Today, Love Is Begin PART 11

Today, Love Is Begin

kbkse110

Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom
Other Cast : Jung Il Woo, Kim Woo Bin, Shin Ni Rin, Lee Bo Young, Kang Hye Rim. Mungkin akan ada cast lain yang muncul.
Genre : Romance Comedy
Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

 

PART 11

 

“So eun-ssi mianhae, sepertinya dompetku tertinggal di kelas, aku akan kembali untuk mencarinya. Aku tidak akan lama, tunggu sebentar!” Ujar woo bin. So eun menghela nafasnya.
“jika kau tidak menemukan dompetmu, maka aku akan meminjamkan uang lagi padamu !” Balas so eun.
“Gwaenchana hahaha, isi dompetku lumayan banyak. Jadi kau tidak perlu meminjamkan uangmu lagi.” Ujar woo bin. “Baiklah, tunggu sebentar so eun-ssi.” Pinta woo bin. So eun mengangguk. Lalu woo bin pun berlari-lari kecil kembali menuju kelasnya. So eun memilih menunggu di tempat loker. Ia menyenderkan tubuhnya di lemari loker itu seraya menunggu woo bin kembali. Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat, so eun pun menegakkan tubuhnya.
“Woo bin-ssi, ternyata kau cepat sekali !” So eun kaget karena ternyata yang datang bukanlah woo bin, tapi kim bum. Tatapan mereka bertemu.
“Siapa yang kau panggil woo bin?” Tanya kim bum lalu ia berhenti tepat di hadapan so eun.
“M…mianhae, aku salah orang.” Balas so eun dengan kepala yang di tekuk. Ia tidak sanggup melihat wajah kim bum sekarang ini. Lalu tanpa banyak bicara lagi, kim bum melanjutkan langkahnya melewati so eun.
‘Aku baik-baik saja ! Aku baik-baik saja seperti ini.’ Batin so eun

Kenapa semuanya berakhir seperti ini? Apakah setelah aku memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai peliharaanmu, tidakkah terpikirkan olehmu sama sekali untuk mengatakan padaku jika kau sebenarnya menyukaiku? Aku memang terlalu banyak berharap, tapi setelah apa yang aku dengar sendiri, tentang apa yang keluar dari mulutmu, sekarang aku mengerti, jika kau sama sekali tidak memikirkanku sebagai seorang perempuan, bahwa selama ini kau merasa terganggu karena kehadiranku. Aku mengerti meskipun harus menahan rasa sakit yang bergejolak di dalam sini. Di dalam hatiku.

 

-today love is begin-

 

So eun berangkat sekolah bersama dengan nirin. Ia tak sengaja bertemu dengan nirin di halte dan pada akhirnya mereka berangkat bersama. Mata so eun terlihat bengkak setelah ia menangis semalaman. Sikapnya pagi ini juga tak bersemangat seperti biasanya. Nirin menatap khawatir so eun yang sedari tadi hanya melamun saja di dalam bus.
“So eun-ah.” Panggil Nirin. “Apa kau baik-baik saja?” Tannyanya khawatir.
So eun menoleh ke arah nirin yang duduk di sebelahnya. “Aku?” So eun menunjuk dirinya sendiri. “Hahaha memangnya ada apa denganku?” So eun tertawa hambar seraya menepuk bahu nirin. So eun mencoba menyembunyikan perasaannya yang benar-benar terluka saat ini. Nirin mengerutkan keningnya dan menatap so eun curiga.
“Sesuatu telah terjadi padamu dan kim bum-ssi?” Tanya nirin lagi. Ia menatap so eun dengan tatapan mengharap jawaban dari sahabatnya itu. So eun yang tadinya mencoba mengumbar senyum langsung mngubah ekspresinya itu 180 derajat. Ia menghela nafasnya.
“Benar kan?” Tanya nirin memastikan.
“Aku sedang tidak ingin membicarakannya nirin-ah. Mian~.” Balas so eun tanpa menatap sedikit pun ke arah nirin. Nirin memegang pundak so eun.
“Kau begitu menyukainya hingga kau banyak merasakan luka di hatimu so eun-ah, apakah kau akan baik-baik saja jika terus seperti ini?” Tanya nirin. Ia memang tidak memaksa so en untuk bercerita tapi setidaknya ia ingin mencoba menghibur so eun sedikit meskipun ia sendiri bukanlah tipe orang yang bisa menghibur orang dengan baik. “apakah kau tidak pernah berpikir untuk menyerah saja, so eun-ah? Sudah lama kau menyukainya tapi aku lihat sikap kim bum-ssi masih tetap seperti itu kepadamu.” Lanjut nirin. Nirin mendengar desahan nafas so eun seakan-akan so eun juga sudah lelah dengan semuanya.
“Nirin-ah….” panggil so eun. Nirin menatap so eun seraya menunggu kelanjutan ucapan so eun.
“Aku…..sudah menyerah.” Lanjut so eun. Nirin terdiam mendengarnya. “Aku juga….sudah lelah.” Tambahnya.
“So eun-ah.” Nirin mengusap pundak so eun.
“Meskipun aku sudah memutuskan, tapi…..aku masih saja merasa menyesal ! Aku rasa….aku sudah tidak beres nirin-ah.” Ujar so eun dengan lemas.
“So eun-ah, masih banyak laki-laki yang lebih baik dari kim bum-ssi. Percaya padaku !” Balas nirin. So eun sedikit menyunggingkan senyumnya pada nirin.
“Aku ini seperti burung yang baru saja menetas.” Ujar so eun.
“Huh?” Nirin menatap so eun tidak mengerti.
“Meskipun aku merasa menyesal. Tapi, sekarang ini aku menikmati kehidupanku yang bebas seperti burung yang baru saja menetas.” Jelas so eun. Nirin tersenyum mendengarnya.
“Akhirnya kim bum-ssi melepaskanku, aku juga tidak perlu melanjutkan tentang kebohonganku kepada semua teman-teman, setidaknya itu sedikit membuatku lega.” Jelasnya, tampaknya suasana hati so eun sudah sedikit membaik sekarang.
“Yeah yeah….jadi kau pun tak perlu memangis lagi sekarang, oke !” Balas nirin. So eun menatap nirin. Lalu mereka pun tertawa bersama. Setidaknya, mendapati sahabatnya ada di dekatnya, so eun merasa terhibur dan senang. Satu-satunya yang bisa membuat so eun lupa soal hatinya yang sedang terluka. Mulai hari ini, so eun sudah berniat untuk memulai hidup yang baru. Siapa tahu ia akan mendapat cinta yang baru?

 

-today love is begin-

 

