Today, Love Is Begin PART 9

Today, love is begin

kbkse110
Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom
Other Cast : Jung Il Woo, Kim Woo Bin, Shin Ni Rin, Lee Bo Young, Kang Hye Rim. Mungkin akan ada cast lain yang muncul.
Genre : Romance Comedy
Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

PART 9

“meskipun itu semua adalah alasanmu, tapi setidaknya kau menghubungiku dulu sebelumnya, jadi tak membuat orang lain repot. Aku sampai berfikir sesuatu yang buruk terjadi padamu.” Ujar kim bum.
“mian~” balas so eun.
Tiba-tiba kim bum mengulurkan tangannya ke arah so eun. So eun menatap kim bum tidak mengerti.
“berikan padaku !” perintah kim bum.
“huh?”
“kemarikan kantong plastik itu !”
So eun pun memberikan ke dua kantong plastik itu pada kim bum. So eun tak sengaja menyentuh tangan kim bum. Tangan kim bum sangat dingin, bahkan lebih dingin dari tangannya. Kim bum pun berbalik dan berjalan lebih dulu dari so eun.
“apakah dia sudah lama berada di luar hanya untuk mencariku?” gumam so eun seraya menatap punggung kim bum. “tangannya dingin sekali.”
“ayo cepat kita pulang ! aku hampir mati kedinginan, dan ini semua karena aku mengkhawatirkan peliharaanku yang bodoh !” ujar kim bum membalikkan tubuhnya menatap so eun.
Tiba-tiba senyum tersungging di wajah so eun. ‘ternyata, dia khawatir padaku.’ Batin so eun lali ia pun berlari kecil untuk mensejajarkan tubuhnya dengan kim bum.
“kalau begitu, biarkan aku menghangatkan tubuhmu, walaupun hanya sedikit.” Ujar so eun yang tanpa diminta langsung menggandeng lengan kim bum. Kim bum cukup kaget dibuatnya. Ia menatap so eun yang berada di sampingnya dengan kening berkerut dan mata yang sedikit membulat.
“ya ya ! lepaskan tanganku !” suruh kim bum.
“tapi ini semua salahku kan? Tidak ada yang bisa aku lakukan selain membuatmu hangat.” Balas so eun.
“aku tidak apa-apa, jadi lepaskan !” pinta kim bum.
“wae? Lagipula aku hanya peliharaanmu kan?” ujar so eun, wajahnya tampak berseri-seri saat ini.
Kim bum yang melihatnya pun jadi tak bisa berbuat apa-apa. “lakukan apa yang kau mau.” Akhirnya kim bum mengalah.
“hehehehe.” So eun malah tersenyum dan semakin mengeratkan tangannya menggandeng lengan kim bum.
“Aku jadi tidak mood untuk mengajarimu malam ini.” Ujar kim bum.
So eun mengerucutkan bibirnya. “miaaaaann.”

Bahkan meskipun tangannya terasa sangat dingin, dia berusaha mencariku, marah, lalu teriak-teriak kepadaku. Sekarang ini, aku merasa jika aku sudah diperlakukan layaknya seorang perempuan. Terkadang aku senang hari ini salju turun cukup lebat. Akankah kim bum-ssi mulai bisa merubah hatinya?

-today love is begin-

Pada akhirnya setelah dua hari kim bum mengajari so eun dengan keras. So eun pun mendapat hasil yang cukup memuaskan saat mengikuti tes ulang. Ia sampai terharu melihat nilai hasil tesnya yang sedang ia pegang sekarang.
“heh, akhirnya kau lulus juga.” Suara nirin mengagetkan so eun.
“nirin-ah, sejak kapan kau ada di sampingku?” Tanya so eun heran.
“karena kau terlalu fokus dengan kertas itu, kau jadi tak menyadari kehadiranku 2 menit yang lalu.” Balas nirin.
“heheh aku senang, aku mendapat nilai yang bagus, dan ini semua berkat kim bum-ssi.” Ujar so eun.
“tidakkah seharusnya kau memberikan sesuatu padanya sebagai rasa terimakasih?” usul nirin. So eun berfikir sejenak mengenai usul nirin.
“ah benar.” Mata so eun berbinar. “aku harus memberikannya sesuatu.” Lanjutnya dengan senyum yang cerah.
“apa kau lapar? Kajja makan di kantin bersama !” ajak nirin lalu berjalan lebih dulu dari so eun.
“nirin-ah tunggu ! tapi apa yang harus aku berikan?” Tanya so eun. wajahnya menggambarkan jika ia sedang berfikir keras.
“tampaknya kim bum-ssi bukanlah tipe laki-laki yang suka mendapat hadiah.” Gumam so eun. nirin menatap sahabatnya itu.
“tidak ada salahnya jika kau mencoba lebih dulu, siapa tahu yang kau pikirkan itu salah.” Balas nirin.
“ah kau benar. Ummm~~ apakah aku membelikannya syal saja?” Tanya so eun, terlebih pada dirinya sendiri.
“ah tidak-tidak….aku harus mengumpulkan uang dulu untuk membelinya, persediaan uangku sedang sedikit sekarang ini.” So eun berbicara sendiri. Sementara nirin hanya menghela nafasnya, lalu kemudian ia menoleh ke arah so eun yang berjalan di sampingnya.
“bagaimana dengan coklat? Jika kau memberikannya coklat, aku rasa tidak akan jadi masalah.” Usul nirin.
“ah kau benaaar, aku bisa membuat coklat dengan tanganku sendiri untuknya~ itu akan terlihat lebih romantis hehehe.” So eun malah senyum-senyum tidak jelas. Usul yang diberikan nirin tidak buruk juga, tidak ada salahanya jika ia mencoba dan membuat coklat yang spesial untuk kim bum.

