BABY FACED BODYGUARD PART 7

BABY FACED BODYGUARD PART 7

 

AUTHOR: RESI R

MAIN CAST: KIM SANG BEOM DAN KIM SO EUN.

OTHER CAST: KIM YOONA, LEE SEUNG GI, JUNG IL WOO, JUNG SO MIN, KIM SOO HYUN, BAEK SUZY.

GENRE: IDK (?)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

PART 7

 

“ya kau kenapa?” tanya so eun bingung.

“aku sudah tidak apa-apa.” jawab kim bum tanpa memandang so eun.

“tapi tidak perlu sambil mendorong tanganku dengan kasar kan?” tanya so eun.

“itu…ah sudahlah aku ingin tidur. Kau keluar saja.” suruh kim bum.

So eun pun keluar dari kamar kim bum sambil menggerutu.

“aish aneh sekali, bukannya mengucapkan terimakasih. Jika aku tidak merasa kasihan pasti wajahnya akan tambah hancur ku pukuli.” gerutu so eun.

——–

 

Kim bum mengelus dadanya lalu menghela nafas.

“aish ada apa denganku? Apa yang aku pikirkan?” gumam kim bum bingung.

Jantungnya lagi-lagi berdetak hebat.

“kenapa jadi begini? Aaa…aaa.” kim bum meringis dan memegang bibirnya yang agak perih karena terus bicara sendiri.

“mungkin aku harus segera tidur.” ucapnya menenangkan diri.

###

 

So eun melepaskan ikatan rambutnya setelah tadi ia mengganti baju dengan baju tidur. So eun meletakannya di dalam laci. Pandangannya terhenti pada sebuah benda. Jam tangan. Jam tangan milik seseorang yang tidak diketahui. So eun meraihnya lalu tersenyum mengingat kejadian waktu itu. Disaat seseorang memeluknya tiba-tiba dan berhasil membuat hatinya bergetar.

So eun tersenyum lalu memegang dadanya. Jantungnya kembali berdesir.

“sebenarnya siapa dia? Bagaimana aku bisa bertemu lagi dengan orang itu? Apakah aku harus tetap menyimpan jam ini?” tanya so eun pada dirinya sendiri. Lalu kembali menyimpan jam tangan berwarna silver itu ke dalam laci.

###

 

Seung gi dan soo hyun masih berkencan. Mereka kencan di bar di iringi dentuman musik keras dari sang DJ, tampak para pasangan sedang berjoget. Tapi, ini adalah menjadi yang pertama bagi soo hyun tidak bagi seung gi yang sudah biasa. Seung gi di kelilingi banyak wanita dan menggandeng mereka, sementara soo hyun hanya sekedar mengobrol dan duduk-duduk. Mungkin ini cukup menyenangkan tapi berisik. Pikir soo hyun.

Seung gi masih bertahan di tempat bersama teman-teman wanitanya, tapi lama kelamaan soo hyun merasa tidak nyaman dan malah mencelos menuju toilet.

“aish ternyata seung gi memang benar-benar seorang playboy.” gerutunya sambil geleng-geleng hingga tak sengaja menabrak seorang wanita.

Soo hyun kaget mendapati suzy di depannya memajang wajah kesal.

“o…oh suzy-ya annyeong ! Kau ada disini juga rupanya.” ujar soo hyun.

“kau? Soo hyun sedang apa disini?” tanya suzy.

“berkencan.” jawabnya.

“ah lupakan dulu kencanmu aku ingin bicara.” suzy menarik tangan soo hyun.

“eh?”

———

 

“apa lagi yang ingin kau tanyakan tentang kim beom dan bodyguardnya?” tanya soo hyun.

“aku rasa aku butuh bantuanmu!” ujar suzy.

“mwo? Untuk apa?”

“membuat kim beom menyukaiku, sebelum bodyguardnya itu yang merebut kim beom dariku.”

“hei kau sudah gila. Lakukan saja sendiri ! Itu urusanmu. Lebih baik kau menyerah saja, sampai kapan pun kim bum tidak akan pernah menyukaimu” tolak soo hyun.

“ya kau benar-benar tidak bisa di andalkan.” kesal suzy.

“maaf ya dari tadi aku sudah kebelet ingin ke toilet.” soo hyun buru-buru pergi.