So eun sedang berada di lapangan bersama dengan semua teman satu kelasnya. Siang hari ini adalah jadwal pelajaran olah raga. Olah raga yang di mainkan adalah lari estapet sejauh 600 meter. Semua murid di kelas di bagi menjadi 10 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 4 orang. So eun menerima bagian paling awal, yaitu lari pertama kali sejauh 150 meter seraya membawa sebuah tongkat sepanjang 30 cm untuk ia berikan kepada teman satu timnya. So eun yang biasanya paling bersemangat dalam pelajaran olah raga, kali ini terasa berbeda, terbukti karena ia adalah pelari ke dua paling bontot dari kelompok lainnya. Setelah so eun memberikan tongkat pada teman satu timnya, so eun pun pergi ke pinggir lapangan lalu mengistirahatkan dirinya disana.
“So eun-ah….” so eun melihat kim woo bin berlari-lari kecil ke arahnya seraya melambaik-lambaikan tangannya. So eun tersenyum dan membalas melambaikan tangannya.
“hosh….hosh…..” woo bin mengambil napasnya dalam-dalam, ia memegang ke dua lututnya. So eun tertawa melihat woo bin yang seperti itu.
“Apa yang membuatmu lari-lari seperti itu woo bin-ssi?” Tanya so eun. Woo bin tidak langsung menjawab, ia malah duduk di samping so eun.
“Aku membawakan ini untukmu hehehe.” Balas woo bin seraya menyerahkan botol minuman isotonik kepada so eun. So eun menatap botol minuman itu lalu mengambilnya.
“Padahal kau tidak usah membuat dirimu repot, lagipula aku tidak memintanya.” Ujar so eun.
“Gwaenchana~ aku hanya sedang ingin berbuat baik saja kepadamu hehehe.” Balas woo bin. So eun tersnyum.
“Gomawoyo woo bin-ssi, aku menerimanya dengan senaaang hahaha.” So eun tertawa lalu meneguk minuman isotonik itu.
“Ehh woo bin-ssi, kenapa kau bisa ada di luar? Pelajaran apa sekarang?” Tanya so eun.
“Kim seonsaengnim keluar kelas lebih awal, dan aku melihat kelasmu sedang olah raga jadi aku kemari untuk menemuimu hehehe.” Woo bin menggaruk tengkuknya.
“Ah begitu rupanya.” So eun mengangguk-anggukan kepalanya.
“Ummm~ So eun-ssi.” Panggil woo bin. So eun menoleh.
“apakah…..tidak apa-apa sekarang setelah kau memutuskan untuk…..”
“Aniyo, aku sangat baik-baik saja woo bin-ssi. Jangan coba untuk mengingatkanku tentang hal itu karena aku sedang mencoba untuk melupakannya.” Balas so eun. Nadanya terdengar biasa-biasa saja, tapi entahlah dengan keadaan hatinya. Woo bin tersenyum.
“Aku senang mendengarnya, aku senang jika so eun-ssi bisa tersenyum seperti itu.” Ujar woo bin. Woo bin memang laki-laki yang ramah dan memahami perasaan orang lain dengan baik.
“Aku juga senang karena kau begitu baik padaku, aku yakin semua orang juga menyadari itu.” Balas so eun. Woo bin tersenyum malu mendengarnya. Wajahnya merona merah.
“Kau terlalu memujiku so eun-ssi.” Ujarnya.
“Hahahaha.” So eun tertawa. Melihat so eun yang sepertinya sudah baik-baik saja membuat woo bin jadi ikut senang. Ia pun tertawa bersama so eun.
Tanpa mereka sadari, ternyata ada empat pasang mata yang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan curiga.
“Kau lihat itu kan? So eun dan laki-laki itu?” Tanya bo young pada hye rim.
“Benar, so eun memang benar-benar sudah mengkhianati kim bum-ssi.” Balas hye rim.
“Ugh~ sebenarnya apa yang ada di dalam otak so eun sampai dia rela meninggalkan kim bum-ssi demi laki-laki itu? Aku jadi kesal sendiri melihatnya. Kim bum-ssi itu jauh lebih baik ! Dia populer dan digilai banyak perempuan, sedangkan laki-laki itu? Jika aku menjadi so eun, pasti aku tidak akan pernah melakukan hal itu !” Ujar bo young panjang lebar. Ia bahkan sampai meremas botol air mineral yang ada di tangannya.
“Aku jadi penasaran, bagaimana keadaan kim bum-ssi sekarang ini?” Gumam hye rim.
“Hmmm~ aku juga, sepertinya kita harus mengintrogasi so eun tentang hal ini ! Aku butuh penjelasan kenapa so eun-ssi memutuskan hubungannya dengan kim bum-ssi.” Balas bo young.
“Mwo? Apa yang baru saja kalian bicarakan?” Tanya min ah teman satu kelas mereka yang tak sengaja mendengar obrolan bo young dan hye rim.
“Kalian bilang hubungan so eun-ssi dan kim bum-ssi berakhir?!” Pekiknya. Min ah bahkan menutup mulutnya karena saking tidak percaya. Bo young dan hye rim saling tatap lalu tatapan mereka beralih pada min ah. Mereka pun mengangguk.
“OMO ! jadi benar?” Pekik min ah.
“Yak ! Apa kau tidak lihat so eun-ssi sedang mengobrol dengan akrab bersama laki-laki lain sekarang?” Hye rim kesal karena min ah ikut campur ke dalam obrolan mereka. Min ah menatap mereka tidak mengerti, lalu bo young menunjuk ke arah so eun dan woo bin yang masih asyik mengobrol.
“Aigo !” Min ah menutup mulutnya lalu ia segera lari ke kerumunan teman-teman yang lain.
“Hubungan so eun-ssi dan kim bum-ssi sudah berakhir !” Teriak min ah pada teman-teman yang lain, membuat mereka langsung mengerumuni min ah dan berbisik-bisik. Di antara mereka ada yang biasa saja menanggapinya, ada yang kecewa, ada pula yang merasa senang, terutama para perempuan yang mengagumi kim bum. Hal ini pun menjadi obrolan hangat di antara mereka. Sementara itu, so eun dan woo bin pergi dari tempat dan berjalan bersama menuju kantin karena waktu istirahat sebentar lagi. Mereka tidak menyadari kericuhan di antara teman-temannya yang berbisik-bisik tentang mereka karena mereka keburu pergi.

 

-today love is begin-

 

So eun dan woo bin masih asik mengobrol sambil mereka berjalan menuju kantin. So eun tampak nyaman mengobrol bersama woo bin dan woo bin pun terlihat tidak terlalu canggung saat mengobrol bersama so eun kini. Ia juga jadi banyak bicara tak seperti biasanya. Berbicara dengan woo bin setidaknya bisa membuat so eun sedikit melupakan kim bum
“Ah ya so eun-ssi…” panggil woo bin.
“Ne?” Tanya so eun.
“Um~ sebenarnya aku malu untuk mengatakannya, tapi….”
“Tidak usah malu padaku woo bin-ssi, katakan saja ! Memangnya ada apa?” Tanya so eun. Woo bin terlihat memain-main kan jarinya.
“Um~ apa….apa pada hari minggu kau punya waktu, so eun-ssi?” Tanya woo bin.
“Minggu?” Gumam so eun seraya mengerutkan keningnya mengingat-ingat apakah ia bebas di hari minggu atau tidak.
“Aku ada waktu, waeyo?” Tanya so eun.
“Aku…ingin mengajakmu jalan-jalan heheh, itu pun jika kau mau.” Woo bin menggaruk-garuk tengkuknya untuk menghilangkan rasa gerogi yang menyergapnya.
“Eiiii~ sudah ada kemajuan darimu woo bin-ssi?” So eun menyenggol lengan woo bin dengan sikutnya.
“Kau sudah berani mengajak bermain orang lain setelah kau berani menyapa banyak orang, kemajuan yang bagus !” So eun mengacungkan jempolnya. Woo bin hanya menyunggingkan senyum canggungnya.
“Baiklah ! Ayo kita pergi di hari minggu ! Lagipula akan sangat membosankan jika aku diam di rumah.” Dengan senang so eun menerima ajakan woo bin. Senyum di bibir woo bin pun mengembang, raut bahagia dari wajahnya tidak bisa di sembunyikan.
“Terimakasih so eun-ssi ! Aku pasti akan membuatmu senang nanti hehe.” Balas woo bin.
“Aku pegang janjimu itu !” Ujar so eun, lalu ia tertawa. Woo bin juga ikut tertawa. Ia senang karena sekarang so eun sudah banyak tersenyum dan tertawa tidak seperti beberapa hari yang lalu.
“Ah….” tiba-tiba woo bin menghentikan langkahnya.
“Wae?” Tanya so eun bingung. Ia menatap woo bin bingung lalu mengikuti arah pandangan woo bin. Ia mendapati kim bum sedang bersama dengan seorang perempuan. Mereka berdua sedang berdiri di dekat taman sekolah.
‘Kim bum-ssi…..dan seorang perempuan….’ batin so eun.
So eun langsung berbalik arah dan mendorong tubuh woo bin untuk ikut berbalik juga.
“palli palli woo bin-ssi kita harus kembali! Aku rasa aku meninggalkan sesuatu !” So eun masih saja mendorong-dorong punggung woo bin.
‘Apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa aku merasa suasana di antara mereka seperti suasana……..a..apakah kim bum-ssi sedang mengungkapkan perasaannya pada gadis itu? A..atau….sebaliknya?’ Pikir so eun.
“Palli woo bin-ssi !” Kini so eun berhenti mendorong tubuh woo bin dan berjalan lebih dulu dari woo bin dengan langkah lebar dan cepat. So eun tak memerhatikan langkahnya karena pikirannya sedang dipenuhi oleh dugaan-dugaan tentang kenapa kim bum bisa berduaan dengan seorang perempuan hingga kaki so eun pun tersandung sesuatu.
“KYAAAAA~” triak so eun. Blug~ so eun pun terjatuh ke tanah.
Kim bum menajamkan pendengarannya saat ia mendengar teriakan seseorang, suara seseorang yang sangat tidak asing di telinganya.
“SO EUN-SSI !” teriak woo bin lalu ia pun segera berlari menghampiri so eun yang kini tengah berusaha bangkit untuk duduk.
Mendengar nama so eun, kim bum langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara, dan ia melihat woo bin sedang membantu so eun untuk duduk.
“So eun-ssi, kau tidak apa-apa?” Tanya woo bin cemas.
“ouch~” so eun meringis seraya memegangi lututnya. Matanya sampai berkaca-kaca menahan sakit.
“Lututmu berdarah !” Pekik woo bin.
“Aku tidak menyadari ada batu di depanku.” Ujar so eun.
“Ayo cepat kita ke ruang kesehatan !” Woo bin membantu so eun berdiri dan memapahnya menuju ruang kesehatan. Kim bum melihat langkah so eun tertatih-tatih.
“kim bum-ssi.” Suara ga in-teman satu club karya ilmiahya menyadarkan kim bum.
“Ah….” Kim bum memalingkan wajahnya dari so eun dan ia kembali menatap ga in.
“Terimakasih atas kerja samanya, aku akan menyampaikan proposal yang kau buat kepada pembimbing.” Ujar ga in.
“Eoh.” Kim bum mengangguk.
“Kalau begitu aku duluan.” Ujar ga in lalu pergi meninggalkan kim bum. Setelah ga in pergi, kim bum kembali mengarahkan pandangannya ke tempat tadi so eun berada, tapi kini so eun sudah menghilang.

