Special Day With You [OS]

Special Day With You [OS]

 

Author: Resi R ( shin ni rin )

Main cast : Kim Sang Beom dan Kim So Eun

Genre: Romance

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

 

Sebenernya ini OS aku buat tahun 2011 untuk memeriahkan ulang tahun Kim So Eun, tapi tertunda karena suatu hal. Jadinya baru di lanjutin sekarang, makanya jangan heran kalau misalnya factnya yang udah lama. Ceritanya di sini so eun masih main di a thousand kisses.#apaan ya ga penting bgt.

Yaudah deh baca.

 

Someone pov

 

Pagi, siang, dan malam, begitu seterusnya pada tanggal 4 september ini aku hanya diam di apartemenku sendirian. Hari ini aku break ! Tak ada jadwal yang menuntutku untuk melakukan pemotretan ataupun sebagainya. Bebas sekali hari ini, aku hanya tidur, makan dan sesekali menonton televisi.

Apa kalian sudah mengenalku? Haha aku yakin mana mungkin tak ada orang yang mengenaliku, apalagi seorang yeoja. Aku ini aktor dan model berparas tampan dari korea, senyumanku sungguh mematikan (?), namaku Kim Sang Beom. Orang-orang terdekatku biasa memanggilku dengan sebutan Kim Beom, dan aku nyaman dengan hal itu.

Hari selasa malam hari. Dingin dan sepi.

“libur yang membosankan”gumamku.

apalagi selama satu minggu ke depan aku libur dan tak ada kegiatan apapun. Tapi….bagaimana dengan dia? Sepertinya dia sangat sibuk dengan drama barunya yang judulnya ‘itu’, sebenarnya aku kurang suka setelah ia memberitahuku kalau dia akan segera bermain dalam drama baru dengan judul yang sungguh membuatku kaget, karena pasti drama barunya itu akan penuh dengan adegan berciuman. Tapi mau bagaimana lagi, ini tuntutan pekerjaan. Sudah 2 minggu yang lalu kami tak bertemu, aku jadi rindu padanya. Aku pun mencoba untuk mengirimnya pesan di malam seperti ini.

Aku duduk di sopa empuk lalu mengetik pesan untuknya.

 

cuaca sungguh dingin, apa kau sudah makan ?

 

pesan yang aku ketik pun terkirim padanya, tak lama ada balasan darinya.

 

Sudah, kau sendiri? Cepat tidurlah !!! ini sudah malam kekeke

 

Aku malas makan kekeke~ Aish kau ini perhatian sekali ya padaku kekeke~, seharusnya kau yang segera tidur, bukannya sedang sibuk syuting drama barumu itu? Istirahatlah ! Dan sana tidurlah ! Apalagi malamnya sangat dingin

 

pantas saja tubuhmu semakin kurus. Ne aku akan segera tidur, cerewet sekali >< kau juga tidurlah hehe

 

aku tersenyum sendiri membaca pesan darinya.

 

aku tidak bisa tidur sebelum kau menciumku  dulu so eun-ah, ayo cium aku agar aku bisa tidur

 

aish kau ini ! Kau ingin aku menciumu di mana? Kening? Pipi? Bibir?

 

aku terkekeh membacanya.

 

Semuanya !

balasku

 

baiklah tutup matamu, cup keningmu, pipimu lalu bibirmu :*

 

sayangnya aku tak mau melepaskannya sso eun-ah😛

 

aish kau, sudah sana tidur ! Besok aku harus bangun pagi.

 

ne, jangan lupa mimpikan aku ya so eun-ssi, selamat malam, pakailah baju yang hangat

 

aku mengakhiri pesan di antara kami.

“ah aku semakin menyukaimu saja” ucapku.

