Today, Love Is Begin PART 13

Today, Love Is Begin

kbkse110
Main cast : Kim So Eun & Kim Sang Beom
Other Cast : Jung Il Woo, Kim Woo Bin, Shin Ni Rin, Lee Bo Young, Kang Hye Rim. Mungkin akan ada cast lain yang muncul.
Genre : Romance Comedy
Disclaimer: Semua cerita, karakter, setting, alur, dll adalah milik dari masing-masing author. Author sama sekali tidak terkait dengan pemilik, pencipta, atau produsen dari setiap media apapun. Tidak ada pelanggaran hak cipta dimaksudkan. Untuk tokoh Kim Bum, Kim So Eun, dan artis lainnya, bukan milik author, tapi milik Tuhan, orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Author memakai mereka hanya untuk keperluan cerita.
Dilarang meng-copy paste tanpa seijin pemilik cerita !

PART 13

“So eun-ssi….” panggil kim bum. So eun menoleh dengan mulut yang sibuk mengunyah. Ia melihat kim bum mendekat ke arahnya dengan mulut yang sedikit terbuka.
“Eh? Apa yang kau lakukan? Kenapa mulutmu terbuka seperti itu?” Tanya so eun bingung. Rupanya ia belum faham apa maksud kim bum membuka mulutnya seperti itu.
“Aku membuka mulutku karena aku punya maksud !” Balas kim bum kesal karena so eun yang tidak mengerti dengan maksudnya.
“Eh…? Ah ya aku mengerti, lalu apa?” Tanya so eun, rupanya ia masih belum faham juga.
“Itu !” Dengan kesal kim bum pun menunjuk teoppeoki yang berada di atas paha so eun.
So eun menatap mengikuti arah tangan kim bum.
“Apa kau mau menyuapiku?” Tanya kim bum.
“Eehhh!?” So eun terkejut. Benarkah apa yang baru saja ia dengar? Kim bum memintanya untuk menyuapinya?
“T…tapi….bukankah kau membenci hal-hal yang seperti ini?” Tanya so eun memastikan.
“Sangat jelas sekali jika aku membencinya. Tapi, bukankah hal yang seperti itu yang ingin kau lakukan, kan?” Tanya balik kim bum. So eun menatap kim bum dengan tatapan tidak menyangka.
“Jika kau mengerti, cepat suapi aku teoppeoki itu !” Pinta kim bum.
“Ah….a..arasseo…” so eun segera menyumpit teoppeokinya.
“A…apakah aku juga harus mengatakan ‘ahh~’? Tanya so eun.
“Ya, terserah padamu.” Balas kim bum. Pipi so eun terasa panas dan memerah kini. Ini adalah yang pertama kalinya ia menyuapi kim bum.
“Ahh~…” ucap so eun lalu ia pun menyuapi teoppeoki itu kepada kim bum. Kim bum dengan cepat melahapnya.
“Ternyata melakukan hal yang seperti ini sangat memalukan.” Ujar so eun. Pipinya masih memerah dan terasa semakin panas saja.
“Kau bukan satu-satunya yang merasa seperti itu. Aku berkali-kali lipat merasa malu dibanding kau.” Balas kim bum. So eun menahan tawanya hingga akhirnya ia pun tak bisa menahannya lagi.
“Ekekekkkkkkkekekkk…” so eun menutupi wajahnya yang merah itu dengan tangannya sambil tertawa senang.
“Tapi…..aku benar-benar sangat senang kekekkkkekk…..” ujarnya.
“Kenapa kau begitu merasa senang hanya karena hal seperti ini?” Tanya kim bum seraya bangkit dari duduknya.
“Tapi aku benar-benar senaaang~” balas so eun yang tidak bisa menyembunyikan senyumnya yang lebar lagi.
“Meskipun kau membencinya, tapi kau masih mau melakukannya untukku ! Aku benar-benar senang~” lanjutnya. Kim bum menatap so eun lalu menyunggingkan senyum setelahnya.
“Jika kau senang itu juga sudah cukup membuatku senang.” Ujar kim bum pelan.
“Ne?” Tanya so eun. Rupanya ia tak mendengar dengan jelas apa yang baru saja kim bum katakan.
“Sudah waktunya kita pulang, kajja !” Ajak kim bum lalu berjalan lebih dulu dari so eun. So eun tersenyum lalu segera mensejajarkan langkahya dengan kim bum.
“Boleh aku menggenggam tanganmu?” Pinta so eun.
“Tidak boleh!” Tolak kim bum.
“Kalau begitu hanya menggandeng lenganmu? Boleh ya?” So eun menunjukkan wajah memelasnya.
“Terserah~” balas kim bum. Akhirnya so eun pun menggandeng lengan kim bum dengan erat dan tak henti-hentinya ia tersenyum. Kim bum juga menyunggingkan senyumnya untuk itu.

 

Hanya aku yang menyukai kim bum-ssi, dan dia yang menyukaiku. Itu sudah cukup membuatku senang. Sebelumnya mungkin aku terlalu terobsesi untuk melakukan hal-hal romantis seperti pasangan kekasih lain. Tapi sekarang, tidak peduli apa yang kita lakukan, atau kemana kita pergi, selama kita baik-baik saja dan merasa nyaman satu sama lain. Aku rasa, itu lebih baik.

-today love is begin-

 

“Ooohh lihatlah ! Mereka bersama lagi?” Tanya seorang siswi perempuan bertubuh gemuk pada ke tiga temannya saat ia melihat so eun dan kim bum makan bersama di kantin.
“Bukankah hubungan mereka baru saja berakhir?” Balas siswi dengan rambut pendek sebahu.
“Jika hubungan mereka berakhir, lalu kenapa mereka bersama-sama seperti itu? Lihatlah~ mereka tampak seperti pasangan yang normal-normal saja.” Tambah siswi dengan rambut yang diikat satu. Ia melihat so eun dan kim bum sedang mengobrol, ia juga melihat so eun yang tersenyum bahagia.
“Kalian tahu? Keadaan kim bum-ssi saat hubungannya dengan so eun-ssi kacau dia tampak sangat menyeramkan !” Cerita temannya yang satu lagi yang berwajah bulat dengan rambut yang digerai.
“Jincha?” Pekik ke tiga temannya yang lain.
“Apa kau tidak mendengar gosip?” Tanyanya. Mereka serentak menggeleng.
“Saat hubungan mereka kacau, ada teman satu kelas kim bum-ssi yang memberikan kim bum-ssi sebuah cupcake. Dan kalian ingin tahu bagaimana reaksi kim bum-ssi pada saat itu?” Ujarnya. Ketiga temannya serentak mengangguk dengan wajah mereka yang menggambarkan ekspresi penasaran.
“Dia bilang…..’jauhkan benda itu ! Jauhkan benda menjijikan itu dariku sekarang !’ ” siswi dengan rambut digerai itu meniru kata-kata dan ekspresi wajah kim bum waktu itu. Ketiga temannya yang lain memasang wajah terkejutnya.
“Benarkah kim bum-ssi berkata seperti itu?” Tanya siswi yang bertubuh gemuk. Siswi dengan rambut digerai itu mengangguk dengan cepat.
“Aku tidak menyangka dia bisa berubah menakutkan seperti itu karena soal perempuan.” Ujar siswi dengan rambut sebahu itu.
“Aku rasa, kim bum-ssi sudah benar-benar jatuh cinta pada so eun-ssi…..betapa beruntungnya diaaaa~” timpal siswi dengan rambut yang diikat satu. Mereka semua kompak mengangguk.
“Aku jadi iri~” ujar siswi yang gemuk.

 

“Kenapa kau tidak mau?” Kesal so eun. Ia mengerucutkan bibirnya.
“Terlalu banyak orang disini ! Apa kau tidak malu jika mereka semua melihat?” Balas kim bum. So eun menghela nafasnya. Sesendok nasi yang hendak ia suapkan kepada kim bum pun dengan terpaksa ia makan sendiri.
“Apakah setiap istirahat kita harus makan di atap gedung agar aku bisa menyuapimu?” Ujar so eun. Kim bum menatap so eun lalu membuang nafasnya.
“Wae?” Tanya so eun.
“Apa kau tidak sadar kau berubah menjadi manja?” Kesal kim bum. “Tidakkah kau merasa jika aku jadi terganggu dengan sikapmu yang seperti ini? Bersikaplah seperti biasanya saat di depanku !” Suruh kim bum. So eun semakin memanyunkan bibirnya.
“Aku bukan manja ! Hanya saja aku ingin melakukan sesuatu yang romantis denganmu ! Seperti yang orang lain lakukan…..” balas so eun.
“Tapi kau tahu betul kan aku membenci hal menggelikan seperti itu?” Ujar kim bum. So eun menunduk.
“Aku mengerti, bahkan sangat mengerti. Tapi hanya untuk sekali-kali kan tidak masalah~.” jawab so eun. Ia kini mengaduk-aduk nasinya.
“heehh~ kau memang benar-benar mengganggu !” Balas kim bum.
“Benar, aku memang selalu membuatmu terganggu.” Timpal so eun.
“Jika kau mengerti akan hal itu, jadi berhentilah untuk meminta hal-hal yang menggelikan denganku.” Ujar kim bum.
“Arasseo….araseo……” balas so eun dengan lemas.
“Karena aku lebih suka kau yang apa adanya di depanku, jadi bersikaplah seperti biasanya !” Ujar kim bum seraya menatap lurus so eun.
“Baiklah~ aku mengerti~.” So eun masih saja membalasnya dengan lemas.
“Anak penurut…..” balas kim bum seraya tangannya menepuk-nepuk pelan kepala so eun.

