Today, Love Is Begin PART 8

Today, Love Is Begin

kbkse110

Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom
Other Cast : Jung Il Woo, Kim Woo Bin, Shin Ni Rin, Lee Bo Young, Kang Hye Rim. Mungkin akan ada cast lain yang muncul.
Genre : Romance Comedy
Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.

Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

PART 8

“aku sudah memasangkannya.” Ujar kim bum. So eun menatap kim bum tidak mengerti.
“kalung.” Lanjut kim bum. So eun menatap kim bum tidak percaya lalu menyentuh lehernya yang ternyata sudah terpasang kalung dengan bandul berbentuk bulan sabit, so eun menatap kalung itu. Kim bum mengerutkan keningnya, berusaha menahan rasa gengsinya.
“baiklah, biarkan aku menjelaskannya. Itu hanya karena aku tak sengaja menemukan benda yang membuatku tertarik dan kelihatan cocok untukmu. Jadi aku pikir tidak ada salahnya jika aku membelinya.” Jelas kim bum. So eun menatap kim bum tak percaya.
“Kalung itu adalah simbol jika kau adalah milikku, jadi kau jangan pernah melupakannya.” Ujar kim bum yang masih saja besar rasa gengsinya, ia mengucapkan kata-kata itu tanpa melihat ke arah so eun dan dengan mimik wajah yang kelihatan sangat tidak nyaman. Ia mengerutkan keningnya saat berbicara seperti itu.
Tiba-tiba saja so eun melayangkan pukulan ke arah dada kim bum tanpa sempat kim bum menahannya. Kim bum kaget dengan apa yang so eun lakukan itu.
“kau benar-benar jahat…hic….hic…..” so eun kembali menangis. Air matanya jatuh dengan deras, ia tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaanya saat ini. Antara kesal, marah, dan senang.
“hic…..hic…….hic……g..gomawo.” ujar so eun akhirnya. Sekarang ia menangis karena benar-benar senang dan terharu. Ia tidak menyangka jika kim bum akan memberikannya sebuah kalung meskipun dengan cara yang tidak manis.
“aku….aku senang.” Ujar so eun yang masih saja menangis.
Kim bum yang melihat so eun menangis seperti itu jadi merasa tidak tega.
“uhuuuhuhu….huaaa………” tangisan so eun malah semakin keras. “aku pasti akan menjaganya hic…hic….” Ujar so eun.
“sudahlah, jangan menangis.” Ujar kim bum.

‘aku menyukaimu, kim so eun’. Apa yang pernah kau katakan saat itu kepadaku, bolehkan aku mempercayainya, walaupun hanya sedikit?

