Today, Love Is Begin PART 10

Today, Love Is Begin

kbkse110

Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom
Other Cast : Jung Il Woo, Kim Woo Bin, Shin Ni Rin, Lee Bo Young, Kang Hye Rim. Mungkin akan ada cast lain yang muncul.
Genre : Romance Comedy
Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

 

PART 10
“Ah….” kaget so eun. Tapi untung saja ada seseorang yang menahan lengannya. So eun sendiri cukup kaget ia hampir saja terjatuh.
“So eun-ssi, gwaenchana?” Tanya woo bin. Ternyata ia yang membantu so eun.
“Apa kau baik-baik saja so eun-ssi? Berhati-hatilah ! Perhatikan langkahmu !” Ujar woo bin.
“M…mian.” balas so eun lemas. Ia masih belum bisa fokus sekarang.
“Kau baik-baik saja?” Tanya woo bin sekali lagi. “Kau kelihatan berbeda so eun-ssi.”
“Benarkah?” Tanya so eun dengan nada lemas. Woo bin menatap so eun khawatir.
“Apakah sesuatu telah terjadi? Kau bisa menceritakannya kepadaku, aku akan mendengarnya.” Tawar woo bin.
“Anio, aku baik-baik saja.” Balas so eun.
“Meskipun aku bukanlah orang yang pandai memberikan solusi, tapi aku akan mendengarkan semuanya dengan baik ! Aku akan mencoba membantumu jika aku bisa melakukannya.” Ujar woo bin.
“Karena kau sudah banyak menolongku, jadi aku juga ingin menolongmu ! Aku akan melakukannya agar bisa membuatmu senang !” Woo bin masih berusaha menawarkan dirinya untuk mendengarkan masalah apa yang terjadi pada so eun.
So eun terdiam beberapa lama seraya menatap woo bin.
“Hahah….” so eun tertawa hambar, ia berusaha menyembunyikan ekpresi wajahnya yang sedih. “Kau sangat baik huh, kim woo bin-ssi…..” ujarnya. Kini so eun tidak bisa menahannya lagi. Air matanya pun jatuh dengan seketika. Ia menangis, membuat woo bin kaget dan bingung apa yang harus ia lakukan.
Tangisan so eun semakin deras. “Aku benci….aku benci coklat !” ujarnya.

Aku sudah berusaha. Tapi kenapa akhirnya menjadi seperti ini? Aku benci jika semua yang sudah aku usahakan tidak berjalan indah sesuai dengan yang aku harapakan. Akankah hubunganku yang palsu ini akan terus berlanjut ataukah hanya sampai disini saja?

 

-today love is begin-

 

“MWO??? Kau menolak coklat darinya!?” Pekik jung il woo setelah ia berusaha keras memaksa kim bum untuk bercerita kepadanya mengenai hubungan kim bum dengan so eun sekarang. Tapi setelah kim bum membuka mulutnya, kim bum malah bercerita tentang penolakan sebuah coklat.
“Laki-laki macam apa kau ! Segera temui so eun-ssi dan minta maaf padanya sekarang juga !” Titah il woo. Saat ini il woo sedang ada di apartemen kim bum, berkunjung tanpa diminta dan mengotori tempat tidurnya. Kim bum menghela nafasnya lalu meneguk jus jeruk yang tersimpan di atas meja.
“Kenapa harus aku yang melakukannya? Itu adalah kesalahannya karena sudah membuatku kesal !” Balas kim bum dengan egoisnya. Disaat keadaan seperti ini ia malah masih berpikiran bahwa yang telah ia lakukan pada so eun bukan salahnya.
“Aku yakin so eun-ssi punya alasan lain kenapa dia memberikan coklat itu kepada laki-laki lain. Apakah kau mendengarkan alasan so eun-ssi dengan jelas?” Balas il woo. Dirinya begitu antusias dengan hubungan sahabatnya itu.
“Jikapun aku mendengarkannya, pada akhirnya aku hanya akan marah !” Balas kim bum. Wajahnya kini terlihat sedikit frustasi. Il woo menatap kim bum dengan tatapan menyelidik, lalu ia mendekatkan wajahnya pada kim bum seraya tersenyum penuh arti. Kim bum mengerutkan keningnya melihat perilaku il woo seraya sedikit memundurkan tubuhnya ke belakang.
“Apakah kau tidak merasa jika caramu berbicara terasa berbeda, bum-ah?” Goda il woo. Kim bum semakin mengerutkan keningnya.
“Lihatlah ! aura wajahmu, gaya bicaramu, dan tatapan matamu menggambarkan jika kau sedang merasa cemburu ! Eiii…..” il woo menyikut tubuh kim bum dengan lengannya.
“Siapa yang yang kau maksud sedang cemburu?” Balas kim bum tidak terima.
“Apakah kau pikir hanya karena peliharaanku itu mengkhianati pemiliknya, maka aku harus merasa cemburu?” Lanjutnya. Il woo geleng-geleng kepala.
“Boleh aku jujur? Caramu berbicara benar-benar tidak lucu ! Kau benar-benar bo-doh soal perasaan wanita !” Ujar il woo seraya menunjuk-nunjuk kepalanya dengan telunjuknya.
“Kau merasa bahwa tidak ada cara untuk so eun-ssi bisa pergi dari sisimu, benar kan?” Tebak il woo.
“Semua kata-kata yang keluar dari mulutmu dan semua yang telah kau lakukan padanya, tidakkah kau berpikir itu terlalu kasar?” Lanjut il woo. Kim bum hanya bisa diam dan mendengarkan perkataan il woo.
“Kau tahu kau bukanlah satu-satunya lelaki di dunia ini, kan? Jika kau terus bersikap seperti itu entah sampai kapan, so eun-ssi juga pasti akan meninggalkanmu, kau tahu?” Jelas il woo. Perkataannya kali ini benar-benar serius. Kim bum terdiam.
“Aku benar kan?” Tanya il woo.
“Ketika itu terjadi, apakah kau tidak akan merasa menyesal?”
Kim bum masih menatap il woo dalam diam, lalu ia menghela nafasnya. “Jadi, itu semua yang ingin kau katakan kepadaku?” Akhirnya kim bum membuka suaranya. Kini ia menatap il woo dengan tatapan kesal.
“Ah sejujurnya aku juga tidak tahu.” Balas il woo cepat lalu memakan keripik kentang yang ada di hadapannya.

