BABY FACED BODYGUARD PART 13

BABY FACED BODYGUARD PART 13

 

AUTHOR: RESI R

MAIN CAST: KIM SANG BEOM DAN KIM SO EUN.

OTHER CAST: KIM YOONA, LEE SEUNG GI, JUNG IL WOO, JUNG SO MIN, KIM SOO HYUN, BAEK SUZY.

GENRE: IDK (?)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

PART 13

So eun langsung berhenti tersenyum.

“Tapi sayang kau sangat menyebalkan.” lanjut so eun lalu ia pun berjalan meninggalkan kim bum menuju kamarnya.

Kim bum mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia masih melongo seperti orang bodoh.

“aku? sangat menyebalkan?” tanyanya pada diri sendiri.

“bagaimana bisa dia menyebutku menyebalkan? Bahkan sangat menyebalkan? Iissh lihat saja nanti. Dia akan menyadari pesonaku !” gumam kim bum.

So eun terkikik geli setelah memasuki kamarnya.

“dasar !”

“memangnya apa yang ingin ia tunjukan? Sepertinya bukan hal penting.” ujarnya lalu berjalan ke kasur.

###

Kim bum menuruni anak tangga. Melihat ada so eun di bawah ia pun menghampirinya sambil tersenyum. Sepertinya ini adalah pertama kali kim bum tersenyum ramah secara langsung pada so eun. So eun menyipitkan matanya begitu kim bum semakin mendekat.

Kim bum langsung meraih tangan kiri so eun dan membuatnya terkejut. Perlahan kim bum melepas sebuah benda yang terpasang di pergelangan tangan so eun. Kening so eun semakin mengerut bingung saat kim bum mengambil alih jam tangannya dan memakainya.

 

“apa yang kau lakukan?” tanya so eun bingung. Wajah kim bum masih tampak berseri-seri, seperti habis memenangkan lotre.

Kim bum mengacungkan tangan kirinya di depan wajah so eun. Lalu menunjuk jam tangan yang ia pakai dengan telunjuk di tangan kanannya.

“bagaimana? Ini lebih cocok di pakai olehku kan?” tanya kim bum masih tersenyum memandang so eun.

Mungkin kim bum sedang melakukan cara agar so eun ingat jika jam tangan ini miliknya. Tapi kim bum tak mau berkata secara langsung, pasti so eun tidak akan percaya.

“aniyo, cepat lepaskan !” suruh so eun sambil menggapai tangan kim bum.

Kim bum malah menghindarkan tangannya, membuat soeun mendengus kesal.

“tidak mau. Jam tangan ini sangat cocok di pakai olehku dari pada olehmu ! Ini kan jam tangan seorang pria, lebih baik aku yang memakainya.” ujar kim bum menatap jamnya.

So eun mengerjap-ngerjapkan matanya.

“tidak boleh ! kau tidak boleh memakaiya jam ini milik orang lain ! Aku tidak ingin jam itu rusak karenamu sebelum aku mengembalikan pada orangnya.” balas so eun menatap kim bum kesal.

“kau kira aku ini perusak barang orang? Lalu kau sendiri kenapa memakai jam milik orang lain?”

Sudahlah kajja !” perintah kim bum berjalan lebih dulu ke luar rumah. Kim bum tersenyum sendiri di saat so eun tak bisa melihat wajahnya. So eun menatap dengan tidak percaya punggung anak tuan kim itu.

“aish, setelah aku berbicara kemarin ternyata ia malah semakin menyebalkan !” gerutu so eun lalu mengikutinya dari belakang.

###

“kau. . . . .” panggil kim bum pada suzy.

Dengan cepat suzy menoleh ke asal suara yang mengarah kepadanya.

“kim bum?” pekik suzy senang. Ini adalah pertama kalinya kim bum memanggilnya meskipun hanya dengan ‘kau’ dan itu membuat suzy senang luar biasa. Biasanya kan kim bum selalu dingin padanya.

Kim bum berjalan perlahan mendekati suzy dengan ke dua tangan yang di masukkan ke dalam saku celana.

Suzy tampak tersenyum senang, mungkin kim bum akan mengajaknya berkencan atau sebagainya. Namun pastinya dugaan suzy akan salah besar.