-today love is begin-

Selama liburan natal dan tahun baru, So eun belum pernah lagi bertemu dengan kim bum setelah kejadian dimana kim bum memberikannya sebuah kalung kepadanya. Bahkan untuk sekedar ingin melihatnya pun ia tidak bisa karena kim bum yang susah dihubungi, kim bum pun tak juga menelpon atau sekedar mengirim pesan kepadanya.
Waktu berjalan begitu cepat, liburan telah usai dan semester baru pun dimulai. Semua siswa-siswi Chungju Highschool sedang berbaris dilapangan mengikuti upacara pembukaan semester baru. Disana tampak so eun berbaris bersama hye rim dan bo young. Selama kepala sekolah berpidato di depan semua murid, so eun terus saja mengarahkan pandangannya ke arah barisan kelasnya kim bum. Tapi so eun tak kunjung menemukan sosok orang yang dicarinya. Begitu pula dengan hye rim dan bo young, mereka malah asik mengobrol disaat kepala sekolah masih memberikan pidatonya.
“liburan musim dingin terasa begitu cepat berakhir.” Ujar hye rim.
“iya kau benar, satu bulan terasa begitu singkat.” Balas bo young.
“bo young-ah…aku rasa kau semakin gemuk, apa berat badanmu naik?” Tanya hye rim.
“ehh? Apakah kelihatan dengan jelas?” Tanya balik bo young.
“yeah.” Hye rim mengangguk.
“selama liburan aku memang jadi banyak makan hehehe, padahal dari awal aku sudah berniat untuk tidak memakan kue dan coklat selama liburan. Tapi kau tahu kan? Udara begitu dingin dan aku terpaksa memakan banyak coklat untuk sedikit menghangatkan tubuhku.” Cerita bo young.
“ah…aku mengerti.” Balas hye rim. Lalu hye rim melihat so eun yang sedari tadi kepalanya tak mau diam.
“so eun-ah….waegeurae? apa yang sedang kau lihat?” heran hye rim.
“bukan apa-apa.” Balas so eun tanpa melihat sedikit pun ke arah hye rim ataupun bo young. Hye rim dan bo young saling tatap lalu mengangkat bahu mereka masing-masing pertanda tidak tahu.
Selama kurang lebih lima belas menit, akhirnya upacara penyambutan semester baru pun telah selesai. Semua murid kini mulai berhamburan untuk menuju kelas mereka masing-masing.
“miaaann….aku akan ke kelas lebih dulu !” ujar so eun buru-buru pada hye rim dan bo young. Lalu so eun pun berlari-lari kecil meninggalkan mereka. Sementara itu hye rim dan bo young menatap kepergian so eun dengan heran.
“hari pertama masuk, dia kelihatan aneh sekali.” Ujar bo young. “hmmm..” hye rim mengangguk.
So eun berlari-lari kecil menuju bubaran kelasnya kim bum. Ia bahkan menerobos para siswa lain hingga tak sengaja menyenggol mereka. Murid-murid itu protes pada so eun, namun so eun mengabaikannya. Dari sanalah akhirnya so eun berhasil menemukan sosok kim bum. Kim bum sedang berjalan bersama dengan seorang murid perempuan dan mereka tampak mengobrol dengan akrab.
“kim bum-ssi !” panggil so eun dengan nafas yang tidak beraturan. Orang yang dipanggilpun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap asal suara. So eun pun menghampiri kim bum lebih dekat.
“kim bum-ssi, aku ke kelas lebih dulu ne?” ujar perempuan itu.
“oh ye.” Balas kim bum. Lalu perempuan itu pun pergi meninggalkan kim bum dan so eun.
“se..selamat pagi.” Ujar so eun seraya menatap kim bum dan masih dengan nafas yang ngos-ngosan. “dan juga….selamat tahun baru heheh.” Lanjutnya.
“oh….kau datang saat kau melihat pemilikmu.” Ujar kim bum. “kau tidak berubah sama sekali, huh?” tanyanya seraya memerhatikan so eun.
“i…itu karena…karena sudah sangat lama sejak aku melihatmu terakhir kalinya, kita tidak bertemu selama liburan musim dingin. Kim bum-ssi juga tidak menghubungiku, sebenarnya apa saja yang kau lakukan?” Tanya so eun.
Kim bum menghela nafas lalu menggaruk tengkuknya. “selama tahun baru, aku pergi berlibur.” Jawabnya.
“d…dengan siapa?” Tanya so eun.
“dengan ayahku. Dia sangat mengganggu dan terus memaksaku untuk ikut berlibur dengannya seraya mencari uang, dia adalah tipe seperti itu. Jadi aku terpaksa ikut dengannya.” Jelas kim bum. So eun hanya menatap kim bum saja. “alasan aku tidak bisa melihat atau bertemu denganmu karena aku sedang sibuk.” Lanjutnya.
So eun menghela nafasnya. “ya aku mengerti, tapi bukankah lebih baik kau membalas satu saja pesan dariku? Apakah kau mencoba mengacuhkanku?” Tanya so eun.
“memangnya kenapa? Apakah setelah aku meninggalkanmu sendirian, kau kembali menangis lagi, huh?” Tanya kim bum.
“aku tidak menangis !” jawab so eun cepat.
“jincha?” kim bum merasa tidak percaya.
“yeah.” So eun tersenyum. “karena aku punya ini !” so eun menunjukkan kalung yang sedang ia pakai pada kim bum. Kim bum langsung menatap kalung itu lalu setelahnya menatap so eun kembali.
“aku benar-benar mengingat apa yang kau katakan kepadaku. Jadi, aku sangat berterimakasih kepada kalung ini yang bisa membuatku menjadi lebih bersemangat, hehe.” So eun nyengir kepada kim bum. Ia tampak senang sekali mengingat kalung itu adalah pemberian kim bum. Pemberian orang yang ia sukai.
“heh….” Kim bum membuang nafasnya. “tapi asal kau tahu, hanya aku yang bisa memutuskan kapan hubungan kita berakhir. Jadi, ketika itu terjadi, benda itu tidak akan ada artinya lagi.” Jelas kim bum lalu berbalik dan mulai melangkah.
“kenapa tiba-tiba kau malah mengatakan hal itu?” heran so eun yang kini sudah mensejajarkan langkahnya dengan kim bum. So eun menengadahkan kepalanya menatap wajah kim bum.
“aku hanya memberimu peringatan.” Balas kim bum. So eun hanya mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban kim bum. Namun setidaknya ia bersyukur, sikap kim bum sudah mulai melunak meskipun sangat-sangat sedikit.
‘aku sangat senang karena sekarang dia menganggapku sebagai sesuatu yang spesial. Meskipun aku tidak tahu apakah ini hanyalah cinta kepada peliharaan, atau cinta kepada seoarang perempuan.’ Batin so eun seraya menatap kim bum dari samping lalu menyunggingkan senyumnya. Kim bum yang menyadari so eun memerhatikannya langsung saja berdehem.
“jangan menatapku dengan ekspresi seperti itu ! kau kelihatan seperti peliharaan yang menginginkan belas kasih dari majikannya.” Ujar kim bum yang langsung membuat so eun mangalihkan tatapannya ke depan, so eun memanyunkan bibirnya.
‘tapi tetap saja mulutnya mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan.’ Batin so eun.

