Today, Love is Begin PART 5

Today, Love is Begin

kbkse110

Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom

Other Cast : Jung Il Woo, Kim Woo Bin, Shin Ni Rin, Lee Bo Young, Kang Hye Rim. Mungkin akan ada cast lain yang muncul.

Genre : Romance Comedy

Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

Annyeong readers hahaha akhirnya author kembali sesudah sekian lama menghilang dari dunia per ff-an hahaha maklum ya udah kelas 12 jadi sibuk huhu menyedihkan

Yaudah nih author suguhin lanjutan today love is begin. Happy reading ya. maaf bagi yang nunggu lama, harap maklum aja.

PART 5

 

Kim bum langsung menahan tangan so eun yang meraba keningnya, wajah mereka kini begitu dekat dan membuat so eun diam dengan pipi yang sudah merah padam.

“berhenti tertawa seperti itu, bodoh ! hanya melihatmu saja membuatku malu setelah mengucapkan hal tadi!” ujar kim bum.

“aah…ah mian, haha.” So eun buru-buru menjauhkan dirinya, namun kim bum masih menatapnya. So eun jadi salah tingkah di buatnya.

“ah…sepertinya aku harus segera pulang, pastikan kau harus masuk sekolah besok.” Ujar so eun seraya mebereskan tasnya. Kim bum hanya menatap so eun saja.

“baiklah kalau begitu, aku pergi.” Kim bum menatap punggung so eun hingga menghilang dari penglihatannya, setelah itu ia pun menjatuhkan dirinya di kasur. Kim bum menyelipkan kedua tangannya di belakang kepalanya, ia memejamkan matanya tapi ia kembali membuka matanya. Entah kenapa, sekarang ia jadi memikirkan perkataan bodoh yang keluar dari mulutnya tadi.

“ini benar-benar buruk.” Gumamnya.

Sementara itu, so eun memegangi dadanya saat di tengah perjalanan. Ia merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya.

“gawat ! jantungku berdegup sangat kencang ! aku harus menenangkan diriku !” gumam so eun lalu cepat-cepat pergi dengan langkah lebar dengan hati yang masih tidak menentu.

Tidak ada gunanya kita merasa senang dengan sikap atau pekataan yang ditunjukan satu sama lain bahkan meskipun saat kita dalam suasana hati yang baik. Karena faktanya adalah, kita tidak benar-benar berkencan.

-today love is begin-

 

So eun sudah berkali-kali membenarkan posisi tidurnya, ia guling kiri, guling kanan. Tapi tetap saja, ia tak bisa tidur meskipun ia sudah mencoba memejamkan matanya serapat mungkin dan bahkan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“aarrgghh….sudah cukup !” so eun langsung membuka kedua matanya dan bangkit dari tidurnya. Ia memegangi kepalanya yang juga agak sedikit pusing.

“ada apa denganku? kenapa aku terus memikirkannya?” kesal so eun.

“aku bahkan tidak bisa tidur, haaah kenapa aku jadi seperti orang bodoh begini?” so eun menundukkan kepalanya. Setelah dari apartemen kim bum tadi, so eun tidak bisa menghentikan otaknya yang terus memikirkan kejadian disaat kim bum menatapnya secara dekat. Ia juga tidak bisa mengontrol jantungnya yang berdetak sangat kencang.

So eun tiba-tiba memegangi kedua pipinya yang memanas. “apakah jangan-jangan……” pikirnya dengan wajah khawatir.

“aaaaaahhhhhh…” so eun berteriak seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“aku tidak boleh terus memikirkannya ! jika aku terus memikirkan itu, aku akan kelihatan aneh nanti. Bagaimana ini?” so eun jadi stress sendiri dengan dirinya sekarang.

-today love is begin-

Chungju Highschool

So eun baru saja sampai di sekolah, wajahnya terlihat lemas. Banyak hal-hal yang ia pikirkan di kepalanya. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana jika ia bertemu dengan kim bum hari ini. ia pasti akan kelihatan aneh dan salah tingkah, terlebih setelah semalaman ia tidak bisa menyingkirkan pikiran tentang kim bum dari kepalanya.

“semoga saja, aku tidak bertemu dengannya hari ini.” batin so eun.

“ah….aku harus menenangkan diriku, mungkin akan lebih baik jika sepulang sekolah pergi berkaraoke bersama nirin, aku bisa bernyanyi sepuasnya dengan kencang.” Ujar so eun pada dirinya sendiri.

“hey….” So eun menghentikan langkahnya sejenak saat ada suara seseorang yang ia kenal memanggilnya. Menyadari jika itu suara kim bum, so eun pun pura-pura tak mendengar dan segera menghindar. Baru saja ia memikirkan tidak ingin bertemu dengan kim bum hari ini, tapi ternyara kim bum malah memanggilnya.

Kim bum mengerutkan keningnya melihat so eun yang langsung pergi. “ooii kau…. !” teriak kim bum sekali lagi. So eun terpaksa menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap kim bum.

“ah…kau..” balas so eun gugup. Jantungnya kembali berdegup lebih kencang dari biasanya.

“jadi ketika seseorang menyapamu, kau hanya akan mengacuhkan mereka, eoh?” tanya kim bum dengan nada dinginnya.

So eun langsung menggibas-gibaskan tangannya. “a..aniyo, a..aku hanya tidak mendengar suaramu.” Jawab so eun. “tadi…aku sedang berkhayal hehehe.” Dusta so eun, bahkan sekarang ia tidak bisa menatap wajah kim bum. Begitu gugupkah ia? Sementara itu, kim bum yang melihat so eun sedikit aneh mengerutkan keningnya. Lalu sedikit menundukkan kepalanya dari samping kepada so eun. “heh, apa kau tertular deman dariku?” tanya kim bum, menatap dan menyelidiki wajah so eun sangat dekat.

“ee..ehh? a..aku baik-baik saja, aku tidak apa-apa.” so eun langsung menjauhkan wajahnya.

