I’m Sorry Part 2

I’m Sorry

Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom

Other Cast : Im Yoon Ah, Jung Il Woo, Lee JunHo

Genre : Sad

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

 

I’m Sorry Part 2

“syukur nona kau baik-baik saja.” ujar il woo ketika masuk ke ruang rawat perempuan yang kemarin tak sengaja ia tabrak. Perempuan itu mendadak berhenti mengunyah buah apelnya dan menatap il woo dengan bingung.

“nugu?” tanyanya.

“aku adalah orang yang menabrakmu dan aku pula yang membawamu ke rumah sakit.” jelas il woo.

“aahh jadi kau orang yang menabrakku !” perempuan itu berkata dengan sinis sambil menatap il woo tidak suka. Il woo menghela nafas.

“ya ya aku minta maaf, lagi pula aku sudah bertanggung jawab. Semua biaya perawatanmu sudah aku bayar.” balas il woo.

Perempuan itu kembali memakan buah apelnya. “lain kali kau harus berhati-hati saat mengendarai mobilmu ! Untung saja lukaku tidak parah.” ujarnya.

“arasseo, aku sudah meminta maaf. Ku harap kau bisa memaafkanku.” il woo meletakan kartu tanda pengenal milik perempuan itu di atas meja. “nona Im Yoon Ah.” lanjut il woo. Mata perempuan yang ternyata yoona itu membulat lalu langsung mengambil kartu pengenal miliknya dengan cepat. Ia menatap curiga kepada il woo.

“kenapa ini bisa ada padamu?” tanya yoona.

“aku bingung bagaimana membayar perawatanmu jika tidak tahu identitasmu, maka dari itu aku terpaksa mengambilnya di dalam tasmu.” jelas il woo.

“kau tidak mengambil yang macam-macam kan di dalam tas ku?” selidik yoona.

“nona Im, apakah tampangku yang tampan dan keren ini terlihat akan melakukan hal yang seperti itu?” Il woo merapikan rambutnya dengan gaya sok keren.

Yoona hanya menatapnya dengan tidak percaya atas sikap percaya diri pria yang ada di depannya. Il woo berhenti meraba-raba rambutnya saat merasakan sesuatu bergetar di dalam saku celananya. Ponsel.

“. . . . .”

“aku masih berada di ruang rawat nona Im. kau sudah selesai?”

“. . . . .”

“baiklah”

Il woo kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celana.

“baiklah nona Im aku harus segera pergi. Dokter bilang besok pagi kau sudah bisa pulang. Semoga lukamu cepat sembuh. Annyeong.” il woo mengedipkan sebelah matanya pada yoona lalu setelah itu ia keluar.

“ih dia genit sekali.”

~ I’m Sorry~

Kim Beom Pov

Aku baru saja selesai di periksa. Dokter mengatakan tulang punggungku tidak apa-apa, hanya saja untuk beberapa hari ini aku tidak boleh melakukan aktifitas yang tidak terlalu berat. Yah, selama ini aku memang tidak pernah melakukan aktifitas yang berat-berat. Jadi itu tidak akan terlalu repot. Aku mengambil ponselku untuk menghubungi il woo.

“kau ada dimana?” tanyaku langsung.

“aku masih berada di ruang rawat nona Im. Kau sudah selesai?” tanyanya.

“aku baru keluar, cepat kemari aku tidak ingin menunggu lama.” ujarku dan mataku menangkap seseorang yang berjalan melewatiku. Sepertinya dia tidak menyadari keberadaanku.

“baiklah.” jawabnya. Pandanganku mengikuti kemana ia pergi hingga menghilang di belokan koridor rumah sakit. Aku menjauhkan ponselku dari telinga dan pada saat itu juga muncul il woo di hadapanku. Dia datang cepat sekali, sedikit membuatku terkejut.

“yak kim bum bagaimana? Aku datang cepat kan?” tanyanya membanggakan diri.

“sangat cepat.” jawabku lalu mulai melangkah untuk keluar dari rumah sakit.

“apa yang dokter katakan padamu?” tanyanya berjalan di sampingku.

“tidak boleh melakukan aktifitas berat.” jawabku. Tapi pikiranku sedang memikirkan orang lain. Seseorang yang tadi adalah perempuan yang secara tidak langsung telah membuat punggungku cedera. Jujur ini bukan salahnya, ini salahku sendiri. Jika saja ketika aku menolongnya aku langsung menarik tangannya menjauh maka papan reklame itu tidak akan menimpa tubuhku. Aku sudah memakai cara yang salah karena kejadiannya terjadi begitu cepat. Tapi, ada apa dia berada di rumah sakit? Seorang diri? Ah entahlah kenapa aku jadi memikirkan perempuan itu.

End Kim Beom Pov

 

Author Pov

So eun berjalan menuju ruangan dimana Yoona di rawat. Ia khawatir sebenarnya apa yang telah terjadi pada sahabatnya hingga masuk ke rumah sakit. Padahal kemarin sepulang dari bioskop yoona kelihatan baik-baik saja. Sangat baik malah. Ia ingin segera sampai di ruangan yoona dan melontarkan beberapa pertanyaan padanya. Tapi langkahnya jadi terhenti saat ia melihat sosok Lee JunHo yang tengah berbincang dengan seseorang, tampaknya ia sedang berbicara serius dengan seorang dokter.

“sedang apa junho disini?” gumam so eun lalu ia memilih diam di tempat sampai junho mengakhiri pembicaraanya dengan dokter dan membungkuk hormat mengucapkan terimakasih kepada sang dokter. Sang dokter tersenyum sambil menepuk pundak junho lalu pergi meninggalkannya. So eun pun perlahan berjalan menghampiri junho. Saat junho berbalik ke samping, ia begitu terkejut melihat keberadaan so eun yang berdiri di dekatnya.

“s…so eun-ah.” kagetnya.

“junho-ya apa yang kau lakukan disini?” tanya so eun menatap junho ingin tahu.

Junho mendadak bingung, apa yang harus ia jawab.

“apa kau sakit?” tanya so eun.

“a..ni, aku. . . .aku baru saja menjenguk temanku. Dia di rawat disini.” jawab junho gelagapan.

So eun tampak terdiam beberapa saat.

“tunggu, kau berbohong?” tanya so eun tak yakin.

Cepat-cepat junho menggeleng. “anio aku tidak berbohong. Sejak kapan aku berbohong padamu? Kau kan tahu aku tidak pernah berbohong padamu.” junho berusaha meyakinkan so eun dengan perkataannya itu.

