A Lot Of Kissing You #2

A Lot Of Kissing You #2

Author : Resi R. (Shin Ni Rin)

Main Cast:

Kim  Sang Beom & Kim So Eun

Other Cast :

Kim Hyun Joong, Jung So Min, Go Ah Ra, Shin Ni Rin, Kim Ah Sun, Kim Ji San

Genre : Romantic Comedy

PART 2 ( Ciuman akan membuat ketagihan? )

“ARGHH !!! kenapa disaat seperti ini aku bisa bertemu dengannya?” kesal so eun berjalan cepat menuju lapak orang tuanya. “menyebalkan !”

“bum-ah kau mengenal gadis tadi?” tanya ah ra sambil menatap kim bum yang sepertinya sedang memikirkan hal lain.

“tidak.” Jawab kim bum.

“tapi kenapa dia kelihatan kaget begitu saat bertemu denganmu?” tanya ah ra ingin tahu.

Kim bum hanya mengangkat bahu. Bagaimana bisa kim bum bilang tidak tahu padahal gadis bernama kim so eun itu adalah murid baru yang sekelas dengannya bahkan sudah berciuman dengannya.

“ah ra-ssi..” panggil kim bum. Ah ra menoleh.

“apakah berciuman akan membuat ketagihan?” tanya kim bum tiba-tiba.

“ne?” ah ra tak mengerti dengan pertanyaan kim bum. Ia mengerutkan keningnya.

“bukan hal penting.” Jawab kim bum lalu menggaruk tengkuknya.

###

“ada apa? kenapa wajahmu kusut begitu?” tanya shin ni rin saat melihat wajah so eun yang begitu kelihatan kesal.

“ani, bukan apa-apa.” jawab so eun ketus.

“ya..bilang ada apa denganmu? Jangan berbohong pada ibumu.” Kesal shin ni rin karena so eun hanya cemberut saja.

“sudah kubilang eomma, bukan apa-apa. sudah ya aku ingin pulang.” Jawab so eun lalu pergi.

“heh ada apa dengan anak itu?” heran shin ni rin.

###

“jincha…hari ini benar-benar menyebalkan !” kesal so eun berdiri di depan rumahnya.

“apanya yang menyebalkan noona?” tanya ji san santai.

“menyebalkan karena harus bertemu dengan…..” perkataan so eun terhenti seakan ia baru menyadari seseorang yang berbicara di belakangnya. So eun memutar kepala dan mendapati ji san mengerutkan keningnya sambil memandanginya.

“yak ! apa yang kau lakukan di belakang noona mu?” tanya so eun.

“tidak ada yang aku lakukan selain menunggu noona segera minggir dan tidak menghalangi jalanku untuk masuk ke dalam.” Jawab ji san.

“m..mwo?” pekik so eun. “heh kau berani berbicara begitu padaku?” ujar so eun.

“noona kau tahu? Kau seperti orang gila karena berbicara dengan pintu. Makanya cepat buka pintunya !” suruh ji san. Kelakuan ji san memang tidak sesuai dengan umurnya, perkataan ji san memang seperti orang dewasa walaupun ia masih duduk di bangku kelas 6 SD berbeda dengan so eun yang tingkahnya kekanakkan meski ia sudah SMA.

“jincha…bicaramu itu seperti bukan kepada orang yang lebih tua.” Ujar so eun.

Ji san hanya menatap so eun tanpa mengindahkan kata-katanya lalu masuk ke dalam rumah. So eun jadi sebal dibuatnya. “sebenarnya siapa  yang sudah mengajarkan anak itu bersikap begitu? Ckckck.” So eun geleng-geleng kepala lalu ikut masuk ke dalam rumah.

——–

So eun duduk di kursi menghadap meja belajarnya. Sudah 20 menit berlalu tapi belum ada satu soal pun yang selesai ia kerjakan. So eun menggaruk-garuk kepalanya.

“aiiishh kenapa soal ini sulit sekali sih? Aku rasa rumusnya tidak salah.” Ujar so eun pada dirinya sendiri. So eun kembali membaca soalnya, tapi soal itu sama sekali tidak dimengerti olehnya.

“so eun, kenapa kau bodoh sekali? Soal seperti ini saja kenapa tidak bisa kau kerjakan…aish…” so eun menggigit-gigiti pensilnya dengan frustasi lalu ia lemparkan ke sembarang tempat.

“ahh..aku menyerah..” ujarnya menyenderkan punggung pada sandaran kursi. So eun memejamkan matanya sejenak. Tiba-tiba ia jadi teringat dengan pria bernama kim bum itu, pria yang sudah menciumnya dua kali tanpa permisi.

“apa perempuan tadi kekasihnya ya?” pikir so eun.

“jika benar perempuan itu kekasihnya, kenapa dia sampai berani menciumku? Jika kekasihnya tahu pasti dia langsung di putuskan…haah aku tahu, dia memang bukan pria yang baik. Pokoknya aku membencinya dan tidak akan pernah ku biarkan dia untuk menyentuh bibirku lagi. Dasar lelaki tidak tahu diri….!” Kesal so eun.

###

Kim bum kelihatan masih asik bercermin sambil membenarkan rambutnya. Ia semakin mendekatkan wajahnya pada cermin untuk melihat bibirnya agar lebih jelas. Ia menyipit-nyipitkan matanya sambil memegangi bibirnya.

“bibirku kelihatan aneh, warnanya tambah merah.” Ujarnya lalu terdiam sejenak.

“apa ini pengaruh dari berciuman ya?” pikirnya.

###

Keesokan harinya.

So eun berlari-lari kecil di sepanjang koridor menuju kelasnya. Ia sudah hampir telat apalagi ia belum menyelesaikan sama sekali pekerjaan rumah yang diberikan Cho seosaengnim.