“aku tidak demam, flu, batuk, atau semacamnya. Aku bersikap seperti biasanya yang selalu bersemangat heheh, jadi kau tidak perlu khawatir padaku.” balas so eun seraya tertawa hambar.

“huh? Siapa yang bilang aku khawatir?” tanya kim bum dengan kening yang mengerut. Ia menatap so eun marah karena sudah seenaknya berpikiran bahwa ia mengkhawatirkan kondisinya.

“meskipun kau terkena demam, bukankah yang akan selalu mengkhawatirkan majikannya adalah peliharaannya sendiri, bukankah begitu?” ujar kim bum.

So eun langsung mematung dibuatnya setelah mendengar perkataan kim bum yang tidak manusiawi itu. “hei…kau benar-benar….gggrr.” so eun meremas-remas tangannya dengan gemas. Sementara kim bum hanya tersenyum menang.

“yah baiklah, sampai jumpa, aku ke kelas lebih dulu.” Ujar kim bum lalu pergi meninggalkan so eun.

“dia benar-benar sudah membuatku muak.” Geram so eun.

“ah kim bum-ssi, selamat pagi !” sapa seorang siswi yang tak sengaja berpapasan dengannya.

“selamat pagi.” Kim bum membalasnya dengan senyum ramah.

So eun yang melihat hal itu merasa jijik. “huh….dia memang pintar bersandiwara.” Gumamnya.

“apa kau sudah sehat kim bum-ssi?” tanya siswi itu.

“ah ya, aku sudah baik.” Balas kim bum.

“haaii kim bum-ssi, selamat pagi.” Kini ada dua siswi yang berbincang dengan kim bum. Kim bum membalas mereka dengan baik dan ramah. Menyadari masih ada seseorang yang memperhatikannya dari belakang, kim bum pun memutar kepalanya, lalu memeletkan lidahnya kepada so eun seperti meremehkan so eun. So eun cukup kaget dibuatnya. Setelah itu, kim bum pun benar-benar pergi.

So eun memegangi kedua pipinya yang mendadak memerah lagi. “lihat saja, aku akan membongkar sifat aslimu.” Ujar so eun.

-today love is begin-

Sepulang sekolah, tempat karaoke

So eun dan nirin sedang menyanyi di tempat karaoke. So eun menyanyi kencang sekali, seperti ia sedang menumpahkan segala kekesalnnya kepada laki-laki menyebalkan itu. siapa lagi kalau bukan kim bum.

Setelah lelah bernyanyi, so eun langsung meminum jus yang ada di atas meja. Nirin mengerutkan keningnya melihat so eun yang seperti itu. ia menopang dagunya menatap so eun.

“hmmm….kau sedang depresi?” tanya nirin. So eun mengangguk.

“ah seperti apa yang aku duga, waktunya sudah tiba ternyata, bagaimana jika kau mengatakannya dengan keras?” tawar nirin.

“sudah tiba? Sudah tiba apa maksudmu?” tanya so eun tak mengerti.

“kau menyukai kim bum-ssi, benar kan?” nirin menggunakan microphone itu lalu ia menyodorkannya ke depan wajah so eun, membuat so eun sedikit memundurkan wajahnya ke belakang.

“kau menyukainya?” tanya nirin sekali lagi. So eun terdiam beberapa saat dengan ekspresi wajah yang tidak menentu.

“baiklah, aku rasa….aku menyukainya.” akhirnya so eun menjawabnya dengan wajah menunduk, wajah so eun memerah dan matanya mulai berair.

“hei, bukankah itu bagus? Akhirnya kau sudah menemukan orang yang kau sukai.” Ujar nirin.

“tapi….tapi itu tidak mungkin ! seharusnya aku merasa malu saat ini nirin-ah, bahkan dia selalu memperlakukanku bukan seperti perempuan. Tapi kenapa aku punya perasaan seperti ini padanya?” ujar so eun, lalu ia menangis. “huaaaa….hic hic…”

“yeah, aku rasa ini tidak bisa membantu hhahaha.” Nirin malah tertawa melihat so eun seperti itu.

“kau tidak bisa memilih dengan siapa kau akan jatuh cinta kan? Karena hati tidak bisa dipaksakan ! jadi ikuti saja perasaanmu, karena aku yakin kau akan menemukan kebahagian jika kau melakukannya.” Nirin mencoba menyemangati seahabatnya itu, dan so eun mendadak berhenti menangis.

“umm, ya….kau benar nirin-ah.” Ujar so eun akhirnya. Nirin tersenyum.

“aku akan membantumu sebisaku, jadi cobalah yang terbaik !” ujar nirin.

“ba…baiklah.” Balas so eun.

-today love is begin-

Keesokan harinya, sepulang sekolah

So eun dan kim bum pulang bersama, yah seperti yang kalian tahu, mereka masih terikat dalam suatu hubungan meskipun hubungan itu hanya kebohongan belaka kan? Dan semua ini terpaksa mereka lakukan karena teman-temannya akan curiga tentang hubungan mereka jika mereka tidak pulang bersama.

Selama perjalanan, so eun hanya diam, ia tak mengeluarkan suara sedikitpun. Begitu pula dengan kim bum, ia hanya fokus pada ponselnya.

“bagaimana ini? nirin bilang aku harus melakukan yang terbaik, tapi aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku lakukan.” Batin so eun.

“apakah aku harus…..mengakui perasaanku padanya? Atau semacamnya?”

“hey…” tiba-tiba kim bum mencubit pipi so eun.

“oo..oouch…appo !” kesal so eun.

“apa  yang sedang kau pikirkan? Jangan berpikir yang macam-macam jika kau sedang berjalan didepanku !” ujar kim bum.

“siapa yang berpikir macam-macam?” kesal so eun seraya berusaha melepaskan tangan kim bum yang mencubitnya.

“heh….” Kim bum pun melepaskan cubitannya. Sementara, so eun menatap kim bum dengan kesal seraya memegangi pipinya yang memerah karena bekas cubitan kim bum.

