BABY FACED BODYGUARD PART 14

BABY FACED BODYGUARD PART 14

 

AUTHOR: RESI R

MAIN CAST: KIM SANG BEOM DAN KIM SO EUN.

OTHER CAST: KIM YOONA, LEE SEUNG GI, JUNG IL WOO, JUNG SO MIN, KIM SOO HYUN, BAEK SUZY.

GENRE: IDK (?)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

PART 14

 

Kim bum langsung pergi dengan langkah lebar. Kenapa harus selalu il woo? Kenapa harus il woo terus? Kim bum tidak suka dengan itu. Ia langsung menancap gas dengan kencang dan mobil pun melesat.

Il woo melepaskan pelukannya saat so eun sudah agak tenang.

“kau sudah merasa baik?” tanya il woo.

So eun mengangguk pelan. “gomawo” ujarnya.

“gwaenchana. Bisa kau. . . . .ceritakan apa yang terjadi?” tanya il woo lembut.

So eun terlihat menarik nafasnya dengan berat lalu mulai menceritakannya pada il woo. Saat ini il woo bagaikan teman curhat satu-satunya bagi so eun. Walaupun jauh dari lubuk hatinya, ia berharap jika kim bumlah yang datang dan bisa memeluknya. Menenangkan hatinya yang sedang sedih. Tapi, memang il woo yang selalu ada di saat ia membutuhkan. Il woo bagaikan malaikat pelindung menurut so eun.

###

Kim bum memberhentikan mobilnya di sembarang jalan. Ia sudah kelewat kesal. Kim bum terlihat mengatur nafasnya, bukan karena kelelahan tapi karena emosi yang ia tahan.

Mata kim bum masih tampak memerah. Jika ia bisa, ia ingin memecahkan kaca mobil ini sampai hancur tapi sayangnya ia tidak bisa.

Akhirnya ia pun hanya bisa berteriak meluapkan semua yang mengganjal di hatinya.

“aaarrgghhh. . . .” teriaknya sambil memukul stir mobil dengan keras sehingga menimbulkan suara klakson mobil yang mungkin akan mengangetkan para pengemudi atau pun pejalan kaki yang lewat.

###

So eun melangkah dengan lemah menuju kamarnya. Ia terus menundukkan kepalanya. Tinggal beberapa langkah lagi menuju pintu, ia berpapasan dengan kim bum.

Kim bum berdiri tepat di sampingnya, perlahan so eun mengangkat wajahnya dan di lihatnya kim bum tengah menatapnya dengan dingin dan tajam, lalu seolah tak peduli kim bum langsung melengos berlawanan arah dengan so eun menuju kamarnya sendiri. So eun tidak tahu kenapa kim bum menatapnya seperti itu, karena sekarang kepalanya agak pusing dan ia masih butuh menenangkan diri, so eun tidak ingin memikirkan kenapa dengan kim bum. So eun kembali menundukan kepalanya dan melangkah menuju kamarnya.

###

Keesokan harinya.

“eonni, ada apa denganmu?” tanya so min heran melihat mata yoona sembab seperti mata panda pula.

Yoona tak menjawab, ia hanya menghela nafas.

“eonni, kau habis menangis? Ceritakan padaku apa yang terjadi?” khawatir so min.

Yoona menundukan kepalanya. Ia kembali menghela nafas.

“eonni-ya gwaenchana?”

“so min-ah, aku rasa lebih baik butik ini di tutup saja.” ujar yoona.

“ne?” tanya so min.

“untuk hari ini saja. Aku ingin beristirahat.” jawab yoona lalu berajak untuk menutup butik.

“o,,,oh arasseo.” balas so min.

Yoona sedikit menyunggingkan senyum walaupun terlihat jelas jika ia masih sedih.

So min menatap khawatir pada yoona.

“sebenarnya apa yang terjadi dengan eonni?” batin so min lalu ia pun mulai membantu yoona menutup butik.

###

“apakah bibi melihat tuan muda?” tanya so eun.

“oh, tuan muda kim bum baru saja berangkat.” jawab bibi shin.

“benarkah?” tanya so eun.

“ne.”

“apakah bersama temannya?” tanya so eun.

“aniyo, tuan muda berangkat sendiri menggunakan mobilnya.” balas bibi shin.

So eun mengerutkan keningnya bingung. “oh..”

“ada apa dengannya?” batin so eun.

So eun mencoba menghubungi kim bum, tapi kim bum tak kunjung menjawab. Akhirnya so eun pun hanya bisa menghela nafas dan duduk di kasurnya. Semua ini membuatnya bingung. Ada apa dengan kim bum sebenarnya? Di saat so eun sedang sedih, sikap kim bum malah membingungkan dan aneh. So eun masih tidak dapat menerima kenyataan jika dirinya dan yoona bukanlah saudara kandung. Ini sangat sulit di terima olehnya. So eun menghela nafas sedih. Bahkan ia kembali menangis. Tiba-tiba ponselnya bergetar, ada telpon masuk dari so min.

Cepat-cepat so eun menghapus air matanya dan mengangkat telpon dari so min.

“yo…yoboseyo.” jawab so eun terbata.

“yoboseyo. So eun-ssi, ada yang ingin aku tanyakan tentang yoona eonni.”

“o…oh ne.”

“apakah kau tahu? Apa yang terjadi dengannya? Dia seperti habis menangis dan tidak seperti biasanya. Aku merasa khawatir.

“. . . . . .” so eun diam, hatinya terasa sakit lagi.

“yeboseyo. . .”

” . . . . .”

“yoboseyo. . .”

“. . . . . . .”

“so eun-ssi gwaenchana?”

So eun tersadar dari lamunannya.

“o. . . .oh ne.”

###

“dimana kim bum?” tanya seung gi heran karena tak melihat kim bum berada di kelas.

