Today, Love Is Begin PART 12

Today, Love Is Begin

kbkse110

Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom
Other Cast : Jung Il Woo, Kim Woo Bin, Shin Ni Rin, Lee Bo Young, Kang Hye Rim. Mungkin akan ada cast lain yang muncul.
Genre : Romance Comedy
Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

 

PART 12

 

“AGAR AKU BISA MENGERTI DAN PAHAM, COBA KATAKANLAH SEMUANYA DENGAN JELAS !” Teriak so eun, tangisannya semakin deras saja. Kim bum diam beberapa saat tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
“Sudah aku katakan sebelumnya bahwa kau adalah milikku. Itu adalah disaat kau memintaku untuk menjadi pacar palsumu, kan? Tapi sekarang berbeda.” Jelas kim bum. So eun menatap kim bum kini, tangisnya sudah cukup mereda.
“Sekarang kau tidak sesederhana untuk membunuh waktu atau semacamnya.” Lanjut kim bum.
“Lalu? Dengan kata lain?” Tanya so eun.
Kim bum mengerutkan keningnya, memperlihatkan ekspresi wajahnya yang kelihatan tidak nyaman.
“Jadi…..ini adalah….ini adalah apa yang biasa oleh orang-orang sebut sebagai ‘suka’ mungkin.” Jawab kim bum akhirnya. So eun menatap kim bum tanpa berkedip sedikitpun. “Wae? Apakah aku salah?” Tanya kim bum.Bukannya menjawab, so eun malah menatap kim bum dengan mata yang berkaca-kaca hendak mengeluarkan kembali air mata.

“Kau sedang tidak berbohong, kan?” tanya so eun. “kau tidak percaya padaku?” tanya balik kim bum. “bukan seperti itu…..aku hanya……aku hanya takut kau sedang mempermainkanku lagi, aku takut semua yang kau katakan barusan itu ternyata hanya lelucon lagi, aku takut……” Air mata so eun kini kembali membasahi pipinya. Melihat so eun kembali menangis, membuat kim bum tidak tega. Ia menatap so eun dengan tatapan yang teduh, tidak seperti tatapan sebelumnya. “apa yang harus aku lakukan agar kau percaya?” kim bum memegang kedua pipi so eun dan menghapus air matanya. So eun menatap kim bum dengan matanya yang sembab. Tidak tahu kenapa, air matanya malah jatuh kembali, so eun tidak bisa menahannya. Semua yang ia rasakan terlalu campur aduk, antara kesal, sedih, senang, semuanya bercampur menjadi satu.
“Kenapa….kenapa baru sekarang?” tangis so eun. Kim bum masih menatap so eun dengan tatapan teduh dan lembut. “kenapa baru sekarang kau menyadarinya? Hiks….hiks…..” Kim bum kembali menghapus air mata so eun.
“Hikss….hiksss….Selama ini kau sudah benar-benar membuatku bingung ! Hikss…..” Karena so eun yang tak juga berhenti menangis, kim bum pun menarik tubuh so eun dan mengusap-usap kepalanya.
“Menangislah ! Menangislah sesukamu !” Ujar kim bum. Bukannya menyuruh so eun berhenti menangis, ia malah menyuruh so eun untuk menangis. Sementara itu, so eun masih menangis di dada kim bum.
“Apakah itu artinya kau dan aku berkencan sungguhan sekarang ini?”tanya so eun.
“Baiklah~ Kau bisa menganggapnya seperti itu.” Balas kim bum. So eun tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya lagi saat ini. Ia langsung melebarkan tangannya dan memeluk kim bum dengan erat.
“Kau tidak akan marah aku memelukmu seperti ini?” Tanya so eun.
“Um~ yeah yeah, terserah~ lakukan saja apa yang kau mau.” Balas kim bum yang kemudian kedua tangannya pun kini melingkar di tubuh so eun meskipun pelukannya tidak seerat yang dilakukan so eun.

 

Aku tidak ingin melupakan malam ini. Perjuanganku selama ini akhirnya berakhir di malam ini. Dia bahkan menciumku dan mengaku jika dia juga menyukaiku meskipun cara mengungkapkan perasaannya itu tidaklah manis menurut ukuranku. Tapi aku senang, hasilnya berbuah manis. Akhirnya hari ini pun cinta dimulai.

-today love is begin-

 