“arasseo, aku hanya bercanda.” balas so eun lalu tersenyum menatap temannya ini.

Junho membalas senyumnya. Ia sedikit bernafas lega karena so eun percaya kata-katanya. “lalu apa yang kau lakukan disini?” tanya junho.

“aku ingin menjenguk yoona.” jawab so eun. Junho mengerutkan keningnya.

“memangnya ada apa dengannya? Apa dia sakit?” tanya junho.

“dia belum menceritakannya padaku, hanya saja dia bilang jika dia di rawat.” jawab so eun dengan wajah bingung.

“oh.” junho mengangguk-anggukan kepalanya, tiba-tiba ponselnya bergetar.

“ah sebentar.” ucap junho pada so eun lalu sedikit menjauh untuk menjawab telpon. So eun hanya menganggukan kepalanya. Tak lama dari itu junho kembali menghampirinya.

“so eun-ah sepertinya aku harus segera pergi. Aku titip salam pada yoona. Mian, kalau begitu aku pergi. Annyeong.” pamit junho dengan terburu-buru lalu meninggalkan so eun. So eun hanya mengangguk sambil memperhatikan junho yang menjauh.

“hari ini dia aneh sekali.” gumam so eun.

~ I’m Sorry~

So eun membuka pintu ruangan dimana yoona di rawat. Saat ia masuk, yoona langsung berteriak senang karena kehadirannya. “so eun-ah~”

“aigooo yoona-ya apa yang terjadi sampai kaki dan tanganmu di perban seperti itu?” Tanya so eun lalu menghampiri yoona. Ia menaruh buah-buahan yang baru saja ia beli di atas meja lalu So eun duduk di kursi tepat di samping yoona. Ia melihat kaki dan tangan yoona dengan ngeri, melihat ini ia jadi teringat dengan kim beom seonbae.

“kemarin malam saat aku berpisah denganmu aku tertabrak mobil.” Ujar yoona. So eun langsung melototkan matanya kaget.

“jinjaru? Kenapa bisa seperti itu?” Tanya so eun.

“aku juga agak lupa sebenarnya. Tapi untung saja mobil yang menabrakku melaju dengan pelan jadinya tak separah yang di bayangkan. Kaki dan tanganku hanya lecet dan memar. Huuaah aku sangat bersyukur so eun-ah aku baik-baik saja.” Jelas yoona. So eun hanya mendengarnya sambil sesekali menganggukkan kepalanya.

“apakah orang yang menabrakmu bertanggung jawab?” Tanya so eun. Yoona mengangguk. “dia juga sudah membayar lunas perawatanku.” Jawab yoona.

“syukurlah kalau begitu, kau harus mengucapkan terimakasih kepadanya karena sudah bertanggung jawab dengan baik.”ujar so eun.

“seharusnya semua juga seperti itu, tidak perlu mengucapkan terimaksih lagi pula orang itu juga yang sudah menabrakku.” Balas yoona. So eun menyipitkan matanya. “eeeiii, kau tidak boleh seperti itu, bagaimana pun juga kau harus berterimakasih. Kau ini…” nasehat so eun.

Yoona memajukan bibirnya. “sudah terlambat, mungkin aku juga tidak akan bertemu lagi dengannya.”

So eun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “oh ya kapan kau bisa pulang?” Tanya so eun.

“besok pagi aku sudah bisa pulang, tapi itu terlalu lama, aku ingin pulang sekarang juga.” Yoona merengek di depan so eun.

“aish turuti saja apa yang dikatakan dokter.” Ujar so eun. Yoona memajukan bibirnya dan so eun tersenyum melihatnya.

~ I’m Sorry~

Kim So Eun Pov

Aku menunggu bus datang di halte sendirian. Entah kenapa hari ini aku kurang bersemangat untuk masuk kuliah. Apalagi setelah kemarin malam aku melihat eomma menangis dan appa menenangkannya. Aku tidak bisa melakukan apa-apa kecuali diam. Melihat eomma menangis aku juga ingin menangis, tapi aku berusaha menahannya karena tidak ingin membuat eomma tambah sedih.

Aku merasakan ponselku bergetar. Ada telpon dari junho ternyata. Aku pun langsung menjawabanya.

“yoboseyo junho-ya.” Jawabku sambil melihat lurus ke arah jalan.

“so eun-ah kau ada dimana?” tanyanya.

“aku sedang menunggu bus datang, waeyo?” tanyaku.

“oh tunggu sebentar, aku akan kesana untuk menjemputmu.” Ujarnya.

“tapi junho-ya….tidak usah, aku….” Aku berusaha menolak tapi dia langsung memotong ucapanku.

“sudahlah kau tunggu saja, jangan naik bus sebelum aku tiba.” Perintahnya lalu langsung memutuskan sambungan telpon.

Aku menjauhkan ponsel dari telingaku dan menatap layarnya cukup lama. Aku mengerutkan keningku bingung.

“kau itu terlalu baik padaku.” Gumamku mengingat begitu baik dan perhatiannya si pria manis dan bermata sipit itu selama ini padaku.

Sekitar 10 menit menunggu, sebuah mobil hitam pun berhenti tepat di depanku. Aku sudah mengenali siapa pemilik mobil ini. Lee JunHo. Dia menurunkan kaca mobilnya dan melambaikan tangan padaku. Dia tersenyum manis kemudian keluar dari mobilnya.

“ayo cepat masuk !” perintahnya padaku, menuntun tanganku dan membukakan pintu untukku. Sekali lagi dia tersenyum manis padaku dan aku balas tersenyum padanya sebelum aku masuk ke dalam mobil. Sungguh beruntunglah perempuan yang akan menjadi kekasihnya kelak, menjadi kekasih pria manis dan romantic yang begitu perhatian.

“jangan lupa memakai sabuk pengaman. “ ujarnya mendekat dan memasangkan sabuk pengaman padaku.

“aku bisa melakukannya sendiri.” Ujarku memberitahu. Dia tersenyum dan mulai menancap gas.

