Falling love with my fans [3]

Falling love with my fans [3]

 

Author : Resi R (Shin Ni Rin)

Genre : Romantic Comedy

Main Cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom

Other Cast : Kim Jong Woon, Moon Geun Young, Kim Sang Jo, Kang Min Hyuk, Kim Yung Jae, Chu So Ra. (dan akan ada cast tambahan, tapi masih bingung)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Maaf untuk ff ini karena terlalu lama updatenya. Sebenernya saya juga bingung karena sudah mulai banyak tugas sekolah yang bertebaran. Di tambah saya juga sedang ada project dengan teman untuk membuat novel#cieelahhh. Nah jadi sekarang maaf kalo misalnya ngepost part per partnya bakal rada lama, karena pikiran saya jadi terbagi-bagi#apasih jadi curhat  – –“

Yaudah deh langsung baca aja, tapi sebelumnya saya ingin nge-review dulu part sebelumnya karena mungkin para readers pada lupa sama jalan ceritanya.

 

“segeralah bersiap-siap. Sekarang kau harus syuting.” Perintah geun young pada so eun yang tampak masih malas-malasan.

“ne…….” jawab so eun.

“kau sudah mempelajarinya dengan baik?” Tanya geun young.

“tentu saja.” Jawab so eun.

“baguslah.”

“memangnya syuting pertama akan di ambil dimana?” Tanya so eun.

“syuting pertama di tempat terbuka. Dan tidak menjadi kemungkinan aka nada banyak fansmu dan juga fans kim jong woon yang melihat.” Jawab geun young.

“aishh aku harap orang itu tidak ada.”

###

 

“hyung……..antar aku ke tempat les ya?” pinta sang jo.

“shireo…aku malas…” tolak kim bum.

“aish hyung ini benar-benar pemalas…….” Ujar sang jo lalu keluar dari kamarnya.

Kim bum hanya mencibir sambil memainkan laptopnya.

Tiba-tiba chu so ra datang dan langsung menjewer telinga kirinya.

“ya…aaaa….eomma…eomma….appo…!” teriak kim bum kesakitan.

“kau ini…! Hanya diminta mengantar sang jo ke tempat les saja malas….” Marah chu so ra seraya menarik kim bum keluar kamar.

“ne…eomma….aku akan mengantarnya….tapi…lepaskan dulu tanganmu….!” Pinta kim bum.

“yasudah cepat, jangan ada kata malas-malasan lagi…dasar…” omelnya lalu keluar duluan.

Kim bum memegangi telinganya yang memerah.

“sakit sekali……” ringisnya.

“sang jo….anak itu….! Sudah berani mengadu….awas saja…” dumel kim bum.

###

 

Kim bum mengayuh sepedanya. Baru saja ia mengantar sang jo ke tempat les. Kim bum tampak tenang-tenang saja mengayuh sepedanya. Tapi saat ia melewati jalanan yang ramai. Ia kaget. Terkejut setengah mati.

“itu………kim so eun?” kagetnya.

“apa yang sedang ia lakukan?” tanyanya bingung karena so eun berlari ke arah tengah jalan dengan nafas tersenggal-senggal.

Kim bum kaget saat melihat ada sebuah mobil yang melaju kencang ke arah so eun.

“mwo? Ya………” teriak kim bum lalu mengayuh sepedanya lebih cepat. Karena tak ada waktu kim bum pun meninggalkan sepedanya sembarang dan berlari sekuat tenaga ke arah so eun yang berdiri di tengah jalan.

“kim so eun awas……” teriak kim bum saat mobil itu hampir menabrak so eun.

Tanpa pikir panjang, kim bum langsung menarik so eun ke tepi jalan sekuat tenaga hingga so eun jatuh di pelukannya. So eun hanya menatap bingung dengan apa yang di lakukan kim bum. Mwo? Kim bum?.  Apaaaa? Kim bum memeluk idolanya sendiri? Kim so eun?

“gwaenchana?” Tanya kim bum.

Tanpa menjawab, dengan segera so eun melepaskan pelukannya. Enak saja fans nya ini sudah memeluknya.

 “kau…? Ya….apa yang kau lakukan…?” marah so eun.

“CUT…………!!!!!!” teriak sang sutradara.

Kim bum hanya menatap bingung karena semua orang yang memperhatikannya.