“Kau sangat berisik !” Kesal kim bum. Pagi ini mereka berangkat ke sekolah bersama. Dan selama perjalanan dari mulai rumah so eun sampai mereka sampai di sekolah mulut so eun tidak mau diam, dia terus berbicara dan banyak berangan-angan tentang hubungan mereka yang kini sudah resmi berkencan.
“Yak memangnya kenapa? Perasaan kita sudah sama dan kita saling menyukai, tapi kenapa perlakuanmu padaku tidak juga berubah?” Balas so eun. Kim bum menghembuskan nafasnya.
“Dari awal sifatku memang seperti ini, tidak ada yang bisa merubahnya ! Sepanjang jalan kau terus mengulang kata-kata yang sama. Apa kau itu radio rusak?” Ujar kim bum. Ia melihat so eun mengerucutkan bibirnya.
“Itu karena…..sejujurnya, aku masih belum mempercayainya jika sekarang kita……”
“Jadi kau tidak percaya denganku? Kau pikir aku sedang membohongimu?” Potong kim bum. Ia menatap so eun dengan wajah kesal.
“A…aniya~ bukan seperti itu maksudku.” So eun menggibas-gibaskan kedua tangannya.
“Hanya saja….apa yang sudah terjadi benar-benar tidak terduga. Aku selalu berpikir apakah ini bukan mimpi? Membagi kasih sayang dengan seseorang yang aku sukai terdengar sangat aneh untuk dikatakan. Tapi meskipun begitu, aku merasa sangat senang ! Bersama-sama membagi cinta dengan orang yang aku sukai benar-benar terasa seperti mimpi.” So eun memegangi pipinya yang memerah dan memanas saat mengatakan kata-kata itu.
“Heh….berhentilah mengatakan ‘membagi kasih sayang dan cinta’ !” Balas kim bum. So eun menatap kim bum. “Kata-kata itu membuatku merinding !” Lanjutnya dengan enteng. So eun membulatkan matanya. “Kau benar-benar……” kesal so eun. Tapi kim bum menampakan wajah tanpa berdosanya sehingga so eun pun tak melanjutkan kata-katanya, jika pun ia mengomel sekarang pastilah kim bum akan menghiraukannya. Pada akhirnya so eun pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
“So eun-ah….kim bum-ssi!?” Pekik bo young yang berpapasan dengan mereka saat di koridor. Bo young dan hye rim menatap so eun dengan tatapan penuh pertanyaan.
“Kalian….” balas so eun.
“Kenapa kalian berdua datang bersama?” Tanya hye rim.
“Bukankah hubungan kalian baru saja berakhir?” Timpal bo young.
“Ah….itu….” so eun menggaruk tengkuknya. Ia bingung untuk menjawab pertanyaan kedua temannya itu.
“Maaf jika aku dan so eun sudah membuat kalian bingung. Beberapa waktu lalu sedang ada pertengkaran kecil diantara kami. Tapi sekarang…..” kim bum menarik so eun dan merangkulnya. “Kami sudah berkencan kembali.” Lanjut kim bum seraya menunjukan senyum terbaiknya di depan bo young dan hye rim.
“Benar hehehe.” Tambah so eun. Bo young dan hye rim masih menatap mereka dengan bingung.
“Baiklah jika tidak ada lagi yang ingin kalian tanyakan, kami pergi ke kelas lebih dulu.” Ujar kim bum lalu berjalan meninggalkan mereka.
“Aku duluan ya bo young-ah hye rim-ah….annyeong !” So eun pun segera mengikuti kim bum.
“Heh jadi hanya pertengkaran kecil huh?” Gumam hye rim seraya memperhatikan punggung kim bum dan so eun. Ia melipat kedua lengannya di dada. Bo young mengangguk setuju.
“Eh….tapi, bagaimana dengan laki-laki itu?” Pekik bo young.
“Sudah aku duga, ini memang tidak akan pernah terjadi, mengkhianati laki-laki sepopuler kim bum-ssi benar-benar mustahil.” Ujar hye rim.
“Yaaa kau benar hye rim-ah…..sangat mustahil !” Balas bo young sambil angguk-angguk kepala.

“Jangan pernah mengatakan hal-hal yang aneh kepada mereka meskipun mereka adalah temanmu !” Ujar kim bum. So eun mendonggakan kepalanya untuk menatap kim bum.
“Kau tahu kau adalah milikku sekarang, jadi jangan mengatakan atau melakukan hal yang macam-macam yang bisa membuatku marah !” Tambah kim bum. So eun terpukau dengan kata-kata kim bum tersebut, ia menatap kim bum dengan mata berbinar seraya menahan senyumnya. Menyadari hal itu, kim bum menatap so eun dengan aneh.
“Ada apa dengan ekspresi wajahmu?” Tanya kim bum. Ia mulai merasa terganggu. Senyum so eun malah semakin mengembang lalu ia menggelengkan kepalanya.
“Aku mengerti~ sekarang aku pacarnya kim bum-ssi dan aku akan berusaha mematuhi perkataanmu.” Balas so eun dengan senang hati. Kim bum sedikit menyunggingkan senyumnya lalu memegang puncak kepala so eun. “Bagus~.” Ujarnya.
“Ah ya, satu pertanyaan untukmu !” Ujar so eun. Kim bum menurunkan pandangannya untuk menatap so eun.
“Apakah kau punya waktu di hari minggu?” Tanya so eun.
“Wae?” Tanya balik kim bum.
“Um~ haruskah kita pergi ke suatu tempat? Hanya kita berdua?” Tawar so eun, ia menatap kim bum dengan penuh harapan.
“Aku tidak punya rencana apa-apa. Haruskan kita bertemu?” Balas kim bum menjawab harapan so eun yang amat besar itu. Senyum so eun langsung merekah setelahnya.
‘Ini akan menjadi kencan pertamaku dengan kim bum-ssi setelah kami menjadi pasangan kekasih yang resmi ! Huaaa aku benar-benar sangat menantinya ! Aku ingin melakukan hal-hal yang belum pernah aku dan kim bum-ssi lakukan sebelumnya. Kencan ini akan menjadi kencan terbaik kekekekek.’ Batin so eun.

 

-today love is begin-

 