 

-today love is begin-

 

“Huh? Dokternya tidak ada disini?” Tanya so eun.
“Ne, aku akan mencarinya setelah membersihkan lukamu.” Balas woo bin lalu ia pun mengambil kotak P3K yang tersimpan di atas rak peralatan kesehatan.
Kini Woo bin tengah mencoba untuk membersihkan luka so eun dengan antiseptik. Tangannya tampak gemetar karena ia belum pernah melakukan hal ini sebelumnya.
“Gwaenchana woo bin-ssi, biar aku saja.” Tolak so eun.
“Aniya~ aku bisa melakukannya.” Balas woo bin. Ia mengoleskan antiseptik di luka so eun dengan hati-hati.
“Ouch~” so eun mencoba menahan perih akibat reaksi dari antiseptik itu.
“M..mian.” ujar woo bin, dengan tangan yang cukup gemetar woo bin pun menempelkan plaster di lutut so eun.
“Selesai !” Woo bin pun membereskan kotak P3K itu dan menyimpannya kembali ke tempat asal. Ia lalu mencuci tanganya yang habis mengobati so eun. “Baiklah kalau begitu aku akan mencoba mencari dokter, kau tunggu disini so eun-ssi.” Ujar woo bin.
“Tidak usah woo bin-ssi, lagi pula lukanya tidak terlalu parah.” Tolak so eun.
“Tidak bisa so eun-ssi ! Jika lukamu tidak ditangani oleh dokter bagaimana jika terjadi infeksi? Itu akan jadi masalah !” Kekeuh woo bin. “Aku akan mencari dokter dan memanggilnya ke sini.” Ujar woo bin.
“terimakasih woo bin-ssi.” So eun mengalah. Woo bin mengangguk lalu bergegas keluar dari ruang kesehatan.
So eun menghembuskan nafas beratnya setelah woo bin pergi. Ia memegangi kepalanya. “Apa yang baru saja aku lakukan? Kenapa begitu ceroboh?” Gumamnya.
Sreeeekkk~ tiba-tiba pintu ruang kesehatan terbuka. So eun kaget bukan main karena yang masuk adalah kim bum. Mata mereka bertemu tapi cepat-cepat so eun memalingkan wajahnya dan memilih untuk menunduk. Kim bum lalu berjalan mendekat menuju lemari penyimpanan obat. Lemari itu terletak di sudut ruangan di dekat pintu masuk.
‘K..kenapa dia kemari? Ke..kenapa disaat aku ada disini dia harus datang? Eoteohkae? Apakah dia sakit?’ Batin so eun. Ia tak sedikit pun berani mengangkat kepalanya.
Sementara itu, kim bum sendiri tengah mencari obat sakit kepala di rak penyimpanan obat itu. Tak tahu ia memang benar-benar sedang sakit kepala atau hanya sebagai alibi saja.
‘Eotteohkae? Jika dia tidak cepat-cepat pergi, suasana disini akan terasa sangat canggung ! Cepat kau pergi jika sudah selesai kim sang bum !’ So eun berteriak di dalam hatinya. Pasalnya, ia sedang tidak ingin berhadapan dengan kim bum saat ini.
“Apa yang terjadi dengan itu?” Tanya kim bum. Membuat so eun langsung mengangkat kepalanya.
“Eh?” Bingungnya.
“Lututmu.” Balas kim bum. So eun melihat ke tempat kim bum berdiri, dan kim bum masih sibuk mencari obat-obatan.
“I..itu…tadi aku tidak hati-hati saat berjalan jadi aku….”
“Heh….itu memang dirimu ! Kau memang tidak pernah berubah sedikit pun.” Kim bum memotong perkataan so eun.
“Eh?” So eun menatap punggung kim bum dengan wajah bingung.
“Kau begitu ceroboh dan membuat orang lain repot !” Ujar kim bum.
“Diam kau !” Balas so eun. “Meskipun aku seperti itu, tapi tetap saja masih ada orang yang menyukaiku! ” lanjutnya. Kini so eun berubah menjadi kesal karena kim bum yang memancingnya lebih dulu.
“Pasti orang itu hanyalah orang yang tidak punya pikiran jernih.” Balas kim bum enteng.
“Dan asal kau tahu, mulai saat ini aku akan menolak orang yang merasa bahwa hanya dirinyalah yang terbaik dari semua orang dan selalu meremehkan orang lain !” So eun tidak ingin kalah dari kim bum.
“Sebenarnya siapa yang sedang kau coba bicarakan?” Tanya kim bum, ia merasa tersindir. So eun diam, ia tidak menjawabnya.
Hening~ tak ada lagi percakapan di antara mereka, membuat suasana menjadi canggung kembali.
“Jadi, bagaimana hubunganmu dengan laki-laki itu?” Tanya kim bum, membuka kembali obrolan.
“Hubungan kami? Kami baik-baik saja !” Balas so eun dengan sedikit nada sombong di setiap ucapannya.
“Heh~ jadi kalian berkencan huh?” Tanya kim bum lagi.
“Bagaimana dengan dirimu sendiri? Setelah aku pergi, bukankah kau jadi punya banyak pilihan untuk memilih perempuan-perempuan yang kau sukai?” Balas so eun.
“Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya? Dari awal, aku tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu !” Kim bum menjawabnya dengan nada dingin, membuat so eun terdiam setelahnya. Tak ada pembicaraan lagi di antara mereka. Sedari tadi so eun menunggu woo bin pun, orang yang di tunggu-tunggu tak kunjung datang. Suasana akan menjadi lebih tidak nyaman jika so eun terus berada disini.
“Hahaha….” so eun berdiri dari duduknya sambil tertawa hambar. “Ternyata sama, kau juga tidak berubah.” Ujar so eun.
“Haaah~ menunggu disini pun tidak ada gunanya, dokter belum juga datang. Baiklah kalau begitu aku pergi.” So eun berjalan tertatih-tatih menuju pintu. Namun tiba-tiba kim bum menghadangnya, membuat langkah so eun terhenti. Kim bum meletakan sebelah tangannya ke dinding sedangkan satu tangannya ia masukan ke dalam saku celana. Kim bum menatap lurus ke mata so eun. So eun membalas tatapan itu dengan mata yang menggambarkan kekagetan.
“Apa kau…..menyukai laki-laki itu?” Tanya kim bum. Ia masih menatap lurus tepat ke mata so eun. Sedangkan so eun kini menurunkan tatapannya dan lebih memilih menatap ke arah dada kim bum.
“itu tidak ada urusannya denganmu, kan?” Balas so eun.
“Jika kau tidak menjawabku dengan jelas, itu berarti kau tidak menyukai huh. Apakah tidak apa-apa kau selalu di dekat laki-laki itu? Aku merasa kasihan kepadanya, kau tahu?” Ujar kim bum, ia sama sekali tidak melepaskan tatapannya kepada so eun. So eun belum mau menjawab.
“Kenapa kau…..”
“Kalau begitu bagaimana dengan perkataanmu sebelumnya?” Tanya kim bum. Kini so eun kembali menatap kim bum. “Bukankah kau bilang dia itu baik dan peduli tentang perasaanmu, bahkan dia itu lebih baik dariku?” Lanjut kim bum. “Bukan tidak mungkin kau akan jatuh cinta pada laki-laki itu, kan? Ataukah kau sudah menyukainya sekarang ini?”
“Aku tidak tahu tentang itu ! Tapi…….” so eun menggantungkan kalimatnya. Kim bum menatap so eun dengan serius. “Tapi aku juga ingin menyukainya ! Itu….itulah yang sedang aku pikirkan sekarang !” Jawab so eun dengan intonasi yang lumayan keras. Mata kim bum membulat mendengarnya.
“BUKANKAH SEKARANG KAU DAN AKU HANYALAH ORANG YANG TIDAK SALING MENGENAL?” ujar so eun dengan nada yang cukup tinggi. “LALU KENAPA KAU MENGIKUTIKU KEMARI? BUKANKAH AKAN LEBIH BAIK JIKA KAU MENINGGALKANKU DISINI SENDIRIAN!?” lanjutnya. “JIKA KAU HANYA MENCOBA UNTUK MEMBUNUH WAKTU, MASIH BANYAK PEREMPUAN LAIN YANG BISA KAU MANFAATKAN, BENAR KAN!?” teriak so eun. Ia ingin mengeluarkan kekesalannya di depan kim bum saat ini. So eun marah karena kim bum tak juga berubah, mulut kim bum masih saja mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Kim bum benar-benar hanya bisa diam setelah melihat so eun teriak-teriak di depannya.
“So eun-ssi miaaan aku sudah membuatmu menunggu lama, dokternya sedang rapat sekarang jadi…….” perkataan woo bin terhenti karena melihat so eun yang sedang bersama kim bum saat ini. Tanpa pikir panjang so eun langsung menghampiri woo bin.
“Terimakasih woo bin-ssi, tapi lututku benar-benar tidak apa-apa. Ayo kita pergi !” So eun menarik lengan woo bin lalu pergi meninggalkan kim bum yang masih mematung di dalam.