“aigooo…2 menit lagi bel akan berbunyi…eotteokae?” tanyanya sambil berlari-lari kecil.

Tepat saat bel berbunyi so eun sudah masuk ke dalam kelasnya. Nafasnya sedikit ngos-ngosan. So eun berjalan menuju bangkunya dengan wajah kesal karena si pria itu tengah menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Sepertinya tatapan meremehkan dan sebagainya.

So eun menaruh beberapa buku yang ia bawa pada meja dengan cukup keras. Ia merasa tidak suka di lihat dengan tatapan begitu oleh kim bum.

“mwo?” tanya so eun sambil melirik kim bum tajam.

Kim bum menaikan sebelah alisnya, menatap so eun dari atas ke bawah lalu kembali memalingkan wajahnya ke arah lain.

So eun mendengus, dengan kesal ia duduk di kursinya.

“ah eotteokae? Aku harus menyalin dari siapa?” so eun kelabakan karena tugasnya yang belum selesai.

“so eun-ssi kenapa?” tanya so min yang duduk di depan so eun.

“ah so min-ssi…apa kau sudah menyelesaikan tugasmu?” tanya so eun.

So min mengangguk.

“Tuhan masih baik padaku ternyata, boleh aku menyalin darimu? Aku benar-benar tidak mengerti semalam saat mengerjakannya.” Pinta so eun. “jebal.”

“baiklah kalau begitu.” So min memberikan buku tugasnya pada so eun. senyum so eun mengembang dan secepat kilat menyalin tugas itu ke dalam bukunya.

———

Tak lama dari itu cho seosaengnim masuk ke dalam kelas. Dengan cepat so eun mengembalikan bukunya pada so min.

“so min-ah gomawoyo.” Ujar so eun.

“hmmm.” So min hanya mengangguk.

“selamat pagi, maaf saya telat karena ada urusan mendadak tadi.” Ujar cho seosaengnim.

“oh ya, sebenarnya sekarang saya ingin membagi beberapa kelompok belajar.” Seru cho seosangnim.

###

So eun memasang wajah kusut sedari tadi. Ia sedang berdiri sendirian di atap gedung sekolah.

“jincha…………..” teriaknya. “apa Tuhan sudah benar-benar mengutukku? Kenapa aku harus satu kelompok dengan dia?!” kesal so eun sambil menghentak-hentakkan kakinya.

“seharusnya aku yang heran. Kenapa Tuhan mengutukku dengan cara harus satu kelompok denganmu?” timpal seseorang dengan santainya.

So eun langsung membalikkan badannya dan melihat kim bum sudah berdiri di belakangnya.

“k..k..kau? apa yang kau lakukan disini?” pekik so eun.

Kim bum tak menjawab ia malah menengokkan kepalanya ke belakang.

“ini adalah tempat kesukaanku. Kau sudah mengganggu waktu santaiku.” Ujar kim bum.

“tempat kesukaanmu? Jadi kau menyuruhku untuk pergi dari sini begitu?” ujar so eun dengan wajah kesal.

“ya benar.” Jawab kim bum singkat.

“aish….memangnya hanya kau saja yang boleh kesini?” ujar so eun.

Kim bum hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya.

“apa-apaan kau ini…! haaah.” Amuk so eun.

“apa kau tidak malu berteriak seperti itu?” tanya kim bum.

“aniyo…untuk apa aku malu disini? tidak ada siapa-siapa.” Jawab so eun.

“tidak malu denganku?” tanya kim bum.

“mwo? Malu denganmu? Heh dengar ya ! seharusnya kau yang malu padaku karena bibirmu itu terlalu agresif sampai menciumku tanpa permisi kau tahu?” kesal so eun.

Kim bum hanya mengerutkan keningnya. “wae? Kenapa kau selalu saja membahas ciuman? Apa kau tidak puas aku menciummu?” tanya kim bum.

“mwo?” so eun mengerjap-ngerjapkan matanya dengan mulut terbuka lebar. “kau….asal kau tahu ya, sampai kapan pun aku akan mendapatkan permintaan maafmu padaku dengan cara apapun itu. Jadi sebelum aku bertindak lebih jauh lebih baik segera minta maaf padaku atas dosa-dosamu !” suruh so eun sambil menunjuk wajah kim bum.

Kim bum menatap so eun datar lalu menyingkirkan telunjuk so eun dengan tangannya.

“jangan memperpanjang masalah dengan hal-hal yang tidak penting.” Balas kim bum.

“tidak penting? Aigooo kata-katamu itu seperti orang yang tidak memiliki dosa sedikitpun. Aku menagih permintaan maafmu bukan hanya satu, tapi banyak sekali. Mulai dari kau yang membuatku hampir terjatuh karena bola basketmu, sampai kau menciumku, lalu kau menciumku lagi saat di perpustakaan, dan yang terakhir sudah membuat dus-dus yang ku bawa berserakan di jalan…arasseo, cepat minta maaf padaku !” paksa so eun.

Kim bum hanya tersenyum meremehkan. “apa perlu aku menciummu lagi agar dosaku semakin banyak? Atau cukup kau untuk berhenti memaksaku meminta maaf?” ujar kim bum.

So eun hanya mendesis kesal ke arah kim bum. “kau ! aaahhh.” So eun berteriak lalu pergi meninggalkan kim bum. Sementara kim bum hanya mengangkat sebelah alisnya.

“Memangnya masalah jika berciuman?”

###

“beberapa bulan lagi akan ada turnamen basket antar sekolah.” Ujar hyun joong.

“wah wah wah….kita harus menjadi juara lagi.” Balas kim joon.