 

oh iya, kalian belum tahu? so eun-ssi itu kekasihku. Semenjak drama yang sama-sama kami bintangi yaitu boys over flowers selesai, aku merasa tertarik padanya dan mulai menyukainya, apalagi sebelumnya kami sudah saling kenal karena satu kelas di kampus. Akhirnya aku memberanikan diri untuk memberitahu perasaanku yang sesungguhnya walaupun malu. Kami pun menjadi sepasang kekasih sampai saat ini walaupun sempat berakhir dan akhirnya kembali lagi (? Author sotoy haha). Asal kalian tahu, tak ada media yang tahu atas hubungan kami yang sebenarnya, karena kami sendiri yang menyembunyikannya dan tak mau mengumbar-umbar.

 

Author pov

 

Setelah ber-sms ria dengan so eun, kim bum pun segera bangkit menuju kamarnya. Ia langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur lalu tersenyum mengingat so eun.

“kapan ya bisa berpacaran seperti orang bisa? Tidak perlu sembunyi-sembunyi”ucapnya.

“ah yang penting aku nyaman dan senang bersama so eun-ssi” lanjutnya lalu menghela napas. Kim bum pun memilih menarik selimut lalu mencoba memejamkan mata. Ia akan menuruti nasehat so eun untuk segera tidur.

###

 

So eun pov

 

Hari ini aku harus bangun pagi sekali, syuting pertama di mulai hari ini walaupun cuaca cukup dingin. Aku bergegas pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap. Sebelumnya aku melihat terlebih dahulu iphone milikku yang berwarna putih tergeletak di meja. Aku pun mengambilnya lalu membuka olah pesan. Kalian tahu siapa yang akan aku kirimi pesan? Tentu saja kim sang beom.

 

Pagi pagi seperti ini harus segera memulai syuting. Setelah bangun jangan lupa sarapan ! Ingat itu ya🙂

 

So eun tersenyum setelah menekan tombol send. Ia pun kembali melanjutkan tujuan utamanya untuk segera bersiap-siap.

###

 

Author pov

 

“annyeong haseyo” sapa so eun ketika sampai di tempat syuting pertamanya kepada semua crew.

“semoga syuting pertama kita berjalan dengan baik so eun-ssi.” Ujar sang sutradara.

“ne, saya akan berusaha” jawab so eun.

“baiklah, kau ditunggu di ruang rias. Bersama pemain yang lain” ujar sang sutradara.

“ne, gamsahamnida” so eun membungkukan badan lalu bergegas menuju ruang rias menemui rekan kerjanya yang lain.

“annyeong haseyo” sapa so eun.

“oh annyeong haseyo so eun-ssi” sapa ryu jin lawan mainnya.

“ne ahjeossi ” ucap so eun ramah.

Ryu jin sontak tertawa.

“apakah aku terlihat begitu tua? Atau kau yang terlalu muda denganku?” tanya ryu jin.

So eun malah tersenyum kikuk.

“ah ne . . . .hehe aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik ahjeossi” ujar so eun.

###

 

Kim bum membuka matanya perlahan, ia melirik jam beker yang terletak di meja samping tempat tidurnya. Sekarang sudah menunjukan pukul 9 pagi, kim bum menguap lalu mengucek matanya. Tangannya meraba-raba di sekitar meja mencari sesuatu. Yap benar, kim bum mencari ponselnya. Setelah dapat ia pun melihatnya dan tertera pesan baru di sana. Kim bum tahu itu pasti dari so eun. Kim bum membukanya lalu membacanya, ia tersenyum mengingat so eun yang begitu perhatian padanya.

“ah aku rindu padamu ! Aku ingin bertemu denganmu !” ujar kim bum setelah ia menghela nafas.

Kim bum pun mencoba menekan tombol call untuk menghubungi so eun, namun so eun sama sekali tak menjawabnya. Hanya suara operator yang mengatakan jika nomor yang di hubungi sedang sibuk. Kim bum pun hanya meninggalkan pesan suara.

“terimakasih karena khawatir padaku. Kau juga harus menjaga kesehatanmu ! Apalagi kau sibuk shooting saat ini. Saranghae”

 

kim bum tersenyum sesudahnya, lalu bangkit dan bergegas untuk mandi. Ia akan merasa bosan sekarang karena tak ada kegiatan apa pun. Banyak kegiatan salah, tidak ada kegiatan salah. Kadang kim bum suka merasa bingung sendiri.

