BABY FACED BODYGUARD PART 9

BABY FACED BODYGUARD PART 9

 

AUTHOR: RESI R

MAIN CAST: KIM SANG BEOM DAN KIM SO EUN.

OTHER CAST: KIM YOONA, LEE SEUNG GI, JUNG IL WOO, JUNG SO MIN, KIM SOO HYUN, BAEK SUZY.

GENRE: IDK (?)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

PART 9

So eun tertawa kecil sambil melihat bayangannya sendiri di cermin.

“penampilanku memang aneh.” gumamnya.

“pantas saja dia berkomentar seperti itu.” so eun lagi-lagi tertawa kecil.

“tapi setidaknya anak tuan kim ini tidak curiga.” ujarnya.

Tiba-tiba ponselnya berdering. Ada telpon masuk dari tuan kim. Dengan segera so eun pun mengangkatnya.

“yeoboseyo.”

“. . . . . . .”

“oh tuan muda akhir-akhir ini sikapnya jadi lebih baik.” dusta so eun.

“. . . . . . . .”

“anieyo, sejauh ini tuan muda tidak lagi berkelahi.”

“. . . . . . .”

“aku akan kabari jika ada sesuatu yang terjadi.”

“. . . . . . .”

“ne tuan, akan aku sampaikan padanya.”

 

So eun menghela nafas lalu memasukan lagi ponselnya ke saku jas.

Ia kembali memandangi dirinya di cermin. Tepat pada wajahnya sendiri. Teringat lagi perkataan kim bum tadi padanya.

“oh ya dan…..sekali-kali……..gerailah rambutmu…!”

So eun mengerutkan keningnya sejenak untuk berfikir.

“aneh sekali ! Kenapa tiba-tiba dia berbicara meminta seperti itu” pikir so eun.

Namun tangannya terangkat perlahan untuk melepaskan ikatan rambutnya. So eun sedikit merapikannya dan tersenyum kecil.

Seakan sadar, cepat-cepat ia pun kembali mengikat rambutnya.

“permintaan yang aneh.” komentarnya mengingat kalau ia memakai pakaian layaknya seorang bodyguard.

###

 

Kim bum mengetuk-ketukan pensilnya pada meja. Selama pelajaran berlangsung ia sama sekali tak memperhatikan dan malah sibuk membuat lagu. Kim bum menatap kertas yang sudah ada tulisannya. Hanya dua kalimat lirik lagu yang ia tulis karena hanya itu yang ada di otaknya.

” cheoeumbuteo neukkyeotjyo. naneun geudaeege ppajyeobeoryeotjyo (I felt it from the start. I fell for you right then) “

bacanya tanpa nada.

“kenapa mendadak aku menulis lirik yang seperti ini?” gumamnya.

 

“sebenarnya kau ingin menciptakan lagu yang seperti apa? Semacam jatuh cinta kah? Kasih sayang kah? Atau yang seperti apa?” tanya il woo.

Kim bum mendesah.

“aku belum tahu.” jawabnya.

“pantas saja inspirasimu begitu sempit jika kau sendiri tak tahu akan menciptakan lagu yang seperti apa. Jika kau sedang jatuh cinta mungkin akan lebih mudah.” ujar il woo.

 

“aish apa benar aku sedang jatuh cinta?” tanya kim bum sambil sibuk berfikir tentang perkataan il woo waktu itu.

“ah otakku saja yang sedang encer.” belanya pada diri sendiri.

Tapi kim bum teringat dengan so eun, dan itu membuatnya tersenyum sendiri. Mungkin benar kim bum sudah menyukai bodyguardnya sendiri, tapi terlalu gengsi untuk mengakuinya perihal umur so eun yang 5 tahun lebih tua darinya. Atau ada alasan lain?

###

 

So eun duduk di tepi kasurnya.

 

“apakah aku tidak berdosa membohongi tuan kim? Padahal dia sangat baik sekali padaku.” gumam so eun.

“aish aku merasa bersalah. Tuan kim maafkan aku…” ujar so eun mengingat dirinya telah berbohong mengenai biodata aslinya.

