BABY FACED BODYGUARD PART 11

BABY FACED BODYGUARD PART 11

 

AUTHOR: RESI R

MAIN CAST: KIM SANG BEOM DAN KIM SO EUN.

OTHER CAST: KIM YOONA, LEE SEUNG GI, JUNG IL WOO, JUNG SO MIN, KIM SOO HYUN, BAEK SUZY.

GENRE: IDK (?)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Setelah di pikir2 mending di post aja deh part 11 nya hahaha#plaak apa sih

PART 11

 

Suzy memperhatikan dengan kesal. Sebenarnya ia belum sepenuhnya keluar dari sana. Suzy bersembunyi di balik pintu ruang ganti baju saat mendengar ada seseorang yang memanggil so eun tadi. Il woo.

Suzy menahan amarahnya saat tak lama dari itu kim bum juga masuk dan malah membantu so eun. Memberikan nafas buatan padanya.

“sial menyebalkan !” kesalnya.

“kenapa kim bum bisa tahu dia ada disini !” geramnya mengepalkan tangan.

“aish menyebalkan ! Menyebalkan !”

 

Kim bum mengangkat tubuh so eun yang masih lemas.

“biar aku bantu.” ujar il woo.

“tidak usah !” tolak kim bum kasar lalu menggendong so eun.

Il woo hanya terpaku di tempat. Lalu tak sengaja ia melihat sebuah jam tangan dan ponsel yang tergeletak. Milik so eun, pikir il woo lalu ia pun mengambilnya.

###

 

Kim bum masuk ke kamar so eun sambil membawa segelas susu hangat dan roti lalu menyimpannya di meja. Kim bum duduk di kursi dekat kasur sambil memerhatikan so eun yang sepertinya masih tertidur. Kim bum tersenyum melihatnya. Tak lama so eun membuka kedua matanya. Yang pertama ia lihat adalah sosok kim bum.

“bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya kim bum cepat-cepat.

“mmm sudah baik, tapi kepalaku yang jadi pusing.” jawab so eun.

“yasudah, sebaiknya kau minum dulu ini.” kim bum memberikan segelas susu hangat dan roti.

“ah gomawo.” ujar so eun. Perlahan so eun pun meminumnya.

So eun baru menyadari sesuatu, ada yang aneh dengan pakaiannya.

“ini. . . .bajuku siapa yang menggantinya?” tanya so eun was-was.

“menurutmu siapa?” goda kim bum.

“andwae. . . .jangan bilang jika kau. . . . .” ujar so eun takut.

“wae? Ternyata kau seksi juga.” ujar kim bum.

“mwo? Jadi kau yang . . . . .”pekik so eun.

“kau berharap aku yang melakukannya? Mengganti bajumu begitu?” potong kim bum.

“aniyo. . . .tentu tidak !” jawab so eun ogah-ogahan.

“bibi shin yang mengganti bajumu. Kau pikir aku ini lelaki seperti apa.” balas kim bum.

“jincha? Ah syukurlah ! Jika benar-benar kau yang melakukannya aku tidak akan tinggal diam. Kau akan mati ditanganku !” so eun mengepalkan tangannya dan mengacungkannya pada kim bum.

Kim bum menampiknya sambil tersenyum, entahlah saat ini ia sedang ingin tersenyum. Mungkin ia sudah mencium (?) bibir so eun walaupun bukan termasuk kategori ciuman tapi bibir mereka bersentuhan. Saat memberi nafas buatan. Kim bum merasa menang.

“heh, lalu kenapa kau ada di kolam renang?”tanya kim bum.

“bukannya kau yang menyuruhku ke sana? Bahkan kau mengancamku jika aku tidak datang” tanya balik so eun.

“aku? Kapan aku menyuruhmu untuk ke kolam renang?” kim bum tak mengerti.

“kau sendiri yang mengirim pesan padaku !” tukas so eun.

“aku tidak pernah mengirim pesan padamu. Malahan kau yang tak menjawab telpon dariku. Untung saja aku tahu kau ada disana.” ujar kim bum.

So eun mengerutkan keningnya.

“jincha? Aneh sekali.” heran so eun.

Kim bum merasa ada yang tidak beres dengan semua ini. Ada seseorang yang mulai ia curigai.

“tapi untunglah aku selamat. Jika tidak ada il woo mungkin aku sudah mati sia-sia kehabisan nafas. Aku harus mengucapkan terimakasih padanya” celetuk so eun.