Hari minggu pun tiba. So eun yang begitu menanti-nantikan hari ini pergi lebih awal ke tempat mereka janjian dengan bersemangat. Ia memakai dress berwarna putih selutut dengan cardigan warna biru toska. Ia tampak sederhana tapi tetap terlihat menarik.
“Kim bum-ssi !” So eun melambai-lambaikan tangannya saat ia melihat sosok kim bum tak jauh dari tempatnya duduk sekarang ini. Kim bum sendiri memakai kemeja kotak-kotak warna merah-hitam dengan celana jeansnya yang berwarna hitam. Kim bum tampak berjalan santai dengan memasukan tangan kanannya ke dalam saku celana. Ia bahkan tak membalas lambaian tangan so eun.
“Sejak kapan kau sudah ada disini?” Tanya kim bum saat ia sudah berada di hadapan so eun.
“Um….sekitar sepuluh menit yang lalu mungkin?” Jawab so eun tak yakin.
“Aku pikir kau akan terlambat, tapi ternyata kau datang lebih awal. Haruskah aku bertepuk tangan untukmu?” Ujar kim bum.
“Bisakah sekali saja kau mengatakan kata-kata manis padaku? Kau selalu seperti ini.” So eun berubah menjadi lemas. Padahal yang ia inginkan untuk kencan pertama mereka kali ini kim bum akan bersikap manis padanya. Tapi nyatanya tidak sama sekali.
“Heh…..mian mian.” Balas kim bum. “Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya kim bum.
Wajah so eun kembali bersemangat mendengar pertanyaan kim bum. “Ah ya, aku sudah membuat daftar rencana apa saja yang harus kita lakukan.” Balas so eun dengan nada semangat. Kim bum menatap so eun dengan kening berkerut.
“Bagaimana jika pergi ke taman bunga sakura? Aku sangat ingin pergi ke sana.” Ujar so eun.
“Huh? Taman bunga sakura?” Ulang kim bum.
“Hmm…” so eun mengangguk dengan semangat.
“Sekarang sudah masuk musim semi, dan bunga sakura sudah saatnya untuk bermekaran ! Di taman bunga sakura juga ada banyak tempat dan permainan yang bisa kita lakukan.” Jelas so eun.
“Aku menolak !” Balas kim bum enteng.
“M…mwo? Wae???” Tanya so eun kecewa. Ia tidak berpikir sebelumnya jika kim bum akan menolak untuk pergi ke taman bunga sakura.
“Tempat seperti itu akan dipenuhi oleh banyak orang.” Jawab kim bum.
“Gwaenchana~ anggap saja orang-orang disana hanya angin.” Balas so eun.
“Bukan itu masalahnya, aku hanya tidak ingin membuang-buang waktu di tempat yang tidak aku sukai.” Jelas kim bum. So eun diam tanpa berkata apa-apa lagi.
“Lebih baik kita pulang dan menonton Film di apartemenku !” Ajak kim bum. So eun tetap diam. “Hey….” panggil kim bum.
“Ini adalah kencan pertama, tapi kenapa kau malah menolaknya!?” Tahu-tahu so eun menangis. Kim bum terkejut dibuatnya.
“Hey….kenapa kau malah menangis?” Kaget kim bum.
“Aku hanya ingin kencan yang normal seperti yang dilakukan pasangan lain, apakah itu salah?” Air mata so eun turun semakin deras. Kim bum yang melihatnya pun jadi tidak tega dan akhirnya pun mengalah.
“Baiklah, kita pergi.” Ujar kim bum akhirnya. So eun langsung mengangkat kepalanya dan menatap kim bum.
“Jinja?” Tanya so eun. Kim bum mengangguk. Dengan cepat so eun pun menghapus air matanya. Senyum kembali tersungging di bibirnya.

 

-today love is begin-

 

