BABY FACED BODYGUARD PART 16

BABY FACED BODYGUARD PART 16

 

AUTHOR: RESI R

MAIN CAST: KIM SANG BEOM DAN KIM SO EUN.

OTHER CAST: KIM YOONA, LEE SEUNG GI, JUNG IL WOO, JUNG SO MIN, KIM SOO HYUN, BAEK SUZY.

GENRE: IDK (?)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

PART 16

 

“kau menyembunyikannya dariku?” marah kim bum.

Il woo masih terlihat shock. Kim bum melangkah mendekati il woo

Buuukkkk

Kim bum langsung melayangkan tinjuan ke wajah il woo dengan keras hingga il woo tersungkur dari sova. Seung gi dan soo hyun terkejut menyaksikan itu.

“KAU ?!! KENAPA TIDAK BILANG DARI AWAL ???” bentak kim bum penuh emosi lalu segera pergi.

Seung gi dan soo hyun segera menghambur (?) kepada il woo.

“il woo-ya gwaenchanayo?” tanya soo hyun.

Il woo hanya mengangguk sambil memegang sudut bibirnya yang terasa perih.

“dia tidak seharusnya menghajarmu.” Ujar seung gi.

“gwaenchana, wajar saja dia memukulku. Karena aku pantas untuk di hajar olehnya. Aku sudah salah karena menyembunyikannya sendirian.” Ujar il woo.

Seung gi dan soo hyun hanya menatap il woo khawatir.

###

“kenapa jadi sulit begini?” frustasi kim bum.

“arghh benar benar tidak di mengerti ! jadi selama ini hanya kebohongan !” terikanya kesal.

Ia mendesah hebat. Pikirannya sedang kalut saat ini. Disaat ia mengakui benar-benar sudah jatuh cinta dan hubungan mereka terbilang sudah baik tapi kenapa masalah datang lagi. Dan masalah ini adalah masalah yang disembunyikan so eun darinya. Kim bum tak habis pikir.

“kau membuatku gila !” frustasi kim bum yang ia tunjukan pada so eun.

Drrrt drtttt ddrrtt

Ponselnya bergetar, kim bum tidak ada minat untuk mengangkatnya. Tapi ini sudah ke lima kalinya ponsel itu bergetar. Kim bum menyerah, ia merogoh ponselnya dan tertera nama so eun disana. Tanpa pikir panjang kim bum langsung mengeluarkan baterai dari ponselnya. Tidak ingin mengangkat telpon dari so eun. Kim bum langsung menonaktifkannya.

“aih kenapa tidak di angkat.” Kesal so eun.

Saat ia mencoba menghubunginya lagi, ponselnya malah tidak aktif.

“dia benar-benar ingin mati rupanya ! bagaimana ini? sebentar lagi tuan dan yonya kim akan segera tiba di bandara. Aku harus menjemputnya dan tentu saja harus dengannya.” Dumel so eun.

“benar-benar merepotkan.” Gerutu so eun yang ia tujukan pada kim bum.

So eun pun memilih untuk menghubungi il woo.

 

“yeoboseyo…il woo-ssi”

“o..oh..so eun-ssi.”

“il woo-ssi apa kau sedang bersama kim bum?”

“…….”

“il woo-ssi.”

“oh ne? aniyo aku tidak sedang bersamanya. Waeyo?” sebenarnya il woo khawatir apa yang akan terjadi antara kim bum dengan so eun.

“aku menghubungi ponselnya tapi tak juga dia angkat, lalu tiba-tiba ponselnya tidak aktif.”

“oh begitu.”

“yasudah kalau dia tidak bersamamu, annyeong.”

so eun segera menutup ponselnya.

“kemana dia itu?” kesalnya.

Il woo masih menempelkan ponselnya di telinga. Apa yang harus ia lakukan? Apa ia cerita saja pada so eun apa yang terjadi? Kemudian perihal dirinya yang bersikap pura-pura tidak tahu mengenai umur so eun yang sebenarnya. Il woo menghela nafas lalu menurunkan ponselnya dari telinga. Satu tangannya lagi memegang secarik kertas. Itu adalah kertas yang kim bum tinggalkan di markas atau tak sengaja terjatuh di markas. Lirik lagu yang kim bum buat sendiri. Il woo tahu kim bum datang untuk meminta bantuannya memberi nada pada lagu ciptaanya. Il woo benar-benar bingung apa yang harus ia lakukan. Ia menatap kertas yang di genggamnya. Bagaimana pun juga, mau apa masalahnya il woo harus menyelesaikannya dengan kim bum. Tapi untuk saat ini mungkin belum bisa. Tapi hanya ini yang bisa il woo lakukan, mencoba membuat nada dan ritme untuk ciptaan perdana lagu kim bum. Apalagi setelah il woo membacanya.

 

Confession

처음부터 느꼈죠. 나는 그대에게 빠져버렸죠 사랑을 하게 된거죠
그대를 때마다 마음 숨기기 어려웠어요. 항상 표현하고 싶었는데

내겐 욕심인가요 그댈 사랑하는게 그렇게도 힘든건가요

언제나 그대 원하고 있죠 혹시라도 우린 사랑할 없나요
힘들겠지만 그댈 위해 참아야만 하겠죠 그대만을 사랑해요

이젠 없겠죠 내가 떠나가야 이시간이 다가왔어요

언제나 그대 원하고 있죠 혹시라도 우린 사랑할 없나요
힘들겠지만 그댈 위해 참아야만 하겠죠 그대만을 사랑해요

잠시동안이라도 함께하고 싶은데 우~

언제나 그대 원하고 있죠 혹시라도 우린 사랑할 없나요
힘들겠지만 그댈 위해 참아야만 하겠죠 그대만을 사랑해요
우~ 그대만을 사랑해요

cheoeumbuteo neukkyeotjyo.

