Today, Love Is Begin PART 7

Today, Love is Begin

kbkse110
Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom
Other Cast : Jung Il Woo, Kim Woo Bin, Shin Ni Rin, Lee Bo Young, Kang Hye Rim. Mungkin akan ada cast lain yang muncul.
Genre : Romance Comedy
Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

PART 7

Kim bum diam untuk beberapa saat. Ia menatap punggung so eun dari belakang, lalu ia membuang nafasnya. “seberapa besar kau menyukaku?” itulah yang keluar dari mulut kim bum. So eun memutar kepalanya untuk melihat kim bum.
“jika kau ingin tahu apakah hatiku sudah terbuka atau belum, maka intiplah ! tapi jika kau tidak seberapa menyukaiku, maka kau tidak usah melakukannya dank au tidak akan bisa memilikiku ! okay ?” ujar kim bum. So eun terdiam cukup lama mendengarnya. Ia menatap kim bum tanpa berkedip. Tiba-tiba kim bum mengulurkan tangan kanannya pada so eun. So eun menatap tangan itu dengan kening berkerut lalu kembali menatap kim bum. So eun bingung dengan sikap kim bum sekarang.
“jadi, mana yang akan kau pilih?” Tanya kim bum. So eun masih diam, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan dan apa yang harus ia lakukan. Ia masih menatap kim bum tidak mengerti.
“jika kau memang benar-benar menyukaiku, maka terima tanganku ! tapi jika tidak, abaikan saja aku !” kim bum memberikan pilihan kepada so eun. Tapi dengan pilihan yang kim bum berikan, so eun malah semakin diam dan hanya bisa menatap kim bum. Ia butuh waktu untuk mencerna apa yang kim bum katakan sekarang ini, di tempat ini. Karena so eun tak kunjung juga memberikan respon. Akhirnya kim bum pun meraih tangan kiri so eun bahkan sebelum so eun memilih, kim bum menarik tangannya lalu menggenggam tangan so eun. So eun tidak menolak atau pun melakukan sesuatu, ia hanya menerima saja ketika kim bum menariknya dan menggenggam tangannya. Mendadak, pipinya kembali memerah dan jantungnya berdegup lebih cepat. So eun berjalan di belakang kim bum dengan tangan kirinya yang digenggam kim bum. So eun bisa merasakan tangan kim bum yang besar dan dingin itu.
“heh….persis seperti yang telah aku pikirkan, pada akhirnya kau akan jatuh cinta kepadaku. Kau memang bodoh !” ejek kim bum.
“kau…kau sangat menyebalkan !” balas so eun, sejujurnya ia salah tingkah dengan sikap kim bum yang berubah sekarang ini.
“ya ya terserah kau.” Kim bum hanya membalasnya dengan jawaba iya saja.
Pada akhirnya, hatiku yang tadinya telah remuk, kini mulai tersusun lagi.
-today love is begin-

Chungju Highschool
Selama di kelas, so eun hanya bisa melamun seraya menopang dagu dengan tangannya. Saat belajar pun ia tidak bisa berkonsentrasi dengan benar. Yang ada di otaknya saat ini adalah hanya tentang kejadian kemarin malam. Kejadian itu terus saja berputar-putar di kepalanya. Memang benar, so eun sangat senang dengan apa yang terjadi kemarin. Tapi, so eun masih belum mengerti dengan sikap kim bum. Sikapnya itu selalu tidak terduga, terkadang ia sangat kasar padanya, kadang juga berubah menjadi baik. Dan itu semua yang membuat so eun tidak bisa berhenti menyukainya, meskipun so eun sempat berpikir untuk menghilangkan perasaanya kepada kim bum karena sikap kim bum yang selalu kasar. Tapi, bolehkah untuk saat ini so eun berharap lebih?
‘aku penasaran…..sebenarnya dia itu menganggapku seperti apa?’ gumam so eun, lalu ia mendesah.
‘dia tidak pernah mengatakannya dengan jelas ! apakah aku tidak lebih hanya sebagai peliharaannya saja? Atau………apakah dia sudah mulai menyukaiku? Meskipun hanya sedikit?’ batin so eun bergejolak. Berjuta pemikiran tentang bagaimana perasaan kim bum kepadanya sebenarnya terus saja hadir di kepalanya.
‘bolehkan aku beranggapan jika dia mulai menyukaiku?’
“hye rim-ah…..natal sebentar lagi. Apa yang kau rencanakan bersama pacarmu?” Tanya bo young dengan antusias. Suara bo young yang cukup keras itu membuat so eun tersadar dari lamunannya, dan ia pun memilih untuk memerhatikan bo young dan hye rim yang sedang mengobrol.
“dia mengajakku pergi ke hotel, dan setelah itu kami makan malam disana.” Jawab hye rim sambil tangannya sibuk memainkan ponsel.
“ehh? Jincharu? Merayakan natal di hotel? Kau masih di bawah umur hye rim-ah ! bagaimana jika terjadi sesuatu yang…….”
“kami tidak akan melakukan hal sampai di luar batas, kami hanya merayakan natal di hotel dan itu pun bersama dengan teman-temannya yang lain.” Potong hye rim, meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
“ah….ara ara hahaha, kekasihmu benar-benar punya uang yang banyak ! dia selalu membelikanmu barang-barang yang mahal. Uh aku jadi iri !” ujar bo young.
“lalu kau sendiri punya rencana apa dengan kekasihmu?” Tanya hye rim yang kini mulai menatap bo young. Bo young tersenyum.
“meskipun tidak semewah rencanamu, tapi kami akan pergi bermain ski.” Jawabnya dengan senang.
“oh….aku rasa itu lebih romantis.” Balas hye rim.
“ya hehehe, akhir-akhir ini dia memang jadi lebih romantis kepadaku. Aku jadi semakin mencintainya.” Ujar bo young dengan senyum merekah di bibirnya.
So eun merasa iri mendengar percakapan mereka, terlebih ia tidak punya rencana apa-apa dengan kim bum. Yah, mau bagaimana lagi? Mereka bukanlah sepasang kekasih yang nyata. Menyadari fakta tersebut, membuat so eun sedikit menciut dan ia benar-benar iri kepada kedua temannya ini.
“ah ya, apakah kau berencana memberikannya sesuatu? Hadiah?” Tanya bo young.
“hmm…mungkin baju atau….jam tangan.” Jawab hye rim enteng.
“eehhh…” bo young sedikit terkejut. “apakah jam tangan tidak terlalu mahal?” Tanya bo young.
“entahlah, jika aku punya banyak uang aku akan membeli jam tangan.” Jawab hye rim, lalu ia menatap so eun yang sedari tadi hanya diam seraya memerhatikan mereka dengan wajah sedikit lemas.
‘uuuhh, aku benar-benar iri kepada mereka !’ batin so eun.
“jadi…” ujar bo young menggantung.
“waegeurae so eun-ah? Kau kelihatan tidak bersemangat.” Ujar hye rim yang membuat so eun tersadar dan langsung menegakkan posisi duduknya. Bo young juga melihat so eun kini.
“huh?”
“apakah kau sedang punya malasah dengan kim bum-ssi?” Tanya bo young.
“eehhh? A…ani…waeyo?” Tanya so eun gelagapan.
“karena sedari tadi kau hanya diam dan hanya memerhatikan kita, kau juga tak ikut mengobrol seperti biasanya.” ujar bo young.
“apakah kau belum merencanakan sesuatu di natal bersama kim bum-ssi?” Tanya hye rim.
So eun langsung bingung, ia tidak tahu harus menjawab apa. Apakah ia harus berdusta lagi kepada bo young dan hye rim.
“te…tentu saja sudah punya rencana !” jawab so eun dengan lantang, namun nada bicaranya seperti tersendat oleh sesuatu.
“kita berencana akan makan kue natal bersama dan bertukar hadiah juga.” Lanjut so eun.
“kedengaran sangat sederhana.” Timpal hye rim.
“tapi bukankah itu kelihatan seperti seleranya kim bum-ssi?” tambah bo young seraya menatap so eun.
“ah….be..benar hehe.” Jawab so eun dengan senyum terpaksa.
“kalau begitu ayo kita saling berkirim email dan bertukar foto saat merayakan natal bersama dengan kekasih kita masing-masing !” ujar bo young dengan bersemangat. Mendengar hal itu, so eun langsung es krim yang mencair.
“tidak masalah.” Balas hye rim.
“bagaimana so eun-ah?” Tanya bo young.
“huh? Aa…um…ba..baiklah.” jawab so eun akhirnya. Ini gawat ! apa yang harus ia lakukan?
“ah…..aku rasa akan sangat menyenangkan !” bo young terlihat sangat senang sekali diikuti hye rim yang juga tersenyum lebar. Tapi berbeda dengan so eun, ia hanya diam dengan wajah yang terlihat kusut. Apa yang harus ia katakan kepada kim bum tentang hal ini? Jika ia mengatakannya pasti kim bum tidak akan melakukan hal semacam itu? Pasti kim bum tidak akan mendengarnya.
‘eotteokae?’ batin so eun
-today love is begin-