-today love is begin-

“kim bum-ssi.” Panggil so eun pelan. Kim bum langsung menatap so eun yang berdiri di sampingnya. Saat ini mereka pulang bersama seperti biasanya.
“mwo?” Tanya kim bum. Belum apa-apa so eun sudah tersenyum pada kim bum, membuat matanya itu menyipit. Kim bum mengerutkan keningnya.
“aku meminjam buku ini dari perpustakaan.” So eun menunjukkan sebuah buku pada kim bum. Kim bum menatapnya tidak mengerti.
“buku ini adalah resep membuat coklat.” Lanjutnya. Kim bum semakin tidak mengerti dengan apa yang so eun bicarakan.
“lalu?” tanyanya.
“katakan padaku, jenis coklat seperti apa yang kau suka? Aku akan membuatkannya untukmu.” Ujar so eun semangat. Ia menatap kim bum dengan penuh harapan.
“aku tidak suka coklat” balas kim bum enteng.
“ne?” so eun sedikit kaget.
“apapun makanan yang rasanya manis aku tidak menyukainya.” Ujar kim bum. Membuat so eun langsung down seketika saat mendengarnya.
“ah…..begitu ya.” Nada bicara so eun terdengar sangat kecewa sekali.
“wae?” Tanya kim bum yang menyadari perubahan ekspresi wajah so eun. So eun menggeleng dengan lemas sebagai jawabannya. Kim bum menatap so eun heran, tapi setelahnya ia tidak terlalu ambil pusing.
“hufft~” so eun menghela nafasnya, kepalanya juga sedikit menunduk sekarang.
‘padahal aku ingin sekali membuatkan kim bum-ssi coklat, tapi….jika dia memang tidak menyukainya….aku rasa lebih baik memberikan kim bum-ssi sesuatu yang lain saja.’ Batin so eun.
Kim bum memperhatikan so eun yang jadi tidak bersemangat seperti itu, lalu matanya melihat buku resep yang masih di pegang oleh so eun. Kim bum jadi merasa tidak tega juga melihatnya.
“haaah benar-benar merepotkan.” Ujar kim bum. So eun sedikit mengangkat kepalanya dan mendongak menatap kim bum.
“coklat rasa kopi, atau coklat tanpa gula.” Ujar kim bum.
“huh?” so eun tidak mengerti.
“jika kau memberikanku sesuatu yang bisa dimakan, maka aku tidak akan menolaknya.” Ujar kim bum pelan tanpa sedikit pun menatap ke wajah so eun. Awalnya so eun tidak menyangka kim bum akan mengatakan hal seperti itu, tapi kemudian senyum so eun pun langsung mengembang setelah mendengarnya.
“Ji..jincha? arasseo ! aku akan membuat coklat tanpa rasa manis sedikit pun untukmu.” Ujar so eun semangat.
“hmm.” Kim bum hanya angguk-angguk saja.
“aku akan membuatnya dengan rasa yang kau inginkan sampai kau terharu dan meneteskan air mata !” so eun mengatakannya cukup keras karena ia saking senang dan bersemangat.
“ya ya ya, terserah kau saja !” balas kim bum.
“kekekekkk aku akan membeli bahan-bahannya malam ini.” Ujar so eun seraya tersenyum cerah dan melihat-lihat isi buku resep yang ia bawa.
Kim bum yang melihat so eun sesenang itu, entah kenapa ujung kedua birbinya pun sedikit terangkat. Rupanya ia tersenyum tanpa so eun mengetahuinya.

-today love is begin-

“baiklah, aku akan membuktikan kepada kim bum-ssi jika aku bisa membuat coklat sesuai permintaannya.” Gumam so eun seraya mengepalkan tangannya ke udara. Lalu ia pun sibuk memilih bahan-bahan yang akan ia gunakan untuk membuat coklat. Setelah selasai, ia pun menuju kasir dan mengantri disana.
“tsk….kau lama sekali, cepatlah ! aku sedang buru-buru !” Pria berumur sekitar 27 tahun yang berdiri di depan so eun mengomel pada seseorang yang sedang membayar di kasir.
“ma..maaf ahjeossi. Tunggu sebentar !” Ujar orang itu.
‘apa yang terjadi?’ batin so eun, lalu ia pun memiringkan sedikit tubuhnya untuk melihat. “dompetku….sebenarnya dimana tadi aku menyimpan dompetku?” orang itu terlihat gelisah seraya mengaduk-aduk tasnya. Wajahnya bahkan sudah pucat pasi.
“yak anak muda ! aku hampir terlambat, cepatlah !” ujar pria berumur 27 tahun itu lagi.
Setelah mengamati orang itu dengan seksama, so eun kaget karena ternyata orang itu adalah orang yang ia kenal. Teman satu kelasnya saat di kelas 10.
“maafkan saya, sepertinya saya harus mengembalikan semua barang ini.” Orang itu membungkukkan badannya pada kasir.
“kim woo bin-ssi.” Panggil so eun. Orang yang dipanggil pun menoleh.
“s..so eun-ssi?” Tanya woo bin memastikan.
“aku yang akan membayarnya. Berapa harganya?” Tanya so eun pada kasir, saat ini ia berdiri di samping woo bin.
“so eun-ssi….” Woo bin hendak menolak tapi keburu dipotong oleh so eun.
“gwaenchana, kau bisa membayarnya padaku lain kali.” Ujar so eun. woo bin hanya menatap so eun tidak enak.
“berapa harga semuanya?” Tanya so eun lagi.
“ah….5000 won.” Jawab kasir perempuan itu. “baiklah.” Balas so eun lalu memberikan uang 5000 won pada sang kasir.