naneun geudaeege ppajyeobeoryeotjyo sarangeul hage doengeojyo.
geudaereul bol ttaemada nae maeum sumgigi eoryeowosseoyo.

 hangsang pyohyeonhago sipeonneunde.

naegen yoksimingayo geudael saranghaneunge geureokedo himdeungeongayo.

eonjena geudae nan wonhago itjyo hoksirado urin saranghal su eomnayo.
himdeulgetjiman nan geudael wihae chamayaman hagetjyo nan geudaemaneul saranghaeyo.

ijen bol su eopgetjyo naega tteonagaya hal isigani dagawasseoyo.

eonjena geudae nan wonhago itjyo hoksirado urin saranghal su eomnayo.
himdeulgetjiman nan geudael wihae chamayaman hagetjyo nan geudaemaneul saranghaeyo.

jamsidonganirado hamkkehago sipeunde u~

eonjena geudae nan wonhago itjyo hoksirado urin saranghal su eomnayo.
himdeulgetjiman geudael wihae chamayaman hagetjyo nan geudaemaneul saranghaeyo.
u~ nan geudaemaneul saranghaeyo.

Ia tahu betul jika lagu ini ingin ditujukan untuk siapa. “mianhae bummi ssi.” Ujarnya.

Il woo pun mulai mengambil gitarnya.

###

So eun ingat sesuatu. Ia belum membuka apa yang kim bum berikan padanya. So eun pun berjalan ke arah meja tempat benda itu disimpan. Perlahan so eun  membukanya, dan isinya adalah sebuah boneka beruang berwarna putih. So eun pun mengeluarkannya dan tersenyum melihatnya.

“lucu sekali.” Ujarnya.

Boneka itu tampak sedang memegang sebuah hati berwarna merah. Tentu saja so eun menyernyit bingung melihatnya. Apalagi setelah melihat tulisan yang tertera pada sebuah hati yang di pegang boneka itu.

Saranghae

“apa maksudnya ini?” tanyanya bingung.

So eun mengerjapkan matanya berkali-kali. “jadi dia sudah benar-benar menyukaiku? jatuh cinta padaku?” pekik so eun. Bodohnya ia karena baru menyadarinya sekarang. Lalu memangnya apa yang selama ini ada di pikirannya saat kim bum selalu menyuruhnya menggerai rambut dan berpakain secara nonformal. Menciumnya secara tiba-tiba pertama kali lalu mengajaknya berkencan. Lalu kim bum bahkan sudah menciumnya tiga kali dan parahnya so eun sempat membalasnya. Lebih parahnya lagi so eun tidak begitu paham dengan semua itu, karena memang sikap kim bum yang selalu berubah-rubah tanpa diduga. Ia sendiri heran dengan dirinya, mana mungkin tidak sepeka ini. so eun akui ia mulai merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya. Ia masih ragu apakah sudah jatuh cinta pada kim bum atau hanya perasaan sesaat saja?

“jadi….dia menembakku secara tidak langsung?” pikir so eun.

###

So eun sudah tiba di bandara tanpa kim bum. Ia menunggu disana hingga pintu kedatangan dari luar negeri di buka. Dengan segera so eun pun mencari sososk tuan dan nyonya kim. Tak lama ponselnya berdering. Sudah pasti itu adalah tuan kim. So eun pun dengan cepat mengangkatnya.

“……”

“ne, aku sudah ada di bandara tuan.”

“…….”

“ne aku mengerti.”

So eun memasukan kembali ponselnya ke dalam saku jas.

Tak lama ia menemukan sosok tuan dan nyonya kim yang berjalan ke arahnya. So eun pun segera menghampiri mereka dan membungkukan badan memberi hormat.

Tuan kim tampak tersenyum, tapi berubah menjadi heran.

“annyeong haseyo tuan nyonya. ” Sapa so eun.

“dimana kim bum?” tanya tuan kim.

Tenggorokan so eun terasa kering seketika.

“oh…tu..tuan muda. Dia….. sedang bersama teman-temannya, jadi aku pikir cukup aku saja yang menjemput tuan dan nyonya.”dusta so eun sambil tersenyum kikuk.

“anak itu…’ ujar tuan kim.

“pasti tuan dan nyonya lelah selama di perjalanan, sebaiknya kita segera pulang.” Ujar so eun dan membantu menyeret koper milik mereka. Tuan kim hanya mengangguk.

“so eun-ssi…kau terlihat cantik.” Puji nyonya kim sambil tersenyum.

So eun tersipu malu. “oh…gomawo.” Jawabnya malu.

“bagaimana dengan sikap kim bum selama kami tidak ada?” tanya tuan kim saat mereka sudah berada di dalam mobil.

“tuan muda….menjadi lebih baik. Dia tak lagi sering berkelahi seperti pertama kali aku menjadi bodyguardnya.” Jawab so eun.

“apa kau merasa kesulitan menjaga anakku?” tanya nyonya kim.

“hanya sedikit.” Jawab so eun diikuti tawa renyah.

Tuan dan nyonya kim pun ikut tertawa.

“sikap anak itu memang sulit di duga. Aku harap selama aku tidak ada dia bersikap baik padamu. Kim so eun kau tahu sendirikan bagaimana sikap anakku.” Ujar tuan kim.

“hmmmm, aku rasa tuan muda sudah bersikap baik padaku.” jawabnya.

###

“abeoji…..eommeoni…” kaget kim bum saat melihat kedua orang tuanya ada di rumah.

