Falling love with my fans [4]

Falling love with my fans [4]

 

Author : Resi R (Shin Ni Rin)

Genre : Romantic Comedy

Main Cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom

Other Cast : Kim Jong Woon, Moon Geun Young, Kim Sang Jo, Kang Min Hyuk, Kim Yung Jae, Chu So Ra. (dan akan ada cast tambahan, tapi masih bingung)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

PART 4

 

“yaaa eonni apa kau sudah gila menyanggupi permintaan mereka?” kesal so eun.

Geun young hanya menghela nafas.

“ah tidak ! aku rela membayar berapa pun asal tidak menjaga toko bunga milik mereka. Apa yang akan di katakan orang lain yang mengenaliku?” ujar so eun.

“tidak bisa so eun-ah, kita yang sudah bersalah maka kita harus menuruti keinginan mereka.”

“tapi, untuk artis popular sepertiku ini……….” perkataan so eun terpotong.

“tapi sepertinya mereka tak mengenalimu, jadi tenang saja.” Ujar geun young.

“mwo? Tenang? Jadi dengan pekerjaanku?” tanya so eun tak terima.

Geun young menghela nafas. “sudahlah aku jadi pusing, lebih baik kau persiapkan besok untuk syuting terakhirmu.” Suruh geun young lalu masuk ke dalam kamarnya.

“aiish jincha….” Kesal so eun. tiba-tiba suara bel berbunyi.

“aish ada apa lagi?” kesalnya lalu membuka pintu.

“annyeong haseyo….ada yang mengirim Anda sebucket bunga ini….” ujar seseorang di depan pintu.

“untukku?” tanya so eun.

“Anda nona kim so eun kan?” tanya orang itu.

So eun mengangguk. “ini bunga untuk Anda” ujar orang itu menyerahkan sebucket bunga pada so eun. so eun menerimanya dengan bingung.

———-

So eun duduk di sopa. Ia menatap bingung bunga yang sedang di pegangnya.

‘apa jangan-jangan bunga ini dari fans gila itu?’ pikirnya.

‘tapi mana mungkin, dia kan hilang ingatan. Lalu siapa?” so eun pun menemukan secarik kertas dari dalam  bunga itu, ia mengambilnya dengan heran.

Annyeong So Eun-ssi

Bagaimna? apakah kau suka dengan bunga ini? aku sengaja memesan dan memberikannya untukmu. Semoga kau menyukainya.

Kim Jong Woon.

“omo…jong woon oppa? Ckckck untuk apa dia memberiku bunga segala…aku tidak suka bunga.” Ujarnya lalu menaruh bunga itu sembarang di meja dan masuk ke dalam kamarnya. So eun jadi tidak suka bunga karena jika ia mengingat bunga, ia jadi teringat dengan fans nya yang seorang pengantar bunga, anak dari pemilik toko bunga yang mengharuskannya seorang artis bertanggung jawab untuk menjaga toko bunga mereka.So eun baru tahu jika bunga serasa menyebalkan baginya.

###

 

“aduh bagaimana ini? apakah aku tidak berdosa membohongi mereka?” tanya kim bum pada diri sendiri.

“aigoo jelas-jelas aku berdosa…tapi…ini kan….satu-satunya cara agar aku bisa dekat dengan kim so eun.” ujarnya.

“kim so eun, maafkan aku. Aku bukan fans yang baik.” Ujarnya.

Tiba-tiba sang jo masuk ke dalam kamar kim bum yang membuat kim bum kaget karena ia sedang bicara sendiri. Sang jo menghampirinya.

“hyung, kapan kau akan ingat lagi?” tanya sang jo.

“mo..molla.” jawabnya.

“merepotkan, aku jadi harus berangkat sekolah sendiri kau tahu hyung? Cepatlah ingatanmu itu pulih agar bisa mengantar dan menjemputku sekolah.” Cerocos sang jo.