-today love is begin-

“Wae? Apa ada yang terjadi?” Tanya so eun pada woo bin saat woo bin mengecek ponselnya yang baru saja bergetar.
“Kakakku mengirim pesan, dan ternyata dompetku tertinggal di atas meja.” Jawab woo bin.
“Syukurlah~ dompetmu tidak hilang.” Balas so eun seraya menyunggingkan senyumnya. Kim woo bin adalah teman sekelas so eun saat di kelas sepuluh. Selama satu tahun sekelas dengan kim woo bin, so eun memang tidak terlalu akrab dengannya karena pribadi woo bin yang tertutup dan tidak suka banyak bicara, ditambah lagi woo bin begitu pemalu dan tidak pandai bergaul. Jadinya so eun tidak terlalu akrab dengannya.
“Maafkan aku so eun-ssi, aku akan mengembalikan uangnya kepadamu secepatnya, jadi dimana rumah….”
“Gwaenchana gwaencahan~” so eun langsung memotong perkataan woo bin.
“Kau bisa mengembalikannya besok di sekolah, tidak usah terburu-buru.” Lanjut so eun seraya mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahnya.
“Aku benar-benar minta maaf.” Woo bin menundukkan kepalanya.
“Kita berdua tidak begitu akrab dan aku sudah merepotkanmu.” Ujar woo bin.
“Sudah ku bilang tidak apa-apa, aku bukanlah seseorang yang hanya akan diam saja disaat seseorang yang aku kenal sedang kesulitan.” Balas so eun seraya mengacungkan ibu jarinya ke wajah woo bin.
So eun tersenyum kikuk. “Jadi, jangan terlalu mengkhawatirkannya oke?” Pinta so eun. Woo bin terdiam beberapa saat, lalu dengan cepat ia mengangguk.
“Ne, kamsahamnida.” Ujarnya.
“Hehe, terlebih saat ini hatiku sedang dalam suasana yang baik. Aku akan membuatkan seseorang sesuatu yang akan membuatnya terharu sampai meneteskan air mata.” Cerita so eun dengan semangatnya, bahkan ia menghiraukan angin dingin yang berhembus menusuk pipinya malam ini.
Woo bin menyunggingkan senyumnya sedikit ragu dan canggung.
So eun pun menatap woo bin dengan tatapan menyelidik, membuat woo bin sedikit tidak enak.
“Woo bin-ssi, tidakkah kau merasa rambutmu terlalu panjang?” Ujar so eun. “Maksudku…rambutmu menutupi sebagian wajahmu, jadi aku tidak bisa melihat wajahmu dengan jelas.” Tambahnya masih tetap menatap woo bin dengan seksama.
“N…ne? Mi…mian.” woo bin malah menundukkan kepalanya. Ia begitu malu saat ini karena berbicara hanya berdua dengan seorang perempuan yang tak begitu dekat dengannya meskipun mereka saling mengenal.
“E..eh? Kenapa kau malah minta maaf?” So eun jadi merasa bersalah setelah mengatakan kata-kata tadi kepada woo bin.
“Aku hanya merasa, orang-orang disekitarmu juga tidak akan bisa melihat wajahmu, sangat disayangkan.” Tambah so eun.
“Sebenarnya….tidak ada seorang pun yang merasa nyaman saat mereka melihat wajahku.” Aku woo bij dengan nada rendah. So eun agak kaget mendengarnya.
“Yak jangan berpikiran yang buruk, semua orang tidak seperti itu.” Balas so eun. Woo bin masih menunduk.
“Jadi cobalah saat kau berbicara dengan orang lain, tataplah mereka, dan tidak ada salahnya jika kau sedikit memotong rambutmu hehe, itu hanya usulku.” Ujar so eun. Woo bin senang karena so eun sangat ramah padanya.
Tapi tiba-tiba tangan so eun menyingkirkan rambut woo bin yang menutupi sebelah matanya.
“Jika seperti, kau kelihatan tampan.” Ujar so eun.
“Aah…” Woo bin langsung mundur ke belakang dengan wajah yang memerah.
“Mian…” ujar woo bin.
“Eh?” So eun merasa jika seharusnya ia yang meminta maaf, tapi kenapa malah lelaki ini. So eun menghela nafasnya. Woo bin kini malah nemalingkan wajahnya dari so eun, menutupi rona merah pada wajahnya.
“Hei woo bin-ssi, apakah jangan-jangan kau takut padaku?” Tanya so eun.
“A..ani..ani…bukan seperti itu, so eun-ssi adalah orang yang sangat baik.” Dengan cepat woo bin menyanggah, ia tidak mau lagi membuat orang disekitarnya tidak nyaman.
“Ah ya baiklah, kalau begitu lakukan yang terbaik oke? Buat orang-orang jadi nyaman di dekatmu !” Ujar so eun. Woo bin menganggukkan kepalanya pelan.
“So eun-ssi, apakah kau tidak apa-apa terlalu lama berada di luar malam-malam begini? Bukankah kau punya sesuatu yang harus kau lakukan di rumah?” Ujar woo bin.
“Ah !” So eun baru mengingatnya.
“Kau benar woo bin-ssi, aku melupakannya.” Ujar so eun.
“Aku minta maaf, kalau begitu aku akan mengantarmu sampai rumah.” Ujar woo bin.
“Kau terlalu banyak minta maaf, padahal tidak punya salah apa-apa. Gwaenchana, aku bisa pulang sendiri.” Tolak so eun.
“Oh arasseo.” Balas woo bin.
“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu, mari kita lakukan yang terbaik !” So eun mengepalkan tangannya dan mengangkatnya ke atas. Woo bin tersenyum.
“Ah ya, selamat bertemu lagi besok.” Ujar woo bin dengan senyumnya yang sedikit ragu, ia juga membungkukkan badannya sebentar pada so eun. So eun pun pergi dengan arah yang berlawanan dengan woo bin. Woo bin sangat berterimakasih kepada so eun, karena dia sudah menolongnya dan bersikap ramah padanya. Woo bin merasa senang.

-today love is begin-

So eun sudah selesai membuat coklat, meskipun ada beberapa yang gagal tapi akhirnya ia berhasil juga. So eun menatap beberapa coklat yang sudah ia bentuk berupa bentuk hati itu dengan bahagia.
“Baiklaaaah, semuanya bagus !” Ujar so eun senang. So eun mengambil salah satu satu coklat itu dan mencicipinya sedikit.
“Uummm~ sangat lezaaaat !” Mata so eun sampai berbinar-binar, ia sendiri tidak menyangka coklat buatannya seenak ini. Terlebih ini adalah coklat buatan tangannya sendiri untuk yang pertamakalinya tanpa bantuan sang ibu.
“Hihihi, kim bum-ssi pasti akan meneteskan air mata kali ini, dan akan menyadari apa saja kesalahannya kepadaku selama ini ! Kekekekek.” so eun tertawa geli sendiri membayangkannya.
“Jika seperti ini, pasti semuanya akan berjalan dengan lancar…haaa aku jadi ingin cepat-cepat besok !” So eun pun membungkus coklat-coklat itu ke dalam dua kantong kertas kecil yang bermotif bunga-bunga. Yang satu berwarna merah, dan yang satu berwarna biru.
“hihihihi.” So eun tak bisa berhenti tersenyum senang.