 

PART 3

 

Kim bum duduk di hadapan sang sutradara yang menjadi penanggung jawab dari syuting Music Video yang sering kita singkat MV itu. Disana juga ada so eun yang duduk di sebelah sang sutradara. Kim bum tampak menunduk karena merasa bersalah atas tindakan bodohnya. Sang sutradara terlihat mengerutkan keningnya dan bertopang dagu memerhatikan kim bum.

“siapa namamu?” tanya sang sutradara.

Kim bum sedikit mengangkat wajah. “aku…kim sang beom.” Jawabnya. Ia belum berani menatap artis idolanya setelah tingkah memalukan yang ia lakukan.

So eun menatap pria yang di hadapannya dengan kesal, mana bisa dia tiba-tiba menariknya ke pinggir jalan hingga membuat syuting kacau dan tertunda. Fans terbodoh di dunia ! apakah tidak tahu jika sedang melaksanakan syuting?

“kau fans nya kim so eun?” tanya sang sutradara.

Kim bum sedikit mengangguk. “ne.” jawabnya.

So eun hanya diam, bagaimana bisa ia memiliki fans seperti ini.

“syuting kami jadi kacau gara-gara kau yang tiba-tiba menarik kim so eun yang sedang melakukan salah satu adegan dari syuting. Tapi berhubung kau adalah fansnya yasudah akan aku maafkan, kalau begitu kau bisa pergi.” Jelas sang sutradara.

Kim bum menunduk. “sekali lagi aku minta maaf. terimakasih.” Ujar kim bum lalu buru-buru pergi.

So eun menghela nafas, ia masih kesal karena ia harus take ulang untuk adegan tadi. Padahal adegan itu cukup menguras tenaganya karena harus berlari-lari.

###

 

“aiishh baboya…” kim bum memukul kepalanya sendiri.

“hey kau !” tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya. Kim bum menoleh dan mendapati seseorang yang waktu di minimarket bertemu dengannya. Seorang penyanyi bernama kim jong woon.

“kita bertemu lagi ternyata.” Ujar jong woon.

“apa ada yang ingin kau bicarakan?” tanya kim bum berusaha bersikap tenang.

“kau sudah tahu sekarang siapa aku?” tanya jong woon.

“aku baru tahu kemarin jika kau seorang penyanyi.” Jawab kim bum. Jong woon tersenyum sinis.

“rupanya kau penggemar kim so eun.”ujarnya. “kenapa kau sampai menjadi fans nya? Apa yang kau suka dari kim so eun?” tanya jong woon.

“aku suka semua yang ada pada idolaku.” Jawab kim bum bangga.

“tapi tak seharusnya kau mengacaukan syuting kami kan?” balas jong woon.

“soal itu aku minta maaf karena aku tidak tahu jika sedang mengambil adegan. Aku juga sangat minta maaf karena sudah mengacaukan syuting. Aku akui aku bodoh.” Jawab kim bum.

“sebagai fans kim so eun tentu kau akan selalu mendukung dengan semua keputusannya kan?” tanya jong woon.

“keputusan apa?” tanya kim bum.

“keputusan jika dia bekerja sama denganku dalam pembuatan Video Clip dari salah satu laguku. Aku tidak ingin kau jadi antifan ku karena aku yang menjalin kerja sama dengannya terlebih aku ini tampan.” Ujar jong woon dengan percaya dirinya.

“tentu aku akan selalu mendukungnya. Tak peduli dengan siapapun itu yang penting itu adalah pilihan dan keputusannya.” Jawab kim bum.

“aku kira kau tidak suka padaku.” ujar jong woon.

“seharusnya aku yang bertanya, aku yang tidak suka padamu atau kau yang tidak suka padaku.” balas kim bum.

Jong woon hanya tersenyum sinis.

“baiklah aku sibuk dan harus segera syuting, semoga kita bertemu lagi.” Ujar jong woon lalu meninggalkan kim bum.

“aiish aku hampir naik darah berbicara dengan penyanyi sok keren itu.” Kesal kim bum.

“aku tidak boleh terpancing emosi begitu saja. Kim bum ingat ! kau ini adalah fans kim so eun yang sangat setia dan baik hati. Kim so eun tidak  akan suka melihat fansnya yang mudah emosi apalagi sampai mem-base artis lain yang bekerja sama dengannnya.” Ucapnya pada diri sendiri.