“Uwaaaa………!!!!” So eun berteriak senang saat mereka sudah sampai dia taman bunga sakura. Bunga sakura yang baru bermunculan sangat indah dengan warnanya yang benar-benar cantik. So eun kagum hingga matanya pun berbinar-binar.
“Bukankah mereka sangat cantik?” Ujar so eun. Matanya tak henti menunjukkan kekagumannya saat melihat bunga sakura.
“Apanya yang menarik dengan bunga yang mekar?” Balas kim bum. Berbeda dengan so eun, ia benar-benar tidak nyaman dengan suasana seperti ini, apalagi tempatnya sangat ramai dan jauh dari kata tenang. Dari awal kim bum memang tidak suka dengan hal-hal yang berbau keramaian.
“Kau sudah mengalah dan setuju untuk pergi kesini, jadi jangan memasang wajah tidak senang seperti itu !” Ujar so eun. “Pasanglah ekpresi senang di wajahmu mengingat ini adalah kencan yang pertama untuk kita !” Suruh so eun.
“Sedari tadi kau terus saja berkata kencan !” Balas kim bum. So eun memanyunkan bibirnya.
Selain mereka, ternyata banyak juga pasangan-pasangan lain yang sedang berkencan di taman bunga sakura. Inilah salah satu yang juga membuat kim bum tidak nyaman pergi ke tempat seperti ini. So eun melihat pasangan lain saling bergandengan tangan dengan mesra, si pria dan si wanita pun tampak mengobrol dengan bahagia. Berbeda dengan dirinya dan kim bum. Mereka malah saling diam bahkan tidak bergandengan tangan. Membuat so eun iri kepada pasangan-pasangan kencan lain. So eun diam-diam mencuri pandang kepada kim bum, berharap kim bum akan menggenggam tangannya kemudian seperti pasangan lain. Karena kim bum yang tak kunjung melakukan tindakan apa-apa, akhirnya so eun pun yang mencoba untuk menggenggam tangan kim bum duluan. Ia melihat tangan kanan kim bum yang bebas, perlahan so eun mengangkat tangannya dan tinggal sedikit lagi tangannya akan menggenggam tangan kim bum. Tapi tiba-tiba kim bum memasukan tangannya ke dalam saku celananya. Membuat so eun down seketika dan langsung menundukkan kepalanya. Kim bum yang menyadari itu menatap so eun dengan heran.
“Wae?” Tanya kim bum.
“Apa kau membencinya juga?” Tanya so eun dengan nada yang terdengar putus asa.
“Huh?” Kim bum tidak mengerti.
“Berpegangan tangan dengaku, kau membencinya?” Ulang so eun.
“Sebenarnya apa yang kau bicarakan?” Kim bum masih belum mengerti kenapa tiba-tiba so eun bertanya seperti itu kepadanya.
“Lihatlah pasangan-pasangan lain !” So eun menunjuk beberapa orang pasangan kencan di sekitar mereka. Kim bum mengerutkan keningnya.
“Mereka saling berpegangan tangan dengan mesra, tapi kau dan aku……..apakah di dalam kepalamu tidak terpikirkan sedikitpun untuk menggenggam tanganku?” Tanya so eun.
Kim bum mengerti, ternyata itu yang di maksud so eun. Lalu kemudian ia menghela nafasnya.
“Maaf saja, tapi aku tidak suka mengumbar kemesraan di tempat umum.” Balas kim bum enteng.
“W..waaee? Semua orang melakukannya !” Ujar so eun.
“Bukan itu masalahnya.” Balas kim bum. “Ah sudahlah, lupakan !” Tambahnya. Kim bum pun melanjutkan langkahnya diikuti oleh so eun yang semakin kesini semakin lemas saja karena pada kenyataannya kencan pertamanya tidak sesuai dengan harapan. Tak ada pembicaraan lagi diantara mereka hingga so eun yang kembali bicara lebih dulu.
“Kim bum-ssi, bagaimana jika kita foto bersama?” Tawar so eun. “Sangat sayang jika kita tidak mengambil gambar saat bunga sakura bermunculan.” Tambahnya.
“Aku menolak !” Kim bum mengulangi kata-katanya saat ia menolak untuk pergi ke tempat ini.
“Kenapa lagi!?” Tanya so eun. Kim bum tak menjawabnya. Tiba-tiba so eun berjalan lebih dulu meninggalkannya menuju sepasang kekasih yang sedang duduk santai di bangku kayu di bawah pohon-pohon sakura.
“Ah maaf mengganggu, bisakah aku meminta bantuan?” Pinta so eun. Sepasang kekasih itu menatap so eun dengan bingung.
“Tolong fotokan aku dengan kekasihku, bolehkah?” Pinta so eun seraya mengeluarkan kamera dari dalam tas kecilnya.
“Ah baiklah.” Belum juga si pria mengambil kamera milik so eun, tangan so eun sudah di tarik oleh kim bum menjauh dari pasangan kekasih itu. Membuat sepasang kekasih itu saling tatap dengan wajah bengong.