“ya bum-ah kau ini kenapa baru pulang?” tanya ayahnya.

Kim bum tak mengindahkan pertanyaan ayahnya. Begitu terkejut melihat orang tuanya yang sudah tiba di rumah, kapan mereka pulang ke seoul?

“kapan kalian pulang?” tanya kim bum.

“waeyo? Kau tak senang kami sudah pulang?” tanya balik ayahnya.

Kim bum mendesah. “bukan seperti itu, tapi kenapa abeoji tidak menghubungiku dulu?” tanya kim bum.

Tuan kim hanya mengerutkan keningnya.

“so eun bilang kau sedang bersama teman-temanmu.” Balas ibunya.

Kim bum terdiam setelah mendengar nama so eun. Lalu segera pergi menuju kamarnya. Tuan kim dan nyonya kim hanya memandang kim bum aneh.

###

“kenapa kau tak mengangkat telpon dariku? Kau  malah menonaktifkannya.” Ujar so eun yang membuat kim bum mengurungkan niatnya masuk ke dalam kamar. Kim bum beralih menatap so eun.

“kau pandai sekali berpura-pura.” Balasnya dingin tanpa mengindahkan pertanyaan so eun.

So eun mengerutkan keningnya. “maksudmu?”

“aku kecewa padamu Kim-So-Eun.” Jawab kim bum dengan penekanan saat menyebut nama so eun.

So eun meringis. “tuh kan, sikapmu itu tak awet. Selalu berubah-rubah tanpa sebab. Menyebalkan, menyenangkan, dan sinis begini.” Ujar so eun.

“lalu siapa orang yang membuatku berubah-ubah begini?” tanya kim bum menatap lurus mata so eun.

“baiklah, aku minta maaf jika kau marah karena aku. tapi bisa kau ceritakan dulu kenapa kau marah?” tanya so eun.

Kim bum diam sejenak untuk mengamati wajah so eun.

“ternyata memang benar dugaanku selama ini, ketika pertama kali aku bertemu denganmu aku tidak yakin jika kau lebih tua dariku. Dan ternyata semua itu benar, jika kau berbohong.” Ujar kim bum.

So eun melototkan matanya.

“bummi-ssi, a…apa yang kau katakan?” kaget so eun.

“kenapa kau berbohong !?” kim bum tiba-tiba membentak. So eun kaget dibuatnya.

“selama ini kau membohongi dirimu padaku? apa maksudnya semua ini? umurmu bukan 25 ! tapi umurmu sama denganku !” bentak kim bum.

So eun benar-benar kaget, seakan jantungnya ingin keluar. Bagaimana bisa kim bum tahu? So eun tidak bisa berkata apa-apa.

“sebenarnya apa motifmu menipuku? Bahkan menipu kedua orang tuaku dengan memalsukan identitasmu? Apa kau tidak punya harga diri?” bentak kim bum. So eun benar-benar sedih saat kim bum mengungkit masalah harga diri tapi ia tidak bisa membalas. Matanya mulai berkaca-kaca.

“aku benar-benar tidak habis pikir, kau menyembunyikannya selama ini dengan baik.” Sindir kim bum.

“kim bum-ssi…aku…” ujar so eun.

“mwo? Kau ingin bicara?” tanya kim bum sinis.

“mianhae…aku benar-benar minta maaf.” So eun menundukkan kepalanya, air matanya mulai menggenang.

“kau sudah menyakiti perasaanku ! tidakkah kau tahu? Selama ini aku menyukaimu ! aku benar-benar kecewa.” Aku kim bum.

“kim bum-ssi.”

“sepertinya aku tidak butuh seorang bodyguard lagi, kau bisa pergi dari rumah ini secepatnya.” Pinta kim bum.

So eun diam, kim bum pun berbalik menuju kamarnya. Tapi so eun dengan cepat menahan tangan kim bum.

“kim bum-ssi aku mohon maafkan aku ! semua ini aku lakukan karena terpaksa, aku…..” so eun menghentikan ucapannya saat kim bum menarik kerah bajunya. Sikap kim bum jadi kasar begini pada so eun. Sangat berbeda.  So eun tak bisa membendung air matanya lagi.

“kau pikir semudah itu aku memaafkanmu disaat perasaanku terluka!?” tanya kim bum tajam masih mengangkat kerah baju so eun.

“kim bum-ssi aku…aku tidak bisa bernafas…aku mohon…lepaskan aku…” pinta so eun susah payah.

Mata kim bum mulai berair karena marah, ada perasaan sedih juga yang meliputi hatinya. Kenapa harus seperti ini?

“kau benar-benar membuatku marah !” kim bum pun melepaskan cengkramannya di kerah baju so eun dengan keras. Sehingga so eun sedikit mundur ke belakang. Kim bum kembali berbalik arah.

“pergilah ! sebelum aku benar-benar sakit hati !” suruh kim bum membelakangi so eun, ia pun langsung saja masuk ke dalam kamarnya, sementara so eun masih di tempat sambil menangis.

Tanpa mereka sadari, dari tadi tuan kim mendengar dan menyaksikan pembicaraan mereka. Tuan kim cukup tercengang mendengarnya, mendengar jika so eun sudah berbohong. Ia merasa di khianati selama ini. padahal ia sudah percaya pada so eun untuk menjaga kim bum.

###

So eun menunudukkan kepalanya. Saat ini ia sedang duduk menghadap tuan kim di ruangannya.

“jadi apa semua itu benar?” Tanya tuan kim.

So eun masih diam.

“kim so eun, aku sangat percaya padamu. Tapi kenapa kau malah mengkhianati kami?” Tanya tuan kim.

“ma…maafkan aku…maafkan aku tuan kim.” Mohon so eun.