“ada yang ingin aku tanyakan padamu !” ujar kim bum datar. Sebenarnya ia malas berbicara pada perempuan ini, tapi mau bagaimana lagi ia harus tahu.

“oh tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan?” tanya suzy bahagia, entah kenapa suzy tak kelihatan genit saat ini.

“siapa yang mengirim pesan pada so eun untuk datang ke gedung kolam renang waktu itu?” tanya kim bum.

Mata suzy membulat, ternyata dugaannya memang salah besar. Mendadak ia merasa gugup tak karuan. Panik. Apakah kim bum mengetahuinya? Pikirnya.

Kim bum masih menunggu suzy menjawab dengan tatapan tajamnya.

“m, mwo? K, kenapa kau menanyakan itu padaku?” kaget suzy pura-pura tidak tahu.

“kau hanya perlu jawab siapa orang itu.” ujar kim bum masih dingin.

Suzy menelan ludahnya.

“t, tentu saja a, aku tidak tahu.” jawab suzy gelagapan.

“aku tahu kau berbohong.”

“t, tidak ! A, aku tidak berbohong ! Kenapa kau mencurigaiku begitu saja?” suzy akhirnya mulai kesal, kesal entah kim bum mencurigainya atau kim bum begitu peduli pada si bodyguard itu?

“karena satu-satunya yang aku curgai adalah kau ! Aku tahu kau tidak suka pada bodyguardku.” ujar kim bum.

“kim bum, kau tahu? Hatiku sakit saat kau menuduhku begitu saja.” ujar suzy dengan tampang sedih.

Kim bum malah tersenyum sinis.

“kau tidak perlu berakting di depanku. Aktingmu sungguh buruk. Aku hanya butuh jawabanmu dengan jujur ! Dan kau kan yang mendorong so eun hingga tercebur ke kolam?” tanya kim bum penuh penekanan.

Suzy mulai berkeringat dingin, ia tidak mungkin mengaku begitu saja.

“a, apa? Aku bahkan baru tahu kalau bodyguardmu tercebur.” dusta suzy.

“sudah aku katakan tidak perlu berakting !” suruh kim bum.

Nafas suzy terasa tercekat, bagaimana bisa kim bum tahu? Kekesalan pada si bodyguard itu semakin menjadi. Suara suzy seperti habis. Tidak bisa berbicara sepatah kata pun.

“bum-ah !!!” tiba-tiba soo hyun berteriak kepadanya, menatap kim bum dan suzy dengan bertanya-tanya.

“jika aku tahu yang sebenarnya, aku tidak akan pernah memaafkanmu.” ujar kim bum dingin lalu segera pergi menghampiri soo hyun.

“k, kim bum-ah . . . .aku tidak pernah melakukannya ! Sungguh !” teriak suzy, tapi kim bum tak menghiraukan sama sekali.

“argh . . . .menyebalkan ! Kurang ajar !” teriaknya sebal lalu menghentak-hentakkan kakinya.

###

 

“apa kau sudah makan?” tanya kim bum.

“tentu saja belum.” jawab so eun.

“yasudah kajja ! Kita makan di luar !” ajak kim bum.

“seharusnya kau tidak boleh makan sebanyak itu !” kim bum memerhatikan so eun yang tengah makan dengan lahap sambil tertawa kecil. Saat ini mereka sedang berada di restoran.

“aku lapar.” balas so eun.

“tapi kan seharusnya seorang wanita terlihat anggun jika makan tapi tidak denganmu.” ujar kim bum.

So eun meminum air putihnya lalu menatap kim bum.

 

“seorang wanita akan makan dengan anggun jika mereka pergi dengan pacar mereka. Tapi jika sedang lapar mereka sama saja.” balas so eun lalu melahap kembali makanannya.

Kim bum hanya menatap so eun, tak menyangka jika ia akan berkata begitu.

“kau tidak mau bersikap anggun di depanku?” tanya kim bum pelan. Tentu saja so eun tak mendengar. Kim bum menghela nafas. Tiba-tiba ia bum teringat sesuatu.

“ponselmu ! Kemarikan ponselmu !” pinta kim bum.

“mwo? Untuk apa?” tanya so eun.

“sudahlah kemarikan saja !” pinta kim bum tak sabaran.

