kesal. Kim bum bingung melihat kejadian ini.
“ya memangnya apa yang terjadi?” tanya kim bum.
“aniyo, tidak perlu dibahas….” Jawab il woo.
“oh yak au mengenalnya dari mana?” tanya il woo.
“oh…jung so min adalah teman dari pemilik tas wanita yang aku kembalikan waktu itu.” Jawab kim bum.
Il woo mengangguk mengerti.
“oh ya ada apa mencariku?” tanya il woo.
“aku ingin meminta usul darimu.” Jawab kim bum.
###

Malam festival sudah tiba, semua mahasiswa terlihat sudah memenuhi gedung festival. Sebagian dari mereka ada yang menunjukan hasil karyanya. Termasuk kim bum. Sedari tadi kim bum banyak di datangi mahasiswa yang ingin melihat karyanya. Saat masuk kesebuah ruangan berlorong, terdapat beberapa foto terpajang dengan beberapa penjelasan dan petunjuk yang kim bum buat sesuai dengan apa yang ia pikirkan tentang so eun.
Jung so min mengedarkan seluruh pandangan untuk mencari so eun, namun dari tadi ia tak melihatnya juga. Apakah so eun tidak datang? Pikirnya. Apalagi ia ingat hari ini adalah hari ulang tahun so eun sekaligus peringatan kematian orang tuanya. So min semakin khawatir saja.
Kim bum sedang sibuk memperlihatkan hasil karyanya yang menarik itu, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara seseorang yang terdengar dari mikerophone. Kim bum mengenal suara itu. Karena penasaran kim bum ooun segera keluar dan menuju ke dekat panggung khusu untuk menampilkan karya tentang music, karena karya mengenai photografi di tempat yang berbeda (gaje bgt ><). Kim bum cukup terdiam setelah melihat siapa yang berada di atas panggung sekarang. Hatinya mulai merasa tak tenang (?). apa yang akan so eun lakukan? Pikirnya.
“aku akan memainkan sebuah lagu disini.” Ujar so eun.
Kim bum dan so min yang berada di tempat berbeda sama-sama kaget.
So eun pun berjalan mendekat kea rah piano lalu duduk. Berkali-kali ia menarik nafas dan memejamkan matanya. Tangannya mulai bergetar saat ia hendak menekan tuts. So eun mengurungkan niatnya, ia kembali menarik tangannya. Cukup lama ia terdiam sambil memejamkan mata akhirnya so eun berhasil memainkan piano tersebut.
Kim bum dan jung so min yang melihatnya masih terkejut dan tak percaya, mereka tak menyangka jika so eun akan mau bermain piano lagi terlebih so min yang pada awalnya sudah menyerah, namun ternyata so eun mendengarnya. So eun benar-benar terharu.
Kim bum mematung di tempat mendengar permainan so eun. Ini diantara mimpi baginya. Kim bum tak percaya melihat orang yang selama ini membuatnya penasaran akhirnya bisa ia dengar secara langsung permainan pianonya dan suara merdunya. Kim bum tampak terpana.
Memainkan music ini sambil menyanyi dengan suara yang agak bergetar membuat dadanya terasa sesak, so eun sampai ingin menangis, lagu yang ia mainkan adalah lagu kesukaanya sewaktu ayah dan ibunya masih ada. Dulu ini memang lagu kesukaan mereka. Tangan so eun bergetar hebat saat menekan tuts demi tuts, nyanyian yang keluar dari mulutnya bergetar. Air mata so eun tak bisa di tahan, ia menangis. So eun menghentikan permainannya, ia ingat jika hari ini tepat tanggal 6 september dimana merupakan hari ulangtahunnya dan peringatan kematian ayah dan ibunya. Hati so eun benar-benar sakit. So min tak bisa menahan tangis, so min menangis di tempat.
“so eun-ah.” Ujar so min.
semua yang menonton ikut bingung apa yang dilakukan so eun? Kenapa ia malah berhenti. So eun menangis semain menjadi, ia tidak bisa melanjutkannya sampai selesai. So eun langsung beranjak berdiri lalu turun dari panggung itu. Semua melihat dengan terkejut, begitu pula dengan kim bum. kim bum tak bisa melakukan apa-apa, ia hanya diam mematung. Namun pada akhirnya ia berlari mengejar so eun dan menunggunya di pintu keluar gedung melalui jalan lain karena yang ia lihat so eun menuju kesana. Tak lama sesosok tubuh mungil menubruk tubuhnya. Ya, orang itu adalah so eun yang sedang menangis sambil menunduk sehingga tak melihat jalan dengan benar. Tanpa basa-basi kim bum langsung mengulurkan tanganya dan memeluk tubuh so eun. So eun tak berontak, ia hanya menangis tersedu-sedu.
“ aku tidak bisa…….aku tidak bisa…” ujar so eun terisak.
Kim bum tampak iba. Hatinya merasa sakit dan sesak melihat so eun seperti ini.
“sudahlah jangan menangis.” Ujar kim bum masih memeluk so eun.
So eun masih menangis di dada kim bum dengan kedua tangan yang terkulai ke bawah. Sekarang ia tak pedulo dengan lelaki yang di hadapannya yang selalu ia acuhkan.
“melihatmu menangis rasanya hatiku terasa sesak.” Batin kim bum.
“sudahlah……sudah mau melakukannya itu sangat baik…” ujar kim bum lebih mendekap tubuh so eun agar lebih hangat.
“aku merindukan mereka…” lirih so eun masih menangis, tanpa sadar ia cerita pada kim bum.
“aku tahu…….sudahlah……”

TBC

Mianhae kalau part ini kecepetan alurnya atau pun lebih gaje dsb…mohon dukungannya (?) sama komen, kritik atau saran. Gomawo.

