BABY FACED BODYGUARD PART 17 END

BABY FACED BODYGUARD PART 17

 

AUTHOR: RESI R

MAIN CAST: KIM SANG BEOM DAN KIM SO EUN.

OTHER CAST: KIM YOONA, LEE SEUNG GI, JUNG IL WOO, JUNG SO MIN, KIM SOO HYUN, BAEK SUZY.

GENRE: IDK (?)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

PART 17

So eun masih terbaring di kamar kim bum. Kim bum sendiri terlihat sedang tidur di sebuah sofa di pinggir kasurnya. Wajah kim bum tampak merah-merah dan membiru, bekas hajaran jong woon kemarin. Tiba-tiba ia di bangunkan dengan suara ponselnya, terpaksa kim bum pun mengangkatnya. Itu telpon dari il woo.

“yoboseyo.”

“kim bum-ssi apa kau baik-baik saja?”

“ne.”

“mereka sudah di bawa ke kantor polisi, kau tenang saja.”

“benarkah? il woo-ssi terimakasih.”

“ne, aku tidak menyangka ternyata pelakunya adalah dia.”

“dia balas dendam padaku, tapi biarlah ini sudah berlalu. Lagi pula aku baik-baik saja.”

“syukur kalau begitu. Aku ada urusan, aku akan menghubungimu lagi nanti.”

“hmmm” kim bum mengangguk walaupun il woo tak bisa melihatnya.

Sambungan telpon pun tertutup.

Kim bum meletakkan ponselnya kembali lalu ia menatap so eun yang masih memejamkan mata.

So eun merasa sakit di punggungnya, ia mulai membuka kedua matanya. So eun merasa pandangannya agak kabur, jelas, dan semakin jelas ia melihat kim bum yang ada di sampingnya tengah menatapnya.

“kim bum-ssi.” Ujarnya lemah.

Kim bum langsung duduk di tepi ranjang di samping so eun.

“gwaenchana?” tanyanya khawatir.

So eun menatap kim bum dalam. Ada rasa sedih di matanya, mata so eun berkaca-kaca.

“seharusnya aku yang bilang, apa kau baik-baik saja?” tanya so eun menatap mata kim bum lekat.

“aku tidak apa-apa, hanya saja ketampanan wajahku berkurang karena ini.” kim bum malah mengeluarkan lelucon sambil menunjuk wajahnya yang memar-memar.

So eun sedikit tersenyum, lalu ia berusaha untuk bangun.

“diam…jangan dulu banyak bergerak.” Suruh kim bum lembut mencegah so eun bangun dan menidurkannya kembali. Tapi so eun menggelang dan bersikeras untuk bangun. Kim bum akhirnya mengalah karena ia tidak ingin berdebat. Ia pun membantu so eun bangun dan menyenderkannya pada sandaran ranjang. So eun sedikit meringis, menahan sakit yang dirasa pada punggungnya. Tentu saja pukulan keras tongkat baseball yang menghantam punggungnya menimbulkan cedera dan meninggalkan rasa ngilu.

“gwaenchana?” tanya kim bum lagi.

So eun menggeleng, lalu kembali menatap wajah kim bum lekat. Tangannya terangkat untuk menyentuh wajah kim bum, meraba pelan luka yang meninggalkan jejak di wajah tampannya. Mendadak mata so eun berkaca-kaca.

“apakah ini sakit?” tanya so eun lemah sambil meraba-raba wajah kim bum. Kim bum hanya terpaku, menatap mata so eun yang kelihatannya sangat khawatir.

Kim bum menggeleng pelan. So eun menurunkan tangannya ke dada kim bum.

“apakah disini yang sakit?” tanya so eun. Bermaksud menanyakan apakah hati kim bum yang merasa sakit dan terluka.

Kim bum terdiam dan tak bergeming. So eun langsung saja menghambur ke pelukannya. Kim bum terkejut di buatnya.

“mianhae bummi-ssi…” ujar so eun bersalah. Ia memeluk kim bum erat.

Kim bum masih tak bergeming, ia membiarkan so eun memeluknya dan tak membalas sama sekali.

“mianhae….” Ujarnya sekali lagi. Akhirnya tangan kim bum mulai terangkat untuk membalas pelukan so eun.

“aku tidak apa-apa.” Jawabnya.

“tapi aku tidak yakin jika perasaanmu baik-baik saja.” Balas so eun sedih.

“seharusnya aku yang bertanya apakah perasaanmu baik-baik saja? Aku minta maaf karena sudah menyuruhmu pergi ! aku tahu sikapku berlebihan karena aku tidak tahu harus berfikir apa. Tak seharusnya aku marah padamu.” Ujar kim bum merasa bersalah.

So eun menggelng. “anieyo, aku yang bersalah.” Balas so eun kekeuh.

Kim bum akhirnya hanya bisa menghela nafas, ia tahu ini bukan saatnya waktu berdebat untuk memvonis siapa yang sebenarnya bersalah dan siapa yang harus minta maaf, ia memilih untuk diam dan mempererat pelukannya. Tapi tiba-tiba kim bum melepaskan pelukkannya.

“kenapa kau datang?” tanya kim bum menatap so eun sambil mengerutkan keningnya.