“untuk menjadi juara bagi kita adalah hal gampang.” Timpal min ho.

“benar, belum ada yang bisa mengalahkan kita dari berbagai turnamen.” Ujar il woo.

Nah, kemana kim bum? Sepertinya suarannya belum terdengar. Pantas, ternyata ia sedang sibuk sendiri dengan ponselnya.

“kalian…apakah….berciuman akan membuat ketagihan?” tanya kim bum tiba-tiba.

Semua temannya saling tatap, meyakinkan satu sama lain jika mereka tidak salah dengar.

“ciuman?” ulang il woo.

“akan?” ulang hyun joong.

“membuat?” ulang kim joon.

“ketagihan?” ulang min ho. Mereka semua menatap kim bum tak peracya, sementara kim bum tak peduli karena ia sedang menatap ponselnya. Oh ternyata dia sedang searching tentang rasa ciuman? Mungkin kesan ciuman pertama? Oh atau yang lainnya? Entahlah hanya kim bum yang tahu.

“hei kawan ! ada apa denganmu? Kenapa bertanya tentang ciuman?” tanya kim joon.

“ani…hanya ingin tanya saja. Jika kalian tidak tahu jawabannya yasudah tidak usah dijawab.” Balas kim bum.

“hei beom-ah…..apa jangan-jangan kau merasa ingin berciuman lagi setelah mendapat ciuman pertamamu?” tanya min ho.

“entahlah…mungkin.” Jawab kim bum santai. Hyun joong yang mendengarnya geleng-geleng kepala.

“jadi benar? Yasudah kalau begitu berciuman denganku saja !” canda il woo.

“ya ! kau gila !” Kim bum beranjak dari duduknya.

“aku ada urusan sebentar.” Lanjutnya lalu meninggalkan ke empat sahabatnya. Setelah kepergian kim bum mereka semua saling tatap.

“aku jadi penasaran siapa wanita yang menjadi ciuman pertamanya? Sampai ia bertanya apakah ciuman membuat ketagihan? Ckckckc.” Ujar il woo geleng-geleng kepala.

“hmm kira-kira ciuman pertama yang kim bum maksud seperti apa? smooth? Hot? Atau…..” pikir min ho.

“bicaramu aneh sekali min ho-ya…” timpal hyun joong.

“aku hanya ingin tahu saja.” Balas min ho.

###

“heh kau menyuruhku ke perpustakaan hanya untuk mengikutimu lalu membawa beberapa buku ini…..?” kesal so eun berjalan di damping kim bum dengan buku-buku tebal yang menumpuk di tangannya.

Kim bum tak mengindahkan kata-kata so eun, ia asik memilih salah satu buku di deretan paling atas. Setelah mendapat buku yang dimaksud kim bum, ia segera meletakannya di tumpukan buku paling atas di tangan so eun. so eun melototkan matanya.

“ya…! Ini berat sekali ! seharusnya kau yang membawa semua buku-buku ini !” kesal so eun. kim bum menatap so eun.

“kecilkan volume suaramu, ini perpustakaan.” Balas kim bum dan berjalan mendahului so eun.

“aishh jincha…” umpat so eun.

———

Dengan lega akhirnya so eun bisa meregangkan otot-otot kedua tangannya setelah meletakkan setumpuk buku itu di meja perpustakaan. So eun sedikit mendelik ke arah kim bum yang malah sedang duduk santai sambil membaca buku-buku itu.

“kenapa diam saja? Seharusnya kau juga baca buku-buku ini !” suruh kim bum.

“mwo?”

“kita satu kelompok bukan?” ujar kim bum.

“lalu?” tanya so eun.

“tentu jika kau satu kelompok denganku kau harus membaca semua buku-buku ini. aku tidak ingin mendapat nilai buruk karenamu.”

“mw? Kau….kau enak sekali ya menyuruhku begitu saja? Benar-benar….” Kesal so eun.

“wae? Kau ingin protes?” tanya kim bum. “lusa adalah pengumpulan tugas.” Lanjutnya.

So eun menatap wajah kim bum sebal. Dengan tanpa minat ia pun duduk di hadapan kim bum dan dengan kasar membuka salah satu buku sejarah itu. Jika dalam hal baca-membaca memang so eun ratunya malas, ia tidak suka membaca karena membuatnya merasa bosan.

###

“eomma, aku heran, kenapa aku bisa diterima di seoul international high school?” tanya so eun pada shin ni rin.

“oh eomma pikir kau tidak akan mempertanyakan itu. Tentu saja bibimu kan yang mendaftarkanmu ke sekolah itu.” Jawab shi ni rin.

“bukan itu maksudku, aku ini kan tidak pintar sementara sekolah itu dipenuhi oleh murid-murid yang cerdas ditambah mereka semua kalangan orang kaya. Yang aku herankan kenapa aku bisa masuk kesana?” tanya so eun.

Shin ni rin hanya cekikan mendengarnya.

“kau ingin tahu?” tanya shin ni rin.

“tentu saja eomma, cepat beritahu aku.” Pinta so eun.

“suami bibimu kan mengajar di sekolah itu, apalagi pamanmu itu dibilang sangat dekat dengan kepala sekolah jadi dengan mudah memasukkanmu kesana.” Jawab shin ni rin.

“mwo? Ah eomma bisakah aku pindah sekolah saja?” pinta so eun.

“hehh kau ini ! sudah untung kau sekolah di sekolah favorit malah meminta untuk pindah sekolah, dikemanakan otakmu.” Kesal shin ni rin.

“aiiish eomma……”

###

Keesokan harinya

Semua siswa-siswi kelas so eun sudah berada di ruangan basket (indoor) lengkap dengan baju olah raga mereka. Ya, sekarang adalah saatnya pelajaran olah raga. Saat semua sudah berbaris rapi untuk melakukan pemanasan, tiba-tiba suasana jadi sedikit ribut karena seorang siswi perempuan lari terburu-buru ke arah mereka dengan nafas tak beraturan.