-today love is begin-

Keesokan harinya, Chungju Highschool

So eun menyimpan dua bungkus coklat itu ke dalam loker. Ia rasa lebih baik jika memberikannya saat istirahat kepada kim bum. Jadi ia menyimpannya lebih dulu ke dalam loker, agar lebih aman. So eun tersenyum.
“Jaga baik-baik diri kalian di dalam sini, oke?” So eun berbicara pada coklat-coklat itu seakan coklat itu mengerti apa yang dia katakan. So eun pun menutup loker itu lalu menguncinya.
“Kim so eun-ssi !” So eun langsung menoleh ke sumber suara ketika ada orang yang memanggilnya. So eun melihat woo bin sedang berjalan ke arahnya cukup semangat pagi ini. Tidak seperti kemarin malam yang kelihatan murung.
“Selamat pagi so eun-ssi.” Sapa woo bin, dia sudah berdiri di hadapan so eun.
“Ah woo bin-ssi, selamat pagi juga.” Balas so eun seraya memamerkan senyumnya.
“Aku akan mengembalikan uangmu.” Ujar woo bin lalu memberikan uang 5000 won kepada so eun.
“Ah ye, terimakasih.” So eun menerima uang itu.
“Ah ya so eun-ssi. Dengarkan aku !” Pinta woo bin dengan nada biacara yang semangat.
“Ne? Memangnya ada apa?” Tanya so eun menatap woo bin penasaran.
“B…baru saja pagi ini, aku mengucapkan selamat pagi kepada semua orang yang aku lihat. Dan mereka semua membalas sapaanku juga dengan ekpresi yang normal.” Cerita woo bin dengan senangnya.
“Ahahahah, benarkan? Bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu jangan berpikir tentang hal buruk yang mereka pikirkan tentangmu !” balas so eun, ia tertawa.
Woo bin tambah melebarkan senyumnya. “Aku benar-benar senang semua orang ramah padaku. Aku berterimakasih kepadamu kim so eun-ssi.” Ujar woo bin, ia membuat matanya menghilang karena senyumnya.
“Kim woo bin-ssi, kau belum memotong rambutmu?” Tanya so eun membuat woo bin berhenti tersenyum.
“Aku….”
“Lihatlah…..” so eun kembali menyingkirkan rambut woo bin yang menghalangi sebelah matanya seperti kemarin malam. Membuat woo bin terdiam dan pipinya mulai memerah.
“Seperti yang sudah aku katakan kemarin, kau itu tampan ! Jika kau memotong rambutmu pasti kau akan populer !” Ujar so eun. Woo bin menatap so eun tanpa berkedip, ia merasakan pipinya panas, dan woo bin pun langsung memalingkan wajahnya dari so eun.
“A..ani, terimakasih.” Ujar woo bin. So eun menatapnya heran.
“Aku lebih nyaman dengan rambut seperti ini hehehe !” Ujar woo bin seraya mengipas-ngipas wajahya dengan tangannya. Kini so eun dan woon bin berjalan bersama menuju kelas mereka masing-masing.
“Lagi pula jika nantinya aku populer, akan sulit untuk menyukai hanya satu orang haha.” Woo bin berusaha membuat lelucon agar rasa gugupnya menghilang di dekat so eun. So eun tertawa.
“Baiklah, aku mengerti.” Balas so eun.
“Kim bum-ssi, selamat pagi !” Sapa seorang murid perempuan yang berpapasan dengannya.
Kim bum memasang senyum palsu terbaiknya. “Ah selamat pagi.” Balas kim bum. Saat itu juga, kim bum melihat so eun sedang berjalan dengan laki-laki lain beberapa meter di depannya. Mereka berjalan memunggungi kim bum. Mereka tampak mengobrol satu sama lain dengan akrab, itu yang kim bum tangkap dari penglihatannya. Terlebih lagi laki-laki itu tersenyum dengan senangnya saat mengobrol dengan so eun. Entah kenapa, kim bum merasa hatinya tidak nyaman saat melihatnya.
“Jika mengingat saat-saat kelas 10, aku tidak terlalu menyadari kehadiranmu woo bin-ssi, karena kau terlalu pendiam.” Ujar so eun.
“Hahaha sepertinya itu benar, aku memang tidak pandai bergaul. Makanya mungkin kau dan teman-teman yang lain kurang menyadari keberadaanku.” Balas woo bin seraya tertawa renyah. Mengobrol dengan so eun membuatnya nyaman.
“Ahh….apakah jangan-jangan kau jelmaan dari hantu?” Canda so eun.
“Tidak mungkin~” woo bin menggibaskan tangannya. Mereka tertawa.
“Tapi woo bin-ssi, aku ikut senang karena sekarang kau sudah mulai….”
Grab ! Tiba-tiba ada sebuah tangan yang merangkul tubuh so eun hingga membuatnya berhenti berjalan.
“Kim so eun, selamat pagi !” Sapa kim bum pada so eun seraya menatap so eun tidak seperti biasanya. Wajah so eun langsung merah seketika mendapati kim bum sedekat itu dengannya.
“K…kim bum-ssi !” Pekik so eun. Woo bin hanya menatap mereka dengan penuh pertanyaan. Kim bum tersenyum pada so eun.
“A…apa yang kau lakukan? Kenapa tiba-tiba kau…..”
“Hm? Kau tahu? Aku sedang kedinginan, dan kim so eun-ssi sangat hangat, tidak ada salahnya aku seperti ini, kan?” Balas kim bum enteng, bahkan ia tidak menghiraukan laki-laki lain yang berdiri di depan mereka, melihat mereka dengan ekspresi sedikit canggung.
‘Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba dia bertingkah aneh?’ Batin so eun.
“Wae? Kau tidak menyukainya huh? Tanya kim bum menyadari ekpresi wajah so eun.
“Bu…bukan begitu, tapi…..” ucapan so eun menggantung.
“Aahh, k…kalau begitu aku pergi ke kelas lebih dulu hehe. Annyeong !” Woo bin pergi meninggalkan mereka cepat-cepat. Ia tidak mungkin terus berada disana dan mengganggu mereka. Woo bin berjalan cukup lamban, ada sesuatu yang ia pikirkan.
‘Ternyata so eun-ssi sudah berkencan….dan dia orang yang populer juga.’ Batin woo bin. Entah kenapa, baru kali ini ia merasa kecewa.
Melihat woo bin yang sudah pergi, tiba-tiba kim bum tersenyum penuh arti. “Ppfft…” dia menahan tawanya.
“K…kim bum-ssi.” Panggil so eun. Rasanya ia ingin pingsan karena kim bum terus-terusan merangkul pundaknya.
“Jika seseorang melihat kita seperti ini, mereka akan berpikiran jika kita adalah pasangan yang bodoh !” Ujar kim bum tanpa melepaskan rangkulan tangannya pada so eun.
“A…ani, bukan itu yang ada di pikiranku.” Balas so eun. Kim bum menatap so eun. “Tapi bukankah…..kau benci melakukan hal-hal yang seperti ini?” Tanya so eun.
Menyadari hal itu, kim bum langsung melepaskan rangkulannya dengan cepat. So eun mengerucutkan bibirnya, tapi ia senang kim bum merangkulnya tadi.
“Lalu, apa yang kau bicarakan dengan laki-laki itu tadi?” Tanya kim bum. Ia memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana. Ia menunggu jawaban dari so eun.
“Maksudmu…kim woo bin-ssi? Aku dan dia adalah teman saat kelas 10.” Jawab so eun.
“Apa ada sesuatu yang terjadi?” Tanya kim bum lagi. Ia tidak puas dengan jawaban so eun barusan.
“Anio, tidak terjadi apa-apa.” Balas so eun. Dan kini giliran so eun yang menatap kim bum heran. Kenapa tiba-tiba kim bum jadi banyak bertanya? Tapi ia tidak ambil pusing, yang terpenting sekarang adalah tentang coklat yang ia buat.
“Ah ya kim bum-ssi, kau tahu? Hari ini aku membawa coklat yang aku buat untukmu.” Ujar so eun dengan mata berbinar.
“Begitukah?” Tanya kim bum. So eun dengan cepat mengangguk.
“Aku ingin tahu seperti apa rasanya, apakah itu akan membuatku masuk rumah sakit atau lebih parah.” Balas kim bum dengan entengnya.
“Sudah aku katakan, coklat itu akan membuatmu meneteskan air mata !” Ralat so eun.
“Ya ya, terserah kau saja.” Kim bum menyerah.
“Aku akan memberikannya kepadamu saat istirahat, jadi tunggu aku di taman sekolah, oke?” Pinta so eun seraya menatap penuh harap pada kim bum.
“Hei, diluar udara sangat dingin.” Ujar kim bum.
“Gwaenchana, akan lebih baik jika kita bertemu disana. Tidak akan ada orang lain yang melihat kita. Benarkan?” Ujar so eun dengan yakin. Kim bum menghela nafasnya.
“Kim bum-ssi?” Panggil so eun pelan. Ia menatap kim bum dengan wajah yang ia buat seimut mungkin.
“Heeeh, kalau begitu jangan membuatku menunggu lama !” Suruh kim bum.
“Arasseo…..” balas so eun dengan senang. Ia rasa hari ini akan berjalan dengan lancar sesuai dengan yang ia bayangkan sebelumnya.

