Today, Love is Begin PART 4

Today, Love is Begin

kbkse110

Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom

Other Cast : Jung Il Woo, Kim Woo Bin, Shin Ni Rin, Lee Bo Young, Kang Hye Rim. Mungkin akan ada cast lain yang muncul.

Genre : Romance Comedy

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

 

PART 4

 

“seseorang tidak akan melakukan sesuatu sampai sejauh itu jika bukan pada seseorang yang benar-benar serius mereka sukai.” Ujar kim bum, membuat so eun sedikit takjub dengan kata-kata yang keluar dari mulut kim bum itu. So eun sampai tak mengedipkan matanya menatap kim bum.

Kim bum menolehkan wajahnya kepada so eun. “apa?” Tanya kim bum heran karena so eun terus menatapnya seperti itu.

“umm…apa kau…tidak berfikir bahwa akan lebih baik jika kau mempunyai seseorang yang kau sukai?” Tanya so eun.

“tsk….kau sangat mengganggu !” kim bum kembali memalingkan wajahnya pada jendela.

So eun masih penasaran dengan sikap kim bum, seperti apa dia sebenarnya? So eun juga memalingkan wajahnya dari kim bum.

‘pernahkah kim bum-ssi…..jatuh cinta?’ batin so eun.

‘aku penasaran, seperti apa perempuan yang dia sukai itu’

“melihat mereka seperti itu, mengingatkanku pada seseorang.” Ujar kim bum tiba-tiba. So eun kembali menolehkan wajahnya kepada kim bum, dan kini kim bum juga melihat pada so eun.

“seseorang?” Tanya so eun.

“ya, dengan beraninya dia meletakkan kepalanya yang berat itu di bahuku tanpa permisi.” Ujar kim bum seraya menatap so eun dengan tatapan murkanya.

“he…hei, kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya so eun heran dan ketakutan.

“tsk……aku tidak menyangka.” Ujar kim bum lalu melepaskan tatapannya dari so eun dan kini mulai memejamkan kedua matanya dengan lengan yang dilipat.

So eun masih heran dengan sikap dan ucapan kim bum barusan. “apanya yang tidak menyangka?” Tanya so eun.

“tsk…diamlah ! aku ingin tidur ! jangan keluarkan suaramu karena itu akan menggangguku !” perintah kim bum.

So eun hanya bisa mencibir saja dibuatnya.

                                                                               -today love is begin-

 

Chungju Highschool

Liburan musim panas telah usai, kini mereka kembali ke aktifitas normal dan bersekolah seperti biasanya.

“ini untuk kalian teman-teman, oleh-oleh dariku.” Ujar hye rim seraya menyerahkan dua kantung souvenir kepada so eun dan bo young.

“waaahh, gomawo hye rim-ssi.” So eun menerima souvenir itu lalu dengan tak sabar membuka apa isinya. “gantungannya sangat lucu.”

“jadi bagaimana dengan liburanmu hye rim?” Tanya bo young.

“yeah…sangat menyenangkan…tapi disana sangat panas dan seperti aku mau mati.” Balas hye rim.

“jincha?” pekik bo young. Hye rim mengangguk.

“kita juga berlibur ke pantai, sangat menyenangkan ya so eun-ssi.” Ujar bo young.

“ah yeah…” balas so eun.

“hanya kalian berdua?” Tanya hye rim.

“ani, kami pergi dengan kim bum-ssi dan tentunya dengan pacarku.” Jawab bo young.

“kedengarannya menarik.” Ujar hye rim.

“hehe.” So eun hanya bisa tertawa hambar saja mendengarnya. Karena pada akhirnya, liburan musim panas kemarin tidak seperti apa yang dia harapan. So eun juga tak pernah bertemu lagi dengan  kim bum setelah liburan ke pantai sokcho.

‘huh baiklah, kembali sekolah berarti aku akan bertemu dengan kim bum-ssi setiap hari meskipun aku tidak menginginkannya’ batin so eun.

“ah so eun-ssi, apa kau sudah bertemu dan melihat kim bum-ssi hari ini?” Tanya bo young.

“eh…ani, aku belum melihatnya hari ini.” Jawab so eun.

“eh bagaimana bisa?” Tanya hye rim.

“apa kim bum-ssi tidak menghubungimu atau semacamnya?” Tanya bo young.

So eun menggeleng. Di dalam pikirannya mulai muncul pertanyaan, benar juga so eun belum melihatnya di sekolah hari ini.

‘dia selalu hadir di awal masuk sekolah. Apakah sesuatu terjadi padanya?’ batin so eun.

-today love is begin-

 

“kim bum-ssi? Dia tidak masuk hari ini.” Jawab nirin. Setelah bel pulang berbunyi, so eun langsung menemui nirin dan bertanya soal kim bum karena nirin memang satu kelas dengan kim bum.

“mwo?” kaget so eun. “wae? Kenapa dia tidak masuk?” Tanya so eun. “padahal hari ini adalah hari pertama di semester 2.” Lanjut so eun.

“mungkin dia terkena demam atau semacamnya.” Balas nirin.

“eh demam? Manusia seperti kim bum-ssi bisa terkena demam juga?” Tanya so eun.

“yak….bagaimana pun juga dia manusia kan? Apalagi sekarang sedang musimnya demam dan flu.” Timpal nirin.

So eun terdiam mendengarnya.

“ah shin nirin !” tiba-tiba guru lee memanggil nirin, nirin pun berjalan menghampiri guru lee.

“ne seonsaengnim, ada yang bisa saya bantu?” Tanya nirin.

“bisakah kau memberikan ini kepada kim sang beom?” pinta guru lee seraya menyerahkan sebuah map kepada nirin.

“ah baiklah.” Balas nirin seraya menerima map itu. Guru lee pun pergi meninggalkan nirin.

“nirin-ah, apa kau benar-benar akan melakukannya? Maksudku emberikan itu kepada kim bum?” Tanya so eun.

“tentu saja, aku kan presiden kelas.” Jawab nirin.

“eh benarkah? Kau tidak pernah bilang padaku jika kau presiden kelas. Keren !” puji so eun.

“tidak seberapa.” Balas nirin.

“umm~ tapi so eun-ah mian, bisakah kau yang memberikan ini kepada kim bum-ssi ke rumahnya?” pinta nirin.

“eh…wae?” Tanya so eun.

“aku harus pulang cepat karena harus membuat makan malam untuk adikku, jika aku telat adikku tidak akan bisa makan apa-apa.” Jawab nirin.

“ah baiklah….serahkan saja padaku.” Balas so eun mau tak mau, lalu mengambil alih map itu dari tangan nirin.

“gomawo so eun-ssi.” Nirin tersenyum.

‘ah baiklah, aku melakukan ini hanya karena nirin, sahabatku’ batin so eun.

“alamat rumahnya akan aku kirim lewat pesan padamu.” Ujar nirin.

“baiklah.”

-today love is begin-

 

“oh jadi dia tinggal di apartemen?” gumam so eun setelah ia sampai di daerah tempat tinggal kim bum yang nirin kirimkan melalui pesan padanya. So eun berdiri di badan jalan dan memerhatikan apartemen yang tidak terlalu mewah yang hanya terdiri dari tiga lantai itu.

“huh…kenapa aku jadi gugup yah?” gumam so eun.

“apakah orangtuanya juga ada di dalam? Apakah aku harus memperkenalkan diriku kepada mereka?” so eun tampak mondar-mandir.

“tapi, bukankah akan terasa aneh jika aku memperkenalkan diriku sebagai pacarnya? Tapi….jika aku memperkenalkan diriku sebagai pacarnya, itu akan sangat memalukan. Pada kenyataannya aku memang bukan pacarnya.” So eun masih saja mondar-mandir, sesekali seraya mengacak-acak rambutnya.