Tatapan kim bum menajam.

“yak kau pikir aku juga tidak menolongmu?” bentak kim bum.

So eun mengerutkan kening mendapati bentakan kim bum.

“tapi kan jika il woo tidak keburu menolongku aku pasti sudah mati.” timpal so eun.

“lalu jika aku tak menolongmu, kau tak akan mati?” kesal kim bum.

“hei kenapa berbicara seperti itu?” heran so eun.

“kau pikir siapa yang memberimu nafas buatan? il woo menolongmu atau tidak pun dia tidak akan melakukan apa-apa, hanya menepuk pipi dan mengguncang-guncangkan bahumu tidak akan membuatmu sadar.” ujar kim bum masih kesal.

So eun melongo, kim bum terlihat emosi di matanya.

“jadi pertolonganku yang paling berpengaruh.” lanjut kim bum.

Tak terpikir oleh so eun jika kim bum melakukannya.

“kau. . . .yang . . . .” pekik so eun.

“bahkan aku berkali-kali melakukannya karena kau tak juga sadar. Kau harus lebih berterimakasih padaku.” ujar kim bum, nada suaranya merendah.

So eun diam, ia masih tak percaya.

“lagi pula kenapa harus selalu il woo yang menolongmu.” desah kim bum.

Mata so eun terus mengarah kepada kim bum. Berarti tanpa sadar kim bum telah menciumnya. Aigo ini adalah yang pertama bagi so eun. So eun menelan ludahnya.

“lain kali, aku ingin melakukannya disaat kau sadar.” ujar kim bum lalu keluar dari kamar so eun.

Sekali lagi so eun menelan ludahnya.

“mwo?” pekiknya. Sebenarnya apa yang ada di pikiran kim bum.

Sementara itu kim bum tampak senyum-senyum sendiri sambil berjalan ke arah kamarnya.

###

 

“ah bosan sekali !” ujar soo hyun sambil memainkan remote tv.

Tapi munculah ide dari otaknya dan segera menghubungi seung gi. Sudah tahulah apa yang soo hyun bicarakan dengan seung gi. Setelah waktu itu ia pertama kali ke klub bermain dengan wanita dengan seung gi, rasanya soo hyun ingin bermain lagi. Mungkin sudah terpengaruh oleh seung gi.

 

“mwo? Apa aku tidak salah dengar? Wae?” tanya soo hyun.

“. . . . . . .”

“aneh sekali. Kali ini aku yang mengajakmu ke klub tapi kau tidak mau? Biasanya setiap malam kau rutin bermain dengan wanita.”

“. . . . . . .”

“yasudah aku tidak memaksa.”

 

tut tut tut.

Sambungan telpon pun terputus.

 

Soo hyun menatap ponselnya.

“aish aneh sekali. Seorang playboy tingkat tinggi menolak bermain ke klub. Ada apa dengannya?” heran soo hyun.

———-

 

Seung gi menghela nafas berat sambil terduduk di kasurnya. Baru saja ia menolak ajakan temannya untuk pergi ke klub. Sebenarnya ada satu yang ia pikirkan.

 

“n…noona?” kaget seung gi.

“ne, kemarin malam kau mabuk berat. Untung saja aku melihatmu, jadinya aku membawamu kemari.” ujar yoona seakan menjawab kekagetan seung gi.

“akh. . . . .” seung gi memegangi kepalanya, terasa pusing lagi.

“gwaenchana?” tanya yoona sambil membantu membuat seung gi duduk.

“hanya sedikit pusing. N…noona. . . .gomawo.” ujar seung gi.

Yoona mengangguk sambil tersenyum.

“ini sebaiknya makanlah ! Maaf aku tidak bisa memasak.” ujar yoona menyodorkan semangkuk sup.

Seung gi menatap mangkuk itu.

“aku tidak selera makan.” jawab seung gi memandang sup itu.

Yoona menghela nafas.

“apa karena gara-gara itu?” tanya yoona.

Seung gi mendongak menatap yoona.

“apa?” tanyanya.

“kau menjadi playboy karena ayahmu?” tanya yoona.

Seung gi melototkan matanya.

“dari mana kau tahu?” seung gi menahan marah saat yoona mengungkit ayahnya, bahkan ia tidak menyebut noona.