“mianhamnida…mianhamnida aku telat.” Ujar so eun sambil membungkukkan badannya berkali-kali pada Choi siwon seosaengnim. Kim bum memutar kepalanya melihat kim so eun. Lalu ia kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain dan melakukan pemanasan bersama yang lain.

Choi seosangnim menatap so eun dengan tatapan membunuhnya, choi seosangnim memang dikenal dengan guru olahraga yang tegas.

“kau telat 5 menit. Lari sebanyak sepuluh keliling !” perintah cho seosangnim menunjuk area lapangan basket indoor ini.

So eun menelan ludah. “mwo?” pekiknya.

“lari 10 keliling tanpa berhenti !” ulang choi seosangnim. So eun menciut, ia tidak biasa berolah raga apalagi sampai disuruh lari sebanyak 10 keliling. Ohhh itu akan membuat betisnya membengkak !

Dengan terpaksa so eun pun mulai berlari-lari mengelilingi lapangan basket, sementara yang lain sudah selesai pemanasan dan bersiap pada permainan inti yaitu olah raga basket. Antara laki-laki dan perempuan di pisah. Para perempuan tampak kurang becus dan hanya bermain di pinggir lapang, sementara para laki-laki termasuk kim bum di bagi dua regu bermain basket di tengah lapang. Sudah pasti kalian bisa menebak jika yang akan menang adalah regu yang ada kim bum nya.

So eun baru menyelesaikan 3 keliling, tapi nafasnya sudah sangat ngos-ngosan. So eun sedikit menyeka keringatnya.

“huaaah kim so eun semangat !” ia meninjukan tangannya ke udara dan kembali berlari.

Sudah 5 keliling dan hampir 6 keliling. So eun merasa sudah lemas, sangat ! itu terbukti dari larinya yang semakin lambat seperti berjalan. So eun menarik nafas panjang-panjang dan berhenti sebentar sambil menyeka keringatnya. Tapi saat ia akan berlari kembali, tiba-tiba………

“AWAS !!!” teriak salah satu siswi.

So eun menoleh ke asal suara dan mendapati sebuah bola basket melayang ke arahnya. So eun membulatkan matanya dan hendak menghindar tapi bola basket itu keburu mendarat tepat di wajahnya. Seketika so eun terjengkang dan tak sadarkan diri.

“OMO…!” teriak para siswi perempuan dan segera mengerubuni so eun, begitu pula dengan sebagian siswa laki-lakinya. Berbeda dengan kim bum, ia hanya diam di tempat dengan masih memegang bola basketnya. Seakan tidak peduli, ia mengalihkan pandangannya dan mendrible bola basket itu lalu memasukannya ke dalam ring.

###

“ah rupanya kau disini ! aku ingin menagih utang padamu !” ujar so eun saat berpapasan dengan kim bum di depan toilet pria.

“apa maksudmu?” Tanya kim bum.

“aku ingin menagih utang permintaan maafmu padaku, cepat minta maaf !” suruh so eun.

“heh kau gila !” balas kim bum.

“yak ! cepat minta maaf ! aku selalu tidak betah jika orang yang bersalah padaku belum meminta maaf.” Paksa so eun. Kim bum menatap so eun lalu menarik tangannya secara paksa ke dalam toilet pria.

“hei apa-apaan kau ? lepaskan !” pinta so eun sambil meronta. Tapi kim bum malah menutup pintu toilet pria itu dan menyenderkan tubuh so eun pada dinding.

“jangan terus-terusan mengejarku ! aku tidak akan pernah minta maaf padamu, kau sendiri yang terlalu berlebihan.” Ujar kim bum menatap so eun sambil memenjarakan tubuh so eun dengan kedua tangannya.

“ya..ya…a..apa yang ingin kau lakukan?” Tanya so eun saat wajah kim bum begitu dekat dengannya.

“aku harus memberi pelajaran padamu agar kau tak lagi menggangguku dengan omong kosong aku harus meminta maaf padamu karena aku tidak punya salah padamu.” Jawab kim bum. So eun menelan ludahnya saat wajah kim bum semakin dekat dengan wajahnya. So eun menunduk.

“ya…singkirkan tanganmu dariku….!” Suruh so eun. Kim bum malah mengangkat wajah so eun agar ia bisa melihat mata hitam milik so eun. Kim bum menatapnya lama namun dengan tatapan tidak dapat diartikan.

“ingin aku beri pelajaran atau berhenti memintaku untuk meminta maaf?” tawar kim bum. So eun menelan ludahnya sekali lagi dan tidak memberi jawaban. Melihat respon so eun yang hanya diam, kim bum bisa memutuskan sendiri apa yang harus ia lakukan.

Tanpa hitungan detik, bibir kim bum sudah mendarat mulus di bibir so eun. So eun kaget bukan main. Ia ingin melepaskan diri tapi kim bum tetap menahnnya dan malah menciumnya lebih dalam.

“yaaaaaaa……..” so eun langsung membuka kedua matanya. So eun mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memastikan.

“so eun-ah kau sudah sadar, gwaencaha??.” Ujar so min yang ada di sebelahnya.

“dimana aku? Bukan di toilet kan?” Tanya so eun.

“ani, kau ada di UKS. Tadi kau pingsan karena lemparan bola basket.” Jawab so eun.

So eun bernafas lega. “oh ternyata tidak benar, aku hanya mimpi.” Gumamnya terlebih pada diri sendiri.

“waeyo?” Tanya so min.