“ah huft…baiklah…aku akan bersikap biasa saja, yeah normal.” Ujarnya seraya menenangkan diri. So eun pun mulai menaiki tangga apartemen itu.

So eun sudah berdiri tepat di depan pintu apartemen kim bum. Ia tampak ragu-ragu untuk menekan bel.

“bagaimana ini?” gumamanya.

“ah baiklah….bersikap biasa saja.” Ujar so eun pada dirinya sendiri.

Ding dong ding dong

So eun sudah membiarkan tangannya menekan bel itu. So eun tampak cemas menunggu jawaban dari intercom.

“ya?”

So eun langsung tegang setelah mendengar suara kim bum melalui intercom.

“ah…kim bum-ssi ini aku, so eun.” Ujar so eun.

“so eun-ssi?”

“um…..aku datang untuk memberikan map milikmu.” Cerita so eun.

“ah aku akan keluar.”

“fiuhh…” so eun melap dahinya yang sedikit berkeringat.

Kreeek

Pintu terbuka, dan munculah kim bum dengan aura negative disekitar tubuhnya. Wajah kim bum tampak pucat dan rambutnya juga berantakan. So eun bengong melihat penampilan kim bum yang berantakan seperti itu.

“bagaimana bisa kau kemari?” Tanya kim bum dengan suara paraunya.

“ah…nirin memintaku untuk memberikannya padamu karena dia sedang ada urusan.” Jawab so eun.

“ini, map dari guru lee.” So eun menyerahkan map itu kepada kim bum.

“oh…” kim bum menerima map itu tanpa banyak berkata lagi.

So eun kini tak mengeluarkan kata-kata lagi, ia menunduk seraya memikirkan sesuatu.

‘aku rasa ada yang aneh, jika dia membuka pintu olehnya sendiri, itu berarti tidak ada siapa-siapa selain dirinya di dalam kan?’ batin so eun.

“baiklah, Jika kau tidak ada perlu lagi, lebih baik kau pulang saja!” suruh kim bum.

“ah ya…” balas so eun. Kim bum berbalik dan hendak masuk ke dalam apartemennya. Namun disaat ia membuka pintu, pintu itu mengantam kepalanya pelan.

“ouch…” ringis kim bum.

“huh?” so eun langsung menghampiri kim bum dan membantunya.

“apa kau baik-baik saja? Aku akan membantumu sampai kau berbaring di kasurmu.” So eun membantu memapah kim bum.

“ani, tidak usah.” Tolak kim bum.

“huh? jalanmu saja sempoyongan ! jangan egois di saat kau benar-benar butuh bantuan.” Ujar so eun.

“tsk….diam ! itu bukan urusanmu !” kim bum masih tetap menolak.

“ckckck….sudah, cepat-cepat !” so eun menyuruh kim bum untuk mempercepat langkahnya hingga kim bum terduduk di kasurnya.

“haaa….” so eun sedikit meregangkan tangannya. Sementara kim bum sudah terbaring di kasur dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Kim bum berbaring membelakangi so eun.

“kau baik-baik saja?” Tanya so eun seraya menyentuh tubuh kim bum yang terbungkus selimut. Kim bum diam.

“apa kau sudah memakan obat?” Tanya so eun lagi.

“ani.” Balas kim bum.

“kalau begitu kau harus memakan sesuatu dulu sebelum kau memakan obatmu. Kalau begitu katakan, apa yang harus aku lakukan?” Tanya so eun.

“aku baik-baik saja, kau tidak perlu melakukan apa-apa.” Jawab kim bum.

“yak…aku tidak bisa pergi meninggalkanmu begitu saja, jika kau tidak melakukan apa-apa dan aku hanya diam saja, demammu tidak akan segera turun.” Ujar so eun.

Wajah kim bum sudah berkeringat, panasnya dari kemarin tak kunjung turun, ditambah sekarang ini ada so eun yang menurut kim bum mengganggu waktu istirahatnya.

“ah baiklah, haruskah aku membuat makan malam? Disaat sakit, bubur dan beberapa buah-buahan akan cukup membantu meredakan demam.” Ujar so eun.

“aku akan melihat persediaan makanan di dapurmu lalu aku akan membuatkannya untukmu.” Lanjut so eun yang hendak pergi menuju dapur

“tsk…” kim bum langsung bangkit dari tidurnya dan langsung menatap so eun, membuat so eun kaget dan sedikit memundurkan tubuhnya ke belakang.

“kau tidak harus melakukan apapun ! jadi tinggalkan aku sendiri !” suruh kim bum.

“huh? Ya ada apa denganmu? Aku hanya ingin menolongmu !” so eun mulai kesal dengan sikap egois kim bum.

“aku tidak memintamu untuk menolongku, dan aku tidak butuh bantuanmu.” Balas kim bum.

“huh…kau…” so eun meremas tangannya dengan gemas.

‘ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba jadi menolak apa yang ingin aku lakukan? Bukankah dia selalu menyuruhku untuk melakukan ini dan itu’ batin so eun.

“cough…cough….” Tiba-tiba Kim bum batuk-batuk lalu ia pun kembali membaringkan tubuhnya.

“yeah baiklah, kapan orangtuamu pulang?” Tanya so eun.

“aku tidak tahu.” Jawab kim bum.

“heh…bagaimana bisa kau tidak tahu?” kaget so eun dengan suara cukup keras.

“hei…kau benar-benar menganggu ya !” ujar kim bum.

“huh?” pekik so eun.

“ayahku selalu bekerja hingga larut malam, dan ibuku tidak pernah kembali setelah ia pergi.” Jelas kim bum. Entah kenapa, ia sendiri bingung kenapa harus memberitahu gadis ini tentang orangtuanya.

“ah…oh…aa..rasseo, mian.” Ujar so eun dengan suara yang lebih pelan. Ia sekarang menatap kim bum dengan iba, ternyata cukup kasihan juga lelaki yang sedang terbaring lemah di kasur ini.

“bisakah kau tidak melihatku seperti itu? Sangat menjengkelkan !” ujar kim bum.

“aku selalu seperti ini semenjak aku kecil, jadi bagiku ini sudah biasa.” Ujar kim bum dengan mata yang terpejam. So eun terdiam mendengarnya.

“jadi segera pulanglah !” suruh kim bum. So eun masih diam ditempatnya, melihat kim bum yang berubah menjadi menyedihkan di mata so eun.

‘yeah, aku rasa dia akan baik-baik saja jika aku pergi.’ Batin so eun.

-today love is begin-

 

Keesokan harinya, Chungju Highschool

Setelah bel pulang berbunyi, so eun kembali menemui nirin dengan cepat.

“ah nirin-ah, apakah kim bum-ssi tidak masuk lagi hari ini?” Tanya so eun langsung saat nirin baru saja keluar dari kelasnya.

“oh so eun-ah.” Nirin kaget melihat so eun sudah ada di hadapannya. “konsisi pisiknya masih belum membaik sepertinya.” Jawab nirin.

“ah ya, ngomong-ngomong terimakasih untuk kemarin, sekarang aku bisa memberikan catatan penting pelajaran hari ini kepadanya.” Ujar nirin seraya memegang map berwarna merah di tangannya. Tiba-tiba So eun langsung merebut map yang berada di tangan nirin itu.

“heh? apa yang kau lakuan so eun-ah?” kaget nirin.

“ummm…kemarin, aku tak sengaja meninggalkan sesuatu di rumah kim bum-ssi, jadi…aku akan mengambilnya sekalian memberikan ini padanya hehe.” Jawab so eun. Nirin menatap so eun sebentar dengan tatapan menyelidik. Sementara so eun hanya membalasnya dengan cengiran saja.