“aku tidak tahu, il woo-ya apakah kau melihat kim bum?” tanya soo hyun.

“aku tidak melihatnya, mungkin saja dia belum datang.” jawab il woo.

Soo hyun hanya angguk-angguk sementara seung gi mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi kim bum.

Drrtt drrtt drrtt

Kim bum mengabaikan ponselnya yang bergetar. Sekarang ini ia sedang sendiri di ruang musik. Kejadian kemarin masih terpikir olehnya. Memangnya apa yang sedang di lakukan so eun dan il woo saat malam-malam kemarin? Kenapa mereka sampai berpelukan seperti itu? Apakah mereka memiliki hubungan yang tidak ia ketahui? Pertanyaan-pertanyaan ini terus berputar di kepalanya. Kim bum mengambil stick drum lalu memukul drum dengan kesal.

“aaassshhh . . . . . . .” kesalnya.

“tidak di angkat.”ujar seung gi setelah mencoba menghubungi kim bum.

“mungkin dia sedang dalam perjalanan.” jawab il woo.

“tapi. . . .bukannya dia berangkat dengan mobil bersama bodyguardnya. Jika tidak di angkat aneh sekali.” balas seung gi.

“ah iya benar juga.” tambah soo hyun.

Mendengar kata bodyguard, il woo jadi teringat dengan so eun. Kemarin malam so eun bercerita tentang masalah yang terjadi padanya dan itu benar-benar membuat il woo iba. Mungkin saja kim bum tak mengangkat telpon ada hubungannya dengan so eun.

###

Hari ini entahlah apa yang ingin so eun lakukan, ia tidak bersemangat seperti biasanya. Dari pada pusing memikirkan masalah surat dari ibunya yang menyatakan kalau ia dan yoona bukanlah sodara kandung, juga sikap kim bum yang aneh. So eun pun lebih memilih untuk pergi keluar sebentar. Menghirup udara sejuk, mungkin.

So eun memberhentikan mobil di pinggiran sungai han. Ia menghela nafas berat.

“kenapa semuanya menjadi sulit?” gumamnya.

“apakah aku ini di takdirkan untuk hidup sedih?” tanyanya.

—————

So eun berdoa di sebuah gereja. Disana sepi dan sunyi, hanya ada so eun seorang. Inilah saatnya untuk meminta petunjuk dan pertolongan pada Tuhan disaat ia punya masalah yang entah harus bagaimana ia menyelesaikannya. So eun melipat tangannya dan di letakan di dagu, lalu memejamkan kedua tangannya.

“Tuhan. Tolong beri aku kekuatan untuk menerima semua yang telah terjadi. Tolong beri aku kemudahan untuk melewatinya tanpa kesulitan. Tolong berikan aku jalan untuk mengatasi semua masalah ini. aku tahu, di balik takdir ini kau menyimpan sebuah keajaiban untukku. Aku harap semua akan baik-baik saja, aku tidak ingin terus larut dalam sedih. Aku harap baik ayah, ibu, dan ibu kandungku bahagia di surga. Tuhan beri aku kekuatan. Doaku padamu.” Batin so eun.

###

Il woo menuju tempat parkir untuk mengambil motornya, tak sengaja ia berpapasan dengan kim bum yang sedari tadi tak kelihatan batang hidungnya bahkan tak masuk kelas, dihubungi pun tak di angkat.

“beom-ah” panggil il woo sambil mengahampirinya.

Kim bum yang hendak membuka pintu mobil menoleh ke arahnya. Tatapannya menjadi dingin saat mengetahui jika itu adalah il woo. Kim bum hanya menatapnya sekilas dan memalingkan kembali wajahnya untuk membuka pintu, tapi il woo menahan tangan kim bum.

“ada apa denganmu?” tanya il woo yang mulai heran.

Kim bum menatap tangannya yang di tahan il woo dengan dingin, lalu melepasnya dengan kasar.

“kau masih bertanya ada apa denganku?” tanya balik kim bum yang kini menatap il woo tajam.

Il woo menyadari tatapan kim bum tak seperti biasanya.

“iya ada apa denganmu?”tanya il woo bingung.

“cih…” kim bum malah berdecak.

Il woo menatap bingung.

“setelah apa yang kalian lakukan kemarin? Kau pikir aku tidak apa-apa?” kim bum mulai emosi, tapi sebisa mungkin ia tahan. Jika tidak, mungkin ia sudah melayangkan tinjuan ke wajah il woo. Kim bum hanya mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“apa maksudmu?” il woo semakin bingung.

“pura-pura tidak tahu rupanya.” Ujar kim bum sinis lalu pergi meninggalkan il woo yang masih dilanda kebingungan dengan sikap kim bum. Kim bum sendiri tak jadi masuk ke dalam mobilnya. Ia malah keluar dari tempat parkir dengan langkah cepat dan lebar. Il woo terdiam di tempat.

“sebenarnya ada apa dengannya? Apa maksudnya? Kemarin malam?” batin il woo.

###

Kim bum tidak tahu kemana tujuannya sekarang. Ia masih diliputi rasa kesal dan hatinya yang semakin panas karena cemburu.

“sialan, dia masih bertanya ada apa denganku !” kesal kim bum.

“seharusnya dia sadar apa yang telah ia lakukan !” kesalya lagi.

“jika dia bukan temanku, pasti akan ku hajar sampai mati !” geramnya.

So eun baru saja menghentikan mobilnya di tempat kuliah kim bum, ini memang sudah waktunya kim bum pulang. So eun mengedarkan pandangannya ke segala arah lalu menangkap sosok kim bum yang tengah berjalan sendirian dengan raut wajah yang begitu kacau.

“ah itu dia…..benar-benar…..” so eun pun keluar dari mobil dan berjalan ke arah kim bum.

