Falling love with my fans [5]

Falling love with my fans [5]

 

Author : Resi R (Shin Ni Rin)

Genre : Romantic Comedy

Main Cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom

Other Cast : Kim Jong Woon, Moon Geun Young, Kim Sang Jo, Kang Min Hyuk, Kim Yung Jae, Chu So Ra. (dan akan ada cast tambahan, tapi masih bingung)

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

 

PART 5

 

“apa kau gila eonni?” tanya so eun tak percaya.

“ini memang satu-satunya cara.” Ujar geun young.

“dengan cara seperti itu bahkan karirku akan semakin hancur….aku tidak mau.” Tolak so eun.

“ya apa salahnya mencoba dulu.” Ujar geun young.

“ya eonni, selama menjadi managerku dikemanakan otakmu?. Baru kali ini kau berfikir rendah begitu.” Balas so eun. “masa aku harus tampil ke public dengan fan-ku?” lanjut so eun.

Geun young mengangguk. “jika kau tampil dengan kim bum ke public, maka berita itu akan terkuak kebenarannya bahwa aku dan kau tidak membuat dia meninggal.”

“tapi, dianya saja hilang ingatan bagaimana jika di wawancara yang tidak-tidak….?” Tanya so eun.

“nah itu yang aku pusingkan.” Balas geun young.

“yasudah cari cara lain saja. Aku tidak mau berurusan dengannya lebih panjang.” Ujar so eun.

“untuk saat ini hanya itu cara yang ada di otakku, tapi aku akan pikir-pikir dulu.” Ujar geun young.

###

 

Kim bum membuka laptopnya. Malam begini memang saatnya untuk beraksi menjadi fanboy kembali. Sebelumnya kim bum mengunci terlebih dahulu pintu kamarnya takutnya sang jo akan masuk tiba-tiba dan memergokinya.

Kim bum membuka situs daum dan naver. Ia membulatkan matanya saat mebaca sebuah artikel mengenai kim so eun.

Kim so eun artis yang tengah naik daun menabrak pengguna sepeda hingga korban meninggal, ia bersama managernya membawanya ke dalam mobil secara diam-diam.

“apa? berita apa ini?” kaget kim bum. Ia melihat foto yang di posting bersama beritanya.

“bukankah ini….aku?” tanyanya yang ingat dengan kejadian waktu itu. Disaat ia tertabrak sebuah mobil sampai ia tak sadarkan diri.

“bagaimana ini? apa reaksi kim so eun melihat hal ini? kasihan sekali idolaku itu….kim bum bodoh kau kenapa malah memperburuk keadaan dengan pura-pura hilang ingatan. Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus segera mengaku? Atau bilang jika ingatanku sudah pulih? Aargghh bodoh.” Gumamnya bingung.

Wah? Aku tidak menyangka ternyata kim so eun artis yang terkenal dengan keramahannya bisa menabrak orang hingga meninggal

Apakah itu pantas dikatakan sebagai artis idola? Bagaimana jika para remaja meniru perbuatannya? Ayo kita beri kim so eun perhitungan

Kasihan sekali nasib orang itu. Pasti keluarganya sedang marah besar pada kim so eun.

Aku yakin berita ini hanya humor, tidak mungkin kim so eun artis idolaku seperti ini

Ayo kita beri dukungan pada kim so eun agar dia bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik

Berhentilah menjadi artis ! kau tidak pantas menjadi artis

Setelah mengetahui berita ini aku akan menjadi anti-fan nya kim so eun

“mwo? Komentar apa-apaan ini? bagaimana bisa dia menjelek-jelekan kim so eun?” marah kim bum saat ia membaca beberapa komentar dari anti-fan maupun fansnya kim so eun walaupun kebanyakan dari anti-fannya.

“kalau begini aku tidak bisa diam. Jelas-jelas kabar ini tidak benar. Aku sendiri korbannya bahkan aku baik-baik saja tidak sampai meninggal. Siapa yang berani menyebarkan foto ini? benar-benar mencemarkan nama baik.” kesal kim bum.