 

-today love is begin-

 

So eun pulang bersama nirin kali ini, tidak seperti biasanya yang selalu pulang bersama dengan kim bum.
“So eun-ah kau sudah mendengarnya?” Tanya nirin. So eun menatap nirin dengan wajah bingung.
“Mendengar apa maksudmu?” Tanya balik so eun.
“Tentang kau dan kim woo bin, semuanya sudah menjadi bahan gosip di sekolah ! Semua orang membicarakannya !” Jawab nirin. So eun menampakan keterkejutannya setelah mendengar apa yang dikatakan nirin. Tapi sedetik kemudian ia kembali ke ekspresi wajah yang normal.
“Tidak apa, setidaknya mereka jadi tahu bahwa aku dan kim bum-ssi tidak ada hubungan lagi.” Balas so eun.
“Tapi…..apakah yang mereka bicarakan benar?” Tanya nirin.”mwo?” Tanya balik so eun.
“Kau berhubungan dengan kim woo bin saat ini?” Tanya nirin.
“Kau percaya pada gosip? Bukankah kau adalah orang yang paling anti tentang hal itu?” Ujar so eun.
“Bukannya begitu, aku hanya khawatir, kau baik-baik saja dengan gosip itu?” Tanya nirin.
“Jangan terlalu cemas padaku nirin-ah.” Balas so eun. Nirin menghela nafasnya. “Tapi kim bum-ssi sangat terganggu dengan gosip itu, kau tahu?” Ujar nirin.
“Heeh, aku tidak ingin tahu ! Lagi pula bukankah kau bilang padaku masih banyak laki-laki lain yang lebih baik? Aku rasa, woo bin-ssi adalah orang yang benar-benar baik. Aku senang berteman dengannya.” Jelas so eun.
Nirin angguk-angguk. “Jika itu membuatmu senang, aku tidak bisa melakukan apa-apa.” Balas nirin.
“Dia juga mengajakku jalan-jalan hari minggu nanti.” Cerita so eun.
“Kim woo bin-ssi?” Pekik nirin. Ia sedikit terkejut karena pasalnya yang ia tahu saat satu kelas bersama woo bin di kelas sepuluh woo bin bukanlah laki-laki yang terbilang berani. Dan sekarang so eun bilang woo bin mengajaknya jalan-jalan.
“Kau menerima ajakannya?” Tanya nirin. So eun mengangguk.
“Dia adalah orang yang benar-benar baik, dan dia benar-benar peduli tentang perasaanku. Jadi aku tidak bisa menolaknya.” Balas so eun. Nirin menatap so eun.
“Lagi pula bukan tidak mungkin jika aku bisa menyukai woo bin-ssi, terlebih woo bin-ssi bilang jika dia akan menungguku hingga aku bisa memutuskan siapa yang akan aku pilih.” Jelas so eun.
“Dia telah menyatakan perasaannya padamu?” Kaget nirin. So eun mengangguk. “Aku ingin menyukainya, tapi rasanya sangat sulit.” Balas so eun.
“so eun-ah, jika kau memberikan woo bin-ssi terlalu banyak harapan dan membuatnya menunggu lama untuk mendengar keputusanmu, aku rasa….itu akan menyakitkan untuknya, kan? Kau pasti memahami perasaan seperti itu kan?” Ujar nirin. So eun terdiam mendengarnya. “Kim woo bin-ssi juga sangat menyedihkan, kau tahu? Akan lebih baik jika kau segera memutuskan pilihanmu, meskipun itu sulit untukmu.” Saran nirin. So eu masih diam, ia mencoba untuk memikirkan kata-kata nirin.
“Apa kau mengerti?” Tanya nirin. “Ya.” Balas so eun akhirnya.
‘Seperti yang nirin katakan, akan lebih baik jika aku tidak memberikannya banyak harapan. Aku benar-benar jahat huh? Aku harus segera memutuskan pilihanku’ batin so eun.

 

-today love is begin-

 

Hari minggu

 