44 thoughts on “THIS IS MY LIFE ! NOT YOUR LIFE ! (PART 5)

  1. Author udah lama ditunggu ffnya akhirnya di post juga,
    Sedikit2 so eun udah mulai luluh,
    Aw aw aw ada cast bru lgi, part 3 ada ah in, sekarang ada shin hye,
    Shin hye juga suka kim bum lgi, tpi kim bum kayanya nganggep shin hye temen doang deh… author ditunggu lanjutannya ya…

  2. hadeu..hadeuh mo coment apa yah?
    Yg jls eon ikt trhnyt dlm ksah ni*lebay.

    Blm jg mbum jdian*?* ma sso dah dtng orng ke3.

    Hahh sbr sbr…

    Next next next

  3. Wuaaa daebak nie ff………
    Eoonie wlupun hri hjan+petirrr d sni yuly bca uga…..
    Hbizzz n kngen ma FF n eoonie yg in….wuaaa Bumsso so sweeettttt dech…uuuuu jdi ngiri…..eoonie so eun sdar g’ ea d plux ma Bum….wuaaa snegggg bgeettt bsa d plux ma Bum…..iii ngri…bgeeetttt….liattt n…..
    Eooonie lnjutttt cpettt ea……nie FF daebak…….bgeettttttt…..

  4. Author eonnie udah kangen nih sama ff yang satu ini akhirnya di post^^
    aigoo sumpah ff yang satu ini yang selalu buat tia menangis terharu , akhirnya Bumsso berpelukan (?)
    asyikk Soeun ada perkembangan meski hati Soeun sedikit terbuka , aku harap di part selanjutnya makin terbuka^^

    lanjutt eonnie ^o^

  5. mbum jth cnta ma sso sneng.y ..😀
    aku salut ma somin yg setia bnget jdi tmen sso wlaupun dicuekin truss…
    aku hrap stlah kjadian ini bum ma sso bisa akrab…
    next part.y ditunggu…

  6. aaahhh resiiiii…kuraaang panjaaang nii kkekekkekeek😄
    hahhaah…eon suka banget bacanya, iihhiiyy akhirnya so eun lambet laut mulai tu dikit2 deket sma kim bum kekkekeke..XD
    pokoknya lanjuut yaa..eonni bakalan ngedukung banget kkekekek😀 hehhehehehe okkkeee ^_~>q

  7. huhu setelah ditunggu2 akhrnya muncul jg part ini, aku sampe agak2 lupa loh am alurnya saking luamanya *lebai hehe
    wah kok shin ye dikampus kim bum am so eun sh ntar yg ada ganggu kim bum deketin so eun lol😄

  8. So eun kasian ya..beruntung pny sohib sprt so min,..eh so eun ga nyadar ya kalo dia nangis di pelukan kim bum..he..he gmn reaksinya ya.?

  9. waw baru nemuin ff yang peran so eun eonnie nya dingin gitu…mihihi biasanya bumppa yang dingin hehe!!!semangat thooor ngelanjutnyaa:)

  10. baguss chingu ayo lanjuutt….udda gk sbar nih pengen liatt senyum’na so eun lgi..*sama kaya mbumm*heheh

    next part jgn lama2 yaa…:)

  11. ya ampun aku baca sampai ikut nangis huhuhuhu….. :’)
    klu ada park shin hye trus gimana kelanjutannya
    makin penasaran aja^^

  12. Park shin hey kaya nya bakal jadi penghalang dech!!! Min ho sama min young coupel yang aku suka, kalo boleh reques kapan2 bikin ff y yach

  13. Sedih saat soeun mulai memainkan piano dan mengingatkan kedua orang tuanya.
    Kimbum gentle sekali dia langsung menuju arah soeun keluar.
    Apa kimbum bisa membuat soeun tersenyum seperti dulu? Atau ah in yang akan membuat soeun tersenyum?

  14. Sediiiih…hiks hiks…kasian bgt Sso Eun..tiap hr ulang tahunnya dia hrs inget sm kematian org tuanya…
    Bum gentle bgt…dia mau ngertiin Sso, meluk Sso waktu sedih n butuh sandaran…lanjutkan Bum, buat Sso tersenyum..

  15. heuheu mengharukan, akhirnya sso mau bermain piano dan bernyanyi… walo ga sampe selesai.. tp itu udh kemajuan yg sgt bagus …

    ah ending part ini jg berasa nusuk2, antara bahagia juga sedih..
    akhirnya sso cerita ke bum… dalam pelukan bum..
    hikshiks manis2 miris gitu..

    alurnya berkesan kecepetan mgkn krn perubahan sso tidak detil disebutkan, tp bagiku no problem kok… ga mengurangi esensi ceritanya krn dr awal sbnrnya sso sendiri udh capek sama kondisi dia, ditambah org2 terdekat dia ga henti2nya kasih support… walo so min hampir nyerah… tp akhirnya sso mendengar nasehat org2 yg menyayanginya….

    dan akhirnya sso pun mau bermain piano lagi…

    btw shin hye kyknya naksir bum haha untung min ho keceplosan *keceplosan kok untung sih* wkwkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s