“kau sering sekali mencubit pipiku ! bisakah kau berhenti melakukannya? Kau tahu? rasanya sakit !” kesal so eun. Tapi kim bum tidak mendengarkan, matanya fokus pada anjing yang tak sengaja tertangkap oleh indera penglihatannya.

“hey….kenta ! berhenti !” teriak seorang nenek berumur sekitar 60 an.

Kim bum masih memperhatikan anjing yang berlari itu hingga anjing itu berhenti tepat di bawah kakinya.

“eh…anjing?” ujar so eun seraya ikut melihat anjing itu.

“akhirnya kau berhenti juga, kenta.” Nenek itu terlihat kelelahan.

“ah…maaf anak muda, apakah anjingku ini mengganggu kalian?” tanya nenek itu.

“ah ani.” Balas kim bum seraya tersenyum ramah.

“syukurlah…” balas nenek itu.

“anjingmu sangat lucu, bolehkah aku meminjamnya dan mengajaknya jalan-jalan?” pinta kim bum.

“ah….pergilah…pergilah….aku rasa kenta juga menyukaimu.” Balas nenek itu.

“kebetulan aku juga ingin membeli sesuatu ke supermarket, jagalah anjingku. Tidak lama aku akan kembali kemari.” Ujar nenek itu.

“ah ne ahjumma, gamsahamnida.” Ujar kim bum.

“jadilah anjing yang baik kenta ! kalau begitu aku pergi.” Kim bum membungkukkan badannya sebagai tanda hormat dan terimakasih. Nenek itu pun pergi meninggalkan anjingnya, juga kim bum dan so eun.

Kim bum langsung membawa anjing itu ke taman di dekat sana, so eun hanya bisa mengikutinya dari belakang. Kim bum tampak senang sekali saat ia bermain dengan anjing itu, so eun yang duduk di samping kim bum hanya bisa memperhatikannya saja.

“aku rasa, dia memang penyuka binatang. Atau mungkin dia menyukai anjing.” Gumam so eun.

“wooaah, kau sangat berat kenta !” kim bum mengangkat tubuh kenta. “guk guk guk guk…”

“hmm? Kau ingin bermain denganku?” tanya kim bum. “guk guk guk…”

Kim bum tersenyum seraya mengelus-ngelus bulu kenta. So eun yang sedari tadi memerhatikan kim bum dan anjing itu tertegun saat melihat senyum kim bum yang tulus, tak seperti biasanya.

“e..ekpresi wajahnya….dia seperti pangeran jika tersenyum seperti itu, jarang-jarang aku melihat dia sesenang ini.” batin so eun. Pipinya mendadak merah karena melihat senyum kim bum itu.

“Aku…ya aku menyukai kim bum-ssi.” batin so eun.

Menyadari so eun terus memandangnya, kim bum pun memicingkan matanya menatap so eun.

“mwo? kau ingin aku memperlakukanmu dengan baik seperti anjing ini?” tanya kim bum.

“eehh..? mwo?” pekik so eun. “a..apa kau bodoh huh? Mana mungkin ! Kenapa kau tiba-tiba…..”

“yeah, ekspresi wajahmu mengatakan jika kau menginginkannya.” Potong kim bum.

“m..mwo….”

“guk guk…” tiba tiba anjing itu melompat dari pelukan kim bum dan berlari ke si pemilik yang baru saja datang.

“ah, kalian menjaga anjingku dengan baik.” Ujar nenek itu. kim bum pun langsung berdiri diikuti so eun dan membungkukkan badannya pada nenek itu.

“aku senang bisa mengajaknya bermain, dia anjing yang sangat lucu. Aku menyukainya.” ujar kim bum.

“kalau begitu aku pulang anak muda, semoga aku bisa bertemu dengan kalian lagi.” Ujar nenek itu.

“ah ne.” balas kim bum.

“ayo kenta !” nenek itu pun pergi bersama anjingnya.

So eun memegangi pipinya yang masih merah dan terasa panas. “sangat memalukan, dia melihat ekspresi wajahku tadi huhuhu. Tapi, mungkin dia benar, aku ingin dia tersenyum padaku seperti dia tersenyum pada anjing itu saat ia bersamaku.” Batin so eun.

Tapi, tiba-tiba so eun menggeleng-gelengkan kepalanya. “ada apa dengaku?”

“wae?” tanya kim bum heran melihat so eun seperti itu.

“ah…ani.” Balas so eun.

“um….kim bum-ssi, melihatmu sangat menyukai binatang, kenapa kau tidak memelihara anjing saja?” tanya so eun.

“aku tidak bisa.” Balas kim bum.

“eh…kenapa tidak?” tanya so eun. “ah…ya benar, kau hanya tinggal bersama ayahmu. Jika kau memelihara anjing, mereka akan kesepian dan mereka hanya akan duduk menunggumu di rumah, karena kau tidak punya banyak waktu untuk mereka.” Ujar so eun.

“yeah, itu salah satunya.” Balas kim bum. So eun langsung menengadahkan wajahnya menatap kim bum.

“lagipula, aku takut mereka akan mati suatu saat nanti. Aku pernah punya anjing saat di sekolah dasar, tapi dia mati karena keracunan.” Cerita kim bum. So eun menatap kim bum cukup tertegun.

“dari situlah aku berpikir akan lebih baik jika aku tidak punya peliharaan.” Lanjutnya.

“ah aku mengerti, aku tidak sampai berpikir ke arah sana, mian.” Balas so eun.

“hal yang terpenting saat memiliki peliharaan adalah….harus memberikan mereka penuh perhatian.” Ujar kim bum.

“mmm…” so eun menyetujuinya.

“yeah lagi pula, aku sudah punya peliharaan raksasa bukan?” kim bum menepuk-nepuk kepala so eun seraya tersenyum. So eun tertegun dibuatnya, wajahnya langsung memerah seketika.