So eun balas menatap kim bum bingung. Menyadari kebingungan so eun kim bum memperjelas pertanyaanya.

“kenapa kau tiba-tiba datang kesana? Tahukah itu sangat berbahaya? Jika kau tidak datang mungkin kau tidak akan terkena pukulan tongkat baseball itu. Jadinya kau cedera.” Ujar kim bum agak marah, ia marah karena khawatir.

“jika aku tidak datang? Apakah aku akan membiarkan kepalamu pecah karena dipukul tongkat itu? tanya balik so eun. “Melihat wajahmu begini saja terlihat begitu menyakitkan.”

“tidak apa-apa, daripada kau terluka begini lebih baik kepalaku pecah.” Ujar kim bum sekenanya.

“kau ini bicara tanpa dipikir dulu.” Kesal so eun.

“aku tidak akan membiarkanmu terluka.” Ujar kim bum serius.

“kau sudah tak marah lagi padaku?” tanya so eun.

“wae? Bukannya akan lebih baik jika umur kita sebenarnya sama?” ujar kim bum.

So eun hanya tersenyum saja mendengarnya.

###

“seung gi-ya memangnya ada apa sampai menyuruhku ke rumahmu?” tanya il woo heran. Sudah ada soo hyun juga disana.

“ada kabar baik.” Ujar seung gi tersenyum senang. Soo hyun ikut mengangguk-anggukan kepalanya dengan semangat.

Il woo menatap bingung mereka berdua. “apa?” tanyanya.

“teman ibuku adalah seorang produser music, dia menawari kita untuk debut dan meminta untuk segera melakukan rekaman.” Cerita seung gi.

“benarkah?’ tanya il woo tak percaya.

“ne, kita harus menunggu kim bum pulih untuk recording.” Ujar soo hyun.

Il woo tersenyum senang, selama ini yang ia impikan dan ketiga temannya akhirnya terwujud juga.

“kita harus persiapkan beberapa lagu, atau mungkin membuat lagu baru.” Ujar seung gi.

“ne. Ada satu lagu yang akan special nanti.” Balas il woo mengingat lagu yang diciptakan kim bum.

###

1 minggu kemudian

Meraka badboy band sudah berada di tempat rekaman, kim bum sudah benar-benar pulih.

Sebelumnya, kim bum dan il woo tampak berbicara serius. Ada sesuatu yang mereka obrolkan, yaitu mengenai lagu yang kim bum ciptakan sudah selesai di aransemen oleh il woo. Kim bum tinggal melakukan rekaman saja.

Il woo meminta agar kim bum mengikutinya bernyanyi, mempelajari nada dari lagu itu.

cheoeumbuteo neukkyeotjyo.

naneun geudaeege ppajyeobeoryeotjyo sarangeul hage doengeojyo.
geudaereul bol ttaemada nae maeum sumgigi eoryeowosseoyo.

 Hangsang pyohyeonhago sipeonneunde.

“bagaimana?” tanya il woo.

Kim bum tersenyum. “gomawo il woo-ssi aku suka dengan aransemenmu.” Ujar kim bum.

“syukurlah kalau begitu.”

Tak perlu menunggu lama, akhirnya mereka pun mulai melakukan rekaman.

###

1 bulan kemudian

Setelah memulai debut mereka, badboy band akan melakukan konser pertama mereka lusa. Cukup banyak orang yang langsung jatuh cinta dan akhirnya menjadi fans mereka. Kim bum tampak sibuk mempersiapkan segala sesuatunya bersama il woo, seung gi dan soo hyun. Ini akan menjadi konser yang sukses untuk mereka.

———–

“suzy-ah….” Panggil soo hyun saat menemukan suzy berjalan di koridor.

Suzy menoleh. “datanglah !” pintanya.

“datang kemana?” tanya suzy bingung.

“konser pertama bandku.” Jawab soo hyun.

Suzy tampak berfikir. “hmmm kenapa kau mengundangku?” tanya suzy heran.

Soo hyun hanya tersenyum. “kau akan tahu nanti. Yasudah aku sudah di tunggu oleh teman-temanku.” Soo hyun pun pergi menuju kantin.

Suzy masih diam di tempat memikirkan perkataan soo hyun. “aneh sekali.”

Semenjak kencan palsu itu, suzy tak lagi suka pada kim bum, ia merasa kim bum sudah mempermainkannya dan suzy tidak suka jika ada lelaki yang sudah membuat  hatinya terluka. Tapi seiring berjalannya waktu, itulah yang membuat sikap suzy mulai berubah menjadi baik. Ia sudah bisa menerima semuanya.

————–

Seung gi dan il woo masuk ke dalam butik yoona bersama-sama. Seung gi yang mengajak il woo untuk pergi ke butik beauty. Memang il woo juga mempunyai tujuan tersendiri untuk datang ke butik itu, menemui jung so min.

“selamat datang.” Sambut so min sambil membungkukan badannya. Saat mengangkat wajah ia terkejut mendapati il woo dan seung gi yang ada di hadapannya. Il woo tampak tersenyum padanya dan membuat so min sedikit canggung.

“seung gi-ssi?” kaget yoona melihat seung gi ada di butiknya, disusul so eun di belakang yoona.