Sesampainya di kampus aku langsung keluar dari mobilnya, dia berjalan di sampingku. Tatapan tidak mengenakkan mulai terasa olehku saat kami memasuki gedung jurusan kami, desain grafis. Aku tahu para mahasiswi ini memang tidak suka atas kedekatanku dengan JunHo. Pantas memang mereka menyukai sosok Lee JunHo yang baik dan ramah selain itu juga dia memiliki ketampanan yang tidak kalah dari Kim Beom seonbae, pria terpopuler di kampus. Aku mulai tidak enak saat banyak para mahasiswi yang mendelik ganas ke arahku. Menurutku tatapan mereka mengartikan ‘kau akan mati sekarang’ ‘kau akan tahu rasa kim so eun’ dan itu membuatku takut. Junho tersenyum bahkan sempat menyapa dengan ramah saat melewati mereka. Tampaknya tak menyadari tatapan sinis para mahasiswi yang mengarah kepadaku.

“so eun-ah aku masuk duluan. Jika kau ada waktu, pulang nanti aku ingin mengajakmu jalan-jalan ke luar.” Ujarnya seraya tersenyum. aku tampak berfikir dan menimbang-nimbang. Bukannya mencari alasan untuk menolak ajakannya tapi sebelumnya aku memang sudah berjanji untuk pergi ke apartemen Yoona. Dia pulang dari rumah sakit pagi ini dan aku berinisiatif untuk menemaninya.

“tapi junho-ya mian, hari ini aku tidak bisa karena sudah ada janji dengan yoona. hari ini dia pulang dari rumah sakit.” Tolakku sehalus mungkin. Mendengar penolakanku dia terlihat sedikit kecewa, tapi dia buru-buru tersenyum untuk menyembunyikannya.

“mungkin lain kali.” Lanjutku menatapnya hati-hati.

“aniyo gwaenchana. Kalau begitu cepat segera masuk ke dalam kelasmu !” perintahnya. Aku tersenyum dan berjalan menuju kelasku yang lumayan jauh dari kelasnya. Kami memang satu jurusan tapi kami berbeda kelas.

“masih saja dekat-dekat dengan JunHo-ssi.” Aku sempat mendengar pembicaraan beberapa mahasiswi di koriodor. Tapi aku berusaha untuk mengabaikannya dan menundukkan kepalaku.

~ I’m Sorry~

Biasanya di waktu istirahat selalu ada yang mengoceh di sampingku. Menceritakan tentang drama ataupun film yang baru saja di tontonnya semalam. Tapi kini aku hanya duduk sendiri sambil memakan makanan pesananku di kantin. Aku memang merasakan sepi jika yoona tidak masuk kuliah. Ponselku bergetar. Ada pesan masuk dari yoona. huh baru saja aku memikirkannya dia sudah muncul lewat pesan singkat.

Ada untungnya juga aku sakit dan tidak masuk kuliah, aku bisa menonton drama dengan puas hehehe, so eun-ah apa yang sedang kau lakukan sekarang?

Aku tersenyum membaca pesan darinya. Dasar yoona itu……..

Dasar kau ini…..tiada hari tanpa menonton drama ckck

Aku sedang makan, tidak ada kau sepi sekali disini😦

Aku menekan tombol send dan pesan pun terkirim padanya. Seraya menunggu pesan balasan dari yoona aku pun melanjutkan makanku.

Drrrrttt dddrrtttt

Aigo kasihan sekali sahabatku ini😦 , kau akan datang kemari kan sepulang kuliah?

Aku mengetik balasan untuknya.

Ne aku akan datang🙂 balasku

Baiklah kalau begitu aku akan menunggumu, sudah ya aku mau menonton dulu paipai😉

Setidaknya berkirim pesan ria dengan yoona membuatku tak sesepi seperti tadi.

Buuukkk aku melihat seseorang menyimpan mangkuknya cukup keras di depanku. Aku mendongak dan melihat So Ra-ssi, Mi Yeon-ssi, dan Su Yeong-ssi berdiri di depanku dan duduk disana.

“haaaiii so eun-ssi kau sendirian? Sepertinya butuh kami temani.” Ujar So Ra tersenyum padaku. Namun aku tahu, senyumannya itu adalah senyuman tidak tulus. Mereka memang tidak menyukaiku karena kedekatanku dengan JunHo. Terlebih So Ra pernah mengakui jika dia memang menyukai JunHo, dan beranggapan bahwa JunHo adalah pangeran untuknya. Tapi untuk saat ini aku tidak ingin berburuk sangka. Aku pun mengangguk sambil tersenyum pada mereka.

“oh ya kenapa yoona  tidak masuk kuliah dua hari ini?” tanya So Ra menatapku.

Mi Yeon dan Su Yeong angguk-angguk menyetujui pertanyaan So Ra.

“yoona tertabrak mobil dan memiliki sedikit luka di tangan dan kakinya.” jawabku.

“Oh my God ! Benarkah? Kasihan sekali.” So Ra menampakkan wajah sedihnya begitu pula Mi yeon dan Su yeong.

“kasihan sekali.” tambah mi yeon dan su yeong berbarengan.

Aku pun mengangguk. “tapi ia sudah baik dan tadi pagi sudah bisa pulang dari rumah sakit.”

“oh ya so eun-ah ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” ujar So Ra seraya tersenyum padaku. Aku mengerutkan keningku bingung. Apa yang ingin ia bicarakan? Apakah sesuatu yang penting? Ah aku mulai curiga.

“kajja !” So ra segera menggandeng lenganku dan mengajakku keluar kantin, bahkan sebelum aku mengeluarkan sepatah kata pun. Sementara mi yeon dan su yeong ku lihat segera mengikutiku dan So Ra dari belakang. Segera mungkin aku menghentikan langkahku dan memegang tangan kanan so ra yang menggandeng tangan kiriku dengan tangan kananku. Aku menatapnya.

“apa yang ingin kau bicarakan? Kenapa tidak bicarakan di kantin saja? Dan mau kemana kita sekarang?” tanyaku beruntun. Ku lihat so ra menatapku dengan sedikit jengkel lalu memamerkan lagi senyumnya.

“kau ikut saja denganku. Ini adalah pembicaraan serius.” Jawabnya yang diikuti oleh hilangnya senyum yang menghiasi bibirnya. Dia kembali menarik lenganku namun kini dengan cukup keras. Sementara itu aku mendengar kasak-kusuk dari belakang. Mi yeon dan su yeong. Oh apakah akan terjadi sesuatu denganku?

Tangannya tak pernah lepas menggandeng lenganku. Hingga akhirnya dia melepaskannya saat kami sudah berada di tempat yang sepi.

“kenapa harus disini?” tanyaku pada so ra. Kami berada di koridor di dekat ruangan tua yang sudah lama tidak di pakai. Dia menatapku. Tatapannya mulai ganas dan membuatku sedikit takut.