###

 

Il woo masih tak percaya. Sedari tadi ia terus memegang kartu identitas so eun dan berkali-kali melihatnya.

Il woo merenung mencoba untuk berfikir.

“apakah ada alasan dia sengaja memalsukan identitas?” pikir il woo.

“umurnya sama denganku dan juga…kim bum. Tapi bahkan kim bum menganggap so eun lebih tua.” ujarnya. Setelah berfikir, akhirnya il woo memutuskan agar ia menyimpan rahasia ini sendirian. Tanpa memberitahu kim bum ataupun sahabatnya yang lain. Dan ini adalah hal baik. Il woo memang baik.

###

 

So eun membuka pintu kamar kim beom dengan perlahan. So eun melihat kim bum masih tertidur dan menghampirinya. Dilihatnya wajah kim beom sudah tak separah seperti kemarin. So eun memerhatikannya lalu menggibas-gibaskan tangannya di depan wajah kim bum.

Kim bum tak kunjung bangun.

“kim beom-ah ireona.” suruh so eun. Tapi kim bum tak juga membuka kedua matanya.

So eun menghela nafas.

Tak lama kim bum membuka matanya, terasa berat. Pertama kali yang dilihat kim bum adalah wajah so eun. Tapi kim bum tak merasa kaget seperti biasanya, ia merasa lemas. Ada sesuatu yang terjadi padanya.

“uh kau bangun juga.” ujar so eun.

“hmm….” kim bum mengerang dengan nada lemah sambil kembali menutup matanya.

“bagaimana? Apa kau sudah merasa baikan?” tanya so eun.

Kim bum menggeleng dengan mata yang masih terpejam. So eun merasa ada sesuatu yang aneh dari kim bum.

“kau kenapa?” tanya so eun.

Kim bum tak menjawab. So eun pun menaruh tangannya di dahi kim bum.

“o…omo panas ! Kau sakit?” tanya so eun.

“eng…… molla.” jawab kim bum lemas.

“merepotkan, baiklah dengan keadaan seperti ini kau tidak akan mungkin pergi kuliah. Wajahmu babak belur dan sekarang kau sakit” ujar so eun lalu hendak keluar dari kamar kim bum. Tapi sepasang tangan milik kim bum menahan tangannya, so eun menoleh.

“jangan bilang pada ayah dan ibuku. Berkelahi dan sakit.” pinta kim bum.

So eun mendesah.

“aku hanya akan menghubungi dokter dan meminta bibi jung untuk membuatkan bubur.” jawabnya.

Kim bum pun melepaskan tangannya dan membiarkan so eun keluar kamar. Ia hanya bisa menatap so eun dari belakang. Perasaan aneh hinggap lagi padanya dan tambah membuatnya pusing. Kim bum pun memilih kembali memejamkan matanya.

———

 

“tuan muda hanya perlu istirahat.” ujar dokter pribadi keluarga kim setelah memeriksa keadaan kim bum.

“aku sudah memberikan beberapa obat.”

So eun hanya mengangguk mengerti dan bibi jung mengantar dokter kim sampai depan pintu.

“sukses membuatku bertanggung jawab penuh.” ujar so eun lalu duduk di kursi menghadap kim bum yang masih berbaring.

“sekarang tugasku tidak hanya menjadi bodyguard, tapi harus merawatmu pula.” ujar so eun mengambil semangkuk bubur.

“aku tidak meminta kau merawatku.” balas kim bum. So eun menatapanya.

“benarkan posisi tidurmu, kau harus makan ini.” perintah so eun.

“tidak usah menyuapiku, aku bisa sendiri.” tolak kim bum.

“jika tidak disuapi aku tidak yakin kau akan memakannya. Biasanya orang sakit kan seperti itu.” ujar so eun.

Kim bum mendesah dan hanya pasrah.

“di dunia ini baru ada bodyguard secerewet dia.” batin kim bum seraya melahap bubur yang di suapkan oleh so eun.

“mulai sekarang aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi sendiri lagi. Jika tahu akibatnya akan terus sama seperti ini.” ujar so eun.

Kim bum hanya menatapnya, tak ada yang bisa ia lakukan untuk menolak, mencegah atau apa.

###

 

“so min-ah, apa kau mengenal lee seung gi?” tanya yoona.

“oh ne, dulu satu SMA denganku.” jawab so min.