“kau menjadi playboy karena membenci ayahmu. Saat kau bermain dengan banyak wanita apakah kau tidak sadar bagaimana perasaan mereka? Wanita tidak bisa seenaknya di permainkan. Sebagaimana pun wanita itu bekerja di klub tapi mereka tetaplah lemah, hati mereka mudah tersentuh. Jika kau masih mempermainkan wanita, apa kau juga tak merasa perasaan ibumu sama sakitnya saat ayahmu pergi meninggalkannya dengan wanita lain. Seharusnya kau tidak boleh begitu. Kau bisa bicarakan dengan ayahmu baik-baik.” ujar yoona panjang lebar menghiraukan pertanyaan seung gi.

Seung gi tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa diam setelah mendengar perkataan yoona.

“mianhae aku berbicara seperti ini, aku tak sengaja mendengar racauanmu saat mabuk.” ujar yoona.

Seung gi masih diam.

 

Mengingat itu membuat seung gi berpikir. Ia tahu semua yang dilakukannya selama ini memang salah. Ia begini karena terlalu diselubungi rasa benci. Tapi baru kali ini ada seseorang yang membuatnya serius berpikir.

###

 

Soo hyun baru masuk ke dalam klub malam itu. Tapi, belum bersenang-senang ia sudah dikejutkan dengan seorang wanita yang ia kenal tengah membuat keributan.

“suzy-ya?” ucapnya.

 

“ya. . . .! Aku bilang tambah lagi !” amuk suzy karena seorang bartender itu tak kunjung memberinya satu botol soju.

“tidak bisa nona, kau sudah menghabiskan dua botol soju. Jika ada apa-apa yang terjadi padamu kami yang harus bertanggung jawab.” tolak bartender itu.

“aish sialan, aku baik-baik saja. Aku tidak akan apa-apa, kau lihat?” ujar suzy.

“nona kau sudah mabuk berat.” ujar bartender itu.

Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya lalu merebut botol soju milik orang lain.

“hei apa yang kau lakukan?” marah pemiliknya.

Suzy malah meneguknya sampai habis seperempat soju itu.

“hah wae? Hari ini aku benar-benar kesal ! Jangan menggangku !” bentak suzy lalu hendak meneguk soju lagi.

“hei kau !” marah orang itu.

“suzy !” teriak soo hyun menghampirinya. Sontak semua orang memerhatikan soo hyun.

“hehehe mianhae, sepertinya aku harus segera membawanya pulang.” ujar soo hyun lalu mengangkat tubuh suzy untuk ia papah.

“ne, sebaiknya tuan bawa dia pulang. Dia sudah mabuk berat dari tadi.” ujar bartender.

“ne” jawab soo hyun lalu memapah suzy yang sudah sempoyongan tidak jelas keluar dari klub.

“aish kau berat sekali.” dumel soo hyun masih memapah suzy di trotoar jalan.

“ya. . . .wanita itu benar-benar menyebalkan. Kim bum-ah kenapa kau sampai bisa menyukai bodyguardmu sendiri huh? Aku itu jauh lebih sempurna darinya. Ah menyebalkan !” racau suzy tak jelas.

Soo hyun membulatkan matanya karena kaget.

“mwo? Kim bum menyukai bodyguardnya?” pekiknya tak percaya.

“ah kepalaku pusing sekali. . . .dan mual.” racau suzy lalu menghentikan langkahnya. Soo hyun hanya menghela nafas, ia maklum karena suzy sedang dalam pengaruh mabuk. Tapi perkataan suzy tentang kim bum yang menyukai bodyguardnya memberi berita baru, sekaligus membuatnya tak percaya. Soo hyun ikut berhenti berjalan. Suzy meliriknya dengan mata sendu.

“eng. . . .” erangnya lalu menghadap soo hyun.

“kim bum?” ujar suzy. Soo hyun hanya mengerutkan keningnya.

Tiba-tiba “muaachhh” suzy mencium bibir soo hyun sekilas. Soo hyun tampak terbengong dengan aksi (?) suzy barusan. Ia memegangi bibirnya sendiri.

“kim beom-ah kau tahu aku benar-benar. . . . . . .uweeek !” suzy muntah di baju soo hyun.

“ya apa yang kau lakukan?” amuk soo hyun, tapi suzy ambruk di tubuhnya. Soo hyun dengan sigap menahannya dengan rasa jijik.

“aish menjijikan.” dumelnya.

###

 

“kau banyak memakai parfum?” tanya seung gi pada soo hyun saat mereka latihan di markas.