 

-today love is begin-

 

So eun sedang duduk di bangku di dekat taman sekolah bersama kim woo bin. Setelah tadi ia tiba-tiba menangis, woo bin panik dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Maka dari itu woo bin pun mengajak so eun untuk duduk dan membelikan sebotol air mineral untuk so eun. Setelah menerima air mineral itu, so eun membukanya dengan perlahan dan meminumnya sedikit. Masih ada sisa genangan air di bawah matanya.
“Apakah kau sudah merasa tenang?” Tanya woo bin hati-hati. Ia benar-benar canggung jika berhadapan dengan perempuan yang habis menangis. So eun mengangguk. Tapi tiba-tiba, tanpa diminta air matanya itu jatuh lagi.
“Hiks hiks….mian~ tiba-tiba saja air mataku…..aku juga tidak tahu alasan hiks kenapa aku menangis seperti ini.” Ujar so eun seraya berusaha menghapus air mata dengan punggung tangannya. Woo bin lagi-lagi panik. Ia pun memegang pundak so eun.
“A…ani…jika kau ingin menangis, menangislah ! A..aku tidak apa-apa.” Balas woo bin. So eun malah memangis semakin kencang sekarang, ia tidak tahu bagaimana ia bisa menghentikannya, dan ia meluapkan semua sesuka hatinya sekarang. “Huaaa hiks….hiks….hiks….”
Sementara itu, woo bin hanya bisa mengunci mulutnya diam-diam. Ia tak berani menganggu so eun yang sedang menangis. Ia menatap ke depan sambil sesekali melihat ke arah so eun. Setelah beberapa menit kemudian akhirnya so eun pun berhenti memangis. Woo bin menatap ke arah so eun untuk memastikan.
“Gomawo woo bin-ssi….aku sudah lebih baik sekarang.” Ujar so eun seraya menghapus sisa genangan air di bawah matanya.
“Um~ me…melihatmu menangis seperti ini. Mungkinkah sesuatu telah terjadi antara so eun-ssi dengan kekasih so eun-ssi?” Tanya woo bin. So eun langsung menatap ke arah woo bin.
“E…eh? Bagaimana kau bisa tahu?” Tanya so eun. Tebakan woo bin tidak melenceng sedikitpun dari apa yang sudah terjadi antara dirinya dengan kim bum.
“I..itu…itu karena tadi kau bilang kau benci coklat. Apakah itu gara-gara coklat yang kau buat itu?” Tanya woo bin. So eun lalu memalingkan wajahnya dari woo bin, dan memilih untuk menundukkan kepalanya.
“Itu……” so eun menggantungkan ucapannya. ‘Mana mungkin aku mengatakan kalau dia marah karena gara-gara aku memberikannya satu kepada woo bin-ssi, apalagi dia sudah menghina woo bin-ssi.’ Batin so eun. Woo bin menunggu kelanjutan jawaban dari so eun, tapi so eun malah membuat ekpresi kesal di wajahnya.
‘Terkadang aku jadi benci pada laki-laki itu ! Kenapa dia tidak hanya menerima saja coklat dariku? Gggrrr….bukankah dia sendiri yang sudah mengatakan akan memakan apapun dariku asalkan itu bisa dimakan? GGggrrrr…..’
Menatap so eun yang terus saja menampakkan ekpresi marah, membuat woo bin menelan ludahnya. Ia menatap hati-hati pada so eun.
“WOOOAAAH ! DIA SANGAT TIDAK MASUK AKAAAALL !” So eun berteriak dengan kesal seraya meremas-remas tangannya. Jujur saja, ini membuat woo bin sedikit takut. Ia bisa melihat sisi lain dari kim so eun sekarang ini.
“WOOOOAH AKU KESAL SEKALI ! KESAL SEKALIII !” bukan tangannya lagi yang ia remas-remas, kini so eun malah menarik kerah baju woo bin seakan-akan so eun akan mencekiknya dan memakannya. Woo bin benar-benar takut sekarang.
“S..so…so eun-ssi.” Panggil woo bin pelan. Setelah sadar bahwa ia baru saja meluapkan kekesalannya pada woo bin, bahkan hingga menarik kerah baju woo bin. So eun pun langsung melepaskan tangannya itu.
“W…woo bin-ssi, mianhae~” ujar so eun dengan wajah yang kelihatan shock karena apa yang baru saja ia perbuat.
“G..gwaenchana.” balas woo bin.
“Bagaimana ini? Aku pasti membuatmu takut, benar?” Tanya so eun. Woo bin menggeleng. “Aniyo.” Balasnya.
“Mian~ aku terlalu kesalnhingga aku pun jadi sedih.” So eun menundukkan kepalanya lagi.
“So eun-ssi…” woo bin memegang kedua pundak so eun. So eun menatap woo bin, matanya kembali berkaca-kaca dan hendak mengeluarkan air mata lagi.
” jika ada sesuatu yang membuatmu marah, atau sesuatu yang membuatmu sedih. Akan lebih baik jika kau menceritakan apa yang kau rasakan itu kepada seseorang. Meskipun hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, tapi kau akan merasa lebih baik setelahnya !” Ujar woo bin. Ia menatap serius pada so eun. Ia peduli karena mengingat kebaikan so eun kepadanya.
“Woo bin-ssi.” Panggil so eun pelan.

 

-today love is begin-

 

