I’m Sorry Part 3

I’m Sorry

Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom

Other Cast : Im Yoon Ah, Jung Il Woo, Lee JunHo

Genre : Sad

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

 

I’m Sorry Part 3

Author Pov

“kau hanya perlu menjaga dirimu sendiri agar tidak ada orang lain yang merasa di repotkan.” Ujar kim bum datar. Il woo langsung menatap kim bum bingung. Dia memang tidak tahu ada apa di antara kim bum dengan perempuan di hadapan mereka sekarang.

“lebih baik kau simpan saja !” ujar kim bum lalu berbalik meninggalkan so eun. Il woo sejenak menatap so eun lalu mengikuti kim bum. So eun menundukkan kepalanya dan matanya mulai berair. Tas jinjing yang ia pegang mulai turun bersamaan dengan tangannya yang melemas.

“ya apa yang kau lakukan? Kau tahu ? tanpa sadar kau sudah membuat hati perempuan itu terluka.” Ujar il woo seraya menatap dan mengimbangi langkahnya dengan kim bum.

“aku tidak merasa seperti itu. Lagi pula dia yang terlalu repot untuk berbalas budi.” Jawab kim bum.

“asiih kau ini…..”il woo kesal lalu dia kembali berbalik dan berjalan menghampiri so eun. Sementara kim bum tidak peduli dan ia tetap melanjutkan langkahnya.

Il woo meraih tas jinjing yang di pegang so eun. “Aku mewakili temanku untuk menerima hadiah darimu. Terimakasih !” ujar il woo lalu ia kembali menghampiri kim bum.

Dan kini air mata so eun tumpah juga, ia menangis karena hal seperti ini-hal yang mungkin tidak seharusnya ia lakukan dengan cara memberikan hadiah pada kim beom seonbae. Seharusnya ia tahu, seorang kim beom seonbae yang terkenal dingin itu tidak akan mau menerima hadiah darinya.

~ I’m Sorry~

So eun berjalan sendirian menuju gerbang kampus sambil menundukkan kepalanya. Ia masih memikirkan kejadian tadi. Jujur saja, hatinya masih terasa sakit. Ini aneh ! terasa aneh baginya.

“hmm pantas saja langit mendung, ternyata kau sedang sedih.” Ujar seseorang yang mau tak mau membuat so eun mengangkat kepalanya. Ia menatap sosok JunHo yang berdiri di hadapannya.

“waeyo?” Tanya junho khawatir. “Wajahmu murung seperti itu” lanjutnya. Melihat junho yang perhatian padanya membuat so eun bisa mengulas senyum. Ia menyunggingkan bibirnya pada junho.

“aniyo aku tidak apa-apa.” Jawab so eun menatap junho dengan wajah yakin. Junho menatap so eun seraya mengeluarkan senyumnya.

“kemarin kau tidak bisa menerima ajakanku untuk jalan-jalan. Bagaimana kalau sekarang saja? Sepertinya aku butuh menghiburmu sekarang.” Ajak junho. So eun mentapnya cukup lama. Kenapa lelaki di depannya ini begitu baik?

“kemana?” Tanya so eun. Junho melipat lengannya seraya berfikir.

“ummm….kemana saja.” Jawab junho. So eun tersenyum.

~ I’m Sorry~

“junho-ya kenapa kau begitu baik?” Tanya so eun saat mereka sudah berada di dalam mobil junho. Junho yang sibuk menyetir hanya bisa tersenyum.

“benarkah seperti itu?” Tanya balik junho. So eun mengangguk dengan yakin sambil masih memperhatikan junho.

“kau terlalu baik junho-ya, aku takut aku bisa jatuh cinta padamu.” Ujar so eun seraya tertawa. Junho melirik ke arah so eun. “itu berarti bagus kan aku bisa membuatmu jatuh cinta.” Balas junho.

“ne, tapi itu tidak mungkin. Kita adalah teman.” Jawab so eun masih dengan tawanya. Junho hanya bisa ikut tersenyum karena melihat so eun yang sudah tidak murung lagi seperti tadi. So eun juga sepertinya sudah melupakan kejadian tadi. Jika di dekat junho ia tidak pantas untuk terus-terusan bersedih, di dekat junho ia bisa tersenyum dan merasa bahagia. Ia merasa tenang berada di dekat laki-laki ini, senyumnya, tatapannya, dan perhatiannya lah yang membuat so eun nyaman. Ia bersyukur memiliki teman seperti junho.

“waahh hujan.” Ujar so eun saat melihat tetesan hujan jatuh di kaca depan mobil milik junho.

“ah benar, apakah itu berarti kita tidak jadi jalan-jalan?” ujar junho melirik so eun. So eun balas menatapnya.

“terserah padamu saja akan membawaku kemana. Kau pemilik mobil ini.” Jawab so eun. Mendengar jawaban so eun, junho mengangkat tangannya dan mengacak lembut rambut so eun.

“baiklah kalau begitu.” Jawab junho lalu menancap gas lebih kencang.

~ I’m Sorry~

Hujan semakin deras. Kim bum pun memilih kembali menginap di rumah il woo. Ia memarkirkan mobilnya di basement apartemen il woo.

Il woo memasuki apartemennya diikuti kim bum. Kim bum melihat il woo menaruh tas jinjing yang di bawanya dari perempuan tadi di atas sova. Lalu setelah itu kim bum memilih menuju dapur untuk mengambil minum. Kim bum membuka lemari es berukuran sedang itu dan ia cukup tercengang karena isisnya kosong melompong. Hanya ada tiga kaleng minuman bersoda dan dua botol air mineral. Sisanya hanya ada kimchi yang sudah menimbulkan bau yang sangat menyengat. Kim bum berdecak lalu mengambil satu botol air mineral dan meneguknya sampai sisa setengahnya. Ia tidak habis pikir dengan sahabatnya ini.

“ah mian aku lupa mengisi kulkasku.” Ujar il woo yang ikut datang ke dapur dan mengambil satu kaleng minuman bersoda.

“aku akan memesan makanan siap saji untuk makan malam sekarang kalau begitu.” Ujar il woo lalu meneguk kembali minumannya sampai habis.

“itu lebih baik dari pada aku harus keracunan.” Balas kim bum, lalu ia berjalan menuju ruang tengah dan duduk di sova lalu menyalakan televisi. Sementara il woo mengeluarkan ponselnya untuk memesan makanan siap saji dan meminta untuk mengantarkannya ke apartemennya. Setelah itu ia ikut duduk di samping kim bum. Kim bum terlihat memindah-mindahkan chanelnya berulang kali, tidak ada acara yang menarik.