Selesai mandi dan berpakaian, kim bum pun segera sarapan. Ia ingat dengan nasehat so eun tadi. Ia sarapan seraya menonton televisi.

Kim bum melihat ponselnya.

“5 september?” tanyanya.

“ah aku hampir lupa, besok hari ulang tahunnya. Aku harus membelikannya sesuatu kalau begitu” ujar kim bum.

Ya, 6 september adalah hari ulang tahun kekasihnya-kim so eun.

Ketika sudah menjelang siang kim bum pun keluar dari apartemennya, ia hendak pergi ke suatu tempat untuk membeli sesuatu menggunakan mobil hitamnya. Tak lupa kim bum memakai kacamata hitam dan topi untuk sedikit menutupi identitasnya sebagai aktor terkenal.

Kim bum sampai di tempat tujuan, ia masuk ke sebuah toko boneka disana. Tampak beberapa jenis boneka beruang seperti teddy bear dan yang lainnya, dari yang kecil sampai yang terbesar terpajang disana. Pandangan kim bum terhenti pada salah satu boneka teddy bear berukuran sedang berwarna putih yang sedang memegang sebuah hati berwarna merah. Pada hati itu tertuliskan huruf hangul “saranghae”. Kim bum tersenyum lalu mengambilnya.

“dia pasti akan menyukainya” ujar kim bum lalu pergi ke kasir untuk membayarnya dan sekaligus meminta untuk membungkusnya.

“terimakasih, sering-sering datang kemari” ujar pelayan toko itu. Kim bum hanya tersenyum.

Ia masuk ke dalam mobilnya untuk segera pulang.

###

 

Saat break syuting so eun mengambil kesempatan untuk men-cek ponselnya. Saat ia cek ternyata ada pesan suara yang masuk.

“terimakasih karena khawatir padaku. Kau juga harus menjaga kesehatanmu ! Apalagi kau sibuk shooting saat ini. Saranghae”

So eun tersenyum setelah mendengar pesan suara dari kim beom. Ia pun mengetik sebuah pesan untuk kim bum.

Sudah bangun rupanya. Sudah sarapan?

Tak lama ponselnya bordering, menandakan ada pesan masuk dari kim bum.

Hehehe belum, aku tidak lapar

 

Aiiishh jangan menyepelekan soal sarapan. Aku perhatikan semakin hari kau semakin kurus saja. Jadi tidak tampan.

 

Aku baru akan sarapan jika so eun-ssi yang membuatkannya untukku. Aku rindu masakanmu.

 

Kau itu manja sekali ! lain kali akan aku buatkan makanan enak untukmu. Tapi sekarang cepat sarapan, aku tidak suka kim bum-ssi yang kurus.

 

Kulkasku kosong, tidak ada makanan~ lagi pula ini sudah siang sudah bukan waktunya sarapan

 

Aigooo kau ini~ baru dua minggu ku tinggal tapi sudah terbengkalai begitu saja kulkasmu

Kim bum hanya cekikikan membaca pesan dari so eun yang sangat perhatian padanya. Kim bum sengaja membohongi so eun jika ia belum sarapan padahal sebenarnya ia sudah sarapan. Mana mungkin kim bum tak menuruti nasehat kekasihnya itu.

 

Makanya cepatlah pulang ! masa kau sibuk bekerja sedangkan suamimu terlantar sendirian kekekek

 

Siapa suamiku huh? Aku tidak mau tahu pokoknya kau harus makan. Pergilah ke restoran dan makan disana ! sudah ya aku harus kembali syuting. Annyeong

So eun mengakhiri sms nya dengan kim bum setelah salah satu crew memanggilnya untuk kembali mengambil adegan bersama lawan mainnya artis seo yeong hee.

“so eun-ssi wajahmu cerah sekali. Apa kau sedang senang?” tanya yeong hee.