-today love is begin-

 

Waktu istirahat pun tiba, so eun langsung keluar dari kelasnya dengan hati yang berbunga-bunga.
“So eun-ssi, kau mau kemana?” Teriak bo young. Mereka melihat so eun dengan heran.
So eun yang sudah keluar dari kelas pun kembali menyembulkan kepalanya ke dalam kelas. “Aku akan bertemu dengan kim bum-ssi, jadi kalian makan di kantin tanpa aku. Annyeong !” Jawab so eun seraya melambaikan tangan kepada mereka. Lalu so eun pun pergi ke tempat loker untuk mengambil coklat yang ia simpan tadi. So eun benar-benar tidak bisa menggambarkan bagaimana kondisi hatinya saat ini. Ia terlalu senang hingga ia tidak sengaja menabrak orang yang berjalan di depannya.
“Ouch…!” Ringis so eun.
“Ah…mian…” ujar orang itu seraya membalikan badannya ke arah so eun.
“Woo…woo bin-ssi !” Kaget so eun.
“Ah….kim so eun-ssi ” balas woo bin.
So eun sedikit kaget melihat woo bin yang seperti ada aura-aura negatif di sekelilingnya.
“Apa kau tidak apa-apa woo bin-ssi? Kau kelihatan berbeda.” Ujar so eun khawatir.
“A…anio, aku hanya….tadi aku hanya dihukum oleh guru matematika karena banyak melamun.” Jawab woo bin.
“Jinjjaru?” pekik so eun. Woo bin mengangguk. Woo bin melihat dua kantong kecil di tangan so eun.
“Ah apakah yang ditanganmu adalah sesuatu yang kau buat itu? Untuk kekasihmu?” Tanya woo bin.
“Benar hehehe, aku membuat coklat ini hingga larut malam.” Balas so eun, ia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
“Aku mengerti, kekasihmu pasti akan sangat menyukainya.” Ujar woo bin.
“Tidak hanya senang, dia pasti akan menangis !” Jawab so eun percaya diri. Woo bin tertawa mendengarnya. Tiba-tiba so eun mengulurkan satu kantong kecil coklat itu kepada woo bin. Woo bin menatapnya heran.
“Karena aku punya dua, tidak ada salahnya jika aku memberikannya satu untukmu.” Ujar so eun.
“Eh?”
“Ambillah !” Suruh so eun.
“Ta…tapi. Kau membuatnya untuk kau berikan kepada kekasihmu, kan?” woo bin menolak karena ia merasa tidak enak.
“Gwaencaha~ memberikannya satu aku rasa sudah cukup. Jadi ambillah !” Suruh so eun. Woo bin diam sejenak, tapi kemudian ia mengambilnya juga.
“Mian~ terimakasih banyak so eun-ssi.” Ujar woo bin. So eun hanya membalasnya dengan senyum yang ceria saja.

-today love is begin-

 

Sudah sekitar 10 menit kim bum menunggu so eun di taman sekolah. Ia duduk di bangku taman yang menghadap ke arah gedung olah raga. Kim bum mendesah.
“Kenapa dia lama sekali? Tidakkah dia merasa aku kedinginan.” Kesal kim bum seraya memeluk tubuhnya sendiri. Saat kim bum masih menunggu, tak sengaja matanya menangkap seseorang yang berjalan melewati gedung olah raga seraya mencium harum sesuatu yang ada di tangannya. Orang itu tampak tersenyum bahagia.
“Orang itu….bukankah dia….” ujar kim bum saat ia baru menyadari jika orang yang baru saja lewat itu adalah kim woo bin.
“Cih….kenapa ekspresinya menggelikan sekali.” Gumam kim bum.
“Kim bum-ssi~~~” so eun berlari-lari kecil menghampiri kim bum. Wajah kim bum tampak kesal.
“Mianhae~” ujar so eun menyadari ekpresi yang tidak mengenakkan yang tergambar dari wajah kim bum. So eun langsung duduk di sebelah kim bum.
“Kau telat !” Ujar kim bum. “Istirahat akan cepat selesai, kau tahu? Aku hampir beku menunggumu !” Lanjutnya dengan nada kesal.
“Maafkan aku, ada sesuatu yang terjadi tadi.” Balas so eun seraya menatap kim bum hati-hati. Kim bum menghela nafasnya.
“Baiklah….karena tadi kau bilang kau hampir beku, aku akan langsung saja memberikan coklatnya padamu.” Ujar so eun seraya mengambil satu kantong kecil yang berisi coklat-coklat itu dari dalam saku mantelnya.
“Ta-da~~~~” so eun menunjukkan kantong kecil dengan motif bunga berwarna merah itu di depan wajah kim bum. Kim bum merasa tidak asing dengan benda yang sedang ia lihat itu.
“Aku membuatkanmu coklat tanpa gula spesial untuk kim bum-ssi ! Aku harap kau menyukainya ! Dan aku harap kau juga meneteskan air matamu kekekekk.” Tambahnya dengan nada bersemangat. Kim bum mengerutkan keningnya, ia berpikir dimana ia melihat benda itu sebelumnya? Setelah ia berhasil mengingat. Ia langsung membulatkan matanya. Kantong kecil bermotif bunga yang dihadapannya itu sama percis dengan yang dibawa oleh kim woo bin tadi.
“Ini….ambillah !” So eun semakin menyodorkan kantong kecilnya kepada kim bum. Kim bum mengambilnya lalu menatap kantong itu.
“Hm-m…” kim bum menyunggingkan senyumnya. “Kau bekerja keras untuk membuat ini….” ujar kim bum. Senyum so eun mengembang, ia menunggu kata-kata lain yang akan diucapkan oleh kim bum.
“Spesial hanya untukku, huh?” Nada bicara kim bum berubah menjadi sinis. Lalu ia menjatuhkan kantong itu. So eun terkesiap melihatnya. Apa yang baru saja kim bum lakukan?
“W…wae?” Tanya so eun.
Kim bum menolehkan wajahnya menatap so eun, tatapan yang tajam.
“Aku tidak butuh sesuatu yang seperti itu.” Ujarnya datar. Mulut so eun sampai terbuka mendengarnya, ia bengong, ia tidak mengerti, kenapa kim bum tiba-tiba sinis lagi padanya? Sebenarnya apa yang terjadi padanya?
“Tsk…..” kim bum berdiri dari duduknya lalu berjalan meninggalkan so eun.
“Y…ya ! Kim bum-ssi !” Teriak so eun. Lalu ia mengejar kim bum hingga ia menahan lengan kim bum, membuat kim bum menghentikan langkahnya.
“W…waeyo? Kau bilang padaku bahwa kau akan memakan apa yang aku berikan kepadamu ! Aku membuatkannya susah payah agar rasanya tidak mengecewakanmu ! Tapi kenapa kau….” ujar so eun.
“Kau berbohong !” So eun meninggikan suaranya. Kim bum menoleh dan menatap so eun.
“Aku lebih baik mati daripada memakannya !” Balas kim bum dingin. So eun kaget bukan main dengan kata-kata tak berperasaan yang keluar dari mulut kim bum. Perkataannya benar-benar tajam.
“M…mwo? Yak ada apa denganmu? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?” Tanya so eun. Ia menatap kim bum butuh penjelasan.
“Kau…kau memberikan coklat itu kepadanya juga, benar kan?” Tanya kim bum. “Kepada kim woo bin !” Lanjutnya. So eun hanya bisa diam seraya menatap kim bum.
“B..bagaimana kau bisa tahu?” Tanya so eun bingung.
“Anak itu kelihatan sangat senang sampai mencium benda yang sama yang kau berikan kepadaku.” Jawab kim bum.
“I…itu memang benar, aku memberikannya juga kepada woo bin-ssi, tapi aku memberikannya karena aku merasa kasihan dia selalu terlihat murung ! Orang yang ingin aku berikan coklat hanya kau kim bum-ssi.” Jelas so eun. Sekarang so eun jadi takut karena kim bum menatapnya dengan ekpresi marah.
“Aku tidak peduli dengan hal itu.” Balas kim bum. “Memberikan coklat yang sama dengan laki-laki itu kepadaku, aku jadi merasa jijik !” Ujar kim bum. Mata so eun sukses membulat mendengarnya.
“Laki-laki pemurung yang selalu menundukkan kepalanya saat didekat para perempuan dan dengan rambut yang menutupi wajahnya, bukankah itu kelihatan tidak sebanding denganku? Aku tidak ingin disamakan dengan laki-laki yang lemah !” Ujar kim bum enteng. So eun menahan kekesalannya mendengar kim bum menghina orang lain yang jelas-jelas lebih baik darinya.
“Kau…..apa yang baru saja keluar dari mulutmu?” Tanya so eun. “Terlebih, apa yang kau ketahui tentang woo bin-ssi? Kau tidak berteman dengannya, kau juga tidak mengenalnya ! Bukankah kata-kata yang keluar dari mulutmu itu terlalu kejam?” Entah dari mana datangnya keberanian itu sehingga so eun mengatakannya dengan lancar kepada kim bum. Kini giliran kim bum yang menatap so eun dengan tatapan sedikit tidak menyangka. Tidak menyangka ia akan mendengar kata-kata yang barusan keluar dari mulut so eun.
“Ya benar, dia memang pemalu ! Dia selalu gugup di dekat perempuan, rambutnya panjang, dan dia tidak sebanding denganmu yang begitu populer di sekolah.” Ujar so eun. “Tapi….dia tidak seperti dirimu ! Dia tidak pernah mempermainkan orang lain ! Dia baik, dia laki-laki yang ramah yang peduli dengan perasaan orang lain ! Dan aku rasa, dia itu lebih baik darimu, kau tahu!?” So eun mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini ia pendam kepada kim bum. Akhirnya ia bisa mengatakannya meskipun ia hilang kontrol. Ia tidak peduli apakah kim bum akan balik marah padanya atau malah membuatnya jadi sedikit berpikir tentang sikapnya. Kim bum menatap so eun tidak percaya. Ia tidak menyangka so eun akan mengatakan hal seperti itu kepadanya.
“Baiklah….kalau begitu aku pergi !” So eun membalikkan badannya dan pergi meninggalkan kim bum yang masih diam di tempatnya.