-today love is begin-

Istirahat telah tiba. Kim so eun dan shin ni rin sedang berada di kantin sekarang ini. So eun menyantap makanannya dengan sangat lahap dan sesekali ia tersenyum sendiri. Melihat kelakuan so eun yang seperti itu, membuat nirin heran dan menatap so eun dengan aneh.
“so eun-ah, apa saja yang terjadi kepadamu selama liburan?” Tanya nirin.
“huh?” so eun tak mengerti, ia menatap nirin dengan wajah polos.
“sedari tadi aku melihatmu senyum-senyum sendiri, aku pikir sesuatu telah terjadi kepadamu hingga kau seperti ini.” Ujar nirin. Ia masih menatap so eun dengan tatapan ingin meminta penjelasan. Ia ingin tahu apa yang telah terjadi kepada sahabatnya ini. Setelah bulan-bulan kemarin banyak menangis karena sikap kim bum, sekarang so eun terlihat sangat senang sekali.
“yang terjadi kepadaku?” so eun menunjuk dirinya sendiri, lalu ia tersenyum dengan mulut yang masih dipenuhi dengan makanan.
“aku sedang senang nirin-ah, kim bum-ssi memberikan ini kepadaku sebagai hadiah natal.” Ujar so eun seraya memperlihatkan kalung yang terpasang di lehernya itu kepada nirin. Nirin sedikit kaget dan tidak menyangka dengan apa yang so eun katakana barusan.
“kim bum-ssi? Apakah tidak salah? Apa kau sedang mengkhayal so eun-ah?” Nirin kelihatan tidak percaya. Pasalnya yang ia tahu, selama setahun ia satu kelas dengan kim bum. Kim bum bukanlah tipe laki-laki seperti itu. Terlebih ia memberikan benda semacam itu kepada so eun, sungguh ia tidak menyangka.
“terserah kau mau percaya atau tidak. Tapi ini asli pemberiannya. Aku sendiri tidak menyangka dia akan memberikanku barang seperti ini.” Balas so eun masih dengan senyum yang mengembang dari bibirnya.
“apa dia mulai menyukaimu?” Tanya nirin menatap so eun ingin tahu.
“molla~ aku sudah bekerja dengan keras untuk membuat dia menyukaiku, mulai dari level dimana aku sebagai peliharaannya menuju level untuk menjadi kekasihnya, bahkan sampai gagal berkali-kali dan begitu membuatku banyak menangis.” Curhat so eun yang kini kembali menyantap makanannya.
“yah aku akui, kau sangat bekerja keras dalam kehidupan percintaanmu. Tapi apakah besok kau akan baik-baik saja?” Tanya nirin khwatir melihat so eun.
“huh? Memangnya ada apa di hari esok?” Tanya so eun dengan wajah polosnya. Ia menatap nirin dengan pipi menggembung.
“ada kuis untuk semua mata pelajaran.” Jawab nirin.
“eh…” so eun langsung pucat pasi saat mengetahuinya. Ia langsung menghentikan giginya yang mengunyah makanan.
“apa kau lupa? Tidak ingat sama sekali?” Tanya nirin. So eun menggeleng.
“yah, meskipun tes ini hanya untuk menguji kemampuan, tapi tes inilah yang akan menentukan nasibmu saat di kelas tiga nanti.” Jelas nirin.
“eh…jincha?” pekik so eun. Nirin mengangguk.
“ehehe, tapi aku rasa tidak akan begitu bermasalah bagiku. Aku selalu mendengarkan penjelasan guru saat di kelas.” Ujar so eun dengan entengnya.
“jika seperti itu, baguslah.” Timpal nirin. Mereka pun melanjutkan aktivitas makan mereka.

Setelah mengikuti tes dengan penuh perjuangan beberapa hari yang lalu. Hari ini hasil tes itu sudah ada di tangan so eun. So eun menatap hasilnya dengan wajah pucat. Tentu saja, semua nilai yang ia dapat tak ada satupun yang lebih dari 50 poin.
“eo…eoteokae?” gumamnya.
“jadi, inikah yang kau bilang tidak masalah bagimu?” cibir nirin saat ia tak sengaja menemukan so eun dan melihat hasil tes milik so eun. So eun langsung menatap nirin yang berdiri di belakangnya.
“nirin-ah…” so eun menampakkan wajah malangnya.
“jika nilaimu terus seperti ini, kau bisa ditempatkan di kelas paling buruk di kelas tiga nanti.” Ujar ni rin.
“a..andwae…andwae…aku tidak mau nirin-ah….kalau begitu apa yang harus aku lakukan?” Tanya so eun dengan tatapan memohon pada nirin. Nirin menghela nafasnya.
“bukankah soalnya cukup mudah? Bahkan semua yang sudah dipelajari.” Ujar nirin.
“a..aku tahu itu, tapi entah kenapa selama tes berlangsung yang ada dipikiranku hanyalah kim bum-ssi, jadi aku tidak bisa berkonsentrasi.” Ujar so eun. Nirin diam, ia tak membalas ucapan itu. Ia hanya menatap ke seseorang yang berdiri tepat di belakang so eun.
“huh? Kenapa kau malah jadi menyalahkanku?” Tanya kim bum tiba-tiba seraya merebut alih semua kertas-kertas hasil tes so eun. So eun kaget dan langsung membalikkan tubuhnya ke belakang, menghadap kim bum yang kini tengah melihat-lihat kertas hasil tesnya.
“wow…..daebak !” cibir kim bum. “ternyata di dunia ini masih ada siswi SMA yang mendapat nilai buruk seperti ini.” Cibirnya lagi.
“yak…kembalikan !” pinta so eun seraya berusaha merebut kembali kertas-kertas miliknya. Namun kim bum malah mengangkat tangannya tinggi-tinggi sehinga tak bisa digapai oleh so eun.
“haruskah aku membacanya dengan keras? Matematika 30 poin, fisika 25 poin, bahasa ingg………”kim bum membacakan nilai so eun dengan suara cukup keras.
“yak…hentikan !!” teriak so eun dan dengan cepat so eun pun merebut kertas itu. Kim bum malah tersenyum mencibir.
“kau benar-benar…….dasar kau….” Kesal so eun. Kim bum tak menghiraukannya, ia malah menatap nirin lalu tersenyum ramah kepadanya.
“tes remedial dua hari lagi, benar kan?” Tanya kim bum.
“ah iya, soal-soalnya akan sama persis dan yang diremedial pun hanya mata pelajaran yang tidak tuntas saja.” Jawab nirin.
“hmmm…” kim bum mengangguk mengerti, lalu ia kembali menatap so eun yang kini tengah memunggunginya dan memegang erat kertas-kertas miliknya itu. Ia benar-benar malu karena kim bum mengetahui nilanya yang sangat bobrok. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ia berhadapan dengan kim bum saat ini.
“hey….so eun-ssi !” panggil kim bum. So eun pun memutar kepalanya secara perlahan.
“sepertinya tidak ada cara lain, jadi aku akan mengajarimu.” Ujar kim bum. Mata so eun langsung membulat sempurna mendengarnya.
“a..apakah tidak apa-apa?” Tanya so eun.
“aku hanya khawatir orang-orang akan berpendapat jika aku tertarik dengan perempuan bodoh, jadi sebelum itu terjadi aku akan mengajarimu. Aku tidak bisa membayangkan jika kau akan berada di kelas paling buruk nanti.” Jawab kim bum.
“a….mianhae…” ujar so eun. “kalau begitu, mohon bimbingan dan bantuannya !” so eun membungkukkan badannya kepada kim bum.
Kim bum melipat kedua lengannya di dada. “selama dua hari ke depan, aku akan mengajarimu sangat keras di rumahku.” Ujar kim bum lalu ia pun pergi meninggalkan so eun dan nirin. So eun langsung mengangkat wajahnya dan menatap punggung kim bum yang semakin menjauh. Yang ia tidak sangka adalah ia akan berlajar di rumah kim bum, dan hanya berdua.
“bukankah itu bagus so eun-ah?” ujar nirin. So eun diam, ia tak menghiraukan ucapan nirin.