“tapi jika sudah waktunya pasti aku akan berusaha menjelaskan dengan jujur.” Ujarnya lagi.

So eun memandang ke arah jendela. Tiba-tiba teringat kejadian waktu itu. Lagi-lagi muncul di pikirannya. So eun pun berjalan ke arah meja dan membuka laci. Ada sesuatu yang masih tersimpan dengan baik disana. Sebuah jam tangan. So eun tersenyum lalu mengambilnya.

“aw. . .” lirih so eun, ia hendak menendang orang itu karena takut akan melakukan yang macam-macam. Tapi orang itu malah memeluk so eun dengan posisi seperti mereka sedang melakukan sebuah ciuman. Sontak saja so eun semakin kaget, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, dua kantung keresek yang ia pegang jatuh ke bawah begitu saja. Suara deru nafas yang tidak teratur dan detak jantung orang itu sampai terasa dan terdengar oleh so eun. So eun hanya bisa diam dan jantungnya juga berdetak lebih cepat.

“untuk sebentar saja, bantu aku” pinta orang itu dengan suara pelan. So eun hanya diam dan mengangguk.

“mereka sudah pergi. Terimakasih” ujarnya lalu segera pergi meninggalkan so eun yang masih mematung. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan membuat ingatannya menjadi pulih sepenuhnya. So eun sadar dari tadi ia hanya terdiam. Ia mengangkat ponselnya dan kembali memungut dua kantong keresek yang terjatuh tadi, namun ia melihat sesuatu di sana. Sebuah jam tangan, yang mungkin milik pria tadi. So eun pun memungutnya.

Mengingat kejadian itu, so eun jadi tersenyum sendiri.

“kapan aku akan bertemu lagi dengan pemilik jam ini? aku harap aku bisa bertemu lagi dalam situasi yang kebetulan.” Ujarnya.

So eun memandang jam itu lekat-lekat. Seulas senyum terlihat dari bibirnya.

“daripada terus disimpan, lebih baik aku memakainya saja.” Ujarnya sambil mencoba memakai jam itu yang cukup kebesaran untuk ukuran tangannya.

So eun cekikikan sendiri mengamati jam tangan yang kini sudah terpasang di pergelangan tangannya walaupun agak longgar.

“semoga aku bisa segera mengembalikanmu.” Ujar so eun seakan berbicara dengan jam itu.

###

 

“beom-ah kenapa kau tak bilang padaku jika kau punya seorang bodyguard?” tanya suzy menyamakan langkahnya dengan kim bum saat kim bum hendak menuju ruang music.

“bukan urusanmu…” jawab kim bum cuek.

“aish…bodyguardmu itu seorang wanita. Aku takut jika nanti ia menyukaimu…aku tidak mau itu terjadi.” Ujar suzy.

Kim bum menghentikan langkahnya.

“lalu? Apa urusannya denganmu?” tanya kim bum.

“ya jelas ada. Semua mahasiswa saja tergila-gila padamu, kemungkinan bodyguarmu itu juga akan sama dengan wanita lain.” Ujar suzy.

Kim bum berfikir, bagaimana sikap so eun terhadapnya selama ini padanya. Tapi, tak ada tanda-tanda jika so eun menyukainya.

“beom-ah….apa kau sudah tahu kalau bodyguardmu itu….” Ujar suzy hendak menceritakan kejadian waktu itu.

“bukannya kau yang tergila-gila padaku?” potong kim bum lalu berlalu meninggalkan suzy.

“beom-ah….” Suzy langsung mengejar kim bum.

“aku memang menyukaimu…tapi kau selalu saja bersikap cuek padaku….apa yang kurang dariku? Aku akan memperbaikinya agar kau menyukaiku” Ujar suzy.

Kim bum mendesah.

“jangan terus mengikutiku….aku tidak akan pernah menyukaimu…” jawab kim bum masih berjalan.

“wae?” tanya suzy. Ia sangat sedih mendengar kim bum berbicara seperti itu padanya. Tapi, ini sudah seperti menjadi kebiasaan dan ia sama sekali tidak akan pernah menyerah untuk membuat kim bum jatuh cinta padanya. Karena suzy sudah benar-benar menginginkan kim bum dari dulu.