So eun pun memberikan ponselnya karena ia tak ingin kim bum terus memaksa.

Kim bum langsung membuka kotak pesan dan melihat kotak masuk di ponsel so eun. Ia membuka salah satu pesan yang masuk dari seseorang. Nomor itu tidak di kenal dan isi pesannya adalah pesan yang menyuruh so eun untuk datang ke gedung kolam renang. Dibawahnya ditulis nama kim bum. Kim bum sudah menduga so eun masih menyimpan pesan ini. Ia pun mengeluarkan ponsel miliknya dan mengetik nomor itu lalu menyimpannya di kontak telpon. So eun hanya menatap bingung apa yang sedang di lakukan kim bum.

“ini ! Sudah.” ujar kim bum seraya menyerahkan ponsel milik so eun.

So eun pun menerimanya dengan mata menyipit lalu memeriksa ponselnya.

“aku tidak melakukan apa-apa pada ponselmu.” ujar kim bum seakan mengetahui apa yang ada di pikiran so eun. So eun menatap kim bum dengan tatapan seperti mengartikan ‘lalu?’

Kim bum hanya tersenyum. “nanti kau juga tahu.” ujar kim bum. So eun hanya mendengus.

“lain kali, jika kau pergi ke luar denganku. . . .pakai baju biasa saja. Maksudku. . . .baju non formal. Tidak usah memakai pakaian begini.” pinta kim bum dengan pipi memerah.

So eun mengerutkan kening ‘mulai lagi’ batinnya. Kim bum mengalihkan pandangannya pada piring yang masih berisi bibimbap lalu menyantapnya perlahan.

“wae?” tanya so eun.

 

“a, aku yakin. Kau juga merasa bosan terus berpakaian bodyguard seperti itu, tidak ada sisi menariknya.” balas kim bum.

Ada benarnya juga memang pikir so eun.

“dan. . . .jangan lupa untuk menggerai rambutmu !” ujar kim bum mengingatkan sambil kembali menyantap bibimbap nya. Ia berusaha tenang, meskipun sebenarnya jantungnya berdetak lebih cepat.

So eun angguk-angguk. “kau benar juga.”

“hmm. . . . . . . .” tiba-tiba so eun seperti sedang berpikir.

“apakah aku terlihat cantik saat rambutku di gerai?” tanya so eun.

“uhuk uhuk.” kim bum terbatuk dan langsung minum.

“kau selalu menyuruhku menggerai rambut ! Apakah terlihat cantik?” tanya so eun.

Kim bum berdehem. Entahlah ia harus menjawab apa.

“untuk mengetahui jawabanya, lebih baik kau bercermin !” suruh kim bum lalu berdiri.

“aku kenyang. Kajja kita pulang !” ajak kim bum lalu berjalan lebih dulu.

So eun mendengus. “aish dia itu benar-benar . . . .”

###

Malam hari, kim bum memegangi ponselnya. Akhirnya ia pun menghubungi seseorang yang ternyata suzy setelah mendapat nomor ponselnya dari so eun tadi sore. Sebenarnya kim bum hanya ingin memastikan siapa orang yang sudah mencelakakan so eun. Walaupun ia yakin jika orangnya adalah suzy.

Tak lama hubungan tersambung. Terdengar suara seseorang di sebrang sana.

“yeoboseyo”

“. . . . .” kim bum hanya diam.

“ya yeoboseyo. Ini siapa?”

kim bum tersenyum sinis setelah mendengar suara orang pemilik nomor yang ia hubungi. Ternyata benar, ini adalah suara suzy. Jadi suzy yang telah mencelakakan so eun. Kim bum sudah berjanji tidak akan memaafkannya.

“hei bicaralah ! Ini siapa?”

tut tut tut

Kim bum malah memutuskan sambungan telponnya.

###

So eun duduk diam di kasurnya. Besok adalah tepat hari kematian ibunya yang ke 4. Mendadak so eun menjadi merindukan sosok ibunya. Ia benar-benar rindu pelukan hangat dari seorang ibu. Dan tepat besok juga, ia dan yoona kakaknya harus membaca surat yang di tinggal ibunya sesuai permintaannya. Perasaan tak tenang hinggap begitu saja, ia ingin tahu apa yang sebenarnya di tulis oleh ibunya. Sesuatu yang bahagia atau sebaliknya? Sebenarnya so eun takut akan hal itu.