“kim bum-ah…” teriak seseorang.

Kim bum tak menoleh ke asal suara karena ia sudah tahu siapa pemilik suara itu.

“ya kim bum-ssi tunggu…!” suzy tampak berlari-lari kecil mengejar kim bum. Namun kim bum tak peduli dan terus melangkah mengabaikan panggilan suzy.

“beom-ah…” akhirnya suzy bisa mensejajarkan langkahnya dengan kim bum dan mengaitkan tangannya di lengan kim bum.

Kim bum menghentikan langkahnya lalu menatap tajam pada suzy yang selalu menahan lengannya tiba-tiba.

Menyadari tatapan kim bum, suzy langsung melepaskan tangannya. Lalu kim bum pun kembali melangkah.

“kim beom, dengarkan aku dulu !” pinta suzy cukup keras.

Kim bum tak bergeming, ia terus berjalan tanpa menyadari kehadiran so eun yang sedang berdiri tak jauh darinya, melihat kekasaran dan kedinginan (?) sikap kim bum pada suzy. Kim bum masih tetap berjalan tanpa arah dengan kepala yang agak menunduk.

“aku…aku…mengaku salah !” teriak suzy.

“aku ingin minta maaf…..memang aku yang telah melakukannya pada bodyguardmu ! aku minta maaf….aku hanya tidak ingin kau membenciku !” teriak suzy.

Kim bum menghentikan langkahnya dan saat ia mengangkat kepala, matanya menangkap sosok wanita yang selama ini sudah membuat perasaanya menjadi kacau. ‘galau’ jika dalam artian tren masyarakat indonesia saat ini. kim bum membulatkan matanya karena mendapati so eun tengah berdiri tak jauh darinya sambil menatapnya dengan penuh tanda tanya. Mata mereka bertemu tapi kim bum langsung membuang muka dan malah melewatinya begitu saja dengan cepat.

So eun mengerutkan keningnya dan membalikan badan menatap punggung kim bum.

“pura-pura tak mengenalku?” batin so eun kesal.

“sebenarnya ada apa dengannya? Hari ini aneh sekali !” gumam so eun.

Baru saja ia ingin berteriak memanggil kim bum, so eun sudah kalah terlebih dahulu dari suzy. Tampak suzy berlari melewati dirinya dan mengejar kim bum.

“kim beom-ssi….aku sudah berkata jujur…aku sudah meminta maaf…aku tidak mau kau membenciku !” teriak suzy.

“semua ini aku lakukan karena aku tidak suka melihatmu dekat-dekat dengan bodyguardmu, apalagi setelah kau berkata padaku jika kau menyu………….” Perkataan suzy terpotong karena kim bum membalikan badannya. Terbesit suatu ide di kepalanya.

Kim bum berbalik arah dan berjalan mendekat, entah ingin menghampiri so eun atau suzy.

So eun masih diam di tempat melihat gerak-gerik kim bum. Tapi kim bum malah berhenti tepat di hadapan suzy, lalu ia mencondongkan badannya dan mengarahkan mulutnya ke arah telinga suzy. Tapi satu hal yang tidak suzy ketahui, mata kim bum lurus menatap so eun yang berdiri sekitar satu meter di belakang suzy, bahkan menatap matanya. So eun sendiri heran apa yang sebenarnya ingin kim bum lakukan. Dan tatapannya itu membuat ia merinding.

“besok kita berkencan !” ujar kim bum datar tepat di telinga suzy tapi pandangannya tak lepas dari mata so eun.

Suzy terkejut, antara percaya dan tidak atas apa yang ia dengar dari mulut kim bum. Kim bum masih menatap so eun dengan tatapan yang tidak bisa di mengerti. So eun juga kaget mendengar pernyataan kim bum mengajak suzy untuk berkencan. Di dalam hatinya terasa ada sesuatu yang mengganjal.

Kim bum langsung menjauhkan wajahnya kembali dari telinga suzy dan melanjutkan jalannya melewati suzy dan melewati so eun tentunya. Saat melewati so eun, matanya terus menatap padanya. So eun balas menatap kim bum, tepat pada saat itu kim bum memalingkan wajahnya dan berjalan menuju arah parkiran.

“omo…….berkencan?” pekik suzy senang.

“kim bum-ssi….kau tak marah lagi padaku? kau mengajakku berkencan?” teriak suzy yang kembali mengejar kim bum tak menyadari kehadiran so eun. So eun mematung di tempat. Tatapan kim bum padanya barusan, sangat sulit di artikan. Ini merupakan tatapan yang tidak seperti biasanya kim bum lemparkan pada so eun. Hatinya terasa………..

###

So eun duduk diam di kamarnya. Ia masih bingung dengan sikap kim bum hari ini. kenapa sikapnya yang menyebalkan berubah  menjadi sinis? Lalu apa maksudnya tadi ia mengajak suzy kencan sambil menatapnya dingin. So eun benar-benar tidak mengerti. Ia pun  memilih untuk berbicara baik-baik dengan kim bum.

‘tok tok tok’

So eun mengetuk pintu kamar kim bum dengan hati-hati. Lalu terdengar suara kim bum samar-samar.

“masuk saja ! tidak di kunci.” Teriaknya dari dalam.

So eun pun memutar arah knop lalu masuk ke dalam kamar anak tuan kim itu. Mata kim bum sempat membulat melihat so eun yang masuk ke dalam kamarnya, tapi ia segera bersikap dingin.

“ada perlu apa kau kemari?” tanya kim bum sambil duduk di kursi yang menghadap beranda kamarnya.

So eun berjalan menghampirinya lalu berdiri disamping kim bum.

“ada yang ingin aku tanyakan.” Jawab so eun.