 

-today love is begin-

 

“Kau dan kim bum-ssi sekarang pacaran sungguhan!?” Pekik nirin saat ia mendengar cerita so eun. So eun mengangguk dengan semangat. So eun dan nirin bertemu saat mereka sama-sama dipanggil ke ruang guru untuk mengumpulkan sesuatu. Dan kini mereka berjalan di koridor menuju kelas mereka masing-masing seraya mengobrol.
“Aigoooo~ kenapa aku telat mengetahuinya, bagaimana bisa kalian jadi resmi berkencan? Bukankah kau hampir saja menyerah?” Tanya nirin bertubi-tubi.
“Ceritanya panjang sekali nirin-ah, aku rasa seharian pun tidak akan selesai.” Balas so eun. Nirin menatap so eun dengan tatapan aneh lalu kemudian geleng-geleng kepala.
“Tapi setidaknya aku ikut senang sekarang, kau tidak akan murung lagi kan? Menangis-nangis lagi karena kim bum-ssi kan? Karena sekarang kau sudah resmi menjadi kekasihnya.” Ujar nirin.
“Tentu saja tidak~ bahkan aku masih merasa jika ini adalah mimpi….” so eun memegangi pipinya yang bersemu merah.
“Yeah yeah….sebenarnya aku juga tidak menyangka kim bum-ssi bisa menyukai orang sepertimu, terasa aneh bagiku…..bukankah seharusnya dia memiliki tipe perempuan yang sangat tinggi?” Balas nirin kalem.
“Yak kau tidak boleh berkata seperti itu nirin-ah, perkataanmu sedikit menusuk hatiku.” Ujar so eun dengan wajah yang dibuat semenyedihkan mungkin. Ia juga memegangi dadanya.
“Tapi aku memang benar-benar tidak menyangka. Lagipula setelah kalian resmi berkencan, apakah sikap kimbum-ssi sudah berubah?” Tanya nirin.
“Itu…….sedikit…sangat sedikit.” Jawab so eun lemas.
“Sudah ku duga.” Balas nirin.
“Yeah terserah…..aku tidak terlalu memikirkan hal itu. Yang terpenting sekarang adalah aku sedang menantikan sesuatu di bulan ini.” Ujar so eun.
“Eh?” Nirin menatap so eun tidak mengerti.
“Ulang tahunku.” Ujar so eun dengan nada senang.
“Ah aku mengerti, sekarang sudah memasuki bulan september rupanya.” Balas nirin sambil angguk-angguk kepala.
“Nirin-ah, apa jangan-jangan kau tidak mengingatnya?” Tanya so eun curiga.
“Tentu saja aku ingat, tanggal 6 kan?” Balas nirin cepat.
“Ternyata kau masih ingat.” So eun tersenyum senang. “Aku sangat menantikan ulang tahunku kali ini, karena ini akan menjadi yang pertama kalinya bagiku merayakannya dengan kim bum-ssi…….huaaaa aku benar-benar tidak sabar ingin segera membuat momen romantis bersamanya kali ini~” so eun memegangi pipinya dengan mata yang terpejam. Pipinya bersemu merah karena ia kini sedang membayangkan tentang sikap romantis kim bum kepadanya, dimulai memberikan kejutan dan memberikannya sebucket mawar merah. Nirin menampakkan ekpresi wajah aneh melihat so eun seperti itu.
“Tapi so eun-ah…..apakah kim bum-ssi tahu kapan ulang tahunmu?” Pertanyaan yang keluar dari mulut nirin itu berhasil membuat so eun menghentikan langkahnya. Ia diam beberapa saat bagaikan patung. Apa yang ditanyakan nirin telah membuatnya tersindir, apalagi memang benar jika kim bum belum mengetahuinya. Nirin mengerti setelah menyadari reaksi so eun sekarang ini.

 

-today love is begin-

 

“Tanggal 6? Tidak ada yang spesial di hari itu, kan?” Jawab kim bum setelah so eun bertanya tentang tanggal 6 september kepadanya. Mendengar jawaban enteng yang keluar dari mulut kim bum membuat so eun down seketika. Bagaikan ada ribuan truk pengangkut sampah yang menimbun kepalanya. So eun memang sudah menduganya, bahwa kim bum tidak mengetahuinya. Saat ini mereka sedang berjalan pulang dari sekolah bersama.
“Ani….sebenarnya tanggal itu……adalah ulang tahunku.” Ujar so eun dengan kepalanya yang menunduk.
“Ohhhh jadi begitu, baguslah~” balas kim bum singkat. Tanpa ada rasa kaget atau semacamnya pada diri kim bum saat so eun memberitahunya.
“Yeah.” So eun mengangguk dengan lemas.
Hening~ tak ada pembicaraan lagi di antara mereka. Merasa aneh, kim bum pun memutar kepalanya ke samping dan melihat so eun berjalan dengan kepala yang di tekuk. So eun juga kelihatan tidak bersemangat.
“Jangan menampakkan wajah murung seperti itu babo ! Kau tidak pernah memberitahuku sebelumnya, jadi bagaimana bisa aku tahu, kan?” Ujar kim bum seraya menjitak kepala so eun. So eun meringis dan langsung memegangi kepalanya.
“Jika aku tidak memberitahumu dan ternyata kau sudah mengetahuinya secara diam-diam, pasti aku akan merasa sangat tersentuh, kan?” Balas so eun seraya mendonggak menatap kim bum.
“Tidak apa-apa kau tidak memberitahuku, tapi jangan harap aku akan mengetahuinya.” So eun mendengus kesal mendengar ucapan kim bum.
“Lagi pula pasti kau akan berkata ‘aku tidak terlarik’ lagi, kan?” Tanya so eun. Kim bum kini balas menatap so eun.
“Aku tidak punya otak yang sederhana seperti milikmu.” Balas kim bum. “Aku memang tidak terlalu mengingat-ingat tentang merayakan ulang tahun seseorang, tapi…..”
“Ehhh !? Jinchaaa?” Potong so eun. Ia benar-benar tidak menyangka. “Bahkan keluargamu? Atau jung il woo-ssi?” Tanya so eun.
“Yang aku ingat hanya suara mereka saja yang begitu berisik.” Jawab kim bum.
“Hanya itu?” Tanya so eun memastikan. Kim bum tak menjawabnya. “Jadi kalau begitu, bagaimana denganku? Kau tidak akan merayakan ulangtahunku bersama?” Tanya so eun. Kim bum menatapnya. Kini so eun menatap kim bum dengan tatapan penuh harap. Wajahnya ia buat seimut mungkin, membuat kim bum merasa sedikit terganggu.
“Aku tidak tertarik !” Balas kim bum. Benar saja dugaan so eun, kim bum tidak akan mau melakukannya. So eun kembali menampakkan ekpresi murung.
“Jika aku menolak seperti itu, pada akhirnya kau akan mengeluh dan memaksaku lagi, kan? Itu akan menjadi lebih merepotkan.” Lanjut kim bum. So eun kembali mengangkat wajahnya dan menatap kim bum. Mendengar yang keluar dari mulut kim bum barusan membuat senyum mengembang di bibir so eun.
“Jadi, kau akan meluangkan waktumu untukku pada tanggal 6 nanti?” Tanya so eun dengan ekspresi senang yang tak bisa ia sembunyikan lagi.
“Ne ne~.” Jawab kim bum.
“Kita akan bersama-sama seharian penuh? Jalan-jalan? Makan? Atau juga membuat kue bersama-sama?” Tanya so eun beruntun. Ekpresi wajah kim bum sudah kelihatan merasa terganggu.
“Apapun tidak masalah, jadi berhentilah bicara ! Kau terlalu berisik !” Balas kim bum.
“Ekekekkkk baiklaaaah~ aku jadi sangat menantikan hari ulang tahunku~” So eun memejamkan matanya saking rasa senang yang tak bisa ia bendung lagi. Pipinya juga mulai merona merah.
“Jadi, apa yang kau inginkan?” Tanya kim bum tiba-tiba.
“Eh?” So eun menatap kim bum bingung.
“Aku bertanya jika ada sesuatu yang kau inginkan.” Balas kim bum jengkel karena ia harus mengulang pertanyannya.
“J..jincha? Apakah tidak apa-apa? Apa kau rela melakukannya hanya untukku?” Tanya so eun memastikan, pasalnya ia tidak menyangka kim bum akan bertanya mengenai apa yang ia inginkan.
“Sudah aku katakan dari awal apapun tidak masalah, daripada jika aku tidak melakukannya, kau pasti akan mengeluh dan memohon-mohon, benar kan?” Balas kim bum. So eun menatap kim bum dengan takjub.
“Itu berarti…..aku bisa meminta apapun?” Tanya so eun.
“Um yeah yeah.” Balas kim bum pasrah.
So eun mulai berpikir-pikir, apa yang harus ia pinta dari kim bum? So eun tiba-tiba tersenyum sendiri dengan wajah yang mulai memerah. Membuat kim bum menatapnya dengan aneh.
“Kalau begitu….baiklah…..uuuummmmmm…….bagaimana dengan CINTA?” Pinta so eun. Ia menatap kim bum seraya memegangi kedua pipinya. Kim bum menatap so eun dengan mata membulat.
“Huh?” Kim bum menghentikan langkahnya.
“Kau tahu kan…..aku sangat ingin cinta dari kim bum-ssi atau semacamnya.” Jelas so eun. Pipinya semakin memerah saja.
“Apa kau bodoh? Dimana aku bisa membeli hal yang semacam itu? Katakan sesuatu yang lain saja, sesuatu selain itu !” Ujar kim bum.
“Bukankah kau sudah bilang aku bisa meminta apa saja darimu.” Balas so eun dengan pipi yang menggembung. Kim bum lalu mencubit kedua pipi so eun dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah so eun.
“Mintalah sesuatu yang bisa aku beli dengan uang ! Pasti ada sesuatu baik itu benda atau semacamnya yang kau inginkan, kan?” Ujar kim bum.
“Tidak ada yang aku inginkan selain itu.” Jawab so eun dengan polosnya. Cubitan tangan kim bum di pipi so eun semakin keras, membuat so eun meringis. Tiba-tiba saja ponsel so eun berdering dan kim bum perlahan melepaskan cubitannya. Dengan segera so eun mengangkat telponnya yang ternyata dari sang ibu.
“Yobeosaeyo eomma…….ah ye arasseo……..aku akan kesana sekarang……ne.” So eun kembali memasukan ponselnya ke dalam tas saat obrolan dengan sang ibu di telpon selesai.
“Kim bum-ssi, sepertinya kita akan berpisah disini. Eommaku meminta untuk menemuinya di kantor appaku. Kalau begitu sampai bertemu besok~” so eun berjalan menuju zebra cross dan kebetulan lampu pejalan kaki sedang menyala.
“Hei….tunggu sebentar !” Pinta kim bum.
“Mian~ aku buru-buru ! Tentang waktu dan tempat untuk merayakannya, kita bicarakan lagi lain waktu, oke?” Teriak so eun seraya berjalan mundur dan melambai-lambaikan tangannya kepada kim bum saat ia menyebrangi jalan bersama pejalan kaki lainnya.
“Y…ya….Hei….” teriak kim bum. Ia pun hanya bisa diam di tempat dengan aura gelap di sekitarnya. Pasalnya, bagaimana bisa ia memberikan so eun ‘CINTA?’ cinta bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan uang. Lalu apa yang harus ia lakukan?