Kim bum mengetuk-ketukkan jari-jarinya pada meja. “apa yang harus aku lakukan?” pikirnya.

“ah sial….aku tidak punya ide!” kesal kim bum.

###

 

“aigooo…bagaimana ini eonni? Begitu cepat beritanya tersebar !” teriak so eun seraya melihat layar ipadnya.

“diam…diam sebentar…aku sedang memikirkan cara.” Ujar geun young.

“ah aku tidak bisa berfikir, ini pertama kalinya bagiku saat debut menjadi artis. Tidak pernah ada berita yang begitu menghebohkan seperti ini terlebih ini tidaklah benar….jinchaaa rasanya aku ingin merobek-robek wajah orang yang menyebarkan berita ini.” kesal so eun dengan wajah memanas.

“so eun-ah…walaupun sudah ku pikir-pikir tidak ada ide yang muncul….hanya dengan cara muncul dengan kim bum untuk melakukan conferensi pers adalah jalan satu-satunya.” Jelas geun young.

So eun langsung menatap wajah geun young. “sudah ku bilang aku tidak ingin berurusan lebih panjang denganya. Kau tahu kan? Sudahlah cari jalan lain.” Tolak so eun.

“heh aku sudah mencoba, tapi hanya itu yang ada di otakku. Apa salahnya mencoba dulu?” balas geun young kesal karena so eun tak mau menuruti perintahnya.

“pokoknya aku tidak mau. Lebih baik membuat rumor baru dari pada muncul ke public dengannya.” Ucap so eun asal-asalan.

“rumor baru?” tanggap geun sambil berfikir.

“ah bagaimana kalau begini saja….” Ujar geun young. So eun mengerutkan keningnya bersiap mendengar ide dari managernya.

###

 

Pagi menjelang. Kim bum masih tiduran di kasurnya dengan laptop yang tersimpan di samping kepalanya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya. Dengan malas-malasan kim bum terpaksa membuka kedua matanya.

“aisshh siapa pagi-pagi begini mengetuk pintu?” dumelnya lalu berjalan untuk membukakan pintu.

“kim bum-ssi….bagaimana dengan keadaanmu?” tanya seseorang yang ternyata adalah shin hye.

Kim bum mengerutkan keningnya. Ia harus berakting kembali.

“kau siapa?” tanya kim bum.

“maaf aku telat mengetahui jika kau mengalami kecelakaan. Jadi aku baru bisa menjengukmu.” Ujar shin hye. “tapi, kau benar-benar hilang ingatan ya?” tanya shin hye.

“o..oh aku tidak ingat apa-apa.” jawab kim bum.

###

 

“annyeong haseyo…” sapa geun young dan so eun saat ia sampai di rumah kim bum.

“akhirnya kalian datang juga. Saat ini pesanan bunga sedang banyak karena banyak pasangan kekasih yang akan menikah dan memesan pada kami.” Ujar chu seo ra.

“oh, jadi hari ini aku bertugas untuk apa?” tanya geun young.

“aku minta kau merapikan tangkai bunga yang masih banyak terdapat daunnya. Dan kau hanya bungkus saja bunga yang akan di kirim.” Perintah chu seo ra layaknya seorang bos pada pekerjanya pada geun young dan so eun. so eun hanya menghela nafas dengan tidak minta untuk melakukannya.

Geun young pun menarik tangan so eun untuk segera bekerja (?)

“eonni, apa maksudnya ini? bukannya kita hanya di minta untuk menjaga tokonya saja? Kenapa malah memetik, membersihkan, bahkan membungkus bunga juga?” kesal so eun.

“sudah diam saja. Yanga penting kita harus bertanggung jawab dengan baik.” Ujar geun young. “lagi pula anggap saja ini pengalaman baru untukmu.” Lanjutnya.

“selalu saja bertanggung jawab dan pengalaman yang kau katakan. Tidak tahukah aku bosan mendengarnya.” Dumel so eun.

“oh shin hye-ah kenapa sebentar sekali? Apakah sudah melihat kim bum nya?” tanya chu seo ra saat melihat shin hye berjalan ke arahnya.