“mwo?” tanya kim bum cuek. Ia masih marah ceritanya.

“sebenaranya ada apa denganmu?” tanya so eun sambil mengerutkan keningnya.

Kim bum tampak menghela nafas, lalu menyenderkan punggungnnya di sandaran kursi.

“aku tidak apa-apa.” Dusta kim bum.

“jinja? Tapi kau kelihatan berbeda…apa ada sesuatu yang terjadi? Kau bisa cerita !” pinta so eun.

Kim bum tersenyum simpul. “untuk apa aku cerita? Tidak akan merubah juga.” Balas kim bum.

So eun menyipitkan matanya.

“ahhh…” kim bum mendesah. “oh ya…aku ingin besok kau mengawasi kencan pertamaku dengan suzy…aku tidak ingin ada orang-orang yang selalu menghajarku tiba-tiba mengganggu acara kencanku.” Pinta kim bum sesantai mungkin.

So eun menelan ludahnya tak percaya atas permintaan kim bum. “mengikuti kalian kencan?’ pekik so eun.

Kim bum mengangguk pasti. “kau bisa kan? Kau kan bodyguardku !” ujar kim bum.

Kenapa di saat seperti ini, disaat ia sedih atas kenyataannya dengan yoona, dan disaat sudah ada sesuatu di hatinya tentang kim bum. Kim bum malah mengajak wanita lain kencan dan malah memintanya mengikuti kencan mereka. Apalagi wanita itu adalah suzy. So eun merasa ada yang panas di hatinya.

“tapi….itu kan acara privasi kalian. Aku…aku tidak berhak mengikuti kalian.” Tolak so eun.

Kim bum mendonggakkan kepalanya lalu menatap so eun.

“aku tidak mau tahu. Kau harus melaksanakan apa yang aku mau…bukannya kau sudah tahu?” tanya kim bum.

“tapi, maksudku…untuk hal seperti ini…” sanggah so eun.

“wae? Kau tidak ada perasaan apa-apa padaku kan? sudahlah…aku ingin tidur…kencanku besok ! ingat ! besok !” ujar kim bum mengingatkan.

So eun hanya diam mematung menatap kim bum seribu tanya. Sepertinya memang ada sesuatu yang tidak beres padanya.

“sudah sana ! aku ingin tidur !” ujar kim bum datar. So eun hanya menatapnya lalu mulai melangkahkan kakinya keluar kamar.

Setelah so eun benar-benar keluar dari kamarnya. Kim bum menghela nafas panjang lalu memejamkan matanya. Semoga yang ia lakukan ini benar. Mungkin.

###

Yoona memandang langit gelap, sejak ia menutup butik, yoona tak kunjung pulang ke rumah. Karena ia butuh sesuatu yang membuatnya tenang di luar. Ia melangkahkan kaki tak tentu arah. Hari ini so eun tak menghubunginya sama sekali, bahkan ia sendiri merasa canggung untuk mengirim pesan atau bahkan menghubungi so eun. Entahlah, semenjak semua kebenaran itu. Ia jadi takut hubungannya dengan so eun akan jauh. Yoona menghela nafas, tak terasa matanya mulai berair dan akhirnya buliran bening jatuh. Yoona sejenak menghentikan langkahnya, berusaha menyeka air matanya tapi tidak bisa. Untung saja jalanan ini sepi, jadi tak ada orang yang mengetahuinya. Tapi tak jauh dari sana, seberkas sinar dari cahaya lampu menyorot ke arahnya. Tiba-tiba mobil itu berhenti tapi yoona tak peduli. Pemilik mobil itu keluar dan menghampiri yoona.

“noona?” tanya orang yang ternyata seung gi seraya menyipitkan matanya.

Yoona  masih menunduk dan berusaha menyeka air matanya kembali.

“noona kau…..menangis?” kaget seung gi.

Akhirnya yoona tak bisa menahannya lagi, tangisnya pecah semakin keras dan membuat seung gi khawatir.

“noona, gwaenchana?” tanya seung gi seraya memegang pundak yoona. Yoona masih menangis.

“hiksss….hiksss….”

Seung gi menggaruk tengkuknya bingung. “noona…..”

——————–

seung gi membawa yoona ke rumahnya. Kebetulan di rumahnya tidak ada siapa-saipa karena ibunya sedang ada urusan ke luar negeri untuk acara seni.

Yoona menyusut air matanya dengan tissue yang di berikan seung gi. Selama perjalanan yoona tak henti menangis, diantar pulang pun tak mau. Jadinya seung gi pun membawanya ke rumahnya.

“hiks…hiks…”

“sudahlah noona, jangan menangis lagi ! wajahmu kelihatan berantakan.” Ujar seung gi berusaha menghibur.

“hiks…hiks…”

Seung gi pun hanya bisa menghela nafas. “sebenarnya apa yang terjadi? Noona bisa menceritakannya padaku, siapa tahu aku bisa membantu.” Ujar seung gi.

“sangat menyedihkan.” Ujar yoona. Seung gi memasang pendengarannya.

“aku tidak mengira jika kenyataanya jadi begini.” Cerita yoona.

Seung gi sudah bisa menebak, ada sesuatu yang terjadi pada yoona. Dan itu hal yang tidak menggembirakan.

“aku….” Akhirnya yoona pun menceritakan semuanya pada seung gi. Seung gi menatap iba pada yoona. Lalu menepuk-nepuk bahunya.

“gwaenchana…aku yakin semuanya akan baik-baik saja…percaya padaku.” ujar seung gi.

“gomawo.” Balas yoona.

“yasudah, sepertinya kau butuh minum, aku akan mengambilkanmu teh hangat.” Ujar seung gi lalu ke dapur.