“oh kalian?” ujar so eun.

Il woo dan seung gi tersenyum.

“noona, ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Ujar seung gi langsung.

“oh? Bicarakan saja.” Ujarnya.

“tapi tidak disini, ayo ikut aku.” Ajak seung gi berjalan lebih dulu. Yoona menyernyit bingung tapi akhirnya ia hanya menurut.

Il woo menatap so min, membuat so min semakin gugup dan wajahnya memerah.

“so min-ssi aku juga ada sesuatu yang ingin dibicarakan.” Ujarnya.

“ne? a..apa?” tanyanya.

Il woo diam, lalu melirik so eun. “so eun-ssi tidak apa-apakah so min ikut denganku?” tanyanya.

“tentu saja. Kenapa harus meminta izin padaku?” balas so eun sambil tersenyum.

So min menatap so eun. “sudahlah sana…aku tidak apa-apa sendirian di butik.” Ujar so eun.

So min mengangguk ragu. “hmmm ayo…” il woo menarik tangan so min.

So eun menatap mereka hingga benar-benar keluar dari butik.

“ada apa ini? kenapa tiba-tiba seung gi mengajak eonni dan il woo mengajak so min…hmmm.” Ujarnya sambil memegang dagunya.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. So eun pun merogohnya dari saku celana. Tertera nama kim bum disana. Senyum so eun mengembang dan dengan suka cita mengangkatnya.

“yoboseyo….”

“kau sedang apa?” tanya kim bum.

“seperti biasa. Hari ini di butik sepi sekali.”

“hmmm apa besok kau tidak akan kemana-mana?”

“memangnya kenapa?”

“aniyo, aku hanya bertanya saja. Besok kau tidak akan kemana-mana kan?”

“tidak.”

“bagus kalau begitu.”

“memangnya ada apa?”

“aniyo…..besok kau baru tahu kenapa alasannya aku bertanya.”

“ashhh kau ini, selalu membuat orang penasaran.”

“bagaimana? Apakah kau sudah cek ke dokter?”

“punggungku sudah tidak apa-apa, lagi pula sudah satu bulan berlalu.”

“tapi kan kau harus mematuhi aturan dokter.”

“arasso, nanti siang aku akan cek ke dokter.”

“hmm bagus.”

“kim bum-ssi…”

“apa?”

“ah tidak jadi.”

“aishh mau bilang apa?”

“aniyo…oh ada pelanggan. Aku tutup dulu ya annyeong.”

“annyeong.”

So eun tersenyum sendiri setelah menutup sambungan telponnya, padahal tidak ada pelanggan yang datang. So eun berbohong. Ia hanya merasa belum siap mengatakannya. Entahlah so eun sendiri bingung kenapa ia jadi pemalu begini setiap ingin mengatakannya pada kim bum.

###

Seung gi dan yoona duduk berhadapan di sebuah café.

“memangnya apa yang ingin dibicarakan?” tanya yoona to the point.

“noona, kau tahu kan besok adalah konser bandku. Aku ingin kau datang kesana.” Ajak seung gi.

“bagaimana ya? Aku kan bukan fansmu.” Ujar yoona.

“aishh noona…apakah yang datang harus selalu fans?” tanya seung gi.

“jadi kenapa aku harus datang?” tanya balik yoona.

“tentu kau harus datang, ini adalah konser pertama kami. Kau harus datang untuk mendukung kami.” Ujar seung gi.

“hmmm akan ku pikir-pikit lagi.” Jawab yoona.

“lagi pula kim bum memintaku untuk menyampaikannya padamu.” Ujar seung gi.

“menyampaikan apa? So eun?” tebak yoona. Seung gi mengangguk.

“jauh dari sebelumnya kim bum sudah merencanakan sesuatu. Tentu itu akan menjadi yang special untuk so eun. Jadi dia minta kau harus bisa membawa so eun ke konser pertama kami. Dia minta agar kau mendandani so eun secantik dan sebaik mungkin. Lalu katanya jangan lupa buat rambut so eun tergerai.” Jelas il woo.

“banyak sekali permintannya, kenapa tidak kim bum sendiri yang bilang pada adikku?” heran yoona.

“ini kan kejutan, so eun tidak boleh tahu dulu.” Jawabnya.

“ah benar juga, baiklah akan aku usahakan. Demi adikku.” Ujar yoona. Seung gi mengangguk.

“baguslah kalau begitu, jadi noona tidak akan tidak datang.” Ujar seung gi.

Diam. Mereka berdua terdiam beberapa detik.

“noona….” Panggil seung gi.

“ne?” tanya yoona.

“aku…..sebenarnya aku menyukaimu.” Jujur seung gi.

Yoona melototkan matanya. “apa?” tanyanya sekali lagi.

“aku jatuh cinta padamu.”

Yoona belum bisa berkedip, terlalu cepat untuknya seung gi menyatakan perasaanya.

————

“datang?” tanya so min memastikan setelah il woo mengajaknya untuk datang juga ke acara konser pertama band mereka.

Il woo mengangguk.

“tapi…a..akan aku…usahakan.” Ujar so min tergagap.