“jincha anak ini….” geram kim bum dalam hati.

“tapi jika hyung hilang ingatan dan tidak ingat pada kami baguslah, hyung juga jadi tak akan ingat pada kim so eun idolamu itu.” Ujar sang jo.

“mwo? Apa kata….” Hampir saja kim bum keceplosan. Ia menutup mulutnya rapat-rapat.

“a..aku punya idola? Kim so eun?” tanya kim bum pura-pura.

Sang jo mengangguk lalu menunjuk ke poster-poster yang masih tertempel di dinding kamar kim bum. “itu.” Tunjuknya.

“o..oh pantas saja banyak sekali poster wanita itu disini.” Balas kim bum.

“hyung sudah malam, sebaiknya kau cepat tidur. Aku akan melepaskan semua poster kim so eun yang ada di kamarmu. Tenang saja, setelah aku membuangnya kau tidak akan ingat lagi padanya.” Ujar sang jo.

“m..mwo? me..membuang?” pekik kim bum.

Sang jo malah sudah naik ke atas meja dan menggapai salah satu poster yang tertempel itu untuk melepasnya.

“jangan !” cegah kim bum.

“waeyo hyung?” tanya sang jo.

“tidak usah repot-repot, aku bisa melepasnya sendiri. Kau itu masih kecil takutnya terjatuh…sudah turun..” suruh kim bum. Tapi sang jo malah tetap berusaha melepas poster itu. Kim bum pun menggendong dan menurunkan sang jo ke bawah.

Sang jo malah menatap kim bum dengan tatapan curiga. “hmmmm, apa jangan-jangan hyung…….” Pikir sang jo sambil menyipitkan mata.

“a..apa?” tanya kim bum.

“jangan-jangan hyung…. belum mandi ya?” tanya sang jo yang membuat kim bum bernafas lega. Ia kira sang jo bakal tahu jika ia pura-pura.

“apa?” tanya kim bum.

“aku mencium sesuatu yang tidak enak saat di dekat hyung…..iiihhh…” berigidik sang jo lalu keluar dari kamar kim bum.

“aiish anak menyebalkan.” Desis kim bum dan langsung membenarkan poster yang sudah setengah terlepas.

###

 

“annyeong haseyo….” Seru so eun dan geun young bersamaan saat mereka tiba di lokasi syuting terakhir.

“annyeong haseyo.” Sapa yang lainnya.

“so eun aku ke toilet dulu.” Ujar geun young.

“so eun-ssi…” seru jong woon.

“oh oppa?” ujar so eun.

“sekarang hari terakhir syuting, semoga berjalan baik dan tidak ada gangguan.” Ujar jong woon.

“ne, semangat !” balas so eun. jong woon tersenyum.

“bagimana? Apa kau menyukainya?” tanya jong woon.

“menyukai apa?” tanya so eun yang sudah lupa.

“bunga yang aku kirim padamu.” Jawab jong woon.

“oh…bunga itu di pinta oleh geun young eonni. Karena aku tidak terlalu suka bunga jadi aku berikan saja padanya. Tidak apa-apa kan oppa? Maaf.” Ujar so eun. jong woon sedikit kecewa mendengar pengakuan so eun, berarti ia belum mengenal so eun dengan baik toh ternyata dia tidak suka bunga.

“kemarin sebenarnya masalah apa yang terjadi?” tanya jong woon mengubah topic.

“oh…hanya kecelakaan kecil. Mobil kami menabrak pengguna sepeda hingga dia harus di bawa ke rumah sakit.” Jawab so eun.

“tapi tidak ada yang melihat kejadian itu kan?” tanya jong woon.

“sepertinya tidak.” Jawab so eun.

“memangnya siapa orang yang tertabrak itu?” tanya jong woon.

“dia…”

“so eun-ah…” panggil geun young.

“eonni…”

“cepat sekarang waktunya kau di make up…” suruh jong woon.