Tak lama seung gi kembali dengan membawa segelas teh hangat, tapi ia melihat yoona yang sudah tertidur di sopa dengan posisi duduk. Seung gi melihatnya tambah iba tapi seulah senyum kecil terpancar dari bibirnya. Seung gi pun membawa yoona ke sebuah kamar dan menyelimutinya.

‘semenjak aku kenal denganmu….aku rasa aku sudah tahu dengan perasaan suka yang sesungguhnya’ batin seung gi.

###

So eun mengikuti mobil kim bum dari belakang sesuai keinginan kim bum. Tiba-tiba kim bum memberhentikan mobilnya di suatu tempat dan keluar dari mobilnya. So eun hanya mengawasi dari dalam. Tak lama munculah suzy dengan wajah berseri-seri menghampiri kim bum, kim bum hanya membalasnya dengan senyum singkat, walaupun sebenarnya kim bum ogah setengah mati tersenyum pada gadis itu. Kim bum pun membukakan pintu untuk suzy dan suzy pun masuk. Kim bum memutar arah dan masuk kedalam  mobilnya. So eun hanya menghela nafas melihat kelakuan kim bum yang tidak ia mengerti.

“kenapa harus repot sekali agar aku mengikutinya….” Dumel so eun lalu menginjak gas mengikuti mobil kim bum yang mulai melaju lagi.

Kim beom berkali-kali melempar pandangan ke arah kaca spion luar memastikan apakah so eun masih  mengikutinya aau tidak. Dan mobil berwarna hitam itu masih berada di belakangnya, kim bum tersenyum simpul, tapi pancaran matanya agak dingin.

“beom-ah…kita akan pergi kemana?” tanya suzy.

“aku tidak tahu.” Jawab kim bum datar.

“aish…kau yang mengajakku berkencan tapi kau tidak punya tempat tujuan.” Suzy mengerucutkan bibirnya.

‘lagi pula aku tidak benar-benar ingin berkencan denganmu…ini hanya….’ Batin kim bum.

“yasudah terserah kau saja !” balas kim bum.

“jincha? Mmmm aku ingin ke…..ah aku ingin ke taman hiburan…’ ujar suzy semangat.

Kim bum hanya mendesah. Lalu  menjalankan mobilnya menuju taman hiburan.

“benar-benar tidak masuk akal harus mengikuti kencan seseorang.” Dumel so eun mengikuti kim bum.

So eun mengawasi kim bum yang keluar dari mobilnya bersama suzy. Dilihatnya suzy mengandeng tangan kim bum dengan manja, kim bum tampak tersenyum saja. Walaupun kalian sudah tahu kan kalo kim bum hanya bersandiwara. Tapi so eun mengira jika itu sungguhan. Ia hanya menghela nafas lalu ikut keluar dari mobilnya. Sejenak mengedarkan pandangan ke lotte world ini yang penuh dengan berbagai macam permainan. Semua orang tampak bersenang-senang dengan pacar mereka, teman, dan….keluarga. so eun terpaku melihat seorang kakak perempuan yang sedang berusaha menenangkan adiknya yang sedang menangis karena es krim yang ia makan terjatuh. Ia teringat dengan masa kecilnya bersama yoona. Namun so eun segera tersadar, ia kemari karena untuk mengawasi dan mengikuti kim bum. Cepat-cepat so eun membalikkan badannya dan segera mengikuti kim bum dan suzy yang belum jauh darinya dengan malas.

kim bum berkali-kali memutar kepalanya ke belakang, untuk memastikan so eun apakah masih mengikutinya atau tidak. Suzy yang melihat itu terlihat jengkel.

“beom-ah….kau lihat apa?” tanya suzy.

“aniyo…sudahlah cepat kau mau naik apa?” tanya kim bum.

“aku….ingin naik itu….!” Tunjuk suzy ke permaian bianglala lalu menarik lengan kim bum. Kim bum hanya pasrah karena bagaimana pun juga dirinya sendiri yang sudah mengajak suzy kencan.

Sekilas kim bum melirik so eun yang hanya diam mematung. Dan akhirnya ia pun naik ke bianglala itu karena suzy yang terus menariknya. Dari atas kim bum melihat so eun yang hanya diam. Selesai naik biang lala, suzy menarik kim bum lagi.

“apa?” tanya kim bum cuek.

“kenapa kau dingin sekali? Bukannya kita sedang berkencan?” tanya suzy.

Kim bum melirik ke so eun yang sedang menatapnya. Lalu ia tersenyum pada suzy berharap so eun melihat kemesraan mereka.

“oh hahaha kau benar. Kau mau apa?” tanya kim bum berubah lembut, walaupun di buat-buat.

“aku ingin boneka itu ! dapatkan untukku ya?” pinta suzy manja.

“oh haha baiklah.” Jawab kim bum meski ogah-ogahan dan ia pun membeli koin untuk memainnkan permainan untuk mendapat beberapa boneka itu. Suzy berdiri di sampingnya dan menyemangatinya.

Sementara so eun hanya duduk di salah satu bangku di dekat permainan yang suzy dan kim bum mainkan. Tiba-tiba ponselnya bergetar. Ada telpon masuk dari yoona. So eun pun mengangkatnya.

“yoboseyo.”

“yoboseyo”

“so eun-ah………”

“……..”

“so eun-ah…” so eun tersadar dari lamunannya.

“o..oh..eo…eonni…”

“so eun-ah…eonni ingin bicara denganmu.”

“ne? biacara saja.”

“tidak bisa…kita harus bertemu sekarang.”

“tapi…..”

“waeyo?”

“aku tidak bisa. Sekarang aku sedang mengawasi anak tuan kim.”

“oh…baiklah aku mengerti….tapi eonni harap kita bisa bicara baik-baik nanti.”

“ne?”

“masalah itu….kita harus membicarakannya.”