“ne.” jawab soo hyun sambil mencium bajunya sendiri.

“aish kesannya jadi bau. Membuatku mual.” ujar seung gi.

“habis mau bagaimana lagi, aku sudah mandi tiga kali tapi baunya tetap tidak hilang. Makanya aku memakai parfum sebanyak ini daripada tubuhku bau soju.” jawab soo hyun.

“soju? Kau habis di muntahi seorang wanita?” tebak seung gi.

“itu . . . . . Ya lagi pula kenapa kau menolak ajakanku?” tanya balik soo hyun. Mengalihkan pembicaraan.

“entahlah, aku sedang malas.” jawab seung gi.

Il woo hanya mendengarkan pembicaraan mereka sambil memainkan gitarnya.

“maaf aku telat.” ujar kim bum yang baru datang.

“kau terlalu lama di dalam mobil bersama bodyguardmu ya?” tanya seung gi.

Soo hyun yang mendengar kata bodyguard langsung ingat perkataan suzy kemarin malam.

“aku datang sendiri.” jawab kim bum santai sambil memandang il woo.

Il woo sendiri sedang asik bermain gitar, entahlah rasanya menjadi canggung semenjak kejadian itu.

“kalau begitu kita mulai.” ujar kim bum menyuruh untuk memulai latihan.

###

 

So eun baru membuka kedua matanya, ia masih merasa sedikit pusing. Bibi shin masuk ke kamar so eun sambil membawa semangkuk bubur dan segelas teh hangat.

“tuan muda menitip pesan agar anda beristirahat, dan jangan pergi kemana-mana.” ujar bibi shin.

“tapi bi bagaimana jika ada sesuatu yang terjadi padanya? Tidak ada yang menjaganya” ujar so eun.

“tenang saja, tadi setelah pulang kuliah tuan muda langsung latihan dan dia bilang tidak ada apa-apa. Dia menelpon bibi.” jelas bibi shin.

“oh arasseo.” jawab so eun.

“lebih baik makan dulu ini !”ujar bibi shin.

“ne bibi gamsahamnida.” balas so eun.

“sepertinya tuan muda mulai tertarik.” ujar bibi shin sambil tersenyum lalu keluar dari kamar so eun.

So eun mengerutkan keningnya. Sudah ada dua orang yang mengatakan kata tertarik.

“tertarik?” gumamnya sambil berfikir.

“apakah maksudnya mulai tertarik padaku?” pikir so eun.

“jadi dia mulai menyukaiku?” pekik so eun.

###

 

Soo hyun menghampiri kim bum yang tengah berkutat dengan pensil dan kertas. Kembali berfikir menulis lagu.

Sementara seung gi entah sejak kapan ia sedang merenung, masih memikirkan perkataan yoona. Il woo sendiri sedang memegangi dua buah benda yang ingin ia berikan pada kim bum. Tapi semenjak tadi, bahkan semenjak di kampus mereka seperti orang asing, tidak berbicara bahkan tidak mengobrol sama sekali. Mereka seperti yang tidak saling mengenal.

Soo hyun pun duduk di sebelah kim bum, ada sesuatu yang ingin ia tanyakan.

“ya beom-ah. . . .apakah benar kau menyukai bodyguardmu?” tanya soo hyun.

“mwo?” kaget kim bum sambil menatap soo hyun.

“dari mana kau mendapat kesimpulan aku menyukainya?” tanya kim bum.

“dari suzy. Jadi apakah itu benar?” selidik soo hyun.

“jangan asal bicara, dia sudah bicara ngawur.” sanggah kim bum. Ia sudah menduga jika suzy akan memberitahu orang lain. Kim bum merutuki diri sendiri.

“hmmm mungkin pengaruh mabuk juga.” gumam soo hyun lalu menghampiri seung gi, ada yang ingin ia tanyakan juga pada seung gi. Kim bum menghela nafas.

Melihat kesempatan itu, il woo pun memberanikan diri untuk berbicara pada kim bum.

“kim beom-ah. . . . .aku menemukan ini di tepi kolam renang.” ujar il woo menyodorkan ponsel dan jam tangan pada kim bum. Kim bum menatap tangan il woo yang memegang dua buah benda itu lalu naik ke atas melihat wajah il woo. Kim bum mengangkat kedua alisnya seakan bertanya.