“oh pantas saja kemarin dia bertanya padaku.”

“jadi, benar yang kemarin itu lee seung gi? Pantas saja aku merasa tidak asing. Tapi darimana eonni mengenalnya?”

“oh waktu itu dia menolongku.”

###

 

Kim bum kaget karena tiba-tiba ketiga sahabatnya langsung masuk ke dalam kamarnya. Disaat itu, so eun sedang kembali mengobati memar di wajahnya.

“teman-temanmu.” So eun segera menghentikan aktifitasnya.

“ehem apakah kami mengganggu?” tanya seung gi.

“ya apa maksudmu?” sewot kim bum.

Il woo hanya menatap mereka, sesuatu yang belum kim bum tahu tentang so eun sudah ia ketahui.

So eun lekas berdiri dan tersenyum pada mereka, termasuk senyum yang lebih ramah pada il woo.

“sebaiknya aku tinggal saja.” ujar so eun lalu keluar kamar kim bum.

Mereka langsung menghampiri kim bum dan duduk di tepi kasur.

“sepertinya hubunganmu dengan sang bodyguard semakin dekat.” goda seung gi.

“gila kau ini ! Aww…mana mungkin aku tertarik dengannya, aku lebih muda darinya.” balas kim bum.

Il woo yang sudah tahu sebenarnya hanya diam.

“bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya il woo mengalihkan pembicaraan.

“lebih baik. Hanya saja sedikit pusing.” jawabnya.

“aish sudah ada bodyguard masih saja berkelahi. Lihat wajahmu ! Jadi hancur begitu.” ujar soo hyun.

“kalian kemari ingin menjengukku atau hanya meledekku?” tanya kim bum.

“ah lagi pula aku juga heran kenapa orang-orang selalu mengejarmu? Padahal yang playboy itu seung gi bukan kau.” tukas soo hyun.

“entahlah aku juga muak” jawab kim bum.

“kau tahu bum, suzy seperti orang kehilangan karena kau tak masuk kuliah. Terus saja mengganggu menanyai keadaanmu.” jahil seung gi.

“cih . . . .sebenarnya mau apa dia” kesal kim bum.

###

 

“ahhhhhh benar-benar membuat repot, cara seperti apa yang harus aku lakukan agar anak tuan kim ini berhenti berkelahi?” pikirnya sambil memijat keningnya yang berkedut.

“dan masalah apa sebenarnya hingga ada saja orang yang mengejarnya dan menghajarnya? benar-benar membuat pusing.” Gerutunya.

“apa aku harus menerapkan kata-kata dari tuan kim? Bersikap lebih keras saja padanya? Aish tapi aku tidak yakin ini akan berhasil.” Ujarnya bingung.

“kim bum memang sering berkelahi.” Ujar seseorang tiba-tiba.

So eun melihat ke arah sumber suara. “oh il woo-ssi.” Lalu so eun menghela nafas.

“ apa kau tahu penyebab dia suka berkelahi?” Tanya so eun.

“di kampus kim bum itu termasuk popular, bahkan semenjak SMA. Banyak para wanita yang mengaguminya hingga tak memperdulikan para kekasihnya. Maka dari itu kekasih-kekasih dari wanita itu marah pada kim bum dan bertindak kekerasan.” Jelas seung gi.

“oh….tidak masuk akal sekali.” Balas so eun.

Il woo tersenyum. “bahkan ada salah satu wanita yang selalu membuntuti kim bum, sepertinya sudag tergila-gila.” Ujar il woo.

Pikiran so eun langsung terbang kepada wanita yang waktu itu mengekori kim bum, tentu saja wanita yang meminta ganti rugi atas kejadian tabrakan kecil waktu itu.

“nugu?” Tanya so eun.

“baek suzy…….tapi kim beom sama sekali tak tertarik padanya.”

‘oh jadi nama wanita sombong itu baek suzy.’ Batin so eun.

“bagaimana perasaanmu sebagai bodyguard kim bum? Yang aku tahu kim beom itu suka menentang keputusan orang tuanya…..tapi sepertinya sejak……..” kata-kata il woo terputus.

“sedikit menjengkelkan, tapi apa boleh buat ini pekerjaanku.” Potong so eun

“kau bisa membantuku? Sebagai temannya pasti kau lebih mengenal kim bum dengan baik. Sebaiknya apa yang harus aku lakukan agar kim bum berhenti berkelahi? Yah, tak ada lagi orang yang menghajarnya.” Ujar so eun.