“kenapa kau tak jujur saja dari awal so eun-ssi? Apa alasanmu membohongi kami dan memalsukan identitasmu?” Tanya tuan kim.

So eun terlihat menghela nafasnya, ia ingin biacara tapi mulutnya terasa di kunci. Akhirnya so eun pun hanya bisa diam dan menunduk.

“baiklah, sepertinya tidak ada yang bisa kau jelaskan. Kalau begitu dengan berat hati aku memutuskanmu untuk berhenti menjadi bodyguard anakku.” Keputusan tuan kim itu membuat so eun mengangkat wajah, ia terkejut.

So eun akui ini memang salahnya dari awal. Dia sendiri yang sudah membohongi mereka. Baru saja so eun hendak membalas perasaan kim bum, tapi apa yang terjadi? Kim bum tidak ingin mendengarnya. So eun tahu betapa kecewanya kim bum karena dirinya.

“kau sudah mendengar kan? Kim bum sepertinya tidak membutuhkan bodyguard lagi. Bagaimana pun juga aku mengucapkan terima kasih padamu sudah menajaga anakku, tapi aku juga kecewa karena kau membohongi kami. Sekarang kau bisa pergi dari sini !” suruh tuan kim.

###

Kim bum memerhatikan so eun dari balik jendela kamarnya. So eun tengah mengeret koper kecil dan berjalan pergi dari rumah tuan kim dengan lesu. Kim bum menatapnya hampa.

“kau sudah menyakiti perasaanku.” Lirihnya masih memerhatikan so eun.

###

“So eun?!” kaget yoona yang melihat adiknya pulang seraya membawa koper kecil.

Tanpa basa-basi so eun langsung menghambur ke pelukan kakaknya. So eun menangis.

Yoona cukup terkejut, tapi heran juga kenapa so eun tiba-tiba pulang.

“so eun-ah….apa yang terjadi?” Tanya yoona sambil mengelus punggung so eun.

Sso160

“hiks…….hiks…hiks….” so eun tak menjawab.

“so eun-ah….gwaenchana…menangislah…setelah itu cerita padaku.” Ujar yoona.

————-

“apa? jadi mereka sudah tahu identitasmu yang sebenarnya?” pekik yoona setelah so eun menceritakan semuanya.

So eun mengangguk pelan.

“sudah aku katakan dari dulu, tak seharusnya kau nekad bekerja menjadi seorang bodyguard bahkan memalsukan identitasmu, jadilah begini akibatnya.”

So eun hanya terdiam.

“sudahlah jangan di pikirkan lagi, yang penting sekarang mereka sudah tahu dan masalahnya sudah selesai. Sekarang lebih kau bantu eonni di butik.”

“tapi…aku sudah menyakitinya.” Lirih so eun.

Yoona mengerutkan keningnya.

“aku sudah jatuh cinta padanya.” Ujar so eun.

Yoona yang mendengar tidak percaya. “so eun, kau…jatuh cinta pada anak tuan kim?” kaget kakaknya.

So eun mengangguk. “dan aku sudah membuat perasaanya sakit.”

Yoona menatap adiknya iba.

###

Sudah sekitar 1 minggu so eun tak lagi menjadi bodyguard kim bum. Kim bum benar-benar merasa kehilangan, tak ada lagi yang mengantarnya, menjemputnya, mengomelinya, bahkan hatinya jadi sepi. Kim bum menghela nafas.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Ada telpon dari nomor tak di kenal. Kim bum menatapnya bingung, saat ia akan mengangkat tapi ponselnya sudah berhenti bergetar. Aneh.

————-

Seorang pria yang tengah duduk di kursi kayu itu menatap ponselnya lalu menyeringai.

“akhirnya aku menemukanmu.” Ujarnya sambil menggenggam ponsel itu erat.

“jadi bodyguardnya itu seorang perempua bernama kim so eun?” tanyanya pada ke dua anak buah yang duduk di hadapannya.

Kedua anak buahnya itu mengangguk. “pantas saja dia selalu lolos dalam kejaranku, sudah berapa orang yang aku suruh untuk menghabisinya tapi selalu gagal.” Ujarnya kesal.

“tapi tenang saja, pasti rencana kita akan berhasil kali ini.” Ujar salah satu anak buahnya.

Pria itu tersenyum menang. “kali ini aku tidak akan membiarkannya lolos. Kim-sang-beom kau akan habis sekarang.” Seringainya.

###

Ponsel milik kim bum kembali berdering, ia mendesah. Yang menghubunginya adalah nomor tak di kenal yang sama seperti tadi. Dengan malas ia pun mengangkatnya.

“yoboseyo.” Ujar kim bum.

“………” tidak ada suara.

“yoboseyo.” Ulang kim bum.

“sudah lama tidak bicara denganmu kim sang beom.”

Kim bum mengerutkan keningnya. “nuguseyo?” tanyanya.

“pasti kau sudah lupa denganku.”

“ya sebenarnya kau siapa?”

“kim so eun-bodygardmu sedang bersama kami, jika kau ingin dia selamat datanglah ke……….”

“so eun? Ya ! apa maksudmu?”

Tut tut tut sambungan langsung terputus.

Kim bum mencoba menghubungi nomor itu lagi, tapi sudah tidak aktif. Kim bum kesal, ioa mulai kelihatan gelisah. “siapa sebenarnya orang itu?” pikir kim bum. “so eun…? kenapa orang itu mengenalnya? Sebenarnya apa yang terjadi?” paniknya.

Tanpa pikir panjang kim bum pun segera berjalan keluar kamarnya, tujuannya sekarang adalah ke alamat yang di sebut orang itu.