“apakah kau akan berhenti mengikutiku jika aku bilang kalau aku sudah menyukai orang lain?” tanya kim bum terpaksa berkata seperti itu. Bukan berarti ia memang sudah menyukai orang lain atau menyukai so eun. Hanya saja agar  suzy tak lagi mengikutinya.

Suzy membulatkan matanya. Ia sama sekali tidak ingin mendengar jika kim bum sudah tertarik pada wanita lain selain dirinya.

“shireo…aku tidak ingin dengar…aku tidak mau tahu.” Balas suzy.

Kim bum tersenyum sinis.

“kau harus dengar…..aku menyukainya…” ujar kim bum.

Suzy tak jadi menutup telinga karena kim bum langsung bicara.

“nu..nugu?” tanya suzy berubah penasaran.

Kim bum menelan ludah. Ia memang harus mengakatakannya karena ini terpaksa. Hanya untuk alasan saja. Bukan berarti ia memang benar-benar menyukainya. Tapi siapa yang tahu nantinya kim bum akan benar-benar menyukainya?

“bodyguardku..” jawab kim bum berusaha enteng.

Suzy menganga, tidak percaya dengan jawaban yang di ucapkan kim bum.

“mwo?” kaget suzy, benar-benar tak percaya.

“kau sudah tahu kan? Jadi jangan mengekoriku lagi.” Ujar kim bum lalu meninggalkan suzy.

Suzy mengepalkan tangannya.

“wanita itu…..sudah membuat dua masalah denganku…aish….awas saja…! Aku tidak akan tinggal diam.” Kesal suzy lalu pergi.

###

 

Kim bum tampak berfikir di ruang music. Berbeda dengan seung gi, soo hyun, dan il woo yang sedang asik memainkan alat music masing-masing.

Kim bum menggaruk kepalanya.

“aish apa aku benar tadi bicara begitu pada si kucing (suzy#maaf ya buat fansnya suzy. Author juga suka suzy kok(?) plaaakk heheh)” pikir kim bum mengingat jika ia sudah terlanjur bicara menyukai bodyguardnya, walaupun terpaksa.

“bagaimana jika ia memberitahu pada yang lain? Ah babo….” Gumam kim bum.

“apakah tidak ada ide lain? Kenapa tadi aku harus bilang menyukainya? Kenapa tidak orang lain saja yang aku sebut?” pikirnya.

“menyukai siapa?” tanya seung gi yang sudah duduk di sampingnya, mendengar gumaman kim bum. Sontak saja kim bum merasa kaget.

“siapa? Menyukai siapa?” tanya balik kim bum.

“kau ! menyukai siapa?” tanya seung gi dengan tatapan menggoda.

“aish…aku menyukai siapa? Aku tidak menyukai siapa-siapa ! Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?” kesal kim bum.

“aku mendengarmu berbicara sendiri…..” jawab seung gi.

“aishh…aku tidak berbicara apa-apa..” elak kim bum.

Seung gi malah menyipitkan matanya.

“kemarin-kemarin kau terlihat senang dan tampak senyum-senyum sendiri…dan sekarang aku mendengarmu menyukai-menyukai begitu….apa jangan-jangan….” goda seung gi.

Kim bum malah menatap tajam seung gi.

“ah arasseo arasseo….aku hanya bercanda.” Ujar seung gi lalu segera menyingkir dan kembali bermain drum.

Kim bum mendesah, lalu mendapati sso hyun dan il woo yang sedang memandangnya. Tatapan soo hyun yang seakan ingin tahun dan menyelidik. Sedangkan tatapan il woo yang hanya datar-datar saja sambil sedang memikirkan sesuatu.

“ada apa kalian melihatku…?” tanya kim bum.

Soo hyun menggeleng-gelengkan kepalanya. “ani…” jawabnya lalu kembali memetik bass.

Il woo memalingkan pandangnnya kea rah gitar yang ia pegang.

“menyukai? Kim bum menyukai siapa? Apa kim bum menyukai…..” batin il woo.

Il woo kembali kea lam sadar karena tiba-tiba ponselnya bergetar. Il woo segera membaca satu pesan masuk itu.