Il woo masih diam, sepertinya ia sedang berpikir.

“ah kim beom belum punya seorang pacar kan? Sebaiknya ia harus segera memiliki kekasih.” Usul so eun.

“ kim beom tidak bisa sembarangan mendapatkan pacar seperti itu. Seleranya………yah….begitulah.”

“aish dasar orang kaya…” dumel so eun.

Il woo hanya tersenyum, bisa melihat dan mengobrol dengan so eun benar-benar membuat ia senang, dan entahlah jantungnya berpacu cepat. Il woo akui ia memang sudah tertarik pada so eun sejak tak sengaja melihatnya melatih taekwondo. Dan sekarang, il woo sudah menyukainya. Terlebih jika ia tahu kalau umur so eun yang sebenarnya adalah 20 tahun bukan 25 tahun.

###

 

“so min-ah kau bisa kan jaga dulu sebentar, aku ada urusan keluar. Ada client yang meminta untuk bertemu.” Ujar yoona.

“oh baiklah.” Jawab so min.

“jika ada apa-apa kau hubungi aku saja ne?”

“ne….”

Yoona pun segera pergi menggunakan taksi.

———–

 

“oh jadi Anda ingin design baju seperti ini?” Tanya yoona pada clientnya. Mereka sedang berada di sebuah café saat ini.

“ne, aku suka dengan modelnya. Bisa kau percepat produksinya? Soalnya 2 minggu lagi acaranya akan di laksanakan.” Pintanya.

“oh baiklah kalau begitu, aku akan segera membuatnya.” Ujar yoona dengan senang hati.

“jika sudah jadi kau hubungi aku saja. Aku akan membayar case.”

“baiklah….jangan sungkan-sungkan saja untuk memesan baju di butik kami lagi.” Ujar yoona.

Si clientnya tersenyum. “aku ada urusan lagi, aku pamit terlebih dahulu.” Ujarnya lalu segera pergi.

“ne sampai jumpa.” Balas yoona memamerkan senyum di wajahnya.

“semoga ini menjadi awal yang baik.” Ia pun menyeruput jus jeruknya lalu mengambil tas dan berdiri.

Saat yoona hendak keluar dari café, tak sengaja ia bertemu dengan seung gi yang hendak masuk ke dalam café sambil menggandeng seorang wanita.

“eh seung gi-ya?” ujar yoona. Tatapannya beralih pada wanita yang di samping seung gi. Wanita yang berbeda dengan waktu itu.

“noona, kita bertemu disini.” Jawab seung gi tersenyum.

Yoona mengerutkan keningnya setelah mengerjapkan mata berkali-kali. Wanita yang di samping seung gi memang wanita yang lain.

“dia…pacarmu?” Tanya yoona.

“ne…teman kencan…..”

“ooohh…” yoona hanya bisa membulatkan matanya.

“noona juga habis berkencan?” Tanya seung gi.

“a..aniyo, barusan aku ada perlu dengan client dan bertemu disini.”

“ya oppa…cepatlah aku sudah lapar…” rengek teman kencan seung gi dengan manja.

“oh ne……..” seung gi pun masuk ke dalam sebelumnya ia tersenyum terlebih dahulu pada yoona.

Yoona hanya gelang-geleng kepala melihatnya.

“teman kencan? Dengan wanita yang berbeda. Ckckck sepertinya  seung gi itu seorang playboy.” Gumam yoona.

###

 

Kim bum duduk di tepi kasurnya. Bayangan wajah so eun yang ia perhatikan dari dekat kembali hinggap di otaknya. Entah apa yang merasukinya sekarang hingga bayangan itu muncul lagi. Kim bum mendesah, mulai ada yang tidak beres dengannya.

“ada apa denganku? aish kenapa harus dia yang ada di otakku? Kenapa wajahnya……argh menyebalkan.” Kesal kim bum berusaha menyangkal.

Ia pun membaringkan tubuhnya di kasur. Ia akui, wajah so eun tak mau hilang dari bayangannya, seperti menghantuinya, membuat kim bum tak bisa memejamkan matanya. Kim bum kembali mendesah. Otaknya benar-benar tidak beres.