###

Keesokan harinya.

So eun baru saja mengantar kim bum ke kampus. Tiba-tiba ia mendapati ponselnya bergetar.

“oh eonni.” ujar so eun lalu mengangkatnya.

 

“yeoboseyo.”

“. . . . .”

“oh ne araso aku akan ke sana sekarang.”

“. . . . .”

“ne”

 

So eun pun menjalankan mobilnya ke rumahnya. Disana yoona sudah menunggu.

###

“bum-ah tunggu aku…!” teriak suzy lalu berlari mengejarnya.

Kim bum tak menyahut, ia malah terus berlalu menganggap ucapan suzy hanya angin yang lewat.

Tiba-tiba suzy menahan lengan kim bum, otomatis kim bum menghentikan langkahnya.

Kim bum menoleh dan menatap tajam suzy yang ada di sampingnya.

“aku hanya ingin bilang….kalau aku…sama sekali tidak melakukan apapun pada bodyguardmu. Mengirim pesan apalagi sampai mendorongnya ke kolam renang. Percayalah padaku…!” dusta suzy.

“cih….kau masih mau berbohong?” Tanya kim bum dengan sinis.

“a..aniyo…aku tidak berbohong. Sama sekali tidak !” ujar suzy.

Kim bum malah tersenyum sinis.

“lepaskan tanganmu !” suruh kim bum melihat lengannya yang masih di pegang suzy.

“bum-ssi dengarkan aku…” mohon suzy.

“tidak usah bersusah payah berbohong padaku. Karena aku sudah tahu yang sebenarnya.” Ujar kim bum lalu melepas paksa tangan suzy yang menahan lengannya.

“mwo?” kaget suzy.

“kau tahu kan apa yang aku bicarakan kemarin?” Tanya kim bum dingin lalu berlalu begitu saja.

“argghhh sial sial sial ! menyebalkan ! awas saja kau kim so eun !” kesal suzy.

###

So eun dan yoona duduk besampingan menghadap abu jenazah ibu mereka. Di depannya terdapat foto ibu mereka yang tengah tersenyum. Senyumannya begitu teduh dan membuat so eun dan yoona semakin rindu.

So eun menghela nafas dan mengikuti yoona memejamkan matanya.

Yoona melipat tangannya lalu di letakan di dagu diikuti oleh so eun. Mereka berdoa bersama-sama dengan sungguh-sungguh. So eun tak bisa menahannya lagi, air matanya jatuh begitupula dengan yoona. Mereka berdua bersujud cukup lama, lalu duduk kembali. Yoona meletakkan bunga di depan foto ibunya.

“semoga eommeoni bahagia di surga. Kami sangat merindukanmu.” ujar yoona lalu duduk kembali di samping so eun.

Saat ini so eun dan yoona duduk berdua di ruang tengah, ruangan yang cukup kecil. Yoona melangkah menuju laci dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat. Lalu kembali duduk di dekat so eun.

“sekarang kita harus membacanya sesuai keinginan eomma.” ujar yoona.

So eun mengangguk.

“aku harap yang di tulis ibu adalah sesuatu yang bahagia.” ujar yoona.

So eun mengangguk lagi.

Perlahan yoona pun membuka amplop itu dan mengeluarkan sebuah surat. So eun dan yoona menghela nafas.

“ingin aku atau kau yang membacanya?” tanya yoona.

“eonni saja.” balas so eun.

“baiklah.”

yoona membuka kertas itu yang terlipat lalu mulai menarik nafas panjang.

Kim Yoona dan Kim So Eun anakku.

 

Sebenarnya surat ini eomma tulis saat eomma di rumah sakit dan memberikannya pada dokter Choi. Eomma meminta pada dokter Choi untuk memberikan ini pada kalian setelah eomma meninggal. Sekarang sudah 4 tahun berlalu dan kalian harus membacanya. Sebenarnya, eomma tidak ingin membuat anak-anak tercinta eomma sedih. Tapi, bagaimana pun juga kalian harus tahu tentang kebenaran yang selama ini di sembunyikan oleh eomma dan appa. Maaf sekali, eomma minta maaf. Kalian boleh menganggap eomma sosok ibu yang pecundang karena hanya bisa memberitahu melalui surat ini. Sekali lagi eomma minta maaf karena harus membuat kalian sedih dan kecewa.