“oh, jinja? Baiklah kalau begitu, kau berikan map itu pada kim bum-ssi ne?.” Ujar nirin.

“ah ne, serahkan padaku hehe.” Balas so eun.

-today love is begin-

 

Kim bum sedang berbaring di kasurnya, suhu tubuhnya masih belum turun dan membuatnya enggan untuk beranjak dari kasurnya dari semalam. Tapi, suara bel yang baru saja berbunyi membuatnya terusik. Ia tak menghiraukan bel itu, hingga yang ketiga kalinya barulah ia menggeser tubuhnya lalu beranjak dari kasurnya dengan enggan. Ia mengacak rambutnya lalu perlahan berjalan menuju pintu tanpa menjawab bel itu lewat intercom.

“Annyeong he….he.” Sapa so eun seraya mengangkat tangan kanannya setelah kim bum membuka pintu. So eun tersenyum agak kaku dan canggung karena tak enak melihat raut wajah kim bum yang memperlihatkan seperti ia tak senang dengan kehadiran so eun. Sementara kim bum hanya memandang so eun dengan wajah pucatnya seraya sedikit mengerutkan keningnya.

“kau lagi…” ujar kim bum malas.

“maaf aku datang lagi kemari dan sudah menganggumu.” Ujar so eun lalu langsung masuk ke apartemen kim bum bahkan sebelum kim bum mengijinkan. Kim bum menatap so eun agak kaget dan masih diam di dekat pintu.

“jangan hanya berdiri saja disana ! kau akan masuk angin, ayo kembali ke kasurmu !” so eun mendorong tubuh kim bum hingga ia mendudukkan kim bum di kasur secara paksa. Kim bum menatap so eun dengan kesal.

“yak…!” geram kim bum.

“ah baiklah, apakah kau punya persediaan kompres tempel? dimana kau menyimpannya?” Tanya so eun lalu mulai mencari di sekitar meja dan lemari kecil di dekat kasur kim bum bahkan sebelum kim bum mengatakan apapun. Kim bum hanya melihatnya saja dengan tatapan merasa terganggu.

“mmm….apa ada sesuatu yang kau mau? Atau sesuatu yang harus aku lakukan?” Tanya so eun.

“Jika ada, katakana saja ! aku akan melakukannya.” Ujar so eun yang masih sibuk mencari kompres tempel untuk kim bum.

Kim bum diam, ia belum mengeluarkan suaranya.

“mmm tapi…..jangan menyruhku untuk meninggalkanmu sendirian.” Ujar so eun. Kim bum mengerutkan keningnya.

“mwo? Apa kau mencoba untuk mendapatkan rasa terimakasih dariku?” Tanya kim bum.

So eun langsung menatap kim bum dan mendelik kepadanya. Dengan cepat so eun pun langsung menempelkan kompres tempel yang sudah ia temukan itu di kedua pipi kim bum. Kim bum terkejut dengan apa yang so eun lakukan.

“hey….” Kesal kim bum.

“disaat situasi seperti ini, dimana kau butuh bantuan, kau tidak perlu bersikap keren ataupun merasa malu ! kau tidak perlu jaga image disaat kau sedang sakit, arasseo? Hanya cukup terima saja kebaikan orang lain yang ingin membantumu.” Ujar so eun. Kim bum masih diam dan hanya melihat so eun saja dengan wajah sedikit shock.

Hanya dilihat terus seperti itu oleh kim bum, so eun pun perlahan menundukkan kepalanya.

“kau memang orang yang tak punya rasa berterimakasih.” Ujar so eun pelan. “ya…mungkin ini memang sulit untukmu. Tapi…akan lebih baik jika kau membiarkan aku membantumu.” Ujar so eun. Kim bum kini menatap so eun agak lunak.

“yeah karena aku perliharaanmu, bukankah begitu?” ujar so eun.

5 detik 10 detik 15 detik, kim bum masih belum mengeluarkan suaranya, membuat so eun jadi merasa canggung dengan apa yang semua ia ucapkan barusan.

“aku tidak mengatakan kepadamu untuk menjadi peliharaanku.” Ujar kim bum enteng lalu mulai membaringkan tubuhnya kembali dan menutupinya dengan selimut. Seperti kemarin, ia membaringkan tubuhnya membelakangi so eun.

“huh? heeeii! bukannya kau yang selalu mengatakannya?” Tanya so eun tak terima.

“buah-buahan !” ujar kim bum tak mengindahkan ucapan so eun.

“huh?” so eun tak mengerti.

“jeruk atau nanas, aku ingin memakan sesuatu yang masam !” ujar kim bum.

So eun terdiam beberapa saat mendengar permintaan kim bum tersebut, so eun hanya bisa menatap tubuh kim bum yang berbaring membelakanginya.

“ah….b..baiklah kalau begitu, aku akan membelinya sekarang. Tunggulah….!” Ujar so eun yang tiba-tiba berubah menjadi bersemangat. So eun pun lalu segera keluar dari apartemen kim bum. Sementara itu, kim bum hanya bisa mendengar suara langkah so eun yang berisik. Kim bum membuang nafasnya.

-today love is begin-

 

Supermarket

Setelah mengambil beberapa makanan yang rasanya masam ke dalam keranjang, So eun pun kini memilih buah nanas yang akan ia belikan untuk kim bum.

“ummm~ buah nanas yang bagaimana yang bagus ya? Aku belum pernah membelinya dan memilihnya sendiri.” Gumam so eun seraya memegang buah nanas dan memperhatikannya.

“lagipula aku tidak tahu bagaimana cara mengupas nanas, terlalu banyak duri dan aku bisa terluka nanti.” Ujarnya.

“ah baiklah, aku akan membeli buah nanas yang sudah dikupas saja.” So eun pun kembali meletakkan buah nanas itu dan hendak menuju area dimana buah nanas yang sudah dikupas dijajakan.

“ah…..apakah itu kau so eun-ssi?”

So eun langsung mengarahkan pandangannya pada sumber suara dan mendapati jong suk berdiri tak jauh darinya.

“oh, jong suk-ssi.” Balas so eun. Jong suk pun menghampiri so eun.

“sudah lama kita tidak bertemu.” Ujar jong suk.

“ne, kita tak pernah bertemu lagi setelah berlibur ke pantai sokcho.” Balas so eun. “bagaimana kabarmu?” Tanya so eun.

“aku sangat baik, dan ngomong-ngomong…hubunganku dengan bo young juga semakin lengekt dan  tambah mesra…” jawab jong suk semangat dengan wajah yang berbinar-binar.

“jincharu? Aku ikut senang mendengarnya.” Balas so eun seraya tersenyum.

“kau sedang berbelanja?” Tanya jong suk.

“ne, kau sendiri?” Tanya balik so eun.

“aku hanya sedang disuruh eommaku untuk membeli apel.” Balas jong suk.

“oh..arassseoyo.” balas so eun.

“eh tunggu so eun-ssi, kelihatannya kau hanya membawa makanan masam di keranjangmu.” Ujar jong suk setelah ia melihat keranjang so eun yang hanya dipenuhi dengan makanan yang berasa masam.

“ah ye.” Balas so eun.

Jong suk seketika mengerutkan keningnya. “solma…apa ini berarti kau……ah so eun-ssi jincha? Secepat itu kau melakukannya dengan kim bum-ssi?” jong suk menutup mulutnya saking tidak percayanya.

“mwo? A..aniyo ! bukan begitu, aku hanya sedang membelikan pesanan kim bum, dia sedang sakit dan ingin memakan sesuatu yang masam.” So eun cepat-cepat menyanggah.

“huh jinjjaru? Kim bum-ssi sakit?” kaget jong suk.