Bel pulang sudah berbunyi. Semua murid memakai jaket yang super tebal karena sekarang sudah memasuki musim salju, yeah natal pun sebentar lagi akan tiba. So eun dengan langkah yang sedikit gusar keluar dari kelasnya. Ia masih bingung apa yang harus ia lakukan? Ia sudah terlanjur berbohong kepada bo young dan hye rim. Ia juga sudah terlanjur setuju untuk saling bertukar foto dengan mereka.
“kau lama sekali !” ujar kim bum yang sedari tadi sudah menunggu so eun sambil menyender di dinding kelas so eun. So eun sedikit terkejut karena kim bum tidak seperti biasanya sudah keluar kelas lebih dulu, biasanya selalu so eun yang harus menunggu kim bum.
“a..ah mian.” Jawab so eun. Kim bum pun mulai berjalan lalu diikuti oleh so eun. So eun tampak sesekali mencuri pandang kepada kim bum yang sedari tadi terus meniup-niup dan menggosok-gosok tangannya.
“seharusnya penghangat juga dipasang di setiap lorong.” Ujar kim bum.
“ah…ne, kau benar.” Balas so eun. “saat keluar dari kelas, udara jadi terasa semakin dingin.” Tambahnya.
“hmmm..” setelah itu tak ada lagi percakapan diantara mereka. So eun sempat berpikir, apakah lebih baik ia mengatakannya sekarang saja kepada kim bum? Perihal janji yang sudah ia buat dengan kedua temannya.
“um……natal sebentar lagi tiba.” So eun memulai pembicaraan.
“natal, huh?” Tanya kim bum. So eun menatap kim bum. Dari ekpresi yang tergambar dari wajah kim bum, sepertinya kim bum tidak begitu tertarik dengan perayaan natal.
“kau…kau kelihatan tidak menyukainya.” Ujar so eun hati-hati. Kim bum mendesah.
“natal hanyalah……kebohongan belaka ! apa yang menyenangkan dari itu? Terlalu banyak acara yang mengumbar tentang cinta ! terlalu banyak orang dan aku tidak suka berdesak-desakan saat berjalan di sepanjang trotoar !” jelas kim bum. So eun ternganya hebat dibuatnya. Ia benar-benar tidak menyangka kim bum akan mengatakah hal tajam seperti ini tentang natal.
“di sepanjang jalan mereka memutar musik yang sama, bahkan di televisi. Heh…apakah mereka tidak bisa melakukan hal lain selain itu?” lanjut kim bum. Sekarang so eun benar-benar tidak bisa menimpali ucapan kim bum. Kata-katanya itu sungguh di luar batas. Bagaimana bisa ia mengatakan hal seperti ini tentang natal? So eun hanya bisa menatap kim bum dengan mata membulat tanpa berkedip. Menyadari hal itu, kim bum pun memutar kepalanya untuk menatap so eun, lalu kim bum memamerkan senyum yang dibuat-buat itu selebar mungkin.
“jadi, apa yang kau mau tiba-tiba membicarakan tentang natal?” Tanya kim bum masih dengan senyumnya yang dibuat-buat itu.
“e..eehh….ani…bukan apa-apa. Aku hanya senang saja natal sebentar lagi akan tiba.” jawab so eun dengan cepat.
“ah….arasseo.” balas kim bum. Lalu mereka kembali melanjutkan jalannya.
So eun menatap lorong di depannya. ‘kalau begini aku tidak bisa memintanya untuk pergi di hari natal setelah dia mengatakan kata-kata tadi. Tapi, aku juga tidak terlalu mempermasalahkannya. Itu juga tidak seperti aku benar-benar menantikan natal dan ingin merayakannya bersama kim bum-ssi.’ Batin so eun.
“ah…” Tapi tiba-tiba so eun menghentikan langkahnya. Ia melupakan sesuatu, dan sesuatu itu kembali teringat olehnya. Kim bum juga ikut menghentikan langkahnya dan menatap so eun dengan kening berkerut.
“kalau begitu, apa yang harus aku lakukan dengan foto nya !” ucap so eun dengan suara yang cukup keras. Ia tidak menyadari jika kim bum sedang menatapnya dan juga pasti mendengar apa yang barusan keluar dari mulutnya. kim bum mengerutkan keningnya.
-today love is begin-