“ah hehehe ne.” jawabnya malu.

“pantas saja. Baiklah kali ini kita harus berakting lebih baik. Semangat.” Ujar seo yeong hee.

“ne semangat !” balas so eun.

Mereka pun memulai syuting kembali hingga larut malam.

###

 

So eun merebahkan dirinya pada ranjang setelah ia menyelesaikan syuting di hari pertama. Hari pertama cukup melelahkan untuknya. So eun baru sadar jika besok adalah hari ulang tahunnya tanggal 6 september. Mengingat itu ia jadi tersenyum sendiri, so eun tahu pasti kim bum akan menjadi yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Sekarang sudah menunjukkan pukul 11 malam, so eun berniat menunggu sampai jam 12 malam. Menunggu telpon dari kim bum yang sudah ia yakini pasti akan mengucapkan tepat waktu.

Tapi, sudah pukul 24 lebih 10 menit kim bum tak kunjung menghubunginya. Yang ada hanya pesan dari kim so mi dan manhee temannya. So eun mendengus.

“pasti dia ketiduaran.” Ujarnya sedikit kesal. Jika tahu begini lebih baik ia tidur saja tadi.

———-

 

Malam yang tadinya gelap berganti menjadi cerah, so eun terbangun dari tidurnya. Saat bangun ia langsung men-cek ponselnya. Tapi tak juga ada pesan ataupun telpon masuk dari kim bum. Kenapa kekasihnya sendiri tak mengucapkan? Sedangkan para fans dari berbagai Negara saja ingat dan mengucapkan selamat lewat twitter.

“aiiishh benar-benar minta hukuman ternyata.” Dumel so eun.

“awas saja….” Kesalnya.

###

 

“ah kado sudah ku beli kemarin, lalu tinggal kuenya yang belum” ucap kim bum lalu melesat ke luar apartemen menuju tempat toko kue yang sudah biasa ia beli.

Kim bum memilih-milih disana, hingga pilihannya jatuh pada sebuah kue berbentuk hati yang atasannya berwarna merah.

“ah yang ini” pilih kim bum pada pelayan.

“langsung di bungkus saja” pintanya.

“baiklah” sang pelayan segera membungkusnya.

Setelah semua yang kim bum rencanakan selesai, ia pun segera menuju apartemen so eun. Kim bum memang sudah punya kunci cadangan apartemen so eun sehingga ia bisa datang kapan saja, begitu pula sebaliknya.

“ah lumayan melelahkan juga” ujarnya lalu menaruh barang di atas meja. Kim bum merebahkan tubuhnya di sopa.

Tiba-tiba kooni kucing milik so eun menghambur ke arah kim bum, sepertinya sudah kenal betul dengan kim bum.

“aish kooni kau mengagetkanku” ujar kim bum. Sekarang kooni duduk di pangkuan kim bum, dan kim bum mengelus-elus rambut kooni yang lembut itu.

“kau tahu kan sekarang eomma-mu berulang tahun.” ucap kim bum.

“maka dari itu kau harus membantu appamu membuatkan kejutan. ok kooni !” lanjutnya seraya bangkit dan menggendong kooni. Kim bum membawa kue yang di simpan di meja lalu pergi dari apartemen so eun sambil membawa kooni.

Kim bum meletakkan kooni di kursi samping kemudi. Kooni hanya diam saja saat kim bum mulai menyalakan mesin mobil dan melaju. Kooni memang sudah hapal pada kekasih dari majikannya itu.

###

 

“saengil chukka hamnida so eun-ssi, ayo tiup lilinnya.” Ujar seo yeong hi sambil memegang sebuah kue yang di atasnya di pasang lilin 25. Semua crew dan para pemain sudah menyiapkan ini sebelumnya untuk so eun. mereka semua berkumpul.

So eun tersenyum, ia make a wish lalu meniup lilinnya.

“terimakasih.” Ujarnya.