“ne,lagi pula aku harus berangkat kuliah pagi ahjuma.” Jawab shin hye. “semoga kim bum cepat sembuh saja, semoga ingatannya cepat pulih.” Tambahnya.

“ne gomawo…sering-seringlah datang dan jenguk kim bum kemari.” Suruh chu seo ra sambil tersenyum mekar.

“ne bibi, kalau begitu aku pamit. Annyeong.” Shin hye membungkukkan kepalanya lalu berjalan keluar. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya. Bunga-bunga yang di bawa orang itu jadi berserakan di lantai.

“mi…….” Shin hye terbelalak melihat siapa orang yang ada di depannya. ‘kim so eun?’ tanya shin hye dalam hati. Matanya membulat sempurna.

So eun yang kesal dengan tak ikhlas membereskan bunga-bunga itu. Tapi shin hye masih diam mematung karena kaget. Kenapa kim so eun bisa ada disini? Pikirnya.

“bisakah kau bantu aku memberesi ini?” pinta so eun karena melihat shin hye yang hanya diam saja.

“o..oh..ne…mian…” balas shin hye tergagap dan mulai berjongkok membantu so eun.

“aigooo so eun-ah….bagaimana kau ini? kenapa bunga-bunganya sampai bisa terjatuh begitu.” Ujar geun young menghampiri so eun dan ikut membantunya.

Shin hye semakin bingung.

###

 

Kim bum melihat so eun sedang sibuk membungkus bunga-bunga itu. Ia tersenyum sendiri lalu menghampirinya. So eun belum menyadari kehadiran kim bum di sampingnya.

“ahh menyebalkan….tanganku pegal sekali.” Keluh so eun.

“akhmmm.” Kim bum berdehem.

“k..kau?” kaget so eun. “sejak kapan kau ada di sampingku?” tanya so eun.

“apakah aku bisa membantu?” tanya kim bum.

“aku harap kau bisa membantuku.” Jawab so eun.

Kim bum pun mengambil sebuah kertas berwarna merah cerah, lalu mulai menaruh tangkai-tangkai bunga satu-persatu untuk segera di bungkus. So eun hanya mengikuti kim bum tanpa minat.

“apakah sudah ada sedikit-sedikit yang kau ingat?” tanya so eun.

Kim bum menggeleng. “ah sampai kapan aku harus seperti ini jika kau belum ingat-ingat juga?” kesal so eun.

“mianhae, aku harap secepatnya. Karena aku juga ingin tahu sebelumnya aku ini bagaimana dan kenapa aku sampai bisa mengenalmu.” Dusta kim bum.

“ya bagus kalau begitu.” Balas so eun.

“bukan seperti itu.” Ujar kim bum saat melihat so eun yang salah membungkus bunganya.

Kim bum pun membenarkan posisi bunga-bunga dan lebih merapikannya. Lalu ia membungkusnya dengan cantik. So eun hanya melihat kim bum saja.

“nah, seperti ini.” ujar kim bum setelah selesai.

Tiba-tiba ponsel so eun berdering. Mata so eun teralihkan pada ponselnya. Ternyata ada telpon yang masuk, so eun pun segera mengangkatnya.

“yeoboseyo.”

“………”

“oh jong woon oppa?”

mata kim bum menyipit setelah mendengar so eun menyebut nama jong woon. Sudah di pasikan itu adalah si penyanyi sombong yang begitu percaya diri. Bahkan kim so eun menyebutnya oppa? Benar-benar tidak bisa dibiarkan.

“……”

“bertemu? Nanti malam?”

“……”

“dimana?”

“…….”

“di café C.O Mall? Akan aku usahakan.”

“……”

“ne.”

Sambungan telpon pun terputus.

“ada apa? kenapa melihatku seperti itu?” tanya so eun.

Kim bum langsung memalingkan wajahnya. “aniyo.” Jawabnya.

———–

Kim bum duduk di kasurnya.

“nanti malam kim so eun dan pria itu akan bertemu. Apa yang harus aku lakukan?” pikir kim bum.

“tidak ada jalan lain. Aku harus mengikutinya.” Ujarnya.