“jadi kita harus pura-pura merayakannya, huh?” Tanya kim bum dengan tatapan lurus ke depan. So eun hanya memain-mainkan kedua telunjuknya seraya menundukan wajahnya. karena so eun ingat dengan janji itu, dengan keberanian penuh ia pun akhirnya menceritakan yang sebenarnya tentang foto itu kepada kim bum.
“kau hanya ingin menunjukkan fotomu kepada mereka. Tapi aku rasa jika kau tidak mengirimnya, itu tidak akan menjadi permasalahan !” ujar kim bum datar.
“ta…tapi..” kata so eun menggantung.
“aku tidak tertarik untuk melakukan hal itu, terlebih kau melakukannya hanya untuk membuat mereka senang.” Ujar kim bum. So eun langsung menatap kim bum.
“tapi….tidak ada cara lain yang bisa aku lakukan selain mengirimkan foto kepada mereka ! aku sudah terlanjur membuat janji !” ujar so eun.
“heh….” Kim bum mendesah. “perempuan memang sangat menyusahkan !” ujarnya. So eun tak berkata apa-apa lagi, ia hanya diam seraya menatap kim bum dengan penuh harap.
“annyeong tuan tampan……!” tiba-tiba saja seorang perempuan berumur sekitar 27 tahunan menyapa mereka saat kim bum dan so eun melewati sebuah toko, perempuan itu membawa sebuah kotak kecil yang didalamnya terdapat cincin. Kim bum dan so eun menatap perempuan itu dengan tatapan bertanya-tanya.
“apakah kau berniat ingin memberikan kekasihmu hadiah? Jika kau sedang bingung memikirkan apa yang akan kau berikan kepada kekasihmu, cobalah datang ke toko kami ! disini banyak sekali barang-barang yang populer untuk para gadis ! lihatlah ! seperti cincin ini ! cincin ini sangat cocok untuk kekasihmu.” Perempuan itu berbicara panjang lebar kepada kim bum dengan bersemangatnya.
Kim bum mengangkat tangannya. “ah mian….aku sudah menyiapkan sesuatu yang lebih mewah dari pada cincin itu untuknya.” Balas kim bum dengan senyum terpaksa. So eun langsung menahan tawanya saat kim bum berbicara seperti.
“ah…begitu ya? Tapi jika Anda berubah pikiran, datang saja ke toko kami, ne? kami akan memberikan diskon !” ujar perempuan itu.
“ah ye.” Balas kim bum. Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
“ucapanmu itu, benar-benar kebohongan yang luar biasa !” cibir so eun.
“aku harus membuatnya berhenti bicara, jika tidak dia akan terus memaksaku untuk membeli barangnya. Lagi pula aku benar-benar tidak mengerti tujuan membeli hadiah di hari natal. Bukankah hadiah hanya untuk ulang tahun saja.” Ujar kim bum dengan entengnya.
“tapi kan tidak masalah jika hadiah itu bisa membuat orang lain senang.” Timpal so eun.
“eh…tunggu ! Apa jangan-jangan kau tidak pernah mendapatkan hadiah di hari natal? kau itu kan populer di kalangan perempuan.” Ujar so eun.
“aku membuang semua hadiahnya.” Jawab kim bum datar.
“eh…?” so eun terkejut. “lalu dari ayahmu? Ibumu? Atau keluargamu?” Tanya so eun. Kim bum membuang nafasnya.
“mereka terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Ayahku terlalu sibuk bekerja, dan aku sudah lama tidak bertemu ibuku.” Jawab kim bum. So eun mendadak diam, ia sudah salah bicara pada kim bum. Ia melupakan hal jika kim bum hanya tinggal bersama ayahnya.
“a..ah…mian, aku tidak bermaksud….”
“heh…..jadi haruskan aku memberikanmu sesuatu?” Tanya kim bum yang kini menatap so eun.
“e..ehh? mwo?” kaget so eun.
“kalung atau semacamnya?” Tanya kim bum. So eun kaget ! tentu saja ia kaget dengan apa yang kim bum katakan barusan. Apakah itu artinya kim bum akan memberikannya hadiah di hari natal?
“maksduku, kalung peliharaan? Atau haruskah aku juga membelikan tali pengikat agar aku bisa menuntunmu sepanjang jalan?” Tanya kim bum dengan senyum evilnya. So eun tak berkedip menatap kim bum, dan itu berlangsung cukup lama.
“umm….b…baiklah….bagiku tidak masalah ! aku mau !” jawab so eun. Kim bum langsung berhenti tersenyum evil dan menatap so eun dengan tidak percaya.
“aku hanya bercanda, jangan mengartikannya terlalu serius !” ujar kim bum. Wajah so eun mendadak terlihat lesu.
“j…jadi, hanya bercanda ya? Haaah aku ini bodoh sekali !” so eun menjitak kepalanya sendiri. Ia benar-benar kecewa.
“kau memang bodoh ! gunakan sedikit otakmu !” ujar kim bum.
So eun diam, tapi ia memberanikan dirinya untuk membalas perkataan kim bum. Sepertinya so eun sudah kebal dengan kata-kata menyakitkan dari kim bum. Entah kenapa ia juga sedang tidak ingin marah dan berdebat dengan kim bum.
“menerima hadiah dari seseorang yang kau suka, itu akan terasa lebih spesial. Tidak masalah apa yang dia berikan, yang penting hal itu bisa membuatmu merasa senang. Dan kau akan menyimpannya sebagai barang berharga.” Ujar so eun dengan suara pelan. Kim bum menatap so eun cukup lama, ia tidak sampai berpikir so eun akan mengatakan hal bijak seperti itu mengingat so eun sedikit bodoh.
“heh….” Kim bum mendesah. “aku tidak menyangka perempuan benar-benar menyusahkan ! mereka tidak suka berpikir panjang tentang sesuatu, huh?” ujar kim bum. So eun hanya bisa mengerucutkan bibirnya mendengat apa yang dikatakan kim bum.
“ah…lihatlah !” so eun menunjuk pohon natal besar yang ada di depan sebuah café yang cukup ramai. Banyak orang-orang yang berfoto disana, sepasang kekasih maupun anak-anak yang bersama kedua orang tua mereka.
“pohonnya besar sekali ! yeppoda !” kagum so eun seraya menatap pohon natal itu dengan mata berbinar. Kim bum melipat kedua lengannya di dada.
“ada bentuk hati juga di tengah-tengah pohon itu, huh?” ujar kim bum. So eun mengabaikan perkataannya dan malah berjalan mendekati pohon natal itu dengan tidak sabaran, mau tak mau kim bum pun mengikutinya dari belakang.
“hey, apakah kita benar-benar akan mengambil gambar disana?” Tanya kim bum.
“bukankah itu sangat indah?” Tanya balik so eun. Kim bum mendasah.
“yeah terserah, cepat dan segera ambil fotonya ! lalu setelah itu kita bisa segera pulang !” suruh kim bum.
“b..baiklah.” jawab so eun. Kini mereka berdua sudah berdiri di depan pohon natal besar yang cantik itu. Dengan lampu berkerlap-kerlip di sekelilingnya yang menghiasi pohon itu, di tambah lagi dengan bentuk hati tepat di tengah pohon itu dengan tulisan selamat natal. So eun pun mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi kamera.
“tutup seragammu dengan syal dan jaketmu !” suruh kim bum.
“ah ya kau benar, jika tidak kita akan ketahuan.” Setuju so eun yang baru saja menyadarinya, lalu ia pun mulai membenarkan syal dan jaketnya hingga menutupi identitas seragam sekolahnya.
“tapi, aku rasa pohon natalnya tidak akan ikut terambil. Dan aku rasa cukup sulit untuk mengambil gambar tanpa memperlihatkan seragam kita.” Ujar so eun setelah ia mencoba mengarahkan kamera depannya pada wajahnya.
“ckkk…baiklah berikan padaku !” kim bum mengambil alih ponsel so eun. “lihat kemari !” suruh kim bum pada so eun agar so eun melihat ke arah kamera. Tanpa so eun sangka, tangan kim bum yang lain juga menyentuh pundak so eun. So eun cukup terkejut dibuatnya, jantungnya berdegup sangat cepat, ditambah kini posisi mereka begitu dekat. “senyum !” suruh kim bum. So eun pun tersenyum dengan sedikit canggung seraya mengangkat tangannya dan membentuk huruf V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Klik…..kim bum sudah menekan tombol kamera dan gambar pun sudah diambil dengan sempurna.
Kim bum melihat foto itu. “aku rasa ini sudah cukup, bahkan pohonnya pun terambil walaupun hanya sedikit.” Ujar kim bum lalu memberikan ponsel itu kepada so eun. So eun menerima ponsel itu dan melihat fotonya. So eun memegangi pipinya yang tiba-tiba memanas dan pastinya sudah berubah menjadi merah.
‘kyaaaa….aku dan kim bum-ssi terlihat seperti pasangan asli.’ Batin so eun. Ia sangat senang namun tidak bisa mengekspresikannya dengan bebas sekarang. Sementara itu kim bum melanjutkan langkahnya meninggalkan so eun yang masih menatap foto itu.
‘tapi, ekpresi wajahku kelihatan tidak natural sekali ! tadi aku sangat gugup dan malu, berbeda dengan kim bum-ssi, dia kelihatan sempurna !’ batinnya seraya memegangi salah satu pipinya yang masih terasa panas.
‘tapi meskipun begitu, hal ini tidak berarti sama sekali baginya’ so eun mendadak lemas lagi.
“oi….so eun-ssi.” Panggil kim bum, ia memutar kepalanya untuk melihat so eun yang masih berdiri di tempatnya. So eun langsung menatap kim bum.
“aku kedinginan, percepat jalanmu !” perintah kim bum datar lalu kembali melanjutkan langkahnya. So eun pun mengikutinya dari belakang. Melihat ekspresi kim bum yang biasa-biasa saja. Membuat so eun seperti orang tolol karena pada nyatanya hanya ia yang terlihat sangat antusias. So eun memandangi punggung kim bum. Bagaimanapun juga, ia masih belum bisa menghilangkan rasa sukanya pada kim bum. Tiba-tiba saja so eun merasa perutanya sakit, ia tidak tahu kenapa ini begitu tiba-tiba. Ia berusaha mengabaikan rasa sakitnya dan tetap berjalan mengikuti kim bum, tapi karena terlalu lama ditahan, rasa sakit itu semakin besar. Seperti ada yang melilit-lilit ususnya, ia tidak bisa menahannya lagi.
“ugh…..” ringis so eun. So eun memegangi perutnya lalu ia pun berjongkok di trotoar. Dahinya juga berkeringat dingin.
Mendengar ringisan so eun, kim bum pun menghentikan langkahnya dan memutar kepalanya untuk melihat so eun. Ia terkejut saat melihat so eun tengah berjongkok seraya memegangi perutnya menahan sakit.
“ya? Ada apa?” kim bum langsung menghampiri so eun dan berjongkok di depannya.
“p..pe..perutku ! perutku sakit sekali !” ringis so eun. Kim bum menggaruk tengkuknya. Mau tak mau ia pun memapah so eun ke café terdekat. Kim bum menyuruh so eun untuk menunggu, lalu ia pun pergi untuk membeli obat tanpa memberitahu so eun.
So eun terus saja memegangi perutnya, rasa sakit itu belum juga hilang. Dan yah……so eun baru sadar, ia belum makan sedari tadi, ia lupa saat ia di sekolah karena ia terlalu banyak melamun. So eun merutuki dirinya sendiri karena kebodohannya.
Tak lama kemudian kim bum datang. “ini !” kata kim bum seraya meletakkan kantong plastik di atas meja.
So eun yang tadinya menyandarkan kepalanya pada meja, sedikit mengangkat wajahnya.
“obat sakit perut, makanlah !” suruh kim bum. “untuk sementara kita duduk dulu disini sampai keadaanmu lebih baik. Jadi istirahatlah !” ujarnya.
“a..apakah kau sengaja pergi untuk membeli obat ini?” Tanya so eun.
“seharusnya kau berterimakasih kepadaku. Aku berlarian sepanjang jalan untuk menemukan apotek dan membeli obat untukmu.” Jawab kim bum.
“g..gomawo. Berapa harganya?” Tanya so eun.
“kau tidak perlu membayarnya.” Jawab kim bum.
“tapi….aku merasa tidak enak.” Balas so eun. Kim bum menghembuskan nafasnya.
“apa kau sudah lupa dengan apa yang kau lakukan saat aku terkena demam?” Tanya kim bum. “jadi kau tidak perlu membayarnya, aku tidak akan menerima uangnya. “lanjut kim bum. So eun cukup tertegun mendengarnya. So eun menyunggingkan senyumnya sedikit.
“gomawo.” Ujarnya. Lalu so eun pun mulai memakan obat itu dengan bantuan air putih yang sudah ada di atas meja. Kim bum melipat tangannya di atas meja seraya memerhatikan so eun.
“ngomong-ngomong, melihatmu sakit perut seperti itu. Kau kelihatan seperti nenek-nenek, memangnya apa yang sedang kau pikirkan, huh?” cibir kim bum.
“huh?”
“bukankah lebih baik kau menceritakannya kepadaku apa yang sedang kau pikirkan?” ujar kim bum seraya menopang dagunya. “aku akan mendengarnya, atau kau ingin bertanya sesuatu kepadaku?” Tanya kim bum sok ramah. “aku akan menjawabnya.”
So eun terdiam cukup lama dengan kening berkerut menatap kim bum. “benarkah?” Tanya so eun. Kim bum mengangguk.
“aku curiga kau hanya bercanda dan ujung-ujungnya hanya akan mempermainkanku.” Ujar so eun.
“ani, kali ini aku serius.” Balas kim bum. So eun menatap kim bum dengan tatapan menyelidik, berusaha untuk memastikan apakah kim bum benar-benar serius atau hanya bercanda. Tapi karena ekspresi wajah kim bum yang sulit ditebak, so eun pun beranggapan jika kim bum memang sedang serius sekarang ini.
“mm…b..baiklah, ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepadamu.” Ujar so eun. Kim bum menatap so eun, menunggu apa yang akan so eun tanyakan. “s..sebenarnya….apa aku bagimu?” Tanya so eun akhirnya. “hanya mainan untuk menghiburmu karena kau merasa bosan? Atau hanya sebagai peliharan yang bisa kau perlakukan semaumu asal kau merasa senang? Apakah seperti itu?” kim bum diam mendengarnya. Tak ia sangka, so eun akan bertanya tentang hal ini. “adakah perasaan spesial di hatimu kepadaku? Meskipun hanya sedikit?” lanjut so eun. Kim bum diam, ia hanya memandang so eun saja tanpa ada tanda-tanda ia akan menjawab atau apa. Hal itu membuat so eun sedikit ciut dan jujur ia merasa kesal. So eun pun berdiri lalu mengambil gelas yang masih berisi air setengahnya.
“yak ! jawablah ! atau aku akan menumpahkan air ini ke wajahmu !” ancam so eun. Sebenarnya ia hanya ingin saja kim bum menjawab pertanyaannya dengan jujur. Ia sangat ingin tahu perasaan kim bum kepadanya seperti apa.
Tapi kim bum masih tetap diam, ia malah menyandarkan tubuhnya pada kursi seraya melipat lengannya.
“yak ! bukankah kau bilang akan menjawab pertanyaanku? Jadi jawablah !” pinta so eun.
Grab……tiba-tiba kim bum menahan tangan so eun yang memegang gelas itu. So eun terkejut dengan tindakan kim bum yang tiba-tiba. Apalagi ditambah dengan kim bum yang tepat menatap matanya.
“aku menyukaimu, kim so eun.” Ujar kim bum akhirnya. Mulut so eun sedikit terbuka mendengarnya, matanya juga membulat. Ia benar-benar tidak bisa menyembunyikan eskpresi kagetnya dengan ucapan kim bum barusan. Kim bum juga menyukainya?
“aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika perempuan yang aku benci terus berada di sampingku. Pasti aku sudah sangat muak dan aku akan meninggalkannya. Dan kau tahu? Jika aku tidak tertarik dengan mainanku, maka aku akan segera membuangnya jauh-jauh. Tapi itu tidak terjadi padamu. Gzzzz…..ini sangat memalukan, jadi….aku tidak berani menceritakannya kepadamu. Tapi….sebenarnya aku memang menyukaimu.” Jelas kim bum.
Entah kenapa, mata so eun kini mulai berair. Ia benar-benar senang dan terharu. Ternyata kerja kerasnya selama ini akhirnya berbuah hasil juga. Akhirnya kim bum juga menyukainya seperti dia menyukai kim bum.
“uu….huhuhu…” air mata so eun langsung jatuh begitu saja. Kim bum terkejut
“hey….kenapa kau malah menangis?” tanya kim bum.
“m..mian….tapi aku hic hic….aku tidak sampai berpikir kau akan mengatakan hal itu kepadaku. Aku…aku sangat senang.” Ujar so eun, ia berusaha menghapus air matanya yang entah kenapa terus mengalir. So eun terlalu senang.
“yeah aku mengerti, sampai sekarang aku pun masih sering mengejekmu. Mian.” Kim bum merasa menyesal.
“aniyo….gwaenchana…..gwaenchana…..karena semuanya sudah berakhir jadi tidak apa-apa. Itu karena aku terlalu berpikir sederhana.” Bukannya berhenti menangis, tangisan so eun malah semakin keras. “huaaaaaaa hic hic hic……”
“itulah hal unik dari kim so eun.” Ujar kim bum seraya menyunggingkan senyumnya.
“huhuhu…..” so eun mengahapus air matanya. Setelah puas menangis karena terlalu senang, akhirnya air matanya pun reda (?) juga meskipun buliran-buliran bening itu masih menggenang di matanya.
“um……di tanggal 24, aku…aku ingin merayakannya dengan kim bum-ssi.” Ujar so eun.
“natal?” Tanya kim bum.
“ne.” jawab so eun.
“tapi, apa yang akan kita lakukan?” Tanya kim bum.
“perayaan yang normal juga tidak apa-apa.” Jawab so eun.
“normal?” Tanya kim bum.
“um….contohnya seperti….kita berdua makan ayam dan kue bersama. Lalu membeli hadiah dan bertukar satu sama lain. Ini adalah natal pertama yang akan aku rayakan bersamamu, jadi aku ingin merayakannya dengamu.” Ujar so eun yang kini sudah berubah menjadi bersemangat. Ruapanya ia sangat menantikan hal ini.
“kedengarannya itu sangat menghambur-hamburkan uang.” Balas kim bum.
“ta..tapi, jika kau keberatan…..aku akan….”
“baiklah, tidak apa-apa.” Potong kim bum. “jika selama itu dengan so eun-ssi, kedengarannya akan sangat menyenangkan.” Lanjutnya.
“k..kim bum-ssi….” So eun hendak menangis lagi.
“jadi, ingin sampai sejauh mana kau akan melanjutkan sandiwara ini denganku?” Tanya kim bum yang kini dengan senyum yang tak bisa diartikan.
“huh?” so eun tak mengerti.
“kau percaya kepada kata-kata orang lain dengan mudahnya, selalu seperti itu. Kau masih belum mengerti diriku, benar kan?” Tanya kim bum, ia menatap so eun dengan senyum mencibir. “tidak mungkin aku mengatakan kata-kata yang manis seperti itu, kan?” lanjutnya.
So eun benar-benar tak habis pikir. Ia mematung sesaat setelah mendengar perkataan kim bum yang kurang ajar itu.
“apa yang kau rencanakan untuk masa depan agar kau tak mudah terpengaruh oleh kata-kata orang lain?” Tanya kim bum. “kau harus sering-sering memutar otakmu.” Lanjutnya.
Splashhhh……….tanpa banyak berpikir so eun langsung mengambil gelas yang sudah ia letakan tadi, dan menumpahkannya tepat di wajah kim bum. Kim bum sendiri shock dengan apa yang so eun lakukan kepadanya.
“K…KAU……KAU BENAR-BENAR KETERLALUAN ! PERGI DAN CEPAT MATILAH KAU! KAU BENAR-BENAR TIDAK PUNYA HATI ! AKU MEMBENCIMU !!!” teriak so eun. Ia tidak peduli dengan semua pengunjung café yang melihatnya. Ia benar-benar marah kepada kim bum, sudah terlalu sering kim bum mempermainkan perasaannya. Air mata so eun kembali jatuh dengan mudahnya, so eun menangis. Lalu dengan cepat so eun pun pergi dari café itu meninggalkan kim bum. Sementara kim bum hanya bisa diam, ia tidak menyangka jika reaksi so eun akan seperti ini. Padahal niatnya ia hanya membuat lelucon. Kim bum akui, leluconnya sudah terlanjur kelewatan kepada so eun.
“apakah kau baik-baik saja tuan? Haruskah aku mengambilkan handuk?” seorang pelayan langsung menghampiri kim bum dengan wajah khawatir. Kim bum menyusut wajahnya yang basah dengan tangannya.
“tidak perlu, aku baik-baik saja.” Jawab kim bum tanpa melihat ke arah si pelayan sedikitpun. Sekarang dia benar-benar menyesal karena sudah terlalu keterlaluan.
-today love is begin-