———–

“so eun-ssi kenapa wajahmu terlihat murung begitu?” tanya seo yeong hee yang melihat so eun hanya duduk diam saat break syuting, tidak seperti kemarin yang kelihatan sangat senang.

“ah aniyo.” Dusta so eun, padahal ia kesal karena kim bum tak kunjung mengucapkan selamat ulang tahun untuknya padahal semua crew dan pemain lain di drama barunnya saja mengucapkan. Menyebalkan !

“oh arasseo.”

###

 

So eun masuk ke dalam apartemennya dengan lesu. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Ia baru saja menyalakan lampu tapi tak seperti biasanya sekarang kooni tak langsung menghambur ke arahnya saat ia pulang.

“kemana kooni?…kooni…” panggil so eun sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.

“mungkin kooni sudah tidur.” Gumamnya.

Tapi saat so eun melihat sekitar kamarnya, ia tak juga melihat ada kooni. So eun menjadi panik.

“kooni….kooni……” panggilnya sambil mencari-cari.

“aiish dimana kooni, mana mungkin dia hilang.” Panic so eun. Ia sudah mencari ke berbagai sudut di apartmennya tapi tak juga menemukan kooni.

So eun pun mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. Di tekanlah tombol call pada kim beom.

“aissh lama sekali mengangkatnya.” Kesal so eun.

“Yebeoseyo.” Jawab kim bum dengan suara yang di buat parau.

“bum-ah…kooni hilang.”

“mwo? Hilang? Bagaimana bi….uhuk uhuk….” Kim bum tiba-tiba terbatuk.

“ne, aku sudah mencarinya tapi tetap tidak ada.”

“hhhmmmm.”

“bum-ah bantu aku mencari kooni, aku akan menangis selama seminggu jika kooni benar-benar hilang. Eotteokae?”

“hmmmm…”

“bum-ah….kau kenapa?” tanya so eun heran karena kim bum menjawabnya dengan ‘hmm’ saja.

“sso-ah…” panggil kim bum.

So eun mengerutkan kening. “kenapa dengan suaramu?”

“aku sakit.” Jawab kim bum, sebagai actor yang professional berakting bukanlah hal yang sulit untuknya.

“mwo? Sakit?”

“ne, badanku panas, aku demam. Sedari tadi aku hanya bisa terbaring di kasur.”

“mwo? Aigooo….kenapa kau bisa sampai sakit?”

“datanglah kemari” pinta kim bum.

“tapi kooni….bagaimana dengan kooni? Aku harus menemukannya.”

“kau lebih memilih peliharaanmu daripada kekasihmu?”

“arasseo arasseo, aku akan segera kesana” jawab so eun lalu menutup telponnya. Kim bum hanya cekikikan sendiri setelah berhasil mengerjai so eun.

“kooni, kita berhasil.” Ujar kim bum sambil mengelus bulu kooni yang lembut itu.

“eotteokae? Kooni hilang dan kim bum sakit….aigooo.” ujar so eun bingung.

“ah aku serasa ingin menangis sekarang juga.” Ujarnya sedih.

###

 

Kim bum sudah selesai menyiapkan segala sesuatunya. Apartemennya sudah gelap sempurna. Ia hanya duduk di sopa sembari menunggu so eun datang. Sementara kooni ia simpan di kamarnya.

Tak lama terdengar suara langkah kaki dari luar pintu apartemennya. Senyum kim bum mengembang karena ia tahu pasti yang datang adalah so eun. krrreeekkk pintu apartemennya terbuka.

“aigooo kenapa gelap sekali?” heran seseorang yang begitu familiar di telinga kim bum.

“benar saja apa yang di katakannya, hingga ruangan di biarkan gelap karena tidak bisa beranjak dari kasur.” Gumam so eun sendiri lalu menyalakan lampu dengan menekan saklar.

So eun terkejut saat semuanya menjadi terang. Kim bum tampak duduk santai di sopa sambil tersenyum.