-today love is begin-

 

Sampai bel pulang berbunyi, so eun tetap kelihatan murung. Bahkan bo young dan hye rim pun jadi tidak berani bertanya kepada so eun. Pada akhirnya mereka hanya membiarkan so eun saja, meskipun sebenarnya mereka merasa khawatir. So eun berjalan keluar kelas dengan langkah gontai, kepalanya terus-terusan menunduk. Mengatakan hal-hal seperti tadi kepada kim bum, membuatnya kehabisan tenaga. Baru kali ini ia berani berbicara seperti itu kepada kim bum terlebih untuk membela orang lain. Ia tidak memperhatikan langkahnya hingga ia hampir terjatuh saat menuruni anak tangga.
“Ah….” kaget so eun. Tapi untung saja ada seseorang yang menahan lengannya. So eun sendiri cukup kaget ia hampir saja terjatuh.
“So eun-ssi, gwaenchana?” Tanya woo bin. Ternyata ia yang membantu so eun.
“Apa kau baik-baik saja so eun-ssi? Berhati-hatilah ! Perhatikan langkahmu !” Ujar woo bin.
“M…mian.” balas so eun lemas. Ia masih belum bisa fokus sekarang.
“Kau baik-baik saja?” Tanya woo bin sekali lagi. “Kau kelihatan berbeda so eun-ssi.”
“Benarkah?” Tanya so eun dengan nada lemas. Woo bin menatap so eun khawatir.
“Apakah sesuatu telah terjadi? Kau bisa menceritakannya kepadaku, aku akan mendengarnya.” Tawar woo bin.
“Anio, aku baik-baik saja.” Balas so eun.
“Meskipun aku bukanlah orang yang pandai memberikan solusi, tapi aku akan mendengarkan semuanya dengan baik ! Aku akan mencoba membantumu jika aku bisa melakukannya.” Ujar woo bin.
“Karena kau sudah banyak menolongku, jadi aku juga ingin menolongmu ! Aku akan melakukannya agar bisa membuatmu senang !” Woo bin masih berusaha menawarkan dirinya untuk mendengarkan masalah apa yang terjadi pada so eun.
So eun terdiam beberapa lama seraya menatap woo bin.
“Hahah….” so eun tertawa hambar, ia berusaha menyembunyikan ekpresi wajahnya yang sedih. “Kau sangat baik huh, kim woo bin-ssi…..” ujarnya. Kini so eun tidak bisa menahannya lagi. Air matanya pun jatuh dengan seketika. Ia menangis, membuat woo bin kaget dan bingung apa yang harus ia lakukan.
Tangisan so eun semakin deras. “Aku benci….aku benci coklat !” ujarnya.

Aku sudah berusaha. Tapi kenapa akhirnya menjadi seperti ini? Aku benci jika semua yang sudah aku usahakan tidak berjalan indah sesuai dengan yang aku harapakan. Akankah hubunganku yang palsu ini akan terus berlanjut ataukah hanya sampai disini saja?

 

To Be Continued

Mian jika ceritanya kurang memuaskan dan belum ada perkembangan dari kim bum, tapi saya harap kalian menyukainya.

NB :sekali lagi, FF ini merupakan versi bumssonya dari manga kesukaan saya, saya buat mirip sama manga aslinya dan hanya ditambahkan beberapa khayalan saya sendiri. Jadi, jika ada yang masih bingung sama ceritanya atau karakter kim bum disini yah karena seperti itulah cerita dan karakternya

61 thoughts on “Today, Love Is Begin PART 9

  1. bumppa sedikit keterlaluan ke sso… pdhal kan itu hal yang biasa…. kasiiann sso, dia sdh brusha abis2an tp mlah dkecewakan.. nexxtt ny dunk jgn lama chingu. hwaitiinnggg…

  2. Hwaaaaaaa bumppa cmburu,,,,
    ixixixxixixix,,,
    tpi ucpan ksar bumppa sngguh gk brperasaan,,,
    sso kn dh cpek2 mbuat coklat ksukaan,a tpi mlah d buang,,,
    lbih baik ma woo bin to kyak,a,,
    sso mkin dkat ne ma woo bin mskipun bru akrab,,,
    sso sllu buat org dsmping,a snang trmsuk woo bin tpi bumppa mah sllu mnyia2kan sso,,,
    sprti,a btas ksbran sso mlai hlang,,,
    biar nyesal to bumppa,,,

  3. tambah keren thor
    ugh babak bru cast bru di mulai.makin tegang ,
    aduh gemez sm bumpa. cembokurr bingtz hahaha
    woo bin oppa suka sm sikp y.
    next part d tngu bgt y thor