 

-today love is begin-

 

“AHAHAHAHA ! bukankah itu akan lebih baik jika kau hanya memberikan cinta kepada so eun-ssi sebanyak yang ia mau!? Ternyata….so eun-ssi bisa juga mengatakan sesuatu yang sangat lucu, huh? Hahahahah.” Il woo tak kuasa untuk menahan tawanya setelah ia mendengar cerita kim bum. Sementara itu kim bum hanya menopang dagunya dengan ekspresi wajah kesal karena il woo yang begitu berisik. Seperti biasa, saat ini il woo sedang ada di apartemen kim bum.
“Dengan wajah yang seserius itu kau tiba-tiba bertanya tentang hal ini kepadaku. Ahahahah pasti kau merasa terganggu dengan permintaan so eun-ssi itu, benar kan?” Il woo masih belum bisa menghentikan tawanya. Bahkan ia sampai memegangi perutnya.
“Ani, aku sama sekali tidak merasa terganggu.” Balas kim bum enteng.
“Ternyata, kau sudah menjadi lebih ramah sekarang ini, huh? So eun-ssi sedikit demi sedikit sudah bisa merubahmu kekekekekk kau begitu menyukainya ternyata, huh?” Ujar il woo panjang lebar. Tidak ada reaksi dari kim bum, il woo pun menghentikan tawanya dan melihat kim bum yang duduk di depannya masih dengan menopang dagu. Aura wajah kim bum terlihat menakutkan, ia menatap il woo dengan tatapan membunuhnya. Il woo jadi ketakutan dan shock.
“A…aahhh…kim bum-ah…..ekspresi macam apa itu? Jangan marah ! Aku hanya memberimu pujian heheheh.” Il woo tertawa hambar untuk mencairkan sedikit suasana, terlebih kim bum menatapnya dengan tatapan tidak bersahabat.
“Huft….” kim bum membuang nafasnya.
“Jadi, apakah kau akan mengabulkan permintaan so eun-ssi itu?” Tanya il woo kemudian.
“Bagaimana bisa aku mengabulkannya? Dia meminta sesuatu yang aneh, yang bahkan tidak bisa dibeli oleh uang. Itu sangat bodoh !” Jawab kim bum kesal.
“Bukankah kau satu-satunya yang bodoh itu?” Balas il woo. “Ini adalah tentang ulangtahun kekasihmu ! Paling tidak kau harus mencoba menyingkirkan rasa gengsi dan harga dirimu itu ! Terlebih kau sangat menyukai so eun-ssi juga, kan?” Lanjutnya.
“Kau pikir semudah itu menuruti permintaannya?” Balas kim bum.
“Bukan seperti itu ! Aku hanya ingin melihat sisi lain darimu !” Ujar il woo. Kim bum mendesah lalu ia menyenderkan tubuhnya ke sandaran sopa.
“Lagi pula, aku tidak mengerti maksud ‘CINTA’ yang ia inginkan. Semuanya terlalu abstrak hingga aku pun belum faham.” Ujar kim bum. Il woo langsung menatap kim bum dengan mata yang membulat.
“Ehhh……kim bum-ah, apa kau ini benar-benar manusia?” Pekik il woo. Kim bum menatap il woo dengan aneh, pasalnya il woo memasang wajah terkejutnya.
“Kalau begitu apa yang harus aku lakukan, huh?” Tanya kim bum.
“Um~ tentu saja kau harus memuji so eun-ssi sebanyak yang kau bisa, katakanlah sesuatu yang bisa membuatnya senang. Misalnya, kau bisa memuji penampilannya, katakan padanya jika dia cantik, lucu, atau semacamnya.” Usul il woo. Kim bum menatap il woo dengan datar, bagaimana bisa ia melakukan hal semacam itu disamping ia membenci hal yang menggelikan? Mendengar usulan il woo saja sudah membuatnya malas.
“Baiklah…..jika kau tidak ingin melakukannya. Bagaimana jika kau mengajaknya menonton ke bioskop? Atau mengajaknya makan di restoran? Atau mengajaknya jalan-jalan ke suatu tempat yang akan membuatnya takjub?” Usul il woo lagi dengan bersemangat, seakan-akan ia begitu pandai dalam hal menyenangkan hati perempuan.
“Apa kau baik-baik saja melakukan hal semacam itu? Hal yang begitu menggelikan?” Tanya kim bum. Mendengar pertanyaan kim bum, il woo menghela nafasnya.
“Lagipula, kenapa kau sangat benci melakukan hal-hal romantis seperti itu? Apa jangan-jangan kau malu, huh?” Tanya balik il woo.
“Aku tidak malu ! Hanya saja aku tidak ingin melakukan sesuatu yang genit seperti memuji atau merayu perempuan.” Jawabnya enteng.
“Lalu? Kenapa dengan itu semua?” Tanya il woo lagi. “Jika kau mau mencoba untuk mengatakan sesuatu kepada so eun-ssi yang ingin so eun-ssi dengar, bukankah dia akan merasa sangat senang? Pernahkah kau berpikir seperti itu meskipun hanya sekali?” Ujar il woo panjang lebar. Kim bum hanya menatapnya saja.
“Aku tidak pernah memikirkannya.” Balas kim bum.
“Kau…..kau belum sadar juga?” Kini giliran il woo yang kesal. Dibalik otak kim bum yang encer soal pelajaran, ternyata kim bum sangat bodoh soal urusan perempuan. Il woo jadi gemas sendiri melihatnya.
“Membuat hati perempuan senang tidak butuh mengeluarkan banyak tenaga ! Hal seperti itu sangatlah normal, apalagi untuk menyenangkan kekasihmu sendiri, kan? Jika saja so eun-ssi kekasihku, dengan senang hati aku akan melakukan apa saja agar dia senang dan semakin menyukaiku.” Jelas il woo yang kini sukses membuat kim bum diam dan berpikir.

 

-today love is begin-

 

Chungju Highschool

Kim bum baru saja hendak duduk di kursi kantin setelah ia memesan makanan. Tapi tiba-tiba dua orang perempuan duduk begitu saja di hadapannya.
“Annyeong kim bum-ssi !” Sapa bo young. Kim bum mengerutkan keningnya. Di depannya kini sudah ada bo young dan hye rim yang menatapnya seraya tersenyum penuh arti.
“Kami sudah mendengarnya kim bum-ssi, dari mulut so eun sendiri !” Ujar bo young setengah berbisik.
“Mwo?” Kim bum mengerutkan keningnya. Apa maksud dari dua perempuan di depannya ini? Kenapa tiba-tiba duduk dan berbicara tidak jelas? Ia jadi ingin cepat-cepat menyingkir dari sini.
“Kau bilang pada so eun jika kau akan memberikan cintamu sebagai hadiah, benar bukan?” Goda bo young. Sontak kim bum membulatkan matanya.
“Huh? Apa maksud kalian?” Kim bum tidak mengerti.
“Aku tidak menyangka, ternyata masih ada laki-laki sepopuler dirimu yang berani berkata seperti itu.” Ujar hye rim.
“Kau sangaaaat kereeeen kim bum-ssi !!!” Bo young mengacungkan jempolnya di depan wajah kim bum.
Kim bum sudah muak dengan kedua perempuan ini, mereka sudah membuatnya naik darah. Tapi sebisa mungkin kim bum menahannya karena tak mungkin ia menunjukkan sisi aslinya di depan orang banyak kan?
“Bo young-ah…….hye rim-ah…..apakah kalian sudah memesan makanannya?” Teriak so eun seraya berjalan menghampiri mereka.
“Eh? Kim bum-ssi? Kau disini juga?” So eun baru menyadari keberadaan kim bum. Kim bum langsung menatap so eun dengan tatapan marah lalu berdiri dari duduknya.
“Ikut bersamaku sebentar !” Kim bum langsung menarik tangan so eun pergi menjauhi mereka.
“E..eeh? Wae? Ada apa?” Beberapa pertanyaan muncul di kepala so eun karena kim bum secara tidak biasa menarik tangannya begitu saja.
Kim bum baru berhenti menarik tangan so eun setelah mereka berada di tempat sepi.
“Wae? Kenapa tiba-tiba kau…..ouchh !” So eun meringis karena tiba-tiba kim bum mencubit kedua pipinya cukup keras.
“Kenapa kau selalu mengobrol tanpa henti kepada mereka tentang sesuatu yang tidak perlu, huh? Bukankah yang kau ceritakan itu begitu memalukan, hmmm?” Kim bum semakin gemas saja mencubit pipi so eun di samping ia merasa sangat kesal.
“M…mianhae~.” Balas so eun. Kedua tangannya juga menahan tangan kim bum yang mencubit pipinya.
“Jangan katakan hal-hal memalukan lagi ! Atau aku akan mengunci mulutmu agar kau diam !” Ancam kim bum.
“M…mianhae….jeongmal mianhae…..aku terlalu senang hingga aku tak sengaja mengatakannya.” Balas so eun. “Pipiku sakit~.” Lanjut so eun. Perlahan kim bum pun melepaskan tangannya dari pipi so eun. So eun langsung mengusap-usap pipinya yang sedikit memerah karena bekas cubitan kim bum.
“Lagi pula, aku tidak pernah mengatakan akan melakukan apa yang kau inginkan.” Ujar kim bum.
“M..mwo? Kau tidak mau melakukannya?” Pekik so eun. “Jadi artinya, aku tidak akan mendapat apapun? Setelah aku benar-benar menantikannya?” So eun bersuara cukup keras.
“Kau sangat berisik ! Bukan itu maksudku ! Hanya saja akun tidak akan melakukan apa yang kau inginkan sebelumnya !” Balas kim bum kesal.
“Kalau begitu?” Tanya so eun. Kim bum diam. Ia tidak tahu juga harus menjawab apa, pasalnya ia belum memikirkan apa yang harus ia berikan untuk so eun. Bertanya kepada il woo kemarin pun rasanya sangat buang-buang waktu. Melihat kim bum yang hanya diam saja, so eun pun berpikir sejenak. Ia menopang dagunya.
“Baiklah aku mengerti, aku mengganti permintaan hadiah untuk ulangtahunku !” Ujar so eun dengan cepat. Kim bum menatap so eun.
“Maaf karena sudah meminta sesuatu yang aneh darimu, kau pasti merasa terganggu, kan?” Lanjut so eun.
Kim bum menghela nafasnya. “Seharusnya kau menyadari itu dari awal.” Balas kim bum. “Lalu?” Tanyanya.
“Umm….kau tahu kan, kita sekarang sudah resmi berkencan….” so eun meremas-remas tangannya. “Setelah aku berpikir kembali, dari awal kita berkencan kau belum pernah mengatakanya kepadaku dengan jelas kan?” Lanjut so eun.
Kim bum mengerutkan keningnya. “Mengatakan apa maksudmu?” Tanya kim bum.
” ‘aku suka padamu’, kau belum pernah mengatakan itu kepadaku.” Ujar so eun malu. Kim bum sedikit terkejut. Memang benar, ia belum pernah mengatakan itu kepada so eun dengan jelas.
“Aku sangat ingin mendengarkan kata-kata itu dari mulutmu~~~ tidak apa-apa jika kau ingin mengatakannya sekarang juga, dengan senang hati aku akan mendengarkannya? Atau….haruskah aku merekamnya?” So eun tampak bersemangat kali ini. Kim bum menatap so eun dengan tatapan aneh.
“Hanya aku yang akan memutuskan jenis hadiah seperti apa yang akan aku berikan.” Balas kim bum akhirnya.
“W..wae?” So eun kecewa.
“Sudahlah, jangan banyak meminta !” Balas kim bum lalu ia menyentil kening so eun. Alhasil so eun pun meringis kesakitan.