“ditambah, aku sudah menolongmu beberapa kali dengan baik.” Tambah kim bum lalu berjalan mendahulu so eun. So eun masih terdiam di tempat, ia memegangi kepalanya yang tadi di pegang oleh kim bum. Tapi dengan cepat, ia menyadarinya. “yak…..bukankah aku yang selalu menolongmu dan memberikan perhatian kepadamu bahkan disaat kau sedang sakit?” teriak kim bum.

“kau berkhayal lagi !” balas kim bum.

“eh?” so eun pun kini hanya memandangi punggung kim bum yang semakin menjauh. Sesuatu semakin bergejolak di dalam hatinya, setelah ia semakin yakin bahwa ia menyukai kim bum.

“aku….akan mengakui perasaanku kepadanya.” Batin so eun.

-today love is begin-

So eun sedang berbaring di kasurnya. Ia memegangi ponselnya dan sudah berkali-kali melihat nomor ponsel kim bum, sedari tadi ketika ia akan menghubungi kim bum, ia kembali mengurungkan niatnya.

“haaah….bahkan setelah aku memutuskan untuk mengatakan perasaanku, ternyata tidak semudah seperti yang sudah direncanakan.” Gumam so eun. “bahkan ini sudah beberapa hari berlalu.” Lanjutnya.

So eun kembali menatap nomor ponsel kim bum di ponselnya.

“aku penasaran bagaimana reaksinya nanti….aku juga penasaran apa yang sedang ia lakukan sekarang.” Gumam so eun.

Tok tok tok

“so eun-ah….” Ibunya membuka pintu dan membawa satu kantong plastic berisi buah apel.

“ya, ada apa eomma?” tanya so eun.

“ini, apel.” Ujar ibunya seraya mengangkat kantong plastic itu dan menunjukannya kepada so eun.

“apel?” tanya so eun.

“ne, tetangga sebelah sedang panen apel, jadi mereka memberikannya kepada eomma.” Ujar ibunya.

“aplenya banyak sekali. Berikan separuh untuk nirin.” Ujar ibunya seraya menyerahkan apel itu pada so eun. so eun menerimanya.

“nirin sangat menyukai apel bukan?” tanya ibunya seraya keluar dari kamar so eun. “ah ne.” balas so eun.

So eun mengambil salah satu apel itu dan melihatnya. “apelnya sangat besar dan merah.” Ujarnya.

-today love is begin-

“maafkan aku nirin, seharusnya aku memberikan apel ini padamu.” Gumam so eun.

Sekarang ini so eun sudah berada tepat di depan pintu apartemen kim bum. Sudah sekitar 5 menit ia berdiri disana, ia ragu bagaimana ia harus menekan bel atau tidak. Ia harus mengumpulkan keberanian dulu untuk menekan bel dan menerima reaksi kim bum nantinya. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya so eun pun menekan bel juga.

Ting tong ting tong

Tak lama kemudian, pintu pun terbuka. Dan so eun terkejut saat melihat seorang perempuan yang membuka pintu itu. bahkan sao eun tidak mengenal siapa perempuan itu.

“oh? Yang datang perempuan ternyata, aku mengerti.” Ujar perempuan itu. “yaa kim bum, ada tamu yang datang !” teriak perempuan itu.

“nugu?” tanya kim bum lalu ia berjalan ke arah pintu.

“so eun?” heran kim bum saat ia melihat so eun berdiri di depan pintu apartemennya.

“ah baiklah kalau begitu kim bum-ah, ada sesuatu yang harus aku lakukan, jadi aku pergi.” Ujar perempuan itu lalu ia pun pergi meninggalkan kim bum dan so eun. So eun menatap punggung perempuan itu dengan tatapan sayunya.

“siapa perempuan itu? bagaimana kau mengenalnya?” tanya so eun dengan nada lemas tanpa meanatp kim bum.

Kim bum tak mengindahkan pertanyaan so eun. “lalu apa yang kau lakukan disini?” tanya kim bum.

“perempuan tadi, kelihatan sangat akrab dengan kim bum-ssi.” batinnya. Tiba-tiba wajah so eun yang tadinya lemas berubah menjadi masam.

“eeeeehhhh? Perempuan tadi baru saja di dalam apartemen kim bum-ssi ! apakah itu artinyaaa….”

“hey, kenapa kau disini? Dan apa yang kau mau?” tanya kim bum lagi seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“uumm….k..kim bum-ssi..” panggil so eun. kim bum menatap so eun seakan tatapannya mengartikan ‘ada apa?’

“um….aku rasa…mungkin akan lebih baik jika kita berhenti saja dengan semua ini.” ujar so eun tanpa menatap kim bum.

Kim bum menggaruk tengkuknya lagi. “huh? Berhenti apa maksudmu?” tanya kim bum bingung.

“yeah, kau….ya seperti yang kau lihat, kau itu popular dan tentu banyak perempuan di sekelilingmu, jadi…..” ujar so eun.

“yak, jangan pernah mengatakan ini dan itu tentangku, aku tidak pernah melakukan sesuatu seperti yang kau pikirkan.” Ujar kim bum.

“ani, tapi bagaimana pun kau itu seorang laki-laki, dan perempuan mungkin akan….”

“kau benar-benar mengganggu, bagaimana bisa kau berkata seperti itu disaat bahkan kau bukanlah pacarku, itu bukan masalah dengan apa yang aku lakukan.” Ujar kim bum.

“tapi aku tidak setuju.” Balas so eun.

“huh? Wae?” tanya kim bum.

“itu karena….karena…”

“mwo? untuk cinta atau untuk kesenangan, itu terserah kepada orang yang memutuskan untuk melakukan apa yang mereka inginkan kan?” ujar kim bum.

“ya..mungkin itu benar, tapi….tapi aku….” Ujar so eun gelagapan.

“tapi apa? aku akan mendengarkan jika kau ingin protes. Tapi apa?” tanya kim bum.

“benci diriku sendiri, aku…..aku benci diriku sendiri.” Ujar so eun dengan wajah menunduk. Kim bum menatap so eun cukup tertegun.