“aku ingin membicarakan sesuatu yang serius denganmu. Sangat serius ! ku harap kau mendengar perkataanku dengan benar sehingga aku tidak perlu mengulanginya lagi.” ujarnya. Aku menatapnya bingung bercampur takut.

“a…apa?” tanyaku. So ra, mi yeon dan su yeong berdiri mengelilingiku dengan lengan yang di lipat. Mereka semua menatapku.

“sudah berapa kali aku bilang padamu. Jangan dekat-dekat dengan JunHo ! jangan dekati dia ! Kenapa kau selalu mengulangi hal itu hah? Padahal aku sudah berkali-kali memperingatkannya padamu !” bentak so ra. Aku tercengang mendengarnya.

“iya benar ! dasar wanita tak tahu diri ! gatal sekali kau !” tambah mi yeong lalu telunjuknya mendorong keningku.

“a…aku…aku tidak mendekatinya….dia…dia temanku.” Jawabku.

“teman ? apakah seorang teman harus sedekat itu? Aku tidak suka melihat junho yang perhatian padamu ! apa yang sudah kau lakukan padanya hah?? Katakan padaku !” so ra mulai mengguncang-guncangkan bahuku dengan keras. Aku menundukkan kepalaku sedikit.

“tidak ada yang aku lakukan.” Balasku.

“dasar pembohong !” su yeong menjambak rambutku. Aku meringis sakit saat ia menarik rambutku.

“aku memang harus memberikan pelajaran padamu. Agar kau kapok dan menuruti kata-kataku !” so ra kembali membentakku dan matanya semakin berkilat-kilat. “ayo cepat ikat tangannya !” perintah so ra pada mi yeon dan su yeong. Aku menatap so ra tidak percaya. Kulihat mi yeon dan su yeong mulai menahan kedua pergelangan tanganku. Aku mulai berontak tapi salah satu dari mereka sudah berhasil mengikat tanganku dengan tali.

“a..apa yang ingin kalian lakukan? Jangan melakukan hal gila, aku mohon hentikan !” Pintaku sambil meronta.

“haaiiish diam kau ! ini tidak sebanding dengan rasa sakitnya perasaanku.” Bentak so ra. So ra mulai melangkah menuju pintu ruangan tua kosong itu dan mulai membukanya dengan kunci. Perasaanku sudah tidak enak, apalagi setelah mi yeon dan so yeong yang menahanku di sisi kiri dan kanan sambil menyeretku mendekati ruangan itu.

“aku mohon lepaskan aku !” pintaku sambil berontak. So ra berbalik padaku setelah berhasil membuka pintunya lalu dengan cepat ia meraih kerah bajuku dan menarikku dengan kuat. Ia langsung menorongku masuk ke dalam ruangan itu sampai aku terjatuh. Aku meringis merasa sakit saat lututku membentur lantai dengan cukup keras.

“rasakan itu !” ujar so ra lalu ia menarik pintu dan menutupnya. Ku dengar mereka tertawa puas dan mengunci pintunya. Aku membulatkan mataku tak percaya? Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku bisa keluar dari sini dengan keadaan tangan terikat seperti ini? Disini……….gelap ! aku takut ! sesegera mungkin aku pun berteriak.

“so ra-ssi ! aku mohon buka kembali pintunya ! aku mohon !” teriakku. Tapi sudah pasti mereka mengabaikan permitaanku. Mereka masih tertawa di luar sana hingga tawa mereka lama kelamaan mulai mengecil dan hilang. Aku menatap sekeliling ruangan tua kosong ini. Aku takut ! disini gelap dan tidak ada siapa-siapa. Akankah ada orang yang kemari? Siapa pun aku mohon tolong aku.

End So Eun Pov

~ I’m Sorry~

Author Pov

Kim bum berjalan menuju lapangan sepak bola di kampus. Tadi il woo mengirimi pesan padanya bahwa dirinya ada disana. Kim bum terpaksa menghampirinya disana karena ternyata il woo lah yang sudah menemukan kunci mobil miliknya yang terjatuh. Il woo tidak akan memberikan kunci mobilnya jika dia tidak datang ke lapangan sepak bola. Dan sungguh ! ini membuat kim bum jengkel. Menuju lapangan sepak bola ia harus melalui sebuah gedung yang sudah lama tidak di pakai. Saat ia melewati koridor, ia mendengar suara-suara berisik.

“aku ingin membicarakan sesuatu yang serius denganmu. Sangat serius ! ku harap kau mendengar perkataanku dengan benar sehingga aku tidak perlu mengulanginya lagi.”

“a…apa?”

Dan benar saja, Saat di belokan ia sejenak menghentikan langkahnya dan melihat tiga orang mahasiswi tengah mengelilingi seorang mahasiswi. Samar-samar kim bum serasa mengenali wajah mahasiswi itu.

“dasar pembohong !”

“aku memang harus memberikan pelajaran padamu. Agar kau kapok dan menuruti kata-kataku !”

Kim bum mendesah melihat kelakuan tiga orang mahasiswi itu. Kekanak-kanakan sekali ! pikirnya. Tak mau berlama-lama melihatnya kim bum pun kembali melanjutkan langkahnya.

“mana? Kemarikan kunciku !” ujar kim bum setelah ia menghampiri il woo. Il woo yang tadinya sedang bermain bola sendirian pun menoleh ke asal suara lalu menendang bola ke arah kim bum seakan mengajaknya bermain. Tapi kim bum malah mendiamkan bola yang berhenti tepat di kakinya, ia berjalan lebih dekat menghampiri il woo.

“kunci mobilku !” pinta kim bum. Il woo angguk-angguk lalu mengeluarkan kunci mobil kim bum dari saku celananya. Kim bum segera mengambilnya.

“kau harus mentraktirku makan karena aku sudah menemukan kunci mobilmu !” ujar il woo. Kim bum menatapnya. “kau menemukan kunciku karena kebetulan, bukan sengaja mencarikannya untukku.” Balas kim bum.

“ya kau ini ! walaupun hanya sebuah kebetulan tapi aku tetap saja berjasa ! jika aku tidak menemukannya bagaimana kau akan pulang? Benar kan?” ujar il woo.

“terserah kau saja. Aku tetap tidak akan mentraktirmu.” Balas kim bum lalu berbalik meninggalkan il woo.

“yak, kau tidak ingin bermain bola dulu denganku?” teriak il woo. Namun il woo tak mendengar suara kim bum. Rupanya ia tidak menjawab. Il woo mendesah lalu berlari mengejar kim bum hingga ia mengalengkan tangannya di pundak sahabatnya itu.