“beberapa hari lagi akan ada pesta di kampus……” Ujar il woo setelah membaca pesan tersebut. Semua menatap ke arahnya.

“pesta?” tanya soo hyun.

Il woo mengangguk. “kita diminta untuk tampil di pesta itu.” Lanjutnya.

“kalau begitu kita harus sering latihan.” Ujar kim bum

###

 

Suzy menatap sebuah mobil dengan tatapan tidak suka, karena dari mobil tersebut keluar seorang wanita yang tak lain adalah bodyguard kim bum. Kim so eun.

“wanita itu……”kesalnya sambil mengepalkan tangan.

Lalu tak lama ia melihat kim bum berjalan menghampiri so eun. Rasa kesal itu semakin menjadi-jadi.

“tunggu saja…aku akan melakukan sesuatu.” Ujar suzy masih tetap memperhatikan sampai mobil itu melaju.

“apa yang kau lakukan?” tanya soo hyun melihat suzy yang seperti sedang mengintip sesuatu karena tingkahnya yang cukup mencurigakan.

Suzy kaget karena tiba-tiba ada seseorang yang berbicara di belakangnya.

“kau?” kagetnya.

“apa yang sedang kau lakukan?’ tany soo hyun lagi.

“aish…bukan urusanmu…” jawabnya lalu pergi.

Soo hyun mengerucutkan bibirnya sambil mencibir. “wajah cantik tapi sikapnya sama sekali tidak.” Cibirnya.

###

 

Kim bum memperhatikan so eun yang sedang menyetir.

“kenapa penampilanmu masih seperti ini? bukannya sudah ku bilang untuk mengubahnya seperti dulu. Dan kenapa rambutmu masih diikat?” Ujar kim bum.

So eun menoleh menatap kim bum.

“wae? Kenapa kau tiba-tiba mengatur-atur penampilanku?” tanya so eun.

Kim bum diam, ia juga tak tahu kenapa.

“ah….apa selama ini kau memerhatikan penampilanku?” goda so eun sambil tersenyum penuh arti.

“mwo? S…s..siapa yang memerhatikanmu? Aku hanya risih saja dengan penampilanmu yang seperti ini..” jawab kim bum kikuk.

“benarkah?” tanya so eun.

“n..ne…” jawab kim bum cepat.

“aku yang berpenampilan seperti ini. kenapa kau yang merasa risih…aneh sekali.” Tukas so eun kembali fokus menyetir.

“i..itu kan…itu karena kau bodyguardku. Kau pasti akan selalu mengikutiku dan berjalan di belakangku kemana pun aku pergi…jadi aku merasa risih.”  Balas kim bum.

“oh jadi kau berharap aku akan selalu mengikutimu dan berjalan di belakangmu kemana pun aku pergi? Begitu?” tanya so eun.

Sontak kim bum menatap so eun. “bukan begitu juga maksudku. Tapi….” Elak kim bum.

“aku mengerti…” sambar so eun.

Kim bum hanya bisa merutuki dirinya sendiri dalam hati.

###

 

Kim beom berdiam diri di kamar. Ia kembali berkutat dengan lagu yang ingin ia buat. Tapi, hanya masih dua kalimat lirik yang tertuang pada kertas. Idenya kembali membatu. Entahlah ia juga tidak tahu. Padahal ia harus bersyukur karena sudah mendapatkan lirik yang lumayan saat tadi di kampus.

Drrrttt drtttt drrrttt

Ponselnya bordering, terlihat seung gi yang menelpon.

“ada apa?”

“ya kami ada di depan rumahmu !”

“ada perlu apa? Kenapa tidak bilang dulu?”

“wae? Biasanya juga kan seperti ini.”

“aishh yasudah masuk saja ! aku malas membuka pintu”

“arasseo….”

“aissh mereka itu…aku jadi semakin tidak bisa berfikir.” dumel kim bum mengingat lagu yang juga tak kunjung-kunjung selesai. Tak seperti seung gi yang di kenal memang lumayan mahir membuat lagu walaupun menurut kim bum semua lagunya tak bermutu tapi tetap saja dinyanyikan. (apadah bahasanya)

———

 

Saat seung gi hendak membuka pintu, dari dalam juga ada yang mendorong pintu.