 

-today love is begin-

 

“Aku benar-benar tidak sabar menunggu hari ulang tahunku.” Ujar so eun. Nirin yang berjalan di sampinnya langsung menatap so eun. Hari ini so eun tidak pulang bersama kim bum, karena kim bum ada urusan di club karya tulis ilmiahnya.
“Bagaimana reaksi kim bum-ssi tentang ulang tahunmu?” Tanya nirin.
“Tidak ada yang spesial, terlebih dia sudah menolak dua permintaanku.” Cerita so eun.
“Memangnya apa permintaanmu?” Tanya nirin penasaran.
“Aku hanya….hanya memintanya untuk memberikanku cinta dan memintanya untuk berkata ‘aku suka padamu’. Hanya itu saja, tapi dia terus menolak.” Jawab so eun. Nirin terkekeh geli mendengarnya.
“Waeyo?” Tanya so eun.
“Jelas saja dia menolak, jika saja kau meminta sesuatu yang lebih masuk akal, aku yakin dia akan menurutinya.” Balas nirin.
“Tapi mungkin saja dia mengabulkan keinginanku kan? Tidak ada yang tidak mungkin karena nanti adalah hari ulang tahunku, kau tahu?” Ujar so eun dengan percaya dirinya. “Tapi meskipun itu tidak terjadi, aku baik-baik saja ! Cukup kim bum-ssi merayakannya denganku, aku akan sangat senang.” Lanjutnya. Nirin ikut tersenyum mendengarnya.
“Baiklah jika itu akan membuatmu senang.” Balasnya. Senyum so eun semakin lebar.

 

-today love is begin-

 

Kim bum sedang duduk di lantai seraya menyalakan laptopnya yang ia simpan di atas meja. Ia berniat untuk mencari hadiah untuk so eun lewat online shop. Tapi sebelum ia memutuskan akan memesan apa, terlebih dahulu ia mengetikkan keyword hadiah ulang tahun untuk dijadikan referensi. Setelah ia mencari-cari, kebanyakan hadiah yang muncul adalah semacam perhiasan, boneka, dan bunga. Kim bum benci dengan boneka, apalagi dengan bunga. Ia pun memutuskan untuk memilih perhiasan di salah satu online shop. Setelah melihat-lihat, ada sebuah gelang dengan rantai berbentuk bunga-bunga kecil berwarna ungu yang kim bum rasa lumayan cocok untuk so eun.
“Benda ini tidak apa-apa, kan?” Gumamnya. Tanpa pikir panjang lagi, kim bum pun mengklik kolom ‘beli’ disana. Setelah selesai, kim bum pun segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka sebelum tidur. Saat ia mengelap wajahnya sambil bercermin, tiba-tiba ia teringat dengan perkataan so eun siang tadi di sekolah.
‘aku suka padamu’, kau belum pernah mengatakan itu kepadaku. Aku sangat ingin mendengarkan kata-kata itu dari mulutmu~~~ ‘
Kim bum menatap dirinya di cermin dengan serius. Ia kemudian membuka mulutnya perlahan.
“Aku……” kim bum terdiam beberapa detik. Ia benar-benar tidak tahu bagaimana harus mengatakan kata-kata itu kepada so eun.
“Aku suka pa…………aiiiiissshhh…..” kim bum mengacak-acak rambutnya dengan kesal. Ia berusaha mencoba, tapi kenapa lidahnya mendadak kelu dan seperti tidak mau mengatakan kata-kata itu? Sebenarnya ia ingin mengatakan yang sejujurnya kepada so eun soal perasaannya dan mengatakan aku juga suka padamu, tapi rasanya sulit sekali. Kim bum pun meninju dinding di dekat cermin.
“bodoh !” Ujarnya terlebih kepada diri sendiri.

 

-today love is begin-

 

Akhirnya ulang tahun so eun pun tiba juga, 6 Sepember. So eun benar-benar bersemangat hingga ia sedikit merias wajahnya. Sepulang sekolah so eun dan kim bum akan pergi jalan-jalan untuk merayakan ulang tahunnya. So eun merasa jika ulang tahunnya kali ini sangat spesial karena untuk yang pertamakalinya ia merayakannya dengan kim bum-orang yang ia sukai dan tentunya kini sudah menjadi kekasih resminya.
“Gawaaat ! Kenapa jantungku jadi berdetak lebih cepat seperti ini?” Ujar so eun seraya memegangi dadanya.
“Aku ingin tahu bagaimana reaksi kim bum saat melihat penampilanku. Tidak aneh kan?” So eun memutar tubuhnya di depan cermin. Untuk perayaan ulang tahunnya kali ini, so eun memilih memakai dress biru langit selutut tanpa lengan. Di bagian lehernya ada motif bunga-bunga mawar berwarna putih. So eun juga tak lupa menjepit rambutnya untuk lebih mempercantik diri.
Setalah selesai, cepat-cepat so eun pun bergegas menuju halte tempat dimana mereka janjian sebelumnya. Tepat saat so eun sudah sampai, kim bum pun juga baru tiba disana. So eun langsung berlari kecil menghampiri kim bum.
“Kim bum-ssi !” Panggil so eun dengan senyum lebarnya.
“Ah, sangat jarang sekali kau datang tepat waktu, huh !” Ujar kim bum yang melihat so eun datang sesuai waktu yang sudah ditentukan.
“Hehehe hanya sekali-kali…” so eun nyengir seraya membenarkan rambutnya.
Kim bum menatap so eun dengan seksama, ia merasa ada sesuatu yang berbeda dengan penampilan so eun.
“Apa kau….berdandan, huh?” Tanya kim bum. Pipi so eun langsung bersemu merah, ternyata kim bum memberikan reaksi soal penampilannya, berarti kim bum memperhatikannya kan?
“Eh…? Ah ya, aku sedikit merias wajahku hehe.” So eun salah tingkah, ia membenarkan rambutnya berkali-kali. “Um~ bagaimana menurutmu?” Tanya so eun. Ia benar-benar berharap kim bum akan memberikan pujian untuknya.
“Soal itu…..” jawab kim bum menggantung. So eun pun langsung menengadahkan wajahnya menatap kim bum dengan wajah penasaran. Melihat ekspresi wajah so eun yang seperti itu, kim bum pun langsung memalingkan wajahnya ke depan.
“Tidak ada bedanya, kan? Mau kau berdandan atau tidak bagiku kau tetap sama saja.” Jawab kim bum akhirnya.
“Eh? Ah ya hehe tidak ada bedanya.” Ujar so eun mengulang kata-kata kim bum. Sebenarnya ia agak kecewa, tapi tidak masalah selama kim bum sedikit memperhatikan penampilannya sekarang ini.
Tepat pada saat itu, bus yang ditunggu pun datang. Kim bum dan so eun pun segera masuk ke dalam bus itu. Mereka duduk di kursi paling belakang.
“Ah ya, apa kita langsung ke bioskop saja? Atau makan terlebih dahulu? Masih ada waktu tersisa sebelum film di mulai.” Ujar so eun kepada kim bum.
“Jika kita pergi kesana sesaat sebelum film dimlai, disana akan sudah dipenuhi banyak orang !” Balas kim bum.
“Jebaaal~ aku belum makan apa-apa setelah pulang sekolah.” Ujar so eun seraya mengerucutkan bibrinya. Kim bum menatap so eun lalu menghela nafasnya.