“kau itu terlalu dingin. Seperti butiran salju.” Ujar il woo masih merangkul sahabatnya.

“mwo?” Tanya kim bum.

“heh apakah punggungmu masih terasa sakit?” Tanya il woo.

“ani.” Jawab kim bum.

“syukurlah kalau begitu. Heh ngomong-ngomong aku malas mengikuti mata kuliahan hari ini.” Desah il woo.

“tidak usah masuk saja. Aku juga tidak akan masuk.” Jawab kim bum dengan entengnya.

“jinjaru? Wah wah wah aku tak menyangka kau ingin mempengaruhiku.” Ujar il woo sambil geleng-geleng kepala.

“mempengaruhi apa maksudmu?” Tanya kim bum tak mengerti.

“mempengaruhiku untuk bolos, ya ya ya seperti itu.” Jawab il woo. Kim bum hanya mendesis mendengar jawaban yang keluar dari mulut il woo. “memangnya kau mau kemana sampai tidak akan masuk?” lanjut il woo.

“entahlah, aku hanya sedang ingin sendiri.” Jawab kim bum.

“ah yayaya aku mengerti, akhir-akhir ini kau memang jadi suka menyendiri.”balas il woo.

End Author Pov

 

Kim Beom Pov

Aku dan il woo berjalan melewati koridor yang tadi aku lewati saat akan menuju lapangan sepak bola. Dimana aku melihat ada tiga orang mahasiswi yang sedang mengelilingi seorang mahasiswi. Tampakanya mereka sedang memberikan semacam palajaran pada seorang mahasiswi yang mereka tidak sukai. Hah kelakuan macam apa itu? Apakah ini seperti dalam drama Kkotboda Namja dimana ada seorang siswi bernama geum jan di selalu di bully oleh siswi-siswi lain? Dari tadi il woo terus saja mengoceh dan aku diam-tidak banyak menanggapi perkataannya. Di saat il woo mengoceh, samar-samar aku mendengar suara seseorang yang masuk ke telingaku. Tapi detik berikutnya suara itu kembali menghilang. Aku mencoba menajamkan pendengaranku dan suara itu terdengar lagi. sial ! ini membuatku merasa penasaran.

Aku menghentikan langkahku. “kau duluan saja, aku ingin ke toilet.” Ujarku pada il woo. Dia menatapaku sambil mengerutkan keningnya.

“oh yasudah.” Jawabnya. Il woo pun melanjutkan langkahnya sementara aku perlahan berjalan mendekati sumber suara. Aku berbelok ke belokan koridor dan suaranya semakin jelas. Apakah ini ada hubungannya dengan mahasiswi-mahasiswi tadi?

“tolooong…hiks….tolong siapapun buka pintunya…..hiks….”

Aku mendekat ke pintu dimana suara itu berasal. Ini adalah ruangan tua yang sudah lama tidak di pakai. Dan aku bisa mendengar dengan jelas suara seseorang yang meminta tolong.

“hiks….aku…takut…tolong aku…”

Aku mencoba memegang knop pintu itu, lalu aku mencoba memutarnya. Aku tahu ini sia-sia karena jelas pintunya memang terkunci.

“apakah ada orang diluar? Tolong…..tolong aku.”

Sepertinya orang yang berada di dalam menyadari ada orang lain disini-Aku, karena suara yang di timbulkan dari putaran knop pintu. Orang itu menendeng-nendang pintu sepertinya.

“aku akan mencoba membukanya, jadi aku mohon siapapun kau yang ada di dalam untuk menjauh dari pintu.” ujarku.

Aku berjalan menjauhi pintu, mencoba untuk memberikan sedikit jarak agar aku bisa dengan mudah mendobrak pintunya. Aku bersiap-siap berlari dan dalam hitungan detik pintu sudah berhasil terbuka. Ya memang ini sedikit gila, dengan melakukan ini bisa saja punggungku kembali sakit. Tapi, adakah sesuatu yang lebih baik untuk menolong seseorang?

Aku cukup terkejut setelah tahu siapa perempuan yang berada di dalam. Dia ! aku melihat dia masih menangis tapi sepertinya dia juga terkejut melihatku.

End Kim Beom Pov

 

Kim So Eun Pov

“tolooong…hiks….tolong siapapun buka pintunya…..hiks….” aku terus berteriak sambil menangis tak peduli suaraku sudah mulai serak, tapi aku berharap ada seseorang yang datang dan akan menolongku.

“hiks….aku…takut…tolong aku…” suaraku melamah, sudah 30 menit aku terkurung disini dengan tangan yang masih terikat dengan ruangan yang begitu gelap, aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk melepaskan ikatan tali di tanganku. Aku sudah mulai pasrah, tapi kemudian aku mendengar suara putaran knop pintu dan aku melihat knop pintu berputar. Ada sedikit harapan ternyata untukku.

“apakah ada orang diluar? Tolong…..tolong aku.” Aku kembali berteriak dengan suara yang kian melemah. Namun aku tak mendengar suara dari balik pintu sehingga aku mengusahakan diriku untuk menendang-nendang pintu dengan kakiku.

“aku akan mencoba membukanya, jadi aku mohon siapapun kau yang ada di dalam untuk menjauh dari pintu.” Suara seseorang di luar sana sedikit membuatku lega. Aku menuruti perintahnya untuk menjauhi pintu.

Tak lama kemudian pintu berhasil terbuka. Terimakasih Tuhan kau masih menyayangiku. Aku kembali menangis karena bahagia dan aku berusaha untuk melihat siapa orang yang telah menolongku. Sedetik kemudian aku terkejut. Dia….kim beom seonbae ! orang yang menolongku kim beom seonbae !

“s…seonbae.” Ujarku.

Dia masih menatapku, tampaknya dia juga terkejut melihatku-bahwa aku adalah orang yang kembali di tolong olehnya. Oh apakah ini sebuah kebetulan? atau apa?

“kau…tidak apa-apa?” dia bertanya dengan nada sedikit canggung, aku juga bisa melihat sorotan matanya yang mengasihaniku karena pipiku yang basah dengan air mata. Aku mengangguk.