“ne, jadi kau tak perlu berpikiran yang aneh-aneh hehehe.” Balas so eun seraya tertawa hambar.

“ah hahaha mian, kalau begitu tunggu sebentar…..aku akan membeli beberapa minuman isotonik untuk kim bum-ssi.” Ujar jong suk.

“eeeh…aniyo, tidak perlu.” Cegah so eun.

“gwaencaha, tunggu sebentar so eun-ssi, aku akan mengambil beberapa botol.” Ujar jong suk lalu pergi ke area tempat minuman di jajakan.

So eun pun hanya bisa mengehela nafasnya dan menunggu jong suk hingga kembali.

-today love is begin-

 

Kim bum tengah memakan buah nanas yang sudah so eun potong-potong kecil menggunakan garpu sambil memegang secarik kertas. So eun duduk di samping kim bum seraya ikut membaca tulisan yang ditulis jong suk untuk kim bum itu.

Kim bum-ssi, minumlah semua yang sudah aku berikan untukmu. Semoga cepat sembuh ya agar kita bisa kembali berlibur bersama lagi ^^

Kim bum hanya membuang nafasnya setelah membaca pesan yang ditulis jong suk untuknya, sementara so eun menyunggingkan senyumnya.

“lihatlah ! jong suk-ssi sangat baik bukan? Dia begitu khawatir saat aku memberitahunya jika kau sedang sakit.” Ujar so eun.

“jadi jika dia khawatir kepadaku? Apa yang harus aku lakukan huh?” ujar kim bum.

“eh? Tentu saja kau juga harus bersikap baik dan ramah padanya.” Balas so eun.

“kadang-kadang, dia juga kelihatan seperti seekor peliharaan, betapa lucunya.” Ujar kim bum namun ekspresinya tetap datar. So eun membulatkan matanya setelah mendengar perkataan kim bum.

“yak ! jangan memanggil orang lain dengan sembarangan !” ujar so eun sedikit keras. Kim bum hanya menatap so eun sebentar lalu meminum minuman isotonik pemberian jong suk.

“ashhh….rasanya seperti minuman untuk orang tua.” Ujar kim bum tampak mengerutkan keningnya.

So eun hanya bisa menahan senyumnya melihat kim bum. “baiklah, sekarang aku akan membuatkan bubur untukmu, setelah kau makan jangan lupa untuk minum obat, barulah kau bisa kembali beristirahat, ok?” nasehat so eun seraya sedikit menyunggingkan senyumnya.

“kau tidak perlu melakukannya, ini sudah malam sebaiknya kau pulang saja !” tolak kim bum.

So eun mendelik menatap kim bum. “sudah ku bilang, hanya terima saja kebaikan orang lain dan jangan bersikap sok keren saat kau sakit, arachi?” ujar so eun lalu ia pun pergi ke dapur.

Kim bum masih menatap so eun hingga so eun masuk ke dalam dapur. “tsk…dia sangat mengganggu Gumam kim bum lalu kembali membaringkan tubuhnya.

-today love is begin-

 

So eun mencari di internet menggunakan ponselnya bagaimana cara memasak bubur. Setelah menemukan prosedurnya barulah ia mulai menyiapkan bahan untuk dimasak.

“ah…semoga saja rasanya tidak terlalu buruk jika aku memasukan semua bahan ke dalam panci.” Gumam so eun. Lalu so eun pun mulai mencuci berasnya, setelah itu memasukan jamur, wortel, sayuran, cumi dan sedikit bumbu ke dalam panci, setelah itu ia pun mulai memasaknya.

Sekitar 15 menit, bubur pun sudah jadi dan so eun menuangkannya ke dalam mangkuk. Lalu so eun membawanya untuk kim bum.

“buburnya sudah jadi, igo !” Ujar so eun seraya membawa semangkuk bubur di atas nampan. Kim bum yang memang hanya berbaring saja di kasurnya tanpa memejamkan matanya langsung menatap so eun.

“aku mencoba memasukan semua bahan, dan setelah dicoba ternyata rasanya tidak terlalu buruk.” Ujar so eun.

“kajja. Makanlah !” suruh so eun, namun kim bum tak bereaksi apa-apa dan tak juga beranjak bangun dari tiudrnya.

“wae? Apa kau baik-baik saja? Apa kau bisa bangun?” Tanya so eun.

“hmm tubuhku terasa berat dan aku seperti tak punya tenaga.” Jawab kim bum.

“jincha? ah…baiklah kalau begitu, aku akan menyuapimu.” Ujar so eun enteng lalu mulai mengangkat sendok itu dan meniupinya. Melihat so eun seperti itu, kim bum langsung bangun dan merebut mangkuknya dari tangan so eun dan membuat so eun sedikit kaget.

“yak ! kau membuatku kaget saja, bagaimana jika buburnya tumpah eoh?!” marah so eun. Namun kim bum tak menghiraukannya dan mulai memakan bubur itu tanpa meniupinya terlebih dahulu.

“huah…panas..” keluh kim bum saat bubur itu masuk ke dalam mulutnya.

“hati-hati, igo ! minum ini !” so eun menyerahkan botol minuman isotonik yang tadi kepada kim bum. Kim bum tak langsung menerimanya, ia malah menatap so eun dengan heran dan muncul  beberapa pertanyaan yang berputar di kepalanya. So eun malah menatap kim bum dengan wajah polosnya.

“hei kau…” panggil kim bum.

“ne?” Tanya so eun.

“apa alasanmu melakukan semua ini?” Tanya kim bum.

“huh?” so eun menatap kim bum agak bingung.

“kau selalu mengeluh disaat aku menyuruhmu, tapi kemudian sekarang kau melakukan semua ini tanpa mengeluh bahkan tanpa aku menyuruhnya. Kau pasti punya motif tertentu kan?” ujar kim bum.

“yak ! apa yang kau katakan? Semua ini aku lakukan karena aku ingin melakukannya, tidak ada motif apapun atau semacamnya.” Bantah so eun.

Kim bum menatap so eun dengan tatapan menyelidiknya. “tsk…bohong, kau hanya berpura-pura baik.” Balas kim bum.

“MWO? Yak Betapa kurang ajarnya kau…!” geram so eun. “wae? Apa kau tidak senang huh dengan kebaikanku?” Tanya so eun.

Kim bum menghela nafasnya. “orang yang membantu orang lain biasanya melakukannya hanya untuk memuaskan dirinya sendiri.” Ujar kim bum.

“ya ya ya terserah kau saja, tapi bukankah lebih baik jika orang lain juga senang dengan kebaikan atau keramahan kita?” balas so eun.

Kim bum menatap so eun dengan tatapannya yang sedikit tajam. “hei, apakah kau belum pernah mendengar tentang seseorang yang tidak menginginkan keramahan?” ujar kim bum. So eun menatap kim bum dengan mulut sedikit terbuka.

“eo…kau punya mulut yang pintar ya?” sindir so eun. “hah sudah cukup, cepat kau makan saja dan segera habiskan !” suruh so eun.

“ini masih panas, kau tahu?” balas kim bum.

“huft…” so eun hanya bisa mngehela nafasnya mengahdapi kim bum yang bergitu keras kepala.

Setelah selesai makan dan minum obat, kim bum pun kembali membaringkan tubuhnya dan membungkus tubuhnya dengan selimut. Sementara so eun segera bersiap-siap untuk pulang.

“baiklah kalau begitu, aku akan pulang sekarang. Jangan nyalakan pendingin ruangan saat kau tidur ! lalu matikan lampunya ! tidurlah tanpa melepas selimutnya !” suruh so eun seraya berkacak pinggang.

“ya ya ya.” jawab kim bum malas-malasan.

“jika ada sesuatu yang terjadi atau kau butuh sesuatu, hubungi saja aku arasseo ?!” perintah so eun.