“wah…syal? Perempuan tadi memberikanmu sebuah syal.” Ujar il woo seraya memegang syal yang ia keluarkan dari tas jinjing itu, lalu ia melirik ke arah kim bum.

“kenapa kau malah membawanya?” Tanya kim bum.

“yah dari pada membiarkannya saja? Salah satu kelamahan perempuan adalah memiliki perasaan yang sensitif. Mereka akan mudah terluka dengan hal-hal yang kecil, termasuk jika hadiah yang mereka berikan tidak di terima.” Jelas il woo. Kim bum mendesah mendengarnya.

“lagi pula apa salahnya jika kau menerima hadiah dari penggemarmu?”Tanya il woo seraya mencoba memakai syal berwarna coklat itu. Kim bum tidak mengindahkan pertanyaan il woo. Ia malah menatap lurus ke arah televisi.

“ah hangat sekali….” Ujar il woo lalu melepaskan syalnya kembali. “cobalah kau pakai !” il woo menyodorkan syal coklat itu pada kim bum. Karena kim bum tak juga mengambilnya, il woo pun memasangkan sendiri syal itu di leher kim bum dengan paksa. Kim bum sudah melotot melihatnya.

“apa yang kau lakukan?” Tanya kim bum. Il woo nyengir kuda.

“bagaimana? Hangat kan?” Tanya il woo. Kim bum mendesah lalu dia berdiri. Ia melepaskan syal yang melilit lehernya dan melemparkannya pada il woo.

“jika kau suka dengan syal ini, ambilah ! itu untukmu saja.” Ujar kim bum lalu berjalan menuju kamar il woo.

“aiihh kau ini benar-benar…..tidak menghargai sama sekali pemberian seorang perempuan.” Ujar il woo seraya menatap punggung kim bum.

~ I’m Sorry~

So eun dan junho duduk berhadapan. Dua cangkir coklat hangat tersaji di depan mereka. So eun melihat ke luar kafe, menatapi hujan yang terus mengguyur kota seoul.

“akhir-akhir ini kau selalu terlihat murung.” Ujar junho setelah menyesap coklatnya seraya menatap so eun. so eun dengan segera mengalihkan pandangnnya dari jendela kepada junho. Cepat-cepat so eun pun menggeleng.

“aniyo.” Balasnya. Lalu ikut menyesap coklat hangatnya.

“mulutmu berkata tidak, tapi hatimu sebenarnya mengatakan kebalikannya.” Ujar junho.

“kenapa kau bisa berkata seperti itu? seperti seorang peramal saja.” Ejek so eun sambil memanyunkan bibirnya. Lalu so eun kembali menyesap kopinya. Junho malah tertawa mendengar dan melihat ekpresi so eun yang menggemaskan.

“apakah ada yang lucu hingga kau mentertawaiku?” tanya so eun berpura-pura kesal. Ia mengalihkan pandangannya ke jendela, kembali menatap hujan yang semakin deras.

“ne kau lucu, sangat lucu.” Balas junho masih tertawa-tawa kecil. So eun langsung mendelik menatap junho.

“kau mengajakku jalan-jalan bukannya untuk menghiburku? Tapi kenapa kau malah membuatku kesal lee junho?” tanya so eun dengan nada yang tak seperti biasanya.

“arasso mian.” Junho berusaha menghentikan tawanya.  “sudah lama aku tak melihatmu kesal seperti ini.” lanjutnya.

“ada-ada saja.” Balas so eun. “kau tidak kedinginan melepas jaketmu?” tanya so eun.

“aniyo, coklat ini sudah cukup membuatku hangat.” Jawab junho.

“padahal aku juga tidak terlalu kedinginan, lebih baik kau pakai lagi jaketmu !” so eun hendak melepaskan jaket junho dari tubuhnya tapi junho segera mencegahnya.

“pakai saja, aku tidak apa-apa.” balas junho lalu menyesap cokatnya lagi.

“hmm… yasudah.” Ujar so eun.

Tiba-tiba junho meraskan dadanya sesak. Ia memegang cangkir coklat itu dengan erat. Nafasnya sudah terasa tidak beraturan.

“so eun-ah..ah..ku ke toilet sebentar.” Ujar junho dan segera beranjak dari kursinya. So eun hanya mengangguk saja lalu kembali  menatap hujan. Entah kenapa ia jadi suka menatap air yang turun dari langit itu.

~ I’m Sorry~

Il woo berjalan dengan terburu-buru menuju kelasnya. Kurang ajar sekali memang, kim bum tidak membangunkannya dan meninggalkannya begitu saja ke kampus tanpa memberitahu. Alhasil dia cukup telat hari ini.

“haaah dia itu….” gumam il woo lalu ia tak sengaja menabrak seorang perempuan hingga perempuan yang ditabraknya itu terjatuh.

“yaaak haiissh…” teriak perempuan itu sambil mengaduh kesakitan.

“ah mian….mian agashi.” Ujar il woo seraya menjulurkan tangannya, bermaksud untuk member bantuan. Tapi perempuan itu malah menepisnya dengan kasar.

“kau itu bisa tidak jik……..k..kau?” pekik wanita itu.

“ah nona I Am?” Il woo juga tak kalah kaget.

“kenapa kau bisa ada disini?” tanya yoona seraya berusaha untuk berdiri.

“aku kuliah disini. Apakah nona I Am juga kuliah disini? Senang sekali.” Ujar il woo seraya menampakkan senyum menawannya. Tapi sepertinya bagi yoona, senyum itu tidak menawan. Malah membuatnya ingin muntah.

“ah ya apakah lukamu sudah benar-benar sembuh?” tanya il woo seraya memperhatikan yoona dari ujung kaki hingga kepala. Yoona sudah risih di buatnya.

“kau bisa lihat sendiri, aku disini berarti aku sudah sembuh.” Jawab yoona sinis.

“syukurlah kalau begitu nona I Am, aku senang mendengarnya. Aku harap kau bisa memaafkanku atas insiden waktu itu.” ujar il woo.

Bukannya menjawab, yoona malah melangkahkan kakinya menjauhi il woo. Il woo menatap tidak percaya akan sikap yoona yang begitu jutek terhadapnya, padahal ia sudah mengeluarkan karismanya sebaik mungkin (?)

Il woo menggeleng-gelengkan kepalanya. “ckckck dia ternyata tipikal perempuan yang jutek dan galak, errr.” Il woo brigidik dan ia pun kembali melangkahkan kakinya menuju kelasnya.