“oh  ne.”

###

 

“bibi bagaimana dengan keadaan kim bum?” tanya minhyuk saat datang ke rumah mereka.

“oh min hyuk-ssi, dia sudah lebih baik, tapi dia masih belum ingat apa-apa.” Jawab chu seo ra.

“dia ada di kamarnya, lebih baik kau temui dia.” Ujar chu seo ra pada min hyuk.

“ne bibi.” Min hyuk pun masuk ke dalam kamar kim bum.

———-

Kim bum sedang membuka laptopnya. Saat ini ia sedang melihat-lihat kabar baru mengenai kim so eun.  saat sedang asik-asiknya, tiba-tiba kamar pintunya terbuka. Kim bum langsung memutar kepala dengan cepat, di lihatnya kang min hyuk masuk ke dalam. Buru-buru kim bum menutup laptopnya dengan gerakan cepat. Ia jadi salting sendiri tapi ia harus bersikap pura-pura tenang dan tentunya pura-pura tak ingat pada temannya.

“kau…siapa? Kenapa masuk begitu saja ke dalam kamarku?” tanya kim bum memandang min hyuk.

“aku kang min hyuk, temanmu.” Jawab min hyuk singkat lalu duduk di kasur kim bum.

“temanku?” tanya kim bum pura-pura.

“hmmm” min hyuk mengangguk.

“oh….maaf jika aku tak ingat padamu.” Ujar kim bum.

“apa yang sedang kau lakukan barusan?” tanya min hyuk dengan menyelidik.

“ke…kenapa kau ingin tahu? Bukan urusanmu.” Balas kim bum gugup.

Min hyuk hanya mengangkat bahu lalu mengambil laptop kim bum dengan santai. Kim bum melongo menatap min hyuk yang hendak membuka laptopnya.

“jangan !” cegah kim bum dan merebut laptopnya.

“kenapa?” tanya min hyuk menatap heran.

“aku tidak ingat padamu, dan aku tidak tahu jika kau benar-benar temanku. Jadi jangan sentuh barangku.” Cegah kim bum.

Min hyuk mengerutkan keningnya. “kim bum-ssi aku tahu sekali denganmu, saat ini kau sedang berpura-pura atau sungguhan?” selidik min hyuk.

Kim bum menelan ludah. “pu…pura-pura? Apa yang kau bicarakan?”sargah kim bum.

“tapi aku yakin sebenarnya kau ini hanya pura-pura hilang ingatan kan?” tanya min hyuk.

“mwo?” pekik kim bum.

“aku hanya bercanda, tidak mungkin kau sampai berani membohongi ke dua orang tuamu hilang ingatan. Kau ini adalah orang terjujur yang pernah ku kenal sampai kejadian yang tak perlu diceritakan saja kau ceritakan padaku hingga telingaku panas.” Ujar min hyuk.

“apa? jadi kau …” geram kim bum dalam hati.

“beom-ah kau tidak tahu kan siapa wanita yang menempel di dinding itu?” tanya min hyuk menunjuk poster kim so eun.

“mwo? wanita yang menempel? Dia kira kim so eun cicak?” batin kim bum kesal.

“aku tidak tahu.” Jawab kim bum.

“kau itu sangat tergila-gila padanya. Dia kim so eun artis idolamu.” Jawab min hyuk.

‘iya iya aku tahu min hyuk-ssi’ batin kim bum.

“memang ada yang bilang begitu.” Ujar kim bum.

“uaaahh…” min hyuk meregangkan tubuhnya dan tiduran di kasur kim bum.

“aku akan menginap disini.” Ujar min hyuk.

“m..mwo? ah tidak maksduku kenapa harus menginap di sini?” tanya kim bum.

“kenapa? Walaupun kau tak ingat padaku. aku ini adalah teman baikmu.” Jawab min hyuk santai.