“aniyo….aw kepalaku….” Tiba-tiba so eun merasa kepalanya berdenyut, ia memegangi kepalanya.

“gwaenchana?” Tanya so min.

“ne, hanya sedikit pusing.” Jawab so eun, mungkin efeknya masih terasa.

###

Saat bel pulang sekolah, so eun langsung buru-buru keluar kelas. Ia tidak ingin lama-lama berada di dalam satu kelas bersama kim bum. Mimpinya tadi benar-benar membuat ia berigidik.

“kenapa aku bermimpi hal seperti itu…” brigidiknya sambil berjalan. Saat ia di depan gerbang keluar, ia tak sengaja melihat kim bum sedang menaiki motornya. So eun mempercepat jalannya menghindari kim bum, entahlah semenjak mimpinya tadi ia berfikiran kalau kim bum itu adalah laki-laki berotak mesum. Apalagi didukung dengan fakta jika lelaki itu sudah menciumnya dua kali. So eun menundukkan kepalanya dan berjalan dengan cepat melewati kim bum.

“hei…….!” Teriak kim bum yang ternyata mengetahui so eun. Bukannya berhenti, so eun malah semakin mempercepat jalannya.

“aiish.” Kim bum berdesis dan menjalankan motornya mengejar so eun yang belum jauh. Kim bum membunyikan klakson berkali-kali agar so eun berhenti berjalan.

Tidiiiin……….

Kim bum menghentikan motornya tepat di depan so eun.

“apa kau tuli?” Tanya kim bum. Barulah so eun menghentikan langkahnya.

“ada apa?” Tanya so eun ketus.

“ambilah ini !” suruh kim bum.

“mwo?” Tanya so eun.

“kau harus mengerjakan semua ini…aku sudah membagi tugas apa saja yang harus kau kerjakan dan harus aku kerjakan.” Jelas kim bum. So eun menatap kim bum dan mengambil beberapa kertas itu.

“sebanyak ini? Yang harus aku kerjakan?” Tanya so eun.

“wae?” Tanya kim bum. “itu bukanlah tugas yang banyak. Harus kau kerjakan semuanya ingat itu !” nasihat kim bum.

“oh ya otakmu tidak apa-apa kan?” Tanya kim bum sambil memerhatikan kepala so eun.

“mwo?” Tanya balik so eun.

“tadi setelah tertimpa bola basket apakah otakmu masih baik-baik saja?” Tanya kim bum berniat mencibir.

“yak ! kau menghinaku?” bentak so eun.

“hmm sepertinya masih baik-baik saja.” Blas kim bum lalu kembali menarik gas dan pergi meninggalkan so eun begitu saja.

“haishhh jincha dia itu…….aish tugas sebanyak ini? Apakah bisa aku mengerjakannya hanya semalaman? Itu tidak mungkin.” Kesal so eun sambil melihat motor kim bum yang semakin menjauh.

###

Sesampainya di rumah, kim bum langsung menuju dapur untuk mengambil minum. Ia sudah menghabiskan 1 botol air mineral. Tiba-tibaponselnya berdering, ada telpon masuk dari go ah ra. Kim bum pun merogoh saku celananya dan segera mengangkatnya.

“yeoboseyo.”

“yeoboseyo, beom-ah….”

“ne? ada apa menelponku?” Tanya kim bum.

“aku hanya ingin memberitahumu saja, kalau besok adalah hari pertandinganku. Kau tidak akan lupa untuk datang kan?”

“besok olimpiade renang?”

“ne, aku harap kau bisa datang dan mendukungku.”

“hmmm akan aku usahakan.”

“baiklah, aku tunggu kedatanganmu.”

“hmmm”

“oh ya, nenekku menyukai syal yang kau pilihkan untuknya. Dia sangat berterimakasih.”

“baguslah kalau begitu.”

“hhhmmm yasudah aku tutup telponnya takutnya aku mengganggumu. Annyeong.”

Sambungan telpon terputus.

———-

Kim bum masuk ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Dia menatap langit-langit kamarnya sebentar lalu merogoh sesuatu yang ia simpan di saku celananya. Kim bum mengangkat benda itu dan memerhatikannya.

Flash back

Kim bum hanya diam saja dan masih asik bermain basket di saat teman-temannya yang lain membawa so eun ke UKS. Samar-samar kim bum mendengar suara siswi perempuan yang menyebut ‘waaah hidungnya berdarah’ pada so eun. Kim bum sejenak menghentikan aktivitas bermainnya, dan memerhatikan para siswa-siswi yang menggotong so eun ke UKS sampai menghilang dari pandangannya.

Kim bum melemparkan bola basket itu ke arah il woo. “kalian main saja ! aku ingin ke toilet.” Ujarnya lalu berlalu.

Saat kim bum berjalan ke tepi lapang, ia tak sengaja melihat sesuatu di bawah kakinya. Kim bum mengerutkan keningnya lalu mengambilnya. Entahlah biasanya kim bum tidak peduli dengan apapun yang ia lihat atau ia temukan, tapi saat tahu jika tempat ia sedang berdiri sekarang adalah bekas so eun terjatuh, kim bum pun memungut benda itu yang ternyata adalah sebuah jepitan rambut berwarna pink. Setelah mengambil jepitan itu, kim bum sedikit menoleh ke arah pintu keluar gedung indoor basket lalu melanjutkan tujuannya ke toilet.

——–

“hei…….!” Teriak kim bum saat ia melihat so eun berjalan cepat melewatinya. Bukannya berhenti, so eun malah semakin mempercepat jalannya.

“aiish.” Kim bum berdesis dan menjalankan motornya mengejar so eun yang belum jauh. Kim bum membunyikan klakson berkali-kali agar so eun berhenti berjalan.