“so min-ssi….aku mengharapkan kau datang. Datanglah ! tidak perlu berfikir lagi.” Ujar il woo.

“oh..ba..baiklah kalau begitu.” Jawabnya sambil tersenyum canggung. Il woo balas tersenyum padanya.

###

Keesokan harinya

 

“eonni, kenapa kau tiba-tiba menyuruhku mencoba beberapa gaun ini?” tanya so eun bingung. Ini sudah ke tiga kalinya so eun mencoba gaun yang dipilihkan yoona padanya di butik.

“sudahlah jangan banyak tanya, cepat coba lagi yang ini !” suruh yoona.

“aneh sekali.” Desisnya sambil masuk ke tempat ganti baju.

Tak lama so eun keluar dari ruang ganti.

“sudah cukup?” tanya so eun sambil memperlihatkan gaunnya yang berwarna pink itu. (bayangin sso di bbf yg sama kb)

“nah….bagus…itu cocok sekali denganmu.” Yoona bertepuk tangan.

“yasudah…” so eun hendak masuk lagi ke ruang ganti baju.

“eh mau kemana?” tanya yoona.

“mengganti baju lagi, untuk apa aku memaki gaun begini di sini.” Ujar so eun. Tapi yoona malah menarik tangannya. “kajja.” Lalu menudukkan so eun di kursi menghadap cermin.

“eonni mau apa lagi?” tanya so eun yang semakin dibuat bingung.

“diam disini, aku akan meriasmu.” Ujar yoona.

“eonni, sebenarnya ada apa sih/” so eun mulai kesal.

“sudah diam, kau juga akan tahu nanti.” Jawabnya.

So eun mendengus, akhirnya ia pun hanya pasrah di apa-apakan (?) oleh yoona.

###

Yoona menggandeng so eun yang dari tadi hanya memasang wajah bingung.

Dddrrtt ddrrtt ddrrrtt

Yoona langsung mengangkat telpon dari seung gi itu.

“noona kau ada dimana?”

“sebentar lagi sampai.”

“oh arasso, setelah kau sampai bawa so eun ke tangah-tengah penonton. Disana sudah ada tempat khusus yang di sediakan dimana lampu akan langsung menyorot kea rah so eun nanti.

“arasso, ternyata dia romantis juga.” Ujar yoon sambil tersenyum kecil. So eun hanya memerhatikan yoona yang sedang mengobrol entah dengan siapa itu.

“aku juga baru tahu jika kim bum seromantis itu. Yasudah kalau begitu aku harus segera bersiap-siap noona.” Balas seung gi dan memutuskan sambungan telponnya.

“kajja…” yoona semakin cepat menarik so eun.

————

“bagaimana?” tanya kim bum pada seung gi.

“tenang saja, semua akan berjalan sesuai dengan rencana.” Balas seung gi.

Kim bum tersenyum puas.

“aku tidak menyangka, kau seromantis itu bummi-ssi.” Ujar il woo.

“hanya untuknya.” Balas kim bum sambil tersenyum.

Soo hyun menyikut lengan kim bum lalu tersenyum penuh arti.

————

So eun bingung karena yoona membawanya  ke tempat yang cukup gelap dan banyak sekali orang disana. Ia tidak bisa melihat dengan jelas karena masih gelap dan juga berdesak-desakkan.

“diamlah disini, jangan kemana-mana !” suruh yoona lalu menghilang entah kemana.

“eonni….” Panggil so eun. Tapi yoona sudah benar-benar tidak ada. So eun tidak bisa kemana-mana lagi karena orang yang begitu berdesak-desakkan. Ia bingung, sebenarnya ini tempat apa. Apakah club malam? Pikir so eun.

Tiba tiba lampu di sekitar panggung yang tadinya gelap menyala, membuat semua orang menjerit dan bertepuk tangan. So eun terhanyut dalam diam, ia tidak menyadari jika ada panggung disana. Panggung itu kelihatan megah, dengan lampu yang menyorot, di daerah penonton dibiarkan gelap. So eun bingung, konser apa ini? pikirnya.

Tak lama muncul 4 orang pria tampan ke panggung yang di sambut meriah oleh fans, so eun merasa telinganya ingin pecah di anatar kumpulan orang-orang yang berterak histeris dan bertepuk tangan. Ia tidak bisa melihat dengan jelas kea rah panggung karena banyaknya penonton yang menghalangi pemandangannya.

Seung gi langsung ke paling belakang, menempati drum. Il woo sudah siap memegang gitarnya, dan soo hyun dengan bassnya. Kim bum sendiri  berdiri paling depan, sudah ada mike di hadapannya.

“lagu ini adalah lagu yang paling special di album pertama kami.”

So eun terpaku, serasa mengenal suara seseorang yang bicara di panggung sana.

“ Ada seseorang yang menginspirasiku membuat lagu ini.” jeda sebentar, kim bum terlihat mengambil nafas. Ia mendadak gugup. “dan aku….ingin menyampaikan perasaanku lewat lagu ini. confession (pengakuan)” ujar kim bum yang di sambut meriah oleh penonton.