 

Restoran

“Woooaaa makanannya kelihatan lezat sekali~” takjub so eun saat makanan yang mereka pesan sudah tersimpan di atas meja. “Aku harus mengambil fotonya kalau begitu.” So eun segera mengambil ponsel dari dalam tas kecilnya dan mengambil beberapa gambar dari makanan itu. Kim bum menatap aneh ke arah so eun.
“Apa yang kau lakukan? bagaimana jika orang lain melihat, huh? Kau membuatku malu saja !” Protes kim bum.
“Gwaenchana~ lagipula aku ingin mengabadikannya….hari ini adalah hari yang spesial.” Balas so eun. “Ataukah aku harus mengambil gambar kim bum-ssi juga?” Tawar so eun.
“Tidak, terimakasih.” Tolak kim bum. “Segera hentikan kerjaanmu itu dan cepat makanlah !” Suruh kim bum. Tapi so eun tidak mendengar, ia malah nekad mengambil gambar kim bum. Dengan segera kim bum pun merebut ponsel so eun, ia juga melotot padanya.
“Kim bum-ssi~” protes so eun.
“Apa kau mau aku melempar ponselmu ke sungai lagi, huh?” Ancam kim bum.
“A…andwae…..andwae….jangan lakukan ! Baiklah aku akan segera makan.” So eun langsung mengulurkan kedua tangannya ke depan kim bum dan merentangkan telapak tangannya.
Kim bum berdecak lalu menyimpan ponsel so eun di atas meja di dekat makanan pesanannya. Dengan sedikit cemberut, so eun pun mulai menyantap makanannya. Kim bum juga kembali memakan makanannya.
“Ummmm~ enak sekali~” mata so eun langsung berbinar saat pertama kali ia merasakan makanannya.
“Kau ingin mencobanya kim bum-ssi?” Tawar so eun seraya mengangkat sendoknya di depan wajah kim bum.
“Ani, kau habiskan saja.” Tolak kim bum.
“Huh padahal sangat enak, kau akan menyesal jika tidak mencobanya.” Oceh so eun seraya sibuk mengunyah. Ia juga makan dengan lahap sekarang.
Kim bum memperhatikan so eun sebentar lalu ia pun merogoh sesuatu di dalam saku celananya.
“Ini, untukmu !” Kim bum menyodorkan kotak kecil dengan bungkus kado berwarna merah muda ke hadapan so eun.
“Eeeeh? Apa itu?” So eun langsung berhenti mengunyah dan menatap kotak kecil yang diberikan kim bum dengan wajah sedikit kaget.
“Hadiah untukmu.” Jawab kim bum, lalu ia menopang dagunya dan menatap so eun.
“Wooooaaa jeongmal??? Wooaaa aku sangat senang sekali~~~” wajah so eun bersemu merah dan matanya berbinar melihat hadiah yang sekarang sudah ada di tangannya.
“Boleh aku membukanya?” So eun menatap kim bum.
“Buka saja.” Balas kim bum.
Dengan tidak sabaran so eun pun membuka hadiah itu. Ia sangat penasaran benda apa yang kim bum berikan untuknya?
“Woooaaaa ini benar-benar cantik, aku menyukainya…..” so eun menatap sebuah gelang dengan bunga-bunga ungu di sekelilingnya.
“Bagaimana iniiii? Aku sangat senang !!!! Terimakasih kim bum-ssi, aku saaaaangaaaaat menyukainya….” ujar so eun. So eun tak bisa menyembunyikan semburat bahagia di wajahnya. Ia tidak menyangka kim bum akan memberikannya sebuah gelang.
“Hmmm…” kim bum hanya mengangguk.
“Gelang ini dan juga kalung, aku sudah menerima dua benda dari kim bum-ssi.” So eun tersenyum lebar. Kim bum hanya menatap so eun saja masih dengan menopang dagu.
“Akan sangat menyenangkan jika aku bisa mengoleksi barang-barang dari kim bum-ssi kekekekek…..” mata so eun sampai menghilang karena senyumnya yang begitu lebar.
“Jadi maksudmu, aku harus menghabiskan uangku untuk membelikanmu barang-barang seperti itu, huh?” Balas km bum.
“Eeehhhh? A…ani….ani….” so eun menggibas-gibaskan tangannya di depan kim bum.
“Bukan seperti itu maksudku~ ” so eun mengerucutkan bibirnya. Kim bum tersenyum melihat so eun seperti itu. Teringat kembali dengan permintaan so eun waktu itu kepadanya. Haruskah ia mengatakannya sekarang kepada so eun jika ia juga menyukainya?
“So eun-ssi….” panggil kim bum. So eun langsung mengalihkan matanya dari gelang itu dan menatap kim bum. Kim bum sendiri mulai menurunkan tangannya yang tadi menopang dagu. Ia lipat kedua tangannya di atas meja dan kim bum mencondongkan wajahnya mendekati so eun. So eun bingung melihat kim bum seperti itu. Apalagi kim bum menatap tepat ke mata so eun, dengan wajah serius. So eun jadi gugup melihatnya.
1 detik
2 detik
3 detik
Kim bum masih menatap so eun dengan serius tanpa mengatakan apa-apa. Hingga di detik ke 5 ia mulai membuka mulutnya.
“So eun aku……” kim bum menggantungkan ucapannya. So eun sudah deg-degan sendiri menanti apa yang akan kim bum katakan. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Ia juga merasakan pipinya mulai memanas.
1 detik
2 detik
Kim bum belum juga melanjutkan kata-katanya.
“Aku ingin pergi ke toilet sebentar.” Lanjut kim bum akhirnya. Entah kenapa, sangat sulit sekali bagi kim bum untuk mengatakan ‘aku menyukaimu’ pada so eun. Ia belum pernah mengatakan kata-kata itu kepada perempuan jadi ia merasa sulit untuk mengatakannya, apalagi setelah ia melihat wajah so eun.
“Aa…ya…pergilah.” balas so eun. Kim bum langsung berdiri dari duduknya dan segera pergi ke toilet, sementara so eun diam di tempat dengan beberapa dugaan di kepalanya tentang apa yang akan kim bum katakan.
So eun memegangi dadanya. “Jantungku….” ujarnya.

Bukannya masuk ke dalam toilet, kim bum malah menyandarkan tubuhnya di dinding lorong menuju toilet. Ia sendiri tidak tahu kenapa ia tidak bisa mengatakannya. Ia merasa dirinya begitu bodoh. Kim bum diam disana selama beberapa menit sambil menenangkan hatinya, wajahnya juga sedikit berkeringat. Ia tidak nyaman dengan dirinya yang sekarang ini.

 

-today love is begin-

 

Kini kim bum dan so eun berjalan menuju bioskop yang memang cukup dekat dengan restoran yang tadi mereka singgahi. Sekembalinya kim bum dari toilet, belum ada lagi pembicaraan di antara mereka membuat suasan menjadi canggung. Entah kenapa kepala kim bum tiba-tiba dipenuhi oleh teriakan-teriakan jung il woo yang menyemangati dirinya. “Hwaiting bum-ah !!!! Hwaiting !!!!”
‘Apaan ini? Kenapa suara anak itu terus terngiang-ngiang di kepalaku?’ Batin kim bum.
Sementara itu, so eun terus saja menundukkan kepalanya. Ia benar-benar tidak nyaman dengan suasana seperti ini. Suasana canggung diantara dirinya dengan kim bum. Tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat, so eun memegangi dadanya. Teringat lagi dengan aksi kim bum saat di restoran tadi.
‘Sebenarnya apa yang akan dikatakan kim bum-ssi? Kenapa aku jadi deg-degan seperti ini? Apakah kim bum-ssi hendak mengatakan jika dia menyukaiku?’ Batin so eun. Perlahan ia mengangkat kepalanya, dan menatap kim bum diam-diam. Pipinya mendadak menjadi merah.
‘Apakah benar ia hendak mengatakan itu padaku tadi?’ Batinnya.
Merasa so eun sedang memperhatikannya, kim bum pun langsung menoleh menatap so eun dan dengan cepat tangannya menutup mata so eun.
“Jangan menatapku seperti itu !” Perintah kim bum.
“Eeeh? W..wae?” Tanya so eun.
“Tatapanmu sangat menganggu ! Membuatku tidak nyaman !” Balas kim bum yang kini sudah melepaskan tangannya yang menutup mata so eun.
“Uuu m…mian.” balas so eun.
“Kita akan nonton film kan? Jadi percepatlah langkahmu !” Suruh kim bum. Ia lalu berjalan lebih dulu, sementara so eun masih diam di tempat.
‘Ah ya, kim bum-ssi mana mungkin akan mengatakan hal yang seperti itu, kan? Aku terlalu banyak berharap.’ Batin so eun lalu ia pun mengikuti langkah kim bum.

 

Bioskop

“MMWWWOO? sudah penuh!?” Pekik so eun pada petugas bioskop yang bekerja di bagian pembelian tiket.
“Silakan beli saja tiket film lain.” Ujar petugas itu.
“Ah ye.” So eun menunduk lalu menghampiri kim bum yang tengah melihat-lihat poster beberapa film yang dipajang.
“Waeyo?” Tanya kim bum yang heran karena melihat ekspresi murung so eun.
“Kita kehabisan tiketnya, padahal aku ingin sekali menonton film itu bersamamu.” Jawab so eun. Bukannya menghibur, kim bum malah mencubit gemas pipi so eun.
“Bukankah sudah aku katakan sebelumnya kita tak harus pergi makan duluuu, huh? Penuh kan?” Kesal kim bum.
“M..miaaan.” so eun berusaha melepas tangan kim bum yang mencubit pipinya. Kim bum menghela nafasnya.
“Apakah tidak apa-apa kita menonton film lain saja, kim bum-ssi?” Tanya so eun. Kim bum hanya menatap so eun dengan wajah kesal.
“Ah….masih ada satu film yang akan diputar sekarang, film itu !” So eun menunujuk poster film romance dengan judul confession. Mata kim bum mengikuti arah telunjuk so eun.
“Tapi….pasti kim bum-ssi tidak akan mau menonton film seperti itu, kan?” So eun menggaruk tengkuknya. Kim bum terdiam sejenak seraya memperhatikan poster film itu.
“Kalau begitu, ayo kita nonton lain kali saja ! Untuk hari ini kita habiskan jalan-jalan atau semacamnya~ kim bum-ssi tidak suka dengan……”
“Haruskah kita menontonnya?” Potong kim bum.
“Huuh?” So eun menatap kim bum kurang yakin.
“Cepatlah dan beli tiketnya !” Suruh kim bum. So eun menatap kim bum tidak percaya.
“Huh? Aa…apa kau yakin? Itu film romantis kau tahu?” Balas so eun.
“Terserah padaku aku ingin menonton film macam apa, kan? Apa kau keberatan dengan hal itu!?” Tiba-tiba kim bum marah dan menatap so eun dengan kesal.
“A….arasseo.” balas so eun akhirnya.