 

Yoona yang membaca surat, serasa ingin cepat membereskannya saja. Sementara so eun terlihat tak tenang setelah mendengar isi surat itu dari yoona. Yoona memejamkan matanya lalu menarik nafas. Bersiap-siap melanjutkan kembali.

Sebenarnya, dari hubungan eomma dan appa sama sekali tidak memiliki anak.

 

‘deg’ jantung so eun dan yoona mencelos secara bersamaan.

Dulu, eomma dan appa bertemu secara tidak sengaja. Kami sama-sama sudah memiliki anak dengan pasangan masing-masing. Anak yang eomma miliki baru berumur 5 tahun dan itu kau Kim Yoona. Sedangkan appa baru memiliki anak yang berumur 1 tahun dan itu kau Kim So Eun. Yoona, ayah kandungmu sendiri sudah meninggal saat kau berumur 2 tahun. Dan So Eun, ibumu meninggal sesaat setelah melahirkanmu. Itulah yang eomma dengar dari appamu. Saat kami bertemu, perasaan aneh muncul begitu saja di antara kami. Tak lebih dari dua bulan akhirnya kami menikah dan memiliki keluarga yang lengkap. Eomma merasa tak sesedih dulu karena kehadiran keluarga baru. Saat sedang berbahagia tiba-tiba kau Yoona tertabrak oleh sebuah mobil sehingga terpental dan memiliki luka yang parah di kepala. Kami shock dan langsung membawamu ke rumah sakit. Dokter bilang jika luka di kepalamu sungguh parah sehingga ingatan kecil yang ada di otakmu yang sudah bisa kau ingat hilang. Saat membuka mata, kau langsung berkata eomma dan appa. Kami menghampirimu dan kau mengira kalau ayah kandungmu adalah ayahnya so eun. Jadi sebenarnya, kalian bukanlah saudara kandung. Tapi saudara tiri walaupun wajah kalian terlihat mirip. Maaf sekali, eomma minta maaf. Eomma harap kalian bisa mengerti. Tetaplah menjadi anak eomma yang bersama-sama, janganlah berpisah karena itu akan membuat eomma sedih. Sekali lagi eomma minta maaf. Eomma sangat mencintai kalian.

 

Suara yoona begitu bergetar saat membaca surat itu. Bahkan kertasnya basah akibat tetesan air matanya. Pipi so eun sudah basah dengan air mata, sakit rasanya mendengar kenyataan ini. Mereka menangis terisak, ternyata ini merupakan kebalikan dari kabar bahagia yang ia harapkan. Tangis so eun semakin meledak, ia memegangi dadanya yang terasa nyeri.

“kenapa jadi begini?” tangisnya.

Yoona masih memegang erat kertas itu lalu menunduk, tangisnya semakin menjadi.

“eomma. . . . .appa. . . . .” tangis yoona.

So eun memukul-mukul dadanya.

“sedih sekali. Disini sangat sakit !” sedih so eun lalu ia pun pergi dari sana meninggalkan yoona yang masih menunduk. Jujur, ini bukan yang ia harapkan.

“aku berjanji. . . .aku berjanji untuk melindungi so eun.” ujar yoona di sela-sela  tangisnya.

###

“aish . . . . Kenapa tidak di angkat ?!” kesal kim bum. Sudah beberapa kali ia mengirim pesan dan menghubungi so eun tapi tak juga di angkat olehnya.

Ia kembali menekan tombol call tapi tetap tak di angkat. Ia semakin kesal. Sebenarnya di mana bodyguardnya itu.

“kau kenapa?” tanya seung gi yang kebetulan melihatnya.

“seung gi-ya aku pulang denganmu.” ujar kim bum.

“wae? Bodyguardmu kemana?” tanya seung gi.

“sudah aku hubungi berkali-kali tapi tak di angkat sama sekali. Lihat saja nanti.” kesal kim bum.

“ah arasseo. Aku akan mengantarmu.” ujar seung gi.