Sesampainya di rumah, so eun langsung menuju kamarnya yang berada di lantai dua tanpa memperdulikan kedua orang tuanya yang menatapnya dengan heran. Tidak biasanya so eun pulang dengan kondisi menangis seperti itu, bahkan ia mengabaikan ibunya yang bertanya ada apa dengannya. Ayah so eun menatap istrinya. “kenapa dengannya?” tanyanya. Ibu so eun hanya menggeleng sebagai jawabannya.
Bam……….. So eun membanting pintu kamarnya dengan keras, membuat kedua orangtuanya kaget.
“bodoh ! keterlaluan ! manusia es ! aku membencimu !” teriak so eun lalu ia langsung melemparkan tubuhnya ke atas kasur. So eun menelungkupkan tubuhnya dan ia terus saja menangis. Ia benar-benar sudah sakit hati terus saja diperlakukan tidak selayaknya seperti perempuan oleh kim bum.
“sudah cukup ! ini semua benar-benar melelahkan ! aku sudah benar-benar lelah ! menyukai seseorang benar-benar melelahkan ! hic hic hic…….”
“aku ingin kembali seperti dulu, sebelum mengenalnya dan sebelum menyukainya. Aaaa……babo ! laki-laki bodooooh !” tangisan so eun semakin deras. “huaaaa……..hic…hic…”
“jadi karena seorang laki-laki?” gumam ibu so eun yang ternyata sedang menguping di balik pintu kamar so eun dengan suaminya. Ayah so eun menatap istrinya. “aku tidak pernah tahu dia sudah punya kekasih.” Ujarnya. Ibu so eun mengangguk setuju.
“mungkin anak kita sedang bertengkar dengan pacarnya.” Ujar ibu so eun. “kalau begitu lebih baik kita biarkan saja dia, sepertinya dia butuh menyendiri.” Ujar ayah so eun.
“kau benar suamiku, hihihihi.” Bukannya merasa simpati kepada anaknya yang sedang patah hati, mereka malah terkekeh karena senang so eun sudah punya pacar.
Sementara itu, di apartemennya kim bum hanya membaringkan tubuhnya di sopa dengan lengan yang ia jadikan bantal. Kim bum tak memejamkan matanya sama sekali. Ia masih kepikiran dengan sikapnya tadi kepada so eun. Sekarang ia merasa bersalah dan merasa menyesal. Kim bum mendesah hebat seraya menatap langit-langit apartemennya. Bahkan untuk memejamkan matanya pun ia tidak bisa karena pikirannya sekarang sedang dipenuhi bagaimana caranya ia meminta maaf kepada so eun.
-today love is begin-