———-

Kim bum sudah sampai di tempat yang di tuju dengan nafas yang tak beraturan. Ia benar-benar takut akan so eun yang menjadi sandraan. Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah tapi tak ada siapa-siapa disana. Kim bum tambah gelisah.

“so eun-ah……..so eun-ah……..!” teriaknya. Tapi tiba-tiba lehernya di hantam oleh sesuatu yang keras dari arah belakang, ia sempat menoleh ke belakang. Siapa yang melakukannya? Tapi ia keburu tak sadarkan diri. Karena semuanya menjadi gelap.

###

So eun sedang membantu yoona di butik. Tiba-tiba ponselnya bergetar. Ada telpon masuk dari il woo.

“yoboseyo.” Jawab so eun.

“so eun-ssi ini gawat !”

“ada apa il woo-ssi?”

“kim bum.”

“ada apa dengan kim bum?” so eun jadi mulai panic.

“ada seseorang yang mengirim pesan kepada kami, bahwa kim bum sekarang sedang di Sandra.” Il woo tidak tahu jika so eun sudah tidak lagi menjadi bodyguard kim bum.

“mwo?” pekik so eun.

“lalu sekarang dia ada dimana?” Tanya so eun panic.

“kami sedang mencarinya. Kami mohon bantuanmu karena kau bodyguardnya. Orang itu memberitahu kami kalau kim bum bersama mereka di……….”

“aku…….”

“so eun-ssi tidak ada waktu lagi……maaf aku harus menutup telponnya.”

So eun masih shock. Sebenarnya apa yang terjadi dengan kim bum?

###

Ruangan ini kecil, gelap dan berantakan. Kim bum baru sadarkan diri, setelah matanya terbuka ia tak mengenal tempat ini. Kim bum duduk di kursi kayu dengan tangan yang terikat. Ia menatap geram pria di hadapannya yang tengah menyeringai. Tatapannya seolah mengartikan ‘aku akan menghabisimu sekarang, kau sudah menyangkut pautkan so eun !’. Kim bum memerah, ia sudah mencoba bersabar dan menelan kembali bulat-bulat amarahnya. Lelaki menyebalkan yang ada di depannya tiba-tiba muncul lagi.

Kim bum mengatupkan mulutnya, mencoba agar suaranya tak membuncah begitu saja. Percuma jika ia berteriak dengan orang yang sama sekali sudah tidak punya urusan dengannya.

“sudah lama kita tidak bertemu.” sapa orang itu dengan sikap ramah yang dibuat-buat. Kim bum merasa mual di perutnya, rasanya ia ingin muntah di wajah orang itu. Kim bum tak menyahut. Ia hanya menatap tajam orang itu dan semakin mengeratkan rahangnya. Berusaha menahan emosi yang akan meluap dari dirinya.

“kenapa menatapku seperti itu? Tidak benar ! Seharusnya aku yang mesti menatapmu seperti itu kim sang bum.” ujar orang itu tersenyum sinis. Ia mengambil kursi lalu meletakannya di depan kim bum. Kemudian orang itu duduk berhadapan dengannya. Kim bum merasa jijik melihat orang itu yang tersenyum sinis. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain dengan otot-otot yang semakin menegang di sekujur tubuhnya. Jika tangannya tak terikat, mungkin kim bum sudah menghajar orang itu. Mungkin sampai masuk rumah sakit.

“kau…masih ingat kan dengan joo mi. Woo joo mi. Tidak mungkin kau lupa.” ujar orang itu yang kini berubah menjadi serius.

Kim bum memutar bola mata, menatap wajah muram orang itu saat menyebut nama joo mi. Kim bum tersenyum sinis.

“aku tidak menyangka. Ternyata orang-orang yang mengejar dan menghajarku selama ini adalah suruhanmu. Benar-benar menjijikan.” kim bum menatap tajam mata orang itu. Semakin mengeraskan rahangnya. Masih berusaha agar mulutnya tak berteriak.

“hahahaha” orang itu hanya tertawa seperti orang gila, lalu mendekatkan wajahnya pada kim bum. Kim bum semakin menguatkan rahangnya.

“Joo mi adalah kekasihku. Saat SMA. Tapi, tiba-tiba ia memutuskan hubungannya denganku.” ujar orang itu.

Kim bum menatapnya, dari matanya mengartikan seperti ia bertanya ‘lalu? Apa urusannya denganku?’.

Orang itu terlihat menghembuskan nafas, lalu kembali menyeringai.

“aku benar-benar mencintainya, bahkan sampai sekarang. Dan kau tahu? Apa alasannya joo mi memutuskan hubungannya denganku secara tiba-tiba?” tanya orang itu, padahal kim bum tidak tahu menahu sama sekali. Ia mengerutkan keningnya.

“karena dia tergila-gila padamu ! Padamu yang tampan, kaya, dan populer ! Hahaha itu membuatku gila !” teriak orang itu dan tertawa seperti orang yang habis mabuk.

Kim bum melototkan matanya. Tak terima mendapat bentakan dari orang semacam dia !

Kim bum ingat. Woo joo mi. Woo joo mi adalah seorang gadis lugu yang satu sekolah dengannya saat SMA. Sama dengan orang memuakkan yang ada di hadapannya.