Dan………..lampu langsung tersorot ke arah so eun, semua yang ada di dekat so eun langsung menyingkir sehingga membuat jalan kecil dari tengah panggung menuju so eun. (kebayang kan?)

so eun terpaku, ia diam. Bingung kenapa lampu ini menyorot ke arahnya. Dan ia lebih terkejut lagi melihat kim bum ada di atas panggung.

“dialah seseorang yang sudah menginspirasiku, seseorang yang sudah merebut hatiku.” Kim bum menatap lurus kea rah so eun yang tersorot lampu. So eun lagi-lagi terpaku. Ia tidak menyangka sebelumnya.

Kim bum membentuk love dengan kedua tangannya sambil tersenyum. Ia arahakan love itu pada so eun. So eun tak bergeming. Benar-benar kejutan yang di luar dugaan.”

( Ayo siap-siap dengerin lagu kim bum confession J  dengerin ya biar apdol bayanginnya hahaha)

Music pun mulai mengalum lembut. Kim bum memegang mikenya dan memejamkan mata bersiap untuk bernyanyi.

cheoeumbuteo neukkyeotjyo.  Kim bum menyanyikannya sambil memejamkan mata.

naneun geudaeege ppajyeobeoryeotjyo sarangeul hage doengeojyo. Lalu membuka mata dan mulai  tersenyum.

geudaereul bol ttaemada nae maeum sumgigi eoryeowosseoyo. hangsang pyohyeonhago sipeonneunde. Kim bum mengarahkan senyumannya pada so eun yang masih diam, terpaku, dan menatap kim bum seakan terhipnotis (bayangin sso di bbf)


naegen yoksimingayo geudael saranghaneunge geureokedo himdeungeongayo.
Kim bum mulai melepas mike yang terpasang dan memegang dengan tangannya.

eonjena geudae nan wonhago itjyo hoksirado urin saranghal su eomnayo Kim bum mulai berjalan turun dari panggung, masih sambil bernyanyi.Kim bum mulai berjalan menghampiri so eun.

himdeulgetjiman nan geudael wihae chamayaman hagetjyo nan geudaemaneul saranghaeyo.
kim bum berhenti tepat di depan so eun, semua orang memandang iri so eun. So eun tak bisa berkedip menatap kim bum di hadapannya. Kim bum tersenyum. Lampu menyorot mereka berdua.


ijen bol su eopgetjyo naega tteonagaya hal isigani dagawasseoyo.
Kim bum tersenyum menatap so eun lalu mulai meraih tangannya.

eonjena geudae nan wonhago itjyo hoksirado urin saranghal su eomnayo. Kim bum menggenggam tangan so eun erat dan menatap matanya penuh cinta. kim bum mulai menuntun so eun berjalan menuju panggung.

himdeulgetjiman nan geudael wihae chamayaman hagetjyo nan geudaemaneul saranghaeyo. masih berjalan menuju panggung.sesekali kim bum menatap so eun yang berada di sampingnya.

 
u~ jamsidonganirado hamkkehago sipeunde u~. lampu menyorot mengikuti mereka hinggakim bum dan so eun sudah berdiri di atas panggung. Kim bum sama sekali tak melepaskan genggaman tangannya.

eonjena geudae nan wonhago itjyo hoksirado urin saranghal su eomnayo. Kim bum menyanyi sambil terus menatap mata so eun dalam, so eun tak bisa berbuat apa-apa. Ia benar-benar terpesona.hatinya bergetar.

himdeulgetjiman geudael wihae chamayaman hagetjyo nan geudaemaneul saranghaeyo. kim bum dan so eun berhadapan. Menggenggam tangan so eun semakin erat.

u~ nan geudaemaneul saranghaeyo. kim bum memejamkan matanya.lalu membuka mata dankim bum benar-benar menatap mata so eun penuh cinta, dalam sekali. So eun balas menatapnya kagum. Terpesona.

Setelah lagu itu selesai, semua orang bertepuk tangan. Ini benar-benar kejutan yang romantic.
so eun masih menatap kim bum walaupun kim bum sudah selesai menyanyi. Kim bum tersenyum. So eun tidak membalasnya, ia masih mendongak menatap kim bum kagum.

“kim so eun….saranghae…” ujar kim bum tulus tanpa terbata. Mata so eun mulai berkaca-kaca.

“maukah kau menjadi bodyguardku untuk selamanya?” tanya kim bum. Air mata so eun jatuh saking terharunya, ia bahagia sekali. Kim bum dengan cepat menghapusnya.

So eun mengangguk lalu ia tersenyum pada kim bum. Kim bum mulai mendekatkan wajahnya dan so eun memejamkan matanya. Kim bum mencium bibir so eun lembut. Semua orang tambah bertepuk tangan menyaksikan adegan romantic itu. Mereka saling membalas ciuman masing-masing dengan penuh cinta.

(waaaaaa saya gemeter bayangin adegan ini sambil dengerin lagu confession…..#plaaak)

Yoona yang ada di sekitar penonton tersenyum melihatnya, ia senang jika melihat so eun juga senang. Lalu tiba-tiba ada seseorang yang menyenggol lengannya.

“oh jwiesonghamnida.” Ujar orang itu.

“gwaenchana….o oo? So min-ssi?” kaget yoona.

“eonni?”so min tak kalah kaget.