“aku benci diriku sendiri karena aku…..karena aku….menyukaimu.” Ujar so eun akhirnya yang sukses membuat kim bum terkejut. Kim bum membulatkan matanya.

Hening sesaat diantara mereka. So eun sendiri mengutuk dirinya karena dengan mudahnya kata-kata itu keluar dari mulutnya.

“heh…” kim bum membuang nafasnya. Ia sedikit menyunggingkan senyumnya. So eun sedikit bingung melihat reaksi kim bum tersebut.

“huh? Kau…tertawa?” tanya so eun dengan wajah bengongnya.

“kau orang yang sangat simpel, benar kan?” tanya kim bum. So eun masih bengong menatap kim bum. Kim bum lalu mendekatkan wajahnya ke wajah so eun hingga wajah mereka sejajar. So eun tidak bisa berkutik saat wajah kim bum begitu dekat dengannya.

“karena kau orang yang simple, pasti ini semua hanyalah kesalahpahaman !” Ujar kim bum. Mulut so eun terbuka setelah mendengar perkataan kim bum itu.

“huh?” tanyanya tak mengerti.

“sebelumnya kau belum pernah berkencan dengan laki-laki kan? Lalu kau berpikir untuk mulai pura-pura berkencan. Itulah kenapa kau merasa tertarik dan mulai berfikir bahwa kau menyukaiku.” Jelas kim bum.

“jadi….perasaanku hanyalah kesalahpahaman?” tanya so eun terlebih kepada dirinya sendiri.

“benar.” Balas kim bum seraya menatap so eun.

“ah….ya haha aku mengerti.” So eun tertawa hambar. Jujur, sebenarnya hatinya sedikit sakit saat mendengar apa yang kimbum ucapkan kepadanya. Tapi ia berusaha menerima bahwa mungkin yang dikatakan kim bum ada benarnya juga, bahwa ia sudah salah paham dan terlalu cepat menyimpulkan bahwa ia menyukai kim bum.

“ketika kau mengatakannya, itu memang masuk akal.” Ujar so eun.

“yeah, aku senang karena kau mengerti. Asal kau tahu, aku tidak ingin jatuh cinta kepada seseorang sepertimu. Aku rasa kau harus membuka matamu.” Ujar kim bum datar.

Jleb perkataan kim bum barusan benar-benar menusuk hati so eun, dengan entengnya kim bum mengucapkan kata-kata tanpa berpikir apakah apa yang diucapkannya itu akan membuat so eun terluka atau tidak.

Tanpa bisa so eun tahan, matanya kini mulai berkaca-kaca. Bahkan, kim bum yang tengah menatapnya kini jadi sedikit kaget karena so eun yang seperti akan menangis.

“igo ! apel untukmu !” so eun langsung menyerahkan satu kantong plastik apel kepada kim bum. Kim bum menerimanya tanpa berkata apa-apa.

“aku pergi !” ujar so eun dengan nada di buat ceria lalu ia pun dengan langkah lebar pergi meninggalkan kim bum. Kim bum masih diam di tempat seraya memerhatikan so eun dengan wajah bingung. Sebenarnya ia sadar betul, apa yang ia ucapkan kepada so eun tadi sedikit kurang ajar.

So eun menghapus air matanya dengan kasar. “huh, kenapa aku harus menangis?” kesalnya.

“seperti yang ia katakan, perasaanku hanyalah kesalahpamahan. Tapi…..tapi tidak seharusnya dia berkata seperti itu juga kan? Meskipun jika aku memang menyukainya, aku hanya akan sakit hati.” So eun berbicara kepada dirinya sendiri dengan suara yang pelan, ia berjalan seraya menundukkan kepalanya.

“eh? Bukankah kau….”

So eun langsung mengangkat kepalanya saat ia mendengar suara seseorang yang seperti mengarah kepadanya. So eun terkejut melihat perempuan yang berdiri di depannya. Perempuan itu tersenyum lebar kepadanya.

“perempuan yang tadi !” batin so eun.

“kebetulan kita bertemu lagi disini.” Ujar perempuan yang ternyata adalah perempuan yang tadi keluar dari apartemen kim bum.

“hehehe.” So eun hanya nyengir saja. Sejujurnya ia tidak ingin berbicara dengan perempuan ini, ia ingin segera pergi.

“namamu kim so eun?” tanya perempuan itu. so eun hanya mengangguk mengiyakan.

“heh…” perempuan itu tersenyum. “jadi benar kim bum sudah berhenti bermain-main dengan perempuan.” Ujarnya.

“huh? Apa maksudmu?” tanya so eun bingung.

Perempuan itu mengerutkan keningnya. “heh, apakah dia belum mengatakannya kepadamu?” tanya balik perempuan itu. so eun semakin bingung dibuatnya.

“dia bilang karena sekarang dia punya peliharaan bernama kim so eun, dia jadi tidak bisa melakukan sesuatu yang ia suka dengan bebas sekarang. Meskpiun begitu, ia bilang itu sedikit membuat hidupnya lebih menarik dan konyol.” Cerita perempuan itu. So eun masih diam.

“tapi…setelah aku ke apartemennya tadi, dia tidak punya peliharaan seperti anjing, kucing atau sebagainya…tak ada hewan di apartemennya….hmmm…” perempuan itu memegang dagunya seraya memerhatikan so eun.

“yeah aku mengerti sekarang.” Perempuan itu tersenyum. “yang dia maksud peliharaan adalah kau kan?”

“eh? La..lalu…kau….?” tanya so eun.

“aku pergi ke apartemennya untuk mengambil cincinku yang tertinggal.” Jawab perempuan itu seraya menunjukkan cincin yang terpasang di jari manisnya. So eun menatapnya dengan bingung.

“ini adalah cincin pemberian pacarku, kim bum-ssi adalah sepupu pacarku. Cincin ini tertinggal saat kami bermain ke apartemen kim bum-ssi. karena aku takut pacarku marah, jadi aku diam-diam mengambilnya malam hari.” Cerita perempuan itu.