“waktu itu dia memohon padaku karena ia bilang itu adalah permintaan terakhinya. Aku tidak mengerti apa maksudnya permintaan terakhir itu. Tapi ia memohon dan meminta padaku agar hubungan kita selesai. Ia bilang jika ia mengagumimu dan tergila-gila padamu. Mendengar permohonannya itu, tenggorokanku terasa tercekat dan oksigen yang ada di sekitarku seperti menipis. Aku tidak tahu apa yang harus ku katakan. Dia bilang jika aku ingin melihatnya bahagia, jadi mohon kabulkanlah permintaannya. Aku tahu ini memang bodoh, tapi karena aku sangat mencintainya aku pun merelakannya agar ia bisa mengejarmu. Walaupun nyawaku terasa di cabut oleh malaikat pencabut nyawa tapi yang aku pikirkan adalah bagaimana agar bisa membuatnya bahagia. Hanya itu saja. Dan akhirnya hubungan kami yang hampir berjalan 6 bulan pun berakhir. Saat itu ia mulai mendekatimu, berusaha akrab denganmu, berusaha membuatmu melirik padanya. Mencoba untuk menarik perhatianmu agar tertarik padanya. Tapi apa sikapmu padanya? Kau bagaikan pangeran es yang sulit untuk meleleh. Bahkan sampai bersikap kasar padanya. Aku berjanji tidak akan memaafkan siapa pun yang telah menyakiti hati joo mi, termasuk diriku sendiri. Mendapat perlakuan dingin dan kasar darimu ia menangis. Suatu hari ia sakit dan di rawat di rumah sakit. Aku benar-benar khawatir dan pergi menjenguknya. Apa yang aku dengar? Ternyata selama ini aku baru tahu jika joo mi mengidap penyakit leukimia. Bahkan sudah stadium akhir. Sisa hidupnya hanya beberapa minggu lagi. Aku benar-benar pria yang tidak becus, merasa diriku tidak berguna. Aku sempat depresi memikirkannya saat kondisinya semakin memburuk. Suatu hari ia ingin berbicara denganku. Ia minta sebagai permintaan terakhirnya untuk memberitahumu jika ia benar-benar ingin bertemu denganmu, ia ingin kau menjenguknya. Walaupun hatiku rasanya seperti tersayat ribun silet, tapi aku menyanggupi. Untuk terakhir kalinya aku ingin melihatnya bahagia. Sampai aku terus memaksamu untuk ikut denganku menjenguk joo mi. Sudah beberapa usaha yang aku lakukan tapi tanggapanmu sama-sama saja. Dingin dan tak peduli. Kau seperti manusia yang tak memiliki hati. Aku marah, tapi percuma. Sampai akhirnya joo mi meninggal dan aku tak bisa mengabulkan permintaan terakhirnya. Mulai saat itu aku sangat terpukul, aku tidak bisa berhenti menangis. Dan rasa benci mulai menghampiriku. Rasa benci padamu. Semakin hari semakin bertambah dan tak pernah berkurang. Aku benar-benar membencimu ! Membencimu kim sang bum !” cerita orang itu, ia tidak berteriak sama sekali tapi wajahnya muram dan tatapan benci menyelimuti dirinya pada kim bum.

Selama ini kim bum tidak menyangka jika ternyata ceritanya begini, benar-benar menyedihkan dan juga mengharukan. Ada rasa bersalah padanya walaupun sedikit. Ia tidak tahu jika masalahnya akan seperti ini. Sekarang ia menjadi iba pada lelaki di hadapannya.

—————

So eun berlari kesana-kemari. Terus mencari sosok kim bum setelah sampai di tempat yang il woo maksud, nafasnya sudah habis karena terus berlari. So eun berhenti dan memegangi lututnya, ia menarik nafas berkali-kali.

“kim bum-ssi ! kim bum-ssi !” teriaknya.

Tapi ia tak melihat siapa-siapa. Tapi pandanganya berhenti di sebuah bangunan kecil di dekat sana.

“kim bum-ssi………” teriaknya lagi lalu mencoba berlari menuju bangunan itu.

—————

“alasan kau balas dendam padaku karena itu?” tanya kim bum.

Orang itu tersenyum sinis dengan arti ‘kau masih bertanya?’

Orang itu menghembuskan nafasnya berkali-kali dan mengepalkan ke dua tangannya erat-erat.

“lepaskan ikatannya ! Aku ingin menghabisinya sekarang juga dengan tanganku sendiri !” perintah orang itu pada dua pria yang sedari tadi hanya berdiri di antara mereka. Kedua pria itu menurut tanpa banyak bicara dan langsung melepaskan tali yang mengikat kuat tangan kim bum. Belum apa-apa, orang itu sudah melayangkan tinjuan ke wajah kim bum hingga tersungkur ke lantai dan kursi tersebut sedikit terpental. Kim bum tahu tak lama ia akan segera di habisi. Kim bum memegangi wajahnya yang terasa nyut-nyutan. Orang itu berjongkok lalu menarik kerah baju kim bum hingga ia ikut berdiri. Orang itu kembali meninju kim bum tepat di muka tanpa melepas cengkramannya, ia tak mau memberikan celah sedikitpun untuk kim bum membalas. Entah kenapa kim bum hanya pasrah, ia tidak bisa membalas sedikit pun.

Nafas orang itu semakin membara, wajah kim bum sudah memar dan sedikit terluka. Kim bum meringis menahan sakit.

“aku akan membuatmu tersiksa ! Aku akan membuatmu mati dengan tanganku ! Ingat itu !” orang itu berteriak dan hendak melayangkan kembali tinjuannya. Tapi kim bum dengan cepat menepisnya.

“pikirkan perkataanmu ! Sebelum kau menyesal ! Aku yakin joo mi tidak akan senang melihatmu seperti ini.” ujar kim bum setenang mungkin.

Mata orang itu melotot seperti ingin keluar.