“kenapa kau ada disini?” tanya yoona.

————–

Suzy tampak terdiam melihat adegan romantic di atas panggung.

“oh jadi soo hyun memintaku kemari karena ingin menunjukkan ini? salah besar kau soo hyun. Aku tidak akan terpancing jebakanmu…lagi pula siapa yang masih tergila-gila dengan kim bum? awas saja kau…!” ujarnya kesal tapi tetap menyaksikan konser itu sampai selesai.

###

“jadi kau di ajak il woo?” tanya yoona.

So min mengangguk.

“il woo itu pria yang kau sukai semenjak SMA yang kau ceritakan padaku kan?” tanya yoona.

So min kembali mengangguk.

“woooah benar-benar sulit di percaya, kim bum-seung gi-il woo mereka adalah teman dan kita semua terlibat sesuatu dengan mereka.” Ujar yoona tak percaya.

“noona.” Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya. Yoona menoleh dan mendapati seung gi.

So min kaget karena tangannya yang tiba-tiba di tarik il woo.

Sekarang hanya tinggal yoona dan seung gi.

“noona jadi bagaimana?” tanya seung gi.

Yoona tampak berfikir sambil menggaruk tengkuknya.

“bagaimana? Apakah kau akan menerimaku?” tanya seung gi setelah kemarin yoona berjanji akan menjawabnya sekarang.

“aku tahu umurku lebih tua darimu, dan kita tidak cocok sama sekali. Tapi mau bagaimana lagi? Aku juga menyukaimu.” Jawab yoona malu.

Seung gi langsung saja menarik yoona ke dalam pelukannya.

“tapi lucu sekali aku jatuh cinta pada pria yang lebih muda dariku.” Ujar yoona.

“itu tidak masalh bagiku noona. Gomawo.” Yoona pun membalas pelukan seung gi.

———–

So min membulatkan matanya tidak percaya. Il woo menyerahkan sebucket mawar merah di hadapannya.

“il woo-ssi apa maksudnya ini?” tanya so min.

“terimalah.” Pintanya. So min pun menerimanya walaupun masih banyak tandatanya di kepalanya.

“setelah aku mencoba, aku mulai menyadari perasaanku padamu. So min-ssi aku sudah mulai menyukaimu.” Aku il woo. Mata so min berkaca-kaca, penantiannya selama ini akhirnya terbalaskan.

“tetaplah menyukaiku ! jangan menyukai orang lain selain aku !” ujar il woo.

Air mata so min keluar karena terharu.

—————

“ya….suzy-ah……..tunggu dulu !” teriak soo hyun sambil berlari mengejar suzy yang berjalan dengan cepat menjauh darinya.

Hap ! soo hyun berhasil menarik tangan suzy dan mencium bibirnya. Suzy terkejut lalu mendorong bahu soo hyun. Matanya masih melotot kaget.

“yak ! kau kira aku menyuruhmu datang untuk memperlihatkan kim bum dan so eun? Cantik-cantik tapi otakmu sempit sekali !” ujar soo hyun kesal.

“a..apa yang kau lakukan barusan?” tanya suzy masih ternganga.

“aku menyuruhmu karena aku ingin kau melihat penampilanku yang keren di panggung, apa kau tidak bisa merasakan jika aku menyukaimu?” tanya soo hyun.

Suzy membelalakn matanya. “apa?” tanyanya.

“aku menyukaimu sejak insiden ciuman itu.” Ingat soo hyun mengingat suzy yang menciumnya saat ia sedang mabuk.

Wajah suzy memerah, lalu memukul lengan soo hyun. “kenapa tidak bilang dari awal?” tanyanya lalu berbalik dan meninggalkan soo hyun dengan wajah memerah. Soo hyun yang menyadarinya tersenyum.

‘hey suzy-ah jadi bagaimana jawabanmu?” tanya soo hyun.

“molla…’ jawab suzy terus berjalan.

“aissshhh awas kau….!” Soo hyun mengejar suzy saat suzy mulai berlari.

###

Kim bum menggenggam tangan so eun.

“kau sengaja sudah mempersiapkannya?” tanya so eun.

“hmmm.” Kim bum mengangguk.

“aku malu.” Aku so eun.

“kenapa harus malu?” tanya kim bum.

“begitu banyak orang yang melihat, kau tahu?” jawab so eun.

“aku hanya ingin semua orang tahu kalau kau hanya milikku, aku tidak ingin ada lelaki lain yang merebutmu.” Jawab kim bum.

“iiisshh..” so eun memukul pelan lengan kim bum tapi segera di tahan oleh kim bum.

“cukup menjadi bodyguardku. Arasseo?” tanya kim bum.

So eun mengangguk lalu tersenyum malu.

“baby faced bodyguard maksudmu?” tanya so eun.

Kim bum tersenyum. So eun memeluknya. “gomawo.”

Senyum kim bum mengembang lalu membalas pelukan so eun.

###

Keesokan harinya.

Kim bum tidur selonjoran di sofa panjang di rumahnya, ayah dan ibunya sedang ke luar kota karena ada urusan pekerjaan lagi. Kim bum merasa lelah setelah kemarin menyelesaikan konsernya, tapi ia lebih bahagia karena pengakuannya itu pada so eun. Dan so eun sepertinya sangat menyukainya. Kim bum melepas rasa lelahnya dengan cara tiduar selonjoran di sofa, kepalanya ia letakan di bahu sofa yang empuk.