###

Sesampainya di rumah, kim bum tak melihat ada so eun. Ia pun bertanya pada bibi shin.

“bibi kau tahu kemana so eun pergi?” tanya kim bum.

“saya tidak tahu, setelah mengantar tuan muda saya tak melihat bodyguard tuan muda pulang.” jawab bibi shin.

“benarkah?” tanya kim bum.

“benar tuan.” balas bibi shin.

“yasudah kalau begitu.” ujar kim bum kesal lalu naik ke atas menuju kamarnya.

###

Sedari tadi so eun duduk sendirian di bangku taman yang cukup sepi. Ia butuh ketenangan untuk menangis. Kenyataan ini memang sulit di terima oleh otak dan hatinya. Sedari tadi ia terus menangis. Ia benar-benar sedih. Ternyata ia bukanlah saudara kandung yoona kakaknya yang sangat ia sayangi. Bukan pula anak kandung ibunya. So eun hanyalah anak kandung ayahnya dan ia tidak tahu siapa ibu kandung yang sebenarnya. Hari semakin gelap, tapi tak membuatnya pergi dari tempat ini.

###

Hari sudah malam, melengkapkan kekhawatiran kim bum pada so eun yang tak kunjung juga mengangkat telpon darinya. Kim bum mendesah hebat, ia sudah pasrah.

drrtt drrtt drrtt

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Dengan cepat kim bum meraih ponselnya. Itu pasti so eun pikirnya. Tapi setelah melihat nama yang tertera di layar ponsel adalah ayahnya, kim bum kembali mendesah.

 

“yeoboseyo abeoji.”

“bagaimana kabarmu kim bum?”

“aku baik-baik saja. Bagaimana ayah dan ibu?”

“kami sangat baik.”

“apa ada sesuatu yang ingin ayah bicarakan?”

“aniyo, tadinya ayah menghubungi kim so eun untuk menanyakan keadaanmu dan perilakumu selama tak ada kami. Tapi, tak juga di angkat olehnya. Jadinya ayah menelponmu.”

“daritadi juga aku menelponnya tapi tidak di jawab. Aku tidak tahu dia ada dimana sekarang.”

“benarkah? Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya?”

“aku tidak tahu.”

“kenapa kau tak gunakan saja ponselmu untuk mencari keberadaannya.”

‘benar juga ya, kenapa aku tak berpikir sampai sana’ batin kim bum.

“ah benar, abeoji terimakasih.” kim bum langsung menutup telponnya begitu saja dan mulai membuka sebuah aplikasi.

“dia, dia sedang apa disana?” heran kim bum setelah menemukan keberadaan so eun melalui ponsel.

“benar-benar dia itu, membuatku khawatir saja !” kim bum langsung memakai jaket dan mengambil kunci mobilnya.

###

Il woo baru saja keluar dari toko musik. Saat ia berjalan pulang, tiba-tiba motornya mogok tepat di dekat taman kota. Suasana malam sudah cukup sepi. Ia pun turun dari motornya. Lalu ia melihat sebuah mobil yang tak jauh terparkir dari sini. Mungkin ia bisa meminta bantuan, jadinya il woo pun melangkah menghampiri mobil itu. Tapi, pandangannya malah menangkap sosok seseorang yang tengah duduk sendirian di bangku taman. Terlihat menunduk. Karena penasaran ia pun menghampirinya, dan begitu dekat ia mendengar suara isak tangis dari orang itu. Il woo mencoba berjalan pelan, saat semakin dekat ia terkejut melihat orang menangis itu adalah orang yang di kenalnya.

“so. . .so eun-ssi?” kaget il woo.

Orang yang ternyata so eun itu masih tak bergeming. Ia masih menangis. Karena khawatir, il woo pun duduk di sebelahnya dengan hati-hati.

“so eun-ssi gwaenchana? Kenapa kau ada disini?” tanya il woo.

Perlahan so eun mengangkat wajahnya. Sudah jelas matanya sembab karena menangis.

“gwaenchana? Apa yang terjadi?” tanya il woo.

So eun tak menjawab, ia diam. Karena il woo merasa so eun butuh seseorang untuk menenangkan. Akhirnya ia pun memeluk so eun dengan hangat. So eun tak menolak dan juga tak membalas. Saat il woo memeluknya air matanya kembali turun. Il woo mengelus-ngelus punggung so eun untuk menenangkan.