Pintu terbuka, dan so eun masuk ke dalam. Kim bum berdecak kesal kenapa di saat bayangan wajah sang bodyguard memenuhi otaknya tiba-tiba ia datang.

“bagaimana? Kau sudah lebih baik?” Tanya so eun.

“hhhmmm.” Jawab kim bum.

“baguslah….”

“kau tidak melapor pada ayah dan ibuku kan?” Tanya kim bum.

“aniyo, bukannya kau yang meminta untuk tak memberitahu?”

Kim bum mengangguk.

“beom-ah kau punya pacar?” Tanya so eun tiba-tiba.

Kim bum langsung membulatkan matanya. “mwo? Aniyo.” Jawab kim bum.

“oh……seharusnya kau segera punya pacar.” Ujar so eun sedikit berbisik.

“mwo? Kenapa kau yang mengatur?” sewot kim bum.

So eun angguk-angguk kepala. “agar tak ada lagi yang menghajarmu, itu lebih baik.” Ujar so eun.

“ishh…aneh sekali kau…” balas kim bum.

“seharusnya aku yang bilang begitu, kau yang terlihat aneh.” Ujar so eun.

“a..aniyo aku tidak aneh….hanya pikiranmu saja.”

“hmm, oh ya baek suzy? Dia….yang selalu mengikutimu itu?” Tanya so eun.

“aish untuk apa bertanya tentang dia. Apa kau masih punya urusan dengannya?” Tanya kim bum.

“molla, tapi lebih baik kau terima saja dia….Semoga saja kan dia tak balas dendam padaku karena telah melarikan diri, aku dengar dia itu tergila-gila padamu.”

“ya apa yang kau katakan? Shireo….!” Tolak kim bum ogah-ogahan.

“wae? Apa kau sudah menyukai seseorang huh?” Tanya so eun.

Kim bum diam, ia sendiri tidak tahu.

“lalu apa urusanmu? Itu urusan pribadiku.” Balas kim bum.

“aish jika sikapmu kasar pada wanita, mana ada yang akan tertarik padamu kecuali, ya baek suzy….” Cibir so eun.

“aku? Kasar? Itu mungkin terhadapmu saja ! kau lihat kan kalau aku popular di kampus.” Bela kim bum.

“yasudah terserah kau saja tuan muda, yang penting seharusnya kau bersikap lebih sopan padaku arasso ! kau lebih muda dariku.” Ujar so eun seraya mencondongkan wajahnya kea rah kim bum.

Tentu saja itu membuat kim bum gugup. “y…ya apa yang kau lakukan?”

“hmmm wajahmu……..sudah lebih baik, kau bisa kuliah besok.” Ujar so eun menjauhkan lagi wajahnya.

Jantung kim bum masih terpacu cepat seperti kuda yang sedang balapan.

“lebih baik istirahatlah, sepertinya kau juga sudah tak sakit lagi.” Lanjut so eun sambil menarik selimut untuk kim bum. Kim bum hanya diam saat so eun menyelimuti tubuhnya.

“tidurlah tuan muda.” Ujar so eun sok lembut lalu keluar dari kamar kim bum.

Kim bum sendiri masih terpaku seperti patung. Tidak, ia tidak mungkin menyukai bodyguardnya sendiri. Bodyguard yang lebih tua darinya.

“m..mana mungkin……tidak boleh……..mana mungkin aku menyukainya.” Batin kim bum bingung.

“pasti ini factor obat…yah benar…aish…..”

###

 

“aku akan mengawasimu ! ingat itu….jangan sampai hal yang sama terjadi lagi ! arasso?” ucap so eun.

“aish…ne…ne…” jawab kim bum dengan kesal lalu keluar dari mobil.

“hah benar-benar cerewet sekali.” Gerutu kim bum.

“beom-ah……..” teriak suzy.

“aish sial.” Dumel kim bum mempercepat jalannya, tapi suzy sudah berhasil menggandeng lengannya.

“ya kau….jangan sok akrab denganku !”

“beom-ah bagaimana dengan keadaanmu?” tanya suzy mengacuhkan omelan kim bum.

Suzy memerhatikan wajah kim bum lalu memegang pipinya.

“apakah masih sakit?” tanya suzy.

“jauh lebih sakit saat kau memegangnya, turunkan tanganmu…!” perintah kim beom.

Suzy memanyunkan bibirnya.