 

So eun sangat menikmati film dengan judul confession ini. Filmnya sendiri bercerita tentang seorang laki-laki yang ingin menyatakan perasaannya pada perempuan yang ia sukai namun begitu sulit untuk ia ungkapkan. Hanya untuk mengatakan 3 kata ‘aku suka padamu’ atau ‘aku cinta padamu’ serasa sulit bagi si pemeran laki-laki itu untuk mengatakannya. Hal ini jelas sekali menyindir kim bum. Apa yang ia alami sama percis dengan apa yang ada di film itu. Lama-lama ia merasa terganggu dan menyesal juga memilih menonton film ini.
“Filmnya sangat romantis, aku menyukainya. Pemeran laki-lakinya juga keren.” Ujar so eun setelah film tersebut selesai.
“Oh begitukah?” Balas kim bum. So eun mengangguk.
“Aiiih….aku benar-benar kesal dengan tokoh laki-laki itu? Apa susahnya mengatakan ‘suka’ pada perempuan yang ia sukai? Apakah harus sampai perempuan itu mengalami kecelakaan terlebih dahulu baru ia berani mengatakannya?” Oceh seorang perempuan dengan rambut kriting yang berjalan di belakang kim bum saat bubaran dari menonton film itu.
“Kau benar, lelaki seperti itu adalah lelaki yang pengecut. Untung saja pacarku tidak seperti itu.” Balas temannya dengan rambut sebahu.
Kim bum mulai terganggu dengan perkataan-perkataan kedua perempuan itu karena ia merasa tersindir.
“Kim bum-ssi setelah ini haruskan kita pergi ke nam……”
GRAB~ So eun tak melanjutkan perkataannya karena tiba-tiba kim bum menarik tangannya sehingga tubuhnya mendekat ke kim bum. So eun terkejut.
“K…kim bum-ssi?” Kaget so eun. Kim bum menatap so eun dengan serius tepat pada matanya. Selama beberapa detik kim bum hanya menatapnya saja sehingga so eun menatap kim bum dengan bingung. Menatap wajah polos so eun yang menatapnya membuat kim bum kembali mengurungkan niatnya untuk mengatakan kata-kata itu.
“Tch…” kim bum berdecak sebal. Ia sebal dengan dirinya sendiri.
“A…ada apa kim bum-ssi?” Tanya so eun. Kim bum menghela nafasnya seraya memejamkan matanya sebentar.
“Ani, rambutmu hanya sedikit kusut.” Dusta kim bum seraya merapikan rambut so eun dengan cepat lalu setelah itu berpaling dan berjalan meninggalkan so eun.
“Aah…g..gomawo.” so eun memegangi rambutnya.
“Yeah.” Balas kim bum. ‘Kenapa aku jadi bodoh seperti ini?’ Batin kim bum.
So eun memeperhatikan punggung kim bum seraya tersenyum senang. ‘Kim bum-ssi sangat perhatian padaku hari ini, dia bahkan merapikan rambutku.’ Senang so eun yang masih memegangi rambutnya. Ia pun lalu segera mengejar kim bum.
“Hehe kim bum-ssi, apa yang harus kita lakukan sekarang? Haruskah kita pergi ke namsan tower atau ke sungai han?” Tawar so eun. Kim bum masih diam.
“Kim bum-ssi….” so eun menyentuh lengan kim bum.
“Terserah~ kemana saja asal kau menyukainya !” Jawab kim bum akhirnya. Senyum di bibir so eun mengembang.
“Baiklaaaah, aku ingin melihat pemandangan kota dari atas namsan tower !!!” Ujar so eun. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya lagi saat ini.

 

-today love is begin-

 

So eun dan kim bum menikmati pemandangan kota seoul dari atas namsan tower. So eun terlihat senang sekali, dan tanpa so eun tahu kim bum memperhatikan dirinya.
“Harusnya kita membeli gembok dan menguncinya disini.” Ujar so eun. Kim bum tersadar dan langsung memalingkan wajahnya.
“Heh kau percaya dengan hal yang seperti itu?” Timpal kim bum.
“Kenapa harus tidak percaya? Aku hanya ingin saja di namsan tower ini ada gembok cinta milik aku dan kim bum-ssi.” Balas so eun. Kim bum hanya menghela nafasnya. Lalu mereka pun kembali diam seraya menikmati lampu-lampu yang menghiasi kota seoul di malam hari.
“Woooa jeongmal yeoppeuda~~~ ini adalah pertama kalinya aku berdiri disini dengan orang yang aku sukai, sangat menyanangkan. Apa kau juga merasakan hal yang sama denganku kim bum-ssi?” Tanya so eun seraya menoleh ke samping dan menatap kim bum. Tapi kim bum tidak merespon, ia menatap lurus jauh ke depan.
“Kim bum-ssi, apa kau mendengarku?” Tanya so eun.
“Eh? Huh?” Kim bum baru tersadar. Ternyata barusan ia sedang melamun.
“Kau kelihatan aneh, apa sesuatu telah terjadi?” Tanya so eun khawatir.
“Ani, aku hanya sedikit muak saja.” Jawab kim bum. ‘Muak dengan diriku sendiri’ lanjut kim bum dalam hati.
“Eeh? Kalau begitu haruskan kita turun saja dan pulang?” Tanya so eun. Ia masih merasa khawatir dengan kim bum karena sedari tadi kim bum bersikap aneh.
“Ani…ani…lagipula kau ingin melihat pemandangan kota dari atas namsan tower, kan? Jadi diamlah dan lihat saja pemandangannya !” Balas kim bum. So eun menatap kim bum cukup lama sementara kim bum sendiri menatap lurus ke depan.
‘Di tempat seperti ini begitu banyak pasangan lain yang juga ingin menikmati pemandangan kota. Meskipun kim bum-ssi benci dengan tempat seperti ini, tapi dia masih berdiri disini menemaniku. Aku sangat senang’ batin so eun yang masih memperhatikan kim bum.
“Haaah anginnya sangat sejuk~” ujar so eun sambil tersenyum, angin itu menerpa rambutnya. Ia kini ikut menatap lurus ke depan. Kim bum menoleh menatap so eun, tepat pada saat so eun masih tesenyum senang.
‘Apa yang sulit dengan kata-kata itu? Melihatnya senang membuatku senang juga. Tidak apa aku mengatakannya sekarang hanya untuk membuatnya senang, kan?’ Batin kim bum.
“So eun…..” panggil kim bum sambil tersenyum. So eun langsung menoleh.
“Ne?” Tanya so eun.
“Dengarkan baik-baik, aku hanya akan mengatakannya satu kali.” Ujar kim bum. So eun menatap kim bum dengan bingung kini. Senyumnya yang tadi tersungging perlahan menghilang digantikan dengan wajahnya yang bengong.
“Ne?” Tanya so eun lagi. Kim bum menatap so eun dengan seksama dan bersiap mengatakan sesuatu. Tapi entah kenapa, lagi dan lagi lidahnya terasa kelu. Seperti ada sesuatu yang menahan lidahnya hingga sulit bagi kim bum untuk mengatakannya.
“Tch….” kim bum kesal dengan dirinya sendiri.
“Kau….riasan wajahmu dan penampilanmu tidak terlalu buruk….” ujar kim bum. Tiba-tiba itulah yang keluar dari mulut kim bum. Kim bum langsung menundukkan kepalanya frustasi.
“Ahh….” wajah so eun langsung memerah setelah mendengarnya.
“J..jinjayo?” Tanya so eun memastikan seraya memegangi pipinya.
“Aku senaaaang, tadinya aku khawatir dengan riasan wajahku dan penampilanku, itu karena kim bum-ssi tidak berkomentar apa-apa. Tapi sekarang aku benar-benar senang !!!” Ujar so eun. “Ekekekekek gomawooooo.” Lanjutnya dengan senyum cerahnya. Kim bum masih kelihatan frustasi karena belum juga berhasil mengatakan kata-kata yang ingin so eun dengar.

 

-today love is begin-

 