Ya, hari ini adalah hari dimana so eun dan woo bin akan pergi jalan-jalan sebagaimana dengan yang sudah di rencanakan. So eun memakai kaos berwarna pink dibalut dengan sweater warna biru langit dan celana pensil. Ia tampak sederhana namun tak sedikitpun mengurangi wajahnya yang cantik alami. So eun bergegas menuju halte di dekat gapjong cake-toko roti dimana sudah ada woo bin yang menunggu disana.
“so eun-ssi !” Woo bin melambaik-lambaikan tangannya saat ia melihat so eun menyebrangi jalan. So eun membalas lambaian woo bin.
“Kau sudah lama menungguku?” Tanya so eun setelah ia berada di hadapan woo bin.
“A…aniya, aku juga baru saja tiba hehehe.” Woo bin menggaruk tengkuknya.
“Baiklah kalau begitu, kita pergi sekarang?” Tanya so eun. Woo bin mengangguk dengan semangat. Mereka pun naik bus yang baru saja berhenti. Mereka akan pergi ke Zone Park dan tujuan pertama jalan-jalan mereka adalah ke museum, woo bin memang tidak pandai memilih tempat karena ini adalah yang pertamakalinya bagi woo bin mengajak seorang perempuan jalan-jalan. Ia belum tahu apa yang disukai perempuan.
Setelah sampai, mereka pun langsung masuk ke dalam museum dan melihat-lihat benda peninggalan berharga pada masa jeoseon disana. Woo bin tampak gembira saat ia melihat benda-benda peninggalan sejarah itu. Tapi berbeda dengan so eun, sedari tadi ia tampak tidak bersemangat dan hanya melamun saja. Setelah puas berkeliling-keliling melihat peninggalan berharga di museum, mereka pun pergi menuju aquarium besar yang tempatnya tak jauh dari tempat mereka berada sekarang- Aquarium EST. Tempat rekreasi ini memperlihatkan ribuan biota air laut yang benar-benar menangumkan. Di mulai ikan-ikan kecil lucu yang berwarna-warni hingga ikan hiu yang besar.
“So eun-ssi lihatlah ! Bukankah warna ikan itu sangat cantik?” Ujar woo bin seraya menunjuk ikan nemo yang berenang-renang di dekat karang laut.
“Yeah cantik.” Balas so eun seadanya, bahkan ia tak sedikitpun melihat ke arah ikat nemo itu. Menyadari ekspresi so eun yang seperti itu woo bin pun menatap so eun dengan khawatir.
“So eun-ssi? Apa kau lelah? Haruskan kita beristirahat sebentar? Atau haruskah aku membelikanmu minuman?” Tawar woo bin dengan ramahnya.
“Eeeh? Mian mian, aku baik-baik saja !” So eun langsung menggibas-gibaskan tangannya.
“Ikan-ikannya sangat cantik dan airnya sangat jernih, jadi aku merasa terpukau hingga aku……”
“Aku mengerti.” Potong woo bin.
“Ah ! Lihatlah lihatlah woo bin-ssi ! Mereka juga sangat cantik !” So eun berjalan lebih dulu meninggalkan woo bin menuju aquarium dimana terdapat ikan jenis moorish idol dengan semangat. Entahlah ia memang benar-benar bersemangat atau hanya akting belaka agar tidak membuat woo bin kecewa. Woo bin pun mengikuti so eun untuk melihatnya.
“Meskipun di dalam tidak banyak pengunjung, tapi ternyata di luar banyak sekali orang-orang huh, apakah karena hari ini hari minggu makanya banyak orang yang jalan-jalan.” Ujar so eun setelah mereka keluar dari aquarium EST.
“Sepertinya begitu.” Balas woo bin.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menangkap mereka sedang berjalan bersama. Orang itu tampak terkejut dan menampakkan wajah bengongnya tanpa melepaskan pandangannya saat melihat so eun dengan laki-laki lain.
“itu….so eun-ssi?” Gumam orang itu. Orang itu melihat so eun tengah asik mengobrol sambil sesekali tertawa.
“Yak il woo-ya ! Ada apa? Kenapa kau berhenti? Ayo cepat kita pergi !” Panggil teman-temannya. Ya, kebetulan il woo dan teman-temannya dari satu kelasnya juga bermain di tempat yang sama dengan tempat yang dikunjungi oleh so eun dan woo bin. Tanpa berpikir panjang, il woo pun lalu kembali menghampiri teman-temannya.

 

-today love is begin-

 

Kim bum sedang berdiam diri di apartemennya. Ia duduk di sopa seraya membaca buku tentang peradaban dunia. Ia menopang dagunya seraya membuka lembar demi lembar halaman buku itu dengan malas. Entah kenapa ia tidak bisa fokus membaca sekarang.
BUKANKAH SEKARANG KAU DAN AKU HANYALAH ORANG YANG TIDAK SALING MENGENAL? LALU KENAPA KAU MENGIKUTIKU KEMARI? BUKANKAH AKAN LEBIH BAIK JIKA KAU MENINGGALKANKU DISINI SENDIRIAN!? JIKA KAU HANYA MENCOBA UNTUK MEMBUNUH WAKTU, MASIH BANYAK PEREMPUAN LAIN YANG BISA KAU MANFAATKAN, BENAR KAN!?
Perkataan so eun dan ekpresi wajahnya saat itu terus saja terngiang di kepalanya. Ia tidak bisa melupakannya. Dengan kesal kim bum pun menutup buku tentang peradaban dunia itu lalu melemparnya ke atas meja. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya di sopa dengan satu tangan yang ia angkat untuk menutupi sebagian wajahnya. Kim bum mencoba memejamkan matanya tapi terlalu banyak hal-hal yang ia pikirkan sehingga ia sulit untuk tidur. Tiba-tiba ponselnya berdering, kim bum mendesah lalu dengan malas-malasan ia bangkit dari sopanya dan mengambil ponsel yang ia simpan di atas meja. Terteta nama jung il woo di layar ponselnya. Ternyata il woo yang memanggilnya.
“Yeobosaeyo?” Jawab kim bum saat pertama kalinmengangkat telpon.
“YAK ! SEBENARNYA APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN?” kim bum langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya karena tiba-tiba il woo berteriak begitu saja di telpon.
“Yak ! Apa kau mencoba merusak gendang telingaku!? Balas kim bum dengan kesal.
“AKU TIDAK PEDULI APA YANG AKAN TERJADI DENGAN TELINGAMU !” Kim bum mengerutkan keningnya. Sebenarnya ada urusan apa il woo menghubunginya malam seperti ini?
“YANG PENTING SEKARANG ADALAH AKU MELIHAT SO EUN-SSI DI ZONE PARK ! DIA BERSAMA DENGAN LAKI-LAKI LAIN !” kim bum terdiam mendengarnya.
“Aku berpikir untuk memanggilnya, tapi teman-temanku sudah mengajakku untuk segera pergi. Dan kau tahu? AKU MELIHAT MEREKA BEGITU AKRAB SATU SAMA LAIN DAN…..” kim bum langsung mematikan ponselnya tanpa mendengarkan kelanjutan ucapan il woo lebih jelas. Kim bum tampak terdiam seraya memikirkan sesuatu. Mimik wajahnya terlihat serius.

 

-today love is begin-

 

Tut tut tut~
“Eh? OI…..BUM-AH !” teriak il woo karena kim bum tiba-tiba memutuskan sambungan telpon secara sepihak.
“Yak il woo-ya ! Apa kau belum juga selesai?” Ujar teman-temannya yang ternyata sedari tadi menunggu il woo yang sengaja menelpon kim bum untuk meberitahu soal so eun yang sedang bersama laki-laki lain.
“Ah….sudah, mian~” balas il woo lalu memasukan ponselnya ke dalam saku jaket. Ia kembali menghampiri teman-temannya.