“HEI, aku bukan anak kecil ! lebih baik kau segera pergi saja !” suruh kim bum. So eun berdecak sebal mendengar jawaban yang keluar dari mulut kim bum itu.

“arasseo arasseo, aku akan pergi.” Ujar so eun ketus lalu segera melangkahkan kakinya menuju pintu.

So eun terdiam sesaat setelah ia menutup pintu apartemen kim bum. So eun heran dengan sikap kim bum, bagaimana bisa sikap kasarnya tidak berubah bahkan disaat ia sedang sakit, bukankah setidaknya sikapnya akan melunak sedikit saja?

So eun menghapus keringat di dahinya. “aisshh, bahkan mulutnya baik-baik saja disaat ia sakit, betapa menyebalkannya.” Gerutu so eun lalu kembali terdiam seraya menyenderkan punggungnya di depan pintu apartemen kim bum.

-today love is begin-

 

Keesokan Harinya, Chungju Highschool

So eun langsung menyenderkan kepalanya di atas meja saat bel istirahat berbunyi. Terlihat ada lingkaran hitam di mata so eun.

“so eun-ssi, ingin pergi ke kantin bersama kami?” tawar bo young.

“ani.” Jawab so eun lemas.

“kau kenapa? Terlihat lesu sekali.” Tanya hye rim seraya menatap so eun dengan lengan dilipat di dada.

“gwaenchana.” Jawab so eun. “aku hanya kurang tidur saja.” Lanjutnya lalu memejamkan matanya.

“ah….arasseo, kalau begitu kami tinggal ne?” ujar bo young.

“hmmm.” Balas so eun tanpa membuka matanya. Bo young dan hye rim pun pergi meninggalkan so eun.

“hmm…apa yang dia lakukan semalaman sampai kurang tidur segala?” heran bo young seraya memegangi dagunya, keningnya tampak berkerut.

“molla~” balas hye rim.

“ummm, sudah beberapa hari ini juga aku tidak melihat kim bum-ssi, apa ada sesuatu yang terjadi diantara mereka ya?” pikr bo young.

“entahlah.” Balas hye rim.

Sementara itu di dalam kelas, so eun masih menyenderkan kepalanya di atas meja seraya memejamkan matanya. Namun otaknya di penuhi oleh kim bum. Ia bertanya-tanya apakah kim bum sudah lebih baik sekarang? Apakah panasnya sudah turun? Apakah ia juga sudah masuk sekolah atau belum? So eun menghembuskan nafasnya mengingat lelaki itu.

“so eun-ssi…..ada yang mencarimu.” Suara itu membuat so eun terbangun dan langsung mengangkat kepalanya.

“nuguya?” Tanya so eun pada teman satu kelasnya itu. Entah kenapa, so eun jadi berharap jika seseorang yang mencarinya itu adalah kim bum. Oh ada yang tidak beres sepertinya dengan diri so eun.

“molla, tapi aku rasa dia temanmu.” Jawab temannya itu.

“hei so eun-ah…..” so eun langsung mengarahkan kepalanya pada pintu saat mendengar suara nirin memanggilnya.

‘oh ternyata nirin’ batin so eun.

So eun pun dengan lesu meninggalkan bangkunya lalu menghampiri nirin.

“waegeurae?” Tanya so eun.

“aku ingin bertanya soal kim bum-ssi.” Ujar nirin.

“oh, memangnya kenapa?” Tanya so eun tak bersemangat.

“hey….ada apa denganmu? kau terlihat lemas sekali, apa kau sakit?” Tanya Nirin tak mengindahkan pertanyaan so eun.

“aku hanya kurang tidur.” Jawab so eun.

“kau sudah makan?” Tanya nirin. So eun menggeleng.

“yasudah kalau begitu kita ke kantin, kajja !” nirin menarik tangan so eun.

“yaaa….aku sedang tidak ingin makan. Lagi pula apa yang ingin kau tanyakan soal kim bum-ssi?” Tanya so eun masih dengan nada lemas, ia berusaha menolak tapi tubuhnya pasrah saja saat nirin menariknya.

“kita bicarakan di kantin saja.” Balas nirin.

Sudah ada dua piring nasi di atas meja so eun dan nirin. Tapi so eun malah menidurkan kepalanya di atas meja kantin, mengabaikan nasi itu. Nirin menatapnya dengan bingung.

“yak…kau sakit kan?” Tanya nirin.

“aniyo, aku hanya mengantuk.” Jawab so eun.

“ckck, memangnya apa saja yang kau lakukan semalaman huh?” Tanya nirin.

“hanya memban……ah aniyo, tidak ada yang aku lakukan.” Jawab so eun.

“kau aneh sekali.” Balas nirin. “oh ya, yang ingin aku tanyakan kepadamu bagaimana keadaan kim bum-ssi? Hari ini dia tidak masuk sekolah lagi, apakah dia masih sakit?” Tanya nirin.

So eun langsung mengangkat kepalanya sekaligus mendengar jika kim bum belum juga masuk sekolah.

“dia belum masuk?” Tanya so eun.

“ne, kau tahu kan dia sudah banyak ketinggalan pelajaran. Dan aku sebagai presdien kelas harus bertanggung jawab soal itu.” Jawab nirin. “kemarin kau menemuinya kan? Bagaimana keadaannya? Apakah sudah membaik?” Tanya nirin.

So eun terdiam beberapa saat. ‘dia tidak datang lagi ke sekolah hari ini, apakah benar dia masih sakit? Wae? Bahkan kemarin dia sudah meminum obat dengan benar’ batin so eun.

“so eun-ah…” panggil nirin karena melihat so eun hanya diam saja.

“eeh? Ah…umm aku rasa dia masih sakit.” Balas so eun.

“oh…jika besok dia masih belum masuk, sepertinya aku harus menjenguknya dengan semua teman sekelas.” Ujar nirin. Sementara so eun kini kembali termenung, memikirkan keadaan kim bum saat ini.

-today love is begin-

 

Sepulang sekolah, so eun langsung buru-buru pergi ke apartemen kim bum untuk memastikan keadaannya. Apakah kim bum sudah membaik atau bahkan lebih parah? So eun khawatir akan hal itu.

“kim bum-ssi….?!” Panggil so eun, so eun sedikit kaget karena mendapati kim bum berada di luar apartemennya. Kim bum yang baru saja akan membuka pintu menolehkan kepalanya ke arah so eun.

“kau datang lagi.” Ujar kim bum malas.

“hei, kenapa kau ada di luar? Seharusnya kau tidur dan berisitirahat.” Ujar so eun.

“aku sudah tidak apa-apa, demamku sudah hilang.” Balas kim bum.

“bohong ! jika kau sudah sembuh lalu kenapa kau tidak masuk sekolah eoh?” Tanya so eun dengan suara sedikit keras. Kim bum menghembuskan nafasnya lalu mulai membuka pintu apartemennya.

“aku hanya lelah.” Balas kim bum seraya masuk ke dalam apartemennya diikuti so eun.

“baiklah jika itu yang kau katakan, aku akan memastikannya dengan sendiri.” Ujar so eun lalu menaruh kresek berisi buah-buahan manis yang ia bawa lalu mulai mencari termometer infrared di lemari kecil milik kim bum. Kim bum hanya menatapnya saja lalu ia pun membaringkan tubuhnya di kasur.

“ah aku menemukannya, aku akan mengukur suhu tubuhmu.” Ujar so eun. Kim bum hanya mendesah.

“ayo buka mulutmu !” suruh so eun, namun kim bum tak juga membuka mulutnya.