~ I’m Sorry~

Kim Beom Pov

Tak sengaja aku berpapasan dengan perempuan itu. Akhir-akhir ini aku jadi sering melihatnya dan bertemu dengannya. Ia tak sendiri. Ku lihat dia sedang bersama temannya. Gadis itu belum menyadari bahwa aku sedang melihatnya, mungkin memperhatikannya yang sedang tertawa bersama temannya. Hingga tawa lepasnya itu terhenti saat matanya menangkap sosok diriku, dia tampak mematung sejenak sambil menatapku, lalu ku lihat dia menunduk. Temannya juga tampak bingung dengan perubahan drastisnya.

“haiiish kau bum-ah, sudah ku bilang untuk menungguku. Kau malah meninggalkanku.” Il woo tiba-tiba saja sudah ada di belakangku dengan nafas sedikit ngos-ngosan dan dia menepuk pundakku.

“eh nona im….” Ku dengar il woo menyapa seseorang yang entah siapa, tapi saat ku lihat, pandangannya mengarah kepada dua perempuan di depanku. Entah yang mana yang di panggil noon aim, apakah dia? atau temannya? Aku juga sebenarnya tidak tahu siapa nama perempuan itu.

“o..oh kau…” perempuan di sebelah gadis itu menyahut, tampak sedikit terkejut.

“kita bertemu lagi rupanya non aim.” Ujar il woo. Oh apakah il woo mengenal perempuan itu?

Perempuan itu tampak tersenyum kikuk dan sesekali melirik ke arahaku, sementara dia….gadis itu masih menundukkan kepalanya. Apakah dia malu bertemu denganku? atau takut?

“oh…apakah kalian berteman?” il woo kembali mengeluarkan suaranya, menanyakan kepada kedua perempuan di depan kami. Barulah gadis itu sedikit mengangkat kepalanya.

“ah..ne…dia kim so eun…temanku.” Jawabnya masih dengan senyum kikuknya. Oh, nama gadis ini kim so eun?

Ku lihat dia sedikit menyunggingkan senyumnya ke arah kami. Melihat senyumnya, ada sedikit rasa bersalah yang menyelinap ke dalam tubuhku saat aku menolak pemberian darinya sebagai balas budi.

“bukannya kau sudah lapar?” tanyaku pada il woo lalu berjalan lebih dulu. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini, jadi lebih baik aku segera pergi dari pada terus melihat gadis itu menundukkan kepalanya, jika memang benar dia  malu padaku atau takut padaku.

“nona im, so eun-ssi, apakah kalian juga ingin makan? Bagaimana jika kita sama-sama saja pergi ke kantin?” il woo tak langsung menjawab pertanyaanku, ku dengar dia malah menawari mereka untuk makan bersama.

End kim bum pov

 

Author Pov

“ah..itu….” ujar yoona.

“kau tidak boleh menolak nona im, aku akan mentraktirmu dan juga kau so eun-ssi. Sebagai rasa bersalahku yang masih berkelanjutan. Karena tadi pagi ternyata kau masih galak padaku nona im, kau pasti masih marah.”ujar il woo.

Yoona tampak sedikit berpikir karena nyatanya ia memang masih belum bisa memaafkan lelaki di depannya. Tapi yang tak terduga adalah, orang yang telah menabraknya adalah teman dari kim bum seonbae. Mahasiswa paling popular dan digilai banyak wanita. Dan kim beom seonbae nyatanya juga adalah orang yang telah menolong sahabatnya-saat hampir tertimpa papan reklame dan kejadian terkunci di gudang.

“so eun-ah…” ujar yoona pelan pada so eun.

“gwaenchana, terima saja.” Jawab so eun sambil menyunggingkan senyumnya.

“kajja…!” ajak il woo lalu berjalan diikuti yoona dan so eun.

~ I’m Sorry~

So eun tampak enggan sekali mengangkat wajahnya, sedari tadi ia hanya menunduk sambil mengaduk makanannya, sesekali memakannya dengan pelan. Di depannya kini ada kim bum seonbae dan juga il woo temannya dan di sampingnya ada yoona. Saat ini mereka sedang berada di kantin, duduk berempat di satu meja. Mereka bagaikan dua pasang kekasih yang sedang double date. Semua mahasiswi dan mahasiswa memperhatikan mereka dengan tatapan aneh dan juga iri. Terlebih para mahasiswi yang terlihat menatap ke arah so eun dan yoona dengan tajam, mereka juga tampak berbisik-bisik.

“aku tidak menyangka, ternyata seonbae adalah temannya kim beom seonbae.” Ujar yoona pada il woo.

“sudah ku duga, banyak orang mengenalku karena aku adalah temannya kim bum…haaah.” Ujar il woo.

Kim bum hanya diam, sesekali dia juga mencuri pandangan pada kim so eun, gadis yang sedari tadi juga diam tidak mengelurakan sepatah kata pun.

“ne, kim beom seonbae kan sangat popular.” Balas yoona sambil melirik kim bum dan tersenyum, tapi kim bum hanya menatapnya saja tanpa membalas senyum yoona, membuat senyum yoona itu memudar. Konyol sekali.

“seharusnya aku juga popular.” Ujar il woo.

Yoona melirik sahabatnya yang sedari tadi hanya diam. “so eun.” yoona menyikut lengan so eun. “kenapa kau diam saja?” tanya yoona.

Dengan perlahan so eun mengangkat wajahnya dan melihat wajah yoona. “a..ani.” jawab so eun.

“oh ya so eun-ssi….kim bum menyukai syal pemberianmu.” Celetuk il woo dan langsung memandang kim bum dengan wajah menggoda. Il woo juga tersenyum pada so eun.

“ah…ne?” so eun menatap il woo lalu melirik kim bum yang sedang menatap il woo dengan tajam. Dan saat so eun masih melihat kim bum, kim bum juga melihatnya dan tatapan mereka beradu. So eun sesegera mungkin mengalihkan pandangannya.

“dia bahkan memakainya saat malam.” Ujar il woo. Dusta semua memang dengan apa yang dikatakan il woo pada so eun. Tapi semata-mata niatnya adalah hanya untuk membuat so eun sedikit senang, mungkin?

Karena melihat kim bum terus diam saja, il woo pun menyikut lengan kim bum cukup keras. “ya…ucapkan terimakasih !” suruh il woo. Kim bum menatap il woo datar lalu mendesah.

“ah..kau…gomawo.” ujar kim bum akhirnya pada so eun. So eun langsung gugup saat mendengar kim bum mengucapkan kata terimakasih padanya. Ada apakah dengan hatinnya sebenarnya?