“So eun-ssi, apa kau senang hari ini?Sebenarnya aku takut tempat yang sudah aku rencanakan untuk dikunjungi tidak membuatmu senang.” Woo bin menggaruk tengkuknya.
“Aniya~ tentu saja aku senang ! Semuanya cukup membuatku senang hehehehe. Terimakasih woo bin-ssi.” Balas so eun.
“Syukurlah kalau begitu.” Balas woo bin, ia tersenyum. “Sebenarnya….aku melakukan ini semua karena untuk membuatmu senang. Terimkasih karena kau sudah tersenyum di dekatku.” Lanjut woo bin. So eun menatap woo bin tidak percaya.
“Ah aku malu mengatakannya~” woo bin mengusap-usap pundaknya.
‘Apakah sekarang saatnya? Woo bin-ssi benar-benar perhatian padaku, aku harus mengingat perkataan nirin, aku tidak boleh membuatnya terlalu banyak berharap, itu akan membuat woo bin-ssi kecewa’ batin so eun. So eun mengepalkan tangannya kuat. Bagaimana pun juga ia harus mengatakan keputusannya sekarang.
“Woo bin-ssi.” So eun memegang lengan woo bin. “Aku punya sesuatu yang sangat penting yang harus aku katakan padamu !” Ujarnya. Woo bin menatap so eun dengan wajah bingung. So eun menatap woo bin cukup lama tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
‘Jika aku memilih woo bin-ssi, aku yakin dia tidak akan pernah menyakitiku. Dia akan selalu perhatian dan peduli padaku. Dia juga tidak akan membuatku menangis’ batinnya.
“Woo bin-ssi, aku……..” perkataan so eun menggantung. Disaat ia sudah memutuskan untuk memilih woo bin, kenapa tiba-tiba ia teringat lagi dengan kim bum? Tiba-tiba saja sosok kim bum muncul dipikirannya. Wajah kim bum yang tengah marah, tatapannya, dan kini senyumnya. So eun memejamkan matanya. “mianhae~” lanjut so eun akhirnya.
“Meskipun aku sudah berusaha, tapi aku benar-benar tidak bisa menjawab perasaanmu woo bin-ssi, maafkan aku…..” ujar so eun. “Aku sepertinya masih….aku masih menyukai kim bum-ssi meskipun aku sudah susah payah untuk berusaha melupakannya.” Lanjut so eun. Woo bin tak berkedip sedikit pun menatap so eun.
“Sebenarnya aku ingin bisa jatuh cinta pada woo bin-ssi dan menemukan cinta yang baru. Tapi aku benar-benar tidak bisa melupakan laki-laki itu. Aku menyukaimu juga woo bin-ssi, tapi kau adalah teman yang sangat baik untukku, yang selalu peduli pada perasaanku. Aku benar-benar minta maaf.” So eun membungkukkan badannya pada woo bin.
“Aku tidak apa-apa so eun-ssi !” Balas woo bin. “Karena aku mengungkapkan perasaanku disaat kau masih berhubungan dengan kim bum-ssi.” Lanjutnya.
“Mianhae woo bin-ssi.” Ujar so eun sekali lagi.
“Kau tidak perlu minta maaf so eun-ssi ! Aku hanya tidak ingin melihatmu sedih. Pada akhirnya, perasaan so eun-ssi tidak berubah juga pada kim bum-ssi, aku rasa itu tidak bisa tertolong. Mianhae~ pasti aku sudah membuatmu bingung setelah waktu itu aku berkata padamu jika aku akan menunggu. Mianhae~.” Kini malah giliran woo bin yang minta maaf.
“Seharusnya aku yang minta maaf karena sudah memberikanmu harapan yang sia-sia.” Balas so eun.
Woo bin malah tersenyum. “Meskipun so eun-ssi tidak memilihku. Tapi aku senang karena yang aku sukai adalah so eun-ssi. Jadi….terimakasih.” ujar woo bin.
“Woo bin-ssi….” so eun terharu. Matanya mulai berkaca-kaca. “Kau menang orang yang sangat baik~” ujar so eun. Woo bin tersenyum. Tapi senyumnya kini terhenti saat ia melihat sosok kim bum yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka.
“Ini pasti sudah takdir untukmu, so eun-ssi.” Ujar woo bin yang kini kembali tersenyum. So eun menatap woo bin tidak mengerti lalu mengikuti arah pandangan mata woo bin.
So eun terkejut, matanya sukses membulat. Bahkan mulutnya pun sedikit terbuka karena saking tidak percayanya. Ia tak mengedipkan matanya sedikitpun karena yang tertangkap oleh indera penglihatannya saat ini adalah kim bum. Kim bum yang tengah berjalan mendekat ke arah mereka dengan tatapan lurus menatap so eun.
So eun masih belum berkedip hingga kim bum menarik tangannya untuk mendekat.
“Aku datang untuk membawa perempuan ini. Bolehkah?” Tanya kim bum pada woo bin. So eun masih belum bisa sadar sepenuhnya dengan kejadian yang tak disangka-sangka ini. Woo bin menatap kim bum lalu tersenyum padanya.
“Kali ini, mohon perlakukanlah so eun-ssi dengan lebih baik.” Balas woo bin. Kim bum sedikit menyunggingkan senyumnya pada woo bin lalu ia pun menarik tangan so eun dan membawa so eun pergi bersamanya. Kini so eun sudah sadar, ini bukan halusinasi. Laki-laki yang sedang manarik tangannya adalah kim bun.
“K…kim bum-ssi ! Lepaskan aku !” Pinta so eun. Tapi kim bum tak mendengarkan, ia masih menarik so eun.
“Kim bum-ssi….wae? Lepaskan tanganku !” Kini so eun berusaha berontak tapi kim bum malah semakin mengeratkan genggaman tangannya di pergelangan tangan so eun.
“Wae? Kenapa kau membawaku pergi? Bukankah seharusnya kau melepaskanku dan meninggalkanku sendirian disini? Ketika aku pergi bukankah kau tidak akan pernah merasa menyesal sedikitpun? Bukankah kau senang karena aku tak lagi mengganggumu? Waeee? Ceritakan padaku kenapa kau tiba-tiba……”
“Kau benar-benar punya mulut yang banyak bicara !” Kim bum menarik tangan so eun hingga tubuhnya mendekat lalu mengunci mulut so eun dengan bibirnya. Mata so eun membulat sempurna karena tindakan kim bum yang tidak diduga ini. Kim bum bahkan menahan kepala so eun dengan tangannya. Benarkah ini? Kim bum menciumnya?

kbkse33

Perlahan kim bum pun melepaskan ciumannya. Ia menatap lurus mata so eun dengan serius.
“Kau mengerti sekarang? Jadi berhentilah bertanya ‘kenapa’ !” Ujar kim bum. Wajah so eun masih menampakkan ekspresi kaget hingga sekarang. Namun tiba-tiba matanya berkaca-kaca.
“ANIYO ! AKU TIDAK MENGERTI !” balas so eun. Genangan air sudah muncul di bawah matanya. “AKU TIDAK MENGERTI ! SAMPAI SEKARANG AKU BENAR-BENAR BELUM MENGERTI !” teriak so eun. Air matanya jatuh seakarang.
“Sikapmu ! Sikapmu masih tetap kasar dan tidak berperasaan ! Kau selalu berkata semaumu padaku bahkan kau melihatku dengan tatapan yang kejam ! APAKAH KAU PIKIR AKU INI ORANG YANG BISA SEENAKNYA KAU PERMAINKAN? AKU SUDAH MUAK DENGAN SEMUANYA ! AKU SUDAH LELAH !” so eun akhirnya menangis di depan kim bum. Kim bum terkejut melihatnya tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang.
“AGAR AKU BISA MENGERTI DAN PAHAM, COBA KATAKANLAH SEMUANYA DENGAN JELAS !” Teriak so eun, tangisannya semakin deras saja. Kim bum diam beberapa saat tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
“Sudah aku katakan sebelumnya bahwa kau adalah milikku. Itu adalah disaat kau memintaku untuk menjadi pacar palsumu, kan? Tapi sekarang berbeda.” Jelas kim bum. So eun menatap kim bum kini, tangisnya sudah cukup mereda.
“Sekarang kau tidak sesederhana untuk membunuh waktu atau semacamnya.” Lanjut kim bum.
“Lalu? Dengan kata lain?” Tanya so eun.
Kim bum mengerutkan keningnya, memperlihatkan ekspresi wajahnya yang kelihatan tidak nyaman.
“Jadi…..ini adalah….ini adalah apa yang biasa oleh orang-orang sebut sebagai ‘suka’ mungkin.” Jawab kim bum akhirnya. So eun menatap kim bum tanpa berkedip sedikitpun. “Wae? Apakah aku salah?” Tanya kim bum. Bukannya menjawab, so eun malah menatap kim bum dengan mata yang berkaca-kaca hendak mengeluarkan kembali air mata.

“Kau sedang tidak berbohong, kan?” tanya so eun. “kau tidak percaya padaku?” tanya balik kim bum. “bukan seperti itu…..aku hanya……aku hanya takut kau sedang mempermainkanku lagi, aku takut semua yang kau katakan barusan itu ternyata hanya lelucon lagi, aku takut……” Air mata so eun kini kembali membasahi pipinya. Melihat so eun kembali menangis, membuat kim bum tidak tega. Ia menatap so eun dengan tatapan yang teduh, tidak seperti tatapan sebelumnya. “apa yang harus aku lakukan agar kau percaya?” kim bum memegang kedua pipi so eun dan menghapus air matanya. So eun menatap kim bum dengan matanya yang sembab. Tidak tahu kenapa, air matanya malah jatuh kembali, so eun tidak bisa menahannya. Semua yang ia rasakan terlalu campur aduk, antara kesal, sedih, senang, semuanya bercampur menjadi satu.
“Kenapa….kenapa baru sekarang?” tangis so eun. Kim bum masih menatap so eun dengan tatapan teduh dan lembut. “kenapa baru sekarang kau menyadarinya? Hiks….hiks…..” Kim bum kembali menghapus air mata so eun.
“Hikss….hiksss….Selama ini kau sudah benar-benar membuatku bingung ! Hikss…..” Karena so eun yang tak juga berhenti menangis, kim bum pun menarik tubuh so eun dan mengusap-usap kepalanya.
“Menangislah ! Menangislah sesukamu !” Ujar kim bum. Bukannya menyuruh so eun berhenti menangis, ia malah menyuruh so eun untuk menangis. Sementara itu, so eun masih menangis di dada kim bum.
“Apakah itu artinya kau dan aku berkencan sungguhan sekarang ini?” tanya so eun.
“Baiklah~ Kau bisa menganggapnya seperti itu.” Balas kim bum. So eun tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya lagi saat ini. Ia langsung melebarkan tangannya dan memeluk kim bum dengan erat.
“Kau tidak akan marah aku memelukmu seperti ini?” Tanya so eun.
“Um~ yeah yeah, terserah~ lakukan saja apa yang kau mau.” Balas kim bum yang kemudian kedua tangannya pun kini melingkar di tubuh so eun meskipun pelukannya tidak seerat yang dilakukan so eun.