“yak….kau ini tidak menurut ya?” kesal so eun lalu memasukkan secara paksa termometer itu ke dalam mulut kim bum. Kim bum sudah menatap jengkel ke arah so eun namun ia tidak bisa melakukan apa-apa, ia hanya membiarkan saja termometer itu di dalam mulutnya. Setelah cukup lama, so eun pun melepaskan termometer itu lalu melihat hasilnya.

“32 derajat celcius, panasmu sudah benar-benar turun.” Ujarnya.

“aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya.” Balas kim bum lalu bangkit dan duduk di kasurnya.

“ah syukurlah….aku senang kau sudah benar-benar sembuh.” Ujar so eun seraya menyunggingkan senyumnya menatap termometer itu.

“bahkan aku sampai harus membeli buah-buahan manis ini untukmu, tapi ternyata sudah tidak ada gunanya lagi karena kau sudah sembuh.” Ujar so eun.

Kim bum hanya menatap so eun, kali ini tatapannya lebih teduh dari biasanya.

“tidak apa-apa kan jika aku membawa buah-buahan ini ke rumahku?” ujar so eun. Bukannya menjawab, kim bum malah mengerutkan keningnya dan memalingkan wajahnya dari so eun seraya menopang dagunya.

“yak wae? Keningmu berkerut seperti itu !” Tanya so eun.

“ani, hanya…….terimakasih.” ujar kim bum tanpa menatap ke arah so eun dan keningnya masih berkerut. Sebenarnya kim bum masih besar kepala untuk mengucapkan terimakasih kepada so eun. So eun membulatkan matanya mendengar apa yang keluar dari mulut kim bum barusan, ia menatap kim bum dengan mulut sedikit terbuka, so eun juga tak bereaksi apa-apa, ia hanya bengong saja.

“huh?” itulah yang keluar dari mulut so eun. Menyadari so eun hanya bengong saja menatapnya, kim bum pun mencubit pipi so eun cukup keras.

“hey !” panggil kim bum.

“ouch…ouch…” ringis so eun seraya berusaha melepaskan tangan kim bum yang mencubitnya.

“ada apa dengan ekspresi bodoh wajahmu? Itu membuatku terganggu !” ujar kim bum lalu berhenti mencubit pipi so eun.

So eun memegangi pipinya. “itu….itu karena kau mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut.” Ujar so eun.

“tsk…apa kau bodoh hah? Meskipun begitu aku juga tahu bagaimana caranya berterimakasih.” Balas kim bum.

“ani…bukan seperti itu…bahkan meskipun aku mengganggumu, aku pikir semua yang aku lakukan untuk membantumu akan membuatmu merasa terganggu saja, jadi aku tidak menyangkanya, aku terlalu terkejut.” Jelas so eun.

“kau benar-benar tidak mendapatkan gambarannya kan?” Tanya kim bum. So eun menatap kim bum bingung.

“perempuan yang menunjukkan keramahannya kepada orang lain, aku benar-benar membencinya sampai mati.” Ujar kim bum. So eun membulatkan matanya.

“ ‘aku punya hati yang benar-benar tulus, jadi aku mohon jatuh cintalah kepadaku’. Aku hanya dikelilingi oleh tipe perempuan seperti itu, dan mereka semua membuatku muak. Pada akhirnya mereka hanya akan mempermalukan diri mereka sendiri karena aku tidak semudah itu.” Jelas kim bum dengan tatapan lurus ke depan, tanpa menatap so eun.

“tapi kau….kau berbeda dengan mereka, kau tidak punya motif yang tersembunyi atau tujuan kenapa kau menolong seseorang. Kau selalu bersikap apa adanya. Itulah kenapa, aku pikir tidak ada salahnya aku berterimakasih kepadamu.” Jelas kim bum lagi. So eun masih menatap kim bum dengan diam, semua apa yang diucapkan kim bum benar-benar membuatnya tertegun. Ia tidak bisa dengan mudah menerima semua perkataan kim bum ke dalam otaknya.

“itulah alasannya.” Ujar kim bum.

“mmm…hei…” panggil so eun, pipinya mendadak memerah setelah mendengar penjelasan kim bum.

“mwo?” Tanya kim bum yang kini mulai manatap so eun.

“apa yang baru saja kau katakan terasa aneh kau tahu? Kau sangat aneh~” ujar so eun dengan wajah yang masih ditekuk.

“ah…mungkin kau masih demam ya? Hehehe.” Tanya so eun tiba-tiba seraya tertawa hambar.

“demam? Hei….kau baru saja mengecek suhu tubuhku.” Balas kim bum.

“huh? Ah aku rasa termometernya rusak ya? hahaha baiklah kalau begitu, biarkan aku kembali memeriksa keningmu hehehe.” Ujar so eun seraya menempelkan tangan kanannya di kening kim bum. Tapi tiba-tiba…..

Hap

Kim bum langsung menahan tangan so eun yang meraba keningnya, wajah mereka kini begitu dekat dan membuat so eun diam dengan pipi yang sudah merah padam.

“berhenti tertawa seperti itu, bodoh ! hanya melihatmu saja membuatku malu setelah mengucapkan kata-kata tadi!” ujar kim bum.

“aah…ah mian, haha.” So eun buru-buru menjauhkan dirinya, namun kim bum masih menatapnya. So eun jadi salah tingkah di buatnya.

“ah…umm…s..sepertinya aku harus segera pulang.” Ujar so eun seraya mebereskan tasnya. Kim bum hanya mentap so eun saja.

“pastikan kau sudah masuk sekolah besok.”  Lanjutnya.

“umm~ baiklah kalau begitu, aku pergi.” Kim bum menatap punggung so eun hingga menghilang dari penglihatannya, setelah itu ia pun menjatuhkan dirinya di kasur. Kim bum menyelipkan kedua tangannya di belakang kepalanya, ia memejamkan matanya tapi ia kembali membuka matanya. Entah kenapa, sekarang ia jadi memikirkan perkataan bodoh yang keluar dari mulutnya tadi.

“benar-benar buruk.” Gumamnya.

Sementara itu, so eun memegangi dadanya saat di tengah perjalanan. Ia merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya.

“gawat ! jantungku berdegup sangat kencang ! aku harus menenangkan diriku !” gumam so eun lalu cepat-cepat pergi dengan langkah lebar dengan hati yang masih tidak menentu.

Tidak ada gunanya kita merasa senang dengan sikap ataupun pekataan yang ditunjukan satu sama lain bahkan disaat kita sedang dalam suasana hati yang baik. Karena faktanya adalah, kita tidak benar-benar berkencan.

 

To Be Continued

 

NB : sekali lagi, FF ini merupakan versi bumssonya dari manga kesukaan saya, saya buat mirip sama manga aslinya dan hanya ditambahkan beberapa khayalan saya sendiri. Jadi, jika ada yang masih bingung sama ceritanya atau karakter kim bum disini yah karena seperti itulah cerita dan karakternya.

 

93 thoughts on “Today, Love is Begin PART 4

  1. hwa….. jeongmal daebakk… ff nya keren.. bumppa akhirnya bisa juga blkang mkasih sama sso eonni.

    ttap smnangt buat ff nya. next part ttap di tunggu ne…

  2. huaaa……. kerennnn…
    Koq bisa bumpa sakit hehheh… walu sakit bumpa tetep aja keras kepala dan cuek… heheheh…. v pada akhirnya luluh juga…….
    Kasian sso mulai merasakan debaran ma bumpa… v bumpa.. apa punya perasaan yg sama… penasaran.. lanjut chingu di tunggu next partnya… hwaiting…😀

  3. Yaampunnn eonnn demi apapunn kereeennn banget mweheheh sikap bum ituloh selalu bkin greget, apalagi sikap sso hadeuh so polos tp kepolosan*? Dan itu bkin ngakak😀
    kyaaaa ssooooooo???? Perhatian gitu sama bum????? Omooo jatungnya aja brdegup keceng hayolohhh jatuh cinta yaaa?? Kkkk.. Tuh bum jg kliatan dikit2 buka hatinya buat nerima sso dikhidupannya kkkk
    lanjutkan eon resss^^

  4. Ckckck,, bumppa dingin bgt kyak es.
    Mskipun dia sakit, sikapny ga brubah
    Hhhhhh, tp akhirnya bumppa bsa juga brterima ksih ke sso.
    Nexxtt,, kyakny sso udah mulai suka ke bumppa.
    Bumppa suka ga’ y..??