“jika dia menginap disini? Jadi seharian aku harus berakting hilang ingatan? Jincha min hyuk ternyata kau devil juga.” Batin kim bum.

“tapi baguslah jika kau hilang ingatan, kau tidak akan ingat dengan yang namanya kim so eun, kau tidak akan berceloteh tak jelas tentang idolamu padaku. dan aku bisa tenang.” Ujar min hyuk sambil memejamkan mata.

Kim bum hanya menatap min hyuk tak percaya.

###

 

So eun sudah menyelesaikan syutingnya. Selesai syuting ia langsung masuk ke dalam mobil karena lelah lalu di susul oleh geun young.

“sekarang kita harus pergi ke rumah idolamu.” Ujar geun young mulai menyalakan mobil.

“mwo?” so eun yang tadinya tiduran sambil memejamkan mata langsung terperangah tak terima.

“shireo…aku lelah…” tolak so eun.

“ya…kau lupa? Kita harus menjaga toko mereka. Tadi ibunya idolamu menelponku.” Sahut geun young yang mulai menancap gas.

“kenapa tidak besok saja? Aku benar-benar lelah eonni, kau tahu?” kesal so eun.

“kau kira aku juga tidak lelah? Mengatur semua jadwwalmu juga membuatku lelah.” Balas geun young.

So eun akhirnya hanya bisa diam dan mengalah, ia sedang tidak berminat untuk berdebat.

###

 

“kenapa kalian baru datang sore begini? Toko kami akan segera tutup !” marah chu seo ra saat geun young dan so eun baru datang.

“mianhamnida bibi, saya dan teman saya tadi memang sedang ada urusan penting.” Jawab geun young. So eun hanya diam saja.

“aku tidak mau tahu, besok kalian berdua harus datang tepat waktu.” Perintah chu seo ra.

Mata so eun melotot. “apa?” tanyanya tak terima. Geun young langsung menyikut lengan so eun. “akan kami usahakan bi, tapi jika kami sedang tidak ada pekerjaan penting.” Balas geun young.

“kami ini orang sibuk.” Sahut so eun acuh tak acuh.

Chu seo ra langsung memandang so eun. “sesibuk apakah kalian ini?” tanya chu seo ra.

“aku adalah ar….” Geun young langsung membekap mulut so eun dengan tangannya.

“kami berdua pekerja kantoran bibi.” Ujar geun young tersenyum. So eun langsung melepaskan tangan geun young dari mulutnya.

“manager seperti apa kau?” kesal so eun. geun young hanya member isyarat melalui tatapan pada so eun. so eun akhirnya hanya mendengus kesal.

“sekali lagi maafkan kami bibi.” Ujar geun young sambil menyikut so eun. “ne…maaf.” Ujar so eun.

“baiklah aku maafkan, tapi untuk lain kali aku tidak akan segan-segan melaporkan kalian ke polisi jika kalian adalah orange yang telah menabrak anakku hingga hilang ingatan.” Ancam chu seo ra. So eun hanya mengerutkan keningnya.

“arasseo.” Balas geun young. “oh ya..bagaimana dengan keadaan anak bibi?” tanya geun young seramah mungkin.

“kalian lihat saja sendiri. Dia di kamarnya.” Jawab chu seo ra.

————

 

Melihat kim bum tengah tertidur, min hyuk menggunakan kesempatan untuk mengambil laptop kim bum dan sebenarnya apa yang tadi ia lakukan.

Tok tok tok

Tiba-tiba ia mendengar suara ketukan pintu. Min hyuk melirik kim bum lalu ia pun meletakkan kembali laptopnya pada meja dan berjalan ke arah pintu. Saat membuka pintu min hyuk terkejut melihat dua orang wanita berdiri di depannya. Kim so eun dan….entahlah min hyuk hanya tahu saja pada kim so eun.

“boleh aku melihat kim bum?” tanya geun young.