 

Aku tidak ingin melupakan malam ini. Perjuanganku selama ini akhirnya berakhir di malam ini. Dia bahkan menciumku dan mengaku jika dia juga menyukaiku meskipun cara mengungkapkan perasaannya itu tidaklah manis menurut ukuranku. Tapi aku senang, hasilnya berbuah manis. Akhirnya hari ini pun cinta dimulai.

To Be Continued

Mian jika ceritanya kurang memuaskan, tapi saya harap kalian menyukainya.

NB :sekali lagi, FF ini merupakan versi bumssonya dari manga kesukaan saya, saya buat mirip sama manga aslinya dan hanya ditambahkan beberapa khayalan saya sendiri. Jadi, jika ada yang masih bingung sama ceritanya atau karakter kim bum disini yah karena seperti itulah cerita dan karakternya.

63 thoughts on “Today, Love Is Begin PART 11

  1. Ahhhh akhir ny bumppa sdar klo dia suka ma sso…. Kirain udah mau end. Untung ny blum jadi masih bisa baca….. Nexttt

  2. kasian juga liat woo bin..
    tpi. itu jauh lebih baik. dbanding harus dberi harapan hampa
    akhirnyaa bumppa mnyadari juga perasaanny, stelah so eun mngambil kputusan utk berpisah.
    nexxtt kereennd. ikut kbawa susana ngebacany

  3. Wlpn bumsso akhrx salng mengungkpkn prasaanx n mirisx bum nembak sso sangt jauh dr kesan r0mantis tpi aq sngt snang,tpi tau g aq jg nangis bc part in, ah g tau knpa akhr2 in bc ff in pasti aq nangis, aq g tau part brapa yg buat aq mulai nangis, ffx kren stiap part pasti ada kesn trSndrix

  4. sukaaaa banget
    huaaah perjuangannya menuai hasil dipart 11 sso eoni,, congratz ^^!!!!
    akhirnya bumppa menyadari jg,, hehhehehhhehehe
    bukan hanya status saja, bukan hanya peliharaan, bahkan pengisi waktu melainkan sso juga sebagian dr hidupnya yang kan mencoba saling berbagi
    won bin, gomawoooo
    akhirnya ada happy jg wat sso eoni🙂
    waah kjujurannya kali ini tepat, untung gak gegabah menerima ajakan yg lain

    brhara masih ada lanjutan-lanjutan dr ini,,🙂 gomawo resi

  5. Hwaaa,,, makin keren, kasian juga woo bin-ssi. Aku harap dia mendapatkan pacar juga. Aduhh, sedih banget sih kisah cinta bumsso. Aku harap bum tidak mempermainkan sso eonni lagi

  6. aaaa.. kereeennn.. makin seruuuuu.. akhirnya bumsso udh sling suka & kencan sungguhan.. banyak terima kasih nih sma woo bin,karena dia sso jdi bisa bikin bum sadar.. aaaaa senangnya.. semoga aja part selanjutnya ada romance nya gtu ^^ next next

  7. Akhirnya bum mengakui perasaannya jga .. Apakah harus membuat bum cemburu dulu agar mau mengakui perasaannya .. Huuh .. Tpi gpp lch aku suka ceritanya ..
    Next thor ..

  8. Sebenarnya sempat kesal jg sama kimbum dan berharap dia memyesal dan merasa cemburu sama kedekatan woo bin dg sso dan ternyata benar kimbum bahkan menyusul sso ke tempat kencang sso dg woo bin…… tapi apakah sso tdk akan tersakiti lg dg kata2 kimbum yg meremehkan dan mengiris hati……next ….

  9. hhhwaaaa lanjuuutttt onni akhirnya bumsso kembali lagi dan berharap bumppa bisa lebih mengekspresikan rasanya pada sso onni jebal lanjut ne onni figthing😀

  10. Wooaaaahhh~ akhir’x ! Akhir’x !! #nangisterharu
    eishh~ si Bum pinter pinter loading’x lama sihh ..
    bt gpp lah, yg penting ujung”x manis. Ahhaaayy .. Beruntung Sso gak memilih Woo Bin tadi. Gmna klanjutan’x yaa ?
    & ituhh !! Kisseu .. /tunjukBumSsokiss
    Manis lah pkok’x. Ditunggu klanjutan’x thor🙂 hwaiting ! Makin bersinar ..

  11. eiiiyyty ttp y kb gengsiny g dikurangin,,bs donk skli kli lbh mnis&lmbut,,kesanny kyk msh kepaksa&pura2 jdny hadeeh tegas&gentle donk oke

  12. Woaaa, akhirnya!!! Kimbum ngakuin juga klo dia juga suka sma sso,😄
    Sempet sedih awalnya malah yg banyakan itu scene sma woobin, tpi seneng bngt sma akhirnya yg akhirnya kimbum ngakuin perasaannya,😄 hahhaha, senangnya~~
    Next part eon, ditunggu..^^ nunggu bngt part selanjutnya.. apa kimbum mw bersikap romantis? Dan gmna sma temen* mreka..😄

  13. akhirnya kim bum & so eun udah menyadari perasaannya masing-masing dan mereka menjadi sepasang kekasih🙂

    Gimana ya nasib woo bin selanjutnya???

    Next part

  14. res udaaaah lamaaaaa bgt ga baca ff mu, aku baca yaaaa, hueeee ceritanya bagus dan serasa baca komik aslinya, good job res

  15. Yeeeee akhir’a kim bum sadar dan mengakui kalo dia menyukai soeun,, meskipun cara’a seperti itu… py gpp lah semoga bum gak bercanda lagi….
    Yeeyy akhir’a perjuangan soeun selama ini membuahkan hasil….

  16. Kekekekekekek,,,
    lucu dech skap bumppa yg cmburu,,,
    alibi lg pkek cra nyri obat,,
    apaan to gk brmerk,,,,
    tpi aq ska,,,,
    woo bin trllu baik tok dskitin,,,
    sso jg pnya hati trllu tngguh tok kim bum,,,
    gmna rsa,a bumppa cmburu,,
    pnas bnget psti,a ampk hdpun trgnggu,,,
    mga j bumppa gk mnyia2kan sso lgi dgn skap,a yg gk pduli tpi cnta,,,
    membingungkan,,,

  17. kyaaaaa sumpah tmbah geregetan sm ceritanya.. tambah kereeeen banget dah pkoknya..
    jadi penasaran sm versi aslinya.. gmn..
    finally bumppa ngaku jg dy suka jg sm sso.. walaupun ttp aja gk romantis.. tp cool bnget bumppanya.. daebak dah pkox.. keke
    untung aja il woo nlpn bum.. huhu
    pasti bakal jadi berita heboh bsokx di skolah tuh pastix . krn bumsso balikan lagi.. next next ditnggu.. fighting🙂

  18. akhirnyaaaa hoaaaa bum ngungkapin prasaan dia yeaaaaa hahaha sso prjuanganmu tak sia-sia akhirnya kalian bersama hoho.. woo bin-ssi kau pst dptin yg lbh baik lg kok. hoqaaaa bumsso today love is begin kkkk

  19. Yeyy akhirnya bumsso bersatu .. ya meski bumpa tdak trllu pintar mngungkapkan prsaannya tpi dengan dia nyium sso jdi so sweet akhirnya kkkkk
    daebakk kerennn
    nexttt