“ini milik so eun-ssi. Tolong berikan padanya.” ujar il woo seakan mengerti dengan yang dipikirkan kim bum.

Kim bum mendesah lalu mengambil dua benda itu.

“aku minta maaf.” ujar il woo bersalah lalu pergi duluan.

Kim bum hanya memandangi dua benda di tangannya, ia terfokus pada jam tangan.

“ini. . . . .memang jam tangan milikku.” ujarnya tak percaya.

“tapi darimana so eun memilikinya?”

###

 

Kim bum langsung masuk ke kamar so eun tanpa permisi. Dilihat so eun sedang memandang keluar jendela.

“kau sudah merasa baik?” tanya kim bum.

So eun menoleh.

“kenapa masuk tanpa mengetuk pintu?” tanya so eun sebal.

“hanya melakukan yang aku mau.” jawab kim bum asal.

“aish. . . .” dumel so eun.

“ponselmu !” kim bum menyerahkannya pada so eun.

“dari mana kau menemukannya? Aku sudah mencarinya kemana-mana.” ujar so eun.

“tertinggal di kolam renang.” jawab kim bum tidak memberitahu jika il woo yang menemukannya.

“oh. . . .” balas so eun.

Kim bum mengcungkan sebuah jam tangan.

“dari mana kau memilikinya?” tanya kim bum.

Mata so eun membulat melihat jam tangan yang ada di tangan kim bum.

“ini milik orang lain, aku harus mengembalikannya.” so eun merebut jam tangan itu tapi kim bum menahannya.

“aku bilang darimana kau memilikinya?” tanya kim bum lagi.

“wae? Aku tak sengaja menemukannya waktu itu. Jadi aku harus mengembalikan pada pemiliknya. Tapi sampai sekarang aku tak pernah bertemu lagi dengannya, dan aku juga tak tahu wajahnya seperti apa.” jawab so eun.

Kim bum tampak memikirkan sesuatu setelah mendengar jawaban so eun.

“memangnya kenapa kau bertanya tentang ini?” heran so eun.

Kim bum tersadar.

“oh aniyo.” jawabnya.

So eun pun merebut jam tangan itu dari tangannya. Sementara kim bum  keluar kamar so eun masih sambil berfikir.

“aneh.” gumam so eun  memegangi jam tangan itu.

###

 

Kim bum duduk di sova kamarnya. Pikirannya sibuk melayang ke kejadian waktu itu.

“seingatku, jam tanganku hilang setelah aku di kejar oleh manusia-manusia gila waktu itu.” ingat kim bum.

“so eun menemukan jam tanganku?” pikirnya.

‘deg’ jantung kim bum berdetak dengan cepat.

“apa jangan-jangan wanita yang aku peluk waktu itu adalah kim so eun?” pekik kim bum.

###

 

Kim bum hendak masuk ke kamar so eun, tapi so eun yang lebih dulu membuka pintu hendak ke luar kamar.

“yak. . .kau selalu membuatku kaget.” ujar so eun mendapati kim bum berdiri di depan pintu.

Kim bum malah menatap wajah so eun lekat.

“ada apa?” tanya so eun.

“sebentar.” ujar kim bum lalu memeluk so eun. Memeluk seperti waktu itu. So eun kaget di buatnya, kim bum yang memeluknya seperti ini membuat ia teringat dengan waktu itu. Bahkan pelukan yang sama, aura yang sama, dan jantungnya yang berdegup lebih cepat sama dengan yang ia rasakan dulu.

Kim bum mencium bau parfum so eun, harumnya sama dengan bau yang ia cium saat memeluk wanita yang tak secara sadar telah menolongnya dari kejaran orang-orang yang menghajarnya.

“ternyata benar.” batin kim bum.

So eun tampak bingung dengan kelakuan kim bum, ia pun melepaskan pelukannya.

“ada apa denganmu?” heran so eun.

Kim bum kembali menatap so eun tepat pada matanya.

“kau. . . . .” ujar kim bum menggantung.

“aniyo.” lanjutnya lalu meninggalkan so eun.

“benar-benar aneh.” gumam so eun.

###

 

Kim bum tampak bolak-balik di kamarnya. Ia sebelumnya benar-benar tak menyangka jika so eun adalah wanita yang di peluknya waktu itu.

“kebetulan? Atau takdir?” pikirnya.

“takdir? Atau kebetulan?”

“argh aku benar-benar tak mengerti.” ujarnya.