“Kau tidak perlu meminta bantuan kepada mereka. Aku akan mengambil gambar untukmu !” Ujar kim bum.
Klik~ kim bum pun mngambil beberapa gambar so eun di bawah pohon sakura. So eun membuat bentuk V dengan tangannya dan bergaya selucu mungkin.
“Aku rasa ini sudah cukup, sudah saatnya kita pulang !” Kim bum menyerahkan kembali kamera so eun.
“Eh? Shireo !!! Kita belum melakukan apa-apa !” Tolak so eun.
“Bukankah kita sudah puas melihat bunga-bunga itu? aku juga sudah memenuhi keinginanmu untuk bisa melihat bunga sakura, kan?” Balas kim bum. So eun diam. “Dan yang terpenting adalah tempat ini benar-benar membuatku tidak nyaman !” Lanjutnya. “Kajja !” Kim bum berjalan lebih dulu meninggalkan so eun.
“E…tunggu !” So eun menahan lengan kim bum.
“Kajja ! Ikuti aku sebentar !” So eun menarik lengan kim bum secara paksa. Kim bum hendak menolak tapi pada akhirnya ia hanya bisa menyerah saja.
“Ha? Naik sepeda?” Pekik kim bum saat ternyata so eun membawanya ke tempat peminjaman sepeda.
“Ya, kita harus naik sepeda pasangan ini sebelum kita pulang !!!” Paksa so eun.
“Aku sangat ingin bersepeda mengitari taman sakura ! Jebaaaaal kim bum-ssi~ aku mohon padamu !” So eun merapatkan kedua telapak tangannya memohon pada kim bum agar ia mau melakukannya.
“Shireo !!!” Tolak kim bum. “Jika kau ingin bersepeda, kau bisa bersepeda sendiri ! Aku sedang tidak ingin membuang-buang tenaga.” Balas kim bum.
Bam~ tiba-tiba so eun melempari kepala kim bum dengan tas kecilnya.
“KAU….!!!!” Kim bum memegangi kepalanya.
“DARI AWAL KAU HANYA BILANG TIDAK, TIDAK, DAN TIDAK ” APA KAU TIDAK MERASA JIKA DIRIMU BEGITU EGOIS !!???” Teriak so eun. Kim bum membulatkan matanya.
“AKU MERASAKANNYA ! LAGI PULA KAU MERENCANAKAN INI DAN ITU TANPA PERSETUJUANKU, MANA BISA AKU MENGIKUTI SEMUA KEINGINANMU YANG JELAS-JELAS TIDAK AKU SUKAI?” kim bum balas berteriak. Semua orang disekitar mereka yang sedang mengantri untuk meminjam sepeda pun memperhatikan mereka.
“AKU TIDAK MEMINTAMU UNTUK MENURUTI KEINGINANKU. AKU HANYA BERTANYA ! TIDAK MASALAH SEBERAPA BESAR KAU MEMBENCINYA, TAPI BUKANKAH AKAN LEBIH BAIK JIKA KAU MENURUTI KEINGINANKU DAN PASRAH? KAU INI PACARKU.” so eun kehabisan tenaganya karena berteriak-teriak seperti ini.
“Lagi pula ternyata tidak ada bedanya dari sebelumnya, bahkan disaat kita sudah resmi berkencan….” so eun menurunkan nada suaranya.
“Apakah aku aneh karena aku ingin banyak melakukan sesuatu bersama-sama denganmu? Pergi ke beberapa tempat bersama-sama? Dan membuat banyak kenangan manis yang menyenangkan? Aku rasa itu sangatlah normal kenapa aku menginginkannya ! Lanjut so eun. Kim bum diam.
“Ah baiklah~ sudah cukup ! Aku akan bersepeda sendirian !” Ujar so eun lalu pergi meninggalkan kim bum tanpa kim bum mengejarnya atau apa.
Pada akhirnya so eun menyewa sepeda hanya untuk satu orang. Ia menggoes sepedanya mengikuti rute yang sudah dibuat untuk bersepeda. Angin menerpa rambutnya dan cahaya matahari terasa hangat. So eun bisa melihat pohon-pohon sakura berjejeran di sepanjang jalan. Tapi dibalik itu semua so eun tak begitu menikmati perjalanannya menggunakan sepeda. Beradu mulut dengan kim bum di hari pertama mereka berkencan membuatnya menjadi lemas.
“Kim Sang Bum ! Kau bodoh !” Kesal so eun. Ia tidak peduli mengatakannya dengan cukup keras karena kim bum tidak berada di dekatnya sekarang.
“Kau sama sekali tidak mengerti perasaan perempuan ! Jika kau adalah kekasihku bukankah seharusnya kau mencoba untuk membuatku senang meskipun hanya sedikit?” So eun mendesah. Ia melihat begitu banyak pasangan kekasih yang bersepeda bersama-sama, mereka mengumbar kasih sayang mereka dan itu semua pada akhirnya membuat so eun iri.
“Dia benar-benar bodoh !” So eun mempercepat genjotan sepedanya.
‘Kenapa semuanya selalu menjadi seperti ini? Meskipun aku tidak ingin bertengkar dengannya. Tapi….pada akhirnya aku akan menghabiskan tenaga untuk marah hanya karena hal kecil. Meskipun aku tahu dia tidak suka hal-hal yang menggelikan seperti ini.’ Batin so eun.