“kalian….” Min hyuk masih tak percaya melihat kenapa kim so eun bisa ada di rumah kim bum.

“ah aku mengerti, pasti kau terkejut karena melihat kami ada di rumah kim bum kan. Terlebih kim so eun adalah seorang artis.” Ujar geun young.

Min hyuk mengangguk ragu.

“lalu dimana kim bum?” tanya geun young, so eun masih dium seribu bahasa.

Min hyuk menunjuk ke dalam ke arah ranjang yang disana ada kim bum tengah tertidur.

“boleh kami masuk?” tanya geun young.

“oh tentu.” Jawab min hyuk. “kalau begitu aku keluar dulu.” Lanjutnya keluar kamar kim bum dengan wajah bingung. “aneh sekali, kenapa mereka bisa ada disini dan menanyakan tentang kim bum?” gumam min hyuk pelan.

Geun young dan so eun masuk ke dalam kamar kim bum, so eun bengong melihat kamar kim bum yang di penuhi oleh gambar-gambar dirinya dimulai dari awal debut hingga yang terbaru.

“aiigo dia sebegitu ngefans-nya padaku.” ujar so eun sambil geleng-geleng kepala.

“maka dari itu kau harus bersyukur karena memiliki fans seperti dia. seharusnya kau bersikap sedikit ramah padanya.” Sahut geun young.

“kalau saja dia tidak terlalu aneh mungkin aku juga akan bersikap baik.” Balas so eun.

“ya aku tahu, kau memang terkesan sombong dengannya.” Ujar geun young.

“ishhh.”

“nggggggg….” Kim bum mengerang, dan saat ia membuka mata ia terkejut mendapati dua orang perempuan yang jelas-jelas sudah di kenalnya terutama so eun berada di dalam kamarnya. Kim bum mengucek-ngucek matanya.

“mungkin aku sedang bermimpi.” Gumamnya lalu tidur lagi. Tapi saat kembali membuka mata dua wanita itu masih ada. Kim bum langsung saja terduduk di ranjangnya dan melototkan matanya pada so eun dan geun young.

“ka…kalian..? kalian yang di rumah sakit waktu itu?” kim bum memulai aksinya lagi berpura-pura.

“bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya geun young.

“su…sudah  membaik.” Jawab kim bum lalu sekilas menatap so eun yang tengah menatapnya seperti tatapan tidak suka.

“bagaimana tanggapanmu saat masuk ke sini dan melihat banyak sekali foto-foto ku? Apa kau terkejut atau ingatanmu sedikit-sedikit sudah kembali?” tanya so eun menatap kim bum.

Kim bum menelan ludah lalu menggelang.

“aku tidak ingat.” Jawabnya.

So eun menghela nafas. “aku harap kau segera pulih, agar aku jadi tak repot menjaga toko orang tuamu. Kau tahu kan aku ini artis yang sibuk.” Ujar so eun.

Kim bum hanya angguk-angguk saja dengan ragu. ‘aigoo jadi aku ini sudah merepotkan? Aku memang berdosa’ batin  kim bum.

“kami kemari hanya ingin melihat kondisimu saja, sekaligus meminta maaf kepada ibumu karena tak menjaga toko.” Tambah geun young.

“ne, dan kami menyengajakan diri datang sesudah syutingku beres.” Ujar so eun dengan nada yang cukup tinggi.

Kim bum jadi tambah merasa bersalah.

Tiba-tiba ponsel milik geun young berbunyi.

“oh aku mengangkat telpon dulu.” Ujar geun young lalu keluar.

So eun menghela nafas lalu duduk di kursi menghadap kim bum. Kim bum jadi gugup dibuatnya saat so eun terus menatapnya.

“aku tidak menyangka kau sampai bisa hilang ingatan segala.” Ujar so eun. kim bum hanya diam.

“aku memang bersalah tapi aku jadi kesal juga kenapa orang itu harus selalu kau.” Kesal so eun.