Natal pun tiba. Setelah malam hari beribadah di gereja bersama dengan kedua orang tuanya, so eun tak juga keluar dari kamarnya hingga siang seperti ini. Ia terus saja menyendiri disana, ia masih tetap murung dan belum bisa melupakan perkataan menyakitkan yang keluar dari mulut kim bum waktu itu. Hal itu membuat kedua orangtuanya sedikit khawatir.
Tok tok tok
Ibu so eun mengetuk pintu kamar so eun dengan hati-hati, ayah so eun juga berdiri di belakang istrinya.
“so eun-ah…” panggil ibunya. “apakah kau ingin makan kue natal?” tawar ibunya.
So eun diam, ia tak menjawab tawaran ibunya. “so eun-ah…..” panggil ayahnya.
“a..aku….aku tidak mau.” Jawab so eun dari dalam kamarnya.
“kau tidak mau? Dari kau kecil, kau selalu antusias untuk makan kue natal. Bukankah kau sangat menyukainya.” Ujar ibunya.
“ani…aku tidak mau.” Jawab so eun.
Ibu dan ayah so eun saling pandang. “yasudah, biarkan saja dia, kita jangan mengganggunya.” Ujar ayah so eun lalu ia pun turun ke lantai satu. Ibu so eun menghela napas lalu mengikuti suaminya ke ruang keluarga.
Tiba tiba ponsel so eun berdering. So eun menatap ponselnya yang ia simpan di sampingnya. Dengan sedikit malas, ia pun mengambilnya dan membuka email yang ternyata dari bo young dan hye rim. So eun diam melihat foto yang baru saja dikirim oleh bo young dan hye rim. Foto mereka masing-masing dengan kekasihnya.
‘mereka kelihatan sangat senang huh’ batin so eun. ‘apakah aku juga harus mengirimkan fotoku?’ so eun pun membuka galeri nya lalu melihat foto dirinya bersama kim bum. So eun melihatnya cukup lama, lalu tiba-tiba ia menangis lagu.
“kim bum-ssi, kau sangat bodoh ! kenapa kau selalu saja mempermainkan perasaanku?” kesal so eun seraya menghapus air matanya.
Tok tok tok
Ibu so eun kembali mengetuk pintu kamar so eun. So eun langsung mengarahkan pandangannya ke arah pintu dan menatapnya dengan kesal.
“bisakah aku bicara denganmu sebentar?” pinta ibunya dari balik pintu kamar so eun. So eun tidak menggubrisnya dan ia masih duduk di kasurnya.
Tok tok tok
So eun kesal, ia pun langsung turun dari kasurnya dan berjalan ke arah pintu dengan kesal. Ia sedang tidak ingin diganggu dan ibunya sedari tadi terus saja mengetuk-ketuk pintunya.
“sudah aku katakan aku tidak mau makan kue !” teriak so eun seraya membuka pintunya dengan wajah yang kusut. Namun seketika mata so eun membulat menatap seseorang yang berdiri tepat di depannya. Perlahan so eun mengangkat wajahnya ke atas untuk melihat wajah itu.
“kekasihmu datang untuk bertemu denganmu.” Ujar ibunya yang muncul di belakang kim bum. So eun membeku di tempat, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia benar-benar terkejut dengan kehadiran kim bum yang tiba-tiba dan tidak ia sangka sebelumnya.
“baiklah kalau begitu, nikmati waktumu.” Ujar ibu so eun dengan senyum lebaranya kepada kim bum.
“kamasahamnida.” Balas kim bum seraya tersenyum ramah. Lalu setelah itu pun ibu so eun turun ke bawah dan meninggalkan mereka. Kini tinggalah kim bum dan so eun yang masih mematung di depan pintu. Kim bum menatap so eun.
“w..wae?” Tanya so eun akhirnya.
“kenapa kau datang kesini?” Tanya so eun dengan ketus.
“aku datang untuk membuatmu lebih disiplin.” Jawab kim bum lalu masuk ke dalam kamar so eun bahkan sebelum so eun memperbolehkan.
“mwo?” pekik so eun seraya menatap kim bum dengan perasaan kesal yang menggebu-gebu.
“beberapa hari yang lalu kau pergi meninggalkanku tanpa ada satu kata pun yang keluar dari mulut sebagai permintaan maaf. Kau kelihatan sangat angkuh sekali.” Ujar kim bum.
“permintaan maaf?” Tanya so eun. “apa yang pernah aku lakukan kepadamu sehingga aku harus meminta maaf? Yang seharusnya meminta maaf adalah kau !” So eun menatap kim bum dengan emosi, ia juga melipat ke dua lengannya.
Kim bum menatap so eun. “apakah kau sudah lupa?” Tanya kim bum.
“aku adalah majikanmu ! menumpahkan air ke wajahku dan menyumpahiku untuk ‘mati’. Apakah kau pikir baik-baik saja mengatakan hal itu? Kau sudah membuatku malu, kau tahu?” ujar kim bum seraya mendekati so eun.
“bukankah itu pantas aku mengatakannya untuk laki-laki sepertimu?” balas so eun dengan nada yang cukup keras.
“DIAM !” suruh kim bum lalu kedua tangannya mulai memegang leher so eun.
“aku sedang membuatmu mengerti posisimu sebagai peliharaanku sekali lagi.” Ujar kim bum yang kini tangannya mulai bergerak-gerak di leher so eun. Apa yang dilakukan kim bum seperti ia akan mencekik leher so eun, ditambah dengan ekspresi marah kim bum yang menakutkan. So eun langsung memejamkan matanya karena takut. Ia takut jika kim bum akan benar-benar mencekiknya. 1 detik, 2 detik, 3 detik, hal-hal yang so eun bayangkan tidak terjadi. Ia tidak merasakan kim bum mencekik lehernya atau semacamnya. Dengan perlahan so eun pun membuka kedua matanya. Ia melihat kim bum sudah berdiri dengan tegak seraya melipat kedua lengannya.
“m..mwo?” Tanya so eun.
“aku sudah memasangkannya.” Ujar kim bum. So eun menatap kim bum tidak mengerti.
“kalung.” Lanjut kim bum. So eun menatap kim bum tidak percaya lalu menyentuh lehernya yang ternyata sudah terpasang kalung dengan bandul berbentuk bulan sabit, so eun menatap kalung itu. Kim bum mengerutkan keningnya, berusaha menahan rasa gengsinya.
“baiklah, biarkan aku menjelaskannya. Itu hanya karena aku tak sengaja menemukan benda yang membuatku tertarik dan kelihatan cocok untumu. Jadi aku pikir tidak ada salahnya jika aku membelinya.” Jelas kim bum. So eun menatap kim bum tak percaya.
“Kalung itu adalah simbol jika kau adalah milikku, jadi kau jangan pernah melupakannya.” Ujar kim bum yang masih saja besar rasa gengsinya, ia mengucapkan kata-kata itu tanpa melihat ke arah so eun dan dengan mimik wajah yang kelihatan sangat tidak nyaman. Ia mengerutkan keningnya saat berbicara seperti itu.
Tiba-tiba saja so eun melayangkan pukulan ke arah dada kim bum tanpa sempat kim bum menahannya. Kim bum kaget dengan apa yang so eun lakukan itu.
“kau benar-benar jahat…hic….hic…..” so eun kembali menangis. Air matanya jatuh dengan deras, ia tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaanya saat ini. Antara kesal, marah, dan senang.
“hic…..hic…….hic……g..gomawo.” ujar so eun akhirnya. Sekarang ia menangis karena benar-benar senang dan terharu. Ia tidak menyangka jika kim bum akan memberikannya sebuah kalung meskipun dengan cara yang tidak manis.
“aku….aku senang.” Ujar so eun yang masih saja menangis.
Kim bum yang melihat so eun menangis seperti itu jadi merasa tidak tega.
“uhuuuhuhu….huaaa………” tangisan so eun malah semakin keras. “aku pasti akan menjaganya hic…hic….” Ujar so eun.
“sudahlah, jangan menangis.” Ujar kim bum.