Tidiiiin……….

Kim bum menghentikan motornya tepat di depan so eun.

“apa kau tuli?” Tanya kim bum. Barulah so eun menghentikan langkahnya.

“ada apa?” Tanya so eun ketus.

“ambilah ini !” suruh kim bum.

“mwo?” Tanya so eun.

“kau harus mengerjakan semua ini…aku sudah membagi tugas apa saja yang harus kau kerjakan dan harus aku kerjakan.” Jelas kim bum. So eun menatap kim bum dan mengambil beberapa kertas itu.

“sebanyak ini? Yang harus aku kerjakan?” Tanya so eun.

“wae?” Tanya kim bum. “itu bukanlah tugas yang banyak. Harus kau kerjakan semuanya ingat itu !” nasihat kim bum.

“oh ya otakmu tidak apa-apa kan?” Tanya kim bum sambil memerhatikan kepala so eun. Tepatnya memerhatikan jepitan cantik berwarna pink yang terpasang di rambut hitam so eun.

“mwo?” Tanya balik so eun.

“tadi setelah tertimpa bola basket apakah otakmu masih baik-baik saja?” Tanya kim bum berniat mencibir yang masih memerhatikan jepitan rambut itu.

“yak ! kau menghinaku?” bentak so eun. Ternyata kim bum benar, jika jepitan yang tadi ia temukan di tepi lapang adalah milik so eun, buktinya sama percis dengan yang so eun pakai sekarang.

“hmm sepertinya masih baik-baik saja.” Balas kim bum lalu kembali menarik gas dan pergi meninggalkan so eun begitu saja.

End flash back

Kim bum mengacungkan jepitan itu dan masih memerhatikannya dengan detail.

###

So eun mengunyah kripik kentangnya bersama ji san sambil menonton tv. Tiba-tiba chanelnya berubah.

“ya ji san ! kenapa kau mengganti chanelnya? Tadi sedang seru-serunya.” protes so eun sambil berusaha mengambil alih remote yang dikuasai ji san.

“drama drama seperti itu membosankan noona ! lebih baik menonton pertandingan sepak bola saja.” Jawab ji san yang mulai focus pada tv.

“tapi noona tidak suka sepak bola, cepat ganti lagi chanelnya ke yang tadi.” Suruh ji san.

“tidak mau, aku tidak suka menonton drama.” Tolak ji san.

“aiiissh adik menyebalkan !” so eun mendorong kepala ji san lalu berlalu menuju kamarnya.

“asiih…” ji san memegangi kepalanya.

———–

“haaaahhh….” So eun merebahkan tubuhnya di kasur. “aku rindu busan.” Ucapnya.

“aku belum menemukan titik kenyamanan tinggal di Seoul, hoooaaammm…..” Ujarnya sambil menguap.

###

 

Keesokan harinya

So eun baru tiba di kelas, tapi ia sudah di tagih oleh kim bum tentang tugas yang kemarin kim bum berikan padanya.

“kemarikan tugasnya !” pinta kim bum.

“tugas?” ulang so eun sambil mengerutkan keningnya.

“jangan bilang jika kau tidak mengerjakannya.” Ujar kim bum.

So eun langsung menepuk jidatnya sendiri. “aigo aku lupa !” pekik so eun. Kim bum langsung menatapnya tajam.

“eotteokae? Aku lupa ! bagaimana ini?” so eun segera mengubek-ubek isi tasnya. Tapi yang dicarinya tidak dapat ditemukan. So eun menatap kim bum dengan hati-hati.

“bagaimana ini? Tugasnya tertinggal di rumah dan aku belum sempat mengerjakannya.” Ujar so eun pelan. Kim bum semakin menatap so eun tajam.

“jadi apa saja yang kau lakukan semalam?” Tanya kim bum. So eun menelan ludahnya dan menggeleng.

###

“ini semua gara-gara kau !” kesal kim bum saat ia melap kaca jendela perpustakaan dengan tak ikhlas.

Saat ini mereka sedang mengerjakan hukuman yang diberikan oleh Cho seosangnim karena tak mengerjakan dan tak mengumpulkan tugas yang diberikan. Mereka di suruh membersihakn ruang perpustakaan sepulang sekolah. Sebenarnya bukan salah mereka berdua, tapi ini murni salah so eun. Kim bum terlihat marah besar pada so eun. Sementara so eun hanya diam saja sambil melap meja-meja. Ia sendiri mengaku bersalah. Kim bum menghentikan aktivitas memlap kaca saat ponselnya bergetar. Ada pesan masuk dari Go Ah ra.

Beom-ah aku menunggu kehadiranmu

Setelah membaca pesan itu kim bum memasukan ponselnya kembali lalu berjalan melewati so eun.

“k..kau mau kemana?” Tanya so eun.

“bukan urusanmu.” Jawab kim bum.

“m..mwo? ya…kau mau kabur?” Tanya so eun dengan nada sedikit keras. Tapi kim bum tak menjawab.

“yak ! hei ! mana mungkin kau bisa pergi begitu saja sementara kau belum menyelesaikan hukumannya !” teriak so eun. Barulah kim bum menghentikan langkahnya. Ia berbalik menatap so eun.

“sebenarnya aku tidak berhak mendapat hukuman, Karena ini salahmu.” Balas kim bum dan akhirnya ia pun benar-benar meninggalkan so eun.

So eun mengerjap-ngerjapkan matanya tak terima.

“aiiish laki-laki macam apa dia? Tega sekali membiarkan aku membersihkan ruang perpustakaan yang besar ini sendirian….jincha….menyebalkan !” teriaknya kesal.

TBC

Preview Next episode :

“kalau begini, aku harus membuat daftar dosa-dosa nya padaku. Jika dibiarkan maka dosanya akan menumpuk.” Ujar so eun pada dirinya sendiri.