Segala kekhawatiran yang ada pada diri so eun sekarang menguap seketika, kini sudah jelas jika perempuan di depannya ini tidak punya hubungan apa-apa dengan kim bum. Ternyata ia juga sudah salah paham.

“mian ne? mungkin kau sudah salah paham denganku. Tenang saja, meskipun dia selalu dikelilingi oleh perempuan, dia adalah laki-laki yang baik.” Ujar perempuan itu.

“eh?”

“ah baiklah, sepertinya aku harus segera pulang. Selamat malam kim so eun-ssi.” pamit perempuan itu lalu ia pun pergi meninggalkan so eun yang masih mematung di temat.

“dia bilang karena sekarang dia punya peliharaan bernama kim so eun, dia jadi tidak bisa melakukan sesuatu yang ia suka dengan bebas sekarang. Meskpiun begitu, ia bilang itu sedikit membuat hidupnya lebih menarik dan konyol.”

So eun kembali teringat dengan perkataan perempuan tadi. So eun jadi berpikir-pikir tentang kim bum.

“benarkah itu yang dikatakannya?” gumam so eun.

-today love is begin-

So eun sudah kembali berdiri di depan pintu apartemen kim bum dengan nafas yang tak beraturan. Tak lama, pintu pun terbuka dan kim bum menyembulkan kepalanya dari dalam.

“kau? Kenapa kau kembali lagi?” heran kim bum.

“anu…..bahkan jika hanya kesenangan saja yang kau dapatkan. Maksudku…..meskipun hanya sedikit membuat hidupmu lebih menarik dan konyol, apakah tidak apa-apa?” tanya so eun.

“huh?” kim bum mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“aku mendengarnya dari perempuan tadi, dia bilang….” Ujar so eun menggantung. Wajah kim bum sudah kelihatan masam. Ia menggaruk tengkuknya. ‘sepertinya noona mengatakan sesuatu kepadanya’ batin kim bum.

“jadi kenapa?” tanya so eun. “apa maksdumu berkata bahwa semua itu salahku? Kenapa gara-gara aku?” tanya so eun ingin tahu.

“huft…” kim bum menghela nafasnya. “bukan apa-apa.” balas kim bum. “jangan percaya dengan apa yang dia ucapkan.” Lanjut kim bum dengan wajah yang sedikit berkeringat.

“w..wae? aku hanya ingin tahu alasanmu kenapa semuanya salahku?” tanya so eun.

“bagiamana bisa aku tahu !?” kesal kim bum. “setelah mengenalmu, aku jadi mulai peduli tentang orang lain. Dan ini salahmu !” Ujar kim bum dengan ekspresi seakan ia berat hati mengatakan ini.

“m..mwo? yak ! bukan hanya karena kau berubah jadi peduli dengan orang lain, jangan seenaknya menyalahkan orang lain !” balas so eun.

“tidak peduli bagaimana aku berpikir tentang hal ini dan apa yang kau katakan, tetap saja ini semua salahmu !”  ujar kim bum.

So eun mengepalkan kedua tangannya, setelah mendengar apa yang dikatakan kim bum dari perempuan tadi, so eun jadi berpikir ulang, dan kini sudah benar-benar yakin dengan perasaannya.

“hey…kim bum-ssi…” panggil so eun. kim bum menatap so eun.

“ini bukanlah kesalahpahaman ! aku…..aku menyukaimu.” Ujar so eun dengan segenap keberanian. Kim bum tertegun mendengarnya.

“karena aku rasa kau cukup frustasi, aku sempat berfikir untuk menyerah. Tapi, karena aku tahu perasaanku tidak bisa berbohong, aku tidak bisa berhenti.” Jelas so eun dengan wajah menunduk.

“tidak apa jika kau tidak percaya kepadaku. Tapi….sampai aku menyampaikan perasaanku, aku akan mencoba yang terbaik untuk menunjukkannya kepadamu ! jadi….ingat ini !” ujar so eun dengan suara sedikit keras.

Kim bum masih diam, ia tak mengeluarkan sepatah katapun. Dan itu membuat so eun dengan perlahan mengangkat kepalanya dan menatap kim bum. Kim bum masih diam saja, tak ada reaksi sedikit pun. Itu membuat so eun menciut dan ia langsung kembali menundukkan kepalanya. “jebal ! kau akan mengingatnya kan?” pinta so eun. “saat kau butuh bantuan…..”

“kau tidak perlu mencobanya lagi ! kau akan sangat mengganggu jika kau melakukannya. Jadi aku akan mempercayaimu !” potong kim bum lalu berbalik membelakangi so eun. So eun terdiam mendengarnya, cukup sulit untuk mencerna apa yang baru saja kim bum katakana kepadanya. So eun mengerutkan keningnya seraya berpikir. Sementara itu, kim bum yang sudah membuka pintu apartemennya kembali memutar kepalanya melihat so eun, lalu menyunggingkan senyumnya tanpa so eun ketahui.

Apakah tidak apa-apa berharap terlalu banyak disaat dia memberikan sedikit harapannya? Berharap semua ini bukanlah khayalan !

 

To Be Continued

NB :sekali lagi, FF ini merupakan versi bumssonya dari manga kesukaan saya, saya buat mirip sama manga aslinya dan hanya ditambahkan beberapa khayalan saya sendiri. Jadi, jika ada yang masih bingung sama ceritanya atau karakter kim bum disini yah karena seperti itulah cerita dan karakternya. Mian jika ceritanya kurang memuaskan, tapi saya harap kalian menyukainya.