###

 

Selesai syuting so eun dan managernya geun young segera pulang ke apartemen mereka. So eun langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa.

“haaah aku benar-benar tidak menyangka dia ada disana.” Gumam so eun. “kenapa harus sial begini?”

Geun young hanya tertawa mendengar keluhan so eun lalu duduk di sebelahnya setelah mengambil jus dari dapur.

“Unik, aku suka dengan fansmu.” Ujar geun young masih tertawa kecil.

“Eonni, coba saja kau pikirkan. Anak kecil saja tahu jika aku sedang syuting, kenapa dia berfikiran aku akan tertabrak sungguhan. Aaah benar-benar bodoh dan membuatku malu.” Kesal so eun.

“gwaenchana, jadikan saja itu sebagai pengalaman baru untukmu.” Balas geun young.

“mwo? Pengalaman baru? Seenaknya saja kau berbicara begitu.” Kesal so eun.

Geun young tersenyum.

“besok adalah syuting ke dua sekaligus syuting terakhir.” Ujar geun young mengganti topic.

“dimana tempatnya? Bukan tempat terbuka lagi kan? Aku tidak ingin ada orang aneh itu lagi.’ Ujar so eun.

“tenang saja, bukan di tempat terbuka.” Jawab geun young.

“baguslah kalau begitu. Aku lelah, aku ingin tidur.” So eun pun masuk ke dalam kamarnya.

Geun young hanya tersenyum kecil mengingat kejadian tadi siang. Kejadian yang sangat lucu pada artisnya.

###

 

“mau apa lagi? Mau meminta bantuan padaku yang berhubungan dengan idolamu lagi?” tanya min hyuk saat kim bum datang ke rumahnya.

“hei kau, apakah itu sambutanmu pada tamu yang berkunjung?” tanya kim bum lalu duduk di sebelah min hyuk.

“jika kau keseringan datang namanya jadi bukan tamu. Aku tahu jika kau kemari pasti  ada yang kau mau.” Ujar min hyuk.

Kim bum tersenyum. “kau tahu saja.” Balasnya.

“yasudah katakan. Ada apa?” tanya min hyuk.

“aku ingin curhat padamu min hyuk-ssi, apakah di matamu aku ini adalah seorang fans yang baik?” tanya kim bum.

Min hyuk menatap wajah kim bum lalu menggelang pertanda dari jawabannya.

“ada hal yang begitu memalukan yang menimpaku tadi siang, ah aku benar-benar bodoh. Tapi senang juga karena aku bisa memeluk kim so eun untuk yang ke dua kali.” Ceritanya sambil tertawa.

Min hyuk hanya menghela nafas mendengar cerita kim bum, ini sudah seperti makanan sehari-harinya mendengarkan kim bum berceloteh menceritakan idolanya.

“min hyuk-ssi kau tahu apa yang aku lakukan? Aku menarik kim so eun yang sedang mengambil adegan untuk syuting mv karena aku pikir ia akan tertabrak sungguhan.” Jelasnya.

“iya aku tahu, jika kau benar-benar bodoh sampai melakukan hal tersebut.” Balas min hyuk.

Kim bum hanya mengerucutkan bibirnya.

“bum-ah sebaiknya kau segera cari pacar, agar kau tidak terlalu gila dengan idolamu.” Saran min hyuk.

“aniyo, yang akan menjadi pacarku adalah kim so eun. dia adalah tipe wanita idealku.” Jawab kim bum.

“iishh…” min hyuk hanya mendesis sambil geleng-geleng kepala.

###

 

Kim bum menekan bel berkali-kali pada sebuah apartemen yang terbilang mewah. Ia ingin memberikan bungan pesanan pelanggan. Sebucket mawar mewah yang sudah di kemas indah. Tak lama si pemilik apartemen membuak pintunya.

“annyeong haseyo….” Sapa kim bum ramah sambil membungkukkan badannya tanpa sempat melihat wajah sang pemilik apartemen.

“ini bunga yang Anda pesan.” Ujar kim bum tersenyum sambil menyerahkan bunganya.

“kau…!” kaget orang itu.

Kim bum mengerutkan keningnya, orang itu melepas kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya lalu tersenyum sinis melihat kim bum. Kim bum melototkan matanya setelah tahu orang itu.