Kim beom seonbae menatapku lalu dia mendekatiku. Aku hanya diam saja dengan perasaan yang tidak menentu saat dia mulai meraih tanganku. Rupanya dia mencoba melepaskan tali yang mengikat pergelangan tanganku. Aku merasa berdebar, ada sesuatu yang aneh menelusup masuk ke dalam hatiku. Walaupun aku belum tahu pasti dengan apa yang terjadi pada hatiku saat ini, tapi aku mulai merasa bahwa aku mulai mengaguminya sebagai sosok penolong ! image cool dan sombongnya menguap saat ini dimataku. Aku harus mengucapkan terimakasih dan berbalas budi padanya.

Tali yang mengikat tanganku terlepas dan kim beom seonbae kembali berdiri di hadapanku.

“j…jeongmal gomawosso seonbae.” Ujarku padanya.

Dia menatapku. “sepertinya kau butuh seseorang yang harus siap siaga menjagamu 24 jam ! jika tidak ada aku mungkin tidak akan pernah ada yang menolongmu keluar dari sini.” Ujarnya datar. Apakah dia bermaksud menyindirku atau menasehatiku? Aku tidak tahu jelas maksud ucapannya karena ekspresinya yang datar di mataku.

End Kim So Eun Pov

~ I’m Sorry~

Author Pov

So eun masuk ke dalam apartemen yoona. Ternyata yoona sedang duduk di sova sambil asik menonton drama. So eun geleng-geleng kepala melihatnya.

“kau terlalu sibuk memperhatikan televisi sampai tak menyadari kedatanganku.” Ujar so eun. Yoona segera menoleh menatap so eun.

“kyaaa so eun-ah kau datang juga ! mian. ” teriak yoona senang dan mengabaikan drama yang sedang ia tonton.

“bagaimana sekarang keadaan lukanya?” So eun duduk di samping yoona dan memperhatikan kaki dan tangan yoona yang masih di perban. Yoona melihat tangannya yang di perban.

“yah begitulah, aku belum boleh melepas perbannya. Huh menyebalkan sekali.” Keluh yoona, ia menggembungkan pipinya. “oh iya bagaimana kuliahmu dua hari ini tanpa aku?” Tanya yoona. “pasti membosankan yah?” lanjutnya.

So eun tak langsung menjawab, ia malah terdiam seraya memikirkan kejadian-kejadian sebelumnya yang malah membuatnya ingin menangis. Mata so eun sudah berair dan langsung saja ia pun memeluk sahabatnya. Yoona cukup terkejut dan juga bingung.

“hiks…yoona-ya…” so eun menangis.

“w..wae? kenapa kau malah menangis?” Tanya yoona sambil membalas pelukan so eun.

“hiks…hiks…” so eun masih terisak.

“so eun-ah…” panggil yoona yang mulai khawatir. Ada apa yang terjadi dengan sahabatnya ini hingga membuatnya menangis?

“ceritakan padaku ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi?” Tanya yoona. so eun melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. Yoona menatap so eun khawatir.

“aniyo…tidak ada apa-apa.” Jawab so eun.

“tidak ada apa-apa bagaimana? Jelas-jelas kau menangis ! cepat ceritakan padaku siapa yang sudah membuatmu menangis seperti ini?” desak yoona. so eun menatap sahabatnya itu dengan ragu. Haruskah ia menceritakan semuanya atau diam saja?

“So ra-ssi dan teman-temannya…mereka mengurungku di ruangan tua yang gelap, aku takut yoona-ya tapi untung saja ada yang menolongku.” Cerita so eun.

“jinjaru? Sudah kuduga ternyata mereka yang telah membuatmu menangis ! dasar mereka itu trio macan ! huh aku sebal dengan mereka, aku ingin mencakarnya !” kesal yoona.

“sudahlah yoona-ya tidak apa-apa, lagi pula aku baik-baik saja.” Ujar so eun.

Yoona menatap kesal pada so eun. “so eun-ah kau itu terlalu baik kau tahu? Mereka tidak pantas membencimu.” Ujar yoona. So eun tersenyum mendengarnya.

“oh ya ngomong-ngomong siapa yang menolongmu itu? Apakah JunHo?” Tanya yoona. so eun menggeleng. Yoona mengerutkan keningnya dan ekspresinya berubah menjadi sangat ingin tahu.

“ya nugu?” Tanya yoona.

“dia…kim beom seonbae.” Jawab so eun ragu. Yoona membulatkan matanya karena tidak percaya.

“mwo? Jinjaru? Kim beom seonbae yang sudah menolongmu?” pekik yoona.

So eun mengangguk. “dan aku ingin berbalas budi padanya yoona-ya….menurutmu apa yang harus aku lakukan?” Tanya so eun.

Dan kini yoona benar-benar melupakan televisi yang masih menayangkan drama yang tadi ia tonton. Tampaknya ia lebih tertarik dengan hal ini.

“ummm…memberinya coklat?” pikir yoona. So eun diam lalu ia menggeleng. “sepertinya tidak.” Balas so eun.

“umm bagaimana kalau memberinya sarung tangan?” usul yoona lagi.

End Author Pov

~ I’m Sorry~

Kim So Eun Pov

Ini sudah pukul 10 malam. Tapi aku belum juga tidur, aku masih sibuk membungkus sesuatu yang akan aku berikan pada kim beom seonbae besok sebagai rasa terimakasihku dan juga balas budiku. Aku tersenyum puas melihat hasilnya yang sudah terbungkus rapi dengan kertas kado. Semoga saja kim beom seonbae mau menerimanya.

Keesokan harinya

Entahlah ! saat ini perasaanku benar-benar tidak menentu. Aku mendadak gugup setengah mati. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dan bicarakan terlebih dulu pada kim beom seonbae nantinya. Saat ini aku sedang berdiri-menunggu kim beom seonbae keluar dari gedung jurusannya. Dari selesai kuliah tadi aku hanya sendirian disini seraya memegang tas jinjing berisi hadiah yang akan aku berikan padanya. Tak lama dari itu aku melihat kim beom seonbae keluar bersama temannya. Tubuhku merasa menegang seketika. Aku semakin kuat memegang tas jinjing ini. Aku melihatnya dan tersenyum ramah padanya. Dia juga melihatku, tapi tatapan matanya itu menurutku seperti mengartikan kebingungannya kenapa aku kembali ada disini. Nyatanya dia mengabaikanku dan berjalan melewatiku.

“s..seonbae.” panggilku setelah aku mengumpulkan segenap keberanianku dan aku semakin kuat memegang tali tas jinjing ini.

Dia menghentikan langkahnya begitu pula dengan temannya. Lalu dia memutar kepalanya untuk melihatku diikuti oleh temannya. Kim beom seonbae menatapku datar, sementara temannya menatapku bingung bergantian menatap kim beom seonbae.