“beom-ah kenapa kau kasar sekali padaku? padahal aku kan mengkhawatirkanmu.” Ujar suzy.

aish jika sikapmu kasar pada wanita, mana ada yang akan tertarik padamu kecuali, ya baek suzy….” Cibir so eun.

Tiba-tiba kim beom teringat perkataan so eun.

“aish kenapa selalu muncul di pikiranku?” kesalnya.

“beom-ah wae? Gwaenchana?” tanya suzy.

Kim beom tak menghiraukan dan malah berjalan meninggalkan suzy sambil merutuki diri sendiri karena so eun lagi-lagi muncul di kepalanya. “menyebalkan.”

###

 

So eun menunggu kim beom di depan kampus sambil memegang ponsel untuk mengawasi kim beom. Tak lama kim beom datang bersama teman-temannya. So eun tersenyum lega melihatnya.

“ayo pulang !” ajak so eun.

Tanpa basa-basi kim beom langsung masuk saja ke dalam. Sejenak so eun tersenyum pada ketiga sahabat kim bum itu. Seung gi dan soo hyun hanya saling berdehem berniat meledeki kim bum. Sementara il woo hanya menatap so eun yang sudah masuk lalu menjalankan mobilnya.

Selama di perjalanan kim bum hanya memandang ke jendela, tak ingin menatap so eun yang jujur membuat konsentrasinya berkurang saat belajar. Kim beom sendiri bingung dan tidak tahu kenapa.

————–

 

So eun berjalan di belakang kim beom saat memasuki rumah. Kim bum terus berjalan menuju kamarnya. Saat so eun hendak masuk ke dalam kamarnya sendiri tiba-tiba kim bum menghentikan langkahnya. So eun membuka knop pintu dan hendak masuk, tapi kim bum menahan tangannya.

“ada apa?” tanya so eun.

Kim bum menatapnya dan malah mendorong so eun masuk ke dalam kamar so eun.

“y…ya…ada apa?” tanya so eun.

Kim bum malah terus mendorong so eun hingga menempel ke dinding.

“ya apa yang mau kau lakukan?” tanya so eun. Ia sudah siap-siap menendang kim beom jika kim beom melakukan hal aneh padanya.

Kim bum masih menatap so eun, dengan tatapan seperti menerka-nerka. Meneliti setiap inchi wajah so eun.

“kau……” ujar kim beom.

So eun melototkan matanya karena kim bum semakin mendekatkan wajahnya.

“mwo?”tanya so eun.

“wajahmu…..tidak cocok dengan umurmu !” ujar kim bum menjauhkan wajahnya.

“ne?” kaget so eun.

Ternyata selama di mobil, kim bum terus berfikir tentang umur dan wajah so eun.

“w..w..wajahmnu tidak cocok dengan umurmu…” ulang kim beom sekali lagi namun agak gugup sambil memalingkan wajahnya dari so eun.

So eun  menelan ludahnya. Sepertinya anak tuan kim ini mulai curiga padanya.

TBC

 

41 thoughts on “BABY FACED BODYGUARD PART 7

  1. Uuuu Daebak eoonie nie FF bnar2 daebak……..
    Suka bggettttt…kyak n Bum bnar2 ska sma eon so eun n…uuuuu…ckarag ilwoo udh tw smua tntag eoonie so eun uuuu….kyaa lnjuttt eoonie daebak bgeeetttttttt………d tggu bgeeeetttt….

  2. Yaaa… Resi keren banget deh, 2part dalam 1 hari…
    Horeee kim bum udah mulai suka ama so eun,
    Wah tpi ilwoo juga suka ama soeun…
    Soeun keren banget deh disini, tegas tapi lembut…
    Ditunggu part selanjutnya ya…

  3. aish mbum, kirain mau cium sso#huuu mau na buru2
    g tauna msih pnsran ma wjh sso asli apa oplas..