“Terimakasih sudah mengantarku sampai rumah.” Ujar so eun saat ia sudah berada di depan rumahnya. Kim bum berdiri di hadapan so eun.
“Tidak apa-apa.” Balas kim bum. Tiba-tiba keduanya saling diam. Entah kenapa so eun merasa tidak ingin hari ini berakhir sekarang, ia masih ingin menghabiskan waktu bersama kim bum. Kim bum memperhatikan so eun yang kini tengah menunduk seperti ingin mengatakan sesuatu.
‘Aku rasa ini sudah cukup. Aku menemaninya seharian dan juga memberikannya hadiah. Aku rasa hanya dengan itu dia sudah cukup senang, kan?’ Batin kim bum. Ia lalu menghela nafasnya.
‘Lagipula, bagaimana seorang lak-laki mengatakan ‘aku suka padamu’ dihadapan wajah orang lain?’ Batin kim bum.
“Baiklah….” kim bum menepuk kepala so eun. “Aku pulang.” Ujarnya lalu pergi meninggalkan so eun.
“Aah….tunggu !” Panggil so eun. Kim bum menghentikan langkahnya dan menoleh menatap so eun.
“Aku tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaanku saat ini. Ini adalah hari ulangtahunku yang benar-benar spesial. Menghabiskan waktu bersama kim bum-ssi membuatku merasa jika aku terlahir di hari yang sangat spesial.” Cerita so eun. “Jeongmal gomawoyo~~~ aku sangat menyukaimu kim bum-ssi !!!” Lanjut so eun. Senyumnya mengembang hingga matanya juga ikut tersenyum. Kim bum nampak kaget, mendengar so eun mengatakan ia menyukainya terdengar begitu mudah dan mengalir begitu saja. Kenapa dirinya tidak bisa?
“Baiklah, selamat malam.” Ujar so eun lalu berbalik tanpa memperhatikan langkahnya dan ia menginjak jalan yang bolong hingga ia hampir saja terjatuh. Namun dengan cepat kim bum menarik pinggang so eun hingga mendekat padanya.
“Ahh…” so eun terkejut.
“Perhatikan langkahmu bodoh !!!” Ujar kim bum.
“M..mian….gomawo….” ujar so eun seraya sedikit memundurkan tubuhnya dari kim bum. Tapi ternyata kim bum malah mempererat tangannya yang merangkul pinggang so eun.
“Eeeh?” So eun kaget karena kim bum tak juga melepaskan tangannya dari pinggangnya. So eun tambah terkejut lagi saat kim bum menenggelamkan wajahnya di pundak so eun.
“Kk…kim bun-ssi….a…ada apa?” So eun mencoba mundur sedikit dan mengangkat kepalanya untuk menatap wajah kim bum. Tapi dengan cepat kim bum malah memeluknya dengan sangat erat, seakan ia tidak ingin so eun melihat wajahnya yang sekarang ini.
“Eeeehhh?” So eun benar-benar kaget pasalnya kim bum memeluknya begitu erat.
“K…kim bum-ssi ! Sakit !!! Ini sakiiit !!!” Protes so eun karena pelukan kim bum yang sangat erat hingga tak bisa membuatnya bergerak.
“Diam !” Suruh kim bum.
“Tapi ini sangat sakit !!! Aku tudak bisa berna……”
“yak diamlah ! Sampai aku mengatakan ‘ok’ jadi diamlah !” Potong kim bum. Kim bum bahkan menahan kepala so eun dengan erat. So eun jadi terdiam juga, pipinya mulai memanas dan sudah terlihat merah. Lalu so eun tersenyum dan balas memeluk kim bum dengan erat juga.
Wajah kim bum sendiri juga memerah. Salah satu alasan ia memeluk so eun dan tidak ingin melepaskannya adalah karena ia tidak ingin so eun melihat wajahnya yang memerah seperti sekarang ini. Sudah hampir 5 menit berlalu mereka masih berpelukan.
“Umm…bukankah ini sudah cukup, kim bum-ssi?” Tanya so eun karena kim bum belum juga melepaskan pelukannya.
“Kau sangat berisik, diam !!!!” Balas kim bum. So eun pun hanya bisa menurut saja.
“Dengar !” Perintah kim bum. “Aku akan mengatakannya sekarang dan aku hanya akan mengatakannya satu kali.” Lanjutnya. So eun mengangguk.
“Aku-suka-padamu !” Aku kim bum dengan penekanan di setiap kata-katanya. So eun tersenyum mendengarnya. “Kau sudah mendengarnya, kau puas?” Tanya kim bum.
So eun kembali mengangguk. “Aku juga sangaaaat menyukaimu, kim bum-ssi.” Balas so eun. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan so eun sekarang ini? Ia sendiri tidak bisa menggambarkannya dengan kata-kata saking senangnya. So eun terus tersenyum di pelukan kim bum. Sementara kim bum sendiri merasa malu setelah mengatakan kata-kata itu. Tak seperti biasanya bahkan wajahnya pun memerah.
‘Bahkan sampai aku mati pun, aku tidak akan pernah menunjukkan wajahku yang seperti ini kepadanya !’ Batin kim bum.

 

Tidak ada yang lebih baik dari hari ini ! Ini adalah ulang tahun yang terbaik !!! Terimakasih kim bum-ssi, aku sangat menyukaimu ! aku beruntung karena aku jatuh cinta kepadamu. Meskipun aku tahu ada sedikit keterpaksaan saat kau mengatakan kau suka padaku. Aku tidak apa-apa karena aku tahu kau bukanlah tipe laki-laki seperti itu. Hanya dengan sikapmu saja kepadaku aku sudah cukup tahu jika kau juga sangat menyukaiku tanpa kau mengatakannya.

To Be Continued

Mian jika ceritanya kurang memuaskan, tapi saya harap kalian menyukainya.

NB :sekali lagi, FF ini merupakan versi bumssonya dari manga kesukaan saya, saya buat mirip sama manga aslinya dan hanya ditambahkan beberapa khayalan saya sendiri. Jadi, jika ada yang masih bingung sama ceritanya atau karakter kim bum disini yah karena seperti itulah cerita dan karakternya.

60 thoughts on “Today, Love Is Begin PART 13

  1. aaa suka bgt sm ff nya eoon
    lucu jg ngebayangin muka kim bum wkt bilang suka ke soeun
    lanjut lanjut eon
    sangat ditunggu next chapnyaaaa

  2. wuaaa fiuhhh akhr n eonn sukaaa..sukaa bggett mkin k sinii bum n minn kebukaa ajaa mulaii mmbka sdkit demi sdkitt htii n..dann itu so eun lcuu bgget cobaaa sma kimbum cocok bggett dahh..bum apaa ssah n cbaa yaaa blag aku suka padamuu..wkk..xD alasann bum yg sllu gak jdii blag ituu lcuu..wlaupun bgtuu so eun sdahh terpesona dan mrasaa di atas angin..wkkk..lcuu bnar2 lcuu dahh tingkahh bum..dann ituu bo young sma hye rin bnar2 dahh kepoan dan so eun jgaa wkkk..il woo hebat bggett ngajrin bum smpai kimbum kebayag wjah n yg mnymangtinyaa..seruu eoonie.. akhr n kta2 ituu kluar juga dri mlut kimbùm ah minn krennn..eon lnjutttttttt..fightingg yakk..

  3. Huuuaaaa daebak bumppa bikin gemes mau bilang ªќϋ suka padamu aja kaya mau melakukan pengakuan dosa. ◦°◦ђёђёђё◦°◦
    Semoga selalu bahagia sampai akhir.

  4. aduhhhh romantis y dpet jg , bumpa huuuuua gk nyangka dirimu bs jg ungkapin kt2 sprti itu.
    so eonnni manja aja sm oppa ckkkk
    next part d tunggu thor

  5. huahahaha trik yg bagus tuh mengucapkan gt dengan so eun ga liat muka kb karna sambil pelukan, hueeeee ga terbayangkan, ckck emg kb tipe pemalu bgt ya termasuk di depan pacar sendiri

  6. Sempet sebel ama kim bum, emang susah banget yah, cuman ngomong gitu, itu yang aku benci dari seorang cowok.. Pengecut bangtett dehhhh…
    Lanjtukannn eonni. Samakin seru

  7. waaaa.. so sweeeettt.. eishh kim bum gengsinya masih tinggi aja.. bilang sso cantik aja susah banget.. bilang suka aja juga susah banget.. aaa sumpah part ini full of romance ^^ walaupun sikapnya kim bum masih dingin & gengsinya gk ilang walaupun secuil tapi rasanya itu udah romantisnya kim bum.. nurutin kemauannya sso jg ^^ aa so sweeett.. dan akhirnya kata ‘aku suka padamu’ berhasil terucapkan.. ciyeee ciyeee malu malu lolypop niihh bumsso😀 next next

  8. hhhhaadduuuhhh onni part ini bener bikin saeng gemes abis ddaaeeeebbbaakkk onni penasaran ma lanjutannya gimana nya jeval lanjut onni figthing😀

  9. disini kim bum sweet bgt menurut aku wlaupun sikap dia cuek tpi dia mau ngelakuin hal yg sbenernya dia gk suka cuma buat bikin so eun seneng di hari ultahnya , dan akhirnya bumppa bsa bilang ” aku suka kamu” sama sso😀 ditunggu next partnya

  10. Haduh bumppa,mau bilang suka sampe segitu susahnya ya,hehe
    Untung akhirnya terucap juga,

    Ok ditunggu part selanjutnya ya chingu🙂

  11. Wah ceritanya daebak.
    Hari ulta sso benar2 hari yg menjadi kenangan tersendiri bgi sso dan kim bum.
    Ah gx sabar mau liat lanjutan nya eon🙂
    FIGHTING

  12. prok prok prok.. dae to the bak… daebaaak jinjaaa.. tambah geregetan sm ceritanya.. aigooo bumppa malu malu kucing.. susah bnget ya nyatain aku suka kamu ke sso.. ckckckck
    tapi dgn sikapx bum yg kyakx gitu tmbah bkin suka sm karakterx dy yg dingin tp sbernya sayang plus cinta sm sso.. huaaa
    penasaran sm next.. ditnggu loh. fighting🙂

  13. Ceritanya memuaskan dan jg panjang , jd enak membacanya, mmg benar2 ada orang yg seperti kimbum yg selain dingint p jg sangat susah untuk mengatakan hal2 yg berbau romantis….tp sso sangat
    Paham dan merasa tetap bahagia walau , kimbum seperti ltu….

  14. Ketika sso mau memegang tangan kb kb bilang ga boleh alhasil sso cm boleh megang lengan hihii cieeee ga pp sso pegang lengan dulu yaa nanti perlahan2 kb yg akan mengenggam tangan mu hhhhhe
    Wuaaaa part ini bener2 luarbiasaaaa meledak sudah aaaaaaa jingkrak2 d kasur saking senengnya :*
    Part ini bener2 special pake telor yeah.
    Makin k sini makin yahood sikap kimbum k sso yeahh.lucu bgt liat kimbum mati kemaluan hihii yeah…
    Kb susah bgt buat mengatakan 3 kata itu ..maklumlah yak untung mencairkan cowok dingin kek kb memng butuh proses ;*
    Ketika ilwoo mentertawakan kb ..aku seng lo hhh *plakk** kb kimbum ga tahu pokoke aku cinta bgt ma karakter kb d ff ini ;* setiap tindakan dan kecanggungan dia k sso trus sikap cuek dan walopun berad menuruti kemauan sso tp kdg kala dia melaksanakan nya juga aaaaa * hug kb*
    Tingkah sso bener2 imut d sini.. apalgi klo kb menolak keinginannya dia langsung manyun hhhha suka bgt dh liatnya :* trus jitakan2 kecil yg d berikan kb k sso jd membuat sso tambah imut hhhhe

    Moment nonton bioskopnya kb bener2 mati kutu hhhh t film confessionnya nyinggung di wkkwkw.. apalgi obrolan dua gadis pas dia dh kluar bioskop hhh itu smakin membuatnya tersudut …hampir aja kb mengutarakan tu kata2 saat itu juga ….
    Td ku pikir baklan g berhasil kb menggungkapkan tu kata2 … untunglah ada tu lubang sehingga sso hampir k pleset alhasil sang pangeran cepet nolong sso cieeeee stelah memeluk sso dg begitu erat akhirnya kb bs jg mengungkapkannya … walopun terkesan malu2 kucing ya cieee kb ga bisa menatap mata sso untuk mengatakan hal itu saking malunya hihii.
    Tersirat bgt klo kb bener2 cinta berad ma soeun . Pokoke jatuh cinta dah ma karakter bumsso ini :*

    Author, thanks ya…bagiku ini bener2 special part d hari ultah sso itu surprice buat sso dan surprice buat readers jg :*

    Wooo d nextpart akan sperti apakah hub bumsso bakalan tambah mesra or ada kerikil lg yg akan hadir hmm

    Lanjuuuut ~
    Special thumb just for author (y)

    Keep writing n finghting :* (y)

  15. bumssso knyol part ini
    tp sweetlah moment 6 sept nya sso😀
    semangat bumppa
    sso polos beneran n klewatan itu mungkin yg bwt bumppa jatuh cinta

  16. Awal nya aku greget banget sama kim bum … Dan sedih mlihat sso … Untung nya kim bum mlawan rasa gengsi nya di drinya sendiri dan mngucapkan aku menyukai mu dengan lancar ya walaupun tidak dengan saling brtatapan mata .. Tapi snang untungnya kim bum mngerti kmauan sso di hari special nya …

  17. suka….suka…suka banyak banget adegan romantisnya🙂

    Akhirnya kim bum bisa bilang ‘ aku suka padamu ‘ ke so eun,,, walaupun dia agak kesusahan mau bilang itu, tapi akhirnya bisa juga…..