“a…aku juga tidak tahu…me..memangnya sudah berapa kali kita bertemu?” tanya kim bum.

“lebih dari tiga kali, dan yang paling membuatku kesal adalah aku akan sering bertemu denganmu mulai sekarang. Aaahhh aku tidak menyangka akan berurusan dengan fans sendiri.” Keluh so eun.

“mianhae” ujar kim bum.

“ne?” tanya so eun.

“mianhae jika sebelumnya aku menjengkelkan, tapi aku benar-benar tak ingat.” Bohong kim bum, walaupun jujur ia sedang merasa bersalah sekarang.

“yang aku harapkan, jika ingatanmu sudah kembali cukup jadi fans ku yang baik dan apa adanya saja. Jangan terlalu berlebihan.” Ujar so eun.

Kim bum semakin merasa bersalah saja, terlebih ia sudah berbohong sampai jauh.

“ahhhh aku lelah sekali…” keluh so eun lalu menselonjorkan kakinya. Kim bum hanya memandang idolanya saja.

————

Min hyuk dan kim bum tiduran di ranjang yang sama.

“aku belum mengerti kenapa kim so eun idolamu itu bisa ada disini.” Pikir min hyuk setelah so eun dan geun young pergi.

Kim bum diam, dia tidak menjawab.

“apa jangan-jangan yang menyebabkanmu hilang ingatan adalah kim so eun?” tanya min hyuk.

“aku tidak tahu.” Jawab kim bum.

###

 

Keesokan harinya

 

“so eun ayo…kita harus segera kesana.” Ujar geun young.

“aaahh menyebalkan.” Kesal so eun saat jam 7 pagi begini ia harus pergi ke rumah kim bum untuk menjaga toko.

“kajja, siapa tahu jika mereka melihat kesungguhan kita untuk bertanggung jawab mereka tidak akan meminta kita lagi untuk menjaga toko.” Ujar geun young.

“ne..arasseo.” jawab so eun malas.

###

 

“Annyeong haseyo bibi” sapa geun young saat sudah sampai di rumah kim bum.

“annyeong haseyo.” Sapa so eun tanpa minat.

“kali ini kalian menepai janji untuk datang pagi.” Ujar chu seo ra.

“yasudah kalu begitu, kau yang menjaga toko.” Suruh chu seo ra pada geun young.

“dan kau memetik bunga-bunga itu….” Tunjuk chu seo ra pada so eun.

“mwo?” tanya so eun sedikit agak tak terima karena pekerjaanya sepertinya akan lebih menyebalkan dari managernya.

“waeyo?” tanya chu seo ra.

“sudahlah so eun terima saja.” Bisik geun young. So eun hanya mendengus.

“bibi…”panggil min hyuk.

“oh min hyuk-ssi.” Ujar seo ra.

“aku pamit pulang.” Ujar min hyuk.

“kenapa cepat sekali? Ini masih pagi.”

“aku ada urusan jam 8 nanti. Jadi aku harus bersiap-siap.” Jawan min hyuk.

“oh arasseo, hati-hatilah kalau begitu takutnya kau tertabrak mobil seperti kim bum.” Sindir chu seo ra yang masih ada so eun dan geun young disana. So eun menahan kesalnya.

Min hyuk memandang so eun dan geun young bergantian. “ne.”

“terima kasih sudah mejenguk kim bum dan menginap disini.”

“ne” min hyuk hanya tersenyum lalu segera pergi.

————

“aiish kenapa sulit sekali?” kesal so eun saat ia mencoba memetik bunga mawar merah.

Tiba-tiba ayah kim bum menghampirinya.

“ini pakailah gunting agar lebih mudah.” Ayah kim bum kim yung jae menyodorkan gunting pada so eun. so eun menerimanya.

“melihat wajahmu, sepertinya aku telah sering melihatnya dan serasa tak asing.” Ujar kim yung jae.