“MARAH-MARAH DENGAN ALASAN YANG SANGAT KEKANAK-KANAKAN ! BUKANKAH DIA BENAR-BENAR TIDAK PUNYA PERASAAN? AKU BENAR-BENAR SEBAL DENGAN TIPE LELAKI SEPERTI ITU !!! DIA PIKIR DIA SIAPA? SELALU SEENAKNYA MELUAPKAN KEMARAHAN DENGAN ALASAN YANG TIDAK MASUK AKAL ! DASAR LAKI-LAKI YANG SELALU SALAH PAHAM !” So eun berteriak-teriak meluapkan segala kekesalannya tentang kim bum. Bahkan ia tidak peduli dengan woo bin yang duduk di hadapannya dan juga pengunjung di cafe yang memperhatikannya. Ya benar, saat ini so eun dan woo bin sedang berada di cafe di dekat Chungju Highschool. Woo bin sampai berkeringat dingin melihat so eun yang begitu emosi di depannya. Ia hanya diam tanpa berani berkutik.
“Mianhae….itu semua gara-gara aku mengambil coklatmu, kan?” Woo bin menundukkan kepalanya.
“ANIYO ! ANIYO ! INI SEMUA BUKAN SALAHMU ! KARENA SAMPAI SEKARANG AKU TIDAK PERNAH BERPIKIR BAHWA ITU ADALAH SALAH ! PADA KENYATAANNYA AKU SENANG KARENA DIA TIDAK MENERIMA COKLAT DARIKU ! ITU AKAN LEBIH BAIK DARI PADA AKU MEMBERIKAN COKLAT BUATANKU PADA LELAKI KEJAM SEPERTI DIA !” Nada bicara so eun masih tinggi, itu karena ia masih kesal dengan kim bum.
“L…laki-laki seperti kekasihmu, a…aku selalu mengira bahwa dia adalah laki-laki yang ramah.” Balas woo bin dengan pelan.
“MWO!? KAU SALAH ! SEBENARNYA DIA TIDAK SERAMAH YANG KAU PIKIRKAN ! DIA ITU HANYA BERAKTING DI DEPAN ORANG LAIN ! DIA BENAR-BENAAAAR TAK BERPERASAAN ! DA ADALAH LELAKI YANG BEGITU KELIHATAN NYAMAN SAAT MENGEJEKKU !” Balas so eun. Ia mengambil jeda sedikit, seraya mengambil udara banyak-banyak. Ia rasa meluapkan emosi sehebat ini cukup menguras tenaganya.
“Yaaah…meskipun dia punya sisi wajah yang tampan, tapi dia sudah sering membuatku menangis.” Nada bicara so eun mulai melemah. Ia menatap cangkir berisi coklat hangat di depannya.
“Dia sering mengganggu, dia sangat arogan, dan dia punya mulut yang benar-benar tajam. Mengatakan sesuatu sesuka hatinya yang bahkan dia tidak pernah berpikir bahwa apa yang dia katakan itu menyakiti orang lain.” Lanjut so eun. Woo bin menatap so eun iba.
“So eun-ssi, bolehkah aku mengatakan sesuatu?” Pinta woo bin. So eun menatap woo bin.
“Meskipun begitu, tapi so eun-ssi sangat menyukai kekasih so eun-ssi, kan?” Ujar woo bin. “Meskipun dia sering melakukan sesuatu yang kasar padamu, kenapa…….”
“Hey…..” so eun memotong perkataan woo bin. So eun memasang senyum lemasnya. “Aku penasaran, kenapa kau begitu pengertian woo bin-ssi? Kau memahami perasaan orang lain dengan baik.” Ujar so eun, ia lalu menopang dagunya dan mengaduk-aduk coklat hangat di atas meja dengan sendok.
“Mungkin akan lebih baik jika aku menyerah, benar kan?” Tanya so eun. Woo bin menatap so eun dengan kaget.
“Tiba-tiba aku memutuskan ini hanya karena aku sedang bermasalah dengannya. Meskipun aku sudah memikirkan cara ini, tapi kenapa aku masih belum bisa berhenti menyukainya?” Gumam so eun. “Hahaha….” tiba-tiba so eun tertawa hambar. Sebenarnya ia berusaha menyembunyikan dirinya yang hendak menangis lagi. Ia mencoba menahannya. Karena ternyata, menangis itu begitu melelahkan !
“So eun-ssi….” panggil woo bin. Woo bin menatap so eun dengan serius. So eun juga ikut menatap woo bin dengan tatapan seakan mengartikan ‘wae?’
“Apakah aku kurang baik?” Tanya woo bin pelan, kepalanya menunduk. Ia tidak berani menunjukkan wajahnya yang merah kepada so eun. So eun menatap woo bin dengan ekspresi bengong.
“Eh?”
“Jika dibandingkan dengan kekasihmu, jelas aku jauh dari kata keren, dan aku tidak lebih baik darinya, dari segi apapun. Tapi….yang bisa aku lakukan adalah aku tidak akan pernah membuat so eun-ssi menangis ataupun merasa sedih.” Ujar woo bin. Wajahnya sudah benar-benar merah padam untuk mengumpulkan keberanian mengatakan hal ini kepada so eun.
“Jika berkencan dengan kekasihmu sangat menyakitkan untukmu, jadi…..aku….aku akan selalu ada disini.” Lanjut woo bin.
“Eh? Woo bin-ssi….” ujar so eun. Ia masih belum bisa mencerna dengan baik perkataan woo bin. Apakah ini sebagai penyemangat? Ataukah sebagai pengakuan? So eun belum paham.
“Ah ! K..k..kau tidak perlu memberikan tanggapannya sekarang !” Woo bin mengangkat kedua tangannya di depan dada.
“Aku….aku harap kau memikirkannya terlebih dahulu dengan matang ! Pilihlah salah satu siapa yang akan membuat so eun-ssi merasa senang ! Aku tidak memaksa !” Lanjutnya. So eun malah semakin bengong menatap woo bin. Ia juga tidak tahu apa yang harus ia pikirkan nantinya.

 

-today love is begin-

 

So eun sedang tiduran di kasurnya. Sudah berkali-kali ia membenarkan posisi tidurnya tapi tak ada satu pun yang membuatnya nyaman. Ia juga terus-terusan memikirkan perkataan woo bin kepadanya tadi sore. Otaknya sedang dilanda kebingungan saat ini. Disisi lain ia ingin menghargai kebaikan woo bin, disisi lain entah kenapa ia juga tidak bisa melupakan perasaannya kepada kim bum. So eun merasa dirinya adalah perempuan terbodoh di dunia karena menyukai laki-laki kasar yang selalu mengeluarkan kata-kata tajam padanya.
So eun menghela nafasnya. “Apakah woo bin-ssi serius?” Gumam so eun.
“Aku benar-benar tidak menduganya…..tapi….mungkin saja itu serius, kan? Dia tidak kelihatan seperti orang yang suka bercanda. Tapi…..bagaimana ini?” So eun menatap langit-langit kamarnya.
“Sampai sekarang, kepalaku belum diisi oleh orang lain selain kim bum-ssi, aku bahkan belum pernah memikirkan lelaki lain selain kim bum-ssi. Jadi pilihan apa yang harus aku buat? Pilihan yang akan membuatku paling bahagia, huh?” Gumam so eun. Kini di langit-langit kamarnya pun dipenuhi oleh wajah kim bum yang berputar-putar.

 

-today love is begin-

 

Chungju Highschool
Di dalam kelas, kim bum sedang berdiri di dekat jendela seraya menatap ponselnya. Sudah berkali-kali ia mengecek layar ponselnya, tapi tetap saja tak ada juga pesan yang masuk.
“Tsk !” Kesalnya. Dari kemarin malam sebenarnya ia menunggu, menunggu pesan dari seseorang. Siapa lagi kalau bukan so eun. Bahkan tidurnya pun merasa terganggu karena kepalanya dipenuhi tentang alasan-alasan kenapa so eun tidak mengiriminya pesan seperti biasanya. Tiap menit selalu saja ada pesan yang masuk dari so eun yang membuat kim bum merasa terganggu. Tapi kini sebaliknya, ia merasa terganggu disaat tak ada satupun pesan yang masuk dari so eun.
“Kim bum-ssi….” panggil nirin. Kim bum langsung menoleh ke asal suara.
“Lee seonsaengnim memintamu untuk menemuinya di ruang guru sekarang !” Ujar nirin.
“Ah baiklah.” Balas kim bum lalu segera keluar dari kelasnya.
Kim bum berjalan menuju ruang guru yang berada di lantai bawah. Saat ia berbelok di koridor, ia melihat woo bin baru saja keluar dari kelasnya.
“Heh laki-laki itu…”gumam kim bum.
“Ah…” woo bin kaget karena saat ia memalingkan wajahnya, tepat ada kim bum yang tengah menatapnya.
“S…selamat siang.” Sapa woo bin canggung. Bukannya membalas, kim bum malah melewatinya dengan santai. Woo bin pun hanya menatap punggung kim bum dalam diam. Tapi kemudian, apa yang ada di dalam pikiran woo bin tidak bisa ia sembunyikan lagi. Ia harus membicarakannya dengan kim bum.
“Bolehkah…..kita bicara sebentar?” Pinta woo bin. Membuat kim bum menoleh dan menghentikan langkahnya.