 

-today love is begin-

 

Kim bum memilih menunggu so eun dan duduk di bangku kayu di tepi-tepi jalan di dekat pohon sakura. Dia mendesah. Sebenarnya ia sedikit menyesal sudah marah-marah di depan so eun. Ia sebenarnya tidak menginginkan hal ini, tapi ia tidak bisa mengontrol dirinya dan mulutnya meskipun sudah mencoba. Ia yakin pasti so eun kecewa padanya. Lalu tiba-tiba sepasang kekasih datang dan duduk di sebelah kim bum. Melihat si perempuan yang menggandeng pacarnya dengan manja membuat kim bum terganggu. Apalagi setelah mendengar obrolan mereka yang menurut kim bum begitu meggelikan. Kim bum diam-diam melirik ke arah mereka dan berakhir terkejut karena dia menoleh di saat yang kurang tepat. Dia melihat sepasang kekasih itu berciuman. Dengan cepat kim bum pun kembali memalingkan wajahnya.
“Apa-apaan mereka?” Gumam kim bum pelan lalu berdiri dari duduknya dan memilih untuk menjauh. Sudah 15 menit berlalu dan so eun belum juga kembali, kim bum pun berencana untuk menghubunginya. Panggilan pertama dan kedua tidak dijawab, hingga akhirnya di panggilan ketiga so eun pun mengangkatnya.
“Dimana kau sekarang? Apa kau sudah selesai?” Tanya kim bum langsung.
“Yeah, aku di dekat kolam ikan, wae?” Tanya balik so eun.
“Tunggu disana ! Aku akan kesana sekarang.”
Sambungan telpon pun terputus. Kim bum segera bergegas ke tempat dimana so eun berada. Sekitar 10 menit so eun menunggu akhirnya kim bum pun datang juga. Ia melihat so eun tengah duduk melamun di bangku di dekat kolam. Kim bum menghampirinya.
“Apa kau sudah merasa senang sekarang?” Tanya kim bum tanpa ikut duduk di samping so eun. So eun tersadar dari lamunannya dan melihat sudah ada kim bum di dekatnya.
“Ah….kim bum-ssi…” ujar so eun.
“Kau senang?” Ulang kim bum.
“Um~ yah sedikit.” Balas so eun.
Hening~ tak ada pembicaraan lagi di antara mereka. Setelah tadi mereka bertengkar karena hal sepele, sekarang mereka merasa sedikit canggung satu sama lain.
“Um~~~ sambil menunggumu tadi, aku membeli teoppeoki. Haruskah kita memakannya?” So eun mengangkat satu kantong plastik berisi dua bungkus teoppeoki didalamnya.
“Kebetulan, aku juga sedikit lapar.” Kim bum mengusap tengkuknya lalu ikut duduk di samping so eun.
So eun memberikan satu bungkus teoppeoki kepada kim bum, dan yang satunya lagi untuknya.
“Maaf….” ujar so eun. Kim bum menoleh. “Seharusnya aku menyadari itu, bahwa kau tidak suka dengan…..”
“Sudahlah, jangan dipikirkan ! Aku sudah melupakannya.” Potong kim bum lalu ia memakan teoppeokinya.
“Kau tahu? Hanya aku saja yang bersepeda sendirian, yang lain bersepeda dengan pasangan masing-masing. Aku merasa tidak nyaman hingga akhirnya aku pun tak melanjutkan perjalanan dan memilih berhenti disini.” Cerita so eun.
“Oh, benarkah?” tanya kim bum. So eun mengangguk. “kau tidak terlalu seberapa.” ujar kim bum. So eun menatap kim bum tidak mengerti. “Ada kejadian yang benar-benar menggelikan untuk dilihat, dan aku tak sengaja melihatnya.” Balas kim bum. So eun menoleh menatap kim bum.
“Apa itu?” Tanyanya.
“Sepasang kekasih berciuman di dekatku, bahkan mereka tak peduli dengan keberadaanku disana, aku merasa terganggu hingga aku pun menjauh. Benar-benar pemandangan yang menggelikan.” Cerita kim bum. So eun malah tertawa mendengarnya, pasalnya baru pertama kali ini ia mendengar kim bum bercerita tentang hal seperti itu.
“Hahaha tapi selama mereka saling menyayangi, aku rasa tidak masalah.” Balas so eun lalu menyantap teoppeokinya.
“Haruskah di depan umum seperti itu juga?” Ujar kim bum. So eun kembali tertawa.
“Kau tampaknya memang sudah merasa senang sekarang, huh?” Ujar kim bum. So eun tersenyum, lalu ia mengangkat kepalanya melihat bunga sakura yang berada di atas mereka.
“Kim bum-ssi….” panggil so eun. “Di kencan kita yang berikutnya, ayo kita menonton film seperti yang kim bum-ssi inginkan.” Ujar so eun.
“Bukankah kau tidak menyukainya?” Tanya kim bum.
“Jangan berkata seperti itu ! Benar jika aku punya selera sendiri, tapi…..kim bum-ssi juga sudah berusaha mengikuti keinginanku yang bahkan kau sendiri tidak menyukainya. Maka dari itu demi membuat kim bum-ssi senang dan tidak merasa terganggu, ayo kita lakukan apa yang kau suka.” Jelas so eun.
“Kau dengan cepat berubah pikiran huh?” Ujar kim bum seraya ia menatap so eun.
“Ahahah…..aku mengerti setelah aku berpikir jika ternyata aku sendiri yang egois karena merencanakan sesuatu tanpa bertanya lebih dulu padamu.” Balas so eun.
“Lagipula, hanya makan teoppeoki bersama dengan kim bum-ssi saja sudah sangat menyenangkan !” Lanjutnya seraya tersenyum lebar.
“Jadi, selama aku bersama kim bum-ssi, aku rasa semuanya akan berjalan dengan baik meskipun tidak ada hal yang berjalan romantis. Aku cukup senang !” Senyum so eun semakin mengembang hingga matanya pun ikut tersenyum.
“Um….aku juga mengerti sekarang~ tidak ada orang lain yang lebih baik selain dirimu untuk bisa ada disampingku.” Balas kim bum. So eun tersenyum menatap kim bum lalu ia kembali memakan teoppeokinya yang masih tersisa.
“So eun-ssi….” panggil kim bum. So eun menoleh dengan mulut yang sibuk mengunyah. Ia melihat kim bum mendekat ke arahnya dengan mulut yang sedikit terbuka.
“Eh? Apa yang kau lakukan? Kenapa mulutmu terbuka seperti itu?” Tanya so eun bingung. Rupanya ia belum faham apa maksud kim bum membuka mulutnya seperti itu.
“Aku membuka mulutku karena aku punya maksud !” Balas kim bum kesal karena so eun yang tidak mengerti dengan maksudnya.
“Eh…? Ah ya aku mengerti, lalu apa?” Tanya so eun, rupanya ia masih belum faham juga.
“Itu !” Dengan kesal kim bum pun menunjuk teoppeoki yang berada di atas paha so eun.
So eun menatap mengikuti arah tangan kim bum.
“Apa kau mau menyuapiku?” Tanya kim bum.
“Eehhh!?” So eun terkejut. Benarkah apa yang baru saja ia dengar? Kim bum memintanya untuk menyuapinya?
“T…tapi….bukankah kau membenci hal-hal yang seperti ini?” Tanya so eun memastikan.
“Sangat jelas sekali jika aku membencinya. Tapi, bukankah hal yang seperti itu yang ingin kau lakukan, kan?” Tanya balik kim bum. So eun menatap kim bum dengan tatapan tidak menyangka.
“Jika kau mengerti, cepat suapi aku teoppeoki itu !” Pinta kim bum.
“Ah….a..arasseo…” so eun segera menyumpit teoppeokinya.
“A…apakah aku juga harus mengatakan ‘ahh~’? Tanya so eun.
“Ya, terserah padamu.” Balas kim bum. Pipi so eun terasa panas dan memerah kini. Ini adalah yang pertama kalinya ia menyuapi kim bum.
“Ahh~…” ucap so eun lalu ia pun menyuapi teoppeoki itu kepada kim bum. Kim bum dengan cepat melahapnya.
“Ternyata melakukan hal yang seperti ini sangat memalukan.” Ujar so eun. Pipinya masih memerah dan terasa semakin panas saja.
“Kau bukan satu-satunya yang merasa seperti itu. Aku berkali-kali lipat merasa malu dibanding kau.” Balas kim bum. So eun menahan tawanya hingga akhirnya ia pun tak bisa menahannya lagi.
“Ekekekkkkkkkekekkk…” so eun menutupi wajahnya yang merah itu dengan tangannya sambil tertawa senang.
“Tapi…..aku benar-benar sangat senang kekekkkkekk…..” ujarnya.
“Kenapa kau begitu merasa senang hanya karena hal seperti ini?” Tanya kim bum seraya bangkit dari duduknya.
“Tapi aku benar-benar senaaang~” balas so eun yang tidak bisa menyembunyikan senyumnya yang lebar lagi.
“Meskipun kau membencinya, tapi kau masih mau melakukannya untukku ! Aku benar-benar senang~” lanjutnya. Kim bum menatap so eun lalu menyunggingkan senyum setelahnya.
“Jika kau senang itu juga sudah cukup membuatku senang.” Ujar kim bum pelan.
“Ne?” Tanya so eun. Rupanya ia tak mendengar dengan jelas apa yang baru saja kim bum katakan.
“Sudah waktunya kita pulang, kajja !” Ajak kim bum lalu berjalan lebih dulu dari so eun. So eun tersenyum lalu segera mensejajarkan langkahya dengan kim bum.
“Boleh aku menggenggam tanganmu?” Pinta so eun.
“Tidak boleh!” Tolak kim bum.
“Kalau begitu hanya menggandeng lenganmu? Boleh ya?” So eun menunjukkan wajah memelasnya.
“Terserah~” balas kim bum. Akhirnya so eun pun menggandeng lengan kim bum dengan erat dan tak henti-hentinya ia tersenyum. Kim bum juga menyunggingkan senyumnya untuk itu.