“kim beom seonbae…” panggilku lagi tanpa beranjak sedikitpun dari tempatku berdiri.

“mwo?” tanyanya. Ah aku mendadak menciut apalagi setelah dia menanggapiku datar-datar saja.

“aku…sekali lagi aku…aku ingin mengucapkan terimakasih banyak padamu.” Ujarku diantara kegugupanku sambil membungkukkan sedikit badanku.

“aku…merasa tidak enak padamu, jadi aku…ingin berbalas budi.” Ujarku. Ku lihat dia hanya menatapku saja. Aku yakin temannya sudah menatapku dengan bingung.

Aku mengangkat kedua tanganku yang memegang tas jinjing itu ke atas. “ini…terimalah seonbae ! sebagai rasa terimakasihku padamu.” Ujarku sambil menundukkan kepalaku. Cukup lama aku mengangkat tas jinjing ini hingga ku dengar dia mendesah.

“kau hanya perlu menjaga dirimu sendiri agar tidak ada orang lain yang merasa di repotkan.” Yang dikatakan oleh kim beom seonbae padaku ini benar-benar menusuk hatiku. Apakah saat ini aku merasa tidak dihargai olehnya? Bagaimana ini? Rasanya aku ingin menangis ! kenapa dia begitu dingin? Aku hanya ingin berbalas budi padanya ! itu saja ! apakah sesulit ini?

“lebih baik kau simpan saja !” ujarnya. Tanganku terasa melemas apalagi setelah ia kembali berbalik dan berjalan menjauhiku. Aku semakin menundukkan kepalaku dan mataku sudah berair. Tapi tak lama dari itu ada tangan sesorang yang meraih tas jinjing dari tanganku. Aku tidak mengangkat kepalaku karena aku takut air mataku akan tumpah seketika. Tidak pernah aku merasa sakit seperti ini.

“Aku mewakili temanku untuk menerima hadiah darimu. Terimakasih !”

Dan kini air mataku tumpah juga ! ternyata orang yang mengambilnya adalah teman kim beom seonbae. Oh ada yang salah sepertinya denganku menangis karena hal seperti ini-karena kim beom seonbae menolak hadiah dariku.

I’m Sorry To Be Continued

Maaf ya yang A Lot Of Kissing You nya ditunda dulu bentar hehehe Author malah lanjutin ff yang ini maaf ya soalnya lagi mood ngelanjutin yang ini. Tapi tenang aja kok yang A Lot Of Kissing You nya juga bakal di lanjut hehe

64 thoughts on “I’m Sorry Part 2

  1. Inget sebentar l0h res katamu yg a l0t kiss,wkwkwk
    Surprise bgt td buka wp tyta ada apdet-an cih0oy..
    K0m0on res,crita mu smua memukaw bgt..

  2. daebak!! omo.. bumppa hatinya dingin bgt, kayak es di kutub.
    ssonni… sabar aja yaa…
    Lanjut eonni..😀

  3. KereN bNgeeeet thor laNjutaN’a,,,,,,

    Wah bumppa diNgiN bNgeeet sikap’a ma eoNNie so euN,,,,
    tpi mskpuN sikap bumppa dNgiN ma eoNNie so euN,bumppa mNloNg eoNNie so euN ampe 2 kali,,,,,
    Jd pNsraN klaNjutaN’a ,,,
    D tNg2u thor klaNjutaN’a,,,,,

  4. lanjuttttt,,, sumpah kereeennnnn bnget ceritanya,, gk kebyang loq jdi sso, ,kasian.bner,, hoaaa kyakx perkataan il woo oppa ttg bumppa bner bnget, loq ternyata bumppa tu dingin bnget kyak salju.. wkkwk
    next partx q tunggu, jangn lama2..!! fighting🙂

  5. karakter Sso disini lemah ya. Keren juga karater’a gt. Alurnya sedikit ambigu sih kadang kesannya lambt, kadang terlalu cpt. Tapi ceri’a bgs. Judul’a ituloh yg bikin penasaran. Next part ditunggu. Jangan terlalu lama y thor.

  6. kyaaaaaaaaaaaa…
    Autor knp haruus tbc,,,lagie seru-seru.y thor…
    Iiiissssss siieh kimbum dingin amat,bikin keseeeel…bikiin gemees sendiri lihat tingkah.y…
    Sso eonni tabahkan hatimu…
    Autor pliiisss bngt bikiin kim bum jatuh cinta setengah mampus ama sso and bikin happy ending jg…yaaah…yaaah…yaaah…*readerbanyakmau.y*di tungg thor next part. A lot of kissing.y jg d tungg thor….
    Fighting….
    Fighting thoor…

  7. Bum dingin bnget sih , tapi kok udah 2 kali y bum nolongin sso apa jodoh . Kenapa gak diterima aja sih bum hadiahnya , kasian soeun nya kan ,

  8. sso eunni kok cengnng gtu sihhh….
    trus bummie oppa kok jahat banget sm enniku itu..

    tp thor ak penasaran sm a lot of kissing you..
    cepetin d lanjutin dong thor..;(((((

  9. waah seruuu.. semangat terus soeun! kimbum emang orangnya gitu, tp lama2 pasti luluh.. #mudah2an. hhe. ditunggu part berikutnya thor. semangat jg buat author😀

  10. y ampun kasian bgt so eunx dikerjaain ma tmn2 so.ra..
    untung ad bum yg nyelamatin wlaupun sikapx ttp.cuek.abisss….
    critanya makin bgs…

    next chingu…
    ditngu kelnjutan ff a lot of kissingx jg….

  11. Huuuuhh dsr sora dkk pngen kulempar ke langit ke 100,,nyebelin bgt cieeyy untg ada KB yg sprtny mmg ditakdirkn untk jd guardian angelny sso tp sft dingin-ny ituu lhoo hadeehh kpn bs mencair,,jgn judes2 donk buumm org sso hny brmksd baik n ga pny niat mcm2,,tggu sj saatny sso bs mmbtmu falling in love hehehe !!!

  12. a lot kissing you’nya kapan?? Kenapa gak di lanjut dulu aku dah penasaran banget ma lanjutannya.

    so eun terlalu cengeng, sepertinya bakalan menyusahkan kim bum,..