“aigooo bukannya kau sakit? Kenapa malah…”

Kim bum beranjak berdiri lalu menghampiri so eun. “saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saengil chukka uri sso-ah, saengil chukka hamnida.” Nanyi kim bum.

So eun tampak terharu di buatnya. “kau berbohong.” Ujar so eun.

“mianhae, selamat ulang tahun.” Ujar kim bum. So eun tersenyum, bahkan sampai lupa pada kooni yang hilang.

Kim bum pun menarik tangan so eun untuk duduk di sopa. Pada meja sudah ada kue yang di beli kim bum tadi siang, kim bum pun menyalakan lilin itu.

“ayo tiup lilinnya.” Pinta kim bum.

So eun pun memejamkan mata untuk make a wish lalu meniup lilinnya.

“ternyata kau mengerjaiku, aku kira kau tidak ingat sama sekali dengan ulang tahunku.” Kesal so eun.

Kim bum malah tertawa. “sudah lama aku tidak melihatmu kesal begini. Kemari ! aku ingin memelukmu. Sangat rindu sekali tahu.” Ujar kim bum lalu memeluk so eun.

“terimakasih, kau sudah membuat kejutan seperti ini.” so eun membalas pelukan kim bum.

“ayo potong kuenya dan berikan padaku !” ujar kim bum.

“siapa juga yang ingin memberikannya untukmu?” ujar so eun.

Kim bum malah menyentil kening so eun. So eun meringis.

“ah ya kooni….” Ingat so eun.

“kooni sedang tidur.” Jawab kim bum.

“ne?”

“aku yang menculik kooni.” Jawab kim bum.

“aigooo, kau melakukannya dengan sangat baik. Sampai aku kelabakan mencari kooni, ternyata kau yang membawanya. Ada dimana kooni sekarang?” tanya so eun.

“dia ada di kamarku.” Jawab kim bum.

So eun beranjak berdiri untuk menuju kamar kim bum, tapi kim bum malah menarik kembali tangan so eun untuk duduk di sampingnya.

“sudahlah lebih baik duduk saja disini. Sekarang aku sedang ingin berduaan denganmu.” Ujar kim bum sambil tersenyum.

“aku hanya ingin memastikan apakah benar kooni ada di kamarmu.” Ujar so eun.

“tenang saja, kooni memang ada di kamarku.” Jawab kim bum. “yasudah potong kuenya, aku ingin sekali mencicipinya.” Suruh kim bum.

So eun pun memotong kecil kue itu lalu memakannya. “mmm enak.” Ujarnya lalu menyuapi kim bum.

“kau tahu? Aku lelah sekali menyiapkan ini semua.” Ujar kim bum sambil menidurkan dirinya di pangkuan so eun.

“siapa suruh untuk menyiapkan semua ini.” balas so eun.

“aku kan ingin membuatkanmu kejutan, apalagi hari ini adalah hari special kekasihku.” Ujar kim bum menatap wajah so eun.

“arasseo.” Balas so eun.

“oh ya bagimana dengan syutingmu?” tanya kim bum.

“cukup melelahkan, tapi menyenangkan juga.” Jawab so eun.

“aku cemburu tahu, dari judulnya saja aku tidak bisa membayangkan jika kau akan banyak melakukan adegan ciuman dengan lawan mainmu.” Ujar kim bum.

“kenapa? Aku saja tidak cemburu saat kau harus melakukan adegan ciuman di drama-dramammu setelah kkotboda namja.” Ujar so eun.

“aiish tidak cemburu berarti kadar cintamu padaku patut di curigakan” ujar kim bum. So eun malah memencet hidung mancung kim bum dengan tangannya.

“yaaa !” kim bum melepaskan tangan so eun dari hidungnya.

“bukan seperti itu juga, babo !” ujar so eun.

“arasseo, aku hanya bercanda.” Ucap kim bum. “oh ya kalau begitu kau harus melakukan pemanasan terlebih dahulu denganku.” lanjut kim bum sambil tersenyum penuh arti.

So eun mengerutkan keningnya. “pemanasan apa?” tanya so eun heran.