“sepertinya kau memang bodoh.” Timpal kim bum.

“sudahlah, tidak adakah bahasan lain selain murid baru.” Ujar kim bum sedikit kesal.

“Ingat ! Kau itu selalu membesarkan masalah-masalah kecil, Apa kau tidak malu dengan dirimu sendiri?” Tanya kim bum menatap so eun lalu pergi meninggalkannya.

“jika aku mendengarmu tertawa ! aku tidak akan membiarkanmu utuh !” ancam so eun dan sudah menghilang di balik pintu kamarnya.

“ini tidak beres…untuk apa aku mengikutinya !” kim bum memutar balik arah dan kembali kepada tujuan pertamanya

“mau bertanding denganku? jika kau menang maka aku akan minta maaf padamu.” Tawar kim bum pada so eun dengan senyum yang tidak dapat di artikan.

88 thoughts on “A Lot Of Kissing You #2

  1. W0w w0w w0w..
    Suka kalu m0del t0m-jery begini, seruu…
    S0eun k0plak bgt disini..
    #jd ingat ff yg kim bum k0plak..hikz
    Hahaha..lutU lutU..
    Next cemangud y0w res..

  2. Ceritana tmbh gila ja pnuh dg persilihan dan q suka 🙂
    KimBoem na lucu bgt emge ciuman bs buat ketagihan yaw?!
    So Eun semgat kerjain hukuman sndrian*dasar kimboem gk tggung jwb*
    Q tggu lnjutan na yaw Author 😉😉
    SEMANGAT

  3. Resiii..huaaaa eon suka ff ini…kim bumnya cuek2 gimana gitu…so eun nya bodoh2 gimana gitu ekekkekeke, aah disini cmah ada satu kisseunya…itu jga mimpi so eun ekekekkekeke, tpi ngk papa deh ekekekeke…
    Lanjuuut yaa res..tetep smangat nulisnya mskipun sibuk eelekkeekk😄

  4. Uahhh keeren eon keren bangett ahhh aku jatuh cinta sama FF eon kekekeke😀 aduh dikelas ketawa2 ga jelas gara2 baca tingkAh sso kekekeke hahahah ngakak eon suer pinter banget bikin ff komedi heheeh , aigoo Bum polos banget dah “Ciuman bikin ketagihan?” bisalah bisa ketagihan kalo kiss smaa sso hahaha😀
    lanjut eon lanjut yaaa kekeke secepatnya okoki😀

  5. ya ampuin sso ampe kebawa mimpi, amazing!!!
    bumsso benar-benar lucu, res ff komedi romantismu keren gila….
    itu bum tega bener, demi ara ninggalin sso seorang diri.. bum cuek-cuek gimana gitu, tapi giliran ciuman kenceng bgt.. 100 mbs larinya, emang internet?.. wkwkwkwk…#plaaakkkkk
    lanjut res, mantap ckckck

  6. Akhir’a part 2’a d post jg,,,,
    Bumppa ma so euN kyak kuciNg aNd tikus beraNtem mlu tpi lcu bNgeeet braNtem cmaN gara2 hal sepele,,,;,🙂🙂🙂

    Jd pNsarN ma Next part’a
    LNjutkN thor,,,
    CmNguuuut🙂🙂🙂

  7. kerenn resii, ya ampunn mereka kaya tom n jerry ribut terus, sebenernya yg ribut sih soeun nya, ngintilin kim bum terus buat minta maaf, lucu bangett!! ya ampun kim bum cuek banget ya, masa liat soeun pingsan diem aja,
    hahaha soeun soeun udah tau ada tugas malah nonton drama,
    kasian banget sso ditinggal sendiri bersihin perpustakaan ama kim bum…
    ditunggu next partnya ya res…

  8. waah,lucu keren bgt thor..
    haha,sso eonnie sibuk nagih mnta maaf ma bumppa eh bumppa nya malah mkirin ciuman bkin ktagihan..haha lucu,kaya nya bumppa deh yg bkalan dluan nyadar klo dy ma ad rasa ma sso eonnie🙂

    thor,mkin bgus aja,next d tunggu

  9. aaaah kurang panjang res crtanya kurang puas tiba2 udh tbc aja hehe tp aku suka bangeeet am karakter kb yg ky gni, cuek cuek tp cool gmn gt, wuaaah jepitannya jd buat kenang2an dh tuh krna blm dibalikin ke so eun, hm kb deketnya am ara aja y, ah tp ntar cintanya bkn untuk ara kn hahaha, pkoknya next part lbh panjang lg, *banyakmaunya hehe gomawo udh buat ff pilihanku ini

  10. Yah,, baca2 ternyata sudh habis part 2 y…
    Padahal masih kepengen baca gimana kelanjutan bumsso bertengkar heeee..
    Tpi ngga apa lah,,
    Cerita y bumsso makin seru aja seru banget malahan heheee..
    Semoga cepat di posting part 3 , 4 , dan seterusnya #ngarep… Hahaaa
    Semangat resi memposting ff y.. Heee (y). (y).

  11. kebayang so eun cerewetnya ya kekekek… udah gituceroboh pula.. kontras ama kim bum yang tenga dan sedikit dingin tapi soal ciuman dia culun juga kekeke ketagihan ciuman so eun ya……

  12. Kpn bumsso saling jth cinta, knpa mrka mkin tdk akur? Bum sprtix dkat bnget dgn go ara n sprtix ara suka ma kim bum, emh apa nanti kim bum n ara akn jd psgan kekash? krn kim bum sprtix kurng suka ma sso n bru blakangan mrka akn jdian ah kim bum jhat bnget uda liat so eun jth d lpgan bskt krn bola knpa mesti bri tgas yg bxk hrusx bum bri sdikt kriganan ma so eun.