“oh…” kaget so eun.

Seung gi dan soo hyun tersenyum. So eun membalasnya. Tapi ia tak melihat salah satu dari teman kim bum. Siapa lagi kalau bukan il woo.

“pasti kalian ingin bertemu tuan muda kan?” tanya so eun.

“ne…annyeong…” ujar seung gi lalu masuk diikuti soo hyun.

So eun pun keluar.

————

 

“beom-ah….memangnya bodyguardmu selalu pergi keluar seenaknya saja? Bukannya harus selalu menjagamu?” tanya soo hyun.

Kim bum mengerutkan keningnya.

“apa maksudmu?” tanya kim bum.

“tadi ketika kami membuka pintu, bodyguardmu keluar. Ku pikir dia memang sudah bilang padamu.” Tambah seung gi.

“molla, itu urusannya…” ujar kim bum pura-pura cuek, padahal dalam benaknya ia ingin tahu sebenarnya so eun hendak pergi kemana.

“oh ya il woo apakah tidak ikut kemari?” tanya kim bum.

“katanya dia ada perlu. Entahlah aku juga tidak tahu ada perlu apa.” Jawab soo hyun.

“lalu kalian ada perlu apa kemari?” tanya kim bum lagi seakan menyindir mereka yang datang.

“kami hanya ingin membicarakan konsep konser kita nanti saat pesta. Tinggal beberapa hari lagi….” Ujar seung gi.

“konser? Hanya penampilan biasa.” Ujar kim bum.

“tidak apa kan jika berangan-angan nanti kita akan menjadi band terkenal? Jadi untuk apa selama ini kita latihan jika tidak akan debut?” ujar seung gi. Soo hyu hanya mengangguk mengiyakan.

“ah arasseo…arasseo….terserah kalian saja.” Balas kim beom.

 

###

 

“ya eonni ! aku sudah sampai…” ucap so eun dalam telpon saat ia sudah sampai di salah satu café.

“……”

“mwo? Mendadak? Ya lalu untuk apa kau menyuruhku ke cafe jika ada keperluan mendadak?”

“…..…”

“aiishh….untung saja ada teman-temannya datang jadi mungkin dia tak mencariku karena aku tak bilang dulu.”

“…….”

“lalu sekarang apakah aku harus pulang lagi? Bahkan aku belum  memesan apapun”

“…….”

“memangnya ada perlu apa eonni menyuruhku kemari?

“…….”

“apa susahnya bicara lewat telpon? Kenapa tidak menyuruhku ke butikmu saja tadi?”

“……..”

“ne arasseo…..arasseo. Telpon saja lagi aku….”


“aishhh aku tidak mengerti dengan eonni. Sebenarnya apa yang ingin ia bicarakan?” pikirnya karena tak mengerti.

“lalu apa yang harus aku lakukan disini? Makan?” tanyanya pada diri sendiri.

Saat so eun hendak memanggil pelayan, tiba-tiba ada seseorang yang duduk di kursi yang berhadapan dengannya.

“oh….il woo-ssi…” ujar so eun.

Il woo tersenyum. “kebetulan aku melihatmu disini, jadi aku duduk disini saja.” Ujar il woo.

“oh…” so eun membulatkan mulutnya.

“kim bum? Apakah dia sedang ke toilet?” tanya il woo mengingat pasti jika ada so eun aka nada kim bum, karena kan so eun bodyguardnya.

“kim bum? Dia ada di rumah. Tadi teman-temanmu datang. Tapi kenapa kau tak kesana?” tanya so eun.

“oh…tadi aku ada perlu.” Jawabnya mengingat baru saja ia pergi ke toko musik. “jadi aku tak bisa ikut ke rumah kim bum.”

“oh….kebetulan sekali. Aku lapar. Kau ingin makan juga?” tanya so eun.

Il woo mengangguk.

“baiklah….” Ujarnya.