‘jelas saja, aku kan artis terkenal’ batin so eun.

“tapi mungkin hanya perasaanku saja” lanjut ayah kim bum.

“oh ya jika ada kesulitan panggil paman saja, aku ada di taman untuk menyiram bunga.” Ujar kim yung jae lalu pergi.

Tak lama setelah kepergian ayah kim bum, kim bum keluar dan melihat kim so eun sedang berjongkok di antara bunga-bunga. Melihatnya kim bum jadi tersenyum-senyum sendiri.

“ah jinchaaa.” So eun kembali memetik bunga-bunga itu dengan kesal. Tapi saat ia akan memetik bunga mawar merah yang cukup rimbun, ia melihat ada ulat yang cukup besar menempal pada tangkai bunga itu. Sontak so eun berteriak takut.

“kyaaaaaaa…..ulat…..” teriaknya. So eun berjalan mundur dan menginjak sesuatu hingga ia hampir saja terjatuh. Tapi untung saja kim bum segera menangkap tubuh so eun. jarak mereka kini sangat dekat. So eun akui melihat wajah fan nya dari dekat memang kelihatan sangat tampan. Ya tampan ! so eun akui itu.

“gawancaha?” tanya kim bum.

Dengan spontan saja so eun melepaskan diri dari fan nya.

“aku baik-baik saja.” Jawab so eun sekenanya lalu sedikit merapikan bajunya.

Kim bum bersorak dalam hati karena berhasil bersikap gentle dan bersikap lebih biasa seperti yang diharapkan so eun padanya kemarin. Ia senyum-senyum sendiri menyadari apa yang baru saja ia lakukan.

###

 

“ada apa?” tanya so eun pada geun young yang sudah mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah kim bum. Geun young kelihatan begitu resah di mata so eun.

“gawat so eun-ah…….” Ujar geun young.

“gawat apanya?” tanya so eun.

“kau akan tahu setelah sampai di gedung manajemen…” jawab geun young.

“aiish membuatku penasaran saja.” Kesal so eun.

————

“mwo? Apa-apaan ini?” pekik so eun setelah melihat berita yang muncul di internet tentang dirinya.

Kim so eun artis yang tengah naik daun menabrak pengguna sepeda hingga korban meninggal, ia bersama managernya membawanya ke dalam mobil secara diam-diam.

“kim so eun, apa maksudnya ini? kau tahu dengan berita seperti ini karirmu akan terancam” tanya pemilik manajemen Fantagio.ent marah.

Terlihat foto so eun bersama geun young yang tengah menggotong (?) kim bum yang bersimbah darah ke dalam mobil.

“sajangnim….berita ini tidak benar. Bukan seperti ini…” bantah so eun.

“tapi dari berita ini jelas-jelas ada kau dan kau geun young tengah menggotong seseorang ke dalam mobil….” Ujar Lee sajangnim.

“bisa aku jelaskan sajangnim. Kami memang benar menabrak pengguna sepeda tapi tidak sampai meninggal seperti yang di beritakan. Hanya saja…” jelas geun young menggantung.

“aku tidak mau tahu. Cepat selesaikan masalah ini ! sebelumnya aku tidak pernah menerima kabar yang begitu mengejutkan dari artis-artisku. Mencemarkan nama baik saja.” Kesal Lee sajangnim. So eun hanya menunduk. Geun young hendak menyanggah tapi lee sajangnim keburu keluar dari ruangan.

“bagaimana ini?” tanya so eun.

Geun young tampak berfikir keras.

“satu-satunya cara yang harus kita lakukan adalah………”

 

TBC

Maaf kalo ff nya makin gaje. Untuk yang udah baca komen ya. Untuk ngetik tuh ga gampang. Butuh waktu sama ide buat luangin waktunya. Hargailah author yang masih mau lanjutin ff ini walalupun malesnya setengah mati !!!