-today love is begin-

“So eun-ah kau mau kemana?” Tanya ibunya saat ia melihat so eun tengah bersiap-siap di kamarnya.
“Ah eomma, kau mengagetkanku.” Balas so eun, ia sudah memasukan semua buku yang dibutuhkannya untuk belajar bersama kim bum hari ini.
“Sudah gelap seperti ini kau mau pergi kemana?” Tanya ibunya sekali lagi.
“Aku akan belajar kelompok di rumah nirin eomma, mungkin aku juga akan menginap disana.” Jawab so eun. Woah baru pertama kali ini ia berani berbohong pada ibunya. ‘Mian eomma’
“Ah kalau begitu hati-hatilah, jangan lupa bawa jaket yang tebal dan payung, kemungkinan malam ini salju akan turun lagi.” Titah eommanya.
“Arasseo, kalau begitu aku pergi eomma.” Ujar so eun.
Ibunya hanya menatap tubuh so eun yang menjauh darinya dengan kening sedikit mengerut. “Kenapa aku merasa dia sedang berbohong ya?” Gumamnya.

-today love is begin-

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 7 malam. Kim bum terus saja mengetuk-ketukan jarinya pada meja karena kesal. Cuaca hari ini benar-benar dingin, sampai ia mentupi tubuhnya dengan selimut tebal.
“Ck…kenapa dia belum datang juga?” Kesalnya. Kim bum lalu beranjak dari duduknya dan mengambil ponselnya. Ia berniat untuk menghubungi so eun.
Kim bum menekan tombol call pada ponselnya, tapi setelah menunggu beberapa saat, tak kunjung ada jawaban dari so eun. Kim bum menghela nafasnya lalu memilih untuk menyalakan televisi.
“Apa dia benar-benar berniat ingin belajar denganku?” Gerutu kim bum. Sudah sepuluh menit berlalu, so eun tak kunjung datang juga, semakin membuat kim bum kesal. Acara-acara di televisi pun tidak ada yang menarik, membuatnya berkali-kali memindahkan chanel dan pada akhirnya ia mematikan televisinya dan melempar remote yang di pegangnya itu. Kim bum lalu memilih membaringkan tubuhnya di ranjangnya.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering. Kim bum segera melihatnya. Ternyata itu panggilan dari shin ni rin.

“yobeosaeyo ni rin-ssi.”
“kim bum-ssi, apakah so eun sedang bersamamu sekarang ini?” terdengar nada khawatir dari nirin.
“ani.” Balas kim bum.
“jinjjaru? Tadi ibunya menghubungiku dan menanyakan apakah so eun belajar bersama denganku atau tidak, karena aku tahu so eun berbohong jadi aku menjawab ‘iya’ saja.”
“dia belum juga datang ke rumahku.”
“Apa kau menonton berita hari ini kim bum-ssi? Katanya malam ini akan ada badai salju.” Mata kim bum membulat mendengarnya.
“aku khawatir, sudah beberapa kali aku menghubungi so eun tapi dia tak menjawabnya juga. Aku takut terjadi sesuatu padanya.” Nada nirin di ujung sana semakin terdengar cemas saja.
“apakah berita yang kau katakan tadi benar?” Tanya kim bum.
“ne, aku minta bantuan padamu kim bum-ssi, tolong cari so eun ! aku sudah terlanjur mengatakan pada ibunya jika dia bersamaku, jika terjadi sesuatu padanya pasti aku juga akan merasa bersalah.” Pinta nirin.
Kim bum terdiam.
“mungkin saja dia sudah dekat dengan daerah tempat tinggalmu, aku sangat berterimakasih jika kau mencarinya.”
“aku mengerti.” Balas kim bum akhirnya.
“terimkasih kim bum-ssi, bisakah kau menghubungiku jika sudah bersama dengan so eunni?” pinta nirin.
“aku akan menghubungimu.” Balas kim bum. Sambungan telpon pun terputus.