  20. Yeah part ini bikin aye terbang ampe lupa turun hihiii :*
    Aaaaaa untuk ukuran KB ini adalah kemajuan yg sangat luar biasaa (y) ungkapan suka kb k soeun bener3 cool ..susah lo buat ngungkapin kata suka mengingat kb yg dingin kek ess ini tp d sinii demii soeun akhirnya terceploslah kata suka yg kluar dr bibir kb yeah .. Dan yg q tangkep soeun begitu bahagia mendengarnya soeun udh bs ngersakan hati kb ..trus dh mulai menerima kb dg sgla ekspresinya ampe sso ga thu saking seneng sedih bahagia ampe sesegukan d dada kb ….smua ini adalh tangis kebahagian yeahh ampe aye juga ikut terharu di buatmya :* *ceileh bahasa aye , d anggukin aja ya thor ocehan aye hehhhe *

    Nah lo gosip woobin ma sso dh nyebar d skolah xixiix

    Ilwoo memng temen kb yg paling top dah buat ngabarin perkembangan sso hihii trus orNg yg bikin kb bs ngerasaain hati nya hhhhe ,, ni ye gara3 info ilwoo yg ngabarin k kb klo sso lgi dg seorng cowok laen alhasil kb jd berpikir serius …eee rupanya kb menyusul k t4 sso ma woobin kencan yeah trus langsung bw sso ke dlm dekapannya yeahh (y)
    Tdinya ada rs deg3an pas sso udah berfikir buat nerima cinta woobin hampir nyaris sedikit lgi sso nerima woobin jikau di pikiran sso g d acak3 ma kb.. Untunglah jiwa n fikiran sso udah d stempel klo dia milik kb hhhe yeahh

    Pas sso n kb ada d ruang uks lucu liat perdebatan bumsso hihii nah d sinii dah kerasa klo kb takut kehilngn sso hhhhe
    Aaaaaaa suka smua dah ah ma moment bumsso😉
    Jangan hilangin ya thor , perdebatan di antara mereka kkkkke apalgi klo dh liat si abang kb gengsian gitu hihiii *plakk*

    Gimanakh kisah kasih bumsso stelah mereka kencan beneran bkan kencan palsu kek dulu ? Btw sso mash jdi peliharan kb kan ? Hhhe peliharan yg telah mencurii hati kb tanpa ampun hhhhe :*

    Lanjuuuuut ~
    Aaaaaa 100 jempol buat author (y)
    Nextpart seminggu lagi kah ? Pokoke jangn lama3 yak ,aye udh g kebelet pengen liat hari3 bumsso selanjutnya😉 yeaaah

  21. Hoho dikiraiin soeun bkal mlih woobin trnyta enggk
    Horee akirnya penantian soeun berakir jg
    Akirnya jg kimbum ngaku klo dia suka dgn soeun
    Tpi gmna klnjutan crita mreka ber2 saat bner2 kencan sngguhan
    Dtnggu next partnya

  22. Kerreeenn….
    Suka deeh…
    Akhirnya bener2 jadian….
    Emang susah ngubah sifat orang….tp akhirnya kim bum bisa jg nyatain sukanya

  23. Keren banget resiiii…… mian aku ketinggalan lagi….:(
    Sedih banget pas bumsso pisah, tuh kan bener bum cemburu ama woo bin, hahaha
    Tapi kata2nya bum emang bener2 yah… tapi dia masih peduli pas sso jatuh,
    Nahlo woo bin suka ama sso dan nyatain perasaannya ke sso, yah walaupun ditolak, tapi terima kasih banget ama woo bin, karena dia buk nyadarin perasaan dia yg sesungguhnya ke sso, so sweet banget part terakhirnya, akhirnya bum bisa juga bersikap manis beneran ke sso, bukan topeng lagi, hehe🙂
    Keren pokoknya, ditunggu next partny ya….

  24. Ku pikir, so eun bakalan nyatain perasaannya sama min woo.. Untung aja bayangan kim bum terlintas di pikiran so eun..
    Akhirnya…. Setelah penantian yg tak kunjung selesai, kim bum menyatakan perasaannya kepada so eun.. Kenapa gak dari dulu coba??-_- Amsyonggg deh sama kim bum -_- tinggal bilang ‘suka’ ajah apa susahnya sih??? Next nya di tunggu thor^^

  25. Waaah daebak 🙂 . Akhirnya kim bum menyatakan perasaan nya juga. Waah penantian sso ternyata tidak sia2. Lanjut oue🙂 fighting😉

  26. huaaaaaaaaa Jung il Woo…… he’s the Hero,,,, karna dia juga akhirnya kimbum menyerah dengan keegoisan dan keangkuhannya.

    and mereka sekarang RESMIIIIIIII hehe ^_^ woo bin-ah yang sabar yach…!

  27. Wuaaahhhh…senaaangnyaa…akhirnya kim bum menyadari perasaannya ke soeun setelah sekian lama,mudah2an kali ini kim bum benar2 suka sama so eun ga mempermainkan so eun lagi..

  28. wadduuh eon mianheee yuly baru bca eon resii..:( kreenn bggettt dahh eon..jiahh snangnyaa ternytaa dngan dtag nya woo bin buatt Bum sdarr akan prsaan n dngan so eun..heeee..:) so eun bkin gemes ajaa maasaa..wkk..dan bum jugaa lcuu bggett cra ngngkapii prsaan sma so eun..jiahhhh sukaaa bggett eon..dan omooo bum cium so eun..totuitttt..ahayy Bumsso bkin snyam2um sndrii d rmahh bcaa n..akhr n so eun stlahh lma mnggu jwbann itu wlaupun klimat n msih blum d pahami oleh n tau jgaa bhwa bum skaa diaa..ahhh sukaanyaa craa kimbum ituu lo..maniss bbggett kya n..lnjutt eon..minahe yuly baru bca..

  29. wuahh mian aku baru sempat thor,, aku dah ketinggalan beberapa episode ini. v aku mau selesaikan bacanya malam ini juga dech soalnya seru sech.
    fiuh akhirnya setelah sekian lama kimbum ngaku juga perasaan y ama soeun, ikh emang y harus di buat panas dulu, makasih dech buat kehadiran y woo bin sehingga menyadarkan kimbum bahwa dia suka ama soeun.
    akh penasaran next y gimana sikap kimbum ama soeun setelah pernyataan cinta y yg gak romantis ini?? hahaha
    langsung baca next y akh

  30. bener kaaaaannn”’ bumppa bumppa juga yang nyamper ssonni!! makanya bumppa, kan udah ku bilang, kalo suka jangan gengsi, hampir diambil orang kan tuhh😄
    kasian sama woobin, dia jadi dibuang gitu,, *maaf ya woobin*
    tapi ga papah,,, yang penting bumsso balikaa yeay!!!!
    tapi, kok bumppa gitu yaa?? nyatain perasaannya bener-bener ga romantissssss😛 ahh kenapa dia kaku banget??? cowo yang kebangetan romantis emang ga enak, jatohnya jadi eneg. tapi kalo sekaku itu sihh, berasa pacaran ama patung kalee😄
    kkk~~ eonni, aku ke part selanjutnya yaa??? hwaithing eonni!!!

  31. sukaa sama karakter kimbum disini. dia nyatain perasaanya dengan cool haha.
    il-woo jugaa lucuu suka deh sama il-woo di part inii.

  32. Huuaaaa.. daebak!! Bum udah mengaku menyukai sso. Aahh.. walaupun bum gak romantis kkkkk~ ciee betapa bahagianya sso =D fighting woo bin (y) fighting bumsso (y)

  33. kyaaaa akhirnya…

    walo cara ngungkapinnya aneh tapi dimaapkan lah mengingat karakternya bum yg spt itu

    utk bilang suka aja susah banget hihihi

  34. part ini bener2 bikin aq sakit, sedih dan senang.. akhirnya penantian so eun membuahkan hasil kim bum jadi menyukainya, keren pokoknya..

  35. Akhirnya perjuangan sso tidak sia”😀
    Semua ini berkat ilwoo kalo aja ilwoo ingga nelpon bumppa mungkin bumppa masih gengsi.??? Tapi jujur aku bacanya sampe berkaca” aaiigggoo itu pengakuan cinta yg paling romantis,cool,dan keren ..*aahh bumppa bener” manusia ajaib yg susah tebak sifatnya #abaikan-_-

    Terus berkarya;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s