“o..oh…ne…”

“baiklah aku tutup saja telponnya takutnya mengganggumu, aku akan menghubungimu lagi.”

Sambungan telpon pun terputus.

So eun menatap ponselnya nanar, setelah berbicara dengan yoona ia merasa sedih lagi. Ia ingin menangis tapi tempat ini terlalu ramai. Jadinya ia pun hanya menundukkan kepalanya.

“ya…yang itu…benar ! ah sedikit lagi…..sedikit lagi ….!” Teriak suzy. Kim bum ingin segera mengunci mulut suzy jika terus berteriak seperti ini, menganggu konsentrasinya. Tapi saat kim bum mengangkat wajah sejenak, tatapannya terhenti pada so eun yang sedang duduk sambil menundukkan wajahnya. Kelihatan sedang sedih.

“ah……..lepas……..boem-ah kau gagal mendapatkan bonekanya.” Kecewa suzy. Kim bum langsung sadar dan melihat jika boneka yang hamir saja ia dapat lepas. Pikiran kim bum berkecamuk tentang so eun, kenapa so eun terus menundukkan kepalanya? Lalu kim bum melihat so eun bangkit dari duduknya dan pergi dari sana. kim bum tetap memerhatikannya.

“beom-ah…kau harus mendapatkannya kali ini.” pinta suzy. Namun kim bum sama sekali tak menyahut.

“beom-ah……dapatkan boneka ini untukku ayo…beom-ah !” ujar suzy sedikit kesal karena kim bum tak mendengarkan ucapannya.

Kim bum tersadar dan menegakkan badannya. Ia melepaskan pegangannya pada pengontrol itu (apalah namanya haha). Lalu menatap suzy.

“dapatkan saja sendiri !” tolaknya lalu berjalan pergi dari sana, kali ini kim bum mengikuti so eun. Mau kemana sebenarnya so eun?

“beom-ah….kau mau kemana?” teriak suzy lalu berlari-lari kecil mengejarnya.

Kim bum menghentikan langkahnya saat tahu jika so eun menuju toilet.

“beom-ah kau mau kemana?’ tanya suzy yang masih menggandeng tangannya.

“kau mau mengikutiku ke toilet?” tanya kim bum.

“oh..aniyo…” suzy langsung melepaskan gandengannya dan kim bum pun masuk ke dalam toilet.

Ia hanya berdiri sambil bersandar di dinding di dekat toilet wanita. Tak lama so eun keluar dari sana masih sambil menunduk.

Kim bum menegakkan tubuhnya.

“ah……… kencan pertama mengasyikan juga.” Ujarnya pura-pura meregangkan badan.

So eun seperti tak mendengar, ia terus melengos melewati kim bum. Mungkin pikirannya sedang kalut tentang apa yang akan dibicarakan yoona nanti saat bertemu. Kim bum mengerutkan keningnya melihat reaksi so eun yang biasa-biasa saja.

So eun menghentikan langkahnya saat lengannya di tahan oleh tangan seseorang. Ia memutar badannya dan melihat kim bum berdiri di belakangnya.

“beom-ah…?” kaget so eun.

“kenapa?” tanya kim bum.

So eun mengerutkan keningnya menatap kim bum.

“kenapa?” tanya kim bum lagi.

“kenapa siapa?” tanya so eun.

“kau ! kenapa?” tanya kim bum masih menahan lengan so eun.

“aku….aku tidak apa-apa.” Dusta so eun.

“kau berbohong?” tanya kim bum memastikan.

“aniyo….aku tidak berbohong….” Balas so eun.

Kim bum hanya menatap mata so eun berusaha menemukan kejujuran disana, tapi dengan melihat mata so eun hatinya berdebar-debar tak karuan. Ia pun melepas tangannya secara refleks.

“jangan pergi kemana-mana ! terus awasi kencanku !” pinta kim bum lalu pergi keluar toilet.

So eun terdiam di tempat menatap punggung kim bum yang menjauh.

——————-

Kini, kim bum dan suzy berada di sebuah restoran. Suzy yang meminta karena katanya ia sudah lapar. Kim bum dan suzy duduk di meja yang sama. Sedangkan so eun hanya duduk sendiri di meja yang tak jauh dari mereka. Kim bum diam-diam mengawasi ekspresi so eun yang kelihatan sedih itu, hanya menundukkan kepalannya. Ada apa sebenarnya? Apakah so eun sudah merasa cemburu padanya? Pikir kim bum. Mata kim bum yang mengawasi so eun berhenti saat seorang pelayan datang membawakan makanan yang mereka pesan.

“woooah…..boem-ah ayo coba ini !” suzy menyodorkan sesendok daging sapi (?) pada kim bum. Tapi kim bum menepisnya.

“aku bisa makan sendiri.” Tolaknya.

“wae? Ini kan hal biasa yang selalu orang kencan lakukan?” heran suzy.

“aku tidak suka daging.” Dusta kim bum.

“oh…kalau begitu makan udang saja…ini !” suzy menyodorkan udang pada kim bum.

“aku alergi udang.” Tolak kim bum.

“kau ini kenapa sih?” heran suzy.

Kim bum kesal. Kesal karena usaha yang ia lakukan mengajak suzy kencan tidak menimbulkan pengaruh pada so eun untuk membuatnya cemburu atau bahkan mengakui kesalahannya atau bahkan mengakui perasaanya pada kim bum. Mungkin. Kim bum jadi kesal melihat reaksi so eun yang hanya begitu-begitu saja. Diam, duduk, dan menunduk.

“kalau begitu yasudah kau suapi aku saja beom-ah !” pinta suzy.

Kim bum menatap suzy, entah itu tatapan datar tanpa ekspresi atau tatapan datar kesal.

“lebih baik aku pulang.” Kim bum beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan suzy begitu saja.