“jika takdir? Berarti aku di takdirkan dengannya? Jadi takdir yang mempertemukan aku dengannya? Atau mungkin takdir dari tuhan yang akan menentukan?” tanyanya pada diri sendiri.

###

 

“eosseo eoseyo.” sapa so min ramah pada pelanggan.

“apakah pemilik butik ini ada?” tanya orang itu.

“oh ne, akan saya panggilkan. Tunggu sebentar.” ujar so min.

Sembari menunggu, orang itu pun melihat-lihat baju yang ada di sekitar.

Tak lama yoona pun datang.

“oh nyonya Lee?” sapa yoona. Orang itu berbalik.

“apa kabar yoona?”tanya nyonya lee.

“baik, bagaimana dengan anda?” tanya balik yoona.

“baik sekali, sebenarnya aku datang kemari ingin memberi tahu sesuatu padamu.” ujar nyonya lee.

“oh ne apa itu?” tanya yoona.

“aku mengundangmu untuk datang ke acara pesta ulang tahun yayasan seni yang ke 3 besok.” ujar nyonya lee.

“oh. . . .mmm akan aku pikirkan terlebih dahulu. Lagi pula aku kan bukan siapa-siapa. Kenapa nyonya harus mengundangku?” ujar yoona tertawa kecil.

“ini sebagai ucapan terimakasihku. Pokoknya aku tunggu kehadiranmu. Yasudah kalau begitu aku harus pergi, aku sudah ada janji.” ujar nyonya lee sambil tersenyum.

“ne nyonya terimakasih.” balas yoona.

Nyonya lee pun masuk ke dalam mobil lalu pergi.

“eonni ada apa?” tanya so min.

“so min-ah besok kau harus menemaniku !” ujar yoona.

“eodiga?” tanyanya.

###

 

Keesokan harinya.

 

“temani aku !”pinta kim bum pada so eun.

“kau mau pergi kemana?” tanya so eun.

“ulang tahun yayasan milik ibunya seung gi.” jawab kim bum.

“tapi kenapa aku harus ikut? Aku kan tidak berhak, aku bukan siapa-siapa.” tolak so eun.

“kau bodyguardku ! Jadi kau harus mengawasiku.” balas kim bum.

“ah arasseo.” jawab so eun walaupun ia masih merasa heran.

Mereka sedang berada di perjalanan, tiba-tiba kim bum meminta berhenti di suatu tempat. So eun pun hanya bisa menurutinya. Kim bum keluar dari mobil di ikuti oleh so eun. Jalan kim bum lebih cepat dan langkah kakinya lebih lebar dari pada so eun. Sehingga so eun pun hanya bisa berjalan mengikutinya dari belakang. Orang-orang yang ada di sekitar menatap aneh ke arah kim bum, mungkin karena terus di ikut-ikuti oleh seorang wanita di belakangnya. Kim bum merasa risih lalu ia pun menghentikan langkahnya, kemudian ia berbalik ke arah so eun yang juga ikut menghentikan langkahnya.

“ada apa?” tanya so eun.

“kenapa jalanmu lambat sekali !” ujar kim bum berjalan mendekatinya lalu meraih tangan so eun.

So eun kaget sekaligus bingung karena kim bum menggenggam tangannya.

“aku risih karena orang-orang menatapku dengan aneh.” ujar kim bum sedikit salting masih menggenggam tangan so eun. Sementara so eun hanya menatap wajah kim bum yang terlihat gugup.

“yasudah kajja.” kim bum menarik tangan so eun dan mereka pun berjalan berdampingan.

“memangnya kau ingin kemana?” tanya so eun bingung.

“salon. Tidak mungkin kan kau berpakaian seperti ini untuk ke pesta.” jawab kim bum memandang lurus ke depan.

So eun tersenyum kecil sambil memerhatikan wajah kim bum yang merah malu begitu. Kim bum juga ikut tersenyum sedikit saat tahu jika so eun memerhatikannya.

###

 

Pesta

 

Yoona datang bersama so min, mereka tampak cantik di balut dengan gaun sederhana yang tidak terlalu mencolok.

“wooah pestanya megah sekali.” Kagum so min memerhatikan sekitar.

Yoona mengangguk. “sebenarnya aku malu datang ke sini.” Ujar yoona.

“walaupun orang kaya, nyonya lee tidak sombong.” Tambah so min.

“ne kau benar sekali.” Setuju yoona.