 

Hanya aku yang menyukai kim bum-ssi, dan dia yang menyukaiku. Itu sudah cukup membuatku senang. Sebelumnya mungkin aku terlalu terobsesi untuk melakukan hal-hal romantis seperti pasangan kekasih lain. Tapi sekarang, tidak peduli apa yang kita lakukan, atau kemana kita pergi, selama kita baik-baik saja dan merasa nyaman satu sama lain. Aku rasa, itu lebih baik.

To Be Continued

Mian jika ceritanya kurang memuaskan, saya harap kalian menyukainya.

NB :sekali lagi, FF ini merupakan versi bumssonya dari manga kesukaan saya, saya buat mirip sama manga aslinya dan hanya ditambahkan beberapa khayalan saya sendiri. Jadi, jika ada yang masih bingung sama ceritanya atau karakter kim bum disini yah karena seperti itulah cerita dan karakternya.

52 thoughts on “Today, Love Is Begin PART 12

  1. aeeeeeelah tepok jidat dah sama buuuumppppa , pusing dh kalau punya pacar model kaya oppa , eluuus dada mulu dah itu so eonnni . akhir y bakal kaya gimana thor? penasaran bgt ma khdupan mrk habis lulus sekolah ky gmn.

  2. Woaa~~ bertengkar kecil di hari pertama kencan,😄 romatis malah *ehh?
    Wkwkwk, kimbum sedikit demi sedikit mulai berubah, bisa ngertiin sso,😄 aikhh, minta disuapin..XD so sweet…:D
    Kajja, kencan lgi, nntn film berdua di apartemen, itu lbih romatis kayanya..XD -satu pemikiran sma kimbum-😄
    Next part ditunggu eon..^^
    Fighting~~

  3. Huftt,,, gpp
    pertengkaran kecil itu bumbu dr sebuah hubungan, kata orang2 sech.. Kekeke
    saluutt bwt bumsso yg bsa sling mngerti satu sma lain.
    Nex

  4. Yee akhirnya bumsso jadian bneran jga , salut sma sso walaupun kim bum msih cuek sma dia tpi dia ttp sbar ngadepin kim bum , dan kim bum mau ngikutin kemauan sso mskipun sbenarnya dia gk menyukai itu , ditunggu next partnya

  5. hhhhwaaaaaaaaa daebakkkkk onni saeng suka part ini hhhaaddduuuuhhh bumsso emang tak ada duanya p. bikin saeng senyum sendiri baca yg part ini pasangan yg unik kekkerkkee onni saeng tunggu part lajutannya ne figthing!!!!!!!!!!😀

  6. Cieeee ini kencan yg romantis kok…jauh lebih romantis dr yg orng2 lakukan d taman ntu hihiii

    Akhirnya soeun dapet mengerti lebih dalam ttg kimbum sebaliknya kimbum perlahan memahami hati soeun …cieeeeee ini kemajuan yg sangat luarbiasa… walopun kencannya terliat biasa saja … tp ketika mereka sedikit dikit telah saling memahami ini… kencan kli pertama ni menjadi luar biasa terliat ketika soeun tertawa sambil makan ntu apalgi ketika kb reflek mmbuka mulut untuk d suapi oooooh its so sweet you know yeaaaah :*
    Walopun sempet ada pertengkaran ringan …namun d akhiri dg penuh kebahagian…
    Kencan pertama mereka …sukses menurut q . Memng butuh proses untuk menjadi sesuai keinginan … .author hebat bikin ni story.. slow but sure ttg hub mereka. Sesuai alur g kecepatan (y) bagus thor :*

    Makin hari makin sukaaaa ma ni story (y(
    Lanjuuuut ~
    Nextpart nya q tunggu minggu depan yak thor hhhhe :*

  7. Seru kok….
    Emang harusnya ga boleh maksa2…
    Sso kan emang suka Kim Bum dg sifatnya…to klo Kim Bum brrubah mungkin jd ga suka lagi

  8. Huwwaaaa~ akhir’x ! Muncul part 12’x🙂
    err~ smpet kesel dikit liat BumSso di bagian “kencan hari Minggu” -_-
    Udh gak romantis, berantem di dpn umum, bhkn mreka hrus mlakukan kegiatan masing” (Sso yg brkeliling dgn speda & Bum yg hnya dduk manis mnunggu Sso) ..
    Bt syukur’x, akhir’x mreka saling mngerti. Mgqn bkal bnyk lg mslh krna prbedaan” mreka, bt ngeliat gmna prasaan mreka & gmna mreka mau saling mengalah 1 sama lain, ky’x mreka akan sllu bisa ngadepin smw’x dgn baik😀
    Baiklaah~ ditunggu kelanjutan’x & truslah smangat !! ^^

  9. Aq slalu menggu lnjtn ff in n d akhr pkan pasti snang bngt krn pasti ffx akn d post olh saeng Resi, suka bngt ffx wlpn tdk mlakukn hal romnts sprti psgan lainx asalKN brsma2 i2 sudh menyngkn bgi2lah inti dr part in oh bumsso kalian sungguh manis, jdix g sbar u membc part slnjtnx n kk jg brhrap sm0ga ffx bsa d post 2x sminggu, ayo Res prbxk bc mangga romants n buat versi bumssox.

  10. hahah sso nasib puny pacr dingin resikonya hahHa lucuny kncan prtama mrka haha aku sndiri geli bacanya eon haha sso pngen ini ditolak bum.. bum pngen itu beda sama sso kekekeke tp prbedaan itu buat mrka satu hihihi lucunyaaa hoaaaa aku suka adgan teoppoki itu eon ihihi bum brusaha bkin sso seneng akkakaka mski itu memalukan hahhaXD
    kyaaaaa eonnn lanjutkannnnn yayaya^^

  11. Ya ampunnn mereka… Aku suka aku suka…
    Walaupun bum kadang ngejengkelin tapi tetep aja dia itu ngikutin kemauan sso, walaupun ditengah ada sedikit keributan, tapi akhirnya mereka bisa lebih saling memahami… Lucu banget pas bum minta disuapin, haha ada2 ajah… Dia bahkan mau melakukan hal menggelikan yg ga pernah dia lakuin demi sso, kerennnn!!!🙂
    Resi ditunggu next partnya ya…

  12. yeileee kb cuek&dingin abis g romantis lg,,hadeeeh elus2 dada brusha sbr sprt soeun,,jgnkn jln2 dgn mesra ngungkpin prsaan jg msh sok gengsi n cool untgny soeun pny ksbrn tgkt dewa haha mnnanti sisi kb yg bs romantis&mesra scra tulus utk soeun

  13. jadi di post sekarang nih res, hehehehe kse lagian pengen bgt umbar kemesraan sih, bener2 pasangan baru yg sedang menikmati cinta nih ye

  14. astaga.. udah kencan bneran masih aja berantem😀 tpi untung udh sma” sadar.. eiy sekarang kim bum udah banyak senyum yh😀 sso jga berfikir dewasa.. walaupun gak terlalu romantis tpi lucu gtu.. kekeke.. moga aja kencan selanjutnya lebih romantis trus ceritanya manis gtu.. ngomong” sekarang penampilannya sso kayak gmna sih?? aku ngebayangiinnya dia style nya ala chu ga eul,,trus kdang jga kyak karakternya di after school bokbulbuk.. okelah ditunggu next partnya😉