“tak di sangka kita bertemu lagi. Ternyata kau tukang pengantar bunga?” tanya orang itu.

“ne, aku adalah pengantar bunga. Dan kedua orangtuaku pemilik toko bunga. Kenapa?” tanya kim bum.

Orang yang ternyata jong woon itu tersenyum.

“kau tahu untuk siapa aku memesan bunga ini?” tanya jong woon. “untuk idolamu” lanjutnya.

Kim bum mengerutkan keningnya.

“oh ya benar, tadi kau bilang akan mendukung semua keputusan kim so eun asal itu baik kan? Berarti kau juga akan mendukungnya jika ia berpacaran denganku.” uajr jong woon.

“mwo?”

“aku rasa, saat pertama kali bertemu dengannya. Aku sudah mulai tertarik. Dia begitu cantik dan baik ternyata. Pantas saja kau menjadi fansnya.” Ujar jong woon.

“hey kau ! aku tahu kim so eun idolaku tidak akan tertarik padamu yang sombong itu.” Ujar kim bum.

Jong woon hanya tersenyum lalu mencium aroma dari sebucket bunga mawar yang ia pegang.

“terimakasih sudah mengantarkan bunga pesananku.” Ujarnya lalu masuk dan menutup pintu.

Kim bum hanya membulatkan matanya.

“hoooah benar-benar artis bermuka dua.” Kesal kim bum.

###

 

Keesokan harinya

“so eun cepatlah sedikit, kita sudah hampir telat datang ke lokasi syuting.” Teriak geun young.

“ne….arasseo arasseo…” so eun segera keluar dari kamarnya.

“lihat ! ini sudah jam 10, kita sudah telat.” Ujar geun young lalu buru-buru ke luar apartemen. So eun hanya mendengus lalu mengikutinya.

———-

“beom-ah… antarkan bunga ini ke alamat ini.” perintah ibunya.

“baiklah.” Jawab kim bum sedikit lesu karena masih terpikir perkataan jong woon kemarin. Ia mengambil bunga lalu segera mengambil sepedanya. Kim bum mengayuh sepedanya menuju alamat yang di beri ibunya.

———–

Geun young mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, mereka sudah telat 15 menit untuk ke lokasi syuting. Ini bukan sikap professional yang mereka tunjukan. Pasti semua sudah menunggu.

“eotteoke?” tanya geun young.

“sudahlah eonni, kita katakan jalannya macet saja.” Ujar so eun.

“asiih tapi ini akan tidak baik untukku dan juga untukmu yang tidak tepat waktu. Kita bisa di katakan tidak professional oleh sang sutradara, staf lain dan juga kim jong woon.”

So eun hanya menghela nafas dan akhirnya diam.

“ini juga karena kau yang bangun kesiangan.” Ujar geun young.

“mwo? eonni tahukah syuting kemarin sangat melelahkan untukku? Harus berkali-kali mengambil adegan lari. Rasanya betisku membesar.” Ujar so eun.

“aku tahu aku tahu, tapi kan kau juga harus tahu waktu.” Balas geun young.

“ini juga bukan sepenuhnya salahku,  buktinya kau juga salah karena tak membagunkanku lebih pagi.” So eun tak mau kalah.

“tapi kan…………oo…OMO…!!!!” geun young langsung meng-rem mobilnya mendadak.

“OMO….!” So eun jadi ikutan kaget karena mobil geun young telah menabrak sebuah sepeda hingga terpental.

Mereka sama-sama membulatkan mata melihat apa yang baru saja terjadi. Memang bukan hal yang baik mengobrol di dalam mobil bahkan saat mengendarai dengan kecepatan tinggi, jadinya seperti ini.

Geun young langsung ke luar dari mobil dan menghampiri orang yang tertabrak olehnya,  bahkan sepedanya sampai ringsek. Namun so eun hanya diam di dalam mobil karena ini bukan saat yang tepat untuknya keluar dari mobil tanpa persiapan, siapa tahu kan ada netizen yang berkeliaran dan mengetahui jika dia dan managernya telah menabrak seseorang. So eun hanya melihatnya dari balik kaca depan mobil.

“gwanchana?” tanya geun young panik sambil sedikit mengguncang tubuh orang yang ia tabrak itu.