“n..ne.” so eun mengangguk.

“tapi lain kali, tidak usah melakukannya lagi.” Lanjut kim bum. So eun kembali menatapnya, begitu pula yoona dan il woo. Dan setelah itu so eun kembali menundukkan kepalanya.

“jangan seperti itu beom-ah ! ah so eun-ssi sebaiknya jangan dengarkan dia, temanku ini memang suka begini.” Ujar il woo berusaha mencairkan suasana.

So eun hanya mengangguk. sementara kim bum mulai memakan makanannya. Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel di antara mereka berempat. Ternyata itu adalah bunyi ponsel milik so eun. So eun pun membuka pesan masuk dari junho itu.

 

So eun-ah~ sekarang sudah mulai masuk musim hujan. Jangan lupa untuk membiasakan dirimu membawa payung dan jaket saat pergi ke kampus.

 

Itulah kira-kira pesan dari junho yang membuat so eun sedikit mengulas senyum. So eun pun memilih membalas pesan dari junho itu.

 

Arasseo aku tidak akan lupa, gomawo~ sedari pagi aku tak melihatmu. Apa kau tak masuk kuliah?

 

Setelah menunggu beberapa menit, tak juga ada balasan dari junho. So eun pun hanya menatap ponselnya saja yang di simpan di atas meja.

“pesan dari siapa?” Tanya yoona. so eun tersenyum. “mungkin kau juga tahu dari siapa.” Jawab so eun.

“hmm ne aku tahu.” Balas yoona sambil menghembuskan nafasnya.

“oh ya, apakah kalian sudah memiliki teman pria?” Tanya il woo tiba-tiba, membuat yoona tersedak.

“ini minumlah !” so eun menyodorkan gelas minum pada yoona. yoona langsung meneguknya.

“apakah pertanyaanku mengagetkan kalian?” Tanya il woo heran.

“aniyo seonbae.” Jawab so eun.

“haha aku memang sedikit terkejut, kenapa seonbae tiba-tiba bertanya tentang itu? Apakah tidak terlalu jauh? Kita baru kenal beberapa hari.” Ujar yoona. dia memang kurang suka jika sudah ada orang yang bertanya mengenai hal yang bersifat privasi.

“ah begitu, yasudah aku bertanya pada so eun-ssi saja.” Ujar il woo.

“kau memalukan.” Timpal kim bum sambil melirik il woo.

“so eun-ssi, apakah kau sudah memiliki teman pria?” Tanya il woo menatap so eun. Kini, pria yang duduk di sebelah il woo-kim bum- tampaknya mulai tertarik meskipun ia masih terlihat enggan untuk ikut campur dalam pembicaraan ini.

“anieyo.” Jawab so eun malu.

“ne benar, dia memang belum punya kekasih, tapi dia sedang dekat dengan seseorang, sudah beberapa tahun ini ada seorang pria yang menyukainya, pria itu begitu perhatian padanya, bahkan mereka seperti sepasang kekasih.” Yoona ternyata turut serta menjawab bahkan tanpa diminta so eun.

“wooah jincha?” pekik il woo.

“ani, kami hanya berteman.” Elak so eun dengan wajah bersemu merah.

“wah bolehkah aku tahu siapa namanya? Siapa tahu aku mengenalnya.” Ujar il woo.

“kau terlalu mencampuri privasi orang lain.” Ujar kim bum, membuat so eun dan yoona menoleh padanya.

“ini hanya sebagai awal untuk lebih akrab dengan teman baru kita. Kau juga seharusnya jangan diam saja.” Balas il woo lalu kembali menatap so eun.

“boleh aku tahu?” pinta il woo. So eun menatap il woo sambil menimbang-nimbang, ini memang sudah terlalu jauh bertanya mengenai privasi, padahal mereka baru saja mengenal satu sama lain.

“eng….aku rasa tidak perlu.” Jawab so eun akhirnya. Il woo tampak membuang nafas kecewa.

“yasudah, aku memang terlalu ingin banyak tahu.” Ujar il woo. So eun tersenyum.

Yoona melihat jam di pergelangan tangannya. “ah sebentar lagi masuk.” Ujarnya.

“so eun-ah, sebaiknya kita harus kembali ke kelas. Aku lupa belum menyunting laporan waktu lalu.” Ujar yoona.

“ah ne.” balas so eun.

“seonbae….mian…kami duluan.” Ujar yoona lalu menarik tangan so eun.

“senang makan dan mengobrol dengan kalian.” Seru il woo lalu so eun dan yoona sudah menghilang dari kantin.

“beom-ah diantara mereka berdua, mana yang lebih kau sukai?” Tanya il woo. Kim bum menatap temannya yang mengeluarkan pertanyaan aneh itu.

“ani.” Jawabnya.

“mereka berdua sama-sama cantik alami. Tapi kurasa, so eun-ssi terlihat lebih manis, dia juga ramah. Apa kau tak merasa tertarik padanya?” Tanya il woo.

“aku rasa kau banyak tanya sekali.” Jawab kim bum.

“aku kan hanya bertanya.” Balas il woo. “ashhh beom-ah aku ke toilet dulu, jika kau ingin ke kelas kau duluan saja.” Ujar il woo lalu segera pergi. Kim bum menghela nafasnya, tapi saat ia mengarahkan pandanganya pada meja, ia melihat sebuah ponsel berwarna putih disana. Kim bum diam untuk beberapa saat, ini mungkin ponsel milik kim so eun. Tapi apakah kim bum harus membawanya dan mengembalikannya? Setelah berfikir cukup lama kim bum pun mengambilnya dan segera pergi dari kantin.

~ I’m Sorry~

 

Kuliah jurusan desain grafis hari ini telah selesai. Semua mahasiswa sudah berhamburan keluar kelas, namun ada juga yang masih sibuk menatap layar laptopnya, ada yang masih sibuk bergosip, termasuk so eun yang masih sibuk memberesi buku-bukunya. Ia juga tampak mencari sesuatu di dalam tasnya, dan pada saku celananya.

“waeyo so eun-ah?” Tanya yoona sambil menghampiri so eun.

“ponselku yoona-ya, ponselku tidak ada.” Jawab so eun dengan wajah gelisah.

“jincha?” pekik yoona. so eun mengangguk. yoona pun membantu so eun mencari ponselnya disekitar kelas, namun tak juga ditemukan.

“bagaimana ini yoona-ya?” Tanya so eun dengan wajah sedih. Yoona menepuk pundak so eun. “tenanglah, aku akan menemanimu mencarinya sampai ketemu.” Ujar yoona.