“ya….beom-ah…!” suzy langsung mengejar kim bum. “kenapa ingin pulang begitu saja? Kencan kita belum selesai kan? Kita bahkan belum melihat kembang api bersama !” ujar suzy.

“pikiranku mendadak menjadi buruk. Kau bisa pulang sendiri kan?” tanya kim bum datar.

“mwo? Kencan macam apa ini? kau seharusnya mengantarku pulang !” rengek suzy.

“kau bisa pulang naik taksi.” Ujar kim bum melepas tangan suzy dengan kasar yang merangkul lengannya.

“aishh….beom-ah…”

“dan asal kau tahu….sebenarnya aku hanya pura-pura….aku tidak mengajakmu kencan sungguhan !” ujar kim bum.

“mwo? Boem-ah……kau…kau jahat sekali !”

Kim bum tak peduli, ia malah masuk ke dalam mobilnya.

So eun hanya menatap dan memerhatikan mereka. Tapi ia tidak tahu apa yang di bicarakan oleh mereka. Yang so eun lihat kim bum langsung meninggalkan suzy menuju mobilnya dan suzy yang terlihat kesal.

###

So eun merasa cukup lelah terus mengikuti kencan kim bum dan suzy. Ia langsung menuju kamarnya. Tapi betapa kagetnya so eun melihat kim bum sudah berada di dalam kamarnya, terlebih kim bum sedang tiduran di ranjangnya. So eun membulatkan matanya.

“beom-ah…apa yang kau lakukan?” kaget so eun.

Kim bum langsung memposisikan dirinya untuk duduk.

“kenapa kau lama sekali?” tanya kim bum kesal.

So eun tak mengindahkan pertanyaan kim bum “apa yang kau lakukan disini?” tanya so eun kembali pada topic pertama.

Kim bum berdiri dan menghampiri so eun. Itu membuat so eun mengerutkan keningnya bingung.

“so eun-ssi…” panggil kim bum. So eun hanya menatap wajah kim bum heran.

“apa kau tak merasakan sesuatu?” tanya kim bum yang sudah tepat berdiri di depannya.

Mata so eun menyipit.

“ne?” tanyanya.

“apa kau tak merasakan sesuatu setelah mengikuti kencanku?” tanya kim bum serius.

“merasakan sesuatu setelah  mengikuti kencan? aniyo…aku tidak merasakan apa-apa.” Jawab so eun.

“benarkah? Tidak merasa sedikit pun?” tanya kim bum memastikan.

“aniyo…” jawab so eun.

“sudah kuduga.” Balas kim bum.

“waeyo? Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya so eun.

“kau tidak merasakan apa-apa, sesuatu pun tidak.” Kim bum tertawa hambar.

So eun semakin bingung. Tapi kim bum malah melangkah pergi menuju pintu kamar so eun. kim bum menghentikan langkahnya sebelum membuka knop pintu.

“aku sudah tahu jawabannya pasti akan seperti itu. Padahal aku ingin mengatakan sesuatu padamu” Ujar kim bum lalu sudah benar-benar keluar dari kamar so eun. So eun mendengar perkataan kim bum dengan seksama.

“ada apa dengannya?” heran so eun dan menyernyit bingung.

————–

Kim bum menyangga tubuhnya dengan tangannya pada meja sambil menundukkan kepalanya. Ia mendonggak dan mendapati dirinya di depan cermin. Ia menatap jam tangan yang ia pakai lalu melepasnya.

“seharusnya kau merasakan sesuatu !” geram kim bum.

Tak perlu berfikir panjang kim bum pun membantingnya dengan keras ke lantai hingga jam tangan itu tak berupa lagi bentuknya.

“ARRRGHHHH !!!” teriaknya kesal.

Kim bum langsung menjatuhkan dirinya pada kasur.

TBC

Maaf ya kalau makin ga jelas ceritanya dan tambah bertele-tele hahaha, karena ini yang nemplok di jidat saya. Dan saya suka ngebayanginnya wkwkwk semoga readers suka deh ya…..oh ya masalah so eun belum tahu kalau kim bum pemilik jam tangannya sama kapan umur sso yang sebenarnya terungkap, kalian tunggu aja di part-part selanjutnya…ok kamsahamnida

42 thoughts on “BABY FACED BODYGUARD PART 14

  1. Waduh kim bum makin stress tuh kayanya sm perasaannya. Makanya bum, cepet nyatain cinta dong hehe. Jangan nungguin so eun yg ngaku duluan. Jd salah paham kan wkwk.
    Author, saran aja nih , ceritanya jgn kelamaan ya hehe. Tp sejauh ini tetep seru banget ceritanya. Ga sabar kim bum nembak so eun haha.
    Next part nya ditunggu ya thoooorrr. Hwaiting !🙂

  2. Wahhh akhirnya dipost jga …
    Cerita.y mkin bikin pnasaran,,, sso kpan suka ma bum yah ???
    Ksian bum udh pura2 kncn ma suzy tpi gx ada tanggapan dri sso…
    Chingu next part di tunggu😀

  3. aaah res aku ska bgt part ini, tp jgn lama2 res sumpah gregetan aku pnasaran, cpt di post ya biar ga lupa gt loh jln crtanya ah sumpah suka bgt am part ini, hahaha kim bum pgen bgt di cemburuin hahaha😄

  4. Sukaa….sukaaa…bggetttt pkok n eon…wuaaa…Bum n cmbru…asyiekkkkkkk……agggrrrkkkk lcu bggetttt….Bum n bla2in kncan ma suzy biar mna2sin so eun eoonie…tpi mah knytaan n…wkkkk….XD ksian liat yoona and so eun….aigoo….yg sbar ya eoonie…..:)
    kpan don’k Bum nmbak so eun trusssssss umr n so eun trbongkr….udh g’ sbar nie….
    Ommooooo..jm tngan n pcah d bnting Bum g mna don’k…psti eoonie so eun n tmbah sdih dech lw thu……..lnjutttt eon d tggu…jgan lma2 ea eon…..XD..XD….