 

-today love is begin-

 

So eun tengah berjalan di koridor seraya membawa kotak bekal di tangannya. Ia menghela nafas.
“Aku butuh ketenangan sekarang ini, makan sendirian di taman pasti akan membuat pikiranku lebih nyaman. Aku tidak bisa berpikir jernih jika teman-teman di kelas sangat berisik.” Gumamnya.
“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” So eun mendengar suara kim bum. Tapi kemudian ia geleng-geleng kepala. Pikirannya sedang kacau jadi mungkin itu hanya perasaannya saja.
“Bisakah kau mengatakannya dengan cepat? Aku tidak punya banyak waktu sekarang.”
So eun berbelok, dan matanya menangkap sosok kim bum dan woo bin sedang berdua di dekat tangga. So eun kaget, lalu ia memundurkan kembali langkahnya dan mengintip di balik dinding.
“Kim bum-ssi dan woo bin-ssi?” Pekik so eun.
“Aku….aku minta maaf.” Ujar woo bin. Kim bum menatap woo bin dengan tatapan tidak bersahabat seraya melipat kedua lengannya di dada.
‘Kenapa mereka berdua……’ pikir so eun. So eun semakin penasaran saja apa yang membuat kedua laki-laki itu bisa bersama? Terlebih lagi suasana yang terasa begitu tegang di antara mereka.
“Mengenai so eun-ssi…..” ujar woo bin menggantung. Mendengar nama so eun disebut, kim bum menatap woo bin dengan serius kini.
“Apakah kau benar-benar….dan sungguh-sungguh menyukainya?” Tanya woo bin. Jantung so eun jadi bedegup sangat cepat saat ia mendengar pertanyaan yang ditujukan woo bin kepada kim bum. Menanti jawaban apa yang akan diberikan kim bum membuat hatinya benar-benar tidak tenang. So eun memilih menyenderkan punggungnya pada dinding seraya memeluk kotak bekalnya.
“Mwo?” Tanya kim bum. “Apa yang aku rasakan kepada perempuan itu tidak ada hubungannya denganmu, kan?” Jawab kim bum enteng.
“K..kalau begitu, aku mohon katakan sesuatu padaku !” Pinta woo bin. Kim bum menatap woo bin tidak mengerti. “Meskipun kalian berdua sedang berkencan, tapi kenapa kau selalu bersikap kasar dan selalu menyakiti so eun-ssi?” Tanya woo bin, butuh keberanian yang besar baginya untuk mengatakan itu kepada kim bum.
“Apa yang kau tahu tentang diriku, heoh?” Tanya kim bum.
“So eun-ssi….kau tahu perasaannya sangat terluka, kan? Aku mengatakan ini karena aku paham hanya karena aku melihat dari luarnya saja.” Ujar woo bin.
“Kalau begitu, kenapa kau tidak mencoba untuk menghiburnya?” Balas kim bum enteng. Woo bin terdiam.
“Tsk….” kim bum mengeluarkan smirknya. “Aku sering melihat perempuan itu marah, kesal, malu, menangis hanya karena diriku. Aku jadi penasaran, kenapa dia belum juga menyerah.” Ujar kim bum. Ia hanya ingin membuat lelaki di depannya ini segera menyerah untuk berbicara tentang so eun. Tapi rupanya, perkatannya itu tanpa ia sadari telah sampai ke telinga so eun sendiri. So eun membulatkan matanya, ia tidak percaya. Woo bin sendiri mengepalkan tangannya karena kesal.
“Dia benar-benar perempuan yang berbeda. Melihat sesuatu seperti itu membuatku…..”
“Aku……” woo bin memotong perkataan kim bum. “Sejak kim so eun menolongku waktu itu, aku berpikir bahwa aku tertarik kepadanya karena sikapnya yang baik dan ramah padaku, tidak pernah ada seorang pun yang mengatakan padaku bahwa aku ini lelaki normal, tapi berbeda dengan kim so eun-ssi ! Setelah berpikir…..ternyata aku menyukai kim so eun-ssi !!! Aku mengungkapkan perasaanku kepadanya kemarin !” Mata kim bum sukses membulat mendengarnya.
“Aku masih menunggu jawab dari kim so eun-ssi !” Lanjutnya. Kim bum tidak berkedip sedikitpun. Apa yang baru saja diceritakan oleh lelaki di depannya membuatnya shock.
“Jika kau sungguh-sungguh menyukai kim so eun-ssi, kau pasti akan memperlakukannya dengan baik. Tapi sekarang semuanya sudah jelas, akan menyakitkan bagi so eun-ssi ketika dia bersamamu !” Woo bin sampai terengah-engah menyampaikan semua apa yang ada di kepalanya kepada kim bum.
Tatapan kim bum berubah menjadi tajam sekarang. “Jangan bicara seperti kau tahu semuanya !” Marahnya.
“Aku tidak mencoba untuk membanggakan diri sendiri, aku berbicara seperti ini karena aku adalah seorang laki-laki. Sebagai laki-laki, laki-laki manapun jika mereka memiliki seorag kekasih, mereka pasti akan melakukan segala cara agar membuat kekasihnya selalu tersenyum, kan?” Ujar woo bin serius, tatapannya pun kali ini tidak ingin kalah dari kim bum. “Tapi…untuk seseorang yang tidak memikirkan perasaan kim so eun-ssi dan hanya memperlakukannya sebagai suatu alat hanya untuk membuat dirinya sendiri itu senang, kau pasti tidak akan mengerti perasaannya, kan?” Kim bum semakin membulatkan matanya saja mendengar perkataan woo bin yang dikiranya cukup berani. Kim bum menggertakan giginya dengan kuat. So eun sendiri yang menguping di balik dinding ikut merasakan guncangan hebat di dalam hatinya.
“Tsk….kalau begitu kenapa kau tidak menjadi kekasih dia saja? Kau akan melakukan segala cara untuk membuatnya senang, kan?” Balas kim bum akhirnya. Ia berusaha mencoba menahan gejolak panas yang menerpa hatinya saat ini. Kini giliran woo bin yang diam.
“Haaah….” kim bum menghela nafasnya. “Berbicara denganmu membuang-buang waktu.” Ujarnya lalu berjalan melewati woo bin dan menuruni anak tangga.
“Kau tidak pernah sungguh-sungguh menyukai kim so eun-ssi, benar kan?” Langkah kim bum kembali terhenti. Ia memutar kepalanya menatap woo bin dengan tatapan geram.
“Dari awal, perempuan itu hanya salah satu cara bagiku untuk membunuh waktu ! Bahkan jika pun dia pergi dariku, aku tidak akan pernah merasa menyesal !” Marah kim bum. Lalu setelahnya ia pun melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga. So eun yang mendengar dengan jelas apa yang keluar dari mulut kim bum itu hanya bisa membuka mulutnya karena terkejut. Matanya juga membulat saking ia tidak percayanya, tatapannya pun kosong. Ia benar-benar tak habis pikir kim bum akan mengatakan hal semacam itu. Jika mungkin bisa, ia ingin membuat telinganya tuli saat ini juga.
Woo bin pun juga begitu, setelah kim bum pergi ia tak berkutik sedikit pun dari tempatnya. Ia menunduk dan berusaha mengintropeksi diri dengan apa yang baru saja ia katakan.
Perlahan woo bin pun berjalan menuju kelasnya kembali, namun ia terkejut karena melihat so eun tengah berdiri di balik dinding. Mungkinkah so eun mendengar semuanya?
“So eun-ssi.” Pekik woo bin. So eun tidak merespon. Semua yang ia dengar sedari tadi benar-benar membuatnya merasa lelah.
“K..kau…kau mendengar semuanya, so eun-ssi?” Tanya woo bin khawatir.
“W…woo bin-ssi.” Panggil so eun, ia menatap lantai, tatapannya kosong.
“Aku….sudah memutuskan.” Lanjutnya lemas.