So eun dan yoona pun mulai melangkah keluar kelas. “tadi terakhir kau memakainya dimana so eun-ah?” Tanya yoona.

So eun tampak berfikir. “setelah dari kantin, aku tak memainkan ponselku lagi.” jawab so eun.

“ah, mungkin saja ponselmu tertinggal di kantin.” Ujar yoona memberikan pencerahan.

“ah ne benar, mungkin saja disana.”balas so eun lalu bersama yoona berjalan menuju kantin. Tapi tiba-tiba ponsel milik yoona berdering. Ternyata ada telpon masuk dari ibunya.

 

“yeoboseyo eomma?”

“……….”

“mwo? Sudah di depan apartmenku?”

“………”

“sejak kapan kalian datang? Kenapa tidak memberitahuku dulu?”

“………”

“ah ne baiklah, tunggu aku sebentar, jangan kemana-mana ! tetaplah disana !”

 

Sambungan terputus. “aiishh ada-ada saja.” Dumel yoona.

“ada apa yoona-ya, apakah terjadi sesuatu dengan ibumu?” khawatir so eun seraya menatap sahabatnya.

“mianhe so eun-ah, aku tak bisa menemanimu mencari ponselmu. Aku harus segera pulang, ibuku sudah ada di depan apartmenku. Apakah tida apa-apa?” Tanya yoona.

So eun tersenyum. “gwaenchana, cepatlah pulang. Jangan buat ibumu menunggu terlalu lama.” Titah so eun.

“baiklah kalau begitu. Aku yakin kok ponselmu ada di kantin. Annyeooonngg aku duluan !” pamit yoona lalu berlari-lari kecil menuju gerbang kampus.

So eun hanya memperhatikan punggung yoona sampai menghilang, setelahnya ia kembali melangkahkan kakinya menuju kantin.

~ I’m Sorry~

“tidak ada.” Ucap so eun saat ia sudah mengecek meja yang tadi ia tempati bersama yoona, kim beom seonbae, dan juga il woo seonbae. So eun terus mencarinya ke meja-meja lain tapi tak juga ditemukan. So eun pun memilih untuk bertanya pada bibi kantin dan petugas kebersihan kantin tapi mereka bilang tak melihat bahkan tak menemukan ponsel warna putih milik so eun itu.

“ah kalau begitu terimkasih bi.” Ujar so eun pada bibi kantin dan juga pada petugas kebersihan itu. Dengan lemah so eun pun pergi dari kantin, ia tak menyerah, ia kembali mencari ponselnya di sepanjang koridor yang tadi ia lewati, tapi ponselnya tetap tak ada. Kini so eun sudah menyerah, untuk saat ini lebih baik ia pulang saja apalagi langit sudah mendung, awan pun mulai menurunkan rintikan-rintikan air.

~ I’m Sorry~

Kim bum terus mengetuk-ketukan jarinya pada stir mobilnya, sudah hampir satu jam ia masih berada di dalam mobil. Memarkirkannya tepat di depan gerbang kampus. Kim bum mendesah, menghembuskan nafas bosan karena ia sudah terlalu lama menunggu, bahkan sekarang rintik-rintik hujan mulai turun. Seseorang yang ia tunggu tak kunjung terlihat juga. Padahal ia yakin jika gadis itu belum pulang karena ia tak melihat satu pun dari mahasiswi yang berlalu lalang itu adalah gadis itu.

Tak lama kemudian, ia melihat dari kaca spion kanannya gadis itu tengah berlarian menuju gerbang, semakin mendekat ke arah mobilnya dengan tangannya yang ia  angkat untuk melindungi kepalanya dari rintikan hujan yang semakin lebat.

Langsung saja kim bum pun membuka pintu mobil sebelah kanannya dan membuat gadis itu berhenti berlari karena pintu itu menghalanginya. So eun sedikit menengok ke dalam dan terkejut setelah melihat siapa orang pemilik mobil ini.

“masuklah !” perintahnya.

Tapi so eun masih diam di tempat, otaknya terlalu lambat untuk mengolah perkataan kim bum barusan.

“aku sudah menunggumu lama jadi cepat masuklah !” perintah kim bum sekali lagi. Mau tak mau so eun pun masuk ke dalam mobil kim bum dan menutup pintunya. Tepat pada saat itu hujan turun semakin deras dan lebat, kim bum menyalakan

Hening!~ untuk beberapa menit hanya suara hujan yang terdengar, mereka sama-sama tak mengeluarkan sepatah kata pun. Semenatara so eun sedang di landa kebingungan, ada apa kim beom seonbae menyuruhnya masuk ke dalam mobilnya? Jantung so eun berdebar kencang di buatnya. Ia benar-benar gugup.

“ponslemu.” Akhirnya kim bum menyerahkan ponsel milik so eun. so eun menatap kim bum kaget lalu menerimanya.

“seonbae…dari mana kau…”

“ponselmu tertinggal di kantin.” Potong kim bum membuat so eun tediam untuk beberapa detik.

“g..gomawo.” ujar so eun.

Kim beom mendesah karena melihat hujan yang turun semakin deras. Ia mengarahkan pandangannya ke depan sambil menyandarkan kepalanya pada kursi mobil. Membuat so eun juga memandang ke arah depan dengan perasaan campur aduk. Ini sudah keberapa kali kim beom seonbae menolongnya? Apakah kim beom seonbae memang di takdirkan sebagai penolong untuknya? Padahal seharusnya jangan lelaki ini ! so eun akan akan terperangkap dalam kebaikannya dan akan jatuh cinta padanya jika kim beom seonbae selalu menolongnya meskipun dia adalah orang yang sangat dingin. Salah ! sekarang ini so eun memang sudah menyukainya, ia selalu gugup jika berdekatan dengan lelaki di sampingnya.

Tangan kim bum terulur lalu meyetel music di dalam mobil. Sepertinya ini cara untuk mengurangi keheningan di antara mereka, karena kim beom sendiri bingung harus mengajak bicara gadis ini atau mendiamkannya? Terlebih ia memang tidak suka banyak bicara.

Dentuman music pop menggema di dalam mobil. Mereka sama-sama menikmatinya tanpa saling mengeluarkan suara. Hujan masih mengguyur dengan jelas, tapi so eun harus segera keluar dari mobil kim bum seonbae, ya seharusnya memang begitu. Setelah ia mendapat ponselnya seharusnya ia segera keluar dari sini.

“s..seonbae, sepertinya aku harus pulang. Terimakasih sudah mengembalikan ponselku.” Ujar so eun.