———

“so eun-ah bagaimana?” tanya geun young.

“rencanamu yang kedua memang lebih tidak masuk akal. Sampai harus membuat skandal dengan jong woon oppa. Tapi aku rasa rumor skandal tidak akan menimbulkan pengaruh yang seburuk seperti rumor sekarang di mata masyarakat. Akan aku pikir-pikir lagi.” Ujar so eun.

Geun young angguk-angguk. “ne, lebih baik kau pikir-pikir lagi.” Balas geun young.

“hmmm.” So eun mengangguk.

 

###

“eomma……..aku pulang” teriak sang jo saat baru saja pulang sekolah. Tapi yang sang jo lihat di toko bukanlah sang eomma melainkan orang lain. Sang jo menatap orang yang berdiri di hadapannya dengan wajah bingung. Tak lama sang jo membulatkan mulutnya dan langsung  berlari masuk.

“ada apa dengan anak itu?” heran so eun lalu menaruh bunga hiasan pada pot.

———–

Kim bum membulatkan matanya saat sang jo tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Untung saja saat ini ia sedang tidak membuka laptop, melainkan sedang duduk termenung di kasurnya. Sang jo menarik kursi dan menaikinya lalu ia langsung mencopt salah satu poster kim so eun yang masih menempel di dinding kamar hyungnya.

Mata kim bum makin membulat sempurna. “yak ! apa yang kau lakukan?” teriak kim bum. Tapi sang jo tak menghiraukan dan langsung kembali berlari keluar dari kamar kim bum.

Sang jo menghampiri so eun dan geun young sambil memegang posternya dan melihatnya dengan seksama. Berkali-kali ia melihat poster lalu melihat wajah so eun.

“omo……noona idolanya hyung? Kim so eun?” teriak sang jo saat mendapati wajah so eun mirip dengan poster yang ada di kamar kim bum. Jelas saja, orangnya sama-sama kim so eun.

So eun dan geun young kaget bukan main dengan apa yang dikatakan anak kecil yang ada di depannya.

“sang jo…kau sudah pulang rupanya.” Ujar seo ra dengan tangan yang memegang gunting untuk meotong tangkai bunga diikuti yung jae di belakang.

So eun dan geun young memutar kepala ke arah chu seo ra dan kim yung jae.

“eomma….appa…..kemari ! coba lihat ini ! ternyata aslinya idola hyung lebih cantik.” Kagum sang jo dengan mata yang berbinar-binar. Sepertinya sang jo tidak ingat sama sekali dengan perkatannya yang dulu sempat menjelek-jelekkan hyungnya karena begitu mengidolakan kim so eun.

“apa?” tanya yung jae menghampiri sang jo di ikuti seo ra.

So eun dan geun young menelan ludah dengan susah payah.

“eomma….appa…lihatlah ini….dia idola hyung. Kim so eun.” ujar sang jo. Chu seo ra melototkan matanya melihat poster wanita itu. Sementara kim yung jae meletas kaca matanya lalu menatap wajah so eun dan poster berkali-kali.

“aigooo…jadi kau….a…artis?” kaget chu seo ra dengan mulut terbuka lebar.

So eun hanya diam, geun young mulai berkeringat dingin lagi. Belum juga masalah yang lain beres, sudah ada masalah baru yang muncul.

“benarkah kau kim so eun? pantas saja aku merasa tak asing melihat wajahmu.” Ujar yung jae.

“aigooo…kenapa aku sampai bisa tidak sadar….” Ujar seo ra.

“abeoji…eommeni….” Ujar kim bum yang ada di belakang mereka.

###

 

Saat ini so eun, geun young, bersama kim bum, chu seo ra, kim yung jae, dan sang jo sedang ada di ruang tengah rumah keluarga kim yung jae.

“mianhae…sebelumnya kami tidak tahu jika kau adalah seorang artis, bahkan artis yang di idolai anak kami kim bum. Sebagai permintaan maaf dari kami, silakan dimakan….makanlah yang banyak” Ujar chu seo ra yang berubah menjadi ramah saat sudah mengetahui jika so eun adalah seorang artis.