Kim bum mendesah. “sebenarnya kemana gadis itu?” pikir kim bum.
Dengan cepat ia pun melempar selimut yang membungkus tubuhnya, memakai mantel berwarna abu tua, dan langsung keluar dari apartemennya.
Cuaca diluar benar-benar dingin, sampai-sampai mulut kim bum pun sulit untuk berbicara. Hidungnya memerah, dan terpaan angin dingin menusuk wajahnya. salju-salju kecil pun mulai turun, semakin menambah rasa dingin yang menghinggapi tubuhnya.
“maaf…” kim bum membuat kedua orang wanita sekitar berumur 40 tahunan yang sedang terburu-buru itu berhenti berjalan.
“apakah kau melihat seorang perempuan di sekitar sini? Dia anak SMA, rambutnya sepanjang ini?” Tanya kim bum seraya mencontohkan panjang rambut so eun dengan tangannya. Kedua perempuan tua itu mengerutkan keningnya.
“hidungnya mancung, dan pipinya sedikit berisi.” Tambah kim bum.
“apakah dia hilang?” Tanya salah satu dari wanita tua itu.
“ani….ah ne.” balas kim bum.
“jika kau tidak juga menemukannya, lebih baik kau menghubungi polisi.” Saran wanita tua yang satunya lagi.
“ah kamsahamnida.” Balas kim bum.
Kim bum menghela nafasnya, membuat uap putih keluar dari mulutnya. Jalanan sudah sepi, tak ada orang yang bisa ia tanya. Mungkin karena malam ini akan ada badai salju. Semua orang pasti diam di rumah mereka masing-masing. Kim bum sudah mencoba mencari so eun ke jalanan di sekitar rumahnya, dan sekarang ia sudah mencarinya cukup jauh. Ia betul-betul khawatir. Belum pernah ia khawatir seperti ini, terlebih pada seorang wanita.
“sebenarnya, ada diamana dia sekarang?” batin kim bum. Ia sudah lelah, nafasnya terengah-engah. Ia juga sudah terlalu lama berada di luar.
“SIAL !” kesalnya lalu memukul tiang listrik di dekatnya. Kim bum terlihat sedikit frustasi karena tak kunjung menemukan so eun. Hal-hal aneh pun muncul di pikirannya.
“ada dimana kau sekarang?” gumam kim bum.
“oh….kim bum-ssi.” Suara perempuan ini membuat kim bum langsung menegakkan tubuhnya dan berbalik ke belakang. Ia melihat so eun berdiri beberapa meter di belakangnya.
“kim so eun?” ujar kim bum.
“kenapa kau ada di luar?” tanya so eun polos. “apakah ada sesuatu yang ingin kau beli? Di dekat sini ada minimarket yang masih buka. Meskipun sedikit jauh tapi tak apa, aku bisa mengantarmu.” Ujar so eun. Kim bum menatap so eun tidak percaya. Bagaimana bisa ia bicara sepolos ini di saat orang lain mengkhawatirkannya.
“YAK GADIS BODOH !!!” teriak kim bum tepat di wajah so eun. So eun sedikit memundurkan tubuhnya ke belakang. Ia takut kenapa kim bum tiba-tiba membentaknya.
“JANGAN BERCANDA DENGANKU ! MALAM INI AKAN ADA BADAI SALJU ! TIDAK HANYA PONSELMU YANG SULIT DIHUBUNGI DAN KAU BERSIKAP POLOS DIDEPANKU, KENAPA KAU TIDAK MENGHUBUNGIKU JIKA KAU AKAN TELAT DATANG, HAH?” teriak kim bum. So eun malah menatap kim bum tanpa berkedip.
“SEBENARNYA SEDARI TADI APA SAJA YANG KAU LAKUKAN, DAN DARI MANA SAJA KAU?” kim bum malah semakin membentak so eun, membuat so eun jadi takut.
“i..itu…tadi aku salah naik bus dan harus memutar arah dulu. Lalu aku berniat pergi ke minimarket terdekat, tapi ternyata semua sudah tutup. Dan aku kembali ke minimarket yang lumayan jauh.” Jawab so eun dengan nada rendah.
“hah? Minimarket?” Tanya kim bum, kelihatannya ia masih sedikit marah, tapi lebih mending daripada saat pertama.
“anu….jika aku tidak ke minimarket, aku tidak akan bisa membawa ini…” so eun mengangkat kedua tangannya yang membawa kantong plastik. Kim bum mengerutkan kening melihatnya.
“hotpot set.” Lanjut so eun.
“ha? Hotpot?” Tanya kim bum.
So eun menundukkan kepalanya, bibirnya sedikit mengerut. “cuaca hari ini sangat dingin, aku rasa kau juga tidak punya hotpot set di rumahmu, jadi aku membelinya. Jadi aku rasa hotpot ini akan membuat sedikit hangat.” Jelas so eun. kim bum kini hanya bisa menatap so eun saja.
“lagipula aku rasa kau juga lapar, jadi aku membeli sedikit makanan, aku pernah berkunjung ke rumahmu dan kau tidak punya persediaan makanan yang banyak. Dan….dan juga…aku ingin melakukan sesuatu yang cukup girly…seperti memasak.” Ujar so eun dengan suara pelan. Sebenarnya ia malu untuk mengungkapkan ini kepada kim bum. Tapi ia harus memberitahunya. Kim bum membulatkan matanya mendengar apa yang so eun katakana. Sebegitu perhatiannya kah perempuan ini?
“yah meskipun aku tidak terlalu baik dalam memasak.” Perlahan so eun pun mengangkat kepalanya untuk menatap kim bum.
“haaah…” kim bum menghela nafasnya. “kau memang benar-benar bodoh !” kim bum melipat kedua lengannya di dada.
“meskipun itu semua adalah alasanmu, tapi setidaknya kau menghubungiku dulu sebelumnya, jadi tak membuat orang lain repot. Aku sampai berfikir sesuatu yang buruk terjadi padamu.” Ujar kim bum.
“mian~” balas so eun.
Tiba-tiba kim bum mengulurkan tangannya ke arah so eun. So eun menatap kim bum tidak mengerti.
“berikan padaku !” perintah kim bum.
“huh?”
“kemarikan kantong plastik itu !”
So eun pun memberikan ke dua kantong plastik itu pada kim bum. So eun tak sengaja menyentuh tangan kim bum. Tangan kim bum sangat dingin, bahkan lebih dingin dari tangannya. Kim bum pun berbalik dan berjalan lebih dulu dari so eun.
“apakah dia sudah lama berada di luar hanya untuk mencariku?” gumam so eun seraya menatap punggung kim bum. “tangannya dingin sekali.”
“ayo cepat kita pulang ! aku hampir mati kedinginan, dan ini semua karena aku mengkhawatirkan peliharaanku yang bodoh !” ujar kim bum membalikkan tubuhnya menatap so eun.
Tiba-tiba senyum tersungging di wajah so eun. ‘ternyata, dia khawatir padaku.’ Batin so eun lali ia pun berlari kecil untuk mensejajarkan tubuhnya dengan kim bum.
“kalau begitu, biarkan aku menghangatkan tubuhmu, walaupun hanya sedikit.” Ujar so eun yang tanpa diminta langsung menggandeng lengan kim bum. Kim bum cukup kaget dibuatnya. Ia menatap so eun yang berada di sampingnya dengan kening berkerut dan mata yang sedikit membulat.
“ya ya ! lepaskan tanganku !” suruh kim bum.
“tapi ini semua salahku kan? Tidak ada yang bisa aku lakukan selain membuatmu hangat.” Balas so eun.
“aku tidak apa-apa, jadi lepaskan !” pinta kim bum.
“wae? Lagipula aku hanya peliharaanmu kan?” ujar so eun, wajahnya tampak berseri-seri saat ini.
Kim bum yang melihatnya pun jadi tak bisa berbuat apa-apa. “lakukan apa yang kau mau.” Akhirnya kim bum mengalah.
“hehehehe.” So eun malah tersenyum dan semakin mengeratkan tangannya menggandeng lengan kim bum.
“Aku jadi tidak mood untuk mengajarimu malam ini.” Ujar kim bum.
So eun mengerucutkan bibirnya. “miaaaaann.”