Kim beom yang tadinya menatap lurus keluar kaca depan mobil penoleh padanya.

“kau ingin hujan-hujanan begitu?” tanya balik kim bum, melihat hujan turun masih deras.

“ah…itu…”

“kau bawa payung?” tanya kim bum.

“itu….”

“jika kau tidak membawanya lebih baik kau diam saja, tunggu hujan sampai reda, bagaimana jika kau masuk angin?” ini adalah kalimat terpanjang yang pernah kim bum katakana pada gadis di sampingnya, ia sendiri heran kenapa bisa jadi banyak bicara seperti ini?

So eun bingung. Bingung karena dari ucapan kim beom seonbae barusan, ia seperti orang yang mengkhawatirkan so eun. oh ataukah ini hanya perasaan so eun saja? So eun terdiam.

“maksduku aku tidak ingin disalahkan oleh orang tuamu ataupun temanmu jika kau sakit.” Lanjut kim beom untuk menghilangkan pikiran macam-macam dari so eun.

“tapi, aku harus segera pulang seonbae.” Balas so eun seraya melihat ponselnya, melihat jam dari sana.

Kim beom diam. “dimana rumahmu?” tanya kim bum.

“ani…seonbae tidak usah mengantarku.” Jawab so eun.

“bukannya kau ingin cepat pulang?” tanya kim bum.

“tapi……”

“oh atau kau ingin menunggu sampai hujan reda?” tanya kim bum, memberikan so eun pilihan.

So eun terdiam untuk beberapa saat.

“jika seonbae mengantarku, aku..aku takut membuatmu repot seonbae.” Jawab so eun.

Kim bum mendesah, kenapa gadis ini begitu lembut sekali? Sikapnya, perkataanya, dan entah kenapa di setiap kim bum menatap matanya, matanya itu teduh dan lembut. Membuat kim bum bingung dengan pikiran dan perasaannya sekarang.

“aku akan mengantarmu.” Ujar kim beom akhirnya.

“a…aniyo seonbae, aku bisa menunggu hujan sampai reda.” Tolak so eun halus.

Kim bum berdehem. “kita tidak tahu kapan hujan akan reda, dan aku pikir aku juga harus segera pulang.” Jawab kim bum yang membuat so eun terdiam.

Kim bum menyalakan mesin mobilnya. “sebutkan alamat rumahmu !” pinta kim bum.

So eun terdiam beberapa saat seraya melihat kim bum. Jika perilaku kim bum yang dingin namun selalu membantunya, so eun takut ia akan benar-benar jatuh cinta pada seonbaenya ini. terlebih untuk saat ini so eun sudah menyukainya. menyukai kim beom seonbae.

~ I’m Sorry~

Mobil kim bum sudah sampai di rumah so eun.

“s..seonbae…jeongmal gomawoso…” ujar so eun menunduk. Kim bum hanya mengangguk. So eun sedikit menyunggingkan senyum manis nya pada kim bum sebelum ia keluar. Lalu setelah itu ia membuka pintu mobil dan segera berlari ke dalam rumahnya menembus hujan. Kim bum masih tak bergeming di tempatnya, ia memperhatikan so eun sampai benar-benar masuk ke dalam rumahnya. Seyumnya yang barusan itu….kenapa membuatnya tenang?

End Author Pov

~ I’m Sorry~

Kim Beom Pov

Aku sudah menepikan mobilku di depan rumahnya, hujan masih tetap mengguyur namun sudah tidak begitu deras.

Kim so eun, dia menatapku lalu mulai berbicara sesuatu. ““s..seonbae…jeongmal gomawoso…” ucapnya seraya menunduk. Aku hanya bisa menganggukan kepalaku sebagai tanda ucapan ‘sama-sama’ untuknya. Lalu gadis ini kembali mengangkat kepalanya dan menatapku. Dia menyunggingkan senyum manisnya padaku. senyum yang manis dan penuh ketulusan. Mendadak jantungku berdegup tak karuan melihat senyumnya itu.  Ada apa dengan penglihatan dan jantungku? Kenapa hanya melihat dia tersenyum saja padaku perbedaannya sudah seperti ini. Aku masih menatapnya, lalu dia membuka pintu mobilku dan langsung berlari menembus hujan dengan tangan yang ia jadikan paying, aku terus memperhatikannya sampai ia benar-benar masuk ke dalam rumahnya. Aneh ! ini terasa aneh ! ada apa dengan pikiranku ? oh mungkin juga ada apa dengan perasaanku? Aku langsung menggeleng-gelengkan kepalaku saat menyadari itu, lalu aku mulai menancap gas dan melajukan mobilku untuk pulang.

“apa yang aku pikirkan?” gumamku saat senyumannya itu masih berputar-putar di kepalaku. Padahal aku sudah hampir sampai di rumahku.

Aku berjalan memasuki rumah, kali ini rumah sedang sepi. Sepertinya ayah dan ibuku sedang di luar. Oh baguslah ! jadi aku tidak akan mendengar suara berisik mereka ! waktu istirahatku tidak akan terganggu dengan pertengkaran mereka. Aku langung melangkahkan kakiku ke dalam kamar. Aku menanggalkan jaketku pada kursi dan langsung merebahkan tubuhku. Belum beberapa menit aku menikmati kasur empuk ini, ponselku sudah berbunyi. Dengan malas aku pun merogoh ponselku. Oh ternyata telpon dari anak itu.

“ya hyung~”

“ada apa menelponku?”

“bisakah kau temui aku?”

“mwo?”

“ayo hyung~ aku tidak ingin sendirian.”

“aku lelah.”

“ayolah hyung.”

“aku baru pulang, jangan memaksaku.” Kim bum pun langsung memutuskan sambungan telponnya sepihak.

“dia itu selalu bicara hal-hal yang tidak berguna jika menelponku.” Dumelku kesal.

Belum juga aku memejamkan mataku, ponselku sudah berbunyi lagi. Aku mendesah. Sebenarnya apa maunya anak ini?

“hyung~ kau tega sekali langsung menutup ponselmu.”

Aku hanya diam, menunggu dia yang bicara.

“apa kau tahu hyung aku ada dimana?”

“untuk apa aku tahu kau ada dimana sekarang?”

“aku di rumah sakit hyung.”

Aku terdiam sesaat setelah mendengar ucapannya.

“aku di rawat lagi hyung.”

Anak ini benar-benar….

“aku sendirian disini, jadi temani aku !”