Orang itu kelihatan tak berdaya, ia terkapar di jalanan dan tampak tak sadarkan diri. Lututnya terluka parah bahkan kepalanya juga mengeluarkan darah. Saat geun young membalikan wajah orang itu geun young terkejut.

“aigoooo bukankah dia fans so eun? bagaimana ini?” Pekik geun young tambah panik.

So eun yang melihat kepanikan geun young, tidak bisa berdiam diri saja di dalam mobil. So eun membawa asal mantel yang berada di jok belakang mobil lalu melingkarkan pada lehernya sampai menutupi mulut dan setengah hidungnya. So eun pun menghampiri geun young dan orang itu.

“eonni apakah  baik-baik sa….? AIGOOOO…… DIA?” kaget so eun setelah melihat wajah orang yang tak sadarkan diri itu adalah kim bum dengan lutut dan kepala bersimbah darah.

“eotteoke? Eotteoke?” panik so eun.

“jangan diam saja ! cepat bantu aku membawanya ke dalam mobil. Mumpung tidak ada orang disini.” Perintah geun young. Untunglah di jalanan ini cukup sepi sehingga tak ada orang yang melihat kejadian ini. Merasa terganggu dengan matel yang dipakai so eun untuk menutupi identitasnya so eun pun melepasnya. Ia dan geun youg dengan sekuat tenaga membopong orang yang ternyata kim bum itu ke dalam mobil. Tapi tanpa mereka sadari, ada seseorang yang melihat kejadian itu dan memfotonya.

###

 

“aku minta maaf seonsaengnim, ada suatu kejadian yang tak terduga pada kami saat dalam perjalanan.” Ujar geung young pada sang sutradara dalam telpon.

“……….”

“kami sangat menyesalkan hal itu seonsaengnim.”

“………”

“kami tak sengaja menabrak pengguna sepeda sampai terluka parah, jadi kami membawanya ke rumah sakit.”

“……….”

“baiklah kalau begitu, maaf sudah membuat kecewa. Ini juga bukan yang kami inginkan. Akan aku hubungi nanti.”

“……….”

“ne kamsahamnida.”

Sambungan telpon terputus. Geun young menghela nafas.

“bagaimana?” tanya so eun.

“syuting di undur dan akan dilakukan besok.” Jawab geun young.

“ini benar-benar merepotkan.” Ujar so eun. “kenapa harus selalu dia?” kesal so eun. kim bum adalah fans yang satu-satunya sering berurusan dengannya, benar-benar tidak bisa di duga.

“jadi apa yang harus kita lakukan pada pria ini?” tanya so eun melirik kim bum yang masih terbaring di ranjang rumah sakit lalu kembali menatap managernya.

“aku tidak tahu, aku pusing.” Jawab geun young.

So eun pun mendudukkan dirinya di kursi rumah sakit di ruangan kim bum di rawat.

“aku juga pusing dan bingung.” Ujar so eun.

Geun young ikut duduk di samping so eun.

“bagaimana jika ada yang tahu tentang kejadian ini? apakah fans-fansku akan berkurang dan balik membenciku? Atau karirku akan memburuk?” tanya so eun.

“tenanglah, semoga semuanya akan baik-baik saja, dan semoga fansmu itu tidak akan apa-apa.” Balas geun young.

“tidak apa-apa bagaimana? Dia terluka parah begitu bahkan belum sadar juga.” Ujar so eun.

“kau mengkhawatirkan fansmu?” tanya geun young.

“khawatir akan karirku kedepannya. Jika ini sampai masuk televise bagaimana jika seandainya pria ini jadi hilang ingatan atau bahkan tak sadar-sadar juga karena di tabrak artis bernama kim so eun bersama managernya” Tanggap so eun.

“arasseo.” Balas geun young.

###

 

“kemana anak itu? Kenapa belum pulang juga.” Heran ibu kim bum yang tak juga melihat kim bum kembali setelah ia suruh mengantar bunga.

“ini sudah waktunya ia menjemput sang jo ke sekolah.” Lanjutnya.

“ada apa?” tanya kim yung jae suaminya.

“kim bum, anak itu belum kembali setelah mengantar bunga.” Jawab chu seo ra.

“kenapa tidak telpon saja dia.” usul yung jae.

“ah benar, aku akan menghubunginya. Awas saja jika ketahuan ngelantur kemana-mana.” Dumel chu seo ra lalu segera menelpon kim bum.