    Bumsso pkk na unyu2 bngtlah

  4. Waw Daebakk kerennn eonnie .. Hah apa ??? Il woo suka sama soeun ? Oh NO !!!
    Jiahh aku kira bnr bum bkal kisseu Soeun #plak# hehe trnyata penasaran sama wajah + umur soeun hihihi Bum mulai curiga karena Jatuh cinta hehe
    lanjutt eonnie😀

  5. Akhirnya dipost juga lanjutannyaaaa. Wah il woo udah tau ya umur so eun yg sebenernya brapa. Kim bum jg udah curiga tuh, yaiyalah muka so eun kan emang keliatan masih muda kekekekek. Ditunggu next partnya ya author😀

  6. wah tambah seru… rahasia so eun ill wo udh.. tau nanti siapa lagi ya yuang tau ? kim bum udh jatuh hati ama so eun… kayanya berharap so eun lebih muda / seumuran ama dia ….he..he…

  7. ya ampun..eon bru sdar klo part 7nya juga uda keluar dri kemaren kekekkeek
    uwwaah semoga kim bum tau umur sebenrya so eun..ayo il woo, ceritai ama bum..pokoknya ceritain yaa..aku maksa kamu il woo..klo nga, aku yg bakal bongkar rahasia so eun sama kim bum #huahahakkakaka saraf..reader saraf kkekekeke..
    ressiiii..lanjut yaa part 8nya kekekeke😄

  8. Ahahagahahaha jemp0l kaki badak bwt mu saeng…keren dah…pa lg reader mu byk yg nyangka kissu di dinding..kalo aQ sih nebak gak mgkin secepat itu pa lg tampang jual mahal be0m blum di 0bral murah..wkwkwk
    Bwt ss0-illw0o agk dket yaw?biar be0m lama2 nyadar diri..

  9. aaaah seru bgt resi kim bum jual mahal bgt tp mulai luluh am kecantikan so eun ayo il woo dketin sso supaya kim bum cemburu kekeke lanjut ya res

  10. aduh kra.in bum mau ngpa.in, trnyta cma mau nanya umr.y sso krn gx sesuai dngan wajah.y … Aku ampe degdegan pas bum dorong sso. . .

    Thor lnjt, pnsarn nie . . .

  11. huwaaa daebak daebak thor^^
    ckckck bumppa dh mulai gila ne, tiap hari yg da di pikirannya cman sso ja, hmmm kyaknya bumppa dah mulai da rasa ne sm sso🙂
    lanjut thor, next partx di tnggu!

  12. Wahh . . Ini cinta trapesium (?) antara s0min, ilwoo, s0eun, n kimbum. . . .
    Tpi nanti gmana kalau kimbum tau ilwoo suka ma s0eun. . .
    Tpi meningan gtU nanti supaya kimbum’a sadar bAhwa dia suka ma s0eun aBis’a dia masih ragu” sich. . .hehe

  13. aduh aduh makin pusing ini ceritanya….makin banyak tragedi tragedi yang buat tambah penasaran ajaaaa….mau lanjut baca lagi deeeh

  14. Kaya nya sebentar lagi umur nya so eun bakal d ketahui kim bum deh bener ga Author??? Ah kelamaan nunggu d jawab Author mah mending langsung ke Next party nya aja

  15. il woo baik y? ^_^ dia mau ngejaga rhasia.a so eun, suzy nie cba ga usah ngejar” kim bum lgi cba am so hyun aj, ih kok kim bum bru kepikiran skarang y klo muka.a so eun itu ga cck am umur.a ckckck

  16. il woo baik y? ^_^ dia mau ngejaga rhasia.a so eun, suzy nie cba ga usah ngejar” kim bum lgi cba am so hyun aj, ih kok kim bum bru kepikiran skarang y klo muka.a so eun itu ga cck am umur.a ,kya.a identitas so eun bentar lgi bkal kebongkar deh#sok tw -_-

  17. kasian il woo suka sama so eun tapi so eun kan udah suka sama kim bum duluan walau so eun belum tau, pemilik jam tangan silver itu…

  18. Yeaaaahhh…Sso uda mulai masuk di otaknya Bum…qiqiqiqiq…
    Daebak..daebaaaakk….semoga Bum segera sadar klo dia mmg suka sm Sso…

  19. uhuy yg udh mulai terkena panah cupid hihihi… jantung berdegup kencang dan selalu terbayang serta mengganggu konsentrasi…

    hmm tp ada aroma cinta segitiga nih😀
    tp il woo kamu ngalah aja ya, masih ada so min tuh hihi

    seunggi ma yoona sering ketemu uy baik disengaja maupun tidak ehem😛

    dan suzy, lbh baik kamu lupakan bum.. kan ada soo hyun :v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s