  4. resiiii ayo segeraaaa lagi
    sukaa beud,, ma ni versi
    gpp kimbum gak ada kmjuan pesat udh lumayan banget og setidaknya part ini sso gk pasrah dibully g2 ma kata-kata kasar orang lain trutama kim bum
    udah bener2 berusaha tp hasilnya luar biasa yang diterima menyakitkan

    klo lg kesel gini,, mending sso ma woon bin aja,,,
    tinggalin kim bum yg suka ma ego nya sndiri,, kata2nya meyakitkan,, ya meski itu karakternya, berubahlah sedikit,, masa 9 part gak ada perubahan,, huhuhuhu

    emang bumppa paling segalanya tp klo udh gini mending woon sso dan
    woon bin ternyata suka jg ma sso
    aseek aseeek
    #dukung woonsso😀

  5. Kim bum udah cemburu masih jg blm mau ngakui klo dy emank udh benar2 jatuh cinta m sso,,,??! Klo ntr sso mulai ngelirik namja lain gmn,,,,??! Next chingu penasaran,,,makin seru aja,,,

  6. hhhwwaaaa daebak onni bumppa crmburu sso onni deket ma wo bin tapi bertengkarny bikin saeng deg degan jebal onni lanjut ne figthing😀

  7. Nich kim bum kliatan banget klu cmburu ma wo bin , tpi jgn gitu jga kali ma so eun dia kan udah berusaha keras buat bikin coklat eh kim bum mlah gk mau nerima coklat dari so eun kasian bgt , ditunggu next partnya😀

  8. Kasian bum bisa2x dia membuang kado dr sso n stlhx dia menghna woo bin, pdhalKn sso membri cokLT i2 k woo bin krn dia kasian g ada prasaan atopun mksud lainx, sm0ga dgn hdirx woo bin akn membuat bum lbh baik n prhtian ma sso tpi yg lbh pntng lg dia g menganggp sso lg sbgai pliharaan tetpi sbgai kekasih sungguhan

  9. Etdahh kimbum tega bener sma sso -,- tpi menurutku itu hal yng bagus, ya walaupun terlalu kejam(?)😀 mungkin secara gk sadar, kimbum udh mulai suka sma sso, dan sso juga pasti blum menyadarinya😀 *next yaaa^^

  10. Aduh, gak suka banget ama kim bum di part ini. Tega banget si buang coklat ynag telah sso eonni kasih. Aku sakit hati disni . Next eon, tolong jangan lama2 ne.bila perlu besok #maksa

  11. Ommo~ prasaan baru bbrpa hari lalu part 8 muncul. & skrg udh disusul sama part 9 .. Seneng dehh🙂
    Ahh~ Bum udh nunjukkin prhatian sdkt”. Meskipun msh pake tmbhn “teriak-teriak” xD & dy mulai senyam-senyum scra smbunyi” krna Sso .. Ihhiiww~
    Err~ muncul org baru dr langit nihh .. Woo Bin !! Terimakasih !! Keliatan’x bakal makin seru.
    Sso jd sring ktmu Woo Bin & Bum ky’x marah krna cmburu. /ketawaevil
    Yess !! Smoga part 10’x sgera muncul jg .. Ttap smangat & trus brsinar thor ^^

  12. omoooonaaaaa eonnnn keren nn dae to the bakkkkkk aku suka part ini pas bacanya jg nahan emosi*? wkkkkk tuh tuh tuh bum udah cemburuuuu tp ucpanny ktrlalun kkk biasa kalo emosi unek unek dikeluarin ky bum ky sso jg kyaaaaa jd skrg org ke3 antra bumsso si woobin hoaaa bummie kalo ga mau khilangan ‘peliharaan’ kesayangan bersikap lbh baiklah ehehehe… sso sabbarrrr yahhhh bum ky bgitu krna ga mau coklat yg kamu buat khusu dia di makan org kkkk cemburuuuu tuhhh cieee yg envy mweheheh hehe lanjutkannnnn eonnnn reeessss ^^

  13. wah seneng bgt udah ada lanjutannya. Gumawo dah dipost cepet thor! Aigoo aku seneng bgt baca part ini, setidaknya kau sedikit tahu perasaan bumm ama soeun dia udah mulai cemburu ama soeun. Hahaha woo bin membantu kimbum mengetahui perasaannya. Tapi astaga kimbum beneran tega bgt, kata2 y sungguh menyakitkan. Yg sabar y soeun semoga bumm tambah cemburu z lihat kedekatan soeun ama woo bin. Next y ditunggu. Semoga dipost cepet lg. Hehehee

  14. Ga suka sama sifat kim bum yg terlalu ngeremehin orang.. Ada apa dengan sifat kim bum hari ini ?? Kenapa dia marah marah terus ?? Lagi PMS ? Wkwkwk.. Apa kim bum udah mulai menyukai so eun ?? Sehingga dia cemburu gitu ?? Tapi kenapa so eun gak sadar ?? Next thor:)

  15. waaa.. makin seruuuu.. aduh kim bum jahat bgt sih,,udah dibuatin coklat special tpi mlah dibuang gara” so eun jg ngasih woo bin.. cemburu ye?? =D setelah sso mengeluarkan unek”nya bum bkal nyadar nggak yh?? semoga saja.. di tunggu lanjutannya.. ^^

  16. resiii…AQ lama bgt gag kaming kesini…Mian bgt..
    trus ff nie jg AQ blom ikut dri awal jd lum ngerti..Mian lagi..
    tp kyaknya slalu bagus sperti buatanmu yg always keren,cool,macho..#apaDehh?? wkwkwkk
    ntar AQ coba ikutin dri awal..
    AQ kesini gr2 bca sttusmu yg bLg ada reader yg cuma koment kilat bgt,hahahah harusnya dia belajar padaQ gmana cara jd reader bumsso propesional..wkwkwk
    LANJUTKAN KARYA MU
    AQ msih jd pgemarmu lho wlw jrg nongol lg..gag tau AQ apdet-mu

  17. wah sepertinya kimbum mulai cemburu sama wo bin emmhh..
    kasian sso udh usha v mlah dgituin sama kmbum..
    sepertinya bkal da cinta segitiga nichh #sotoyy
    ditunggu next partnya

  18. Huhh..kim bum baru aja dia mulai sedikit hangat ke so eun,jd kembali lg ke asal,cuek dan seenaknya ke so eun,tapi seneng deh kyk nya kim bum cemburu liat so eun akrab sama namja lain..tapi so eun jadi sedih lagi..penasaran lanjutannya..ditunggu..

  19. Next eonni penasaran banget ama kelanjutannya aku greged banget ama bumppa kasian sso eonni tapi keren banget koq eon ffnya daebak

  20. apa kim bum cemburu ya ke so eun karna so eun tambah deket sama woo bin???

    Ih kesel deh sama kim bum😦,,, kenapa gitu dia nggak menghargai jerih payahnya so eun, cuma gara-gara yang satunya dikasih ke woo bin aja dia kayak gitu….