“kau..! memangnya umurmu berapa hah? Apakah aku harus menemanimu?” walalupun aku tahu dia mengidap penyakit yang sudah parah, tapi aku tetap bersikap acuh padanya. Aku sengaja melakukannya memang.

“jangan tanya umurku hyung, yang jelas umurku sudah tidak panjang lagi.”

“yak kau…jaga bicaramu !”

“itu memang benar hyung. Ayo hyung jenguk aku ! kita sudah lama tidak bertemu dan mengobrol. Aku rindu padamu.”

Aku terdiam beberapa detik.

“aku tidak ingin bertemu denganmu. Aku lelah aku ingin tidur.” Ucapku dan aku kembali memutus sambungan telpon secara sepihak.

Aku langsung melempar ponselku. Ku tatap langit-langit kamarku. Kenapa anak itu harus memiliki penyakit yang akan mengambil nyawanya dalam waktu dekat? Apa sebenarnya salah anak itu? dia memang menyebalkan tapi….sebagai sepupunya aku juga menyayanginya. Bukannya aku tak mengkhawatirkannya, tapi setidaknya dia juga harus belajar untuk berjuang melawan penyakitnya.

Setelah membayangkan bagaimana nasib sepupuku itu, pikiranku kembali melayang pada gadis bernama kim so eun itu. kenapa dia harus secara tiba-tiba muncul lagi di kepalaku?

End Kim Beom Pov

~ I’m Sorry~

Kim So Eun Pov

Aku masih belum bisa tidur, sudah berkali-kali aku memejamkan mataku tapi pada ujungnya tetap saja terbuka. Kenapa aku harus menyukai kim beom seonbae? Aku mengubah posisi tidurku untuk menyamping.

“seharusnya aku tidak boleh menyukainya.” ujarku.

Tiba-tiba ponselku berdering, aku pun meraih ponselku yang ku simpan di atas meja. Ternyata ada pesan masuk dari junho. Ah ya ngomong-ngomong aku rindu padanya, sudah dua hari aku tak melihatnya di kampus.

Annyeong so eun-ah…..apa kau rindu padaku? kekekekek pasti kau bertanya-tanya ada dimana aku sekarang kan?

Maaf tidak memberitahmu sebelumnya, mungkin untuk satu minggu ini kita tidak akan bisa bertemu karena aku sedang ada di hongkong. Oh ya tapi kau jangan khawatir, aku akan membawakanmu oleh-oleh dari hongkong kekekek

Satu lagi. Aku mengingatkanmu sekali lagi. Jangan lupa untuk selalu membawa payung dan juga memakai jaket.

 

Aku mengerutkan keningku setelah membaca pesan darinya.

“dari kapan junho pergi ke hongkong?” pikirku lalu mengetik pesan balasan untuknya.

 

Jahat sekali tidak memberitahuku ! setidaknya kan aku bisa mengantarmu ke bandara. Memangnya ada apa kau pergi ke hongkong junho-ya?

 

5 menit

10 menit

15 menit

Belum juga ada balasan dari junho. So eun jadi bingung di buatnya. Pantas saja dua hari ini ia tak melihat junho di kampus. Oh ya dan so eun juga baru ingat jika ternyata pertemuan terakhir mereka adalah saat di café waktu itu.

“aissshh junho, kau itu selalu begini.” Kesalku.

I’m Sorry To Be Continued

 

59 thoughts on “I’m Sorry Part 3

  1. Akhirnya_ada tempat coment ηγά̲̣̥ juga… Ekekke

    Ecieeee…. BumSso semakin intens nih ketemu ηγά̲̣̥…..🙂
    Huh… Bumm dingin η cuek tapi teteeppp yah nyuri2 pandang gtu k Sso…. Kkekkeke

    Ehemmmmm….. ªԃª Ϋά̲̣̥ηġ terkesima nih_ma senyuman Sso….🙂

    Kkkkk…. Ilwoo berisik bangett deh…. :p

    Junho_sakit????
    Sepupu Bumm itu junho kah???

    Huaaa….. Makinnn seruuuuu nih….
    Nexttt part jangan lama2 dunk resi… Ehheheh😀

  2. apakah junho sepupunya kimbum?
    Kenapa junho selalu baik sekali dgn so eun. . .jd terharu
    sampai” dia tdk mau memberi tahu penyakitnya hanya karena tdk mau membuat so eun khawatir.
    Sepertinya akan ada cinta segitiga antara kimbum,so eun dan junho
    makin seru. . .ditunggu part slnjtnya. . .jgn lama” thor.

  3. Daebak..
    .
    .kak Resii..wuaa akhr n nii FF mncull lgiiii..
    .waduhh ituuuu junho k mna cbaa..*?*
    kog d bls trusss gak bls lgii cmc n..
    Truss jga ngpain d hongkong..yuly jga mw dong oleh2 drii hongkong n ooopa..:p
    .sprtii kimbum ooppa bnar2 udh mlaii ska sm a eoonie so eun..*?*
    prhtann bnarrrrrrrr..
    Trussss it siapa emg adik sppu kimbum yg skittt..#msihh bnyakk prtnyaan.
    .lnjutttttttt..
    .lnjuttttttttttt..
    .lnjuttttttttttttttttt..
    🙂

  4. wahh onn. akhirnya bisa komen juga baca 2-3 kali tpi tetep gc bisa komen . nah sekrang dah bisa . DAEBAK ONN. kekkekek^^ kasian so eun onn yg hadiahnya ditolak bum oppa eh yg nerima malah ill woo oppa.*__* oh y. tdi siapa sih sepupu bumppa .???? lnjut onn.jangan lama2 ne^^

  5. daeebaak..
    knp bumppa cuek bnget??
    .
    lok d’liat” kyk’na yoona jg suka am oppa ea??
    wahh..
    d’sny so eun eonnie bner” jadi ce’ kalem ea..
    .
    smoga bumppa ud mulai ad rsa am so eun eonnie..
    aph sepupu bumppa tuu juhno??
    .
    pnasaran..
    lnjut🙂
    .

  6. Wkwkw…….

    Bumsso dh d getar” cinta nih…

    Wadeuh….! Junho suka so eun pi so eun suka bum dan bum juga suka so eun,, pi krn bum ingat umur junho g lama akhirnya dia memendam perasaan yg tengah bergejolak di hatinya…. *kekeke, readers mulai gila dgn pemikiran’y sendiri….

  7. akhirnya setelah sekian lama resi comeback juga😀
    bum dinginnya keterlaluan . Hoho bum terpesona ma senyumnya sso . Ciee udah tanda2 falling in love ni
    Junho sepupunya bum kah ? Next partnya ditunggu .