Saat mereka hendak mengambil minum, tak sengaja yoona bertemu dengan seung gi yang sedang mengobrol dengan soo hyun dan il woo.

“seung gi-ya…” kaget yoona.

“i..il woo-ssi…” kaget so min pelan.

“n…noona?” kaget seung gi.

Il woo hanya menatap ke arah so min, tidak tahu harus bersikap bagaimana. Sementara soo hyun menatap mereka dengan aneh, dan ia merasa ingat dengan wanita dengan rambut diikat satu itu, wanita yang memakai gaun orange peach selutut.

“kau…jung so min kan?” kaget soo hyun lalu melirik il woo.

“ah..n…ne…annyeong haseyo…” ujar so min malu-malu. Il woo masih tak mengeluarkan suara sepatah kata pun.

“seung gi kenapa kau bisa ada disini?” heran yoona.

Belum seung gi menjawab, nyonya lee datang menghampiri mereka.

“yoona-ssi ternyata kau datang juga….aku menunggumu dari tadi.” Ujar nyonya lee.

“ne…” yoona tersenyum.

“eomma….kau mengenalnya?” tanya seung gi.

“ne…kenapa? Kau mengenalnya juga?” tanya nyonya lee yang ternyata adalah ibunya seung gi.

“eomma?” pekik yoona dalam hati. “jadi nyonya lee ibunya seung gi?” kagetnya.

Tak lama dari itu, kim bum datang bersama so eun. Entah kenapa, kim bum masih menggenggam tangan so eun layaknya seperti orang yang berpacaran.

“hei lepaskan tanganmu! aku malu dilihat orang.” Pinta so eun.

Seakan sadar kim bum pun buru-buru melepas tangannya sambil berdehem. Mereka berjalan menghampiri nyonya lee, seung gi, soo hyun, dan il woo, juga yoona dan so min yang belum so eun ketahui.

“annyeong haseyo bibi.” Sapa kim bum sambil membungkuk dan tersenyum.

So eun ikut membungkuk.

Yoona melirik ke samping dan terkejut melihat adiknya juga datang kesini. “so eun?” pekiknya.

“annyeong haseyo..” sapa so eun.

“ne…kim bum-ssi…apa dia pacarmu?” tanya nyonya lee melirik so eun. Sontak kim bum maupun so eun melototkan matanya, begitu pula yoona dan yang lainnya.

“aniyo bibi, dia hanya….” Jawab kim bum terpotong.

“ah yasudah, lebih baik kalian mengobrol saja dulu. Acaranya belum di mulai, nanti kalian bisa melihat-lihat karya seni disini. Seung gi nanti kau tunjukan pada mereka, ibu ada perlu sebentar, harus menyapa tamu yang lain” Ujar nyonya lee lalu pergi.

So eun baru sadar, dan melirik ke sampingnya. Betapa terkejutnya ia melihat kakaknya yoona dan so min juga ada disana.

“eonni? So min?” kaget so eun tanpa mengeluarkan suara. Hanya dari tatapan saja mereka bisa mengerti harus diam. Jika tidak, identitas so eun bisa terancam.

Yoona hanya tersenyum kikuk begitu pula so eun.

 

TBC

47 thoughts on “BABY FACED BODYGUARD PART 11

  1. wah daebak resi aaaah itu hampir ketauan identitas sso aduh bkin gregetan aja dh huaaaa kirain itu il woo yg mau kasih nafas buatan trnyata kim bum aaah *teriakgaje2 aduh seneng dh kl kim bum semaunya gt *nahloh wkwk dipercepat res aku ska bgt am ff kamu yg ini

  2. Annyeong aku reader baru disini
    akhirnya nemu wp yg ada ff bumsso nya lagi semua nya bgus . ,
    tetep buat ff bumsso ya thor . Keep writing

  3. Haha. .
    Lucu semua ketemu jadi satU. . .
    HmMm kenapa kimbum ga ng0m0ng ajj kalau dia pemilik jam tangan yg di temuin s0eun. . .
    Kan supaya mereka makin deket gTu. . . .
    Haha. .
    Sohyun bener” dpt keberuntUngan d cium suzi tapi jga dpt sial’a. . Lumayanlah dpt ciuman dri cwe. . .