    Next part

  21. Wuaaaa….kerikil nya dah nonggol hhhe ~ ada bumbu_bumbu kecemburuan d part ini yeaah…. Tp soeunnya nga ngeh..jdi dia dh yg mewek bukannya kb hihiiii😄
    Aaaa aku seneng bgt ketika soeun bicara ma woobin eee kb tiba3 merangkul soeun ciieeeee cemburuu eee bang yuhuuuu
    Kimbum cemburuu. Ni yee,, tp walopun kb cemburu dia tetep gengsi …dg tingkah nya yg sedemikian hhingga tak tercium ma soeun … Pdhall klo sso meneliti..seharuysnya dia menyadari itu smua klo kb dh terjerat cinta sso hihiiii

    Readers berharap nantii kimbum …minta sarat yg laen dh minta d bikinin apa gitu jgn coklat kkkke,btw coklatna rs kopi ..pahit kaga’ tu hhhe ~ woobin kan jg dpt yak t coklat…suka g t ma coklat yg kga’ ada rs manis nyo hihiih Xd *abaikan*
    mudah3an soeun hanya marah sesaat ma kimbum stelah itu dia tidak lupa dg tujuannya yg untuk menggapai cinta kb😉
    Ayo soeun semangat 45 yak,, jgn berhenti sampai d sinii..tetep genjot terus si KB biar perlahan_lahan kB bisa sering menunjukan perhatiannya pdmu .. ,, q pikir di part ini udh ada kemajuan nya thor (y) perlahan kb dh nunjukin rsnya k sso walpun klo d liat ga terasa yak tp mengingat sifat kb ..ini dh kemajuan (y) … KB suka ngeliat kb suka ma soeun dg caranya ini..walopun dingin begitu banyak kasih sayng d hatinya buat sso hhhe *reader sotoy*
    Aku harap sesekali bolehlah kb menunjukan sisi lembut n menunjukan sinyal cinta k soeun tp tetep jangn hilangkan sifat kb yg dingin n cool ini yak hhhhe , pokoke aku suka dg sikap kb k soeun …walpun sso nya sedih yak …tp mudah3an sso nyadar klo sifat orng yg d sukainya kek beginilah… Stelah bs memahami.. Soeun tidk akan bersedih lgi bahkan tambh cintrong ma KB😉

    Smoga dg kehadiran woobin, kb lebih bs posesif menjaga sso hhhhhe takut sso berpaling gitu tp dg tidak mengurangi rs gengsi nya kb hhhe tp klo sesekali kaga’ papalah *reader plinplan*

    Reader, suka dr part k partnyaa….sukkses buat author :*
    Next part 10 gpl ya cantix :*

    Special 2 jempol aye *jempol gajah,hhe* buat author (y) (y)
    Thumb up (y)
    Keep writing n always {̶»̶̲̥̅̊(̥̊‎‎♡̷̬̩̃̊☃Happy☃♡̷̬̩̃̊)̥̊«̶̲̥̅̊}̶

  22. So eun nya kasihan ..
    Kim bum jahat bgt sih ..
    Tpi aku mengerti, mungkin kim bum cmbru karena so eun membagi ckltnya ke orang lain..
    Tpi seengga nya hargain pmberiannya kali ..

    Oke cpt di lanjutin ya thor..
    Aku tunggu …

  23. Kimbum cemburu nih ngeliat sso dekat sma woo bin .. Apa jangan2 kimbum udah mulai suka ya sma sso??
    Iihh,,kimbum kok tega banget sama sso,,sso kan udah cape2 bikinnya eh malah dibung gitu ajja ..
    Next..

  24. Kimbum cemburu nih ngeliat sso dekat sma woo bin .. Apa jangan2 kimbum udah mulai suka dgn sso??

    Kimbum tega banget,,sso kan udah cape2 buatnya eh malah dibuang gitu ajja ..

    Next ..

  25. yeeee kb nie trlu egois&emosi kcian soeun jd bnr2 sprt budak pliiiss deh sso kau hrs pny hrg dri jg,,slg mnghargai dong biarlah skli kli bt kb mnyesal&mnydari prsaany btp soeun sgt brarti

  26. Tambahhh seru ajahhh eon ffnya , walaupun ini ff diadaptasi dari manga tapi gak papa kok eon semasa castnya bumsso pasti aku semangat bacanya hehehe , teruskan dan semangat yaa eon ^_^

  27. Kim bumnya marah-marah,cemburu yah?!
    Aku harap sso gak berpaling dari kim bum,dan ya…buat kim bum jaga tuh sso baik-baik jangan sampai di ambil orang.entar nyesel loh…
    Next eon,udah gak sabar nunggu kelanjutannya…
    I’m sorry nya juga di tunggu,
    fighting!!

  28. jiahh eon daebakk seruu bggett..omonaa kimbum cmburuu ksia so eun yg sllu d gtuin sma kimbum oppaa knpaa cbaa gtuu..jiahhhh Bum ngebingungin bggett dahh ya sfat n..so eiun sllu cnta k kimbum…njutt eoonie..krenn..mianhe ya yuly bru bca..:-)

  29. Ada masalah lagi diantara bumsso….
    Kimbum tega bgt sih sama soeun,,, apa karna cemburu maka’a kimbum seperti itu??
    Aiishh benar” sikap’a selalu berubah ubah….

  30. Hoho ada tokoh barukyknya wobin
    Emg dasarnya soeun org yg baik jdi dia baik ksmua org trmsuk wobin
    Dan kimbum kyknya cemburu bnget tuh dgn wobin apa lgi ttg coklat itu smpe dia mngluarkan kata2 yg pedes
    Tpi sneng akirnya kimbum ada rasa cemburu jg ke soeun keke

  31. Kim bum klau cemburu terlalu kejam sama sso sampai2 sso menanggis lgi. Hemnz kra2 sso akan menyerah atau tetap mengejar kim bum sampai dapat????

  32. wah kim bum keterlaluan gt..sso dah susah2 buat coklat untuk dirinya tpi reaksinya bikin sso kecew bangt tuh…ya walau kita tau bum cemburu ma wobin..wi bin jangan2 jadi orang ktiga di hubungan(palsu) bumsso

  33. huaaah penolakan bum akan coklat yg dibuat sso plus kata2 nyelekit yg diucapkannya…. sesungguhnya itu karena satu hal..

    cemburu, yap!! bum sebenernya cemburu kan kekeke~~
    aaah sso kenapa kasih coklat juga buat woobin, liatlah majikanmu marah besar xixixi

    tambah seru nih krn sso juga berani bersuara, biarin mereka berantem dulu kyk gitu biar lbh romantis *eh :v

  34. Cciiieee ceritanya bumppa cemburu niieee😀 bumppa ingga apa” kali kalo coklatnya sama kaya woobin. Tapi kata” bumppa juga sadis banget ya menghina woobin tapi sso dengan berani membela woobin WOW bumppa pasti kaget aaiigggooo ayo sso sedikit demi sedikit bumppa udah semakin melunak:D . N masa sso ingga peka sih bumppa udah kasih signal cinta tuh😀 >3>3 haha lebay bgt ya😀

    Terus berkarya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s