‘aku menyukaimu, kim so eun’. Apa yang pernah kau katakan saat itu kepadaku, bolehkan aku mempercayainya, walaupun hanya sedikit?

To Be Continued
Mian jika ceritanya kurang memuaskan, tapi saya harap kalian menyukainya.

NB :sekali lagi, FF ini merupakan versi bumssonya dari manga kesukaan saya, saya buat mirip sama manga aslinya dan hanya ditambahkan beberapa khayalan saya sendiri. Jadi, jika ada yang masih bingung sama ceritanya atau karakter kim bum disini yah karena seperti itulah cerita dan karakternya.

Maaf ngepost part 7 nya lama, sebenernya part 7 udah beres beberapa bulan yg lalu bahkan pas part 6 dipost part 7 jg udah beres, tapi baru sempet di post sekarang.

oh ya saya mungkin akan hiatus dulu dari dunia perff-an. Saya mau fokus buat Ujian sekolah, praktek, sama UN. Saya minta doanya aja ya dari readers setia wp bumssoelf ini agar saya diberi kelancaran dalam segala hal, terutama Ujian Nasional. Minta doanya juga agar lulus SNMPTN di UNPAD prodi tekpang ya readerrrssss……AMIIIINNNNN😀 Doain ya doainnn….Terimakasih……

 

62 thoughts on “Today, Love Is Begin PART 7

  1. wah…
    bum becandanya jahat banget sih,,
    kasihan so eun dia telah banyak mengeluarkan air matanya untuk kim bum..
    keren chingu
    ditunggu next partnya
    semangat ya

    semoga kamu bisa lulus dengan nilai terbaik
    aminn…

  2. Q doakan smoga lulus tesnya + hasil ujian memuaskan ;*

    Sikap kb yg misterius n memusingkan kepala bikin greget bingit tp qw suka banget ma krakter kb d sini .walpun dia susah menggungkapkan perasaanya tp dia peduli ma soeun ;* ayeeeeee

    Hati sso udah terombak- ambik karna kb seneng bahagia sesek smua nyampur kek es campur hhe smangat buat soeun jgn menyerah uuntuk mematahkan hati kb hhhe yeah

    Paling suka pas kb bilng aku menyukaimu kim so eun .wuaaa aku langsung ngefly eee rpnya kb hanya bercanda bilng kek gt.pdhall aku yakin scara g sadar kb mengungkapkan isi hatinya yg sebenarnya .