 

-today love is begin-

 

Sepulang Sekolah
Kim bum baru saja keluar dari kelasnya. Beberapa murid perempuan manyapanya dan seperti biasa kim bum memasang senyum palsu terbaiknya.
“Kim bum-ssi.” Panggil seseorang. Kim bum menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang.
“So eun?” Ucap kim bum. So eun menatap kim bum dengan tatapan sayunya lalu berjalan mendekat ke arah kim bum dengan kepala yang di tekuk.
“Kau butuh sesuatu?” Tanya kim bum.
“Um…” so eun mengangguk. “Aku datang untuk memberitahumu.” Ujar so eun.
Perlahan so eun mengangkat wajahnya dan memasang senyum terbaiknya, senyum terbaik yang ia tunjukan untuk menyembunyikan bagaimana perasannya yang sebenarnya.
“Aku mengundurkan diri sebagai peliharaanmu !” Ujar so eun dengan wajah dibuat seceria mungkin. Seakan-akan saat ini ia sedang baik-baik saja. Kim bum membulatkan matanya.
“Terimakasih untuk semuanya hingga saat ini !” Lanjutnya.
“Ha?” Kim bum masih belum mengerti.
“Yang ingin aku coba untuk aku katakan adalah….kau tidak perlu lagi berpura-pura sebagai kekasihku ! Terkadang, aku merasa lelah terus seperti ini, banyak hal yang sudah terjadi dan itu semua tidak sedikit yang membuatku menghabiskan banyak tenaga dan pada akhirnya membuatku stress hehe.” So eun menggaruk-garuk pelipisnya yang tidak gatal. Kim bum hanya bisa menatap dan mendengarkan so eun saja.
“Um~ kepada kim bum-ssi juga, itu sudah cukup.” Lanjutnya. “Maaf karena aku terlalu berambisi dan sudah membuatmu merasa terganggu !” So eun kembali menundukkan kepalanya.
“Aku mengerti.” Akhirnya kim bum bersuara. Ia juga memasang senyum entah itu senyum palsu yang ia buat untuk menyembunyikan perasaan menyesalnya, ataukah senyum asli karena ia senang karena sudah terbebas dari so eun.
“Baiklah, jadi aku rasa mulai dari sekarang, kau dan aku hanya sebatas orang yang saling tidak mengenal saja.” Ujar kim bum.
“Ah ne.” Balas so eun. Tubuhnya bergetar sekarang, ia merasa tidak kuat lagi harus lama-lama berada di dekat kim bum.
“Ummm~ baiklah ! Itu semua yang ingin aku katakan. Aku berterimakasih atas semua yang telah kau lakukan untukku hingga saat ini.” So eun tiba-tiba bow di depan kim bum.
“Aku juga.” Balas kim bum tanpa balas membungkukkan badannya.
“Kalau begitu, annyeong !” So eun membalikan badannya dan melambaikan tangannya pada kim bum seraya memasang senyum terbaiknya. So eun pun pergi meninggalkan kim bum. Sementara itu, kim bum sendiri masih diam di tempatnya seraya menatap punggung so eun yang semakin menjauh.

 

-today love is begin-

 

So eun berjalan dengan langkah gontai. Ia bahkan tidak naik bus pulang sekolah kali ini, ia lebih memilih berjalan kaki menuju rumahnya yang cukup jauh. Tatapannya pun saat berjalan terlihat kosong, ia berpikir apakah yang sudah ia lakukan itu pilihan yang tepat? Tapi kenapa ia merasa menyesal setelah menyampaikan semuanya? Ia merasa jika ia begitu bodoh ! Hatinya terasa sangat sakit, sesak, bagaikan ada ribuan duri yang menancap disana. So eun tidak bisa menahannya, hingga akhirnya air matanya pun jatuh dengan deras. Tak pernah ia merasa sesakit ini sebelumnya.

 

-today love is begin-

 

Keesokan harinya, Chungju Highschool
Bel istirahat berbunyi, so eun berjalan keluar kelas dan memilih makan sendirian di taman daripada di kantin. Saat ini ia sedang tidak suka dengan keramaian. Bo young dan hye rim yang melihat hal itu merasa curiga. Kemudian mereka saling pandang.
“Apakah kau merasa beberapa hari ini so eun terlihat begitu murung?” Tanya bo young.
“Aku merasakannya.” Balas hye rim.
“Apakah jangan-jangan….hubungannya dengan kim bum-ssi sedang berada di ujung tanduk?” Pikir bo young.
“Molla~ tapi sepertinya begitu.” Balas hye rim. Bo young tampak berpikir, ia mengerutkan keningnya.
“Apa so eun-ssi mendapat lelaki lain sehingga membuat kim bum-ssi marah?” Tebaknya.
“Yak !” Hye rim memukul bo young dengan buku. “Itu tidak akan terjadi, kim bum-ssi adalah lelaki populer, mana mungkin so eun mengkhianatinya. Jika pun seperti itu kasusnya, mungkin kejadiannya terbalik.” Balas hye rim.
“Jadi maksudmu, kim bum-ssi yang memiliki perempuan lain!?” Pekik bo young.
“Hehhh….” hye rim langsung saja memasukan nasi ke dalam mulut bo young agar bo young berhenti bicara.