  13. Wahhh…. Junho perhatian bener ma Sso…
    ªԃª apa nih???
    Ekekkekek

    Huh…. Kyaaa…. Jauhkan tangan Xlian dari Sso eunni…. (˘͡˛ ˘͡ ) Нüυẃƒƒ ( ˘͡ ³˘͡) #lempar 3macan ke luar angkasa#

    Ehemmmm….. Bumm selalu datang di sa’at Ϋά̲̣̥ηġ tepat dehh….
    Jangan2 jodoh tuh…. Ehehehhehe

    Ecieee…….. Line Sso buatin saraung tangan ma Bumm….
    Mengingatkan pada masa2 “soulmate” deh…
    Ekekkeke

    Huh… Bumm masih singin banget sih ma Sso….😦

    Kyaaaa…. Gie asyk2nya baca_malah TBC dunk…. U.U

    Next partnya di tunggu yak….😀

  14. Ressiiiii…aku nungguin A Lot Kissing You ahahahaah…tpi yg ini jga bgus kok, ahhaah…aku suka sifat kim bum yg cool gitu ekekeke, cocok sama so eun yg baik hati ekekekee…tpi aku binggung res, pas adegan yg so eun terkurung di gedung tua itu, kan gelap kok dia bisa liat kenop kuncinya di puter, apa dia pake kacamata infrared ya res bisa liat di kegelapan *ngawur ekekekeke😄. Tpi aku suka res eheheh, lanjutin ja A Lot Kissing You nya eheheheh…

  15. yaa knapa kim bum jutek m soeun bikin penasaran aja,
    c’ptan A lot Kissing YouNya udah jamuran niiee n’ggunya
    lagian ffMu makin keren aja ……….

  16. resiiii kok ga blg2 udh ada ff baru hehe untung iseng2 mampir jd tau dh, sedih bgt so eun dsini di siksa tp untung sang pangeran datang huehehe, res sring2 pos ff mu dong aku kangen am ff2 atau os mu *ciumresi :*

  17. Woooh bum blm berubah masiiih dingiiin..
    Woaahh sso kasian bgt dibully..eh sso udh mulai suka sma bum yeyeyeye
    Curiga sma ilwoo n yoona bakal sering ketemu jg nih nti

  18. Keren . . .thor,,,q suka kimbum cuek bgtu,klhtn keren dan mempesona. . .
    Semangat thor. .q tunggu a lot kissing for you segera di post. .penasaran bgt,jgn lama” thor. . .

  19. Wuaa eon Resii ye…yee..
    Daebakkk..
    Krennn bggettt..dah..
    Ituu loe..2 klii Bum bntui eoonie so eun..
    Trusss pnsrann sma lnjutan n..
    Bum jhatt tega2 n..
    Gakk mw nrmaa hdiah..yuly aja mw d ksihh hdiah..heee..*plakk..
    Lnjutttttt eon Resii..:)

  20. Huaaaa aku telat baca + komennya, mian ya…
    Ya ampunn kasian banget soeunnya… Kim bum dingin bangettt soeun kan cuma pengen balas budi,
    Humm kim bum baik tapi dingin, junho baik dan ramah, kira2 soeun pilih siapa ya?
    Ditunggu next partnya ya…

  21. Bum oppa dingin bngt ama Sso eonnie T_T
    sabar aja eon ntar hati kim bum bakal luluh jga ^_^
    ditunggu ea thor lnjutan x dan jga
    sngat ditunggu a lot of kisSing of U bwt author semangat . . . . !

  22. Daebakkk
    bum oppa udh dua kali nolongin sso tpi sikapnya maaih ajj dingin😥
    kasian bgtt sso eonnie
    di tunggu next partnya yh
    sama next part a lot of kissing you 😉🙂

  23. hugh junho oppa misterius bgt ky y . . . jd kasian sm so eonni . bumpa gt bgt si sm eonni y . . pdhal so eonni ky udh da prasan sk deh ma oppa y . ok d tngu next fanfic ya thor

  24. huaaaaaa… keren !!! ><
    DAEBAK !!! udah pasti tu so eun ska sma kim bum kn ??
    say yes thor !
    next partnya jgn lma2 ya…

  25. yeeee tia bisabaca heehehe mian eon,bru bca kreeennnnn uhh bum kmu errrkaya es et td blg tuh k sso hrs ada yg lindungin sso jwbnny itu kamu kkkkk heheciee sso udh jtuh cinta ciee heehe

  26. Heduuuhhh penasarannnnnn…..bum dingin banget…tpi senang dia slalu menolong sso eonni….kerHeduuuhhh penasarannnnnn…..bum dingin banget…tpi senang dia slalu menolong sso eonni….kerHeduuuhhh penasarannnnnn…..bum dingin banget…tpi senang dia slalu menolong sso eonni….kerHeduuuhhh penasarannnnnn…..bum dingin banget…tpi senang dia slalu menolong sso eonni….kerennn

  27. Huf’ Untung Kimbum lewat situ lagi, dasar Yoeja kurang kerjaan. Eh itu Junho suka yach sama Sso??? Yoona kita samaan, sama sama suka Nonton drama kekekeke lanjuuut

  28. Yeyeee oppa kim bum menjadi pangean penolong sso eon udh 2 kali nih oppa batuin eon sso walaupun oppa bum masih dingin kaya es batu :(py semoga sso eon bsa membuat hati oppa bum mencair ,,penasaran deh knp sikap oppa bum kaya gtu ya???

  29. Kesian so eun dikurung d.gedung yg udah gk d.pakai tpi untung ajja ada kim bum yg nolong..
    Kim bum cuek bngett..
    kesian so eun udah bikin cape2,,eh kim bum’y kyk gitu..pdhl kan itu cuman wujud terima kasih’y kpd kim bum…

  30. huhuhu scene terakhirnya…😥
    bum terlalu dingin bahkan utk menerima hadiah sbg ungkapan terima kasih…

    kelakuan trio macan itu asli childish bgt.. kalo ga suka kenapa cuma sso yg dibully, kenapa ga marah juga ma junho.. bilang ke junho supaya jgn deket2 ma sso haha pasti ga berani lah..

    dasar pengecut, beraninya cuma sama yg lemah hadeuh jd emosi gini *_*

    baru deket ma junho, ntar kalo deket ma bum bisa2 sso dibenci sama cewe2 satu universitas kekeke~~~

    btw junho misterius euy.. ^_^

  31. Ckck… bumppa knp sombong sekalii ??
    Kshn sso,, ucapannya itu loh yg bikin nyelekit huh…
    Bgmn klnjutannya ?
    Ceritanya bikin pingin tau lnjutannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s