“apa?! Baru kau berbicara begini setelah ia meninggal? Aku tidak akan melepaskanmu. Mati di tanganku kau sekarang juga !!!” teriak orang itu sampai urat-urat di lehernya seperti akan putus. Orang itu semakin menghajar kim bum habis-habisan, sampai kim bum tersungkur dan terkapar di lantai. Anehnya, kim bum tak bisa berbuat apa-apa. Kini kondisinya buruk. Wajahnya benar-benar memprihatinkan. Darah keluar dari mulut dan hidungnya, pelipisnya juga sedikit sobek. Entahlah apa jadinya dia disaat orang itu sekarang masih menghajarnya seperti kerasukan setan. Kim bum merasa di sekelilingnya berputar-putar, sepertinya ia benar-benar akan mati di tangan orang ini.

“sudahlah bos, lebih baik hentikan !” pinta salah satu pria yang ada disana berusaha mencegah tangan orang itu yang hendak memukul perut kim bum.

“diam kau ! Diam !” bentaknya. Pria itu pun hanya bisa mengalah dan menghindar.

“bos nanti kau akan masuk penjara.” ujar pria yang satunya lagi.

Sejenak orang itu berhenti memukul kim bum dengan nafas yang tersengal-sengal penuh emosi.

“aku di penjara, dia mati pun tidak akan bisa membayar kematian joo mi.” ujarnya depresi.

Tiba-tiba ia berteriak “arghhh . . . . . . !!!” dan berdiri.

Kim bum sendiri terlihat meringis kesakitan, tubuhnya terasa remuk. Orang itu berjalan entah kemana, kim bum berfikir orang itu tidak akan membunuhnya. Tapi sesaat kemudian, orang itu kembali dengan tongkat baseball di tangannya. Ia maju dan berdiri tak jauh dari kim bum yang masih tersuruk di lantai dengan wajah penuh darah.

Orang itu terlihat mengangkat tongkatnya.

“sekarang juga ! Kau akan mati !” teriak orang itu dan siap melayangkan tongkatnya pada kim bum.

Tiba-tiba ‘brak’ terdengar suara pintu terbuka, suara seseorang yang berlari mendekat, dan ‘bug !!!’ tongkat baseball yang di layangkan ke kepala kim bum menghantam punggung seseorang dengan keras. Suaranya begitu kasar dan menyakitkan. Pukulannya yang benar-benar kuat membuat orang itu terhenyak dan jatuh ke pelukan kim bum. Kim bum merasa jantungnya berhenti berdetak, setelah melihat siapa orang yang mendapat hantaman di punggungnya. Kim bum memelototkan matanya.

“s…so eun !” teriaknya panik bercampur khawatir. Kim bum menangkap tubuh so eun dengan tangannya. So eun memang sudah terjatuh di atasnya, di dekapannya. So eun terlihat susah payah membuka mulutnya.

“bum-ssi . . . .g, gwaenchana? M, mianhae.” ucap so eun dengan sangat susah payah. Kim bum bisa merasakan betapa sakitnya hantaman itu, ia tidak bisa membayangkan bagaimana so eun menahan rasa sakit itu. Kim bum semakin erat memeluk so eun lalu mencengkram bahunya.

“kenapa kau datang ke sini !” teriak kim bum, namun bukan teriakan marah. Tapi teriakan cemas, khawatir, yang campur aduk menjadi satu. So eun tak berkata apa-apa lagi.

“bertahanlah.” bisik kim bum. Lalu ia menatap tajam ke arah orang itu yang sudah menjatuhkan tongkatnya. Terlihat raut wajah menyesal. Kim bum tak lagi bisa menahan amarahnya setelah melihat apa yang terjadi pada so eun. Ia menatap tajam orang itu, sangat tajam dengan mata yang berkilat-kilat seolah mengartikan ‘kau akan tahu akibatnya jika menyakiti wanita ini’.

Perlahan kim bum duduk dan berdiri. Rasa sakit di sekujur tubuhnya digantikan dengan amarah yang meluap-luap.

“KAU ! Kim Jong Woon !!!!” teriak kim bum sampai urat-uratnya menegang. (aduh bingung mau pakai nama siapa, yaudah deh pinjem nama abang kesayangan. Maaf ye bang ngeksis dikit#ish ganggu… lanjut yuk!)

Dengan emosi yang menggebu-gebu kim bum menghajar orang yang bernama jong woon itu tanpa ampun. Ia tidak akan tinggal diam setelah apa yang dilakukan jong woon pada so eun.

Jong woon tersungkur di lantai dan wajahnya sudah membiru.

“ARGHHH . . . . . . . . !” tenaga kim bum sudah terkuras dan ini tinjuan yang paling keras. Kedua pria suruhan jong woon langsung menghentikan kim bum dan melindungi jong woon. Kim bum memang tidak ada niat memukul orang itu sampai mati. Tapi, ini saja mungkin sudah cukup. Ia mengatur nafasnya, antara mengatur emosi dan juga lelah. Ke dua pria itu langsung membawa jong woon pergi. Seketika itu juga kim bum langsung menghambur ke arah so eun dan mengangkat tubuhnya ala bridal style dengan hati-hati. Kim bum juga berusaha menahan sakit di sekujur tubuhnya.

“so eun-ah bertahanlah !” ujar kim bum lalu segera berjalan sekuat tenaga membawa so eun keluar dari ruangan gelap dan berantakan itu.

TBC

48 thoughts on “BABY FACED BODYGUARD PART 16

  1. huuaaa resssii kenapa harus TBC di saat menegangkan😦 kekekeke..
    Yakin ni kim bum bakal cinta lagi sma so eun stelah so eun nolong dia kekekke #sok tau
    Lanjuuuttt yaa resi cantik kekkekeke

  2. menegangkan !!
    Gak bisa byangin yeppa seseram itu thor . Gak pantes
    kekeke
    kyag adegan di BOF ? . Tapi bgus kog thor . Ditunggu next partnya .