Saat berjalan di koridor, mata so eun menangkap sosok kim bum yang juga sedang berjalan berlawanan arah dengannya. So eun langsung saja menundukkan kepalanya hingga mereka berpapasan. Mereka bertemu tanpa saling menyapa benar-benar seperti orang yang tidak saling mengenal. Hal seperti ini membuat so eun canggung, tidak so eun saja, tapi rupanya kim bum pun merasakan hal yang sama.
“So eun-ssi.” So eun mengangkat kepalanya saat ada seseorang yang menyapanya. Di depannya berdiri woo bin dengan senyum yang cerah.
“Apa kau akan makan di luar?” Tanya woo bin.
“Ah ne.” Jawab so eun.
“Kalau begitu mari kita makan bersama, kebetulan aku juga bawa bekal.” Ajak woo bin. Mau tidak mau so eun pun menerimanya dan mereka memilih makan siang di dekat lapang olahraga. Mereka duduk di bangku yang menghadap lapangan hijau itu. Posisi itu sangat pas sekali dengan ruangan kelas kim bum di lantai dua. Pemandangan disana akan terlihat dengan jelas dari balik jendela. Apalagi posisi duduk kim bum yang berdampingan dengan jendela.
Kim bum tidak ada selera untuk makan istirahat kali ini, makanya ia memilih untuk membaca buku. Saat ia mengarahkan wajahnya ke arah jendela, tepat di bawah sana ia melihat so eun yang sedang makan siang bersama woo bin. Ia mendadak kesal dan hatinya terasa panas. Sampai-sampai ia menopang dagunya tanpa melepaskan penglihatannya kepada mereka di bawah sana.
“Kim bum-ssi~” dengan malas kim bum pun memutar kepalanya dan menatap seseorang yang memanggil namanya.
“Mwo?” Tanya kim bum dingin.
“Hehehehe…..aku membuatkan cupcake untukmu, maukah kau memakannya?” Tanya orang itu yang ternyata adalah teman sekelasnya. Kim bum menatap tajam cupcake yang dibawa perempuan itu.
“Jauhkan makanan itu!” Suruh kim bum.
“Eh?” Perempuan itu kaget.
“Jauhkan makanan itu sekarang juga dariku ! Aku tidak ingin melihat sesuatu yang menjijikan seperti itu !” Ujar kim bum dingin. Membuat perempuan itu ketakutan.
“M…mianhae…” ujarnya lalu segera menjauh dari kim bum. Kim bum pun kembali menatap ke luar jendela. Memperhatikan so eun dan juga lelaki itu dengan kesal.

“So eun-ssi…” panggilan woo bin membuat so eun tersadar dari lamunannya.
“Ah ne?” Tanya so eun langsung menatap woo bin.
“Apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya woo bin.
“Ah…hahaha ani…” balas so eun.
“Ah ya so eun-ssi, di dekat sini ada toko baru dimana kau bisa belanja sambil bermain selama 1 jam hanya dengan 3000 won !” Ujar woo bin.
“Jincha?” So eun berusaha memastikan. Woo bin mengangguk.
“Jika kau mau, ayo kita pergi kesana bersama-sama. Menghilangkan stress?” Tawar woo bin.
“Yah, aku rasa tidak buruk.” Balas so eun.
“Hehehe.” Woo bin tersenyum senang.

 

-today love is begin-

 

Bel pulang sudah berbunyi, woo bin yang keluar lebih dulu menunggu so eun di depan kelasnya.
“So eun-ssi.” Panggil woo bin seraya memamerkan senyumnya.
“Sekarang kita berangkat?” Tanya so eun membalas senyuman woo bin.
“Ne.” Balas woo bin.
“Baiklaaaah~ kajja untuk menghilangkan stress !” Ujar so eun dan berjalan lebih dulu meninggalkan woo bin. So eun membuat langkahnya seperti ia benar-benar sudah melupakan kim bum. Padahal ia sedang berusaha untuk melupakannya. Woo bin pun segera menyusul so eun. Hye rim dan bo young menyembulkan kepala mereka dari balik pintu kelas. Mereka melihat so eun dan woo bin yang sedang berjalan bersama.
“Ternyataaaa….yang mengkhianati itu adalah so eun !” Ujar bo young tak percaya. “Apa yang ada dipikiran so eun hingga ia lebih memilih laki-laki cupu seperti itu? Kim bum-ssi jauh lebih segalanya dibandingkan laki-laki itu !” Lanjutnya.
“Aku setuju.” Balas hye rim.

 

-today love is begin-

 

“So eun-ssi mianhae, sepertinya dompetku tertinggal di kelas, aku akan kembali untuk mencarinya. Aku tidak akan lama, tunggu sebentar!” Ujar woo bin. So eun menghela nafasnya.
“jika kau tidak menemukan dompetmu, maka aku akan meminjamkan uang lagi padamu !” Balas so eun.
“Gwaenchana hahaha, isi dompetku lumayan banyak. Jadi kau tidak perlu meminjamkan uangmu lagi.” Ujar woo bin. “Baiklah, tunggu sebentar so eun-ssi.” Pinta woo bin. So eun mengangguk. Lalu woo bin pun berlari-lari kecil kembali menuju kelasnya. So eun memilih menunggu di tempat loker. Ia menyenderkan tubuhnya di lemari loker itu seraya menunggu woo bin kembali. Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat, so eun pun menegakkan tubuhnya.
“Woo bin-ssi, ternyata kau cepat sekali !” So eun kaget karena ternyata yang datang bukanlah woo bin, tapi kim bum. Tatapan mereka bertemu.
“Siapa yang kau panggil woo bin?” Tanya kim bum lalu ia berhenti tepat di hadapan so eun.
“M…mianhae, aku salah orang.” Balas so eun dengan kepala yang di tekuk. Ia tidak sanggup melihat wajah kim bum sekarang ini. Lalu tanpa banyak bicara lagi, kim bum melanjutkan langkahnya melewati so eun.
‘Aku baik-baik saja ! Aku baik-baik saja seperti ini.’ Batin so eun

 

Kenapa semuanya berakhir seperti ini? Apakah setelah aku memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai peliharaanmu, tidakkah terpikirkan olehmu sama sekali untuk mengatakan padaku jika kau sebenarnya menyukaiku? Aku memang terlalu banyak berharap, tapi setelah apa yang aku dengar sendiri, tentang apa yang keluar dari mulutmu, sekarang aku mengerti, jika kau sama sekali tidak memikirkanku sebagai seorang perempuan, bahwa selama ini kau merasa terganggu karena kehadiranku. Aku mengerti meskipun harus menahan rasa sakit yang bergejolak di dalam sini. Di dalam hatiku.

 

To Be Continued

Mian jika ceritanya kurang memuaskan, tapi saya harap kalian menyukainya.

NB :sekali lagi, FF ini merupakan versi bumssonya dari manga kesukaan saya, saya buat mirip sama manga aslinya dan hanya ditambahkan beberapa khayalan saya sendiri. Jadi, jika ada yang masih bingung sama ceritanya atau karakter kim bum disini yah karena seperti itulah cerita dan karakternya.

60 thoughts on “Today, Love Is Begin PART 10

  1. jiahh eon sukaa bgett sma crtaa n mkinn kreennn..daebak bggett dah eoonie..kimbum opaa lcuu bggett yak dia cmbruuu..hohoooo..oppaa kliatan bggett gak ska so eun dkat sma woo bin..dan so eun n mki dkat ajaa sma woo bin..bum smkin ksall ajaaa..sprtii n kimbum oppa jgaa skaa sma so eun tpii gak brnii ngngkapii msihh sngat gengsi yakk oppa lcuu bnar..ckk..eon lnjutt yaaaa..smngat..fightingg..