—————

 

So eun terlihat lahap memakan makanannya. Il woo tersenyum melihatnya. Tapi dalam seulas senyum itu pikiran il woo terus berputar-putar. Ia sudah tahu rahasia so eun. Tapi apakah il woo harus mengatakannya? atau menutup mulut saja dan pura-pura tidak tahu? Il woo benar-benar bingung. Jika saja ia tidak menemukan kartu identitas so eun yang terjatuh mungkin sampai saat ini ia tidak akan tahu yang sebenarnya. Dan tidak akan merasa canggung seperti sekarang.

“waeyo? Dari tadi kau hanya makan sedikit il woo-ssi.” Tanya so eun heran.

“ah anieyo.” Jawabnya.

“mmm.” So eun hanya mengangguk lalu kembali melahap makanannya.

“oh…sebenarnya….aku harus memanggilmu apa?’ tanya il woo.

“ne?” tanya so eun.

“noona? Kim so eun? Atau bagaimana?” tanya il woo.

so eun tampak berfikir.

“panggil aku so eun saja….kalau noona….hahahaha” so eun tiba-tiba tertawa lucu.

“aku tidak enak di panggil noona……tidak biasa…kim bum saja suka memanggilku dengan ‘kau’….” Ucap so eun mengingat kim bum tak pernah menyebut nama so eun. Hanya kau, kau dank au. Ckckckck

“aku maklumi karena dia adalah tuan muda dan aku bodyguardnya….jadi bicara tidak sopan pun tak masalah.” Lanjut so eun walaupun dalam hati sebaliknya.

“tapi aku rasa jika aku memanggilmu tidak memakai noona, aku yang terkesan tidak sopan. Kau kan lebih tua dariku.’ Ujar il woo berpura-pura tak tahu.

“uhuk…uhuk…” il woo langsung menyodorkan segelas air putih, dengan cepat so eun pun meminumnya.

“gwaenchana?” tanya il woo.

So eun mengangguk.

“oh hahahaha ne memang…umurku jauh lebih tua dari kalian…ta..tapi bukan berarti kalian atau kau harus memanggilku noona. Panggil saja so eun supaya kelihatan lebih akrab…aku juga kan ingin kelihatan masih muda seperti kalian hehehe…” so eun tertawa hambar sambil melambai-lambaikan tangnnya di depan wajahnya.

“oh ne arasseo…so eun-ssi?” ujar il woo.

“ne….so eun-ssi saja…”

Il woo pun tersenyum.

###

 

“kau dari mana?” tanya kim bum sambil menyenderkan punggungnya pada tembok di samping kamar so eun.

So eun menoleh dan mendapati kim bum berdiri di dekat kamarnya.

So eun tersenyum kikuk. “mianhae….apakah aku harus meminta izin darimu dulu?” tanya so eun mengingat kim bum yang dulu acuh tak acuh jika so eun pergi, berbeda dengan sekarang.

“tidak juga…” jawabnya. “aku hanya ingin tahu kau darimana?” tanya kim bum.

“aku ada perlu tadi.” Jawab so eun.

Kim bum membenarkan posisinya dan berdiri tegak mengahadap so eun.

“bodyguard sepertimu ada perlu semacam apa di luar sana? tugasmu kan hanya seorang bodyguard.” Ujar kim bum enteng.

“aku juga kan punya urusan lain….urusan keluarga…..teman….pacar…..kau juga kan?” ujar so eun.

“pacar?” pekik kim bum.

“kenapa kau jadi ingin tahu sekali tentang urusanku?” tanya so eun.

“a..anieyo…hanya saja kan tugasmu….ayahku menyuruhmu…..” ujar kim bum terbata, karena ia bingung harus menjawab apa.

“ne….aku memang salah…mianhae…lain kali aku akan bilang padamu atau bahkan tuan kim untuk mendapat izin keluar.” Ujar so eun.

Kim bum memandang so eun tak percaya.

“sebaiknya kau cepatlah tidur…!” suruh so eun lalu membuka kenop pintu.

Kim bum mengerutkan keningnya saat melihat jam tangan yang di pakai so eun pada tangan yang so eun gunakan untuk membuka pintu. (apadah bahasanya hahaha)

“t..tunggu !” ujar kim bum.

So eun menoleh melihat kim bum.

“itu….” Kim bum menunjuk jam tangan so eun.