So eun datang ke rumah kim bum. Saat ia masuk, ia melihat kim bum sedang memejamkan matanya. So eun tersenyum lalu menghampirinya pelan-pelan, tidak berniat membangunkan. So eun tersenyum melihat mata kim bum yang terpejam lalu membungkukan badannya. So eun mencium bibir kim bum kilat.

Kim bum langsung tersadar saat merasakan bibirnya disentuh oleh sesuatu yang lembut. Saat ia membuka matanya so eun sudah berdiri di sampingnya sambil memerhatikan. Kim bum tersenyum melihat so eun yang datang.

“annyeong.” Sapa so eun. Kim bum pun bangkit dan mendudukkan dirinya, tapi kakinya masih selonjoran.


Kim bum tersenyum lalu langsung menarik tangan so eun hingga so eun duduk di pangkuannya. So eun menghadapkan wajahnya pada kim bum.

“kau diam-diam menciumku.” Ujar kim bum sambil tersenyum. Kim bum memainkan rambut so eun yang tergerai panjang itu dengan tangannya.

“tapi buktinya kau suka.” Balas so eun.

“suka sekali.” Tanggap kim bum sambil tersenyum evil. Ia langsung menarik wajah so eun dan mencium bibirnya.

So eun membalas perlakuan kim bum dengan menciumnya balik. Tapi tiba-tiba kim bum menghentikan ciumannya dan menatap so eun.

“tapi kau belum pernah bilang jika kau mencintaiku.” Ujar kim bum sedih.

“ssssttt sudah diam. Cepat cium aku !!!” perintah so eun lalu langsung menyambar bibir kim bum. Kim bum membalasnya dengan senang hati dan meraup bibir so eun lebih dalam. Ia merangkulkan lengannya di pinggang so eun.

So eun pov

Bum-ah terimakasih, kau begitu memberiku banyak cinta dan perhatian. Aku tidak tahu harus bagaimana untuk membalas semuanya. Tapi aku yakin hanya dengan cinta aku bisa membalas semua yang kau berikan. Aku tidak akan menyakitimu lagi, aku tidak akan membuatmu kecewa lagi. Kim sang beom aku cinta padamu. Sangat !

THE END

Akhirnya FF ini selesai juga. Semoga kalian suka sama endingnya tapi maaf kalau agak mengecewakan. Maaf jika dalam FF ini masih banyak kekurangan, berhubung authornya masih amatiran. Terimakasih bagi readers yang sudah baca dan meninggalkan jejak kalian, mendukung ff ini sampai selesai. Terimakasih banyak.

Insya alloh FF Falling Love With My Fans akan segera di lanjutkan J

61 thoughts on “BABY FACED BODYGUARD PART 17 END

  1. aku suka happy ending
    semuanya udah punya pasangan masing*
    lebh seru lagi waktu end nya mereka ber4 kumpul breng dg pasangannya . Pasti seru

  2. aaaaaaah…
    ending.y co cweeeet bngt,,,,kereeen,,serasa baca sinopsis drama..he..he..he..
    100 jempool daah gw kasiieh bwt autor*laah jempool luu emng.y ad brapa neeng…plaaak*
    well d tungg kary..kary autor selanjut.y…
    fighting ^-^…

  3. ending y suka bgt thor . . . Aaargh kissue y kurng tuch*plak2mukayadong*,+hahaha

    Asik asik ff bumpa yg jd fanboy mau d lnjtin. sumpah gk kebayang gmana tingkah bumpa jd fanboy. . . pasti lucu bgt. . . Thor d tngu karya2 y khusus y ff falling in love with fans ^,^

  4. Kya. . Kya. . .kyaAa. .
    *suara haBis*
    itu bener” adEgan yg sweEt bngt. . , . ,
    ngIri aq ma euni. . .
    Mw jga ngalamin kayak gTu. .
    Keren kimbum bener” gentle bngt. . . .
    100 jempol dEch buat bumpa yg udah bener” bikin fly s0eun. . . .
    100 jemp0l jga buat auThor’a yg buat cerita ini. .
    *pinjem jemp0l seluruh mates*
    akHir yg bAhagIa. .
    Semua’a bAhagIa. . .
    Aq jga bAhagIa *ga ada yg nanya*. .
    P0k0k’a keren. . Keren. . .