    Wah pas tbc kembali aku d buat ngefly dg kehadiran kb d kmr sso terlebih kb dh memasangkan kalung …kalung peliharaan buat sso kke *plakk*
    Sso jd terharu…,itu tandanya kau milikku .wuaaa seneng deh liat kb bilng kek gitu.
    Trus kb bilng suka lg ma soeun ..wuaaaa deg2an aku ma kb kkkkk ~

    Lanjuuuuut ~
    Udh lama nunggunya ni ff akhirmya hadir jg, walopun klanjutannya nanti lama tp ttep kudu d lanjutnya jgn d stop hhhe
    Aku sk bgt ma ni story ,
    Thumb up (y)

    Smangat thor …sukses belajrnya yo
    Raihlah keinginnan mu ;*

    Salam hangat dr shaneyida / shane😀

  3. Bumppa bner2 klwatan n sso yg plos pun sslu trsiksa dgn kata2 bumppa yg gk bprsaan,,,
    tpi ska ma gaya bumsso dsne,,,gk mbosankan psti,a mlelahkan,,,,
    hufffttt gengsi,a slngit,,
    awas j xlo da namja yg bner2 ska ma sso,,,
    bru to hlang gensi,a,,,

  4. Kimbum bercandanya kelewatan bgt…..tp kenyataan kimbum
    Benar2 mencintai soeun walaupun ut mengakuinya sangat
    Sulit baginya….
    Waduh lanjutannya msh lama donk….
    Dan semangat yah resi semoga bisa lulus dg nilai yg baik….

  5. tekpang? teknologi pangan yak, siapppp semoga sukses kakak ^^
    sipppp, met menjalani kewajibannya

    waaaah gak elit bener bumppa, tp sukaaaaa, caranya ngejaga sso
    hahaha dan mendapati sso yg polos dan tahan banting dikatainn bumppa itu emang super,
    asli ngiri ma perlakuan bumppa, kekekeke drpd 2 shbtnya
    bumsso emang palingtop, sso yg duduls gak pernah tw, sdang bumppa yg duduls dl mengungkapkan

    pasangan duduls

    tp happy
    hahhahahha

    iya lama bgt baru update, smga bs update stlh ujian2nya terlalui, semangaaaat

  6. Jinjaaaaaa eonnnn ressss ehehe kerennn daebakkkkk ffnya ngakak bercampur haru eon hehehe.. yaampun si bum ihhh bener da mempermainkan sso ihhh udh seneng2 dia bilang suka ehh ujungnya heh harkosss wkwk..
    Hoaaa sso tenanf sso tenang bum sbsnernya suka tpbkarena gengsinya yahh sabar yah sso kkkk kalung? Cieee simbol kau adalah miliku haha.. lanjutkan eonnnnn resss… dann semangat ngadepin ujiannya eon.. tia pst doain semuanya lancar buat eon res amin^^

  7. hhhhhwwwwwwwaaaa aiiisshhhhh bumppa kepribadian mu bikin aku bingung sabar ya sso onni llllllaaaaannnjjjjjuuuuttttttt onni kkkkkkeeerreeennn daebak aaaaammmiiinnn semoga apa yg diinginkan tercapai onni figthing !!!!😀

  8. aduh bnr2 ngurass emosi thor ff mu .
    knp bumpa gk jujur aja sihh????? sikap y itu loh bikin keseulll bgt . . . apalagi kt2 y yg d kafe itu pas lah bkin ngomel2 sndri jg y . .

    amin amin smoga lulus ujian smptn y🙂
    next part thor aku tngu ya ff mu🙂

  9. bnr2 deh mmg KB ngeselin n nyebelin bgt dgn skpny yg ga tntu itu heran deh knp sso bs dgn mudh memaafknny,,msh teka teki dgn prsaan KB sbnrny kacian sso hrs dgn cr apalgi utk mmbuktikn ketulusan KB,,smg aj sso ny ga keburu bnr2 mnyerah n lelah

  10. Huaaa,,, Akhirnya dlanjut juga ff’y,, hehehe😀
    Aigoo, sikap kimbum bener2 nyebelin dsni,, bener2 gk bsa dtebak,, Grrrr,,,
    Kasian soeun ngerasa dpermainkan.
    Heoh knpa kimbum blg smw hanya sandiwara? Aishh jinjaa,,,,
    Splazz,, mank enak dsiram air ma soeun,, hahaha😀
    Lucu, sedih, tpi juga kasian, kkk😛
    Yeaah, akhir’y kimbum dtg juga k rumah soeun, & ngasih hadiah bwt soeun😀
    ‘Kalung itu adalah simbol jika kau adalah milikku, jadi kau jangan pernah melupakannya’
    Omo?? Apa itu artinya kimbum bener2 pgen miliki soeun? Huaa lanjuut resi, tpi sayang, sepertinya harus menunggu lama lg bwt lanjutan’y,
    HIATUS,,, apa skg Para Author bumsso lg musim bwt HIATUS ??
    #Sedih😦
    Tpi mw gimana lg, cuma bsa pasrah menunggu author kembali berkarya,
    ♧ȋȋ̊γ̲̣̣̥γ̥ɑ̤̥̈̊α̣̣̥α̍̍̊♧ kita pasti doain yg tbaik bwt km Res, Semoga berhasil masuk UNPAD y😉
    Semangat !!! ^_^

  11. Huaaa!!! Kim bum!!! Apasih dia.. bingung deh :v dia bner bner suka sma sso kan??:/
    Yaampun, ya walaupun kurang romantis ngasi kalungnya.. tapi lumayan lah😀 hahahah
    Sipp eon.. semangat ujiannya..^^ semoga berhasil dngn hasil yg memuaskan ^^

  12. ahaahaa.. hubungannya bumsso emang aneh.. yang satunya terlalu gengsi yang satunya terlalu blak-blakan.. kereeeenn ff nya.. seru juga.. di tunggu lanjutannya.. dan semoga sukses kakak ^_^

  13. ya ampun kimbumm,,, kau gengsian bgt,,, dan tega bgt bilang bgtu ama soeun.. gak tahu dech mau ngomong aplagi sama sikap kimbum.
    pasti bakal kangen bgt ama cerita ini,,
    tapi selamay menmpuh UN y,, semoga berhasil

  14. huaa daebak thor.. aku suka bangett..
    emmh sulit juga ngartiin perasaan kimbumm.. tapi aku terharu dengan cara dia ngasih kalung ke soeun..
    Sumpah keren abiesss ceritanya..
    dtunggu next partnya GPL ya hehehe
    #hwaiting utk author
    neomu2 johae..