  5. aigooo bumppa walaupun sakit tetep aja sikapx gitu sm sso..kekeke
    penasaran sm bumppa n sifatnya,,wahh sso perhatian bnget sm bum,smpe2 kurang tidur krna ngerawat bum.🙂 next partnya ditnggu ^_^ Fighting🙂

  6. Hdweehh res eon gk bsa ngomong apa2 cuma bsa bilang ne ff bener2 keren🙂

    yooohhh eonma and appa bum kmna ya???

    Aiisshh bumppa sakit ajha kepalax masih kaya batu py lg gk sakit pasti dehh sso kewalahan tuhh

    cie cieeee si kepala batu udh bsa blng terima kasihhh …seneng dehhh ..hua res eon pikir bum mw kiss sso pas dia bum tarik tangan sso ternyata gk ada kissu ya …hahaa #penyakit kumat🙂

    next part ditnggu res

  7. iya… karakter kimbum disini sungguh aneh.. dia itu kalau ngimong selalu bikin bingung…hehehehe… tapi si part ini aku suka bngt… sso udhvkayak pacar beneran kimbum aja… hahaha… dan untuk pertama kalinya kimbum ngucapin terima kasih… kemajuan bngt tuh…

  8. waaa akirnya mncul nih part4 nya
    nmbah seruuu
    ciyee soeun udh mulai degdegan jgn2 udh mulai suka kmbum tuh
    masi pnsran bngung itu dgn sifat kmbum
    tpi itu yg bkin seru
    pkoknya dtnggu next partnya

  9. bumpa ah keren banget , masih gak nyangka sikap oppa keren kaya gt heheheh udah mulai suka kaya nya nie ma so eonni🙂
    thor kata kata yg di tulis buat karakter bumppa masuk akal bngt.
    aku thor part 5 nya .

  10. karakter bum msh susah ditebak. hehe
    tp spertix dia org yg terttp n kurang kasih syg.
    ayo sso, km pst bs meluluhkn hatix.
    ttp smangth sso n

    smangth jg utk klanjtanx chingu. 🙂

  11. Ya ampun bum sakit aja masih aja angkuh, haha…
    Sso sabar banget ya ngadepin bum, apa jangan2 sso udah bener2 jatuh cinta ama bum?🙂
    Moga2 setelah lihat ketulusan sso, bum bisa berubah sifatnya, dan terlebih sikapnya dia ke sso, moga2 bum bisa lebih sweet, hehe:)
    Keren resii, pengen baca manganya tapi belom sempet, hehe🙂
    Ditunggu next partnya ya…

  12. semoga part 5 lebih cepat,,,,
    bumsso gak ada perubahan romantisnya, tp ku rasa stlh ini memang kim bum harusnya tau diri, menyakitkan kata2 kim bum sebelum sso pulang

    kim bum cm kurg kasih sayang semoga sso sgra meluluhkan hatinya yakkkk
    semangat sso!!!

  13. Woooaaaa…suka…suka…suka…mudah2an sedikit demi sedikit sikap dingin kim bum mulai cair,so eun karakternya suka deh ceria selalu,,,penasaran sm cerita selanjutnya…

  14. annyeong aku reader baru …..salam kenal
    aku pencinta bumsso dr tahun 2010 n sampai skrg n insya allah dampai strus nya …heeeee
    author aku dukung author yg bikin ff bumsso …ttp semangat ya thor buat ff nya…..
    ini komen pertama ku thor …heee

  15. Res ini persis sama dengan komik ahahhaaha…ngak sabar pas partnya so eun ngaku cinta sama kim bum nanti dan yg pastinya kisseu itu loh hahahh…ceritanya kim bum cemburu ntar ekekekeke…
    Mungkin yg ngak tau sma komik ini bingung, tpi yg udah baca komiknya justru suka jalan ceritanya ahahahah. Oke res, aku tunggu part 5nya hehehehe

  16. wah,,,, aku nggak nyangka,,, ini di angkat dari cerita komik,,, aku nggak terlalu ngikutrin komiknya, hanya pernah baca part 11 ajha versi komiknya,,,, tapi ceritanya sangat menarik,,, lanjut yach author,,, kekekke

    fighting

  17. suka wktu soeun maksa” kimbum..lucu,😀
    kimbum biarpun skit tp skapnya msh sma..
    soeun udah mlai jth cnta pd kimbum, ^^
    next part

  18. wah udah mulai ada tanda2 nya niiiih wkwkww semangat deh thorrr semoga kim bum oppa nya jg cepet2 deh suka sama sso nya..dan ssonya ga bertepuk sebelah tangan cintanya!!!! semangat ya thoooor annyeong

  19. kim bum dingin bgt eh tp bisa ngucapin terimakasih setelah melihat ketulusan kse, jiiiee, res penasaran nih seandainya ada kim bum pov biar ga penasaran gt hehe

  20. Wahh ,, makin menarik ajah nihh saeng🙂
    Sso-eon prhtian bnget sma Bum-ppa . Bt Bum-ppa mikir’x kjauhan ..
    Emng’x org baik cma kllo ada mau’x ?! Sso-eon kann cma brusaha menolong ..
    Bt , emng bkin trkjut jg kata”x Bum-ppa di akhir” part🙂 dy ,, ber-te-ri-ma-ka-sih ??
    Omoo !! Dy ngucapin ituh sma Sso-eon lhoo ..
    Dan ,, wahh ?? Dy mulai kepikiran sma ucpn’x sndiri ? Aiolahh Bum-ppa ,, buka matahatimu ! Sadari Sso-eon yg cantik , baik , & ceria ! *kedipmatasmaBum-ppa
    Sso-eon jg , mulai mrasa getar” cinta tuhh ..😀
    D.tggu nextpart’x saeng🙂 keep spirit ! Chayyo !!

  21. Wah..makin seru ni ff!! Soeun bersemangat sekali membantu kimbum dgn gigihnya dia merawat kimbum …:* bener2 peliharaan yg baik ghhghh😄

    Soeun memiliki persaan pd kb….sedangkan kb …msh penuh tanda tanya (?)
    Aku paling suka sm sikap kimbum yg cuek2 gimana gitu ma soeun ….,suka bgt klo dia udh marah2in soeun ghghgh :*

    Keep writing author (y)
    Next partnya Soooon …^^

  22. yeeeeeee sekarang Sso nya bisa membalik keadaan bukan bum-ah lagi yang harus nyuruh nyuruh sso tapi sso yang nyuruh kimbum, maksudnya nyuruh makan bubur sama minum obat terus istirahat heheheh
    Cieeeee yang mulai khawatir dan perhatian,,,,, Bum-ah nya juga udah ulai melunak, terus apa itu pernyataan cinta buat sso berarti bum-ah nya udah suka beneran donk sama Sso, Aisss bukannya di jawab malah menghindar kekeke lanjuut ah di tunggu part 5 nya see you

  23. Mskipun skap kim bum membngungkan tpi aq ska krkter,a,,,
    bner2 bkin ktgihan tok nggu lnjutan,a,,,,
    sso bner2 tlus n gk mghrapkan pa2 dr bum,,tpi skap bumppa gk brbah2,,,
    to bumppa akhir,a sdar jga xlo prktaan,a brusan scra tak lgsung mgbarkan xlo bumppa dh mlai ska ma sso,,,,
    lnjut chingu