  5. Yeay happy ending…
    Akhirnya kim bum nyatain perasaannya ke soeun, dan ga marah lagi ama soeun, so sweet baNget cara nembaknya….
    Akhirnya semua dapet pasangan masing2…
    Aih soeun udah berAni cium Kim bum duluAn…
    Daebak dEh resi…
    DiTunggu fF yg laennya ya…

  6. Mwooo Sudah tamat eon ???????? Huwwaahh eon bkin part special dong *kekeuh xD
    kereenn eon tamatnya sumpaahh aku terhanyut sama adegan romantis Bumsso itu ahhh lagu Confession >oo< kereenn banget eon !! Ini gantinya FF teaser no 3 eon ?? Pokonya tia tunggu semua karya eonnie teteh kakak authorku tersayang *cipikacipiki eonnie resi ^o^

  7. Aach so sweet…
    Cba law ampe nikah,,pasth tmbah so sweet lg..heuheu
    y pokok_ny d tnggu ff Falling love with my fans_ny d tnggu bnget and ff bumsso terbrunya q tnggu jga pasti_ny..hehe ;>

  8. Wahahahaha
    Tamat sudaah..
    Sukak bgt lah ya,pa lage ending nya,plaak!
    R0kmantes,b0mbastes,fantastes..hahaha
    Lanjud lanjud teaser+yg laen2..mf yg teaser lum k0ment,paket ngenet terbatas saeng..

  9. Hua daebakk,
    mianhe selama ini jarang bnget coment hehe*maklum aku orang’nya pemalas thor kekeke huaa Happy Ending🙂 pko’nya ff’author Is the best🙂

  10. yeeeeeeeyyy happy ending
    wah kim bum so sweettttt n keren
    nembaknya di hadapan bnyk orang
    hihihi kisseunya lumayan bnyk nih
    daebakk author

  11. Wuaaa c-rennn eoonie DAEBAK..suka…suka..bggettt pkok n…wuaaaaa…so swett bggett..eon Resi lcu bggettttt…XD..eoonie suka suka bggettt……hduhhh eoonie so eun n Agresif bggetttt..hduhhhh..pkok n c-rennn…dech…
    Eon ff bru n cpetan ea..g’ sbar nie..bkin crta yg romntis lgi..heeee…..XD

  12. wahhh gak kerasa udah selesai dengan happy ending🙂 eonni kalo gak ngerepotin minta ff yang specialnya donk! eonni misalnya BumsSonya menikah supaya agak gimana gituu.. #reader banyak maunya plaakkk#hehe tapi ini juga udah daebak eonni sangat2 DAEBAKKK!!!🙂

  13. Senangnya happy ending. Untung kimbum ga marah sama soeun ya. Soohyun, ilwoo sama seunggi juga akhirnya happy ending. Daebak author! Aku suka ceritanya. Waaaah sekarang soeun berani ya hahaha. Waduh kalo itu band beneran ada pasti aku jadi fans mereka haha. Abis ganteng semuanya. Bikin lagi author. hwaiting!

  14. Hello author.. Salam knal..
    Aku bru mampir neii kesni.. Penghuni baru😀
    Sebener’a bingung mao bca yg mna dulu..
    Tpii ff bumsso di sini keren”..

    Ff bumsso yg ini ending’a bener” romantiss..😀

    Aku mao lanjut baca dulu yah.. Hehehe

  15. Wuahhh…itu td adegan yg sangat sangat romantis….so sweet…salut buat authornya, o iya skrg tgl 5 sept bsk so eun ultah hbd kim so eun chukkae!!

  16. Wuaahhh merindiing pas baca part yg KB nyanyi buat KSE,seandai.y ini benar tejadi di Seoul sana,huuuaaaaa…
    Ending.y mnyentuk bgtbgt,smua dapat pasangan..
    Dtunggu yah FF selanjut.y

  17. author deebakk..!!
    crta’y q suka bnget ending’y so sweet
    sso udah mulai agresif nih…#tpi suka
    trus berkarya thor banyakin ff bumsso’y
    cos q pling suka ma couple ini

  18. resi, lucu, ceritanya, happy ending. tunggu cerita lainnya lagi ya……………………. jangan lupa aku dikirimi posting terbaru danpw utk karyamu yang diproteksi ya… saya tunggu. thanks

  19. ending nya bagus,,,jadi penasaran dhe,,,, bagaimana kalau author buat sequelnya,,, kan bagus juga kalau mereka akan menikah,, atau menghadiri pernikahan yoona dan seunggi,,, kekekekkee,, aku reader yang banyak maunya yah,,

    author fighting ,, buat ff lainnya,,,
    aku usahakan koment dhe,, kalau jaringannya bagus kekkekekeke

  20. Aaaaahhh…ending yg membahagiakan chingu…khususnya bwt ak yg baca..
    Ituuu..ituuu…adegan kisseu BumSso nya banyaaak…sukkaaa deh…tp kynya krg bnyk yaaah….#ahahahahah…disentil sm authornya niih..

  21. waaaaa romantis abis dah itu cara bum mengungkapkan perasannya… aku jd kebawa berbunga2 xixixixi

    huft akhirnya setelah segala permasalahan dan semua sifat aneh bum yg sebentar baik sebentar jutek, semua jd indah..

    sempet terharu dengan scene pembukanya, bagaimana sso minta maaf sambil meluk bum hikshiks.. kayaknya nyess bgt gitu rasanya *nyess, bahasa apaan tuh wkwk*

    member badboy band yg lain juga menemukan cintanya masing2 . yeaah..

    scene kocak nya yaitu pd saat suzy mengira soo hyun nyuruh dia dtg ke konser utk melihat adegan bumsso haha…

    soo hyun sampe bilang cantik2 tp otakmu sempit sekali wkwk..

    gomawo resi utk cerita bfb nya..
    ♥♥♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s