So eun hanya tersenyum kaku lalu menyikut lengan geun young. Seakan memintanya untuk bicara.

“oh terima kasih, dengan senang hati akan kami makan.” Jawab geun young. So eun hanya tersenyum paksa saja. So eun dan geun young dengan ragu mulai mengambil mangkuk yang sudah berisi nasi itu. Sementara chu seo ra, kim yung jae, dan sang jo hanya menopang dagu memerhatikan so eun.

Sementara kim bum hanya bisa diam.

“aku tidak menyangka bisa bertemmu dengan seorang artis.” Ujar kim yung jae yang diikuti anggukan oleh sang jo.

“wajahmu bersih dan  cerah sekali.” Puji chu seo ra. “dulu saat masih muda kulitku juga sepertimu.” Lanjutnya.

“uhuk…uhuk…” so eun tersedak.

“gwaenchana? minumlah ini.” chu seo ra menyodorkan gelas dan so eun langsung mengambilnya untuk minum. Kim bum hanya bisa merutuki dirinya sendiri karena meliha tingkah kedua orang tuanya yang begitu memalukan, mungkin tanpa ia sadari tingkah dirinya sendiri juga memalukan saat di depan so eun.

“tapi nona kim so eun walaupun kau seorang artis, bukan berarti kami akan melepaskan tanggung jawab kalian yang telah membuat kim bum hilang ingatan. Kau harus tetap menjaga bunga disini.” Ujar chu seo ra dengan senyum penuh arti.

“mwo?” kaget so eun.

“oohoho jangan kaget seperti itu….jarang-jarang kan kami dekat dengan seorang artis sepertimu.” Tambah chu seo ra.

‘aaiihhh jincha….tidak hanya anaknya, orang tuanya juga sama menyebalkan.’ Dumel so eun dalam hati.

———

“hati-hati di jalan nona kim so eun.” ujar seo ra dan yung jae sambil melambai-lambaikannya pada so eun saat ia dan geun young akan pulang karena hari sudah sore dan toko akan segera di tutup.

“kami tunggu kedatangan kalian besok.” Ujar seo ra.

So eun dan geun young hanya membalas dengan senyuman kaku dan segera masuk ke dalam mobil mereka.

———-

“dengan cara begini, pasti toko bunga kita akan semakin ramai… besok saatnya kita promosi!” ujar chu seo ra semangat.

“ya chagia…idemu cemerlang….jika ada kim so eun di toko kita maka akan semakin banyak yang datang.” Bahagia yung jae.

“abeoji..eommeoni…kalian tidak boleh memanfaatkan orang lain.” Ujar kim bum.

“siapa yang memanfaatkan? Kami hanya senang saja karena ternyata seorang artis terkenal bisa ada di toko bunga kita. Dan eomma akan memamerkannya pada teman-teman eomma.” Bangga chu seo ra.

Kim bum hanya geleng-geleng kepala.

###

 

Jong woon sudah menunggu so eun di café C.O Mall. Tak lama so eun datang dan duduk di hadapannya.

“apakah menunggu lama?” tanya so eun.

“aniyo.” Jawab jong woon.

“sebenarnya apa yang ingin oppa bicarakan?” tanya so eun.

“oh….kita pesan makan saja dulu.” Ujar jong woon basa-basi.

“ah ani…oppa saja…aku sudah makan.” Tolak so eun.

Jong woon menghela nafas. “baiklah, sebenarnya aku ingin memberitahumu kalau MV itu akan keluar lusa.” Ujar geun young.

“oh…apa hanya itu yang ingin oppa katakana?” tanya so eun yang sebenarnya sudah agak bosan.

“tidak, sebenarnya yang ingin aku tanyakan adalah tentang beritamu yang sedang ramai-ramainya sekarang.” Ujar jong woon.

“oh oppa tahu juga tentang berita itu?” tanya so eun.

Jong woon mengangguk. “jadi apakah benar jika korban sampai meninggal?” tanya jong woon.

“tentu saja tidak, orang itu hanya di bawa ke rumah sakit. Tapi, dia jadi hilang ingatan akibat kecelakaan itu.” Ujar so eun.