“ne?” tanya so eun.

“jam tanganmu…..sepertinya…..” ujar kim bum.

So eun segera menurunkan tangannya yang memegang knop pintu sehingga jam tangan itu tertutupi oleh kerah lengan bajunya. (maaf ya kata-katanya amburadul hahaha)

“oh. Bukan jam tangan apa-apa…sebaiknya kau cepat tidur….kau ada kuliah pagi?” tanya so eun.

Kim bum mengerutkan keningnya. Tapi mengangguk mengiyakan.

“yasudah lebih baik tidurlah…”suruh so eun lalu masuk ke dalam kamar.

Kim bum masih diam di tempat sambil memikirkan sesuatu.

————–

 

So eun menyimpan kembali jam tangan yang ia pakai ke dalam laci.

“kenapa anak tuan kim bertanya jam ini?” pikir so eun

—————

 

“jam tangan itu seperti jam tangan milikku yang hilang waktu itu.” Gumam kim bum sambil tiduran di ranjangnya mengingat kejadian waktu itu saat ia terpaksa memeluk seorang perempuan dan tanpa ia ketahui jam tangannya hilang.

“ah mungkin hanya penglihatanku saja…..bentuknya mungkin hampir sama…” pikir kim bum lagi.

###

 

So eun baru datang untuk menjemput kim bum. So eun keluar dari mpobil dan terlihat sedang memoperhatikan ponselnya, tentu saja untuk mengetahui keberadaan kim bum melalui ponsel.


“oh sebentar lagi dia kemari.” Ujar so eun sambil menutup pintu mobil dan masih melihat ponselnya. Entah kenapa tiba-tiba ponselnya terjatuh ke bawah saat so eun hendak memasukannya ke dalam saku jas. So eun mendesah kenapa ponselnya harus jatuh. Ia tahu pasti ini ponsel mahal sampai bisa melacak keberadaan seseorang. Kim bum khususnya. Saat so eun hendak berjongkok untuk mengambil ponsel, sepatunya yang sedikir memiliki hak (?) agak tidak seimbang dalam artian so eun sedikit kesleo hingga membuatnya terdorong ke belakang. So eun kaget pasti ia akan terjengkang jatuh ke bawah. Tapi tiba-tiba seseorang menangkapnya dari belakang sehingga so eun tak jati terjatuh. Orang itu menahan tubuh so eun. So eun bersyukur karena ia tak terjatuh. Orang itu tampak tersenyum.


Kim bum berhenti berjalan saat melihat pemandangan itu, jika ia lebih cepat sedikit  mungkin ia yang akan berada dalam posisi itu. Kim bum menatap tidak suka pemandangan yang ada di hadapannya. Entahlah, hatinya terasa panas. Benar-benar tidak suka. Kim bum hanya menatapnya dengan tajam.

“gwaenchana?” tanya orang itu.

“ne….gwaenchana.” jawab so eun sambil kembali membenarkan posisinya untuk berdiri tegak kembali.

Orang itu mengambil ponsel so eun yang masih tergeletak lalu memberikannya.

“ponselmu.” Ujarnya.

“gomawo il woo-ssi….”ujar so eun sambil mengambilnya.

“ne…” balas il woo sambil tersenyum.

Kim bum semakin tak suka melihatnya.

 

TBC

Aduh sekian deh part 9 nya. Maaf kalo makin gaje terus scene bumssonya masih dikit. Karena ini demi perkembangan cerita (?) wkwkwk. Maaf juga kalo belum ada adegan romantic ataoupun kiss scene nya*eh #lirik salah satu reader wkwkwk ^^v

Yaudah deh KOMEN READERS YANG BAIK HATI…GOMAWOOO AUTHOR CINTA PADA KALIAN #eh…..plaak abaikan

45 thoughts on “BABY FACED BODYGUARD PART 9

  1. aaah suka bgt di part ini kim bum nya udh tergila2 am bodyguardnya kekeke ahaha akhrnya kim bum cemburu jg am il woo *nahloh oke dh cpt2 update ff ini ya res

  2. Cieee kim bum cemburu nih ye wkwk. Hmm kalo kim bum tau so eun itu cewe yg dipeluk dia gmn ya? Penasaran lanjutannya thor. Banyakin adegan yg buat kim bum cemburu dong haha :p ditunggu next partnya😀

  3. Ea adegan bumsso.a dikit krang bnyak, ya ampun koq mbum g’ knal dg jam tangan.a sndri sih??
    Aduh. . .koq selalu ilwoo sih, knpa tdk kim bum.
    Oh ea yg i love my fans cpat d lnjutin ea. . .