  8. WkwkkwkwkWkwkw…….

    Bumsso dh d getar” cinta nih…

    Wadeuh….! Junho suka so eun pi so eun suka bum dan bum juga suka so eun,, pi krn bum ingat umur junho g lama akhirnya dia memendam perasaan yg tengah bergejolak di hatinya…. *kekeke, readers mulai gila dgn pemikiran’y sendiri….

  9. Ya ampun bum masih dingin aja ama soeun,
    Tapi emang bum tuh bener2 dewa penyelamat buat soeun, yah walaupun dengan sifat dinginnya,
    Ya ampun junho perhatian banget ama sso, jangan2 dia suka lagi ama sso, oh iya dia sakit apa ya??
    Haha ilwoo kepoo yaaa…
    Ditunggu next partnya ya…

  10. wah jangan jangan juhno sepupunya kim bum… tapi kenapa kim bum benci sama dia, padahal di telp,.. juhno begitu memelas minta ditemani kim bum, ih kim bum ga kasian apa?

  11. hua bumpa udh mulai suka ma sso… v jangan* junpa sepupuan lagi ma bumpa….aduhh… jadi cinta segi tiga nc kyknya…..huaaa…. lanjut chingu di tunggu next part-nya…^^

  12. MkiN seruuu Zh cerita’a,,,,,

    Wahhh bumppa diNgiN bNgeeeet sikap’a ma eoNNie so euN,ap sebab’a y sikap bumppa diNgiN bNgeeeet,,,,

    JNgaN2 juNho sepupu’a bumppa,jd pNsaraN ma klaNjutaN’a,,,,

  13. huaa makin seru aja jalan ceritaanya makin buat penasaran kekekekkk
    kayaknya junho ma kimbum ada kaitanyya deh, jgn2 sepupu kimbum itu junho kah?? —-. Ayo thor lanjut jgn lama2 yee😀

  14. Nah loh so eun sama kim bumnya udah mulai suka2an tu ekekeke…
    Udah deh ngaku ajaaa..ngaku, hahahaha
    Junhooooo..uri nuneoo…sakit apa?? Sakit gigi ato sakit ati?? Sakit jiwa kayaknya ahhahahah😄
    ayo resi…di lanjut jga ya yg ini ehhehehe

  15. Wuuaaa KB mmg ditakdirkn jd malaikat pelindung-ny soeun tp Junho jg mrka slu ada disikon yg tepat disaat soeun sdg dlm bahaya,sedih atopun gelisah,,tggl mnggu pemantapan hti mrka utk bs bnr2 mrskn bhgia🙂

  16. huahheon resiiii hehe keren banget sukaaa alurnya huahh bum dingin2 anget juga sih *kadang kkkkk😄,, hayoloh kim sang beom memikirkan kimsoeun? Seorang kim bum *lelaki dingin lebih dingin dari es lol😀. Memikirkansoeun?? Hehehe
    sso ga apapa kamu suka buat kb jtuh cinta sama

    kamu hehe wah junho kenapa? Sakit apa? Sepupu kb? Junhokah?

    Lanjut eon🙂

  17. Cie bumSso udah ada feeling nih ya :p diem2 ternyata bum suka sama sso😀 tapi bum masih belum jujur nih😀 hehe kereeen eonnnn.. Lanjutttt jgn ampe ngareeet gomawo:)

  18. seru bgt thor ff y , duh misterius bgt yg junho oppa apa dy jg yg jd sepupu y bumpa. .
    seneng bgt bc kdekatan bumpa sm so eonni, next part y d tngu bgt thor.

  19. Kyaaa,
    author itu lagi nanggung bgt, kok TBC😦
    Junho sepupunya Kimbum oppa yah? *cuma nebak*
    author kali ini jangan lama2 yah postnya? Aku bener bener penasaran sama ffmu😉

  20. lanjut thor…..bikin penasaran aja…… sepupu kim bum, junho kah??? kyaaa klo bs jangan lama ngepostnya :-)):-)):-)) “ngarep”

  21. sepupunya bumppa itu junho ya?? *reader sok tau*
    cie cie bumppa udah mulai mikirin so eunni ckck..
    ayo dilanjut chingu hwaiting ne ^^

  22. Aisss Prince Ice bikin Gemezzz aja. Junho punya penyakit parah ternyata,,,yang G’ kalah mengejutkannya lagi ternyata mereka sepupuan, gimana tuh kelanjutannya. Next part Author

  23. Kya.a sepupu.a kim bum itu junho deh soal.a dri gerak gerik.a junho keliatan.a dia itu ngidap suatu penyakit, trus wktu itu so eun ktemu dia d rmh skt trus wktu d cafe junho tiba” ngerasa skt kn? Kok q jd sok tw gni y?😀

  24. siapa yang nelfon kimbum??? terus bagaimana sich awal ketemu junho dengan soeun?? apa soeun menyukai Junho?? atau soeun menyukai kimbum???
    jadi makin pensran nich,,,

    author lanjkut

  25. gawat, aku semakin larut dalam ceritanya…. *sungguh bikin galau krn baru ada empat part hiks*

    junho sepertinya sakit ya, dan itu yg nelpon bum jgn2 junho…
    mereka sepupuan? *nebak2*

    junho walo terlihat menyembunyikan sesuatu tp dia perhatian bgt ama sso, sungguh manis…

    bum perlahan mulai terusik pikirannya kekeke~~ mulai mikirin sso…
    scene dalam mobil itu walo hening tp gimana gitu ..
    hujan, musik, berduaan dalam mobil… walau hening tp sukses bikin jantung berdegup ga keruan haha … apalagi akhirnya dianterin pulang…

    huwaa bum merasa tenang berkat senyuman sso, semoga mereka makin deket… *tapi sso hrs siap2 menghadapi para haters* -_-

    il woo, dia kebalikan bgt sifatnya ma bum… dia ramah, terlampau ramah malahan haha.. dan bisa memahami hati wanita …
    tanpa pikir panjang, mewakili bum menerima hadiah dr sso bahkan menciptakan kebohongan kalo bum suka ma hadiah nya dan sukses membuat bum mengucapkan gomawo ke sso wkwkwk
    good job il woo😀

  26. Apa bumppa dan jun hoo berhbngn ?? Junho sprtinya menyukai sso.
    Ckck…bumppa bnr2 dlm bersikap memang tidak sopan ckck…
    Junho sakit parah ??? Yaaaah sediih😦 nnti sso cuma dgn yoona sjh dong ??
    Sediiih😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s