Bahkan meskipun tangannya terasa sangat dingin, dia berusaha mencariku, marah, lalu teriak-teriak kepadaku. Sekarang ini, aku merasa jika aku sudah diperlakukan layaknya seorang perempuan. Terkadang aku senang hari ini salju turun cukup lebat. Akankah kim bum-ssi mulai bisa merubah hatinya?

To Be Continued

Mian jika ceritanya kurang memuaskan, tapi saya harap kalian menyukainya.

NB :sekali lagi, FF ini merupakan versi bumssonya dari manga kesukaan saya, saya buat mirip sama manga aslinya dan hanya ditambahkan beberapa khayalan saya sendiri. Jadi, jika ada yang masih bingung sama ceritanya atau karakter kim bum disini yah karena seperti itulah cerita dan karakternya

55 thoughts on “Today, Love Is Begin PART 8

  1. hhhhhwwwwaaaaaaa lanjuuutttt onni omo kasian sso onni selma liburan gak ketemu bumppa aaeeeeeee bumppa.gengsi .hhhwwaaa bumppa khawatir banget ma sso onni senengnya llllaaannnjjjuuuuutttt ne onni ff onni kkeeerreeennnnnnn banget saeng suka😀 lanjutannya jangan lama lama ne onni saeng tunggu😀 figthing🙂

  2. like banget ^^ kim bum mulai terbuka yh.. ciyeeee.. sso nggak ada malunya yh -‘- tpi salut deh sma sso yg pantang menyerah itu.. kereeeeennn (y) next kkak =D

  3. wuaaa eonn sosok oppa bnar2 gemesin yakk..so eun n lcuu bggettt ngjar2 bum dann ituu jiahhh bum khwatir sma so eun n..akakah ad ssuatuu gtu d htii dia n..walaupun so eun slu d anggap plhraan dia snag bggett yakk..ampunn pas so eun nyamperin bum dngan tampng polos n ituu jiahh lcuuu bggett..xD dia gak tau ap bum ngekhwatirin dia n..lnjutt eon..yakk fighting eon..:-)🙂

  4. Crta,a sllu bkin aq mghayalkan krkter bumsso,,,
    bumppa yg dgnin dgn sso yg polos n mnydihkan,,,
    aq ska krakter manga yg susah dtebak,,,
    bumppa mlai mbka hati,a tok sso,,,
    ampk sekhwtir to,,,
    lbih brsha lg y sso,,,