  15. bercandanya kim bum nggak lucu deh sampai membuat so eun kayak gitu kasihan kan so eun, apalagi sampai ngambek kayak gitu…..
    Next part

    Wah semangat ya kak buat UN-nya nanti semoga diberi kelancaran dalam segala hal yang dilakukan dan tetap semangat🙂🙂🙂

  16. Howwaaa~ author-nim trnyata msh sekolah yaa ?
    baru mau persiapan UAN & pnya rncana masuk UNPAD ..
    Pkok’x di-aamien-kan yaa~ smoga cita” & hrapan’x trkabul . UAN’x lancar , lulus , & masuk UNPAD O:)

    Duhh~ si Bum makin bkin bingung . Sbnr’x prkataan’x ttg perasaan dy ke Sso ituh serius gak sihh ? -_-
    Sempet nangis jg gara” kelakuan Bum di cafe😥 bt lgsg senyum” gaje lg pas Bum dtg ke rmh Sso & ngasih hadiah kalung .. Ahh~ Bum ituh gengsian jg rupa’x .. Hha~
    Hmm~ bkal lama dong yaa nunggu next part’x ? Bt gpp , author-nim fokus ajah dlu sama urusan pndidikan’x🙂 biar ntar bkin ff’x gak nanggung xD /nge-modus/slapped

    Sllu smangat yaa~ makin bersinar , & akan trus ditunggu karya”mu slanjut’x😉

  17. OMG lagi dan lagi ssonni dipermainkan..😦 sumpah ini keterlaluan bangeeett.. bumppa jangan suka permainin perasaan ssonni dong.. kan kasian😦 ditunggu part selanjutnya eonni🙂 hwaithing!!!

  18. Ahh..terharu baca part ini,kim bum msh gengsi mengakui perasaannya ke so eun,tp walaupun begitu udh mulai ada kemajuan,setidaknya kim bum udh lebih perhatian ke so eun,tentunya dg cara2 yg ga biasa…

  19. Waah kimbum bcnda na ktrlaluan bgt, sbnr.na kb gmna seh ma soeun?? Bnr2 bkin pnasaran
    fighting author bwt ujian n ff, dtnggu klnjutan na🙂

  20. Kim bum bercanda’y keterlaluan,,mungkin buat dia itu adalah sebuah lelucon tpi buat so eun itu adalah kata2 yg sangatt menyakitkan hati’y…
    Next part…

  21. Aq bru aja bc ffx, g tau knpa aq smpai nangis bcx, bum bnar2 ktrlaluan dia gi2in amat sso, aq pgen bngt ada laki2 lain yg menyukai sso n sso jg suka shngga bum nyesel n berblik mengejar2 sso trus mlakukn bxk cra u mendptkn sso, ah bum kau sngt2 ktrlaluan tpi wlpn bgi2 aq tak bsa membncimu ato mrah pdmu, ok saeng smangt blajar sm0ga ujianx lncr n mendpt nilai yg bgus. Aamiin

  22. Waaaaaa ceritanya mkin seru dan buat penasaran bnget
    Sbnernya kimbum blg dia suka dgn doeun itu bneran apa bhongan ya?
    Kimbum bner2 gengsi ya blg suka kesoeun dan ngakuiinnya
    Ttep dtnggu kok next partnya
    Smngt buat un dan tes lainnya

  23. Ahahha kirain pas wktu so eun mukul kim bum dia bnr bnr marah ..
    Eeh eeh ehh trnyata kesal brcampur bahagia sampe nangis terharu kya gtu …

    Haha lucu kocak bangettt

  24. DaebakkK
    kim bum bercandanya sangat keterlaluan,rasa gengsinya benar-benar besar.
    Sso benar-benar gak bisa marah terlalu lama sama kim bum,walaupun sekasar apa pun perkataan dan tindakan kim bum.

  25. Kimbum bercandanya keterlaluan bgt sih,,,kasian soeun selalu dipermainkan terus sama kimbum…..
    Tapi,,,, yeeeeyy kim bum akhir’a ngaku kalo dia juga menyukai kim so eun….
    Waah bum romantis bgt ngasih soeun kalung,,, ecieee ^^ tapi kenapa masih gengsi,, jujur donk….Kkkk

  26. huaaaaa ketinggalan jauh,,,, >_< kasian Sso seperti di bawa melayang ke awan terus di hempasin gitu aja ke jurang,,, kimbum becandanya gak asik sich…! lanjut ah ~

  27. hwaaaaaa
    dasar maniac kau bum…
    dikira bnrn suka am sso eh malhan cm omongan semata…
    kampret kau bum…
    hiks hiks….
    haduuuuuh…
    sampai kpn kau akan trs gengsian sih bum..apa susahnya sih tinggal blng suka…
    cieeeee
    trnyta baik jg tuh beliin kalung…
    tapi,,,,
    sampai kpn hbngn ini gq jlz???
    hiks

  28. Bum bercandanya kelewatan -_- huuh.. bum bisa romantis juga yah? Kirain mau nyekik sso tapi malah masangin kalung kkkk=D ngakak ngebayangin wajah sso yg lagi nangis bahagia wkwkk. Bum cepat nyatakan cinta…

  29. wah bum jahat bngt sih kata2nya walaupun menurut dia becanda tpi liat efeknya sso sampe nangis sakit hati gt padahal sso sangat sabar walau kim bum selalu kasar ngomongnya ma dia..wah kalung tanda sso milik kim bum keliatan bngt maksud asli kim bum tpi tau sso ngerti gx

  30. wah bum jahat bngt sih kata2nya walaupun menurut dia becanda tpi liat efeknya sso sampe nangis sakit hati gt padahal sso sangat sabar walau kim bum selalu kasar ngomongnya ma dia..wah kalung tanda sso milik kim bum keliatan bngt maksud asli kim bum tpi tau sso ngerti gx…..mkin kesini sikap kim bum agk melunak sama sso…3 teman yang aneh…msa hrz kirim2 foto saat natal

  31. huh beneran bum bikin perasaan kayak naek rollercoaster deh… wkwk

    yg dijadiin lelucon itu pas bum bilang dia cuma becanda suka ama sso kan? eh taunya sso malah marah besar..

    aduh bum, gengsi diduluin ya gitu… tp setidaknya kamu udh nyesel hihi..

    cara kasih kalungnya gitu amat… tp entahlah walo bum nyebelin tp care… aku suka interaksi mereka, menurutku sweet, romantisnya dapet.. haha reader aneh *_*

  32. kim bum bener2 keterlaluan pada so eun sampe sakit hati, tapi senang juga dengan kim bum datang k rumah so eun dan memberikan hadiah kalung, daebak..

  33. ya Ampyun Kimbum aq ingin melemparkanmu ke Samudera pasifik. . . . keterlaluan !!!!! klo cinta yg gk gt jg . . aq ikutan kesel ma sikapnya . . . !!!!
    kim So Eun mah sekali2 buat dia cemburu . . pengen tau reaksi Kimbum jika cemburu🙂

  34. karakternya sso kelewat polos n bener2 percaya ama perkataan orang plus karakter kim bum yang dingin tapi tetep keren.
    daebak n good job buat author, keep fighting..!!

  35. Wah gila bumpa becandanya kelewatan sampe bwt sso eonni nangis sampe diguyur aer lg,, dpt dr mana tuh kalungnya,, wah bumpa kurang romantis tuh, hehe, tapi g nyangka jg kalo bumpa bakal nyamperin kerumahnya eonni,,

  36. gilak, kim bum oppa bnr2 kelewatan, kasihan so eun eonni yang selalu berharap dan oppa malah menghancurkan harapan itu dalam beberapa detik..
    tpi kim bum oppa bnr2 serius mencintai so eun eonni, hanya saja gengsi mengalahkan semuanya…

  37. Aaiigggoo bumppa becandanya keterlaluan banget sih-,-
    Aku kalo jadi sso aaiissshh malu bgt liat muka bumppa.(N)
    Tapi bumppa juga nebus kesalahannya deng cara yang ‘menurut aku’ ROMANTIS bgt😀 >3>3 aaiigggo bumppa ngasih kalung aja gengsi sih…:D

    Ayyollah bumppa ngaku aja ko susah bgt -_-

    Terus berkarya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s