“gwaenchana. Menangislah ! Setelah kau merasa tenang, ceritalah padaku !” ujar il woo.

Kim bum berdiri tak jauh dari mereka. Tangan kanannya mengepal kuat melihat adegan pelukan di hadapannya. Il woo yang tengah memeluk so eun. Kepalan di tangannya semakin kuat dan matanya memerah.

Kim bum tak sanggup berkedip, amarahnya sudah naik di ubun-ubun. Ia mengeratkan rahangnya dan menggertakan giginya menahan marah. Melihat apa yang di depannya, rasanya hati kim bum terasa menciut. Panas sekali.

TBC

Mian ya kalo kecewa sama part ini, soalnya suka bgt gue nyiksa kim bum hahahaha evil

47 thoughts on “BABY FACED BODYGUARD PART 13

  1. akhirnyaa resi lulu juga hatinya..setelah di paksa2 disuruh ngepost..kekkeke..ngak sia2 perjuangan kami..saya,ran, eon atty dan yuli yg memaksa kekekke..ya ampun ternyata sso sma yoona bukan saudara kandung..ommooo kasian yaaa..:(
    what pas endingnya itu kenapa il woo yg meluk sso..aaiiiss resi part 14nya bikin kim bum nya cemburu bener2 yaa..kekekkeek..sekalian dia bilang jga cinta sma so eun huhhkakkak..ooh ya kpan ni kim bum tau umur so eun, trus so eun nyadar klo pemilik jam itu kim bum kekeke..aahhh penasaran, lanjut ya res..wajiiib kekkeke

  2. Akhirnyaaa diposting jg lanjutannya :”)
    Hmm ternyata itu ya isi surat dr eommanya. Jd ikut sedih nih huhu. Tp yoona sm so eun tetep harus jaga hubungan kakak adek kayak biasa ya :’)
    Wah kim bum cemburu berat nih. Haha author, aku juga suka kalo liat kim bum dibikin cemburu gitu :p
    Makin seru nih ceritanyaaa. Penasaran kim bum bakal gmn liat so eun sm il woo..
    Ditunggu next partnya.hwaiting!😀

  3. Wuaaa c-rennn eon..Daebak..sdih bggett bca…knpa jdi gni…knpa yoona dan so eun eoonie…saudra tiri….sdihhhh…tpi g’ papa dech…..smga hbungan mrka ttap trjlin baek…Oy wuaaa Bum liat k msraan ilwo and so eun nie..g mna don’k…..ap yg akn trjdi….wuaaa pnsran…lnjutttt eon……sukaaa..sukaaa bggettt….:)

  4. resiii kita sama2 suka nyiksa kim bum, soalnya aku jg suka ngeliat kim bum yg berapi2 krna cemburu toss dlu dong *toss kekekeke
    hm meski so eun dan yoona bkn saudara kandung tp mereka ttp hrs saling menjaga ky sodara dong
    aduuuh res please donnngg jgn lama2 part 14 nya soalnya ini trmsk ff favoritku hehehe

  5. Sdihx trxta kse n yoona k saudaraan tpi g papa yg jels mrka ttp saling menyayangi, btw jgn2 so eun nanti saudara lg ma suzy?hahaha pintar bnget y aku main nebak aja, ah Makin ruwet ni kim bum kra2 akn brontak n mukul il woo ato prgi bgi2 sja kt nantikn d part brikutx

  6. Eon tega ga ngasih tau aku kalo udh di post😥
    eh tp gpp kok aku udh baca pantes aja dari kemaren nih hati dpt feel pengen buka blog eon secepatnya eh ternyata bener udh di post kekeke~ feel readers menyatu dengan feel authornya hahaa xD
    kereenn unnie semakin kereen hadooh ternyata Young sama Soeun bukan sodara kandung lalu mereka anak siapa ?? Ahhh penasarann
    hadoohh Eon kok evil banget dah nyiksa bum.nya kasian tuh akang Bum udh panas bgt liat adegan tu ,
    lanjutt teteh secepatnya ya xD

  7. waduwh ada yg pth hati nie mana mana panggilin dokter cinta na hehehehehe
    Ffx seru kak q penasaran lnjutan na