Tut tut tut

“aiiish kenapa tidak di angkat, anak itu…….” Kesal chu seo ra. Ia pun mencoba menghubunginya lagi.

###

 

Ini sudah hampir sore tapi kim bum belum juga menunjukkan tanda-tanda ia sadar. So eun dan geun young jadi khawatir di buatnya, walaupun so eun enggan terang-terangan mengatakan khawatir akan kondisi fansnya.

“ponselmu yang berbunyi?” tanya geun young pada so eun.

So eun mengerutkan kening lalu menggeleng. Lalu mereka sama-sama melirik kea rah kim bum yang masih terbaring.

“mungkin ponselnya.” Ujar geun young. So eun mengangguk.

“apa sebaiknya kita mengangkat saja? Takutnya ada hal penting. Mungkin orang tuanya atau siapanya yang menghubungi.” Ujar geun young. So eun hanya mengangkat bahu.

————-

“hey kau….anak ini ! kenapa baru mengangkat telponnya setelah berkali-kali eomma menghubungimu?”

Geun young menjauhkan ponsel milik kim bum dari telinganya setelah mengangkat telpon.

“so eun-ah bagaimana ini? sepertinya ini ibunya? Apa yang harus aku katakan?” bisik geun young pelan. So eun hanya menggelang pertanda tidak tahu.

“yaa ! kenapa tidak berbicara?”

“ne..yeo…yeo..yeoboseyo? Apakah ini ibunya dari pemilik ponsel?” tanya geun young hati-hati.

“siapa ini? dimana kim bum?”

“maaf, kim bum yang Anda maksud anak Anda saat ini……..sedang di rumah sakit. Dia mengalami kecelakaan dan saat ini sedang berada di rumah sakit.”

“mwo? Anakku mengalami kecelakaan?”

“ne.”

###

 

“aigooo aigooo…” ibu kim bum memegangi dadanya.

“waeyo? Ada apa?” tanya yung jae menghampiri istrinya.

“kim bum, dia mengalami kecelakaan….aigooo dadaku…” panik ibunya.

“mwo? Bagaimana bisa?” kaget yung jae.

Tiba-tiba ibu kim bum pingsan di pelukan suaminya.

“ya….kenapa kau malah pingsan….” Kaget yung jae.

————

 

Kim bum perlahan-lahan membuka kedua matanya, matanya sedikit berkunang-kunang, kepalanya nyeri dan sekujur tubuhnya terasa remuk.

Ia memegangi kepalanya yang di perban. “ada dimana aku? Aku kenapa?” tanyanya. Lalu ia melihat sekeliling dan pandangannya berhenti pada dua orang wanita yang sedang duduk di sofa, mereka kelihatan sedang tidur. Kim bum menyipikan matanya.

“itu….kim so eun?” kagetnya dalam hati. Kim bum mengingat-ingat kejadian sebelumnya saat ia tertabrak.

“jadi….mobil yang menabrakku adalah……..” pikirnya. Lalu tiba-tiba ia tersenyum penuh arti.

“apakah aku harus pura-pura hilang ingatan saja? Siapa tahu kim so eun jadi perhatian padaku yang tentu saja fans nya?” gumam kim bum dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.

“dia belum sadar-sadar juga?” tanya suara seseorang tiba-tiba yang ternyata so eun.

Kim bum buru-buru kembali menutup matanya.

“sepertinya belum.” Jawab geun young.

“aiish kenapa sadarnya lama sekali.” Kesal so eun. Sedari tadi mereka masih menunggu pria ini hingga keluarganya datang.

“biar aku lihat.” Geun young pun bangkit berdiri dan menghampiri kim bum. Batulah kim bum memulai aksinya dan ia kembali membuka kedua matanya.

“ada dimana ini?” tanya kim bum seperti gumaman.

“kau sudah sadar?” tanya geun young. So eun langsung berdiri dan menghampirinya.

“akhirnya kau sadar juga.” Ujar so eun.

“apa yang terjadi? Siapa kalian?” tanya kim bum pura-pura tidak tahu seraya menatap geun young dan so eun bergantian.

So eun dan geun young saling pandang lalu membulatkan matanya menatap kim bum.

“kau tidak tahu siapa aku?” tanya so eun seraya menunjuk dirinya sendiri.