  5. Assalamu’alaikun allhamdulillah akhirnya FF yg ditunggu datang juga kekekeke>o<
    Kereen eon part ini berhasil buat jantung tia dagdigdug *?
    Kasian Soeun punya mslah sama yoona ditambah sifat Bum yg super duper aneh (?)
    haduhh teteh Bum makan hati pisan *cemburu ceritanya xD* ampe pura2 kencan sama suzy , kasiankan sama Bumsso.nya kesiksa batin.
    Lanjutt eon ditunggu part selanjutnya tong lami-lami ya hehe xD

  6. Waah udh di post yaw part 14 na…?!
    BumSso kpn jdian na penasaran q tp……..
    Q suka part ini buat jntung q dagdigdug dueerr Daia…., part slnjut na jgn lama2 yaw Autor

  7. ya akhirnya di post kkekeke..cepetan tamat dong res ni FF, eoon gerem liat kim bum di bully sama kamu kkekeekkekekekeke..dasar author ini menyiksa si KB kkekeke
    heh cemburu berat ya si kim bum itu huhhakkaka tapi suka lo, aah biar dia tambah cinta sma so eun kekekkeke
    lanjuuuutt ya part 15nya, sma FF yg fall in love with my fans jga ya di lanjut hehehhehe

  8. dua2 nya galau tapi bukan galau yang sama… yang satu galau kemana… yang satu lagi galau kemana …wkwkwk …..nyambung tapi tidak nyambung…… aku juga komentar apa nih ga ngerti lagi galau juga…. wkwkwkwk, yang pasti lanjutannya jangan lama2 ya….

  9. wah seru seru… jdi kepengen besok ada part selanjut y haha #ngarep biar thu kelanjutan cerita bumsso.. heee🙂
    semoga part selanjut y di posting dengn secepat-cepat y… haha amin amin amin

  10. bumpa y makin galau yah thor wkwkwkwk,.. Kasian sm eunni n yoona ..hoho d lanjut y thor. Oh y yang bumpa jd fanboy y so eun ko gk d lnjtin sie thor?

  11. akhirnya di post juga part 14 nya . Bumppa cemburuan . Suka sekali narik kesimpulan sendiri udah gitu salah lagi
    yang sabar ya yoona eon n soeun eonni . Semoga masalahnya cpet clear
    lanjut thor . Kalo bsa jangan lama* ngepostnya .

  12. Yeyeye bum kebakar cemburu tuh…
    Hahaha, kim bum nanya nya ga jelas gitu ama ilwoo,
    Hmm kim bum pengen banget dicemburuin ama soeun, udah tau soeun lagi galau sama masalah dia n yoona, eh kim bum sikapa malah aneh ke soEun, kasian soeunnya…
    Ditunggu part selanjutnya ya…

  13. astaga,,,, so eun kan lagi galau ama masalahnya
    eh,,,, malah di tanya perasaannya ama kim bum ya gak connect la
    wkwkwwk
    gerem bgt si, liat mereka yg satunya gengsi, yg satunya gak nyadar
    hahahha
    gua tunggu ya chingu next partnya

  14. Kimbum kalau udah marah horor ya. . .

    Kasian jga sih. . .
    Dia sebenernya cma salah paham. . . . .
    Kalau s0eun agak lola dlm hal kayak gni ya . . .dia mah susah sadar’a. , . . ,
    d tUngGu part selanjut’a thor. . . .

  15. kim bum oppa kasian jga
    tp sebelum menyimpulkan hrsnya diselidiki dulu dunk oppa
    menurutku so eun unnie jga suka kok ma oppa
    ok lanjjuuutt author

  16. Wahhh😀. Keren banget.
    So eun sebenarnya cemburu gak sih sama suzy karna date sama kim bum ? Ceritanya makin bikin penasaran aja nih😀.

  17. hua pas baca part 14nya itu loooooh bener2 bikin galaunya menjadi jadi T.T
    bumppa mah esmosian aja jadi cowo….cium juga nih *eh
    semangat ya thoooor lanjut terus!pantang mundur~

  18. Aaah…awalnya kesel bgt waktu baca Bum ngajak suzy kencan, tp ternyata cm mau buat Sso cemburu aja…tp Bum slh waktu, Sso nya lg sedih tuh Bum jd ga merhatiin kalian…pdhl sbnrnya Sso jg uda cemburu Bum..

    Penasaraaan..penasaraaan…

  19. Haha kimbum cemburu abis asik dehh haha, tuh kan salahpaham bgt kimbumnya -_- padahal so eun pun sudah merasakan cemburu, jadi kasian sama kimbum larut dngen kekesalan karna kesalahpahaman. Daebak thorr !! Bacanya bikin dagdigdug sndrii haha

  20. ah sebel ma bum dipart ini, dia emosional dan childish kekeke~~

    bisanya cuma marah dan malah ngajakkin suzy kencan walo pura2 sih…
    selain utk melampiaskan emosi juga yg terpenting bum pengen tau perasaan sso, apakah cemburu atau gimana..
    hehe tp sso begitu dingin dan kebingungan sbnrnya..ya iyalah, masalah keluarga dia kan cukup berat, aduh kalo aku jd sso bisa stres berat krn disaat mengetahui kenyataan yg bikin shock eh si bum malah bersikap kekanak2an kyk gitu hadeuh *jitak mesra bum* :v

    hubungan sso ma yoona jd canggung, kesian liat mereka..
    tp disatu sisi, ada kemajuan utk hubungan seunggi ma yoona hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s