“sebelumnya aku juga berfikir mana mungkin berita itu benar, tapi aku hanya ingin memastikan saja.” Jong woon  berbasa-basi.

“lagi pula aku heran, siapa orang yang menyebarkan foto dan berita itu.” Kesal so eun.

———

Kim bum memasuki area café C.O Mall seraya mengedarkan pandangannya. Tak lama pandangannya terhenti pada salah satu meja yang terletak agak ujung. Ia melihat so eun dan jong woon disana. Diam-diam kim bum pun menghampirinya dan duduk di kursi dekat mereka sambil menutupi wajahnya dengan buku menu.

“oppa….aku ingin meminta bantuanmu.” Ujar so eun. kim bum mempertajam pendengarannya.

“bantuan apa?” tanya jong woon.

“mari kita buat skandal.” Ujar so eun.

“ne?” ulang jong woon.

“mwo?” kaget kim bum setelah mendengar perkataan so eun, tapi ia cepat-cepat berdehem agar tak di curigai.

“ne. aku sudah memikirkannya matang-matang dengan geun young eonni. Mengenai berita sekarang yang sedang ramai akan menimbulkan pengaruh yang sangat buruk padaku padahal berita itu sama sekali tidak benar, aku tidak mungkin melakukan conferensi pers karena pihak management saja tidak ingin membantu. Jadi aku minta bantuanmu dengan cara membuat skandal.” Jelas so eun.

“so eun-ssi…apa kau yakin?” tanya jong woon.

So eun menggeleng. “sebenarnya aku tidak yakin. Tapi ini cara yang harus aku lakukan agar membuat rumor itu reda.” Jawab so eun.

“tapi….bukan berarti aku tidak ingin membantumu, tapi apa kau tidak takut akan ada banyak anti-fan setelah kau membuat skandal denganku. aku hanya memikirkan karirmu saja. Coba kau pikirkan baik-baik lagi.” Ujar jong woon. Karena ia juga berfikir jika ia membantu so eun untuk membuat skandal ia juga akan kena imbasnya. Apalagi fans nya akan menjadi menakutkan jika dirinya disandingkan dengan artis lain dalam hal kerja, termasuk mengenai mv baru ini. jika ditambah dengan skandal, pasti akan lebih gawat.

So eun terdiam mendengarnya.

Kim bum jadi lesu seketika, ternyata idolanya ini kasihan juga. Ia semakin merasa bersalah dengan kepura-puraanya hilang ingatan.

———–

“hei lihat…bukankah itu kim so eun?” ujar salah satu pengunjung yang duduk di meja tak jauh dari mereka. Mata temannya menyipit memastikan.

“itu juga bukannya jong woon oppa?” pekik temannya.

“omo….mereka berdua….cepat..cepat foto mereka…” suruh orang itu.

Temannya segera mengambil ponsel dan memotret so eun dan jong woon yang sedang duduk berdua.

###

 

So eun langsung saja menghempaskan tubuhnya ke sopa.

“bagaimana?” tanya geun young duduk di samping so eun.

So eun menggeleng. “aku tidak akan melakukannya.” Jawab so eun.

“jadi kau tidak akan meminta jong woon untuk membuat skandal?” tanya geun young memastikan.

“ne, lagipula setelah kupikir-pikir lagi…dengan adanya skandal bersama jong woon oppa karirku akan semakin hancur…akan semakin banyak orang yang tidak suka padaku.” jawab so eun.

“jadi…apa yang kau pilih adalah cara pertama? Muncul ke public?” tanya geun young.

“tidak…tidak dua-duanya.” Jawab so eun pasti. “aku hanya ingin menunggu rumor itu mereda dengan sendirinya…karena aku tahu masih banyak fansku yang mendukungku.” Lanjut so eun. tiba-tiba saja ia jadi teringat dengan kim bum yang hilang ingatan.

‘jika dia tidak hilang ingatan, pasti dia juga akan membelaku’ batinnya.