67 thoughts on “Today, Love is Begin PART 5

  1. Kereeeen eonnnn ressss huaaa jinjaaaa aku sukaa sukaaa choaaaa hihihih bahasa yg digunakan ambigu ambigu gimana gitu wkwkw.. Aihihihih aku tiap baca suka bayang aneh ttg bum ntah kenapa dia tuh kenapa sih gengsian? Maluan? Dia tuh diem2 selalu senyum kalo dket sso yaa tnpa sso tauuu wkwkw..
    Hwaaaa jinjjaaa????? Ssoooo sukaa bummmmm??? Dan dan dannn dia udah ngungkapinnyaaaa???? Kyaaaa aku sempet sedih eon td sama kata2 bum yg nusuk banget huhuhuu.. Eh ehh ehhh tp tp tp seakan ada pencerahaan bg sso denger pnjelasan pacar sepupu bum😄
    nohhh bum senyum wkt sso balik k apartmentnya lagi? Hihihi lanjutkan eon resss ^^

  2. yeaaaah nongol jg part 5, met beraktivitas mengejar uan thor😀

    hihi,,, suka bgt ma kebranan sso mengungkapkan sukanya ma kim bum, ntah lah jadinya ntr gmna, tetap berusaha sso nona

    sedih trs kesel ma kim bum klo asal ngomong g2, mana pernah mikirin sso terluka

    tp di balik itu mungkin bener kata pacar spupu ki bum, kl kim bum itu baik
    dan nyatanya ada perubahan positif ma sso
    meski balik lg kasian klo sso d katain peliharaan

    cckckckckkc.
    ditunggu part 6 yak

  3. akirnya ff ini dlnjut jg
    mkin seru mkin pnsran dan mkin bngung bca ceritnya kke
    emg percis kyk manga2 gtu nih ff nya jdi mmbuat kta berimajinasi ngbyangin tokoh manga yg druvah jdi bumsso
    bngung dgn ktw2 kmbum yg terakir itu, penasaran pkoknya dtnggu thor lnjutannya

  4. maaf baru komen sekarang, saat ini sistemku baca lima part langsung baru komen soalnya telat banget tahunya besok aku akan berusaha untuk komen setiap partnya
    sekali lagi maaf ya chingu hehehehe (peace) keren kok ff nya ditunggu kelanjutannya😀

  5. Huaaa, sso suka sma kimbum?? Kimbumnya gmna nih??😀
    Hufttt, tak kira siapa perempuan tdi.. ternyata.. kimbum itu sepupu pacarnya..:D syukur deh..:D
    Hahh, itu bum kenapa senyum?? Adakah sesuatu yg disembunyikan??:/
    Penasarannnn!! Penasaraann!!😀
    Ditunggu part slnjtnya..^^

  6. Wuaaa akhir n eon Resi dtagg jugaaaa ahh..
    Snaggnyaaaa..
    Eon mlam tdii ketdurann bcaa n bruu stngahhh dan skragg nyambungggg..
    Wuallaa krennn eoniee..
    Sukaa dahh..
    Akhir n so eun paham dngan hatinyaa dan dia bnar2 menyukai Bum..wkkk..
    .
    .dan Bum jgaa sprtiii n dia ska so eun,tpii dia sllu mnglakk dan mmbuat so eun sllu mngjarr n..
    Daebakk eon..
    .
    .Bum dan so eun bnar2 lcuuu dahh,Bum kta2 n slitt bggett d mngrtii oppaa sbaiknya kau mngakui prsaanmu..
    Sblum so eun di ambil oragg lain dahh nii..
    Eon lanjutt..
    Fightingg..

  7. aigooo.. sdah lama bnget nunggu kelanjutannya akhirnya di post jg .. neomu joha🙂
    aigool bener dugaaan sy.. pasti sso lama kelamaan bakal suka sm bumppa.. hmm yg jdi permasalahanx skrang ini tu bum nya.. sebenernya dy anggap sso tu apa?? aishh sikap bum membingungkan..😦
    next partx di tnggu . penasaran sm nextx gmn kelanjutan hubngan mrka stlah sso nyatain perasaanx ke bum..
    oke dah.. Fighting. 🙂

  8. Ommo!! Akhir’x ,, stlh sekian lama (?)
    part 5’x muncul jg , saengie🙂
    Aduhh ,, makin demen dehh yaa sama crta’x ..
    BumSso jjang !! Kpan sih Bum-ppa nyadar ?
    bt ky’x dy udh nyadar , cuma msh gengsi ngaku . Hha~
    Pkok’x makin keren kesini’x xD
    Ditunggu part 6’x , smoga gak lama” jg ..
    Keep spirit & hwaiting ^^

  9. stlah lama nunggu akhirnya di post juga
    gomawo author
    makin penasaran sma prsaan kimbum k soeun.. apa ya mksud snyum kimbum itu??
    ditunggu next partnya klo bsa jngan lma2 ya thor hehehe
    hwaiting

  10. thor keren . . . . .
    apaaaa so eonni ngarepin bumpa ????
    bumpa bnr2 udh ngasih harapan k so eonni🙂 kan thor.
    penasaran bgt knp bumpa angep so eonni peliharaan ??? konotasi bhs y ituloh ???
    next part d tngu ya . bnr2 ngarep ,hehehe

  11. geeeezzz KB ceplas ceplos bgt untg soeuny msh bs trima,,smg aja limit ksabaran sso ga ada btasny jd bs slu mnghdpi skp seenkny KB dgn lapang dada n prthnan sso tdk akn goyah ato runtuh

  12. Wah seru nich, apalagi soeun sudah mulai suka pada kimbum.
    Tapi kimbum seperti mash belum membuka hati untk soeun?

    Lalu siapa perempuan yang ada d apartemen kimbum? Jadi penasaran

  13. Ahhh..so eun akhirnya punya keberanian nyatain perasaan ke kim bum,huaaa…so eun aku mendukungmu…kim bum masih misterius nih soal perasaannya ke so eun…mudah2an sih perasaan kim bum ke so eun jg sm spt so eun ke kim bum

  14. Ahhh..so eun akhirnya punya keberanian nyatain perasaan ke kim bum,huaaa…so eun aku mendukungmu…kim bum masih misterius nih soal perasaannya ke so eun…mudah2an sih perasaan kim bum ke so eun jg sm spt so eun ke kim bum.