    Next part

  18. Wowowowowowowowowo,😄
    Kim bum kah itu? Diakah itu yg dingin dan selalu anggap sesuatu ga terlalu berkesan?
    Itu bner bner kimbum?😄 wkwkwkw, bilang aku suka kamu aja susahnya minta ampun,😄 dann, kyaaa!! Kimbum lumayan romantis, mw beliin hadiah, jalan bareng… huaaa!! Ada kemajuan sedikit lahh,😄
    Yakin deh kinbum bner bner suka sma sso, smpk segitunya dia malu,😄 wkwkwkw
    Eon resi.. ditunggu part selanjutnya..^^

  19. Wahh~ daebak. Makin ksni makin lucu aja liat Kim Bum xD gmna sulit’x dy ngomong suka ke Sso. Itu bkin ngakak beneran dehh .. Bt, dy bener bener berusaha nyenengin Sso.
    Gak tau hrus komen apa lg. Trllu keren jln crta’x. BumSso jjang !! Author-nim daebak !! :’) ditunggu klanjutan’x. Smoga kedepan’x Bum bisa lbh ekspresif lg ky’ harapan Sso. Hha~ keep spirit & hwaiting !! ^^

  20. Keren banget res!🙂
    Haha sso ada2 aja deh permintaan kado ulang tahun dari bum nya, agak bingung juga sih kalo dia minta cinta, secara cinta itu kan ga berujud hanya bisa dirasakan, heuumm
    Poor ilwoo punya temen kaya bum, haha
    Permintaan kedua sso bener2 bikin kim bum frustasi, padahal cuma bilang “Aku Suka Padamu”, sso aja dengen lancar bilang kalo dia sangat menyukai kim bum, kim bum ampe beberapa kali gagal, haha kocak banget lagi ngebayangin ekspresi frustasinya, hehe
    Akhirnya bisa juga bilang suka, walau ga natap wajah sso karena dia ga mau sso liat muka merahnya dia, tapi itu so sweet banget, aku bisa ngerasain gmna perasaan bum sebenernya ke sso walaupun dia ga ngucapin itu, itu lebih keren, dari pada yg ngegombal terus, hihi🙂
    Keren pokoknya, ditunggu next partnya ya…

  21. yampunnnnn unyuuuu makin unyu ceritanyaaa eon res ahahahh akhirya si bum berani jg bilang 3 kata itu ihihi yakin dah bumsso disini merah bgt mukanyaaa ilhihihi yaampun yeeee perkmbngan pesat ini bum ngasih surprise yeyeye pasti sso kgirangan dah ehh tp eon aku smpet sedih perasaan bum cubit pipi sso mulu ahahaha itu greget atau kesel bum wkkkk lanjuttttt eonnnn^^

  22. aigoooo…
    kimbum itu kaku, dingin, jutek sekaligus manis krn dgn segala kekakuannya itu dia berusaha menyenangkan soeun walaupun stylenya jd aga aneh. wkwkwkk
    sieun itu aneh, lucu, ceria, untungnya bkn tipe yg mudah down gara2 dijutekin kimbum.
    jadinya pasangan ini saling melengkapi ya. hihihi.. lucunya.. tinggal aku pengen liat soeun melakuka sesuatu utk menyenngkan kimbum, akankah ada cerita spt itu utk mereka thor? hehehe

  23. Kekekeke

    wah mungkin kimbum terlalu menyukai soeun jadi tidak bisa mengungkapkan perasaanx dngan kata kata,
    d tnggu next partnya

  24. Kim bum sebelumnya belum mempunyai pacar kan?? Pantes dia agak canggung gitu pas bilang ‘aku menyukai mu’ ke so eun.. tapi walaupun kim bum nggak bilang ‘aku menyukai mu’ ke so eun, so eun pasti udah tau kalo kim bum suka sama dia.. Mengungkapkan rasa suka juga bisa lewat perlakuan kan ? Bukan hanya sekedar kata kata.. Next:)

  25. baguuuuus author hehehehe akhirnya kimbum mengutarakan itu juga padahal pasti susah yaa kimbum bilang kayak gitu, tapi karena soeun kimbum jadi berubah lebih baik, lebih berperasaan^^ suka sama part ini bikin aku senyum2 bacanya hekekekke. lanjuuuuutkaaaaan🙂

  26. Kwkkwkwkwkwkwkwkwkwkw,,,,
    bgtu susah,a kah mngtkan aku suka padamu,,,,,
    tpi dgn pnuh prtmbngan kluar jg kta2 ajaib to d mlut kim bum,,,
    psti tmpang sso yg plos n lucu to buat kim bum mkin susah mngtkan,a,,,
    sso sllu brpkir psitif,,,
    ska ma krkter dsne,,,

  27. Aq bru tau hr in kalo ff yg slalu q tnggu2 d post 3hr yg lalu, untg hr in aq cek wpx resi, ah bumsso i love U mrka manis n lcu bngt, bum ah memang tipe pria yg sngt sush blng cnta tpi dgn cra n prilakux pd so eun kt uda bsa tau klo dia cnta bngt ma soeun, aq bner2 suka m0mnt so eun mengtakn suka pd bum wkt bum ngantr dia pulng, bum lngsng trcengan mendngr sso dgn bgi2 mudah tanpa bebn mengutarkn prasaanx pd bum sdang bum bhkan sngt sush hanya u mengatkn 3 kta, tpi akhrx dia brhsil mengucpknx jg n pastix sso sngt snang,makin pgen bc part slnjtx n mdh2n ff in msi ada bbrapa part lg aq bner2 suka n g prnah bosn.

  28. wuahh daebak.. salut dengan perjuangan kimbum kkkkk
    akhirnya dia bias juga ngucapin 3 kata itu hehehe
    nunggu adegan kisseu nya lagi nich wkkkkk
    #otak_yadong kumat hihihihihi
    lanjutt kerennnnn🙂

  29. wooaaaa so sweet juga
    Dengan sofat dinginnya kim bum juga ternyata begitu menyukai so eun ,
    Aku pikir sebelum kim bum bener2 mengatakan aku suka padamu ada kejadian tragis sama seperti film yang mereka tonton , tapi ternyata baik2 saja
    Semoga bumsso langgeng
    Author fightinggg

  30. Aigooo kimbum benar” romantis….. dibalik sifat cuek nya dia ternyata perhatian banget sama soeun……
    Huuu gemas sendiri sama kimbum disuruh ngomong “aku suka padamu” aja gak bisa” sulit banget kayaknya,,, tapi yeeee akhirnya ngomong juga dia….
    Aaaa scene terakhirnya so sweet banget ^^
    Soeun pasti bahagia banget di hari ulang tahunnya dia mendapatkan apa yg dia inginkan dan dapat gelang juga dari kimbum orang yg sangat dia sukai…..😀
    Keren keren keren (y)
    Ditnggu next partnya🙂

  31. kaget thor asalnya masih part 7 tiba2 skrng udah part 14 hahaha . udah lama ga baca ff krna trlalu sibuk sama sklh.
    terus berkarya thor, ditunggu part selanjutnya;))

  32. bumppa… kupikir kamu bener2 nyebelin, ternyata di balik sifat yang bener2 nyebelin itu ada sifat yang bener2 romantis jugaa… haaaa…. tapi kok ngomong suka aja susah sih oppaaaa??!! itukan pacarmu sendiri :3
    terus juga, itu pipi kaleee.. kalo dicubit mulu entar kendor (?) kkk~~~
    bumsso… sebenernya itu bukan hal yang special2 amatt.. tapi karena gengsi yang begitu besaaaaar… hal itu jadi terasa so romance kalo kaliang yang ngelakuin… kkkk~~~ lope lope daahhh..
    author jjang!! hwaithing!!

  33. Waaa bner2 deh kyknya kimbum dgn soeun sma2 sling suka bnget ya
    Tpi cra ngungkapinnya beda2 soeun scra terang2an klo kimbum ngmong suka aja susah bnget ckck
    Part ini lucu tpi romantis bngett seru

  34. Bukannya Kimbum pernah mengatakan dia menyukai so eun pas malam natal sama pas kim bum nyamperin so eun saat so eun lagi jalan ama woobin?? *klogasalah* Kenapa dia jd kaku mengatakan hal itu lagi?

  35. Bum terpaksa amat -_- cielaah sso senyam senyum sendiri dengar pengakuan bum =D bum ngambil kesempatan dalam kesempitan nih. Sso hampir jatuh, bum yg nolongin tapi bum malah ikut meluk kkkkk. Pasangan yg aneh bin ajaib :v

  36. hwaaa suka scene terakhirnya huhuhu akhirnya bum…
    walopun sepertinya kaku ngucapinnya haha
    sambil dipeluk gitu cuma krn ga mau kliatan mukanya memerah wkwkk

    di part ini bum konyol bgt, berapa kali gagal ngucapin tiga kata itu hihihi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s