###

 

“mana? Mana artis yang kau sebut-sebut bekerja di tokomu itu?” tanya ibu-ibu yang tentunya teman dari chu seo ra. Sudah ada sekitar 10 orang ibu-ibu dan juga nenek-nenek yang datang ke toko bunga milik chu seo ra. Mereka datang karena tahu dari mulut ke mulut jika ada seorang artis yang bekerja di toko bunga chu seo ra.

“bersabarlah sedikit….dia belum datang.” Jawab chu seo ra.

“kenapa lama sekali?” tanya ibu-ibu yang lain.

“aku perbolehkan kalian mendapat tanda tangan kim so eun, tapi tidak dengan gratis.” Ujar chu seo ra. Semua ibu-ibu itu menatap chu seo ra. Chu seo ra hanya tersenyum penuh arti.

“kalian harus membeli dulu bunga-bunga disini. Maka aku perbolehkan kalian melihat wajah kim so eun yang sangat cantik dan mendapat tanda-tangannya.”

“apa? ah aku tahu. Ternyata ini hanya caramu saja kan untuk menarik pelanggan?” tanya salah satu ibu yang berbadan gendut.

“iya benar, buktinya dari tadi kim so eun artis yang kau maksud belum juga datang.” Timpal ibu yang berambut kriting.

“pasti kau berbohong ya?”

“tidak, sebentar lagi kim so eun akan datang. Jika aku benar, jadi kalian harus membelu bunga-bungaku disini.”

————

“eonni, sepertinya sedang banyak orang.” Ujar so eun saat berjalan menuju toko bunga chu seo ra bersama geun young.

“sepertinya begitu…pembeli mungkin.” Jawab geun young.

“annyeong haseyo bibi.” Sapa geun young.

Semuanya serentak memutar kepala ke asal suara.

“tuh kan apa yang aku bilang…dia pasti datang.” Ujar chu seo ra senang.

So eun hanya menatap mereka semua heran.

“aigoooo ternyata benar….waahhh cantik sekali…” para ibu-ibu itu langsung menyerbu kim so eun. geun young juga jadi bingung dibuatnya. Bagaimana caranya untuk menghalangi ibu-ibu ini?

“waaah aku tidak menyangka bisa bertemu artis popular sepertimu.”

“kau benar-benar cantik……lebih cantik dari yang di televise.”

So eun hanya tersenyum kaku saja dengan wajah bingung mendengar pujian-pujian dari ibu-ibu itu. So eun juga jadi agak risih karena ibu-ibu itu ingin sekali menyentuh wajahnya yang lembut, putih, dan bersih.

“benar kana pa yang aku bilang? Aku tidak berbohong !” ujar chu seo ra. “kalau begitu kalian harus membeli bungaku.” Lanjutnya.

“tentu, kami akan membelinya jika yang bekerja disini saja seorang artis….kim so eun bolehkah kami meminta tanda tanganmu?” tanya ibu ibu itu.

So eun hanya tersenyum kaku menanggapinya.

———–

“sering-sering ya datang kemari untuk membeli bunga!” ujar chu seo ra saat semua ibu-ibu itu hendak pergi karena sudah mendapat tandatangan kim so eun dan membeli bunganya.

“pastikan kami akan kembali.” Jawab mereka. Senyum chu seo ra semakin mengembang.

———–

“so eun-ssi gwaenchana?” tanya geun young.

“mereka lebih menyeramkan dari yang aku kira. Ahhh tanganku pegal.” Keluh so eun.

“tapi itu tandanya masih banyak orang yang menyukaimu. Oh ya, besok kau ada jadwal untuk menghadiri conferensi pers MV dari kim jong woon, persiapkanlah dirimu dari sekarang, karena kemungkinan aka nada pertanyaan-pertanyaan seputar rumor itu.” Jelas geun young.

“hmmm..” so eun mengangguk.