  13. kekeke
    sso lucu segtu kerasnya usaha cuma buat dnger kata maaf dari bum . Bum juga knyol abis masa tanya ‘ciuman bsa buat ketaghan apa gak ?’ kesemua orang lagi
    hadeeh , orang 2 bner bner gak beres semua *V*

  14. omo!!! bumppa gx tau apa kalau ciuman itu pnting bnget bgi yeoja…
    tpi lucu lht sso yg terus mnta bum mnta maaf… kkekkekke
    bumppa kpan suka ma sso yah…????
    adiknya sso bner2 dewsa dri pda umur.y … ckckck

  15. Untuk ke sekian kali nya keren banget😀 pokok nya keren banget😀. Di sini bumsso nya bikin ngakak banget. Lanjut author😀

  16. Wah akhir.a ada jg part 2 nya tpi kaya.a aq telat deh baca.a*hehehe
    sso eonnie tetap ajj yh gkmenyerah buat bumppa minta maaf sama dia,, tpi bumppa koq tega bgt sich ninggalin sso ngebersihin ruangan perpustakaan sendiri..
    Buruan d lanjutin yh😀

  17. Wuahh..kim bum cuek bgt sih ma sl eun,so eun pingsan kim bum malah tetep main basket,hahaha tp kim bum buat apa nyimpen jepitan rambut so eun wuahhh makin seru …ga sbar baca next part nya…ditunggu ya thor…

  18. Wuaaa….
    C-reenn eoonie DAEBAK..bggettttt pkokk n..yulyy uskkaaa bggettttttt…haduhhhhhh..lhatt tgkahhhhh Bumsso jdii snyum2 sndrii..aplgii tman2 n Bum..pda lcuu bggettt….haduhhhh oopa knpa sllu d tnya tntagg ciuman sichhhhh….oopa ktghann bggettt..wkkkXD…
    Wuaa yuly kraa tdii pas di toiletttttt mrka ciumann bnrann…tw n cma mpii..heeeee…..:) lnjuttt eoonie………….lanjutttttt……:)
    mianhee ru bsa bca ea..heee…:)

  19. seru!!!!,hehe kim bum ketagihn ciuman sama so eun kah?,hehe kim bum lucu😀
    kim bum diem2 merhatiin so eun juga ya,hayo kim bum uda mulai suka sama so eun ya?? wkwkwk pokoknya suka bgt thor,mimpinya so eun waktu pingsang juga bikin dag dig dug waktu aku baca hehehe,ternyata cm mimpi
    next partnya ditunggu🙂

  20. dikira aku adegan kisseunya beneran yah ternyata cma mimpi…. tpi kayaknya kimbum ke uks ya…???

    mereka berdua bener” gokillll….

  21. Aissssss……. Sso eunni_jadi parno sampe mimpi di cium beommpa…..
    Parno pa pengen????
    Hahhahahhahahah

    Tambah seruuuuuu nihhhh….^^

  22. “apakh ciuman i2 membuat ketgihan”
    hahahahaha. . .asli bum lucu bget mang mkanan kali jd bwt ktghn. . . Bs aj nyh bum pdhl kan cassana0va mzh g tw sich bs bwt ktghn ap g wkwkwkwk. . .
    Dzni karakter bum cuek2 gtu berbdng trblik ma sso yg crewet has ckckckck. . .
    Keren. . .keren. . .kern. . .

  23. soeun seperti nenek-nenek yang lupa mengerjakan sesuatu kekekeke,,
    kimbum menjengkalkan banget sich,,, suka menyuruh-nyuruh soeun tidak jelas,dan membuat soeun kesal,,,
    author pensran nich ceritanya,,,

  24. Aigoooo…karakter Sso disini rempong bgt yaa, cerewet abiiis…Bum nya adeeem, cuek bgt…

    Wataaw…Bum mpe searching ttg ciuman gitu d internet, penasaran yaaaa Bum? Jgn2 Bum uda mulai tertarik nii sm Sso…

  25. Aih baru nemu ff ini hheee seru bgtttt !!! Hahhaa bacanya jadi ngerasa jadi so eun sendri dan malu sendiri pas bacanya hahhaaa … ett so eun eonnie bisa lupa gitu sama tugas yg mnumpuk -_-

  26. apakah ciuman akan membuat ketagihan ??? kekeke~~~
    asli kocak bgt dah ah pertanyaan bum ini…

    dan dengan santainya dia bilang mungkin pengen ciuman lg ma cewe first kiss nya itu.. gokilnya il woo malah menawarkan diri utk ciuman ma bum hahaha konyol bgt temen2nya bum

    sso udh kayak debt collector nagih utang maap ke bum haha apa ga takut dicium lagi apa, bum udh ngancem tuh bakal nyium lagi biar dosanya nambah wkwkk

    itu yg kissu ditoilet trnyata cumi… cuma mimpi haha
    ngeri ya ga didunia nyata, ga didunia mimpi..
    sso digentayangin kissu dr bum lol lol lol

    sbg reader aku sih seneng2 aja bacanya haha plaaak

    btw apes bgt bum sekelompok ma sso, tugas bagian sso ga dikerjain.. alhasil malah dpt hukuman, tp its oke jd kan mereka tambah deket hiihihi

  27. Bumppa menyebalkan sekali huh…
    Sso lucu bgtt konyol deh,,
    Aduuuh bumppa tega bener ga nolongin sso
    Apa yg oppa pikirkan hayoo ??
    Apa bumppa berpacaran dgn arra ??
    Bgmn hbngn mereka berdua yaa slnjutnya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s