    Salam kenal yaw q reader baru

  8. Yeee udah ada part 13nya,
    Oww ternyata soeun ama yoona bukan sodara kandung toh…tpi kan mereka tetep sodara, jdi harus tetep saling jaga, kayanya soeun terpukul banget yah?? Kasian…
    Huhuhu kim bum lagi2 keduluan ilwoo, wah kim bum pasti marah berat nih ama ilwoo kaya pas kejadian di kolam renang…
    Ditunggu part selanjutnya ya…

  9. ga nyangka so eun dan yoona bukan sekandung, knp mesti di ungkap ada apa ya? ada cerita apa lagi nih, wah kim bum bukan marah lagi nih tapi murka hiiiiy ngeri…..he,,,he

  10. ceritanxa makin seru,,,bener xa ilwo to slalu dateng pas so eun ada masalah ..hua kenapabukan kim bum yang melyk so eun sichh…..lanjut xa thor critanxa makin kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

  11. huaaaaaaaaaa akhirnya part 13nya keluar!!!
    pas part 12 dibagian akhirnya, aku pikir so eun yang langsung bakal bilang suka sama kimbum! eh ternyata beda lagi ceritanya~
    yaampun sedih banget kali ya jadi so eun dicerita ini….padahal udah sayang banget sama yoona sbg kakanya eh malah ada surat dari eommanya kyk gitu:”””
    sebenernya eomma nya so eun masih hidup ga sih?penasaran-__-
    dan plg ga nahan scene terakhirnya niiiiih huaa bumppanya cemburu parahhh wkwkw semangat eooon lanjutinnya!!!!gasabar nunggu part 14 nya mihihihi

  12. WOW.. bakal cakit hati banged kim bum.
    makin seru z. jadi suka bacanya..
    pas lagi seru” aca malah uda habis alias g ada sambungan. kwkwkw
    kakak… lanjutin lagi ya ceritanya…

  13. Soeun…. Yoona…. Mereka saudara tiri? Aku sedih eon bacanya, hampir nangis😦
    Kim bum salah paham itu!!
    Tapi keseluruhan aku suka ceritanya🙂

  14. omona,, ternayata soeun dan yoona tidak saudara ayah atau pun ibu,,,, tapi mereka harus saling menyayangi,,,,

    aku tidak menyangka mereka berdua bukan saudara,,, ceritanya nggak disangka-sangka,,,

  15. kasiiiannn banget so eun sama yoona pasti mereka sangat terpukul…

    ahhh knp mesti ilwoo sih yg nemuin so eun di taman duluan…kasiiian kan kibum yg ngeliatnya

  16. Hiks..hiks…hiks…part ini sediiih…ternyata Sso sm Yoona bkn sodara kandung…tp kok mereka mirip yaa #katanya..

    Omooo…Bum liat Sso dipeluk sm il woo..makin panaaaaasss aja tuh..kekekek..ayooo Bum, ngaku dunk sm Sso klo km sukaa…

  17. Kimbum salah paham😦 pasti kimbum bakal marah dan kesel bgt sama so eun ntar, kirakira kimbum bakal bersikap gimana nanti ya sama so eun ? huaa daebak seru thor

  18. aaah part ini lucu tp diakhiri dengan hal yg menyedihkan…

    bum tambah “ngelunjak” aja ya didepan sso, ngambil jam tangan *ya emang punya dia sih xixixi* trus minta sso ga usah pake baju formal lagi dan tetep harus digerai rambutnya … dan sso dengan santainya nanya apa aku lbh cantik kalo digerai kekeke~~

    sso, bagiku sih kamu cantik tak bosan dipandang mau digimanain juga rambutmu xixixii

    huft dan sendihnya… trnyata sso ma yoona adalah saudara tiri, nyesek juga rasanya mengetahui kebenaran ini… mereka berdua begitu dekat, saling support disaat kedua ortu udh ga ada..
    hikshiks😥

    tp yg penting adalah hrs tetap saling menyayangi walo bukan sodara kandung apalagi udh bersama2 dr kecil…

    ending part ini nyesek bagi bum… tp apa yg dirasakan oleh bum rasanya blom apa2 dibandingkan apa yg dirasakan sso…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s