  15. aigooo res.. daebak ceritanya..sumpah geregetan sendiri bcax pas bagian mrka kencan.. sumpah pengen unn getok si bum.. habis.. ngeselin bnget.. kencanx gk romantis gra2 smua di tolak sm bum.. kekeke
    ah smga hubungan mrka baik2 aja..
    next partx ditnggu ya.. fighting🙂

  16. Cieeee romantis bgt kencan pertama bumsso,,, meskipun sempat terjadi pertengkaran kecil dan tidak melakukan hal” yg biasa dilakukan oleh pasangan kekasih… tapi menurut aku kencan pertama bumsso ini malah romantis jauh lebih romantis di banding pasangan” yg ada di taman itu….😀
    Soeun sepertinya sudah mulai memahami sifatnya kimbum… dan kimbum juga dia mau melakukan hal” yg tidak dia sukai demi menyenangkan hati soeun…..keren keren… ditunggu next partnya…

  17. Ahh kim bum nggak romantis nihh-_- nyatain perasaannya aja ke so eun pake kata ‘mungkin’ -_-

    disini banyak adegan bumsso nya, tapi yaa gitu…… Sifat kim bum yg terlalu tertutup menghancurkan kencan pertama mereka.. Ppfftttt-,- tapi gapapa, mungkin sifat so eun yang terlalu terbuka bisa mengubah sifat kim bum yg tertutup… Next:)

  18. uwooooooooo

    hmmm meski bumppa masi sm, lumayan mengertilah mereka kaya langit dan bumi,, n dpt feelnya

    akhirnya meski sso sdkit egois,, uwaaa trlihat sdkit lbih romantis
    lanjuuuuuuuuuuuuuuutt

  19. Maaf yaaaa author kalo aku baru komen, ngebut nih bacanya hehehe. Ff author makin bagus deeeeh. Aku sukaaa banget ceritanya. Senyum2 sendiri yg di part ini. Akhirnya kimbum udah sadar kalo dia suka sama soeun. Senengnyaaaaa hehehe. Kimbum juga makin melembut sama soeun. Semoga di part2 selanjutnya banyak moment2 bumsso yg unyu unyu yaaa author. Ditunggu lanitan ffnyaaa🙂

  20. wah akhirnya kim bum & so eun bener-bener pacaran🙂

    Ya walaupun kim bum di kencan pertamanya itu agak dingin ke so eun,,, tapi dia berusaha untuk terlihat baik ke so eun…..

    Next part

  21. wahh makin keren ceritanya hehehe
    meski cuek tapi salut buat kimbum yang mau ngalah demi soeunn
    terharu kkkkkk
    jadi senyum2 gaje ngebayangin bumsso kencan.. ga romantis sie tapi punya kesan tersendiri.. daebakkkkk

  22. Kkkwkkwkw,,,,
    skap sso bkin lucu,,,
    skap bumppa bkin ksel,,,
    gk bsa pa to mlut ngomong mnis dkit,,,
    gliran diambil org bru mrh2,,,
    sso jdian m ayg lain j dech,,,,
    xixixiixi

  23. Iiiihiiiyyy…walaupun kencan so eun dan kim bum ga romantis,tapi setidaknya mereka bisa sama2 sekarang…sikap kimbum jg semakin terlihat perhatian ke so eun…ga sabar next part ceritanya kyk gmn…

  24. wuaa snanggg bggett cobaa sma crtaa n eon..mkinn jauh k sinii mkin skkaaa yaaa..Bum bnar2 bkinn gemess..tingkah so eun lcuu bggett yaakk..pngin kencan normal dngan bum lcuu bggett cobakk..heee..xD tpii skapp bum ituu lo..lambat2 iaa pstii akan mau dan terbiasaa dngann smua inii..yeahh romantis bggett cba so eun yg nyuapi bum wlaupun bgtuu sbnarnya biasaa ajaa..tpii bgii Bumsso ituu sngat luar biasaa..eon resi sukaa bggett sma crtaa n..lnjutt..fightingg eoonie..

  25. kenapa aku ketawa2 sendiri d part ini ngebayangin kencan y bumsso yg kacau, Hahahaha
    aigoo bumm bener2 gak romantis bgt sech,, yach v itulah sifat kimbum
    makin seru z nich dah banyak scene bumsso y
    semoga kencan mereka selanjutnya beneran berhasil dan kimbum bisa lebih mengekspresikan rasa suka y sama soeun,
    lanjut akh bacanya

  26. ssonni….. kayaknya bahagia banget yaaa??? kkk~~ ikut bahagia deh eonni❤❤ ,<
    yaahh… tapi gapapa dah.. seenggaknya dibagian terakhir bumppa mau 'sedikit' ngalah… ckckckck.. aku ke part 13 nya eonni!!! hwaithing!!!❤❤😀

  27. seneng banget ngelihat kim bum ngucapin kata “kau adalah milikku sekarang” , kalo ngucapin datar tapi ada perasaan cinta tersirat..😀

  28. Hihihihii.. dasar bum gak berubah2 juga =D romantis dikit napa? Tapi jadi nyengir kuda waktu bum minta disuapin x_x kencan pertama yg lucu =D

  29. kencan pertama hihi

    mereka berdua beda banget pandangannya dalam hal cinta termasuk kencan haha, sso punya kencan impiannya sendiri dan parahnya itu ga sesuai ama keinginan bum..
    lucu banget deh mereka ribut gegara ini … tp pd akhirnya semua mjd manis saat mereka mencoba saling memahami…

    aaah so sweet…

    asal bersama bum, sso udh senang walo tak ada hal romantis..
    bagi bum, tak ada yg lbh baik dr sso utk mendampinginya

    haaaaaa semakin cinta liat mereka😀

  30. Aaaa iri sama bumsso sumpah romantis bgt >3>3 . Aku ngebacanya senyum-senyum sendiri haha aku yang baca ko aku juga rasanya malu ya seperti bumppa ma sso yang lagi suapan😀 . Aaiigggoo menurut aku sikap bumppa yang minta di suapin itu romantis bgt😀 >3>3🙂
    Masa sso ingga nyadar kalo bumppa minta di suapin sih-_-😀😉 hahaha >3>3

    Terus berkarya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s