 

34 thoughts on “Falling love with my fans [4]

  1. Ahhhh eonnie kereeenn makin daebak haduhh ngakak bayangin tingkah Bum yg pura-pura amnesia xDD

    haiiiaaahh Sso metik bunga jaga toko Bunga ?? Hihih kebayang xDD

    haha Bum mah pinter banget maanfaatin kesempatan dalam kesempitan bisa bersikap gentle nih , pasti bisa buat Soeun dag.dig.dug dan muji fansnya *Bum punya wajah tampan *udah pasti hehe xD

    lanjutt eonnie :DDD

  2. Keren res, hahaha kim bum masih aja sempet2 browsing ttg soeun, ckckck hampir aja ketauan ama min hyuk,
    Kasian kim bum dibilang berlebihan ama soeun, makanya oppa jaim dikit, hehehe
    Ihhh itu wartawan gosip aja ye, orang kaga meninggal, dibilang meninggal, heeeeuh dasar bikin scandal aja, gmna ya nasib karirnya soeun selanjutnya… ditunggu next partnya ya…

  3. Y ampN gwat tRNyta da yg tau klo euNNie so euN aNd mNegeR’a mNabRak bumppa,ap yg d reNcaNakN ma meNegeR euNNie so euN jd pNasaRaN,,,,,,,

    LNjut thoR Next part’a,,,,,
    SmNgaaaaat🙂🙂🙂🙂

  4. Jgn stengah mati dung res, harus idup..kalo males ingat lah diriku yg set0r k0ment..wkwkwk gak penting bgt kata resi!!
    Sumpe,k0plak bgt kalo part nya sang j0 ma kim bum..
    K0ny0l bgt tingkah, lanjud lah..jgn manyun2 siders tU Q d0akan bkal punah…hahaha

  5. Kalau s0eun tau kimbum pura” hilang ingatan pasti dia marah besar. . Ckckck. .
    Kimbum bener” nekat demi dket dngan artis idola’a sampe pura” hilang ingatan. . . .

  6. Ff seru and lucu banget😀. Aku makin suka sama ff buatan author😀.
    Lanjut ya author tapi jangan lama-lama ya😀 udah penasaran banget😀.

  7. wakakakka bumppa nya dag dig dug gitu jadinya sumpah aku juga jadi dagdigdug thoooor
    semangat ya thoooor lanjutinnya jangan lama2 ngepostnya tiap hari chek nih wp mulu soalnya wkwkwk

  8. Wuaaaa DAEBAK eooonie…bnar2 DAebakk pkok n…wuaaa.c-rennnn eoonie so eun n sma mnger n jga tkoh bunga..hduhhh heee…:)Bum pstii snegg bggett tc…..bsa ngkap eoonie so eun n yg mw jtuhhh…hduhhh so sweeettt…Oy g mna don’k nie…ap yg d lkukan eoonie so eun sma manjerr n…….jdi pnsran…lnjuttt eoonie…..Mianhee ea yuly bru bsa bca…..

  9. haduuuh…
    khawatir nih, kalau semua terbongkar,, kim bum bsa hilang ingatan betulan..
    tpi, kim bum cocok banget jadi aktor.. actingnya alamiah
    hahaha..
    next part !

  10. Ih syapa sih wartawan yg moto itu? Blg yg d tabrak dah meninggal , sembarangan aj msa cman gra” meliat kim bum bersimbah darah trus d blg meninggal, huh jd kesal sendiri

  11. Waduuuuh gawat..Sso dimarahin sm big boss..
    Itu eomma nya Bum blm sadar apa yaa uda ngerjain artis idola anaknya..hihihi lucu…disini konfliknya mulai muncul…
    Gooooooodd…

  12. Siapa ya yg sdh memfoto dan melaporkan ke manajemen.
    Mending bumppa jgn terlalu lama berbohong deh,,, aku sediiih bumppa di gituin dgn sso😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s