“pemanasan melakukan adegan ciuman, caramu berciuman kan payah. Saat berciuman denganku saja kelihatan gugup apalagi dengan orang lain” Cibir kim bum.

“ya….! Kan itu berbeda denganmu, di dramaku sebelum kkotnam aku memang belum pernah beradegan ciuman. Maka dari itu aku tidak terbiasa saat berciuman denganmu dalam kehidupan nyata.” Kesal so eun.

“baiklah kalau begitu kajja !” kim bum tersenyum evil lalu hendak ingin mencium so eun. tapi so eun malah mendorong kening kim bum hingga kembali tertidur di pahanya.

“wae?” tanya kim bum.

“otakmu ternyata kotor sekali.” Ujar so eun.

“waeyo? Aku kan melakukannya dengan kekasihku tidak dengan orang lain.” Cemberut kim bum.

“aiiisshh…” desis so eun.

“ayolah, aku akan mengajarkanmu ! sudah lama sekali aku tidak menciummu.” Mohon kim bum.

“yasudah kalau begitu, ajarkan aku cara berciuman yang baik untuk syuting.” Pasrah so eun. kim bum langsung tersenyum bahagia.

“seperti ini….” kim bum mengangkat kepalanya dan mencium so eun tepat di bibir. Baru beberapa detik kim bum sudah melepasnya kembali.

“jika aku menciummu dengan gaya lembut seperti barusan kau tidak usah membalasnya.” Ujar kim bum. “tapi jika aku menciumnya seperti ini kau harus membalasnya.” Kim bum kembali mencium so eun lebih dalam dan membuat so eun mau tak mau harus membalasnya. Mereka berciuman cukup mesra. Tiba-tiba suara kooni menghentikan aktifitas mereka.

“meow…..meow….” kooni menggesek-gesekkan kukunya pada pintu kamar kim bum minta di bukakan. So eun mendorong dada kim bum perlahan. “ oh kooni.” Ujarnya lalu langsung membuakakan pintu itu agar kooni bisa keluar.

“aiish mengganggu saja.” Dumel kim bum.

So eun menggendong kooni sambil mengelus-elus bulunya, lalu ia duduk lagi di samping kim bum.

“bum-ah gomawo ya untuk semuanya….ini adalah hari special denganmu.” Ujar so eun mengecup pipi kim bum.

“aku cinta padamu.” Balas kim bum. “tahukah? Kita seperti keluarga kecl, kooni seperti anak kita saja hahaha.” Lanjutnya.

“aishh.” So eun mencubit lengan kim bum.

“oh ya aku punya sesuatu untukmu.” Ujar kim bum. “tunggu sebentar.” Lanjutnya lalu segera mengambil kado untuk ia berikan pada so eun.

“ini untukmu.” Serah kim bum setelah kembali.

“apa ini? kadonya besar sekali.” Ujar so eun.

“buka saja.” Suruh kim bum.

“woooaahh lucu sekali.” Ucap so eun saat sudah membuka kado itu yang berisi sebuah boneka besar.

“bagaimana kau suka?” tanya kim bum.

“ne. kemari-kemari…!” pinta so eun sambil menyuruh kim bum mendekat.

So eun pun menarik pipi kim bum lalu mengecup bibirnya.

“aku benar-benar senang.” Ujar so eun.

“syukurlah kalau begitu, mari kita lanjutkan yang barusan !” pinta kim bum.

“aiish dasar….” So eun malah mencubit bibir kim bum dengan tangannya.

“yaaa lepaskan !”