“siapa? Apakah aku mengenalmu sebelumnya?” tanya kim bum.

“eotteoke so eun-ssi? Sepertinya dia mengalami hilang ingatan.” Panic geun young. So eun jadi ikutan panic.

“ya ! masa kau tidak tahu denganku? bukannya kau fansku?” tanya so eun tak sabaran.

“fansmu?” ulang kim bum.

“ne, aku kim so eun. kau adalah fansku. Kau tidak tahu?” tanya so eun.

Kim bum menggeleng.

“so eun-ah, sepertinya dia memang hilang ingatan.” Ujar geun young.

“aiiish eotteoke?” panic so eun.

“tunggu disini, aku akan memanggil dokter dulu.” Ujar geun young.

Kim bum menciut, bagaimana jika dokter tahu jika ia hanya pura-pura hilang ingatan. Kim bum memutar cara untuk mencegah manager kim so eun memanggil dokter tapi ia tidak tahu apa yang harus ia katakan?

Belum sempat geun young keluar, tiba-tiba pintu ruangan rawat kim bum terbuka. Ada sepasang suami istri yang masuk.

“aigoooo kim bum….” Chu seo ra langsung menghambur ke arah kim bum.

“eomma? Appa?” pekik kim bum dalam hati

Geun young dan so eun mendadak semakin panik, apa yang harus mereka katakan perihal anaknya yang hilang ingatan?

“ya dasar anak bodoh, kenapa kau sampai bisa mengalami kecelakaan?” chu seo ra langsung mengintrogasi anaknya.

Kim bum diam, bagaimana sebaiknya ia bersikap? Apakah masih harus berakting di hadapan orang tuanya?

“kim bum, kau tidak apa-apa?” tanya ayahnya. Kim bum menelan ludah.

“ka…kalian siapa?” tanya kim bum.

“mwo?” chu seo ra melototkan matanya.

“kami siapa? Tentu saja orang tuamu !” jawab seo ra.

Kim yung jae segera menatap ke arah so eun dan geun young yang sedari tadi hanya diam berdiri.

 

 

“ada apa dengan anakku? Apakah kalian yang membantunya saat anakku kecelakaan?” tanya yung jae. Geun young mendadak berkeringat dingin, ini baru pertama kali terjadi padanya selama menjadi manager kim so eun. so eun dan geun young saling tatap.

“sebenarnya….kami yang tak sengaja menabrak anak Anda.” Jawab geun young.

Chu seo ra langsung menatap geun young dan so eun.

“aiish gawat, apa yang akan terjadi?” batin kim bum melihat chu seo ra yang akan menyemburkan suara cemprengnya.

“kalian yang menabrak anakku? Jadi apa yang terjadi hingga anakku tak tahu dengan orang tuanya sendiri?” marah chu seo ra, belum menyadari jika salah satu dari perempuan itu adalah kim so eun, artis idola kim bum yang sangat terkenal.

“kami juga tidak tahu, sepertinya anak Anda mengalami hilang ingatan, tapi akan kami jelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukanlah kesengajaan. Kami minta maaf.” Geun young merasa bersalah lalu membungkukkan badannya. Melihat so eun yang masih diam, geun young segera menarik tangan so eun untuk ikut membungkuk.

“jwieosonghamnida…kami berjanji kami akan bertanggung jawab. Sebelum anak Anda pulih kami akan tetap bertanggung jawab. Dengan cara apapun itu.” Ujar geun young.

Kim bum yang mendengar perkataan geun young tersenyum lalu

So eun menyikut lengan geun young, lalu menatapnya seakan tatapannya itu mengatakan ‘apa yang kau katakan? Jangan asal bicara dulu’

Geun young balas menatapnya. “ini jalan satu-satunya” bisiknya. So eun hanya mendengus. Ini akan menjadi masalah yang panjang. Bagaimana jika fansnya itu tak juga ingat-ingat, tentu ia harus terus berurusan dengannya.

“aigooo aigooo dadaku…..” chu seo ra memegangi dadanya yang terasa sakit.

“sayang, aku mohon jangan dulu pingsan.” Ujar yung jae segera menahan tubuh seo ra.

Chu seo ra mengelus-elus dadanya. “aku tidak mau tahu, kalian harus membuat anakku ingat kembali.”

Melihat ini kim bum jadi merasa bersalah karena sudah membohongi mereka. Ia menggigit bibirnya.