  24. omoo ceritanya makin daebak,, sumpah geregetan bgt sma sikap bummpa tpi tetep cool huaaa,, hahha sikap sso eon bener2 polos,, sso udh mulai perhatiaan kyaa jgn2 sso udh jatuh cnta bneran ma bummpa,, haha bummpa jaim bgt siih,,, aah pkknya tetep d tunggu skale klnjutannya ya thor hwaiting😀

  25. Bumppa udah sakit masih aja keras kepala tapi akhirnya ngucapin terimakasih juga😀 soeun udah mulai suka sama bumppa😀
    ga sabar part selanjutnya soeun nyatain perasaannya ke bumppa wahh, andai manga ‘ookami Shoujo To Kuro Ouji’ ini dibuat drama pemerannya bumsso wahh pasti seru bangettt😀 ffnya aja udah seru apalagi dramanya…
    Berharap ada produser korea yg berbaik hati setelah bumppa wamil buat drama dari manga itu dan pemainnya harus bumsso….ditunggu next partnya😀 fighting^^

  26. Akh,,, bumppa makin bkin penasaran z.
    Kyak y cinta mulai bersemi diantara bumsso. Ayo d lanjut thor, jgn lama2 post y!
    Aku suka lupa, jd telat baca y dech!

  27. Eh…. Ĵåϑΐ ternyata cowok Ϋά̲̣̥ηġ di bis ituuu…bumm… Ϋά̲̣̥ηġ waktu sso ketiduran itu….. ∂ķΰ kiraen cowok lain….hahhah

    Hah…. Ƴɑ̤̥̈̊ ampunn bumm ƪάğί sakitt masih aza_juteg ϑǻђ gtu gengsinya itu….ekekkek

    Ecieee….sso khawatir bangett nih ye ma bumm…. Θǻђ gtu_udah kayak pacar beneran aza nih ngerawatnya…. (y)

    Nahhh….akhirnyaaa bumm mau bilang terimakasih ma sso_dan kayaknya mulai mengakui ketulusan sso nih….

    Ecieee….sso kenpa tuh_bisa deg2’an gtu deket bum….ehemmmm…..🙂

    Kyaaa….makin seruuu…. Makin seruuuu……!!!!!!
    Masihhh banyak Ϋά̲̣̥ηġ bikin penasaran di sini…. Keren…kerenn…. Nexttt partnya di tunggu yah ress….🙂

  28. Hwaaa, sso tulus bngt jagain bum pas sakit..:) kkk~
    Walaupun sakit tpi ttp gengsinya itu loh..:3
    Jong suk mikirnya apaan coba pas sso beli buah yg masam*?? Ckckck
    jiahh, sso degdegan ni critnya klo lgi dideket bum..XD
    Ditunggu lanjutannya..^^

  29. wah debakkk
    keren banget ini ceritanya . lanjut thor tetap semangat
    oh ya author aku mau minta pwnya dong aku
    pingin baca ni cerita yang diprotect itu
    oh ya thor jangan lama lama ya balas nya
    serta jangan lama lama juga lanjutin ceritanya
    aku jadi penasaran ni kamu baca komik apa sich ?
    hehehe ” penasaran ”
    terimakasih tolong balas dan kasih pwnya ya
    bye
    see you in part 5
    ……………………………………………

  30. Gara gara tugas numpuk jadi ketinggalan kan aku buat baca ff ini . Huft -_- tapi gaa papalah daebakk eonn ceritanya , suka bgt sama karakter kimbum disitu bisa ngebayang bgt😀 . Lanjutkan eonn🙂

  31. Eon Resii mianhe bruu bca FF n..
    Jiahh krenn bggett daebakk deh..
    Ommo kimbum bnar2 mnybalkan ngeslin..haaa..
    🙂.
    So eun bnar2 hbatt pntag mnyrahh deh,akhr n diaaaaa Bum mngcapkan trma ksih haaa..
    🙂.
    Gak prcya Kimbum bsa skitt,tpii snagg bggett deh dngan gya Bum d FF nii,so eun ad apkah dngan hatimu..heeee..
    🙂.
    Kyakk n aroma cnta udh mlai msuk nii..
    Lnjutt..
    Fighting eoonie..

  32. Ehh,,udh ada part 4 nya y??? Hehehe😀 mian y res,, aq utang byk koment nih,,udh koment lg d part 4,,😀
    Langsung aja dh,,
    Kimbum sakit???
    Ciye soeun udh mulai perhatiin kimbum tu,,tndanya sesuatu mulai terjadi ϑi  hatinya,, mungkinkah soeun jatuh cinta ma pcr boongan’y???kkk😀
    Lnjuuut,,,
    Tpi koq kimbum adem2 aja sih,,gk peka bgt,, -_-
    Ksian soeun smpe bela2in kurang tidur cuma krna ngrawat kimbum yg gy sakit,,
    Tpi btw orgtuanya kimbum kmna??? Ceraikah??
    Tu kan tu kan,,bner,, soeun udh mulai dag dig dug ma kimbum,,, hehehehe😀
    Tpi apa kimbum bkal bls prsaan soeun y??
    Huaa penasaran,,, lanjuut🙂

  33. aku baru baca ffnya, dan keren… a lot of kissing you jg ff fav.aku, cuma setiap kali mau komen selalu ga bs… mdh2an komen yg ini trpost…
    lanjutin y, bnr2 penasaran. .. semangat buat author😉

  34. Eonniiiii mana yg baruuuu…. Emmm sepi ni.. G’ da krjaan klo g’ baca..???? Bwat ya yg bnyak sbgai hdiah thun baruuu…🙂 mauu nya tuhhhhh

  35. bnr2 buat bgg nih sikap bum…
    sbnrnya ada rasa atau tdk…
    jka mmng ada rasa knp bum.sm.sekali tdk trsenyum atau berdebar seperti soeun.. ah moll pusing….
    mereka dekat tapi tak kencan.. buat apa???
    aishhh
    jgn blng smw ini hanyalah harapan palsu..
    ciiih..
    menyedihlan…
    bum sdh ada kemajuan dgn kt2 tp tdk dgn hati..
    huftt

  36. Dasar ice prince -_- walaupun dalam keadaan sakit masih sempet aja nolak bantuan sso.. Aku suka karakternya bum disini. Cuek tapi terakhirnya butuh =D

  37. bum bisa sakit jg ya haha…
    suka deh ama perhatian sso yg tulus, hubungan mereka unik..
    walo bum kyk gitu tp aku yakin jika dia kasih perhatin ma sso sbnrnya itu krn dia emang peduli..

    cuma bum ga bisa menyampaikannya dgn baik aja hihi sotoy..

    bum ga suka menerima keramahan org lain makanya masih sakit aja tetep belagu wkwk

    itu yg tidur dan nyender di bahu bum, sso ya?

  38. Kim bum oppa udah sedikit berubah deh,, ikut ngerasa senengngerasa waktu bumpa ngucapin rasa trimakasih nya,,

    Wah semoga ini awal yang bagus buat hubungan mereka, daebak deh pokoknya,,,,

  39. Aaiiigggo bumppa lagi sakit tapi tetep aja mulutnya ttp sama seperti yg sso bilang😀

    Cciiieee bumppa bilang makasih aja sso sampe buka mulut hihi lucu juga kalo liat ekspresi sso gitu iihhh gemes *abaikan😀
    Ff buatan eeoonnii sempurna bgt apa lagi bahasa yg digunakan fix cetar membahana😀 *ngomong apa sih #abaikan-_-

    Terus berkarya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s