  4. Sukkaa kerenn teh , ehh masalah jam tangan Bum udah tau nih tinggal Soeun-nya haha😀 *harusnya Bum ngasihtau soeun juga* #abaikan#
    setuju sama Eonnie Desni aku suka kalo bum berperan semaunya *nah ?
    Makin cinta sama ff-mu,
    Teteh Percepatt Part 12nya ga sabarran hehe^^

  5. Keren banget resi!! Langsung 2 part lgi, hehehe
    Engga kepanjangan ko res,
    YeSss, kim bum nya udah mulai nunjukin rasa sukanya ama soeun,
    Ilwoo jadi penolong terus buat soeun, dan kim bum cemburu… Hehehe
    Apa ya wasiat appa ama eommanya soeun??
    Resi ditunggu part selanjutnya ya…

  6. Akhirnya ada lanjutannya jg hehe. Waaah so eun sm yoona ketemu. Hmm bakal ketauan ga ya identitas so eun yg asli. Kim bum keliatan banget nih suka sm so eun hihihi. Daebak thor! Next partnya banyakin adegan bumsso ya thor hehe. Ditunggu😀

  7. “lain kali, aku ingin melakukannya disaat kau sadar.” ujar kim bum lalu keluar dari kamar so eun.

    Sekali lagi so eun menelan ludahnya.
    lain kalli nya cepetan ya thor wkakakakka *otakyadong*
    next part ditunggu🙂

  8. Hahaha
    tambah seru…. B-)
    ayo doNk bwt bumsso jdian ja,,pmalsuan identitas g usah d pkirkan jngan d jdikan penghalang…heuheu
    o’y mian y coMent_ny q satuin dsini ya….?
    Next partny q tngGu…palliiii ;>

  9. Wuaaa…wuaaa.daebakkkkkkkk….pkok n..bca n smbil snyum2 sndriii…sneggg bggettt..Bum trpesona g’ ea dgan so eun eoonie..yg sdah d dndani…..#mondar-mndir**kmar sperti gya n Bum yg tdi..keeeeee…….
    Wuaaaa lcu pas k tmu ma yoona and so min..wkkkkkk……..para2 namja d sna pda g’ tw….heeeee……
    Nie pnsrann eoonie……….pngen cpet2 umr n so eun eoonie k bongkar kyak n….krna ksian Bum sllu mmprmslkan umr n…#Bumjhat**tpi snegg dech 2 part nie g’ ad mmprmslhakan umr so eun eoonie….keeeeee…lnjuttt eoonie c-reeennnn pnsraaannnn…..

  10. waaah mkin daebak nih partnya!!!! seru banget bikin senyum teruuuuuussss
    semangat thor lanjutin part selanjtnya ya cepeeeet yaaa:D

  11. mbum suka bnget deh goda sso… Kekeke
    itu takdir bum bkan kbetlan krn kamu emg ditakdr.kan ma sso eon😀
    hahahay sso ktmu eonnie.y dipesta eomm seung gi,, kpan yah seung gi mulai suka ma yoona?
    Penasaran resi chingu lanjut …

  12. hi hi ya udah il woo sama so min aja deh…kimbum sama so eun..seunggi sama yoona…dan so hyun sama suzy udah gitu aja haha….

  13. Yeaaaaah…akhirnya Bum tau jg siapa uda nolong dia mlm itu…

    “lain kali, aku ingin melakukannya disaat kau sadar.” Kekekek suka sm kalimat Bum yg itu…

  14. yeay semua berkumpul di acara nyonya lee yg tak lain adalah emaknya seunggi hihihi..

    takdir atau kebetulan? kebetulan atau takdir?
    aiish bum ini kebetulan yg ditakdirkan haha..
    asik bum udh tau siapa cewe yg dipeluknya, tambah merah merona kah hati bum? hihi… ah perhatian bum selama sso sakit, so sweet deh.. bibi shin aja paham kalo bum suka ama sso :v

    aku juga suka scene nya hyunzy, apes bgt soo hyun tp yaa ga apa2 demi perkembangan kisah diantara mereka😀

    seunggi udh mulai insyaf blom ya, dia kepikiran kata2 yoona yg emang jleb bgt dan dia ga mau diajak ke klub… baguus cepatlah sadar seunggi kekeke~~

    il woo so min nih yg blom ada tanda2 kemajuan hihi, il woo nya msh terpaku pd sso dan menyedihkan sekali gegara ini hubungan dia ma bum jd kaku..

    bum nya juga sih trlalu ekspresif, cemburu buta malah sampe jutek dan mengabaikan sahabat sendiri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s