  3. Aaaa kenapa tbc pas lg seru2nya nih thor.hehe..
    Kim bum kok marah sih tau so eun ternyata seumuran dia T.T
    Miris bgt nasib so eun,udalah dipecat, dipukul lg sm musuh kim bum😦
    Smoga kim bum jd luluh ya hatinya liat keadaan so eun kyk bgitu. Trus cepet nyatain perasaannya scara lgsg deh. Hehe..
    Lanjutannya ditunggu segera ya thoorrr.. penasaran bgt. Hwaiting!

  4. huaaa thor agak mirip scene bbf jandi nolong jun pyo ya, aaah tp ttp keren kok, itu knp kim bum marah ya bknnya hrsnya sneng so eun seumuran am kim bum haha lanjut ya thor

  5. Ooh… Gitu y rupanya
    alasannya sedih juga
    tapi kim bum kan gak salah.
    Duh, keadaan so eun gimana ya.
    Author, so eun nya jgn sampai kenapa- napa y

  6. Part ini bikin sedih😦
    sso mudah2an gx knpa2 …

    Resi chingu bwa nm abang yeye keke,,, walau disini jht tpi tetep keren.kok *gxBisaBayanginYeyeAntagonis*

    chingu next part ditunggu…

  7. Part ini benar” menegangkan. . . .
    HuaAa. . . .itu nasibnya s0eun gmana? ?
    Tpi dngan begiTu sem0ga saja kimbum bAikan lgI ma s0eun. . . .
    D tUngGu part selanjUtnya

  8. Part ini bener” bikin tegang. . . .
    Itu gmana s0eun. . .
    Sem0ga dngan kejadian ini kimbum maafin s0eun . . . .
    D tUngGu part selanjUtnya.

  9. Yeee udah di post part 16nya,
    Mian telat komennya,
    Sedih pas kim bum marah ama soeun, trus nyuruh soeun pergi dari rumahnya…
    Ternyata walaupun kim bum marah ama soeun, dia tetep khawatir pas denger soeun diculik,
    Tragis ya kisahnya jong woon… Tapi kan bukan salahnya kim bum juga,
    Aduhh moga2 soeun nya ga apa2…
    Ditunggu next part nya ya…

    • kan udah dilepasin waktu jong woon mau mukul, sudah ada kalimat penjelas sebelumnya.
      “lepaskan ikatannya ! Aku ingin menghabisinya sekarang juga dengan tanganku sendiri !” perintah orang itu pada dua pria yang sedari tadi hanya berdiri di antara mereka

  10. aduh author lagi seru nih knpa tbc???
    benar” menegangkan
    aduh gmna nasib so eun yg kena pukulan baseball
    smga baek” aja
    ok author lanjjuutt

  11. Mianhae eonnie ku ..huaahh gara2 jaringan bermasalah jdlah aku tertinggal hiks.hiks tp gpp ya eonnie ku maaf bangett *peluk cipikacipiki Eonnie author tersayang :’)* huhuhu😥 sedih partnya eon hwuaahh tp seru banget *readers aneh #janganditiru kekeke~*
    itu kasian Sso.nya huwahh kasian juga Bum.nya pokonya part ini kereenn penuh Emosi eon … Kereenn bangett xD
    aku lanjut baca ya :):)

  12. Resiiii..em kaming,s0ri telat..
    Gw lg jd babu di rumah..T,T
    Part nie k0nplik nya te 0 peh..
    AQ l0ncat ke next part yah..
    Yg teaser jg blum kyknya gw k0ment,

  13. Haduhhhh eon DAEBAK…kimbum oopa romantiss bggetttt..wuaa suka…suka…bggettt bca n…..eon Bumppa n cool bggett kliatan n..wduhhh..lnjuttt eon…heee…Mian bru bsa bca…..

  14. oh jd gra” itu, ah knp kim bum malah mrh pas tw so eun seumuran sma dia? Y sebenar.a dia brhk mrh sih soal.a so eun bohong am dia, tp ga usah semarah itu jg kli bum, pas bca part 16 nie jdi inget adegan d bbf agak mirip sih tp gpp ttp daebak kok!! ^_^

  15. soeun kasihan juga,, padahal dia hanyaingin kuliah makanya dia berbohong,,,
    tapi yah wajar sich kimbum marah tapi seharusnya dia mendengar alasan soeun kan???
    aish makin penasran nich

  16. Uuh…akhirnya kebongkar deh semuanya..yaaah Bum knp ga dgrin dulu penjelasan dr Sso…

    Aaaargghh…Sso rela terluka demi nyelametin Bum..soo sweeet..semoga Sso baik2 aja n luka nya ga terlalu parah…cepet Bum, bawa Sso ke rumah sakit, selametin Sso…

  17. hosh hosh seruuuu..

    mulai dari bum yg trnyata marah dan mukul il woo.

    marah juga ma sso (lagi2 marah, bum ini kayak bipolar ya hihi) tp kemarahannya kali ini wajar sih krn merasa dibohongi…
    cuma kalo sampe dipecat tega amat..

    mana ortu bum juga ikutan mecat kekeke~~ kenapa sso ga cerita ya alasan dia memalsukan identitas…
    skrg semua kesalahan dilimpahkan ama sso..

    hal lain yg ga kalah menyedihkan yaitu alasan dibalik joong won ngejar2 bum… tadinya bingung kok masalah cewe sampe dendam kesumat, ternyata ceritanya kayak gitu.. sedih sih…

    sso dtg mau nyelamatin bum malah kena pukul… hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s