  15. Akhirnya di post juga😀
    Akhirnya so eun berani mengungkapkan perasaannya ke kim bum🙂 bumppa malu2 aja tuh padahal sebenernya suka sama soeun…huaaa ga sabar next partnya nanti liat bum cemburu dan akhirnya mereka kiss yeeeyeeeyee😀 ditunggu next partnya😀 fighting😀

  16. Wah karakter y kimbum bner2 misterius bgt. Udah part 5, aku mash g tahu karakter bumm tuch kyak gmana.
    Hah soeun nyatain perasaan y ama kimbum. Dan kimbum y gmana? Akh molla sikap kimbum membingungkan. Haha
    next part d tunggu thor, jgn lama2 y.
    G sbar pengen tahu karakter kimbum nya

  17. akhirnya di post juga🙂😄
    kalo aku jadi ssonni aku pasti ngerasain ceming banget tuh hahahah. tp ga papa, yang penting ssonni udh ngakuin perasaannya. Sekarang tinggal bumppa. Ga usah gengsi lah bumppa, ngaku aja kalo bumppa juga suka sama ssonni. Ga usah pake ngeluarin kata-kata yang tajemnya kayak jarum begitu -_-
    okeeeyyy!! ditunggu part selanjutnya eonni🙂 hwaithing!!

  18. ah ya.. ceritanya makin seru. huuf’ kirain yeoja itu siapanya kimbum ternyata…..
    wah sekarabg sso udah mengungkapkan perasaannya nich. di tunggu kelanjutannya

  19. Woooow…confessiooon….hebaaat…Sso berani jg ngungkapin perasaannya sm Bum…eh, tp maksud perkataan Bum yg terakhir itu apa yaa? Apa dia nerima Sso, atw mlh sebaliknya??

    aaaah…penasaran chinguu….ditunggu kelanjutannya yaaa…jgn bosen nulis ff BumSso yaa…

    Btw, ak mau doong pw nya ff yg di protect chingu..tlg kirim ke email lovely_ega017@yahoo.com yaa… jeongmal gomawo chingu..

  20. so eun bnr2 polos, pntes kim bum memanfaatknx.
    ckckck.
    tp salut loh ma sso, akhrx dia berani ngungkpin perasaan kpd namja yg menyeblkn n cuek sprti bum.
    next, jgn lma2 chingu.

    smangth.🙂

  21. jadi sifat kim bum dingin ….
    dan so eun itu orang nya polos …
    keren ,,,
    semoga aja
    makna dari jawaban yg kim bum katakan bahwa dia juga menyukai so eun…
    ditunggu part selanjutny
    semangat author!!

  22. Hhhhhha wahhh senyum gaje aku bc d part ini yeaaah soeun udh nyatain cinta dg brani k kb ….. udh ada titik terng buat penyatuan cinta mereka

    Yeahh

  23. keren.. akhirnya keluar juga ni part… heheh…
    sebenarnya bumppa suka gk sch ma sso… misterius bgt sch bumppa….
    hufft semakin penaaran…

  24. Hahh akhirnya so eun tau perasaannya.. Dan dia ngungkapin perasaannya sama kim bum, sempet sebel sama kim bum, soalnya dia bilang ke so eun kalo perasaannya so eun cuma sesaat aja.. Kim bum juga kurang peka-_- .. Tapi ku pikir pikir , kim bum itu suka sama so eun.. Tapi emang so eun nya aja yang gak nalar sama ucapannya kim bum

  25. Kayaknya kim bum udah mulai sadar tentang perasaannya .-.
    Buat sso fighting ya terus berjuang jangan patah semangat buat dapatin hati bum!!
    Buat authornya juga fighting!🙂

  26. Yeeeey soeun akhir’a jujur sama kimbum tentang perasaan’a…. tapi knp reaksi kimbum seperti itu??
    Jadi penasaran sebenar’a kimbum suka sama soeun apa gak sih??? Klo diliat dari sikap’a sih kayak’a bum jg suka sama soeun…ckck

  27. Daebak thor.. huftt ternyata yeoja itu kakaknya bumpa.. kirain yeoja masa lalu bumpa.. udah was2 aja dri kmrn2 hehehe..
    wah mood bumpa langsung berubah kalo udah menyangut eommanya.. emmhh kasian.. kasian.. kasian..
    next eon penasaran.. kira2 kim so eun berhasil ga ya bujuk bumpa lagi hehe🙂

  28. hiks hiks…
    teganya bum ngomong itu sebuah rasa yg kesalah pahaman…
    galau deh jadinya…
    ets saya kira tu cewek siapa…
    huft…
    trnyta bkn pacarnya bum. hehehe
    adoooh pedes penolakan yg kim bum lontarkan..
    hiks..
    wah, bum senyum2 knp tuh???
    cieeee
    ada sesuatu nih…
    lnjut deh res..

  29. Huaaaa sso eonni berani banget ngungkapin perasaannya ke bumppa,,,masih bingung sama bumppa sebenernya suka gak sih sama sso eonni,,

  30. aku tambah suka hahaha..

    sso nyatain perasaannya dgn penuh keyakinan..
    walo sblmnya reaksi bum yaa gitu deh hehe..

    aku blom pernah baca manga nya, tp baca cerita ini aja udh tertarik… karakter bum emang masih ngebingungin tp justru ini jd daya tarik tersendiri dan aku juga suka perkembangan karakternya sso ..

    pokoknya keren lah😀

  31. Hmm kim bum oppa susah banget yy karakternya dingin banget,,
    Tapi waktu bumpa maen sm anjing td beda banget,, dya seneng banget maen sm anjimg itu smp semyum tulusnya tuh keluar,,
    Ayo dong bumpa suka ama sso eonni, kasian tuh eonni ny dah mulai sk ma dirimu, lanju yy thor…

  32. Aaiigggoo kasian sso:( kata” bumppa menusuk hati sso tau😦 . Ayo sso perjuangkan cintamu😉
    Ccieee bumppa ingga nyadar kalo suka sama sso..😀 ayo sso sadarkan dia dari alam bawah sadarnya😀 #ngomong apa sih gue -_-

    Terus berkarya;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s