 

END

Aduh ga PD nge-post OS yang ini hahaha, ancur deh kayanya. Tapi suka ga suka kalo udah baca tetep harus komen okey….gomawo

70 thoughts on “Special Day With You [OS]

  1. Mulai berRCL ria ahhh hehe xD
    Sumpaaahhh kereenn banget eonnie :DD haha cengengesan sendiri liat tingkah Bum kekeke~ hahaii adaaww itu pas bum ajarin Sso kisseu hadeuwww beuh enak dah bum.nya jadi ‘Guru Privat’ Soeun unnie kekeke~ haha soeun nurut aja lagi sama guru evilnya kekeke~ mantep teh O-eSnya hehehe :DD
    di tunggu karya selanjutnya teteh cantik:)))

  2. hahaha aku suka res hahaha lucu pelajaran cara mencium, emg dh untuk urusan mencium, kim bum ahlinya hahaha kn mantan playboy ya ga ya ga huahaha😄

  3. Dasar pasangan aneh kdg romantis kdg tengkaran tp q ttp suka ma couple satu nie 🙂
    Ceritana seru lucu malahan menurutq
    ttp semangat buat ff n os BumSso yaw kak cz q gk bs bs na cuma baca n yadong dikit😉

  4. DAEBAK eoonie……sukaa..bggetttt..yuly n,Bum n tc so sweeett bggetttt…arrgg ciuman Bum..hduhhhhh……..Bum mlah ngjrin..heee…XD tpii lcu bgggetttt……haaa..sukaa…sukaaa..bggettt maa4 ea eoonie ru bsa bca nn yuly……XD:):)

  5. ahaha keren Res..
    Qt ini sebenarnya bnyk kesamaanya res, n yg paling menonjol qt sm2 pny tingkat keyadongan yg tinggi kekek. Sll nyempilin dkit yadongnya di ff qt hehe.
    Qm lom bc OS eon, sibuk ya?

  6. Annye0ng author aku reader bru. .
    Aku baru bsa baca ff kmu yg ini dulu. .
    & aku bkal nyempetin bca ff author yg lain jga. .gx lupa jga aku bkalan tnggalin jejak. .

    0h iya 0S ny. .
    So sweet bnget. .
    Bum oppa ngajarin so eun unnie cara kiss. .

  7. Keren kok ! Aku suka …!
    Keren keren !
    Kim bum jail .. >_<
    Appa ? Oemma ? Hahaha lucuu…
    Aaaa.. Pingin banget kenyataannya jga gini..

  8. keren tapi kurang mesra,,kalo menurutku,,kalo udah jdi kekasih g usah pake -ssi, pake yang lebih mesra aja panggilannya, kayak panggilan sayang gtu..

  9. Waawww !! Go to the dae , go to the bak🙂 benerbener daebakk saeng ..
    Kerasa smpe di haty nihh😀 ngebayangin kllo ituhh real . Very very real O:)
    BumSso & kooni emng udh ky’ klwrga kcil bhgya .. Brhrap dehh , bisa jd knyataan . Ehh ? Jd berdoa ..🙂
    Baiklahh ,, keep spirit utk trus brkarya ^^

  10. onnie aku minta pw nya dong tapi melalui email bisa ngak onnie soal fb aku
    di blokkir orang ………
    kok twiter aku lupa kata sandinya
    jadi melalui email aja ya onnie ” please”
    thank’s
    semangat author!!!!!!!!!

  11. Hmmmm,,,,baca os ini jadii berandai_andai..”Andai sajaa ini kenyataan” pastii seneng bangetzz…Hëέ hëέ hëέ hëέ 
    Os nya T0P BGT ˚˚ >̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴͡ dehhh :* thor…

  12. Gubrakkkk
    koplak ni bum…
    Modus tuh modus…
    Alesannya mau ngajarin sso ciuman padahal mah ada sesuatu tuh…
    Waks…
    So sweeet won os nya…
    Semoga di dunia kenyataan bs kykbgni..
    Amin

  13. ga ancur ko thor ttep keren :3
    tp so eun ga pernah bilang cinta kr kim bum yaa selalu kim bum yg bilang cinta atau aku kelewatann ya bacanya wkkw

  14. aah manisnya…. ♥♥♥

    kalo ceritanya mereka jd diri sendiri tuh berasa nyata aja haha..

    bum keukeuh amat ngajarin kissu, kesian deh diganggu ma kooni.. meow meow wkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s