  5. msih aja judes,gengsi n egois,,pdhl krg baik,setia n prhtian gmn cb soeun,,kcian sbnrny soeun dismkn m peliharaan ga etis n seenkny bgt ciey KB jd greget kn,,kpn dia bnr2 tulus n sdar dgn prsaany sblm trlmbt lho

  6. Akhirnya stelah lama banged menunggu klanjutan ni ff ,,, di terbitkan juga😉
    Aku makin suka ma ni ff … Walopun kimbum msh gengsi tp setidaknya ada secercah perhatian untuk sso…. Dg caranya sendiri…tetep pertahankan sikAp Kb yg kek gini k soeun hhhe biar sso yg merasakannya sndiri betapa ada cinta d situ😉
    Betapa bahagianya sso ketika dpt kalung pemberian kimbum ,walopun kb hanya memberi tanda kepemilikan hhhha ,,aaaaa soeun dh mulai ngerti alias dh peka ma tindkan kb .. Dan kimbum juga lambat laun memberi signal buat sso hhhe
    Terliat walopun kimbum membentak marah ketika kawatir ma soeun ..walopun kb menekankan kawatir ma peliharaannya tp soeun bs merasakan perhatian itu hhhe aaaaa love it (y)
    Cieeeeeeee colek3 sso🙂
    Beri kerikil kecil jg boleh thor , kek cowok laen yg deketin sso biar bum bs menunjukan hati na dikit or malah makin dingin yak kkkkke, murka apa g tu kb jdinya hihiii soalnya aku seneng klo sso d maki3 or d marah ma KB karna d situlah letak persaan kb hhhe *plakk*
    Reader, bener3 suka ma karakter kimbum n soeun d siniii , si gengsi ma si polos dg tingkah konyolnya , terkdng bikin geli n ni bs mengimbangi skp kb yg dingin ntu😉.. Cocok banged dah (y)

    Smoga nanti3 kimbum jd smakin menunjukkan rs sukanya amiiiin (y)
    Di part ini full line bumsso dan aku happpy bacana😉

    Lanjuuut ~
    Reader berharap part 9 nya ga lama ya thor (y) ya ya ya *maksa*

    Special thumb just for u (y)
    Keep writing thor :*

  7. eyyyy cieee bum uhukkk udh mulai mengekspresika keprhatianny sama sso kkkk haha si sso pst kegirangan stidaknya kb ga trlalu menjadikan sso ‘peliharaannya’ kkkk… omoonaaaa sso nilaimuuu itu hohoho di otakmu brkeliaran penuh kb smpe sgituny hohoho.. kekekek gregt aku sama karaktrr kb yg ga bisa ditebak kadanh gengsi kadang nyebelin kadang yahh baik kkk kasian sso jd ga bisa tau perasaan bum wkkkk pdhal si bum sbnernya udah ehemm gitu kkk.. iti scene bum nyari sso dan sso dtg tiba2 dgn wjah polosnya kkkk ga tau apa si bum khawatir bgt kkkk lanjut lanjut eonnnn^^

  8. Bum aq makin pnasaran sbnrx prasaanMu k sso i2 cnta ato bnar2 sprti yg kmu slalu ktakn sso adlh plharaanMu? Kdang2 aq kasian ma sso kalo bum cuek pdx tpi sso sndri jrng mrah kalo bum memprlakuknx dgn buruk, tdi aq smpt brpikr sso knpa2 untg dia baik2 sja n skrg sudh brsama kim bum.

  9. Huwwaaa~ suka ! Suka ! Suka !!
    dasar Bum gengsian~
    Paling suka scene yg Bum panik & nyari Sso kmna”. Smpe akhir’x Sso dtg & mnegucapkan hal” gak trduga dgn wajah polos. Yg bkin Bum jd teriak” xD
    Prhatian banget sih, si Bum ..
    ahh~ smw scene’x manis & lucu. Aku suka banget🙂
    ditunggu yaa kelanjutan’x . Keep spirit & hwaiting !!

  10. kyaaaaa daebaaal walaupun nunggu lama
    buat part ini,, ceritanyat tambah bkin
    hati berbunga2…kekeke bumppa so
    sweet bnget menrut ku d part ini, yah
    walaupun so sweetnya berbeda bnget dri
    yg lainnya… salut dah buat sso yg
    bertahan smpe skrng buat bum.. next
    part nya di tnggu ya, jgn lama2,, hehe
    Good job.. Fighting🙂

  11. Hwaaaa….Daebakkk…
    Kim bum jika kau memang menyukai so eun knpa harus gengsi…n knpa sifat.y msh ttp jutek..
    Omo..kim bum sangat menghawatirkn so eun sampai rela kedinginan..kya.y sudah mulai menyukai beneran…

    D.tunggu kelanjutannya..

  12. cie..cie.. bumppa sudah punya rasa tuh sama so eun eonni,,
    kajja bumppa palli nyatakan perasaan mu yg sebenarnya
    next chingu
    fighting🙂

  13. Akhirnya part 8nya d lanjt juga,.

    Kimbum mash gengsi nich mengatakan suka pada soeun,,

    yah jadi makin penasaran kelanjtanx,.
    D tnggu yah author,
    fighting

  14. aigooo aku senyum-senyum sendiri baca part ini. Kimbum tuch yach sikapnya membingungkan susah bgt ekspresiin perasaannya. Masih z bilang soeun itu peliharaannya. Tapi aku suka pas ada kata-kata aku tak pernah sekhawatir ini pada seorang perempuan. Sukaaa bgt,, semoga kimbum bisa sedikit berubah y ama soeun. Penasaran ama next part y,, pengen tahu perkembangan sikap kimbum ama soeun. Hehehe dilanjut y thor,, semangat.