“kalian harus menjaga toko bunga kami sebagai pengganti kim bum.”ujar chu seo ra.

“MWO?” pekik so eun dan geun young bersamaan.

 

TBC

Maaf ya kalo part ini gaje banget, udah mandet idenya. Walaupun ancur tapi semoga kalian suka deh tapi jangan lupa tinggalin komen ya. Terimakasih.

33 thoughts on “Falling love with my fans [3]

  1. Y ampN lucu bNgeeeeet bumppa puRa2 hilaNg iNgataN biar dket truss ma euNNie so euN,,,,,,

    Jd pNasaRaN gmN kelaNjutaN’a,,,
    ThoR d tNg2u y Next paRt’a,,,,,,,

    SmNgaaaaaat,,,,,,:)🙂🙂🙂🙂

  2. Haha akhirnya update nih udah rindu tapi beneran eonnie tia ga lupa loh sama part sebelumnya malah inget terus hehe xDD
    hohoho Bum kau memanfaatkan kesempatan dengan baik hahaha xDD nah ntar gimana kalo Sso tau haduh bisaa berabe nih .. Eh eonn bener kata eonnie Ran loh aku keasyikan baca eh tau-tau fictionku Kimbum idolanya soeun fansnya xD tapi pas terus baca eh fiction berubah jadi Soeun idolanya kimbum fansnya kekeke~
    Lanjut eonnie :DD

  3. Aduh abang jong woon bda bnget disini🙂
    Tpi tetep suka apapun perannya walau agk pede n rada2 jaht tpi tetep lucu…

    Aduh si bumppa ada2 aja pke acr pura2 amnesia lgi… ckckck
    tpi bgus jga sih itu cra lbh bgus untk dptin perhtian.y sso…

    Mwo?? soeon n geun young hrus gantiin bum di toko??? Hummm apa yg akn terjadi yahhhg???
    Ditunggu di next part🙂

  4. Tetep suka ko chIngu. .
    Aduh kimbum bener” g0kil dEmi dEket terus ma s0eun dia pura” hilang ingatan terus ngeb0h0ngIn ortU’a sendiri. . Bener” fans yg nekat. .haha. . .
    D tUngGu part selanjUt’a

  5. wahilaaaa ngakak plusplusan lah ini semangat thoooooor lanjut ya lanjut yang cepet ya yang cepet!!!!!! hehehe maap sedikit maksa-_- abis jarang banget sso nya yang jadi artis di ff!!! huaahaha

  6. aargh akhir y d post juga ff ini. . .

    Omo,bumpa hahaha cara jitu tuh thor .HILANG INGATAN.
    Argh kalau pnjaga toko y eunni pasti bnyk fans yg dtng . . .
    Sukses buat projek novel y thor . . . D tngu bngt kelanjutan y yah

  7. Wuaaaa….c-reennn eoonie…DAEBAK pkok n hduuhhh yuly bca n smpe snyam snyum sndri wkkkkXD…..Bum lcu skli……wuaaa Bum jdi hlag ingtan wuaaa..c-rennn…lcu bggetttt…. G mna lnjutannnnya….ea…pnsrannnnn…lnjuttt eoonie…..:)

  8. hahahahahaha…
    kim bum emang DAEBAK !!!
    pintar banget.. gak salah jadi fansnya so eun..
    hehehe.. ngomong2 thor disalah satu cerita ada tulisan “……… kim bum pingsan dipelukan suaminya” itu salah ketik kn ??
    tpi, no problem..
    ceritanya GOOD ! DAEBAK !

  9. aduh kimbum jahil keterlaluan yah,, masa hilang ingatan pura-pura ckckckckck..
    kasihan soeun di suruh jadi penjaga toko bunga,, tapi bagus juga sich,, pasti fans soeun akan datang membeli bunga di sana terus kekekekke

  10. Wahh ,, makin seru ! Apa yg akan trjdi slnjut’x yaa ??
    Bum-ppa cerdas ! Pura” hlng ingatan ! Yeaahhh ..😀 mau lanjut ne saeng ? Keep spirit !!🙂

  11. Ssonya sedikit menyebalkan ya ?
    Kshn dgn bumppa yg terluka cukup parah.
    Lnjut bgmn klnjutannya.
    Apa bumppa akan tetap bersandiwara ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s