 

TBC

Mohon komen, baik saran, pujian, atau kritik. terimakasih

35 thoughts on “Falling love with my fans [5]

  1. Waahh mkin seru …
    Tpi bnyk scandal… moga cepat selesai maslah.y sso n bumsso jg cpat saling suka…

    Gx sbr nunggu lnjtan.y…

  2. Teteh cantik aku hadir ^^_| *acungin tlunjuk
    Waw daebak eon😀
    jiahh Bum sih pura2 amnesia jd Sso kena imbas tp tak apa inilah puncaknya (?) alias kelucuan kebodohan yg di buat Bum bikin ngakak kekeke~(?)wkwk
    hadeww Sso jangan bersdih nanti Bum bantu beresin semuana hehe:) eh td ada ssatu kutipan Sso yg ‘andai dia tdk hlang ingatan pasti dia membelaku’ ciee ada yg berharap😀
    kasian sso satu rumor blon selesai udh ada scandal lg sama jong woon -.-
    eh iya siapa sih yg nyebar foto Sso yg pas nabrak bum? *jadi curiga😀
    lanjutt eonnie !

    • Ehh iya satu lagi teteh kekeke~
      itu tingkah ortu Bum sama sang Joo wkkk baru nyadar itu Soeun😀 jiahhh Bum liat deh ayah ibumu di ff teteh cantik semoga jd cerminan *eh ? Hehehe😀 #pletakk dijitak Bum -o-v

  3. Wah dasar ibu’a kimbum. .
    Otak’a cemerlang bngt kalau masalah uang. . . .haha. . ,
    tidak menyia”kan kesempatan yg ada. , ,
    ya. . Soeun. . .knapa ga milih k0nferensi pers aja breng kimbum. . .
    Jdikan makin tambah dket aja tUh. . .
    D tUnggu kelanjUtan’a. .

  4. Akhirnya part 5 nya di post jg,kyknya bakal makin rumit nih kasus so eun,itu ibunya kim bum jiwa bisnis nya hebat ya,manfaatin.so eun buat dpt untung wkwkwk….seruu…lanjut ya thor,!!

  5. MkiN seru Zh ff’a,,,,,,,,
    KsiaN eoNNie so EuN hRusss mNghdapi skaNdal’a,,,,,,,,

    LNjut thor Next part’a,,,,,,,
    SmNgaaaaaat🙂🙂🙂🙂🙂🙂

  6. Kasian sso jadi terlibat skandal yg ruwet,
    Ayo dong bum bantuin soeun,
    Hmm pasti tambah lagi deh skandal yg ama jong woon,
    Kasian Sso nya,
    Resi part berikutnya banyakin adegan bumssonya dong…
    ditunggu next partnya ya…

  7. Wuaaa c-reeennn eoonie DAEBAK pkok …wuaaaaa….yuly snegg bggett bca n…..lcu bggetttt…wuaa eooma n Bum..ckkkk…haduhhh g mna don’k ad yg mmto eoonie so eun dangan jong won ooopa g mna don’k nie….hduhhhhhh eoonie….g mna nsibb eoonie so eun n nie….pnsrannnn lnjutttt….Oy eoonie yuly n bnar2 mntax ma2f bru bsa bca ckrag….abs n tgas sklah nmpuk bnyak bggetttt….heeee….#plakkkk…..

  8. kekeke
    lucu liat tingkahnya keluarga bumppa ke sso eoni .
    Kenapa mash kesel aja sih eoni .keliatannya bkal ada skandal baru ni
    Part bumsso nya dkit . Ditunggu next partnya

  9. aish ibu kimbum mengambil kesempatan nich,,, kimbum juga,, ternayta buah jatuh ngga jauh dari pohonnya kekekkeke

    author kapan nich publis ff nya???

  10. Hahahah…eomma nya Bum pinter bgt manfaatin situasi…
    Dia pake Sso bwt promosi toko bunganya..hihii..
    Omoo..ada yg foto Sso sm jong woon..gawaaat…

    Btw, blm ada lanjutannya lg yaa chingu?? Lanjut dunk, seru ceritanya, lucuu…

  11. annyeong..
    walo ada tulisan canceled namun tetep aja aku baca part demi partnya.. omo aku suka sekali ceritanya, lucu abis..
    ngebayangin tingkah konyol bum sbg fanboy nya sso.. asli bikin geli2 ngakak hahaha..

    sayang bgt ga dilanjut ya thor…😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s