  2. huua eon aku g rela bumsso pisah,bumppa tega bgt sih ma Sso,knpa gengsinya tinggi amat bwt ngakuin perasaan sndri,huuh jd esmosi.hehe

  3. Hikss,, hikss,, nyesekk juga bacanya
    tpi mnurut gw itu jauh lebih baik drpda hrus mnahan sakit hati dg smw yg trjadi.
    Mngkin saja dg kputusan itu bsa mmbwt smwny mnjdi lbh baik.
    Nextt dtunggu, makinn seru
    hwaitingg

  4. resiiii, bolehkah minta part 11 lebih cepat lagi,,
    iya sehhhh sebel bingit ma bumppa,, tp mw gmna lg kalo itu karakter dr manga nya😦 gk bs ngapa2ain,,,,, huhuhu
    kasian sso harus mndengar hal-hal yang menyakitkan hati teeruuuuuus
    kmrin pengennya won bin ma sso aja
    tapi liat sso jadi stresss kasian jg kalo gak ma kim bum
    tp memikirkan kim bum,,,, huaaaaaaah
    pengen guling2,,, ikut stresssss juga
    bumsso skali2 main k wahana dunk, skali romantis pas malam natal ato apakah kmrin ujung2 nya kmbli myakitkan,,, jika memang lisannya selalu g2,,, stidaknya bumppa bs mnunjukan perbuatan yg myenangkan,,, nyeseeeeelkan jd gak d sms😦
    lanjuuuuut cpet ya kakak…. gumawo

  5. sumpah ngurass emosi bgt part ini.
    pas bc adegan woo bin n bumpa , ikt kbwa bgt emosi y sso eonni yg mau nangis. .
    # mau nangis bgt tp gk bs , masih ke tahan gk bs keluar #
    duh thor next part thor aku tngu pake bgt.
    mau pantengin wp author lah . lg seru2 y bgt . aaarghh . . . .

  6. huaaa.. jdi ikutan sakit hati kalo sso kyak gtu.. kirain kim bum udh mau berubah.. eh ternyata malah lebih parah.. semoga woo bin-ssi bisa menghibur sso.. biar sso gk sedih lgi.. dan semoga aja kim hum cepetan sadar.. kasihan liat sso kyak gtu.. bneran deh,ikutan sakit klo tau bum ngomongnya sekasar itu.. hah,,bner” dramatis part ini.. ditunggu lanjutannya ^^

  7. kayaknya kim bum cemburu banget sama so eun kalau so eun deket sama woo bin…..
    Mungkin kim bum udah mulai suka ke so eun……

    So eun sama woo bin makin deket aja nih,,, dan itu membuat kim bum cemburu….

    Penasaran sama selanjutnya,,, next part

  8. Huaaaa, wae?? Wae?? Ada apa sma kim bum? Apa dia ga nyadar juga sma perasaannya?? Huhhh, -_-
    Sso, sso nyerah yah,😦 huaaa. Mereka semakin menjauh,😥
    Bum!! Bilang dong bilang! Bilang cemburu apa susahnya?? :3 adeuhhhh,
    Ditunggu eon part slnjtnya. ^^

  9. huahhh makin sebel sampai ke ubun2 sama kim bum di part ini. dia beneran jadi raja tega bgt.
    udah lah soeun sama woo bin z?, kasian soeun y makan hati kuku
    biar kimbum y cemburu” dan ngerasa kehilangan soeun.
    akh makin pengen lanjut baca y
    next y d tunggu bgt
    fighting fighting

  10. hoaaaa klimakssss klimaksssssssss omonaaaaa jadi jadi jadiiiii huaaaaaa gmn iniii bum kok bisa stegaaa itu ngomong ke woo bin ttg sso aishh jinjaaaaaa sso jd dengerkann.. nahhh panas sndiri kan bum liat sso sama woo bin wkkk stagahhhh ksian sso huhh sso sbar ya sbnernya bum itu nyembunyiin sesuatu dihatinya wkkk *readersotoy wkk omooo bner kata si il woo tuh bum dengerin sobat ngomong tuh wkkkk… kyaaaaa eonnnnn resss lanjutkannn^^

  11. Udah di lanjut nih part 10 nya.
    Kim bum gimana sih!?sadar donk kamu tuh lagi cemburu.kenapa susah banget sih buat kim bum ngakuin kalau dia tuh suka sama sso bukan sebagai peliharaan tapi ia menyukai sso layaknya sso seorang wanita.
    Kim bum Nyiksa diri sso dan dirinya sendiri.
    konflik semakin rumit,nyesek banget bacanya.
    Next,jangan lama-lama yah,next partnya di tunggu.
    I’m sorry nya juga di tunggu

  12. Kim bum nya nyebelin ._.
    Sadar donkkk bumppa.kenapa gak jujur aja sih,nyakitin diri sendirikan kalau masih mengedepankan rasa gengsi.apa lagi sso kasihan di perlakuin tidak baik sama kim bum ya walau kim bum juga kadang bersikap baik.
    Next jangan lama2 yah,
    di tunggu,
    i’m sorry nya juga di tunggu🙂

  13. hhhwaaaaa onni jebal lanjut omo kenapa bumsso jadi begini hhhhhwaaaaa annddwwee onni bikin bumsso bersatu lagi ne jebal lanjut onni figthing🙂

  14. Next eon…
    Konfliknya bikin greget,sesak banget aku bacanya.
    Kim bum juga kapan kau sadarnya eoh?
    Kau tuh cemburu,udah tau punya perasaan(<3) lebih thdp sso.rasa gengsinya perlu di luluh lantakan sesegera mungkin,atau kalau tidak menyesal deh kehilangan sso.

  15. Aaaaa aku sesek nafas baca d part 10 ini😥 adoooow bumsso nya jgn lama3 yak d pisahkan ….😉 , aish omongan kb bener3 menyakitkan hati sso ,, bukannya lunak dikit ketika soeun dh agak jauh dri jangkauan eeee dia malah nantang woobin ..kek g peduli ma soeun uuuuuuu
    Berharap kb secepatnya bs melunak😉

    Ciee,kb d goda ma ill wo tp dia tetep keukeh dia g cemburu klo sso bukan apa3 baginya hmmm

    Banjir3 soeun ….kesiannye wobin yg kebanjiran krna airmata sso , teriakan ampe hampir mati karna insiden tarik kerah hhhhe *plakk,readers lebay*

    Wuaaa woobin benr3 laki terbaik …baik bgt ma soeun lama3 bisa sso nerima cinta woobin ini hiii, berharap si jwaban soeun ke woobin is yes ,, sapa thu aja dg Sso pacaran ma woobin ..kb ada hasrat buat ngerebutnya amiiiin hhhe ~

    Wih, gw suka ketika ada cewek mau ngasih bekl k kb ,kb malah mengusirnya ampe t yeoja ketakutan hihiihii cool man🙂 hhhhe ~

    Lanjuut ~
    Thumb up (y)
    Smangat ya cantix ..nextpartnya gapake lama yo cantix😉

  16. Kimbum kayaknya udah mulai suka sma so eun ,, soalnya terlihat banget kimbum cemburu melihat so eun dekat dgn woo bin . .
    Next part . . .

  17. hhhh.. kimbum pabo.. jahat bener sih ngomong ky gitu ttg soeun. jd nyesel sendiri jg kan..? ayo ayo perbaiki hub kalian lagi..