  15. makin seru aja ni sm perubahan sikap bumpa.,
    apa yg bkalan trjd lg thor ????
    oppa bnr2 gak bs romantis,hhhhe
    makin menarik bgt sm hub mrka
    next part y d tngu

  16. Huaaa resi mian baru komen di part 8, part 7nya skip, hehe
    Keren, aku kira pas bum bilang dia suka soeun itu beneran ga taunya cuma boongan, huft😦
    Kadang aku kesel ama bum yg memperlakukan sso gitu, tapi kadang dia juga bisa sweet banget, #kasih sso kalung, hehe
    Masih susah ditebak gmna perasaan bum sebenernya ke sso…
    Tapi kekhawatirannya dia ke sso bener2 ngarep kalo dia mulai suka ama sso, keren pokoknya resi🙂
    Gmna ujiannya? Semoga bisa lulus dengan nilai yg memuaskan + bisa masuk universitas yg diinginkan, aminnn:) semangat ya snmptn nya!!

  17. come back jg akhirnya
    gengsi kim bum itu alaihiiiiiim beud
    huaaaaaa sso dudulz,,,, ckckkckck hahaha ktauan deh nilai cantiknya,, apapun alasannya kim bum setidaknya mw ngajari,,,

    wkkwkwkwkwk bumppa kwatir u/ pertama kalinya,,, aplg kpd wanita
    hihihiihi mw diapain jg si sso,, kayana dah tebal muka n telinga😀😀

    asikkkk kim bum terharu seperhatian ini kah sso pd nya
    awas aja kalo sso yg sepolos itu disia2in :p
    mw diapain aja, sso udh terima,,, smga kim bum lekas luluh
    cepetan part 9 nya yak

  18. Sebenarnya agak kesel jga sih sama so eun yg masih ajja mengejar kimbum,,pdhl kimbum udah sering nyakitin dia .. Tpi terharu jga sih,,soalnya so eun rela melakukan apa pun untuk kimbum..
    Wahh,,kimbum khawatir dgn so eun,,bolehkah aku berharap kalau kimbum udah mulai menyukai so eun ..
    Next ..

  19. Yeeeaaa!!! Di post juga.😀
    OMO!! Sso bela belain bohong sma eommanya untk kerumah kimbum buat belajar?😀 Wkwkwkwkw
    Dan dan… kim bum khawatir sma sso??❤
    Huaaa, senangnya..:D bela belain keluar wkt udara msh dingin, dan bela belain kedinginan cuna buat nyari sso, tpi sso dengan polosnya bilang dia salah bus dan belanja dulu.. *GUBRAK!!😄
    Sebenernya sso perhatian, tpi buat khawatir juga..XD hahahaha
    Ditunggu eon resi part selanjutnya..^^
    Fighting!! ^^

  20. Walaupun kimbum sok2 gengsi klo di depan so eun tapi itulah cara kimbum menyukai so eun,ga biasa…semakin penasaran sama lanjutannya..

  21. Bikin greget sama sikap kim bum,gengsinya besar banget.sso benar-benar sudah kebal dengan kata-kata tajam dari kim bum.

  22. Kimbum masih tetap gengsi sama soeun dan perkataan’a jg kadang masih membuat soeun sakit hati…. py mungkin itulah cara kimbum untuk menunjukan rasa sayang’a ke sso….hehe
    Cieee kimbum khawatir nih sama soeun ^_^

  23. Waaaa dikiraiin kimbum ngehindrin soeun slma liburn trnyta kimbum prgi brlibur
    Ciyeeee kimbum udh mulai kawatir dgn soeun smpe sgtunya nunggu dtngh udara dngin
    Dan sbgtu pratiannya soeun kekimbum sosweet

  24. kim bum nya khawatir banget!!!! udah negatif thinking aja kirain Sso nya kenapa napa tapi untunglah~ cieee yang jalan sambil gandengan tangan…..

  25. Oppa.. gengsimu kelewatan :p kapan nyatain cinta? Kerjanya ngejailin sso dan ngebentak sso mulu >.< Berubahlah dikit .. sso gandeng tangan bum? Cielaah.. so sweetnya🙂

  26. sso udh gx mikirin tuk menyudahi sandiwara it setelah oleh kim bum di kasih kalung bahkan kalung it bkin sso mkin smangat wah hebat tuh kalung.(tau yg ksih kalungnya?).aduh untuk pertama kalinya sso bohong ma ibunya untuk blajar bareng ma kim bum mulai nakal tuh

  27. aaaaaa bum khawatir hihihi
    suka suka suka..

    utk ukuran bum, perlakuannya ke sso udh trmasuk kategori sweet walo dia marah2 gitu.. itu artinya dia care, khawatir…. dia ga akan gitu kalo sso ga spesial hihi

    ah coba ada hug hug an pasti tambah romantis wkwk

  28. Aaaaaaaaa bumppa so sweet bgt sih >3>3 jadi iri sama sso !!! aaiigggoo kayaknya sso ingga bisa tidur tuch karna bumppa yg khawatir sama sso.. ciiiee..cciiieee perasaan sso udah mulai terbalas niee eee..😀 >3>3
    Semakin menarik aja dan bumppa juga kayaknya mulai melunak deh😀

    Terus berkarya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s