  4. ah aku paling suka kalo udah cemburu cemburuan he…he… scene kim bum ama so eun nya di perbayak dong btw kapan so eun akan menggerai rambutnya depan kim bum ? aku menantikan itu loh…..ditunggu lanjutannya ya…

  5. Ye ye ye akhrnya be0m jEles ma il w0o..gedein lg apinya y0w res..biar mendidih..
    #apa deeh!
    Biasa aja,suzi emg mirip kucing..plakk..

  6. Haha. .
    Kimbum tanpa sadar emang udah ngungkapin isi hati’a tpi bukan’a ng0m0ng d hadapan s0eun ini malah ng0m0ng d hadapan suzi. . .
    Asyik. . Makin kimbum cemburu makin seru. .
    Kwkwkw (reader jahat)
    ayo s0eun panas”in kimbum *bwa koMpor(?)* supaya kimbum’a ga gengsian lgi. . Hehe

  7. Yeay kim bum mulai suka ama soeun,
    Ckckckc masa suzy dibilang kucing…
    Ilwoo juga suka soeun, hmm jdi bingung?? Pilih yg mana ya??
    Ayo ilwoo deketin soeun terus biar kim bum cemburu…
    Hehehe ditunggu part 10 nya ya resi…

  8. Wuaaa c-reennnn daebakkkk eon ff n…sukaaa.sukaa bggettttt…
    Wuaaa Bum cmbru tc liat ilwoo smaso eun eoonie….wuaaaa c-reennn daebakkkkkkkk…..Bum udh mlai ska nie…..sma so eun n lnjutttt eon…nie bnar2 pnsran….

  9. waaaah udah ada percikan api dihatinya bummpa nih ngeliat so eun eon deket sama ill wo….ah jaadi gasabar baca selanjutnya…..SEMANGAT YA THOOOOR lanjut okeeeee?

  10. Mmmm… Tambah seru… Aduuh, Q gak bisa berhenti baca nih author, hohoho
    Apalagi ff ini udh complete, sepertinya lngsung dilahap semua, hehehe…^^

  11. Gpp koq walau blm ada kissnya teteo kereeeen….
    Kiss khan ngak segampang itu… Momennya harus pas… Hehehe…
    Semangat author…

  12. Aaaaaaaah bumie jelous pasti G’ enak banget tuh ngeliat so eun sama orang lain ,,,,,, makin seru aja, Author semangat

  13. yah cba kim bum tw klo jm tgn itu memang punya.a jd dia tw klo org yg wktu itu dia peluk so eun😦 pdahal q brhrp org yg nolongin so eun itu kim bum trnyata il woo, il woo cba sma so min aj😦

  14. kekekeke kimbum mulai cemburu nich,,, apa yang akan dilakukan ilwhoo ? karena dia tahu identitas soeun???

    bagaimana dengan kimbum jika tahu soeun seumuran dengan dia??/

    jadi penasaran nich,,,

  15. aaah tambah suka saya liat bum semakin galau dengan perasaannya hahaha

    itu ngomong ke suzy kalo bum suka sso sepertinya bukan keceplosan atau sekedar utk menghindari kejaran suzy tp emang dari hati deh hihihi…

    dan puncaknya jealous ya bum.. ayo buruan curi hati sso, krn sso sendiri masih asik mengenang pria yg meluk dia…
    andai saja sso tau pria itu bum xixixixi

  16. Waaah yg part 8 seruuu jg nah skrg yg part9 makin seruuu nih,, bumppa cemburu kkkk^^…
    Harusnya bumppa lebih cepat,, kpn sso mulai suka sama bumppa nih,, wlw sbnrnya udh suka siih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s