  18. huaaahhhhh….bum kenapa kau tak jujur saja sama perasaanmu sendiri..dan kenapa kau membuat sso harus meninggalkanmu…

    d tunggu part selanjutnya semangat thor…

  19. kcian sso. . . .hufht pazti sulit harus berpisah sama bumppa. .
    . . .aizh bumppa ni jengkelin ngmgnya. . Padahal oppa jga suka kan ma sso
    aaargh. . Gregetan sama bumppa next next

  20. hua kimbum tega bangett.. kasian sso..
    kesel sama sikap nya kimbum…padahal suka sama sso tapi gengsinya itu lhooooooo
    next ya chinguu🙂

  21. Hhahahahhaha,,,
    gmna rsa, xlo hti pnas,,,
    bgtulah prsaan bumppa skrang,,,
    abis ksian jg sso,,
    kta2,a to tak lyak d dgar,,,
    ayo woo bin buat sso snang y,,,
    lpkan smua yg bkin stress,,

  22. Yak kim bum ma so eun kok putus sih, aduh kim bum jg ga mau ngakuin perasaannya kalau dia udah jatuh cinta ma so eun akhirnya jd salah paham.

  23. Ceritanya keren banget…..aq suka….aq tungggu lanjutannya ya…jangan lama2….aq penasaran ma Kim Bum selanjutnya….

  24. Daebak eonni…
    Udah sso eunni sama woo bin oppa aja dari pada ama pria bermulut tajam seperti bumppa
    NEXT EONNI

  25. Pgen bngt in d buat drma dgn maincastx bumsso, ayo pak produsr korea bli lisensi mangga in u d jdikn drma populr.
    Ah Entah akhr2 in ffx makin membuatq cengeng, aq slalu d buatx menangis, awlx ff in sngt konyol tpi mengapa smakn ksni ffx makin mengharukn, ah bum mf tpi krn sikapmu in aq pgen skali getok kpalamu apa sushx mengatakn ato mengungkpkn prasaanMu u sso knpa kau jd pngecut bgi2? Sbnrx htimu i2 trbuat dr apa? Sm0ga bum menysal dgn tndaknx i2, sso n wo bin kalian smakn akrb dlu ya agar bum pnas, wo bin aja yg pmbwaanx cupu, kemayu n pemalu brani mengungkpkn prasaanx masa bum yg trkenal super ganteng, populr n pntar sush u mengungkpkn prasaanx. Ayo part 11 kluarlah.

  26. Huwaaa ada apa dgn kimbum?? Kirain dia udh mulai berubah…. trnyta masih sama saja…. dan kata”a itu benar” sungguh menyakitkan hati soeun….. padahal selama ini soeun sudah berusaha jadi yg terbaik….tapi apa hasil yg dia dapat??
    Huuh sedih… gak rela bumsso pisah… tapi gk rela jg sih klo sso trus diperlakukan seperti itu sama bum……

  27. Waaaaaa part ini bner2 sedih
    Knp jdi bgni ya? Kimbum tega bnget blg kyk gtu ya wlwpn tjuan kimbum blg ke wobin itu biar wobin gtau smuanya
    Soeun ksian bnget smpe bner2 dia ngejauhin kimbum dan akirnya mreka sma2 pura2gtau

  28. Yahhh, so eun mutusin kim bum😥 iyaa juga sih, kalo aku jadi so eun pasti aku putusin tuh si kim bum..
    Sebenernya perasaan kim bum sama so eun itu gimana sih?? di depan woo bin dia bilang gak suka sama so eun tapi dibelakangnya dia masih ragu sama perasaannya.. Penasaran.. Next:)

  29. Kim bum terlalu egois mungkin dari situ kim bum sulit untuk mendapatkan cinta nya. Huwaaaaa kim bum semakin dingin aja sifat nya.

  30. Huaaa..ga rela kim bum ma so eun pisah..mdh2an ga lama,dan secepatnya mereka berdua terutama kim bum bisa cepat menyadari perasaannya ke so eun..

  31. apa itu perasaan sebenarnya kimbum…? terus apa woo bin benar benar serius dengan perasannya??? yaaaaaaherekanya udahan gimana sekarang perasaannya kimbum. benar benar PE NA SA RAN

  32. lama ga buka WP, ternyata aku ketinggalan 6 part >,< *efek ga punya duit*
    saat bumsso lagi 'panas-panasnya' , datenglah woobin… dan bau baunya woobin demen ama ssonni, oh no! woobin, jangan jadi obat nyamuk yaaa??? biarin bumsso bersatu, masih ada cewek lain yang bisa kamu deketin *saya salah satunya XD*
    bumppa juga sihh.. jadi orang gitu amat… ditinggal sukur lu😛 kalo demen ga usah gengsi gitu, entar kalo udah ditinggal baru tau rasa daahh! *emosi ceritanya* liatin aja lu,,, entar juga elu yang mohon mohon balik ke ssonni😛
    ssonni… sabarlaah.. untuk sekarang ini, kalo di depan bumppa, tunjukin kalo ssonni itu bisa tanpa bumppa. bikin bumppa panas terusss *tapi ini sama aja ssonni manfaatin woobin ya?*
    oke dah… eonni,, aku ke part selanjutnya dulu… hwaithing!!

  33. eonni aku lupa terakhir dulu comen di part yg mana … aku mulai dari sini yaa… mian klo ada yg blm …
    .
    .
    .
    mereka brdua lucu yaa … pdahal saling membutuhkan …. tapi semua pada gengsi .. xD

  34. Nyesek.. bum kau bikin emosi doang huhh!!!!! Sso.. jalanilah harimu seperti saat kau belum bertemu kim bum.. Atau kau terima saja cinta woi bin biar tau rasa tuh kim bum *terbawa suasana* hhahaa =D

  35. akh eoni q gx iklas bumppa pisah kim bum ngobrol sama wobin ekh ternyata sso denger..knpa sih bum gx jjur jh dia th dah jatuh cinta ma sso ekh mlah blng gt. .moga mereka bersatu lagi mnjdi kekasih yg sungguhan

  36. huft, full of emotions ..

    aargh bum kamu gengsinya setinggi kayangan apa ya, susah banget utk ngaku huhuhu… jedotin pala bum wkwkk

    lucu liat hyerim ma boyoung yg salah paham, dikira sso selingkuh hihi temen2 sso yg dua ini emang rempong sejak awal..
    tapi kerempongan mereka lah yg udh bikin sso akhirnya terjebak ama bum hahaha

  37. Wwaaahh sso udah mutusin buat milih woobin dari pada bumppa??eehh lebih tepatnya mundur mungkin udah ingga tahan sama bumppa yg buat dia kesel dan marah mulu -_+
    Aaiigggoo kayaknya utk pertama kalinya bumppa bersikap begitu terhadap tmn wanita bumppa pasti dia kaget sama sikap dingin bumppa??? Aaiigggooo bumppa kayaknya ‘panas ‘ bgt tuh sampe sibuk cari kipas angin #ngomong apa an sih gue😀 hehehe..

    Terus berkarya;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s